Fungsi Konsumsi dan Tabungan Seorang ahli ilmu ekonomi JM.

Keynes, mengatakan bahwa Pengeluaran seseorang untuk konsumsi dan tabungan dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin besar pendapatan seseorang maka akan semakin banyak tingkat konsumsinya pula, dan tingkat tabungannya pun akan semakin bertambah. dan sebaliknya apabila tingkat pendapatan seseorang semakin kecil, maka seluruh pendapatannya digunakan untuk konsumsi sehingga tingkat tabungannya nol. Menerut JM. Keynes, pendatan suatu negara terdiri atas dua hal, yaitu : (1). Pendapatan Perseorangan ( Y=C+S) dan (2). Pendapatan Perusahaan (Y=C+I). Karena pembahasan kita kali ini berkaitan dengan fungsi konsumsi dan tabungan, maka pokok bahasan kita kali berkaitan dengan pendapatan perseorangan (Y=C+S) dan kaitannya dengan fungsi konsumsi dan tabungan. Apabila pendapatan berubah, maka perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap konsumsi dan tabungan Perbandingan antara pertambahan konsumsi (∆C) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposible (∆Yd) yang diperoleh disebut kecondongan mengkonsumsi marjinal (MPC = Marginal Propensity to Consume). Perbandingan antara pertambahan tabungan (∆S) dengan pertambahan pendapatan disposibel (∆Yd) yang diperoleh disebut kecondongan menabung marjinal (MPS = Marginal Propensity to Save). untuk mengetahui perubahan tingkat konsumsi, maka dapat digunakan rumus : ===> MPC = ∆C / ∆Y dan APC = C / Y dan untuk mengetahui perubahan tingkat konsumsi, maka dapat digunakan rumus : ===> MPC = ∆S / ∆Y dan APC = S / Y Fungsi konsumsi adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam perekonomian. Sedangkan fungsi tabungan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat tabungan rumah tangga dan pendapatan nasional dalam perekonomian. Persamaan antara hubungan itu adalah : Fungsi Konsumsi : C = a + bY Fungsi Tabungan : S = -a + (1-b)Y dimana : a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional = 0 b = kecondongan konsumsi marginal (MPC) C = tingkat konsumsi S = tingkat tabungan Y = tingkat pendapatan nasional.

untuk lebih jelasnya tentang fungsi konsumsi dan tabungan, mari kita bahas soal-soal Olimpiade Sains Ekonomi yang ada kaitannya dengan fungsi konsumsi dan tabungan : Soal pertama : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009). Sebelum bekerja pengeluaran Daniel sebesar Rp. 1.500.000,00 sebulan. setelah bekerja dengan penghasilan sebesar Rp. 5.000.000,00 pengeluarannya sebesar Rp. 4.500.000,00. Fungsi konsumsi Daniel adalah.... Pembahasan : dik : - a = 1.500.000 (Konsumsi pada saat y=0) - ∆C = C1 - C0 = 4.500.000 - 1.500.000 = 3.000.000 - Y = Y1 - Y0 = 5.000.000 - ∆Y = 5.000.000 - 0 = 5.000.000 dit : Fungsi Konsumsi ? jawab : Fungsi konsumsi dinyatakan dengan : C = a + bY atau C a + mpcY pada soal diatas sudah diketahui nilai a, Y, ∆Y, dan ∆C, jadi langkah selanjutnya kita mencari MPC MPC = ∆C / ∆Y MPC = 3.000.000 / 5.000.000 = 3/6 MPC = 0,6 setelah MPC kita ketahui, maka fungsi konsumsi untuk Daniel dapat kita tentukan sebagai berikut : C = a + mpcY, ================ C = 1.500.000 + 0,6Y ================= Soal Kedua : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009). Konsumsi masyarakat suatu negara ditunjukan oleh persamaan C = 30 + 0,8Y. bila tabungan sebesar Rp.20,00 maka besarnya konsumsi adalah .... Pembahasan : dik : - fungsi konsumsi C = 30 + 0,8Y - tabungan S = 20 dit : Besar Konsumsi (C) ? Jawab : untuk mengetahui besarnya konsumsi, maka langkah yang paling pertama adalah kita harus mencari terlebih dahulu berapakah nilai Pendapatan (Y) dari fungsi tersebut.

untuk mencari nilai Y maka kita bisa menggunakan fungsi tabungan dan nilai tabungannya, C = 30 + 0,8Y maka fungsi tabungannya adalah S = -a + (1 - MPC)Y==> S = -30 + 0,2Y diketahui nilai S = 20, lalu kita masukan kedalam fungsi tabungan (S) untuk memperoleh nilai Y S = -30 + 0,2Y 20 = -30 + 0,2Y 0,2Y = 20 + 30 0,2Y = 50 Y = 50 / 0,2 Y = 250 Langkah selanjutnya untuk mencari besarnya konsumsi (C) adalah kita memasukan nilai Y kedalam fungsi konsumsi. C = 30 + 0,8Y C = 30 + 0,8(250) C = 30 + 200 C = 230 ======= Jadi besarnya konsumsi (C) adalah 230. Soal Ketiga : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008). Keluarga Ibu Tutik mempunyai penghasilan Rp. 8.000.000,00 sebulan, dengan pola konsumsi yang dinyatakan dengan fungsi C = 1.500.000 + 0,70Y. Berdasarkan data tersebut maka besarnya tabungan keluarga ibu Tutik adalah .... Pembahasan: Diketahui : - Y = 8.000.000 - Fungsi Konsumsi ==> C = 1.500.000 + 0,70Y Ditanya : - besarnya tabungan (S) ? Jawab : untuk mengetahui besarnya nilai tabungan (S) maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah merubah fungsi konsumsi kedalam fungsi tabungan kemudian memasukan nilai pendapatan (Y) kedalam fungsi tabungan. C = 1.500.000 + 0,70Y maka fungsi tabungannya adalah : S = -a + (1-MPC)Y S = - 1.500.000 + 0,30Y untuk mencari besarnya tabungan (S) ibu tutik maka kita masukan nila Y kedalam fungsi konsumsi: S = -1.500.000 + 0,30(8.000.000) S = -1.500.000 + 2.400.000 S = 900.000

kita hanya memerlukan waktu 30detik.. Diketahui MPC = 0.8Y..2 ======== Jadi besarnya Marginal Propensity to Save (MPS) adalah 0.85 =========== Jadi besarnya Marginal Propensity to Consume (MPC) adalah 0..0. terimakasih. diketahui MPS = 0.8 Maka MPS = 1 .900.. maka besarnya Marginal Propensity to Consume (MPC) adalah.8 MPS = 0..00 Soal Keempat : (Soal Olimpiade Sains Propinsi (OSP) Ekonomi 2008) Bila diketahui fungsi tabungan : S = -50 + 0. Insyaallah jika ada waktu luang saya akan menjawabnya dengan senang hati. Pembahasan : untuk menjawab pertanyaan diatas. silahkan diposkan pada bagian komentar dibawah ini. dan jika ada pertanyaan seputar soal-soal olimpiade Eknomi dan Soalsoal UN ekonomi.MPS MPC = 1 .2 =========================================== Demkian saja pembahasan mengenai fungsi konsumsi dan tabungan mudah-mudahan bermanfaat.000.============ Jadi besarnya Tabungan keluarga ibu Tutik adalah Rp..MPC MPS = 1 .15 MPC = 0.0. Pembahasan: Sama dengan soal sebelumnya. Fungsi konsumsi C = 200 + 0. maka besarnya Marginal Propensity to Save (MPS) adalah.85 soal selanjutnya : (Soal Olimpiade Sains Propinsi (OSP) Ekonomi 2007) Bila diketahui.. .15Yd. untuk membahas soal ini kita hanya membutuhkan waktu 30 detik.15 maka MPC = 1 . saya tunggu petanyaannya.

Style tersebut dapat diketahui corak serta bentuk penghasilannya bila kita dapat mengkaji masalah “pendapatan nasional”.PENDAPATAN NASIONAL a. Menurut ilmu ekonomi. pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara karena ia telah melakukan kegitan pelaksanaan atau penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu priode. GNP). Selain itu. diukur menurut harga pasar pada suatu negara. dapat mengetahui perkembangan kemakmuran masyarakat negara secara keseluruhan dan menjadi nilai sebagai cermin untuk lebih memperbaiki sistem perekonomian. Produk Nasional Bruto (GNP) . ia beranggapan bahwa pendaptan nasional dapat diperoleh dengan menjumlahkan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Pengertian Dalam suatu negara terdapat percaturan ekonomi yang dilakoni oleh pelaku di masing-masing sektor. b. karena jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto atau kotor. c. konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam menghitung pendaptan nasional. ia berusaha menaksir atau mengkaji pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. 2. yaitu seluruh jumlah produk baik berupa barang atau jasa yang dihasilkan setiap tahun oleh negara yang bersangkutan. Dan pendapatan nasional pada harga tetap (pendapatan nasional riil) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tertentu yang dapat digunakan seterusnya untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun lainnya. berasal dari Inggris. Produk Domestik Bruto (GDP) Gross Domestic Product adalah jumlah produksi berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit produksi dalam batas wilayah suatu negara (domestic) selama satu tahun. Keistimewaannya terletak ketika terjadi sebuah tolok ukur antara kegiatan ekonomi dan identitas ekonomi. Akan tetapi. alat utama pengukur kegiatan perekonomian adalah produk nasional bruto (gross national product. Dalam menghitung GDP termasuk juga di dalamnya hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Sejarah Asal mula konsep pendapatan nasional dicetuskan oleh Sir William Petty. Menurut mereka. PDB/GDP dihitung berdasarkan harga berlaku dan harga tetap. Dalam penghitungannya. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya. Pendapatan nasional harga berlaku (pendapatan nasional nominal) adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu tahun dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tersebut. pendapat ilmuan inggris tersebut tidak disepakati oleh ahli ekonomi modern. sebab menurut pandangan ekonomi modern. biasanya dilaksanakan selama satu tahun. Konsep Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional: 1.

. melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu. laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan). contoh pembayaran dana pensiun. bunga utang pemerintah. termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. tunjangan sosial bagi penganggguran. Pendapatan perorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). 4. Produk Nasional Netto (NNP) Net National Product diperoleh dengan cara GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering disebut pula replacement). pajak hadiah. NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah). Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang besarnya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI) Disposable Income adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihknya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan peseorangan.Gross National Product diperoleh melalui nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun. (DI) ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut. tapi orang Indonesia yang ada di luar negeri akan dihitung jumlah penghasilannya baik berupa barang dan jasa. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak tidak langsung. Pendapatan Perorangan (PI) Personal Income adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat. Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini. contohnya pajak pendapatan. Pendapatan Nasional Neto ((NNI) Net National Income adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. bekas pejuang. dsb. 6. Seperti pengusaha Jepang yang ada di Indonesia tidak akan dihitung hasil produksinya. juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warganegara yang berada di luar negeri. dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja. dll. 5. artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak. pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. 3. Replacement adaalah penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran atau estimasi sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

Untuk lebih memperjelas uraian di atas.00 Produk yang dihasilkan masyarakat nasional di luar negeri Rp 10. Permintaan agregat adalah daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.00 Rp 82. Konsumsi dan Tabungan.000.000.faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional a. dikeluarkan untuk membeli barang dan jasa.00 PI Rp 90.000.000. artinya pendapatan yang diterima oleh konsumen. sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antar semua penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dengan tingkat harga tertentu.00 Pajak langsung Rp 4.00 Rp 130. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional) yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran.000. (miliar rupiah) GDP Rp 156. Permintaan dan Penawaran agregat Permintaan agregat merupakan hubungan antara seluruh permintaaan barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. tetapi akan menurunkan out put nasional dan menambah pengangguran.00 NNI Rp 103.000.000.00 Pengeluaran konsumsi perorangan Rp 71.00 NNP Rp 125.00 Rp 21.00 Tabungan (saving) Rp 15.00 Laba yang ditahan Rp 6.000.000.00 Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 15.00 GNP Rp 140.000.000. sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: Keterangan : Y = Pendapatan atau yield . maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan pula pada tingkat harga. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga. sisanya untuk ditabung.00 Produk yang dihasilkan masyarakat asing di dalam negeri Rp 26.000. tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. di sini kami gambarkan cara penghitungan pendapatan nasional seperti di bawah ini.000.00 d.00 Pajak tidak langsung Rp 22. b. Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat.000. Faktor.000.00 Pajak perusahaan / perseroan Rp 12.000.00 DI Rp 86.000.000.00 Dana sosial Rp 3.000.000.00 Transfer payment Rp 8.

5. Ada lima faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga: 1. Motivasi Setiap orang memiliki motivasi tersendiri dalam menentukan kegiatan konsumsinya. Ramalan peruahan harga Jika masyarakat memperkirakan akan terjadi perubahan harga yang cenderung lebih tinggi. Sebaliknya. Sikap dan Kepribadian Sikap dan kepribadian seseorang menjadi tolok ukur perilaku konsumen. Sementara orang yang boros seringkali membeli barang-barang diluar kepentingannya (perhitungannya). 3. Sebagian lain mengkonsumsi barang atau jasa tertentu demi memperhatikan status sosial atau gengsi. 2. Selera Masing-masing individu mempunyai selera yang berbeda-beda dalam memilih berbagai jenis barang atau jasa. 6. meskipun sesama remaja antara seorang yang satu dengan lainnya akan memiliki selera yang berbeda dalam memilih barang atau jasa konsumsi. jika pendapatan menurun pengeluaran konsumsi juga akan turun. padahal sebenarnya ia tidak membutuhkannya. ► Untuk lebih memperjelas pernyataan di atas. maka mereka akan segera membeli barang tersebut untuk antisipasi dan menghindari kenaikan harga. kami mencoba mendukung pernyataan tersebut dengan fungsi konsumsi. Semakin tinggi pendapatan konsumen.C = Konsumsi atau consumtion S = Tabungan atau saving Rumus di atas merupakan pendapat dari John Maynard Keynes untuk mengukur pendapatan suatu negara ditinjau dari segi perorangan. Orang yang hemat hanya akan membeli barang-barang yang dibutuhkan saja. Ini juga berpengaruh terhadap pola konsumsi. Jika dalam suatu keluarga terdapat anggota yang banyak maka tingkat konsumsi juga akan banyak. 7. Misalnya. Komposisi anggota rumah tangga Jumlah anggota rumah tangga juga dapat mempengaruhi tingkat konsumsi. Kekayaan Orang yang memiliki aset kekayaan berupa tabungan atau saham tidak terlalu memperhatikan pengeluaran konsumsi mereka daripada orang yang tidak memiliki kekayaan. ada pula yang membeli barang hanya karena ikut-ikutan orang lain. Hubungan pendapatan dan konsumsi dirumuskan sebagai berikut: . Ada yang melakukan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Misalnya. Sebaliknya. 4. seorang remaja membeli HP terbaru agar dianggap keren oleh temannya. Pendapatan Pendapatan seseorang berpengaruh pada besarnya konsumsi yang dilakukan. Dalam pengertiannya. jika hanya terdapat sedikit anggota dalam keluarga maka jumlah konsumsi relatif kecil. konsumsi cenderung meningkat pula. fungsi konsumsi adalah hubungan antara pengeluaran untuk konsumsi (consumption expenditure) dan pendapatan. Namun.

Fungsi ini dapat diperoleh dengan menggunakan regresi linier.684 1.000 = 1.000 (konsumsi untuk kebutuhan pokok).63Y sebagai konsumsi bujuk disebut juga MPC = 0.000 Model di atas merupakan formula sederhana fungsi konsumsi. maka konsumsi orang tersebut: C = a + bY = 500. Angka MPC sebesar 0. maka C=500.000 sebulan (ada konsumsi tambahan untuk kebutuhan bukan pokok). pengeluaran seseorang minimal sebesar Rp 500.340 1.63Y 100 adalah konsumsi autonomous dan 0. stagraf.532 1.000. Pengeluaran konsumsinya menjadi Rp 1.63.500.000.264 1.389 1.898 2.000 + 500. seseorang sebelum bekerja (berarti Y = 0).000).C adalah konsumsi dan Y sebagai pendapatan bersih.63 menunjukkan bahwa setiap PDB naik sebesar . Lebih jelasnya tabel di bawah merupakan konsumsi dan PDB Indonesia tahun 2000-2004 (dalam hitungan triliun rupiah): Tahun Konsumsi PDB 2000 2001 2002 2003 2004 884 1. Selisih tingkat konsumsi sekarang dan sebelumnya dibagi selisih besarnya pendapatan sekarang dan sebelumnya.000 (jadi a = 500. Kedua. ada perbedaan antara konsumsi jangka panjang dan konsumsi jangka pendek karena keduanya memiliki bentuk yang beda.302 Data dari tabel di atas dapat diestimasikan fungsi konsumsinya seperti dibawah ini: C = 100 + 0.045 2.372 1. dia adalah ahli ekonomi terkenal Amerika Serikat yang mencoba mengolah statistik negaranya untuk mengetahui hubungan antara pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapannya. Ada dua kesimpulan penting dalam penelitiannya bahwa : Pertama.000 per bulan. dan Excel. Sedangkan a merupakan tingkat minimum pengeluaran konsumsi pada tingkat pendapatan sebesar nol. dalam bentuk persamaan standar persamaan fungsi konsumsi dengan C = C0 + cY dengan C0 sebagai tendensi yang meningkat dari waktu ke waktu. Misalnya. Seorang ilmuan Simon Kuznets. Jadi bukan disebabkan oleh pendapatan nasional nominal dan konsumsi nominal. Beda halnya dengan analisis Keynes bahwa fungsi konsumsi adalah relasi antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang keduanya menggunakan tingkat harga konstan. Saat sudah bekerja dengan pendapatan bersih Rp 1. Sedangkan b adalah tambahan keinginan mengkonsumsi karena tambahan pendapatan.

sebagai berikut: Tahun PDB Autonomous Induced Konsumsi Tabungan 2003 2.25Y = -10 Y = -10 / .045 adalah PDB tahun 2003 C = 100 + 1. maka konsumsi.045) = -100 + 757 = 657 Lebih sederhananya.63Y C = 100 + 0.25 Y = 40 Jadi. konsumsi bujuk (induced).388 triliun.37 (2.75Y = 0. Diketahui : 1.288 merupakan jumlah konsumsi bujuk C = 1. Sebagai contoh.37 (MPS) Jadi S = -100 + 0.63. C = 100 + 0. maka besar pendapatan: 0 = 0.37. carilah persamaan fungsi tabungannya.25 Y – 10 Pada saat tabungan = 0. kita dapat menganalisa besar konsumsi bujuk (induced). jika bicara tentang konsumsi maka kita juga harus memikirkan tabungan (saving). Sebagai contoh pembahasan di tahun 2003 PDB Indonesia sebesar Rp 2. Dari tabel di atas. kami sajikan dalam bentuk tabel hasil penghitungan di atas. Adapun proses penyelesainnya sebagai berikut.288 1.0. Setelah itu untuk mengetahui MPS hanya mengurangi 1-0.388 657 Kita telah mengetahui bagaimana kegiatan konsumsi dilakukan.045 triliun.63 (MPC) = 0. diketahui fungsi konsumsi C = 10 + 0. Setelah itu kita jabarkan tabungannya.100 triliun maka konsumsi juga akan otomatis naik sebesar 63 triliun.288.37Y = -100 + 0.0. Tabungan itu terjadi seiring dengan kelebihan konsumsi. Seperti yang kita ketahui bahwa konsumsi lebih besar dibandingkan dengan tabungan. angka 1.75Y) = Y – 10 – 0. dan tabungan.388 Dari pekerjaan di atas dapat disimpulkan bahwa pada saat PDB Indonesia sebesar 1. besarnya konsumsi pada saat tabungan = 0 adalah . jadi MPS hasilnya 0.63 (2.045) angka 2. berapa besarnya konsumsi pada saat tabungan = 0? Jawab : Dari rumus dasarY = C + S S=Y–S = Y – ( 10 + 0. konsumsi.045 100 1.75Y. dan tabungannya adalah?: Jawab : kita dapat menggunakan estimasi rumus konsumsi yang ada di atas.25Y – 10 -0.

75 (40) = 40 ►Adanya hubungan positif antara konsumsi dan pendapatan di atas akan menyebabkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal atau marginal propensity to consume (MPC). MPS. Contoh : Jika pendapatan seseorang naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 2. namun masih akan diuraikan lebih jauh mengenai kecenderungan mengkonsumsi. Arti marjinal sendiri adalah „tambahan‟ atau „ekstra‟. Angka MPS sebesar 0. Selain MPC dan MPS yang merupakan marjinal “tambahan”.7 – 1. Berdasarkan rumus MPC di atas. Keterangan : Tabel di bawah ini merupakan nilai rasio antara MPC. APC = C/Y.5 – 2 Hasilnya = 0. APC.5 juta menjadi Rp 1. ▲C sebagai perubahan konsumsi.5 ▲Y = Y2 .7 juta. Adalah hubungan antara pengeluaran tabungan dan pendapatan disebut pula tingkat tabungan. MPC + MPS = 1. 1 – MPC = MPS atau sebaliknya 1 – MPS = MPC. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut: MPC adalah tambahan mengkonsumsi seseorang (tambahan). Meskipun masalah MPC sedikit dibahas di atas. maka konsumsi marjinalnya adalah: MPC = ▲C / ▲Y ▲C = C2 .40%.5 juta dan konsumsinya naik dari Rp 1. jika mengkonsumsi sebesari 0.60%. Kita juga dihadapkan dengan masalah APC yaitu Average Prospensity to Consume yaitu hasrat untuk mengkonsumsi rata-rata. dan ▲Y sebagai perubahan pendapatan.6.40%.C1 1. .C = 10 + 0. dan APS.75Y = 10 + 0.4 Anggka MPC sebesar 0. APS = S/Y.40 menunjukkan bahwa setiap pendapatan naik sebesar 1% maka konsumsi juga akan naik sebesar 0. Adapun formulanya sebagai berikut. Dan juga sebaliknya jika pendapatan turun sebesar 1% maka konsumsi juga akan turun sebesar 0.6 menunjukkan apabila pendapatan naik sebesar 1% maka tabungan akan naik sebesar 0. Selanjutnya APS (Average prospensity to saving).Y1 2. Jadi hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan pendapatan dan berakibatt kenaikan pada kegiatan konsumsi.60%. Artinya APC merupakan hubungan perbandingan (rasio) konsumsi dan pendapatan dapat dikatakan tingkat konsumsi. Rumusnya. maka apabila ditanya MPS dan MPC sudah diketahui maka tinggal mengurangi saja. angka ini diperoleh sebab. dan perlu diketahui bahwa APC selalu bernilai positif.4 maka tabungan atau saving (MPS / marginal prospensity to saving) akan menjadi 0. Sebaliknya jika pendapatan turun sebesar 1 % maka tabungan juga akan turun sebesar 0.

sebaliknaya suku bunga yang tinggi akan melemahkan investasi mereka.75 (120) = 20 + 90 = 110 Keterangan. psimisme terhadap prospek keuntungan akan menyurutkan usaha. Selain itu. sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: Keterangan : Y = income atau pendapatan C = condumtion atau konsumsi I = investment atau investasi Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi tingkat investasi suatu perusahaan yaitu suku bunga dan prospek keuntungan. Investasi.75Y. besarnya konsumsi pada saat investasi = 10 adalah C = 20 + 0. sedangkan investasi yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi disebut investasi bujuk atau induced investment. carilahpersamaan fungsi investasi dan berapakah besarnya konsumsi pada saat investasi =10 ? Jawab : Dari persamaan Y = C + I dapat dicari persamaan fungsi investasi I=Y–C 10 = Y – (20 + 0. saat seseorang yakin akan meraih keuntungan yang banyak maka ia akan terus menambah investasinya.75Y = 20 + 0. optimisme terhadap prospek keuntungan akan merangsang perluasan dunia usaha.25Y Y = 30 / 0.75Y 10 = 0.3. Suku bunga yang rendah akan mendorong pelaku usaha untuk memperluas investasi mereka. Contoh : Jika diketahui fungsi konsumsi C = 20 + 0.25Y – 20 30 = 0. artinya barang-barang yang dihasilkan terdiri dari barang-barang konsumsi dan barang-barang modal. Namun sebaliknya.25 = 120 Jadi.75Y) 10 = Y – 20 – 0. jika pendapatan berubah maka konsumsi dan investasi juga akan berubah sesuai dengan prinsip “marjinal” seperti yang dijelaskan di atas. . Investasi yang dipengaruhi oleh suku bunga disebut investasi autonomous atau autonomous investment.

Society exspenditure 240. dan air bersih . dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri. Pendekatan pendapatan. dan perikanan . dan restoran .000 dollar. dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu priode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.sektor industri pengelolahan . sewa.000 .000 + 72. Pendekatan produksi.000 Jadi dengan menggunakan metode pendekatan pendapatan dapat diperoleh pendapatan nasional sebesar 341.000 . Jawab : Y = r + w + i + p = 90.sektor pertanian : peternakan.000 .Interest 75. ↔ Contoh soal.200 .000 .Government exspenditure 110. 2. kehutanan. dan niaga selama satu priode tertentu.sektor pengangkutan dan komunikasi . jasa. dan jasa perusahaan .sektor keuangan. Diketahui: a.Import 40.Profit 90.sektor pertambangan dan galian . Metode pengukuran pendapatan nasional Pendapatan negara dapat diukur dengan tiga pendekatan. bunga. hotel.e.000 + 85. Upah dan Gaji = 600 satuan . Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi) Adapun pembagian sektor ekonomi sebagai berikut: . ekstratktif. Penyusutan Barang Modal = 90 satuan c.500 .Export 45. Nilai Tambah Semua Sektor = 900 satuan b. gas.200 90. maka digunakan satuan yang sama yaitu harga atau uang.800 = 341. agraris.sektor bangunan . Contoh soal.Rent 90.200 .sektor jasa-jasa Jenis-jenis barang dalam sektor perekonomian bermacam-macam antara yang satu dengan lainnya. (sumber : soal olimpiade ekonomi se-kabuparen tahun 2008) Di bawah ini merupakan jumlah pendapatan nasional. yaitu: 1. Dalam satuan dolar .800 dari data tersebut carilah pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pendapatan.sektor perdagangan. dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah.Wages 85. persewaan.sektor listrik.

Government expenditure Rp 4. PDB/PDP = C + G + I + ( X – M ) = 500 + 200 + 160 + (360 – 170) = 9 25 2. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara RT (konsumsi) pemerintah (government).Revenue Rp 1.500 .Rent Rp 100 . dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu priode tertentu. Pengeluaran Konsumsi Sektor Rumah Tangga = 500 satuan k. Impor = 170 satuan l.050 . Pengeluaran Subsidi Pemerintah = 75 satuan Ditanya: 1. PNB = PDP + NI Terhadap Luar Negeri dan Faktor Produksi = 925 + (-40) = 885 3.d. dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X-M).000 . Contoh (sumber : soal olimpiade sains propinsi OSP ekonomi tahun 2006) National Income data (in billion rupiah) from a country are as follow : .500 . Hitung PDB atas dasar harga produksi 2. Peng. Pajak Tidak Langsung = 150 satuan h.Wages Rp 700 . Hitung PNB atas dasar harga pasar 3.Househould consumtion Rp 1. Pemerintah Untuk Pembelian Barang dan Jasa = 200 satuan f. NI Terhadap Luar Negeri dan Faktor Produksi = -40 satuan j. Laba Perusahaan = 300 satuan g. Hitung besarnya Pendapatan Nasional Jawab: 1.Saving Rp 2. Ekspor = 360 satuan e. Investasi Domestik Bruto = 250 satuan I.Investment Rp 2. PNN = PNB – Penyusutan/Depresiasi = 885 – 90 = 795 PN = PNN – PTL + S = 795 – 150 + 75 = 645 + 75 = 720 3.500 . Pendekatan pengeluaran. pengeluaran investasi (investment).

pertanian. Pendapatan nasional juga mengkaji struktur perekonomian nasional. GDP tidak mencermminkan pembagian pendapatan yang lebih merata dalam masyarakat. Y = C + I + G + (X-M) = 1. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut : g = PNriil1 – PNriil0 PNriil0 Keterangan : g = Pertumbuhan ekonomi (%) PNriil1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana pertumbuhan ekonomi dihitung.200 The amount of national income interm of expenditure approach are…… Jawab : Yang ditanya dari soal di atas adalah pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. atau negara jasa. PDB tidak menghitung pencemaran udara oleh pabrik yang dapat menurunkan kualitas kesehatan hidup masyarakat sekitar pabrik. Keempat. atau barang ekonomi. g. Jepang merupakan negara industri. Contohnya : produksi barang konsumsi yang lebih banyak dibanding barang militer akan mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri.200 milyar. apakah termasuk barang militer. masih banyak transaksi produktif lainnya yang dihasilkan tanpa melalui pasar. Singapura termasuk negara yang unggul di sector jasa. diantaranya untuk menentukan tingkat pertumbuhan perekonomian suatu negara setiap tahun. . Contohnya. Misalnya : kerja bakti untuk memperbaiki selokan.200 Jadi besar pendapatan nasional dengan menggunakan metode pendekatan pengeluaran sebesar Rp 9. dilihat dari PDB yang tidak dapat membedakan komposisi barang dan jasa yang diproduksi.500 + 4000 + 1.Export netto Rp 1. Keterbatasan menghitung pendapatan nasional Ada beberapa keterbatasan saat menghitung pendapatan nasional : Pertama.450 . Kedua. Padahal.200 = 9. Manfaat Selain untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu priode. Kelima. perbaikan mutu barang dan menikmati waktu santai yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat tidak tercermin dalam menghitung pendapatan nasional. perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain.Company profit Rp 4. f. dan sebagainya. Ketiga. PNriil0 = pendapatan nasional untuk tahun sebelumnya.. penghitungan pendapatan nasional hanya mencatat harga barang dan jasa yang terjadi di pasar.500 + 2. berdasarkan perhitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris.

pertambangan. industri. misalnya sector pertanian.Pertanian Univ Jember. EKONOMI SMA UNTUK KELAS XI. . membandingkan perekonomian antara negara atau antardaerah. perdagangan.Disamping itu. Jakarta : Erlangga. data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonimian terhadap pendaptan nasional. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomuan dari waktu ke waktu. 2006. dan sebagainya. Fak. BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM EKONOMI MAKRO. *diajukan guna memenuhi tugas Pengantar Ilmu EKonomi DAFTAR PUSTAKA Tim abdi guru. jasa. dan sebagai landasan perumusan kebijkan pemerintah. 2004 Tim pengajar dan asisten luar biasa.

Tony. dermaga g. Sadono. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Kolam renang d. MAKROEKONOMI edisi ke-III. PENGERTIAN-PENGERTIAN Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. Mekanisme Ekonomi dalam Konteks Ekonomi Indonesia. Ph. 2008 Pajak Bumi dan Bangunan / PBB Dasar Hukum Dasar hukum Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Undang-Undang No. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : a. Jalan lingkungan dalam satu kesatuan dengan komplek bangunan. air dan gas. Yogyakarta : BPFE Sukirno. Permukaan bumi meliputi tanah dan perairan pedalaman (termasuk rawa-rawa tambak perairan) serta laut wilayah Republik Indonesia . EKONOMI MAKRO. Taman mewah h. Tempat penampungan/kilang minyak. Bangunan adalah kontruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. c. Yogyakarta : BPFE Hartono. b. Galangan kapal. Pagar mewah e. pipa minyak i. Tempat olahraga f. Nilai jual obyek pajak .D. Fasilitas lain yang memberikan manfaat Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual-beli yang terjadi secara wajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jalan tol.Reksoprayitno. Nopirin. 12 tahun 1994. 12 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. Ekonomi Moneter Buku II. Soediono.

adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan. • Nilai jual pengganti adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. serta untuk memudahkan penghitungan pajak yang terutang. Peruntukan c. 2.ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. Kondisi lingkungan dan lain-lain 3. Rekayasa c. Dalam menentukan klasifikasi bumi/tanah diperhatikan factor-faktor sebagai berikut : a. Kondisi lingkungan dan lain-lain Dalam menentukan klasifikasi bangunan diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : a. Suatu pemberitahuan Objek Pajak(SPOP) adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan data objek menurut ketentuan undnag-undang pajak bumi dan bangunan. Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) berdasarkan SPOP (Surat Pemberitahuan Objek Pajak) wajib pajak. Letak b. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis. Bahan yang digunakan b. atau nilai perolehan baru. Yang dimaksud dengan : • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. atau nilai jual objek pajak pengganti. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) adalah surat yang digunakan oleh Direktorat Jendral Pajak untuk memberitahukan besarnya pajak terutang kepada wajib pajak. Pengecualian Objek Pajak . Letak d. yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya. Yang dimaksud dengan klasifikasi bumi dan bangunan adalah pengelompokkan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya dan digunakan sebagai pedoman. Yang menjadi objek pajak adalah bumi dan/atau bangunan. yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. Pemanfaatan d. • Nilai perolehan baru. OBJEK PAJAK 1.

kesehatan. hutan suaka alam. Besarnya nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP) ditetapkan sebesar Rp. contoh : museum. Merupakan hutan lindung. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik negara sesuai pasal 2 Undang-Undang No. pendidikan dan kebudayaan nasional tersebut. peninggalan purbakala. Objek pajak yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. social. Yang dimaksud dengan objek pajak adalah objek pajak yang dimiliki/dikuasai/digunakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan. Digunakan oleh perwakilan diplomatic. d.000. Catatan : Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek pajak itu diusahakan untuk melayani kepentingan umum. contoh : masjid. dan nyatanyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan.000 untuk setiap wajib pajak.Objek Pajak yang tidak dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan adalah objek pajak yang : a. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. 3) Di bidang pendidikan. Apabila seorang wajib pajak mempunyai beberapa objek pajak. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk mencari keuntungan. atau yang sejenis dengan itu. Digunakan untuk kuburan. 2) Di bidang kesehatan. contoh : panti asuhan. contoh : madrasah. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. candi. 5) Di bidang kebudayaan nasional. yang diberikan NJOPTKP hanya salah satu objek pajak yang . e. 4. hutan wisata. antara lain : 1) Di bidang ibadah. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. Mengenai bumi dan/atau bangunan milik perseorangan dan/atau bukan yang digunakan oleh negara. tanah pengembalaan yang dikuasai oleh desa. taman nasional. kewajiban perpajakannya tergantung pada perjanjian yang diadakan. gereja. vihara. 5 Tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. contoh : rumah sakit. Pajak bumi dan bangunan adalah pajak negara yang sebagian besar penerimaannya merupakan pendapatan daerah yang antara lain dipergunakan untuk penyediaan fasilitas yang juga dinikmati oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu wajar Pemerintah Pusat juga ikut membiayai penyediaan fasilitas tersebut melalui pembayaran pajak bumi dan bangunan. c. pesantren 4) Di bidang social. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah. 5. Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. b. 8.

NJOP Bangunan Rp.000. 12.000. Yang menjadi subjek pajak adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi.000.000.000. 5.000.NJOP Bangunan Rp.nilainya terbesar.000.000.000.000.00). .000.000.000.000. 7.000.NJOPTKP Rp. 17. 20.NJOP sebagai dasar pengenaan PBB Rp.NJOP Bangunan Rp. dan atau/memperoleh manfaat atas bumi.NJOP sebagai dasar pengenaan PBB Rp.SUBJEK PAJAK 1.000. Menteri Keuangan diberi wewenang untuk menentukan besarnya NJOPTKP dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan moneter serta nilai perkembangan harga umum objek pajak setiap tahunnya.000.NJOPTKP Rp. 10.NJOP untuk penghitungan PBB Rp.000. 8. 12.NJOP untuk penghitungan PBB Rp. Maka NJOP untuk perhitungan PBB adalah : NJOP Bumi Rp. maka NJOP untuk perhitungan PBB nya sebagai berikut : Langkah pertama adalah mencari NJOP dari dua desa tersebut yang mempunyai nilai paling besar. 17. b.000. Seorang wajib pajak mempunyai Objek Pajak berupa bumi dan bangunan di desa A dan desa B dengan nilai sebagai berikut : Desa A : NJOP Bumi Rp.000.000.Kemudian untuk desa B : NJOP untuk penghitungan PBB : NJOP Bumi Rp.000. 10. Karena NJOP berada dibawah batas NJOPTKP (Rp 8. 8. yaitu desa A.000. dan atau memiliki.000. 12.000.Dengan data tersebut di atas.NJOP Bangunan Rp. 0. sedangkan objek pajak lainnya tetap dikenakan secara penuh tanpa dikurangi NJOPTKP. 8. maka Objek Pajak tersebut tidak dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan. Seorang wajib pajak mempunyai objek pajak berupa bumi dengan nilai Rp. Untuk lebih jelasnya diberikan contoh berikut ini : a. 7.000.000.-.000.000.Desa B : NJOP Bumi Rp.000.

maka Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya. Subjek Pajak X memanfaatkan atau menggunakan bumi dan/atau bangunan milik Y bukan karena sesuatu hak berdasarkan Undang-Undang atau bukan karena perjanjian. TARIF PAJAK Tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah sebesar 0. Subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam no. 5. maka Direktur jenderal Pajak membatalkan penetapansebagai wajib pajak sebagaimana dalam no. maka X yang memanfaatkan/menggunakan bumi dan/atau bangunan ditetapkan sebagai wajib pajak. Untuk lebih jelasnya diberikan contoh berikut ini : a. Dengan demikian tanda pembayaran/pelunasan pajak bukan merupakan bukti pemilikan hak. 3. Penunjukan sebagai wajib pajak oleh Dirjen Pajak bukan merupakan bukti pemilikan hak. 4 Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan. Apabila setelah jangka waktu satu bulan sejak tanggal diterimanya keterangan sebagaimana dalam no. 3 dalam jangka satu bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud. b. Dalam hal atas suatu objek pajak belum jelas diketahui wajib pajaknya. 1 sebagai wajib pajak.menguasai. 3 dapat memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan wajib pajak terhadap objek pajak dimaksud. 6.5% ( lima per sepuluh persen). dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. maka orang atau badaan yang memanfaatkan/menggunakan objek pajak tersebut ditetapkan sebagai wajib pajak. Bila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. Direktur Jenderal Pajak dapat menentapkan subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam no. 4. DASAR PENGENAAN PAJAK . Subjek pajak dalam waktu yang lama berada di luar wilayah letak objek pajak. Hal ini berarti memberikan kewenangan kepada Dirjen Pajak untuk menentukan subjek wajib pajak. c. maka ketetapan sebagai wajib pajak gugur dengan sendirinya dan berhak mendapatkan keputusan pencabutan penetapan sebagai wajib pajak. 4 disetujui. 1 yang dikenakan kewajiban membayar pajak menjadi wajib pajak. Apabila Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan dalam waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan keterangan dari wajib pajak. Bila keterangan yang diajukan oleh wajib pajak dalam no. maka orang atau badan yang diberi kuasa dapat ditunjuk sebagai wajib pajak. 2. Subjek pajak yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam no. apabila suatu objek pajak belum jelas wajib pajaknya. maka keterangan yang diajukan itu dianggap disetujui. 7. sedangkan untuk merawat objek pajak tersebut dikuasakan kepada orang atau badan. Suatu objek pajak yang masih dalam sengketa pemilikan di pengadilan.

= Rp. 800.-. c. badan usaha swasta.000. yang Wajib Pajaknya perorangan dengan NJOP atas bumi dan bangunan sama atau lebih besar dari Rp. Pemegang Hak Pemungutan Hasil Hutan dan pemegang ijin pemanfaatan kayu yang pengenaan PBB nya dilakukan sekaligus dengan pemungutan iuran hasil hutan.-. 40% (empat puluh persen ) untuk : a.000. 3. 2. Besarnya persentase nilai jual kena pajak ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional.000.000.000. yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. 4. b. khususnya bagi Pemerintah Daerah. yaitu : 1. dan para pensiunan termasuk janda dan duda. yang penghasilannya semata-mata berasal dari gaji atau uang pensiun. Objek Pajak perumahan. 2. Persentase Nilai Jual Kena Pajak misalnya 40%. . kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan daerahnya... Untuk perekonomian sekarang ini. 2.= Rp. Pada dasarnya penetapan nilai jual objek pajak adalah 3 tahun sekali.000.-. Contoh : 1. 2. maka besarnya Nilai Jual Kena Pajak = 20% x Rp. Nilai Jual suatu objek pajak sebesar Rp. maka besarnya Nilai Jual Kena Pajak 40% x Rp.000. maka penetapan nilai jual ditetapkan setahun sekali. dikuasai.000.000. atau dimanfaatkan oleh Pegawai Negeri Sipil.000. Dalam menetapkan nilai jual.-. 400.000. Besarnya nilai jual objek pajak ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan. Namun demikian untuk daerah tertentu yang karena perkembangan pembangunan mengakibatkan kenaikan nilai jual objek pajak cukup besar. yang luas lahannya sama atau lebih besar dari 25 hektar yang dimiliki. Maka telah ditetapkan besarnya persentase untuk menentukan besarnya Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). Dasar pengenaan pajak adalah nilai jual objek pajak.000. Dasar penghitungan pajak adalah nilai jual kena pajak yang ditetapkan serendahrendahnya 20% dan setingi-tingginya 100% dari nilai jual objek pajak. 1. Yang dimaksud Nilai Jual Kena Pajak (assessment value) adalah nilai jual yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan pajak. Persentase Nilai Jual Kena Pajak misalnya 20%. 20% (dua puluh persen) untuk Objek Pajak lainnya. tetapi dengan tetap memperhatikan penerimaan.1. Anggota TNI/Polri. maupun berdasarkan kerja sama operasional antara pemerintah dan swasta. dikuasai atau dikelola oleh BUMN.000. 2.000. Objek Pajak perkebunan.000. 2. Menteri Keuangan mendengar pertimbangan Gubernur serta memperhatikan asas self assessment..000. 2. tetapi tidak termasuk area blok tebangan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemegang Hak pengusaha Hutan. tertama untuk tidak terlalu membebani wajib pajak di daerah pedesaan. Objek Pajak Kehutanan. Ketentuan ini berlaku bagi objek pajak yang dimiliki. Nilai Jual suatu objek pajak sebesar Rp.

dikenakan denda administrasi sebesar 2% sebulan.000. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Contoh : Apabila SPPT diterima oleh wajib pajak tanggal 1 April 1999.Oleh wajib pajak baru dibayar pada tanggal .5% x 20% x (Rp. Pajak yang terutang berdasarkan SPPT harus dilunasi selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib pajak.000. 7.000.000 .00 – maka besarnya pajak yang terutang adalah : = 0. Contoh : Apabila SKP diterima oleh wajib pajak tanggal 1 Maret 1999. Pajak yang terutang berdasarkan SKP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP oleh wajib pajak.000.000) = Rp. 15.Cara Menghitung Pajak Besarnya pajak terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan nilai jual kena pajak.TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN 1. 8. Pajak yang terutang yang pada saat jauh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar. maka jatuh tempo pengembaliannya adalah tanggal 31 Maret 1999.000. Menurut ketentuan ini.Rp. 3. dikenakan denda administrasi 2% setiap bulan dari jumlah yang tidak atau kurang dibayar tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 bulan.5% x (Persentase NJKP x (NJOP-NJOPTKP) Contoh : Wajib Pajak A mempunyai sebidang tanah dan bangunan yang NJOPnya Rp 15.000. maka jatuh tempo pembayarannya adalah tanggal 30 September 1999. pajak yang terutang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak atau kurang dibayar. Pajak Bumi dan Bangunan = Tarif pajak x NJKP = 0. 2. Contoh : SPPT tahun pajak 1999 diterima oleh wajib pajak pada tanggal 1 Maret 1999 dengan pajak yang terutang sebesar Rp 500. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 bulan..

ditagih dengan menggunakan STP yang harus dilunasi dalam waktu satu bulan sejak tanggal diterimanya STP tersebut.000. 19 tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.Pajak yang terutang yang harus dibayar pada tanggal 1 September 1999 adalah : Pokok pajak + denda administrasi = Rp 500. 8.000 + Rp 20... Cara Menghitung Pajak Wajib pajak A mempunyai obyek pajak berupa : .000. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).. dan tempat lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. maka terhadap wajib pajak tersebut dikenakan denda 2 x 2% dari pokok pajak. Kantor Pos dan Giro.000 4.= Rp 510. dan Surat Tagihan Pajak (STP) merupakan dasar penagihan pajak.000. Pajak yang terutang dapat dibayar di Bank. Dalam hal tagihan pajak yang terutang dibayar setelah jatuh tempo yang telah ditentukan. surat ketetapan pajak.= Rp 20. Menurut ketentuan ini denda administrasi dan pokok pajak seperti dalam no.000 = Rp 520.000.1 September 1999. penagihannya dilakukan dengan surat paksa yang saat ini berdasarkan UU no.000. Tata cara pembayaran dan penagihan pajak diatur oleh Menteri Keuangan. 6.= Rp. Maka terhadap wajib pajak tersebut dikenakan denda administrasi sebesar 2% yakni : 2% x Rp 500. 3 di atas. Jumlah pajak yang terutang berdasarkan STP yang tidak dibayarkan pada waktunya dapat ditagih dengan Surat Paksa. 10. 7.000. 5. 3 diatas. ditambah dengan utang pajak yang belum atau kurang dibayar ditagih dengan Surat Tagihan Pajak (STP) yang harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh wajib pajak.+ Rp 10.Bila wajib pajak tersebut baru membayar utang pajaknya pada tanggal 10 Oktober 1999.Pajak yang terutang yang harus dibayar pada tanggal 10 Oktober 1999 adalah : Pokok pajak + denda administrasi = Rp 500.. yakni : 4% x Rp 500.000. Denda administrasi sebagaimana dimaksud dalam no.

5% x Rp.000 = Rp.000 = Rp.000 per m2 • Bangunan seluas 400 m2 dengan nilai jual Rp.000 Nilai jual bangunan Rp.000 = Rp. 240. .5) x Rp. 10.700. 2) Saat yang menentukan pajak yang terutang adalah menurut keadaan obyek pajak pada tanggal 1 Januari. yaitu masa dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember. 240. 50.000 Nilai jual Obyek Pajak Bumi = Rp.5 m dengan nilai jual Rp. dan Tempat yang Menentukan Pajak Terutang 1) Tahun Pajak adalah jangka waktu satu takwim.000 Besarnya PBB yang terutang = 0.000. 82.• Tanah seluas 800 m2 dengan nilai jual Rp.000.000 .Taman mewah = 200 x Rp.000 Nilai Jual Kena Pajak 20% x Rp. Saat.000 per m2.500 Tahun Pajak.500. 82. 181. 350. Obyek pajak pada tanggal 1 Januari 1986 berupa tanah dan bangunan.500. 175.000.000 .000 Nilai jual bangunan : .000 Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak = (Rp. 300.500.500.000 per m2 • Pagar mewah sepanjang 120 m dan tinggi rata-rata pagar 1.Pagar mewah = (120 x 1. 50.000 = Rp.000 = Rp.Rumah dan garasi = 400 x Rp.500.000 per m2 • Taman mewah seluas 200 m2 denan nilai jual Rp. • Persentase nilai jual kena pajak 20% Besarnya pajak terutang adalah sebagai berikut : Nilai jual tanah : 800 x Rp. 300. 140. 350.000 Nilai jual Obyek Pajak sebagai dasar pengenaan pajak = Rp. 421.000. Untuk lebih jelasnya diberikan contoh berikut ini : a. 31. 8.000. 175.000) Nilai Jual Obyek Pajak untuk penghitungan Pajak = Rp. 413. 413.700. 413.000 = Rp.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1985 tentang Pembagian Hasil Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 2) Bagian penerimaan Pemerintah Daerah. b. maka bagian masing-masing adalah sebagai berikut : . 3) Imbangan pembagian hasil penerimaan pajak diatur dengan Peraturan Pemerintah.Pemerintah Daerah Tingkat I . 3) Tempat pajak yang terutang : a. maka pajak yang terutang untuk tahun 1986 tetap dikenakan berdasarkan keadaan pada 1 Januari 1986. di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II atau Kotamadya Daerah Tingkat II. ternyata di atas tanah tersebut telah didirikan sebuah bangunan. Pada tanggal 10 Agustus 1986 dilakukan pendataan. Bangunan yang baru diketahui pada tanggal 1 Agustus itu baru akan dikenakan pajak pada tahun 1987. 90% dari hasil penerimaan merupakan bagian penerimaan untuk Pemerintah Daerah dan setelah dikurangi dengan biaya untuk melakukan pemungutan sebesar 10% dari 90% dibagi untuk Pemerintah Daerah Tingkat I dan Pemerintah Daerah Tingkat II dengan imbangan sebagai berikut : . sebagian besar diberikan kepada Pemerintah Daerah Tingkat II. Pembagian Hasil Penerimaan Pajak (Ps 18) 1) Hasil penerimaan pajak merupakan penerimaan negara yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan imbangan pembagian sekurangkurangnya 90% (sembilan puluh persen) untuk Pemerintah Daerah Tingkat II dan Pemerintah Daerah Tingkat I sebagai pendapatan daerah yang bersangkutan. maka sebagian besar penerimaan pajak ini diberikan kepada Daerah Tingkat II. yaitu keadaan sebelum bangunan tersebut terbakar. menetapkan pembagian hasil sebagai berikut : a.Pemerintah Daerah Tingkat II : 80% Dengan pembagian seperti itu. b. b.Pada tanggal 10 Januari 1986 bangunannya terbakar. Obyek pajak pada tanggal 1 Januari 1986 berupa sebidang tanah tanpa bangunan di atasnya. maka pajak yang terutang tetap berdasarkan keadaan obyek pajak pada tanggal 1 Januari 1986. 10% dari hasil penerimaan merupakan bagian penerimaan untuk Pemerintah Pusat dan harus disetor sepenuhnya ke Kas Negara. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Untuk daerah lainnya. Karena penerimaan pajak ini diarahkan untuk kepentingan masyarakat di Daerah Tingkat II. Untuk daerah Jakarta. 20% . yang meliputi letak obyek pajak.

KONSUMSI DAN TABUNGAN DAN INVESTASI Versi Power Paint klik tautan ini http://static. A. Kegiatan konsumsi adalah kegiatanpemakaian suatu barang yang bersifat menghasilkan atau mengurangi nilai guna suatu barnag untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Biaya pemungutan : 10% x 90% = 9% c. Pendapatan seseorang berpengaruh pada pola atau kegiatan konsumsi seseorang. diselaraskan dengan pembangunan nasional yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat di daerah yang bersangkutan.com/swf/ssplayer2. yaitu pendapatan untuk setiap penduduk. Konsumsi Konsumsi merupakan tindakan pelaku ekonomi.swf?doc=konsumsidaninvestasi110402122441-phpapp01&stripped_title=konsumsi-daninvestasi&userName=wardayadi007 Pada bab sebelumnya kalian telah membahas mengenai pendapatan per kapita.slidesharecdn.a. Jika kamu orangnya. silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya. Pemerintah Daerah Tingkat II : 80% x 81% = 64. dalam menggunakan komoditas berupa barang maupun jasa untuk memenuhi .2% d. Pemerintah Pusat : 10% b. Hasil pembagian Pajak Bumi dan Bangunan yang diterima oleh daerah merupakan pendapatan daerah dan setiap tahun harus dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. baik individu maupun kelompok. "Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Dengan penggunaan seperti ini diharapkan akan merangsang masyarakat di daerah letak obyek pajak untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak yang sekaligus mencerminkan sifat kegotongroyongan rakyat dalam pembiayaan pembangunan. Dan penggunaannya.85 masing-masing dari hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Pemerintah Daerah Tingkat I : 20% x 81% = 16.

efisiensi penggunaan sumber daya dalam suatu perekonomian . masalah-masalah lainnya. Kecenderungan Mengkonsumsi (Propensity to Consume) Kecenderungan mengonsumsi dibedakan menjadi dua yaitu : .uaran seluruh rumah tangga yang ada dalam suatu perekonomian. Konsumsi rumah tangga memiliki porsi yang blebih besar dalam pengeluaran agregat jika dibandingkan dnegan konsumsi pemerintah Konsumsi rumah tangga bersifat endogen. . konsumsi merupakan penjumlahan dari pengel. MPC= ∆C/∆Yd Keterangan MPC = Marginal Propensity to concume (kecondongan mengosumsi marginal) ∆C = pertambahan konsumsi ∆Yd = pertambahan pendapatan Kecenderungan Mengonsumsi Rata-rata (Average Propensity to Consume) Kecenderungan mengonsumsi rata-rata yaitu perbandingan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan diposabel serta konsumsi itu dilakukan (Yd). Keterkaitan ini akan menghasilkan teori dan model ekonomi sendiri untuk konsumsi/ Perkembangan masyarakat begitu cepat menyebabkan perilaku konsumsi juga berubah cepat sehingga pembahasan tentang konsumsi rumah tangga akan tetap relevan a. kita dapat menganalisis dan menentukan kebijakan ekonomi guna memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengapa kita harus memahami konsumsi? Membahas konsumsi sangat penting untuk analisis ekonomi jangka panjang maupun jangka pendek suatu negara. Secara umum. Pengertian Fungsi Konsumsi Fungsi konsumsi adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam suatu perekonomian. pengeluaran konsumsi terbagi menjadi konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga. Namun dalam pembahasan kali ini kita lebih menekankan ada konsumsi rumah tangga. seperti pemerataan pendapatan.Kecenderungan mengonsumsi rata-rata Kecenderungan mengonsumsi marginal yaitu perbandingan antara pertambagan (AC) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disporsabel (AY). Dengan mengetahui total pengeluaran suatu perekonomian. Persamaannya C = a + bY Keterangan : C = tingkat konsumsi a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional 0 b = kecondongan konsumsi marginal Y = tingkat pendapatan nasional b. maka akan dapat diketahui beberapa masalah penting yang muncul dalam perekonomian. alasannya sebagai berikut. Dengan demikian.kebutuhannya. dalam arti besarnya konsumsi rumah tangga berkaitan erat dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.Kecenderungan mengonsumsi marginal . Secara agregat.

Kali ini. Pengertian Fungsi Tabungan Fungsi tabungan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat tabungan rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam perekonomian S = -a + (1 – b) Y Keterangan : S = besarnya tabungan (save) A = konnsumsi yang harus dipenuhi pada saat pendapatan nol 1-b = marginal prospensity to save Y = pendapatan nasional Marginal Prospensity to Save (MPS) Kecenderungan menabung marginal merupakan perbandingan antara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposabel. antara lain pendapatan yang diterima. demografi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Kita telah mempelajari faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi individu.00 0. MPS= ∆S/∆Yd Keterangan : MPS : Marginal Prospensity to saving (kecondongan menabung marginal) mbahan tabungan Average Prospensity to Save (APS) .67 2006 170 160 0.67 2007 200 180 0.09 2005 140 140 1. tingkat harga.APC= C/Yd Keterangan APC = konsumsi rata-rata C = tingkat konsumsi Yd = besarnya pendapatan disposabel Untuk lebih jelasnya lihat tabel APC dan MPC di bawah ini : Tahun Y C APC MPC 2004 110 120 1.67 2008 230 200 0. ada juaga yang membedakan faktor obyektif dan subyektif B.67 Contoh mencari fungsi konsumsi dan menggambar grafiknya : Jawab : 3.87 0. kita akan mencoba membahasnya dari segi ekonomi makro. dan faktor nonekonomi.94 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseluruhan konsumsi rumah tangga diklasigikasikan ke dalam tiga bagian.90 0. selera. antara lain faktor ekonomi.

dan Tabungan Dinyatakan dengan rumus sebagai berikut Y=C+S Keterangan Y : Pendapatan C : konsumsi S : Tabungan Antara MPS dan MPS mempunyai hubungan yang cukup erat hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut MPS + MPC = 1 MPC = 1 – MPS atau MPS = 1 – MPC VII. dan tabungan dinyatakan dalam rumus: Y=C+S Keterangan Y : Pendapatan C : konsumsi S : Tabungan Antara MPC dengan MPS mempunyai hubungan yang cukup erat.6Y = 100 0. KESEIMBANGAN TINGKAT KONSUMSI Keseimbangan konsumsi terjadi apabila semua pendapatan habis dipakai untuk konsumsi.Kecondongan menabung rata-rata merupakan perbandingan antara tingkat tabungan (S) dengan tingkat pendapatan. Konsumsi. Hubungan antara pendapatan.6Y Y – 0. Jadi dapat dirumuskan : Y = C Dapat dicontohkan dari fungsi konsumsi pada contoh di atas dapat dihitung : Y=C Y = 100 + 0. hal in bisa kita buktikan dengan mempergunakan persamaan sebagai berikut: MPS + MPC = 1 MPC = 1 – MPS atau MPS = 1 – MPC Hubungan antara Pendapatan.4Y = 100 y = 250 Setelah mempelajari modul di atas anda harus bisa mengerjakan LKS 6 klik berikut ini Selanjutnya contoh soal lainnya bisa klik disini .

besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah-masalah struktural (mendasar) yang dihadapi suatu perekonomian. yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan.1996). Istilah tersebut merujuk pada pengertian : "Nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar.besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara.dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor. Siklus Aliran Pendapatan (Circular Flow) Model Circular Flow membagi perekonomian menjadi 4 sektor : 1. 3. yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan identik.Sektor Perusahaan (Firms Sector). Tiga Pasar Utama (Three Basic Markets) .Sektor Pemerintahan (Government Sector).uang. 4." "The total market value of all final goods and services produced within a given period.PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL Posted in | di 06:02 salah satu indikator telah terjadinya alokasi yg efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode tertentu. besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang ada dalam perekonomian (tenaga kerja. yaitu sektor perekonomian dunia.Istilah yang sering dipakai untuk pendapatan nasional adalah Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). b.by factors of production located within a country. 2. ketiga.barang modal. 1. yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. Kedua." (Case & Fair.dan kemampuan kewirausahaan) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.Sektor Rumah Tangga (Households Sector). Siklus Aliran Pendapatan (Cirkular Flow) dan Interaksi Antarpasar a. Pertama.Sektor Luar Negri (Foreign Sector). yang dproduksi oleh sebuah perekonomian dalam satu periode (kurun waktu) dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada (berlokasi) dalam perekonomian tersebut.

. Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin).. Q = f(L. 3. Pasar Uang dan Modal (Money and Kapital Market) adalah interaksi antara permintaan uang dengan penawaran uang. NT = NO-NI dimana : NT = nilai tambah NO = nilai output NI = nilai input antara Dari persamaan diatas sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Pasar Tenaga Kerja (Labour Market) adalah interaksi antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. 2.K..2. 2. Pasar Barang dan Jasa (Goods and Services Market) adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa.Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT>0.E) dimana : Q = output L = tenaga kerja K = barang modal U = uang/finansial E = kemampuan enterpreneur atau kewirausahaan . Hubungan antara tingkat output dengan faktor-faktor produksi yang digunakan digambarkan dalam fungsi produksi sederhana dibawah ini. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional a.1. dengan demikian besarnya PDB adalah : PDB = n jumlah i=1 NT dimana : i = sektor produksi ke 1.3. Merode Pendapatan (Income Approach) Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi..n b. Metode Output (Output Approach) atau Metode Prduksi Menurut metode ini PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian.U.

.Konsumsi Pemerintah (Government Consumption) Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaranpengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir..Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption) Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir.Pengeluaran ini dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki kemampuan menciptakan/meningkatkan nilai tambah.Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (Invesment Expenditure) PMTDB merupaka pengeluaran sektor dunia usaha. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. PN = w + i + r + .baik barang dan jasa yang habis pakai dalam tempo setahun atau kurang maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama.Nilai PDB berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tsb : PDB = C + G + I + (X-M) dimana : C = konsumsi rumah tangga G = konsumsi/pengeluaran pemerintah I = PMTDB X = ekspor M = impor .Termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN). 2. 4.. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi..Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan.Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji.. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach) Menurut metode ini ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian: 1.Ekspor Neto (Net Export) Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. dimana : w = upah/gaji (wages/salary) i = pendapatan bunga (interest) r = pendapatan sewa (rent) C. 3.

dengan demikian dapat juga dikatakan : PNB = PDB + PFPN c.PAS + PIGK + PNBJ f. PNB = PDB .Produk Nasional Bruto (Gross National Product) Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian disebut sebagai Produksi Nasional Bruto.Besarnya adalah pendapatan personal dikurangi pajak atas pendapatan personal (PAP) atau personal taxes.LTB .Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) PDB menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut.Depresiasi d.M) = PDB .PFLN + PFDN Selisih antara PFLN dengan PFDN adalah pendapatan faktor produksi Neto. PNN = PNB .Tujuan investasi adalah mengganti barang modal yang sudah usang dan menambah stok barang modal yang sudah ada.sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.PTL + S e.Pendapatan Personal Disposabel (Dissposable Personal Income) yang dimaksud dengan PPD adalah pendapatan personal yang dipakai oleh individu. Beberapa Pengertian Dasar Tentang Perhitungan Agregatif a.3. C + G + 1 + (X .Pendapatan Nasional (National Income) Ketika membahas output nasional dengan metode pendapatan. PP = PN .telah dikatakan bahwa PN merupakan balas jasa atas seluruh faktor produksi yang digunakan.inilah sebabnya sektor perusahaan harus melakukan investasi. PN = PNN .baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung.Produk Nasional Neto (Net Nasional Product) Untuk memproduksi barang dan jasa dibutuhkan barang modal. b.Pendapatan Personal (Personal Income) PP adalah bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian.

4.ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan : 1. Faktor utama pemicu gejalas diatas adalah masalah distribusi pendapatan. PDB Harga Berlaku dan Harga Konstan Nilai PDB suatu periode tertentu sebenarnya merupakan hasil perkalian antara harga barang yang diproduksi dengan jumlah barang yang dihasilkan.dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.kita harus menentukan tahun dasar yang merupakan tahun dimana perekonomian berada dalam kondisi baik/stabil.Deflator tahun t-1) / (Deflator tahun t-1) * 100% 5.PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas Sampai batas-batas tertentu.angka PDB per kapita dapat mencarminkan tingkat produktivitas suatu negara.Biasanya semakin tinggi PDB kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi.kesehatan dan gizi. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial.Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara.sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64thn) dan .kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan. Manfaat dari perhitungan PDB harga konstan. c. b.Manfaat dan Keterbatasan Perhitungan PDB a.Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar. selain dengan segera dapat mengetahui apakah perekonomian mengalami pertumbuhan/tidak. Kelemahan dari pendekatan diatas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek distribusi pendapatan.juga dapat menghitung perubahan harga (inflasi) Inflasi = (Deflator tahun t .Untuk memperoleh PDB harga konstan.Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial Perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat. Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara.Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.

tata nilai.melainkan karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal melawan hukum.maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.Padahal. Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbnyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.icio.nilai transaksinya sangat besar. Faktor-faktor nonekonomi : yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja.faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS Read Users' Comments (0) 0 Response to "PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL" Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) .DInegara-negara berkembang. 2.berpendidikan tinggi (>SLA).Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy) Angka statistika PDB indonesia yang dilaporkan BPS hanya mencatat kegiatankegiatanekonomi formal.Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktifitas. 3.kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat bukan karena kelemahan administratif. d. Digg Del.kegiatan penjualan obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya. Tetapi dinegara-negara maju. Misalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful