P. 1
Suku

Suku

|Views: 223|Likes:
Published by zheriztin

More info:

Published by: zheriztin on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

SUKU JAWA

* Kematian Mendhak Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan, sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka. Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan, upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari); kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian; ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina, yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian. Menurut kepercayaan Jawa, setelah satu tahun kematian, arwah dari saudara yang diperingati kematiannya tersebut telah memasuki dunia abadi untuk selamanya. Menurut kepercayaan juga, untuk memasuki dunia abadi tersebut, arwah harus melalui jalan yang sangat panjang; oleh karena itu penting sekali diadakannya beberapa upacara untuk menemani perjalanan sang arwah. * Kematian surtanah Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung. Perlengkapan upacara: - Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk, sayur adem (tidak pedas), pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang, sambal docang dengan kedelai yang dikupas, jangan menir, krupuk, rempeyek, tumpeng ukurukuran, nasi gurih, nasi golong, dan pisang raja. - Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya, nasi golong, ingkung dan panggang ayam, nasi asahan, tumpeng pungkur, tumpeng langgeng, pisang sajen, kembang setaman, kinang, bako enak dan uang bedah bumi. Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dekat, dan pemuka agama.

* Upacara nyewu dina Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. - Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan. Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi. * Upacara Brobosan Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut: 1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai, 2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam, 3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang. UPACARA ADAT KELAHIRAN SUKU JAWA Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka. Salah satu tradisi kelahiran dalam budaya Jawa adalah Selapanan. Upacara Selapanan bertujuan memohon keselamatan bagi si bayi. Perlengkapan upacara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: - Golongan bangsawan: Nasi tumpeng gudangan, nasi tumpeng kecil yang ujungnya ditancapi tusukan bawang merah dan cabe merah, bubur lima macam, jajan pasar, nasi golong, nasi gurih, sekul asrep-asrepan, pecel ayam, pisang, kemenyan, dan kembang

setaman diberi air. - Golongan rakyat biasa: Tumpeng nasi gurih dengan lauk, nasi tumpeng among-among, nasi golong, jenang abang putih, ingkung dan panggang ayam. Upacara terakhir dalam rangkaian selamatan kelahiran yang dilakukan pada hari ke 36 sesuai dengan weton atau hari pasaran kelahiran si bayi. Selapanan diadakan setelah maghrib dan dihadiri oleh si bayi, ayah, dukun, ulama, famili dan keluarga terdekat. UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA Pesta pernikah adat Jawa mempunya beraneka ragam tradisi. Pemaes, dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan, itu sangat penting. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin, perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300, 500, 1000 atau lebih). Sesungguhnya upacara pernikahan itu merupakan pertunjukan besar. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol, makanan dan minuman, musik gamelan dan tarian, dekorasi dari ruangan resepsi, pembawa acara, wali untuk Ijab, pidato pembuka, transportasi, komunikasi dan keamanan. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil), dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). * Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. Pohon pisang sangat mudah tumbuh dimana saja. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. * Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. * Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat

* Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. * Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik. di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. * Itu mempunyai bentuk seperti gunung: Gunung itu tinggi dan besar. Itu adalah simbol yang sangat berarti. alang-alang. dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. pintar dan bijaksana. * Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam.keluarga mereka. berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. pengalaman dan kesabaran. mojo-koro. Kembar Mayang adalah karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. * Bunga Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah karangan. Itu dekorasi sanggat indah dan menpunya arti yang luas. * Bentuk daun seperti beringin. * Belalang: Pasangan pengantin akan giat. * Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. bekletepe di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat sepesial Sajen. di jalan dekat rumah. itu digunakan untuk melindungi gangguan setan. * Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. di bawah pintu gerbang. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. di bawah dekorasi Tarub. * Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. * Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya. dan lain-lain. diantaranya di kamar mandi. * Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. di dapur. .

biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. Siraman: Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. melati. magnolia) dengan air Suci. Sekarang lebih banyak diadakan di taman.di campur dengan air. * Makanan: ayam.berfungsi seperti sabun. cendol. * Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari. ditutup dengan: * Tikar . Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan. mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong). Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik. sehari sebelum Ijab dan Panggih. * Pisang raja dan buah lainnya. * Lantera. air asam Jawa).Siraman sajen terdiri dari: * Tumpeng Robyong. * Memakai kain putih selama Siraman.kain putih . magnolia dan kenanga . * Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang. * Kendi. * Kue manis. * Aroma . daging. melati.lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). * Kelapa muda. Tidak hanya orangtua.beberapa macam daun . lemper. nasi kuning dengan hiasan.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) . Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. * Tumpeng Gundul. Air dari sumur atau mata air. * Kursi kecil. nasi kuning tanpa hiasan. * Rokok dan kretek. * Handuk. telur.dlingo benglé (tanaman untuk obatobatan) . tahu. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting.mawar. . Bahasa Jawa tujuh itu PITU. * Teh dan kopi pahit. santan. * Bunga Telon (kenanga. letakkan bersama. Apa saja yang harus dipersiapkan: * Baskom untuk air. * Bunga Setaman . Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang. * Tujuh macam bubur. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman.lima warna . * gayung dari 2 kelapa.

orang lain boleh melakukan Siraman. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa. dan lain-lain. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. Itu Banyu Suci Perwitosari. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih. pengantin duduk di kamar pengantin. Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup. Akhirnya.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah). Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. Dan ini akan digunakan setelah Siraman. Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya. berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung. telinga. Dia diantar ke tempat Siraman. Upacara NGERIK: Setelah Siraman. Setelah mereka. leher. wajah. Setelah Kendi itu kosong. Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir .Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: ‗Wis Pecah Pamore‗ . Menurut kepercayaan kuno. Dewi akan datang dari kayangan. dia siap untuk di dandani. Pada malam hari. Pemaes sangat behatihati dalam merias pengantin. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk. Dia mendudukkan di kursi dan berdoa. handuk. Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki. semuanya harus wanita. Upacara Midodareni: Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. Ibu boleh menyiramkan setalah ayah. tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali. Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. Pelaksanaan dari SIRAMAN: Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya.

* Suruh Ayu (daun betel). Siraman €Acara ini biasanya di lakukan pada siang hari. Hari baik tersebut. Sehari sebelum acara pernikahan. suaminya yang akan bertanggung jawab. * Kacang Areca. Adat istiadat suku Jawa juga sering dilaksanakan saat upacara pernikahan. calon mempelai wanita kembalimelakukan ritual. terdapat . Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar. Mulai dari besok. Keluarga dan tamu dapat makan bersama. dan lain-lain) di lapisi dengan kain Bango Tulak. * Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. ritualnya berupa siramanyang akan dijelaskan pada slide berikutnya. Prosesi Pernikahan Adat Jawa :1. berpatokan pada buku primbon Jawa. kacang.kalinya. Masyarakat sukuJawa percaya akan adanya hari yang baik untuk melaksanakan pernikahan. serta meminta restu dari orang tua PERNIKAHAN Di upacara pernikahan adat Jawa. akan dipingit . Di kamar lain. Apa saja yang harus diletakan di kamar pengantin? * Satu set Kembar Mayang. * Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep.biasanya. biasanya.Siraman3. Pernikahan PINGITAN €Sebulan sebelum acara pernikahan berlangsung. jamu. * Tujuh macam kain dengan corak letrek. Khusus calon mempelai wanita. * Dua kendi (diisi dengan bumbu. beras.Midodareni4.Acara siraman ini ditujukan untuk membersihkan mempelai wanita dan pria secara fisik dan psikis secarabersamaan. keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki. secara terpisah antara calon mempelai wanita danpria. Kali ini.Pingitan2. tetapi harus dimulai pada saat yang bersamaan. calon pengantin suku Jawa tidak diperbolehkanuntuk saling bertemu. €Ritual pingitan ini ditujukan untuk mempersiapkan fisik dan mental si gadis yang akan memasuki jenjang pernikahan.

Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin(siraman. wali untuk Ijab. dalam tatatanan adat bersendi syara‘ syara‘ bersedi kitabullah. Dua batang pohon tebu wulung (tebu hitam) yang lurus. Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yangterbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Dia mengurus dandanan danpakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pestapernikahan. Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. €Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. dukun pengantin perempuan di manamenjadi pemimpin dari acara pernikahan. pidato pembuka. Ajaran Islam akan lebih banyak berbicara didalam pola dan tingkah laku masyarakat dari daripada konsep-konsep yang . Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. Daun dadap srep. SUKU MINANG I. komunikasi dan keamanan. TRADISI DAN UPACARA SEPANJANG KEHIDUPAN MANUSIA : Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kehidupan manusia semenjak ia lahir – berjodoh hingga meninggalkan dunia yang fana ini berlaku kebiasaan dan tradisi yang telah memberi warna perlakuan peribadi dan masyarakatnya. Persiapan yang paling penting adalah I jab(catatan agama dan catatan sipil). Panitia pernikahan €Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Kemudian tradisi yang dipraktekkan dalam Nagari-nagari di Ranah Minang menjadi kebiasaan serta menjadi kekayaan amat berharga dalam khazanah budaya minangkabau. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. musikgamelan dan tarian. Adapun macamnya : Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengantuwuhan. itu sangat penting. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. sehingga menjadi sempurnalah kehidupan awal manusia minangkabau hingga akhir dari suatu kehidupan. di dalam berinteraksi sesama. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading. keluarga dari kedua mempelai. Panitia kecil terdiri dariteman dekat. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakangdan berapa banyaknya tamu yang di undang. perhiasan dan perlengkapan lainuntuk pesta pernikahan. makanan dan minuman. yang menjadikan adat minangkabau menyatu didalam ajaran Islam. transportasi. pembawa acara.Pemaes. Faktor penghayatan lahiriah dalam melaksanakan adat bersendi syariat. Daun beringin secukupnya. dekorasi dari ruangan resepsi.

Upacara kehamilan . karena merupakan upaya dari kalangan medis dalam memisahkan pusar bayi dengan placenta ibunya. Umumnya Induk bako dan kerabatnya akan memberikan perhiasan berupa cincin bagi bayi laki-laki atau gelang bagi bayi perempuan serta pemberian lainnya. Induk Bako – si Bayi akan memberikan sesuatu kepada sang bayi sebagai wujud kasih sayangnya atas kedatangan bayi itu dalam keluarga muda. maka seorang anak akan menjalani khitanan yang di Ranah Minang disebut ― Sunat Rasul. 3. Kearah ini kompilasi syariat islam dalam khazanah budaya Minangkabau semestinya mengarah. Seperti pada umumnya setiap hajad kebaikan – maka keluarga yang akan membangun kehidupan baru menjadi pasangan keluarga sakinah ma waddah wa rahmah memohon kepada Yang Maha Kuasa agar awal kehidupan janin membawa harapan yang dicita-citakan. Pengertian kerabat disini terdirin dari para ipar dan besan dari masing-masing pasangan isteri. Belum diketemukan upacara khusus untuk melakukan hal ini. Upacara Sunat Rasul : Apabila seorang anak laki-laki telah cukup umur dan berkat dorongan kedua orang tuanya. yang kemudian melahirkan tradisi baru dikalangan atas masyarakat minangkabau – melalui pennyelenggaraan upacara tertentu seperti perhelatan. Sebenarnya ini bukanlah kebiasaan yang menjadi tradisi dalam masyarakat minangkabau namun keboleh jadian bahwa tradisi merupakan hasil asimilisai dari . Anak laki-laki yang sudah dikhitankan itu didudukkan di sebuah pelaminan seperti pengantin. Ketika roh ditiupkan kedalam seorang ibu pada saat janin berusia 16 minggu.bersifat teoritis. Upacara-upacara yang dipraktekkan dalam tradisi di Minangkabau adalah 1. Upacara Karek Pusek (Kerat pusat) : Sebetulnya tidak memerlukan upacara yang khusus pada saat dilakukan pemotongan tali pusat ini. Saat ini telah menjadi trend baru di kalangan masyarakat. Sunah rasul mengandung pengharapan dari kedua orang tuanya agar anak laki-lakinya itu menjadi anak yang dicita-citakan serta berbakti kepada kedua orang tua. 2. Upacara Turun Mandi dan Kekah (Akekah) : Sering upacara ini dilakukan dengan tradisi tertentu diantara para ipar – besan dan induk bako dari pihak si Bayi. 4. maka disaat inilah bebera kalangan masyarakat mengharapkan doa dari kerabatnya.

Pada masa remaja ada pula acara-acara yang dilakukan berkaitan dengan ilmu pengetahuan adat dan agama. Setelah melalui upacara-upacara pada masa kehamilan dan sampai lahir dan seterusnya maka dilanjutkan dengan acara-acara semasa remaja dan terutama sekali bagi anak laki-laki. Tamat Kaji (khatam Qur‘an) : Biasanya seseorang yang telah menamatkan kaji (khatam Qur‘an). Untuk keterampilan dan ilmu beladiri maka anak didik berguru yang sudah kenamaan. Manjalang guru (menemui guru) untuk belajar. Mengaji adat istiadat. Upacara ini sebagai perlambang bahwa anak didiknya dibersihkan lahirnya terlebih dahulu kemudian diisi batinnya dengan ilmu pengetahuan. 3. 7. 5. Baraja tari sewa dan pancak silek (belajar tari sewa dan pencak silat). 5. Biasanya murid yang dididik mandi berlimau dibawah bimbingan gurunya. Upacara-upacara semasa remaja ini adalah sbb: 1. maka para jemaah di Surau . Pengetahuan ini berkaitan dengan pengajaran agama. Sebagai rasa syukur. Mangaji halal jo haram (mengaji halal dengan haram). Balimau. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kemampuan membaca itu dihadapan majelis Surau. nan baiek budi nan indah baso (mengaji yang kurik kundi nan merah sago. Ssuatu saat akan menjadi tradisi pula dikalangan masyarakat minangkabau. Didalam pelajaran ini anak didik mendapat pengetahuan yang berkaitan dengan Tambo Alam Minangkabau dan Tambo Adat. Masa Mengaji di Surau dan upacara masa remaja laki-laki : Surau mengandung tempat tinggal dan tempat pembelajaran bagi anak laki disaat ia remaja.berbagai etnis yang hidup di Indonesia. yang baik budi nan indah baso). Batutue (bertutur) atau bercerita. 2. 6. pengajaran yang berkaitan dengan adat istiadat dan moral. Apakah guru dibidang agama atau adat. Mengaji nan kuriek kundi nan merah sago. 6. Di dalam cerita terdapat pengajaran adat dan agama. Anak atau keponakannya diserahkan untuk dididik sampai memperoleh ilmu pengetahuan yang diingini. 4. Orang tua atau mamak menemui guru tempat anak kemenakannya menuntut ilmu. Anak didik mendapatkan pengetahuan dengan cara gurunya bercerita. Seorang akan mendengar kemampuan tajwit dan makhraj untuk meyakini bahwa seorang anak yang telah menamatkan AlQur‘an itu. telah lulus didalam pengkhataman Al Qur‘an nya.

Doa talakin panjang di kuburan 6. mati dijenguk) 2. kawin dengan kaluarga‖. timbang tando (timbang tando) 4. Maksudnya keluarga laki-laki datang ke rumah calon istri anaknya 7. Cabiek kapan. seratus hari dan malahan yang keseribu hari. mati bajanguak (sakit dilihat. KEMATIAN DAN TATA CARA PENYELENGGARAAN Akhir kehidupan di dunia adalah kematian. Anta ameh (antar emas). malahan antara keluarga nagari. PERKAWINAN : Menikah : dibahas secara rinci dalam kategori ― Adat Perkawinan Pada umumnya masyarakat Minangkabau beragama Islam. Manjalang. Jampuik anta (jemput antar) 6. Sakik basilau. ketujuh hari. Melepas Pergi Merantau : dibahas pada mengapa ― orang minang pergi merantau‖. Dalam pelaksanaan nikah kawin dikatakan ―nikah jo parampuan. II. Dalam proses perkawinan acara yang dilakukan adalah sbb: 1.itu akan merayakan dalam bentuk pemberian doa selamat kepada si murid. oleh karena itu dalam masalah nikah kawin sudah tentu dilakukan sepanjang Syarak. Acara-acara yang diadakan sebelum dan sesudah kematian adalah sbb: 1. Bamadu (bermadu) Dalam acara perkawinan setiap pertemuan antara keluarga perempuan dengan keluarga laki-laki tidak ketinggalan pidato pasambahan secara adat. Nikah 5. Pada masa dahulu perkawinan harus didukung oleh kedua keluarga dan tidak membiarkan atas kemauan muda-mudi saja. mandi maik (mencabik kafan dan memandikan mayat) 4. manjanguak kandang (mengunjungi. keempat puluh hari. Umumnya beberapa kekeluarga di Minangkabau secara kolektif dan bersama menyediakan penganan khas daerah setempat. dua kaum. Dengan pengertian ijab kabul dengan perantaraan walinya sepanjang Syarak. Maanta pabukoan sebuah tradisi yang sudah tidak jelas lagi . Tradisi ~ Ma anta pabukoan ~ Ciri khas masyarakat Minangkabau adalah Islam dan adat yang bersendikan syara – syara‘ bersendi kitabullah. Kacang pali (mengantarkan jenazah kek kuburan) 5. menjenguk kandang). Baganyie (merajuk) 8. Anta kapan dari bako (antar kafan dari bako) 3. Mengaji tiga hari dan memperingati dengan acara hari ketiga. Pinang-maminang (pinang-meminang) 2. Pada upacara yang berkaitan dengan kematian tidak terlepas dari upacara yang berkaitan dengan adat dan yang bernafaskan keagamaan. namun pada hakekatnya mempertemukan dua keluarga besar. Pada masa dahulu acara-acara ini memerlukan biaya yang besar. III. Mambuek janji (membuat janji) 3.

Bagi pasangan muda lebih-lebih pengantin baru. para keluarga akan melakukan amalan berupa pemberian anatar makanan kepada kaum kerabat yang dihormati oleh keluarganya. Ketika ia menjadi ― seorang sumando ― dirumah keluarga isterinya. Banyak kegiatan khazanah budaya di Minangkabu yang dilaksanakan dengan sangat islami dan minangkabau. masyarakat melaksanakan tradisi ‖ balimau ‖ yang mengandung makna tentang kesiapan mental seseorang dalam menjalani ibadah puasa dengan cara mensucikan diri dari segala hadas melalui mandi gadang (balimau) atau mandi junub. Ma anta pabukoa merupakan bentuk silaturahmi antar dua keluarga yang eksogami. dengan raut wajah dan dandanan kebaya serta pakaian muslim berkunjung kerumah mertuanya dengan penuh kegembiraan. bahwa adat perkawinan minangkbau menganut ― perkawinan eksogami. Perhatikanlah masih ada wanita paruh baya dengan bungkusan besar yang dijunjungnya serta di tangan kanannya masih terjinjing sebuah rantang alumunium berjalan menuju kerumah mertua/kerabat suaminya. yang dirindukan dan dinantikan kedatangannya oleh siapapun juga. ―babuko basamo jo mintuo‖ (berbuka bersama mertua) dan lain sebagainya. Pada saat memasuki bulan ramadhan. Akan tetapi dalam pekawinan itu. Seperti kita ketahui. cucu dengan nenek dan istri dengan mertua. sesungguhnya kesempatan ‗ma anta pabukoan‘ merupakan saat yang tepat bagi sang menantu mengambil hati mertua. Sebagai bagian dari keberagamaan dan keber adatan. tidak terlepas dari sistem ‗matrilinial‘ di mana garis keturunan justru berasal dari pertalian darah si perempuan. Baik ‗ma anta pabukoan‘ maupun ‗manganta konji‘ tujuannya tetap sama yaitu mendekatkan silaturahmi antara keluarga. Meski saat ini tradisi ― ma anta pabukoan ― tidak lagi sekental suasana puluhan tahun lalu. Riwayat tradisi ma anta pabukoan : Tradisi maaanta pabukoan sama lamanya dengan pelaksanaan Adat Perkawinan. terkadang ia sulit bisa meluangkan waktu bisa bertemu dengan orang tuanya walaupun terkadang masih berada di kota yang sama. Ditambah lagi bila rantang dan bungkusan sang menantu penuh makanan dan beragam kue. Pada masa bulan ramadhan itu. Tradisi ‗ma anta pabukoan‘ di berbagai daerah di Sumbar sangat beragam sebutannya. Seorang mertuapun akan merasakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri apabila menantu dan anak tiba di rumah. ada yang menyebutnya dengan ―menganta konji‖ (mengantar penganan kolak). anak dengan orang tua. . maka – maanta pabukoan – ini hingga ini masih tetap ada. Hal tersebut tentunya.batas antara kewajiban adat dengan budaya. namun pemandangan yang ini dikenal sebagai tradisi ‗ma anta pabukoan‘ atau mengantarkan makanan ke rumah sanak keluarga terutama ke tempat mertua. selama perkawinan berlanngsung sesuai dengan adat perkawinan. Seorang suami akan tinggal di rumah keluarga istri. Ramadhan adalah bulan suci. masih merupakan tradisi ‗wajib‘. mereka tidak membetuk keluarga batih (inti) yang baru.

Demikian pula pada saat makan bersama. Apabila membawa ikan bakar atau ayam bakar. . Bagi seorang Mertua.kaliyo jengkol. . 2.Kebahagian orang tua itu akan lebih penuh lagi. dan agar-agar. Makanan ringan lainnya : .sup.konji (kolak). Namun tidak perlu memaksakan diri. yaitu : 1.lemang pulut dengan tapai ketan. Makanan pokok .penganan ringan serta buah-buahan. . sebaiknya pula ia hanya mencoba dan mencicipi ala kadarnya.goreng ikan / ikan bakar.gulai ikan. tetapi bahan dan kualitasnya harus yang terbaik. katanya. bila sang menantu santun pada mertua. ketika ia bertandang kerumah mertuanya Meskipun sang ibu mertua biasanya akan berbasa-basi. Pada saat ini.cende (bubur beras yang dibuat bulat) atau . agar menantu jangan ikut menyiap kan menghidangkan makanan dan minuman yang dibawanya pada saat ma anta pabukon tadi untuk menguji sampai di mana rasa hormat dan penghargaan menantu terhadap mertuanya .kue-kue cake (sejenis bolu) dan . maka ikan dan ayam tersebut haruslah yang terbesar. adalah ia harus bersiap mencuci piring dan membersihkan semua bekas makanan bila telah selesai bersantap. Waktu pelaksanaan ma anta pabukoan : Puncak acara ‗ma anta pabukoan‘ yang berlangsung sore sebelum berbuka sampai saat shalat tarawih tersebut. sang menantu harus meminta maaf dan doa restu menghadapi tibanya hari lebaran. Tidak hanya ragam makanan yang harus dipersiapkan. Ujian lain yang harus diperhatikan seorang menantu. Seorang padusi yang berkedudukan sebagai menantu harus rajin membantu mertua dan tidak boleh hanya duduk saja bersama suami dan anaknya. Sebaiknya ketika membawa makanan itu disukai oleh keluarga yang didatangi. Karena pada dasarnya penganan tradisional pada zaman dahulu merupakan bahan makanan yang paling banyak disukai orang. apalagi dengan menu makanan. . Menu ‗ma anta pabukoan‘ tidak lagi harus membawa penganan tradisional. Makanan tersebut harus yang pilihan dan memenuhi bebagai persyaratan.. dan .rendang/dendeng . . kedatangan anak cucu ini. merupakan kebahagian yang tiada tara yang tidak bisa diukur dengan uang. pandai melayani suami dan penyayang terhadap anaknya. Jenis Makanan yang dibawa : Penganan yang dibawa ke rumah mertua tidak bisa berupa makanan yang sembarangan saja.

―Kesederhanaan dan ketulusan hati adalah yang paling utama yang diinginkan seorang mertua. Bahondoh artinya berbondong bondong. secara berkelompok para ibu itu bergotong royong melakukan pekerjaan yang tergolong berat . Mereka – berkongsi menggarap sawah mereka. atau sejumlah ibuibu yang sebagian besar sudah menjanda banyak terlibat dalam kegiatan kegotongroyongan ini. Di areal persawahan di pinggiran Danau Maninjau. Arti Kongsi yang sebenarnya. Hari ini mereka memangkur (memacul) di sawah si ―A‖. melalui bahondoh (sejenis arisan). kita dapat menyaksikan dan sekalian mendengarkan ibu-ibu kelompok bahondoh itu berbararawai alias melantunkan larik-larik . sehingga sawah semua peserta kongsi mendapat giliran. Kabupaten Agam. yang sering ditunjukkan dalam bentu ― konji‖ . bersiang dan sekian banyak pekerjaan tergolong ringan lainnya yang dilakukan disawah atau diladang. Perkongsian mereka bentuk agar secara begilir mereka dapat melakukan pekerjaan besar. dan begitu seterusnya.‖ Manfaat bagi pengembangan pusasak kuliner : Ma anta pabukoan ternyata bisa mempertahankan penganan tradisional dari kepunahan sehingga keberadaannya tetap dapat melanjutkan kebiasaan lama baik dalam masalah bumbu maupun bentuk ukurannya. Provinsi Sumatera Barat. Sanakku sesama padusi Minang : Penganan pusaka kuliner. sedangkan bararawai adalah bersorak sorei dan bergembira ria. ―Bahondoh-Bararawai‖. yaitu bubur ubi jalar yang dicampur dengan pisang batu dan air gula tebu. tapi juga mempererat tali silaturahmi setelah mereka berpisah tempat tinggal. dalam rangka mengolah lahan pertanian yang baru selesai dipanen. Kita mengenal istilah bahondoh pondoh yang bergotong royong dan berbondong bondong menuju sesuatu yang akan dicapai. Umumnya kaum ibu yang sudah tidak memiliki suami. Kaum padusi di lingkungan keluarga petani di Ranah Minang. Kecamatan Tanjung Raya. Nah. ialah perkumpulan. lusa di sawah ―C‖. Makna kata ‗perekat‘ itulah agaknya yang terkandung pada tradisi ‗ma anta pabukoan‘. untuk melakukan pekerjaan bertanam. pada umumnya mempunyai tugas mengantar nasi atau minuman kopi (juadah) ke sawah atau ladang. Keunikannya. yakni tak hanya merekatkan jiwa dalam kedamaian bulan Ramadhan antara mertua dan sanak keluarga dengan membawakan mertua bungkusan penganan. Tradisi yang Berpantun Bahondoh bararawai adalah tradisi gotong royong padusi minang dalam melakukan pekerjaan besar didunia pertanian. besok di sawah ―B‖. Dalam istilah lain bahasa Minang ‗konji‘ juga berarti lem atau perekat. mengandung zat perekat.

Sampuringeh di tapi aia alah mati mako babuah Ingek-ingek uda balaia lauik sati rantau batuah (Sampuringeh di tepi air sesudah mati maka berbuah Hati-hati kanda balayar lautan sakti rantau bertuah) . dari bibir peserta bahondoh-bararawai yang nyaris tiada henti memangkur tanah berair itu bermunculan syair-syair spontan ataupun pantun-pantun gubahan penyair anonim yang telah diakrabi sejak lama oleh masyarakat Minangkabau -yang sengaja saya kutip alakadarnya.berikut bait-bait pantun (berbalas) yang serba komplit. Adapun si ―gigi emas‖ yang memang sedang berada di tengah kaum ibu yang lagi bahondoh itu. mengandung renunganrenungan tentang suka-duka hidup dan kehidupan yang menariknya dilontarkan secara kocak disertai senda-gurau. kuplet tersebut disambut dengan kuai alias sorak-sorai ―ha-haaai yeh‖ atau ―huuuui yeh‖. Dan lazimnya. Kemudian. Ujan paneh di Balai Salasa urang batuduang daun taleh Kami batanyo usah baa Sia nan mambalian gigi ameh (Hujan panas di Balai Selasa orang bertudung daun talas Jangan tersinggung kami bertanya Siapa yang membelikan gigi emas) Pantun di atas dikumandangkan sembari mengayun cangkul membalikkan kulit bumi. Paku baradai ikan taweh dilapah urang di ateh parau Inyo nan maagiah gigi ameh tiado urang nan alun tau (Pakis digulai ikan tawes dimakan orang di atas perahu Dia yang memberi gigi emas tiada orang yang belum tahu) Dan bait jawaban itupun ditimpali beramai-ramai dengan kuai serta koor nyanyian yang begitu spesifik: ―oooo bararawai lah bararawai‖. tersipu sejenak untuk kemudian membalas (pantun) dengan bijak dan tangkas.

dan melankolik) itu terus berkembang. Mengenai orang yang tak tahu menaruh sesuatu pada tempatnya. sindir-menyindir menguliti kekonyolan tingkah laku (ke)manusia(an) melalui diksi idiomatikal lokalitas yang mengusung simbol-simbol yang dipetik dari alam sekitar. melenceng-lenceng: nasihat-menasihati. goda-menggoda. romantik. pantun dengan konotasi beragam (berbau ironi. cinta kasih serta kesetiaan. dipelesetkan. sarkastik. begini: Anak cacak tabang ka Benteng tibo di Benteng makan padi Tan Baro rancak kupiah teleng diresek saku indak barisi (Anak cicak terbang ke Benteng sampai di Benteng memakan padi Tan Baro gagah berkopiah teleng dirogoh saku tidak berduit) Huuuui yeh Anak urang Sabu Andaleh andak manjalang ka Kototuo Bialah bansaik bialah pamaleh ati den kanai kabaa juo .Ooo bawarawai lah bararawai Tanang-tanang taluak Siboga pandan bagaluik jo ujuangnyo Sanangkan ati sanak ka tingga inyo bajalan jo untuangnyo (Tenang-tenang teluk Sibolga pandan bergelut dengan ujungnya Senangkan hati saudara ditinggal kasihmu berjalan serta untungnya) Ooo bararawai lah bararawai Memang. misalnya: Sikaduduak di tangah padang ambiak daunnyo untuak ubek Galak bakukuak ayam gadang mancaliak itiak batangkelek (Sikeduduk di tengah padang ambil daunnya untuk obat gelak terbahak ayam jago melihat bebek pakai bakiak) Ha-haaai yeh. dramatik. Sementara tentang orang pelagak. ajuk-mengajuk.

dengan kata lain mengandung kegembiraan seperti pantun jenaka atau yang bertema cinta terhadap lawan jenis tapi dipelesetkan. Sutan Parmato : ― Sungguahpun angku surang – tampek ambo manibokan sambah – nan sarapeknyolah niniak mamak nan gadang basa batuah – alim ulama cadiak pandai – suluah bendang dalam nagari langkok jo Bundo Kanduang – amban puro limpapaeh rumah nan gadang – sarato nan mudo-mudo – nan capek kakiringan tangan – parik paga dalam nagari Ketek indak disabuik namo – Gadang indak diimbaukan gala – nak jo sambah sajo kasadonyo – kami muliakan…(Kembali mengangkat Sembah dan melanjutkan lagi kata-katanya). Pasambahan Penjemputan Pengantin Pria (dilangsungkan di atas rumah) Percakapan yang sering dilakukan pada saat penyambutan kedatangan marahpulai sering dibawakan dengan bahasa yang sebenarnya tidak mudah dipahami. Sutan Parmato : (juru bicara pihak keluarga anak daro berdiri sambil mengangkat sembah). senantiasa disudahi dengan nyanyian bernada spesifik ―ooo bararawai lah bararawai‖ saja. Sedangkan pantun nasib.bararawai itu masih kelihatan gembira lagi bergairah. Akan tetapi karena menyangkut upacara dan prosesi adat. Ikutilah percakapan yang terjadi pada saat penerimaan kedatangan marahpulai. namun ―grup‖ bahondoh. maka pihak keluarga anak daro dalam melakukan penyambutan akan diwakili oleh wakil yang terbiasa memimpin upacara adat. kejenuhan dan rasa penat? Entahlah. ditingkah ―mbuk-mbuk‖ siamang serta simpai di hutan di tepi kampung. selalu disambut dengan kuai. Mungkinkah bararawai berfungsi sebagai perintang waktu atau untuk membunuh kemonotonan. pantun nasihat berikut keseluruhan kuplet yang relatif serius. : ‖ Manitahlah angku Sutan Permato. . : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo ka haribaan angku ! Sutan Sinaro : (juru bicara pihak keluarga marapulai berdiri juga sambil mengangkat sembah). Tanpa terasa hari pun berangsur petang.(Anak orang Sabu Andaleh hendak pergi ke Kototuo Biarlah miskin biarlah pemalas cintaku mendalam mau apa lagi) Ha-haaai yeh Ooo bararawai lah bararawai Hal yang seyogianya dicatat. setiap bait puntun yang berisi dan disajikan secara berkelakar. Demikianlah para ibu itu berpantun dan berdendang diiringi kecipak cangkul menerpa tanah berlumpur. Dan jika pantun itu ditimpali atau merupakan pantun-berbalas maka akan diakhiri dengan kuai serta koor ―ooo bararawai lah bararawai‖.

Dt. Batuah) ‖ Ma angku Datuak Batuah? sambah tibo kaharibaan angku datuak ! Sutan Sinaro : ‖ Tantangan rundiang alek nan tibo indaklah raso kadiulang – Kok bisiak lah kadangaran – kok imbau lah samo kalampauan – Baa di kito kini nangko – kok kato alun bajawek – kok gayuang alun basambuik – iyo nak mintak sipaik bakeh angku Datuak – Baa po dikito pambarinyo ? Baa nyo kalau angku datuk menyampaikan‖. Batuah : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek Sutan tadi – iyolah kato sabananyo – adaik tanyo iyo bajawek – adaik gayuang iyo basambuik – Tantang jawek bakeh si alek – jalan nan pasa kito turuik – labuah nan golong kito tampuah – Jikok batanyo lapeh arak jikok barundiang sudah makan – Pulang maklum bakeh Sutan ! Sutan Sinaro : ‖ Baa nyo kalau angku Datuak nan manyampaikan…? Datuak Batuah : ― Karano Sutan nan manabang – eloklah Sutan juo nan manutuah! Sutan Sinaro : ‖ Jadi malah angku.Baa nan sakarang kini nangko – Kok dirantang namuah panjang – Elok dipunta naknyo singkek – Batanyo kami ka sipangka – Kok ado nan taraso diati – nan ta ilan dimato – alahko buliah dikatangahkan ? Sutan Sinaro : ― Alah sampai di angku Parmato ? Sutan Parmato : ―Alah.‖ Apo nan manjadi isi pasambahan – iolah tantangan kami alek nan tibo – Nan sabondong lalu – satampuah suruik – sasuai jo janji nan dikarang – sarato padan nan lah diukue – iolah tibo kami disiko – Kok datang alah basambuik – kok tibo alah basonsong – lah dibao naiak kateh rumah – kok duduaklah bakambangkan lapiak – alah kami balapeh angah. Parmato) ‖ Ma angku Sutan Parmato? Maaf dimintak sapuluah jari – karano lah rasah angku tagak mananti – maklumlah bajalan indak sadang salangkah – jalan babelok bakeh lalu – Baa nan kini nanko – manjawek tanyo angku tadi – lah kami cari rundiang nan . Sutan! Sutan Sinaro : ‖ Apo nan manjadi panitahan dek angku Sutan Parmato tadi – alah dalam adaik dalam pusako – alah taracak diundang alah tasungkuik di limbago – Ibaraik urang batukang – alah dibarih makan pahek – alah dirasuak manjariau – Tapi samatang pun baitu – iyo juo bak pangaja urang tuo-tuo kito – Jikok babiduak banakodo – Jikok bajalan banan tuo – Nak ambo elo kato jo mupakaik – mancari rundiang nan saangguak – Basaba malah angku mananti ! Sutan Sinaro : ― yo ambo nanti malah Sutan Sinaro : (menunjukkan sembah kepada ninik mamak rumah : Dt. (Lalu menunjukkan sembah kembali kepada St.

Sutan Parmato : ‖ Ma angku Sutan Sinaro ? Sambah tibo kaharibaan angku…! Sutan Sinaro : ― Manitahlah angku Sutan Parmato. (sebutkan nama calon pengantin pria) anak dari …. Setelah acara santap hidangan selesai dilaksanakan. Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ― Dahalu bakapa rang ka Makah – kini lah tabang jo pasawek – Dahulu kato baistinah – kiniko kato basicapek – Disabuik sajo nan paralu – Iyolah tantangan kami nangko – nan sabondong lalu satampuah suruik – namonyo urang tasarayo – tasuruah dek angku…(sebutkan nama.……. suku dan kampung ayah calon pengantin wanita) – ‖ Datang kamari basamo-samo – untuak manjapuik marapulai – calon rang sumando jo minantu kami nan banamo…. Selaku Pembawa acara – Sutan Parmato kembali mengangkat sembah.saangguak – sarato kato nan sagumam – kok bulek lah buliah digolongkan – picaklah buliah dilayangkan – iyo jalan nan pasa juo nan batampuah – labuah nan golong juo kito turuik – Jikok batanyo lapeh arak – jikok barundiang sudah makan – Sakitu sambah bakeh Sutan! Sutan Parmato : ― Kalau baitu putusan kato – tingga dikami manjalani – Bismillahkan lah diangku disitu – nak kami turuikkan pulo di siko ! (Acara ―sambah Manyambah‖ terhenti sejenak untuk menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. (sebutkan nama ayahnya serta suku dan kampungnya) ‖ Kok datang kami datang batadaik – ditingkek janjang – ditampiak bandua – langkok jo siriah bacarano – Kok japuik kami japuik tabao – sarato jo urang nan kamairingkan…! ‖ Awak baralek yo baabih ari – tapi pangulu yo baukatu ‖ Karano itu pintak indak kabaulang – kandak indak kamanduo – Tarimolah baju pambaokan kami – nak mintak dipakaikan kapado rang sumando kami…! . Sutan Parmato : ‖ Kok makan iyolah sampai kanan kanyang – Kok minum iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…? Sutan Sinaro : ‖ Katangahkanlah angku Sutan Parmato―. maka acara samabah menyembah kembali berlanjut yang tujuan adalah undur pamit kepada Tuan rumah. ….

3. maka sering juga anak laki-laki yang akan kawin itu disebut akan menjadi ―anak orang lain‖. haruslah marapulai memohon doa restu terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan kepada keluargakeluarganya yang tua-tua dan yang pantas untuk dihormati dalam kaumnya. 2. sekalian dengan keluarga yang calon pengantin wanita. seringkali menjadi sangat mengharukan. Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan inti maksud kedatangan rombongan. Pokok-pokok isinya persembanhan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat menjemput marapulai sbb : 1. Sehingga peristiwa permohonan doa restu ketika akan berangkat nikah. Sedangkan yang pokok menurut adat untuk disebut adalah yang berhubungan dengan empat ketentuan di atas. dan setelah selesai marapulai didandani dan dikenakan busana yang dibawa oleh keluarga anak daro. Sambil menunggu marapulai berpakaian.Demikianlah. Setelah jurubicara tuan rumah menyatakan bahwa rundingan sudah bisa dilanjutkan. maka sebelum rombongan termasuk rombongan keluarga yang lakilaki berangkat bersama-sama menuju rumah kediaman anak daro. 4. maka barulah jurubicara pihak kelaurga marah pulai secara terperinci mengemukakan maksud kedatangan rombongan melalui alur persembahannya. barulah dilanjutkan lagi acara dengan alur persembahan menanyakan gelar marapulai. membawa sirih dalam carano. akan mengiringkan. Setelah selesai acara sambah-manyambah ini. dan nama orang tuanya dengan jelas). Setelah keempat maksud itu disampaikan. Oleh karena anak laki-laki di dalam kekerabatan Minang kalau sudah beristeri biasanya akan tinggal di rumah isterinya. akan terputus sementara sambil mempersilakan para tamu makan atau minum segelas air dan mencicipi kue-kue yang telah disediakan. Kalimat-kalimat dalam alur persembahan bisa bervariasi panjang dengan menyebut dan membeberkan kembali sejarah kelahiran seorang anak sampai dewasa dan sampai berumah tangga atau mengulang-ulang tambo sejarah ninik moyang orang Minang mulai dari puncak Gunung Merapi sampai ke laut yang sedidih dsb. percakapan kedua belah pihak. dan diterima oleh jurubicara tuan rumah maka barulah seperangkat pakaian yang dibawa oleh rombongan penjemput diserahkan kepada tuan rumah untuk bisa segera dipakaikan kepada marapulai. dimana yang . mengulangi kembali pertanyaan yang tertunda tadi. kecuali hanya untuk memamerkan keahlian si tukang sembah. barulah juru bicara pihak rombongan yang datang kembali mengangkat sembah. Setelah selesai acara santap atau makan kue-kue kecil ini. Maningkek janjang manapiak bandua dengan Bahwa tujuan mereka adalah untuk menjemput marapulai (sebutkan namanya Menegaskan bahwa jemput itu jemput terbawa. Menyatakan bahwa mereka itu merupakan utusan resmi mewakili pihak keluarga Bahwa mereka datang secara adat.

Setiap suku memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam simbol-simbol tersebut. hingga kini masih berlaku. Kehormatan merupakan pengakuan dan penghormatan orang lain atas wibawa dan martabat seseorang.dilepas dan yang melepas saling bertangis-tangisan. Berdasarkan hukum adat kehidupan sosial orang batak toba diatur dalam sebuah bingkai kebudayaan tradisi. Yang dimaksud kekayaan ialah harta milik berujud materi maupun nonmateri yang diperoleh melalui usaha atau melalui warisan. Keturunan juga termasuk ke dalam kategori kekayaan. Sistem kepemimpinan sosial. Hukum adat yang berlaku di masyarakat batak toba antara lain hukum adat perkawinan. kebudayaannya memiliki sistem nilai budaya yang amat penting. yakni harajaon (kekuasaan) ini mereka jaga hingga sekarang. SUKU BATAK TOBA MENGENAL PROSES ADAT ISTIADAT DALAM PERNIKAHAN SUKU BATAK Menurut pandangan orang Batak Toba. Dengan begitu. Tak terkecuali dalam adat Batak. banyak keturunan (hagabeon).cicit. hingga perceraian. ada banyak tata aturan dan simbol. dan handai taulan. pihak keluarga anak daro juga membawa dua orang wanita muda yang baru berumah tangga untuk dijadikan pasumandan yang mengiringkan dan mengapit marapulai mulai turun rumahnya sampai disandingkan di pelaminan setelah akad nikah. . kebudayaan batak toba penting untuk dikaji dan di dokumentasikan.akan tetapi beberapa sudah tidak di berlakukan dengan baik dikarenakan ketidaksiapan pemiliknya (orang batak toba) maupun akibat campur tangan penguasa.yang menjadi tujuan dan pandangan hidup mereka secara turuntemurun yakni kekayaan (hamoraon) . Tanda kebesaran kebudayaan orang batak toba paling penting adalah pernah diberlakukannya berbagai hukum adat. kerabat. dan kehormatan (hasangapon). Batak Toba adalah salah satu sub suku Batak yang memiliki kebudayaan yang unik dan khas di antara suku batak yang lain. Dalam konteks untuk tetap menjaga kearifan local.cucu. Beberapa hukum adat ini. Lazimnya dalam acara menjemput marapulai ini. yakni yang berkaitan dengan ketentuan perkawinan. Pasumandan ini juga didandani dengan baju kurung khusus dan kepalanya dihiasi dengan sunting rendah. maskawin. kebudayaan batak toba akan terus ada dan tidak punah di telan zaman. tersemat harap dan doa dari keluarga. Realitas ini menunjukkan bahwa kebudayaan batak toba masih di jadikan panduan hidup masyarakatnya.termasuk pemilikan tanaman serta ternak.pertunangan. Dalam pernikahan adat Batak.dan keturunan-keturunannya. Banyak keturunan ialah mempunyai banyak anak.

Marhata Sinamot Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot. Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain. Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis 2. Mangarisika Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat. Pudun Sauta.Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan) . yang terdiri dari : 1. Martonggo Raja atau Maria Raja. Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan. 3. membicarakan masalah uang jujur (tuhor). Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. dan lain-lain. Anggota marga menantu (boru) 4. Kerabat marga ayah (dongan tubu) 3.Tata Cara dan Urutan Pernikahan Adat Istiadat Suku Batak 1. Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat. cincin emas. 6. Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon). terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. 3. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Pengetuai (orang-orang tua)/pariban 5. Marhori-hori Dinding/marhusip Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. Martumpol (baca : martuppol) Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja.. 7. Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk : 1. Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. Kerabat marga ibu (hula-hula) 2. yang Gereja di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). 2.

13.Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). yaitu dipisah rumah . Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen) 8. 9. Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu). maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria. sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik. 2. Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria. Ditaruhon Jual. Setelah satu. Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan. kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria. Pesta Unjuk Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. 10. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar : 1. paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru. 2. maka ia akan dipajae. terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan). Paulak Unea a. Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. b. Manjahea. maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon) 1. Mangihut di ampang (dialap jual) Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon. tiga. lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya. 11. maka paranak. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru 12. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah selesai acara paulak une.

orang Batak menggunakan beberapa logat. Simalungun.(tempat tinggal) dan mata pencarian. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. Angkola dan Mandailing. mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. Raron itu merupakan . Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. Yaitu Kabupaten Karo. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). 14. UNSUR BUDAYA A. Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk. suku Pohan. Toba. Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Tapanuli Utara. Kangkat Hulu. Simalungun. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. Serdang Hulu. Dairi. dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur). Dilihat dari wilayah administrative.Dengan selesainya kunjungan maningkir tangga ini maka selesailah rangkaian pernikahan adat suku batak SEJARAH Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua‘ Baligi (Luat Balige). kampung Parsoluhan. Mandailing dan Tapanuli Tengah. B. dan Asahan. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron. Deli Hulu. ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo.Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga) Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam.

podang (sejenis pedang panjang). Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu. Seperti cangkul. piso surit (sejenis belati). Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. bajak (tenggala dalam bahasa Karo). piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Setiap kelurga mandapat tanah tadi . Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo).Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. hujur (sejenis tombak). E. Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak.satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. D. Organisasi Sosial a. C. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. b. Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.

Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. mendirikan rumah. Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . upacara kematian. Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). ukiran kayu. sapi. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. dan bebek. ayam. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya. Alat Musik tradisional : Gong. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . NILAI BUDAYA 1. F. temmbikar. Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. Misalnya tenun. Saga-saga. G. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. babi. Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. anyaman rotan. yang ada kaitanya dengan pariwisata. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. penyerahan harta warisan. kambing. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.tetapi tidak boleh menjualnya. Sektor kerajinan juga berkembang. orang-orang dalam .

Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Uhum dan ugari Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya. bercucu banyak. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. 2. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini.satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). Kumpulan huta disebut horja. 5. menghargai. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. beranak. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. dan yang baik-baik. dan saling membantu. 4. 3. komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. 6. .

Mereka juga percaya bahwa roh nenek moyang senantiasa memantau kehidupan sosial kemasyarakatan. buah pala dan jintan. bagian kepala. Tujuan ritual Hahomion untuk memohon agar roh dan kekuatan kekuatan gaib tetap memantau kehidupan warga dan memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar senantiasa memelihara. paha pangkal. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare disajiakan/disusun sesuai urutan ketika hewan hidup dalam pinggan pasu atau piring biasa/piring keramik putih ukuran sedang. sayap. potongan berupa. dada. leher. tuah/punggung. dada/badan. sayap. Daging kambing ini dimasak dengan bumbu seperti cabe. kepala. Perlengkapan bahan makanan meliputi dari hewan. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. disusun sesuai urutan ketika hewan ini hidup dalam pinggan pasu/piring besar dari keramik. * Ayam Jantan Merah Panggang (manuk mira narara pedar) dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. leher. * Ayam Putih Jantan (Manuk Putih Jantan/manuk mira). darahnya dicampurkan ke bumbu dan dilumuri secara menyeluruh. jahe. merica. lengkuas. dada. paha bagian tengah kaki bagian depan dan belakang. dan ketentraman hidup warga. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. buntut. merica. kaki dan buntut dimasak dengan bumbu cabe. garam. ketumbar gonseng. ayam dicuci dan dipanggang. dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. disajikan. . paha bawah. pangkal paha bagian atas. mendatangkan kemakmuran. bawang merah. garam. paha bawah. tepung beras. ikan. rempelo/bagian dalam perut. ketumbar gonseng. potongan berupa. rempelo/bagian dalam perut.Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. leher. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. bawang putih. kaki. kepala. Persembahan ini dimaksudkan sebagai bukti nyata dari warga untuk pengakuan akan adanya kekuatan gaib yang mengiringi kehidupan. Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturunannya. paha pangkal. bawang merah bawang putih. sere. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. buah pala dan jintan. tuah/punggung. sere. buah-buahan diantaranya adalah: * Satu Ekor Kambing Putih (hambing putih) yang dimasak dan dipotong sesuai potongan sendi tulang kambing. jahe. lengkuas.

Di atas itak nani hopingan diberi telur. Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang pemberi semangat. lengkuas.Ayam ini yang memasak khusus suami dan hanya para suami yang boleh makan ayam ini nantinya bila ritual selesai. * Itak Nani Hopingan. Bahan kue ini dari tepung beras dimasak tanpa gula kemudian dipadatkan dibentuk menggumpal/membulat. * Ayam Jantan (manuk faru basi bolgang). garam. Ayam ini utuh ditujukan kepada yang sakti. * Aek Naso ke mida matani ari (air kelapa muda ) air yang bersih dan steril. direbus/dikukus sampai matang. Cara penyajiannya kelapa muda dilobangi bagian atasnya. gula putih. * Anggir pangurason yakni air yang dicampur dengan jeruk purut. buah pala dan jintan.000. disajikan di atas nasi kuning yang diberi bumbu di sertakan dengan pisang. * Hajut/kampil. gula putih. ditaruh dalam wadah berupa cawan putih. * Ihan Batak yakni ikan khusus dari danau toba yang dimasak utuh satu ekor dengan terlebih dahulu dibersihkan bagian perut dan diberi bumbu cabe. sebelum direbus diberi bumbu rendang tapi tak memakai santan. uang pecahan (hepeng) nilai terbesar Rp. * Tanduk horbo paung yang terbuat dari pisang berukuran besar-besar seperti pisang ambon/pisang Batak yang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. ditutup dengan daun sirih. bawang merah bawang putih. Disajikan dalam pinggan pasu dengan posisi ayam duduk. kelapa digongseng setengah matang dicampur sampai menyatu dan dapat dibentuk. di atas lobang tersebut diletakkan jeruk purut dan bunga raya merah.100. dengan menggunakan jari/genggaman. Bahan kue ini dari tepung beras. * Assimun pangalambohi adalah bahan yang terbuat dari timun dipotong panjang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. ayam dipotong dibelah/dikeluarkan bagian dalam perutnya. bunga raya dan dedaunan untuk penawar dan bahan lainnya. sumpit putih diisi beras. . kueh dari tepung beras dicampur dengan pisang. * Sagu-sagu. merica.-. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. serre. * Itak Gurgur atau Pohul-pohu. itak gurgur dan bahan lainnya. pisang dan mengemangeni pining (bunga pinang) Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang minta doa restu. bunga raya dan roddang (kembang jagung). Hajut ini sebagai perlambang kunci persembahan yang dibawa oleh Datu/dukun dan diletakkan di atas meja persembahan bersama bahan sajen lainnya. ketumbar gonseng. gula merah ditumbuk/dicetak bisa berbentuk bulat diletakkan di piring. jahe.

Konon katanya tarian ini adalah sebuah tarian yang dipentaskan pada saat seorang raja atau partuanon(yang di tuankan) meninggal. bagi perempuan ulos diselempangkan atau diselendangkan sebagai pengganti baju. * Perlengkapan lainnya adalah ―Dupa‖ tempat membakar kemenyan. yakni wadah yang diisi abu. bara api. bagi laki-laki ulos disarungkan dan diselempangkan tanpa baju. kapur.Setelah melihat pembahasan komentar dari orang simalungun yang bergabung dalam grup tersebut ternyata foto itu adalah foto sebuah tradisi orang simalungun.terlintas pada suatu foto seorang dengan memakai topeng. Upacara adat horjabius ini dilakukan untuk sekedar mengenang ritual yang dilakukan nenek moyang kita BatakToba yang terdahulu dan disamping itu mereka hendak melestarikan budaya yang mereka miliki yang juga berguna untuk menarik wisatawan kedaerah Batak. * Pergondangan yaitu menyiapkan satu gordang (gondang besar). gambir. SUKU SIMALUNGUN Tarian Toping-toping dan Huda-huda Awal mulanya mencoba bergabung dalam sebuah grup suku simalungun.dan biasanya di pagelaran acara ritual ini mengandung ‖magis‖ dan para aktornya tidak jarang . sementara pada kepala memakai ikat kepala berwarna merah yakni melambangkan Debata Bata Bulan yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kekuatan. Aroma khas kemenyan dimaksudkan untuk mengundang kehadiran mahluk gaib/kekuatan gaib untuk hadir dan menyatu dalam ritual yang dilaksanakan.dimana merupakan tempat bergabungnya orang orang simalungun yang benar benar cinta dan ingin mengetahui serta menggali kembali budaya simalungun tersebut. dan ditaburkan kemenyan sedikit demi sedikit. * Perlengkapan pakaian untuk semua peserta upacara adalah memakai pakaian adat Batak Toba (ulos).yaitu foto tarian toping-toping dan huda huda yang selama ini sudah jarang sekali di pentaskan. buah pinang dan tembakau.Setelah melihat berbagai foto foto yang dihimpun. 5 buah topong (gondang yang ukurannya lebih kecil) 1 buah kesik (hesek-hesek) dan 2 buah ogungdoal (Gong). cengkeh. Khusus Datu memakai pakaian baju berwarna hitam yaitu melambangkan bahwa datu tersebut seolah-olah bertindak sebagai perlambang kehadiran Debata Batara Guru (salah satu dari Debata Na Tolu) yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kebijakan. ogung ihutan dan 1 ogung oloan panggor dan 1 buah sarune. Bagi orang tertentu memakai ikat kepala menunjukkan kedudukan dalam pranata sosial.* Perlengkapan makan sirih yaitu daun sirih.

Saat ini. di talun sedang berlangsung acara memasak binatang hasil buruan mereka. bagaimana caranya agar sang putri mau melepas mayat anaknya yang sudah membusuk itu untuk dimakamkan. Intinya. Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ‖martambul‖ turut prihatin.kerasukan roh orang meninggal. Tetapi. Karena tidak ada seorangpun berani melakukannya. salah seorang dari mereka memiliki ide. Ide membuat patung ini selesai. setelah itu saya coba mencari informasi dari internet awal mula dari tarian tersebut adalah sebagai berikut : Konon di zaman dahulu kala. Lantas dibuat satu lagi ‖patung‖ manusia berwujud perempuan. sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari. Berbagai cara sudah dilakukan. Sisa daging enggang (paruh dan tulang lehernya) dicoba dikenakan di kepala salah seorang dari mereka. Salah satu binatang buruan itu adalah burung enggang. siapa yang akan melakonkannya di depan sang putri. Terlihat lucu juga!. Masalahnya. hingga nantinya mayat anaknya terlepas dari tangannya. apabila ada . keluarga yang berduka menyewanya dari pemilik. Membuat pertunjukan lucu di depan sang putri. Untuk memainkan upacara ritual ini. kini acara seperti ini hanya merupakan acara budaya yang tidak mempertunjukkan unsur magis lagi. salah seorang diantara mereka memperhatikan sisa-sisa peralatan dan makanan tadi. Masalah ketidaksediaan permaisuri melepas mayat anaknya untuk dikebumikan menjadi topik pembicaraan mereka. Pelepah pinang yang biasa mereka gunakan tempat cuci tangan diukir menjadi ‖patung‖ manusia berwujud laki-laki dan dikenakan di muka seorang lagi. seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. Topingtoping dan Huda-huda. namun permaisuri tidak mengindahkannya. Saking sedihnya. Alasannya. Maka ide lainpun muncul. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren. merupakansebuah kekayaan budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Alhasil. Saat itu. Lantas mereka mencurinya dan memakamkannya!. Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri. Terlihat lucu!. peralatan tari topeng masih dipelihara dan dirawat oleh penduduk desa itu dan beberapa desa di sekitarnya. Anak yang dikasihinya meninggal dunia. Usai bersantap.

. Lantas.. Negeri Dolok. Sejak itu. Demikian kisahnya. Termasuk di Hampung. dan dia terkejut. Menurut keterangan seorang tokoh penduduk desa ini. mereka masuk ke ruang sang permaisuri. Kini. Toping-toping dan Huda-huda acapkali digelar pada acara-acara budaya Simalungun seperti pada Pesta Rondang Bintang atau pagelaran budaya bersama di Sumatera Utara. Dua pelakon patung manusia muka ditutup dengan topeng dan tubuhnya ditutup dengan kain. beberapa desa di wilayah Silau Kahean dan Raya Kahean masih melaksanakan upacara ritual ini. Setelah semuanya dipersiapkan dan mereka yakin pertunjukkan itu akan menarik perhatian sang permaisuri. Para penari topeng itu merebut mayat anak tadi. Diatei tupa ma banta ganupan horas tanoh simalungun. muncullah ide menutup seluruh tubuh mereka dengan kain. persoalan mayat bayi membusuk dapat diselesaikan tanpa seorangpun mengetahui orang yang ‖mencuri‖ dan menguburkan mayat itu. Upacara ritual ini masih dilaksanakan penduduk hingga di abad globalisasi dan informasi ini.. Saat permaisuri melihat ketiga patung aneh itu. Sebuah peninggalan masa lalu Simalungun yang seharusnya tidak punah begitu saja..orang yang tau maka mereka pasti dihukum. Melarikannya ke hutan dan menguburkannya. dan dikepalanya dikenakan paruh dan kepala enggang.. mereka memikirkan cara agar aktor-aktornya tidak dikenali siapapun. Perlu dipelajari para generasi muda!. Selain itu pada acara ritual pemakaman. Pelakon burung enggang tadi seluruh mukanya ditutup dengan kain. Mereka mempersiapkan tiga orang memainkannya di depan permaisuri. Mayat bayi di pangkuannya lepas!. Singkatnya. ketiganya diberangkatkan memasuki istana raja.

Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Purba dan Raya. terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore. kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh). Sejak saat itu. Pada masa itu. diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur. . Tanoh Jawa. Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau. kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua (kerajaan yang Dua)Selanjutnya. Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) maka tiga (3) daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa).Budaya Simalungun Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti. Panai dan Dolog Silau. yakni Silimakuta. Nakureh). Simalungun Sumatera Timur. maka terbentuklah harajaon na opat (kerajaan Berempat) yaitu: Siantar.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda. Pada saat itu. Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama Marcopolo dan petualang dari Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut. dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa.

peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah, penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun. Tiga fase Kerajaan Simalungun. Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou. Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (―Nakuerh‖) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‗raja‘ berasal dari India yaitu ‗raj‘ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416 kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan

bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodra menuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian, sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing. Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan. Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara. Ekspedisi itu dikenal dengan ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Panglima Indrawarman yang berasal dari Damasraya Djambi (Wibawa, 2001:14-15) yang kemudian mendirikan Kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad XIV. Untuk mempertahankan, daerah vasalnya, maka raja nagur menyerahkan kekuasaannya kepada para panglima dan mempererat hubungan dengan pematang (central kekuasaan) semakin erat dan kokoh. Dengan demikian di Simalungun sampai pada tahun 1883 terdapat kerajaan yang sifatnya konfederasi (Dasuha dan Sinaga, 2003:31) yakni kerajaan Siantar (Damanik), Panei (Purba Dasuha), Dolog Silau (Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (Sinaga). Wilayah Dolog Silau yang begitu luas dan intensya pertikaian antar huta, maka dibentuklah tiga partuanon, yakni Partuanon Raya (Saragih Garinging), Partuanon Purba (Purba Pakpak) dan Partuanon Silimahuta (Purba Girsang). Strategi ini ditempuh untuk mempererat kekuasaan Dolog Silau dan tiga kerajaan besar lainnya. Setelah penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) pada tahun 1907 yang intinya tunduknya seluruhnya kerajaan kepada kolonial, maka untuk mempermudah urusan administrasi serta mempermuda politik devide et impera, maka status partuanon dari tiga partuanon Dolog Silou itu dinaikkan statusnya menjadi kerajaan. Yakni kerajaan Silimahuta (Purba Girsang) yang Pematang nya di Pematang Nagaribu,

kerajaan Purba (Purba Pak-pak) dengan pematang di Pematang Raya. Dengan demikian setelah penandatanganan Korte Verklaring, Simalungun mengenal tujuh kerajaan yang bersifat konfederasi, yakni dikenal dengan sebutan Kerajaan nan tujuh (harajaon Na pitu-siebenvorsten) (Tambak,1982:20-128; Tideman,1922:3-11). Pasca penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) itu, maka oleh pemerintah kolonila Belanda, penguasa pribumi (native states) ditugaskan untuk mengurus daerahnya sendirinya sebagai penguasa swapraja. Sebagai penguasa daerah yang otonom mereka memiliki status sebagai kepala pemerintahan daerah Pakaian Adat Simalungun Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Ulos pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung ―kekuatan‖ yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya. Secara legenda ulos dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun Batak, Simalungun memiliki kebiasaan mangulosi (memberikan ulos) yang salah satunya melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Ulos dapat dikenakan dalam berbagai bentuk, sebagai kain penutup kepala, penutup badan bagian bawah, penutup badan bagian atas, penutup punggung dan lain-lain. Ulos dalam berbagai bentuk dan corak/motif memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, misalnya ulos penutup kepala wanita disebut suri-suri, ulos penutup badan bagian bawah bagi wanita disebut ragipane, atau yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang disebut jabit. Ulos dalam pakaian penganti Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Dalihan Natolu, yang terdiri dari tutup kepala

Budayawan Simalungun. Keluarga anak boru yang seperti ini mengambil isteri turun temurun dari keluarga marga kita atau kepada saudara kita yang satu temurun dari neneknya nenek anak boru manipat. horas ! Terjemahan bebas : Dijawab oleh para pemili dengan.)** Horas ma ham panogolan )* Ase malum uhur Bapa – Inangmu…………. itulah yang benar Terjemahan bebas : ( oppugn Rintei ) disebut . nenek bapak dan neneknya nenek atau lima tingkat atau lima generasi dari rumah tangga kita. namun kemudian Tuan Bandaralam Purba Tambak dari Dolog Silou juga menggemari trend penutup kepala ala melayu berbentuk tengkuluk dari bahan batik. Mamupus salimbubu ulumu pihir………….)** Horas. Anak boru ini tidak berani menolak apa saja yang ditugaskan oleh tondong kepadanya mengingat doa tondong sewaktu anak boru ini masih bayi atau pada waktu sibayi diberi nama pada upacara membawa mandi pertama kali kepancuran ( patuaek ) dan sewaktu si bayi dsemburi ubun – ubunnya dengan air sirih doanya sebagai berikut : Totou Sanggah Mamupus Doa sewaktu menyemburkan sirih di ubun – ubun si bayi. tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). nenek. Tondong Dibata Idah.(ikat kepala). Semua jenjang anak boru ini bertanggung jawab untuk melaksanakan segala pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak keluarga orang tua isterinya ( tondong ) pada upacara adat istiadat maupun pekerjaan sehari – hari apabila dalam keadaan yang memerlukan bantuan tenaga maupun pemikiran. kemudian Orang Simalungun dewasa ini suka memakai Gotong berbentuk Tengkuluk Batik. Martutur atau Sebutan Kekerabatan Pada Suku Batak Simalungun (3) Pengertian Anak Boru. disebut Gotong Porsa). Ase Mariah uhur nami………. Semua anak boru dipimpin oleh anak boru tua.)** Pihirpe boras pihir on. Pihiran dapeni Tondimu……………………)** Podas marbagal podas marganjang. awalnya Gotong (Penutup Kepala Pria Simalungun) berbentuk destar dari bahan kain gelap ( Berwarna putih untuk upacara kemalangan. horas. Yang dimaksud dengan anak boru ialah keluarga yang mengambil isteri dari keluarga marga kita mulai dari jenjang kita bapak. dari kegemaran pemegang Pustaha Bandar Hanopan inilah. Gendeo bahen suruhen.. Menurut Muhar Omtatok.

adik ( oppung/Amboru ni bapa ). Anak boru yang termasuk Anak Boru Manipat adalah turun temurun mengambil isteri dari keluarga kita.)** Lekas besar lekas tinggi Agar kelak guna disuruh Supaya pikiran kami gembira………. Anak Boru Mintori maksudnya ialah keluarga yang mengambil anak perempuan dari si A disebut Anak Boru lakkip yaitu keluarga si C. dan yang mengambil ( membuat ) wanita dari keluarga si C disebut oleh si C ialah anak boru iakkip tetapi si A menyebut tutur kepada anak boru iakkip si C ialah Anak Boru Mintori. tetap juga keluarga itu menjadi Anak Boru ( manipat ) dan mungkin pada jenjang turun ke lima dari nenek dari nenek ( oppung ni oppung ) itu kembali lagi mengambil isteri dari keluarga marga kita jalur yang turun temurun inilah yang dimaksud Anak Boru Manipat. Rahayu. Anak Boru Tua. Rahayu ! Jenis – jenis Anak Boru Anak boru ada dua jalur/jenis yaitu : .)** Rahayu. yang mengambil anak gadis menjadi isterinya dari keluarga Anak Boru Mintori dari si A. sebagai berikut : Anak boru lakkip maksudnya ialah yang mengmbil isteri dari keluarga Marga kita atau saudara kita yang perempuan dari se-ibu se-bapak dan anak saudaranya Bapak kita. Anak Boru Manipat maksudnya ialah keluarga yang sudah sejak nenek neneknya ( oppung ni oppung) atau lima turunan dari keluarga itu mengambil isterinya kepada keluarga marga itu.Anak boru Manipat ( turun – temurun ) . disebut oleh si A ialah . Seandainya dibawah jenjang dari nenek neneknya itu ada yang tidak mengambil isteri kepada marga kita. Lebih keras lagi Rohmu………. Anak Boru Mintori.)** Selamat sejahtera lah engkau Panogolan )** Semoga berbahagia Ibu – Bapakmu……. Anak Boru Tua maksudnya ialah keluarga yang mengambil saudara perempuan dari neneknya Bapak yang dilahirkan oleh generasi ke lima..)** Keraspun beras ini. Anak Boru Daroh maksudnya ialah keluarga yang mengambil isteri dari saudara perempuan atau kakak.Bertua Tuhan Yang Maha Esa yang kelihatan.Anak boru Marbuat ( mengambil/perkawinan ) Anak Boru Manipat. Secara warisan anak boru tua inilah menjadi penanggung jawab semua tuga anak boru. Menyebur ubun – ubun kepalamu keras………..

ibu mertua ) keluarga isteri Makkela. amboru. kakak) Opat Indung Tutur Matoruk ( Empat Induk Tutur jenjang kebawah ) Anak ( anak kita dan anak saudara ) Parumaen ( menantu perempuan/isteri anak ) Panogolan ( anak ipar. ( Bapak Martua ) dan seterusnya di sesuaikan dengan jenjang masing – masing. misalnya si A menyebut tutur kepada si C adalah Hela maka yang mengambil anak wanita si C menyebut tutur sebutannya kepada si C ialah tulang. maksudnya ialah dari wadah Martondong Marsinina. Maranak Marboru. ( Waluh tutur Jabu – jabu ) dan ditemukan delapan induk tutur sebutan pemangilan ( Waluh Induk Tutur pandiloonkon ) yaitu : Waluh tutur Jabu : Sanina ( saudara ) ( delapan sebutan ke rumah ) Gamot ( saudara yang disyahkan menurut adat ) Sanina Inang ( Ibu beradik kakak ) Sapariban ( Isteri beradik kakak ) Tondong ( keluarga pengambilan isteri ) Tondong Ni Tondong ( mertuanya mertua/bapak mertua isteri ) Anak Boru (keluarga suami adik kakak perempuan kita) Anak Boru Mintori ( keluarga yang mengambil wanita dari keluarga anak boru ) Waluh Indung Ni Tutur Walauh Indung Ni Tutur ( delapan induk/pokok tutur sebutan ) yaitu : Opat Indung Ni Tutur Maganjang ( Empat Induk Tutur sebutan kejenjang atas ): Oppung ( nenek laki – laki / perempuan ) Bapak. sanina dan anak boru ) . di temukan delapan unsur rumah tangga. Anak Boru Ni Mintori dan Anak Boru Mintori Ni Mintori adalah sama dengan tutur keluarga si A kepada keluarga si C hanya tergantung kepada penyesuaiannya. anak adik. inang ( bapak. mami ( bapak mertua. ibu mertua dari suami adik.Anak Boru Ni Mintori dan yang mengambil perempuan jadi isteri dari keluarga Anak Boru Ni Mintori si A disebut oleh si A ialah Anak Boru Ni Mintori. bibi ( bapak mertua. anturang. Waluh Sibanjaran. Waluh Sibanjaran ( delapan kelompok ). Tutur sebutan pemanggilan si A dan keluarganya kepada semua keluarga Anak Boru Mintori. ibu ) Tulang. kakak isteri ipar ) Hoppu ( cucu dari jalur tondong.

dan perubahan menuju masyarakat yang dicita-citakan. dan anak beru. Melalui sosialisasi ini. sembuyak/senina. apabila kelompok mengendalikan prilaku kelompoknya. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya atau tidak. untuk mengkontrol semua tingkah laku warganya ketika akan bersosialisasi. Daliken si telu ini didukung oleh tiga aktor yang dikenal dengan kalimbubu. membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. norma-norma tetap diwariskan secara turun temurun sehingga yang harus dipatuhi. aturan yang ada atau yang dikehendaki oleh masyarakat. Hal ini maka setiap individu Karo terikat kepada daliken si telu. Sedangkan adat istiadat tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat yang nyata. Tujuan pengendalian sosial terutama untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. setiap warga masyarakat akan dituntun kearah sikap tunduk dan patuh pada norma-norma. Teori yang dipergunakan adalah teori pengendalian sosial dan nilai budaya yang dominan didalam daliken si telu. ketika menyelenggarakan kepentingan bersama.Studi ini bertujuan untuk memahami daliken si telu yang terdapat pada Masyarakat Batak Karo dalam mengendalikan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat Karo. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. Maka pengendalian sosial adalah suatu sarana yang ada dalam masyarakat untuk mempengaruhi. Pada prinsipnya pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. atau kalau pribadi-pribadi mempengaruhi tingkah laku pihak lain. baik yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak. Daliken si telu adalah bagian dari masyarakat Karo yang merupakan landasan bagi sistem kekerabatan dan semua kegiatan khususnya kegiatan yang bertalian dengan pelaksanaan adat-istiadat dan interaksi antar pada Masyarakat Karo. juga sebagai penggerak dan pendorong pembangunan. penertib dan pengaman kehidupan masyarakat. baik apabila hal itu sesuai dengan kehendaknya maupun tidak. Dengan kata lain. Seperti telah dikemukakan bahwa pengendalian sosial terjadi apabila suatu kelompok menentukan tingkah laku kelompok lain. Melalui daliken si telu masyarakat Karo saling berkerabat. pengendalian terjadi apabila seseorang diajak atau dipaksa untuk bertingkah laku sesuai dengan keinginan pihak lain. baik berkerabat karena hubungan darah (seketurunan). kelompok mengendalikan prilaku anggotanya. nilai-nilai budaya. dan untuk mencapai keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/keseimbangan. Adat istiadat mengandung makna hukum yang memiliki fungsi pengatur. Adapun nilai-nilai yang dominan yang terdapat didalam daliken si telu adalah nilai gotong royong dan kekerabatan. yang berisi norma-norma yang telah berlaku sepanjang masa walau pun sama sekali tidak mempunyai alat memaksa seperti hukum. . sehingga pengendalian sosial mempunyai kekuatan yang membimbing manusia. Pengendalian sosial adalah suatu proses. dan pengendalian sosial juga merupakan suatu kekuatan untuk mengorganisir tingkah laku sosial budaya. maupun berkerabat karena hubungan perkawinan.

sembuyak/senina. sembuyak/senina. pertama adalah sistem sosial yang bersifat terbuka yaitu kalimbubu. dan sekaligus diberikan orang tua adatnya. dengan demikian hubungan kekerabatan dengan keluarga pihak impal (calon suami atau istri menurut adat istiadat karo) dari etnis karo yang kebetulan menikah dengan non karo tetap terjalin erat. selalu menyarankan agar calon pengantin etnis non Karo tersebut disyahkan menjadi ―orang Karo‖ yaitu diberikan klen (merga/beru). baik secara kelompok (kalimbubu. masalah itu baru dikatakan tuntas. selesai. Jadi. mengarahkan. pihak daliken si telu calon pengantin yang beretnis Karo. dia berhak mewarisi tanah adat yang ada dimiliki suaminya. bila daliken si telu pihak bermasalah ikut berpartisipasi menyelesaikannya. dia dapat memilih mau diselesaikan berdasarkan jalur hukum negara yang berlaku boleh. jalur mana yang hendak dipergunakan. khususnya bila calon pengantin itu wanita. Sedangkan kerugiannya . Peranan orang tua adat dalam bidang-bidang tertentu (diluar adat istiadat karo) sama dengan orang tua kandungnya. Kepada yang bermasalah tinggal memilih. dan anak beru). ini berhubungan dengan nilai. Keuntungan lain dengan pemberian klen ini. Ini berhubungan dengan manusia sebagai subjek dan objek. Bahkan bila muncul masalah-masalah sosial didalam keluarga masyarakat Karo. Jalan keluar yang ditawarkan daliken si telu bervariasi.Dalam hal ini hubungan daliken si telu dengan pengendalian sosial jelas. tetap berperan penting. Berhak mendapat pelayanan berdasarkan adat istiadat karo. demikian sebaliknya. diselesaikan sesuai dengan hukum adat karo juga boleh. maupun secara pribadi. memahami hubungan daliken si telu melalui pendekatan pengendalian sosial adalah memahami bagaimana caraberpikir dan cara bertindak aktor yang tiga (kalimbubu. bila muncul masalah-masalah sosial dalam keluarga pembauran ini. tetapi dalam bidangbidang tertentu (didalam adat istiadat karo) jelas jauh melebihi orang tua kandungnya yang bukan berasal dari etnis karo. Pemberian klen ini bukan bertujuan untuk mengkaronisasikan etnis non karo yang ingin berjodoh dengan etnis Karo. untuk mengajak. sembuyak/senina. tetapi bertujuan agar mekanisme daliken si telu tetap berfungsi semestinya. kedudukannya sama didalam adat dengan keluarga yang kedua orang tuanya sama-sama satu etnis. Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga pembaruan ini. bila kelak suaminya meninggal dunia. dan anak beru. membina. Unsur kedua adalah psiko budaya. bergantung kepada masalah yang muncul. Keuntungan lain adalah. berdasarkan nilai kekerabatan. untuk mengikat aktor yang tiga tersebut dalam jaringan kekerabatan. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa daliken si telu sebagai bagian dari budaya Karo. nilai ini berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan. Sebagai contoh misalnya masalah penyimpangan dalam perkawinan. kebersamaan dan gotong royong yang dilandasi nilai kasih sayang. Didalam ―tubuh‖ daliken si telu ada dua unsur. Seseorang berkedudukan sebagai kalimbubu bargantung kepada situasi dan kondisi. anak beru). dan sah. Keuntungan lain adalah kedudukan orang yang diberi klen (marga/beru) menjadi jelas dalam struktur adat Karo. membimbing atu bahkan memaksa warga masyarakat Karo agar mau mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah adat istiadat karo. bila salah seorang calon pengantin bukan berasal dari etnis Karo.

Kalau si istri meninggal dunia. demikian pula anakanak yang dilahirkannya. anak beru. demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkannya walaupun mereka memiliki anak laki-laki. tetap tidak sah menurut adat istiadat Karo. Bila ada acara-acara adat Karo. Bagi pria non karo yang menikah dengan wanita karo. dia tidak berhak dimakamkan dipekuburan keluarga suaminya. bila ada acara-acara adat dalam keluarga istrinya si suami akan menjadi canggung karena tidak mengetahui posisinya dalam acara adat tersebut. Bagi wanita non karo yang menikah dengan pria karo. kalaupun tahu posisinya. bila timbul sengketa dalam rumah tangga mereka. si istri (wanita) menjadi canggung karena tidak mengetahui dimana posisinya dalam acara adat tersebut. Si istri tidak berhak mengelola harta warisan marga suaminya. tetap tidak sah menurut adat istiadat karo. maka keluarganya tidak mempunyai kalimbubu sierkimbang. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat (Karo). maka keluarga yang mereka bina tidak mempunyai anak beru berdasarkan daliken si telu. . dan anaknya tidak mempunyai kalimbubu daerah berdasarkan konsep daliken si telu. apakah sebagai kalimbubu.A. Kerugian bagi anak kandungnya. si pria tidak mempunyai klen (marga). karena anak-anaknya yang dilahirkan tidak mempunyai kalimbubu daerah. tidak dapat diselesaikan menurut adat istiadat Karo. si anak tidak memiliki struktur yang lengkap menurut adat karo. tidak ada yang mengosei (meminjamkan dan memakaikan pakaian adat) kepada suaminya. Bila ada acara-acara adat. kalaupun tahu posisinya. anak kandungnya tidak mempunyai marga/beru dalam struktur adat Karo. si wanita tidak mempunyai beru. dia tidak berhak mendapatkan harta warisanadat hal ini karena pembagian harta warisan ada melibatkan pihak daliken si telu. Bila timbul sengketa didalam keluarga yang mereka bina. senina/sembuyak B.

.

.

.

Dalam bahasa aslinya. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. Penelitian Arkeologi Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batubatu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Sejarah Kebudayaan Suku Nias Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik. Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam. Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias. Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas. orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang Mitologi Menurut masyarakat Nias. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). bahkan ada indikasi sejak 30.Suku Nias Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu".000 tahun lampau kata Prof. Pada masa itu hanya budaya Hoabinh. .

Dari arti Ya‘ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. tanggungjawab. Tari Mogaele 6. Marga-marga umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada. dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang di taburi dengan kelapa yang sudah di parut) köfö-köfö(daging ikan yang dihancurkan. Ubi tumbuk) Harinake (daging Babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil) Godo-godo (ubi / singkong yang diparut. dan . Tari Perang 3.Marga Nias Suku Nias menerapkan sistem marga mengikuti garis ayah (patrilineal). Tari Moyo 5. Dengan kata lain Ya‘ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian. Maena 4. Fame'e toi nono nihalo(pemberian nama bagi perempuan yang sudah menikha) Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam ―Ya‘ahowu‖ (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia ―semoga diberkati‖). Omohada (rumah adat) 9. rasa hormat. Khas Nias 1. Minuman   Tuo Nifarö (minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias "Pohon Nira" = "töla nakhe") yang telah diolah dengan cara penyulingan) Tuo mbanua (minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa) Budaya Nias 1. dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap) Ni'owuru (daging babi yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama) raki gae (pisang goreng) tamboyo (ketupat) 2. Fame ono niahalo (pernikahan) 8. Lompat Batu 2. Sapaan Yaahowu 7. Makanan Khas        Gowi Nihandro (Gowi Nitutu .

mulai dari kehidupan sehari-hari didesa tradisional. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam.   Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan. tanggap. menyimpan sejumlah misteri dan keunikan. tradisi lompat batu. kekayaan. dan putih. Pulau nias sebagai pulau utama dengan luas sekitar 5. suasana budaya (cultural landscape) hingga peninggalan megalitik dan arsitektur yang mengagumkan. termasuk yang tidak terungkap. Berdasarkan sejumlah bukti peradaban tertua.  Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga (Ni‘ohulayo/ ni‘ogöna) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah. kemurnian dan kedamaian.pengetahuan. keberanian dan kapabilitas para prajurit. Jika seseorang bersikap demikian. dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya‘ahowu). kemakmuran dan kebesaran. Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian. Terlebih lagi setelah tertimpa dua bencana : gelombang tsunami pada 2004 dan gempa bumi pada .500 kilometer persegi. Jadi makna yang terkandung dalam ―Ya‘ahowu‖ tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama. ketabahan dan kewaspadaan. Pakaian Adat Suku Nias Pakaian adat suku Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si‘öli untuk pakaian perempuan. serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Tinggalan-tinggalan para leluhur seperti rumah adat. orang nias dihubungkan dengan perkembangan tradisi megalitik (batu besar) yang hingga saat ini masih terlihat keberadaannya. dan tari perang telah menjadi ikon peristiwa yang luluh lantak. berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton. Adapun filosofi dari warna itu sendiri antara lain:  Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni‘obakola) dan pola bunga kapas (Ni‘obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan. merah. Masyarakat nias secara turun temurun menyebut diri sebagai one niba (orang nias) secara harafiah berarti anak manusia yang diyakini oleh sebagian ahli antropologi dan arkeologi sebagai salah satu puak-puak (suku) berbahasa Austronesia—salah satu leluhur nusantara yang datang paling awal dari suatu tempat di daratan asia.

maka mereka telah diberkati oleh roh leluhur dan para pelompat batu sebelumnya yang sudah meninggal. selain menjalankan roda perekonomian Pulau Nias. Terbukti tidak semua pemuda dapat melakukan tradisi lompat batu ini. dapat menjadi pilihan wisata yang menarik bagi para tetamu yang datang dari jauh. Tradisi yang berasal dari Suku Nias yang tinggal di Pulau Nias sebelah barat Pulau Sumatera ini memang terbilang unik. Harapannya. . Orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap matang dan menjadi pembela kampungnya jika ada konflik dengan warga desa lain. sejumlah pihak telah berupaya membangun kembali nias dengan berbasiskan nilai-nilai budaya yang kini terancam lenyap. Lompat batu atau yang dikenal dengan nama ―fahombo batu‖ sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias. Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap heroik dan prestisius. Salah satunya adalah tradisi Lompat Batu di Nias. bahkan seluruh masyarakat desa. Hanya mereka yang berada di Nias Selatan khususnya di daerah Teluk Dalam yang melakukan tradisi akrobatik ini. mereka akan terus berlatih melompati tali dengan ketinggian yang terus bertambah sesuai usia. maka setiap pemuda dalam masyarakat Nias melakukan latihan sejak berumur 7 tahun. Desa-desa tradisional di pulau nias. tradisi ini juga menunjukan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya. Tidak hanya bagi individu yang melakukannya. Jelas tidak mudah untuk melakukan tradisi ini. Masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk membuat budayanyaberagam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. akan diadakan syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. latihan tersebut akan dibuktikan pada tradisi Lompat Batu ini. Terlepas dari aspek pariwisata sehingga tradisi Lompat Batu menjadi begitu terkenal.2005. meskipun sudah berlatih sejak lama. untuk mengembalikan kejayaan seperti sedia kala. Akhirnya. Banyak orang yang percaya bahwa selain latihan. Hal tersebut disinyalir karena perbedaan budaya nenek moyang atau leluhur masyarakat Nias. Tradisi melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dan ketebalan 40 cm ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. ada unsur magis dimana seseorang yang berhasil melompati batu dengan sempurna. Sesuai pertumbuhan anak tersebut. melainkan juga bagi keluarga orang tersebut. Oleh karena itu biasanya setelah anak laki-laki berhasil melakukan tradisi ini. Karena begitu tingginya tingkat prestisius dari tradisi ini. yang masih menyimpan sejumlah tinggalan budaya dan para penutur sejarah. kegiatan ini mampu mengembalikan kecintaan pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. Tidak semua masyarakat Suku Nias melakukan Tradisi ini.

Selain mengangkat derajat seseorang yang telah berhasil melompat batu. Oleh karena itu dibutuhkan keahlian ini untuk melarikan diri atau dapat memasuki desa sasaran. tradisi Lompat Batu ini juga menjadi kebanggan Indonesia karena merupakan keunikan dan kekayaan yang bersemayam di bumi pertiwi ini. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah. sekalipun tidak saling kenal. Cara ini juga terkadang dilakukan untuk mengukur kematangan seseorang untuk menikah. namun beberapa masyarakat setempat menggambarkan bahwa tradisi ini berawal dari zaman dahulu saat ketangkasan melompat batu sangat dibutuhkan oleh Suku Nias. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat . Tidak hanya itu. keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat. karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain. yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. pemuda yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik. tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya. SUKU TIONGHOA Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial. Tradisi Lompat Batu ini memang cukup unik dan menarik dan menjadi ciri khas Suku Nias. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian. Dahulu setiap desa dipagar dan dibentengi oleh batu sebagai pertahanan. ADAT PERNIKAHAN Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan. Oleh karena itu hak dan kewajiban sosial mereka sebagai manusia dewasa sudah bisa dijalankan.Belum jelas darimana dan mengapa tradisi ini berasal. Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka.

adat setempat. maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan. Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Musical Connections. ―Secara harfiah. seperti ka****k namun masih menjalankan adat istiadat ini. upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil. Upacara menjelang pernikahan : Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu : Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini. Dalam prakteknya. karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah. Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga. Prosesi Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit Dalam rangkaian adat Tionghoa. . tapi masih satu nenek moyang). Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain. Sangjit dilakukan setelah acara lamaran. Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain : A. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain. UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. Mak comblang biasanya dari pihak pria. agama.diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Oleh karena itu. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. dari Anthony S.‖ jelas Anthony S. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan. pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.

biasanya maksimal berjumlah 12 nampan. 50. Barang-barang seserahan Sangjit Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa yang akan dibawa. Oh iya. Sangjit biasanya diadakan antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara jam 11. Setelah ditentukan. Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian. keluarga wanita pun memberikan seserahan pada keluarga pria berupa manisan (seperti permen/coklat) dan berbagai keperluan pria (baju. Dan sebagai balasannya. 20. rombongan pria pun datang membawa seserahan ke rumah si wanita. sebaiknya didiskusikan bersama keluarga si wanita terlebih dahulu. Rombongan ini terdiri dari: wakil keluarga serta para gadis/pemuda yang belum menikah pembawa nampan seserahan. Jumlahnya variatif. barang-barang seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali pada para pembawa seserahan. lalu untuk mempelai wanita. di beberapa adat orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini. Hal yang menarik saat acara ini adalah bahwa sebagian besar barang-barang seserahan ini sebaiknya sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. baju dalam. Pada akhir kunjungan.000 – Rp. Karena. Barang-barang ini tentu saja memiliki makna simbolis yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mempelai pria. sapu tangan. Wakil keluarga wanita juga memberikan ang pao ke tiap-tiap pembawa seserahan yang biasanya terdiri dari para gadis/pemuda yang belum menikah tersebut (ang pao diberikan dengan harapan agar enteng jodoh).00 sampai dengan 13. sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan. biasanya sekitar Rp. Seserahan diberikan 1 per 1 secara berurutan. Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan.000. barang-barang tersebut diletakkan dalam nampannampan yang berjumlah genap.―Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua.‖ ungkap Henry dari Wine Wedding Planner. Tata Caranya Wakil keluarga wanita beserta para penerima seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah. dan seterusnya. bila . (lihat paragraf berikut) Dilanjutkan dengan ramah tamah.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang. mulai dari seserahan untuk ke-2 orang tua mempelai wanita.

sisanya dikembalikan. 2 pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah.namun yang diambil hanya Rp. menurutnya proses Sangjit ini bisa juga ditambah dengan : Kue satu. kesejahteraan dan rejeki). self conscious-morality. Selain barang-barang di atas. sisanya dikembalikan.. Pihak mempelai wanita mengambil 1 pasang saja. jeruk. artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita. artinya berkaca pada diri sendiri. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya. 80. terbuat dari kacang hijau yang dijual satu-satu. dan ditukar dengan dua botol sirup merah dan dikembalikan ke pihak mempelai pria. Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah).000. sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan. Contoh uang pesta sebesar: Rp. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria. artinya dua kebahagiaan menjadi satu..Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta. sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif.keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada. 1. Tiga nampan masing-masing berisikan 18 buah (apel. Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang susu. Satu nampan berisikan dua botol arak atau sampanye. . Seniman kain dan pakar batik Obin ternyata juga seorang tokoh yang sangat concern dan mendalami adat istiadat Tionghoa. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin. artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. Kaca. sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnyan.680. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya. Sepasang kaki babi (jika tidak ada dapat digantikan dengan makanan kaleng) beserta 6 kaleng kacang polong. Lilin motif naga dan burung hong lebih disukai. Pihak mempelai wanita mengambil semuanya. Barang-barang seserahan biasanya terdiri dari : Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk mempelai wanita (kadang-kadang juga sepatu untuk hari H) Pakaian/kain untuk mempelai wanita. pear atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian.000. Satu nampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong.

banyak sahabat dan keturunan. Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing. Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan. Ada upacara makan-makan. baik-baik saja maka dimana pun dia berada tetap tidak berubah. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. Upacara pernikahan : 3 . Biasanya semuanya serba muda yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus. harus dilihat hari dan bulannya. artinya agar nempel dan lengket sampai kapan pun. ada upacara "Liauw Tiaa". Buah ceremai. Oleh karena itu harus dipilih jam. artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun. artinya agar happy sampai tua nanti. hari dan bulan yang baik. tumbuh tegak lurus dimana pun dia ditanam. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia.7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga mempelai pria dan famili dekat. Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H. artinya agar rumah tangganya rame. Dua bundel pita berupa huruf Cina yang berarti double happiness. 3. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran . yang dalam bahasa Indonesia berarti hoki/untung. Kalau sudah mulai muntah. mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita. Tunangan : Pada saat pertunangan ini. artinya kalau lurus. Apabila jam. Buah leket. B. happy. hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa. Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara. Penentuan Hari Baik. mual-mual dikasih buah ini untuk memancing kehamilan. Buah atapson dari Kalimantan yang tumbuh di atas atap. hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. Buah pala. Buah-buahan Buah atep yang disepuh merah. dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama.Uang-uangan dari emas yang di-emboss kata ‗fuk‘. seperti yang telah diuraikan pada Jelajah No.

Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao") Di pagi hari pada upacara hari pernikahan. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar). Penghormatan kepada kedua mempelai. Penghormatan dapat lama. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur. dll. . sumpit. adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. timbangan.l. Penghormatan kepada Orang tua . bersujud dan bangun. Di bawah meja harus ada jambangan berisi air. rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. keluarga. Penghormatan kepada Alam . Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik berupa uang maupun emas. permata. Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. Penghormatan Orang tua dan Keluarga Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua. Dapat juga sebentar. sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. E. yang semuanya itu melambangkan kebaikan. D. Namun. Srikaya. Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik. Penghormatan kepada Leluhur . panjang umur dan setia. Pada malam ini. Di bawahnya diberi 7 macambuah.sampai jauh malam. C. a. kerabat dekat. Upacara Cio Tao ini terdiri dari : . Ke Kelenteng Sesudah upacara di rumah. lambang kekayaan. dilanjutkan ke Klenteng. Penghormatan kepada Tuhan . Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati. calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. dengan disambut oleh yang dihormati. Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju "Pao". diadakan Cio Tao. kejujuran. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita.

Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain. Upacara Pesta Pernikahan Selesai upacara penghormatan. Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih. Cia Kiangsay 2. dan lain-lain. uang. Mengundang kiangsay untuk makan malam. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita. dimana dalam Teh pai ini pihak tertua biasanya memberikan petuah kepada orang akan menikah. Upacara sesudah pernikahan Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : Teh Pai teh pai adalah setelah acara pernikahan dimana seluruh sanak keluarga dari keluarga suami maupun istri memberikan hadiah sebagai dasar pembangunan keluarga yang menikah. alat kebutuhan rumah tangga sebagai tanda membantu perekonomian keluarga mereka. Cia Ce'em Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Usai pesta. PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat. dalam membina rumah tangga mereka.F. pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian "ala barat". Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ). karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita. Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria. . Selesai memberi petuah mereka memberikan hadiah biasanya berbentuk perhiasan. G. Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari : 1. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana. seperti : Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita.

Pengaruh pengetahuan dan teknologi. Kata "teratai" dengan "tahun" memiliki bunyi yang hampir sama. Apabila terdapat tunas yang telah muncul pada biji teratai tersebut. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga. meskipun artinya berbeda. atau secara lengkap adalah Nian Nian You Zi. . Menyajikan Teh pada Upacara Pernikahan Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. Perubahan makin tampak jelas. sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. Menyajikan teh dengan memegang alas cangkir teh memakai kedua belah tangan adalah sebuah bentuk penghormatan. Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut. karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. maka jangan lupa untuk menghilangkannya karena tunas tersebut memiliki rasa yang pahit. dapat dilihat dari kepraktisan upacara. yang dapat diartikan setiap tahun memiliki anak. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih. sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu pada teh akan membantu pasangan yang baru menikah untuk melahirkan banyak anak. Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya.Pengaruh agama. upacara di Kelenteng diganti dengan di gereja. tetapi untuk yang beragama kr****n tetap ke Gereja dan upacara di Gereja. termasuk acara pernikahan. sehingga orang tua kedua mempelai akan memiliki banyak cucu. Biji teratai / Lian Zi diibaratkan sebagai Nian Zi. jelas terlihat perkembangannya : Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah. Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud.

kakak kedua. namun kepercayaan tradisional yang terbentuk dari kebudayaan leluhur masyarakat Tionghoa sejak zaman pra-sejarah kemudian menjadi salah satu tulang punggung transformasi kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun dalam sejarahnya. Secara mudahnya adalah pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pundak kanan pengantin pria. jika tingkatan dari yang mendapat penghormatan lebih tinggi. Jadi dapat dikatakan. maka pengantin wanita berlutut di depan ayah pengantin pria. namun tentunya harus lebih tua. pasangan itu akan menerima Hong Bao / Angpao yang berisi uang atau perhiasan. Pengantin pria dan wanita akan berlutut. Penyajian teh dilakukan secara berurutan dari anggota keluarga yang tertinggi tingkatannya. bibi ketiga. Sebenarnya. dan pengantin pria berlutut di hadapan ibunya. dan sebagainya. seakan2 kepercayaan tadilah yang membentuk kebudayaan dan cara hidup masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun. kebudayaan Tionghoa adalah membicarakan kepercayaan tradisional yang ada dalam masyarakat Tionghoa. Saya tergerak untuk menurunkan tulisan singkat dan dangkal mengenai ini setelah ada anggota forum Budaya Tionghoa yang menunjukkan perhatian dan antusiasme yang . orang tua pengantin pria. kepercayaan tradisional hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan Tionghoa itu sendiri. seperti kakek. ayah. pengantin wanita berada di sebelah kanan dari pengantin pria. misalnya paman pertama. Disamping menyajikan teh kepada orang tua. Contohnya adalah ketika mempersembahkan teh ke orang tua pengantin pria. mereka juga menyajikan teh kepada yang lebih tinggi tingkatannya dan yang lebih tua dengan menyebutkan tingkatan. maka pengantin pria dan wanita tidak perlu berlutut. kepercayaan tradisional ini muncul dari kebudayaan dan merupakan bagian darinya dan dalam perkembangannya juga mempengaruhi bentuk kebudayaan dan segala transformasinya. seperti kakak. setelah itu kakak. atau paman. Contoh urutannya adalah kakek dan nenek dari ayah pengantin pria.Saat menyajikan teh. Sedangkan jika yang mendapat penghormatan tidak lebih tinggi tingkatannya. lalu kakek dan nenek dari ibu pengantin pria. Sebagai balasan. sedangkan yang mendapat penghormatan akan duduk.

Setiap hari. Mudah2an sedikit tulisan ini dapat memperkaya koleksi arsip tentang kebudayaan Tionghoa yang memang sangat minim di Indonesia. Konfusianisme dan Buddhisme. langit (Tian1) dan bumi (Di4) merupakan satu kesatuan yang disebut dengan keadaan tidak berbentuk atau chaos (Hun4 Dun4). ada atau tidaknya agama leluhur orang Tionghoa. Di zaman dulu. Ada pula yang mengklaim kepercayaan tradisional ini sebagai agama Khonghucu. mereka tetap akan memegang teguh kepercayaan tradisional ini. namun terasa asing bahkan untuk pelaku dan pelaksana kepercayaan tradisional itu yang notabene adalah orang Tionghoa sendiri. Demikian seterusnya 18 ribu tahun berlalu dan langit telah sangat tinggi. Mari kita bersama2 membahas dan mendiskusikan kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa ini dari aspek budaya dan sejarahnya tanpa terjerumus dalam debat kusir yang tidak berguna mengenai agama atau kepercayaan yang sering kita lihat di forum lainnya. pikiran yang mendasarinya dan ritual2-nya yang banyak terlihat dalam interaksi dengan suku Tionghoa yang masih memegang teguh adat tradisinya. Setelah Pan Gu wafat. dan agama disebut sebagai Zong1 Jiau4. malah mempengaruhi bentuk dan transformasi ketiga agama tadi dalam batas2 tertentu. Pandangan terhadap alam semesta dalam kepercayaan tradisional Sejarah kebudayaan Tionghoa seperti kebudayaan kuno lainnya juga dimulai dengan mitologi2. namun saya sendiri tidaklah menganggap kepercayaan ini sebagai salah satu agama dari ketiga agama tadi ataupun agama baru yang terbentuk darinya.3 meter. langit bertambah tinggi 3. . Semua ini boleh2 saja. Shan1 Jiau4 = mandarin) yaitu gabungan antara Taoisme. seorang bernama Pan2 Gu3 mulai memisahkan langit dan bumi. Di zaman dahulu kala.besar tentang kepercayaan tradisional. leluhur orang Tionghoa mulai menuliskan pandangan mereka terhadap alam semesta ini. Yang perlu diingat. 18 ribu tahun kemudian. Kepercayaan di dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Xin4 Yang3. Saya mengharapkan tambahan dan koreksi dari para teman yang juga tahu dan punya pengetahuan di bidang ini untuk melengkapi isi dari tulisan singkat ini. Ada orang yang menyebut kepercayaan tradisional ini sebagai Tri-Dharma (Sam Kau = hokkian. gunung dan laut. bumi telah sangat tebal. anggota tubuhnya kemudian menjadi matahari dan bulan. Saya merasa kepercayaan tradisional adalah hal yang telah ada jauh sebelum agama eksis dan merupakan bagian dari budaya (sinkretisme budaya).3 meter. bumi bertambah tebal 3. sungai dan danau.3 meter dan Pan Gu bertambah tinggi 3. Mereka menganggap bahwa sebelum dunia ini terbentuk. bahwa kepercayaan tradisional ini sebenarnya bukanlah suatu agama tertentu seperti yang menjadi kesalahpahaman dan salah kaprah mayoritas pemeluk agama lainnya.

ahli obat2 tradisional dan memperkenalkan minuman teh. . yang menjadi tempat tinggal dan tempat kegiatan dari seluruh makhluk hidup. Orang2 besar yang berjasa di bidangnya masing2 terhadap masyarakat Tionghoa di zamannya dapat naik menjadi dewa-dewi di alam Langit. Xun4 dan Yu3 adalah bertempat tinggal di sana bersama dengan dewa-dewi pejabat pemerintahan langit lainnya yang akan diterangkan lebih lanjut dalam bagian yang lain. Alam Bumi (Ming2 Jie4) adalah menunjuk pada bumi tempat kita berada. Nenek moyang dalam mitologi seperti Nu Wa.Inilah yang disebut sebagai legenda Pan Gu memisahkan langit dan bumi (Pan2 Gu3 Kai1 Tian1 Di4) dan Pan Gu juga mendapat gelar Raja Langit Pertama (Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2). menciptakan Ba1 Gua4 (8 diagram) dan Shen2 Nung2 yang mengajari cara bertani. cuma Pan Gu adalah tetap merupakan sosok manusia yang kemudian menjadi tokoh legendaris yang tidak pernah di-Tuhan-kan. bagian alam semesta tadi berkembang menjadi yang sekarang kita kenal yaitu 3 bagian yang terdiri dari alam Langit (Tian1 Jie4). Tiga Alam Konsep tiga alam adalah inti dari kepercayaan tradisional Tionghoa. Alam Langit (Tian1 Jie4) adalah menunjuk pada alam yang didiami dan menjadi tempat kegiatan para raja2 Langit (Tian1 Wang2) dan dewa-dewi langit (Tian1 Shen2). Fu Xi dan Shen Nung serta kaisar2 legendaris seperti Yao2. dalam mitologi bangsa Tionghoa juga ada tokoh legendaris Nu3 Wa1 yang dikenal sebagai ibu pertama dari bangsa Tionghoa menciptakan manusia dan menambal langit yang bocor. yang mengatur seluruh kehidupan di alam bumi. Di kemudian hari. Fu2 Xi1 yang mengajarkan cara membuat jala dan menangkap ikan. Dewa-dewi dan pejabat di alam Langit bertanggung jawab melaksanakan tugas pemerintahan mereka di alam Bumi. sebenarnya juga ada mitologi penciptaan di dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. alam Bumi (Ming2 Jie4) dan alam Baka (You1 Jie4). Juga disebut sebagai Yang2 Jian1 ataupun Ren2 Jian1. Leluhur orang Tionghoa percaya bahwa tiga alam ini mempunyai peranannya masing2 dalam menjaga keseimbangan alam semesta ini. leluhur orang Tionghoa menganggap bahwa alam semesta ini terbagi atas 2 bagian yaitu langit dan bumi. beternak dan berburu. Alam ini dianggap sebagai pusat pemerintahan alam semesta. Jadi. Di masa ini. Ketiga alam ini tidak dapat dipisahkan dan berdiri sendiri tanpa kedua alam lainnya. Namun sampai pada munculnya Taoisme dan masuknya Buddhisme ke Tiongkok.

lalu Ma Zhu Niang-niang (nama asli Lin2 Mo4-niang2) yang hidup di zaman Dinasti Sung yang dipuja sebagai Dewi Maritim yang melambangkan bakti seorang anak kepada orang tuanya. Hubungan dan Interaksi Antar Tiga Alam Alam Langit. yang paling nyata dan penting dalam kepercayaan tradisional ini adalah upacara merayakan ulang tahun dewa-dewi (Wei4 Shen2 Zuo4 . Namun. Perbedaan yang mendasar adalah bahwa kepercayaan tradisional ini menganggap manusia hanya akan terlahir kembali sebagai manusia dan tidak sebagai makhluk lainnya. perlakuan layak dan wajar oleh keturunannya ataupun yang meninggal secara tidak wajar biasanya merupakan roh yang jahat. seseorang yang telah meninggal akan menjadi roh (Ling2) ataupun hantu (Gui3). Roh ini terbagi atas roh yang baik dan jahat. Sedangkan roh yang tidak mendapat penghormatan. Alam Baka keseluruhan berjumlah 10 Istana Yan Luo (Shi2 Dian4 Yan2 Luo2) dan 18 Tingkat Neraka (Shi2 Ba1 Ceng2 Di4 Yu4).Alam Baka (You1 Jie4) adalah menunjuk pada alam di bawah bumi ataupun alam sesudah kematian. Roh yang dihormati dan dikenang oleh keturunannya sehingga dapat menjaga. Roh yang jahat inilah yang biasanya kita kenal dengan sebutan hantu. melindungi dan membawa berkah pada keluarga anak cucunya adalah roh leluhur yang baik. kepercayaan mengenai alam Baka ini kemudian terpengaruh oleh konsep reinkarnasi dari Buddhisme yang ditandai dengan kepercayaan bahwa roh yang hidup di alam Baka kemudian akan terlahir kembali ke dunia sebagai manusia setelah lupa akan kehidupan sebelumnya dengan meminum sup Meng4 Po1 dan melewati jembatan Nai4 He2. yaitu alam yang menjadi tempat domisili dan kegiatan dari roh2 (Ling2) dan hantu2 (Gui3) dari manusia setelah meninggal dunia. kebudayaan dan negara akan naik derajatnya menjadi dewa-dewi yang patut dihormati masyarakat luas untuk mengenang dan menghormati jasa2 mereka. leluhur orang Tionghoa mempercayai bahwa kehidupan setelah meninggal adalah lebih kurang sama dengan kehidupan manusia di dunia ini. Di alam ini. alam Bumi dan alam Baka adalah mempunyai hubungan satu sama lain dan dapat berinteraksi di antaranya. Kepercayaan leluhur orang Tionghoa bahwa ada kehidupan setelah kematian. Masing2 dewa-dewi tersebut mempunyai peranan dan kelebihan masing2 seperti Guan Gong (nama asli Guan1 Yun2-chang2) yang hidup masa Dinasti Han akhir (Tiga Negara) dipuja sebagai Dewa Perang yang melambangkan kekuatan dan kesetiaan. Di alam ini. Ada tokoh2 tertentu yang berjasa dan berkontribusi besar bagi masyarakat. Dari semua bentuk interaksi ini. tidak semuanya akan menjadi roh ataupun hantu. setiap orang akan menjalani pengadilan yang akan membawa kepada hadiah maupun hukuman dari dewa dan pejabat di alam ini. ada sekelompok dewa dan pejabat alam yang khusus memerintah di alam ini. Dalam kepercayaan tradisional. Banyak dari dewa-dewi leluhur orang Tionghoa yang sebenarnya merupakan tokoh sejarah yang benar2 pernah hidup pada masanya dan bukan cuma legenda atau mitologi. Dalam perkembangannya.

Dewa-dewi bentuk penghormatan terdiri dari tokoh2 sejarah besar. tentu kita tidak akan berada di sini sekarang dapat berdiskusi di forum ini. lambang kebijakan. alam merupakan tantangan keras bagi leluhur bangsa Tionghoa untuk bertahan hidup. Kedua upacara ini biasanya diselenggarakan bersamaan pada hari2 ulang tahun dari dewa-dewi tersebut. Fo2 Zu3 = Buddha Sakyamuni/Hud Cho. Kong3 Zi3 Gong1 = Konfusius/Khonghucu. merupakan bentuk penghormatan pada langit. Tai4 Shang4 Lao3 Jun1 = Lao-tse. Secara garis besar maka jenis2 dewa-dewi yang dipuja dalam kepercayaan tradisional ini berdasarkan asal usulnya adalah : Bentuk penghormatan kepada alam (Ze4 Ran2 Chong2 Bai4) Kategori ini termasuk dewa-dewi yang paling awal karena telah ada sejak zaman dahulu kala jauh sebelum munculnya penghormatan jenis lainnya. merupakan penghormatan pada petir. Wu3 Lei2 Yuan2 Shuai4 (Lei2 Gong1 atau Li Kong) = Dewa Petir. maka saya tak akan mengulangnya lagi dan mencoba meninjau dari segi pandang yang lain. misalnya : Tokoh2 sejarah : Kaisar pra-Dinasti Xia seperti Yao2. Fu2 De2 Zheng4 Shen2 (Tu3 Di4 Gong1 atau Tho Te Kong) = Dewa Bumi/Tanah. Guan1 Sheng4 Di4 Jun1 = Kwan Kong. Perfect Harmony telah mengulas dewa-dewi ditinjau dari segi agama masing2. dalam agama tertentu dapat disamakan dengan pelimpahan jasa2). terutama yang berjasa dan berkontribusi bagi orang banyak. yaitu jenis2 dan asal usul dewa-dewi tersebut. Namun di dalam perbedaan tersebut. lambang . Bentuk2 ritual kepercayaan ini sangat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. persamaannya masih tetap lebih menonjol karena dewa-dewi yang dipuja dan inti dari penghormatan tersebut adalah sama hakikatnya. merupakan penghormatan pada bumi. Semua ini dilakukan demi penghormatan kepada dewa-dewi dan roh2 yang dianggap dapat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. maka leluhur bangsa Tionghoa berusaha hidup harmonis dalam kerasnya alam. Bentuk penghormatan kepada leluhur (Zu3 Xian1 Chong2 Bai4) Kategori ini muncul setelah adanya pengaruh Konfusianisme yang sangat menekankan pentingnya penghormatan kepada leluhur. Karena di zaman dulu. tokoh2 mitologi yang dianggap sebagai leluhur jauh maupun dekat. Bila tidak ada leluhur. bila perlu akan diturunkan dalam artikel tersendiri. apa dan siapa saja yang dapat dianggap sebagai dewa-dewi yang ditinggikan dalam kepercayaan tradisional ini? Bila Sdr. dan masih banyak yang tak saya sertakan di sini. Asal Usul Dewa-Dewi Dalam Kepercayaan Tradisional Tionghoa Lalu.Shou4) dan membantu roh untuk terbebas dari penderitaan (Ti4 Gui3 Cao1 Sheng1. Shun4 dan Yu2. Dewa dari jenis penghormatan ini misalnya : Yu4 Huang2 Da4 Di4 = Raja Langit. kita harus bertanya.

ahli pertanian dan obat tradisional. Qi2 Tian1 Da4 Sheng4 = Sun Go Kong. Ini terutama terlihat dalam bentuk penghormatan pada alam maupun bentuk2 lain. papan nama penghormatan deelel). Misalnya : Men2 Shen2 = Dewa Pintu. kaisar purba di abad 27 SM. Bao1 Gong1 = Bao Zheng/Hakim Bao. Tian1 Shang4 Sheng4 Mu3 = Ma Zu/Ma Cho. Jadi yang dilakukan dalam kepercayaan tradisional ini bukanlah memuja sang patung ataupun papan tadi. Bentuk lain2 (Shu4 Wu4 Chong2 Bai4) Kategori ini adalah bentuk penghormatan yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas. yang dipuja dan dihormati tentu bukan bentuk real darinya. lambang keadilan. Wu3 Ke2 Da4 Di4 = Shen Nung. Zao4 Jun1 = Dewa Dapur. . namun adalah memuja dan menghormati dewa-dewi yang bersangkutan. maka hampir semua dari dewa-dewi yang ditinggikan di dalam kepercayaan tradisional ini adalah dimanusiakan tanpa memandang bentuk asalnya. Namun apapun bentuk yang ditunjukkan (patung. Nu3 Wa1 Niang2 Niang2 = Nu Wa. Xuan1 Yua2 Shi4 = Huang Di. Tokoh mitologi : Yuan2 Shi3 Tian1 Wang2 = Pan Gu.kesetiaan. Bila diperhatikan. lambang bakti anak terhadap orang tua. tokoh mitos penciptaan manusia. tokoh mitos dalam cerita Perjalanan ke Barat (Xi You Ji). tokoh mitos penciptaan alam semesta.

.

.Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam (Provinsi Aceh) Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku. Pakpak Boang (Kabupaten Singil dan kota Sabulusalam-Aceh) 4. Kabupaten Pakpak Bharat. Pakpak Klasen (Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara) 2. yakni: 1. dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima suak yang terdiri dari : 1. Kabupaten Dairi (ibu kota: Sidikalang) 2. Pakpak Pegagan (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) 5. Pakpak Simsim (Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara) 3. Pakpak Keppas (Kabupaten Dairi Sumatera Utara) Dalam administrasi pemerintahan Suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten. Suku Pakpak juga bermukim di wilayah Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulusalam yang disebut sebagai Pakpak Boang. Suku Pakpak yang tinggal di wilayah tersebut menamakan diri sebagai Pakpak Klasen. Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara). yakni di Kabupaten Dairi.SUKU Batak Pakpak Suku Pakpak adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia dan tersebar di beberapa kabupaten/kota diSumatera Utara dan Aceh. Kabupaten Pakpak Bharat (ibu kota: Salak) Suku Pakpak juga berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Marga Pakpak                                Anakampun Angkat Bako Bancin Banurea Berampu Berasa Beringin Berutu Bintang Boang Manalu Capah Dabutar Cibro Gajah Manik Gajah Kabeaken Kesogihen Kaloko Kombih Kudadiri Lembeng Lingga Maha Maharaja Manik Matanari Meka Maibang Padang Padang Batanghari (BTH) . Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara. Barat Laut Danau Toba sampai perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan).Suku Pakpak yang berdiam di Kabupaten Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim. Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di Indiayang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi. sedangkan yang tinggal di kota Sidikalang dan sekitarnya merupakan suku Pakpak Keppas dan yang bermukim di Sumbul sekitarnya adalah Pakpak Pegagan.

di Tanah Pakpak terkenal Pakpak Lima Suak (sama-sama kata lima). Batak Pakpak-Dairi terdiri dari lima (5) suak yang menempati wilayah (hak wilayat) masing-masing. sering disebut Nahampun) dan didaerah pakat marga Meka dan lain lain. daerah Aceh dan sekitarnya. bahasa Karo adalah Lau dan bahasa Gayo (Alas) adalah Lawe. Sbullusalam. Maharaja. Air bahasa pakpak adalah Lae.                Pasi Penarik Pinayungan Sambo Saraan Sikettang Sinamo Sitakar Sitongkir Solin Saing Tendang Tinambunan Tinendung Tumangger Turutan Ujung Matanari pakpak pegagan Batak Pakpak-Dairi Suku Batak Pakpak berasal dari keturunan imigran bangsa atau suku dari India Selatan (kerajaan Colamandala) yang pernah menyerang dan menahlukkan kerajaan Sriwijaya (di Palembang) hingga raja Sri Sangramawijaya Tunggawarman tertawan (1025 M). Karo dan Gayo (Alas) adalah sama nenek-moyangnya. Pinayungen. yakni: 1. Jika di Tanah Karo terkenal Marga Silima. di derah Parlilitan. Tumangger dan Anak Ampun (artinya anak bungsu. Turuten. di daerah Boang. Kerajaan Sriwijaya ini akhirnya runtuh tahun tahun 1337 M. . Kemiripan kata-kata dalam bahasa Pakpak dengan bahasa Karo adalah relatip besar. yang menyebabkan terjadi penyebaran manusia sehingga terbentuk suku Pakpak suak Pegagan sekitar 600 tahun yang silam. karena kata menyebutkan air (kebutuhan utama manusia) adalah hampir sama. Pakpak suak Klassan. 2. Diduga manusia pendatang (imigran) pertama yang masuk ke tanah Pakpak. Singkil. Pakkat dan sekitarnya. misalnya marga di daerah Urang julu (disebut: daerah Sionem Koden) adalah Simbuyak-mbuyak (tidak berketurunan). Pakpak suak Boang. Tinambunen.

ditakuti dan tempat belajar atau berguru ilmu kebatinan) diketahui melalui legenda yang cukup terkenal di daerah Pakpak. dan lain lain. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo. dan (3) Raja Lingga. didaerah kecamatan Kerajaan. Ilmu kebatinan yang dikuasai dan dikembangkan si Raja Api dan keturunnya berkaitan dengan pembelaan diri. Raja Gajah Manik. Lae Rias. Padang (Situmorang. Manik dan Lingga adalah keturunan Papak Suak Pegagan (disebut si Raja Gagan ataupun si Raja Api). yaitu (1) Raja Matanari. Raja Lae atau Lau atau Lawe yang pergi ke daerah Tanah Karo Simalem atau daerah Gayo-Alas. adalah dukun (datu) yang mempunyai ilmu kebatinan Aliran Ilmu Tenaga Dalam. Padang Batanghari (keturunan Parrube Haji¡?). 4. yakni meliputi: 1. Marga (Raja) Matanari. Salak dan . Terbukti di daerah tanah Karo Simalem berkembang ilmu pengobatan Ramuan Tradisional. Salak dan sekitarnya. Tinju Marulak. Brutu (Sinaga. Kuta Manik. Raja Bintang. 2. Raja Capah. Kuta Usang dan sekitarnya. yakni justru orang yang memukulnya yang mengalami efek pukulan. maka dianggap sudah lengkaplah ilmu kebatinan yang dipelajari orang pada zaman dahulu.?). Lae Pondom. misalnya keturunan si Naga Jambe yang mulanya berasal dari daerah Sicikeh-cikeh dan kemudian berkembang didaerah Sidikalang yakni ada 7 marga yaitu. 5. berkelahi. Pakpak Pegagan. Raja Tawar pergi ke Tanah Karo Simalem.. mencegah turun hujan di suatu tempat atau mengalihkan hujan dari satu tempat ke tempat lain (disebut Pawang Hujan). apabila kena pukulanya akan terbakar atau gosong. yang cukup terkenal ilmu kebatinannya (dukun yang disegani . Sumbul.. 4. Pakpak suak Keppas.. Jadi dapat tiba-tiba si Dukun (yang mempunyai ilmu ini) tiba-tiba ada di depan mata kita. Kalau angin berhembus lambat. Pakpak suak Simsim.3. Raja Lae adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang dapat mendtangkan hujan. yang kadang kala lebih hebat dari pengobatan ilmu medis (kedokteran). (2) Raja Manik. Juma Rambah. Raja Aji di daerah Pakpak Suak Simsim sekitar kecamatan Kerajaan. Apabila Pitu Guru Pakpak Sindelanan bersatu. Raja Angkat. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan sperti tenaga angin. Kalau angin kuat berhembus (topan) dapat merobohkan yang kuat dan besar. 3. 5. Raja Angin di daerah Pakpak Suak Keppas. pengobatan Patah Tulang. tidak akan terasa dan tidak dapat dilihat. Tinendung. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan berkaitan dengan obat-obatan ramuan tradisional. Karo Simalem dan mungkin juga di Gayo . tetapi mereka ada. misalnya marga Kabeaken. Si Raja Api adalah salah seorang dari Pitu (7) Guru Pakpak Sindalanen (yakni keturunan Perbuahaji) . Raja Api (Raja Gagan) di daerah Pakpak Suak Pegagan. yang menyerupai tenaga Api (misalnya disebut: Gayung Api. Raja Udjung. dan berperang melawan musuh. di daerah Pegagan (meliputi daerah Balna Sibabeng-kabeng. Lae = lau = lawe berarti air (bahasa suku Toba disebut aek). hanya ada tiga (3) marga. luka terbakar dan lain lain. Sitakar. dan lain lain).?).? (Alas).

Pakpak Suak Pegagan hanya ada tiga (3) marga yaitu Raja Matanari. Sesuai dengan perkembangan kebudayaan. kebal digergaji. Mereka berpindah-pindah mencari lahan yang lebih subur. misalnya Aji Turtur.sekitarnya. lipan. Simergerahgah adalah mpung si Perbuahaji (yang memperanakkan si Raja Api = Pakpak Pegagan) keturunan orang/suku Imigran dari India yang masuk dari daerah Barus. Simanduma. Pada mulanya Pakpak Pegagan (si Raja Api). Raja Aji adalah dukun yang mempunyai aliran ilmu Membuat dan Pengobatan penyakit Aji-ajian (Guna-guna. Raja Bisa di daerah Pakpak Suak Boang. Sesuai perkembangan zaman dan kebudayaan. sampai daerah Tigalingga. menangkap ikan dan tinggal berpindah-pindah). adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan alat-alat terbuat dari besi. dll Setelah si Raja Api mempunyai keturunan 3 orang anak laki-laki. dan setelah agak tandus kemudian ditinggalkan. missal bisa ular. Sistim pertanian berpindah-pindah ini mengarahkan mereka dan keturunanya bergerak ke arah Balna Sikabeng-kabeng. sehingga perkampungan mereka yang pertama diyakini adalah di sekitar Lae Rias di hulu (takal) sungai Lae Patuk. kalajengking. Kuta Raja. Sumbul Pegagan.Racun. Keinginan si Raja Api. Kuburan si Raja Api dan orangtuanya serta beberapa keturunannya Raja Matanari diduga disekitar hutan Lae Rias. Si Raja Api menginginkan ilmu/tenaga kebatinan yang dimiliki putranya harus melebihi tenga Api seperti yang telah dimilikinya. 6. terhindar dari atau kebal peluru senjata api. Kuta Posong. Kuta Singa. Kuta Gugung. hanya memanen hasil hutan dan hasil berburu binatang. Diduga mereka pertama sekali tinggal sekitar hutan Lae Rias dan Lae Pondom. Misalnya ilmu tahan (kebal) ditikam dengan pisau. putranya harus mempunyai ilmu kebatinan/tenaga dalam menyerupai tenaga (kekuatan) Matahari. adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan yang berhubungan dengan pembuatan dan Pengobatan yang ditimbulkan oleh Bisa. yang menurut Legenda disebut daerah Sembahan (keramat) SIMERGERAHGAH. Raja Besi di daerah Pakpak Suak Kellasen. maka salah seorang putranya diberi nama Raja Matanari (berasal dari arti Matahari). Raja Manik dan Raja Lingga. Kuta Manik. dan lain lain). Gadam. laba-laba. Juma Rambah. keturunan Pakpak Pegagan tersebut di atas mengalami perubahan dari budaya Nomade menjadi Petani Berpindah-pindah. zaman dan sejarah akhirnya masing-masing keturunan 3 putra si Raja Api Pakpak suak Pegagan menempati daerah Balna Sikaben- . bapa dan kakeknya adalah manusia Nomade (mendapat makanan dari alam. 7. dan lain lain. Batangari (Batanghari). yakni daerah di atas daerah Silalahi.

dkk) mengaku ada talian darah dengan Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari). diyakini dihuni oleh arwah ( sahala ni = begu ni) si Raja Onggu + Rumintang berru Matanari (karena kematian mereka tidak normal. Sekitar generasi ke 6 dan ke 7 keturunan Raja Matanari telah membangun Rumah Adat Pakpak di Balna Sikabeng-kabeng yaitu zaman kehidupan si Raja Onggu (keturunan Raja Silalahisabungan) yang kawin dengan Rumintang berru Matanari (generasi ke-7). sedangkan sebahagian lagi tertawan dan kemudian merobah marganya menjadi marga Matanari.kabeng dan Kuta Gugungserta sekitarnya (keturunan Raja Matanari).? Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari mengaku bahwa Pinggan Matio adalah berru dari nenek-moyang (mpung) mereka Paroltep (si Lantak Padang Batanghari) dan keturunannya sampai 8 generasi tinggal di Balna Sikabeng-kabeng. yang kemudian karena terjadi perang. Kemudian terjadi perang (graha) menyebabkan mereka (Padang Batanghari) terusir dan kembali ke kampung asalnya yaitu Sileuh di kecamatan Kerajaan. Padang Batanghari adalah suku Pakpak Suak Simsim di daerah kecamatan Kerajan dan Salak dan sekitarnya bukan.? si Umar Matanari. karena hanya 3 marga keturunan suku Batak Pakpak suak Pegagan (Lihat :semua Dokumen Budaya Pakpak). Menurut Ir Ramses Silalahi (di Jakarta) via SMS dan beberapa Sihaloho dari Pematang Siantar (menurut Antony Matanari). walaupun kuburan mereka berdua ini ada di Silalahi. mereka sebagian terusir dan kembali ke Sileuh.?. menyatakan bahwa ada di Silencer marga Matanari ( mungkinkah¡. Adakah marga Manik dan atau Lingga (Pakpak suak Pegagan selain marga Matanari) yang membenarkan pernyatan tersebut di atas¡?atau marga Pakpak suak Keppas¡? atau marga Pakpak suak Simsim¡ ? Siapakah keturunan saudara si Lantak (si Sebar Padang Batang Batanghari yang di Sileuh¡?) yang dapat membenarkan pernyataan di atas ? Kami mohon tolonglah dibuktikan segera kebenaran pernyataan itu. si Arden Matanari. daerah Kuta Manik dan Kuta Raja serta sekitarnya (Raja Manik)..dan daerah Kuta Singa dan Kuta Posong serta sekitarnya (Raja Lingga). Pertanyaan¡¡. dan Rumintang mati gantung diri atas kematian suaminya). si Raja Onggu dihukum mati karena menghina suku Pakpak. Rumah adat ini dibangun oleh ahli pertukangan (arsitek) dari Batak Pakpak dan Toba (terutama dari Silalahi) yang relatip banyak jumlahnya. Tidak masuk akal sehat (logika) ceritra atau pendapat tersebut di . eks tongkat Pinggan Matio). yakni bahwa marga Padang Batanghari pernah tinggal di Balna Sikabengkabeng. adalah bukti yang mendukung pernyataan Pendeta Abednego dan orang tuanya Djauili Padang Batanghari. Pohon Beringin (jabi-jabi) yang ditanam Pinggan Matio berru Matanari (disebut.di mana pada zaman tersebut Padang Batanghari¡. Kuta (kampung) yang lain adalah perkembangan (pertambahan) pada generasi Apabila ada marga lain mengaku pernah menjadi raja (berkuasa) di daerah pegagan (misalnya disebut Pendeta Abednego putra Djauili Padang Batanghari sampai 8 generasi mpung mereka tinggal di Balna Sikabeng-kabeng) adalah ¡°pernyataan yang salah¡±.

. Bagi kami anak kandung dan anak angkat sama harkat kemanusiaannya. jika tawanan tidak dibunuh penyerang maka kemudian mereka akan melarikan diri atau pindah ke daerah lain. Kejadian mengakui anak angkat menjadi keturunannya. adalah hal yang umum (biasa) terjadi pada marga-marga lain (tidak hanya pada marga Matanari). sehingga tidak pernah kami beda-bedakan.atas bukan.. Menurut kami Matanari. Apakah tujuan perang tersebut untuk menambah orang bermarga Matanari¡?. Atau ke daerah wilayah Pakpak Suak Keppas (sekitar Sidikalang) yang masih jauh lebih dekat dari Sileuh. Tawanan (Padang Batanghari) merobah marga menjadi marga Matanari supaya tidak terusir atau dibunuh musuh (penyerang).. di zaman itu masih banyak lahan kosong di daerah Pegagan bukan¡?. Bakune mo ke kaltu¡. dan berapa orang (keluarga) yang tertawan yang merobah marga menjadi Matanari (siapa namanya)¡?.¡¡? mereka adalah keturunan orang pendatang menjadi anak angkat keturunan Raja Matanari:? Mpung kami keturunan Raja Matanari sangat merindukan marga Matanari banyak jumlahnya. dkk mengaku adalah keturunan Padang Batanghari (menjadi marga Matanari). adalah alasan yang tidak logis.? Berapa orang (keluarga) yang terusir dan kembali ke Sileuh¡?. oda i bedaken kami anak kandung dekket anak .?. dengan tanpa rasa menyesal akan kami kabulkan. ¡°sedangkan batang pohon pisang ni gana (kita pahat berbentuk) manusia agar ada teman. apalagi dia manusia¡±.Mella kami mendokken. atau kenapa tidak pergi ke Silalahi (kuta anak berru¡?) jika benar Pinggan Matio adalah berru Padang Batanghari¡?.?. Akan tetapi. Kasihan mereka bukan¡?. Mungkinkah. Ada semboyan mpung kami keturunan Raja Matanari. Jika benar si Umar Matanari dan Arden Matanari. Kenapa Padang Batanghari (yang terusir) harus kembali ke Sileuh¡?. maka mereka telah membeberkan aibnya sendiri bukan¡. sedaroh mo kita. Agar mereka kembali menjadi marga Padang Batanghari. demikian juga kami sekarang. Akibat pernyataan mereka. selama ini mereka tetap kami hargai dan memasukkan mereka dalam Trombo Matanari sebagai keturunan ompung kami. dkk mengganti marganya dan kembali ke si Leuh (kecamatan Kerajaan) serta membawa tulang-belulang orangtuanya bukan¡?. marganyapun sudah dijual (ganti) menjadi Matanari hanya demi dapat tinggal di kampung kita¡?. Tidak logis keluarga Padang Batanghari (suami + istri + anak-anak) yang terusir dari Balna Sikabeng-kabeng kembali ke Sileuh karena jarak ini relatip jauh dan sangat luas lahan kosong yang harus dilewati pada zaman itu bukan¡?.?.. kecuali mereka mau meminta nama mereka dihapus dari Trombo Matanari. yang umumnya adalah suku Batak Toba. kami Matanari dapat mengikuti apa keinginan mereka yang sebenarnya. Semboyan inilah yang menyebabkan tanah wilayat raja Matanari mudah (gampang) diberikannya kepada orang pendatang. lebih gentelemenlah si Umar Matanari dan si Arden Matanari. walaupun posisi anak angkat. Selayaknya..

Salam buat kita semua).Tapi mella i dokken ke. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Maha. bagaimana kalian ini kawan¡?. laos mo ke mi Sileuh. Mungkin hal ini terjadi akibat mpung kami keturunan Raja Matanari banyak yang mengikuti aliran ilmu hitam (animisme). bagi kami Matanari bukan masalah. Untuk itu kami mewakili keturunan Raja Matanari. Orang Pakpak cukup terkenal memakan daging manusia (musuhnya) bahkan tengkorak manusia tersebut digantungkan di Bale (Jambur) sebagai bukti kehebatan penghuni kampung. Anak perempuan (berru) dari Raja Matanari dan dari keturunannya yang cukup terkenal (tokoh berru) adalah sebagai berikut: 1. siapa-siapa nama mpung mereka. Raja Matanari.. kita tetap satu kesatuan. Pinggan Matio berru Matanari istri Raja Silalahisabungan (sebagai Upah Raja Silalahisabungan karena telah berhasil mengobati penyakit istri Raja Matanari). bahwa kalian bukan Matanari. Akan tetapi kalau kalian katakan. terlebih kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Jadi dosa kesalahan orang Pakpak (terutama Matanari) pada zaman dahulu dan mungkin sampai sekarang adalah sangat besar. Generasi ke-8 keturunan Raja Matanari j hanya 6 (enam) orang yang berketurunan. Adek si Ranimbani berru Matanari istri Raja Bintang 4. Njuah-njuah kita karina.angkat. ke kampung marga Padang Batanghari¡. juga mempunyai putri (berru). tidak kami bedakan anak kandung dengan anak angkat. Jadi kalau ada yang tidak berketurunan. Kalau kami menganggap. Penyusunan Trombo secara tertulis dimulai sejak sekitar tahun 1970 adalah berdasarkan ceritra dari keturunan masingmasing. 2.. tadingken ke saja mo kuta ntai asa sloh bai nene ulang pailailaken mendahi Pagang Batanghari. mi kuta ni Padang Batanghari. Beberapa generasi keturunan Raja Matanari hanya mempunyai satu anak yang berikutnya mempunyai keturunan dan ada tidak berketurunan.Rumintang berru . kepada orang-orang yang pernah dirugikan atau teraniaya ataupun kepada keturunannya. ataupun pergi merantau dan tidak kembali ataupun tidak memberi kabar maka nama mpung mereka otomatis tidak tercatat dalam Trombo Matanari. 3. yang lainnya tidak berketurunan. ( Artinya. disebut Sembahan si Raja Onggu. Ranimbani berru Matanari istri Raja Sihaloho putra Raja Silalahisabungan. pergilah ke Sileuh.?. selain mempunyai keturunan anak laki-laki yang telah mencapai sekitar 18-19 generasi sampai sekarang.. memohon maaf yang sebesarbesarnya. Masuknya ajaran agama Islam ataupun agama Kristen ke daerah Balna Sikabeng-kabeng dan sekitarnya lebih terlambat dibanding di daerah lain. atau pergi merantau. Rumintang berru Matanari istri si Raja Onggu keturunan Ruma Sondi (Pohon Beringin yang ditanam si Pinggan Matio di Balna Sikabeng-kabeng diyakini masyarakat sebagai tempat keramat. bagi Matanari oda lot masalah kaltu. ke oda marga Matanari be. Laju generasi marga Matanari adalah relatip terlambat dan jumlahnya relatip sedikit sekali. Keturunan sebagian anak perempuan (berru) kemungkinan sudah melebihi 19 generasi. 5. tinggalkan sajalah kampung kita itu.

bahwa sesama kami keturunan Raja Matahari sering berkelahi bahkan berperang. Pesta (Ikatan) Silima Tali. Demikian halnya. Matanari memberikan tanah dan parhutaan kepada marga Sihotang. Mungkinkah keturunan hulubalang Raja Matanari (Paroltep) adalah anak keturunan Raja Matanari menjadi marga lain¡? Kami sangat merindukan mereka. Siberru Taren berru Matanari istri Raja Manungkun keturunan Batu Raja. Raja Bintang. makin kuat eksistensinya. Pada waktu selanjutnya. pengaruh marga Sihotang berpengaruh besar sampai pada marga marga Pakpak Kepas (Raja Udjung. Ikatan dan Pesta Silima Tali diadakan adalah berdasarkan pada kepentingan yang saling menguntungkan antara suku Pakpak suak Pegagan (Matanari. menjalin ikrar bahwa 4 marga tersebut di atas dinyatakan Sisada Anak dan Sisada Berru. . Mereka sebagian belum kami ketahui kabarnya. yang mendapat tanah Rading Berru di Tamberro. apakah mereka tetap marga Matanari atau telah merobah marganya menjadi marga lain juga belum kami ketahui. akibatnya ada sebahagian mereka keturunan mpung kami pergi merantau. (3) Manik. sebaliknya marga Sihotang jumlah keturunannya banyak dan berpendidikan lebih maju. Sebahagian keturunan Raja Matanari mengaku dirinya keturunan Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk adalah pengaruh ikatan (Pesta) SILIMA TALI di Sumbul Pegagan sekitar tahun 1957. Orang Pakpak suak Pegagan ingin mempermudah segala urusan (kepentingan) yang berkaitan dengan berbagai urusan terutama bidang pemerintahan yang pada zaman tersebut berpusat di Tarutung. Kami Matanari mengakui. Demikian juga Sihotang ingin memperkuat eksistensinya di daerah Pakpak suak Pegagan maupun suak Keppas.Matanari). Manik dan Lingga) dengan suku Batak Toba (marga Sihotang).. Semua marga-marga tersebut di atas. Raja Capah. ke tanah karo Simalem marga Sitepu dan semua marga Karo-karo umumnya. Selain marga Matanari. Ikatan (Pesta) Silima Tali terdiri dari 5 unsur yaitu (1) Sihotang. juga marga Manik dan sebahagian marga Lingga mengaku keturunan marga Sihotang. kami menginginkan marga Matanari lebih besar jumlahnya. Raja Gajah Manik. Karo-Karo. (2) Matanari. pengaruh Pesta (ikatan) Silima Tali menjadi lebih besar pada marga Matanari. Sinulingga. 6. Yaitu menyebabkan marga Matanari sebahagian melupakan ikrar sisada anak sisada berru. Raja Kudadiri dan Raja Sinamo). di daerah Simalungun marga Sitopu. Sitepu dan lain lain. disebut huta Sihotang dekat Balna Sikabeng-kabeng. sehingga tidak terjadi lagi diperantauan penggantian marga Matanari menjadi marga Sihotang. yakni berubah menjadi mengakui bahwa marga Matanari adalah anak (keturunan) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk Kenyataan ini terjadi tidak lepas dari akibat jumlah keturunan marga Raja Matanari sangat sedikit dan pendidikan masih terbelakang. Raja Angkat. (4) Lingga dan (5) marga-marga Berru-Berre dari 4 margatersebut di atas. Hal ini terjadi dengan alas an yang hamper sama dengan yang telah diuraikan diatas (kepentingan yang saling menguntungkan)..

Manik dan Lingga adalah anak (keturunan) Pakpak Suak Pegagan.. Tidak ada lagi keturunan raja (marga) Padang Batanghari yang mengakupernah tinggal di Balna Sikabeng-kabeng (mulai si Lantak sampai keturunannya generasi ke-8) kemudian terusir dan kembali ke Sileuh akibat perang. Marga Matanari dengan Sihotang adalah Sisada Anak Sisada Berru berdasarkan Pesta (ikatan) Silima Tali sekitar tahun 1957 di Sumbul Pegagan. melainkan Matanari. 2. dan dengan demikian diharapkan bahwa: 1. Harus diakui bahwa marga Sihotang cukup hebat menjalin persaudaraan dalam suku Batak Toba. Sitepu. .Njuah-njuah¡. Karo dan Simalungun. Horas¡. Demikian disampaikan untuk diketahui semua halayak.terutama di daerah perantauan merasa (mengaku) satu dengan marga Sihotang. Sehingga ada beberapa orang menyebutkan istilah ¡° Sihali Mas¡± (singkatan dari: Sihotang. Hasugian. yang artinya adalah Pengali Emas atau Penggali Emas.Mejuah-juah buat yang kami hormati Oppung/ Bapa/ Abang/ Adek/ Anak/ Cucu marga Sihotang di mana pun mereka berada. Sitopu dan Semua yang termasuk Karo-Karo Mergana). Matanari. jadi marga Matanari bukanlah keturunan (anak) Oppu Saggapulo putra Oppu Borsak Sihotang Pardabuan Uruk. Pakpak. Manik. Lingga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->