P. 1
Pengolahan Bijih Besi Menjadi Bahan

Pengolahan Bijih Besi Menjadi Bahan

|Views: 31|Likes:
Published by Rahmad Maulana

More info:

Published by: Rahmad Maulana on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI BAHAN BAKU (RAW MATERIALS

)
Proses awal pembentukan logam dilakukan melalui proses penuangan (pengecoran) bijih logam, sehingga logam-logam itu berbentuk benda tuangan yang disebut ingot, dimana ingotingot ini akan diolah menjadi besi kasar (pig iron) dan akan dibentuk sedemikian rupa kedalam bentuk lain yang kita kehendaki baik melalui proses pengecoran (penuangan) maupun proses lainnya seperti pengerjaan panas (hot working processes) dan pengerjaan dingin (cold working processes). Proses pengolahan logam menjadi bahan baku ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kebutuhan kualitas produk akhir yang dikehendaki dimana setiap proses yang dilakukan akan berpengaruh besar terhadap sifat dan karakteristik logam tersebut. Untuk membahas lebih jauh tentang pengolahan logam ini akan kita lihat terlebih dahulu, bagaimana proses terbentuknya bijih logam tersebut sebagaimana terlihat pada gambar 6 berikut.

A. Pemisahan logam dari bijih (Ores)
Pada dasarnya semua jenis logam merupakan materi alam berupa unsur mineral organic, karena proses evolusi secara alamiah telah membentuk sedimentasi didalam perut bumi. sedimentasi (endapan) ini merupakan gabungan partikel-partikel ion-ion logam yang berinteraksi secara elektrostatik dari gas electron yang bermuatan positif dan atom-atom

Logam Besi (Ferro) Logam besi atau nama latinnya Ferrum (Fe) merupakan salah satu jenis logam yang paling banyak dipergunakan dan hampir semua karakteristik dari kualifikasi bahan produk dapat dipenuhi oleh logam besi ini walaupun besi ini tidak pernah diperoleh dalam keadaan murni (lihat 2. komposisinya terdiri atas mineral Magnetic (Fe3O4) dimana Magnetic berwarna coklat dengan kadar bijih besi yang tinggi yakni diatas 56% b) Haematite Ores. Hydrate Ores berisi limotite (2Fe2O3. Komposisi unsur sebagaimana disebutkan tidak menjadikan besi memenuhi syarat sebagai bahan teknik baik struktur maupun sifat mekaniknya bahkan setelah diproses di dalam dapur tinggi (blast furnance) sekalipun. limotite. Kebutuhan sifat-sifat bahan pada produk akhir menjadi acuan dalam pemilihan bahan bakunya termasuk bahan logam besi terlebih lagi perbedaan lokasi eksplorasi juga berbeda komposisi unsurnya seperti besi oxide yang terdiri dari magnetic ores didapat di Rusia. Bijih besi diproses didalam dapur tinggi (blast furnace) menjadi besi kasar (pig iron) yang keluar berbentuk besi tuang untuk diperhalus menjadi besi kasar (wrought iron) selanjutnya menjadi baja yang kemudian menjadi besi tuang (cast irons) dengan karakteristik yang lebih spesifik.13 % dan besi (Iron) berada pada urutan kedua yakni sebesar 5 %.logam yang bermuatan negative bercampur dengan berbagai unsur batuan inilah yang disebut sebagai “bijih” atau ores.3H2O) dengan kadar besi 20 hinga 55 % 3. haematite. Oxide : a) Magnetic Ores. unsur alumunium merupakan unsur logam yang paling besar yakni 8. magnetik. komposisinya terdiri atas mineral Haematite (Fe2O3) dimana Magnetic berwarna kuning kemerahan dengan kadar bijih besi 40 hingga 65 % 2. Karbonates. Perbedaan tekanan panas bumi terhadap kandungan bijih logam akan berbeda komposisinya untuk satu daerah dengan daerah lainnya sesuai dengan ketebalan kulit bumi. Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai unsur mineral yang terkandung di dalam perut bumi. belerang dan karbon. siderite. sedangkan haematite ores terdapat di . Swedia dan Amerika. Unsur-unsur yang diperoleh dari hasil eksplorasi masih membentuk bijih. Proses persenyawaan ini akan menghasilkan suatu bahan teknik dengan sifat dan karakteristik yang berbeda dari sifat dasarnya baik sifat kimia. metamorphosis serta unsur-unsur lainnya seperti gas berupa phosphor. Bijih besi dapat diperoleh melalui proses eksplorasi bahkan pada kondisi tertentu bijih besi dapat muncul kepermukaan secara vulkanis dan proses hydrothermal akan mengakibatkan terjadinya proses pemisahan unsur-unsur yang terkandung pada bijih tersebut. tegangan yang dapat diperbaiki serta ketersediaan yang relatif cukup. B. berisi mineral Siderite (FeCO3 dengan kadar besi 30 %. unsurunsur tersebut antara lain pegmatite.3H2O) dan Geothite(Fe2O3.1) dimana bijih besi dibedakan dalam 3 kelompok berdasarkan komposisi serta kadar dari masing-masing unsur yang dikandungnya. Keragaman sifat-sifat logam ini menjadikan logam sebagai salah satu bahan teknik yang paling dominan karena sifatnya yang mudah dibentuk. oleh karena itu untuk memperoleh suatu jenis bahan dengan kualitas tertentu diperlukan proses pemurnian yang kemudian dilakukan proses deformulasi unsur secara terukur atau pencampuran dan persenyawaan dari berbagai unsur dengan komposisi dan kadar tertentu. dan melalui proses ini pula akan diperoleh berbagai material yang sangat berguna disamping unsur besi seperti gas. sifat phisik maupun sifat mekaniknya. Oleh karena itu secara umum bijih besi dikelompokkan dalam 3 type bijih besi yaitu : 1.

Spanyol. oleh karena itu proses pemurniannya biasanya dicampur dengan bijih-bijih dari jenis yang berbeda. medium dan tinggi. karena sejak didalam perut bumi besi telah bersenyawa dengan unsur karbon serta unsur-unsur lainnya dan persenyawaan antara unsur besi dengan unsur karbon adalah besi karbon (FeC) atau yang kita sebut sebagai “baja”. Phosphor merupakan salah satu unsur yang terkandung didalam besi dan berpengaruh merugikan terhadap sifat mekanik besi atau baja. OLeh karena itu terdapat 2 jenis bijih besi yang berbeda menurut kadar Phoshpornya.5 % kadar phosphor serta 0.04 % pada keadaan ini biasanya bijih besi mengandung unsur silikon yang relatif tinggi • High phosphorus (basa) Ores. dapur harus selalu digunakan secara kontinyu serta perawatan yang memadai. Inggeris dan Rusia. D. Jerman dan Perancis. C. dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan proses pemurnian dari masing-masing unsur-unsur agar dapat diformulasikan secara tepat. Apabila kita perhatikan istilah dan sebutan “besi” sebagai salah satu jenis bahan baku produk menjadi tidak tepat. E. Amerika. yakni bijih besi basa biasanya mengandung unsur phosphor di atas 2. Jenis ini terdapat pada British ores yang memiliki kadar Fe rendah demikian pula dalam menghilangkan unsur phosphor ini juga diperlukan biaya operasional yang cukup mahal. Bijih besi dipecah hingga membentuk gumpalan dengan ukuran rata-rata yang memadai. dengan demikian akan dihasilkan sebuah bahan baku produk dengan sifat dan karakteristik tertentu yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kualitas produk. Phosphorus Hampir tidak pernah dapat dilakukan melepaskan unsur phosphor dalam proses pemurnian besi. Namun demikian bila kita lihat kembali “ikhtisar bahan teknik” yang merupakan bahan teknik (materials for engineering”) dari jenis besi ialah besi tempa atau baja dengan komposisi karbon rendah.2 % Sulphur. Hydrate ores terdapat di Polandia. pada bijih besi dengan kadar besi yang cukup tinggi tentu saja akan memiliki tingkat kepadatan yang tinggi pula sehingga dengan demikian akan sulit untuk membuka struktur bahan hingga bagian intinya. sulphur terlepas oleh cuaca dan kelembaban dan karbon dioxide oleh pemanasan. Kokas dan kapur .Kanada.5 %. Pada bijih besi yang demikian ini walaupun agak sulit diperlukan pemecahan hingga menjadi butiran-butiran kecil yang memadai dengan tidak lebih dari 2. Artinya hanya persenyawaan besi karbon dengan kadar karbon yang dikendalikan pada jumlah yang ditentukan. Bijih besi dicuci serta dinaikkan dengan menggunakan magnetic sparation dari bantalan mineral non besi. yaitu bijih besi (ores) dengan kadar phosphor 0. Peleburan Bijih besi (Iron Ores) Dalam proses peleburan bijih besi pada dasarnya pemanasan dilakukan untuk membuka ikatan struktur dari atom-atom logam itu sendiri sehingga proses pencairan logam itu sendiri dilakukan oleh reaksi persenyawaan unsur-unsur secara kimiawi. Karbonates ores terdapat di Jerman dan Austria. debu yang dihasilkan akan bercampur dengan debu batu bara (coal dust) membantu proses peleburan dan membentuk gumpalan tar. yaitu : • Low phosphorus Ores.

batu kapur akan menghasilkan senyawa kimia 2CaO.Kokas digunakan pada dapur tinggi sebagai bahan bakar. Kapur (limestone) berfungsi sebagai fluksi pada dapur tinggi. crude-oil.Si02 yang penting sebagai lapisan pada dinding dapur. . disamping itu diperoleh pula tar.dari dapur tinggi ini juga akan mengeluarkan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai gas kota yang dapat disalurkan melalui pipapipa. pemanasan hingga 9000 C di dalam dapur tinggi. ammonium sulphate yang berguna sebagai pupuk tanaman. dimana kokas diperoleh dari batu bara yang ditempatkan pada oven.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->