SUKU JAWA

* Kematian Mendhak Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan, sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka. Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan, upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari); kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian; ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina, yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian. Menurut kepercayaan Jawa, setelah satu tahun kematian, arwah dari saudara yang diperingati kematiannya tersebut telah memasuki dunia abadi untuk selamanya. Menurut kepercayaan juga, untuk memasuki dunia abadi tersebut, arwah harus melalui jalan yang sangat panjang; oleh karena itu penting sekali diadakannya beberapa upacara untuk menemani perjalanan sang arwah. * Kematian surtanah Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung. Perlengkapan upacara: - Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk, sayur adem (tidak pedas), pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang, sambal docang dengan kedelai yang dikupas, jangan menir, krupuk, rempeyek, tumpeng ukurukuran, nasi gurih, nasi golong, dan pisang raja. - Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya, nasi golong, ingkung dan panggang ayam, nasi asahan, tumpeng pungkur, tumpeng langgeng, pisang sajen, kembang setaman, kinang, bako enak dan uang bedah bumi. Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dekat, dan pemuka agama.

* Upacara nyewu dina Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. - Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan. Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi. * Upacara Brobosan Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut: 1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai, 2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam, 3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang. UPACARA ADAT KELAHIRAN SUKU JAWA Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka. Salah satu tradisi kelahiran dalam budaya Jawa adalah Selapanan. Upacara Selapanan bertujuan memohon keselamatan bagi si bayi. Perlengkapan upacara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: - Golongan bangsawan: Nasi tumpeng gudangan, nasi tumpeng kecil yang ujungnya ditancapi tusukan bawang merah dan cabe merah, bubur lima macam, jajan pasar, nasi golong, nasi gurih, sekul asrep-asrepan, pecel ayam, pisang, kemenyan, dan kembang

setaman diberi air. - Golongan rakyat biasa: Tumpeng nasi gurih dengan lauk, nasi tumpeng among-among, nasi golong, jenang abang putih, ingkung dan panggang ayam. Upacara terakhir dalam rangkaian selamatan kelahiran yang dilakukan pada hari ke 36 sesuai dengan weton atau hari pasaran kelahiran si bayi. Selapanan diadakan setelah maghrib dan dihadiri oleh si bayi, ayah, dukun, ulama, famili dan keluarga terdekat. UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA Pesta pernikah adat Jawa mempunya beraneka ragam tradisi. Pemaes, dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan, itu sangat penting. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin, perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300, 500, 1000 atau lebih). Sesungguhnya upacara pernikahan itu merupakan pertunjukan besar. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol, makanan dan minuman, musik gamelan dan tarian, dekorasi dari ruangan resepsi, pembawa acara, wali untuk Ijab, pidato pembuka, transportasi, komunikasi dan keamanan. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil), dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). * Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. Pohon pisang sangat mudah tumbuh dimana saja. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. * Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. * Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat

* Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya.keluarga mereka. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat sepesial Sajen. * Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. * Bunga Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah karangan. * Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. Itu dekorasi sanggat indah dan menpunya arti yang luas. Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. * Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. di bawah pintu gerbang. dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. di bawah dekorasi Tarub. * Bentuk daun seperti beringin. . * Itu mempunyai bentuk seperti gunung: Gunung itu tinggi dan besar. Kembar Mayang adalah karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). itu digunakan untuk melindungi gangguan setan. * Belalang: Pasangan pengantin akan giat. * Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. dan lain-lain. berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan. * Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. Itu adalah simbol yang sangat berarti. * Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. mojo-koro. pengalaman dan kesabaran. bekletepe di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan. di jalan dekat rumah. * Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam. alang-alang. di dapur. diantaranya di kamar mandi. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. pintar dan bijaksana.

* Aroma . Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik. Bahasa Jawa tujuh itu PITU. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang.lima warna . tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan. magnolia dan kenanga . Sekarang lebih banyak diadakan di taman. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting.beberapa macam daun . * Tumpeng Gundul. Tidak hanya orangtua. * Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari. telur. * Pisang raja dan buah lainnya. * Teh dan kopi pahit. melati.kain putih . Siraman: Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. * Kelapa muda. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. letakkan bersama. . magnolia) dengan air Suci. * Kendi. Air dari sumur atau mata air. lemper. melati.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) .berfungsi seperti sabun. nasi kuning dengan hiasan. santan. * Bunga Setaman . tahu. Apa saja yang harus dipersiapkan: * Baskom untuk air. air asam Jawa). cendol. * Tujuh macam bubur.dlingo benglé (tanaman untuk obatobatan) . nasi kuning tanpa hiasan. * Kursi kecil.di campur dengan air. * Lantera. * Kue manis. * Makanan: ayam. * Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang.Siraman sajen terdiri dari: * Tumpeng Robyong. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. sehari sebelum Ijab dan Panggih. ditutup dengan: * Tikar . * Memakai kain putih selama Siraman. * Bunga Telon (kenanga.lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). * Rokok dan kretek. * Handuk. mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong). daging.mawar. Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. * gayung dari 2 kelapa.

Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya.Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa. Pada malam hari. calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. Dewi akan datang dari kayangan. dia siap untuk di dandani. Dan ini akan digunakan setelah Siraman. Setelah Kendi itu kosong. Dia diantar ke tempat Siraman. Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. leher. Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki. Menurut kepercayaan kuno. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk. Pemaes sangat behatihati dalam merias pengantin. Upacara NGERIK: Setelah Siraman. Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. Akhirnya. semuanya harus wanita. Upacara Midodareni: Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih. Setelah mereka. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih. Pelaksanaan dari SIRAMAN: Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya. Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. handuk. Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung. Ibu boleh menyiramkan setalah ayah. Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir . pengantin duduk di kamar pengantin. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: ‗Wis Pecah Pamore‗ . dan lain-lain. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. telinga. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. orang lain boleh melakukan Siraman. Dia mendudukkan di kursi dan berdoa. Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. Itu Banyu Suci Perwitosari. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. wajah. berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah).

berpatokan pada buku primbon Jawa. terdapat . suaminya yang akan bertanggung jawab. Prosesi Pernikahan Adat Jawa :1. dan lain-lain) di lapisi dengan kain Bango Tulak. €Ritual pingitan ini ditujukan untuk mempersiapkan fisik dan mental si gadis yang akan memasuki jenjang pernikahan. jamu.kalinya.Midodareni4. calon pengantin suku Jawa tidak diperbolehkanuntuk saling bertemu. Kali ini. * Tujuh macam kain dengan corak letrek. Keluarga dan tamu dapat makan bersama. * Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. Masyarakat sukuJawa percaya akan adanya hari yang baik untuk melaksanakan pernikahan. kacang. Apa saja yang harus diletakan di kamar pengantin? * Satu set Kembar Mayang. akan dipingit . Adat istiadat suku Jawa juga sering dilaksanakan saat upacara pernikahan. beras. Mulai dari besok. tetapi harus dimulai pada saat yang bersamaan. Di kamar lain. Hari baik tersebut. Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar. * Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep.Siraman3. biasanya.Acara siraman ini ditujukan untuk membersihkan mempelai wanita dan pria secara fisik dan psikis secarabersamaan. calon mempelai wanita kembalimelakukan ritual. Sehari sebelum acara pernikahan. Pernikahan PINGITAN €Sebulan sebelum acara pernikahan berlangsung. secara terpisah antara calon mempelai wanita danpria. keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki. * Dua kendi (diisi dengan bumbu. Siraman €Acara ini biasanya di lakukan pada siang hari. Khusus calon mempelai wanita. ritualnya berupa siramanyang akan dijelaskan pada slide berikutnya. * Suruh Ayu (daun betel). * Kacang Areca.Pingitan2. serta meminta restu dari orang tua PERNIKAHAN Di upacara pernikahan adat Jawa.biasanya.

itu sangat penting. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakangdan berapa banyaknya tamu yang di undang. pembawa acara. TRADISI DAN UPACARA SEPANJANG KEHIDUPAN MANUSIA : Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kehidupan manusia semenjak ia lahir – berjodoh hingga meninggalkan dunia yang fana ini berlaku kebiasaan dan tradisi yang telah memberi warna perlakuan peribadi dan masyarakatnya. di dalam berinteraksi sesama. Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yangterbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. €Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. Ajaran Islam akan lebih banyak berbicara didalam pola dan tingkah laku masyarakat dari daripada konsep-konsep yang . Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengantuwuhan. keluarga dari kedua mempelai. Panitia pernikahan €Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Adapun macamnya : Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Kemudian tradisi yang dipraktekkan dalam Nagari-nagari di Ranah Minang menjadi kebiasaan serta menjadi kekayaan amat berharga dalam khazanah budaya minangkabau. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. dekorasi dari ruangan resepsi. musikgamelan dan tarian. Daun beringin secukupnya. wali untuk Ijab. perhiasan dan perlengkapan lainuntuk pesta pernikahan. makanan dan minuman. Panitia kecil terdiri dariteman dekat. Dia mengurus dandanan danpakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pestapernikahan. Faktor penghayatan lahiriah dalam melaksanakan adat bersendi syariat. SUKU MINANG I. sehingga menjadi sempurnalah kehidupan awal manusia minangkabau hingga akhir dari suatu kehidupan. Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin(siraman. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. transportasi. dalam tatatanan adat bersendi syara‘ syara‘ bersedi kitabullah. dukun pengantin perempuan di manamenjadi pemimpin dari acara pernikahan. Persiapan yang paling penting adalah I jab(catatan agama dan catatan sipil). yang menjadikan adat minangkabau menyatu didalam ajaran Islam. Dua batang pohon tebu wulung (tebu hitam) yang lurus.Pemaes. pidato pembuka. Daun dadap srep. komunikasi dan keamanan.

Belum diketemukan upacara khusus untuk melakukan hal ini. Pengertian kerabat disini terdirin dari para ipar dan besan dari masing-masing pasangan isteri. Sunah rasul mengandung pengharapan dari kedua orang tuanya agar anak laki-lakinya itu menjadi anak yang dicita-citakan serta berbakti kepada kedua orang tua. Ketika roh ditiupkan kedalam seorang ibu pada saat janin berusia 16 minggu. 3. Saat ini telah menjadi trend baru di kalangan masyarakat. Seperti pada umumnya setiap hajad kebaikan – maka keluarga yang akan membangun kehidupan baru menjadi pasangan keluarga sakinah ma waddah wa rahmah memohon kepada Yang Maha Kuasa agar awal kehidupan janin membawa harapan yang dicita-citakan. maka disaat inilah bebera kalangan masyarakat mengharapkan doa dari kerabatnya.bersifat teoritis. Kearah ini kompilasi syariat islam dalam khazanah budaya Minangkabau semestinya mengarah. Induk Bako – si Bayi akan memberikan sesuatu kepada sang bayi sebagai wujud kasih sayangnya atas kedatangan bayi itu dalam keluarga muda. 4. maka seorang anak akan menjalani khitanan yang di Ranah Minang disebut ― Sunat Rasul. Anak laki-laki yang sudah dikhitankan itu didudukkan di sebuah pelaminan seperti pengantin. Umumnya Induk bako dan kerabatnya akan memberikan perhiasan berupa cincin bagi bayi laki-laki atau gelang bagi bayi perempuan serta pemberian lainnya. Upacara kehamilan . Upacara Turun Mandi dan Kekah (Akekah) : Sering upacara ini dilakukan dengan tradisi tertentu diantara para ipar – besan dan induk bako dari pihak si Bayi. karena merupakan upaya dari kalangan medis dalam memisahkan pusar bayi dengan placenta ibunya. Upacara Karek Pusek (Kerat pusat) : Sebetulnya tidak memerlukan upacara yang khusus pada saat dilakukan pemotongan tali pusat ini. Upacara Sunat Rasul : Apabila seorang anak laki-laki telah cukup umur dan berkat dorongan kedua orang tuanya. 2. Sebenarnya ini bukanlah kebiasaan yang menjadi tradisi dalam masyarakat minangkabau namun keboleh jadian bahwa tradisi merupakan hasil asimilisai dari . Upacara-upacara yang dipraktekkan dalam tradisi di Minangkabau adalah 1. yang kemudian melahirkan tradisi baru dikalangan atas masyarakat minangkabau – melalui pennyelenggaraan upacara tertentu seperti perhelatan.

Biasanya murid yang dididik mandi berlimau dibawah bimbingan gurunya. Upacara-upacara semasa remaja ini adalah sbb: 1. Mangaji halal jo haram (mengaji halal dengan haram). Setelah melalui upacara-upacara pada masa kehamilan dan sampai lahir dan seterusnya maka dilanjutkan dengan acara-acara semasa remaja dan terutama sekali bagi anak laki-laki. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kemampuan membaca itu dihadapan majelis Surau. 4. 2. Pada masa remaja ada pula acara-acara yang dilakukan berkaitan dengan ilmu pengetahuan adat dan agama. Didalam pelajaran ini anak didik mendapat pengetahuan yang berkaitan dengan Tambo Alam Minangkabau dan Tambo Adat. Tamat Kaji (khatam Qur‘an) : Biasanya seseorang yang telah menamatkan kaji (khatam Qur‘an). Batutue (bertutur) atau bercerita. Untuk keterampilan dan ilmu beladiri maka anak didik berguru yang sudah kenamaan. Upacara ini sebagai perlambang bahwa anak didiknya dibersihkan lahirnya terlebih dahulu kemudian diisi batinnya dengan ilmu pengetahuan. Balimau. Anak atau keponakannya diserahkan untuk dididik sampai memperoleh ilmu pengetahuan yang diingini. Di dalam cerita terdapat pengajaran adat dan agama. 6. Seorang akan mendengar kemampuan tajwit dan makhraj untuk meyakini bahwa seorang anak yang telah menamatkan AlQur‘an itu. maka para jemaah di Surau . pengajaran yang berkaitan dengan adat istiadat dan moral.berbagai etnis yang hidup di Indonesia. 3. Mengaji nan kuriek kundi nan merah sago. Apakah guru dibidang agama atau adat. 5. Ssuatu saat akan menjadi tradisi pula dikalangan masyarakat minangkabau. Masa Mengaji di Surau dan upacara masa remaja laki-laki : Surau mengandung tempat tinggal dan tempat pembelajaran bagi anak laki disaat ia remaja. 5. telah lulus didalam pengkhataman Al Qur‘an nya. 7. 6. nan baiek budi nan indah baso (mengaji yang kurik kundi nan merah sago. Manjalang guru (menemui guru) untuk belajar. Baraja tari sewa dan pancak silek (belajar tari sewa dan pencak silat). Pengetahuan ini berkaitan dengan pengajaran agama. Orang tua atau mamak menemui guru tempat anak kemenakannya menuntut ilmu. yang baik budi nan indah baso). Mengaji adat istiadat. Anak didik mendapatkan pengetahuan dengan cara gurunya bercerita. Sebagai rasa syukur.

Pada masa dahulu perkawinan harus didukung oleh kedua keluarga dan tidak membiarkan atas kemauan muda-mudi saja. Dengan pengertian ijab kabul dengan perantaraan walinya sepanjang Syarak. Maksudnya keluarga laki-laki datang ke rumah calon istri anaknya 7. PERKAWINAN : Menikah : dibahas secara rinci dalam kategori ― Adat Perkawinan Pada umumnya masyarakat Minangkabau beragama Islam. KEMATIAN DAN TATA CARA PENYELENGGARAAN Akhir kehidupan di dunia adalah kematian. Mengaji tiga hari dan memperingati dengan acara hari ketiga. Doa talakin panjang di kuburan 6. dua kaum. Pada masa dahulu acara-acara ini memerlukan biaya yang besar. malahan antara keluarga nagari. Jampuik anta (jemput antar) 6. Dalam proses perkawinan acara yang dilakukan adalah sbb: 1. Acara-acara yang diadakan sebelum dan sesudah kematian adalah sbb: 1. Cabiek kapan. Tradisi ~ Ma anta pabukoan ~ Ciri khas masyarakat Minangkabau adalah Islam dan adat yang bersendikan syara – syara‘ bersendi kitabullah. manjanguak kandang (mengunjungi. Maanta pabukoan sebuah tradisi yang sudah tidak jelas lagi . timbang tando (timbang tando) 4. oleh karena itu dalam masalah nikah kawin sudah tentu dilakukan sepanjang Syarak. seratus hari dan malahan yang keseribu hari. menjenguk kandang). Nikah 5.itu akan merayakan dalam bentuk pemberian doa selamat kepada si murid. II. mandi maik (mencabik kafan dan memandikan mayat) 4. Dalam pelaksanaan nikah kawin dikatakan ―nikah jo parampuan. Umumnya beberapa kekeluarga di Minangkabau secara kolektif dan bersama menyediakan penganan khas daerah setempat. III. Mambuek janji (membuat janji) 3. mati bajanguak (sakit dilihat. Sakik basilau. ketujuh hari. Pinang-maminang (pinang-meminang) 2. Baganyie (merajuk) 8. Pada upacara yang berkaitan dengan kematian tidak terlepas dari upacara yang berkaitan dengan adat dan yang bernafaskan keagamaan. Melepas Pergi Merantau : dibahas pada mengapa ― orang minang pergi merantau‖. Anta ameh (antar emas). Anta kapan dari bako (antar kafan dari bako) 3. kawin dengan kaluarga‖. keempat puluh hari. Bamadu (bermadu) Dalam acara perkawinan setiap pertemuan antara keluarga perempuan dengan keluarga laki-laki tidak ketinggalan pidato pasambahan secara adat. mati dijenguk) 2. Manjalang. namun pada hakekatnya mempertemukan dua keluarga besar. Kacang pali (mengantarkan jenazah kek kuburan) 5.

namun pemandangan yang ini dikenal sebagai tradisi ‗ma anta pabukoan‘ atau mengantarkan makanan ke rumah sanak keluarga terutama ke tempat mertua. maka – maanta pabukoan – ini hingga ini masih tetap ada. Pada saat memasuki bulan ramadhan. ―babuko basamo jo mintuo‖ (berbuka bersama mertua) dan lain sebagainya. Perhatikanlah masih ada wanita paruh baya dengan bungkusan besar yang dijunjungnya serta di tangan kanannya masih terjinjing sebuah rantang alumunium berjalan menuju kerumah mertua/kerabat suaminya. yang dirindukan dan dinantikan kedatangannya oleh siapapun juga. Riwayat tradisi ma anta pabukoan : Tradisi maaanta pabukoan sama lamanya dengan pelaksanaan Adat Perkawinan. mereka tidak membetuk keluarga batih (inti) yang baru. Sebagai bagian dari keberagamaan dan keber adatan. tidak terlepas dari sistem ‗matrilinial‘ di mana garis keturunan justru berasal dari pertalian darah si perempuan. masyarakat melaksanakan tradisi ‖ balimau ‖ yang mengandung makna tentang kesiapan mental seseorang dalam menjalani ibadah puasa dengan cara mensucikan diri dari segala hadas melalui mandi gadang (balimau) atau mandi junub. sesungguhnya kesempatan ‗ma anta pabukoan‘ merupakan saat yang tepat bagi sang menantu mengambil hati mertua. Ma anta pabukoa merupakan bentuk silaturahmi antar dua keluarga yang eksogami. Pada masa bulan ramadhan itu. bahwa adat perkawinan minangkbau menganut ― perkawinan eksogami. cucu dengan nenek dan istri dengan mertua. selama perkawinan berlanngsung sesuai dengan adat perkawinan. Baik ‗ma anta pabukoan‘ maupun ‗manganta konji‘ tujuannya tetap sama yaitu mendekatkan silaturahmi antara keluarga. para keluarga akan melakukan amalan berupa pemberian anatar makanan kepada kaum kerabat yang dihormati oleh keluarganya. Ketika ia menjadi ― seorang sumando ― dirumah keluarga isterinya. ada yang menyebutnya dengan ―menganta konji‖ (mengantar penganan kolak). Ramadhan adalah bulan suci. masih merupakan tradisi ‗wajib‘. Meski saat ini tradisi ― ma anta pabukoan ― tidak lagi sekental suasana puluhan tahun lalu. Ditambah lagi bila rantang dan bungkusan sang menantu penuh makanan dan beragam kue. anak dengan orang tua. Seorang suami akan tinggal di rumah keluarga istri. dengan raut wajah dan dandanan kebaya serta pakaian muslim berkunjung kerumah mertuanya dengan penuh kegembiraan. terkadang ia sulit bisa meluangkan waktu bisa bertemu dengan orang tuanya walaupun terkadang masih berada di kota yang sama. Seorang mertuapun akan merasakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri apabila menantu dan anak tiba di rumah. Seperti kita ketahui. Tradisi ‗ma anta pabukoan‘ di berbagai daerah di Sumbar sangat beragam sebutannya. Hal tersebut tentunya. Bagi pasangan muda lebih-lebih pengantin baru. Akan tetapi dalam pekawinan itu.batas antara kewajiban adat dengan budaya. Banyak kegiatan khazanah budaya di Minangkabu yang dilaksanakan dengan sangat islami dan minangkabau. .

pandai melayani suami dan penyayang terhadap anaknya. . tetapi bahan dan kualitasnya harus yang terbaik. kedatangan anak cucu ini. dan .goreng ikan / ikan bakar. Makanan tersebut harus yang pilihan dan memenuhi bebagai persyaratan. 2. .lemang pulut dengan tapai ketan. yaitu : 1. Ujian lain yang harus diperhatikan seorang menantu. .kue-kue cake (sejenis bolu) dan . agar menantu jangan ikut menyiap kan menghidangkan makanan dan minuman yang dibawanya pada saat ma anta pabukon tadi untuk menguji sampai di mana rasa hormat dan penghargaan menantu terhadap mertuanya . Menu ‗ma anta pabukoan‘ tidak lagi harus membawa penganan tradisional. Sebaiknya ketika membawa makanan itu disukai oleh keluarga yang didatangi. Bagi seorang Mertua. sang menantu harus meminta maaf dan doa restu menghadapi tibanya hari lebaran.cende (bubur beras yang dibuat bulat) atau .kaliyo jengkol. Waktu pelaksanaan ma anta pabukoan : Puncak acara ‗ma anta pabukoan‘ yang berlangsung sore sebelum berbuka sampai saat shalat tarawih tersebut. Seorang padusi yang berkedudukan sebagai menantu harus rajin membantu mertua dan tidak boleh hanya duduk saja bersama suami dan anaknya.sup. merupakan kebahagian yang tiada tara yang tidak bisa diukur dengan uang. bila sang menantu santun pada mertua. Pada saat ini. katanya. Namun tidak perlu memaksakan diri. sebaiknya pula ia hanya mencoba dan mencicipi ala kadarnya. Makanan pokok .gulai ikan. Karena pada dasarnya penganan tradisional pada zaman dahulu merupakan bahan makanan yang paling banyak disukai orang. Demikian pula pada saat makan bersama. . Makanan ringan lainnya : . dan agar-agar. .rendang/dendeng . apalagi dengan menu makanan. maka ikan dan ayam tersebut haruslah yang terbesar. adalah ia harus bersiap mencuci piring dan membersihkan semua bekas makanan bila telah selesai bersantap. Apabila membawa ikan bakar atau ayam bakar. Tidak hanya ragam makanan yang harus dipersiapkan. ketika ia bertandang kerumah mertuanya Meskipun sang ibu mertua biasanya akan berbasa-basi. Jenis Makanan yang dibawa : Penganan yang dibawa ke rumah mertua tidak bisa berupa makanan yang sembarangan saja..Kebahagian orang tua itu akan lebih penuh lagi.konji (kolak).penganan ringan serta buah-buahan.

pada umumnya mempunyai tugas mengantar nasi atau minuman kopi (juadah) ke sawah atau ladang. sedangkan bararawai adalah bersorak sorei dan bergembira ria. Umumnya kaum ibu yang sudah tidak memiliki suami. yakni tak hanya merekatkan jiwa dalam kedamaian bulan Ramadhan antara mertua dan sanak keluarga dengan membawakan mertua bungkusan penganan. mengandung zat perekat. Sanakku sesama padusi Minang : Penganan pusaka kuliner. ialah perkumpulan. Kecamatan Tanjung Raya. besok di sawah ―B‖. Di areal persawahan di pinggiran Danau Maninjau. ―Bahondoh-Bararawai‖.―Kesederhanaan dan ketulusan hati adalah yang paling utama yang diinginkan seorang mertua. secara berkelompok para ibu itu bergotong royong melakukan pekerjaan yang tergolong berat . Kabupaten Agam. tapi juga mempererat tali silaturahmi setelah mereka berpisah tempat tinggal. dan begitu seterusnya. Arti Kongsi yang sebenarnya. Kita mengenal istilah bahondoh pondoh yang bergotong royong dan berbondong bondong menuju sesuatu yang akan dicapai.‖ Manfaat bagi pengembangan pusasak kuliner : Ma anta pabukoan ternyata bisa mempertahankan penganan tradisional dari kepunahan sehingga keberadaannya tetap dapat melanjutkan kebiasaan lama baik dalam masalah bumbu maupun bentuk ukurannya. yang sering ditunjukkan dalam bentu ― konji‖ . Provinsi Sumatera Barat. dalam rangka mengolah lahan pertanian yang baru selesai dipanen. Tradisi yang Berpantun Bahondoh bararawai adalah tradisi gotong royong padusi minang dalam melakukan pekerjaan besar didunia pertanian. Perkongsian mereka bentuk agar secara begilir mereka dapat melakukan pekerjaan besar. Makna kata ‗perekat‘ itulah agaknya yang terkandung pada tradisi ‗ma anta pabukoan‘. melalui bahondoh (sejenis arisan). Bahondoh artinya berbondong bondong. yaitu bubur ubi jalar yang dicampur dengan pisang batu dan air gula tebu. untuk melakukan pekerjaan bertanam. Dalam istilah lain bahasa Minang ‗konji‘ juga berarti lem atau perekat. Hari ini mereka memangkur (memacul) di sawah si ―A‖. bersiang dan sekian banyak pekerjaan tergolong ringan lainnya yang dilakukan disawah atau diladang. atau sejumlah ibuibu yang sebagian besar sudah menjanda banyak terlibat dalam kegiatan kegotongroyongan ini. kita dapat menyaksikan dan sekalian mendengarkan ibu-ibu kelompok bahondoh itu berbararawai alias melantunkan larik-larik . Nah. Mereka – berkongsi menggarap sawah mereka. lusa di sawah ―C‖. Kaum padusi di lingkungan keluarga petani di Ranah Minang. Keunikannya. sehingga sawah semua peserta kongsi mendapat giliran.

kuplet tersebut disambut dengan kuai alias sorak-sorai ―ha-haaai yeh‖ atau ―huuuui yeh‖. Ujan paneh di Balai Salasa urang batuduang daun taleh Kami batanyo usah baa Sia nan mambalian gigi ameh (Hujan panas di Balai Selasa orang bertudung daun talas Jangan tersinggung kami bertanya Siapa yang membelikan gigi emas) Pantun di atas dikumandangkan sembari mengayun cangkul membalikkan kulit bumi. Adapun si ―gigi emas‖ yang memang sedang berada di tengah kaum ibu yang lagi bahondoh itu. Sampuringeh di tapi aia alah mati mako babuah Ingek-ingek uda balaia lauik sati rantau batuah (Sampuringeh di tepi air sesudah mati maka berbuah Hati-hati kanda balayar lautan sakti rantau bertuah) . Paku baradai ikan taweh dilapah urang di ateh parau Inyo nan maagiah gigi ameh tiado urang nan alun tau (Pakis digulai ikan tawes dimakan orang di atas perahu Dia yang memberi gigi emas tiada orang yang belum tahu) Dan bait jawaban itupun ditimpali beramai-ramai dengan kuai serta koor nyanyian yang begitu spesifik: ―oooo bararawai lah bararawai‖. dari bibir peserta bahondoh-bararawai yang nyaris tiada henti memangkur tanah berair itu bermunculan syair-syair spontan ataupun pantun-pantun gubahan penyair anonim yang telah diakrabi sejak lama oleh masyarakat Minangkabau -yang sengaja saya kutip alakadarnya. Kemudian. tersipu sejenak untuk kemudian membalas (pantun) dengan bijak dan tangkas.berikut bait-bait pantun (berbalas) yang serba komplit. Dan lazimnya. mengandung renunganrenungan tentang suka-duka hidup dan kehidupan yang menariknya dilontarkan secara kocak disertai senda-gurau.

cinta kasih serta kesetiaan. goda-menggoda. dipelesetkan. sarkastik. Sementara tentang orang pelagak. romantik.Ooo bawarawai lah bararawai Tanang-tanang taluak Siboga pandan bagaluik jo ujuangnyo Sanangkan ati sanak ka tingga inyo bajalan jo untuangnyo (Tenang-tenang teluk Sibolga pandan bergelut dengan ujungnya Senangkan hati saudara ditinggal kasihmu berjalan serta untungnya) Ooo bararawai lah bararawai Memang. dan melankolik) itu terus berkembang. misalnya: Sikaduduak di tangah padang ambiak daunnyo untuak ubek Galak bakukuak ayam gadang mancaliak itiak batangkelek (Sikeduduk di tengah padang ambil daunnya untuk obat gelak terbahak ayam jago melihat bebek pakai bakiak) Ha-haaai yeh. Mengenai orang yang tak tahu menaruh sesuatu pada tempatnya. sindir-menyindir menguliti kekonyolan tingkah laku (ke)manusia(an) melalui diksi idiomatikal lokalitas yang mengusung simbol-simbol yang dipetik dari alam sekitar. ajuk-mengajuk. pantun dengan konotasi beragam (berbau ironi. begini: Anak cacak tabang ka Benteng tibo di Benteng makan padi Tan Baro rancak kupiah teleng diresek saku indak barisi (Anak cicak terbang ke Benteng sampai di Benteng memakan padi Tan Baro gagah berkopiah teleng dirogoh saku tidak berduit) Huuuui yeh Anak urang Sabu Andaleh andak manjalang ka Kototuo Bialah bansaik bialah pamaleh ati den kanai kabaa juo . dramatik. melenceng-lenceng: nasihat-menasihati.

maka pihak keluarga anak daro dalam melakukan penyambutan akan diwakili oleh wakil yang terbiasa memimpin upacara adat. . Ikutilah percakapan yang terjadi pada saat penerimaan kedatangan marahpulai.bararawai itu masih kelihatan gembira lagi bergairah. Mungkinkah bararawai berfungsi sebagai perintang waktu atau untuk membunuh kemonotonan. Demikianlah para ibu itu berpantun dan berdendang diiringi kecipak cangkul menerpa tanah berlumpur.(Anak orang Sabu Andaleh hendak pergi ke Kototuo Biarlah miskin biarlah pemalas cintaku mendalam mau apa lagi) Ha-haaai yeh Ooo bararawai lah bararawai Hal yang seyogianya dicatat. Sutan Parmato : (juru bicara pihak keluarga anak daro berdiri sambil mengangkat sembah). Sutan Parmato : ― Sungguahpun angku surang – tampek ambo manibokan sambah – nan sarapeknyolah niniak mamak nan gadang basa batuah – alim ulama cadiak pandai – suluah bendang dalam nagari langkok jo Bundo Kanduang – amban puro limpapaeh rumah nan gadang – sarato nan mudo-mudo – nan capek kakiringan tangan – parik paga dalam nagari Ketek indak disabuik namo – Gadang indak diimbaukan gala – nak jo sambah sajo kasadonyo – kami muliakan…(Kembali mengangkat Sembah dan melanjutkan lagi kata-katanya). namun ―grup‖ bahondoh. setiap bait puntun yang berisi dan disajikan secara berkelakar. senantiasa disudahi dengan nyanyian bernada spesifik ―ooo bararawai lah bararawai‖ saja. Dan jika pantun itu ditimpali atau merupakan pantun-berbalas maka akan diakhiri dengan kuai serta koor ―ooo bararawai lah bararawai‖. : ‖ Manitahlah angku Sutan Permato. Akan tetapi karena menyangkut upacara dan prosesi adat. Pasambahan Penjemputan Pengantin Pria (dilangsungkan di atas rumah) Percakapan yang sering dilakukan pada saat penyambutan kedatangan marahpulai sering dibawakan dengan bahasa yang sebenarnya tidak mudah dipahami. kejenuhan dan rasa penat? Entahlah. selalu disambut dengan kuai. ditingkah ―mbuk-mbuk‖ siamang serta simpai di hutan di tepi kampung. Sedangkan pantun nasib. : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo ka haribaan angku ! Sutan Sinaro : (juru bicara pihak keluarga marapulai berdiri juga sambil mengangkat sembah). Tanpa terasa hari pun berangsur petang. dengan kata lain mengandung kegembiraan seperti pantun jenaka atau yang bertema cinta terhadap lawan jenis tapi dipelesetkan. pantun nasihat berikut keseluruhan kuplet yang relatif serius.

Dt. Parmato) ‖ Ma angku Sutan Parmato? Maaf dimintak sapuluah jari – karano lah rasah angku tagak mananti – maklumlah bajalan indak sadang salangkah – jalan babelok bakeh lalu – Baa nan kini nanko – manjawek tanyo angku tadi – lah kami cari rundiang nan . Batuah : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek Sutan tadi – iyolah kato sabananyo – adaik tanyo iyo bajawek – adaik gayuang iyo basambuik – Tantang jawek bakeh si alek – jalan nan pasa kito turuik – labuah nan golong kito tampuah – Jikok batanyo lapeh arak jikok barundiang sudah makan – Pulang maklum bakeh Sutan ! Sutan Sinaro : ‖ Baa nyo kalau angku Datuak nan manyampaikan…? Datuak Batuah : ― Karano Sutan nan manabang – eloklah Sutan juo nan manutuah! Sutan Sinaro : ‖ Jadi malah angku.Baa nan sakarang kini nangko – Kok dirantang namuah panjang – Elok dipunta naknyo singkek – Batanyo kami ka sipangka – Kok ado nan taraso diati – nan ta ilan dimato – alahko buliah dikatangahkan ? Sutan Sinaro : ― Alah sampai di angku Parmato ? Sutan Parmato : ―Alah.‖ Apo nan manjadi isi pasambahan – iolah tantangan kami alek nan tibo – Nan sabondong lalu – satampuah suruik – sasuai jo janji nan dikarang – sarato padan nan lah diukue – iolah tibo kami disiko – Kok datang alah basambuik – kok tibo alah basonsong – lah dibao naiak kateh rumah – kok duduaklah bakambangkan lapiak – alah kami balapeh angah. Batuah) ‖ Ma angku Datuak Batuah? sambah tibo kaharibaan angku datuak ! Sutan Sinaro : ‖ Tantangan rundiang alek nan tibo indaklah raso kadiulang – Kok bisiak lah kadangaran – kok imbau lah samo kalampauan – Baa di kito kini nangko – kok kato alun bajawek – kok gayuang alun basambuik – iyo nak mintak sipaik bakeh angku Datuak – Baa po dikito pambarinyo ? Baa nyo kalau angku datuk menyampaikan‖. (Lalu menunjukkan sembah kembali kepada St. Sutan! Sutan Sinaro : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek angku Sutan Parmato tadi – alah dalam adaik dalam pusako – alah taracak diundang alah tasungkuik di limbago – Ibaraik urang batukang – alah dibarih makan pahek – alah dirasuak manjariau – Tapi samatang pun baitu – iyo juo bak pangaja urang tuo-tuo kito – Jikok babiduak banakodo – Jikok bajalan banan tuo – Nak ambo elo kato jo mupakaik – mancari rundiang nan saangguak – Basaba malah angku mananti ! Sutan Sinaro : ― yo ambo nanti malah Sutan Sinaro : (menunjukkan sembah kepada ninik mamak rumah : Dt.

Sutan Parmato : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo kaharibaan angku…! Sutan Sinaro : ― Manitahlah angku Sutan Parmato. Selaku Pembawa acara – Sutan Parmato kembali mengangkat sembah. …. (sebutkan nama calon pengantin pria) anak dari …. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ― Dahalu bakapa rang ka Makah – kini lah tabang jo pasawek – Dahulu kato baistinah – kiniko kato basicapek – Disabuik sajo nan paralu – Iyolah tantangan kami nangko – nan sabondong lalu satampuah suruik – namonyo urang tasarayo – tasuruah dek angku…(sebutkan nama.……. maka acara samabah menyembah kembali berlanjut yang tujuan adalah undur pamit kepada Tuan rumah. (sebutkan nama ayahnya serta suku dan kampungnya) ‖ Kok datang kami datang batadaik – ditingkek janjang – ditampiak bandua – langkok jo siriah bacarano – Kok japuik kami japuik tabao – sarato jo urang nan kamairingkan…! ‖ Awak baralek yo baabih ari – tapi pangulu yo baukatu ‖ Karano itu pintak indak kabaulang – kandak indak kamanduo – Tarimolah baju pambaokan kami – nak mintak dipakaikan kapado rang sumando kami…! . Setelah acara santap hidangan selesai dilaksanakan.saangguak – sarato kato nan sagumam – kok bulek lah buliah digolongkan – picaklah buliah dilayangkan – iyo jalan nan pasa juo nan batampuah – labuah nan golong juo kito turuik – Jikok batanyo lapeh arak – jikok barundiang sudah makan – Sakitu sambah bakeh Sutan! Sutan Parmato : ― Kalau baitu putusan kato – tingga dikami manjalani – Bismillahkan lah diangku disitu – nak kami turuikkan pulo di siko ! (Acara ―sambah Manyambah‖ terhenti sejenak untuk menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. suku dan kampung ayah calon pengantin wanita) – ‖ Datang kamari basamo-samo – untuak manjapuik marapulai – calon rang sumando jo minantu kami nan banamo…. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah sampai kanan kanyang – Kok minum iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ‖ Katangahkanlah angku Sutan Parmato―.

barulah dilanjutkan lagi acara dengan alur persembahan menanyakan gelar marapulai. maka sebelum rombongan termasuk rombongan keluarga yang lakilaki berangkat bersama-sama menuju rumah kediaman anak daro. 2. Setelah selesai acara sambah-manyambah ini.Demikianlah. haruslah marapulai memohon doa restu terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan kepada keluargakeluarganya yang tua-tua dan yang pantas untuk dihormati dalam kaumnya. seringkali menjadi sangat mengharukan. dimana yang . 4. Menyatakan bahwa mereka itu merupakan utusan resmi mewakili pihak keluarga Bahwa mereka datang secara adat. Setelah selesai acara santap atau makan kue-kue kecil ini. Sedangkan yang pokok menurut adat untuk disebut adalah yang berhubungan dengan empat ketentuan di atas. akan terputus sementara sambil mempersilakan para tamu makan atau minum segelas air dan mencicipi kue-kue yang telah disediakan. Sehingga peristiwa permohonan doa restu ketika akan berangkat nikah. Oleh karena anak laki-laki di dalam kekerabatan Minang kalau sudah beristeri biasanya akan tinggal di rumah isterinya. membawa sirih dalam carano. Setelah jurubicara tuan rumah menyatakan bahwa rundingan sudah bisa dilanjutkan. mengulangi kembali pertanyaan yang tertunda tadi. Sambil menunggu marapulai berpakaian. barulah juru bicara pihak rombongan yang datang kembali mengangkat sembah. Maningkek janjang manapiak bandua dengan Bahwa tujuan mereka adalah untuk menjemput marapulai (sebutkan namanya Menegaskan bahwa jemput itu jemput terbawa. dan setelah selesai marapulai didandani dan dikenakan busana yang dibawa oleh keluarga anak daro. 3. dan nama orang tuanya dengan jelas). dan diterima oleh jurubicara tuan rumah maka barulah seperangkat pakaian yang dibawa oleh rombongan penjemput diserahkan kepada tuan rumah untuk bisa segera dipakaikan kepada marapulai. kecuali hanya untuk memamerkan keahlian si tukang sembah. Kalimat-kalimat dalam alur persembahan bisa bervariasi panjang dengan menyebut dan membeberkan kembali sejarah kelahiran seorang anak sampai dewasa dan sampai berumah tangga atau mengulang-ulang tambo sejarah ninik moyang orang Minang mulai dari puncak Gunung Merapi sampai ke laut yang sedidih dsb. Pokok-pokok isinya persembanhan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat menjemput marapulai sbb : 1. akan mengiringkan. sekalian dengan keluarga yang calon pengantin wanita. Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan inti maksud kedatangan rombongan. Setelah keempat maksud itu disampaikan. maka sering juga anak laki-laki yang akan kawin itu disebut akan menjadi ―anak orang lain‖. maka barulah jurubicara pihak kelaurga marah pulai secara terperinci mengemukakan maksud kedatangan rombongan melalui alur persembahannya. percakapan kedua belah pihak.

kebudayaannya memiliki sistem nilai budaya yang amat penting. kebudayaan batak toba akan terus ada dan tidak punah di telan zaman. Tak terkecuali dalam adat Batak. SUKU BATAK TOBA MENGENAL PROSES ADAT ISTIADAT DALAM PERNIKAHAN SUKU BATAK Menurut pandangan orang Batak Toba. Keturunan juga termasuk ke dalam kategori kekayaan. banyak keturunan (hagabeon). hingga kini masih berlaku. Pasumandan ini juga didandani dengan baju kurung khusus dan kepalanya dihiasi dengan sunting rendah. yakni harajaon (kekuasaan) ini mereka jaga hingga sekarang. kebudayaan batak toba penting untuk dikaji dan di dokumentasikan. Berdasarkan hukum adat kehidupan sosial orang batak toba diatur dalam sebuah bingkai kebudayaan tradisi. Batak Toba adalah salah satu sub suku Batak yang memiliki kebudayaan yang unik dan khas di antara suku batak yang lain.cicit. Banyak keturunan ialah mempunyai banyak anak. Dalam simbol-simbol tersebut. Kehormatan merupakan pengakuan dan penghormatan orang lain atas wibawa dan martabat seseorang. Realitas ini menunjukkan bahwa kebudayaan batak toba masih di jadikan panduan hidup masyarakatnya. dan handai taulan. Dalam pernikahan adat Batak. Sistem kepemimpinan sosial.akan tetapi beberapa sudah tidak di berlakukan dengan baik dikarenakan ketidaksiapan pemiliknya (orang batak toba) maupun akibat campur tangan penguasa. Setiap suku memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Hukum adat yang berlaku di masyarakat batak toba antara lain hukum adat perkawinan.cucu. .yang menjadi tujuan dan pandangan hidup mereka secara turuntemurun yakni kekayaan (hamoraon) .pertunangan. ada banyak tata aturan dan simbol. maskawin. pihak keluarga anak daro juga membawa dua orang wanita muda yang baru berumah tangga untuk dijadikan pasumandan yang mengiringkan dan mengapit marapulai mulai turun rumahnya sampai disandingkan di pelaminan setelah akad nikah. Beberapa hukum adat ini. hingga perceraian. kerabat. Tanda kebesaran kebudayaan orang batak toba paling penting adalah pernah diberlakukannya berbagai hukum adat.termasuk pemilikan tanaman serta ternak. Dengan begitu.dilepas dan yang melepas saling bertangis-tangisan. yakni yang berkaitan dengan ketentuan perkawinan. tersemat harap dan doa dari keluarga. Yang dimaksud kekayaan ialah harta milik berujud materi maupun nonmateri yang diperoleh melalui usaha atau melalui warisan.dan keturunan-keturunannya. dan kehormatan (hasangapon). Lazimnya dalam acara menjemput marapulai ini. Dalam konteks untuk tetap menjaga kearifan local.

Tata Cara dan Urutan Pernikahan Adat Istiadat Suku Batak 1. 2.Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan) . Marhori-hori Dinding/marhusip Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. dan lain-lain. yang terdiri dari : 1. Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain. yang Gereja di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis 2. Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. Martumpol (baca : martuppol) Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat. 3. Kerabat marga ayah (dongan tubu) 3. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon). Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan. Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk : 1. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat. Anggota marga menantu (boru) 4. membicarakan masalah uang jujur (tuhor). Pengetuai (orang-orang tua)/pariban 5.. terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. Pudun Sauta. Martonggo Raja atau Maria Raja. Mangarisika Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. 7. 4. Kerabat marga ibu (hula-hula) 2. 6. cincin emas. Marhata Sinamot Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot.

tiga. 13. Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria. 11. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar : 1. Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu). maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Mangihut di ampang (dialap jual) Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria. Setelah selesai acara paulak une. 9. terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan). Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon) 1. sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen) 8. Ditaruhon Jual. kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan. maka ia akan dipajae. b. maka paranak. yaitu dipisah rumah . Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru 12. 2. minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik. Pesta Unjuk Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri.Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Manjahea. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar). lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya. Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria. 10. Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria. Paulak Unea a. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. 2. Setelah satu. paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru.

Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga) Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Serdang Hulu. 14. orang Batak menggunakan beberapa logat. Yaitu Kabupaten Karo. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Dilihat dari wilayah administrative. Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk. Tapanuli Utara.(tempat tinggal) dan mata pencarian. Angkola dan Mandailing.Dengan selesainya kunjungan maningkir tangga ini maka selesailah rangkaian pernikahan adat suku batak SEJARAH Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua‘ Baligi (Luat Balige). kampung Parsoluhan. ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo. Deli Hulu. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Kangkat Hulu. dan Asahan. Dairi. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. UNSUR BUDAYA A. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. Toba. Simalungun. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron. B. mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Mandailing dan Tapanuli Tengah. Raron itu merupakan . (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. suku Pohan. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba. Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Simalungun.

Organisasi Sosial a. podang (sejenis pedang panjang). Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah. Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. bajak (tenggala dalam bahasa Karo). tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo). Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. piso surit (sejenis belati). b. Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. sabit (sabi-sabi) atau ani-ani.satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya. Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. E. Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. D. Seperti cangkul. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. hujur (sejenis tombak). piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). C. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Setiap kelurga mandapat tanah tadi .

Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. yang ada kaitanya dengan pariwisata. mendirikan rumah. temmbikar. upacara kematian. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). ukiran kayu. Begu : Tondinya orang yang sudah mati. sapi. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. anyaman rotan. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). dan bebek. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. kambing. Misalnya tenun. Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. orang-orang dalam . Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal. Alat Musik tradisional : Gong. Sektor kerajinan juga berkembang. Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. G.tetapi tidak boleh menjualnya. dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya. babi. NILAI BUDAYA 1. Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. penyerahan harta warisan. F. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. ayam. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Saga-saga.

Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. beranak. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya. menghargai. 6. untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. dan yang baik-baik. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. 5. bercucu banyak. 3. Kumpulan huta disebut horja. Uhum dan ugari Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji. .satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). 2. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. dan saling membantu. Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. 4.

Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturunannya. sere. bawang merah. kaki. leher.Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. dada. disajikan. * Ayam Jantan Merah Panggang (manuk mira narara pedar) dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. paha pangkal. pangkal paha bagian atas. merica. disusun sesuai urutan ketika hewan ini hidup dalam pinggan pasu/piring besar dari keramik. rempelo/bagian dalam perut. kaki dan buntut dimasak dengan bumbu cabe. buah pala dan jintan. bagian kepala. * Ayam Putih Jantan (Manuk Putih Jantan/manuk mira). dan ketentraman hidup warga. bawang putih. garam. . sayap. potongan berupa. merica. ayam dicuci dan dipanggang. lengkuas. dada/badan. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. potongan berupa. jahe. sayap. paha bawah. Persembahan ini dimaksudkan sebagai bukti nyata dari warga untuk pengakuan akan adanya kekuatan gaib yang mengiringi kehidupan. Mereka juga percaya bahwa roh nenek moyang senantiasa memantau kehidupan sosial kemasyarakatan. buah-buahan diantaranya adalah: * Satu Ekor Kambing Putih (hambing putih) yang dimasak dan dipotong sesuai potongan sendi tulang kambing. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare disajiakan/disusun sesuai urutan ketika hewan hidup dalam pinggan pasu atau piring biasa/piring keramik putih ukuran sedang. ikan. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. rempelo/bagian dalam perut. tuah/punggung. dada. Tujuan ritual Hahomion untuk memohon agar roh dan kekuatan kekuatan gaib tetap memantau kehidupan warga dan memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar senantiasa memelihara. buah pala dan jintan. darahnya dicampurkan ke bumbu dan dilumuri secara menyeluruh. sere. paha bagian tengah kaki bagian depan dan belakang. tuah/punggung. garam. Perlengkapan bahan makanan meliputi dari hewan. ketumbar gonseng. mendatangkan kemakmuran. leher. buntut. lengkuas. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. jahe. bawang merah bawang putih. ketumbar gonseng. Daging kambing ini dimasak dengan bumbu seperti cabe. tepung beras. paha bawah. paha pangkal. kepala. leher. kepala.

gula merah ditumbuk/dicetak bisa berbentuk bulat diletakkan di piring. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. itak gurgur dan bahan lainnya. Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang pemberi semangat.-. Di atas itak nani hopingan diberi telur.000. * Aek Naso ke mida matani ari (air kelapa muda ) air yang bersih dan steril. gula putih. kelapa digongseng setengah matang dicampur sampai menyatu dan dapat dibentuk. * Ayam Jantan (manuk faru basi bolgang). * Hajut/kampil. . disajikan di atas nasi kuning yang diberi bumbu di sertakan dengan pisang. direbus/dikukus sampai matang.100. sumpit putih diisi beras. bunga raya dan dedaunan untuk penawar dan bahan lainnya. serre. pisang dan mengemangeni pining (bunga pinang) Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang minta doa restu. Bahan kue ini dari tepung beras. * Itak Gurgur atau Pohul-pohu. merica. ditaruh dalam wadah berupa cawan putih. bawang merah bawang putih. buah pala dan jintan. bunga raya dan roddang (kembang jagung). Cara penyajiannya kelapa muda dilobangi bagian atasnya. jahe. Hajut ini sebagai perlambang kunci persembahan yang dibawa oleh Datu/dukun dan diletakkan di atas meja persembahan bersama bahan sajen lainnya. * Itak Nani Hopingan. * Ihan Batak yakni ikan khusus dari danau toba yang dimasak utuh satu ekor dengan terlebih dahulu dibersihkan bagian perut dan diberi bumbu cabe. Disajikan dalam pinggan pasu dengan posisi ayam duduk. Ayam ini utuh ditujukan kepada yang sakti. gula putih. * Assimun pangalambohi adalah bahan yang terbuat dari timun dipotong panjang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan.Ayam ini yang memasak khusus suami dan hanya para suami yang boleh makan ayam ini nantinya bila ritual selesai. uang pecahan (hepeng) nilai terbesar Rp. kueh dari tepung beras dicampur dengan pisang. sebelum direbus diberi bumbu rendang tapi tak memakai santan. * Sagu-sagu. * Tanduk horbo paung yang terbuat dari pisang berukuran besar-besar seperti pisang ambon/pisang Batak yang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. Bahan kue ini dari tepung beras dimasak tanpa gula kemudian dipadatkan dibentuk menggumpal/membulat. lengkuas. di atas lobang tersebut diletakkan jeruk purut dan bunga raya merah. ayam dipotong dibelah/dikeluarkan bagian dalam perutnya. garam. ketumbar gonseng. * Anggir pangurason yakni air yang dicampur dengan jeruk purut. dengan menggunakan jari/genggaman. ditutup dengan daun sirih.

Khusus Datu memakai pakaian baju berwarna hitam yaitu melambangkan bahwa datu tersebut seolah-olah bertindak sebagai perlambang kehadiran Debata Batara Guru (salah satu dari Debata Na Tolu) yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kebijakan.Konon katanya tarian ini adalah sebuah tarian yang dipentaskan pada saat seorang raja atau partuanon(yang di tuankan) meninggal.dimana merupakan tempat bergabungnya orang orang simalungun yang benar benar cinta dan ingin mengetahui serta menggali kembali budaya simalungun tersebut.dan biasanya di pagelaran acara ritual ini mengandung ‖magis‖ dan para aktornya tidak jarang .* Perlengkapan makan sirih yaitu daun sirih.terlintas pada suatu foto seorang dengan memakai topeng. * Pergondangan yaitu menyiapkan satu gordang (gondang besar). dan ditaburkan kemenyan sedikit demi sedikit. * Perlengkapan pakaian untuk semua peserta upacara adalah memakai pakaian adat Batak Toba (ulos). gambir. sementara pada kepala memakai ikat kepala berwarna merah yakni melambangkan Debata Bata Bulan yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kekuatan. SUKU SIMALUNGUN Tarian Toping-toping dan Huda-huda Awal mulanya mencoba bergabung dalam sebuah grup suku simalungun. ogung ihutan dan 1 ogung oloan panggor dan 1 buah sarune.yaitu foto tarian toping-toping dan huda huda yang selama ini sudah jarang sekali di pentaskan. Upacara adat horjabius ini dilakukan untuk sekedar mengenang ritual yang dilakukan nenek moyang kita BatakToba yang terdahulu dan disamping itu mereka hendak melestarikan budaya yang mereka miliki yang juga berguna untuk menarik wisatawan kedaerah Batak. bagi perempuan ulos diselempangkan atau diselendangkan sebagai pengganti baju. bagi laki-laki ulos disarungkan dan diselempangkan tanpa baju. Bagi orang tertentu memakai ikat kepala menunjukkan kedudukan dalam pranata sosial. buah pinang dan tembakau. * Perlengkapan lainnya adalah ―Dupa‖ tempat membakar kemenyan.Setelah melihat pembahasan komentar dari orang simalungun yang bergabung dalam grup tersebut ternyata foto itu adalah foto sebuah tradisi orang simalungun. yakni wadah yang diisi abu. kapur. Aroma khas kemenyan dimaksudkan untuk mengundang kehadiran mahluk gaib/kekuatan gaib untuk hadir dan menyatu dalam ritual yang dilaksanakan.Setelah melihat berbagai foto foto yang dihimpun. cengkeh. bara api. 5 buah topong (gondang yang ukurannya lebih kecil) 1 buah kesik (hesek-hesek) dan 2 buah ogungdoal (Gong).

Saking sedihnya. Salah satu binatang buruan itu adalah burung enggang. apabila ada . Anak yang dikasihinya meninggal dunia. Terlihat lucu!. keluarga yang berduka menyewanya dari pemilik. Terlihat lucu juga!. salah seorang diantara mereka memperhatikan sisa-sisa peralatan dan makanan tadi. peralatan tari topeng masih dipelihara dan dirawat oleh penduduk desa itu dan beberapa desa di sekitarnya. sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari. Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri. Saat itu. seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. Karena tidak ada seorangpun berani melakukannya. Saat ini. merupakansebuah kekayaan budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. kini acara seperti ini hanya merupakan acara budaya yang tidak mempertunjukkan unsur magis lagi. Ide membuat patung ini selesai. setelah itu saya coba mencari informasi dari internet awal mula dari tarian tersebut adalah sebagai berikut : Konon di zaman dahulu kala. Masalah ketidaksediaan permaisuri melepas mayat anaknya untuk dikebumikan menjadi topik pembicaraan mereka. Lantas dibuat satu lagi ‖patung‖ manusia berwujud perempuan. hingga nantinya mayat anaknya terlepas dari tangannya. di talun sedang berlangsung acara memasak binatang hasil buruan mereka. siapa yang akan melakonkannya di depan sang putri. Membuat pertunjukan lucu di depan sang putri. Alasannya. Pelepah pinang yang biasa mereka gunakan tempat cuci tangan diukir menjadi ‖patung‖ manusia berwujud laki-laki dan dikenakan di muka seorang lagi.kerasukan roh orang meninggal. Sisa daging enggang (paruh dan tulang lehernya) dicoba dikenakan di kepala salah seorang dari mereka. Tetapi. Alhasil. namun permaisuri tidak mengindahkannya. Usai bersantap. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren. Untuk memainkan upacara ritual ini. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk. bagaimana caranya agar sang putri mau melepas mayat anaknya yang sudah membusuk itu untuk dimakamkan. Masalahnya. Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ‖martambul‖ turut prihatin. Lantas mereka mencurinya dan memakamkannya!. Maka ide lainpun muncul. Intinya. salah seorang dari mereka memiliki ide. Topingtoping dan Huda-huda. Berbagai cara sudah dilakukan.

Para penari topeng itu merebut mayat anak tadi. Demikian kisahnya. Upacara ritual ini masih dilaksanakan penduduk hingga di abad globalisasi dan informasi ini. Negeri Dolok. Selain itu pada acara ritual pemakaman. Diatei tupa ma banta ganupan horas tanoh simalungun. Mereka mempersiapkan tiga orang memainkannya di depan permaisuri.. muncullah ide menutup seluruh tubuh mereka dengan kain. Sejak itu. Toping-toping dan Huda-huda acapkali digelar pada acara-acara budaya Simalungun seperti pada Pesta Rondang Bintang atau pagelaran budaya bersama di Sumatera Utara. persoalan mayat bayi membusuk dapat diselesaikan tanpa seorangpun mengetahui orang yang ‖mencuri‖ dan menguburkan mayat itu.. Kini. mereka masuk ke ruang sang permaisuri. Setelah semuanya dipersiapkan dan mereka yakin pertunjukkan itu akan menarik perhatian sang permaisuri.orang yang tau maka mereka pasti dihukum. Mayat bayi di pangkuannya lepas!... Sebuah peninggalan masa lalu Simalungun yang seharusnya tidak punah begitu saja. Menurut keterangan seorang tokoh penduduk desa ini. dan dia terkejut. Lantas. . Singkatnya. Termasuk di Hampung. Dua pelakon patung manusia muka ditutup dengan topeng dan tubuhnya ditutup dengan kain. ketiganya diberangkatkan memasuki istana raja. mereka memikirkan cara agar aktor-aktornya tidak dikenali siapapun. Perlu dipelajari para generasi muda!. Saat permaisuri melihat ketiga patung aneh itu. dan dikepalanya dikenakan paruh dan kepala enggang. Melarikannya ke hutan dan menguburkannya. beberapa desa di wilayah Silau Kahean dan Raya Kahean masih melaksanakan upacara ritual ini. Pelakon burung enggang tadi seluruh mukanya ditutup dengan kain.

dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa.Budaya Simalungun Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Tanoh Jawa. diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur. yakni Silimakuta. Panai dan Dolog Silau. Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. Purba dan Raya. . Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama Marcopolo dan petualang dari Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut. terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore. Simalungun Sumatera Timur. Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau. Nakureh). kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua (kerajaan yang Dua)Selanjutnya. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Sejak saat itu. Pada masa itu. Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial. kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh). Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) maka tiga (3) daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri. Pada saat itu. maka terbentuklah harajaon na opat (kerajaan Berempat) yaitu: Siantar.

peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah, penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun. Tiga fase Kerajaan Simalungun. Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou. Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‗raja‘ berasal dari India yaitu ‗raj‘ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416 kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan

bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodra menuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian, sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing. Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan. Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara. Ekspedisi itu dikenal dengan ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Panglima Indrawarman yang berasal dari Damasraya Djambi (Wibawa, 2001:14-15) yang kemudian mendirikan Kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad XIV. Untuk mempertahankan, daerah vasalnya, maka raja nagur menyerahkan kekuasaannya kepada para panglima dan mempererat hubungan dengan pematang (central kekuasaan) semakin erat dan kokoh. Dengan demikian di Simalungun sampai pada tahun 1883 terdapat kerajaan yang sifatnya konfederasi (Dasuha dan Sinaga, 2003:31) yakni kerajaan Siantar (Damanik), Panei (Purba Dasuha), Dolog Silau (Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (Sinaga). Wilayah Dolog Silau yang begitu luas dan intensya pertikaian antar huta, maka dibentuklah tiga partuanon, yakni Partuanon Raya (Saragih Garinging), Partuanon Purba (Purba Pakpak) dan Partuanon Silimahuta (Purba Girsang). Strategi ini ditempuh untuk mempererat kekuasaan Dolog Silau dan tiga kerajaan besar lainnya. Setelah penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) pada tahun 1907 yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermuda politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni kerajaan Silimahuta (Purba Girsang) yang Pematang nya di Pematang Nagaribu,

kerajaan Purba (Purba Pak-pak) dengan pematang di Pematang Raya. Dengan demikian setelah penandatanganan Korte Verklaring, Simalungun mengenal tujuh kerajaan yang bersifat konfederasi, yakni dikenal dengan sebutan Kerajaan nan tujuh (harajaon Na pitu-siebenvorsten) (Tambak,1982:20-128; Tideman,1922:3-11). Pasca penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) itu, maka oleh pemerintah kolonila Belanda, penguasa pribumi (native states) ditugaskan untuk mengurus daerahnya sendirinya sebagai penguasa swapraja. Sebagai penguasa daerah yang otonom mereka memiliki status sebagai kepala pemerintahan daerah Pakaian Adat Simalungun Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung ―kekuatan‖ yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya. Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan mangulosi (memberikan ulos) yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Ulos dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain. Ulos dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya ulos penutup kepala wanita disebut suri-suri, ulos penutup badan bagian bawah bagi wanita disebut ragipane, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Ulos dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Dalihan Natolu, yang terdiri dari tutup kepala

Budayawan Simalungun. nenek. Ase Mariah uhur nami………. Semua anak boru dipimpin oleh anak boru tua. itulah yang benar Terjemahan bebas : ( oppugn Rintei ) disebut . Keluarga anak boru yang seperti ini mengambil isteri turun temurun dari keluarga marga kita atau kepada saudara kita yang satu temurun dari neneknya nenek anak boru manipat.(ikat kepala). Pihiran dapeni Tondimu……………………)** Podas marbagal podas marganjang. Yang dimaksud dengan anak boru ialah keluarga yang mengambil isteri dari keluarga marga kita mulai dari jenjang kita bapak. Tondong Dibata Idah.)** Horas ma ham panogolan )* Ase malum uhur Bapa – Inangmu…………. namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik. Menurut Muhar Omtatok. dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah. disebut Gotong Porsa).)** Pihirpe boras pihir on. horas. tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan. Mamupus salimbubu ulumu pihir…………. Martutur atau Sebutan Kekerabatan Pada Suku Batak Simalungun (3) Pengertian Anak Boru.. kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik. Anak boru ini tidak berani menolak apa saja yang ditugaskan oleh tondong kepadanya mengingat doa tondong sewaktu anak boru ini masih bayi atau pada waktu sibayi diberi nama pada upacara membawa mandi pertama kali kepancuran ( patuaek ) dan sewaktu si bayi dsemburi ubun – ubunnya dengan air sirih doanya sebagai berikut : Totou Sanggah Mamupus Doa sewaktu menyemburkan sirih di ubun – ubun si bayi.)** Horas. Semua jenjang anak boru ini bertanggung jawab untuk melaksanakan segala pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak keluarga orang tua isterinya ( tondong ) pada upacara adat istiadat maupun pekerjaan sehari – hari apabila dalam keadaan yang memerlukan bantuan tenaga maupun pemikiran. horas ! Terjemahan bebas : Dijawab oleh para pemili dengan. nenek bapak dan neneknya nenek atau lima tingkat atau lima generasi dari rumah tangga kita. Gendeo bahen suruhen.

Rahayu. Anak Boru Manipat maksudnya ialah keluarga yang sudah sejak nenek neneknya ( oppung ni oppung) atau lima turunan dari keluarga itu mengambil isterinya kepada keluarga marga itu..)** Selamat sejahtera lah engkau Panogolan )** Semoga berbahagia Ibu – Bapakmu……. sebagai berikut : Anak boru lakkip maksudnya ialah yang mengmbil isteri dari keluarga Marga kita atau saudara kita yang perempuan dari se-ibu se-bapak dan anak saudaranya Bapak kita. tetap juga keluarga itu menjadi Anak Boru ( manipat ) dan mungkin pada jenjang turun ke lima dari nenek dari nenek ( oppung ni oppung ) itu kembali lagi mengambil isteri dari keluarga marga kita jalur yang turun temurun inilah yang dimaksud Anak Boru Manipat. Anak Boru Mintori.Bertua Tuhan Yang Maha Esa yang kelihatan.)** Keraspun beras ini. Anak Boru Tua maksudnya ialah keluarga yang mengambil saudara perempuan dari neneknya Bapak yang dilahirkan oleh generasi ke lima. Lebih keras lagi Rohmu………. Menyebur ubun – ubun kepalamu keras………. Secara warisan anak boru tua inilah menjadi penanggung jawab semua tuga anak boru. Seandainya dibawah jenjang dari nenek neneknya itu ada yang tidak mengambil isteri kepada marga kita.Anak boru Marbuat ( mengambil/perkawinan ) Anak Boru Manipat.)** Rahayu. Anak Boru Daroh maksudnya ialah keluarga yang mengambil isteri dari saudara perempuan atau kakak. Anak boru yang termasuk Anak Boru Manipat adalah turun temurun mengambil isteri dari keluarga kita.. adik ( oppung/Amboru ni bapa ). Anak Boru Mintori maksudnya ialah keluarga yang mengambil anak perempuan dari si A disebut Anak Boru lakkip yaitu keluarga si C. Rahayu ! Jenis – jenis Anak Boru Anak boru ada dua jalur/jenis yaitu : .)** Lekas besar lekas tinggi Agar kelak guna disuruh Supaya pikiran kami gembira………. Anak Boru Tua. disebut oleh si A ialah .Anak boru Manipat ( turun – temurun ) . yang mengambil anak gadis menjadi isterinya dari keluarga Anak Boru Mintori dari si A. dan yang mengambil ( membuat ) wanita dari keluarga si C disebut oleh si C ialah anak boru iakkip tetapi si A menyebut tutur kepada anak boru iakkip si C ialah Anak Boru Mintori.

misalnya si A menyebut tutur kepada si C adalah Hela maka yang mengambil anak wanita si C menyebut tutur sebutannya kepada si C ialah tulang. maksudnya ialah dari wadah Martondong Marsinina. amboru. inang ( bapak. anturang. ibu ) Tulang. Tutur sebutan pemanggilan si A dan keluarganya kepada semua keluarga Anak Boru Mintori. ibu mertua dari suami adik. ( Waluh tutur Jabu – jabu ) dan ditemukan delapan induk tutur sebutan pemangilan ( Waluh Induk Tutur pandiloonkon ) yaitu : Waluh tutur Jabu : Sanina ( saudara ) ( delapan sebutan ke rumah ) Gamot ( saudara yang disyahkan menurut adat ) Sanina Inang ( Ibu beradik kakak ) Sapariban ( Isteri beradik kakak ) Tondong ( keluarga pengambilan isteri ) Tondong Ni Tondong ( mertuanya mertua/bapak mertua isteri ) Anak Boru (keluarga suami adik kakak perempuan kita) Anak Boru Mintori ( keluarga yang mengambil wanita dari keluarga anak boru ) Waluh Indung Ni Tutur Walauh Indung Ni Tutur ( delapan induk/pokok tutur sebutan ) yaitu : Opat Indung Ni Tutur Maganjang ( Empat Induk Tutur sebutan kejenjang atas ): Oppung ( nenek laki – laki / perempuan ) Bapak. ( Bapak Martua ) dan seterusnya di sesuaikan dengan jenjang masing – masing. kakak) Opat Indung Tutur Matoruk ( Empat Induk Tutur jenjang kebawah ) Anak ( anak kita dan anak saudara ) Parumaen ( menantu perempuan/isteri anak ) Panogolan ( anak ipar. Waluh Sibanjaran. Anak Boru Ni Mintori dan Anak Boru Mintori Ni Mintori adalah sama dengan tutur keluarga si A kepada keluarga si C hanya tergantung kepada penyesuaiannya. Waluh Sibanjaran ( delapan kelompok ). ibu mertua ) keluarga isteri Makkela. di temukan delapan unsur rumah tangga.Anak Boru Ni Mintori dan yang mengambil perempuan jadi isteri dari keluarga Anak Boru Ni Mintori si A disebut oleh si A ialah Anak Boru Ni Mintori. Maranak Marboru. anak adik. bibi ( bapak mertua. mami ( bapak mertua. kakak isteri ipar ) Hoppu ( cucu dari jalur tondong. sanina dan anak boru ) .

baik yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak. setiap warga masyarakat akan dituntun kearah sikap tunduk dan patuh pada norma-norma. penertib dan pengaman kehidupan masyarakat. Hal ini maka setiap individu Karo terikat kepada daliken si telu. apabila kelompok mengendalikan prilaku kelompoknya. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Daliken si telu ini didukung oleh tiga aktor yang dikenal dengan kalimbubu. Teori yang dipergunakan adalah teori pengendalian sosial dan nilai budaya yang dominan didalam daliken si telu. dan pengendalian sosial juga merupakan suatu kekuatan untuk mengorganisir tingkah laku sosial budaya. norma-norma tetap diwariskan secara turun temurun sehingga yang harus dipatuhi. untuk mengkontrol semua tingkah laku warganya ketika akan bersosialisasi. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya atau tidak. maupun berkerabat karena hubungan perkawinan. Pengendalian sosial adalah suatu proses. Tujuan pengendalian sosial terutama untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya maupun tidak. baik berkerabat karena hubungan darah (seketurunan). Dengan kata lain. Pada prinsipnya pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. . juga sebagai penggerak dan pendorong pembangunan. Melalui daliken si telu masyarakat Karo saling berkerabat. sehingga pengendalian sosial mempunyai kekuatan yang membimbing manusia. dan perubahan menuju masyarakat yang dicita-citakan.Studi ini bertujuan untuk memahami daliken si telu yang terdapat pada Masyarakat Batak Karo dalam mengendalikan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat Karo. yang berisi norma-norma yang telah berlaku sepanjang masa walau pun sama sekali tidak mempunyai alat memaksa seperti hukum. Adapun nilai-nilai yang dominan yang terdapat didalam daliken si telu adalah nilai gotong royong dan kekerabatan. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. pengendalian terjadi apabila seseorang diajak atau dipaksa untuk bertingkah laku sesuai dengan keinginan pihak lain. dan untuk mencapai keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/keseimbangan. Sedangkan adat istiadat tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat yang nyata. dan anak beru. sembuyak/senina. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. Adat istiadat mengandung makna hukum yang memiliki fungsi pengatur. Maka pengendalian sosial adalah suatu sarana yang ada dalam masyarakat untuk mempengaruhi. kelompok mengendalikan prilaku anggotanya. ketika menyelenggarakan kepentingan bersama. Daliken si telu adalah bagian dari masyarakat Karo yang merupakan landasan bagi sistem kekerabatan dan semua kegiatan khususnya kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan adat-istiadat dan interaksi antar pada Masyarakat Karo. aturan yang ada atau yang dikehendaki oleh masyarakat. Melalui sosialisasi ini. Seperti telah dikemukakan bahwa pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. nilai-nilai budaya.

demikian sebaliknya. mengarahkan. Keuntungan lain adalah kedudukan orang yang diberi klen (marga/beru) menjadi jelas dalam struktur adat Karo. Bahkan bila muncul masalah-masalah sosial didalam keluarga masyarakat Karo. tetapi dalam bidangbidang tertentu (didalam adat istiadat karo) jelas jauh melebihi orang tua kandungnya yang bukan berasal dari etnis karo. dia berhak mewarisi tanah adat yang ada dimiliki suaminya. dan sah. dia dapat memilih mau diselesaikan berdasarkan jalur hukum negara yang berlaku boleh. membina. Jalan keluar yang ditawarkan daliken si telu bervariasi. bila salah seorang calon pengantin bukan berasal dari etnis Karo. Keuntungan lain dengan pemberian klen ini. selalu menyarankan agar calon pengantin etnis non Karo tersebut disyahkan menjadi ―orang Karo‖ yaitu diberikan klen (merga/beru). nilai ini berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan. Berhak mendapat pelayanan berdasarkan adat istiadat karo. Unsur kedua adalah psiko budaya. maupun secara pribadi. bergantung kepada masalah yang muncul. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa daliken si telu sebagai bagian dari budaya Karo. diselesaikan sesuai dengan hukum adat karo juga boleh. kedudukannya sama didalam adat dengan keluarga yang kedua orang tuanya sama-sama satu etnis. sembuyak/senina. Keuntungan lain adalah. dan anak beru. membimbing atu bahkan memaksa warga masyarakat Karo agar mau mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah adat istiadat karo. Sedangkan kerugiannya . berdasarkan nilai kekerabatan. dan sekaligus diberikan orang tua adatnya. Didalam ―tubuh‖ daliken si telu ada dua unsur. sembuyak/senina. dengan demikian hubungan kekerabatan dengan keluarga pihak impal (calon suami atau istri menurut adat istiadat karo) dari etnis karo yang kebetulan menikah dengan non karo tetap terjalin erat. baik secara kelompok (kalimbubu. dan anak beru). Ini berhubungan dengan manusia sebagai subjek dan objek. tetap berperan penting. Sebagai contoh misalnya masalah penyimpangan dalam perkawinan. Kepada yang bermasalah tinggal memilih. bila muncul masalah-masalah sosial dalam keluarga pembauran ini. selesai. pertama adalah sistem sosial yang bersifat terbuka yaitu kalimbubu. Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga pembaruan ini. Pemberian klen ini bukan bertujuan untuk mengkaronisasikan etnis non karo yang ingin berjodoh dengan etnis Karo. tetapi bertujuan agar mekanisme daliken si telu tetap berfungsi semestinya. Peranan orang tua adat dalam bidang-bidang tertentu (diluar adat istiadat karo) sama dengan orang tua kandungnya. pihak daliken si telu calon pengantin yang beretnis Karo. anak beru). untuk mengajak. bila daliken si telu pihak bermasalah ikut berpartisipasi menyelesaikannya. jalur mana yang hendak dipergunakan. bila kelak suaminya meninggal dunia. ini berhubungan dengan nilai. masalah itu baru dikatakan tuntas. Jadi. kebersamaan dan gotong royong yang dilandasi nilai kasih sayang. sembuyak/senina. memahami hubungan daliken si telu melalui pendekatan pengendalian sosial adalah memahami bagaimana caraberpikir dan cara bertindak aktor yang tiga (kalimbubu. khususnya bila calon pengantin itu wanita. Seseorang berkedudukan sebagai kalimbubu bargantung kepada situasi dan kondisi.Dalam hal ini hubungan daliken si telu dengan pengendalian sosial jelas. untuk mengikat aktor yang tiga tersebut dalam jaringan kekerabatan.

Si istri tidak berhak mengelola harta warisan marga suaminya. dia tidak berhak dimakamkan dipekuburan keluarga suaminya. bila ada acara-acara adat dalam keluarga istrinya si suami akan menjadi canggung karena tidak mengetahui posisinya dalam acara adat tersebut. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat (Karo). Bagi pria non karo yang menikah dengan wanita karo. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat Karo.A. maka keluarganya tidak mempunyai kalimbubu sierkimbang. dia tidak berhak mendapatkan harta warisanadat hal ini karena pembagian harta warisan ada melibatkan pihak daliken si telu. anak beru. Kerugian bagi anak kandungnya. anak kandungnya tidak mempunyai marga/beru dalam struktur adat Karo. apakah sebagai kalimbubu. Bila timbul sengketa didalam keluarga yang mereka bina. tetap tidak sah menurut adat istiadat Karo. senina/sembuyak B. . kalaupun tahu posisinya. maka keluarga yang mereka bina tidak mempunyai anak beru berdasarkan daliken si telu. bila timbul sengketa dalam rumah tangga mereka. kalaupun tahu posisinya. Bila ada acara-acara adat Karo. si anak tidak memiliki struktur yang lengkap menurut adat karo. karena anak-anaknya yang dilahirkan tidak mempunyai kalimbubu daerah. Kalau si istri meninggal dunia. tidak ada yang mengosei (meminjamkan dan memakaikan pakaian adat) kepada suaminya. si pria tidak mempunyai klen (marga). si istri (wanita) menjadi canggung karena tidak mengetahui dimana posisinya dalam acara adat tersebut. Bagi wanita non karo yang menikah dengan pria karo. demikian pula anakanak yang dilahirkannya. tetap tidak sah menurut adat istiadat karo. demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkannya walaupun mereka memiliki anak laki-laki. dan anaknya tidak mempunyai kalimbubu daerah berdasarkan konsep daliken si telu. si wanita tidak mempunyai beru. Bila ada acara-acara adat.

.

.

.

Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas. Pada masa itu hanya budaya Hoabinh. Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batubatu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta.Suku Nias Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias.000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Sejarah Kebudayaan Suku Nias Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. bahkan ada indikasi sejak 30. Penelitian Arkeologi Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang Mitologi Menurut masyarakat Nias. Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun lampau kata Prof. . Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias. orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias. salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Dalam bahasa aslinya. sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian.

dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap) Ni'owuru (daging babi yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama) raki gae (pisang goreng) tamboyo (ketupat) 2. Marga-marga umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada. Makanan Khas        Gowi Nihandro (Gowi Nitutu . Ubi tumbuk) Harinake (daging Babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil) Godo-godo (ubi / singkong yang diparut. Dengan kata lain Ya‘ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian. rasa hormat. dan . dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang di taburi dengan kelapa yang sudah di parut) köfö-köfö(daging ikan yang dihancurkan. Tari Mogaele 6. Omohada (rumah adat) 9. Tari Perang 3. Fame ono niahalo (pernikahan) 8. Sapaan Yaahowu 7. Lompat Batu 2. Tari Moyo 5. Dari arti Ya‘ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Khas Nias 1. Maena 4. Fame'e toi nono nihalo(pemberian nama bagi perempuan yang sudah menikha) Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam ―Ya‘ahowu‖ (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia ―semoga diberkati‖). Minuman   Tuo Nifarö (minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias "Pohon Nira" = "töla nakhe") yang telah diolah dengan cara penyulingan) Tuo mbanua (minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa) Budaya Nias 1.Marga Nias Suku Nias menerapkan sistem marga mengikuti garis ayah (patrilineal). tanggungjawab.

Pakaian Adat Suku Nias Pakaian adat suku Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si‘öli untuk pakaian perempuan. Berdasarkan sejumlah bukti peradaban tertua. kemurnian dan kedamaian. termasuk yang tidak terungkap. merah. serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton. tanggap. ketabahan dan kewaspadaan. kekayaan. kemakmuran dan kebesaran. Adapun filosofi dari warna itu sendiri antara lain:  Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni‘obakola) dan pola bunga kapas (Ni‘obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan. keberanian dan kapabilitas para prajurit. dan putih.  Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga (Ni‘ohulayo/ ni‘ogöna) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah. Pulau nias sebagai pulau utama dengan luas sekitar 5. Terlebih lagi setelah tertimpa dua bencana : gelombang tsunami pada 2004 dan gempa bumi pada . Masyarakat nias secara turun temurun menyebut diri sebagai one niba (orang nias) secara harafiah berarti anak manusia yang diyakini oleh sebagian ahli antropologi dan arkeologi sebagai salah satu puak-puak (suku) berbahasa Austronesia—salah satu leluhur nusantara yang datang paling awal dari suatu tempat di daratan asia.   Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan. Tinggalan-tinggalan para leluhur seperti rumah adat. mulai dari kehidupan sehari-hari didesa tradisional. orang nias dihubungkan dengan perkembangan tradisi megalitik (batu besar) yang hingga saat ini masih terlihat keberadaannya. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam.pengetahuan. dan tari perang telah menjadi ikon peristiwa yang luluh lantak.500 kilometer persegi. Jika seseorang bersikap demikian. suasana budaya (cultural landscape) hingga peninggalan megalitik dan arsitektur yang mengagumkan. menyimpan sejumlah misteri dan keunikan. dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya‘ahowu). Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian. Jadi makna yang terkandung dalam ―Ya‘ahowu‖ tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama. tradisi lompat batu.

Lompat batu atau yang dikenal dengan nama ―fahombo batu‖ sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias. Tidak semua masyarakat Suku Nias melakukan Tradisi ini. Hal tersebut disinyalir karena perbedaan budaya nenek moyang atau leluhur masyarakat Nias. dapat menjadi pilihan wisata yang menarik bagi para tetamu yang datang dari jauh. Karena begitu tingginya tingkat prestisius dari tradisi ini. ada unsur magis dimana seseorang yang berhasil melompati batu dengan sempurna. Salah satunya adalah tradisi Lompat Batu di Nias. tradisi ini juga menunjukan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya. Hanya mereka yang berada di Nias Selatan khususnya di daerah Teluk Dalam yang melakukan tradisi akrobatik ini. Harapannya. Terlepas dari aspek pariwisata sehingga tradisi Lompat Batu menjadi begitu terkenal. sejumlah pihak telah berupaya membangun kembali nias dengan berbasiskan nilai-nilai budaya yang kini terancam lenyap. untuk mengembalikan kejayaan seperti sedia kala. Akhirnya. Sesuai pertumbuhan anak tersebut. bahkan seluruh masyarakat desa. yang masih menyimpan sejumlah tinggalan budaya dan para penutur sejarah. Banyak orang yang percaya bahwa selain latihan. Tidak hanya bagi individu yang melakukannya. Oleh karena itu biasanya setelah anak laki-laki berhasil melakukan tradisi ini. Desa-desa tradisional di pulau nias. akan diadakan syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. kegiatan ini mampu mengembalikan kecintaan pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. . Tradisi melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dan ketebalan 40 cm ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. selain menjalankan roda perekonomian Pulau Nias. Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap heroik dan prestisius. Orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap matang dan menjadi pembela kampungnya jika ada konflik dengan warga desa lain. latihan tersebut akan dibuktikan pada tradisi Lompat Batu ini. maka setiap pemuda dalam masyarakat Nias melakukan latihan sejak berumur 7 tahun. Jelas tidak mudah untuk melakukan tradisi ini. mereka akan terus berlatih melompati tali dengan ketinggian yang terus bertambah sesuai usia. meskipun sudah berlatih sejak lama.2005. melainkan juga bagi keluarga orang tersebut. maka mereka telah diberkati oleh roh leluhur dan para pelompat batu sebelumnya yang sudah meninggal. Terbukti tidak semua pemuda dapat melakukan tradisi lompat batu ini. Masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk membuat budayanyaberagam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Tradisi yang berasal dari Suku Nias yang tinggal di Pulau Nias sebelah barat Pulau Sumatera ini memang terbilang unik.

Selain mengangkat derajat seseorang yang telah berhasil melompat batu. Oleh karena itu dibutuhkan keahlian ini untuk melarikan diri atau dapat memasuki desa sasaran. pemuda yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik. Cara ini juga terkadang dilakukan untuk mengukur kematangan seseorang untuk menikah. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat . yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. tradisi Lompat Batu ini juga menjadi kebanggan Indonesia karena merupakan keunikan dan kekayaan yang bersemayam di bumi pertiwi ini. SUKU TIONGHOA Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial. sekalipun tidak saling kenal. Oleh karena itu hak dan kewajiban sosial mereka sebagai manusia dewasa sudah bisa dijalankan. Tradisi Lompat Batu ini memang cukup unik dan menarik dan menjadi ciri khas Suku Nias. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya. keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat. namun beberapa masyarakat setempat menggambarkan bahwa tradisi ini berawal dari zaman dahulu saat ketangkasan melompat batu sangat dibutuhkan oleh Suku Nias. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain. ADAT PERNIKAHAN Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan. Dahulu setiap desa dipagar dan dibentengi oleh batu sebagai pertahanan. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian. yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau. Tidak hanya itu. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah.Belum jelas darimana dan mengapa tradisi ini berasal.

dari Anthony S. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain. UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. seperti ka****k namun masih menjalankan adat istiadat ini. Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil. Sangjit dilakukan setelah acara lamaran. pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing. . Dalam prakteknya. Oleh karena itu. Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain : A. tapi masih satu nenek moyang). agama. Mak comblang biasanya dari pihak pria. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain. Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan. adat setempat. Prosesi Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit Dalam rangkaian adat Tionghoa. Musical Connections.‖ jelas Anthony S.diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini. maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan. karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah. Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga. ―Secara harfiah. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. Upacara menjelang pernikahan : Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu : Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang.

Jumlahnya variatif. keluarga wanita pun memberikan seserahan pada keluarga pria berupa manisan (seperti permen/coklat) dan berbagai keperluan pria (baju. Sangjit biasanya diadakan antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara jam 11. Wakil keluarga wanita juga memberikan ang pao ke tiap-tiap pembawa seserahan yang biasanya terdiri dari para gadis/pemuda yang belum menikah tersebut (ang pao diberikan dengan harapan agar enteng jodoh). sapu tangan. Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan. dan seterusnya. Barang-barang ini tentu saja memiliki makna simbolis yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mempelai pria. baju dalam.‖ ungkap Henry dari Wine Wedding Planner. Oh iya. Setelah ditentukan. barang-barang seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali pada para pembawa seserahan. barang-barang tersebut diletakkan dalam nampannampan yang berjumlah genap. Rombongan ini terdiri dari: wakil keluarga serta para gadis/pemuda yang belum menikah pembawa nampan seserahan. sebaiknya didiskusikan bersama keluarga si wanita terlebih dahulu. di beberapa adat orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini. sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan. Seserahan diberikan 1 per 1 secara berurutan. Dan sebagai balasannya. 50.00 sampai dengan 13. rombongan pria pun datang membawa seserahan ke rumah si wanita.000. Pada akhir kunjungan. biasanya sekitar Rp. Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang. bila . mulai dari seserahan untuk ke-2 orang tua mempelai wanita. Barang-barang seserahan Sangjit Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa yang akan dibawa. 20. Karena. Tata Caranya Wakil keluarga wanita beserta para penerima seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah. Hal yang menarik saat acara ini adalah bahwa sebagian besar barang-barang seserahan ini sebaiknya sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. biasanya maksimal berjumlah 12 nampan. (lihat paragraf berikut) Dilanjutkan dengan ramah tamah.―Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua. lalu untuk mempelai wanita.000 – Rp.

artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. menurutnya proses Sangjit ini bisa juga ditambah dengan : Kue satu. Sepasang kaki babi (jika tidak ada dapat digantikan dengan makanan kaleng) beserta 6 kaleng kacang polong. Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Satu nampan berisikan dua botol arak atau sampanye..000. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin. sisanya dikembalikan. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya.keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada. Pihak mempelai wanita mengambil semuanya. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria.namun yang diambil hanya Rp. Pihak mempelai wanita mengambil 1 pasang saja. 2 pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah. Tiga nampan masing-masing berisikan 18 buah (apel. 80. artinya dua kebahagiaan menjadi satu. Seniman kain dan pakar batik Obin ternyata juga seorang tokoh yang sangat concern dan mendalami adat istiadat Tionghoa. Contoh uang pesta sebesar: Rp. Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang susu. sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnyan. dan ditukar dengan dua botol sirup merah dan dikembalikan ke pihak mempelai pria. Selain barang-barang di atas. jeruk.. 1. Lilin motif naga dan burung hong lebih disukai.680. artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita. Satu nampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong. kesejahteraan dan rejeki). Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya. self conscious-morality. Barang-barang seserahan biasanya terdiri dari : Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk mempelai wanita (kadang-kadang juga sepatu untuk hari H) Pakaian/kain untuk mempelai wanita.000. . Kaca. artinya berkaca pada diri sendiri. sisanya dikembalikan. terbuat dari kacang hijau yang dijual satu-satu.Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta. sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan. pear atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian.

ada upacara "Liauw Tiaa". banyak sahabat dan keturunan. mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita.Uang-uangan dari emas yang di-emboss kata ‗fuk‘. artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun. artinya kalau lurus. yang dalam bahasa Indonesia berarti hoki/untung. Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan. Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H. seperti yang telah diuraikan pada Jelajah No. Tunangan : Pada saat pertunangan ini. harus dilihat hari dan bulannya. Buah atapson dari Kalimantan yang tumbuh di atas atap. Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. Kalau sudah mulai muntah. artinya agar rumah tangganya rame. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran . baik-baik saja maka dimana pun dia berada tetap tidak berubah. Biasanya semuanya serba muda yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus. Buah pala. hari dan bulan yang baik. Buah leket.7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga mempelai pria dan famili dekat. mual-mual dikasih buah ini untuk memancing kehamilan. Penentuan Hari Baik. artinya agar nempel dan lengket sampai kapan pun. Oleh karena itu harus dipilih jam. dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama. Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara. happy. Buah-buahan Buah atep yang disepuh merah. Buah ceremai. 3. artinya agar happy sampai tua nanti. Apabila jam. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia. B. Upacara pernikahan : 3 . hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa. Ada upacara makan-makan. kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing. Dua bundel pita berupa huruf Cina yang berarti double happiness. tumbuh tegak lurus dimana pun dia ditanam.

Di bawahnya diberi 7 macambuah.sampai jauh malam. D. Ke Kelenteng Sesudah upacara di rumah. keluarga. Penghormatan dapat lama. adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. permata. Namun. Penghormatan kepada Tuhan . C. sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. Pada malam ini. diadakan Cio Tao. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik. kerabat dekat. Upacara Cio Tao ini terdiri dari : . Di bawah meja harus ada jambangan berisi air. Dapat juga sebentar. sumpit. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur. Penghormatan kepada Leluhur . E. yang semuanya itu melambangkan kebaikan. Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik berupa uang maupun emas. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. panjang umur dan setia. Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao") Di pagi hari pada upacara hari pernikahan. kejujuran. dll. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar). Srikaya. dilanjutkan ke Klenteng. Penghormatan kepada Alam . timbangan. Penghormatan Orang tua dan Keluarga Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua. lambang kekayaan. bersujud dan bangun. Penghormatan kepada Orang tua . Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir.l. rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. dengan disambut oleh yang dihormati. Penghormatan kepada kedua mempelai. Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati. Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju "Pao". a. .

Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. Upacara Pesta Pernikahan Selesai upacara penghormatan. alat kebutuhan rumah tangga sebagai tanda membantu perekonomian keluarga mereka. ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ).F. Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : 1. Usai pesta. PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat. Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria. pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian "ala barat". memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita. G. seperti : Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. dimana dalam Teh pai ini pihak tertua biasanya memberikan petuah kepada orang akan menikah. dan lain-lain. dalam membina rumah tangga mereka. Selesai memberi petuah mereka memberikan hadiah biasanya berbentuk perhiasan. Upacara sesudah pernikahan Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : Teh Pai teh pai adalah setelah acara pernikahan dimana seluruh sanak keluarga dari keluarga suami maupun istri memberikan hadiah sebagai dasar pembangunan keluarga yang menikah. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. uang. karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita. Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain. Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih. Mengundang kiangsay untuk makan malam. . Cia Kiangsay 2. Cia Ce'em Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana.

sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. upacara di Kelenteng diganti dengan di gereja. Biji teratai / Lian Zi diibaratkan sebagai Nian Zi. atau secara lengkap adalah Nian Nian You Zi. Kata "teratai" dengan "tahun" memiliki bunyi yang hampir sama. Perubahan makin tampak jelas. Pengaruh pengetahuan dan teknologi. Menyajikan teh dengan memegang alas cangkir teh memakai kedua belah tangan adalah sebuah bentuk penghormatan. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih. termasuk acara pernikahan. Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya. meskipun artinya berbeda. maka jangan lupa untuk menghilangkannya karena tunas tersebut memiliki rasa yang pahit. sehingga orang tua kedua mempelai akan memiliki banyak cucu. Menyajikan Teh pada Upacara Pernikahan Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa. Apabila terdapat tunas yang telah muncul pada biji teratai tersebut. . Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. tetapi untuk yang beragama kr****n tetap ke Gereja dan upacara di Gereja. sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu pada teh akan membantu pasangan yang baru menikah untuk melahirkan banyak anak.Pengaruh agama. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga. jelas terlihat perkembangannya : Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah. Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut. karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud. dapat dilihat dari kepraktisan upacara. yang dapat diartikan setiap tahun memiliki anak.

misalnya paman pertama. atau paman. seperti kakak. kakak kedua. Secara mudahnya adalah pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pundak kanan pengantin pria. ayah. Sedangkan jika yang mendapat penghormatan tidak lebih tinggi tingkatannya. Sebagai balasan. kepercayaan tradisional ini muncul dari kebudayaan dan merupakan bagian darinya dan dalam perkembangannya juga mempengaruhi bentuk kebudayaan dan segala transformasinya. Sebenarnya. namun kepercayaan tradisional yang terbentuk dari kebudayaan leluhur masyarakat Tionghoa sejak zaman pra-sejarah kemudian menjadi salah satu tulang punggung transformasi kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun dalam sejarahnya. kepercayaan tradisional hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan Tionghoa itu sendiri. maka pengantin pria dan wanita tidak perlu berlutut. seperti kakek. Penyajian teh dilakukan secara berurutan dari anggota keluarga yang tertinggi tingkatannya. sedangkan yang mendapat penghormatan akan duduk. dan sebagainya. Disamping menyajikan teh kepada orang tua. orang tua pengantin pria. kebudayaan Tionghoa adalah membicarakan kepercayaan tradisional yang ada dalam masyarakat Tionghoa. lalu kakek dan nenek dari ibu pengantin pria. Jadi dapat dikatakan. mereka juga menyajikan teh kepada yang lebih tinggi tingkatannya dan yang lebih tua dengan menyebutkan tingkatan. bibi ketiga. namun tentunya harus lebih tua. pasangan itu akan menerima Hong Bao / Angpao yang berisi uang atau perhiasan. seakan2 kepercayaan tadilah yang membentuk kebudayaan dan cara hidup masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun. maka pengantin wanita berlutut di depan ayah pengantin pria. Contoh urutannya adalah kakek dan nenek dari ayah pengantin pria. Pengantin pria dan wanita akan berlutut. jika tingkatan dari yang mendapat penghormatan lebih tinggi. setelah itu kakak. Saya tergerak untuk menurunkan tulisan singkat dan dangkal mengenai ini setelah ada anggota forum Budaya Tionghoa yang menunjukkan perhatian dan antusiasme yang . dan pengantin pria berlutut di hadapan ibunya. pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pengantin pria. Contohnya adalah ketika mempersembahkan teh ke orang tua pengantin pria.Saat menyajikan teh.

Saya mengharapkan tambahan dan koreksi dari para teman yang juga tahu dan punya pengetahuan di bidang ini untuk melengkapi isi dari tulisan singkat ini.3 meter. langit bertambah tinggi 3. Ada orang yang menyebut kepercayaan tradisional ini sebagai Tri-Dharma (Sam Kau = hokkian. Setelah Pan Gu wafat. mereka tetap akan memegang teguh kepercayaan tradisional ini.3 meter dan Pan Gu bertambah tinggi 3. malah mempengaruhi bentuk dan transformasi ketiga agama tadi dalam batas2 tertentu. dan agama disebut sebagai Zong1 Jiau4. leluhur orang Tionghoa mulai menuliskan pandangan mereka terhadap alam semesta ini. Di zaman dahulu kala. bahwa kepercayaan tradisional ini sebenarnya bukanlah suatu agama tertentu seperti yang menjadi kesalahpahaman dan salah kaprah mayoritas pemeluk agama lainnya. Kepercayaan di dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Xin4 Yang3. Di zaman dulu. anggota tubuhnya kemudian menjadi matahari dan bulan. Ada pula yang mengklaim kepercayaan tradisional ini sebagai agama Khonghucu. Mudah2an sedikit tulisan ini dapat memperkaya koleksi arsip tentang kebudayaan Tionghoa yang memang sangat minim di Indonesia. ada atau tidaknya agama leluhur orang Tionghoa. Semua ini boleh2 saja. bumi bertambah tebal 3. langit (Tian1) dan bumi (Di4) merupakan satu kesatuan yang disebut dengan keadaan tidak berbentuk atau chaos (Hun4 Dun4). sungai dan danau. Setiap hari. 18 ribu tahun kemudian. Mari kita bersama2 membahas dan mendiskusikan kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa ini dari aspek budaya dan sejarahnya tanpa terjerumus dalam debat kusir yang tidak berguna mengenai agama atau kepercayaan yang sering kita lihat di forum lainnya.3 meter. Konfusianisme dan Buddhisme. namun terasa asing bahkan untuk pelaku dan pelaksana kepercayaan tradisional itu yang notabene adalah orang Tionghoa sendiri. Pandangan terhadap alam semesta dalam kepercayaan tradisional Sejarah kebudayaan Tionghoa seperti kebudayaan kuno lainnya juga dimulai dengan mitologi2.besar tentang kepercayaan tradisional. pikiran yang mendasarinya dan ritual2-nya yang banyak terlihat dalam interaksi dengan suku Tionghoa yang masih memegang teguh adat tradisinya. seorang bernama Pan2 Gu3 mulai memisahkan langit dan bumi. Mereka menganggap bahwa sebelum dunia ini terbentuk. Shan1 Jiau4 = mandarin) yaitu gabungan antara Taoisme. Yang perlu diingat. bumi telah sangat tebal. Saya merasa kepercayaan tradisional adalah hal yang telah ada jauh sebelum agama eksis dan merupakan bagian dari budaya (sinkretisme budaya). Demikian seterusnya 18 ribu tahun berlalu dan langit telah sangat tinggi. gunung dan laut. namun saya sendiri tidaklah menganggap kepercayaan ini sebagai salah satu agama dari ketiga agama tadi ataupun agama baru yang terbentuk darinya. .

Di kemudian hari. Alam Langit (Tian1 Jie4) adalah menunjuk pada alam yang didiami dan menjadi tempat kegiatan para raja2 Langit (Tian1 Wang2) dan dewa-dewi langit (Tian1 Shen2). Alam ini dianggap sebagai pusat pemerintahan alam semesta. Dewa-dewi dan pejabat di alam Langit bertanggung jawab melaksanakan tugas pemerintahan mereka di alam Bumi. ahli obat2 tradisional dan memperkenalkan minuman teh. Alam Bumi (Ming2 Jie4) adalah menunjuk pada bumi tempat kita berada. Nenek moyang dalam mitologi seperti Nu Wa. alam Bumi (Ming2 Jie4) dan alam Baka (You1 Jie4). Juga disebut sebagai Yang2 Jian1 ataupun Ren2 Jian1. Tiga Alam Konsep tiga alam adalah inti dari kepercayaan tradisional Tionghoa. Namun sampai pada munculnya Taoisme dan masuknya Buddhisme ke Tiongkok. Xun4 dan Yu3 adalah bertempat tinggal di sana bersama dengan dewa-dewi pejabat pemerintahan langit lainnya yang akan diterangkan lebih lanjut dalam bagian yang lain. Fu Xi dan Shen Nung serta kaisar2 legendaris seperti Yao2. leluhur orang Tionghoa menganggap bahwa alam semesta ini terbagi atas 2 bagian yaitu langit dan bumi. bagian alam semesta tadi berkembang menjadi yang sekarang kita kenal yaitu 3 bagian yang terdiri dari alam Langit (Tian1 Jie4). Orang2 besar yang berjasa di bidangnya masing2 terhadap masyarakat Tionghoa di zamannya dapat naik menjadi dewa-dewi di alam Langit.Inilah yang disebut sebagai legenda Pan Gu memisahkan langit dan bumi (Pan2 Gu3 Kai1 Tian1 Di4) dan Pan Gu juga mendapat gelar Raja Langit Pertama (Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2). Ketiga alam ini tidak dapat dipisahkan dan berdiri sendiri tanpa kedua alam lainnya. cuma Pan Gu adalah tetap merupakan sosok manusia yang kemudian menjadi tokoh legendaris yang tidak pernah di-Tuhan-kan. yang menjadi tempat tinggal dan tempat kegiatan dari seluruh makhluk hidup. dalam mitologi bangsa Tionghoa juga ada tokoh legendaris Nu3 Wa1 yang dikenal sebagai ibu pertama dari bangsa Tionghoa menciptakan manusia dan menambal langit yang bocor. Jadi. Di masa ini. Leluhur orang Tionghoa percaya bahwa tiga alam ini mempunyai peranannya masing2 dalam menjaga keseimbangan alam semesta ini. . yang mengatur seluruh kehidupan di alam bumi. beternak dan berburu. Fu2 Xi1 yang mengajarkan cara membuat jala dan menangkap ikan. sebenarnya juga ada mitologi penciptaan di dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. menciptakan Ba1 Gua4 (8 diagram) dan Shen2 Nung2 yang mengajari cara bertani.

Alam Baka (You1 Jie4) adalah menunjuk pada alam di bawah bumi ataupun alam sesudah kematian. tidak semuanya akan menjadi roh ataupun hantu. Ada tokoh2 tertentu yang berjasa dan berkontribusi besar bagi masyarakat. leluhur orang Tionghoa mempercayai bahwa kehidupan setelah meninggal adalah lebih kurang sama dengan kehidupan manusia di dunia ini. ada sekelompok dewa dan pejabat alam yang khusus memerintah di alam ini. Namun. Roh ini terbagi atas roh yang baik dan jahat. kepercayaan mengenai alam Baka ini kemudian terpengaruh oleh konsep reinkarnasi dari Buddhisme yang ditandai dengan kepercayaan bahwa roh yang hidup di alam Baka kemudian akan terlahir kembali ke dunia sebagai manusia setelah lupa akan kehidupan sebelumnya dengan meminum sup Meng4 Po1 dan melewati jembatan Nai4 He2. setiap orang akan menjalani pengadilan yang akan membawa kepada hadiah maupun hukuman dari dewa dan pejabat di alam ini. Dalam perkembangannya. Roh yang jahat inilah yang biasanya kita kenal dengan sebutan hantu. lalu Ma Zhu Niang-niang (nama asli Lin2 Mo4-niang2) yang hidup di zaman Dinasti Sung yang dipuja sebagai Dewi Maritim yang melambangkan bakti seorang anak kepada orang tuanya. Di alam ini. alam Bumi dan alam Baka adalah mempunyai hubungan satu sama lain dan dapat berinteraksi di antaranya. Masing2 dewa-dewi tersebut mempunyai peranan dan kelebihan masing2 seperti Guan Gong (nama asli Guan1 Yun2-chang2) yang hidup masa Dinasti Han akhir (Tiga Negara) dipuja sebagai Dewa Perang yang melambangkan kekuatan dan kesetiaan. Banyak dari dewa-dewi leluhur orang Tionghoa yang sebenarnya merupakan tokoh sejarah yang benar2 pernah hidup pada masanya dan bukan cuma legenda atau mitologi. Alam Baka keseluruhan berjumlah 10 Istana Yan Luo (Shi2 Dian4 Yan2 Luo2) dan 18 Tingkat Neraka (Shi2 Ba1 Ceng2 Di4 Yu4). Dari semua bentuk interaksi ini. Kepercayaan leluhur orang Tionghoa bahwa ada kehidupan setelah kematian. perlakuan layak dan wajar oleh keturunannya ataupun yang meninggal secara tidak wajar biasanya merupakan roh yang jahat. yaitu alam yang menjadi tempat domisili dan kegiatan dari roh2 (Ling2) dan hantu2 (Gui3) dari manusia setelah meninggal dunia. seseorang yang telah meninggal akan menjadi roh (Ling2) ataupun hantu (Gui3). yang paling nyata dan penting dalam kepercayaan tradisional ini adalah upacara merayakan ulang tahun dewa-dewi (Wei4 Shen2 Zuo4 . Sedangkan roh yang tidak mendapat penghormatan. Dalam kepercayaan tradisional. melindungi dan membawa berkah pada keluarga anak cucunya adalah roh leluhur yang baik. Roh yang dihormati dan dikenang oleh keturunannya sehingga dapat menjaga. kebudayaan dan negara akan naik derajatnya menjadi dewa-dewi yang patut dihormati masyarakat luas untuk mengenang dan menghormati jasa2 mereka. Di alam ini. Perbedaan yang mendasar adalah bahwa kepercayaan tradisional ini menganggap manusia hanya akan terlahir kembali sebagai manusia dan tidak sebagai makhluk lainnya. Hubungan dan Interaksi Antar Tiga Alam Alam Langit.

persamaannya masih tetap lebih menonjol karena dewa-dewi yang dipuja dan inti dari penghormatan tersebut adalah sama hakikatnya. Kedua upacara ini biasanya diselenggarakan bersamaan pada hari2 ulang tahun dari dewa-dewi tersebut. Bentuk penghormatan kepada leluhur (Zu3 Xian1 Chong2 Bai4) Kategori ini muncul setelah adanya pengaruh Konfusianisme yang sangat menekankan pentingnya penghormatan kepada leluhur. merupakan penghormatan pada petir. Tai4 Shang4 Lao3 Jun1 = Lao-tse. Shun4 dan Yu2. Secara garis besar maka jenis2 dewa-dewi yang dipuja dalam kepercayaan tradisional ini berdasarkan asal usulnya adalah : Bentuk penghormatan kepada alam (Ze4 Ran2 Chong2 Bai4) Kategori ini termasuk dewa-dewi yang paling awal karena telah ada sejak zaman dahulu kala jauh sebelum munculnya penghormatan jenis lainnya. Bila tidak ada leluhur. yaitu jenis2 dan asal usul dewa-dewi tersebut. Bentuk2 ritual kepercayaan ini sangat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Fo2 Zu3 = Buddha Sakyamuni/Hud Cho. lambang . maka leluhur bangsa Tionghoa berusaha hidup harmonis dalam kerasnya alam. misalnya : Tokoh2 sejarah : Kaisar pra-Dinasti Xia seperti Yao2. dan masih banyak yang tak saya sertakan di sini. Dewa-dewi bentuk penghormatan terdiri dari tokoh2 sejarah besar. Asal Usul Dewa-Dewi Dalam Kepercayaan Tradisional Tionghoa Lalu. bila perlu akan diturunkan dalam artikel tersendiri. tentu kita tidak akan berada di sini sekarang dapat berdiskusi di forum ini. Dewa dari jenis penghormatan ini misalnya : Yu4 Huang2 Da4 Di4 = Raja Langit. apa dan siapa saja yang dapat dianggap sebagai dewa-dewi yang ditinggikan dalam kepercayaan tradisional ini? Bila Sdr. Guan1 Sheng4 Di4 Jun1 = Kwan Kong. Wu3 Lei2 Yuan2 Shuai4 (Lei2 Gong1 atau Li Kong) = Dewa Petir. Perfect Harmony telah mengulas dewa-dewi ditinjau dari segi agama masing2. merupakan bentuk penghormatan pada langit. dalam agama tertentu dapat disamakan dengan pelimpahan jasa2). tokoh2 mitologi yang dianggap sebagai leluhur jauh maupun dekat. lambang kebijakan. alam merupakan tantangan keras bagi leluhur bangsa Tionghoa untuk bertahan hidup. Namun di dalam perbedaan tersebut. Semua ini dilakukan demi penghormatan kepada dewa-dewi dan roh2 yang dianggap dapat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. Kong3 Zi3 Gong1 = Konfusius/Khonghucu. Fu2 De2 Zheng4 Shen2 (Tu3 Di4 Gong1 atau Tho Te Kong) = Dewa Bumi/Tanah. Karena di zaman dulu. kita harus bertanya. terutama yang berjasa dan berkontribusi bagi orang banyak. merupakan penghormatan pada bumi.Shou4) dan membantu roh untuk terbebas dari penderitaan (Ti4 Gui3 Cao1 Sheng1. maka saya tak akan mengulangnya lagi dan mencoba meninjau dari segi pandang yang lain.

namun adalah memuja dan menghormati dewa-dewi yang bersangkutan. Nu3 Wa1 Niang2 Niang2 = Nu Wa. maka hampir semua dari dewa-dewi yang ditinggikan di dalam kepercayaan tradisional ini adalah dimanusiakan tanpa memandang bentuk asalnya. Tokoh mitologi : Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2 = Pan Gu. lambang bakti anak terhadap orang tua. Bao1 Gong1 = Bao Zheng/Hakim Bao. . Bila diperhatikan. Namun apapun bentuk yang ditunjukkan (patung. Xuan1 Yua2 Shi4 = Huang Di. Tian1 Shang4 Sheng4 Mu3 = Ma Zu/Ma Cho. lambang keadilan. kaisar purba di abad 27 SM. Ini terutama terlihat dalam bentuk penghormatan pada alam maupun bentuk2 lain. tokoh mitos penciptaan manusia.kesetiaan. tokoh mitos penciptaan alam semesta. Misalnya : Men2 Shen2 = Dewa Pintu. papan nama penghormatan deelel). Bentuk lain2 (Shu4 Wu4 Chong2 Bai4) Kategori ini adalah bentuk penghormatan yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas. Jadi yang dilakukan dalam kepercayaan tradisional ini bukanlah memuja sang patung ataupun papan tadi. tokoh mitos dalam cerita Perjalanan ke Barat (Xi You Ji). Qi2 Tian1 Da4 Sheng4 = Sun Go Kong. Zao4 Jun1 = Dewa Dapur. ahli pertanian dan obat tradisional. Wu3 Ke2 Da4 Di4 = Shen Nung. yang dipuja dan dihormati tentu bukan bentuk real darinya.

.

dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima suak yang terdiri dari : 1. Kabupaten Dairi (ibu kota: Sidikalang) 2. . Pakpak Simsim (Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara) 3.Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam (Provinsi Aceh) Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku. yakni di Kabupaten Dairi. Suku Pakpak juga bermukim di wilayah Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulusalam yang disebut sebagai Pakpak Boang. yakni: 1.SUKU Batak Pakpak Suku Pakpak adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia dan tersebar di beberapa kabupaten/kota diSumatera Utara dan Aceh. Pakpak Keppas (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) Dalam administrasi pemerintahan Suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten. Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara). Pakpak Boang (Kabupaten Singil dan kota Sabulusalam-Aceh) 4. Suku Pakpak yang tinggal di wilayah tersebut menamakan diri sebagai Pakpak Klasen. Kabupaten Pakpak Bharat. Pakpak Klasen (Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara) 2. Pakpak Pegagan (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) 5. Kabupaten Pakpak Bharat (ibu kota: Salak) Suku Pakpak juga berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Marga Pakpak                                Anakampun Angkat Bako Bancin Banurea Berampu Berasa Beringin Berutu Bintang Boang Manalu Capah Dabutar Cibro Gajah Manik Gajah Kabeaken Kesogihen Kaloko Kombih Kudadiri Lembeng Lingga Maha Maharaja Manik Matanari Meka Maibang Padang Padang Batanghari (BTH) .Suku Pakpak yang berdiam di Kabupaten Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim. Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di Indiayang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi. sedangkan yang tinggal di kota Sidikalang dan sekitarnya merupakan suku Pakpak Keppas dan yang bermukim di Sumbul sekitarnya adalah Pakpak Pegagan. Barat Laut Danau Toba sampai perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan). Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara.

misalnya marga di daerah Urang julu (disebut: daerah Sionem Koden) adalah Simbuyak-mbuyak (tidak berketurunan). bahasa Karo adalah Lau dan bahasa Gayo (Alas) adalah Lawe. di daerah Boang. Pinayungen.                Pasi Penarik Pinayungan Sambo Saraan Sikettang Sinamo Sitakar Sitongkir Solin Saing Tendang Tinambunan Tinendung Tumangger Turutan Ujung Matanari pakpak pegagan Batak Pakpak-Dairi Suku Batak Pakpak berasal dari keturunan imigran bangsa atau suku dari India Selatan (kerajaan Colamandala) yang pernah menyerang dan menahlukkan kerajaan Sriwijaya (di Palembang) hingga raja Sri Sangramawijaya Tunggawarman tertawan (1025 M). Tumangger dan Anak Ampun (artinya anak bungsu. Kemiripan kata-kata dalam bahasa Pakpak dengan bahasa Karo adalah relatip besar. . Pakpak suak Boang. Kerajaan Sriwijaya ini akhirnya runtuh tahun tahun 1337 M. di derah Parlilitan. yang menyebabkan terjadi penyebaran manusia sehingga terbentuk suku Pakpak suak Pegagan sekitar 600 tahun yang silam. Turuten. Batak Pakpak-Dairi terdiri dari lima (5) suak yang menempati wilayah (hak wilayat) masing-masing. karena kata menyebutkan air (kebutuhan utama manusia) adalah hampir sama. daerah Aceh dan sekitarnya. 2. Air bahasa pakpak adalah Lae. yakni: 1. Tinambunen. sering disebut Nahampun) dan didaerah pakat marga Meka dan lain lain. Karo dan Gayo (Alas) adalah sama nenek-moyangnya. Diduga manusia pendatang (imigran) pertama yang masuk ke tanah Pakpak. Singkil. Pakpak suak Klassan. Sbullusalam. Maharaja. Jika di Tanah Karo terkenal Marga Silima. di Tanah Pakpak terkenal Pakpak Lima Suak (sama-sama kata lima). Pakkat dan sekitarnya.

adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan berkaitan dengan obat-obatan ramuan tradisional. 4. misalnya marga Kabeaken. Padang (Situmorang. Raja Api (Raja Gagan) di daerah Pakpak Suak Pegagan. Kuta Manik. Juma Rambah. 4. (2) Raja Manik. Jadi dapat tiba-tiba si Dukun (yang mempunyai ilmu ini) tiba-tiba ada di depan mata kita. Salak dan . Si Raja Api adalah salah seorang dari Pitu (7) Guru Pakpak Sindalanen (yakni keturunan Perbuahaji) . Lae = lau = lawe berarti air (bahasa suku Toba disebut aek). dan berperang melawan musuh. Lae Pondom. yang kadang kala lebih hebat dari pengobatan ilmu medis (kedokteran). hanya ada tiga (3) marga. dan lain lain). Terbukti di daerah tanah Karo Simalem berkembang ilmu pengobatan Ramuan Tradisional. 3. Kuta Usang dan sekitarnya. luka terbakar dan lain lain. Sitakar. tidak akan terasa dan tidak dapat dilihat. Tinendung. Kalau angin berhembus lambat. Raja Aji di daerah Pakpak Suak Simsim sekitar kecamatan Kerajaan. Raja Tawar pergi ke Tanah Karo Simalem. Pakpak Pegagan. Raja Capah. yakni meliputi: 1. Raja Angkat. Raja Lae atau Lau atau Lawe yang pergi ke daerah Tanah Karo Simalem atau daerah Gayo-Alas. Manik dan Lingga adalah keturunan Papak Suak Pegagan (disebut si Raja Gagan ataupun si Raja Api). ditakuti dan tempat belajar atau berguru ilmu kebatinan) diketahui melalui legenda yang cukup terkenal di daerah Pakpak. Brutu (Sinaga. dan lain lain. Kalau angin kuat berhembus (topan) dapat merobohkan yang kuat dan besar. Tinju Marulak. Marga (Raja) Matanari. 2. Raja Angin di daerah Pakpak Suak Keppas. Padang Batanghari (keturunan Parrube Haji¡?). yang cukup terkenal ilmu kebatinannya (dukun yang disegani . 5.. misalnya keturunan si Naga Jambe yang mulanya berasal dari daerah Sicikeh-cikeh dan kemudian berkembang didaerah Sidikalang yakni ada 7 marga yaitu. dan (3) Raja Lingga.. apabila kena pukulanya akan terbakar atau gosong.?). di daerah Pegagan (meliputi daerah Balna Sibabeng-kabeng. Sumbul. Apabila Pitu Guru Pakpak Sindelanan bersatu. adalah dukun (datu) yang mempunyai ilmu kebatinan Aliran Ilmu Tenaga Dalam. Ilmu kebatinan yang dikuasai dan dikembangkan si Raja Api dan keturunnya berkaitan dengan pembelaan diri. mencegah turun hujan di suatu tempat atau mengalihkan hujan dari satu tempat ke tempat lain (disebut Pawang Hujan). tetapi mereka ada. Salak dan sekitarnya. Karo Simalem dan mungkin juga di Gayo .. Pakpak suak Simsim. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo. Lae Rias.? (Alas). yaitu (1) Raja Matanari. yakni justru orang yang memukulnya yang mengalami efek pukulan. 5. berkelahi. Raja Lae adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang dapat mendtangkan hujan. didaerah kecamatan Kerajaan.?). pengobatan Patah Tulang. Pakpak suak Keppas. Raja Bintang. yang menyerupai tenaga Api (misalnya disebut: Gayung Api. Raja Gajah Manik. Raja Udjung. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan sperti tenaga angin. maka dianggap sudah lengkaplah ilmu kebatinan yang dipelajari orang pada zaman dahulu.3.

Kuta Raja. misalnya Aji Turtur. kalajengking. dll Setelah si Raja Api mempunyai keturunan 3 orang anak laki-laki. Sumbul Pegagan.Racun. Raja Besi di daerah Pakpak Suak Kellasen.sekitarnya. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan alat-alat terbuat dari besi. Si Raja Api menginginkan ilmu/tenaga kebatinan yang dimiliki putranya harus melebihi tenga Api seperti yang telah dimilikinya. Sesuai perkembangan zaman dan kebudayaan. Kuta Manik. Pada mulanya Pakpak Pegagan (si Raja Api). terhindar dari atau kebal peluru senjata api. Simergerahgah adalah mpung si Perbuahaji (yang memperanakkan si Raja Api = Pakpak Pegagan) keturunan orang/suku Imigran dari India yang masuk dari daerah Barus. sampai daerah Tigalingga. 7. laba-laba. 6. putranya harus mempunyai ilmu kebatinan/tenaga dalam menyerupai tenaga (kekuatan) Matahari. Raja Aji adalah dukun yang mempunyai aliran ilmu Membuat dan Pengobatan penyakit Aji-ajian (Guna-guna. Simanduma. sehingga perkampungan mereka yang pertama diyakini adalah di sekitar Lae Rias di hulu (takal) sungai Lae Patuk. keturunan Pakpak Pegagan tersebut di atas mengalami perubahan dari budaya Nomade menjadi Petani Berpindah-pindah. menangkap ikan dan tinggal berpindah-pindah). Gadam. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan dengan pembuatan dan Pengobatan yang ditimbulkan oleh Bisa. Sesuai dengan perkembangan kebudayaan. dan setelah agak tandus kemudian ditinggalkan. yakni daerah di atas daerah Silalahi. Pakpak Suak Pegagan hanya ada tiga (3) marga yaitu Raja Matanari. Juma Rambah. Misalnya ilmu tahan (kebal) ditikam dengan pisau. bapa dan kakeknya adalah manusia Nomade (mendapat makanan dari alam. Diduga mereka pertama sekali tinggal sekitar hutan Lae Rias dan Lae Pondom. Mereka berpindah-pindah mencari lahan yang lebih subur. hanya memanen hasil hutan dan hasil berburu binatang. Keinginan si Raja Api. lipan. Sistim pertanian berpindah-pindah ini mengarahkan mereka dan keturunanya bergerak ke arah Balna Sikabeng-kabeng. Kuta Posong. dan lain lain. Kuburan si Raja Api dan orangtuanya serta beberapa keturunannya Raja Matanari diduga disekitar hutan Lae Rias. missal bisa ular. yang menurut Legenda disebut daerah Sembahan (keramat) SIMERGERAHGAH. Raja Bisa di daerah Pakpak Suak Boang. Batangari (Batanghari). Raja Manik dan Raja Lingga. maka salah seorang putranya diberi nama Raja Matanari (berasal dari arti Matahari). dan lain lain). kebal digergaji. zaman dan sejarah akhirnya masing-masing keturunan 3 putra si Raja Api Pakpak suak Pegagan menempati daerah Balna Sikaben- . Kuta Gugung. Kuta Singa.

yakni bahwa marga Padang Batanghari pernah tinggal di Balna Sikabengkabeng. Rumah adat ini dibangun oleh ahli pertukangan (arsitek) dari Batak Pakpak dan Toba (terutama dari Silalahi) yang relatip banyak jumlahnya. sedangkan sebahagian lagi tertawan dan kemudian merobah marganya menjadi marga Matanari. dan Rumintang mati gantung diri atas kematian suaminya).?. Kuta (kampung) yang lain adalah perkembangan (pertambahan) pada generasi Apabila ada marga lain mengaku pernah menjadi raja (berkuasa) di daerah pegagan (misalnya disebut Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari sampai 8 generasi mpung mereka tinggal di Balna Sikabeng-kabeng) adalah ¡°pernyataan yang salah¡±. adalah bukti yang mendukung pernyataan Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari. Tidak masuk akal sehat (logika) ceritra atau pendapat tersebut di . diyakini dihuni oleh arwah ( sahala ni = begu ni) si Raja Onggu + Rumintang berru Matanari (karena kematian mereka tidak normal. Pohon Beringin (jabi-jabi) yang ditanam Pinggan Matio berru Matanari (disebut. dkk) mengaku ada talian darah dengan Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari). yang kemudian karena terjadi perang.? Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari mengaku bahwa Pinggan Matio adalah berru dari nenek-moyang (mpung) mereka Paroltep (si Lantak Padang Batanghari) dan keturunannya sampai 8 generasi tinggal di Balna Sikabeng-kabeng. walaupun kuburan mereka berdua ini ada di Silalahi. karena hanya 3 marga keturunan suku Batak Pakpak suak Pegagan (Lihat :semua Dokumen Budaya Pakpak). daerah Kuta Manik dan Kuta Raja serta sekitarnya (Raja Manik). eks tongkat Pinggan Matio). Kemudian terjadi perang (graha) menyebabkan mereka (Padang Batanghari) terusir dan kembali ke kampung asalnya yaitu Sileuh di kecamatan Kerajaan.kabeng dan Kuta Gugungserta sekitarnya (keturunan Raja Matanari). menyatakan bahwa ada di Silencer marga Matanari ( mungkinkah¡. mereka sebagian terusir dan kembali ke Sileuh. Adakah marga Manik dan atau Lingga (Pakpak suak Pegagan selain marga Matanari) yang membenarkan pernyatan tersebut di atas¡?atau marga Pakpak suak Keppas¡? atau marga Pakpak suak Simsim¡ ? Siapakah keturunan saudara si Lantak (si Sebar Padang Batang Batanghari yang di Sileuh¡?) yang dapat membenarkan pernyataan di atas ? Kami mohon tolonglah dibuktikan segera kebenaran pernyataan itu.di mana pada zaman tersebut Padang Batanghari¡. si Raja Onggu dihukum mati karena menghina suku Pakpak. Sekitar generasi ke 6 dan ke 7 keturunan Raja Matanari telah membangun Rumah Adat Pakpak di Balna Sikabeng-kabeng yaitu zaman kehidupan si Raja Onggu (keturunan Raja Silalahisabungan) yang kawin dengan Rumintang berru Matanari (generasi ke-7). si Arden Matanari. Pertanyaan¡¡.? si Umar Matanari. Menurut Ir Ramses Silalahi (di Jakarta) via SMS dan beberapa Sihaloho dari Pematang Siantar (menurut Antony Matanari).. Padang Batanghari adalah suku Pakpak Suak Simsim di daerah kecamatan Kerajan dan Salak dan sekitarnya bukan.dan daerah Kuta Singa dan Kuta Posong serta sekitarnya (Raja Lingga).

atau kenapa tidak pergi ke Silalahi (kuta anak berru¡?) jika benar Pinggan Matio adalah berru Padang Batanghari¡?. dkk mengganti marganya dan kembali ke si Leuh (kecamatan Kerajaan) serta membawa tulang-belulang orangtuanya bukan¡?. demikian juga kami sekarang..? Berapa orang (keluarga) yang terusir dan kembali ke Sileuh¡?. lebih gentelemenlah si Umar Matanari dan si Arden Matanari. kami Matanari dapat mengikuti apa keinginan mereka yang sebenarnya. adalah hal yang umum (biasa) terjadi pada marga-marga lain (tidak hanya pada marga Matanari). Kejadian mengakui anak angkat menjadi keturunannya.?. di zaman itu masih banyak lahan kosong di daerah Pegagan bukan¡?. Kenapa Padang Batanghari (yang terusir) harus kembali ke Sileuh¡?. Jika benar si Umar Matanari dan Arden Matanari.?. yang umumnya adalah suku Batak Toba. sedaroh mo kita.¡¡? mereka adalah keturunan orang pendatang menjadi anak angkat keturunan Raja Matanari:? Mpung kami keturunan Raja Matanari sangat merindukan marga Matanari banyak jumlahnya. Bagi kami anak kandung dan anak angkat sama harkat kemanusiaannya.atas bukan.?. walaupun posisi anak angkat. kecuali mereka mau meminta nama mereka dihapus dari Trombo Matanari. selama ini mereka tetap kami hargai dan memasukkan mereka dalam Trombo Matanari sebagai keturunan ompung kami. Tidak logis keluarga Padang Batanghari (suami + istri + anak-anak) yang terusir dari Balna Sikabeng-kabeng kembali ke Sileuh karena jarak ini relatip jauh dan sangat luas lahan kosong yang harus dilewati pada zaman itu bukan¡?. dengan tanpa rasa menyesal akan kami kabulkan. Agar mereka kembali menjadi marga Padang Batanghari. Bakune mo ke kaltu¡. sehingga tidak pernah kami beda-bedakan.. marganyapun sudah dijual (ganti) menjadi Matanari hanya demi dapat tinggal di kampung kita¡?. ¡°sedangkan batang pohon pisang ni gana (kita pahat berbentuk) manusia agar ada teman. jika tawanan tidak dibunuh penyerang maka kemudian mereka akan melarikan diri atau pindah ke daerah lain. Semboyan inilah yang menyebabkan tanah wilayat raja Matanari mudah (gampang) diberikannya kepada orang pendatang. dkk mengaku adalah keturunan Padang Batanghari (menjadi marga Matanari). Tawanan (Padang Batanghari) merobah marga menjadi marga Matanari supaya tidak terusir atau dibunuh musuh (penyerang). Menurut kami Matanari. Akan tetapi. dan berapa orang (keluarga) yang tertawan yang merobah marga menjadi Matanari (siapa namanya)¡?. Atau ke daerah wilayah Pakpak Suak Keppas (sekitar Sidikalang) yang masih jauh lebih dekat dari Sileuh. Kasihan mereka bukan¡?... apalagi dia manusia¡±. Apakah tujuan perang tersebut untuk menambah orang bermarga Matanari¡?. Akibat pernyataan mereka. adalah alasan yang tidak logis. oda i bedaken kami anak kandung dekket anak . Ada semboyan mpung kami keturunan Raja Matanari. Mungkinkah.Mella kami mendokken. Selayaknya. maka mereka telah membeberkan aibnya sendiri bukan¡..

yang lainnya tidak berketurunan. bahwa kalian bukan Matanari. pergilah ke Sileuh.. Orang Pakpak cukup terkenal memakan daging manusia (musuhnya) bahkan tengkorak manusia tersebut digantungkan di Bale (Jambur) sebagai bukti kehebatan penghuni kampung. Jadi kalau ada yang tidak berketurunan. terlebih kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. laos mo ke mi Sileuh. Generasi ke-8 keturunan Raja Matanari j hanya 6 (enam) orang yang berketurunan. 5. bagaimana kalian ini kawan¡?. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Maha. Untuk itu kami mewakili keturunan Raja Matanari. Masuknya ajaran agama Islam ataupun agama Kristen ke daerah Balna Sikabeng-kabeng dan sekitarnya lebih terlambat dibanding di daerah lain. ke kampung marga Padang Batanghari¡. tinggalkan sajalah kampung kita itu. disebut Sembahan si Raja Onggu. bagi kami Matanari bukan masalah. ataupun pergi merantau dan tidak kembali ataupun tidak memberi kabar maka nama mpung mereka otomatis tidak tercatat dalam Trombo Matanari. 3.. Njuah-njuah kita karina. Beberapa generasi keturunan Raja Matanari hanya mempunyai satu anak yang berikutnya mempunyai keturunan dan ada tidak berketurunan. Laju generasi marga Matanari adalah relatip terlambat dan jumlahnya relatip sedikit sekali. 2. juga mempunyai putri (berru).Rumintang berru . Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Bintang 4. mi kuta ni Padang Batanghari. siapa-siapa nama mpung mereka. memohon maaf yang sebesarbesarnya. tidak kami bedakan anak kandung dengan anak angkat.angkat. Raja Matanari. Ranimbani berru Matanari istri Raja Sihaloho putra Raja Silalahisabungan. Jadi dosa kesalahan orang Pakpak (terutama Matanari) pada zaman dahulu dan mungkin sampai sekarang adalah sangat besar. Keturunan sebagian anak perempuan (berru) kemungkinan sudah melebihi 19 generasi. Anak perempuan (berru) dari Raja Matanari dan dari keturunannya yang cukup terkenal (tokoh berru) adalah sebagai berikut: 1. Rumintang berru Matanari istri si Raja Onggu keturunan Ruma Sondi (Pohon Beringin yang ditanam si Pinggan Matio di Balna Sikabeng-kabeng diyakini masyarakat sebagai tempat keramat. selain mempunyai keturunan anak laki-laki yang telah mencapai sekitar 18-19 generasi sampai sekarang. tadingken ke saja mo kuta ntai asa sloh bai nene ulang pailailaken mendahi Pagang Batanghari. kepada orang-orang yang pernah dirugikan atau teraniaya ataupun kepada keturunannya. Mungkin hal ini terjadi akibat mpung kami keturunan Raja Matanari banyak yang mengikuti aliran ilmu hitam (animisme). atau pergi merantau. Penyusunan Trombo secara tertulis dimulai sejak sekitar tahun 1970 adalah berdasarkan ceritra dari keturunan masingmasing. Akan tetapi kalau kalian katakan. bagi Matanari oda lot masalah kaltu.Tapi mella i dokken ke. Salam buat kita semua). kita tetap satu kesatuan. Pinggan Matio berru Matanari istri Raja Silalahisabungan (sebagai Upah Raja Silalahisabungan karena telah berhasil mengobati penyakit istri Raja Matanari). ke oda marga Matanari be..?. ( Artinya. Kalau kami menganggap.

Manik dan Lingga) dengan suku Batak Toba (marga Sihotang)..Matanari). Kami Matanari mengakui. Pesta (Ikatan) Silima Tali. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo). apakah mereka tetap marga Matanari atau telah merobah marganya menjadi marga lain juga belum kami ketahui. Mereka sebagian belum kami ketahui kabarnya. Demikian juga Sihotang ingin memperkuat eksistensinya di daerah Pakpak suak Pegagan maupun suak Keppas. Pada waktu selanjutnya. pengaruh marga Sihotang berpengaruh besar sampai pada marga marga Pakpak Kepas (Raja Udjung. Siberru Taren berru Matanari istri Raja Manungkun keturunan Batu Raja. Karo-Karo. (4) Lingga dan (5) marga-marga Berru-Berre dari 4 margatersebut di atas. . Sinulingga. 6. Ikatan (Pesta) Silima Tali terdiri dari 5 unsur yaitu (1) Sihotang.. Orang Pakpak suak Pegagan ingin mempermudah segala urusan (kepentingan) yang berkaitan dengan berbagai urusan terutama bidang pemerintahan yang pada zaman tersebut berpusat di Tarutung. bahwa sesama kami keturunan Raja Matahari sering berkelahi bahkan berperang. ke tanah karo Simalem marga Sitepu dan semua marga Karo-karo umumnya. menjalin ikrar bahwa 4 marga tersebut di atas dinyatakan Sisada Anak dan Sisada Berru. sehingga tidak terjadi lagi diperantauan penggantian marga Matanari menjadi marga Sihotang. makin kuat eksistensinya. Ikatan dan Pesta Silima Tali diadakan adalah berdasarkan pada kepentingan yang saling menguntungkan antara suku Pakpak suak Pegagan (Matanari. sebaliknya marga Sihotang jumlah keturunannya banyak dan berpendidikan lebih maju. Raja Capah. yang mendapat tanah Rading Berru di Tamberro. (3) Manik. Sitepu dan lain lain. Raja Gajah Manik. pengaruh Pesta (ikatan) Silima Tali menjadi lebih besar pada marga Matanari. kami menginginkan marga Matanari lebih besar jumlahnya. (2) Matanari. Raja Angkat. Sebahagian keturunan Raja Matanari mengaku dirinya keturunan Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk adalah pengaruh ikatan (Pesta) SILIMA TALI di Sumbul Pegagan sekitar tahun 1957. di daerah Simalungun marga Sitopu. Selain marga Matanari. Demikian halnya. yakni berubah menjadi mengakui bahwa marga Matanari adalah anak (keturunan) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk Kenyataan ini terjadi tidak lepas dari akibat jumlah keturunan marga Raja Matanari sangat sedikit dan pendidikan masih terbelakang. akibatnya ada sebahagian mereka keturunan mpung kami pergi merantau. Mungkinkah keturunan hulubalang Raja Matanari (Paroltep) adalah anak keturunan Raja Matanari menjadi marga lain¡? Kami sangat merindukan mereka. disebut huta Sihotang dekat Balna Sikabeng-kabeng. Matanari memberikan tanah dan parhutaan kepada marga Sihotang. Yaitu menyebabkan marga Matanari sebahagian melupakan ikrar sisada anak sisada berru. Semua marga-marga tersebut di atas. Hal ini terjadi dengan alas an yang hamper sama dengan yang telah diuraikan diatas (kepentingan yang saling menguntungkan). Raja Bintang. juga marga Manik dan sebahagian marga Lingga mengaku keturunan marga Sihotang.

Horas¡. Marga Matanari dengan Sihotang adalah Sisada Anak Sisada Berru berdasarkan Pesta (ikatan) Silima Tali sekitar tahun 1957 di Sumbul Pegagan. Sitepu. Lingga. Tidak ada lagi keturunan raja (marga) Padang Batanghari yang mengakupernah tinggal di Balna Sikabeng-kabeng (mulai si Lantak sampai keturunannya generasi ke-8) kemudian terusir dan kembali ke Sileuh akibat perang. dan dengan demikian diharapkan bahwa: 1. 2. melainkan Matanari. Matanari. yang artinya adalah Pengali Emas atau Penggali Emas. jadi marga Matanari bukanlah keturunan (anak) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk.terutama di daerah perantauan merasa (mengaku) satu dengan marga Sihotang.Mejuah-juah buat yang kami hormati Oppung/ Bapa/ Abang/ Adek/ Anak/ Cucu marga Sihotang di mana pun mereka berada. Manik. Karo dan Simalungun. Hasugian. Sehingga ada beberapa orang menyebutkan istilah ¡° Sihali Mas¡± (singkatan dari: Sihotang. Harus diakui bahwa marga Sihotang cukup hebat menjalin persaudaraan dalam suku Batak Toba.Njuah-njuah¡. Pakpak. Demikian disampaikan untuk diketahui semua halayak.. Sitopu dan Semua yang termasuk Karo-Karo Mergana). . Manik dan Lingga adalah anak (keturunan) Pakpak Suak Pegagan.