P. 1
Kebudayaan Sumatera Utara

Kebudayaan Sumatera Utara

|Views: 362|Likes:

More info:

Published by: Ananda Salsabila Hasibuan on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2015

pdf

text

original

Tugas PKN

Kebudayaan Sumatera Utara

Ananda Salsabila Hasibuan
Kelas: IV Al-ghozali

PENDAHULUAN

Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km². Sumatra Utara pada dasarnya dapat dibagi atas:     Pesisir Timur Pegunungan Bukit Barisan Pesisir Barat Kepulauan Nias

Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya. Pada masa kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini termasuk residentie Sumatra's Oostkust bersama provinsi Riau. Di wilayah tengah provinsi berjajar Pegunungan Bukit Barisan. Di pegunungan ini terdapat beberapa wilayah yang menjadi kantong-kantong konsentrasi penduduk. Daerah di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, merupakan daerah padat penduduk yang menggantungkan hidupnya kepada danau ini. Pesisir barat merupakan wilayah yang cukup sempit, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari masyarakat Batak, Minangkabau, dan Aceh. Namun secara kultur dan etnolinguistik, wilayah ini [4] masuk ke dalam budaya dan Bahasa Minangkabau.

Batas wilayah
Utara Provinsi Aceh dan Selat Malaka

Selatan Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat, dan Samudera Indonesia

Barat

Provinsi Aceh dan Samudera Indonesia

Timur

Selat Malaka

Nias. tahun 2002 naik lagi menjadi 69. Masa. Daerah pesisir timur Sumatera Utara. Kepulauan Nias terletak di lepas pantai pesisir barat di Samudera Hindia. Pusat pemerintahan di Pulautelo di pulau Sibuasi. penduduk Sumatera Utara berjumlah 10. yakni Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Jawa Timur. Penduduk Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat. Serdang Bedagai. Kepulauan Nias terdiri dari pulau Nias sebagai pulau utama dan pulau-pulau kecil lain di sekitarnya. Makole. dan Jawa Tengah. Kabupaten Humbang Hasundutan. Pendatang tersebut kebanyakan berasal dari etnis Jawa dan Tionghoa. dan Sigata. Suku Batak Karo : Kabupaten Karo 3. Simaleh. Pasu.34 persen. Tanahbala. Pada tahun 2000 TPAK di daerah ini sebesar 57.98 juta jiwa. Pini. Suku Batak Toba : Kabupaten Tapanuli Utara. dan Langkat 2. Bawa. Suku Batak Angkola : Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas . Tanahmasa. dan Melayu sebagai penduduk asli wilayah ini. banyak dihuni oleh Suku Batak yang sebagian besarnya beragama Kristen. Jake. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990. tahun 2001 naik menjadi 57. Kepadatan penduduk Sumatera Utara pada tahun 1990 adalah 143 jiwa per km² dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 178 jiwa per km².45 persen. Batumakalele. Kabupaten Toba Samosir 4. Pantai barat dari Barus hingga Natal. dan pulau Berhala di selat Sumatera (Malaka). dan pada tahun 2010 jumlah penduduk Sumatera Utara telah meningkat menjadi 12. Di Sumatera Utara saat ini terdapat dua taman nasional. Kepulauan Batu terletak di tenggara kepulauan Nias.Terdapat 419 pulau di propisi Sumatera Utara. Pusat pemerintahan terletak di Gunung Sitoli. Hamutaia. Lego. sebagai berikut : 1. Pulau-pulau terluar adalah pulau Simuk (kepulauan Nias). Pulau-pulau lain di Sumatera Utara: Imanna. Bau. Suku Melayu : Pesisir Timur. Kepulauan Batu terdiri dari 51 pulau dengan 4 pulau besar: Sibuasi. pada umumnya dihuni oleh orang-orang Melayu. Suku Niasberada di kepulauan sebelah barat. Suku Batak Mandailing : Kabupaten Mandailing Natal 5. pemerintah kolonial Hindia Belanda banyak mendatangkan kuli kontrak yang dipekerjakan di perkebunan. Sejak dibukanya perkebunan tembakau di Sumatera Timur. banyak bermukim orangMinangkabau. Kabupaten Samosir.70 persen. Wilayah tengah sekitar Danau Toba. terutama di kabupaten Deli Serdang. Wunga. Kadar Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara setiap tahunnya tidak tetap. Pusat penyebaran suku-suku di Sumatra Utara.81 juta jiwa. Suku Bangsa Sumatera Utara merupakan provinsi multietnis dengan Batak.

Datu menarikannya sambil mengayunkan tongkat sakti yang disebut Tunggal Panaluan.6. Bahasa Pada dasarnya. Mayarakat Jawa di daerah perkebunan. Batubara. Tortor ada yang ditarikan saat acara perkawinan. Di samping tari adat yang merupakan bagian dari upacara adat. Suku Jawa : Pesisir timur 12. dan Tanjung Balai. seperti Kota Sibolga. Di kawasan perkotaan. Tari profan biasanya ialah tari pergaulan muda-mudi yang ditarikan pada pesta gembira. memakai Bahasa Melayu dialek "o" begitu juga di Labuhan Batu dengan sedikit perbedaan ragam. Di Kabupaten Langkat masih menggunakan bahasa Melayu dialek "e" yang sering juga disebut bahasa Maya-maya. menuturkan Bahasa Jawa sebagai pengantar sehari-hari. Kabupaten Batubara. masyarakat Batak menuturkan Bahasa Batak yang terbagi atas empat logat (Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Pesisir barat 10. Sedangkan orang-orang di pesisir barat. Suku Aceh : Kota Medan 11. tari sakral biasanya ditarikan oleh dayu-datu. Suku Batak Pakpak : Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat 8. . orang Tionghoa lazim menuturkan Bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. berupa tarian sakral. Suku Batak Simalungun : Kabupaten Simalungun 7. Termasuk jenis tari ini adalah tari guru dan tari tungkat. Di pegunungan. Bahasa Nias dituturkan di Kepulauan Nias oleh suku Nias. Pangkalan Dodek. Biasanya ditarikan oleh para hadirin termasuk pengantin dan juga para muda-mudi. bahasa yang dipergunakan secara luas adalah Bahasa Indonesia. Asahan. Suku Nias : Pulau Nias 9. Suku Tionghoa : Perkotaan pesisir timur & barat. Pesisir timur seperi wilayah Serdang Bedagai. Suku Minangkabau : Kota Medan. Kabupaten Tapanuli Tengah. Ada yang bersifat magis. Suku Melayu Deli mayoritas menuturkan Bahasa Indonesia karena kedekatannya dengan Bahasa Melayu yang menjadi bahasa ibu masyarakat Deli. Tarian Perbendaharaan seni tari tradisional meliputi berbagai jenis. dan Mandailing Natal menggunakan Bahasa Minangkabau. dan ada yang bersifat hiburan saja yang berupa tari profan.

sipajok. tortor tunggal panaluan. misalnya morah-morah. parakut.Tari muda-mudi ini. Tarian magis ini biasanya dilakukan dengan penuh kekhusukan. Tari Terang Bulan (Karo) Tari Maena (Nias) Tari Karo Lima Serangkai Sumatera Utara . patam-patam sering dan kebangkiung. Selain tarian Batak terdapat pula tarian Melayu seperti Serampang XII. Tari magis misalnya tari tortor nasiaran.

Tari Kuala Deli Tanjung Katung Medan Tari Dembas Simenguda Tapanuli Tari Kemuliaan Man Dibata Karo .

Tari Bolo-Bolo Karo Tari Begu Deleng Sumatera Utara Tari Ngari-ngari Karo .

Kita bersyukur bahwa saat ini. Lagu Batak yang sering kita dengar dibawakan dan direkam dalam VCD/ DVD maupun dipertunjukan di atas panggung maupun media televisi tidak identik dengan kesenian tradisional Batak. Musik Batak pada jaman dulu banyak digunakan untuk mendukung upacara-upacara adat dan keagamaan Batak asli. Instrumen musik Bataklah salah satu penopang utama lestarinya kesenian Batak. . cara memainkan maupun ornamen pendukungnnya yaitu gorga Batak. semakin banyak generasi muda Batak baik yang ada di tanah Batak maupun yang diperantaun yang mempelajari dan menguasai penggunaan instrumen musik Batak. Lagu-lagu Batak yang didukung oleh permainan musik tradisional Batak itulah yang sesungguhnya kesenian asli Batak.cenderung tergantung dengan upacara-upacara adat yang diadakan. tetapi lebih dominan dengan genderangnya. Seperti pada Etnis Pesisir terdapat serangkaian alat musik yang dinamakan Sikambang. Lagu-lagu berbahasa Batak dengan instrumen musik Barat sebenarnya merupakan bagian dari kesenian modern.Lagu Daerah Instrumen tradisional musik Batak adalah salah satu peninggalan kekayaan kebudayaan Batak. Berikut ini adalah daftar beebrapa lagu-lagu tradisional dari daerah Sumatera Utara                   Anju Ahu Butet Cikala Le Pongpong Dago Inang Sarge Ketabo Leleng Mah Hupaima Ima Lisoi Madekdek Magambiri Mariam Tomong Nasonang Dohita Nadua O'pio Rambadia Say Selamat Masinegar Sengko-sengko Sigulepong Sinanggar Tulo Sing Sing So Sory Ya Katulla Alat Musik Musik yang biasa dimainkan. Namun pada jaman sekarang instrumen musik tradisional Batak selain digunakan untuk upacara adat juga sudah mulai dipakai untuk pertunjukan dan hiburan. Musik Batak mempunya keunikan baik dari bunyi yang dihasilkan.

b. Alat musik yang digunakan dalam ansambel gondang sambilan adalah : 1) 2) 3) 4) Sembilan buah gendang besar (gondang) yang memiliki ukuran berbeda-beda Sekelompok gong yang memiliki kecil hingga besar Sepasang simbal. hasapi. semakin banyak generasi muda Batak baik yang ada di tanah Batak maupun yang diperantaun yang mempelajari dan menguasai penggunaan instrumen musik Batak. Kita bersyukur bahwa saat ini.  Arbab. Serunai c. a. yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tali dan cara memainkannya dengan dipukul  Suling dengan nama seperti salodap. yaitu alat musik pukul semacam gambang  Tanggelong atau nungneng. Gondang Sambilan Gondang sambilan adalah musik daerah Sumatera Utara yang berbentuk ansambel gendang (drum). salonat. hapetan dan kulcapi. Alat musiknya terdiri atas : . sordam dan tarafair. merupakan cirri umum musik di daerah ini. Tata Ganing atau Gondang Alat-alat musik yang digunakan adalah :  Gong  Gerantung. Alat Musik Nusantara daerah Nias Musik daerah nias terdiri atas empat atau tiga nada dalam satu oktaf.Instrumen musik Bataklah salah satu penopang utama lestarinya kesenian Batak.

Koko atau semacam kecapi atau celempung d. fodrahi dan tabunara . Lagiya atau semacam rebab c. cucu. Gendang yang panjangnya tiga meter dengan nama tamburu. gendera. Gong yang berukuran besar disebut gong sedang yang berukuran kecil disebut faritia atau saraina b. Gong dengan berbagai ukuran.a.

Sigu mbawa atau surune mbawa (seruling) . Garputala f.e.

sebagian besar dihuni oleh masyarakat Melayu.Mengenal kebudayaan Sumatra Utara melalui pakaian adatnya. Sedangkan untuk wilayah tengah sekitar daerah Danau Toba. banyak di huni oleh orang Minangkabau. Berikut ini adalah Pakaian Adat Indonesia yang berasal dari provinsi SumatraUtara. Sedangkan Suku Nias berada di kepulauan sebelah barat. Nias serta etnis Melayu sebagai penduduk asli yang ada wilayah Sumatra Utara. banyak didiami oleh Suku Batak. Wilayah pantai barat mulai dari Barus sampai Natal.Pakaian Adat Pakaian Adat Tradisional Sumatera Utara . Gambar Pakaian Adat Tradisional Sumatera Utara . Sumatera Utara yang beribukota di Medan adalah provinsi multietnis dimana ada beberapa etnis yang mendominasi yaitu dengan suku Batak. Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Wilayah pesisir bagian timur provinsi Sumatera Utara.

Makan. pakaian adat serta bahasa daerah masing-masing. bahwa negara kita memiliki keunikan budaya yang pantas di . moga menambah wasasan kita tentang Budaya Indonesia. seperti adat istiadat.Pakaian Tradisional Sumatera Utara juga beragam. Semua etnis yang ada di Sumatera Utara memiliki nilai budaya sendiri-sendiri dan semuanya itu menjadi keunikan budaya sumatera utara. Dari beragam Budaya Sumatera Utara ini tentunya sangat mendukung sekali untuk promosi tempat wisata Sumatera Utara. Dengan melihat gambar pakaian adat tradisional daerah sumatera utara ini. tarian daerah.

Piso Surit . dimana dengan kekuatan ilmu sihirnya tongkat ini dapat diterbangkan sesuai dengan keinginan pemiliknya. Pakaian adat tradisional Sumatera Utara tentu semakin menambah kekayaan Pakaian Tradisional Indonesia. Karena masyarakat telah membuat duplikatanya dan mengembangkan menjadi cinderamata. Hngga saat ini Tunggal Panaluan dapat kita lihat di took-toko souvenir di daerah Parapat pinggiran Danau Toba. Senjata ini sebenarnya adalah wujud tongkat berukir dan pangkalnya berwujud kepala manusia lengkap dengan rambutnya yang terbuat dari bulu kuda. Senjata Tradisional Tunggal Panaluan merupakan senjata tradisional bagi suku bangsa Batak khususnya Batak Toba. Masyarakat Batak mengenal senjata ini hanya ada pada Raja Sisingamangaraja.benggakan.

Biasa pisau ini dipakai oleh Raja pada saat berjalan atau keluar daerah. maka segala penghambat didepan. Pisau ini hanya dipakai oleh seorang raja.Piso Gaja Doppak Piso Gaja Doppak ini adalah pisau pedang seorang raja yang mana apabila pisau ini dipakai. iso Solam Debata Piso Solam Debata adalah sebuah pisau kecil Siraja Batak yang biasa dipakai oleh seorang Raja dan apabila dia berbicara atau memerintah. hujur Hujur Siringis adalah sebuah tombak sakti yang biasa digunakan para panglima perang. maka semua manusia akan menurut. disamping. dibelakang akan jauh. .

Dalam bidang seni rupa yang menonjol adalah arsitektur rumah adat yang merupakan perpaduan dari hasil seni pahat dan seni ukir serta hasil seni kerajinan. kadang-kadang juga dikenal sebagai Piso Podang adalah pedang umum untuk Sumatera dan khusus untuk Batak People. Ruma Batak. Berbentuk pangung dan ruang atas untuk tempat tinggal. Hal ini lebih jelas lagi dengan menghias pucuk atap dengan kepala kerbau. Pada ruang ini tak ada kamar-kamar dan biasanya 8 keluarga tinggal bersama-sama. Arsitektur rumah adat terdapat dalam berbagai bentuk ornamen. Rumah adat etnis Batak.Para Podang Para Podang . . Tempat tidur lebih tinggi dari dapur. berdiri kokoh dan megah serta masih banyak ditemui di Samosir. sebuah rumah pertemuan keluarga besar.Pada umumnya bentuk bangunan rumah adat pada kelompok adat batak melambangkan "kerbau berdiri tegak". Pengaruh pedang pedang lengkung India India pada bentuk gagang spesifik jelas Rumah Adat Rumah adat Sumatra Utara Jahu ba1on.

Kompleks rumah adat di desa Pematang Purba terdiri dari beberapa bangunan yaitu rumah bolon. Bentuk rumah adat di daerah Simalungun cukup memikat.Rumah adat Karo kelihatan besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan rumah adat lainnya. Dengan atap menjulang berlapis-lapis itu rumah Karo memiliki bentuk khas dibanding dengan rumah tradisional lainnya yang hanya memiliki satu lapis atap di Sumatera Utara. Atapnya terbuat dari ijuk dan biasanya ditambah dengan atap-atap yang lebih kecil berbentuk segitiga yang disebut "ayo-ayo rumah" dan "tersek". pantangan balai butuh. . jemur. dan lesung. Bangunan khas Mandailing yang menonjol disebut "Bagas Gadang" (rumah Namora Natoras) dan "Sopo Godang" (balai musyawarah adat). balai bolon.

Rumah adat di pesisir barat kelihatan lebih megah dan lebih indah dibandingkan dengan rumah adat lainnya. Rumah adat ini masih berdiri kokoh di halaman Gedung Nasional Sibolga. .

kira-kira panjangnya 1. Benda berbentuk kapal ini dikenal sebagai naga morsarang juga dikenal sebagai sahang. Sedikit sekali penelitian yang mendalam tentang hasil kebudayaan Batak lainnya seperti ukiran Batak. terdiri dari tanduk kerbau yang berongga yang permukaan luarnya diukir dengan ornamen khas batak. datu memakainya dalam acara yang melibatkan seluruh anggota marga. bahasa dan agama Batak. Bagian ujung dari tanduk diukir dalam rupa orang yang sedang duduk. Tunggal Panaluan Tongkat magis orang Batak terdiri dari dua macam yaitu Tunggal Panaluan. yang lebih pendek dan biasanya dibuat dengan lebih sederhana. contohnya saat . Namun demikian tongkat bukanlah milik datu tetapi milik marga.Seni Ukir Kebanyakan tulisan tentang Batak lebih menyoroti tentang sistim kekerabatan. Bagian pangkal tanduk disumbat denganpenutup dari kayu berukir yang menggambarkan singa yang ditunggangi oleh empat orang. Seorang datu memerlukan bermacam-macam tempat penyimpanan yang terbuat dari berbagai macam material untuk menyimpan ramuan gaibnya. Tongkat ini adalah atribut para datu (dukun) Batak.7 metres dan umumnya diukir dengan inda. dan Tunggal Malehat. Kepemilikan tongkat ini tampak dalam penggunaan tongkat ini. Berikut ini adalah beberapa bentuk karya seni tradisional Batak yang hingga kini masih terus hidup terutama dapat dijumpai di Tomok Samosir. Naga Morsarang atau Sahang Datu adalah pemimpin upacara keagamaan asli Batak.

Benda ini adalah tempat penyimpanan pupuk. Hal ini juga ditunjukkan oleh hiasan singa. fungsi utama tongkat ini adalah untuk melindungi anggota masyarakat dan kelangsungan marga. dan acara menolak bala. menjalankan perdukunan baik yang sifatnya menyembuhkan maupun merusak dengan menggunakan berbagai macam perlengkapan.memanggil hujan. Guri-Guri Sebelum penyebaran agama Kristen di tanah Batak meluas pada awal abad keduapuluhhadatuon (perdukunan) merupakan bagian penting dalam ritual keagamaan Batak asli. Peralatan datu yang paling keramat dan ampuh adalah guri-guri. suatu benda yang sangat ampuh terbuat dari korban manusia yang dibunuh dalam suatu upacara. . Kebanyakan penutup menggambarkan orang yang menunggang mahluk seperti kuda yang disebut singa. Guri-guri seringkali terbuat dari keramik Cina yang diimpor dan diberi tutup ukiran Batak yang terbuat dari kayu. Pemuka agama yang biasanya dikenal sebagai Datu. ular. harimau dan binatangbinatang lain adalah mahluk dalam mitologi Batak yang merupakan simbol kesuburan dan perlindungan alam. Singa yang merupakan gabungan dari aspek-aspek kuda. Pupuk dipercaya dapat memerintahkan arwah si korban untuk melakukan perintah datu. perayaan perang.

turut menari (manortor) selama ritual penguburan bersama keluarga orang yang meninggal. Dengan bantuan bola yang dilembutkan dalam kepala boneka. si galegale muncul dalam acara penguburan dimana ia berfungsi sebaga pengganti anak laki-laki orang yang dikuburkan yang tidak pernah memiliki anak laki-laki dalam hidupnya. digerakkan dengan tali temali yang menghubungkan berbagai bagian dari boneka tersebut yang dikendalikan oleh si pemain. Kepala si galegale ini diukir dengan roman muka yang sangat menarik. Di masa yang lampau. beberapa boneka bahkan dapat dibuat seperti mengeluarkan air mata untuk “ayahnya” yang meninggal. Boneka ini. Ornamen Kepala Kuda .Si Galegale Sebuah tradisi yang unik dalam seni patung Batak adalah boneka yang dikenal dengan nama si Galegale. Alis mata dibuat dari tanduk kerbau dan daun telinganya diperindah dengan ornamen yang terbuat dari kuningan dikenal dengan nama sitepal.

Kadangkala. putih dan hitam. kuda sering disembelih untuk penghormatan leluhur dan dipercaya memiliki kemampuan untuk menghantarkan seseorang berjumpa dengan leluhurnya. Dekorasi utama sebuah rumah umumnya berukuran besar dengan ukiran kepala binatang digabungkan dengan motif-motif yang kompleks dan indah. Ulos Ragidup Dalam tradisi perkawinan di masyarakat Batak Toba yang masih hidup hingga saat ini ayah pengantin pria memberikan sejenis kain yang dikenal dengan ulos ragidup kepada ibu mempelai wanita. Pemberian ini dimaksudkan untuk kesuburan (keturunan) bari pasangan tersebut dan memperkokoh tali persaudaraan kedua keluarga pengantin laki-laki dan keluarga perempuan. rumah Batak kaya dengan dekorasi design geometris dan gambar-gambar natural dengan warna-warna merah. ulos ragidup juga dipakai pada saat acara pemakaman untuk membungkus tulang belulang atau pelapis peti jenazah. . Di daerah Batak Toba.Secara tradisional. Kuda juga merupakan simbol status karena hanya orang-orang terhormat yang mampu memilikinya. Ukiran ini bukan hanya untuk hiasan tetapi juga berfungsi sebagai pengawal gaib untuk memberikan perlindungan bagi penghuni rumah. Ornamen arsitektur bagian samping rumah biasanya didominasi oleh kepala kuda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->