BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Posyandu Lansia 1. Pengertian Posyandu Lansia Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Kegiatan posyandu adalah perwujudan dari peran serta masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan mereka. posyandu lansia adalah suatu forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan oleh masyarakat dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia khususnya lanjut usia (Depkes, 2000). 2. Tujuan Posyandu Lansia Adapun tujuan dari dibentuknya posyandu lansia menurut Azrul (1998), yaitu : a. memelihara kondisi kesehatan dengan aktifitas fisik sesuai kemampuan dan aktifitas mental yang mendukung b. memelihara kemandirian secara maksimal c. melaksanakan diagnosa dini secara tepat dan memadai d. melaksanakan pengobatan secara tepat e. membina lansia dalam bidang kesehatan fisik spiritual f. sebagai sarana untuk menyalurkan minat lansia g. meningkatkan rasa kebersamaan diantara lansia h. meningkatkan kemampuan lansia untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan - kegiatan lain yang menunjang sesuai dengan kebutuhan 3. Sasaran Sasaran penyelenggara posyandu lansia adalah seluruh penduduk yang berusia 60 tahun keatas (Depkes,2000)

4. Manfaat Posyandu Lansia Menurut Depkes RI (2000), manfaat dari posyandu lansia adalah : a. Kesehatan fisik usia lanjut dapat dipertahankan tetap bugar

b. Kesehatan rekreasi tetap terpelihara c. Dapat menyalurkan minat dan bakat untuk mengisi waktu luang 5. Upaya-upaya yang dilakukan dalam posyandu lansia antara lain : Lima upaya yang dilakukan dalam posyandu lansia antara lain : a. Upaya meningkatkan / promosi kesehatan Upaya meningkatkan kesehatan promotif pada dasarnya merupakan upaya mencegah primer (primary prevention). Menurut Suyono (1997), ada beberapa tindakan yang disampaikan dalam bentuk pesan “BAHAGIA” yaitu : 1) Berat badan berlebihan agar dihindari dan dikurangi 2) Aturlah makanan hingga seimbang 3) Hindari faktor resiko penyakit degeneratif 4) Agar terus berguna dengan mempunyai hobi yang bermanfaat 5) Gerak badan teratur agar terus dilakukan 6) Iman dan takwa ditingkatkan, hindari dan tangkal situasi yang menegangkan 7) Awasi kesehatan dengan memeriksa badan secara periodik b. Peningkatan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, meliputi kegiatan peningkatan keagamaan (kegiatan doa bersama). Peningkatan ketakwaan berupa pengajian rutin satu bulan sekali. Kegiatan ini memberikan kesempatan mewujudkan keinginan lanjut usia yang selalu berusaha terus memperkokoh iman dan takwa c. Peningkatan kesehatan dan kebugaran lanjut usia meliputi : 1) Pemberian pelayanan kesehatan melalui klinik lanjut usia Kegiatan pelayanan kesehatan dengan cara membentuk suatu pertemuan yang diadakan disuatu tempat tertentu atau cara tertentu misalnya pengajian rutin, arisan pertemuan rutin, mencoba memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat sederhana dan dini. Sederhana karena kita menciptakan sistem pelayanan yang diperkirakan bisa dilaksanakan diposyandu lansia dengan kader yang juga direkrut dari kelompok pra usia lanjut. Bersifat dini karena pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan rutin tiap bulan dan diperuntukkan bagi seluruh lanjut usia baik yang merasa sehat maupun yang merasa adanya gangguan kesehatan. Selain itu aspek preventif mendapatkan porsi penekanan dalam pelayanan kesehatan ini. 2) Penyuluhan gizi

jogging atau berlari-lari. hiburan rakyat dan rekreasi merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh lanjut usia. Ada berbagai jenis kegiatan yang dapat dilakukan. yang mengidap faktor resiko. Peningkatan ketrampilan untuk lansia meliputi : 1) Demontrasi ketrampilan lansia membuat kerajinan 2) Membuat kerajinan yang berpeluang untuk dipasarkan 3) Latihan kesenian bagi lansia e. Upaya ini dilakukan sejak awal penyakit hingga awal timbulnya gejala atau keluhan 3) Upaya pencegahan tertier (tertiery prevention) ditujukan kepada penderita penyakit dan penderita cacat yang telah memperlihatkan gejala penyakit.3) Penyuluhan tentang tanaman obat keluarga 4) Olah raga Olah raga adalah suatu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik terhadap tingkat kemampuan fisik seseorang. salah satunya adalah olah raga. Kegiatan yang selalu bisa mendatangkan rasa gembira tersebut tidak jarang menjadi obat yang sangat mujarab terutama bagi lansia yang kebetulan anak cucunya bertempat tinggal jauh darinya atau usia lanjut yang selalu berusaha terus memperkokoh iman dan takwa. mempunyai resiko akan tetapi belum menderita penyakit 2) Upaya pencegahan sekunder (secondary prevention) ditujukan kepada penderita tanpa gejala. kuratif. Upaya pencegahan/prevention Masing-masing upaya pencegahan dapat ditunjukkan kepada : 1) Upaya pencegahan primer (primary prevention) ditujukan kepada lanjut usia yang sehat. bersepeda. Penyelenggaraan posyandu lansia . berjalan-jalan. preventif. berenang. 6. Peningkatan ketrampilan Kesenian. apabila dilakukan secara baik dan benar. Manfaat latihan fisik bagi kesehatan adalah sebagai upaya promotif. rehabilitatif. bentuk-bentuk lain seperti tenis meja dan tenis lapangan 5) Rekreasi d. Jenis olah raga yang bisa dilakukan dalam kegiatan posyandu lansia adalah pekerjaan rumah.

Meja dua untuk penimbangan c. Lansia 1. B. fisik. Meja lima untuk pelayanan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan fisik. Pengertian lanjut usia (lansia) Menurut Undang-undang RI No. tokoh dari PKK. terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Perubahan dan Ciri-ciri Lanjut Usia Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat mengenai batasan umur antara lain : a. penyuluhan disini dapat dilaksanakan secara perorangan maupun secara kelompok e. Meja tiga untuk pengisian kartu menuju sehat (KMS) lanjut usia d. karena itu kesehatan manusia lanjut usia perlu mendapatkan perhatian khusus dengan tetap dipelihara dan ditingkatkan agar selama mungkin dapat hidup secara produktif sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat ikut serta berperan aktif dalam pembangunan. Upaya untuk berperilaku baik dengan menjaga kesehatannya sangat dipengaruhi oleh motivasi. 23 tahun 1992 tentang kesehatan pasal 19 ayat 1 bahwa manusia lanjut usia adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis. tokoh masyarakat dibantu oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat baik seorang dokter bidan atau perawat Menurut Budiono (1997). Menurut Undang-undang RI no. Meja satu untuk pendaftaran b. kejiwaan. Meja empat untuk penyuluhan. 2. penyelengaraan posyandu lansia dilakukan dengan sistem 5 meja meliputi : a.13 tahun 1988 tentang kesejahteraan lanjut usia pada BAB I pasal 1 ayat 2 yang berbunyi lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lanjut usia meliputi : . dan sosial.Penyelenggaraan posyandu lansia dilaksanakan oleh kader kesehatan yang terlatih. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Berkunjung ke posyandu lansia merupakan cara untuk dapat memenuhi status kesehatan lansia.

Kedewasaan dapat dibagi menjadi empat bagian : 1) Fase iuventus antara 25-40 tahun 2) Fase verilitas antara 40-50 tahun 3) Fase prasenium antara 55-65 tahun 4) Fase senium antara 65 tahun hingga tutup usia c. kering. tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. perubahan yang terjadi pada lansia adalah : a. 3) Gigi mulai habis.1) Usia pertengahan (middle age) yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun 2) Usia lanjut (elderly) antara 60-74 tahun 3) Usia lanjut tua (old) antara 75-90 tahun 4) Usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun b.4 tahun 1965 pasal 1 bahwa seseorang dapat dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun. 3. d. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia Menurut Nugroho (2000). Menurut Masdani dalam Nugroho (2000) Mengatakan lanjut usia merupakan kelanjutan dari usia dewasa. keriput dan tidak elastis lagi. Fungsi kulit sebagai penyekat suhu tubuh lingkungan dan perisai terhadap masuknya kuman terganggu. 2) Rambut yaitu rontok berwarna putih kering dan tidak mengkilat. Menurut undang-undang No. 4) Penglihatan dan pendengaran berkurang . terbagi untuk umur 70-75 tahun (young old) 76-80 tahun (old) dan lebih dari 80 tahun (very old). Perubahan atau kemunduran biologis 1) Kulit yaitu kulit menjadi tipis. Hal ini berkaitan dengan perubahan degeneratif kulit. Menurut Setyonegoro dalam Nugroho (2000) pengelompokkan lanjut usia sebagai berikut : 1) Usia dewasa muda (elderly adulthood) antara 18-25 tahun 2) Usia dewasa penuh (middle years) atau maturitas antara 25-65 tahun 3) Lanjut usia (geriatric age) lebih dari 65-70 tahun.

Lapisan intim menjadi kasar akibat merokok. kadar kolestrol tinggi dan lain-lain yang memudahkan timbulnya penggumpalan darah dan trombosis 9) Tulang pada proses menua kadar kapur (kalsium) menurun akibat tulang menjadi keropos dan mudah patah 10) Seks yaitu produksi hormon testoteron pada pria dan hormon progesteron dan estrogen wanita menurun dengan bertambahnya umur b. yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit 4) Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan . nilai seseorang sering diukur oleh produktifitasnya selain itu identitas pensiun dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan 2) Merasakan atau sadar akan kematian 3) Perubahan dalam cara hidup. hipertensi. volume otot secara keseluruhan menyusut. Perubahan atau kemunduran kemampuan kognitif 1) Mudah lupa karena ingatan tidak berfungsi dengan baik 2) Ingatan kepada hal-hal dimasa muda lebih baik dari pada yang terjadi pada masa tuanya yang pertama dilupakan adalah nama-nama 3) Orientasi umum dan persepsi terhadap waktu dan ruang atau tempat juga mundur. diabetes melitus. Perubahan-perubahan psikososial 1) Pensiun.5) Mudah lelah. fungsinya menurun dan kekuatannya berkurang 8) Jantung dan pembuluh darah yaitu berbagai pembuluh darah penting khusus yang di jantung dan otak mengalami kekakuan. erat hubungannya dengan daya ingat yang sudah mundur dan juga karena pandangan yang sudah menyempit 4) Meskipun telah mempunyai banyak pengalaman skor yang dicapai dalam test-test intelegensi menjadi lebih rendah sehingga lansia tidak mudah untuk menerima hal-hal yang baru c. gerakan menjadi gambaran lamban dan kurang lincah 6) Kerampingan tubuh menghilang disana-sini terjadi timbunan lemak terutama dibagian perut dan panggul 7) Otot yaitu jumlah sel otot berkurang mengalami atrofi sementara jumlah jaringan ikat bertambah.

menyebutkan adalah motivasi adalah konsep yang dipakai untuk menguraikan keadaan ektrinsik yang menstimulasi perilaku tertentu dan respon intrinsik yang memnempatkan perilaku manusia. Motivasi nenunjukkan dorongan dan usaha untuk memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan atau untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Moekjizat (2002). Respon intrinsik disebut juga . Motivasi 1.5) Penyakit kronis dan ketidakmampuan 6) Kesepian akibat pengasingan dari lingkungan sosial 7) Gangguan saraf panca indera 8) Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan 9) Rangkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili 10) Hilangnya kemampuan dan ketegapan fisik Perubahan terhadap gambaran diri. 2002) Menurut Swanburg (1999). Pengertian motivasi Motivasi berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti menggerakkan. Motivasi adalah suatu keinginan didalam seseorng individu yang mendorong individu tersebut bertindak (Moekijat. motivasi adalah menilai besarnya dan arahnya semua kekuatan yang mempengaruhi perilaku individu. C. Pada umumnya motif sebagai dorongan dan tidak berdiri sendiri tetapi saling kait mengkait dengan faktorfaktor lain.. Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto. hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi. mengatakan bahwa motif diartikan sebagai suatu dorongan yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu.2002) Purwanto (2002). perubahan konsep diri. Dalam arti lain motif adalah kondisi dari dari individu yang dapat mendorong seseorang bertindak. Motif seringkali diartikan sebagai dorongan. Dari definisi lanjut usia dan karakteristik lanjut usia perlu pembinaan untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan lansia dengan pembentukan posyandu lansia.

akan diperoleh suatu proses pemahaman bahwa beberapa tindakan tertentu dapat membantu maencapai sasaran. b. dengan pendekatan pribadi serta dengan diskusi dan sebagainya. Pengaruh harapan Kekuatan harapan pada hakekatnya didasari oleh pengalaman masa lalu. pujian. b. ada beberapa cara yang dapat digunakan. Untuk meningkatkan motivasi seseorang. mencoba dan menerapkan c. citra / image : dengan imajinasi atau daya khayal yang tinggi maka individu akan terrmotivasi. tehnik insentif dengan mengambil kaidah yang ada d. dengan tehnik verbal : berbicara dan membangkitkan semangat. yaitu : a. iming-iming. Stimulasi ektrinsik dapat berupa hadiah. Berlangsungnya proses motivasi dimulai saat seseorang yang mengenali baik secara sadar ataupun tidak pada suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi kemudian mereka berupaya membuat sasaran yang diperkirakan akan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. 2. Adanya kondisi yang berbeda ini membuat pengalaman yang dimiliki tidak cukup memberikan petunjuk terhadap fenomena perubahan yang terjadi sehingga keadaan demikian kemungkinan motivasi seseorang akan berubah ataupun berkurang sangat tinggi. tetapi kadang kala seseorang sering dihadapi kepada hal-hal baru misalnya perubahan dalam lingkungan pekerjaan. Pengaruh pengalaman Ketika pengalaman dari seseorang yang mendoronganya mengambil tindakan tertentu untuk memenuhi kebutuhan didapat. citacita yang akan mendorong individu melakukan atau mencapai sesuatu. Tujuan Motivasi Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemampuannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil dan mencapai tujuan tertentu (Purwanto. 2003). hubungan dengan rekan ataupun kondisi kerja yang diterapkan manajemen. tehnik tingkah laku : dengan meniru. Adapun terjadinya proses motivasi dipengaruhi oleh dua hal yaitu : a. sistem pengajian.sebagai motif (pendorong) yang mengarahkan perilaku ke arah pemuasan kebutuhan atau ingin mencapai tujuan. .

Teori Hedonisme Implikasi dari teori ini adalah adanya anggapan bahwa semua orang akan cenderung menghindari hal-hal yang sulit dan menyusahkan atau mendatangkan resiko berat dan lebih suka melakukan sesuatu yang mendatangkan kesenangan baginya. Teori Naluri Manusia memiliki tiga dorongan naluri yaitu : naluri untuk mempertahankan diri. Namun. tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum.e. dan naluri untuk mengembangkan dan mempertahankan jenis. Teori kebutuhan (teori Abraham Maslow) . kepercayaan akan sesuatu yang logis akan membawa keberuntungan. Dengan mengetahui latar belakang kebudayaan seseorang kita dapat memahami pola tingkah lakunya dan dapat memahami pula mengapa bereaksi atau bersikap yang mungkin berbeda dengan orang lain dalam menghadapi suatu masalah. sehingga sukar bagi kita untuk menentukan naluri pokok mana yang lebih dominan mendorong orang tersebut melakukan tindakan yang demikian itu. b. menurut teori ini untuk memotivasi seseorang harus berdasarkan naluri mana yang akan dituju dan perlu dikembangkan. Dengan dimilikinya ketiga naluri pokok itu. Oleh karena itu. tetapi berdasarkan pola-pola tingkah laku yang dipelajari dari kebudanyaan di tempat orang itu hidup. Teori reaksi yang dipelajari Teori ini berpandangan bahwa tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri-naluri. maka kebiasaan atau tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia yang diperbuatnya sehari-hari mendapat dorongan atau digerakkan oleh ketiga naluri tersebut. 3. cara-cara yang digunakan dalam mengejar kepuasan terhadap pendorong tersebut berbeda tiap-tiap individu dan menurut latar belakang kebudanyaan masing-masing. Seringkali ditemukan seseorang bertindak melakukan sesuatu karena didorong oleh lebih dari satu naluri pokok sekaligus. d. e. Teori Motivasi a. Teori daya pendorong Daya pendorong adalah semacam naluri. c.

kemampuan. seperti kebutuhan akan pangan. baik kebutuhan fisik maupun kebututuhan psikis. 2) Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security). kelaparan. contoh : dorongan untuk makan. antara lain : 1) Kebutuhan fisiologis : kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar yang bersifat primer dan vital menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme manusia. kedudukan atau status pangkat. kesehatan seks dan sebagainya.Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya. Motif-motif ini seringkali disebut motif yang diisyaratkan secara biologis. dan sebagainya. diperhitungkan sebagai pribadi. seperti terjamin keamanannya. dan kerja sama. 5) Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization) seperti antara lain kebutuhan mempertinggi potensi-potensi yang dimiliki. Menurut Maslow. kreatifitas dan ekpresi diri (Purwanto. perang. 3) Kebutuhan sosial (social needs) yang meliputi antara lain kebutuhan akan dicintai. rasa setia kawan. Oleh karena apabila seorang pemimpin ingin memberikan motivasi kepada seseorang ia harus mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhankebutuhan orang yang akan dimotivasinya. 4. sandang dan papan. diakui sebagai anggota kelompok. Jenis motivasi dilihat dari dasar pembentukannya : 1) Motif bawaan Motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir. perlakuan tidak adil. ada lima tingkatan kebutuhan pokok manusia. jenis-jenis motivasi yaitu : a. pengembangan diri secara maksimum. 2003). 4) Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs). Jenis-jenis motivasi Menurut Sardiman (2001). dan sebagainya. bekerja. Franden memberi istilah motif physiological drives 2) Motif-motif yang dipelajari . beristirahat dan dorongan seksual. termasuk kebutuhan dihargai karena prestasi. terlindung dari bahanya dan ancaman penyakit. Motivasi ini ada tanpa dipelajari.

sebab manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan sesama manusia lain sehingga motivasi ini terbentuk. misalnya : reflek. Sedangkan motivasi rohaniah. karena dalam diri . Jenis motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah Motivasi jasmaniah. Motif ini muncul karena dorongan untuk dapat menghadapi dunia luar secara efektif. contoh : dorongan untuk belajar. Jenis motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik 1) Motivasi intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Motivasi ini muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan esensial bukan sekedar simbol atau seremonial. b. motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. minum. Jenis motivasi menurut pembagian dari Woordworth dan Marquis : 1) Motif kebutuhan organis Meliputi kebutuhan makan. manipulasi. Motif ini rangsangan dari luar 3) Motif obyektif Contohnya : kebutuhan untuk melakukan ekplorasi. Menurut Hurrahman (2009). c. dorongan untuk mengajar sesuatu di masyarakat.Motif-motif yang dipelajari adalah motif yang timbul karena dipelajari. terbentuk melalui empat moment yaitu : 1) Timbulnya alasan 2) Pilih 3) Putusan 4) Terbentuknya kemauan d. misalnya : kemauan-kemauan pada setiap manusia. bernafas dan seksual sesuai dengan jenis physiological drives 2) Motif darurat Contohnya : dorongan untuk menyelamatkan diri untuk membalas dan memburu. Motifmotif ini seringkali disebut dengan motif yang diisyaratkan secara sosial. instink otomatis dan nafsu.

setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. sehingga akan dipuji oleh pacarnya. Sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi . Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu. Sebagai pengarah artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan akan mendapatkan nilai baik. Sebagai penggerak. Mendorong timbulnya tingkah laku atau suatu perbuatan serta menyeleksinya b. Menentukan arah perbuatan Motivasi dapat memberikan arah dan menentukan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan c. tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik. atau temanya. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar (Hurrahman. fungsi motivasi adalah : a. ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. fungsi motivasi adalah a. besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. c. 2009). Menyeleksi perbuatan Motivasi ikut menentukan perbuatan apa yang harus dikerjakan atau dilakukan agar dapat mencapai tujuan d. Sebagai contoh itu seseorang itu belajar. Menurut Sardiman (2001). 2) Motivasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi karena ada perangsang dari luar. 5. maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri. Fungsi motivasi dan unsur-unsur motivasi Menurut Purwanto (2003). atau agar mendapat hadiah. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya (misalnya kegiatan belajar). Mendorong manusia untuk berbuat Motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan b.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera penglihatan. maka timbul suatu sikap dan perilaku untuk berpartisipasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi Menurut Handoko (1998). 2003). b. Selain itu tingkat pengetahuan seseorang juga . Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi motivasi yaitu faktor internal dan faktor eksternal : 1. kebiasaan yang menunjukkan kondisi orang untuk melaksankan pekerjaan yang mungkin dimanfaatkan sepenuhnya atau mungkin juga tidak. Selanjutnya menurut pengalaman dan hasil penelitian Rogers dalam Notoatmodjo (2003). Faktor internal a. b. yang menggemukakan bahwa pengetahuan yang salah tentang tujuan dan manfaat posyandu dapat menimbulkan salah persepsi yang akhirnya kunjungan lansia keposyandu rendah. penciuman. Motivasi sering kali ditandai dengan perilaku yang penuh emosi c. dijelaskan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.Menurut Purwanto (2003). Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). d. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. raba dan rasa. ketrampilan. Motivasi merupakan reaksi pilihan dari beberapa alternatif pencapaian tujuan. Tingkat pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Keinginan dalam diri sendiri Di dalam diri tiap individu akan terdapat kemampuan. Bila pengetahuan lebih dapat dipahami. Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam diri 6. Hal ini sesuai dengan Supriyatno (2000). Motivasi merupakan suatu tenaga dinamis manusia dan munculnya memerlukan rangsangan baik dari dalam maupun luar. Unsur-unsur motivasi adalah : a.

Terbentuknya suatu perilaku baru terutama pada orng dewasa. yang mana makin tinggi pengetahuan seseorng maka makin tinggi kesadaran untuk berperan serta. akan menimbulkan respon lebih jauh lagi . 3) Aplikasi (application) Aplikasi merupakan suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real atau sebenarnya. Menurut Notoatmojo (2003).mempengaruhi perilaku individu. 4) Analisis (analysis) Analisis merupakan suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen. 2) Memahami (comprehension) Memahami merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. tetapi masih didalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. Oleh karena itu tahu ini merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah. 6) Evaluasi (evaluation) Evaluasi yaitu kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. pengetahuan yang mencakup didalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan yaitu : 1) Tahu (know) Tahu dapat diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. dimulai pada domain kognitif (pengetahuan) dalam arti orang tahu dahulu stimulus yang berupa materi atau obyek diluar sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada orang tersebut dengan obyek yang telah diketahui dan didasari sepenuhnya. 5) Sintesis (synthesis) Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

Pengelolaan diri seseorang dapat dipengaruhi dari individu itu sendiri atau dari luar (sesama rekan. penghargaan atau menolong orang dengan sikap menerima kondisinya. 2. Misalnya : menghormati dan menghargai orang lain. e. Dukungan dari keluarga Dukungan keluarga adalah sebagai adanya kenyamanan.berupa tindakan terhadap atau sehubungan dengan stimulus atau obyek tadi (Notoatmojdo. Dukungan keluarga sangat mempengaruhi dalam memotivasi seseorang. daya konsentrasi dan kemampuan fisik secara umum mulai menurun sehingga memerlukan orang lain untuk memenuhi keperluannya dalam mempertahankan kunjungan ke posyandu lansia. c. Maka visi pendidikan adalah mencerdaskan manusia. d. penglihatan. Menurut Chaplan (1976). dukungan keluarga tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. bentuk dukungan keluarga terdiri dari empat macam dukungan yaitu : . 2003). Pengelolaan diri Pengelolaan dimaksudkan adanya pengaruh. Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan memberikan respon yang lebih rasional dan juga dalam motivasi kerjanya akan berpotensi dari pada mereka yang berpendidikan lebih rendah atau sedang. mengajaknya dalam acara keluarga dan pemeriksaan kesehatan. Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan seseorang berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Faktor ekternal a. Usia Dikatakan faktor usia mempengaruhi adalah lansia karena semua fungsi ingatan. Tingkat pendidikan turut menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami tentang posyandu lansia. Maka visi pendidikan adalah mencerdaskan manusia. pendengaran. Bila pengaruh yang didapat oleh lansia menunjang kegiatan tersebut maka lansia mampu untuk lebih meningkatkan motivasinya dalam berkelompok. kehidupan kelompok lansia). perhatian.

keluarga mengetahui sebab-sebab lansia rentan terhadap masalah penyakit keluarga mengenali gejala-gejala yang terjadi apabila lansia mengalami masalah / sakit dan keluarga menganggap perawatan pada orang tua itu penting. saling menghargai dan kehangatan didalam keluarga. 3) Dukungan Instrumental Keluarga merupakan sumber pertolongan praktis dan konkrit. 2) Dukungan Penilaian Keluarga bertindak sebagai bimbingan umpan balik membimbing dan menangani pemecahan masalah serta sebagai sumber dan validator identitas anggota. Dukungan ini melibatkan ekpresi yang berupa pernyataan setuju dan penilaian positif terhadap ide-ide.1) Dukungan Informasional Dukungan yang bersifat informasi dapat berupa sarana pengarahan dan umpan balik tentang bagaimana cara memecahkan masalah antara lain keluarga mengetahui anggota keluarganya telah memasuki masa tua. 4) Dukungan emosional (emosional support) Keluarga sebagai tempat yang aman dan damai untuk istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap emosi. 2) Fungsi sosialisasi . Merupakan dukungan emosional yang mencakup ungkapan empati. keluarga mengetahuin masalah / penyakit yang biasa terjadi pada orang usia lanjut. reward. perasaan dan performa orang lain. dan sebagainya Fungsi keluarga menurut model Friedman (1998). untuk memiliki dan dimiliki dalam keluarga. kepedulian dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan misalnya penegasan. sebagai berikut : 1) Fungsi afektif Fungsi afektif (fungsi pemeliharaan kepribadian) : untuk stabilitas kepribadian kaum dewasa. untuk dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lain. pujian. untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para anggota keluarga. Bentuk dukungan ini melibatkan bantuan secara langsung misalnya berupa penyediaan barang-barang / jasa yang diperlukan.

Minat Adanya minat akan ada perhatian terhadap obyek. b. Dalam praktek kehidupan sehari-hari motivasi kita yang terpenting dan terkuat adalah perilaku moral. c. Suatu minat yang besar akan mempengaruhi atau menimbulkan motivasi. Sikap Sikap seeorang terhadap suatu obyak melibatkan emosi (perasaan senang atau tidak senang). budaya dan perilaku 3) Fungsi reproduksi Fungsi reproduksi bertujuan untuk menjaga kelangsungan generasi dan juga untuk kelangsungan hidup masyarakat 4) Fungsi ekonomi Fungsi ekonomi bertujuan untuk mengadakan sumber-sumber ekonomi yang memadai dan pengalokasian sumber-sumber tersebut secara efektif. Pengarahan atau penghindaran terhadap obyek suatu serta elemen kognitif yaitu bagaimana individu membanyangkan atau mempersepsikan sesuatu. Kebutuhan Proses motivasi terjadi karena adanya kebutuhan atau rasa kekurangan sesuatu. 1) Nilai . Agama dan kepercayaan Tidak bisa disangkal bahwa agama dan kepercayaan mempunyai hubungan erat dengan moral. Penguatan /kekuatan Penguatan atau kekuatan adalah perubahan perilaku yang dilaksanakan kepada sasaran atau masyarakat hingga mereka melakukan sesuai dengan harapan. Sedangkan menurut Purwanto (2002). Salah satu perilaku moral yang menjadi pegangan bagi penganutnya adalah agama dan kepercanyaan.Merupakan interaksi atau hubungan dalam keluarga bagaimana keluarga belajar disiplin. faktor yang mempengaruhi motivasi adalah : a. b. c. norma. Seseorang yang memiliki kebutuhan akan mempertahankan tingkah lakunya untuk pemuasan kebutuhan.

Tingkat pengetahuan d. Keiginan diri sendiri b. Tujuan Individu akan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan konkret yang inigin dicapai. D. berusaha mencapai hal yang diharapkan. Aspek-aspek motivasi Aspek-aspek motivasi menurut Handoko (1998). b. Pengelolaan diri e. Tingkat pendidikan c. individu akan termotivasi menuju sesuatu yang diharapkannya. Dukungan keluarga b. Kerangka teori Faktor yang mempengaruhi motivasi : 1.Nilai merupakan suatu pandangan individu akan sesuatu hal atau suatu tujuan yang diinginkan atau dianggap penting dalam hidup individu tersebut. meliputi : a. 2) Aspirasi Aspirasi merupakan harapan indiviu akan sesuatu. Penguatan/kekuatan Motivasi kunjungan lansia ke posyandu lansia . Kebutuhan Tingkah laku disebabkan adanya kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang harus dipenuhi. Faktor internal a. Dengan adanya aspirasi. Usia 2. Aspirasi tertentu akan mencoba. Dorongan Berorientasi pada tindakan tertentu yang secara sadar dilakukan oleh seseorang c. Agama dan kepercanyaan c. Faktor eksternal a. akibat adanya rasa kekurangan dalam dirinya.

Gambar 2. Variabel independen atau bebas Variabel independen adalah suatu variabel yang menjadi sebab atau variabel yang mempengaruhi (Sugiyono. 2003).2 Kerangka konsep F. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah motivasi lansia berkunjung keposyandu lansia . 2001). tingkat pendidikan dan dukungan keluarga.1. Variabel independen pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan lansia. E. Variabel dependen atau terikat Variabel dependen adalah suatu variabel yang dipengaruhi atau variabel yang menjadi akibat dari pengaruh variabel bebas (Nursalam & Pariani. Kerangka Teori : Sumber Handoko (1998). Kerangka konsep Variabel bebas / independent Variabel terikat / dependent Tingkat pendidikan Tingkat pengetahuan Motivasi kunjungan lansia ke posyandu lansia Dukungan keluarga Gambar 2. 2. Variabel penelitian Variabel-variabel yang akan diteliti meliputi : 1.

Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara yang hendak diuji kebenarannya (Setiawan. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan motivasi lansia berkunjung keposyandu lansia di Rw II Kelurahan margorejo cepiring kendal c. Hipotesis penelitian ini adalah : a. 2004). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi lansia berkunjung keposyandu lansia di Rw II Kelurahan margorejo cepiring kendal .G. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi lansia berkunjung keposyandu lansia di Rw II Kelurahan margorejo cepiring kendal b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful