P. 1
Penanggulangan+Anemia+Gizi+Besi

Penanggulangan+Anemia+Gizi+Besi

|Views: 311|Likes:

More info:

Published by: Septi Vs Semut Nakal on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan Tinjauan Umum “ Penanggulangan Anemia Gizi Besi ” Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dietetik 1. Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Nur’aini SR, SKM, M, SC., selaku Penanggung Jawab dan Dosen Pembimbing pada Mata Kuliah Dietetik 1, Ibu

Pritasari, SKM. , M. Sc, dan Ibu Rita Ramayulis, DCN, selaku Dosen Pembimbing pada Mata Kuliah Dietetik 1, serta semua pihak yang telah membantu dalam memberikan informasi dan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan makalah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini

dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca umumnya.

Jakarta, 19 Mei 2012

Penulis

Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi

1

…………………………………………………………… …………………………………………………………… Bibliography Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 2 . 2.3 2. 1.DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Bab I.1 2.2 2.1 …………………………………………………………… …………………………………………………………… 1 2 Pendahuluan Latar Belakang …………………………………………………………… 3 Bab II.5 Tinjauan Pustaka …………………………………………………………… 5 5 6 8 8 13 14 Definisi Klasifikasi Anemia …………………………………………………………… Anemia Defisiensi …………………………………………………………… Tahapan kekurangan Gizi Besi …………………………………………… …………………………… Upaya Penanggulangan Anemia Gizi Besi Penutup Bab III.4 2.

Badan kesehatan dunia ( World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%. berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo. A n e m i a k a r e n a d e f i s i e n s i z a t b e s i m e r u p a k a n penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi l a i n . sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira -kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab. O l e h karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering d i i d e n t i k k a n dengan anemia gizi besi Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992. serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 3 .7% untuk mereka yang non anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. b a h w a s e k i t a r 7 0 % i b u h a m i l d i I n d o n e s i a m e n d e r i t a a n e m i a g i z i . d i a n t a r a n y a k a r e n a a n e m i a . Kematian ibu 1520% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju.1 LATAR BELAKANG Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara.2002). Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40. Anemia d e f i s i e n s i z a t b e s i m e r u p a k a n m a s a l a h g i z i yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi. Tiga puluh enam persen (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini.1% (SKRT 2001).BAB I PENDAHULUAN 1. d k k m e n u n j u k k a n b a h w a a n g k a kematian ibu adalah 70% untuk ibu -ibu yang anemia dan 19. P e n e l i t i a n C h i .

Mengingat besarnya dampak buruk dari anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil dan janin. dan 13 (42%) menderita kekurangan besi. Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 4 . oleh karena itu perlu kiranya perhatian yang cukup terhadap masalah ini.pada trimester II didapati 23(74%) menderita anemia.

Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Anemia Defisiensi Disebabkan karena kekurangan (defisiensi) zat gizi tertentu. Anemia Aplastik Disebabkan karena kekurangan produksi sel darah merah.2 Klasifikasi Anemia A. konsentrasi yang buruk dan kelemahan. 2. Gejala akan mencakup kelesuan.1 Definisi Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah Hemoglobin dalam darah kurang dari normal. C. Anemia Hemoragik Disebabkan karena pengeluaran darah dari tubuh lewat pendarahan. Setiap keadaan yang mengurangi kemampuan membawa oksigen dari sel-sel darah merah akan mengurangi pemasokan oksigen ke jaringan-jaringan termasuk otak dan otot. Zat ini dibuat di dalam sel darah merah. D. sehingga Anemia dapat terjadi baik karena sel darah merah mengandung terlalu sedikit hemoglobin maupun karena jumlah sel darah yang tidak cukup. Hal ini bisa terjadi bila sumsum tulang berhenti bekerja sehingga tidak cukup sel darah merah yang dibentuk. Anemia Hemolitik Disebabkan karena penghancuran (destruksi) sel darah merah di dalam tubuh. Sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan dan mengangkut Karbondioksida dari jaringan-jaringan ke paru-paru. B.

sedangkan pada Wanita : 26 mg/hari Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 6 . Anemia Gizi Besi Merupakan anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi di dalam tubuh. telapak tangan dan konjuntiva(mata) Denyut jantung cepat Kurang tenaga ( mudah lelah ) Mudah mengantuk Kadang-kadang pusing Kadar Hemoglobin di bawah normal Dalam tubuh. air kencing dan kulit. –Mioglobin di sel-sel otot berfungsi mengangkut dan menyimpan oksigen untuk sel-sel otot. mineral). 2. 3.0 mg perhari. zat besi sebagian besar terdapat dalam darah sebagai bagian dari protein yang bernama –Hemoglobin (Hb) di sel-sel darah berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh.5 – 1. Berikut adalah tanda tanda anemia gizi besi yaitu:        Pucat. jari dan kuku.2. Masukan zat besi setiap hari diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja. Anemia karena kekurangan zat gizi mikro lain (Vit B12.0 mg atau rata-rata kira-kira 28 mg setiap bulan. yang dapat dikenal dari penampakan di bibir. Kehilangan ini kira-kira 0.Selain itu pada wanita adanya kehilangan karena menstruasi. Kebutuhan besi sehari (usia 16-49 tahun). Kehilangan karena menstruasi rata-rata dari bulan ke bulan merupakan kehilangan zat besi harian kira-kira 1.3 Anemia Defisiensi 1. Pada Laki-laki : 13 mg/hari. Anemia Megaloblastik Merupakan anemia yang disebabkan karena kekurangan asam folat.

Biasanya berasal dari tumbuhan yangmengandung zat aktif fitat dan polipenol • Fitat : selaput luar beras (dedak atau katul). Zak aktif penghambat (inhibitors) penyerapan zat besi. jambu biji. yaitu zat besi yang berasal dari Hem dan Non Hem. labu kuning(waluh). bumbu oregano. protein kedelai. Absorpsi zat besi non Hem lebih rendah yaitu 2–10 %. Zat aktif yang memacu (enchancers) penyerapan zat besi yaitu: Vitamin C. kobis. mangga. Zat Besi Non Hem Terkandung dalam makanan nabati seperti sayur-sayuran yang berwarna hijau tua. kambing. kacang-kacangan • Polipenol : Teh. • Zat kapur (kalsium) dan pospat keju dan susu juga merupakan zat aktif penghambat penyerapan zat besi. Oleh karena zat besi non hem adalah merupakan sumber terbesar dalam pola hidangan kita sehari-hari maka perlu diperhatikan hal-hal yang dapat menambah penyerapannya : memasukkan makanan yang mengandung vitamin C pada setiap hidangan. jeruk. brokoli. Suatu hidangan yang mengandung salah satu atau lebih dari jenis makanan tadi akan membantu optimalisasi penyerapan zat besi. kacangkacangan. susu coklat. ikan). asam malat dan asam tartarat (wortel. 2. tomat. ikan. 2. ayam. apel. nanas). pisang.Ada 2 jenis zat besi yang berbeda dalam makanan. babi. kopi. beras. asam sitrat (pepaya. kentang. jagung.Zat Besi Hem. zat aktif pemicu dan penghambat penyerapan. memasukkan sejumlah kecil Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 7 . unggas serta hasil olahan darah. Terkandung dalam : daging. hati. merupakan penyusun Hemoglobin dan Mioglobin. Oleh karena zat besi non hem adalah merupakan sumber terbesar dalam pola hidangan kita sehari-hari maka perlu diperhatikan hal-hal yang dapat menambah penyerapannya : 1. asam amino cistein (daging sapi. Tingkat absorbsi zat besi tergantung pada zat besi dalam makanan. 1. Zat besi hem (Hewani) dalam keadaan normal absorpsi 20-30 % dan pada penderita anemia 40-50%. Banyaknya zat besi yang dapat diserap tubuh tergantung pada tingkat absorpsi. Penyerapan zat besi terjadi di lambung dan usus bagian atas yang masih bersuasana asam. serta taraf gizi besi seseorang.

2. Hal ini dikompensasi dengan peningkatan absorbsi besi yang terlihat pada peningkatan kemampuan mengikat besi total ( total-Iron Binding Capacity/TIBC).. Anemia gizi besi berat ditandai oleh sel darah merah yang kecil (mikrositosis) dan nilai hemoglobin rendah (hipokromia). Hal ini dapat mengganggu metabolisme energy sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan bekerja.5 Upaya Penanggulangan Anemia Gizi Besi Prinsip dasar dalam pencegahan anemia karena defisiensi zat besi adalah memastikan konsumsi zat besi secara teratur untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan untuk meningkatkan kandungan serta biovailabilitas (ketersediaan hayati) zat besi dalam makanan.4 Tahapan Kekurangan Gizi Besi 1. karena dapat mengambat penyerapannya. atau daging ikan dalam hidangan. Pada tahap ini belum terlihat perubahan fungsional pada tubuh. 2.daging . yaitu bentuk pendahulu ( precusor ) pada Hemoglobin . 3. Oleh sebab itu anemia gizi besi dinamakan anemia hipokromik mikrositik. Tahap ketiga (AGB) Kadar hemoglobin total turun di bawah nilai normal. 2. Tahap pertama (KGB) Tahap pertama terjadi bila simpanan besi berkurang yang terlihat dari penurunan feritin dalam plasma hingga 12 g/L. Ada empat pendekatan utama: Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 8 . menurunnya jenuh transferin hingga kurang dari 16 % pada orang dewasa dan meningkatnya protoporfirrin. Tahap kedua (KGB) Tahap kedua terlihat dengan habisnya simpanan besi. menghindari minum teh atau minum kopi dalam makanan.

 Pada Ibu hamil. Dosis pemberian ditetapkan dengan mempertimbangkan efektivitas biologis dan efek samping. Pemberian minimal selama 90 hari.25 mg asam folat. setelah waktu lebih lama dari 4 minggu akan terjadi kenaikan kadar hemoglobin sekitar 2 g/dl.25 mg as.1. Pemberian selama 40 hari masa nifas.  Pada bayi dan anak kecil. Folat) diberikan 1 tablet/hari. Penyediaan Suplementasi Zat besi Luasnya penyebaran dan prevalensi anemia yang bervariasi. Efek samping yang lazim dijumpai pada terapi zat besi per oral adalah gangguan gastrointestinal seperti konstipasi dan tinja yang berwarna hitam.  Pada keadaan tidak hamil. Terapi zat besi per oral merupakan preparat zat besi oral yang paling murah dan banyak digunakan. dosis (Ttd: 200 mg Ferous Sulfat yaitu 60 mg besi elemental dan 0. Folat) diberikan 1 tablet/hari.25 mg as.  Pada Ibu Nifas. Folat) diberikan 1 tablet/minggu atau 1 tablet/hari pada saat menstruasi. dosis dosis (Ttd: 200 mg Ferous Sulfat yaitu 60 mg besi elemental dan 0. pemberian 30 mg besi elemental per hari. penderita anemia berat  suplementasi untuk pengobatan terutama golongan rawan.25 mg as. Umumnya. Keberhasilan program ini bergantung pada Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 9 . Pada daerah prevalensi tidak tinggi tetapi situasinya memungkinkan terjadi anemia akibat faktor lain (investasi parasit atau penyakit infeksi) suplementasi untuk pencegahan terutama golongsn rawan. Prinsip esensial dalam manajemen anemia karena defisiensi zat besi adalah terapi sulih zat besi dan penanganan penyebab yang mendasar seperti infeksi parait atau pendarahan gastrointestinal. Maka tujuan pemberian suplementasi :   Pada daerah prevalensi tinggi. dosis (Ttd: 200 mg Ferous Sulfat yaitu 60 mg besi elemental dan 0. Penggunaan terapi dalam waktu yang lama dapat menimbulkan nyeri pada sendi. Tablet tambah darah yang diberikan yaitu tablet zat besi yang mengandung 200 mg Ferro Sulfat atau 60 mg besi elementer dan 0.

distribusi suplemen zat besi dengan jumlah yang adekuat dan kepatuhan individual terhadap pengobatan. tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah pemberian suplemen zat besi secara selektif hanya kepada orang-orang yang menderita anemia. Di Negara berkembang tempat anemia defisiensi besi menjadi persoalan yang prevalen. pendekatan ini memerlukan pemerikasaan skrining untuk mencari pasien-pasien anemia karena defisiensi zat besi dan membutuhkan staf yang terampil serta fasilitas laboratorium yang sesuai. Pada segmen populasi dalam kelompok sosioekonomi yang lebih tinggi. Distribusi Tablet Tambah Darah generik untuk Remaja Putri dan WUS mengikuti alur sebagai berikut : PABRIK DISTRIBUSI/ Pedagang Besar Farmasi APOTIK/TOKO OBAT Koperasi Unit Desa Warung/ Toko Koperasi/kantin Sekolah/pesantren Pos Obat Desa Dokter/Bidan Praktek Swasta Pondok Bersalin Remaja Putri/WUS Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 10 . tindakan yang tepat mungkin berupa suplementasi zat besi secara menyeluruh bagi anak-anak dan wanita. Namun.

dan gula. roti. tepung gandum juga difortifikasi dengan zat besi (44 mg /kg). hasil uji coba di lapangan yang melibatkan banyak pihak menunjukkan bahwa garam biasa yg difortifikasi dengan zat besi ternyata efektif untuk menurunkan prevalensi anemia karena defisiensi zat besi pada masyrakat pedesaan. tepung susu. Jenis-jenis bahan pangan yang berhasil dijadikan pembawa bagi fortifikasi pangan adalah gandum. tetapi anemia karena defisiensi zat besi tetap menjadi persoalan yang prevalen. Fortifikasi zat besi pada beberapa bahan pangan yang lazim dikonsumsi merupakan pilihan menarik untuk mengatasi permasalahan asupan zat besi yang tidak memadai dalam masyarakat. Di sisi lain. Namun pada Negara yang sudah tersedia berbagai ragam bahan pangan yang kaya akan zat besi dan promoter absorpsi besi. susu formula bayi. Negara Swedia memiliki sejarah panjang fortifikasi zat besi pada tepung gandum dengan takaran 65 mg zat besi/kg tepung. garam. Pendekatan agricultural dan horticultural Strategi hortikultular untuk mendorong produksi buah dan sayuran yang kaya akan zat besi merupakan komponen penting dalam pendekatan jangka panjang untuk mengendalikan dan mencegah anemia karena defisiensi zat besi di Negara berkembang. terdapat tuntutan untuk menambahkan komponen gizi ke dalam semua horticultural dan social kehutanan.2. 3. Kebun rumah merupakan salah satu pendekatan yang dapat berlanjut untuk mengendalikan anemia karena defisiensi zat besi pada masyarakat pedesaan yang miskin. sementara di tingkat rumah tangga harus dilakukan berbagai upaya untuk mendorong produksi sayuran. Di tingkat pemerintahan. Bahan pangan yang dijadikan fortifikan dan pembawa harus aman dan efektif. Di India. Fortifikasi bahan pangan yang biasa dikonsumsi dengan zat besi. Di AS. ketika masyarakat yang sudah terlibat dalam kegiatan pertanian memerlukan edukasi dan perluasan pengetahuan untuk meningkatkan produksi bahan pangan bergizi pada kebun-kebun di rumah Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 11 .

4. Meningkatkan penambahan bahan pangan yang kaya akan zat besi pada makanan tambahan bagi bayi Menyarankan untuk tidak mengkonsumsi bahan pangan yang dapat menghambat absorbsi besi. khususnya bagi wanita dan anak-anak. Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 12 . dan daging. Pendekatan berikut ini dianggap penting dalam pencegahan dan pengendalian anemia gizi secara umum: Meningkatkan konsumsi bahan pangan yang kaya akan zat besi seperti kacang-kacangan. Upaya yang ekstensif dan persuasif diperlukan untuk menimbulkan perubahan perilaku dalam masyarakat agar orang-orang dalam masyarakat tersebut melakukan diversifikasi pangan. dan kiwi. Edukasi gizi. jambu.mereka. Pemecahan persoalan anemia karena defisiensi zat besi adalah dengan membantu masyarakat mengonsumsi makanan yang kaya dengan zat besi secara teratur. sayuran hijau. Keuntungan berkebun di rumah adalah bahwa kegiatan ini akan memfasilitasi konsumsi nutrient yang beragam. jenis sayuran lainnya. kegiatan berkebun di rumah akan memfasilitasi diikutsertakannya produk promoter absorpsi besi ke dalam makanan penduduk di samping menyediakan pula jenis-jenis bahan pangan yang kaya akan zat besi. Mendorong konsumsi secara teraturbahan pangan kaya akan vitamin C seperti jeruk sitrus. dan mencegah konsumsi factor-faktor penghambat yang berlebihan. mendorong asupan promoter absorpsi besi seperti vitamin C. Pada kasus anemia karena defisiensi zat besi.

pendidik. petugas kesehatan. Program ini sejalan dengan Penanggulangan Anemia Gizi untuk Calon Pengantin Wanita dan Gerakan Pekerja Wanita Sehat Produktif (GPWSP) yaitu penanggulangan anemia gizi pada pekerja wanita. Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 13 . tokoh pemuda/agama serta masyarakat sangat berperan dalam mendukung upaya diatas agar dapat berjalan dengan sukses. Meskipun peningkatan status kesehatan dan gizi Remaja Putri/Wanita merupakan tanggung jawab masing-masing orang tua dan keluarganya.BAB III PENUTUP Kegiatan Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri/WUS perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencapai sumber daya manusia dan generasi penerus yang berkualitas.

from Pedoman Penanggulangan Anemia Gizi: http://bohkasim. (2008).Bibliography al. from http://www.wordpress.com (2009. In Gizi Kesehatan Masyarakat. Retrieved May 5. Retrieved May 5. J.).scribd.d. Anemia Besi Bumil.com Dietetik 1 | Penanggulangan Anemia Gizi Besi 14 . 2012. Michael. Jakarta: EGC. March). (n. 2012.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->