SUKU JAWA

* Kematian Mendhak Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan, sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka. Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan, upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari); kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian; ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina, yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian. Menurut kepercayaan Jawa, setelah satu tahun kematian, arwah dari saudara yang diperingati kematiannya tersebut telah memasuki dunia abadi untuk selamanya. Menurut kepercayaan juga, untuk memasuki dunia abadi tersebut, arwah harus melalui jalan yang sangat panjang; oleh karena itu penting sekali diadakannya beberapa upacara untuk menemani perjalanan sang arwah. * Kematian surtanah Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung. Perlengkapan upacara: - Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk, sayur adem (tidak pedas), pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang, sambal docang dengan kedelai yang dikupas, jangan menir, krupuk, rempeyek, tumpeng ukurukuran, nasi gurih, nasi golong, dan pisang raja. - Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya, nasi golong, ingkung dan panggang ayam, nasi asahan, tumpeng pungkur, tumpeng langgeng, pisang sajen, kembang setaman, kinang, bako enak dan uang bedah bumi. Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dekat, dan pemuka agama.

* Upacara nyewu dina Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. - Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan. Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi. * Upacara Brobosan Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut: 1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai, 2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam, 3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang. UPACARA ADAT KELAHIRAN SUKU JAWA Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka. Salah satu tradisi kelahiran dalam budaya Jawa adalah Selapanan. Upacara Selapanan bertujuan memohon keselamatan bagi si bayi. Perlengkapan upacara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: - Golongan bangsawan: Nasi tumpeng gudangan, nasi tumpeng kecil yang ujungnya ditancapi tusukan bawang merah dan cabe merah, bubur lima macam, jajan pasar, nasi golong, nasi gurih, sekul asrep-asrepan, pecel ayam, pisang, kemenyan, dan kembang

setaman diberi air. - Golongan rakyat biasa: Tumpeng nasi gurih dengan lauk, nasi tumpeng among-among, nasi golong, jenang abang putih, ingkung dan panggang ayam. Upacara terakhir dalam rangkaian selamatan kelahiran yang dilakukan pada hari ke 36 sesuai dengan weton atau hari pasaran kelahiran si bayi. Selapanan diadakan setelah maghrib dan dihadiri oleh si bayi, ayah, dukun, ulama, famili dan keluarga terdekat. UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA Pesta pernikah adat Jawa mempunya beraneka ragam tradisi. Pemaes, dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan, itu sangat penting. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin, perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300, 500, 1000 atau lebih). Sesungguhnya upacara pernikahan itu merupakan pertunjukan besar. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol, makanan dan minuman, musik gamelan dan tarian, dekorasi dari ruangan resepsi, pembawa acara, wali untuk Ijab, pidato pembuka, transportasi, komunikasi dan keamanan. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil), dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). * Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. Pohon pisang sangat mudah tumbuh dimana saja. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. * Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. * Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat

* Bunga Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah karangan.keluarga mereka. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. * Bentuk daun seperti beringin. diantaranya di kamar mandi. di bawah dekorasi Tarub. di bawah pintu gerbang. di dapur. * Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. dan lain-lain. * Itu mempunyai bentuk seperti gunung: Gunung itu tinggi dan besar. itu digunakan untuk melindungi gangguan setan. bekletepe di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan. Kembar Mayang adalah karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). * Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. * Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam. berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. alang-alang. * Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. Itu adalah simbol yang sangat berarti. pintar dan bijaksana. dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. pengalaman dan kesabaran. di jalan dekat rumah. * Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. * Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. * Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan. Itu dekorasi sanggat indah dan menpunya arti yang luas. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat sepesial Sajen. Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. . * Belalang: Pasangan pengantin akan giat. mojo-koro. * Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik.

Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman.lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). Air dari sumur atau mata air. * Kue manis.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) . Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. Tidak hanya orangtua. nasi kuning tanpa hiasan.Siraman sajen terdiri dari: * Tumpeng Robyong. magnolia dan kenanga . ditutup dengan: * Tikar . nasi kuning dengan hiasan. Sekarang lebih banyak diadakan di taman. * Tujuh macam bubur. magnolia) dengan air Suci. Siraman: Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong). . * Kelapa muda. * Handuk. melati. melati. * Bunga Setaman . * Makanan: ayam.mawar. telur. * gayung dari 2 kelapa. Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang. * Bunga Telon (kenanga.dlingo benglé (tanaman untuk obatobatan) . * Lantera. * Memakai kain putih selama Siraman. * Aroma . * Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang. santan. letakkan bersama. * Kursi kecil. air asam Jawa). tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting. * Pisang raja dan buah lainnya. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. * Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari.lima warna . * Teh dan kopi pahit.berfungsi seperti sabun. cendol.kain putih . Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik. tahu. Apa saja yang harus dipersiapkan: * Baskom untuk air. sehari sebelum Ijab dan Panggih. * Rokok dan kretek. daging. Bahasa Jawa tujuh itu PITU.beberapa macam daun .di campur dengan air. * Tumpeng Gundul. lemper. * Kendi.

Pelaksanaan dari SIRAMAN: Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya. calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih. Itu Banyu Suci Perwitosari. dan lain-lain. Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Dewi akan datang dari kayangan. Menurut kepercayaan kuno. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk. Pada malam hari. Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa. berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. pengantin duduk di kamar pengantin. Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup.Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. Dan ini akan digunakan setelah Siraman. Upacara NGERIK: Setelah Siraman. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. dia siap untuk di dandani. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung. Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya. handuk. tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir . Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki. telinga. Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. Setelah mereka. Ibu boleh menyiramkan setalah ayah. Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. Dia diantar ke tempat Siraman. wajah. Pemaes sangat behatihati dalam merias pengantin. orang lain boleh melakukan Siraman. Upacara Midodareni: Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih. Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). Setelah Kendi itu kosong. Akhirnya. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: ‗Wis Pecah Pamore‗ . leher. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. semuanya harus wanita. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. Dia mendudukkan di kursi dan berdoa.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah).

akan dipingit .biasanya. Adat istiadat suku Jawa juga sering dilaksanakan saat upacara pernikahan. Sehari sebelum acara pernikahan. * Suruh Ayu (daun betel). biasanya.Midodareni4. kacang. Hari baik tersebut. Masyarakat sukuJawa percaya akan adanya hari yang baik untuk melaksanakan pernikahan.Siraman3. €Ritual pingitan ini ditujukan untuk mempersiapkan fisik dan mental si gadis yang akan memasuki jenjang pernikahan. ritualnya berupa siramanyang akan dijelaskan pada slide berikutnya. Prosesi Pernikahan Adat Jawa :1. Khusus calon mempelai wanita. calon mempelai wanita kembalimelakukan ritual. jamu. keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki. berpatokan pada buku primbon Jawa. Di kamar lain. suaminya yang akan bertanggung jawab. Kali ini. terdapat . * Tujuh macam kain dengan corak letrek. Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar. Mulai dari besok. * Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. secara terpisah antara calon mempelai wanita danpria. * Kacang Areca. calon pengantin suku Jawa tidak diperbolehkanuntuk saling bertemu. Pernikahan PINGITAN €Sebulan sebelum acara pernikahan berlangsung. serta meminta restu dari orang tua PERNIKAHAN Di upacara pernikahan adat Jawa. Apa saja yang harus diletakan di kamar pengantin? * Satu set Kembar Mayang. Siraman €Acara ini biasanya di lakukan pada siang hari. tetapi harus dimulai pada saat yang bersamaan. * Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep.kalinya. dan lain-lain) di lapisi dengan kain Bango Tulak.Pingitan2. * Dua kendi (diisi dengan bumbu. Keluarga dan tamu dapat makan bersama. beras.Acara siraman ini ditujukan untuk membersihkan mempelai wanita dan pria secara fisik dan psikis secarabersamaan.

perhiasan dan perlengkapan lainuntuk pesta pernikahan. Dua batang pohon tebu wulung (tebu hitam) yang lurus. Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. dalam tatatanan adat bersendi syara‘ syara‘ bersedi kitabullah. di dalam berinteraksi sesama. sehingga menjadi sempurnalah kehidupan awal manusia minangkabau hingga akhir dari suatu kehidupan. pembawa acara. komunikasi dan keamanan. Panitia pernikahan €Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Daun beringin secukupnya. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakangdan berapa banyaknya tamu yang di undang. Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin(siraman. itu sangat penting. Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yangterbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. Dia mengurus dandanan danpakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pestapernikahan. transportasi. yang menjadikan adat minangkabau menyatu didalam ajaran Islam. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengantuwuhan. Daun dadap srep. Adapun macamnya : Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Persiapan yang paling penting adalah I jab(catatan agama dan catatan sipil). Kemudian tradisi yang dipraktekkan dalam Nagari-nagari di Ranah Minang menjadi kebiasaan serta menjadi kekayaan amat berharga dalam khazanah budaya minangkabau. Ajaran Islam akan lebih banyak berbicara didalam pola dan tingkah laku masyarakat dari daripada konsep-konsep yang .Pemaes. dukun pengantin perempuan di manamenjadi pemimpin dari acara pernikahan. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. keluarga dari kedua mempelai. wali untuk Ijab. €Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. SUKU MINANG I. pidato pembuka. dekorasi dari ruangan resepsi. Faktor penghayatan lahiriah dalam melaksanakan adat bersendi syariat. musikgamelan dan tarian. Panitia kecil terdiri dariteman dekat. makanan dan minuman. TRADISI DAN UPACARA SEPANJANG KEHIDUPAN MANUSIA : Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kehidupan manusia semenjak ia lahir – berjodoh hingga meninggalkan dunia yang fana ini berlaku kebiasaan dan tradisi yang telah memberi warna perlakuan peribadi dan masyarakatnya.

Induk Bako – si Bayi akan memberikan sesuatu kepada sang bayi sebagai wujud kasih sayangnya atas kedatangan bayi itu dalam keluarga muda. karena merupakan upaya dari kalangan medis dalam memisahkan pusar bayi dengan placenta ibunya. Sunah rasul mengandung pengharapan dari kedua orang tuanya agar anak laki-lakinya itu menjadi anak yang dicita-citakan serta berbakti kepada kedua orang tua. Ketika roh ditiupkan kedalam seorang ibu pada saat janin berusia 16 minggu. Anak laki-laki yang sudah dikhitankan itu didudukkan di sebuah pelaminan seperti pengantin. Pengertian kerabat disini terdirin dari para ipar dan besan dari masing-masing pasangan isteri. Sebenarnya ini bukanlah kebiasaan yang menjadi tradisi dalam masyarakat minangkabau namun keboleh jadian bahwa tradisi merupakan hasil asimilisai dari . Upacara kehamilan . Upacara Karek Pusek (Kerat pusat) : Sebetulnya tidak memerlukan upacara yang khusus pada saat dilakukan pemotongan tali pusat ini. Umumnya Induk bako dan kerabatnya akan memberikan perhiasan berupa cincin bagi bayi laki-laki atau gelang bagi bayi perempuan serta pemberian lainnya.bersifat teoritis. 2. maka disaat inilah bebera kalangan masyarakat mengharapkan doa dari kerabatnya. Upacara-upacara yang dipraktekkan dalam tradisi di Minangkabau adalah 1. Saat ini telah menjadi trend baru di kalangan masyarakat. yang kemudian melahirkan tradisi baru dikalangan atas masyarakat minangkabau – melalui pennyelenggaraan upacara tertentu seperti perhelatan. Upacara Sunat Rasul : Apabila seorang anak laki-laki telah cukup umur dan berkat dorongan kedua orang tuanya. Kearah ini kompilasi syariat islam dalam khazanah budaya Minangkabau semestinya mengarah. Seperti pada umumnya setiap hajad kebaikan – maka keluarga yang akan membangun kehidupan baru menjadi pasangan keluarga sakinah ma waddah wa rahmah memohon kepada Yang Maha Kuasa agar awal kehidupan janin membawa harapan yang dicita-citakan. 4. Belum diketemukan upacara khusus untuk melakukan hal ini. Upacara Turun Mandi dan Kekah (Akekah) : Sering upacara ini dilakukan dengan tradisi tertentu diantara para ipar – besan dan induk bako dari pihak si Bayi. 3. maka seorang anak akan menjalani khitanan yang di Ranah Minang disebut ― Sunat Rasul.

Ssuatu saat akan menjadi tradisi pula dikalangan masyarakat minangkabau. Pada masa remaja ada pula acara-acara yang dilakukan berkaitan dengan ilmu pengetahuan adat dan agama. 7. 6. Mangaji halal jo haram (mengaji halal dengan haram). Untuk keterampilan dan ilmu beladiri maka anak didik berguru yang sudah kenamaan. Mengaji adat istiadat. Orang tua atau mamak menemui guru tempat anak kemenakannya menuntut ilmu. 6. Seorang akan mendengar kemampuan tajwit dan makhraj untuk meyakini bahwa seorang anak yang telah menamatkan AlQur‘an itu. Manjalang guru (menemui guru) untuk belajar. Anak didik mendapatkan pengetahuan dengan cara gurunya bercerita. Batutue (bertutur) atau bercerita. 3. Upacara-upacara semasa remaja ini adalah sbb: 1. Baraja tari sewa dan pancak silek (belajar tari sewa dan pencak silat). Biasanya murid yang dididik mandi berlimau dibawah bimbingan gurunya. yang baik budi nan indah baso). 2.berbagai etnis yang hidup di Indonesia. telah lulus didalam pengkhataman Al Qur‘an nya. 5. Masa Mengaji di Surau dan upacara masa remaja laki-laki : Surau mengandung tempat tinggal dan tempat pembelajaran bagi anak laki disaat ia remaja. maka para jemaah di Surau . Mengaji nan kuriek kundi nan merah sago. Apakah guru dibidang agama atau adat. Anak atau keponakannya diserahkan untuk dididik sampai memperoleh ilmu pengetahuan yang diingini. Setelah melalui upacara-upacara pada masa kehamilan dan sampai lahir dan seterusnya maka dilanjutkan dengan acara-acara semasa remaja dan terutama sekali bagi anak laki-laki. Didalam pelajaran ini anak didik mendapat pengetahuan yang berkaitan dengan Tambo Alam Minangkabau dan Tambo Adat. Pengetahuan ini berkaitan dengan pengajaran agama. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kemampuan membaca itu dihadapan majelis Surau. Di dalam cerita terdapat pengajaran adat dan agama. Balimau. 5. Sebagai rasa syukur. Upacara ini sebagai perlambang bahwa anak didiknya dibersihkan lahirnya terlebih dahulu kemudian diisi batinnya dengan ilmu pengetahuan. nan baiek budi nan indah baso (mengaji yang kurik kundi nan merah sago. Tamat Kaji (khatam Qur‘an) : Biasanya seseorang yang telah menamatkan kaji (khatam Qur‘an). pengajaran yang berkaitan dengan adat istiadat dan moral. 4.

mandi maik (mencabik kafan dan memandikan mayat) 4. keempat puluh hari. Jampuik anta (jemput antar) 6. malahan antara keluarga nagari. seratus hari dan malahan yang keseribu hari. Maanta pabukoan sebuah tradisi yang sudah tidak jelas lagi . Anta ameh (antar emas). Manjalang. III. KEMATIAN DAN TATA CARA PENYELENGGARAAN Akhir kehidupan di dunia adalah kematian. PERKAWINAN : Menikah : dibahas secara rinci dalam kategori ― Adat Perkawinan Pada umumnya masyarakat Minangkabau beragama Islam. Dalam pelaksanaan nikah kawin dikatakan ―nikah jo parampuan.itu akan merayakan dalam bentuk pemberian doa selamat kepada si murid. Mambuek janji (membuat janji) 3. Sakik basilau. ketujuh hari. oleh karena itu dalam masalah nikah kawin sudah tentu dilakukan sepanjang Syarak. dua kaum. II. Pinang-maminang (pinang-meminang) 2. menjenguk kandang). Maksudnya keluarga laki-laki datang ke rumah calon istri anaknya 7. Bamadu (bermadu) Dalam acara perkawinan setiap pertemuan antara keluarga perempuan dengan keluarga laki-laki tidak ketinggalan pidato pasambahan secara adat. kawin dengan kaluarga‖. Doa talakin panjang di kuburan 6. Nikah 5. Mengaji tiga hari dan memperingati dengan acara hari ketiga. Kacang pali (mengantarkan jenazah kek kuburan) 5. Melepas Pergi Merantau : dibahas pada mengapa ― orang minang pergi merantau‖. Cabiek kapan. mati dijenguk) 2. Acara-acara yang diadakan sebelum dan sesudah kematian adalah sbb: 1. Tradisi ~ Ma anta pabukoan ~ Ciri khas masyarakat Minangkabau adalah Islam dan adat yang bersendikan syara – syara‘ bersendi kitabullah. Umumnya beberapa kekeluarga di Minangkabau secara kolektif dan bersama menyediakan penganan khas daerah setempat. Pada masa dahulu acara-acara ini memerlukan biaya yang besar. Pada masa dahulu perkawinan harus didukung oleh kedua keluarga dan tidak membiarkan atas kemauan muda-mudi saja. manjanguak kandang (mengunjungi. namun pada hakekatnya mempertemukan dua keluarga besar. Anta kapan dari bako (antar kafan dari bako) 3. Dengan pengertian ijab kabul dengan perantaraan walinya sepanjang Syarak. timbang tando (timbang tando) 4. Baganyie (merajuk) 8. Dalam proses perkawinan acara yang dilakukan adalah sbb: 1. mati bajanguak (sakit dilihat. Pada upacara yang berkaitan dengan kematian tidak terlepas dari upacara yang berkaitan dengan adat dan yang bernafaskan keagamaan.

. Ramadhan adalah bulan suci. Baik ‗ma anta pabukoan‘ maupun ‗manganta konji‘ tujuannya tetap sama yaitu mendekatkan silaturahmi antara keluarga. ―babuko basamo jo mintuo‖ (berbuka bersama mertua) dan lain sebagainya. Bagi pasangan muda lebih-lebih pengantin baru. sesungguhnya kesempatan ‗ma anta pabukoan‘ merupakan saat yang tepat bagi sang menantu mengambil hati mertua. Sebagai bagian dari keberagamaan dan keber adatan. Akan tetapi dalam pekawinan itu. anak dengan orang tua. maka – maanta pabukoan – ini hingga ini masih tetap ada. Ma anta pabukoa merupakan bentuk silaturahmi antar dua keluarga yang eksogami. selama perkawinan berlanngsung sesuai dengan adat perkawinan. dengan raut wajah dan dandanan kebaya serta pakaian muslim berkunjung kerumah mertuanya dengan penuh kegembiraan. Seorang mertuapun akan merasakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri apabila menantu dan anak tiba di rumah. Tradisi ‗ma anta pabukoan‘ di berbagai daerah di Sumbar sangat beragam sebutannya. ada yang menyebutnya dengan ―menganta konji‖ (mengantar penganan kolak). Meski saat ini tradisi ― ma anta pabukoan ― tidak lagi sekental suasana puluhan tahun lalu. masyarakat melaksanakan tradisi ‖ balimau ‖ yang mengandung makna tentang kesiapan mental seseorang dalam menjalani ibadah puasa dengan cara mensucikan diri dari segala hadas melalui mandi gadang (balimau) atau mandi junub. Seorang suami akan tinggal di rumah keluarga istri. namun pemandangan yang ini dikenal sebagai tradisi ‗ma anta pabukoan‘ atau mengantarkan makanan ke rumah sanak keluarga terutama ke tempat mertua. Pada masa bulan ramadhan itu. tidak terlepas dari sistem ‗matrilinial‘ di mana garis keturunan justru berasal dari pertalian darah si perempuan. Ketika ia menjadi ― seorang sumando ― dirumah keluarga isterinya. Hal tersebut tentunya. Seperti kita ketahui. mereka tidak membetuk keluarga batih (inti) yang baru. cucu dengan nenek dan istri dengan mertua.batas antara kewajiban adat dengan budaya. masih merupakan tradisi ‗wajib‘. Banyak kegiatan khazanah budaya di Minangkabu yang dilaksanakan dengan sangat islami dan minangkabau. terkadang ia sulit bisa meluangkan waktu bisa bertemu dengan orang tuanya walaupun terkadang masih berada di kota yang sama. Ditambah lagi bila rantang dan bungkusan sang menantu penuh makanan dan beragam kue. Pada saat memasuki bulan ramadhan. Perhatikanlah masih ada wanita paruh baya dengan bungkusan besar yang dijunjungnya serta di tangan kanannya masih terjinjing sebuah rantang alumunium berjalan menuju kerumah mertua/kerabat suaminya. Riwayat tradisi ma anta pabukoan : Tradisi maaanta pabukoan sama lamanya dengan pelaksanaan Adat Perkawinan. yang dirindukan dan dinantikan kedatangannya oleh siapapun juga. bahwa adat perkawinan minangkbau menganut ― perkawinan eksogami. para keluarga akan melakukan amalan berupa pemberian anatar makanan kepada kaum kerabat yang dihormati oleh keluarganya.

Pada saat ini. Karena pada dasarnya penganan tradisional pada zaman dahulu merupakan bahan makanan yang paling banyak disukai orang. ketika ia bertandang kerumah mertuanya Meskipun sang ibu mertua biasanya akan berbasa-basi. Apabila membawa ikan bakar atau ayam bakar. maka ikan dan ayam tersebut haruslah yang terbesar. Namun tidak perlu memaksakan diri. 2.goreng ikan / ikan bakar. Sebaiknya ketika membawa makanan itu disukai oleh keluarga yang didatangi. .sup.gulai ikan. dan . Waktu pelaksanaan ma anta pabukoan : Puncak acara ‗ma anta pabukoan‘ yang berlangsung sore sebelum berbuka sampai saat shalat tarawih tersebut. Makanan tersebut harus yang pilihan dan memenuhi bebagai persyaratan. apalagi dengan menu makanan.lemang pulut dengan tapai ketan. sebaiknya pula ia hanya mencoba dan mencicipi ala kadarnya. kedatangan anak cucu ini.rendang/dendeng . Jenis Makanan yang dibawa : Penganan yang dibawa ke rumah mertua tidak bisa berupa makanan yang sembarangan saja. . Ujian lain yang harus diperhatikan seorang menantu.cende (bubur beras yang dibuat bulat) atau . sang menantu harus meminta maaf dan doa restu menghadapi tibanya hari lebaran. merupakan kebahagian yang tiada tara yang tidak bisa diukur dengan uang. Demikian pula pada saat makan bersama.kue-kue cake (sejenis bolu) dan . Bagi seorang Mertua. katanya. bila sang menantu santun pada mertua.kaliyo jengkol. pandai melayani suami dan penyayang terhadap anaknya. tetapi bahan dan kualitasnya harus yang terbaik.. yaitu : 1. Seorang padusi yang berkedudukan sebagai menantu harus rajin membantu mertua dan tidak boleh hanya duduk saja bersama suami dan anaknya. Menu ‗ma anta pabukoan‘ tidak lagi harus membawa penganan tradisional. adalah ia harus bersiap mencuci piring dan membersihkan semua bekas makanan bila telah selesai bersantap. Makanan pokok . agar menantu jangan ikut menyiap kan menghidangkan makanan dan minuman yang dibawanya pada saat ma anta pabukon tadi untuk menguji sampai di mana rasa hormat dan penghargaan menantu terhadap mertuanya . Tidak hanya ragam makanan yang harus dipersiapkan.konji (kolak). . Makanan ringan lainnya : .Kebahagian orang tua itu akan lebih penuh lagi. .penganan ringan serta buah-buahan. . dan agar-agar.

pada umumnya mempunyai tugas mengantar nasi atau minuman kopi (juadah) ke sawah atau ladang. Mereka – berkongsi menggarap sawah mereka. Arti Kongsi yang sebenarnya. atau sejumlah ibuibu yang sebagian besar sudah menjanda banyak terlibat dalam kegiatan kegotongroyongan ini. Kita mengenal istilah bahondoh pondoh yang bergotong royong dan berbondong bondong menuju sesuatu yang akan dicapai. ialah perkumpulan. Kaum padusi di lingkungan keluarga petani di Ranah Minang.―Kesederhanaan dan ketulusan hati adalah yang paling utama yang diinginkan seorang mertua. Perkongsian mereka bentuk agar secara begilir mereka dapat melakukan pekerjaan besar. sehingga sawah semua peserta kongsi mendapat giliran. Bahondoh artinya berbondong bondong. bersiang dan sekian banyak pekerjaan tergolong ringan lainnya yang dilakukan disawah atau diladang. Provinsi Sumatera Barat. Dalam istilah lain bahasa Minang ‗konji‘ juga berarti lem atau perekat. melalui bahondoh (sejenis arisan). tapi juga mempererat tali silaturahmi setelah mereka berpisah tempat tinggal. Di areal persawahan di pinggiran Danau Maninjau. yakni tak hanya merekatkan jiwa dalam kedamaian bulan Ramadhan antara mertua dan sanak keluarga dengan membawakan mertua bungkusan penganan. Sanakku sesama padusi Minang : Penganan pusaka kuliner. yaitu bubur ubi jalar yang dicampur dengan pisang batu dan air gula tebu. Keunikannya. yang sering ditunjukkan dalam bentu ― konji‖ . dan begitu seterusnya. Kecamatan Tanjung Raya.‖ Manfaat bagi pengembangan pusasak kuliner : Ma anta pabukoan ternyata bisa mempertahankan penganan tradisional dari kepunahan sehingga keberadaannya tetap dapat melanjutkan kebiasaan lama baik dalam masalah bumbu maupun bentuk ukurannya. besok di sawah ―B‖. dalam rangka mengolah lahan pertanian yang baru selesai dipanen. ―Bahondoh-Bararawai‖. Tradisi yang Berpantun Bahondoh bararawai adalah tradisi gotong royong padusi minang dalam melakukan pekerjaan besar didunia pertanian. kita dapat menyaksikan dan sekalian mendengarkan ibu-ibu kelompok bahondoh itu berbararawai alias melantunkan larik-larik . lusa di sawah ―C‖. mengandung zat perekat. Kabupaten Agam. Nah. sedangkan bararawai adalah bersorak sorei dan bergembira ria. Makna kata ‗perekat‘ itulah agaknya yang terkandung pada tradisi ‗ma anta pabukoan‘. Hari ini mereka memangkur (memacul) di sawah si ―A‖. untuk melakukan pekerjaan bertanam. Umumnya kaum ibu yang sudah tidak memiliki suami. secara berkelompok para ibu itu bergotong royong melakukan pekerjaan yang tergolong berat .

tersipu sejenak untuk kemudian membalas (pantun) dengan bijak dan tangkas. Dan lazimnya.berikut bait-bait pantun (berbalas) yang serba komplit. Kemudian. Adapun si ―gigi emas‖ yang memang sedang berada di tengah kaum ibu yang lagi bahondoh itu. dari bibir peserta bahondoh-bararawai yang nyaris tiada henti memangkur tanah berair itu bermunculan syair-syair spontan ataupun pantun-pantun gubahan penyair anonim yang telah diakrabi sejak lama oleh masyarakat Minangkabau -yang sengaja saya kutip alakadarnya. Ujan paneh di Balai Salasa urang batuduang daun taleh Kami batanyo usah baa Sia nan mambalian gigi ameh (Hujan panas di Balai Selasa orang bertudung daun talas Jangan tersinggung kami bertanya Siapa yang membelikan gigi emas) Pantun di atas dikumandangkan sembari mengayun cangkul membalikkan kulit bumi. mengandung renunganrenungan tentang suka-duka hidup dan kehidupan yang menariknya dilontarkan secara kocak disertai senda-gurau. Paku baradai ikan taweh dilapah urang di ateh parau Inyo nan maagiah gigi ameh tiado urang nan alun tau (Pakis digulai ikan tawes dimakan orang di atas perahu Dia yang memberi gigi emas tiada orang yang belum tahu) Dan bait jawaban itupun ditimpali beramai-ramai dengan kuai serta koor nyanyian yang begitu spesifik: ―oooo bararawai lah bararawai‖. Sampuringeh di tapi aia alah mati mako babuah Ingek-ingek uda balaia lauik sati rantau batuah (Sampuringeh di tepi air sesudah mati maka berbuah Hati-hati kanda balayar lautan sakti rantau bertuah) . kuplet tersebut disambut dengan kuai alias sorak-sorai ―ha-haaai yeh‖ atau ―huuuui yeh‖.

dan melankolik) itu terus berkembang. goda-menggoda. pantun dengan konotasi beragam (berbau ironi. misalnya: Sikaduduak di tangah padang ambiak daunnyo untuak ubek Galak bakukuak ayam gadang mancaliak itiak batangkelek (Sikeduduk di tengah padang ambil daunnya untuk obat gelak terbahak ayam jago melihat bebek pakai bakiak) Ha-haaai yeh. sarkastik. Sementara tentang orang pelagak. ajuk-mengajuk. Mengenai orang yang tak tahu menaruh sesuatu pada tempatnya. cinta kasih serta kesetiaan. dramatik. romantik. sindir-menyindir menguliti kekonyolan tingkah laku (ke)manusia(an) melalui diksi idiomatikal lokalitas yang mengusung simbol-simbol yang dipetik dari alam sekitar. dipelesetkan. melenceng-lenceng: nasihat-menasihati.Ooo bawarawai lah bararawai Tanang-tanang taluak Siboga pandan bagaluik jo ujuangnyo Sanangkan ati sanak ka tingga inyo bajalan jo untuangnyo (Tenang-tenang teluk Sibolga pandan bergelut dengan ujungnya Senangkan hati saudara ditinggal kasihmu berjalan serta untungnya) Ooo bararawai lah bararawai Memang. begini: Anak cacak tabang ka Benteng tibo di Benteng makan padi Tan Baro rancak kupiah teleng diresek saku indak barisi (Anak cicak terbang ke Benteng sampai di Benteng memakan padi Tan Baro gagah berkopiah teleng dirogoh saku tidak berduit) Huuuui yeh Anak urang Sabu Andaleh andak manjalang ka Kototuo Bialah bansaik bialah pamaleh ati den kanai kabaa juo .

Sutan Parmato : (juru bicara pihak keluarga anak daro berdiri sambil mengangkat sembah). Mungkinkah bararawai berfungsi sebagai perintang waktu atau untuk membunuh kemonotonan. Akan tetapi karena menyangkut upacara dan prosesi adat. pantun nasihat berikut keseluruhan kuplet yang relatif serius. : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo ka haribaan angku ! Sutan Sinaro : (juru bicara pihak keluarga marapulai berdiri juga sambil mengangkat sembah). Ikutilah percakapan yang terjadi pada saat penerimaan kedatangan marahpulai. senantiasa disudahi dengan nyanyian bernada spesifik ―ooo bararawai lah bararawai‖ saja. namun ―grup‖ bahondoh. Tanpa terasa hari pun berangsur petang. selalu disambut dengan kuai. Sutan Parmato : ― Sungguahpun angku surang – tampek ambo manibokan sambah – nan sarapeknyolah niniak mamak nan gadang basa batuah – alim ulama cadiak pandai – suluah bendang dalam nagari langkok jo Bundo Kanduang – amban puro limpapaeh rumah nan gadang – sarato nan mudo-mudo – nan capek kakiringan tangan – parik paga dalam nagari Ketek indak disabuik namo – Gadang indak diimbaukan gala – nak jo sambah sajo kasadonyo – kami muliakan…(Kembali mengangkat Sembah dan melanjutkan lagi kata-katanya). kejenuhan dan rasa penat? Entahlah.(Anak orang Sabu Andaleh hendak pergi ke Kototuo Biarlah miskin biarlah pemalas cintaku mendalam mau apa lagi) Ha-haaai yeh Ooo bararawai lah bararawai Hal yang seyogianya dicatat. setiap bait puntun yang berisi dan disajikan secara berkelakar. Sedangkan pantun nasib. Dan jika pantun itu ditimpali atau merupakan pantun-berbalas maka akan diakhiri dengan kuai serta koor ―ooo bararawai lah bararawai‖. ditingkah ―mbuk-mbuk‖ siamang serta simpai di hutan di tepi kampung. : ‖ Manitahlah angku Sutan Permato. dengan kata lain mengandung kegembiraan seperti pantun jenaka atau yang bertema cinta terhadap lawan jenis tapi dipelesetkan. maka pihak keluarga anak daro dalam melakukan penyambutan akan diwakili oleh wakil yang terbiasa memimpin upacara adat.bararawai itu masih kelihatan gembira lagi bergairah. . Demikianlah para ibu itu berpantun dan berdendang diiringi kecipak cangkul menerpa tanah berlumpur. Pasambahan Penjemputan Pengantin Pria (dilangsungkan di atas rumah) Percakapan yang sering dilakukan pada saat penyambutan kedatangan marahpulai sering dibawakan dengan bahasa yang sebenarnya tidak mudah dipahami.

‖ Apo nan manjadi isi pasambahan – iolah tantangan kami alek nan tibo – Nan sabondong lalu – satampuah suruik – sasuai jo janji nan dikarang – sarato padan nan lah diukue – iolah tibo kami disiko – Kok datang alah basambuik – kok tibo alah basonsong – lah dibao naiak kateh rumah – kok duduaklah bakambangkan lapiak – alah kami balapeh angah.Baa nan sakarang kini nangko – Kok dirantang namuah panjang – Elok dipunta naknyo singkek – Batanyo kami ka sipangka – Kok ado nan taraso diati – nan ta ilan dimato – alahko buliah dikatangahkan ? Sutan Sinaro : ― Alah sampai di angku Parmato ? Sutan Parmato : ―Alah. Sutan! Sutan Sinaro : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek angku Sutan Parmato tadi – alah dalam adaik dalam pusako – alah taracak diundang alah tasungkuik di limbago – Ibaraik urang batukang – alah dibarih makan pahek – alah dirasuak manjariau – Tapi samatang pun baitu – iyo juo bak pangaja urang tuo-tuo kito – Jikok babiduak banakodo – Jikok bajalan banan tuo – Nak ambo elo kato jo mupakaik – mancari rundiang nan saangguak – Basaba malah angku mananti ! Sutan Sinaro : ― yo ambo nanti malah Sutan Sinaro : (menunjukkan sembah kepada ninik mamak rumah : Dt. Batuah) ‖ Ma angku Datuak Batuah? sambah tibo kaharibaan angku datuak ! Sutan Sinaro : ‖ Tantangan rundiang alek nan tibo indaklah raso kadiulang – Kok bisiak lah kadangaran – kok imbau lah samo kalampauan – Baa di kito kini nangko – kok kato alun bajawek – kok gayuang alun basambuik – iyo nak mintak sipaik bakeh angku Datuak – Baa po dikito pambarinyo ? Baa nyo kalau angku datuk menyampaikan‖. (Lalu menunjukkan sembah kembali kepada St. Parmato) ‖ Ma angku Sutan Parmato? Maaf dimintak sapuluah jari – karano lah rasah angku tagak mananti – maklumlah bajalan indak sadang salangkah – jalan babelok bakeh lalu – Baa nan kini nanko – manjawek tanyo angku tadi – lah kami cari rundiang nan . Dt. Batuah : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek Sutan tadi – iyolah kato sabananyo – adaik tanyo iyo bajawek – adaik gayuang iyo basambuik – Tantang jawek bakeh si alek – jalan nan pasa kito turuik – labuah nan golong kito tampuah – Jikok batanyo lapeh arak jikok barundiang sudah makan – Pulang maklum bakeh Sutan ! Sutan Sinaro : ‖ Baa nyo kalau angku Datuak nan manyampaikan…? Datuak Batuah : ― Karano Sutan nan manabang – eloklah Sutan juo nan manutuah! Sutan Sinaro : ‖ Jadi malah angku.

(sebutkan nama ayahnya serta suku dan kampungnya) ‖ Kok datang kami datang batadaik – ditingkek janjang – ditampiak bandua – langkok jo siriah bacarano – Kok japuik kami japuik tabao – sarato jo urang nan kamairingkan…! ‖ Awak baralek yo baabih ari – tapi pangulu yo baukatu ‖ Karano itu pintak indak kabaulang – kandak indak kamanduo – Tarimolah baju pambaokan kami – nak mintak dipakaikan kapado rang sumando kami…! . Setelah acara santap hidangan selesai dilaksanakan.saangguak – sarato kato nan sagumam – kok bulek lah buliah digolongkan – picaklah buliah dilayangkan – iyo jalan nan pasa juo nan batampuah – labuah nan golong juo kito turuik – Jikok batanyo lapeh arak – jikok barundiang sudah makan – Sakitu sambah bakeh Sutan! Sutan Parmato : ― Kalau baitu putusan kato – tingga dikami manjalani – Bismillahkan lah diangku disitu – nak kami turuikkan pulo di siko ! (Acara ―sambah Manyambah‖ terhenti sejenak untuk menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Selaku Pembawa acara – Sutan Parmato kembali mengangkat sembah. maka acara samabah menyembah kembali berlanjut yang tujuan adalah undur pamit kepada Tuan rumah. suku dan kampung ayah calon pengantin wanita) – ‖ Datang kamari basamo-samo – untuak manjapuik marapulai – calon rang sumando jo minantu kami nan banamo…. …. Sutan Parmato : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo kaharibaan angku…! Sutan Sinaro : ― Manitahlah angku Sutan Parmato.……. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ― Dahalu bakapa rang ka Makah – kini lah tabang jo pasawek – Dahulu kato baistinah – kiniko kato basicapek – Disabuik sajo nan paralu – Iyolah tantangan kami nangko – nan sabondong lalu satampuah suruik – namonyo urang tasarayo – tasuruah dek angku…(sebutkan nama. (sebutkan nama calon pengantin pria) anak dari …. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah sampai kanan kanyang – Kok minum iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ‖ Katangahkanlah angku Sutan Parmato―.

mengulangi kembali pertanyaan yang tertunda tadi. Kalimat-kalimat dalam alur persembahan bisa bervariasi panjang dengan menyebut dan membeberkan kembali sejarah kelahiran seorang anak sampai dewasa dan sampai berumah tangga atau mengulang-ulang tambo sejarah ninik moyang orang Minang mulai dari puncak Gunung Merapi sampai ke laut yang sedidih dsb. seringkali menjadi sangat mengharukan. maka sering juga anak laki-laki yang akan kawin itu disebut akan menjadi ―anak orang lain‖. Oleh karena anak laki-laki di dalam kekerabatan Minang kalau sudah beristeri biasanya akan tinggal di rumah isterinya. Sambil menunggu marapulai berpakaian. Pokok-pokok isinya persembanhan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat menjemput marapulai sbb : 1. akan mengiringkan. 2. sekalian dengan keluarga yang calon pengantin wanita. kecuali hanya untuk memamerkan keahlian si tukang sembah. dimana yang . percakapan kedua belah pihak. Setelah selesai acara santap atau makan kue-kue kecil ini. dan nama orang tuanya dengan jelas). Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan inti maksud kedatangan rombongan. Sedangkan yang pokok menurut adat untuk disebut adalah yang berhubungan dengan empat ketentuan di atas. Menyatakan bahwa mereka itu merupakan utusan resmi mewakili pihak keluarga Bahwa mereka datang secara adat. maka barulah jurubicara pihak kelaurga marah pulai secara terperinci mengemukakan maksud kedatangan rombongan melalui alur persembahannya. Maningkek janjang manapiak bandua dengan Bahwa tujuan mereka adalah untuk menjemput marapulai (sebutkan namanya Menegaskan bahwa jemput itu jemput terbawa. 3. 4. dan setelah selesai marapulai didandani dan dikenakan busana yang dibawa oleh keluarga anak daro. akan terputus sementara sambil mempersilakan para tamu makan atau minum segelas air dan mencicipi kue-kue yang telah disediakan. membawa sirih dalam carano. Setelah selesai acara sambah-manyambah ini. haruslah marapulai memohon doa restu terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan kepada keluargakeluarganya yang tua-tua dan yang pantas untuk dihormati dalam kaumnya. barulah dilanjutkan lagi acara dengan alur persembahan menanyakan gelar marapulai. barulah juru bicara pihak rombongan yang datang kembali mengangkat sembah.Demikianlah. Sehingga peristiwa permohonan doa restu ketika akan berangkat nikah. dan diterima oleh jurubicara tuan rumah maka barulah seperangkat pakaian yang dibawa oleh rombongan penjemput diserahkan kepada tuan rumah untuk bisa segera dipakaikan kepada marapulai. maka sebelum rombongan termasuk rombongan keluarga yang lakilaki berangkat bersama-sama menuju rumah kediaman anak daro. Setelah jurubicara tuan rumah menyatakan bahwa rundingan sudah bisa dilanjutkan. Setelah keempat maksud itu disampaikan.

Realitas ini menunjukkan bahwa kebudayaan batak toba masih di jadikan panduan hidup masyarakatnya. Hukum adat yang berlaku di masyarakat batak toba antara lain hukum adat perkawinan. Tanda kebesaran kebudayaan orang batak toba paling penting adalah pernah diberlakukannya berbagai hukum adat. kerabat. hingga perceraian. Banyak keturunan ialah mempunyai banyak anak. dan kehormatan (hasangapon). Setiap suku memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Berdasarkan hukum adat kehidupan sosial orang batak toba diatur dalam sebuah bingkai kebudayaan tradisi. SUKU BATAK TOBA MENGENAL PROSES ADAT ISTIADAT DALAM PERNIKAHAN SUKU BATAK Menurut pandangan orang Batak Toba. ada banyak tata aturan dan simbol. yakni yang berkaitan dengan ketentuan perkawinan. banyak keturunan (hagabeon). Sistem kepemimpinan sosial. yakni harajaon (kekuasaan) ini mereka jaga hingga sekarang.cicit. Dengan begitu. . kebudayaan batak toba penting untuk dikaji dan di dokumentasikan. Yang dimaksud kekayaan ialah harta milik berujud materi maupun nonmateri yang diperoleh melalui usaha atau melalui warisan. dan handai taulan. Dalam simbol-simbol tersebut. Dalam pernikahan adat Batak. kebudayaan batak toba akan terus ada dan tidak punah di telan zaman. Tak terkecuali dalam adat Batak. Kehormatan merupakan pengakuan dan penghormatan orang lain atas wibawa dan martabat seseorang.dilepas dan yang melepas saling bertangis-tangisan. Lazimnya dalam acara menjemput marapulai ini. Pasumandan ini juga didandani dengan baju kurung khusus dan kepalanya dihiasi dengan sunting rendah.dan keturunan-keturunannya. Beberapa hukum adat ini.cucu.yang menjadi tujuan dan pandangan hidup mereka secara turuntemurun yakni kekayaan (hamoraon) . tersemat harap dan doa dari keluarga. Batak Toba adalah salah satu sub suku Batak yang memiliki kebudayaan yang unik dan khas di antara suku batak yang lain. pihak keluarga anak daro juga membawa dua orang wanita muda yang baru berumah tangga untuk dijadikan pasumandan yang mengiringkan dan mengapit marapulai mulai turun rumahnya sampai disandingkan di pelaminan setelah akad nikah. maskawin. kebudayaannya memiliki sistem nilai budaya yang amat penting. hingga kini masih berlaku.pertunangan. Dalam konteks untuk tetap menjaga kearifan local.termasuk pemilikan tanaman serta ternak. Keturunan juga termasuk ke dalam kategori kekayaan.akan tetapi beberapa sudah tidak di berlakukan dengan baik dikarenakan ketidaksiapan pemiliknya (orang batak toba) maupun akibat campur tangan penguasa.

Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat. cincin emas. Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat..Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan) . 3. Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan. Anggota marga menantu (boru) 4. 3. Kerabat marga ayah (dongan tubu) 3. Pengetuai (orang-orang tua)/pariban 5. Marhori-hori Dinding/marhusip Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. dan lain-lain. Mangarisika Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pudun Sauta. membicarakan masalah uang jujur (tuhor). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. 7. 6. Marhata Sinamot Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot. Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain. Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk : 1. Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis 2. Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. yang Gereja di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Kerabat marga ibu (hula-hula) 2. 4. yang terdiri dari : 1. Martumpol (baca : martuppol) Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. 2. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).Tata Cara dan Urutan Pernikahan Adat Istiadat Suku Batak 1. Martonggo Raja atau Maria Raja.

Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon. Setelah selesai acara paulak une. Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru 12. 10. Paulak Unea a. maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu). Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar). Manjahea. Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. yaitu dipisah rumah . maka paranak. sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik. Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria. maka ia akan dipajae. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar : 1. 2. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon) 1. 2. paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru. Setelah satu. maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria. tiga. Pesta Unjuk Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria. 11. terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan). 9. kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. b.Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya. Mangihut di ampang (dialap jual) Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria. Ditaruhon Jual. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen) 8. 13.

kampung Parsoluhan. Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Mandailing dan Tapanuli Tengah. Tapanuli Utara. Dairi. Angkola dan Mandailing. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Kangkat Hulu. Yaitu Kabupaten Karo. Simalungun. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Deli Hulu. Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk. ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo. UNSUR BUDAYA A. Simalungun. suku Pohan. orang Batak menggunakan beberapa logat. (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba. mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron.Dengan selesainya kunjungan maningkir tangga ini maka selesailah rangkaian pernikahan adat suku batak SEJARAH Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua‘ Baligi (Luat Balige). Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. B. Dilihat dari wilayah administrative. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Toba. 14. Serdang Hulu. dan Asahan. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran.Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga) Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Raron itu merupakan .(tempat tinggal) dan mata pencarian.

Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. E. tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo). Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. hujur (sejenis tombak). b. Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. bajak (tenggala dalam bahasa Karo). Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Organisasi Sosial a.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). C. D. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. Setiap kelurga mandapat tanah tadi . Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu. Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Seperti cangkul. piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. piso surit (sejenis belati). Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. podang (sejenis pedang panjang). Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga.satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya.

Alat Musik tradisional : Gong. dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya.tetapi tidak boleh menjualnya. kambing. upacara kematian. penyerahan harta warisan. Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). yang ada kaitanya dengan pariwisata. G. Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. orang-orang dalam . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. dan bebek. menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal. NILAI BUDAYA 1. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. sapi. Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. temmbikar. Misalnya tenun. F. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . Begu : Tondinya orang yang sudah mati. anyaman rotan. ayam. mendirikan rumah. Sektor kerajinan juga berkembang. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . Saga-saga. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . babi. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). ukiran kayu. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos.

4. dan yang baik-baik. komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. bercucu banyak. Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat.satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. beranak. 2. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini. Kumpulan huta disebut horja. Uhum dan ugari Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji. tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. 3. dan saling membantu. 5. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. . untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. 6. menghargai. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya.

rempelo/bagian dalam perut. garam. paha pangkal. dan ketentraman hidup warga. Daging kambing ini dimasak dengan bumbu seperti cabe. lengkuas. ketumbar gonseng. dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. tepung beras. paha bawah. dada/badan.Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. * Ayam Putih Jantan (Manuk Putih Jantan/manuk mira). kepala. garam. . paha pangkal. Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturunannya. buah-buahan diantaranya adalah: * Satu Ekor Kambing Putih (hambing putih) yang dimasak dan dipotong sesuai potongan sendi tulang kambing. ketumbar gonseng. bawang putih. leher. mendatangkan kemakmuran. potongan berupa. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. sere. sayap. disusun sesuai urutan ketika hewan ini hidup dalam pinggan pasu/piring besar dari keramik. pangkal paha bagian atas. jahe. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. merica. Tujuan ritual Hahomion untuk memohon agar roh dan kekuatan kekuatan gaib tetap memantau kehidupan warga dan memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar senantiasa memelihara. disajikan. Mereka juga percaya bahwa roh nenek moyang senantiasa memantau kehidupan sosial kemasyarakatan. dada. leher. lengkuas. rempelo/bagian dalam perut. * Ayam Jantan Merah Panggang (manuk mira narara pedar) dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. bagian kepala. ikan. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. sere. bawang merah. dada. buah pala dan jintan. Persembahan ini dimaksudkan sebagai bukti nyata dari warga untuk pengakuan akan adanya kekuatan gaib yang mengiringi kehidupan. buntut. paha bawah. darahnya dicampurkan ke bumbu dan dilumuri secara menyeluruh. buah pala dan jintan. sayap. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. tuah/punggung. paha bagian tengah kaki bagian depan dan belakang. kaki. ayam dicuci dan dipanggang. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare disajiakan/disusun sesuai urutan ketika hewan hidup dalam pinggan pasu atau piring biasa/piring keramik putih ukuran sedang. kaki dan buntut dimasak dengan bumbu cabe. tuah/punggung. leher. potongan berupa. jahe. merica. bawang merah bawang putih. Perlengkapan bahan makanan meliputi dari hewan. kepala.

Bahan kue ini dari tepung beras. * Ihan Batak yakni ikan khusus dari danau toba yang dimasak utuh satu ekor dengan terlebih dahulu dibersihkan bagian perut dan diberi bumbu cabe. Disajikan dalam pinggan pasu dengan posisi ayam duduk. buah pala dan jintan. kelapa digongseng setengah matang dicampur sampai menyatu dan dapat dibentuk. Ayam ini utuh ditujukan kepada yang sakti. * Assimun pangalambohi adalah bahan yang terbuat dari timun dipotong panjang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. gula putih. gula putih. * Itak Nani Hopingan. disajikan di atas nasi kuning yang diberi bumbu di sertakan dengan pisang. Di atas itak nani hopingan diberi telur. Hajut ini sebagai perlambang kunci persembahan yang dibawa oleh Datu/dukun dan diletakkan di atas meja persembahan bersama bahan sajen lainnya. ketumbar gonseng. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. serre. * Aek Naso ke mida matani ari (air kelapa muda ) air yang bersih dan steril. . Bahan kue ini dari tepung beras dimasak tanpa gula kemudian dipadatkan dibentuk menggumpal/membulat. * Hajut/kampil. bawang merah bawang putih. bunga raya dan dedaunan untuk penawar dan bahan lainnya. di atas lobang tersebut diletakkan jeruk purut dan bunga raya merah. dengan menggunakan jari/genggaman. jahe. * Itak Gurgur atau Pohul-pohu. * Tanduk horbo paung yang terbuat dari pisang berukuran besar-besar seperti pisang ambon/pisang Batak yang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. * Ayam Jantan (manuk faru basi bolgang). ditutup dengan daun sirih. ayam dipotong dibelah/dikeluarkan bagian dalam perutnya. ditaruh dalam wadah berupa cawan putih.Ayam ini yang memasak khusus suami dan hanya para suami yang boleh makan ayam ini nantinya bila ritual selesai. Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang pemberi semangat. * Sagu-sagu. * Anggir pangurason yakni air yang dicampur dengan jeruk purut.100. gula merah ditumbuk/dicetak bisa berbentuk bulat diletakkan di piring. lengkuas. garam.000. Cara penyajiannya kelapa muda dilobangi bagian atasnya. bunga raya dan roddang (kembang jagung).-. uang pecahan (hepeng) nilai terbesar Rp. kueh dari tepung beras dicampur dengan pisang. pisang dan mengemangeni pining (bunga pinang) Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang minta doa restu. merica. direbus/dikukus sampai matang. sumpit putih diisi beras. sebelum direbus diberi bumbu rendang tapi tak memakai santan. itak gurgur dan bahan lainnya.

SUKU SIMALUNGUN Tarian Toping-toping dan Huda-huda Awal mulanya mencoba bergabung dalam sebuah grup suku simalungun. ogung ihutan dan 1 ogung oloan panggor dan 1 buah sarune. dan ditaburkan kemenyan sedikit demi sedikit. Bagi orang tertentu memakai ikat kepala menunjukkan kedudukan dalam pranata sosial. gambir. bagi perempuan ulos diselempangkan atau diselendangkan sebagai pengganti baju. * Perlengkapan lainnya adalah ―Dupa‖ tempat membakar kemenyan. * Pergondangan yaitu menyiapkan satu gordang (gondang besar). Aroma khas kemenyan dimaksudkan untuk mengundang kehadiran mahluk gaib/kekuatan gaib untuk hadir dan menyatu dalam ritual yang dilaksanakan. cengkeh. bagi laki-laki ulos disarungkan dan diselempangkan tanpa baju. * Perlengkapan pakaian untuk semua peserta upacara adalah memakai pakaian adat Batak Toba (ulos).dan biasanya di pagelaran acara ritual ini mengandung ‖magis‖ dan para aktornya tidak jarang . buah pinang dan tembakau.Konon katanya tarian ini adalah sebuah tarian yang dipentaskan pada saat seorang raja atau partuanon(yang di tuankan) meninggal.* Perlengkapan makan sirih yaitu daun sirih. yakni wadah yang diisi abu.Setelah melihat berbagai foto foto yang dihimpun. sementara pada kepala memakai ikat kepala berwarna merah yakni melambangkan Debata Bata Bulan yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kekuatan.Setelah melihat pembahasan komentar dari orang simalungun yang bergabung dalam grup tersebut ternyata foto itu adalah foto sebuah tradisi orang simalungun. Khusus Datu memakai pakaian baju berwarna hitam yaitu melambangkan bahwa datu tersebut seolah-olah bertindak sebagai perlambang kehadiran Debata Batara Guru (salah satu dari Debata Na Tolu) yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kebijakan. Upacara adat horjabius ini dilakukan untuk sekedar mengenang ritual yang dilakukan nenek moyang kita BatakToba yang terdahulu dan disamping itu mereka hendak melestarikan budaya yang mereka miliki yang juga berguna untuk menarik wisatawan kedaerah Batak. 5 buah topong (gondang yang ukurannya lebih kecil) 1 buah kesik (hesek-hesek) dan 2 buah ogungdoal (Gong).yaitu foto tarian toping-toping dan huda huda yang selama ini sudah jarang sekali di pentaskan.terlintas pada suatu foto seorang dengan memakai topeng.dimana merupakan tempat bergabungnya orang orang simalungun yang benar benar cinta dan ingin mengetahui serta menggali kembali budaya simalungun tersebut. kapur. bara api.

bagaimana caranya agar sang putri mau melepas mayat anaknya yang sudah membusuk itu untuk dimakamkan. Anak yang dikasihinya meninggal dunia. merupakansebuah kekayaan budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Saking sedihnya. Saat ini. Lantas mereka mencurinya dan memakamkannya!.kerasukan roh orang meninggal. siapa yang akan melakonkannya di depan sang putri. di talun sedang berlangsung acara memasak binatang hasil buruan mereka. Masalahnya. Ide membuat patung ini selesai. peralatan tari topeng masih dipelihara dan dirawat oleh penduduk desa itu dan beberapa desa di sekitarnya. hingga nantinya mayat anaknya terlepas dari tangannya. apabila ada . Usai bersantap. Membuat pertunjukan lucu di depan sang putri. Pelepah pinang yang biasa mereka gunakan tempat cuci tangan diukir menjadi ‖patung‖ manusia berwujud laki-laki dan dikenakan di muka seorang lagi. Topingtoping dan Huda-huda. Salah satu binatang buruan itu adalah burung enggang. kini acara seperti ini hanya merupakan acara budaya yang tidak mempertunjukkan unsur magis lagi. Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ‖martambul‖ turut prihatin. Terlihat lucu!. Intinya. Karena tidak ada seorangpun berani melakukannya. Maka ide lainpun muncul. Untuk memainkan upacara ritual ini. Lantas dibuat satu lagi ‖patung‖ manusia berwujud perempuan. keluarga yang berduka menyewanya dari pemilik. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk. setelah itu saya coba mencari informasi dari internet awal mula dari tarian tersebut adalah sebagai berikut : Konon di zaman dahulu kala. Sisa daging enggang (paruh dan tulang lehernya) dicoba dikenakan di kepala salah seorang dari mereka. salah seorang dari mereka memiliki ide. Saat itu. Berbagai cara sudah dilakukan. sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari. Masalah ketidaksediaan permaisuri melepas mayat anaknya untuk dikebumikan menjadi topik pembicaraan mereka. Alhasil. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren. seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. Terlihat lucu juga!. Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri. namun permaisuri tidak mengindahkannya. salah seorang diantara mereka memperhatikan sisa-sisa peralatan dan makanan tadi. Tetapi. Alasannya.

Pelakon burung enggang tadi seluruh mukanya ditutup dengan kain. Sebuah peninggalan masa lalu Simalungun yang seharusnya tidak punah begitu saja. persoalan mayat bayi membusuk dapat diselesaikan tanpa seorangpun mengetahui orang yang ‖mencuri‖ dan menguburkan mayat itu. Melarikannya ke hutan dan menguburkannya. mereka masuk ke ruang sang permaisuri. beberapa desa di wilayah Silau Kahean dan Raya Kahean masih melaksanakan upacara ritual ini. Perlu dipelajari para generasi muda!. Upacara ritual ini masih dilaksanakan penduduk hingga di abad globalisasi dan informasi ini. Demikian kisahnya. Saat permaisuri melihat ketiga patung aneh itu.. Menurut keterangan seorang tokoh penduduk desa ini. Singkatnya. Lantas. Dua pelakon patung manusia muka ditutup dengan topeng dan tubuhnya ditutup dengan kain. Sejak itu. Toping-toping dan Huda-huda acapkali digelar pada acara-acara budaya Simalungun seperti pada Pesta Rondang Bintang atau pagelaran budaya bersama di Sumatera Utara. Mereka mempersiapkan tiga orang memainkannya di depan permaisuri. Termasuk di Hampung. dan dikepalanya dikenakan paruh dan kepala enggang. . Kini. Para penari topeng itu merebut mayat anak tadi. Diatei tupa ma banta ganupan horas tanoh simalungun. dan dia terkejut.. Selain itu pada acara ritual pemakaman. ketiganya diberangkatkan memasuki istana raja. Setelah semuanya dipersiapkan dan mereka yakin pertunjukkan itu akan menarik perhatian sang permaisuri. muncullah ide menutup seluruh tubuh mereka dengan kain.orang yang tau maka mereka pasti dihukum. mereka memikirkan cara agar aktor-aktornya tidak dikenali siapapun. Negeri Dolok... Mayat bayi di pangkuannya lepas!.

diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur. Nakureh). Simalungun Sumatera Timur. . kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh). dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa. Pada saat itu. Purba dan Raya. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. yakni Silimakuta. Tanoh Jawa. Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau. terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore. Sejak saat itu. Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda. maka terbentuklah harajaon na opat (kerajaan Berempat) yaitu: Siantar. Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) maka tiga (3) daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri. Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama Marcopolo dan petualang dari Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut. Pada masa itu. kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua (kerajaan yang Dua)Selanjutnya. Panai dan Dolog Silau.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial.Budaya Simalungun Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan.

peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah, penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun. Tiga fase Kerajaan Simalungun. Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou. Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‗raja‘ berasal dari India yaitu ‗raj‘ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416 kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan

bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodra menuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian, sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing. Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan. Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara. Ekspedisi itu dikenal dengan ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Panglima Indrawarman yang berasal dari Damasraya Djambi (Wibawa, 2001:14-15) yang kemudian mendirikan Kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad XIV. Untuk mempertahankan, daerah vasalnya, maka raja nagur menyerahkan kekuasaannya kepada para panglima dan mempererat hubungan dengan pematang (central kekuasaan) semakin erat dan kokoh. Dengan demikian di Simalungun sampai pada tahun 1883 terdapat kerajaan yang sifatnya konfederasi (Dasuha dan Sinaga, 2003:31) yakni kerajaan Siantar (Damanik), Panei (Purba Dasuha), Dolog Silau (Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (Sinaga). Wilayah Dolog Silau yang begitu luas dan intensya pertikaian antar huta, maka dibentuklah tiga partuanon, yakni Partuanon Raya (Saragih Garinging), Partuanon Purba (Purba Pakpak) dan Partuanon Silimahuta (Purba Girsang). Strategi ini ditempuh untuk mempererat kekuasaan Dolog Silau dan tiga kerajaan besar lainnya. Setelah penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) pada tahun 1907 yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermuda politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni kerajaan Silimahuta (Purba Girsang) yang Pematang nya di Pematang Nagaribu,

kerajaan Purba (Purba Pak-pak) dengan pematang di Pematang Raya. Dengan demikian setelah penandatanganan Korte Verklaring, Simalungun mengenal tujuh kerajaan yang bersifat konfederasi, yakni dikenal dengan sebutan Kerajaan nan tujuh (harajaon Na pitu-siebenvorsten) (Tambak,1982:20-128; Tideman,1922:3-11). Pasca penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) itu, maka oleh pemerintah kolonila Belanda, penguasa pribumi (native states) ditugaskan untuk mengurus daerahnya sendirinya sebagai penguasa swapraja. Sebagai penguasa daerah yang otonom mereka memiliki status sebagai kepala pemerintahan daerah Pakaian Adat Simalungun Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung ―kekuatan‖ yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya. Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan mangulosi (memberikan ulos) yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Ulos dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain. Ulos dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya ulos penutup kepala wanita disebut suri-suri, ulos penutup badan bagian bawah bagi wanita disebut ragipane, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Ulos dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Dalihan Natolu, yang terdiri dari tutup kepala

Menurut Muhar Omtatok.(ikat kepala). Ase Mariah uhur nami………. disebut Gotong Porsa).. awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan. nenek. Tondong Dibata Idah. Yang dimaksud dengan anak boru ialah keluarga yang mengambil isteri dari keluarga marga kita mulai dari jenjang kita bapak. nenek bapak dan neneknya nenek atau lima tingkat atau lima generasi dari rumah tangga kita.)** Pihirpe boras pihir on. horas. Pihiran dapeni Tondimu……………………)** Podas marbagal podas marganjang. Martutur atau Sebutan Kekerabatan Pada Suku Batak Simalungun (3) Pengertian Anak Boru. Gendeo bahen suruhen. namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik. Semua anak boru dipimpin oleh anak boru tua. dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah.)** Horas ma ham panogolan )* Ase malum uhur Bapa – Inangmu…………. Keluarga anak boru yang seperti ini mengambil isteri turun temurun dari keluarga marga kita atau kepada saudara kita yang satu temurun dari neneknya nenek anak boru manipat. itulah yang benar Terjemahan bebas : ( oppugn Rintei ) disebut . Anak boru ini tidak berani menolak apa saja yang ditugaskan oleh tondong kepadanya mengingat doa tondong sewaktu anak boru ini masih bayi atau pada waktu sibayi diberi nama pada upacara membawa mandi pertama kali kepancuran ( patuaek ) dan sewaktu si bayi dsemburi ubun – ubunnya dengan air sirih doanya sebagai berikut : Totou Sanggah Mamupus Doa sewaktu menyemburkan sirih di ubun – ubun si bayi.)** Horas. Mamupus salimbubu ulumu pihir…………. tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). Budayawan Simalungun. kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik. horas ! Terjemahan bebas : Dijawab oleh para pemili dengan. Semua jenjang anak boru ini bertanggung jawab untuk melaksanakan segala pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak keluarga orang tua isterinya ( tondong ) pada upacara adat istiadat maupun pekerjaan sehari – hari apabila dalam keadaan yang memerlukan bantuan tenaga maupun pemikiran.

.Bertua Tuhan Yang Maha Esa yang kelihatan. Anak Boru Manipat maksudnya ialah keluarga yang sudah sejak nenek neneknya ( oppung ni oppung) atau lima turunan dari keluarga itu mengambil isterinya kepada keluarga marga itu. sebagai berikut : Anak boru lakkip maksudnya ialah yang mengmbil isteri dari keluarga Marga kita atau saudara kita yang perempuan dari se-ibu se-bapak dan anak saudaranya Bapak kita. Anak boru yang termasuk Anak Boru Manipat adalah turun temurun mengambil isteri dari keluarga kita.)** Lekas besar lekas tinggi Agar kelak guna disuruh Supaya pikiran kami gembira………. yang mengambil anak gadis menjadi isterinya dari keluarga Anak Boru Mintori dari si A.)** Selamat sejahtera lah engkau Panogolan )** Semoga berbahagia Ibu – Bapakmu……. Menyebur ubun – ubun kepalamu keras………. dan yang mengambil ( membuat ) wanita dari keluarga si C disebut oleh si C ialah anak boru iakkip tetapi si A menyebut tutur kepada anak boru iakkip si C ialah Anak Boru Mintori. Anak Boru Mintori maksudnya ialah keluarga yang mengambil anak perempuan dari si A disebut Anak Boru lakkip yaitu keluarga si C. Anak Boru Mintori. Secara warisan anak boru tua inilah menjadi penanggung jawab semua tuga anak boru. tetap juga keluarga itu menjadi Anak Boru ( manipat ) dan mungkin pada jenjang turun ke lima dari nenek dari nenek ( oppung ni oppung ) itu kembali lagi mengambil isteri dari keluarga marga kita jalur yang turun temurun inilah yang dimaksud Anak Boru Manipat. Rahayu. Rahayu ! Jenis – jenis Anak Boru Anak boru ada dua jalur/jenis yaitu : . Anak Boru Daroh maksudnya ialah keluarga yang mengambil isteri dari saudara perempuan atau kakak.)** Rahayu.)** Keraspun beras ini. Anak Boru Tua. Anak Boru Tua maksudnya ialah keluarga yang mengambil saudara perempuan dari neneknya Bapak yang dilahirkan oleh generasi ke lima. adik ( oppung/Amboru ni bapa ).Anak boru Marbuat ( mengambil/perkawinan ) Anak Boru Manipat. Seandainya dibawah jenjang dari nenek neneknya itu ada yang tidak mengambil isteri kepada marga kita. disebut oleh si A ialah ..Anak boru Manipat ( turun – temurun ) . Lebih keras lagi Rohmu……….

Waluh Sibanjaran ( delapan kelompok ). kakak isteri ipar ) Hoppu ( cucu dari jalur tondong. amboru. ibu mertua ) keluarga isteri Makkela. bibi ( bapak mertua. anturang. mami ( bapak mertua. Anak Boru Ni Mintori dan Anak Boru Mintori Ni Mintori adalah sama dengan tutur keluarga si A kepada keluarga si C hanya tergantung kepada penyesuaiannya. maksudnya ialah dari wadah Martondong Marsinina. misalnya si A menyebut tutur kepada si C adalah Hela maka yang mengambil anak wanita si C menyebut tutur sebutannya kepada si C ialah tulang. ibu ) Tulang. inang ( bapak. kakak) Opat Indung Tutur Matoruk ( Empat Induk Tutur jenjang kebawah ) Anak ( anak kita dan anak saudara ) Parumaen ( menantu perempuan/isteri anak ) Panogolan ( anak ipar. ( Waluh tutur Jabu – jabu ) dan ditemukan delapan induk tutur sebutan pemangilan ( Waluh Induk Tutur pandiloonkon ) yaitu : Waluh tutur Jabu : Sanina ( saudara ) ( delapan sebutan ke rumah ) Gamot ( saudara yang disyahkan menurut adat ) Sanina Inang ( Ibu beradik kakak ) Sapariban ( Isteri beradik kakak ) Tondong ( keluarga pengambilan isteri ) Tondong Ni Tondong ( mertuanya mertua/bapak mertua isteri ) Anak Boru (keluarga suami adik kakak perempuan kita) Anak Boru Mintori ( keluarga yang mengambil wanita dari keluarga anak boru ) Waluh Indung Ni Tutur Walauh Indung Ni Tutur ( delapan induk/pokok tutur sebutan ) yaitu : Opat Indung Ni Tutur Maganjang ( Empat Induk Tutur sebutan kejenjang atas ): Oppung ( nenek laki – laki / perempuan ) Bapak. sanina dan anak boru ) . di temukan delapan unsur rumah tangga. anak adik. Maranak Marboru. ibu mertua dari suami adik. Waluh Sibanjaran. ( Bapak Martua ) dan seterusnya di sesuaikan dengan jenjang masing – masing.Anak Boru Ni Mintori dan yang mengambil perempuan jadi isteri dari keluarga Anak Boru Ni Mintori si A disebut oleh si A ialah Anak Boru Ni Mintori. Tutur sebutan pemanggilan si A dan keluarganya kepada semua keluarga Anak Boru Mintori.

yang berisi norma-norma yang telah berlaku sepanjang masa walau pun sama sekali tidak mempunyai alat memaksa seperti hukum. dan untuk mencapai keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/keseimbangan. sehingga pengendalian sosial mempunyai kekuatan yang membimbing manusia. dan perubahan menuju masyarakat yang dicita-citakan. sembuyak/senina. Melalui daliken si telu masyarakat Karo saling berkerabat. juga sebagai penggerak dan pendorong pembangunan. maupun berkerabat karena hubungan perkawinan. pengendalian terjadi apabila seseorang diajak atau dipaksa untuk bertingkah laku sesuai dengan keinginan pihak lain. ketika menyelenggarakan kepentingan bersama. untuk mengkontrol semua tingkah laku warganya ketika akan bersosialisasi. Daliken si telu adalah bagian dari masyarakat Karo yang merupakan landasan bagi sistem kekerabatan dan semua kegiatan khususnya kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan adat-istiadat dan interaksi antar pada Masyarakat Karo. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. . Teori yang dipergunakan adalah teori pengendalian sosial dan nilai budaya yang dominan didalam daliken si telu. Tujuan pengendalian sosial terutama untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Maka pengendalian sosial adalah suatu sarana yang ada dalam masyarakat untuk mempengaruhi. baik berkerabat karena hubungan darah (seketurunan). Pada prinsipnya pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya maupun tidak. dan pengendalian sosial juga merupakan suatu kekuatan untuk mengorganisir tingkah laku sosial budaya. Daliken si telu ini didukung oleh tiga aktor yang dikenal dengan kalimbubu.Studi ini bertujuan untuk memahami daliken si telu yang terdapat pada Masyarakat Batak Karo dalam mengendalikan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat Karo. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya atau tidak. Seperti telah dikemukakan bahwa pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. penertib dan pengaman kehidupan masyarakat. aturan yang ada atau yang dikehendaki oleh masyarakat. Sedangkan adat istiadat tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat yang nyata. Adapun nilai-nilai yang dominan yang terdapat didalam daliken si telu adalah nilai gotong royong dan kekerabatan. nilai-nilai budaya. kelompok mengendalikan prilaku anggotanya. Pengendalian sosial adalah suatu proses. apabila kelompok mengendalikan prilaku kelompoknya. baik yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. Melalui sosialisasi ini. Hal ini maka setiap individu Karo terikat kepada daliken si telu. Adat istiadat mengandung makna hukum yang memiliki fungsi pengatur. dan anak beru. norma-norma tetap diwariskan secara turun temurun sehingga yang harus dipatuhi. setiap warga masyarakat akan dituntun kearah sikap tunduk dan patuh pada norma-norma. Dengan kata lain.

Pemberian klen ini bukan bertujuan untuk mengkaronisasikan etnis non karo yang ingin berjodoh dengan etnis Karo. Keuntungan lain dengan pemberian klen ini. untuk mengikat aktor yang tiga tersebut dalam jaringan kekerabatan. tetapi dalam bidangbidang tertentu (didalam adat istiadat karo) jelas jauh melebihi orang tua kandungnya yang bukan berasal dari etnis karo. Sebagai contoh misalnya masalah penyimpangan dalam perkawinan. demikian sebaliknya. membina. dengan demikian hubungan kekerabatan dengan keluarga pihak impal (calon suami atau istri menurut adat istiadat karo) dari etnis karo yang kebetulan menikah dengan non karo tetap terjalin erat. dia dapat memilih mau diselesaikan berdasarkan jalur hukum negara yang berlaku boleh. Jalan keluar yang ditawarkan daliken si telu bervariasi. maupun secara pribadi. Seseorang berkedudukan sebagai kalimbubu bargantung kepada situasi dan kondisi. bila salah seorang calon pengantin bukan berasal dari etnis Karo. Kepada yang bermasalah tinggal memilih. untuk mengajak. Berhak mendapat pelayanan berdasarkan adat istiadat karo. pihak daliken si telu calon pengantin yang beretnis Karo. tetap berperan penting. bergantung kepada masalah yang muncul. sembuyak/senina. diselesaikan sesuai dengan hukum adat karo juga boleh. bila kelak suaminya meninggal dunia. Sedangkan kerugiannya . kebersamaan dan gotong royong yang dilandasi nilai kasih sayang. kedudukannya sama didalam adat dengan keluarga yang kedua orang tuanya sama-sama satu etnis. jalur mana yang hendak dipergunakan. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa daliken si telu sebagai bagian dari budaya Karo. bila daliken si telu pihak bermasalah ikut berpartisipasi menyelesaikannya.Dalam hal ini hubungan daliken si telu dengan pengendalian sosial jelas. sembuyak/senina. tetapi bertujuan agar mekanisme daliken si telu tetap berfungsi semestinya. mengarahkan. memahami hubungan daliken si telu melalui pendekatan pengendalian sosial adalah memahami bagaimana caraberpikir dan cara bertindak aktor yang tiga (kalimbubu. selalu menyarankan agar calon pengantin etnis non Karo tersebut disyahkan menjadi ―orang Karo‖ yaitu diberikan klen (merga/beru). dan anak beru). membimbing atu bahkan memaksa warga masyarakat Karo agar mau mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah adat istiadat karo. khususnya bila calon pengantin itu wanita. pertama adalah sistem sosial yang bersifat terbuka yaitu kalimbubu. baik secara kelompok (kalimbubu. ini berhubungan dengan nilai. Didalam ―tubuh‖ daliken si telu ada dua unsur. Keuntungan lain adalah. berdasarkan nilai kekerabatan. Ini berhubungan dengan manusia sebagai subjek dan objek. Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga pembaruan ini. anak beru). Keuntungan lain adalah kedudukan orang yang diberi klen (marga/beru) menjadi jelas dalam struktur adat Karo. masalah itu baru dikatakan tuntas. dan anak beru. dan sekaligus diberikan orang tua adatnya. Jadi. bila muncul masalah-masalah sosial dalam keluarga pembauran ini. sembuyak/senina. dia berhak mewarisi tanah adat yang ada dimiliki suaminya. dan sah. Unsur kedua adalah psiko budaya. nilai ini berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan. selesai. Bahkan bila muncul masalah-masalah sosial didalam keluarga masyarakat Karo. Peranan orang tua adat dalam bidang-bidang tertentu (diluar adat istiadat karo) sama dengan orang tua kandungnya.

tetap tidak sah menurut adat istiadat karo. dia tidak berhak dimakamkan dipekuburan keluarga suaminya. karena anak-anaknya yang dilahirkan tidak mempunyai kalimbubu daerah. bila timbul sengketa dalam rumah tangga mereka. maka keluarga yang mereka bina tidak mempunyai anak beru berdasarkan daliken si telu. anak kandungnya tidak mempunyai marga/beru dalam struktur adat Karo. demikian pula anakanak yang dilahirkannya.A. Bila ada acara-acara adat. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat (Karo). Bila timbul sengketa didalam keluarga yang mereka bina. Bagi wanita non karo yang menikah dengan pria karo. si istri (wanita) menjadi canggung karena tidak mengetahui dimana posisinya dalam acara adat tersebut. maka keluarganya tidak mempunyai kalimbubu sierkimbang. tetap tidak sah menurut adat istiadat Karo. bila ada acara-acara adat dalam keluarga istrinya si suami akan menjadi canggung karena tidak mengetahui posisinya dalam acara adat tersebut. kalaupun tahu posisinya. dan anaknya tidak mempunyai kalimbubu daerah berdasarkan konsep daliken si telu. si pria tidak mempunyai klen (marga). apakah sebagai kalimbubu. Kerugian bagi anak kandungnya. si anak tidak memiliki struktur yang lengkap menurut adat karo. Bagi pria non karo yang menikah dengan wanita karo. Kalau si istri meninggal dunia. . kalaupun tahu posisinya. Si istri tidak berhak mengelola harta warisan marga suaminya. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat Karo. Bila ada acara-acara adat Karo. senina/sembuyak B. anak beru. demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkannya walaupun mereka memiliki anak laki-laki. dia tidak berhak mendapatkan harta warisanadat hal ini karena pembagian harta warisan ada melibatkan pihak daliken si telu. si wanita tidak mempunyai beru. tidak ada yang mengosei (meminjamkan dan memakaikan pakaian adat) kepada suaminya.

.

.

.

Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang Mitologi Menurut masyarakat Nias. Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam. bahkan ada indikasi sejak 30. Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas. Dalam bahasa aslinya. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batubatu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Pada masa itu hanya budaya Hoabinh. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias.000 tahun lampau kata Prof. Sejarah Kebudayaan Suku Nias Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi.Suku Nias Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12. Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). .000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik. Penelitian Arkeologi Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif.

Marga Nias Suku Nias menerapkan sistem marga mengikuti garis ayah (patrilineal). Marga-marga umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada. Makanan Khas        Gowi Nihandro (Gowi Nitutu . Sapaan Yaahowu 7. Tari Perang 3. Maena 4. Minuman   Tuo Nifarö (minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias "Pohon Nira" = "töla nakhe") yang telah diolah dengan cara penyulingan) Tuo mbanua (minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa) Budaya Nias 1. dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap) Ni'owuru (daging babi yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama) raki gae (pisang goreng) tamboyo (ketupat) 2. Tari Mogaele 6. rasa hormat. dan . Khas Nias 1. Dengan kata lain Ya‘ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian. Fame'e toi nono nihalo(pemberian nama bagi perempuan yang sudah menikha) Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam ―Ya‘ahowu‖ (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia ―semoga diberkati‖). Ubi tumbuk) Harinake (daging Babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil) Godo-godo (ubi / singkong yang diparut. Dari arti Ya‘ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Lompat Batu 2. Omohada (rumah adat) 9. Tari Moyo 5. tanggungjawab. dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang di taburi dengan kelapa yang sudah di parut) köfö-köfö(daging ikan yang dihancurkan. Fame ono niahalo (pernikahan) 8.

pengetahuan. mulai dari kehidupan sehari-hari didesa tradisional. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam. Jadi makna yang terkandung dalam ―Ya‘ahowu‖ tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama. tradisi lompat batu. dan tari perang telah menjadi ikon peristiwa yang luluh lantak. Pulau nias sebagai pulau utama dengan luas sekitar 5. Terlebih lagi setelah tertimpa dua bencana : gelombang tsunami pada 2004 dan gempa bumi pada . Jika seseorang bersikap demikian. Masyarakat nias secara turun temurun menyebut diri sebagai one niba (orang nias) secara harafiah berarti anak manusia yang diyakini oleh sebagian ahli antropologi dan arkeologi sebagai salah satu puak-puak (suku) berbahasa Austronesia—salah satu leluhur nusantara yang datang paling awal dari suatu tempat di daratan asia. ketabahan dan kewaspadaan. kemurnian dan kedamaian. menyimpan sejumlah misteri dan keunikan.  Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga (Ni‘ohulayo/ ni‘ogöna) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah. kekayaan. Tinggalan-tinggalan para leluhur seperti rumah adat. Berdasarkan sejumlah bukti peradaban tertua.500 kilometer persegi. keberanian dan kapabilitas para prajurit. dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya‘ahowu). berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton. kemakmuran dan kebesaran. suasana budaya (cultural landscape) hingga peninggalan megalitik dan arsitektur yang mengagumkan. tanggap. Adapun filosofi dari warna itu sendiri antara lain:  Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni‘obakola) dan pola bunga kapas (Ni‘obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan. serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Pakaian Adat Suku Nias Pakaian adat suku Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si‘öli untuk pakaian perempuan. orang nias dihubungkan dengan perkembangan tradisi megalitik (batu besar) yang hingga saat ini masih terlihat keberadaannya. merah. dan putih. Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian. termasuk yang tidak terungkap.   Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan.

tradisi ini juga menunjukan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya. Harapannya. Karena begitu tingginya tingkat prestisius dari tradisi ini. Tidak hanya bagi individu yang melakukannya. Orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap matang dan menjadi pembela kampungnya jika ada konflik dengan warga desa lain. maka mereka telah diberkati oleh roh leluhur dan para pelompat batu sebelumnya yang sudah meninggal. Jelas tidak mudah untuk melakukan tradisi ini. dapat menjadi pilihan wisata yang menarik bagi para tetamu yang datang dari jauh.2005. meskipun sudah berlatih sejak lama. selain menjalankan roda perekonomian Pulau Nias. yang masih menyimpan sejumlah tinggalan budaya dan para penutur sejarah. . kegiatan ini mampu mengembalikan kecintaan pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. Sesuai pertumbuhan anak tersebut. bahkan seluruh masyarakat desa. Hal tersebut disinyalir karena perbedaan budaya nenek moyang atau leluhur masyarakat Nias. mereka akan terus berlatih melompati tali dengan ketinggian yang terus bertambah sesuai usia. maka setiap pemuda dalam masyarakat Nias melakukan latihan sejak berumur 7 tahun. Terlepas dari aspek pariwisata sehingga tradisi Lompat Batu menjadi begitu terkenal. Terbukti tidak semua pemuda dapat melakukan tradisi lompat batu ini. Masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk membuat budayanyaberagam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. melainkan juga bagi keluarga orang tersebut. akan diadakan syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. Salah satunya adalah tradisi Lompat Batu di Nias. Oleh karena itu biasanya setelah anak laki-laki berhasil melakukan tradisi ini. sejumlah pihak telah berupaya membangun kembali nias dengan berbasiskan nilai-nilai budaya yang kini terancam lenyap. Desa-desa tradisional di pulau nias. Tradisi melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dan ketebalan 40 cm ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Tradisi yang berasal dari Suku Nias yang tinggal di Pulau Nias sebelah barat Pulau Sumatera ini memang terbilang unik. Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap heroik dan prestisius. Tidak semua masyarakat Suku Nias melakukan Tradisi ini. ada unsur magis dimana seseorang yang berhasil melompati batu dengan sempurna. untuk mengembalikan kejayaan seperti sedia kala. Akhirnya. Hanya mereka yang berada di Nias Selatan khususnya di daerah Teluk Dalam yang melakukan tradisi akrobatik ini. Lompat batu atau yang dikenal dengan nama ―fahombo batu‖ sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias. Banyak orang yang percaya bahwa selain latihan. latihan tersebut akan dibuktikan pada tradisi Lompat Batu ini.

Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat. yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian. SUKU TIONGHOA Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain. yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau. tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. namun beberapa masyarakat setempat menggambarkan bahwa tradisi ini berawal dari zaman dahulu saat ketangkasan melompat batu sangat dibutuhkan oleh Suku Nias. sekalipun tidak saling kenal.Belum jelas darimana dan mengapa tradisi ini berasal. Tidak hanya itu. Oleh karena itu dibutuhkan keahlian ini untuk melarikan diri atau dapat memasuki desa sasaran. Cara ini juga terkadang dilakukan untuk mengukur kematangan seseorang untuk menikah. Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. Dahulu setiap desa dipagar dan dibentengi oleh batu sebagai pertahanan. pemuda yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat . Tradisi Lompat Batu ini memang cukup unik dan menarik dan menjadi ciri khas Suku Nias. karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. tradisi Lompat Batu ini juga menjadi kebanggan Indonesia karena merupakan keunikan dan kekayaan yang bersemayam di bumi pertiwi ini. ADAT PERNIKAHAN Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan. Selain mengangkat derajat seseorang yang telah berhasil melompat batu. Oleh karena itu hak dan kewajiban sosial mereka sebagai manusia dewasa sudah bisa dijalankan.

Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Upacara menjelang pernikahan : Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu : Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang. Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil. adat setempat. Mak comblang biasanya dari pihak pria. karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah. maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan. Sangjit dilakukan setelah acara lamaran. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Dalam prakteknya.diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. seperti ka****k namun masih menjalankan adat istiadat ini. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan. Oleh karena itu. tapi masih satu nenek moyang). pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.‖ jelas Anthony S. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini. UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. agama. Musical Connections. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain. dari Anthony S. Prosesi Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit Dalam rangkaian adat Tionghoa. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain. . Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga. Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain : A. ―Secara harfiah.

20.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang. Setelah ditentukan. Hal yang menarik saat acara ini adalah bahwa sebagian besar barang-barang seserahan ini sebaiknya sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. keluarga wanita pun memberikan seserahan pada keluarga pria berupa manisan (seperti permen/coklat) dan berbagai keperluan pria (baju. bila .000 – Rp. (lihat paragraf berikut) Dilanjutkan dengan ramah tamah. Tata Caranya Wakil keluarga wanita beserta para penerima seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah. biasanya maksimal berjumlah 12 nampan. Karena. barang-barang seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali pada para pembawa seserahan. Jumlahnya variatif.‖ ungkap Henry dari Wine Wedding Planner. Pada akhir kunjungan. di beberapa adat orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini. Wakil keluarga wanita juga memberikan ang pao ke tiap-tiap pembawa seserahan yang biasanya terdiri dari para gadis/pemuda yang belum menikah tersebut (ang pao diberikan dengan harapan agar enteng jodoh). Barang-barang seserahan Sangjit Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa yang akan dibawa. Rombongan ini terdiri dari: wakil keluarga serta para gadis/pemuda yang belum menikah pembawa nampan seserahan. biasanya sekitar Rp. mulai dari seserahan untuk ke-2 orang tua mempelai wanita. barang-barang tersebut diletakkan dalam nampannampan yang berjumlah genap. rombongan pria pun datang membawa seserahan ke rumah si wanita. baju dalam. Seserahan diberikan 1 per 1 secara berurutan. sapu tangan. Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian. Sangjit biasanya diadakan antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara jam 11. Dan sebagai balasannya. Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan.―Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua. dan seterusnya.00 sampai dengan 13. 50. Oh iya. Barang-barang ini tentu saja memiliki makna simbolis yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mempelai pria. sebaiknya didiskusikan bersama keluarga si wanita terlebih dahulu. lalu untuk mempelai wanita.000. sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan.

Pihak mempelai wanita mengambil semuanya. sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja. Tiga nampan masing-masing berisikan 18 buah (apel.namun yang diambil hanya Rp. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria. menurutnya proses Sangjit ini bisa juga ditambah dengan : Kue satu. Satu nampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnyan. Kaca. sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang susu. sisanya dikembalikan. pear atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian. Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan.. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya. artinya berkaca pada diri sendiri. artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. sisanya dikembalikan. Barang-barang seserahan biasanya terdiri dari : Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk mempelai wanita (kadang-kadang juga sepatu untuk hari H) Pakaian/kain untuk mempelai wanita. Satu nampan berisikan dua botol arak atau sampanye. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin. kesejahteraan dan rejeki). Selain barang-barang di atas. Pihak mempelai wanita mengambil 1 pasang saja. Sepasang kaki babi (jika tidak ada dapat digantikan dengan makanan kaleng) beserta 6 kaleng kacang polong. dan ditukar dengan dua botol sirup merah dan dikembalikan ke pihak mempelai pria. 2 pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah. artinya dua kebahagiaan menjadi satu. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya.keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada. self conscious-morality. Seniman kain dan pakar batik Obin ternyata juga seorang tokoh yang sangat concern dan mendalami adat istiadat Tionghoa. terbuat dari kacang hijau yang dijual satu-satu.680.000. jeruk. artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita. 1. Contoh uang pesta sebesar: Rp.. .Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta. 80.000. Lilin motif naga dan burung hong lebih disukai.

artinya agar nempel dan lengket sampai kapan pun. baik-baik saja maka dimana pun dia berada tetap tidak berubah. artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun. artinya kalau lurus. B. Buah-buahan Buah atep yang disepuh merah. Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara. kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. happy. ada upacara "Liauw Tiaa". yang dalam bahasa Indonesia berarti hoki/untung.Uang-uangan dari emas yang di-emboss kata ‗fuk‘. dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama. Dua bundel pita berupa huruf Cina yang berarti double happiness.7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga mempelai pria dan famili dekat. mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita. artinya agar happy sampai tua nanti. Apabila jam. Penentuan Hari Baik. Upacara pernikahan : 3 . Buah leket. hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. Ada upacara makan-makan. hari dan bulan yang baik. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia. Kalau sudah mulai muntah. Buah atapson dari Kalimantan yang tumbuh di atas atap. Buah ceremai. Biasanya semuanya serba muda yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus. Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan. Tunangan : Pada saat pertunangan ini. mual-mual dikasih buah ini untuk memancing kehamilan. Buah pala. Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H. harus dilihat hari dan bulannya. artinya agar rumah tangganya rame. 3. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. tumbuh tegak lurus dimana pun dia ditanam. Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Oleh karena itu harus dipilih jam. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran . seperti yang telah diuraikan pada Jelajah No. hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa. banyak sahabat dan keturunan.

kejujuran. sumpit. Penghormatan dapat lama. timbangan.sampai jauh malam. Penghormatan Orang tua dan Keluarga Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua. permata. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur. Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. C. Srikaya. yang semuanya itu melambangkan kebaikan. Ke Kelenteng Sesudah upacara di rumah. Dapat juga sebentar. Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju "Pao". Namun. calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. Di bawah meja harus ada jambangan berisi air. sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. Penghormatan kepada Leluhur . Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao") Di pagi hari pada upacara hari pernikahan. panjang umur dan setia. Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik berupa uang maupun emas. Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir. diadakan Cio Tao. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar). kerabat dekat. Pada malam ini. keluarga. a. Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati. Penghormatan kepada Tuhan . Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. Upacara Cio Tao ini terdiri dari : . dll. . D. Di bawahnya diberi 7 macambuah. Penghormatan kepada Alam . lambang kekayaan. dilanjutkan ke Klenteng. Penghormatan kepada Orang tua .l. bersujud dan bangun. adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. Penghormatan kepada kedua mempelai. dengan disambut oleh yang dihormati. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik. E.

Upacara sesudah pernikahan Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : Teh Pai teh pai adalah setelah acara pernikahan dimana seluruh sanak keluarga dari keluarga suami maupun istri memberikan hadiah sebagai dasar pembangunan keluarga yang menikah. Mengundang kiangsay untuk makan malam. G. Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. alat kebutuhan rumah tangga sebagai tanda membantu perekonomian keluarga mereka. dalam membina rumah tangga mereka. karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita. dimana dalam Teh pai ini pihak tertua biasanya memberikan petuah kepada orang akan menikah. Cia Kiangsay 2. dan lain-lain. Cia Ce'em Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Selesai memberi petuah mereka memberikan hadiah biasanya berbentuk perhiasan. Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain. seperti : Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. uang. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana. Usai pesta. Upacara Pesta Pernikahan Selesai upacara penghormatan. Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : 1.F. pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian "ala barat". . Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ). Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih. PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat. memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita.

Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud. dapat dilihat dari kepraktisan upacara. upacara di Kelenteng diganti dengan di gereja. jelas terlihat perkembangannya : Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah. Menyajikan teh dengan memegang alas cangkir teh memakai kedua belah tangan adalah sebuah bentuk penghormatan. atau secara lengkap adalah Nian Nian You Zi. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga. maka jangan lupa untuk menghilangkannya karena tunas tersebut memiliki rasa yang pahit. meskipun artinya berbeda. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih. sehingga orang tua kedua mempelai akan memiliki banyak cucu. yang dapat diartikan setiap tahun memiliki anak. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. Perubahan makin tampak jelas. Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya. Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu pada teh akan membantu pasangan yang baru menikah untuk melahirkan banyak anak. sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi.Pengaruh agama. Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. . tetapi untuk yang beragama kr****n tetap ke Gereja dan upacara di Gereja. Apabila terdapat tunas yang telah muncul pada biji teratai tersebut. Kata "teratai" dengan "tahun" memiliki bunyi yang hampir sama. Pengaruh pengetahuan dan teknologi. termasuk acara pernikahan. karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. Biji teratai / Lian Zi diibaratkan sebagai Nian Zi. Menyajikan Teh pada Upacara Pernikahan Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut.

namun kepercayaan tradisional yang terbentuk dari kebudayaan leluhur masyarakat Tionghoa sejak zaman pra-sejarah kemudian menjadi salah satu tulang punggung transformasi kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun dalam sejarahnya. bibi ketiga. pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pengantin pria. misalnya paman pertama.Saat menyajikan teh. mereka juga menyajikan teh kepada yang lebih tinggi tingkatannya dan yang lebih tua dengan menyebutkan tingkatan. seakan2 kepercayaan tadilah yang membentuk kebudayaan dan cara hidup masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun. sedangkan yang mendapat penghormatan akan duduk. kepercayaan tradisional hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan Tionghoa itu sendiri. dan sebagainya. Contohnya adalah ketika mempersembahkan teh ke orang tua pengantin pria. Sedangkan jika yang mendapat penghormatan tidak lebih tinggi tingkatannya. Sebagai balasan. Disamping menyajikan teh kepada orang tua. seperti kakek. kepercayaan tradisional ini muncul dari kebudayaan dan merupakan bagian darinya dan dalam perkembangannya juga mempengaruhi bentuk kebudayaan dan segala transformasinya. pasangan itu akan menerima Hong Bao / Angpao yang berisi uang atau perhiasan. Penyajian teh dilakukan secara berurutan dari anggota keluarga yang tertinggi tingkatannya. Jadi dapat dikatakan. Pengantin pria dan wanita akan berlutut. atau paman. maka pengantin wanita berlutut di depan ayah pengantin pria. dan pengantin pria berlutut di hadapan ibunya. Contoh urutannya adalah kakek dan nenek dari ayah pengantin pria. lalu kakek dan nenek dari ibu pengantin pria. orang tua pengantin pria. Sebenarnya. kakak kedua. namun tentunya harus lebih tua. ayah. setelah itu kakak. kebudayaan Tionghoa adalah membicarakan kepercayaan tradisional yang ada dalam masyarakat Tionghoa. maka pengantin pria dan wanita tidak perlu berlutut. Saya tergerak untuk menurunkan tulisan singkat dan dangkal mengenai ini setelah ada anggota forum Budaya Tionghoa yang menunjukkan perhatian dan antusiasme yang . Secara mudahnya adalah pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pundak kanan pengantin pria. jika tingkatan dari yang mendapat penghormatan lebih tinggi. seperti kakak.

langit (Tian1) dan bumi (Di4) merupakan satu kesatuan yang disebut dengan keadaan tidak berbentuk atau chaos (Hun4 Dun4).3 meter.3 meter. gunung dan laut. Ada pula yang mengklaim kepercayaan tradisional ini sebagai agama Khonghucu. seorang bernama Pan2 Gu3 mulai memisahkan langit dan bumi. Ada orang yang menyebut kepercayaan tradisional ini sebagai Tri-Dharma (Sam Kau = hokkian. bahwa kepercayaan tradisional ini sebenarnya bukanlah suatu agama tertentu seperti yang menjadi kesalahpahaman dan salah kaprah mayoritas pemeluk agama lainnya. Mudah2an sedikit tulisan ini dapat memperkaya koleksi arsip tentang kebudayaan Tionghoa yang memang sangat minim di Indonesia. Mereka menganggap bahwa sebelum dunia ini terbentuk. Di zaman dahulu kala. mereka tetap akan memegang teguh kepercayaan tradisional ini. Semua ini boleh2 saja. anggota tubuhnya kemudian menjadi matahari dan bulan. ada atau tidaknya agama leluhur orang Tionghoa. Saya mengharapkan tambahan dan koreksi dari para teman yang juga tahu dan punya pengetahuan di bidang ini untuk melengkapi isi dari tulisan singkat ini. leluhur orang Tionghoa mulai menuliskan pandangan mereka terhadap alam semesta ini. Demikian seterusnya 18 ribu tahun berlalu dan langit telah sangat tinggi. 18 ribu tahun kemudian. Saya merasa kepercayaan tradisional adalah hal yang telah ada jauh sebelum agama eksis dan merupakan bagian dari budaya (sinkretisme budaya). Di zaman dulu. Kepercayaan di dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Xin4 Yang3. bumi bertambah tebal 3. namun terasa asing bahkan untuk pelaku dan pelaksana kepercayaan tradisional itu yang notabene adalah orang Tionghoa sendiri. sungai dan danau. bumi telah sangat tebal.besar tentang kepercayaan tradisional. Setiap hari. malah mempengaruhi bentuk dan transformasi ketiga agama tadi dalam batas2 tertentu. dan agama disebut sebagai Zong1 Jiau4.3 meter dan Pan Gu bertambah tinggi 3. namun saya sendiri tidaklah menganggap kepercayaan ini sebagai salah satu agama dari ketiga agama tadi ataupun agama baru yang terbentuk darinya. Mari kita bersama2 membahas dan mendiskusikan kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa ini dari aspek budaya dan sejarahnya tanpa terjerumus dalam debat kusir yang tidak berguna mengenai agama atau kepercayaan yang sering kita lihat di forum lainnya. Shan1 Jiau4 = mandarin) yaitu gabungan antara Taoisme. Yang perlu diingat. langit bertambah tinggi 3. pikiran yang mendasarinya dan ritual2-nya yang banyak terlihat dalam interaksi dengan suku Tionghoa yang masih memegang teguh adat tradisinya. Setelah Pan Gu wafat. . Pandangan terhadap alam semesta dalam kepercayaan tradisional Sejarah kebudayaan Tionghoa seperti kebudayaan kuno lainnya juga dimulai dengan mitologi2. Konfusianisme dan Buddhisme.

Jadi. Nenek moyang dalam mitologi seperti Nu Wa. Leluhur orang Tionghoa percaya bahwa tiga alam ini mempunyai peranannya masing2 dalam menjaga keseimbangan alam semesta ini. yang menjadi tempat tinggal dan tempat kegiatan dari seluruh makhluk hidup. menciptakan Ba1 Gua4 (8 diagram) dan Shen2 Nung2 yang mengajari cara bertani. ahli obat2 tradisional dan memperkenalkan minuman teh. Fu2 Xi1 yang mengajarkan cara membuat jala dan menangkap ikan. sebenarnya juga ada mitologi penciptaan di dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Alam Langit (Tian1 Jie4) adalah menunjuk pada alam yang didiami dan menjadi tempat kegiatan para raja2 Langit (Tian1 Wang2) dan dewa-dewi langit (Tian1 Shen2).Inilah yang disebut sebagai legenda Pan Gu memisahkan langit dan bumi (Pan2 Gu3 Kai1 Tian1 Di4) dan Pan Gu juga mendapat gelar Raja Langit Pertama (Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2). Ketiga alam ini tidak dapat dipisahkan dan berdiri sendiri tanpa kedua alam lainnya. leluhur orang Tionghoa menganggap bahwa alam semesta ini terbagi atas 2 bagian yaitu langit dan bumi. bagian alam semesta tadi berkembang menjadi yang sekarang kita kenal yaitu 3 bagian yang terdiri dari alam Langit (Tian1 Jie4). Orang2 besar yang berjasa di bidangnya masing2 terhadap masyarakat Tionghoa di zamannya dapat naik menjadi dewa-dewi di alam Langit. beternak dan berburu. . Xun4 dan Yu3 adalah bertempat tinggal di sana bersama dengan dewa-dewi pejabat pemerintahan langit lainnya yang akan diterangkan lebih lanjut dalam bagian yang lain. Di masa ini. Tiga Alam Konsep tiga alam adalah inti dari kepercayaan tradisional Tionghoa. cuma Pan Gu adalah tetap merupakan sosok manusia yang kemudian menjadi tokoh legendaris yang tidak pernah di-Tuhan-kan. Fu Xi dan Shen Nung serta kaisar2 legendaris seperti Yao2. Dewa-dewi dan pejabat di alam Langit bertanggung jawab melaksanakan tugas pemerintahan mereka di alam Bumi. alam Bumi (Ming2 Jie4) dan alam Baka (You1 Jie4). yang mengatur seluruh kehidupan di alam bumi. Di kemudian hari. Alam Bumi (Ming2 Jie4) adalah menunjuk pada bumi tempat kita berada. Alam ini dianggap sebagai pusat pemerintahan alam semesta. dalam mitologi bangsa Tionghoa juga ada tokoh legendaris Nu3 Wa1 yang dikenal sebagai ibu pertama dari bangsa Tionghoa menciptakan manusia dan menambal langit yang bocor. Namun sampai pada munculnya Taoisme dan masuknya Buddhisme ke Tiongkok. Juga disebut sebagai Yang2 Jian1 ataupun Ren2 Jian1.

kepercayaan mengenai alam Baka ini kemudian terpengaruh oleh konsep reinkarnasi dari Buddhisme yang ditandai dengan kepercayaan bahwa roh yang hidup di alam Baka kemudian akan terlahir kembali ke dunia sebagai manusia setelah lupa akan kehidupan sebelumnya dengan meminum sup Meng4 Po1 dan melewati jembatan Nai4 He2. Namun. perlakuan layak dan wajar oleh keturunannya ataupun yang meninggal secara tidak wajar biasanya merupakan roh yang jahat. Masing2 dewa-dewi tersebut mempunyai peranan dan kelebihan masing2 seperti Guan Gong (nama asli Guan1 Yun2-chang2) yang hidup masa Dinasti Han akhir (Tiga Negara) dipuja sebagai Dewa Perang yang melambangkan kekuatan dan kesetiaan. Roh yang dihormati dan dikenang oleh keturunannya sehingga dapat menjaga. Hubungan dan Interaksi Antar Tiga Alam Alam Langit. Dari semua bentuk interaksi ini. alam Bumi dan alam Baka adalah mempunyai hubungan satu sama lain dan dapat berinteraksi di antaranya. setiap orang akan menjalani pengadilan yang akan membawa kepada hadiah maupun hukuman dari dewa dan pejabat di alam ini.Alam Baka (You1 Jie4) adalah menunjuk pada alam di bawah bumi ataupun alam sesudah kematian. ada sekelompok dewa dan pejabat alam yang khusus memerintah di alam ini. Perbedaan yang mendasar adalah bahwa kepercayaan tradisional ini menganggap manusia hanya akan terlahir kembali sebagai manusia dan tidak sebagai makhluk lainnya. Dalam perkembangannya. yang paling nyata dan penting dalam kepercayaan tradisional ini adalah upacara merayakan ulang tahun dewa-dewi (Wei4 Shen2 Zuo4 . Dalam kepercayaan tradisional. Roh yang jahat inilah yang biasanya kita kenal dengan sebutan hantu. yaitu alam yang menjadi tempat domisili dan kegiatan dari roh2 (Ling2) dan hantu2 (Gui3) dari manusia setelah meninggal dunia. melindungi dan membawa berkah pada keluarga anak cucunya adalah roh leluhur yang baik. Sedangkan roh yang tidak mendapat penghormatan. tidak semuanya akan menjadi roh ataupun hantu. seseorang yang telah meninggal akan menjadi roh (Ling2) ataupun hantu (Gui3). Alam Baka keseluruhan berjumlah 10 Istana Yan Luo (Shi2 Dian4 Yan2 Luo2) dan 18 Tingkat Neraka (Shi2 Ba1 Ceng2 Di4 Yu4). Kepercayaan leluhur orang Tionghoa bahwa ada kehidupan setelah kematian. Di alam ini. Ada tokoh2 tertentu yang berjasa dan berkontribusi besar bagi masyarakat. leluhur orang Tionghoa mempercayai bahwa kehidupan setelah meninggal adalah lebih kurang sama dengan kehidupan manusia di dunia ini. Roh ini terbagi atas roh yang baik dan jahat. Di alam ini. kebudayaan dan negara akan naik derajatnya menjadi dewa-dewi yang patut dihormati masyarakat luas untuk mengenang dan menghormati jasa2 mereka. Banyak dari dewa-dewi leluhur orang Tionghoa yang sebenarnya merupakan tokoh sejarah yang benar2 pernah hidup pada masanya dan bukan cuma legenda atau mitologi. lalu Ma Zhu Niang-niang (nama asli Lin2 Mo4-niang2) yang hidup di zaman Dinasti Sung yang dipuja sebagai Dewi Maritim yang melambangkan bakti seorang anak kepada orang tuanya.

merupakan penghormatan pada petir. Shun4 dan Yu2. tentu kita tidak akan berada di sini sekarang dapat berdiskusi di forum ini. bila perlu akan diturunkan dalam artikel tersendiri. lambang kebijakan. tokoh2 mitologi yang dianggap sebagai leluhur jauh maupun dekat. lambang . Bentuk2 ritual kepercayaan ini sangat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Kong3 Zi3 Gong1 = Konfusius/Khonghucu. persamaannya masih tetap lebih menonjol karena dewa-dewi yang dipuja dan inti dari penghormatan tersebut adalah sama hakikatnya. Bentuk penghormatan kepada leluhur (Zu3 Xian1 Chong2 Bai4) Kategori ini muncul setelah adanya pengaruh Konfusianisme yang sangat menekankan pentingnya penghormatan kepada leluhur. merupakan bentuk penghormatan pada langit. kita harus bertanya. yaitu jenis2 dan asal usul dewa-dewi tersebut. maka saya tak akan mengulangnya lagi dan mencoba meninjau dari segi pandang yang lain. maka leluhur bangsa Tionghoa berusaha hidup harmonis dalam kerasnya alam. Tai4 Shang4 Lao3 Jun1 = Lao-tse. Namun di dalam perbedaan tersebut. terutama yang berjasa dan berkontribusi bagi orang banyak.Shou4) dan membantu roh untuk terbebas dari penderitaan (Ti4 Gui3 Cao1 Sheng1. alam merupakan tantangan keras bagi leluhur bangsa Tionghoa untuk bertahan hidup. Karena di zaman dulu. dalam agama tertentu dapat disamakan dengan pelimpahan jasa2). Semua ini dilakukan demi penghormatan kepada dewa-dewi dan roh2 yang dianggap dapat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. Fo2 Zu3 = Buddha Sakyamuni/Hud Cho. Dewa dari jenis penghormatan ini misalnya : Yu4 Huang2 Da4 Di4 = Raja Langit. Perfect Harmony telah mengulas dewa-dewi ditinjau dari segi agama masing2. apa dan siapa saja yang dapat dianggap sebagai dewa-dewi yang ditinggikan dalam kepercayaan tradisional ini? Bila Sdr. Kedua upacara ini biasanya diselenggarakan bersamaan pada hari2 ulang tahun dari dewa-dewi tersebut. Guan1 Sheng4 Di4 Jun1 = Kwan Kong. dan masih banyak yang tak saya sertakan di sini. Wu3 Lei2 Yuan2 Shuai4 (Lei2 Gong1 atau Li Kong) = Dewa Petir. Bila tidak ada leluhur. Secara garis besar maka jenis2 dewa-dewi yang dipuja dalam kepercayaan tradisional ini berdasarkan asal usulnya adalah : Bentuk penghormatan kepada alam (Ze4 Ran2 Chong2 Bai4) Kategori ini termasuk dewa-dewi yang paling awal karena telah ada sejak zaman dahulu kala jauh sebelum munculnya penghormatan jenis lainnya. misalnya : Tokoh2 sejarah : Kaisar pra-Dinasti Xia seperti Yao2. Dewa-dewi bentuk penghormatan terdiri dari tokoh2 sejarah besar. Asal Usul Dewa-Dewi Dalam Kepercayaan Tradisional Tionghoa Lalu. merupakan penghormatan pada bumi. Fu2 De2 Zheng4 Shen2 (Tu3 Di4 Gong1 atau Tho Te Kong) = Dewa Bumi/Tanah.

Zao4 Jun1 = Dewa Dapur. tokoh mitos penciptaan manusia. namun adalah memuja dan menghormati dewa-dewi yang bersangkutan.kesetiaan. Tokoh mitologi : Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2 = Pan Gu. lambang bakti anak terhadap orang tua. Tian1 Shang4 Sheng4 Mu3 = Ma Zu/Ma Cho. Wu3 Ke2 Da4 Di4 = Shen Nung. maka hampir semua dari dewa-dewi yang ditinggikan di dalam kepercayaan tradisional ini adalah dimanusiakan tanpa memandang bentuk asalnya. Bentuk lain2 (Shu4 Wu4 Chong2 Bai4) Kategori ini adalah bentuk penghormatan yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas. Bao1 Gong1 = Bao Zheng/Hakim Bao. papan nama penghormatan deelel). Qi2 Tian1 Da4 Sheng4 = Sun Go Kong. Ini terutama terlihat dalam bentuk penghormatan pada alam maupun bentuk2 lain. . lambang keadilan. Nu3 Wa1 Niang2 Niang2 = Nu Wa. Xuan1 Yua2 Shi4 = Huang Di. ahli pertanian dan obat tradisional. tokoh mitos dalam cerita Perjalanan ke Barat (Xi You Ji). yang dipuja dan dihormati tentu bukan bentuk real darinya. Bila diperhatikan. Jadi yang dilakukan dalam kepercayaan tradisional ini bukanlah memuja sang patung ataupun papan tadi. Namun apapun bentuk yang ditunjukkan (patung. tokoh mitos penciptaan alam semesta. Misalnya : Men2 Shen2 = Dewa Pintu. kaisar purba di abad 27 SM.

.

Suku Pakpak yang tinggal di wilayah tersebut menamakan diri sebagai Pakpak Klasen. Pakpak Pegagan (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) 5. . Kabupaten Pakpak Bharat. Kabupaten Pakpak Bharat (ibu kota: Salak) Suku Pakpak juga berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Kabupaten Dairi (ibu kota: Sidikalang) 2. yakni di Kabupaten Dairi.SUKU Batak Pakpak Suku Pakpak adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia dan tersebar di beberapa kabupaten/kota diSumatera Utara dan Aceh. Pakpak Klasen (Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara) 2.Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam (Provinsi Aceh) Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku. Pakpak Boang (Kabupaten Singil dan kota Sabulusalam-Aceh) 4. Suku Pakpak juga bermukim di wilayah Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulusalam yang disebut sebagai Pakpak Boang. yakni: 1. Pakpak Simsim (Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara) 3. dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima suak yang terdiri dari : 1. Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara). Pakpak Keppas (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) Dalam administrasi pemerintahan Suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten.

Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara. Barat Laut Danau Toba sampai perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan). sedangkan yang tinggal di kota Sidikalang dan sekitarnya merupakan suku Pakpak Keppas dan yang bermukim di Sumbul sekitarnya adalah Pakpak Pegagan. Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di Indiayang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi. Marga Pakpak                                Anakampun Angkat Bako Bancin Banurea Berampu Berasa Beringin Berutu Bintang Boang Manalu Capah Dabutar Cibro Gajah Manik Gajah Kabeaken Kesogihen Kaloko Kombih Kudadiri Lembeng Lingga Maha Maharaja Manik Matanari Meka Maibang Padang Padang Batanghari (BTH) .Suku Pakpak yang berdiam di Kabupaten Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim.

Pinayungen. Tumangger dan Anak Ampun (artinya anak bungsu. Diduga manusia pendatang (imigran) pertama yang masuk ke tanah Pakpak. 2. Pakpak suak Boang. Batak Pakpak-Dairi terdiri dari lima (5) suak yang menempati wilayah (hak wilayat) masing-masing. Tinambunen. Pakpak suak Klassan. Air bahasa pakpak adalah Lae. Kemiripan kata-kata dalam bahasa Pakpak dengan bahasa Karo adalah relatip besar. Kerajaan Sriwijaya ini akhirnya runtuh tahun tahun 1337 M. yakni: 1. Maharaja. Pakkat dan sekitarnya. di Tanah Pakpak terkenal Pakpak Lima Suak (sama-sama kata lima). di daerah Boang. . bahasa Karo adalah Lau dan bahasa Gayo (Alas) adalah Lawe. misalnya marga di daerah Urang julu (disebut: daerah Sionem Koden) adalah Simbuyak-mbuyak (tidak berketurunan). Jika di Tanah Karo terkenal Marga Silima. Singkil. Sbullusalam. karena kata menyebutkan air (kebutuhan utama manusia) adalah hampir sama.                Pasi Penarik Pinayungan Sambo Saraan Sikettang Sinamo Sitakar Sitongkir Solin Saing Tendang Tinambunan Tinendung Tumangger Turutan Ujung Matanari pakpak pegagan Batak Pakpak-Dairi Suku Batak Pakpak berasal dari keturunan imigran bangsa atau suku dari India Selatan (kerajaan Colamandala) yang pernah menyerang dan menahlukkan kerajaan Sriwijaya (di Palembang) hingga raja Sri Sangramawijaya Tunggawarman tertawan (1025 M). Karo dan Gayo (Alas) adalah sama nenek-moyangnya. Turuten. di derah Parlilitan. yang menyebabkan terjadi penyebaran manusia sehingga terbentuk suku Pakpak suak Pegagan sekitar 600 tahun yang silam. daerah Aceh dan sekitarnya. sering disebut Nahampun) dan didaerah pakat marga Meka dan lain lain.

Padang Batanghari (keturunan Parrube Haji¡?).? (Alas). Marga (Raja) Matanari. Kuta Usang dan sekitarnya. adalah dukun (datu) yang mempunyai ilmu kebatinan Aliran Ilmu Tenaga Dalam. Raja Api (Raja Gagan) di daerah Pakpak Suak Pegagan. 2. yakni justru orang yang memukulnya yang mengalami efek pukulan. Raja Capah. misalnya marga Kabeaken. Salak dan . Sitakar. yang menyerupai tenaga Api (misalnya disebut: Gayung Api. Lae = lau = lawe berarti air (bahasa suku Toba disebut aek). Juma Rambah. Raja Aji di daerah Pakpak Suak Simsim sekitar kecamatan Kerajaan. 5. maka dianggap sudah lengkaplah ilmu kebatinan yang dipelajari orang pada zaman dahulu. 3. Raja Lae atau Lau atau Lawe yang pergi ke daerah Tanah Karo Simalem atau daerah Gayo-Alas.?). Karo Simalem dan mungkin juga di Gayo . Ilmu kebatinan yang dikuasai dan dikembangkan si Raja Api dan keturunnya berkaitan dengan pembelaan diri. Pakpak suak Keppas. Tinendung. Terbukti di daerah tanah Karo Simalem berkembang ilmu pengobatan Ramuan Tradisional. yakni meliputi: 1. 5. Jadi dapat tiba-tiba si Dukun (yang mempunyai ilmu ini) tiba-tiba ada di depan mata kita. luka terbakar dan lain lain. Lae Pondom. (2) Raja Manik. Brutu (Sinaga. ditakuti dan tempat belajar atau berguru ilmu kebatinan) diketahui melalui legenda yang cukup terkenal di daerah Pakpak.3. 4. Raja Angin di daerah Pakpak Suak Keppas. apabila kena pukulanya akan terbakar atau gosong. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo. misalnya keturunan si Naga Jambe yang mulanya berasal dari daerah Sicikeh-cikeh dan kemudian berkembang didaerah Sidikalang yakni ada 7 marga yaitu. Padang (Situmorang.?). Pakpak Pegagan. Raja Lae adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang dapat mendtangkan hujan. Raja Angkat. Raja Tawar pergi ke Tanah Karo Simalem. yaitu (1) Raja Matanari.. pengobatan Patah Tulang. Manik dan Lingga adalah keturunan Papak Suak Pegagan (disebut si Raja Gagan ataupun si Raja Api). Kuta Manik.. yang kadang kala lebih hebat dari pengobatan ilmu medis (kedokteran). yang cukup terkenal ilmu kebatinannya (dukun yang disegani . dan berperang melawan musuh. tetapi mereka ada. mencegah turun hujan di suatu tempat atau mengalihkan hujan dari satu tempat ke tempat lain (disebut Pawang Hujan). 4. Tinju Marulak. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan sperti tenaga angin. dan (3) Raja Lingga. di daerah Pegagan (meliputi daerah Balna Sibabeng-kabeng. berkelahi. dan lain lain). Raja Gajah Manik. Si Raja Api adalah salah seorang dari Pitu (7) Guru Pakpak Sindalanen (yakni keturunan Perbuahaji) . hanya ada tiga (3) marga. Kalau angin kuat berhembus (topan) dapat merobohkan yang kuat dan besar. Kalau angin berhembus lambat. Salak dan sekitarnya. Lae Rias. Raja Udjung. Raja Bintang. Pakpak suak Simsim. Apabila Pitu Guru Pakpak Sindelanan bersatu.. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan berkaitan dengan obat-obatan ramuan tradisional. dan lain lain. tidak akan terasa dan tidak dapat dilihat. Sumbul. didaerah kecamatan Kerajaan.

Kuta Gugung. Kuta Singa. Raja Besi di daerah Pakpak Suak Kellasen. Raja Bisa di daerah Pakpak Suak Boang.sekitarnya. Sumbul Pegagan. Misalnya ilmu tahan (kebal) ditikam dengan pisau. zaman dan sejarah akhirnya masing-masing keturunan 3 putra si Raja Api Pakpak suak Pegagan menempati daerah Balna Sikaben- . keturunan Pakpak Pegagan tersebut di atas mengalami perubahan dari budaya Nomade menjadi Petani Berpindah-pindah. Kuburan si Raja Api dan orangtuanya serta beberapa keturunannya Raja Matanari diduga disekitar hutan Lae Rias. Si Raja Api menginginkan ilmu/tenaga kebatinan yang dimiliki putranya harus melebihi tenga Api seperti yang telah dimilikinya. missal bisa ular. Kuta Raja. laba-laba. Keinginan si Raja Api. dan lain lain). menangkap ikan dan tinggal berpindah-pindah). kalajengking. terhindar dari atau kebal peluru senjata api. Simanduma.Racun. Sesuai perkembangan zaman dan kebudayaan. Kuta Posong. sampai daerah Tigalingga. putranya harus mempunyai ilmu kebatinan/tenaga dalam menyerupai tenaga (kekuatan) Matahari. Diduga mereka pertama sekali tinggal sekitar hutan Lae Rias dan Lae Pondom. yakni daerah di atas daerah Silalahi. hanya memanen hasil hutan dan hasil berburu binatang. dll Setelah si Raja Api mempunyai keturunan 3 orang anak laki-laki. Mereka berpindah-pindah mencari lahan yang lebih subur. Juma Rambah. dan lain lain. bapa dan kakeknya adalah manusia Nomade (mendapat makanan dari alam. Raja Aji adalah dukun yang mempunyai aliran ilmu Membuat dan Pengobatan penyakit Aji-ajian (Guna-guna. sehingga perkampungan mereka yang pertama diyakini adalah di sekitar Lae Rias di hulu (takal) sungai Lae Patuk. yang menurut Legenda disebut daerah Sembahan (keramat) SIMERGERAHGAH. kebal digergaji. Pada mulanya Pakpak Pegagan (si Raja Api). adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan dengan pembuatan dan Pengobatan yang ditimbulkan oleh Bisa. Sesuai dengan perkembangan kebudayaan. 6. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan alat-alat terbuat dari besi. Batangari (Batanghari). Raja Manik dan Raja Lingga. 7. maka salah seorang putranya diberi nama Raja Matanari (berasal dari arti Matahari). Sistim pertanian berpindah-pindah ini mengarahkan mereka dan keturunanya bergerak ke arah Balna Sikabeng-kabeng. Pakpak Suak Pegagan hanya ada tiga (3) marga yaitu Raja Matanari. Simergerahgah adalah mpung si Perbuahaji (yang memperanakkan si Raja Api = Pakpak Pegagan) keturunan orang/suku Imigran dari India yang masuk dari daerah Barus. lipan. Kuta Manik. Gadam. misalnya Aji Turtur. dan setelah agak tandus kemudian ditinggalkan.

menyatakan bahwa ada di Silencer marga Matanari ( mungkinkah¡. mereka sebagian terusir dan kembali ke Sileuh. Sekitar generasi ke 6 dan ke 7 keturunan Raja Matanari telah membangun Rumah Adat Pakpak di Balna Sikabeng-kabeng yaitu zaman kehidupan si Raja Onggu (keturunan Raja Silalahisabungan) yang kawin dengan Rumintang berru Matanari (generasi ke-7). yakni bahwa marga Padang Batanghari pernah tinggal di Balna Sikabengkabeng.. Padang Batanghari adalah suku Pakpak Suak Simsim di daerah kecamatan Kerajan dan Salak dan sekitarnya bukan.dan daerah Kuta Singa dan Kuta Posong serta sekitarnya (Raja Lingga). dan Rumintang mati gantung diri atas kematian suaminya). sedangkan sebahagian lagi tertawan dan kemudian merobah marganya menjadi marga Matanari.di mana pada zaman tersebut Padang Batanghari¡. Kuta (kampung) yang lain adalah perkembangan (pertambahan) pada generasi Apabila ada marga lain mengaku pernah menjadi raja (berkuasa) di daerah pegagan (misalnya disebut Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari sampai 8 generasi mpung mereka tinggal di Balna Sikabeng-kabeng) adalah ¡°pernyataan yang salah¡±. Pohon Beringin (jabi-jabi) yang ditanam Pinggan Matio berru Matanari (disebut. Pertanyaan¡¡. yang kemudian karena terjadi perang. daerah Kuta Manik dan Kuta Raja serta sekitarnya (Raja Manik). Rumah adat ini dibangun oleh ahli pertukangan (arsitek) dari Batak Pakpak dan Toba (terutama dari Silalahi) yang relatip banyak jumlahnya.kabeng dan Kuta Gugungserta sekitarnya (keturunan Raja Matanari). dkk) mengaku ada talian darah dengan Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari). Tidak masuk akal sehat (logika) ceritra atau pendapat tersebut di .? si Umar Matanari.? Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari mengaku bahwa Pinggan Matio adalah berru dari nenek-moyang (mpung) mereka Paroltep (si Lantak Padang Batanghari) dan keturunannya sampai 8 generasi tinggal di Balna Sikabeng-kabeng. Menurut Ir Ramses Silalahi (di Jakarta) via SMS dan beberapa Sihaloho dari Pematang Siantar (menurut Antony Matanari).?. walaupun kuburan mereka berdua ini ada di Silalahi. diyakini dihuni oleh arwah ( sahala ni = begu ni) si Raja Onggu + Rumintang berru Matanari (karena kematian mereka tidak normal. adalah bukti yang mendukung pernyataan Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari. si Raja Onggu dihukum mati karena menghina suku Pakpak. Adakah marga Manik dan atau Lingga (Pakpak suak Pegagan selain marga Matanari) yang membenarkan pernyatan tersebut di atas¡?atau marga Pakpak suak Keppas¡? atau marga Pakpak suak Simsim¡ ? Siapakah keturunan saudara si Lantak (si Sebar Padang Batang Batanghari yang di Sileuh¡?) yang dapat membenarkan pernyataan di atas ? Kami mohon tolonglah dibuktikan segera kebenaran pernyataan itu. si Arden Matanari. Kemudian terjadi perang (graha) menyebabkan mereka (Padang Batanghari) terusir dan kembali ke kampung asalnya yaitu Sileuh di kecamatan Kerajaan. karena hanya 3 marga keturunan suku Batak Pakpak suak Pegagan (Lihat :semua Dokumen Budaya Pakpak). eks tongkat Pinggan Matio).

Akibat pernyataan mereka. ¡°sedangkan batang pohon pisang ni gana (kita pahat berbentuk) manusia agar ada teman. marganyapun sudah dijual (ganti) menjadi Matanari hanya demi dapat tinggal di kampung kita¡?. dengan tanpa rasa menyesal akan kami kabulkan. dkk mengaku adalah keturunan Padang Batanghari (menjadi marga Matanari). Tawanan (Padang Batanghari) merobah marga menjadi marga Matanari supaya tidak terusir atau dibunuh musuh (penyerang). Semboyan inilah yang menyebabkan tanah wilayat raja Matanari mudah (gampang) diberikannya kepada orang pendatang. yang umumnya adalah suku Batak Toba. Bakune mo ke kaltu¡... atau kenapa tidak pergi ke Silalahi (kuta anak berru¡?) jika benar Pinggan Matio adalah berru Padang Batanghari¡?. jika tawanan tidak dibunuh penyerang maka kemudian mereka akan melarikan diri atau pindah ke daerah lain. lebih gentelemenlah si Umar Matanari dan si Arden Matanari.?. Kasihan mereka bukan¡?. dkk mengganti marganya dan kembali ke si Leuh (kecamatan Kerajaan) serta membawa tulang-belulang orangtuanya bukan¡?. apalagi dia manusia¡±.. Menurut kami Matanari. demikian juga kami sekarang. Kejadian mengakui anak angkat menjadi keturunannya. Kenapa Padang Batanghari (yang terusir) harus kembali ke Sileuh¡?. Atau ke daerah wilayah Pakpak Suak Keppas (sekitar Sidikalang) yang masih jauh lebih dekat dari Sileuh.?. selama ini mereka tetap kami hargai dan memasukkan mereka dalam Trombo Matanari sebagai keturunan ompung kami.¡¡? mereka adalah keturunan orang pendatang menjadi anak angkat keturunan Raja Matanari:? Mpung kami keturunan Raja Matanari sangat merindukan marga Matanari banyak jumlahnya. sedaroh mo kita. Ada semboyan mpung kami keturunan Raja Matanari.. adalah alasan yang tidak logis. sehingga tidak pernah kami beda-bedakan. adalah hal yang umum (biasa) terjadi pada marga-marga lain (tidak hanya pada marga Matanari). Mungkinkah. walaupun posisi anak angkat. kami Matanari dapat mengikuti apa keinginan mereka yang sebenarnya. Agar mereka kembali menjadi marga Padang Batanghari. dan berapa orang (keluarga) yang tertawan yang merobah marga menjadi Matanari (siapa namanya)¡?. Bagi kami anak kandung dan anak angkat sama harkat kemanusiaannya. oda i bedaken kami anak kandung dekket anak .? Berapa orang (keluarga) yang terusir dan kembali ke Sileuh¡?. Selayaknya.atas bukan. Akan tetapi. kecuali mereka mau meminta nama mereka dihapus dari Trombo Matanari. Apakah tujuan perang tersebut untuk menambah orang bermarga Matanari¡?.Mella kami mendokken. Jika benar si Umar Matanari dan Arden Matanari..?. di zaman itu masih banyak lahan kosong di daerah Pegagan bukan¡?. Tidak logis keluarga Padang Batanghari (suami + istri + anak-anak) yang terusir dari Balna Sikabeng-kabeng kembali ke Sileuh karena jarak ini relatip jauh dan sangat luas lahan kosong yang harus dilewati pada zaman itu bukan¡?. maka mereka telah membeberkan aibnya sendiri bukan¡.

tidak kami bedakan anak kandung dengan anak angkat. Penyusunan Trombo secara tertulis dimulai sejak sekitar tahun 1970 adalah berdasarkan ceritra dari keturunan masingmasing. Orang Pakpak cukup terkenal memakan daging manusia (musuhnya) bahkan tengkorak manusia tersebut digantungkan di Bale (Jambur) sebagai bukti kehebatan penghuni kampung. Masuknya ajaran agama Islam ataupun agama Kristen ke daerah Balna Sikabeng-kabeng dan sekitarnya lebih terlambat dibanding di daerah lain. 2. kita tetap satu kesatuan. bahwa kalian bukan Matanari.. Salam buat kita semua). bagi Matanari oda lot masalah kaltu. Kalau kami menganggap. Anak perempuan (berru) dari Raja Matanari dan dari keturunannya yang cukup terkenal (tokoh berru) adalah sebagai berikut: 1. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Maha. ( Artinya. Jadi dosa kesalahan orang Pakpak (terutama Matanari) pada zaman dahulu dan mungkin sampai sekarang adalah sangat besar. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Bintang 4. Pinggan Matio berru Matanari istri Raja Silalahisabungan (sebagai Upah Raja Silalahisabungan karena telah berhasil mengobati penyakit istri Raja Matanari). juga mempunyai putri (berru). kepada orang-orang yang pernah dirugikan atau teraniaya ataupun kepada keturunannya. bagi kami Matanari bukan masalah. Njuah-njuah kita karina. siapa-siapa nama mpung mereka. Ranimbani berru Matanari istri Raja Sihaloho putra Raja Silalahisabungan. Jadi kalau ada yang tidak berketurunan. tadingken ke saja mo kuta ntai asa sloh bai nene ulang pailailaken mendahi Pagang Batanghari. Rumintang berru Matanari istri si Raja Onggu keturunan Ruma Sondi (Pohon Beringin yang ditanam si Pinggan Matio di Balna Sikabeng-kabeng diyakini masyarakat sebagai tempat keramat.Rumintang berru . bagaimana kalian ini kawan¡?. ke oda marga Matanari be. Untuk itu kami mewakili keturunan Raja Matanari. 5. laos mo ke mi Sileuh. atau pergi merantau.Tapi mella i dokken ke. Akan tetapi kalau kalian katakan. 3. yang lainnya tidak berketurunan. Mungkin hal ini terjadi akibat mpung kami keturunan Raja Matanari banyak yang mengikuti aliran ilmu hitam (animisme). ataupun pergi merantau dan tidak kembali ataupun tidak memberi kabar maka nama mpung mereka otomatis tidak tercatat dalam Trombo Matanari. ke kampung marga Padang Batanghari¡.. pergilah ke Sileuh. tinggalkan sajalah kampung kita itu. Laju generasi marga Matanari adalah relatip terlambat dan jumlahnya relatip sedikit sekali. Beberapa generasi keturunan Raja Matanari hanya mempunyai satu anak yang berikutnya mempunyai keturunan dan ada tidak berketurunan. selain mempunyai keturunan anak laki-laki yang telah mencapai sekitar 18-19 generasi sampai sekarang.. Keturunan sebagian anak perempuan (berru) kemungkinan sudah melebihi 19 generasi. memohon maaf yang sebesarbesarnya.angkat. mi kuta ni Padang Batanghari. terlebih kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. disebut Sembahan si Raja Onggu. Raja Matanari. Generasi ke-8 keturunan Raja Matanari j hanya 6 (enam) orang yang berketurunan.?.

pengaruh marga Sihotang berpengaruh besar sampai pada marga marga Pakpak Kepas (Raja Udjung. Orang Pakpak suak Pegagan ingin mempermudah segala urusan (kepentingan) yang berkaitan dengan berbagai urusan terutama bidang pemerintahan yang pada zaman tersebut berpusat di Tarutung. yakni berubah menjadi mengakui bahwa marga Matanari adalah anak (keturunan) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk Kenyataan ini terjadi tidak lepas dari akibat jumlah keturunan marga Raja Matanari sangat sedikit dan pendidikan masih terbelakang. makin kuat eksistensinya. Raja Bintang. Sitepu dan lain lain. Demikian juga Sihotang ingin memperkuat eksistensinya di daerah Pakpak suak Pegagan maupun suak Keppas. Manik dan Lingga) dengan suku Batak Toba (marga Sihotang). (4) Lingga dan (5) marga-marga Berru-Berre dari 4 margatersebut di atas. kami menginginkan marga Matanari lebih besar jumlahnya. disebut huta Sihotang dekat Balna Sikabeng-kabeng. (3) Manik. sehingga tidak terjadi lagi diperantauan penggantian marga Matanari menjadi marga Sihotang. Selain marga Matanari. Raja Angkat. juga marga Manik dan sebahagian marga Lingga mengaku keturunan marga Sihotang. Matanari memberikan tanah dan parhutaan kepada marga Sihotang. bahwa sesama kami keturunan Raja Matahari sering berkelahi bahkan berperang.. Hal ini terjadi dengan alas an yang hamper sama dengan yang telah diuraikan diatas (kepentingan yang saling menguntungkan).Matanari). Mungkinkah keturunan hulubalang Raja Matanari (Paroltep) adalah anak keturunan Raja Matanari menjadi marga lain¡? Kami sangat merindukan mereka. ke tanah karo Simalem marga Sitepu dan semua marga Karo-karo umumnya. Raja Capah. akibatnya ada sebahagian mereka keturunan mpung kami pergi merantau. Semua marga-marga tersebut di atas. Raja Gajah Manik. Yaitu menyebabkan marga Matanari sebahagian melupakan ikrar sisada anak sisada berru. Ikatan dan Pesta Silima Tali diadakan adalah berdasarkan pada kepentingan yang saling menguntungkan antara suku Pakpak suak Pegagan (Matanari. sebaliknya marga Sihotang jumlah keturunannya banyak dan berpendidikan lebih maju. Mereka sebagian belum kami ketahui kabarnya. Ikatan (Pesta) Silima Tali terdiri dari 5 unsur yaitu (1) Sihotang. apakah mereka tetap marga Matanari atau telah merobah marganya menjadi marga lain juga belum kami ketahui. .. Karo-Karo. di daerah Simalungun marga Sitopu. Pesta (Ikatan) Silima Tali. Kami Matanari mengakui. (2) Matanari. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo). Sinulingga. Pada waktu selanjutnya. menjalin ikrar bahwa 4 marga tersebut di atas dinyatakan Sisada Anak dan Sisada Berru. 6. pengaruh Pesta (ikatan) Silima Tali menjadi lebih besar pada marga Matanari. Sebahagian keturunan Raja Matanari mengaku dirinya keturunan Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk adalah pengaruh ikatan (Pesta) SILIMA TALI di Sumbul Pegagan sekitar tahun 1957. yang mendapat tanah Rading Berru di Tamberro. Demikian halnya. Siberru Taren berru Matanari istri Raja Manungkun keturunan Batu Raja.

Harus diakui bahwa marga Sihotang cukup hebat menjalin persaudaraan dalam suku Batak Toba. Sehingga ada beberapa orang menyebutkan istilah ¡° Sihali Mas¡± (singkatan dari: Sihotang.. Marga Matanari dengan Sihotang adalah Sisada Anak Sisada Berru berdasarkan Pesta (ikatan) Silima Tali sekitar tahun 1957 di Sumbul Pegagan. Matanari. melainkan Matanari. Sitopu dan Semua yang termasuk Karo-Karo Mergana). Manik.terutama di daerah perantauan merasa (mengaku) satu dengan marga Sihotang. jadi marga Matanari bukanlah keturunan (anak) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk. Pakpak. Lingga. dan dengan demikian diharapkan bahwa: 1. Demikian disampaikan untuk diketahui semua halayak. Sitepu. Horas¡. . 2. Manik dan Lingga adalah anak (keturunan) Pakpak Suak Pegagan. Hasugian.Mejuah-juah buat yang kami hormati Oppung/ Bapa/ Abang/ Adek/ Anak/ Cucu marga Sihotang di mana pun mereka berada. Karo dan Simalungun.Njuah-njuah¡. Tidak ada lagi keturunan raja (marga) Padang Batanghari yang mengakupernah tinggal di Balna Sikabeng-kabeng (mulai si Lantak sampai keturunannya generasi ke-8) kemudian terusir dan kembali ke Sileuh akibat perang. yang artinya adalah Pengali Emas atau Penggali Emas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful