BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (W.J.S.Poerwadaminta) kata pegawai berarti “orang yang bekerja pada pemerintah ,perusahaan dan sebagainya.Sedangkan negeri berarti Negara atau pemerintah. Jadi Pegawai Negeri ialah orang yang bekerja pada pemerintahan atau Negara. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin PNS, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada PNS karena melanggar peraturan disiplin PNS.

B. Rumusn Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah : a. Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil b. Maksud dan Tujuan c. Aspek kewajiban dan larangan d. Hukuman Disiplin e. Ijin perkawinan dan perceraian bagi PNS f. Lama bolos serta sanksi yang di jatuhkan

1

BAB II PEMBAHASAN
A. Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil Adapun dasar Hukum dari pegawai Negeri Sipil antara lain ialah : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokok-pokok

kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokok-pokok kepegawaian; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004; 3. Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1966 Tentang

Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang 32 Tahun 1979 tentang

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Larangan Pegawai Negeri Sipil Menjadi Anggota Partai Politik; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil;

2

3 . transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. b. B. Aspek kewajiban dan Larangan bagi PNS  Kewajiban Setiap PNS wajib : a. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.  Tujuan disiplin bagi PNS 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan di adakannya peraturan displin ini bagi setiap Pegawai Negeri Sipil yaitu antara lain :  Maksud disiplin bagi PNS Untuk mewujudkan PNS yang handal. adil.9. maka PNS sebagai unsur Aparatur Negara di tuntut untuk setia dan taat pada Pancasila. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Mempercepat proses perubahan kearah peningkatan profesionalisme dalam bekerja. C. 5. 3. Meningkatkan kedisiplinan PNS. profesional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance). Mengucapkan sumpah/janji PNS. 10. Untuk lebih terjaminnya ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PNS. Mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS. Mengucapkan sumpah/janji jabatan. jujur. Meningkatkan tanggung jawab PNS. 2. 4.

Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. l. 4 . e. kesadaran dan tanggung jawab. m. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. dan q. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keaman. f. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. h. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karir. o. i. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. k. cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara j. Menyalahgunakan wewenang. Pemerintah dan martabat PNS. n. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. seseorang dan/atau golongan. tertib. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Bekerja dengan jujur. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan sendiri. g. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. keuangan dan materil. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. p. Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan pemerintah d.c.  Larangan Setiap PNS dilarang : a.

b. dokumen atau surat berharga milik Negara secara tidak sah. e. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. 2. teman sejawat. 5 . l. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. Dewan Perwakilan Daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara : 1. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. c. Memiliki. g. k. d. i. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. konsultan asing. Bekerja pada perusahaan asing. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Dewan Perwakilan Rakyat. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. golongan. atau pihak lain. membeli. atau lembaga swadaya masyarakat asing. menggadaikan. menjual. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. f. j. meyewakan. Ikut serta sebagai pelaksana kampanye. h. bawahan.

Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. anggota keluarga. dan sesudah masa kampanye meliputi meliputi 6 . n. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara : 1. dan/atau 2.3. selama. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto copi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan. 3. dan masyarakat. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. m. Sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. 2. seruan. dan o. Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara : 1. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. dan/atau 4. dan/atau 4. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. himbauan. selama. ajakan. Mengadakan kegiatan mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.

tulisan. baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. dan masyarakat. tulisan. 3) Pembebasan dari jabatan. b. PNS yang melakukan pelanggaraan disiplin dijatuhi hukuman disiplin. Hukuman Disiplin Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. atau perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin PNS. Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari : 1) Teguran lisan. Menjadi anggota dan/atau pengurus Partai Politik. dan 3) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. anggota keluarga. Setiap ucapan. Jenis Hukuman Disiplin a. Dengan tidak megesampingkan ketentuan dalam peraturan perundangundangan pidana. 2) Teguran tertulis. PNS dan CPNS yang tidak menaati kewajiban atau melanggar larangan dijatuhi Hukuman Disiplin b. c. 2) Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. seruan. ajakan. D.pertemuan. 7 . atau perbuatan PNS yang melanggar kewajiban dan larangan dijatuhi hukuman disiplin c. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari : 1) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. Jenis hukuman sedang terdiri dari : 1) Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. 2) Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (tahun) tahun. p. Umum a. himbauan. 1. dan 3) Pernyataan tidak puas secara tertulis. 2.

Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31-35 hari kerja. dikenakan hukuman disiplin Teguran Lisan.Penjatuhan Hukuman Disiplin a. 8. 5. 3. 4. Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah : 1. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6-10 hari kerja. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21-25 hari kerja. 7. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (Lima) hari kerja. 2. dikenakan hukuman disiplin Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 1 (Satu) Tahun.4) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11-15 hari kerja. 6. dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Gaji Berkala Selama 1 (Satu) Tahun. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16-20 hari kerja. dikenakan hukuman disiplin Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis. dikenakan hukuman disiplin Pemindahan Dalam Rangka Penurunan Jabatan Setingkat Lebih Rendah Bagi PNS Yang Menduduki Jabatan Struktural Atau Fungsional Tertentu. dikenakan hukuman disiplin Teguran Tertulis. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26-30 hari kerja. dikenakan hukuman disiplin Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 3 (Tiga) Tahun. dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Pangkat Selama 1 (Satu) Tahun. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36-40 hari kerja. 3. dan 5) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. 8 .

dan 9 . E. wajib menyampaikannya kepada Pejabat melalui saluran hirarki selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan ijin tersebut. dikenakan hukuman disiplin Pembebasan Jabatan. dikenakan hukuman disiplin Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri Atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai PNS.9. b) Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang. maka pejabat tersebut dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat atasannya sama dengan hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada bawahannya. 10. wajibmemperoleh ijin tertulis lebih dahulu dari Pejabat. PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41-45 hari kerja. d) Setiap pejabat harus mengambil keputusan selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan ijin tersebut. b. Pejabat yang berwenang menghukum wajib menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin apabila pejabat yang berwenang menghukum tetapi tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melanggar disiplin. a) PNS yang akan beristri lebih dari seorang. Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS 1. c) Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang. wajib memberikan pertimbangan kepada Pejabat. Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi PNS yang tidak menaati ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah : Terlambat masuk kerja dan/atau pulang cepat tanpa keterangan yang sah secara kumulatif jumlahnya menjadi 7½ (Tujuh Setengah) jam dikonversikan sama dengan 1 (Satu) hari tidak masuk kerja. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 hari kerja atau lebih. c.

10 . PNS baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian dan berkedudukan sebagai tergugat. Perceraian a. masing-masing PNS tersebut wajib memperoleh ijin tertulis atau surat keterangan lebih dahulu ari Pejabat. a. dan b. maka dalam hal demikian Pejabat tersebut dianggap telah menolak permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang yang disampaikan oleh PNS bawahannya dan ternyata merupakan kelalaian dari Pejabat. maka Pejabat yang bersangkutan dikenakan hukuman disiplin. 2. PNS yang akan melakukan perceraian. dalam waktu selambatlambatnya enam hari kerja setelah ia menerima gugatan perceraian. wajib memberitahukan secara tertulis adanya gugatan dari suami atau istrinya melalui saluran hirarki kepada Pejabat untuk mendapatkan surat keterangan. d. wajib memperoleh ijin tertulis atau surat keterangan lebih dahulu dari pejabat. Seorang wanita yang berkedudukan sebagai istri kedua/ketiga/keempat dilarang menjadi Pegawai Negeri Sipil. Suami istri yang akan melakukan perceraian dan keduanya berkedudukan sebagai PNS baik dalam satu lingkungan departemennya/Instansi maupun pada departemen/instansi yang berbeda. wajib memperoleh ijin tertulis lebih dahulu dari pejabat. 3. Pegawai negeri sipil wanita tidak diijinkan menjadi istri kedua/ ketiga/ keempat.e) Apabila dalam waktu yang telah ditentukan pejabat tidak menetapkan keputusan yang sifatnya tidak mengabulkan atau tidak menolah permintaan ijin PNS di lingkungannya untuk beristri lebih dari seorang. c. b. PNS baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian dan berkedudukan sebagai penggugat. Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diijinkan menjadi istri kedua/ketiga/keempat.

f. yaitu salah satu alasan atau lebih sebagai berikut: 1) Salah satu pihak berbuat zina. 3) Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin pihak lain dan tanpa alasan yang sah serta tanpa memberikan nakfah lahir maupun batin atau karena hal lain di luar kemampuannya. Untuk membantu Pejabat dalam melaksanakan kewajibannya agar dibentuk Tim Pelaksana di lingkungan Provinsi Jawa Barat. 2) Salah satu pihak menjadi pemabuk. dan penjudi yang sukar disembuhkan. yaitu wajib merukunkan kembali kedua belah pihak dan apabila perlu dapat memanggil atau meminta keterangan dari pihak-pihak yang bersangkutan. g. Tata cara penyampaian pemberitahuan adanya gugatan perceraian dari suami/sitri tersebut dilaksanakan sebagaimana halnya penyampaian surat permintaan ijin perceraian. 5) Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin yang membahayakan pihak lain. 6) Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga.e. pemadat. h. 4) Salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat secara terus-menerus setelah perkawinan berlangsung. PNS hanya dapat melakukan perceraian apabila ada alasan yang sah yang dikuatkan dengan bukti. 11 . Setiap atasan dan pejabat yang menerima surat pemberitahuan adanya gugatan perceraian harus melaksanakan tugas dan wewenangnya seperti dalam hal menerima permintaan ijin perceraian.

dan atau karena suami terbukti telah berzina. apabila perceraian terjadi karena istri terbukti telah berzina dan atau istri terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami dan atau istri terbukti menjadi pemabuk. hak atas bagian gaji untuk bekas istri tidak diberikan. dan apabila ternyata semata-mata merupakan kelalaian dari Pejabat. j.i. m. Meskipun perceraian terjadi atas kehendak istri yang bersangkutan. wajib membuat pernyataan tertulis. k. maka ia wajib menyerahkan bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anakanaknya. maka pejabat yang bersangkutan dikenakan hukuman disiplin. maka dalam hal demikian Pejabat tersebut dianggap telah menolak permintaan ijin perceraian yang disampaikan oleh PNS bawahannya. dan atau suami terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun 12 . Apabila dalam waktu yang telah ditentukan Pejabat tidak juga menetapkan keputusan yang sifanya tidak mengabulkan atau tidak menolak permintaan ijin untuk melakukan perceraian atau tidak memberikan surat keterangan untuk melakukan perceraian kepada PNS yang bersangkutan. Apabila usaha untuk merukunkan kembali tidak berhasil dan perceraian itu terjadi atas kehendak PNS pria. haknya atas bagian gaji untuk bekas istri tetap diberikan apabila ternyata alasan istri mengajukan gugatan cerai karena dimadu. pemadat. PNS yang diwajibkan menyerahkan bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya. dan penjudi yang sukar disembuhkan dan atauistri terbukti telah meninggalkan suami selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya l. Pejabat harus memberikan surat keterangan untuk melakukan perceraian kepada setiap PNS yang menyampaikan surat pemberitahuan adanya gugatan.

4. Bendaharawan gaji wajib menyerakan secara langsung bagian gaji yang menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat perceraian. a. Bekas istri dapat mengambil bagian gaji yang menjadi haknya secara langsung dari Bendaharawan gaji. maka proses pemberian ijin agar diselesaikan secepatnya mematuhi dan sesuai dengan ketentuan jangka waktu yang telah ditentukan. wajib memanggil Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diperiksa. Yang dimaksud hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah adalah melakukan hubungan sebagai suami istri dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya yang seolaholah merupakan suatu rumah tangga.batin terhadap istri. b. p. dan q. 13 . Yang dimaksud dengan gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami dan tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terjadinya perceraian. Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama di luar ikatan perkawinanyang sah. c. o. Setiap pejabat yang mengetahui atau menerima laporan adanya Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungannya melakukan hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah. pemadat. Hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah. tanpa lebih dahulu menunggu pengambilan gaji dari PNS bekas suami yang telah menceraikannya. n. dan penjudi yang sukar disembuhkan dan/atau suami terbukti telah meninggalkan istri selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya. dan atau suami terbukti telah menjadi pemabuk. atau dapat meminta untuk dikirimkan kepadanya. atau dengan surat kuasa. Apabila ada gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak istri dan setelah dilakukan upaya merukunkan kembali oleh Pejabat tidak berhasil.

dan e. Apabila dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan memang benar melakukan hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah. Negara Kesatuan Republik Indonesia. F. maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dijatuhi hukuman disiplin berat.d. Lama Bolos Serta Sanksi yang dijatuhkan Lama 5 hari 6 – 10 hari 11 – 15 hari 16 – 20 hari 21 – 25 hari 26 – 30 hari 31 – 35 hari 41 – 45 hari > 45 hari Sanksi yang dijatuhkan Ringan Ringan Ringan Sedang Sedang Sedang Berat Berat Berat Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan gaji berkala 1 tahun Penundaan kenaikan pengkat 1 tahun Penurunan pangkat satu tingkat selama 1 tahun Penurunan pangkat satu tingkat selama 3 tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian sebagai PNS Berikut kutipan sebagain isi PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Kewajiban(Pasal 3 ada 17 kewajiban). 3. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Pejabat atau Pejabat lain yang ditunjuk olehnya dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. antara lian: (angka yang menyatakan ayat berikut ini sesuai nomor angka dalam PP) 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan. 4. 5. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. 2. dan Pemerintah. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. mengucapkan sumpah/janji PNS. mengucapkan sumpah/janji jabatan. 14 .

menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. ajakan. dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. seruan. dengan cara: a. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. dan/atau d. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. b. selama. teguran lisan. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah b. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. c. 4. 15 .  Jenis hukuman disiplin sedang a. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. teguran tertulis. himbauan. b. c. Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin (Pasal 7)  Jenis hukuman disiplin ringan a. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.Larangan PNS (Pasal 4) antra lain: 1. c. menyalahgunakan wewenang.anggota keluarga. dan masyarakat. 2. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. dan pernyataan tidak puas secara tertulis. 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. 5.

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Jenis hukuman disiplin berat a. 16 . pembebasan dari jabatan. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. b. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. c. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. dan e.

Sehingga terciptalah tenaga kerja pegawai negeri sipil yang Profesional dan handal. B.sehingga memberi efek jera bagi pelanggarnya. Kesimpulan 1. 2. 3. Jika terdapat Pegawai Negeri sipil yang melanggar peraturan kedisiplinan PNS.supaya tercipta pegawai yang Profesional dan baik. 17 .Dan tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan tersebut. Segala yang berkaitan dengan Pegawai Negeri Sipil mempunyai aturan yang telah diterapkan. Bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil itu harus memiliki kedisiplinan dan selalu menanamnya dalam diri sendiri.sebaiknya dikenakan sanksi yang tegas.BAB III PENUTUP A. Saran Penulis menyarankan kepada setiap pegawai Negara sipil supaya melakukan segala kegiatan atau pekerjaannya sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

1996. kepegawaian besrta Peraturan Perundang.H. Hadi Setia Tunggal .H.penerbit Harvarindo. 18 .2006.penerbit PT Rajagrafindo Persada.Hukum Kepegawaian.undangan : Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokokpokok kepegawaian .S. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974.DAFTAR PUSTAKA Rozali Abdullah. cetakan kedua . Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomer 30 Tahun 1980 Tentang peraturan Disiplin pegawai Negeri Sipil.S. Pokok-pokok pelaksanaannya.

3. 2. SH. Bernebi Mirnawati Parhusip Natalina NIM : ( EAA 110 099) ( EAA 110 095) ( EAA 110 071) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS HUKUM 2012 19 . MH Nama Kelompok: 1.MAKALAH HUKUM KEPEGAWAIAN Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dosen pengajar : ANDONG.

Supaya lebih mengerti tentang Hukum kepegawaian terutama dalam peraturan kedisiplinan pegawai Negeri Sipil. Dan penulis juga berharap kepada pembaca atas saran dan kritk yang membangun. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Hukum Kepegawaian dan juga untuk memberi wawasan yang lebih baik bagi setiap pembacanya terutama bagi mahasiswa fakultas hukum khususnya mahasiswa Unpar.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya.Maka untuk itu.Tim penulis mohon maaf atas kekurangan dalam makalah ini. Penulis juga menyadari bahwa pembuatan Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Palangka Raya. April 2012 Tim Penulis 20 i . Akhir kata Tim penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari berbagai pihak. penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Hukum Kepegawaian ini dengan baik.

........................ A................... Latar Belakang . i ii 1 1 1 2 2 3 3 7 9 14 BAB II PEMBAHASAN ............................. BAB III PENUTUP ....................... Kesimpulan ................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .... Aspek Kewajiban dan Larangan bagi PNS ............................................................................. B....................................................................................................................................... Lama bolos serta Sanksi yang dikenakan .................... B....................................................................................................................... Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS ................................................... Hukuman Disiplin .......... C................................... Maksud dan Tujuan ..................................................... A........................................ D....... Rumusan Masalah ................................ 17 17 DAFTAR PUSTAKA 21 ii ........... F................... E.......... DAFTAR ISI ....................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................. Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil ....................................................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful