BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (W.J.S.Poerwadaminta) kata pegawai berarti “orang yang bekerja pada pemerintah ,perusahaan dan sebagainya.Sedangkan negeri berarti Negara atau pemerintah. Jadi Pegawai Negeri ialah orang yang bekerja pada pemerintahan atau Negara. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin PNS, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada PNS karena melanggar peraturan disiplin PNS.

B. Rumusn Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah : a. Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil b. Maksud dan Tujuan c. Aspek kewajiban dan larangan d. Hukuman Disiplin e. Ijin perkawinan dan perceraian bagi PNS f. Lama bolos serta sanksi yang di jatuhkan

1

BAB II PEMBAHASAN
A. Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil Adapun dasar Hukum dari pegawai Negeri Sipil antara lain ialah : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokok-pokok

kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokok-pokok kepegawaian; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004; 3. Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1966 Tentang

Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang 32 Tahun 1979 tentang

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Larangan Pegawai Negeri Sipil Menjadi Anggota Partai Politik; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil;

2

Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. maka PNS sebagai unsur Aparatur Negara di tuntut untuk setia dan taat pada Pancasila. Aspek kewajiban dan Larangan bagi PNS  Kewajiban Setiap PNS wajib : a. b. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan di adakannya peraturan displin ini bagi setiap Pegawai Negeri Sipil yaitu antara lain :  Maksud disiplin bagi PNS Untuk mewujudkan PNS yang handal. Meningkatkan kedisiplinan PNS. B. 3. transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. adil. jujur. 3 . 5. 2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Mengucapkan sumpah/janji jabatan. 10. 4. Mengucapkan sumpah/janji PNS. C.9. Untuk lebih terjaminnya ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PNS. Meningkatkan tanggung jawab PNS. profesional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance). Mempercepat proses perubahan kearah peningkatan profesionalisme dalam bekerja. Mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin.  Tujuan disiplin bagi PNS 1.

dan pemerintah d. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. seseorang dan/atau golongan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. o. l. Bekerja dengan jujur. keuangan dan materil. Negara Kesatuan Republik Indonesia. kesadaran dan tanggung jawab. 4 . Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Pemerintah dan martabat PNS. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karir. p.c. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. n. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. m. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. tertib.  Larangan Setiap PNS dilarang : a. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan. e. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keaman. Menyalahgunakan wewenang. i. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara j. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. h. Mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan sendiri. k. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya. g. dan q. f.

c. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. 2. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. atau pihak lain. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. bawahan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Ikut serta sebagai pelaksana kampanye. golongan. k. Dewan Perwakilan Rakyat. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. l. Dewan Perwakilan Daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara : 1. g. teman sejawat. membeli. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. menggadaikan. Memiliki. dokumen atau surat berharga milik Negara secara tidak sah. h. j. menjual. 5 . Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS. konsultan asing. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. e. f. d. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. atau lembaga swadaya masyarakat asing. i. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. meyewakan.b. Bekerja pada perusahaan asing. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan.

selama. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara : 1. dan masyarakat. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto copi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan. dan o. dan/atau 4. Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara : 1. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. ajakan. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. n. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. m. selama. dan/atau 2. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. 3. 2. Sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. himbauan. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan sesudah masa kampanye meliputi meliputi 6 . anggota keluarga. seruan. Mengadakan kegiatan mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.3. dan/atau 4.

Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari : 1) Teguran lisan. Setiap ucapan. c. baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. ajakan. atau perbuatan PNS yang melanggar kewajiban dan larangan dijatuhi hukuman disiplin c. Jenis hukuman sedang terdiri dari : 1) Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. 1. tulisan. 2) Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari : 1) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. 2. 3) Pembebasan dari jabatan. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. Hukuman Disiplin Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. seruan. Menjadi anggota dan/atau pengurus Partai Politik. 2) Teguran tertulis. anggota keluarga. D. dan 3) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. p. dan 3) Pernyataan tidak puas secara tertulis. atau perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin PNS. PNS dan CPNS yang tidak menaati kewajiban atau melanggar larangan dijatuhi Hukuman Disiplin b. 2) Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (tahun) tahun. himbauan. dan masyarakat. PNS yang melakukan pelanggaraan disiplin dijatuhi hukuman disiplin. Jenis Hukuman Disiplin a. 7 .pertemuan. Umum a. Dengan tidak megesampingkan ketentuan dalam peraturan perundangundangan pidana. tulisan. b.

3.4) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.Penjatuhan Hukuman Disiplin a. 7. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21-25 hari kerja. 8. 6. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36-40 hari kerja. Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah : 1. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26-30 hari kerja. 2. 3. dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Pangkat Selama 1 (Satu) Tahun. dikenakan hukuman disiplin Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 1 (Satu) Tahun. dan 5) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16-20 hari kerja. 8 . 4. dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Gaji Berkala Selama 1 (Satu) Tahun. dikenakan hukuman disiplin Teguran Lisan. dikenakan hukuman disiplin Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis. dikenakan hukuman disiplin Pemindahan Dalam Rangka Penurunan Jabatan Setingkat Lebih Rendah Bagi PNS Yang Menduduki Jabatan Struktural Atau Fungsional Tertentu. 5. dikenakan hukuman disiplin Teguran Tertulis. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31-35 hari kerja. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6-10 hari kerja. dikenakan hukuman disiplin Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 3 (Tiga) Tahun. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11-15 hari kerja. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (Lima) hari kerja.

dikenakan hukuman disiplin Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri Atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai PNS. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 hari kerja atau lebih. 10. wajibmemperoleh ijin tertulis lebih dahulu dari Pejabat. a) PNS yang akan beristri lebih dari seorang. c) Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang. d) Setiap pejabat harus mengambil keputusan selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan ijin tersebut. Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi PNS yang tidak menaati ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah : Terlambat masuk kerja dan/atau pulang cepat tanpa keterangan yang sah secara kumulatif jumlahnya menjadi 7½ (Tujuh Setengah) jam dikonversikan sama dengan 1 (Satu) hari tidak masuk kerja. Pejabat yang berwenang menghukum wajib menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin apabila pejabat yang berwenang menghukum tetapi tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melanggar disiplin. b) Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang. dikenakan hukuman disiplin Pembebasan Jabatan.9. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41-45 hari kerja. dan 9 . wajib menyampaikannya kepada Pejabat melalui saluran hirarki selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan ijin tersebut. wajib memberikan pertimbangan kepada Pejabat. maka pejabat tersebut dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat atasannya sama dengan hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada bawahannya. Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS 1. b. c. E. PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang.

dan b. Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diijinkan menjadi istri kedua/ketiga/keempat. Seorang wanita yang berkedudukan sebagai istri kedua/ketiga/keempat dilarang menjadi Pegawai Negeri Sipil. PNS baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian dan berkedudukan sebagai penggugat. c. PNS baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian dan berkedudukan sebagai tergugat.e) Apabila dalam waktu yang telah ditentukan pejabat tidak menetapkan keputusan yang sifatnya tidak mengabulkan atau tidak menolah permintaan ijin PNS di lingkungannya untuk beristri lebih dari seorang. wajib memberitahukan secara tertulis adanya gugatan dari suami atau istrinya melalui saluran hirarki kepada Pejabat untuk mendapatkan surat keterangan. maka Pejabat yang bersangkutan dikenakan hukuman disiplin. wajib memperoleh ijin tertulis atau surat keterangan lebih dahulu dari pejabat. d. masing-masing PNS tersebut wajib memperoleh ijin tertulis atau surat keterangan lebih dahulu ari Pejabat. dalam waktu selambatlambatnya enam hari kerja setelah ia menerima gugatan perceraian. wajib memperoleh ijin tertulis lebih dahulu dari pejabat. 10 . maka dalam hal demikian Pejabat tersebut dianggap telah menolak permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang yang disampaikan oleh PNS bawahannya dan ternyata merupakan kelalaian dari Pejabat. b. Perceraian a. PNS yang akan melakukan perceraian. Pegawai negeri sipil wanita tidak diijinkan menjadi istri kedua/ ketiga/ keempat. 3. a. 2. Suami istri yang akan melakukan perceraian dan keduanya berkedudukan sebagai PNS baik dalam satu lingkungan departemennya/Instansi maupun pada departemen/instansi yang berbeda.

e. 3) Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin pihak lain dan tanpa alasan yang sah serta tanpa memberikan nakfah lahir maupun batin atau karena hal lain di luar kemampuannya. yaitu wajib merukunkan kembali kedua belah pihak dan apabila perlu dapat memanggil atau meminta keterangan dari pihak-pihak yang bersangkutan. 6) Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Tata cara penyampaian pemberitahuan adanya gugatan perceraian dari suami/sitri tersebut dilaksanakan sebagaimana halnya penyampaian surat permintaan ijin perceraian. 11 . dan penjudi yang sukar disembuhkan. g. PNS hanya dapat melakukan perceraian apabila ada alasan yang sah yang dikuatkan dengan bukti. h. pemadat. 5) Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin yang membahayakan pihak lain. f. Untuk membantu Pejabat dalam melaksanakan kewajibannya agar dibentuk Tim Pelaksana di lingkungan Provinsi Jawa Barat. yaitu salah satu alasan atau lebih sebagai berikut: 1) Salah satu pihak berbuat zina. 2) Salah satu pihak menjadi pemabuk. 4) Salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat secara terus-menerus setelah perkawinan berlangsung. Setiap atasan dan pejabat yang menerima surat pemberitahuan adanya gugatan perceraian harus melaksanakan tugas dan wewenangnya seperti dalam hal menerima permintaan ijin perceraian.

i. dan penjudi yang sukar disembuhkan dan atauistri terbukti telah meninggalkan suami selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya l. PNS yang diwajibkan menyerahkan bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya. pemadat. hak atas bagian gaji untuk bekas istri tidak diberikan. dan atau karena suami terbukti telah berzina. k. m. maka ia wajib menyerahkan bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anakanaknya. Meskipun perceraian terjadi atas kehendak istri yang bersangkutan. apabila perceraian terjadi karena istri terbukti telah berzina dan atau istri terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami dan atau istri terbukti menjadi pemabuk. Pejabat harus memberikan surat keterangan untuk melakukan perceraian kepada setiap PNS yang menyampaikan surat pemberitahuan adanya gugatan. maka dalam hal demikian Pejabat tersebut dianggap telah menolak permintaan ijin perceraian yang disampaikan oleh PNS bawahannya. j. Apabila usaha untuk merukunkan kembali tidak berhasil dan perceraian itu terjadi atas kehendak PNS pria. maka pejabat yang bersangkutan dikenakan hukuman disiplin. haknya atas bagian gaji untuk bekas istri tetap diberikan apabila ternyata alasan istri mengajukan gugatan cerai karena dimadu. dan apabila ternyata semata-mata merupakan kelalaian dari Pejabat. wajib membuat pernyataan tertulis. Apabila dalam waktu yang telah ditentukan Pejabat tidak juga menetapkan keputusan yang sifanya tidak mengabulkan atau tidak menolak permintaan ijin untuk melakukan perceraian atau tidak memberikan surat keterangan untuk melakukan perceraian kepada PNS yang bersangkutan. dan atau suami terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun 12 .

4. Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama di luar ikatan perkawinanyang sah. Bendaharawan gaji wajib menyerakan secara langsung bagian gaji yang menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat perceraian. atau dengan surat kuasa. Bekas istri dapat mengambil bagian gaji yang menjadi haknya secara langsung dari Bendaharawan gaji. dan penjudi yang sukar disembuhkan dan/atau suami terbukti telah meninggalkan istri selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya. o.batin terhadap istri. b. 13 . c. Yang dimaksud dengan gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami dan tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terjadinya perceraian. pemadat. maka proses pemberian ijin agar diselesaikan secepatnya mematuhi dan sesuai dengan ketentuan jangka waktu yang telah ditentukan. dan q. atau dapat meminta untuk dikirimkan kepadanya. n. Apabila ada gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak istri dan setelah dilakukan upaya merukunkan kembali oleh Pejabat tidak berhasil. dan atau suami terbukti telah menjadi pemabuk. Setiap pejabat yang mengetahui atau menerima laporan adanya Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungannya melakukan hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah. p. Hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah. wajib memanggil Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diperiksa. Yang dimaksud hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah adalah melakukan hubungan sebagai suami istri dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya yang seolaholah merupakan suatu rumah tangga. tanpa lebih dahulu menunggu pengambilan gaji dari PNS bekas suami yang telah menceraikannya. a.

Lama Bolos Serta Sanksi yang dijatuhkan Lama 5 hari 6 – 10 hari 11 – 15 hari 16 – 20 hari 21 – 25 hari 26 – 30 hari 31 – 35 hari 41 – 45 hari > 45 hari Sanksi yang dijatuhkan Ringan Ringan Ringan Sedang Sedang Sedang Berat Berat Berat Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan gaji berkala 1 tahun Penundaan kenaikan pengkat 1 tahun Penurunan pangkat satu tingkat selama 1 tahun Penurunan pangkat satu tingkat selama 3 tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian sebagai PNS Berikut kutipan sebagain isi PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Kewajiban(Pasal 3 ada 17 kewajiban).d. F. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. mengucapkan sumpah/janji PNS. 3. 14 . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. dan e. 4. menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan. antara lian: (angka yang menyatakan ayat berikut ini sesuai nomor angka dalam PP) 1. mengucapkan sumpah/janji jabatan. maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dijatuhi hukuman disiplin berat. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Pejabat atau Pejabat lain yang ditunjuk olehnya dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. 5. dan Pemerintah. 2. Apabila dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan memang benar melakukan hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah.

tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. selama. c. Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin (Pasal 7)  Jenis hukuman disiplin ringan a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah b. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. teguran lisan. 4.  Jenis hukuman disiplin sedang a. 3. b.Larangan PNS (Pasal 4) antra lain: 1.anggota keluarga. dan/atau d. ajakan. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. c. 5. dan pernyataan tidak puas secara tertulis. dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. dengan cara: a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. b. himbauan. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. seruan. 15 . memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. c. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. teguran tertulis. 2. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. dan masyarakat. menyalahgunakan wewenang.

penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. c. d. 16 . pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. pembebasan dari jabatan. b. Jenis hukuman disiplin berat a. dan e. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah.

sebaiknya dikenakan sanksi yang tegas. Kesimpulan 1. Bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil itu harus memiliki kedisiplinan dan selalu menanamnya dalam diri sendiri. Saran Penulis menyarankan kepada setiap pegawai Negara sipil supaya melakukan segala kegiatan atau pekerjaannya sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Segala yang berkaitan dengan Pegawai Negeri Sipil mempunyai aturan yang telah diterapkan.Dan tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan tersebut. 3. 2.supaya tercipta pegawai yang Profesional dan baik.BAB III PENUTUP A.Sehingga terciptalah tenaga kerja pegawai negeri sipil yang Profesional dan handal. B. 17 .sehingga memberi efek jera bagi pelanggarnya. Jika terdapat Pegawai Negeri sipil yang melanggar peraturan kedisiplinan PNS.

undangan : Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 Tentang pokokpokok kepegawaian .S.H.DAFTAR PUSTAKA Rozali Abdullah.penerbit Harvarindo.H.Hukum Kepegawaian.S. kepegawaian besrta Peraturan Perundang.1996. cetakan kedua . Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974.penerbit PT Rajagrafindo Persada. Hadi Setia Tunggal . Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomer 30 Tahun 1980 Tentang peraturan Disiplin pegawai Negeri Sipil. Pokok-pokok pelaksanaannya.2006. 18 .

Bernebi Mirnawati Parhusip Natalina NIM : ( EAA 110 099) ( EAA 110 095) ( EAA 110 071) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS HUKUM 2012 19 . 2. SH. MH Nama Kelompok: 1. 3.MAKALAH HUKUM KEPEGAWAIAN Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dosen pengajar : ANDONG.

Penulis juga menyadari bahwa pembuatan Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Akhir kata Tim penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari berbagai pihak. April 2012 Tim Penulis 20 i .KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya. Palangka Raya. Dan penulis juga berharap kepada pembaca atas saran dan kritk yang membangun. Supaya lebih mengerti tentang Hukum kepegawaian terutama dalam peraturan kedisiplinan pegawai Negeri Sipil.Maka untuk itu.Tim penulis mohon maaf atas kekurangan dalam makalah ini. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Hukum Kepegawaian dan juga untuk memberi wawasan yang lebih baik bagi setiap pembacanya terutama bagi mahasiswa fakultas hukum khususnya mahasiswa Unpar. penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Hukum Kepegawaian ini dengan baik.

................... F........................................................... B................................................................................................. 17 17 DAFTAR PUSTAKA 21 ii ............. Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS ............................................... DAFTAR ISI ................. BAB I PENDAHULUAN ...... B... C................... Aspek Kewajiban dan Larangan bagi PNS ....................... A...................................................................................... Dasar Hukum Pegawai Negeri Sipil ......................................... E...... Rumusan Masalah ....................................................................................................................... Lama bolos serta Sanksi yang dikenakan ...... Hukuman Disiplin ....................................................................................... Maksud dan Tujuan .......................................................................................................... Kesimpulan ............ BAB III PENUTUP ........................................... Latar Belakang ....................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......... A...................................... D................. i ii 1 1 1 2 2 3 3 7 9 14 BAB II PEMBAHASAN .............