SUKU JAWA

* Kematian Mendhak Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan, sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka. Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan, upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari); kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian; ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina, yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian. Menurut kepercayaan Jawa, setelah satu tahun kematian, arwah dari saudara yang diperingati kematiannya tersebut telah memasuki dunia abadi untuk selamanya. Menurut kepercayaan juga, untuk memasuki dunia abadi tersebut, arwah harus melalui jalan yang sangat panjang; oleh karena itu penting sekali diadakannya beberapa upacara untuk menemani perjalanan sang arwah. * Kematian surtanah Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung. Perlengkapan upacara: - Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk, sayur adem (tidak pedas), pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang, sambal docang dengan kedelai yang dikupas, jangan menir, krupuk, rempeyek, tumpeng ukurukuran, nasi gurih, nasi golong, dan pisang raja. - Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya, nasi golong, ingkung dan panggang ayam, nasi asahan, tumpeng pungkur, tumpeng langgeng, pisang sajen, kembang setaman, kinang, bako enak dan uang bedah bumi. Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dekat, dan pemuka agama.

* Upacara nyewu dina Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. - Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan. Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi. * Upacara Brobosan Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut: 1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai, 2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam, 3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang. UPACARA ADAT KELAHIRAN SUKU JAWA Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka. Salah satu tradisi kelahiran dalam budaya Jawa adalah Selapanan. Upacara Selapanan bertujuan memohon keselamatan bagi si bayi. Perlengkapan upacara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: - Golongan bangsawan: Nasi tumpeng gudangan, nasi tumpeng kecil yang ujungnya ditancapi tusukan bawang merah dan cabe merah, bubur lima macam, jajan pasar, nasi golong, nasi gurih, sekul asrep-asrepan, pecel ayam, pisang, kemenyan, dan kembang

setaman diberi air. - Golongan rakyat biasa: Tumpeng nasi gurih dengan lauk, nasi tumpeng among-among, nasi golong, jenang abang putih, ingkung dan panggang ayam. Upacara terakhir dalam rangkaian selamatan kelahiran yang dilakukan pada hari ke 36 sesuai dengan weton atau hari pasaran kelahiran si bayi. Selapanan diadakan setelah maghrib dan dihadiri oleh si bayi, ayah, dukun, ulama, famili dan keluarga terdekat. UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA Pesta pernikah adat Jawa mempunya beraneka ragam tradisi. Pemaes, dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan, itu sangat penting. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin, perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300, 500, 1000 atau lebih). Sesungguhnya upacara pernikahan itu merupakan pertunjukan besar. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol, makanan dan minuman, musik gamelan dan tarian, dekorasi dari ruangan resepsi, pembawa acara, wali untuk Ijab, pidato pembuka, transportasi, komunikasi dan keamanan. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil), dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). * Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. Pohon pisang sangat mudah tumbuh dimana saja. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. * Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. * Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat

* Bentuk daun seperti beringin. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. mojo-koro. * Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam. * Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. * Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik. Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. * Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya.keluarga mereka. dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. * Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. alang-alang. Itu dekorasi sanggat indah dan menpunya arti yang luas. . berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. di bawah dekorasi Tarub. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. * Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. di jalan dekat rumah. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. pengalaman dan kesabaran. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat sepesial Sajen. pintar dan bijaksana. dan lain-lain. di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. itu digunakan untuk melindungi gangguan setan. * Belalang: Pasangan pengantin akan giat. Itu adalah simbol yang sangat berarti. Kembar Mayang adalah karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). * Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. diantaranya di kamar mandi. bekletepe di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan. di dapur. * Itu mempunyai bentuk seperti gunung: Gunung itu tinggi dan besar. * Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan. * Bunga Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah karangan. di bawah pintu gerbang.

Siraman: Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. * Makanan: ayam. lemper. * gayung dari 2 kelapa. * Handuk. * Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari.lima warna .kain putih . Tidak hanya orangtua. tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan.dlingo benglé (tanaman untuk obatobatan) . air asam Jawa). * Bunga Telon (kenanga. * Rokok dan kretek. * Aroma . telur. nasi kuning dengan hiasan. * Kelapa muda. ditutup dengan: * Tikar . * Kursi kecil. * Kendi. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. santan. Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting.beberapa macam daun . * Teh dan kopi pahit. tahu.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) . melati. nasi kuning tanpa hiasan. * Pisang raja dan buah lainnya. * Tumpeng Gundul. * Lantera. .berfungsi seperti sabun. * Kue manis. magnolia) dengan air Suci.Siraman sajen terdiri dari: * Tumpeng Robyong. Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang. Apa saja yang harus dipersiapkan: * Baskom untuk air.di campur dengan air. * Memakai kain putih selama Siraman. * Tujuh macam bubur. melati. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. * Bunga Setaman . * Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang.lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik. magnolia dan kenanga . biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. daging. Bahasa Jawa tujuh itu PITU. Sekarang lebih banyak diadakan di taman. sehari sebelum Ijab dan Panggih. Air dari sumur atau mata air. letakkan bersama. mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong).mawar. cendol.

Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. Dan ini akan digunakan setelah Siraman. Setelah Kendi itu kosong. Akhirnya. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung. telinga. Ibu boleh menyiramkan setalah ayah. berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. Pelaksanaan dari SIRAMAN: Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya. pengantin duduk di kamar pengantin. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah). Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup. leher. dia siap untuk di dandani. orang lain boleh melakukan Siraman. Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Pada malam hari. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Dewi akan datang dari kayangan. Itu Banyu Suci Perwitosari. tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali. calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. handuk. Upacara NGERIK: Setelah Siraman. Dia mendudukkan di kursi dan berdoa. Dia diantar ke tempat Siraman. Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki. semuanya harus wanita. wajah. Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Upacara Midodareni: Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih.Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. dan lain-lain. Setelah mereka. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. Pemaes sangat behatihati dalam merias pengantin. Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk. Menurut kepercayaan kuno. Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: ‗Wis Pecah Pamore‗ . Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir .

* Kacang Areca. Prosesi Pernikahan Adat Jawa :1.Siraman3. akan dipingit . Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar.kalinya. dan lain-lain) di lapisi dengan kain Bango Tulak.biasanya. beras. serta meminta restu dari orang tua PERNIKAHAN Di upacara pernikahan adat Jawa. calon pengantin suku Jawa tidak diperbolehkanuntuk saling bertemu. * Suruh Ayu (daun betel). ritualnya berupa siramanyang akan dijelaskan pada slide berikutnya. berpatokan pada buku primbon Jawa. Hari baik tersebut. Siraman €Acara ini biasanya di lakukan pada siang hari. * Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. tetapi harus dimulai pada saat yang bersamaan. Di kamar lain. Adat istiadat suku Jawa juga sering dilaksanakan saat upacara pernikahan. secara terpisah antara calon mempelai wanita danpria.Pingitan2. Khusus calon mempelai wanita. calon mempelai wanita kembalimelakukan ritual.Midodareni4. * Dua kendi (diisi dengan bumbu. kacang. €Ritual pingitan ini ditujukan untuk mempersiapkan fisik dan mental si gadis yang akan memasuki jenjang pernikahan. Masyarakat sukuJawa percaya akan adanya hari yang baik untuk melaksanakan pernikahan. biasanya. jamu. Pernikahan PINGITAN €Sebulan sebelum acara pernikahan berlangsung. terdapat . keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki.Acara siraman ini ditujukan untuk membersihkan mempelai wanita dan pria secara fisik dan psikis secarabersamaan. Sehari sebelum acara pernikahan. Mulai dari besok. suaminya yang akan bertanggung jawab. Keluarga dan tamu dapat makan bersama. Kali ini. * Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep. * Tujuh macam kain dengan corak letrek. Apa saja yang harus diletakan di kamar pengantin? * Satu set Kembar Mayang.

komunikasi dan keamanan. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. musikgamelan dan tarian. Panitia kecil terdiri dariteman dekat. yang menjadikan adat minangkabau menyatu didalam ajaran Islam. dalam tatatanan adat bersendi syara‘ syara‘ bersedi kitabullah.Pemaes. Dua batang pohon tebu wulung (tebu hitam) yang lurus. transportasi. Faktor penghayatan lahiriah dalam melaksanakan adat bersendi syariat. Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. di dalam berinteraksi sesama. keluarga dari kedua mempelai. Daun dadap srep. Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. wali untuk Ijab. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading. TRADISI DAN UPACARA SEPANJANG KEHIDUPAN MANUSIA : Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kehidupan manusia semenjak ia lahir – berjodoh hingga meninggalkan dunia yang fana ini berlaku kebiasaan dan tradisi yang telah memberi warna perlakuan peribadi dan masyarakatnya. Adapun macamnya : Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakangdan berapa banyaknya tamu yang di undang. Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin(siraman. itu sangat penting. dukun pengantin perempuan di manamenjadi pemimpin dari acara pernikahan. perhiasan dan perlengkapan lainuntuk pesta pernikahan. Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yangterbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). makanan dan minuman. €Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. pidato pembuka. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. dekorasi dari ruangan resepsi. Dia mengurus dandanan danpakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pestapernikahan. Persiapan yang paling penting adalah I jab(catatan agama dan catatan sipil). Kemudian tradisi yang dipraktekkan dalam Nagari-nagari di Ranah Minang menjadi kebiasaan serta menjadi kekayaan amat berharga dalam khazanah budaya minangkabau. Ajaran Islam akan lebih banyak berbicara didalam pola dan tingkah laku masyarakat dari daripada konsep-konsep yang . Panitia pernikahan €Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. pembawa acara. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengantuwuhan. Daun beringin secukupnya. sehingga menjadi sempurnalah kehidupan awal manusia minangkabau hingga akhir dari suatu kehidupan. SUKU MINANG I.

Saat ini telah menjadi trend baru di kalangan masyarakat. karena merupakan upaya dari kalangan medis dalam memisahkan pusar bayi dengan placenta ibunya. maka disaat inilah bebera kalangan masyarakat mengharapkan doa dari kerabatnya. 3. Umumnya Induk bako dan kerabatnya akan memberikan perhiasan berupa cincin bagi bayi laki-laki atau gelang bagi bayi perempuan serta pemberian lainnya. Sebenarnya ini bukanlah kebiasaan yang menjadi tradisi dalam masyarakat minangkabau namun keboleh jadian bahwa tradisi merupakan hasil asimilisai dari . yang kemudian melahirkan tradisi baru dikalangan atas masyarakat minangkabau – melalui pennyelenggaraan upacara tertentu seperti perhelatan. Sunah rasul mengandung pengharapan dari kedua orang tuanya agar anak laki-lakinya itu menjadi anak yang dicita-citakan serta berbakti kepada kedua orang tua. 4. Induk Bako – si Bayi akan memberikan sesuatu kepada sang bayi sebagai wujud kasih sayangnya atas kedatangan bayi itu dalam keluarga muda. maka seorang anak akan menjalani khitanan yang di Ranah Minang disebut ― Sunat Rasul. Seperti pada umumnya setiap hajad kebaikan – maka keluarga yang akan membangun kehidupan baru menjadi pasangan keluarga sakinah ma waddah wa rahmah memohon kepada Yang Maha Kuasa agar awal kehidupan janin membawa harapan yang dicita-citakan. 2. Upacara Turun Mandi dan Kekah (Akekah) : Sering upacara ini dilakukan dengan tradisi tertentu diantara para ipar – besan dan induk bako dari pihak si Bayi. Upacara-upacara yang dipraktekkan dalam tradisi di Minangkabau adalah 1. Upacara Karek Pusek (Kerat pusat) : Sebetulnya tidak memerlukan upacara yang khusus pada saat dilakukan pemotongan tali pusat ini. Upacara Sunat Rasul : Apabila seorang anak laki-laki telah cukup umur dan berkat dorongan kedua orang tuanya. Pengertian kerabat disini terdirin dari para ipar dan besan dari masing-masing pasangan isteri. Ketika roh ditiupkan kedalam seorang ibu pada saat janin berusia 16 minggu. Upacara kehamilan . Kearah ini kompilasi syariat islam dalam khazanah budaya Minangkabau semestinya mengarah. Belum diketemukan upacara khusus untuk melakukan hal ini.bersifat teoritis. Anak laki-laki yang sudah dikhitankan itu didudukkan di sebuah pelaminan seperti pengantin.

nan baiek budi nan indah baso (mengaji yang kurik kundi nan merah sago. telah lulus didalam pengkhataman Al Qur‘an nya. Pada masa remaja ada pula acara-acara yang dilakukan berkaitan dengan ilmu pengetahuan adat dan agama. maka para jemaah di Surau . Di dalam cerita terdapat pengajaran adat dan agama. yang baik budi nan indah baso). Upacara-upacara semasa remaja ini adalah sbb: 1. Anak didik mendapatkan pengetahuan dengan cara gurunya bercerita. Didalam pelajaran ini anak didik mendapat pengetahuan yang berkaitan dengan Tambo Alam Minangkabau dan Tambo Adat. Biasanya murid yang dididik mandi berlimau dibawah bimbingan gurunya. Mangaji halal jo haram (mengaji halal dengan haram). Manjalang guru (menemui guru) untuk belajar. Pengetahuan ini berkaitan dengan pengajaran agama. 5. 7. Ssuatu saat akan menjadi tradisi pula dikalangan masyarakat minangkabau. 6. Sebagai rasa syukur. Upacara ini sebagai perlambang bahwa anak didiknya dibersihkan lahirnya terlebih dahulu kemudian diisi batinnya dengan ilmu pengetahuan. Balimau. Mengaji adat istiadat. Masa Mengaji di Surau dan upacara masa remaja laki-laki : Surau mengandung tempat tinggal dan tempat pembelajaran bagi anak laki disaat ia remaja. Apakah guru dibidang agama atau adat. 5. Batutue (bertutur) atau bercerita. Baraja tari sewa dan pancak silek (belajar tari sewa dan pencak silat). Anak atau keponakannya diserahkan untuk dididik sampai memperoleh ilmu pengetahuan yang diingini. 4. Tamat Kaji (khatam Qur‘an) : Biasanya seseorang yang telah menamatkan kaji (khatam Qur‘an). Mengaji nan kuriek kundi nan merah sago. 6. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kemampuan membaca itu dihadapan majelis Surau. pengajaran yang berkaitan dengan adat istiadat dan moral. Orang tua atau mamak menemui guru tempat anak kemenakannya menuntut ilmu. 2. 3. Setelah melalui upacara-upacara pada masa kehamilan dan sampai lahir dan seterusnya maka dilanjutkan dengan acara-acara semasa remaja dan terutama sekali bagi anak laki-laki. Untuk keterampilan dan ilmu beladiri maka anak didik berguru yang sudah kenamaan.berbagai etnis yang hidup di Indonesia. Seorang akan mendengar kemampuan tajwit dan makhraj untuk meyakini bahwa seorang anak yang telah menamatkan AlQur‘an itu.

Maanta pabukoan sebuah tradisi yang sudah tidak jelas lagi . ketujuh hari. Nikah 5. Pada upacara yang berkaitan dengan kematian tidak terlepas dari upacara yang berkaitan dengan adat dan yang bernafaskan keagamaan. manjanguak kandang (mengunjungi. timbang tando (timbang tando) 4.itu akan merayakan dalam bentuk pemberian doa selamat kepada si murid. Pada masa dahulu acara-acara ini memerlukan biaya yang besar. Dengan pengertian ijab kabul dengan perantaraan walinya sepanjang Syarak. KEMATIAN DAN TATA CARA PENYELENGGARAAN Akhir kehidupan di dunia adalah kematian. Cabiek kapan. Doa talakin panjang di kuburan 6. Acara-acara yang diadakan sebelum dan sesudah kematian adalah sbb: 1. III. Anta kapan dari bako (antar kafan dari bako) 3. Anta ameh (antar emas). Pinang-maminang (pinang-meminang) 2. Bamadu (bermadu) Dalam acara perkawinan setiap pertemuan antara keluarga perempuan dengan keluarga laki-laki tidak ketinggalan pidato pasambahan secara adat. PERKAWINAN : Menikah : dibahas secara rinci dalam kategori ― Adat Perkawinan Pada umumnya masyarakat Minangkabau beragama Islam. Melepas Pergi Merantau : dibahas pada mengapa ― orang minang pergi merantau‖. mati bajanguak (sakit dilihat. menjenguk kandang). mandi maik (mencabik kafan dan memandikan mayat) 4. namun pada hakekatnya mempertemukan dua keluarga besar. Dalam pelaksanaan nikah kawin dikatakan ―nikah jo parampuan. dua kaum. Kacang pali (mengantarkan jenazah kek kuburan) 5. oleh karena itu dalam masalah nikah kawin sudah tentu dilakukan sepanjang Syarak. Umumnya beberapa kekeluarga di Minangkabau secara kolektif dan bersama menyediakan penganan khas daerah setempat. Manjalang. Jampuik anta (jemput antar) 6. Sakik basilau. Tradisi ~ Ma anta pabukoan ~ Ciri khas masyarakat Minangkabau adalah Islam dan adat yang bersendikan syara – syara‘ bersendi kitabullah. Baganyie (merajuk) 8. keempat puluh hari. II. Pada masa dahulu perkawinan harus didukung oleh kedua keluarga dan tidak membiarkan atas kemauan muda-mudi saja. kawin dengan kaluarga‖. malahan antara keluarga nagari. Mengaji tiga hari dan memperingati dengan acara hari ketiga. Dalam proses perkawinan acara yang dilakukan adalah sbb: 1. Mambuek janji (membuat janji) 3. seratus hari dan malahan yang keseribu hari. Maksudnya keluarga laki-laki datang ke rumah calon istri anaknya 7. mati dijenguk) 2.

masih merupakan tradisi ‗wajib‘. bahwa adat perkawinan minangkbau menganut ― perkawinan eksogami. maka – maanta pabukoan – ini hingga ini masih tetap ada. selama perkawinan berlanngsung sesuai dengan adat perkawinan. yang dirindukan dan dinantikan kedatangannya oleh siapapun juga. mereka tidak membetuk keluarga batih (inti) yang baru. ―babuko basamo jo mintuo‖ (berbuka bersama mertua) dan lain sebagainya. Banyak kegiatan khazanah budaya di Minangkabu yang dilaksanakan dengan sangat islami dan minangkabau. Seorang mertuapun akan merasakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri apabila menantu dan anak tiba di rumah. Baik ‗ma anta pabukoan‘ maupun ‗manganta konji‘ tujuannya tetap sama yaitu mendekatkan silaturahmi antara keluarga. Ramadhan adalah bulan suci. Ketika ia menjadi ― seorang sumando ― dirumah keluarga isterinya. sesungguhnya kesempatan ‗ma anta pabukoan‘ merupakan saat yang tepat bagi sang menantu mengambil hati mertua. Tradisi ‗ma anta pabukoan‘ di berbagai daerah di Sumbar sangat beragam sebutannya. Ditambah lagi bila rantang dan bungkusan sang menantu penuh makanan dan beragam kue. Seperti kita ketahui. Riwayat tradisi ma anta pabukoan : Tradisi maaanta pabukoan sama lamanya dengan pelaksanaan Adat Perkawinan. Akan tetapi dalam pekawinan itu. Sebagai bagian dari keberagamaan dan keber adatan. Hal tersebut tentunya. Bagi pasangan muda lebih-lebih pengantin baru. ada yang menyebutnya dengan ―menganta konji‖ (mengantar penganan kolak). para keluarga akan melakukan amalan berupa pemberian anatar makanan kepada kaum kerabat yang dihormati oleh keluarganya. Pada saat memasuki bulan ramadhan. terkadang ia sulit bisa meluangkan waktu bisa bertemu dengan orang tuanya walaupun terkadang masih berada di kota yang sama. .batas antara kewajiban adat dengan budaya. tidak terlepas dari sistem ‗matrilinial‘ di mana garis keturunan justru berasal dari pertalian darah si perempuan. masyarakat melaksanakan tradisi ‖ balimau ‖ yang mengandung makna tentang kesiapan mental seseorang dalam menjalani ibadah puasa dengan cara mensucikan diri dari segala hadas melalui mandi gadang (balimau) atau mandi junub. anak dengan orang tua. cucu dengan nenek dan istri dengan mertua. Pada masa bulan ramadhan itu. Ma anta pabukoa merupakan bentuk silaturahmi antar dua keluarga yang eksogami. Seorang suami akan tinggal di rumah keluarga istri. namun pemandangan yang ini dikenal sebagai tradisi ‗ma anta pabukoan‘ atau mengantarkan makanan ke rumah sanak keluarga terutama ke tempat mertua. Perhatikanlah masih ada wanita paruh baya dengan bungkusan besar yang dijunjungnya serta di tangan kanannya masih terjinjing sebuah rantang alumunium berjalan menuju kerumah mertua/kerabat suaminya. dengan raut wajah dan dandanan kebaya serta pakaian muslim berkunjung kerumah mertuanya dengan penuh kegembiraan. Meski saat ini tradisi ― ma anta pabukoan ― tidak lagi sekental suasana puluhan tahun lalu.

Karena pada dasarnya penganan tradisional pada zaman dahulu merupakan bahan makanan yang paling banyak disukai orang. Pada saat ini. Jenis Makanan yang dibawa : Penganan yang dibawa ke rumah mertua tidak bisa berupa makanan yang sembarangan saja. apalagi dengan menu makanan. agar menantu jangan ikut menyiap kan menghidangkan makanan dan minuman yang dibawanya pada saat ma anta pabukon tadi untuk menguji sampai di mana rasa hormat dan penghargaan menantu terhadap mertuanya .penganan ringan serta buah-buahan.rendang/dendeng . Menu ‗ma anta pabukoan‘ tidak lagi harus membawa penganan tradisional. Apabila membawa ikan bakar atau ayam bakar.sup. Makanan pokok . sebaiknya pula ia hanya mencoba dan mencicipi ala kadarnya. Makanan tersebut harus yang pilihan dan memenuhi bebagai persyaratan. . pandai melayani suami dan penyayang terhadap anaknya. Seorang padusi yang berkedudukan sebagai menantu harus rajin membantu mertua dan tidak boleh hanya duduk saja bersama suami dan anaknya. Bagi seorang Mertua. Ujian lain yang harus diperhatikan seorang menantu.lemang pulut dengan tapai ketan. dan agar-agar. katanya. maka ikan dan ayam tersebut haruslah yang terbesar.kue-kue cake (sejenis bolu) dan . Makanan ringan lainnya : .gulai ikan. adalah ia harus bersiap mencuci piring dan membersihkan semua bekas makanan bila telah selesai bersantap.konji (kolak).goreng ikan / ikan bakar. .cende (bubur beras yang dibuat bulat) atau . merupakan kebahagian yang tiada tara yang tidak bisa diukur dengan uang. dan . .. .kaliyo jengkol. sang menantu harus meminta maaf dan doa restu menghadapi tibanya hari lebaran. Tidak hanya ragam makanan yang harus dipersiapkan. . yaitu : 1. tetapi bahan dan kualitasnya harus yang terbaik.Kebahagian orang tua itu akan lebih penuh lagi. Namun tidak perlu memaksakan diri. ketika ia bertandang kerumah mertuanya Meskipun sang ibu mertua biasanya akan berbasa-basi. kedatangan anak cucu ini. Waktu pelaksanaan ma anta pabukoan : Puncak acara ‗ma anta pabukoan‘ yang berlangsung sore sebelum berbuka sampai saat shalat tarawih tersebut. Sebaiknya ketika membawa makanan itu disukai oleh keluarga yang didatangi. bila sang menantu santun pada mertua. Demikian pula pada saat makan bersama. 2.

Provinsi Sumatera Barat. Kita mengenal istilah bahondoh pondoh yang bergotong royong dan berbondong bondong menuju sesuatu yang akan dicapai. lusa di sawah ―C‖. Bahondoh artinya berbondong bondong. Umumnya kaum ibu yang sudah tidak memiliki suami. Nah. besok di sawah ―B‖. atau sejumlah ibuibu yang sebagian besar sudah menjanda banyak terlibat dalam kegiatan kegotongroyongan ini. untuk melakukan pekerjaan bertanam. secara berkelompok para ibu itu bergotong royong melakukan pekerjaan yang tergolong berat . dalam rangka mengolah lahan pertanian yang baru selesai dipanen. sedangkan bararawai adalah bersorak sorei dan bergembira ria. Kaum padusi di lingkungan keluarga petani di Ranah Minang. Sanakku sesama padusi Minang : Penganan pusaka kuliner. Kecamatan Tanjung Raya. yang sering ditunjukkan dalam bentu ― konji‖ . sehingga sawah semua peserta kongsi mendapat giliran. kita dapat menyaksikan dan sekalian mendengarkan ibu-ibu kelompok bahondoh itu berbararawai alias melantunkan larik-larik . Dalam istilah lain bahasa Minang ‗konji‘ juga berarti lem atau perekat. Di areal persawahan di pinggiran Danau Maninjau. tapi juga mempererat tali silaturahmi setelah mereka berpisah tempat tinggal.―Kesederhanaan dan ketulusan hati adalah yang paling utama yang diinginkan seorang mertua.‖ Manfaat bagi pengembangan pusasak kuliner : Ma anta pabukoan ternyata bisa mempertahankan penganan tradisional dari kepunahan sehingga keberadaannya tetap dapat melanjutkan kebiasaan lama baik dalam masalah bumbu maupun bentuk ukurannya. yakni tak hanya merekatkan jiwa dalam kedamaian bulan Ramadhan antara mertua dan sanak keluarga dengan membawakan mertua bungkusan penganan. ―Bahondoh-Bararawai‖. Makna kata ‗perekat‘ itulah agaknya yang terkandung pada tradisi ‗ma anta pabukoan‘. pada umumnya mempunyai tugas mengantar nasi atau minuman kopi (juadah) ke sawah atau ladang. Arti Kongsi yang sebenarnya. Hari ini mereka memangkur (memacul) di sawah si ―A‖. Perkongsian mereka bentuk agar secara begilir mereka dapat melakukan pekerjaan besar. Keunikannya. melalui bahondoh (sejenis arisan). Tradisi yang Berpantun Bahondoh bararawai adalah tradisi gotong royong padusi minang dalam melakukan pekerjaan besar didunia pertanian. Mereka – berkongsi menggarap sawah mereka. ialah perkumpulan. bersiang dan sekian banyak pekerjaan tergolong ringan lainnya yang dilakukan disawah atau diladang. yaitu bubur ubi jalar yang dicampur dengan pisang batu dan air gula tebu. Kabupaten Agam. mengandung zat perekat. dan begitu seterusnya.

Dan lazimnya. Sampuringeh di tapi aia alah mati mako babuah Ingek-ingek uda balaia lauik sati rantau batuah (Sampuringeh di tepi air sesudah mati maka berbuah Hati-hati kanda balayar lautan sakti rantau bertuah) . tersipu sejenak untuk kemudian membalas (pantun) dengan bijak dan tangkas. Kemudian. Adapun si ―gigi emas‖ yang memang sedang berada di tengah kaum ibu yang lagi bahondoh itu. Paku baradai ikan taweh dilapah urang di ateh parau Inyo nan maagiah gigi ameh tiado urang nan alun tau (Pakis digulai ikan tawes dimakan orang di atas perahu Dia yang memberi gigi emas tiada orang yang belum tahu) Dan bait jawaban itupun ditimpali beramai-ramai dengan kuai serta koor nyanyian yang begitu spesifik: ―oooo bararawai lah bararawai‖.berikut bait-bait pantun (berbalas) yang serba komplit. Ujan paneh di Balai Salasa urang batuduang daun taleh Kami batanyo usah baa Sia nan mambalian gigi ameh (Hujan panas di Balai Selasa orang bertudung daun talas Jangan tersinggung kami bertanya Siapa yang membelikan gigi emas) Pantun di atas dikumandangkan sembari mengayun cangkul membalikkan kulit bumi. mengandung renunganrenungan tentang suka-duka hidup dan kehidupan yang menariknya dilontarkan secara kocak disertai senda-gurau. kuplet tersebut disambut dengan kuai alias sorak-sorai ―ha-haaai yeh‖ atau ―huuuui yeh‖. dari bibir peserta bahondoh-bararawai yang nyaris tiada henti memangkur tanah berair itu bermunculan syair-syair spontan ataupun pantun-pantun gubahan penyair anonim yang telah diakrabi sejak lama oleh masyarakat Minangkabau -yang sengaja saya kutip alakadarnya.

goda-menggoda. cinta kasih serta kesetiaan. Sementara tentang orang pelagak. dramatik. romantik.Ooo bawarawai lah bararawai Tanang-tanang taluak Siboga pandan bagaluik jo ujuangnyo Sanangkan ati sanak ka tingga inyo bajalan jo untuangnyo (Tenang-tenang teluk Sibolga pandan bergelut dengan ujungnya Senangkan hati saudara ditinggal kasihmu berjalan serta untungnya) Ooo bararawai lah bararawai Memang. dipelesetkan. dan melankolik) itu terus berkembang. Mengenai orang yang tak tahu menaruh sesuatu pada tempatnya. sindir-menyindir menguliti kekonyolan tingkah laku (ke)manusia(an) melalui diksi idiomatikal lokalitas yang mengusung simbol-simbol yang dipetik dari alam sekitar. sarkastik. pantun dengan konotasi beragam (berbau ironi. misalnya: Sikaduduak di tangah padang ambiak daunnyo untuak ubek Galak bakukuak ayam gadang mancaliak itiak batangkelek (Sikeduduk di tengah padang ambil daunnya untuk obat gelak terbahak ayam jago melihat bebek pakai bakiak) Ha-haaai yeh. ajuk-mengajuk. melenceng-lenceng: nasihat-menasihati. begini: Anak cacak tabang ka Benteng tibo di Benteng makan padi Tan Baro rancak kupiah teleng diresek saku indak barisi (Anak cicak terbang ke Benteng sampai di Benteng memakan padi Tan Baro gagah berkopiah teleng dirogoh saku tidak berduit) Huuuui yeh Anak urang Sabu Andaleh andak manjalang ka Kototuo Bialah bansaik bialah pamaleh ati den kanai kabaa juo .

Pasambahan Penjemputan Pengantin Pria (dilangsungkan di atas rumah) Percakapan yang sering dilakukan pada saat penyambutan kedatangan marahpulai sering dibawakan dengan bahasa yang sebenarnya tidak mudah dipahami. kejenuhan dan rasa penat? Entahlah. dengan kata lain mengandung kegembiraan seperti pantun jenaka atau yang bertema cinta terhadap lawan jenis tapi dipelesetkan. ditingkah ―mbuk-mbuk‖ siamang serta simpai di hutan di tepi kampung. Sedangkan pantun nasib. maka pihak keluarga anak daro dalam melakukan penyambutan akan diwakili oleh wakil yang terbiasa memimpin upacara adat. : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo ka haribaan angku ! Sutan Sinaro : (juru bicara pihak keluarga marapulai berdiri juga sambil mengangkat sembah). Demikianlah para ibu itu berpantun dan berdendang diiringi kecipak cangkul menerpa tanah berlumpur. selalu disambut dengan kuai. senantiasa disudahi dengan nyanyian bernada spesifik ―ooo bararawai lah bararawai‖ saja. Tanpa terasa hari pun berangsur petang. Dan jika pantun itu ditimpali atau merupakan pantun-berbalas maka akan diakhiri dengan kuai serta koor ―ooo bararawai lah bararawai‖. Akan tetapi karena menyangkut upacara dan prosesi adat.(Anak orang Sabu Andaleh hendak pergi ke Kototuo Biarlah miskin biarlah pemalas cintaku mendalam mau apa lagi) Ha-haaai yeh Ooo bararawai lah bararawai Hal yang seyogianya dicatat. namun ―grup‖ bahondoh.bararawai itu masih kelihatan gembira lagi bergairah. . Ikutilah percakapan yang terjadi pada saat penerimaan kedatangan marahpulai. pantun nasihat berikut keseluruhan kuplet yang relatif serius. : ‖ Manitahlah angku Sutan Permato. Sutan Parmato : ― Sungguahpun angku surang – tampek ambo manibokan sambah – nan sarapeknyolah niniak mamak nan gadang basa batuah – alim ulama cadiak pandai – suluah bendang dalam nagari langkok jo Bundo Kanduang – amban puro limpapaeh rumah nan gadang – sarato nan mudo-mudo – nan capek kakiringan tangan – parik paga dalam nagari Ketek indak disabuik namo – Gadang indak diimbaukan gala – nak jo sambah sajo kasadonyo – kami muliakan…(Kembali mengangkat Sembah dan melanjutkan lagi kata-katanya). Mungkinkah bararawai berfungsi sebagai perintang waktu atau untuk membunuh kemonotonan. Sutan Parmato : (juru bicara pihak keluarga anak daro berdiri sambil mengangkat sembah). setiap bait puntun yang berisi dan disajikan secara berkelakar.

Sutan! Sutan Sinaro : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek angku Sutan Parmato tadi – alah dalam adaik dalam pusako – alah taracak diundang alah tasungkuik di limbago – Ibaraik urang batukang – alah dibarih makan pahek – alah dirasuak manjariau – Tapi samatang pun baitu – iyo juo bak pangaja urang tuo-tuo kito – Jikok babiduak banakodo – Jikok bajalan banan tuo – Nak ambo elo kato jo mupakaik – mancari rundiang nan saangguak – Basaba malah angku mananti ! Sutan Sinaro : ― yo ambo nanti malah Sutan Sinaro : (menunjukkan sembah kepada ninik mamak rumah : Dt. (Lalu menunjukkan sembah kembali kepada St. Batuah : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek Sutan tadi – iyolah kato sabananyo – adaik tanyo iyo bajawek – adaik gayuang iyo basambuik – Tantang jawek bakeh si alek – jalan nan pasa kito turuik – labuah nan golong kito tampuah – Jikok batanyo lapeh arak jikok barundiang sudah makan – Pulang maklum bakeh Sutan ! Sutan Sinaro : ‖ Baa nyo kalau angku Datuak nan manyampaikan…? Datuak Batuah : ― Karano Sutan nan manabang – eloklah Sutan juo nan manutuah! Sutan Sinaro : ‖ Jadi malah angku.Baa nan sakarang kini nangko – Kok dirantang namuah panjang – Elok dipunta naknyo singkek – Batanyo kami ka sipangka – Kok ado nan taraso diati – nan ta ilan dimato – alahko buliah dikatangahkan ? Sutan Sinaro : ― Alah sampai di angku Parmato ? Sutan Parmato : ―Alah. Dt. Parmato) ‖ Ma angku Sutan Parmato? Maaf dimintak sapuluah jari – karano lah rasah angku tagak mananti – maklumlah bajalan indak sadang salangkah – jalan babelok bakeh lalu – Baa nan kini nanko – manjawek tanyo angku tadi – lah kami cari rundiang nan .‖ Apo nan manjadi isi pasambahan – iolah tantangan kami alek nan tibo – Nan sabondong lalu – satampuah suruik – sasuai jo janji nan dikarang – sarato padan nan lah diukue – iolah tibo kami disiko – Kok datang alah basambuik – kok tibo alah basonsong – lah dibao naiak kateh rumah – kok duduaklah bakambangkan lapiak – alah kami balapeh angah. Batuah) ‖ Ma angku Datuak Batuah? sambah tibo kaharibaan angku datuak ! Sutan Sinaro : ‖ Tantangan rundiang alek nan tibo indaklah raso kadiulang – Kok bisiak lah kadangaran – kok imbau lah samo kalampauan – Baa di kito kini nangko – kok kato alun bajawek – kok gayuang alun basambuik – iyo nak mintak sipaik bakeh angku Datuak – Baa po dikito pambarinyo ? Baa nyo kalau angku datuk menyampaikan‖.

Selaku Pembawa acara – Sutan Parmato kembali mengangkat sembah.……. Sutan Parmato : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo kaharibaan angku…! Sutan Sinaro : ― Manitahlah angku Sutan Parmato. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ― Dahalu bakapa rang ka Makah – kini lah tabang jo pasawek – Dahulu kato baistinah – kiniko kato basicapek – Disabuik sajo nan paralu – Iyolah tantangan kami nangko – nan sabondong lalu satampuah suruik – namonyo urang tasarayo – tasuruah dek angku…(sebutkan nama. maka acara samabah menyembah kembali berlanjut yang tujuan adalah undur pamit kepada Tuan rumah. suku dan kampung ayah calon pengantin wanita) – ‖ Datang kamari basamo-samo – untuak manjapuik marapulai – calon rang sumando jo minantu kami nan banamo….saangguak – sarato kato nan sagumam – kok bulek lah buliah digolongkan – picaklah buliah dilayangkan – iyo jalan nan pasa juo nan batampuah – labuah nan golong juo kito turuik – Jikok batanyo lapeh arak – jikok barundiang sudah makan – Sakitu sambah bakeh Sutan! Sutan Parmato : ― Kalau baitu putusan kato – tingga dikami manjalani – Bismillahkan lah diangku disitu – nak kami turuikkan pulo di siko ! (Acara ―sambah Manyambah‖ terhenti sejenak untuk menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. (sebutkan nama ayahnya serta suku dan kampungnya) ‖ Kok datang kami datang batadaik – ditingkek janjang – ditampiak bandua – langkok jo siriah bacarano – Kok japuik kami japuik tabao – sarato jo urang nan kamairingkan…! ‖ Awak baralek yo baabih ari – tapi pangulu yo baukatu ‖ Karano itu pintak indak kabaulang – kandak indak kamanduo – Tarimolah baju pambaokan kami – nak mintak dipakaikan kapado rang sumando kami…! . …. Setelah acara santap hidangan selesai dilaksanakan. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah sampai kanan kanyang – Kok minum iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ‖ Katangahkanlah angku Sutan Parmato―. (sebutkan nama calon pengantin pria) anak dari ….

membawa sirih dalam carano. Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan inti maksud kedatangan rombongan. 4. 3. Setelah jurubicara tuan rumah menyatakan bahwa rundingan sudah bisa dilanjutkan. mengulangi kembali pertanyaan yang tertunda tadi. kecuali hanya untuk memamerkan keahlian si tukang sembah. akan terputus sementara sambil mempersilakan para tamu makan atau minum segelas air dan mencicipi kue-kue yang telah disediakan. Sehingga peristiwa permohonan doa restu ketika akan berangkat nikah. Sedangkan yang pokok menurut adat untuk disebut adalah yang berhubungan dengan empat ketentuan di atas. Setelah selesai acara santap atau makan kue-kue kecil ini. dan diterima oleh jurubicara tuan rumah maka barulah seperangkat pakaian yang dibawa oleh rombongan penjemput diserahkan kepada tuan rumah untuk bisa segera dipakaikan kepada marapulai. haruslah marapulai memohon doa restu terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan kepada keluargakeluarganya yang tua-tua dan yang pantas untuk dihormati dalam kaumnya. barulah juru bicara pihak rombongan yang datang kembali mengangkat sembah.Demikianlah. maka barulah jurubicara pihak kelaurga marah pulai secara terperinci mengemukakan maksud kedatangan rombongan melalui alur persembahannya. Menyatakan bahwa mereka itu merupakan utusan resmi mewakili pihak keluarga Bahwa mereka datang secara adat. sekalian dengan keluarga yang calon pengantin wanita. dan setelah selesai marapulai didandani dan dikenakan busana yang dibawa oleh keluarga anak daro. dan nama orang tuanya dengan jelas). 2. Pokok-pokok isinya persembanhan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat menjemput marapulai sbb : 1. akan mengiringkan. Oleh karena anak laki-laki di dalam kekerabatan Minang kalau sudah beristeri biasanya akan tinggal di rumah isterinya. Sambil menunggu marapulai berpakaian. seringkali menjadi sangat mengharukan. Kalimat-kalimat dalam alur persembahan bisa bervariasi panjang dengan menyebut dan membeberkan kembali sejarah kelahiran seorang anak sampai dewasa dan sampai berumah tangga atau mengulang-ulang tambo sejarah ninik moyang orang Minang mulai dari puncak Gunung Merapi sampai ke laut yang sedidih dsb. Setelah selesai acara sambah-manyambah ini. maka sering juga anak laki-laki yang akan kawin itu disebut akan menjadi ―anak orang lain‖. barulah dilanjutkan lagi acara dengan alur persembahan menanyakan gelar marapulai. Setelah keempat maksud itu disampaikan. Maningkek janjang manapiak bandua dengan Bahwa tujuan mereka adalah untuk menjemput marapulai (sebutkan namanya Menegaskan bahwa jemput itu jemput terbawa. percakapan kedua belah pihak. maka sebelum rombongan termasuk rombongan keluarga yang lakilaki berangkat bersama-sama menuju rumah kediaman anak daro. dimana yang .

Setiap suku memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Banyak keturunan ialah mempunyai banyak anak. Kehormatan merupakan pengakuan dan penghormatan orang lain atas wibawa dan martabat seseorang. Lazimnya dalam acara menjemput marapulai ini. kebudayaan batak toba penting untuk dikaji dan di dokumentasikan. dan handai taulan. kebudayaan batak toba akan terus ada dan tidak punah di telan zaman.yang menjadi tujuan dan pandangan hidup mereka secara turuntemurun yakni kekayaan (hamoraon) .pertunangan. yakni harajaon (kekuasaan) ini mereka jaga hingga sekarang. Dengan begitu. Pasumandan ini juga didandani dengan baju kurung khusus dan kepalanya dihiasi dengan sunting rendah. Realitas ini menunjukkan bahwa kebudayaan batak toba masih di jadikan panduan hidup masyarakatnya. Dalam pernikahan adat Batak. pihak keluarga anak daro juga membawa dua orang wanita muda yang baru berumah tangga untuk dijadikan pasumandan yang mengiringkan dan mengapit marapulai mulai turun rumahnya sampai disandingkan di pelaminan setelah akad nikah.cicit. Keturunan juga termasuk ke dalam kategori kekayaan. yakni yang berkaitan dengan ketentuan perkawinan. kebudayaannya memiliki sistem nilai budaya yang amat penting.dilepas dan yang melepas saling bertangis-tangisan. Beberapa hukum adat ini. Tanda kebesaran kebudayaan orang batak toba paling penting adalah pernah diberlakukannya berbagai hukum adat. Dalam konteks untuk tetap menjaga kearifan local. Hukum adat yang berlaku di masyarakat batak toba antara lain hukum adat perkawinan. banyak keturunan (hagabeon). Sistem kepemimpinan sosial. tersemat harap dan doa dari keluarga. Dalam simbol-simbol tersebut. SUKU BATAK TOBA MENGENAL PROSES ADAT ISTIADAT DALAM PERNIKAHAN SUKU BATAK Menurut pandangan orang Batak Toba. Yang dimaksud kekayaan ialah harta milik berujud materi maupun nonmateri yang diperoleh melalui usaha atau melalui warisan. Tak terkecuali dalam adat Batak. kerabat. .dan keturunan-keturunannya. dan kehormatan (hasangapon). ada banyak tata aturan dan simbol.termasuk pemilikan tanaman serta ternak. hingga perceraian.cucu. Batak Toba adalah salah satu sub suku Batak yang memiliki kebudayaan yang unik dan khas di antara suku batak yang lain. maskawin. Berdasarkan hukum adat kehidupan sosial orang batak toba diatur dalam sebuah bingkai kebudayaan tradisi. hingga kini masih berlaku.akan tetapi beberapa sudah tidak di berlakukan dengan baik dikarenakan ketidaksiapan pemiliknya (orang batak toba) maupun akibat campur tangan penguasa.

Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis 2. Kerabat marga ibu (hula-hula) 2. cincin emas. Pudun Sauta. terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. Martonggo Raja atau Maria Raja. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. yang Gereja di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Marhori-hori Dinding/marhusip Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. Pengetuai (orang-orang tua)/pariban 5.Tata Cara dan Urutan Pernikahan Adat Istiadat Suku Batak 1. 7. 3. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. 4. Martumpol (baca : martuppol) Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Mangarisika Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Anggota marga menantu (boru) 4. Kerabat marga ayah (dongan tubu) 3. Marhata Sinamot Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot. Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat.Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan) .. 3. Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan. 6. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain. yang terdiri dari : 1. Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. membicarakan masalah uang jujur (tuhor). Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk : 1. dan lain-lain. 2.

9. tiga. yaitu dipisah rumah . kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. 13. Pesta Unjuk Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru 12. 10. terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan). sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. Manjahea. maka paranak. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon) 1. maka ia akan dipajae. Setelah satu. 2. maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Ditaruhon Jual. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar : 1. maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria. Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria. Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu).Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). b. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen) 8. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon. Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan. Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik. Paulak Unea a. 11. paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru. Setelah selesai acara paulak une. 2. Mangihut di ampang (dialap jual) Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria. Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar).

Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Mandailing dan Tapanuli Tengah. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron. (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. Deli Hulu. Simalungun. Tapanuli Utara. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Dairi. Kangkat Hulu. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba. UNSUR BUDAYA A. Raron itu merupakan . Simalungun.(tempat tinggal) dan mata pencarian. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). B. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Toba. 14. Dilihat dari wilayah administrative. Angkola dan Mandailing. ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo. suku Pohan.Dengan selesainya kunjungan maningkir tangga ini maka selesailah rangkaian pernikahan adat suku batak SEJARAH Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua‘ Baligi (Luat Balige). dan Asahan. mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk. Serdang Hulu. Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. kampung Parsoluhan. dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur).Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga) Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. orang Batak menggunakan beberapa logat. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Yaitu Kabupaten Karo.

Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. piso surit (sejenis belati). Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. Seperti cangkul.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. podang (sejenis pedang panjang). Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu. Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. D. Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. hujur (sejenis tombak). bajak (tenggala dalam bahasa Karo). Organisasi Sosial a. Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. C. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan.satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya. b. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. E. Setiap kelurga mandapat tanah tadi . Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo). Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang.

Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. temmbikar. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. F. ayam. orang-orang dalam . dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. NILAI BUDAYA 1.tetapi tidak boleh menjualnya. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. Alat Musik tradisional : Gong. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. ukiran kayu. babi. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. Begu : Tondinya orang yang sudah mati. yang ada kaitanya dengan pariwisata. Misalnya tenun. anyaman rotan. menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. mendirikan rumah. G. kambing. sapi. Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. penyerahan harta warisan. Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . upacara kematian. dan bebek. Sektor kerajinan juga berkembang. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.

tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. beranak. dan yang baik-baik. komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. 3. 6. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya. bercucu banyak. Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social.satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). dan saling membantu. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. 4. untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. . menghargai. Kumpulan huta disebut horja. 5. 2. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. Uhum dan ugari Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji.

jahe. tuah/punggung. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. paha pangkal. pangkal paha bagian atas. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. tuah/punggung. buntut. leher. kepala. leher. sayap. dada/badan. rempelo/bagian dalam perut. * Ayam Jantan Merah Panggang (manuk mira narara pedar) dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. ketumbar gonseng. Perlengkapan bahan makanan meliputi dari hewan. dan ketentraman hidup warga. tepung beras. leher. bawang putih. dada. buah pala dan jintan. paha bagian tengah kaki bagian depan dan belakang. rempelo/bagian dalam perut. paha bawah. bawang merah. Daging kambing ini dimasak dengan bumbu seperti cabe. potongan berupa. disusun sesuai urutan ketika hewan ini hidup dalam pinggan pasu/piring besar dari keramik. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. jahe. lengkuas. Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturunannya. buah-buahan diantaranya adalah: * Satu Ekor Kambing Putih (hambing putih) yang dimasak dan dipotong sesuai potongan sendi tulang kambing. sayap. bagian kepala. disajikan. buah pala dan jintan. merica. garam. garam. kepala. darahnya dicampurkan ke bumbu dan dilumuri secara menyeluruh. ikan. kaki dan buntut dimasak dengan bumbu cabe. lengkuas. Mereka juga percaya bahwa roh nenek moyang senantiasa memantau kehidupan sosial kemasyarakatan. * Ayam Putih Jantan (Manuk Putih Jantan/manuk mira). Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare disajiakan/disusun sesuai urutan ketika hewan hidup dalam pinggan pasu atau piring biasa/piring keramik putih ukuran sedang. mendatangkan kemakmuran.Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. kaki. bawang merah bawang putih. Persembahan ini dimaksudkan sebagai bukti nyata dari warga untuk pengakuan akan adanya kekuatan gaib yang mengiringi kehidupan. sere. dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. potongan berupa. Tujuan ritual Hahomion untuk memohon agar roh dan kekuatan kekuatan gaib tetap memantau kehidupan warga dan memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar senantiasa memelihara. paha pangkal. paha bawah. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. dada. ayam dicuci dan dipanggang. ketumbar gonseng. merica. sere. .

-. Bahan kue ini dari tepung beras. direbus/dikukus sampai matang. itak gurgur dan bahan lainnya.000. pisang dan mengemangeni pining (bunga pinang) Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang minta doa restu. Ayam ini utuh ditujukan kepada yang sakti. ketumbar gonseng. di atas lobang tersebut diletakkan jeruk purut dan bunga raya merah. gula putih. * Itak Nani Hopingan. Cara penyajiannya kelapa muda dilobangi bagian atasnya. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. jahe. kelapa digongseng setengah matang dicampur sampai menyatu dan dapat dibentuk. gula merah ditumbuk/dicetak bisa berbentuk bulat diletakkan di piring. garam. Disajikan dalam pinggan pasu dengan posisi ayam duduk. Di atas itak nani hopingan diberi telur. * Itak Gurgur atau Pohul-pohu. * Sagu-sagu. dengan menggunakan jari/genggaman. sumpit putih diisi beras. * Aek Naso ke mida matani ari (air kelapa muda ) air yang bersih dan steril. uang pecahan (hepeng) nilai terbesar Rp. ditutup dengan daun sirih. * Anggir pangurason yakni air yang dicampur dengan jeruk purut.100. . buah pala dan jintan. lengkuas. kueh dari tepung beras dicampur dengan pisang. bunga raya dan roddang (kembang jagung). serre. Hajut ini sebagai perlambang kunci persembahan yang dibawa oleh Datu/dukun dan diletakkan di atas meja persembahan bersama bahan sajen lainnya. ditaruh dalam wadah berupa cawan putih. * Ayam Jantan (manuk faru basi bolgang). * Tanduk horbo paung yang terbuat dari pisang berukuran besar-besar seperti pisang ambon/pisang Batak yang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. ayam dipotong dibelah/dikeluarkan bagian dalam perutnya. * Ihan Batak yakni ikan khusus dari danau toba yang dimasak utuh satu ekor dengan terlebih dahulu dibersihkan bagian perut dan diberi bumbu cabe. gula putih.Ayam ini yang memasak khusus suami dan hanya para suami yang boleh makan ayam ini nantinya bila ritual selesai. * Hajut/kampil. bawang merah bawang putih. Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang pemberi semangat. * Assimun pangalambohi adalah bahan yang terbuat dari timun dipotong panjang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. merica. Bahan kue ini dari tepung beras dimasak tanpa gula kemudian dipadatkan dibentuk menggumpal/membulat. sebelum direbus diberi bumbu rendang tapi tak memakai santan. disajikan di atas nasi kuning yang diberi bumbu di sertakan dengan pisang. bunga raya dan dedaunan untuk penawar dan bahan lainnya.

Konon katanya tarian ini adalah sebuah tarian yang dipentaskan pada saat seorang raja atau partuanon(yang di tuankan) meninggal. * Pergondangan yaitu menyiapkan satu gordang (gondang besar).Setelah melihat pembahasan komentar dari orang simalungun yang bergabung dalam grup tersebut ternyata foto itu adalah foto sebuah tradisi orang simalungun. cengkeh. Bagi orang tertentu memakai ikat kepala menunjukkan kedudukan dalam pranata sosial. Upacara adat horjabius ini dilakukan untuk sekedar mengenang ritual yang dilakukan nenek moyang kita BatakToba yang terdahulu dan disamping itu mereka hendak melestarikan budaya yang mereka miliki yang juga berguna untuk menarik wisatawan kedaerah Batak. * Perlengkapan lainnya adalah ―Dupa‖ tempat membakar kemenyan. sementara pada kepala memakai ikat kepala berwarna merah yakni melambangkan Debata Bata Bulan yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kekuatan.dimana merupakan tempat bergabungnya orang orang simalungun yang benar benar cinta dan ingin mengetahui serta menggali kembali budaya simalungun tersebut. buah pinang dan tembakau. bara api.yaitu foto tarian toping-toping dan huda huda yang selama ini sudah jarang sekali di pentaskan. 5 buah topong (gondang yang ukurannya lebih kecil) 1 buah kesik (hesek-hesek) dan 2 buah ogungdoal (Gong). * Perlengkapan pakaian untuk semua peserta upacara adalah memakai pakaian adat Batak Toba (ulos). yakni wadah yang diisi abu.dan biasanya di pagelaran acara ritual ini mengandung ‖magis‖ dan para aktornya tidak jarang . bagi perempuan ulos diselempangkan atau diselendangkan sebagai pengganti baju.* Perlengkapan makan sirih yaitu daun sirih. gambir. kapur. dan ditaburkan kemenyan sedikit demi sedikit.Setelah melihat berbagai foto foto yang dihimpun. ogung ihutan dan 1 ogung oloan panggor dan 1 buah sarune. SUKU SIMALUNGUN Tarian Toping-toping dan Huda-huda Awal mulanya mencoba bergabung dalam sebuah grup suku simalungun. Khusus Datu memakai pakaian baju berwarna hitam yaitu melambangkan bahwa datu tersebut seolah-olah bertindak sebagai perlambang kehadiran Debata Batara Guru (salah satu dari Debata Na Tolu) yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kebijakan. bagi laki-laki ulos disarungkan dan diselempangkan tanpa baju.terlintas pada suatu foto seorang dengan memakai topeng. Aroma khas kemenyan dimaksudkan untuk mengundang kehadiran mahluk gaib/kekuatan gaib untuk hadir dan menyatu dalam ritual yang dilaksanakan.

Karena tidak ada seorangpun berani melakukannya. Ide membuat patung ini selesai. Lantas dibuat satu lagi ‖patung‖ manusia berwujud perempuan. apabila ada . Saking sedihnya. seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. hingga nantinya mayat anaknya terlepas dari tangannya. Saat itu. kini acara seperti ini hanya merupakan acara budaya yang tidak mempertunjukkan unsur magis lagi. Terlihat lucu juga!. Salah satu binatang buruan itu adalah burung enggang. Tetapi. Untuk memainkan upacara ritual ini. salah seorang dari mereka memiliki ide. Terlihat lucu!. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren. namun permaisuri tidak mengindahkannya. siapa yang akan melakonkannya di depan sang putri. Lantas mereka mencurinya dan memakamkannya!. Intinya. keluarga yang berduka menyewanya dari pemilik. Masalah ketidaksediaan permaisuri melepas mayat anaknya untuk dikebumikan menjadi topik pembicaraan mereka. Alasannya. merupakansebuah kekayaan budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. bagaimana caranya agar sang putri mau melepas mayat anaknya yang sudah membusuk itu untuk dimakamkan. setelah itu saya coba mencari informasi dari internet awal mula dari tarian tersebut adalah sebagai berikut : Konon di zaman dahulu kala. di talun sedang berlangsung acara memasak binatang hasil buruan mereka. Maka ide lainpun muncul. Masalahnya. Saat ini. Pelepah pinang yang biasa mereka gunakan tempat cuci tangan diukir menjadi ‖patung‖ manusia berwujud laki-laki dan dikenakan di muka seorang lagi. Usai bersantap. peralatan tari topeng masih dipelihara dan dirawat oleh penduduk desa itu dan beberapa desa di sekitarnya. Topingtoping dan Huda-huda. sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari.kerasukan roh orang meninggal. Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri. Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ‖martambul‖ turut prihatin. Berbagai cara sudah dilakukan. Membuat pertunjukan lucu di depan sang putri. Sisa daging enggang (paruh dan tulang lehernya) dicoba dikenakan di kepala salah seorang dari mereka. Alhasil. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk. Anak yang dikasihinya meninggal dunia. salah seorang diantara mereka memperhatikan sisa-sisa peralatan dan makanan tadi.

Perlu dipelajari para generasi muda!. Kini. Dua pelakon patung manusia muka ditutup dengan topeng dan tubuhnya ditutup dengan kain. Menurut keterangan seorang tokoh penduduk desa ini. Para penari topeng itu merebut mayat anak tadi. mereka masuk ke ruang sang permaisuri. Selain itu pada acara ritual pemakaman. beberapa desa di wilayah Silau Kahean dan Raya Kahean masih melaksanakan upacara ritual ini. muncullah ide menutup seluruh tubuh mereka dengan kain. dan dikepalanya dikenakan paruh dan kepala enggang.. Mereka mempersiapkan tiga orang memainkannya di depan permaisuri. Melarikannya ke hutan dan menguburkannya. ketiganya diberangkatkan memasuki istana raja. Singkatnya. Negeri Dolok. Demikian kisahnya. Sebuah peninggalan masa lalu Simalungun yang seharusnya tidak punah begitu saja. persoalan mayat bayi membusuk dapat diselesaikan tanpa seorangpun mengetahui orang yang ‖mencuri‖ dan menguburkan mayat itu. Pelakon burung enggang tadi seluruh mukanya ditutup dengan kain. Setelah semuanya dipersiapkan dan mereka yakin pertunjukkan itu akan menarik perhatian sang permaisuri. Upacara ritual ini masih dilaksanakan penduduk hingga di abad globalisasi dan informasi ini. Diatei tupa ma banta ganupan horas tanoh simalungun. .. Sejak itu. dan dia terkejut. mereka memikirkan cara agar aktor-aktornya tidak dikenali siapapun. Mayat bayi di pangkuannya lepas!. Lantas.. Toping-toping dan Huda-huda acapkali digelar pada acara-acara budaya Simalungun seperti pada Pesta Rondang Bintang atau pagelaran budaya bersama di Sumatera Utara. Saat permaisuri melihat ketiga patung aneh itu.orang yang tau maka mereka pasti dihukum. Termasuk di Hampung..

Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama Marcopolo dan petualang dari Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut. . Simalungun Sumatera Timur. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Nakureh). kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh).Budaya Simalungun Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti. Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial. maka terbentuklah harajaon na opat (kerajaan Berempat) yaitu: Siantar. Tanoh Jawa. Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) maka tiga (3) daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri. dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa. yakni Silimakuta. Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau. terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore. Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. Pada saat itu. Sejak saat itu. kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua (kerajaan yang Dua)Selanjutnya. diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur. Purba dan Raya. Panai dan Dolog Silau. Pada masa itu.

peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah, penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun. Tiga fase Kerajaan Simalungun. Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou. Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‗raja‘ berasal dari India yaitu ‗raj‘ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416 kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan

bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodra menuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian, sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing. Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan. Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara. Ekspedisi itu dikenal dengan ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Panglima Indrawarman yang berasal dari Damasraya Djambi (Wibawa, 2001:14-15) yang kemudian mendirikan Kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad XIV. Untuk mempertahankan, daerah vasalnya, maka raja nagur menyerahkan kekuasaannya kepada para panglima dan mempererat hubungan dengan pematang (central kekuasaan) semakin erat dan kokoh. Dengan demikian di Simalungun sampai pada tahun 1883 terdapat kerajaan yang sifatnya konfederasi (Dasuha dan Sinaga, 2003:31) yakni kerajaan Siantar (Damanik), Panei (Purba Dasuha), Dolog Silau (Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (Sinaga). Wilayah Dolog Silau yang begitu luas dan intensya pertikaian antar huta, maka dibentuklah tiga partuanon, yakni Partuanon Raya (Saragih Garinging), Partuanon Purba (Purba Pakpak) dan Partuanon Silimahuta (Purba Girsang). Strategi ini ditempuh untuk mempererat kekuasaan Dolog Silau dan tiga kerajaan besar lainnya. Setelah penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) pada tahun 1907 yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermuda politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni kerajaan Silimahuta (Purba Girsang) yang Pematang nya di Pematang Nagaribu,

kerajaan Purba (Purba Pak-pak) dengan pematang di Pematang Raya. Dengan demikian setelah penandatanganan Korte Verklaring, Simalungun mengenal tujuh kerajaan yang bersifat konfederasi, yakni dikenal dengan sebutan Kerajaan nan tujuh (harajaon Na pitu-siebenvorsten) (Tambak,1982:20-128; Tideman,1922:3-11). Pasca penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) itu, maka oleh pemerintah kolonila Belanda, penguasa pribumi (native states) ditugaskan untuk mengurus daerahnya sendirinya sebagai penguasa swapraja. Sebagai penguasa daerah yang otonom mereka memiliki status sebagai kepala pemerintahan daerah Pakaian Adat Simalungun Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung ―kekuatan‖ yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya. Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan mangulosi (memberikan ulos) yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Ulos dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain. Ulos dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya ulos penutup kepala wanita disebut suri-suri, ulos penutup badan bagian bawah bagi wanita disebut ragipane, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Ulos dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Dalihan Natolu, yang terdiri dari tutup kepala

)** Pihirpe boras pihir on. kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik. Budayawan Simalungun.. nenek bapak dan neneknya nenek atau lima tingkat atau lima generasi dari rumah tangga kita.)** Horas ma ham panogolan )* Ase malum uhur Bapa – Inangmu…………. nenek. Gendeo bahen suruhen. Mamupus salimbubu ulumu pihir………….)** Horas. Martutur atau Sebutan Kekerabatan Pada Suku Batak Simalungun (3) Pengertian Anak Boru. itulah yang benar Terjemahan bebas : ( oppugn Rintei ) disebut . horas ! Terjemahan bebas : Dijawab oleh para pemili dengan. Ase Mariah uhur nami………. Menurut Muhar Omtatok. horas. Anak boru ini tidak berani menolak apa saja yang ditugaskan oleh tondong kepadanya mengingat doa tondong sewaktu anak boru ini masih bayi atau pada waktu sibayi diberi nama pada upacara membawa mandi pertama kali kepancuran ( patuaek ) dan sewaktu si bayi dsemburi ubun – ubunnya dengan air sirih doanya sebagai berikut : Totou Sanggah Mamupus Doa sewaktu menyemburkan sirih di ubun – ubun si bayi. disebut Gotong Porsa).(ikat kepala). Tondong Dibata Idah. dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah. Semua jenjang anak boru ini bertanggung jawab untuk melaksanakan segala pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak keluarga orang tua isterinya ( tondong ) pada upacara adat istiadat maupun pekerjaan sehari – hari apabila dalam keadaan yang memerlukan bantuan tenaga maupun pemikiran. Semua anak boru dipimpin oleh anak boru tua. Keluarga anak boru yang seperti ini mengambil isteri turun temurun dari keluarga marga kita atau kepada saudara kita yang satu temurun dari neneknya nenek anak boru manipat. tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). Yang dimaksud dengan anak boru ialah keluarga yang mengambil isteri dari keluarga marga kita mulai dari jenjang kita bapak. awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan. namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik. Pihiran dapeni Tondimu……………………)** Podas marbagal podas marganjang.

Rahayu.)** Keraspun beras ini.. Anak Boru Mintori maksudnya ialah keluarga yang mengambil anak perempuan dari si A disebut Anak Boru lakkip yaitu keluarga si C. tetap juga keluarga itu menjadi Anak Boru ( manipat ) dan mungkin pada jenjang turun ke lima dari nenek dari nenek ( oppung ni oppung ) itu kembali lagi mengambil isteri dari keluarga marga kita jalur yang turun temurun inilah yang dimaksud Anak Boru Manipat. sebagai berikut : Anak boru lakkip maksudnya ialah yang mengmbil isteri dari keluarga Marga kita atau saudara kita yang perempuan dari se-ibu se-bapak dan anak saudaranya Bapak kita. Anak Boru Mintori.)** Selamat sejahtera lah engkau Panogolan )** Semoga berbahagia Ibu – Bapakmu……. Menyebur ubun – ubun kepalamu keras………. yang mengambil anak gadis menjadi isterinya dari keluarga Anak Boru Mintori dari si A.Bertua Tuhan Yang Maha Esa yang kelihatan.Anak boru Manipat ( turun – temurun ) . Lebih keras lagi Rohmu………. Anak Boru Tua. dan yang mengambil ( membuat ) wanita dari keluarga si C disebut oleh si C ialah anak boru iakkip tetapi si A menyebut tutur kepada anak boru iakkip si C ialah Anak Boru Mintori. Anak boru yang termasuk Anak Boru Manipat adalah turun temurun mengambil isteri dari keluarga kita. Rahayu ! Jenis – jenis Anak Boru Anak boru ada dua jalur/jenis yaitu : . Anak Boru Manipat maksudnya ialah keluarga yang sudah sejak nenek neneknya ( oppung ni oppung) atau lima turunan dari keluarga itu mengambil isterinya kepada keluarga marga itu.Anak boru Marbuat ( mengambil/perkawinan ) Anak Boru Manipat. Anak Boru Tua maksudnya ialah keluarga yang mengambil saudara perempuan dari neneknya Bapak yang dilahirkan oleh generasi ke lima. adik ( oppung/Amboru ni bapa ). Seandainya dibawah jenjang dari nenek neneknya itu ada yang tidak mengambil isteri kepada marga kita. Secara warisan anak boru tua inilah menjadi penanggung jawab semua tuga anak boru. disebut oleh si A ialah .)** Lekas besar lekas tinggi Agar kelak guna disuruh Supaya pikiran kami gembira……….)** Rahayu.. Anak Boru Daroh maksudnya ialah keluarga yang mengambil isteri dari saudara perempuan atau kakak.

Anak Boru Ni Mintori dan yang mengambil perempuan jadi isteri dari keluarga Anak Boru Ni Mintori si A disebut oleh si A ialah Anak Boru Ni Mintori. maksudnya ialah dari wadah Martondong Marsinina. anak adik. ( Waluh tutur Jabu – jabu ) dan ditemukan delapan induk tutur sebutan pemangilan ( Waluh Induk Tutur pandiloonkon ) yaitu : Waluh tutur Jabu : Sanina ( saudara ) ( delapan sebutan ke rumah ) Gamot ( saudara yang disyahkan menurut adat ) Sanina Inang ( Ibu beradik kakak ) Sapariban ( Isteri beradik kakak ) Tondong ( keluarga pengambilan isteri ) Tondong Ni Tondong ( mertuanya mertua/bapak mertua isteri ) Anak Boru (keluarga suami adik kakak perempuan kita) Anak Boru Mintori ( keluarga yang mengambil wanita dari keluarga anak boru ) Waluh Indung Ni Tutur Walauh Indung Ni Tutur ( delapan induk/pokok tutur sebutan ) yaitu : Opat Indung Ni Tutur Maganjang ( Empat Induk Tutur sebutan kejenjang atas ): Oppung ( nenek laki – laki / perempuan ) Bapak. Waluh Sibanjaran. Waluh Sibanjaran ( delapan kelompok ). kakak) Opat Indung Tutur Matoruk ( Empat Induk Tutur jenjang kebawah ) Anak ( anak kita dan anak saudara ) Parumaen ( menantu perempuan/isteri anak ) Panogolan ( anak ipar. misalnya si A menyebut tutur kepada si C adalah Hela maka yang mengambil anak wanita si C menyebut tutur sebutannya kepada si C ialah tulang. ibu mertua dari suami adik. di temukan delapan unsur rumah tangga. inang ( bapak. kakak isteri ipar ) Hoppu ( cucu dari jalur tondong. bibi ( bapak mertua. amboru. Maranak Marboru. Tutur sebutan pemanggilan si A dan keluarganya kepada semua keluarga Anak Boru Mintori. mami ( bapak mertua. Anak Boru Ni Mintori dan Anak Boru Mintori Ni Mintori adalah sama dengan tutur keluarga si A kepada keluarga si C hanya tergantung kepada penyesuaiannya. ibu ) Tulang. sanina dan anak boru ) . ibu mertua ) keluarga isteri Makkela. anturang. ( Bapak Martua ) dan seterusnya di sesuaikan dengan jenjang masing – masing.

dan untuk mencapai keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/keseimbangan. Adat istiadat mengandung makna hukum yang memiliki fungsi pengatur. Hal ini maka setiap individu Karo terikat kepada daliken si telu. Melalui daliken si telu masyarakat Karo saling berkerabat. Tujuan pengendalian sosial terutama untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Pada prinsipnya pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. Daliken si telu ini didukung oleh tiga aktor yang dikenal dengan kalimbubu. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. baik berkerabat karena hubungan darah (seketurunan). baik yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak. Adapun nilai-nilai yang dominan yang terdapat didalam daliken si telu adalah nilai gotong royong dan kekerabatan. juga sebagai penggerak dan pendorong pembangunan. norma-norma tetap diwariskan secara turun temurun sehingga yang harus dipatuhi. Seperti telah dikemukakan bahwa pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. Melalui sosialisasi ini. Daliken si telu adalah bagian dari masyarakat Karo yang merupakan landasan bagi sistem kekerabatan dan semua kegiatan khususnya kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan adat-istiadat dan interaksi antar pada Masyarakat Karo. dan anak beru. setiap warga masyarakat akan dituntun kearah sikap tunduk dan patuh pada norma-norma. Dengan kata lain. Maka pengendalian sosial adalah suatu sarana yang ada dalam masyarakat untuk mempengaruhi. Sedangkan adat istiadat tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat yang nyata. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya maupun tidak.Studi ini bertujuan untuk memahami daliken si telu yang terdapat pada Masyarakat Batak Karo dalam mengendalikan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat Karo. yang berisi norma-norma yang telah berlaku sepanjang masa walau pun sama sekali tidak mempunyai alat memaksa seperti hukum. dan pengendalian sosial juga merupakan suatu kekuatan untuk mengorganisir tingkah laku sosial budaya. sembuyak/senina. Teori yang dipergunakan adalah teori pengendalian sosial dan nilai budaya yang dominan didalam daliken si telu. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. apabila kelompok mengendalikan prilaku kelompoknya. . Pengendalian sosial adalah suatu proses. penertib dan pengaman kehidupan masyarakat. sehingga pengendalian sosial mempunyai kekuatan yang membimbing manusia. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya atau tidak. kelompok mengendalikan prilaku anggotanya. pengendalian terjadi apabila seseorang diajak atau dipaksa untuk bertingkah laku sesuai dengan keinginan pihak lain. untuk mengkontrol semua tingkah laku warganya ketika akan bersosialisasi. nilai-nilai budaya. ketika menyelenggarakan kepentingan bersama. aturan yang ada atau yang dikehendaki oleh masyarakat. dan perubahan menuju masyarakat yang dicita-citakan. maupun berkerabat karena hubungan perkawinan.

selalu menyarankan agar calon pengantin etnis non Karo tersebut disyahkan menjadi ―orang Karo‖ yaitu diberikan klen (merga/beru). demikian sebaliknya. mengarahkan. nilai ini berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan. khususnya bila calon pengantin itu wanita. Unsur kedua adalah psiko budaya. memahami hubungan daliken si telu melalui pendekatan pengendalian sosial adalah memahami bagaimana caraberpikir dan cara bertindak aktor yang tiga (kalimbubu. anak beru). Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa daliken si telu sebagai bagian dari budaya Karo. Jadi. dan anak beru. tetap berperan penting. sembuyak/senina. bergantung kepada masalah yang muncul. Jalan keluar yang ditawarkan daliken si telu bervariasi. Ini berhubungan dengan manusia sebagai subjek dan objek. Bahkan bila muncul masalah-masalah sosial didalam keluarga masyarakat Karo. baik secara kelompok (kalimbubu. Peranan orang tua adat dalam bidang-bidang tertentu (diluar adat istiadat karo) sama dengan orang tua kandungnya. pertama adalah sistem sosial yang bersifat terbuka yaitu kalimbubu. masalah itu baru dikatakan tuntas. bila kelak suaminya meninggal dunia. dia dapat memilih mau diselesaikan berdasarkan jalur hukum negara yang berlaku boleh. maupun secara pribadi. dengan demikian hubungan kekerabatan dengan keluarga pihak impal (calon suami atau istri menurut adat istiadat karo) dari etnis karo yang kebetulan menikah dengan non karo tetap terjalin erat. jalur mana yang hendak dipergunakan. Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga pembaruan ini. dia berhak mewarisi tanah adat yang ada dimiliki suaminya. bila daliken si telu pihak bermasalah ikut berpartisipasi menyelesaikannya. sembuyak/senina. untuk mengajak. Pemberian klen ini bukan bertujuan untuk mengkaronisasikan etnis non karo yang ingin berjodoh dengan etnis Karo. membimbing atu bahkan memaksa warga masyarakat Karo agar mau mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah adat istiadat karo. dan anak beru). kedudukannya sama didalam adat dengan keluarga yang kedua orang tuanya sama-sama satu etnis. diselesaikan sesuai dengan hukum adat karo juga boleh. Keuntungan lain dengan pemberian klen ini. Kepada yang bermasalah tinggal memilih. dan sekaligus diberikan orang tua adatnya. tetapi bertujuan agar mekanisme daliken si telu tetap berfungsi semestinya. bila muncul masalah-masalah sosial dalam keluarga pembauran ini. Didalam ―tubuh‖ daliken si telu ada dua unsur. kebersamaan dan gotong royong yang dilandasi nilai kasih sayang. ini berhubungan dengan nilai.Dalam hal ini hubungan daliken si telu dengan pengendalian sosial jelas. Keuntungan lain adalah kedudukan orang yang diberi klen (marga/beru) menjadi jelas dalam struktur adat Karo. selesai. berdasarkan nilai kekerabatan. bila salah seorang calon pengantin bukan berasal dari etnis Karo. Sebagai contoh misalnya masalah penyimpangan dalam perkawinan. tetapi dalam bidangbidang tertentu (didalam adat istiadat karo) jelas jauh melebihi orang tua kandungnya yang bukan berasal dari etnis karo. Keuntungan lain adalah. membina. untuk mengikat aktor yang tiga tersebut dalam jaringan kekerabatan. dan sah. Sedangkan kerugiannya . pihak daliken si telu calon pengantin yang beretnis Karo. sembuyak/senina. Berhak mendapat pelayanan berdasarkan adat istiadat karo. Seseorang berkedudukan sebagai kalimbubu bargantung kepada situasi dan kondisi.

si istri (wanita) menjadi canggung karena tidak mengetahui dimana posisinya dalam acara adat tersebut. anak kandungnya tidak mempunyai marga/beru dalam struktur adat Karo. demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkannya walaupun mereka memiliki anak laki-laki. dia tidak berhak mendapatkan harta warisanadat hal ini karena pembagian harta warisan ada melibatkan pihak daliken si telu. Bila timbul sengketa didalam keluarga yang mereka bina. Kalau si istri meninggal dunia. Bila ada acara-acara adat. karena anak-anaknya yang dilahirkan tidak mempunyai kalimbubu daerah. si pria tidak mempunyai klen (marga). apakah sebagai kalimbubu. dan anaknya tidak mempunyai kalimbubu daerah berdasarkan konsep daliken si telu. tetap tidak sah menurut adat istiadat karo. Kerugian bagi anak kandungnya. Bagi wanita non karo yang menikah dengan pria karo. .A. kalaupun tahu posisinya. Bagi pria non karo yang menikah dengan wanita karo. bila ada acara-acara adat dalam keluarga istrinya si suami akan menjadi canggung karena tidak mengetahui posisinya dalam acara adat tersebut. senina/sembuyak B. si anak tidak memiliki struktur yang lengkap menurut adat karo. tidak ada yang mengosei (meminjamkan dan memakaikan pakaian adat) kepada suaminya. Si istri tidak berhak mengelola harta warisan marga suaminya. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat (Karo). tetap tidak sah menurut adat istiadat Karo. maka keluarganya tidak mempunyai kalimbubu sierkimbang. dia tidak berhak dimakamkan dipekuburan keluarga suaminya. bila timbul sengketa dalam rumah tangga mereka. anak beru. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat Karo. demikian pula anakanak yang dilahirkannya. si wanita tidak mempunyai beru. Bila ada acara-acara adat Karo. maka keluarga yang mereka bina tidak mempunyai anak beru berdasarkan daliken si telu. kalaupun tahu posisinya.

.

.

.

. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik. Pada masa itu hanya budaya Hoabinh. sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam. Dalam bahasa aslinya. Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao.000 tahun lampau kata Prof. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Sejarah Kebudayaan Suku Nias Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias. bahkan ada indikasi sejak 30. salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas. Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias.Suku Nias Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang Mitologi Menurut masyarakat Nias. Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batubatu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Penelitian Arkeologi Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif.

Omohada (rumah adat) 9. Tari Perang 3. Dari arti Ya‘ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. dan . dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang di taburi dengan kelapa yang sudah di parut) köfö-köfö(daging ikan yang dihancurkan. Khas Nias 1. dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap) Ni'owuru (daging babi yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama) raki gae (pisang goreng) tamboyo (ketupat) 2. Maena 4.Marga Nias Suku Nias menerapkan sistem marga mengikuti garis ayah (patrilineal). tanggungjawab. Fame ono niahalo (pernikahan) 8. Makanan Khas        Gowi Nihandro (Gowi Nitutu . Dengan kata lain Ya‘ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian. Marga-marga umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada. rasa hormat. Fame'e toi nono nihalo(pemberian nama bagi perempuan yang sudah menikha) Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam ―Ya‘ahowu‖ (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia ―semoga diberkati‖). Tari Moyo 5. Sapaan Yaahowu 7. Tari Mogaele 6. Minuman   Tuo Nifarö (minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias "Pohon Nira" = "töla nakhe") yang telah diolah dengan cara penyulingan) Tuo mbanua (minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa) Budaya Nias 1. Lompat Batu 2. Ubi tumbuk) Harinake (daging Babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil) Godo-godo (ubi / singkong yang diparut.

pengetahuan. kemurnian dan kedamaian. kekayaan. dan putih. Berdasarkan sejumlah bukti peradaban tertua.  Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga (Ni‘ohulayo/ ni‘ogöna) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah. berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton. menyimpan sejumlah misteri dan keunikan. tradisi lompat batu. Jadi makna yang terkandung dalam ―Ya‘ahowu‖ tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama. ketabahan dan kewaspadaan. Pakaian Adat Suku Nias Pakaian adat suku Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si‘öli untuk pakaian perempuan.500 kilometer persegi. keberanian dan kapabilitas para prajurit. Tinggalan-tinggalan para leluhur seperti rumah adat. dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya‘ahowu). Jika seseorang bersikap demikian. orang nias dihubungkan dengan perkembangan tradisi megalitik (batu besar) yang hingga saat ini masih terlihat keberadaannya. suasana budaya (cultural landscape) hingga peninggalan megalitik dan arsitektur yang mengagumkan. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam. Masyarakat nias secara turun temurun menyebut diri sebagai one niba (orang nias) secara harafiah berarti anak manusia yang diyakini oleh sebagian ahli antropologi dan arkeologi sebagai salah satu puak-puak (suku) berbahasa Austronesia—salah satu leluhur nusantara yang datang paling awal dari suatu tempat di daratan asia. Terlebih lagi setelah tertimpa dua bencana : gelombang tsunami pada 2004 dan gempa bumi pada . mulai dari kehidupan sehari-hari didesa tradisional. kemakmuran dan kebesaran. Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian. Pulau nias sebagai pulau utama dengan luas sekitar 5. serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Adapun filosofi dari warna itu sendiri antara lain:  Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni‘obakola) dan pola bunga kapas (Ni‘obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan. tanggap.   Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan. merah. dan tari perang telah menjadi ikon peristiwa yang luluh lantak. termasuk yang tidak terungkap.

sejumlah pihak telah berupaya membangun kembali nias dengan berbasiskan nilai-nilai budaya yang kini terancam lenyap. maka setiap pemuda dalam masyarakat Nias melakukan latihan sejak berumur 7 tahun. maka mereka telah diberkati oleh roh leluhur dan para pelompat batu sebelumnya yang sudah meninggal. Sesuai pertumbuhan anak tersebut. ada unsur magis dimana seseorang yang berhasil melompati batu dengan sempurna. mereka akan terus berlatih melompati tali dengan ketinggian yang terus bertambah sesuai usia. Tidak semua masyarakat Suku Nias melakukan Tradisi ini. selain menjalankan roda perekonomian Pulau Nias. Tradisi yang berasal dari Suku Nias yang tinggal di Pulau Nias sebelah barat Pulau Sumatera ini memang terbilang unik. Jelas tidak mudah untuk melakukan tradisi ini. Karena begitu tingginya tingkat prestisius dari tradisi ini.2005. Salah satunya adalah tradisi Lompat Batu di Nias. Banyak orang yang percaya bahwa selain latihan. untuk mengembalikan kejayaan seperti sedia kala. . Tradisi melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dan ketebalan 40 cm ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap matang dan menjadi pembela kampungnya jika ada konflik dengan warga desa lain. Oleh karena itu biasanya setelah anak laki-laki berhasil melakukan tradisi ini. bahkan seluruh masyarakat desa. akan diadakan syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. Hal tersebut disinyalir karena perbedaan budaya nenek moyang atau leluhur masyarakat Nias. Tidak hanya bagi individu yang melakukannya. yang masih menyimpan sejumlah tinggalan budaya dan para penutur sejarah. Terbukti tidak semua pemuda dapat melakukan tradisi lompat batu ini. dapat menjadi pilihan wisata yang menarik bagi para tetamu yang datang dari jauh. Terlepas dari aspek pariwisata sehingga tradisi Lompat Batu menjadi begitu terkenal. kegiatan ini mampu mengembalikan kecintaan pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. Akhirnya. Harapannya. melainkan juga bagi keluarga orang tersebut. Lompat batu atau yang dikenal dengan nama ―fahombo batu‖ sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias. Desa-desa tradisional di pulau nias. tradisi ini juga menunjukan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya. Hanya mereka yang berada di Nias Selatan khususnya di daerah Teluk Dalam yang melakukan tradisi akrobatik ini. Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap heroik dan prestisius. latihan tersebut akan dibuktikan pada tradisi Lompat Batu ini. meskipun sudah berlatih sejak lama. Masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk membuat budayanyaberagam dan memiliki ciri khasnya masing-masing.

Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat . Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian. SUKU TIONGHOA Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial.Belum jelas darimana dan mengapa tradisi ini berasal. Selain mengangkat derajat seseorang yang telah berhasil melompat batu. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain. yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau. Oleh karena itu dibutuhkan keahlian ini untuk melarikan diri atau dapat memasuki desa sasaran. sekalipun tidak saling kenal. Dahulu setiap desa dipagar dan dibentengi oleh batu sebagai pertahanan. Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah. yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. tradisi Lompat Batu ini juga menjadi kebanggan Indonesia karena merupakan keunikan dan kekayaan yang bersemayam di bumi pertiwi ini. ADAT PERNIKAHAN Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan. Tradisi Lompat Batu ini memang cukup unik dan menarik dan menjadi ciri khas Suku Nias. Tidak hanya itu. pemuda yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik. tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Cara ini juga terkadang dilakukan untuk mengukur kematangan seseorang untuk menikah. namun beberapa masyarakat setempat menggambarkan bahwa tradisi ini berawal dari zaman dahulu saat ketangkasan melompat batu sangat dibutuhkan oleh Suku Nias. Oleh karena itu hak dan kewajiban sosial mereka sebagai manusia dewasa sudah bisa dijalankan. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat.

Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain. maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan. Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Mak comblang biasanya dari pihak pria. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Dalam prakteknya. tapi masih satu nenek moyang). UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. Prosesi Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit Dalam rangkaian adat Tionghoa. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. Upacara menjelang pernikahan : Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu : Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang. . Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain : A. ―Secara harfiah. Oleh karena itu. agama. Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil. seperti ka****k namun masih menjalankan adat istiadat ini. adat setempat.diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Sangjit dilakukan setelah acara lamaran. Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini. karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah. dari Anthony S. Musical Connections.‖ jelas Anthony S. upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan. pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.

(lihat paragraf berikut) Dilanjutkan dengan ramah tamah. Karena. sapu tangan. Setelah ditentukan. Tata Caranya Wakil keluarga wanita beserta para penerima seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah. Barang-barang seserahan Sangjit Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa yang akan dibawa. Dan sebagai balasannya. 50. dan seterusnya.00 sampai dengan 13. Hal yang menarik saat acara ini adalah bahwa sebagian besar barang-barang seserahan ini sebaiknya sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian. 20. Jumlahnya variatif. barang-barang seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali pada para pembawa seserahan. di beberapa adat orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini. baju dalam.000.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang. mulai dari seserahan untuk ke-2 orang tua mempelai wanita. Rombongan ini terdiri dari: wakil keluarga serta para gadis/pemuda yang belum menikah pembawa nampan seserahan.―Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua. lalu untuk mempelai wanita.000 – Rp. barang-barang tersebut diletakkan dalam nampannampan yang berjumlah genap. bila . Sangjit biasanya diadakan antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara jam 11. sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan. biasanya maksimal berjumlah 12 nampan. sebaiknya didiskusikan bersama keluarga si wanita terlebih dahulu. rombongan pria pun datang membawa seserahan ke rumah si wanita. Barang-barang ini tentu saja memiliki makna simbolis yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mempelai pria. Wakil keluarga wanita juga memberikan ang pao ke tiap-tiap pembawa seserahan yang biasanya terdiri dari para gadis/pemuda yang belum menikah tersebut (ang pao diberikan dengan harapan agar enteng jodoh). Seserahan diberikan 1 per 1 secara berurutan.‖ ungkap Henry dari Wine Wedding Planner. Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan. Pada akhir kunjungan. biasanya sekitar Rp. Oh iya. keluarga wanita pun memberikan seserahan pada keluarga pria berupa manisan (seperti permen/coklat) dan berbagai keperluan pria (baju.

artinya dua kebahagiaan menjadi satu. Pihak mempelai wanita mengambil 1 pasang saja. Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang susu. artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. sisanya dikembalikan.. 1. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin. Selain barang-barang di atas. Pihak mempelai wanita mengambil semuanya. sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Satu nampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong.. sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan. artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita. terbuat dari kacang hijau yang dijual satu-satu. sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya. Lilin motif naga dan burung hong lebih disukai.000. 80. kesejahteraan dan rejeki).keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada. menurutnya proses Sangjit ini bisa juga ditambah dengan : Kue satu. artinya berkaca pada diri sendiri. Seniman kain dan pakar batik Obin ternyata juga seorang tokoh yang sangat concern dan mendalami adat istiadat Tionghoa. Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya.namun yang diambil hanya Rp. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnyan. sisanya dikembalikan. jeruk. self conscious-morality. 2 pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah. Kaca. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria. pear atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian.000. Tiga nampan masing-masing berisikan 18 buah (apel.Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta. dan ditukar dengan dua botol sirup merah dan dikembalikan ke pihak mempelai pria. Contoh uang pesta sebesar: Rp. Satu nampan berisikan dua botol arak atau sampanye. Barang-barang seserahan biasanya terdiri dari : Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk mempelai wanita (kadang-kadang juga sepatu untuk hari H) Pakaian/kain untuk mempelai wanita. . Sepasang kaki babi (jika tidak ada dapat digantikan dengan makanan kaleng) beserta 6 kaleng kacang polong.680.

Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H. B. Penentuan Hari Baik. artinya agar nempel dan lengket sampai kapan pun. baik-baik saja maka dimana pun dia berada tetap tidak berubah. Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara. hari dan bulan yang baik. artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun. seperti yang telah diuraikan pada Jelajah No. Buah ceremai. hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran . artinya agar rumah tangganya rame. banyak sahabat dan keturunan. Buah atapson dari Kalimantan yang tumbuh di atas atap. Apabila jam. Buah pala. mual-mual dikasih buah ini untuk memancing kehamilan. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita. Ada upacara makan-makan. artinya kalau lurus. harus dilihat hari dan bulannya. Tunangan : Pada saat pertunangan ini. artinya agar happy sampai tua nanti. yang dalam bahasa Indonesia berarti hoki/untung. Biasanya semuanya serba muda yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus. 3. happy. hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. tumbuh tegak lurus dimana pun dia ditanam.Uang-uangan dari emas yang di-emboss kata ‗fuk‘.7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga mempelai pria dan famili dekat. Kalau sudah mulai muntah. Buah leket. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. Upacara pernikahan : 3 . Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan. dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama. Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Oleh karena itu harus dipilih jam. Dua bundel pita berupa huruf Cina yang berarti double happiness. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia. kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing. ada upacara "Liauw Tiaa". Buah-buahan Buah atep yang disepuh merah.

sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. permata. Penghormatan kepada kedua mempelai. panjang umur dan setia. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar). Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao") Di pagi hari pada upacara hari pernikahan. Penghormatan dapat lama. Di bawah meja harus ada jambangan berisi air. Srikaya. Di bawahnya diberi 7 macambuah. sumpit. E. adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. C. Pada malam ini.sampai jauh malam. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. dll. Ke Kelenteng Sesudah upacara di rumah. Penghormatan kepada Alam . dilanjutkan ke Klenteng. calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. timbangan. kerabat dekat. rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik berupa uang maupun emas. diadakan Cio Tao. bersujud dan bangun. yang semuanya itu melambangkan kebaikan. Penghormatan kepada Leluhur . Penghormatan Orang tua dan Keluarga Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua.l. Namun. keluarga. Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju "Pao". Penghormatan kepada Orang tua . Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati. . Penghormatan kepada Tuhan . Upacara Cio Tao ini terdiri dari : . lambang kekayaan. Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. kejujuran. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur. Dapat juga sebentar. a. dengan disambut oleh yang dihormati. Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir. D.

Upacara Pesta Pernikahan Selesai upacara penghormatan. dan lain-lain. memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita. karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita. Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain. Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria. Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. Selesai memberi petuah mereka memberikan hadiah biasanya berbentuk perhiasan. . Cia Ce'em Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat. alat kebutuhan rumah tangga sebagai tanda membantu perekonomian keluarga mereka.F. dimana dalam Teh pai ini pihak tertua biasanya memberikan petuah kepada orang akan menikah. Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. dalam membina rumah tangga mereka. Mengundang kiangsay untuk makan malam. seperti : Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. G. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana. uang. pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian "ala barat". ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ). Upacara sesudah pernikahan Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : Teh Pai teh pai adalah setelah acara pernikahan dimana seluruh sanak keluarga dari keluarga suami maupun istri memberikan hadiah sebagai dasar pembangunan keluarga yang menikah. Cia Kiangsay 2. Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : 1. Usai pesta.

jelas terlihat perkembangannya : Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah. termasuk acara pernikahan. atau secara lengkap adalah Nian Nian You Zi. Kata "teratai" dengan "tahun" memiliki bunyi yang hampir sama. Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya. karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut. Menyajikan Teh pada Upacara Pernikahan Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa. Biji teratai / Lian Zi diibaratkan sebagai Nian Zi. dapat dilihat dari kepraktisan upacara. Pengaruh pengetahuan dan teknologi. sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu pada teh akan membantu pasangan yang baru menikah untuk melahirkan banyak anak. Perubahan makin tampak jelas. . Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih. meskipun artinya berbeda. Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. Apabila terdapat tunas yang telah muncul pada biji teratai tersebut. Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. sehingga orang tua kedua mempelai akan memiliki banyak cucu. Menyajikan teh dengan memegang alas cangkir teh memakai kedua belah tangan adalah sebuah bentuk penghormatan. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga. upacara di Kelenteng diganti dengan di gereja. tetapi untuk yang beragama kr****n tetap ke Gereja dan upacara di Gereja.Pengaruh agama. maka jangan lupa untuk menghilangkannya karena tunas tersebut memiliki rasa yang pahit. yang dapat diartikan setiap tahun memiliki anak.

Saya tergerak untuk menurunkan tulisan singkat dan dangkal mengenai ini setelah ada anggota forum Budaya Tionghoa yang menunjukkan perhatian dan antusiasme yang . Contoh urutannya adalah kakek dan nenek dari ayah pengantin pria. seperti kakek. lalu kakek dan nenek dari ibu pengantin pria. kepercayaan tradisional hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan Tionghoa itu sendiri. ayah. Sebenarnya. bibi ketiga. namun kepercayaan tradisional yang terbentuk dari kebudayaan leluhur masyarakat Tionghoa sejak zaman pra-sejarah kemudian menjadi salah satu tulang punggung transformasi kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun dalam sejarahnya. Jadi dapat dikatakan. seakan2 kepercayaan tadilah yang membentuk kebudayaan dan cara hidup masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun. mereka juga menyajikan teh kepada yang lebih tinggi tingkatannya dan yang lebih tua dengan menyebutkan tingkatan. Contohnya adalah ketika mempersembahkan teh ke orang tua pengantin pria. pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pengantin pria. dan sebagainya. Disamping menyajikan teh kepada orang tua. setelah itu kakak. maka pengantin wanita berlutut di depan ayah pengantin pria. Pengantin pria dan wanita akan berlutut. Sebagai balasan. seperti kakak. misalnya paman pertama. jika tingkatan dari yang mendapat penghormatan lebih tinggi. Secara mudahnya adalah pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pundak kanan pengantin pria. pasangan itu akan menerima Hong Bao / Angpao yang berisi uang atau perhiasan. Penyajian teh dilakukan secara berurutan dari anggota keluarga yang tertinggi tingkatannya. kepercayaan tradisional ini muncul dari kebudayaan dan merupakan bagian darinya dan dalam perkembangannya juga mempengaruhi bentuk kebudayaan dan segala transformasinya.Saat menyajikan teh. kebudayaan Tionghoa adalah membicarakan kepercayaan tradisional yang ada dalam masyarakat Tionghoa. kakak kedua. Sedangkan jika yang mendapat penghormatan tidak lebih tinggi tingkatannya. dan pengantin pria berlutut di hadapan ibunya. sedangkan yang mendapat penghormatan akan duduk. orang tua pengantin pria. maka pengantin pria dan wanita tidak perlu berlutut. atau paman. namun tentunya harus lebih tua.

malah mempengaruhi bentuk dan transformasi ketiga agama tadi dalam batas2 tertentu. bumi bertambah tebal 3. Mari kita bersama2 membahas dan mendiskusikan kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa ini dari aspek budaya dan sejarahnya tanpa terjerumus dalam debat kusir yang tidak berguna mengenai agama atau kepercayaan yang sering kita lihat di forum lainnya.besar tentang kepercayaan tradisional. namun terasa asing bahkan untuk pelaku dan pelaksana kepercayaan tradisional itu yang notabene adalah orang Tionghoa sendiri. Konfusianisme dan Buddhisme. Setelah Pan Gu wafat. anggota tubuhnya kemudian menjadi matahari dan bulan. bumi telah sangat tebal. 18 ribu tahun kemudian. Mereka menganggap bahwa sebelum dunia ini terbentuk. Shan1 Jiau4 = mandarin) yaitu gabungan antara Taoisme.3 meter. Kepercayaan di dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Xin4 Yang3. Setiap hari. Ada orang yang menyebut kepercayaan tradisional ini sebagai Tri-Dharma (Sam Kau = hokkian. Demikian seterusnya 18 ribu tahun berlalu dan langit telah sangat tinggi. leluhur orang Tionghoa mulai menuliskan pandangan mereka terhadap alam semesta ini. mereka tetap akan memegang teguh kepercayaan tradisional ini. Pandangan terhadap alam semesta dalam kepercayaan tradisional Sejarah kebudayaan Tionghoa seperti kebudayaan kuno lainnya juga dimulai dengan mitologi2. Saya merasa kepercayaan tradisional adalah hal yang telah ada jauh sebelum agama eksis dan merupakan bagian dari budaya (sinkretisme budaya). namun saya sendiri tidaklah menganggap kepercayaan ini sebagai salah satu agama dari ketiga agama tadi ataupun agama baru yang terbentuk darinya. langit (Tian1) dan bumi (Di4) merupakan satu kesatuan yang disebut dengan keadaan tidak berbentuk atau chaos (Hun4 Dun4). ada atau tidaknya agama leluhur orang Tionghoa. langit bertambah tinggi 3. Di zaman dulu. Yang perlu diingat. Semua ini boleh2 saja. bahwa kepercayaan tradisional ini sebenarnya bukanlah suatu agama tertentu seperti yang menjadi kesalahpahaman dan salah kaprah mayoritas pemeluk agama lainnya. Saya mengharapkan tambahan dan koreksi dari para teman yang juga tahu dan punya pengetahuan di bidang ini untuk melengkapi isi dari tulisan singkat ini. seorang bernama Pan2 Gu3 mulai memisahkan langit dan bumi. Mudah2an sedikit tulisan ini dapat memperkaya koleksi arsip tentang kebudayaan Tionghoa yang memang sangat minim di Indonesia. dan agama disebut sebagai Zong1 Jiau4. gunung dan laut. pikiran yang mendasarinya dan ritual2-nya yang banyak terlihat dalam interaksi dengan suku Tionghoa yang masih memegang teguh adat tradisinya.3 meter dan Pan Gu bertambah tinggi 3. Di zaman dahulu kala.3 meter. . sungai dan danau. Ada pula yang mengklaim kepercayaan tradisional ini sebagai agama Khonghucu.

Alam ini dianggap sebagai pusat pemerintahan alam semesta. cuma Pan Gu adalah tetap merupakan sosok manusia yang kemudian menjadi tokoh legendaris yang tidak pernah di-Tuhan-kan. Jadi. Leluhur orang Tionghoa percaya bahwa tiga alam ini mempunyai peranannya masing2 dalam menjaga keseimbangan alam semesta ini. Orang2 besar yang berjasa di bidangnya masing2 terhadap masyarakat Tionghoa di zamannya dapat naik menjadi dewa-dewi di alam Langit. Fu Xi dan Shen Nung serta kaisar2 legendaris seperti Yao2. yang mengatur seluruh kehidupan di alam bumi. Tiga Alam Konsep tiga alam adalah inti dari kepercayaan tradisional Tionghoa. bagian alam semesta tadi berkembang menjadi yang sekarang kita kenal yaitu 3 bagian yang terdiri dari alam Langit (Tian1 Jie4). Namun sampai pada munculnya Taoisme dan masuknya Buddhisme ke Tiongkok. ahli obat2 tradisional dan memperkenalkan minuman teh. beternak dan berburu. leluhur orang Tionghoa menganggap bahwa alam semesta ini terbagi atas 2 bagian yaitu langit dan bumi. Juga disebut sebagai Yang2 Jian1 ataupun Ren2 Jian1. Fu2 Xi1 yang mengajarkan cara membuat jala dan menangkap ikan. Alam Bumi (Ming2 Jie4) adalah menunjuk pada bumi tempat kita berada. alam Bumi (Ming2 Jie4) dan alam Baka (You1 Jie4). Di masa ini. . Alam Langit (Tian1 Jie4) adalah menunjuk pada alam yang didiami dan menjadi tempat kegiatan para raja2 Langit (Tian1 Wang2) dan dewa-dewi langit (Tian1 Shen2). yang menjadi tempat tinggal dan tempat kegiatan dari seluruh makhluk hidup. sebenarnya juga ada mitologi penciptaan di dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ketiga alam ini tidak dapat dipisahkan dan berdiri sendiri tanpa kedua alam lainnya. Xun4 dan Yu3 adalah bertempat tinggal di sana bersama dengan dewa-dewi pejabat pemerintahan langit lainnya yang akan diterangkan lebih lanjut dalam bagian yang lain. Dewa-dewi dan pejabat di alam Langit bertanggung jawab melaksanakan tugas pemerintahan mereka di alam Bumi. dalam mitologi bangsa Tionghoa juga ada tokoh legendaris Nu3 Wa1 yang dikenal sebagai ibu pertama dari bangsa Tionghoa menciptakan manusia dan menambal langit yang bocor. menciptakan Ba1 Gua4 (8 diagram) dan Shen2 Nung2 yang mengajari cara bertani.Inilah yang disebut sebagai legenda Pan Gu memisahkan langit dan bumi (Pan2 Gu3 Kai1 Tian1 Di4) dan Pan Gu juga mendapat gelar Raja Langit Pertama (Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2). Nenek moyang dalam mitologi seperti Nu Wa. Di kemudian hari.

Ada tokoh2 tertentu yang berjasa dan berkontribusi besar bagi masyarakat. Kepercayaan leluhur orang Tionghoa bahwa ada kehidupan setelah kematian. Roh yang dihormati dan dikenang oleh keturunannya sehingga dapat menjaga. leluhur orang Tionghoa mempercayai bahwa kehidupan setelah meninggal adalah lebih kurang sama dengan kehidupan manusia di dunia ini. Roh ini terbagi atas roh yang baik dan jahat. Di alam ini. melindungi dan membawa berkah pada keluarga anak cucunya adalah roh leluhur yang baik. lalu Ma Zhu Niang-niang (nama asli Lin2 Mo4-niang2) yang hidup di zaman Dinasti Sung yang dipuja sebagai Dewi Maritim yang melambangkan bakti seorang anak kepada orang tuanya. setiap orang akan menjalani pengadilan yang akan membawa kepada hadiah maupun hukuman dari dewa dan pejabat di alam ini. Roh yang jahat inilah yang biasanya kita kenal dengan sebutan hantu. kepercayaan mengenai alam Baka ini kemudian terpengaruh oleh konsep reinkarnasi dari Buddhisme yang ditandai dengan kepercayaan bahwa roh yang hidup di alam Baka kemudian akan terlahir kembali ke dunia sebagai manusia setelah lupa akan kehidupan sebelumnya dengan meminum sup Meng4 Po1 dan melewati jembatan Nai4 He2. Sedangkan roh yang tidak mendapat penghormatan. kebudayaan dan negara akan naik derajatnya menjadi dewa-dewi yang patut dihormati masyarakat luas untuk mengenang dan menghormati jasa2 mereka. yaitu alam yang menjadi tempat domisili dan kegiatan dari roh2 (Ling2) dan hantu2 (Gui3) dari manusia setelah meninggal dunia. Alam Baka keseluruhan berjumlah 10 Istana Yan Luo (Shi2 Dian4 Yan2 Luo2) dan 18 Tingkat Neraka (Shi2 Ba1 Ceng2 Di4 Yu4). Dari semua bentuk interaksi ini. yang paling nyata dan penting dalam kepercayaan tradisional ini adalah upacara merayakan ulang tahun dewa-dewi (Wei4 Shen2 Zuo4 . Perbedaan yang mendasar adalah bahwa kepercayaan tradisional ini menganggap manusia hanya akan terlahir kembali sebagai manusia dan tidak sebagai makhluk lainnya. alam Bumi dan alam Baka adalah mempunyai hubungan satu sama lain dan dapat berinteraksi di antaranya. perlakuan layak dan wajar oleh keturunannya ataupun yang meninggal secara tidak wajar biasanya merupakan roh yang jahat. Masing2 dewa-dewi tersebut mempunyai peranan dan kelebihan masing2 seperti Guan Gong (nama asli Guan1 Yun2-chang2) yang hidup masa Dinasti Han akhir (Tiga Negara) dipuja sebagai Dewa Perang yang melambangkan kekuatan dan kesetiaan. Dalam kepercayaan tradisional. Banyak dari dewa-dewi leluhur orang Tionghoa yang sebenarnya merupakan tokoh sejarah yang benar2 pernah hidup pada masanya dan bukan cuma legenda atau mitologi. ada sekelompok dewa dan pejabat alam yang khusus memerintah di alam ini. tidak semuanya akan menjadi roh ataupun hantu. Dalam perkembangannya. seseorang yang telah meninggal akan menjadi roh (Ling2) ataupun hantu (Gui3). Namun. Hubungan dan Interaksi Antar Tiga Alam Alam Langit. Di alam ini.Alam Baka (You1 Jie4) adalah menunjuk pada alam di bawah bumi ataupun alam sesudah kematian.

lambang kebijakan. Guan1 Sheng4 Di4 Jun1 = Kwan Kong.Shou4) dan membantu roh untuk terbebas dari penderitaan (Ti4 Gui3 Cao1 Sheng1. yaitu jenis2 dan asal usul dewa-dewi tersebut. Bentuk penghormatan kepada leluhur (Zu3 Xian1 Chong2 Bai4) Kategori ini muncul setelah adanya pengaruh Konfusianisme yang sangat menekankan pentingnya penghormatan kepada leluhur. Namun di dalam perbedaan tersebut. Karena di zaman dulu. Asal Usul Dewa-Dewi Dalam Kepercayaan Tradisional Tionghoa Lalu. Semua ini dilakukan demi penghormatan kepada dewa-dewi dan roh2 yang dianggap dapat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. tokoh2 mitologi yang dianggap sebagai leluhur jauh maupun dekat. merupakan penghormatan pada petir. Kong3 Zi3 Gong1 = Konfusius/Khonghucu. Kedua upacara ini biasanya diselenggarakan bersamaan pada hari2 ulang tahun dari dewa-dewi tersebut. Dewa-dewi bentuk penghormatan terdiri dari tokoh2 sejarah besar. apa dan siapa saja yang dapat dianggap sebagai dewa-dewi yang ditinggikan dalam kepercayaan tradisional ini? Bila Sdr. dan masih banyak yang tak saya sertakan di sini. bila perlu akan diturunkan dalam artikel tersendiri. Fo2 Zu3 = Buddha Sakyamuni/Hud Cho. Fu2 De2 Zheng4 Shen2 (Tu3 Di4 Gong1 atau Tho Te Kong) = Dewa Bumi/Tanah. misalnya : Tokoh2 sejarah : Kaisar pra-Dinasti Xia seperti Yao2. persamaannya masih tetap lebih menonjol karena dewa-dewi yang dipuja dan inti dari penghormatan tersebut adalah sama hakikatnya. terutama yang berjasa dan berkontribusi bagi orang banyak. maka leluhur bangsa Tionghoa berusaha hidup harmonis dalam kerasnya alam. Secara garis besar maka jenis2 dewa-dewi yang dipuja dalam kepercayaan tradisional ini berdasarkan asal usulnya adalah : Bentuk penghormatan kepada alam (Ze4 Ran2 Chong2 Bai4) Kategori ini termasuk dewa-dewi yang paling awal karena telah ada sejak zaman dahulu kala jauh sebelum munculnya penghormatan jenis lainnya. Dewa dari jenis penghormatan ini misalnya : Yu4 Huang2 Da4 Di4 = Raja Langit. tentu kita tidak akan berada di sini sekarang dapat berdiskusi di forum ini. dalam agama tertentu dapat disamakan dengan pelimpahan jasa2). Shun4 dan Yu2. merupakan bentuk penghormatan pada langit. maka saya tak akan mengulangnya lagi dan mencoba meninjau dari segi pandang yang lain. kita harus bertanya. Wu3 Lei2 Yuan2 Shuai4 (Lei2 Gong1 atau Li Kong) = Dewa Petir. lambang . alam merupakan tantangan keras bagi leluhur bangsa Tionghoa untuk bertahan hidup. Perfect Harmony telah mengulas dewa-dewi ditinjau dari segi agama masing2. Bila tidak ada leluhur. Bentuk2 ritual kepercayaan ini sangat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. merupakan penghormatan pada bumi. Tai4 Shang4 Lao3 Jun1 = Lao-tse.

yang dipuja dan dihormati tentu bukan bentuk real darinya. tokoh mitos penciptaan alam semesta. Namun apapun bentuk yang ditunjukkan (patung. Misalnya : Men2 Shen2 = Dewa Pintu. . Tokoh mitologi : Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2 = Pan Gu. Zao4 Jun1 = Dewa Dapur.kesetiaan. namun adalah memuja dan menghormati dewa-dewi yang bersangkutan. Bentuk lain2 (Shu4 Wu4 Chong2 Bai4) Kategori ini adalah bentuk penghormatan yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas. Qi2 Tian1 Da4 Sheng4 = Sun Go Kong. Xuan1 Yua2 Shi4 = Huang Di. Nu3 Wa1 Niang2 Niang2 = Nu Wa. Ini terutama terlihat dalam bentuk penghormatan pada alam maupun bentuk2 lain. papan nama penghormatan deelel). maka hampir semua dari dewa-dewi yang ditinggikan di dalam kepercayaan tradisional ini adalah dimanusiakan tanpa memandang bentuk asalnya. Wu3 Ke2 Da4 Di4 = Shen Nung. lambang bakti anak terhadap orang tua. kaisar purba di abad 27 SM. Bao1 Gong1 = Bao Zheng/Hakim Bao. lambang keadilan. Tian1 Shang4 Sheng4 Mu3 = Ma Zu/Ma Cho. Bila diperhatikan. tokoh mitos penciptaan manusia. ahli pertanian dan obat tradisional. Jadi yang dilakukan dalam kepercayaan tradisional ini bukanlah memuja sang patung ataupun papan tadi. tokoh mitos dalam cerita Perjalanan ke Barat (Xi You Ji).

.

Suku Pakpak yang tinggal di wilayah tersebut menamakan diri sebagai Pakpak Klasen. . Pakpak Pegagan (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) 5.SUKU Batak Pakpak Suku Pakpak adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia dan tersebar di beberapa kabupaten/kota diSumatera Utara dan Aceh. Suku Pakpak juga bermukim di wilayah Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulusalam yang disebut sebagai Pakpak Boang. Pakpak Keppas (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) Dalam administrasi pemerintahan Suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten.Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam (Provinsi Aceh) Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku. yakni: 1. Pakpak Boang (Kabupaten Singil dan kota Sabulusalam-Aceh) 4. Kabupaten Dairi (ibu kota: Sidikalang) 2. yakni di Kabupaten Dairi. Pakpak Klasen (Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara) 2. Kabupaten Pakpak Bharat. Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara). dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima suak yang terdiri dari : 1. Kabupaten Pakpak Bharat (ibu kota: Salak) Suku Pakpak juga berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Pakpak Simsim (Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara) 3.

Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di Indiayang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi. Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara. Barat Laut Danau Toba sampai perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan). Marga Pakpak                                Anakampun Angkat Bako Bancin Banurea Berampu Berasa Beringin Berutu Bintang Boang Manalu Capah Dabutar Cibro Gajah Manik Gajah Kabeaken Kesogihen Kaloko Kombih Kudadiri Lembeng Lingga Maha Maharaja Manik Matanari Meka Maibang Padang Padang Batanghari (BTH) .Suku Pakpak yang berdiam di Kabupaten Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim. sedangkan yang tinggal di kota Sidikalang dan sekitarnya merupakan suku Pakpak Keppas dan yang bermukim di Sumbul sekitarnya adalah Pakpak Pegagan.

daerah Aceh dan sekitarnya. di Tanah Pakpak terkenal Pakpak Lima Suak (sama-sama kata lima). Batak Pakpak-Dairi terdiri dari lima (5) suak yang menempati wilayah (hak wilayat) masing-masing. Kemiripan kata-kata dalam bahasa Pakpak dengan bahasa Karo adalah relatip besar. Kerajaan Sriwijaya ini akhirnya runtuh tahun tahun 1337 M. Pakkat dan sekitarnya. . bahasa Karo adalah Lau dan bahasa Gayo (Alas) adalah Lawe. Karo dan Gayo (Alas) adalah sama nenek-moyangnya. Tinambunen. Turuten. di daerah Boang. Tumangger dan Anak Ampun (artinya anak bungsu. Maharaja. Sbullusalam. Jika di Tanah Karo terkenal Marga Silima. Diduga manusia pendatang (imigran) pertama yang masuk ke tanah Pakpak. di derah Parlilitan. Pakpak suak Boang.                Pasi Penarik Pinayungan Sambo Saraan Sikettang Sinamo Sitakar Sitongkir Solin Saing Tendang Tinambunan Tinendung Tumangger Turutan Ujung Matanari pakpak pegagan Batak Pakpak-Dairi Suku Batak Pakpak berasal dari keturunan imigran bangsa atau suku dari India Selatan (kerajaan Colamandala) yang pernah menyerang dan menahlukkan kerajaan Sriwijaya (di Palembang) hingga raja Sri Sangramawijaya Tunggawarman tertawan (1025 M). Air bahasa pakpak adalah Lae. Pinayungen. yang menyebabkan terjadi penyebaran manusia sehingga terbentuk suku Pakpak suak Pegagan sekitar 600 tahun yang silam. Singkil. Pakpak suak Klassan. misalnya marga di daerah Urang julu (disebut: daerah Sionem Koden) adalah Simbuyak-mbuyak (tidak berketurunan). yakni: 1. 2. karena kata menyebutkan air (kebutuhan utama manusia) adalah hampir sama. sering disebut Nahampun) dan didaerah pakat marga Meka dan lain lain.

Kalau angin kuat berhembus (topan) dapat merobohkan yang kuat dan besar. Raja Udjung. Sitakar. 3. Lae Pondom. (2) Raja Manik. Kuta Manik. tidak akan terasa dan tidak dapat dilihat. 2. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan sperti tenaga angin. tetapi mereka ada. Lae = lau = lawe berarti air (bahasa suku Toba disebut aek). Raja Tawar pergi ke Tanah Karo Simalem. Tinju Marulak.? (Alas). Raja Lae adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang dapat mendtangkan hujan. dan lain lain). didaerah kecamatan Kerajaan. dan lain lain. misalnya keturunan si Naga Jambe yang mulanya berasal dari daerah Sicikeh-cikeh dan kemudian berkembang didaerah Sidikalang yakni ada 7 marga yaitu. Brutu (Sinaga. Karo Simalem dan mungkin juga di Gayo .3. Padang (Situmorang. Pakpak Pegagan. mencegah turun hujan di suatu tempat atau mengalihkan hujan dari satu tempat ke tempat lain (disebut Pawang Hujan).. Padang Batanghari (keturunan Parrube Haji¡?). Raja Angin di daerah Pakpak Suak Keppas. Raja Capah. misalnya marga Kabeaken. yang menyerupai tenaga Api (misalnya disebut: Gayung Api. Raja Aji di daerah Pakpak Suak Simsim sekitar kecamatan Kerajaan. yang kadang kala lebih hebat dari pengobatan ilmu medis (kedokteran). Salak dan .?). Manik dan Lingga adalah keturunan Papak Suak Pegagan (disebut si Raja Gagan ataupun si Raja Api). di daerah Pegagan (meliputi daerah Balna Sibabeng-kabeng. adalah dukun (datu) yang mempunyai ilmu kebatinan Aliran Ilmu Tenaga Dalam. apabila kena pukulanya akan terbakar atau gosong. Juma Rambah. Raja Bintang. ditakuti dan tempat belajar atau berguru ilmu kebatinan) diketahui melalui legenda yang cukup terkenal di daerah Pakpak. yakni meliputi: 1. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo. yang cukup terkenal ilmu kebatinannya (dukun yang disegani . dan (3) Raja Lingga. Sumbul. Ilmu kebatinan yang dikuasai dan dikembangkan si Raja Api dan keturunnya berkaitan dengan pembelaan diri. Marga (Raja) Matanari. Pakpak suak Keppas. dan berperang melawan musuh. Tinendung. Raja Lae atau Lau atau Lawe yang pergi ke daerah Tanah Karo Simalem atau daerah Gayo-Alas. Si Raja Api adalah salah seorang dari Pitu (7) Guru Pakpak Sindalanen (yakni keturunan Perbuahaji) . Kuta Usang dan sekitarnya. hanya ada tiga (3) marga. yaitu (1) Raja Matanari. Raja Angkat. 4. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan berkaitan dengan obat-obatan ramuan tradisional. Lae Rias. Salak dan sekitarnya. Kalau angin berhembus lambat. Terbukti di daerah tanah Karo Simalem berkembang ilmu pengobatan Ramuan Tradisional. Raja Gajah Manik. 5. 5. Apabila Pitu Guru Pakpak Sindelanan bersatu.?)... pengobatan Patah Tulang. yakni justru orang yang memukulnya yang mengalami efek pukulan. Raja Api (Raja Gagan) di daerah Pakpak Suak Pegagan. 4. Jadi dapat tiba-tiba si Dukun (yang mempunyai ilmu ini) tiba-tiba ada di depan mata kita. luka terbakar dan lain lain. maka dianggap sudah lengkaplah ilmu kebatinan yang dipelajari orang pada zaman dahulu. Pakpak suak Simsim. berkelahi.

Pakpak Suak Pegagan hanya ada tiga (3) marga yaitu Raja Matanari. yakni daerah di atas daerah Silalahi. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan alat-alat terbuat dari besi. kebal digergaji. Simanduma. lipan. Kuta Singa. Gadam. Keinginan si Raja Api. putranya harus mempunyai ilmu kebatinan/tenaga dalam menyerupai tenaga (kekuatan) Matahari. terhindar dari atau kebal peluru senjata api. sehingga perkampungan mereka yang pertama diyakini adalah di sekitar Lae Rias di hulu (takal) sungai Lae Patuk. misalnya Aji Turtur. dan lain lain). bapa dan kakeknya adalah manusia Nomade (mendapat makanan dari alam. dan lain lain. Sumbul Pegagan. dan setelah agak tandus kemudian ditinggalkan. sampai daerah Tigalingga. Kuburan si Raja Api dan orangtuanya serta beberapa keturunannya Raja Matanari diduga disekitar hutan Lae Rias. Si Raja Api menginginkan ilmu/tenaga kebatinan yang dimiliki putranya harus melebihi tenga Api seperti yang telah dimilikinya. Raja Aji adalah dukun yang mempunyai aliran ilmu Membuat dan Pengobatan penyakit Aji-ajian (Guna-guna. menangkap ikan dan tinggal berpindah-pindah). Sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Kuta Gugung. Misalnya ilmu tahan (kebal) ditikam dengan pisau. keturunan Pakpak Pegagan tersebut di atas mengalami perubahan dari budaya Nomade menjadi Petani Berpindah-pindah. laba-laba. 7. Raja Manik dan Raja Lingga. Simergerahgah adalah mpung si Perbuahaji (yang memperanakkan si Raja Api = Pakpak Pegagan) keturunan orang/suku Imigran dari India yang masuk dari daerah Barus. Batangari (Batanghari). Diduga mereka pertama sekali tinggal sekitar hutan Lae Rias dan Lae Pondom. Kuta Raja. Pada mulanya Pakpak Pegagan (si Raja Api). Kuta Manik. yang menurut Legenda disebut daerah Sembahan (keramat) SIMERGERAHGAH. Raja Besi di daerah Pakpak Suak Kellasen. Sistim pertanian berpindah-pindah ini mengarahkan mereka dan keturunanya bergerak ke arah Balna Sikabeng-kabeng. Mereka berpindah-pindah mencari lahan yang lebih subur.Racun. maka salah seorang putranya diberi nama Raja Matanari (berasal dari arti Matahari). Kuta Posong. 6. zaman dan sejarah akhirnya masing-masing keturunan 3 putra si Raja Api Pakpak suak Pegagan menempati daerah Balna Sikaben- .sekitarnya. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan dengan pembuatan dan Pengobatan yang ditimbulkan oleh Bisa. kalajengking. dll Setelah si Raja Api mempunyai keturunan 3 orang anak laki-laki. Sesuai perkembangan zaman dan kebudayaan. missal bisa ular. Juma Rambah. hanya memanen hasil hutan dan hasil berburu binatang. Raja Bisa di daerah Pakpak Suak Boang.

yang kemudian karena terjadi perang. Adakah marga Manik dan atau Lingga (Pakpak suak Pegagan selain marga Matanari) yang membenarkan pernyatan tersebut di atas¡?atau marga Pakpak suak Keppas¡? atau marga Pakpak suak Simsim¡ ? Siapakah keturunan saudara si Lantak (si Sebar Padang Batang Batanghari yang di Sileuh¡?) yang dapat membenarkan pernyataan di atas ? Kami mohon tolonglah dibuktikan segera kebenaran pernyataan itu. yakni bahwa marga Padang Batanghari pernah tinggal di Balna Sikabengkabeng.? Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari mengaku bahwa Pinggan Matio adalah berru dari nenek-moyang (mpung) mereka Paroltep (si Lantak Padang Batanghari) dan keturunannya sampai 8 generasi tinggal di Balna Sikabeng-kabeng. Kuta (kampung) yang lain adalah perkembangan (pertambahan) pada generasi Apabila ada marga lain mengaku pernah menjadi raja (berkuasa) di daerah pegagan (misalnya disebut Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari sampai 8 generasi mpung mereka tinggal di Balna Sikabeng-kabeng) adalah ¡°pernyataan yang salah¡±. menyatakan bahwa ada di Silencer marga Matanari ( mungkinkah¡. Tidak masuk akal sehat (logika) ceritra atau pendapat tersebut di .. sedangkan sebahagian lagi tertawan dan kemudian merobah marganya menjadi marga Matanari. Pohon Beringin (jabi-jabi) yang ditanam Pinggan Matio berru Matanari (disebut. dan Rumintang mati gantung diri atas kematian suaminya). Menurut Ir Ramses Silalahi (di Jakarta) via SMS dan beberapa Sihaloho dari Pematang Siantar (menurut Antony Matanari). Sekitar generasi ke 6 dan ke 7 keturunan Raja Matanari telah membangun Rumah Adat Pakpak di Balna Sikabeng-kabeng yaitu zaman kehidupan si Raja Onggu (keturunan Raja Silalahisabungan) yang kawin dengan Rumintang berru Matanari (generasi ke-7). Rumah adat ini dibangun oleh ahli pertukangan (arsitek) dari Batak Pakpak dan Toba (terutama dari Silalahi) yang relatip banyak jumlahnya. daerah Kuta Manik dan Kuta Raja serta sekitarnya (Raja Manik).dan daerah Kuta Singa dan Kuta Posong serta sekitarnya (Raja Lingga). adalah bukti yang mendukung pernyataan Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari.?. Pertanyaan¡¡.? si Umar Matanari. dkk) mengaku ada talian darah dengan Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari).di mana pada zaman tersebut Padang Batanghari¡. Kemudian terjadi perang (graha) menyebabkan mereka (Padang Batanghari) terusir dan kembali ke kampung asalnya yaitu Sileuh di kecamatan Kerajaan. si Arden Matanari. karena hanya 3 marga keturunan suku Batak Pakpak suak Pegagan (Lihat :semua Dokumen Budaya Pakpak). Padang Batanghari adalah suku Pakpak Suak Simsim di daerah kecamatan Kerajan dan Salak dan sekitarnya bukan.kabeng dan Kuta Gugungserta sekitarnya (keturunan Raja Matanari). eks tongkat Pinggan Matio). diyakini dihuni oleh arwah ( sahala ni = begu ni) si Raja Onggu + Rumintang berru Matanari (karena kematian mereka tidak normal. si Raja Onggu dihukum mati karena menghina suku Pakpak. mereka sebagian terusir dan kembali ke Sileuh. walaupun kuburan mereka berdua ini ada di Silalahi.

?. yang umumnya adalah suku Batak Toba. kecuali mereka mau meminta nama mereka dihapus dari Trombo Matanari. dengan tanpa rasa menyesal akan kami kabulkan. sehingga tidak pernah kami beda-bedakan. Semboyan inilah yang menyebabkan tanah wilayat raja Matanari mudah (gampang) diberikannya kepada orang pendatang.¡¡? mereka adalah keturunan orang pendatang menjadi anak angkat keturunan Raja Matanari:? Mpung kami keturunan Raja Matanari sangat merindukan marga Matanari banyak jumlahnya. Mungkinkah. adalah alasan yang tidak logis. Bakune mo ke kaltu¡. lebih gentelemenlah si Umar Matanari dan si Arden Matanari. Tawanan (Padang Batanghari) merobah marga menjadi marga Matanari supaya tidak terusir atau dibunuh musuh (penyerang). Bagi kami anak kandung dan anak angkat sama harkat kemanusiaannya. Apakah tujuan perang tersebut untuk menambah orang bermarga Matanari¡?. Kenapa Padang Batanghari (yang terusir) harus kembali ke Sileuh¡?. kami Matanari dapat mengikuti apa keinginan mereka yang sebenarnya. Jika benar si Umar Matanari dan Arden Matanari.. Kejadian mengakui anak angkat menjadi keturunannya. dkk mengganti marganya dan kembali ke si Leuh (kecamatan Kerajaan) serta membawa tulang-belulang orangtuanya bukan¡?. di zaman itu masih banyak lahan kosong di daerah Pegagan bukan¡?. Kasihan mereka bukan¡?.Mella kami mendokken. sedaroh mo kita. demikian juga kami sekarang. dan berapa orang (keluarga) yang tertawan yang merobah marga menjadi Matanari (siapa namanya)¡?. maka mereka telah membeberkan aibnya sendiri bukan¡. atau kenapa tidak pergi ke Silalahi (kuta anak berru¡?) jika benar Pinggan Matio adalah berru Padang Batanghari¡?. Atau ke daerah wilayah Pakpak Suak Keppas (sekitar Sidikalang) yang masih jauh lebih dekat dari Sileuh.?. ¡°sedangkan batang pohon pisang ni gana (kita pahat berbentuk) manusia agar ada teman.?. apalagi dia manusia¡±.atas bukan. Tidak logis keluarga Padang Batanghari (suami + istri + anak-anak) yang terusir dari Balna Sikabeng-kabeng kembali ke Sileuh karena jarak ini relatip jauh dan sangat luas lahan kosong yang harus dilewati pada zaman itu bukan¡?.? Berapa orang (keluarga) yang terusir dan kembali ke Sileuh¡?. Menurut kami Matanari. oda i bedaken kami anak kandung dekket anak . Ada semboyan mpung kami keturunan Raja Matanari. walaupun posisi anak angkat. Akibat pernyataan mereka.. marganyapun sudah dijual (ganti) menjadi Matanari hanya demi dapat tinggal di kampung kita¡?. jika tawanan tidak dibunuh penyerang maka kemudian mereka akan melarikan diri atau pindah ke daerah lain. adalah hal yang umum (biasa) terjadi pada marga-marga lain (tidak hanya pada marga Matanari).. Selayaknya. selama ini mereka tetap kami hargai dan memasukkan mereka dalam Trombo Matanari sebagai keturunan ompung kami. Agar mereka kembali menjadi marga Padang Batanghari. Akan tetapi... dkk mengaku adalah keturunan Padang Batanghari (menjadi marga Matanari).

yang lainnya tidak berketurunan. Penyusunan Trombo secara tertulis dimulai sejak sekitar tahun 1970 adalah berdasarkan ceritra dari keturunan masingmasing.Rumintang berru . Orang Pakpak cukup terkenal memakan daging manusia (musuhnya) bahkan tengkorak manusia tersebut digantungkan di Bale (Jambur) sebagai bukti kehebatan penghuni kampung. Mungkin hal ini terjadi akibat mpung kami keturunan Raja Matanari banyak yang mengikuti aliran ilmu hitam (animisme). Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Maha. Kalau kami menganggap.. bagaimana kalian ini kawan¡?.. Pinggan Matio berru Matanari istri Raja Silalahisabungan (sebagai Upah Raja Silalahisabungan karena telah berhasil mengobati penyakit istri Raja Matanari). tinggalkan sajalah kampung kita itu. Raja Matanari. bagi Matanari oda lot masalah kaltu. juga mempunyai putri (berru). disebut Sembahan si Raja Onggu.?. Keturunan sebagian anak perempuan (berru) kemungkinan sudah melebihi 19 generasi. ( Artinya. ke oda marga Matanari be. Rumintang berru Matanari istri si Raja Onggu keturunan Ruma Sondi (Pohon Beringin yang ditanam si Pinggan Matio di Balna Sikabeng-kabeng diyakini masyarakat sebagai tempat keramat.Tapi mella i dokken ke. Njuah-njuah kita karina. Salam buat kita semua). terlebih kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. 3.. Akan tetapi kalau kalian katakan. ke kampung marga Padang Batanghari¡. pergilah ke Sileuh. Jadi dosa kesalahan orang Pakpak (terutama Matanari) pada zaman dahulu dan mungkin sampai sekarang adalah sangat besar. tadingken ke saja mo kuta ntai asa sloh bai nene ulang pailailaken mendahi Pagang Batanghari. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Bintang 4. atau pergi merantau. 2. laos mo ke mi Sileuh. kita tetap satu kesatuan. bagi kami Matanari bukan masalah. Ranimbani berru Matanari istri Raja Sihaloho putra Raja Silalahisabungan. Anak perempuan (berru) dari Raja Matanari dan dari keturunannya yang cukup terkenal (tokoh berru) adalah sebagai berikut: 1. Jadi kalau ada yang tidak berketurunan. memohon maaf yang sebesarbesarnya. tidak kami bedakan anak kandung dengan anak angkat. selain mempunyai keturunan anak laki-laki yang telah mencapai sekitar 18-19 generasi sampai sekarang. Beberapa generasi keturunan Raja Matanari hanya mempunyai satu anak yang berikutnya mempunyai keturunan dan ada tidak berketurunan. Untuk itu kami mewakili keturunan Raja Matanari. bahwa kalian bukan Matanari. siapa-siapa nama mpung mereka.angkat. Masuknya ajaran agama Islam ataupun agama Kristen ke daerah Balna Sikabeng-kabeng dan sekitarnya lebih terlambat dibanding di daerah lain. Generasi ke-8 keturunan Raja Matanari j hanya 6 (enam) orang yang berketurunan. 5. Laju generasi marga Matanari adalah relatip terlambat dan jumlahnya relatip sedikit sekali. kepada orang-orang yang pernah dirugikan atau teraniaya ataupun kepada keturunannya. ataupun pergi merantau dan tidak kembali ataupun tidak memberi kabar maka nama mpung mereka otomatis tidak tercatat dalam Trombo Matanari. mi kuta ni Padang Batanghari.

juga marga Manik dan sebahagian marga Lingga mengaku keturunan marga Sihotang. Orang Pakpak suak Pegagan ingin mempermudah segala urusan (kepentingan) yang berkaitan dengan berbagai urusan terutama bidang pemerintahan yang pada zaman tersebut berpusat di Tarutung. Raja Gajah Manik. Manik dan Lingga) dengan suku Batak Toba (marga Sihotang). Yaitu menyebabkan marga Matanari sebahagian melupakan ikrar sisada anak sisada berru. Siberru Taren berru Matanari istri Raja Manungkun keturunan Batu Raja.Matanari). Karo-Karo. Sitepu dan lain lain. Sinulingga. kami menginginkan marga Matanari lebih besar jumlahnya.. ke tanah karo Simalem marga Sitepu dan semua marga Karo-karo umumnya. Ikatan dan Pesta Silima Tali diadakan adalah berdasarkan pada kepentingan yang saling menguntungkan antara suku Pakpak suak Pegagan (Matanari. Sebahagian keturunan Raja Matanari mengaku dirinya keturunan Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk adalah pengaruh ikatan (Pesta) SILIMA TALI di Sumbul Pegagan sekitar tahun 1957. pengaruh marga Sihotang berpengaruh besar sampai pada marga marga Pakpak Kepas (Raja Udjung. Raja Capah.. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo). pengaruh Pesta (ikatan) Silima Tali menjadi lebih besar pada marga Matanari. akibatnya ada sebahagian mereka keturunan mpung kami pergi merantau. Mungkinkah keturunan hulubalang Raja Matanari (Paroltep) adalah anak keturunan Raja Matanari menjadi marga lain¡? Kami sangat merindukan mereka. Ikatan (Pesta) Silima Tali terdiri dari 5 unsur yaitu (1) Sihotang. sebaliknya marga Sihotang jumlah keturunannya banyak dan berpendidikan lebih maju. Matanari memberikan tanah dan parhutaan kepada marga Sihotang. sehingga tidak terjadi lagi diperantauan penggantian marga Matanari menjadi marga Sihotang. apakah mereka tetap marga Matanari atau telah merobah marganya menjadi marga lain juga belum kami ketahui. menjalin ikrar bahwa 4 marga tersebut di atas dinyatakan Sisada Anak dan Sisada Berru. di daerah Simalungun marga Sitopu. yang mendapat tanah Rading Berru di Tamberro. (4) Lingga dan (5) marga-marga Berru-Berre dari 4 margatersebut di atas. Selain marga Matanari. Raja Angkat. Semua marga-marga tersebut di atas. makin kuat eksistensinya. Kami Matanari mengakui. Raja Bintang. Pesta (Ikatan) Silima Tali. bahwa sesama kami keturunan Raja Matahari sering berkelahi bahkan berperang. disebut huta Sihotang dekat Balna Sikabeng-kabeng. . (2) Matanari. Demikian halnya. Pada waktu selanjutnya. (3) Manik. Demikian juga Sihotang ingin memperkuat eksistensinya di daerah Pakpak suak Pegagan maupun suak Keppas. Mereka sebagian belum kami ketahui kabarnya. yakni berubah menjadi mengakui bahwa marga Matanari adalah anak (keturunan) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk Kenyataan ini terjadi tidak lepas dari akibat jumlah keturunan marga Raja Matanari sangat sedikit dan pendidikan masih terbelakang. 6. Hal ini terjadi dengan alas an yang hamper sama dengan yang telah diuraikan diatas (kepentingan yang saling menguntungkan).

Pakpak. Sitepu.Njuah-njuah¡. Marga Matanari dengan Sihotang adalah Sisada Anak Sisada Berru berdasarkan Pesta (ikatan) Silima Tali sekitar tahun 1957 di Sumbul Pegagan. Horas¡. Hasugian. Demikian disampaikan untuk diketahui semua halayak. dan dengan demikian diharapkan bahwa: 1.Mejuah-juah buat yang kami hormati Oppung/ Bapa/ Abang/ Adek/ Anak/ Cucu marga Sihotang di mana pun mereka berada. Matanari. . Sitopu dan Semua yang termasuk Karo-Karo Mergana). jadi marga Matanari bukanlah keturunan (anak) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk. Manik. Karo dan Simalungun. Harus diakui bahwa marga Sihotang cukup hebat menjalin persaudaraan dalam suku Batak Toba.. 2. yang artinya adalah Pengali Emas atau Penggali Emas. Manik dan Lingga adalah anak (keturunan) Pakpak Suak Pegagan. Sehingga ada beberapa orang menyebutkan istilah ¡° Sihali Mas¡± (singkatan dari: Sihotang. Lingga. melainkan Matanari.terutama di daerah perantauan merasa (mengaku) satu dengan marga Sihotang. Tidak ada lagi keturunan raja (marga) Padang Batanghari yang mengakupernah tinggal di Balna Sikabeng-kabeng (mulai si Lantak sampai keturunannya generasi ke-8) kemudian terusir dan kembali ke Sileuh akibat perang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful