P. 1
7. LAPORAN

7. LAPORAN

|Views: 126|Likes:
Published by Fausiah Bisma

More info:

Published by: Fausiah Bisma on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan dan Sasaran KKN-PK
  • C. Visi dan Misi KKN-PK
  • D. Program Pengembangan Sekolah Sehat
  • BAB II
  • GAMBARAN UMUM
  • A. Keadaan Geografi
  • B. Keadaan Demografi
  • L P
  • Jumlah 1120 2156 2892 5048
  • C. Keadaan Sosial Ekonomi/Budaya
  • Total 5172 100
  • Total 1444 100
  • D. Status Kesehatan
  • J u m l a h 30
  • BAB III
  • HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN
  • A. Persiapan Observasi
  • B. Observasi Lapangan
  • C. Program Kerja
  • 1. Intervensi Non Fisik
  • a. Penyuluhan Sanitasi Lingkungan
  • 1) Latar Belakang
  • 2) Tujuan
  • 4) Sasaran
  • 6) Sumber Dana
  • 7) Susunan Acara:
  • b. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
  • c. Penyuluhan Cuci Tangan yang Asebsis
  • d. Penyuluhan Pemberdayaan Posyandu
  • 3) Penanggung Jawab
  • 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  • 2. Intervensi Fisik
  • a. Revitalisasi Jamban
  • b. Pelatihan Peningkatan Pengetahuan/Kemampuan Siswa tentang
  • Sanitasi Lingkungan dan Penyakit Berbasis Lingkungan
  • c. Pembuatan Papan Wicara tentang Kesehatan Lingkungan
  • d. Peningkatan Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Sehat
  • e. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP/Sederajat
  • f. Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Tingkat SMA/Sederajat
  • g. Lomba Sekolah Sehat
  • h. Screening Gizi
  • i. Screening Katarak
  • D. Pelaksanaan Program Kerja
  • 1) Hasil
  • 2) Evaluasi
  • f. Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Tingkat SMA Sederajat
  • Tabel 16
  • Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Berat
  • Badan di Lima Posyandu Kel. Empoang Utara
  • Kec. Binamu Kab. Jeneponto
  • Tahun 2012
  • i. Screening katarak
  • E. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
  • 1. Faktor Pendukung
  • 2. Faktor Penghambat
  • BAB IV
  • PENUTUP
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan.

Komitmen tersebut, diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negaranegara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, Tahun 2012 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015 khususnya pembangunan di bidang kesehatan.

2

Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional yang diselenggarakan pada semua bidang kehidupan. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian, pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang pada gilirannya mendukung percepatan pencapaian sasaran pembangunan nasional. Kesehatan merupakan nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada setiap insan di muka bumi ini. Bahkan, kesehatan menjadi salah satu pilar terlaksananya pembangunan nasional di suatu negara. Akan tetapi, bukanlah hal yang mudah untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Pada dasarnya, kesehatan masyarakat merupakan interaksi antara faktor-faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan hereditas (H.L.Blum). Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara semua komponen dalam suatu negara, baik itu pemerintah, swasta, tenaga medis dan masyarakat itu sendiri. Upaya pendekatan masyarakat yang komprehensif merupakan suatu jalan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, melalui pembinaan perilaku hidup sehat, kesehatan lingkungan, dan meningkatkan sarana pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif tetapi lebih ke arah peningkatan upaya promotif dan preventif.

3

Sanitasi merupakan sistem pengolahan limbah domestik dan penyediaan air bersih, sebagai modal dasar pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Berbagai kegiatan dan jargon pelaksanaan terhadap gerakan mulai berkibar di tataran nasional maupun lokal, yang diharapkan tidak hanya sebagai dasar kebijakan sesaat tanpa tindakan yang berkelanjutan. Pencapaian keberhasilan pemenuhan dasar sanitasi ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tugas seluruh individu sebagai khalayak sasaran. Pokok utama pencapaian keberhasilan pada dasarnya adalah adanya kesadaran masyarakat dan pola perilaku positif akan pentingnya sanitasi sebagai penyokong kehidupan yang sehat. Pembangkitan semangat ini dapat dilakukan melalui pendidikan, jadi peran sekolah sangat penting dalam menyukseskan tercapainya tujuan gerakan ini. Peran sekolah sebagai pusat pembentukan pola perilaku adalah fungsi sekolah yang sangat dominan dalam merekayasa budaya positif masyarakat. Peningkatan Kualitas Sanitasi Lingkungan Berbasis Sekolah (PKSLBS) ini merupakan suatu program yang ditujukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan sekolah dalam memelihara mutu kesehatan dan lingkungan sekitar. Pada kegiatan ini diharapkan tertanamnya rasa memelihara dan menjaga kesinambungan tersedianya air bersih dan sistem sanitasi yang baik didasarkan pada hubungan yang sinergis antara masyarakat sekitar dengan sekolah.

Tujuan dan Sasaran KKN-PK 1. Tujuan KKN-PK Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) adalah bentuk penerapan materi kuliah yang bertujuan untuk : a.4 Selain itu didasarkan adanya potensi fisik sekolah yang dapat menopang kebutuhan masyarakat akan sumber air bersih dan sistem sanitasi yang baik. B. Program kegiatan berbasis sekolah ini diharapkan menjadikan sekolah sebagai sentral perbaikan mutu lingkungan. c. Memberikan pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata lapangan. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat . b. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan mahasiswa. d. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri. juga adanya kemampuan sekolah sebagai agen peningkatan kesadaran akan lingkungan yang sehat bagi siswa dan masyarakat sekitar.

6) Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problem solver. dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah. teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.5 2. sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor. perumusan. 5) Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya nalar dalam melakukan penelaahan. 2) Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang pemanfaatan ilmu. 7) Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan. Mahasiswa : 1) Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner. dan memecahkan masalah secara langsung. 4) Melaksanakan program pengembangan dan pembangunan bersama masyarakat yang bertumpu pada kultur kerja setempat. akan menumbuhkan sifat profesionalisme dan kepedulian sosial dalam diri . 3) Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. merumuskan. Sasaran KKN-PK Adapun sasaran dari KKN-PK sebagai berikut : a.

b. 3) Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.6 mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian. . materi perkuliahan. 4) Terbantuknya kader-kader penerus pambangunan dalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan. dan pengembangan ilmu yang ada di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan . merumuskan. dan melaksanakan pembangunan. Masyarakat dan Pemerintah Daerah/Institusi 1) Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran serta IPTEK dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. c. sehingga kurikulum. maupun rasa kesejawatan. 5) Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada dibawah tanggung jawabnya. 2) Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan. Perguruan Tinggi 1) Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintergrasian mahasiswa dengan proses pembangunan ditengah masyarakat. tanggung jawab.

Misi KKN-PK Memfasilitasi mahasiswa KKN-PK untuk memiliki kompetensi melalui komunikasi yang efektif. Pengertian Sanitasi merupakan sistem pengolahan limbah domestik dan penyediaan air bersih. serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat.7 2) Dapat menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pembangunan IPTEK. sehingga IPTEK yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata. memperluas. C. 3) Meningkatkan. memiliki sifat profesionalisme dan partnertship. Program Pengembangan Sekolah Sehat 1. sebagai modal dasar pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat. D. Peningkatan Kualitas Sanitasi Lingkungan Berbasis Sekolah (PKSLBS) ini merupakan suatu program yang ditujukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan sekolah dalam memelihara mutu kesehatan dan lingkungan sekitar. Visi dan Misi KKN-PK 1. Visi KKN-PK Pusat Pengembangan Kompetensi Profesi Kesehatan (P2KPK) 2. memahami sosial kultural. dan mempererat kerjasama dengan instansi serta departemen lain melalui rintisan kerjasama dari mahasiswa yang melaksanakan KKN. . kemampuan manajerial.

tertanamnya rasa memelihara dan menjaga kesinambungan tersedianya air bersih dan sistem sanitasi yang baik didasarkan pada hubungan yang sinergis antara masyarakat sekitar dengan sekolah. c. kader. serta petugas kesehatan. b. peraturan perundang-undangan. para donatur dan pemangku kepentingan lainya. para pejabat terkait. Serta peduli dan tanggap terhadap kesehatan lingkungan diri dan sekolahnya masing-masing. sarana. termasuk tokoh agama. . 3. dan lain-lain seperti Kepala Desa. tokoh perempuan dan pemuda. sasaran pengembangan sekolah sehat dibedakan menjadi 2 jenis. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. seperti tokoh masyarakat. dana.8 2. sertapermasalahan kesehatan di wilayah desanya. Semua siswa dan pihak sekolah serta masyarakat pada umumnya. yaitu : a. dan diharapkan sekolah sebagai sentral perbaikan mutu lingkungan. tenaga. Kepala Camat. swasta. Sasaran Untuk mempermudah strategi intervensi. Tujuan Meningkatkan peran serta masyarakat dan sekolah dalam memelihara mutu kesehatan dan lingkungan sekitar. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif baik perubahan perilaku tersebut. yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat.

Penyediaan air bersih c. Perumahan d. air buangan dan sampah b. Mollusca. Arthropoda. . Makanan e. Cakupan Sanitasi a.9 4. Individu dan masyarakat agar berperilaku sehat (personal hygiene) f. Cara pembuangan ekskreta. binatang pengerat serta pejamu lainnya.

Keadaan Geografi Kelurahan Empoang Utara merupakan salah satu kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Binamu. Kabupaten Jeneponto. Peta Kelurahan Empoang Utara Kabupaten Jeneponto Sumber: Kelurahan Empoang Utara. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kayu Loe Timur b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Empoang .10 BAB II GAMBARAN UMUM A. Gambar 1. Sebelah Timur berbatasan dengan Agang Je’ne Empoang Kota c. 2012 Secara umum Kelurahan Empoang Utara dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Letak Geografis a.

yaitu: a. Lingkungan Parappa1 b. dengan waktu tempuh ± 3 jam. Lingkungan Parappa 2 c. Lingkungan Parappa1 b. Luas Daerah Luas Kelurahan Empoang Utara 10. Lingkungan Kalakkara f. 3. Lingkungan Karambua . Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sapanang Kelurahan Empoang Utara memiliki enam lingkungan. Lingkungan Karambua 2. Lingkungan Mangambang d.09 km2 dengan rincian luas masingmasing lingkungan sebagai berikut: a. Lingkungan Mangambang d. Lingkungan Parappa 2 c.2 km dari ibukota Kecamatan Binamu.11 d. Lingkungan Pattalassang e. Lingkungan Pattalassang e. dengan waktu tempuh ± 20 menit. Waktu Tempuh dan Letak Desa dengan Wilayah Sekitarnya Kelurahan Empoang Utara berjarak 4. Lingkungan Kalakkara f. Orbitasi. dan jarak ke ibukota Propinsi Sulawesi Selatan sejauh 106 km. jarak ke ibukota Kabupaten Jeneponto 4 km dengan waktu tempuh ± 15 menit.

Selain itu karena banyaknya lahan-lahan kosong yang ditumbuhi rerumputan sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk peternakan. keperluan rumah tanngga dan juga mengairi persawahan.12 4. Keadaan Demografi Dari data sekunder yang diperoleh saat pendataan menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Empoang Utara memiliki 1120 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 2156 jiwa penduduk laki-laki dan 2892 jiwa penduduk perempuan dengan rincian sebagagai berikut: . dan juga terdapat daerah persawahan. B. sehingga sebagian besar masyarakat menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. ladang. Di desa ini terdapat mata air yang berperan sebagai sumber air bersih yakni mata air PDAM Binamu dan sumur gali yang digunakan oleh masyarakat kelurahan untuk sumber air minum. Keadaan Alam Dari segi geografis Kelurahan Empoang Utara kondisi alamnya sebagian besar terdiri dari pegunungan.

13 Tabel 1 Distribusi Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kelurahan Empoang Utara Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Tahun 2011 Jenis Kelamin No. Keadaan sosial ekonomi yang cukup hal ini dikarenakan jalur transportasi . Lingkungan Jarak KK n L P 1 2 3 4 5 6 Parappa 1 Parappa 2 Karambua Pattallassang Mangambang Kalakkara Jumlah 2. Keadaan Sosial Ekonomi Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Kelurahan Empoang Utara adalah bertani.5 km 3.0 km 3.5 km 1. buruh. dan pegawai swasta atau pegawai negeri. 2011 Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa Kelurahan Empoang Utara memiliki 1120 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di enam lingkungan dengan lingkungan yang memiliki jumlah KK yang banyak terdapat di Lingkunga Parappa I sebesar 224 KK yang terdiri dari laki-laki sebesar 663 jiwa dan perempuan sebesar 787 jiwa.0 km 4.5 km 2. pedagang. C.5 km 224 187 149 195 177 178 1120 663 363 237 353 251 179 2156 787 645 320 491 372 277 2892 1450 1008 557 844 623 456 5048 Sumber: Kelurahan Empoang Utara. Keadaan Sosial Ekonomi/Budaya 1. Sedangkan Lingkungan Kalakkara memiliki jumlah KK yang sedikit sebesar 178 KK yang terdiri dari laki-laki sebesar 179 jiwa dan perempuan sebesar 277 jiwa.

16.32% yang tamat SMA/MA dan hanya 1.14% yang mencapai perguruan tinggi. Empoang Utara Kec.14 yang terbatas menuju Kelurahan Empoang Utara. . Jeneponto Tahun 2011 Tingkat Pendidikan n % Tidak pernah sekolah SD/MI SMP/MTs SMA/MA Perguruan Tinggi Total 1492 1320 1457 844 59 5172 28.85% masyarakatnya tidak pernah sekolah. Binamu Kab. Selain itu tingkat perekonomian masyarakat Kelurahan Empoang Utara ikut dipengaruhi juga oleh bidang pertanian. a.17% yang tamat SMP/MTs. 25.52 28.17 16. 28.52% yang tamat SD/MI.32 1. Keadaan Sosial Budaya Keadaan sosial ekonomi/budaya Kelurahan Empoang Utara secara umum dapat ditinjau dari tingkat pendidikan dan mata pencaharian. 2011 Tabel 2 di atas menunjukkan tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Empoang Utara masih sangat rendah dimana 28.85 25.14 100 Sumber: Kelurahan Empoang Utara. 2. Tingkat Pendidikan Penduduk Tabel 2 Distribusi Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kel.

Pelayanan kesehatan yang baik dan adanya program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) bagi masyarakat yang tidak mampu merupakan salah satu faktor pendukung hal peningkatan derajat kesehatan masyarakat. hal ini dapat ditunjukkan dari adanya pengetahuan masyarakat untuk berobat ke puskesmas atau bidan desa jika mengidap atau terserang penyakit dari pada berobat ke dukun.80%.56 7. Binamu Kab. D. jarak rumah . pedagang/pengusaha sebesar 7. 2011 Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Empoang Utara bermata pencaharian sebagai petani sebesar 77.80 100 Sumber: Kelurahan Empoang Utara.56 1. yang berprofesi sebagai PNS/Pegawai sebesar 2.56%.11%.97%. Tingkat Mata Pencaharian Penduduk Tabel 3 Distribusi Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Mata Pencaharian Kel. masyarakat yang berprofesi wiraswasta sebesar 10. dan TNI/Polri sebesar 1.97 10. Empoang Utara Kec. Jeneponto Tahun 2011 Tingkat Mata Pencaharian n % Petani Pedagang/Pengusaha Wiraswasta PNS/Pegawai TNI/Polri Total 1120 115 146 37 26 1444 77.15 b. Status Kesehatan Status Kelurahan Empoang Utara sudah mengalami kemajuan.56%.11 2.

hanya saja terdapat satu pemukiman masyarakat yang sangat sulit dijangkau oleh sarana transportasi sehingga derajat kesehatan masyarakat di daerah tersebut masih rendah. Adapun layanan kesehatan yang terdapat di Kelurahan Empoang Utara adalah 1 Buah Pos Pelayanan Kesehatan Desa (POLINDES). 1 Buah Puskesmas Pembantu dan 5 buah Posyandu.16 dengan layanan kesehatan yang terbilang relatif dekat dengan beberapa dusun di Kelurahan Empoang Utara. .

dan Kelurahan Sidenre. . Kelurahan Empoang Utara. 2012 Berdasarkan tabel 4 di atas didapatkan bahwa persebaran tenaga kesehatan di Puskesmas Bontosunggu Kota kurang memadai karena hanya memiliki satu dokter umum dengan membawahi 3 kelurahan yaitu Kelurahan Empoang. Kep D3 Bidan D1 Bidan D4 Bidan D3 Perawat SPK D3 Farmasi D1 Farmasi D3 Gigi D1 Gigi Pekarya D1 Gizi Laboran Jumlah 1 1 4 1 1 5 1 1 5 2 1 1 2 1 1 1 1 30 Sumber: Puskesmas Bontosunggu Kota. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 Tenaga Kesehatan N (orang) Dokter Umum Dokter Gigi Kesehatan Masyarakat S1 Ners S.17 Tabel 4 Distribusi Tenaga Kesehatan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan di Puskesmas Bontosunggu Kota Kec.

ditinjau dari aspek epidemiologi.93 9.900 17.45 14. .84 7. 2011 Berdasarkan tabel 5 didapatkan bahwa kejadian penyakit yang paling sering diderita oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bontosunggu Kota adalah batuk sebesar 17. Empoang Utara Kec.74%.18 Sementara itu.93 5. Jeneponto Tahun 2011 Jumlah Kasus Penyakit n % Batuk Influenza D.05 9. pola penyakit yang diderita oleh masyarakat Kelurahan Empoang Utara cukup bervariasi. Binamu Kab.23 6.74 100 Sumber: Puskesmas Bontosunggu Kota.77 7. hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 5 Rekapitulasi 10 Penyakit di Puskesmas Bontosunggu Kota Kel. Sedangkan kejadian penyakit yang jarang diderita masyarakat adalah hipertensi sebesar 5.75 8.31 12.45%. Alergi Febris Rematik Cedalgia Diare ISPA Gastritis Hipertensi Jumlah 2076 1703 1434 1182 1160 1044 933 860 825 683 11.

Persiapan Observasi Persiapan observasi dilakukan dengan mengadakan kunjungan ke berbagai instansi terkait seperti Kantor Kelurahan Empoang Utara. Selain itu kami juga melakukan pertemuan dengan pihak posyandu yaitu dengan bidan dengan tujuan untuk melihat kondisi balita dan bayi di Kelurahan Empoang Utara. memiliki program-program kerja yang berbasis kesehatan guna memecahkan masalah-masalah kesehatan yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat berdasarkan observasi lapangan dan kajian hasil pendataan sekunder.19 BAB III HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN KKN profesi kesehatan yang dilaksanakan selama delapan pekan yang dimulai pada tanggal 18 Juni-14 Agustus di Kelurahan Empoang Utara Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. . A. puskesmas. Sedangkan di Puskesmas Bontosunggu Kota kami meminta data 10 Penyakit terbesar serta profil kesehatan penduduk di Kelurahan Empoang Utara dengan mewawancarai petugas puskesmas. Kunjungan ke kantor lurah dan puskesmas dilaksanakan pada tanggal dengan tujuan meminta data sekunder terkait data demografi dan geografis Kelurahan Empoang Utara termasuk data sekunder berupa profil kelurahan untuk mengetahui gambaran umum kondisi Kelurahan Empoang Utara. Semua data tersebut merupakan gambaran kami dalam rangka melakukan observasi lapangan untuk mendapatkan data terkait dengan Kelurahan Empoang Utara. dan Badan Pencatatan Sipil (BPS).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat juga untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan berdasarkan kuesioner yang ada. puskesmas. . ditemukan beberapa masalah kesehatan. hal ini disebabkan adanya kendala ekonomi dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban keluarga.20 B. pustu. masih terdapat beberapa warga yang belum memiliki jamban. Dari hasil observasi lapangan. misalnya masalah sampah. antara lain masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat. dan lain-lain. Observasi Lapangan Observasi lapangan dilaksanakan selama seminggu yaitu mulai tanggal 1824 Juni 2012 pada tujuh lingkungan di Kelurahan Empoang Utara. Berkaitan dengan penggunaan tempat sampah bahwa kebanyakan warga tidak memiliki tempat sampah. Untuk Kelurahan Empoang Utara sendiri kebanyakan bentuk rumah penduduk adalah rumah panggung yang berdekatan dengan sungai dan sawah sehingga kecenderungan membuang sampah di sungai dan di belakang rumah sangatlah besar. sekolah. Untuk kepemilikan SPAL (Sistem Pembuangan Air Limbah) juga kesadaran masyarakat masih kurang. sehingga ada warga di dusun tertentu yang memanfaatkan sawah sebagai tempat buang air besar. pemanfaatan SPAL dan kepemilikan Jamban Keluarga (Jaga). Demikian juga masalah jamban. Observasi lapangan dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dari kantor kelurahan.

Sebagian pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam bunga. masih banyak warga yang kurang memanfaatkan pekarangannya untuk menanam tanaman obat keluarga (Toga). khusus untuk pemanfaatan pekarangan rumah. antara lain : 1. Intervensi Non Fisik a. maka ditemukan berbagai masalah kesehatan yang menjadi acuan dalam penentuan program kerja. Sanitasi lingkungan yang dimaksud adalah semacam program yang . Program Kerja Berdasarkan observasi lapangan tersebut. Program kerja tersebut selanjutnya diseminarkan di hadapan masyarakat pada tanggal 26 Juni 2012 yang dihadiri kurang lebih 23 orang. khususnya pelajar yang sehat adalah adanya pengetahuan masyarakat. buah atau memelihara ternak. Adapun program kerjanya.21 Pada kegiatan perbaikan gizi keluarga. khususnya pelajar akan sanitasi lingkungan dan mampu menerapkannya. C. Penyuluhan Sanitasi Lingkungan 1) Latar Belakang Salah satu hal yang mendukung untuk terciptanya masyarakat. untuk mendapatkan dukungan serta membangun komitmen dalam rangka mensukseskan program kerja tersebut. Bertujuan untuk memberdayakan masyarakat serta meningkatkan indikator sekolah-sekolah di Kelurahan Empoang Utara menjadi sekolah sehat.

Sanitasi lingkungan merupakan program yang dilakukan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.22 mencakup sistem penyediaan air bersih dan sehat. khususnya pelajar. Oleh sebab itu. air dan kebersihan lingkungan. Firdasari lingkungan . akan dilakukan suatu kegiatan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan agar pelajar dapat memiliki pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam tercapainya hidup yang sehat. Ismi Irfiyanti. Rachmadani Hamid. 2) Tujuan a) Umum: Mengukur tingkat pengetahuan siswa mengenai sanitasi b) Khusus: Memberikan edukasi tentang lingkungan yang sehat dan melakukan pemberian pengetahuan tentang sanitasi lingkungan. Kegiatan ini selain untuk penerapan pola hidup bersih dan sehat juga untuk memberdayakan masyarakat. SPAL. khususnya pelajar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini ditujukan agar masyarakat. 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Fausiah : Lukman Hakim dan Aditya : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat.

00 09. 7) Susunan Acara: 08.30 Pembagian Pre-Test Penyuluhan Sanitasi Lingkungan Pembagian Post-Test . Hari/Tanggal : Selasa-Rabu/10-11 Juli 2012 Pukul Tempat : 08. Indah Mustika Sari. Hari/Tanggal : Kamis-Jumat/12-13 Juli 2012 Pukul Tempat 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner : 08. 86 Parappa seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa.30-09.00-09.00-Selesai : SDI No.23 Bustamin.00-Selesai : SDN No. 172 Pattallassang b. 4) Sasaran Seluruh siswa SD di Kelurahan Empoang Utara 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan a.30 08.00-08. Amelia Virshany Latif dan Wiyasih W Eka P.

Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan penting dalam melakukan proses kehidupan seorang manusia yaitu proses pengunyahan (mastikasi). Hal ini dibuktikan dengan tingginya persentasi pencabutan gigi yang dilakukan oleh Puskesmas Bontosunggu Kota dan tingginya persentasi terjadinya penyakit pulpa gigi. diantaranya kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut. dan estetik (penampilan). hampir sebagian masyarakat tidak memiliki perhatian dan kepedulian akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Seseorang perlu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya mengingat begitu banyak penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri rongga mulut. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. adanya kebiasaan-kebiasaan buruk (bad habbit).24 b. dan juga dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut 1) Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting untuk dijaga dan harus diperhatikan. Berdasarkan hasil obeservasi dan data kesehatan gigi dan mulut yang diperoleh dari Puskesmas Bontosunggu Kota. . karena mulut merupakan pintu masuknya bakteri dan kerusakan gigi dapat memicu terjadinya infeksi yang juga dapat berdampak terhadap terjadinya penyakit sistemik. sikap dan tingkah laku masyarakat. pengucapan (fonetik). tingkat pendidikan.

Mengetahui cara pencegahan penyakit gigi d. Mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar c. Mengetahui cara perawatan gigi dan rongga mulut e. dimulai dari usia dini yaitu anak-anak (siswa SD) diberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga akan terbentuk individu yang lebih memperhatikan dan mempedulikan kesehatan gigi dan mulutnya sehingga akan terbentuk individu yang mampu melaksanakan hidup sehat dan mempunyai kepedulian terhadap permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui bagian-bagian gigi dan mulut b. Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan dari kerusakan gigi dan mulut f. b) Khusus: a. 2) Tujuan a) Umum: Memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswa sekolah dasar. .25 Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dan harus disosialisasikan sejak dini. Untuk menurunkan gangguan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah dasar.

86 Parappa seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa. 172 Pattallassang b. Hari/Tanggal : Selasa-Rabu/10-11 Juli 2012 Pukul Tempat : 09. Fausiah.00-Selesai : SDN No.00-Selesai : SDI No. 7) Susunan Acara: 09. Hari/Tanggal : Kamis-Jumat/12-13 Juli 2012 Pukul Tempat 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner : 09.30-10.00-09. Rachmadani Hamid.30 09.00 Pembagian Pre-Test Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut . 4) Sasaran Seluruh siswa SD di Kelurahan Empoang Utara 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Amelia Virshany Latif dan Wiyasih W Eka P. Indah Mustika Sari.26 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Firdasari Bustamin : Lukman Hakim dan Aditya : Sri Rati dan Nur Ilma Hidayat : Ismi Irfiyanti.

.00-10.30 10. Penyuluhan Cuci Tangan yang Asebsis 1) Latar Belakang Berbagai penyakit yang berasal dari kuman penyakit seperti muntaber. b) Khusus: Mengajarkan kepada siswa SD tentang cara mencuci tangan bersih yang baik dan benar dengan mempraktikkannya secara langsung. Sehingga angka pasien dengan penyakit seperti yang disebutkan di atas dapat diturunkan.30-11. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan mengingat anak sekolah terutama sekolah dasar merupakan calon penerus cita-cita bangsa. Pembuatan cuci tangan massal ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pencegahan masuknya kuman penyakit dalam tubuh anak-anak tersebut.27 10. 2) Tujuan a) Umum: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa sekolah dasar tentang cara mencuci tangan yang asebsis.30 Pembagian Post-Test Praktik menggosok gigi yang baik dan benar c. cacingan dan beberapa penyakit lainnya masih merupakan penyakit yang banyak ditemui pada anak-anak khususnya pada anak usia sekolah dasar.

28 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan : Amelia Virshany Latif Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Lukman Hakim dan Aditya : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Indah Firdasari Sari. 4) Sasaran Seluruh siswa SD di Kelurahan Empoang Utara 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Hari/Tanggal : Selasa-Rabu/10-11 Juli 2012 Pukul Tempat : 08. .00-Selesai : SDI No. Hamid. 172 Pattallassang b.00-Selesai : SDN No. Hari/Tanggal : Kamis-Jumat/12-13 Juli 2012 Pukul Tempat 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner : 08. Mustika Fausiah dan Wiyasih W Eka P. 86 Parappa seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa. Rachmadani Bustamin. Ismi Irfiyanti.

Puskesmas adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan primer. angka kematian bayi Indonesia sebesar 31.29 7) Susunan Acara: 08.30 08.30 09.04 menempati urutan ke 77 dari 222 negara di dunia. Pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan wahana kegiatan keterpaduan KB-kesehatan di tingkat masyarakat. posyandu. terintegrasi antara segi kesehatan penyakit umum dan pencegahan penyakit dalam rangka penanggulangan masalah-masalah kesehatan dan peningkatan status kesehatan masyarakat melalui PKM.00 Pembagian Pre-Test Penyuluhan cuci tangan Pembagian Post-Test Praktik cara mencuci tangan yang asebsis d.00-08.30-09. Penyuluhan Pemberdayaan Posyandu 1) Latar Belakang Satu diantara kedelapan target/sasaran Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) yang sedang diupayakan untuk dicapai Indonesia adalah MDG ke-4 yaitu menurunkan kematian anakanak dibawah usia lima tahun. Dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 angka kematian bayi di Indonesia mencapai 39 per 1000 kelahiran hidup.00 09. maupun program KB. yang . Data World Factbook tahun 2008.00-09.30-11.

Keaktifan keluarga pada setiap kegiatan posyandu tentu akan berpengaruh pada keadaan status gizi anak balitanya. KIA. Oleh karena itu. Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama untuk ibu hamil dan anak balita.30 melakukan lima program prioritas yaitu: KB. Posyandu dapat melaksanakan fungsi dasarnya sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak. Gizi. 2) Tujuan a) Umum: Meningkatkan posyandu pengetahuan mengenai pentingnya penggunaan . kami memprogramkan untuk melakukan penyuluhan pemberdayaan posyandu di Kelurahan Empoang Utara. Dalam kaitannya dengan pemantauan status gizi pada balita. yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya. serta menyampaikan pesan kepada ibu sebagai agen pembaharuan dan anggota keluarga yang memiliki bayi dan balita dengan mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik. imunisasi dan penanggulangan diare.

4) Sasaran Ibu yang memiliki bayi dan balita di Kel. Empoang Utara Kec. Menjelaskan tentang pentingnya posyandu. b.00-selesai : Kantor Kelurahan Empoang Utara . d. Jeneponto Tahun 2012 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/Tanggal Pukul Tempat : Senin/16 Juli 2012 : 10. Fausiah dan Wiyasih W Eka P. Amelia Virshany Latif. Menjelaskan tentang pentingnya pemantau pertumbuhan Balita.31 b) Khusus: a. c. Menjelaskan tentang pentingnya KMS Balita. Binamu Kab. Rachmadani Hamid. Indah Mustika Sari. 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Sri Rati : Lukman Hakim dan Aditya : Firdasari Bustamin : Nur Ilma Hidayat. Menjelaskan tentang pentingnya melakukan penimbangan Balita. Ismi Irfiyanti.

00-10. Jamban merupakan salah satu dari sarana kesehatan lingkungan yang penting untuk dimiliki oleh oleh suatu instansi dalam suatu Pembagian Pre-Test Penyuluhan cuci tangan Pembagian Konsumsi Penyuluhan Pembagian Post-Test daerah/wilayah.00 11. kebun atau tempat lain yang tidak memenuhi syarat. . 7) Susunan Acara: 10. dengan pemilikan dari jamban tersebut orang akan membuang tinjanya pada tempat yang seharusnya dan tidak pada sungai.32 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner dan konsumsi yang seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa.01-11. Intervensi Fisik a.16 -11. Tersedianya jamban merupakan salah satu indikator sekolah sehat dimana dengan adanya sarana tersebut perilaku hidup bersih dan sehat akan dapat terlaksana karena.15 11.45 2.31-11.30 10. Revitalisasi Jamban 1) Latar Belakang Jamban adalah sarana untuk membuang tinja atau kotoran manusia.

Fausiah dan Wiyasih W Eka P. kolera dan disentri 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Nur Ilma Hidayat : Lukman Hakim dan Aditya : Sri Rati : Firdasari Bustamin.33 2) Tujuan a) Umum: Untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat hidup yang sehat b) Khusus: a) Kotoran tidak berserakan di sembarangan tempat sehingga tidak akan mengotori sumber air b) Lingkungan menjadi bersih. Indah Mustika Sari. 4) Sasaran Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Empoang Utara . sehat dan bebas dari bau c) Untuk memutuskan penularan penyakit seperti diare. Ismi Irfiyanti. Rachmadani Hamid. Amelia Virshany Latif.

34 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Semua aktivitas yang kita lakukan tidak akan berjalan dengan baik jika kita tidak menjadi individu yang sehat. Hari/Tanggal : Jumat/13 Juli 2012 Pukul Tempat 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa. 172 Pattallassang b. berbeda dengan orang yang sakit tentu akan sebaliknya.00-Selesai : SDN No. Hari/Tanggal : Rabu/11 Juli 2012 Pukul Tempat : 09. Pelatihan Kerja Bakti Merevitalisasi Jamban Sekolah Pengetahuan/Kemampuan Siswa tentang : 09. 7) Susunan Acara: 09.00 . 86 Parappa Peningkatan Sanitasi Lingkungan dan Penyakit Berbasis Lingkungan 1) Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang paling penting untuk mendapatkan perhatian yang besar karena dengan kesehatan yang dimiliki setiap individu pastinya akan memberikan keuntungan tersendiri.10.30 b.00-Selesai : SDI No. selain kesadaran Dan pengetahuan dari individu itu sendiri yang ingin menjadi sehat diperlukan juga peran tenaga kesehatan dan .

Salah satu diantaranya adalah lingkungan sekolah. . jelas tetap akan peduli. Dan untuk mendukung lancarnya suatu kegiatan/aktivitas sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Memperkenalkan kepada siswa tentang kesehatan lingkungan. Pemeliharaan dan kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor utama untuk meningkatkan kesehatan. Salah satu faktor pendukung dalam kesehatan yang paling penting untuk kita perhatikan adalah masalah sanitasi lingkunagan untuk mencegah penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tercemarnya lingkungan. kebersihan lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan akan sangat membantu untuk membentuk pola perilaku siswa yang awalnya tidak peduli menjadi peduli untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Karena lingkungan merupakan tempat dari segala aktivitas. Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebaiknya kita tanamkan sejak dini. Hal ini dilakukan untuk dapat membentuk pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Hingga mereka dewasa nanti sampai mereka menjadi kakek-nenek pun. baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.35 peserta didik baik guru maupun siswa dalam membantu masyarakat memberikan edukasi tentang kesehatan dan membantu masyarakat dalam masalah kesehatan.

36 2) Tujuan a) Umum: Siswa memiliki pengetahuan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat dengan menjaga sanitasi lingkungan b) Khusus: a) Siswa mengetahui tentang sanitasi lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan. 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Rachmadani Hamid : Lukman Hakim dan Aditya : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Indah Mustika Sari. Amelia Virshany Latif. c) Anak didik dapat berpartisipasi dalam usaha peningkatan kesehatan sekolah di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Ismi Irfiyanti. Wiyasih W Eka P. 4) Sasaran Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Empoang Utara Fausiah dan . Firdasari Bustamin. b) Memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan anak didik dengan memperhatikan dan menjaga sanitasi lingkungan.

Lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat yang menempatinya bersih dan sehat pula.00-Selesai : SDN No. Hari/Tanggal : Rabu/11 Juli 2012 Pukul Tempat : 09. lingkungan yang kotor dan tidak terawat akan menjadi media berbagai penyakit yang akan mengganggu kesehatan masyarakat sekaligus aktivitas dalam masyarakat itu sendiri.37 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Salah satu cara menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memperhatikan keadaan lingkungan. . 7) Susunan Acara: 09. Sebaliknya. Hari/Tanggal : Jumat/13 Juli 2012 Pukul Tempat 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan kuesioner seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa.00-10.30 Mengidentifikasi jentik nyamuk : 09. Pembuatan Papan Wicara tentang Kesehatan Lingkungan 1) Latar Belakang Lingkungan merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalam kesehatan masyarakat. 172 Pattallassang b.00-Selesai : SDI No. 86 Parappa c.

Rachmadani Hamid. Ismi Irfiyanti. lingkungan masih berisiko untuk menjadi media berbagai penyakit sehingga hal ini yang membuat kami mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) melakukan kegiatan ini. Menurut hasil observasi lapangan di Kelurahan Empoang Utara. diharapkan warga Kelurahan Empoang Utara dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan lingkungan.38 Pembuatan papan wicara mengenai kesehatan lingkungan merupakan suatu usaha penyuluhan untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat bahwa kesehatan lingkungan sangat penting bagi kesehatan mereka. Firdasari Bustamin. b) Khusus: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna terciptanya lingkungan yang sehat. 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Aditya Tarupay : Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. . 2) Tujuan a) Umum: Dengan diadakannya pembuatan papan wicara tentang kesehatan lingkungan ini. Kecamatan Binamu.

39 Amelia Virshany Latif. Indah Mustika Sari. peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup .00 WITA.00. Fausiah dan Wiyasih W Eka P. hijau. Sekolah sehat adalah sekolah yang berhasil membantu siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan. 7) Susunan Acara: 09. namun belum tentu sekolah tersebut memenuhi kriteria sekolah sehat. Peningkatan Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Sehat 1) Latar Belakang Sekarang ini banyak sekolah yang mengaku sekolah sehat. indah dan rindang.10.selesai : Kelurahan Empoang Utara. Kecamatan Binamu 6) Sumber Dana Kegiatan ini membutuhkan biaya untuk pengadaan papan dan cat seluruhnya merupakan swadaya mahasiswa. Definisi lain dari sekolah sehat adalah sekolah yang bersih. 4) Sasaran Target sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat dan sekolah yang berada dalam lingkup Kelurahan Empoang Utara.30 Pemasangan Papan Wicara d. 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tgl Pukul Tempat : Kamis. 5-9 Juli 2012 : 09.

psikis. dan spiritual. sosial. Makanan sehat (healthy eating). kemampuan dan tingkah laku. 3. Pada dasarnya sekolah sehat adalah sekolah yang menyadari pentingnya pembangunan kesehatan di bidang promotif dan preventif. bukan hanya di bidang kuratif. Sehat itu sendiri mencakup 4 aspek yaitu sehat secara fisik. Sekolah sehat selalu membangun kesehatan siswa baik jasmani maupun rohani. Jika suatu sekolah telah melaksanakan 5 kriteria sekolah sehat tersebut di atas secara integratif dan berkesinambungan maka bisa . Program lingkungan sekolah sehat dan aman (safe and healthy environment). 4. Sekolah sehat menyadari sangat pentingnya kesehatan siswa dalam membantu mereka mencapai prestasi maksimal dan untuk meningkatkan standar kehidupan mereka. melalui pemahaman. Sekolah sehat mengedepankan pencegahan dan promosi kesehatan sehingga lebih utama mencegah sakit daripada menunggu sakit.40 bersih dan sehat. disusun kriteria utama dari sekolah sehat. Pendidikan mental (emotional health and well being) serta 5. Untuk itu. yaitu adanya : 1. 2. Pendidikan olahraga (physical activity). sehingga siswa bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk kesehatan mereka secara mandiri. Program pendidikan dan pelayanan kesehatan (health education and treatment).

karena mereka berinteraksi langsung dengan siswa. yang bisa diaplikasikan oleh seluruh komponen sekolah yang nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan orang tua siswa dan masyarakat. Kantin sekolah. konsep sekolah sehat disederhanakan dan diringkas menjadi Trias UKS yaitu pendidikan kesehatan. Program UKS dan sekolah sehat adalah suatu program yang saling melengkapi. Di Indonesia. Guru kelas sebagai ujung tombak pelaksanaan sekolah sehat. keluarga. psikolog. TU sampai dengan cleaning service berperan aktif secara kontinyu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. dan hasil dari program ini akan menjadi bekal anak-anak dalam membangun kesehatan dirinya. Sebaiknya pembangunan kesehatan di sekolah lebih mengedepankan aspek promotif-preventif daripada kuratif. masyarakat. dan negara baik sekarang maupun di masa depan nanti. guru olahraga.41 dikatakan bahwa sekolah tersebut memenuhi standar sekolah sehat secara internasional. perawat sekolah. Sekolah sehat di Indonesia dapat dicapai bila sekolah atau madrasah melaksanakan: . namun lebih kepada suatu sistem untuk menciptakan suatu budaya yang sehat. pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat. Intinya bahwa sekolah sehat tidak melulu pendidikan kesehatan yang formal.

dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. pemahaman. Berdasarkan latar belakang di atas. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui tiga program pokok UKS (Trias UKS). dan perilaku yang mencerminkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk membuat suatu keputusan yang benar dalam menciptakan sekolah sehat . kemampuan. pelayanan kesehatan. Dimana lingkungan sekolah yang tertata baik dan bersih akan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif yang nantinya akan meningkatkan prestasi belajar. serta 2. maka pelatihan mengenai sekolah sehat kepada guru sekolah penting untuk dilaksanakan sehingga tercipta pendidik yang berkompeten mengenai sekolah sehat yang nantinya akan membentuk peserta didik yang sehat jasmani. Melaksanakan upaya-upaya peningkatan melalui program pendidikan jasmani. pendidikan kesehatan. rohani. bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. 2) Tujuan a) Umum: Membekali guru dengan pengetahuan.42 1.

Fausiah dan Wiyasih W Eka P. maupun SMA sederajat. Ismi Irfiyanti. Rachmadani Hamid. Indah Mustika Sari. 4) Sasaran Perwakilan masing-masing dua guru dari tiap sekolah baik tingkat SD. yang dianggap mampu oleh sekolah di masing-masing kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Jeneponto.43 b) Khusus: 1. Firdasari Bustamin. 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Lukman Hakim : Aditya Tarupay : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Amelia Virshany Latif. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah di masing-masing kelurahan dan kecamatan dalam mewujudkan sekolah sehat di Kabupaten Jeneponto. . 3. SMP. 2. Memberikan motivasi kepada guru agar menjadikan sekolah mereka menjadi sekolah sehat. Memberikan pelatihan kepada guru untuk menjadi kader di sekolah agar dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan sekolah sehat di Kabupaten Jeneponto.

00 e. kualitas sumber daya manusia masing-masing siswanya juga dibutuhkan.00 WITA-selesai : Aula Kantor Kecamatan Binamu . Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu. Selain dari segi guru yang berkualitas dalam memilih sekolah yang berkualitas. 7) Susunan Acara: 13.44 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat 6) Sumber Dana Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masingmasing posko kelurahan di Kecamatan Binamu. : Jumat/29 Juni 2012 : 13. Oleh karena itu.00-13. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP/Sederajat 1) Latar Belakang Sekolah merupakan salah satu tempat umum yang sangat penting. akan diadakan lomba yang melatih kecerdasan dan ketangkasan siswa dalam hal memahami kesehatan lingkungan.

Ismi Irfiyanti. Firdasari Bustamin. b) Khusus: Melatih sportivitas dan ketangkasan siswa-siswi SMP/sederajat dalam mengikuti lomba dan memacu semangat belajar dalam mengenal dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Wiyasih W Eka P : Aditya dan Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Amelia Virshany Latif. 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul : Senin/16 Juli 2012 : 08.45 2) Tujuan a) Umum: Meningkatkan dan mengasah pengetahuan siswa-siswi SMP/sederajat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan. Indah Mustika Sari. Rachmadani Hamid. dan Fausiah 4) Sasaran Sekolah Menengah Pertama/sederajat yang ada di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.30 WITA-selesai .

46 Tempat 6) Sumber Dana : Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Binamu Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masingmasing Posko kelurahan di Kecamatan Binamu.10.00-17.30 Pembukaan oleh protokol Laporan ketua panitia Sambutan dari Sekda Jeneponto Lomba Cerdas Cermat Pengumuman pemenang lomba Pembagian tropi f.00-17.10-10.25-10. 7) Susunan Acara: 10. Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Tingkat SMA/Sederajat 1) Latar Belakang Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia). Kesehatan lingkungan merupakan ilmu yang dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masayarakat dan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup seperti berbagai spesies .00 16.10 10.00-15.40 13.25 10.00.00 17.

Belum optimalnya sanitasi di Indonesia ini ditandai dengan masih tingginya angka kejadian penyakit infeksi dan menular di masyarakat. kesehatan lingkungan di Indonesia masih memprihatinkan. Salah satu strategi pembagunan kesehatan Nasional untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010 adalah menerapkan Pembangunan Nasional berwawasan kesehatan yang berarti setiap upaya program pembangunan harus mempunyai kontribusi positif terhadap terbentuknya lingkungan sehat dan prilaku yang sehat. pembuangan sampah. kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh terpadu dan berkesinambungan (Depkes. yang menmbulkan ancaman. pembuangan kotoran/ tinja. Permasalahan dalam kesehatan lingkungan antara lain : air bersih.47 kehidupan. serta bagaimana mencari upaya-upaya pencegahannya (UFA. makanan dan minuman. . zat atau kekuatan di sekitar manusia. preventif. Masalah kesehatan lingkungan merupakan masalah yang kompleks yang untuk mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sektor terkait. atau berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. bahan. 2005). kesehatan pemukiman. 1991). Sebagai acuan pembangunan kesehatan mengacu kepada konsep “paradigma sehat” yaitu pembangunan kesehatan yang memberikan prioritas yang utama pada pelayanan promotif.

se-Kecamatan Binamu. 2) Tujuan a) Umum: Mengukur pengetahuan dan kreatifitas siswa terhadap materi yang telah disampaikan sehingga kita yakin bahwa isi dari materi telah dapat dimengerti sepenuhnya oleh para peserta kelompok. b) Khusus: Meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan lingkungan. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan pengetahuan siswa di sekolah tersebut tentang kesehatan lingkungan. meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya kesehatan . menggunakan obat terlarang dan sebagainya yang dapat berpotensi menjadi penyebab menurunnya kesehatan. Kabupaten Jeneponto.48 Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan. kematian. dari penyakit menular dan penyakit tidak menular termasuk penyakit yang dapat dicegah salah satunya dengan upaya promotif yaitu pemberian penyuluhan dan berbagai aksi lain termasuk pembagian poster. Sehingga dalam KKN-PK Unhas Angkatan 41 ini kami akan melakukan lomba poster sekolah menengah atas. leaflet dan brosur yang berhubungan dengan kesehatan dan membatasi maupun menghilangkan berbagai kegiatan seperti merokok. kecacatan.

dan Fausiah 4) Sasaran Perwakilan dari masing-masing SMA/sederajat yang berada di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Ismi Irfiyanti. Wiyasih W Eka P. Firdasari Bustamin. 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat 6) Sumber Dana Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masingmasing posko kelurahan di Kecamatan Binamu.49 lingkungan dan meningkatkan kreativitas siswa dalam kaitannya dengan kesehatan lingkungan 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Indah Mustikasari : Aditya dan Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Amelia Virshany Latif. : Senin/16 Juli 2012 : 10.00 WITA-selesai : Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto . Rachmadani Hamid.

00. Begitupun dengan siswa.40 10.00 16. kebersihan juga menjadi salah satu hal yang penting untuk dijadikan sandaran dalam memilih sekolah.10 10.10. Lomba Sekolah Sehat 1) Latar Belakang Sekolah merupakan salah satu tempat umum yang sangat penting. Suasana yang bersih dan sehat akan membuat para siswa merasakan kenyamanan dalam belajar.30 Pembukaan oleh protokol Laporan ketua panitia Sambutan dari Sekda Jeneponto Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Pengumuman pemenang lomba Pembagian tropi g.00-17.50 7) Susunan Acara: 10. Unsur-unsur yang penting dalam sebuh sekolah sehat adalah tersedianya jamban yang bersih.00-17.25 10.10-10. terdapat sumber air yang bisa digunakan oleh guru dan siswa di sekolah tersebut. Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu.25-10. Oleh karena itu akan diadakan lomba sekolah sehat. .40-12. Selain dari segi guru yang berkualitas dalam memilih sekolah yang berkualitas. lingkungan sekolah dan ruang kelas yang bersih. Kesehatan sangat penting bagi semua kalangan.00 17.

Indah Mustikasari. Rachmadani Hamid.00 WITA-selesai : Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto . dan Amelia Virshany Latif 4) Sasaran Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Jeneponto 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat : Sabtu-Minggu/15-16 Juli 2012 : 10.51 2) Tujuan a) Umum: Menilai aspek kesehatan dan lingkungan di sekolah dasar b) Khusus: Menilai pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada guru dan siswa sekolah dan memacu setiap sekolah sehat untuk selalu bersih dan sehat 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Fausiah : Aditya dan Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Wiyasih W Eka P. Firdasari Bustamin. Ismi Irfiyanti.

serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh.00 16.00-17. membangun dan memelihara jaringan tubuh. baik dan lebih.52 6) Sumber Dana Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masing-masing Posko kelurahan di Kecamatan Binamu. sekarang kata gizi mempunyai pengertian lebih luas.00-17. kemampuan Pembukaan oleh protokol Laporan ketua panitia Sambutan dari Sekda Jeneponto Lomba Sekolah Sehat Pengumuman pemenang lomba Pembagian tropi . di samping untuk kesehatan.40 10.25-10. kurang.30 h.00 17.10. 7) Susunan Acara: 10. yaitu untuk menyediakan energi. karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak.10 10. Dibedakan antara status gizi buruk. Tetapi.25 10. Screening Gizi 1) Latar Belakang Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.10-10. Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh.00.40-12. gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang.

Status gizi ini menjadi penting karena merupakan salah satu faktor resiko untuk terjadinya kesakitan dan kematian. kami memprogramkan untuk melakukan screening gizi pada balita di Kelurahan Empoang Utara.53 belajar. Masalah gizi pada balita sendiri disebabkan karena banyak faktor. Hal terpenting dalam kehidupan manusia adalah meningkatkan perhatian terhadap kesehatan guna mencegah terjadinya malnutrisi dan resiko untuk menjadi kurang gizi. penyebab langsung seperti tingkat asupan zat gizi serta penyakit infeksi yang dialami oleh balita. ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu. khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia berkualitas. 2) Tujuan a) Umum: Mendeteksi status gizi bayi dan balita di Kelurahan Empoang Utara Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Tahun 2012. Status gizi yang baik pada seseorang akan berkontribusi terhadap kesehatannya dan juga kemampuan terhadap proses pemulihan. Sedangkan faktor tidak langsung yaitu. faktor gizi di samping faktor-faktor lain dianggap penting untuk memacu pembangunan. pola asuh. . di Indonesia yang sekarang sedang membangun. dan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu. dan produktivitas kerja.

5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat : Bulan Juli 2012 : 09. Rachmadani Hamid. Fausiah.00 WITA-selesai : Seluruh posyandu di Kelurahan Empoang Utara . Indah Mustikasari.54 b) Khusus: Menilai pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada guru dan siswa sekolah dan memacu setiap sekolah sehat untuk selalu bersih dan sehat 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Ismi Irfiyanti : Aditya dan Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. dan Amelia Virshany Latif 4) Sasaran Bayi dan Balita Kelurahan Empoang Utara Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Tahun 2012. Wiyasih W Eka P. Firdasari Bustamin.

Protein yang terdapat di lensa mengalami degenerasi disebabkan karena bertambahnya umur. Screening Katarak 1) Latar Belakang Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Berbeda dengan di negara China. Maka dari itu bisa dikatakan bahwa pola makan berperan penting dalam degenerasi protein di lensa. Protein menjadi lebih kental sehingga menyebabkan lensa berwarna keruh. i.55 6) Sumber Dana Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masingmasing Posko kelurahan di Kecamatan Binamu. PERDAMI membuat tim untuk memberantas katarak di Indonesia dengan menginput data-data warga Indonesia yang mengalami katarak dan kemudian menyelenggarakan operasi katartak gratis yang dibatu oleh dokter-dokter ahli mata se-Indonesia. Dan ini yang menyebabkan paenderita katarak menjadi rabun bahkan mengalami kebutaan. Penderita katarak biasa dialami oleh lansia diatas 45 tahun. lansia yang berumur diatas 45 tahun sangat sedikit yang mengalami katarak. Katarak disebabkan karena degenarasi dari lensa. Itu sebabnya cahaya yang akan masuk ke retina terhalang oleh lensa yang keruh. . Oleh karena itu.

dan Rachmadani Hamid 4) Sasaran Masyarakat Kelurahan Empoang Utara yang berumur lebih dari 45 tahun 5) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat : 26 Juni-26 Juli 2012 : 08.selesai : Kelurahan Empoang Utara . Firdasari Bustamin. Mendata penderita katarak 4. Ismi Irfiyanti. Amelia Virshany Latif. Membantu mengurangi penderita katarak 3) Penanggung Jawab Penanggung Jawab Kegiatan Perlengkapan Dokumentasi Anggota : Indah Mustikasari : Aditya dan Lukman Hakim : Sri Rati : Nur Ilma Hidayat. Wiyasih W Eka P. Fausiah.56 2) Tujuan a) Umum: Mendeteksi masyarakat yang berpotensi menderita katarak sejak dini b) Khusus: 1.00 WITA . Membantu kegiatan PERDAMI 3.

sedangkan pengambilan data primer yang digunakan. Kegiatan pendataan melalui dua cara yaitu pengambilan data sekunder di kantor kepala desa (berupa data geografi. untuk keperluan screening katarak dilakukan di masing-masing lingkungan dengan menyurati setiap kepala lingkungan dan mengumumkannya di masjid. Kabupaten Jeneponto. tokoh masyarakat/agama serta kerjasama tim anggota mahasiswa KKN Profesi kesehatan di Kelurahan Empoang Utara Kecamatan Binamu. . Pelaksanaan Program Kerja Adapun dari program kerja yang telah dibuat.57 6) Sumber Dana Dana untuk membiayai pelaksanaan program kerja ini berasal dari dana swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan Ke-41 Unhas dari masingmasing Posko kelurahan di Kecamatan Binamu. Puskesmas Bontosunggu Kota (berupa data status kesehatan). dan keadaan sosial ekonomi/budaya). Selanjutnya dilakukan secara langsung di setiap rumah yang memiliki kepala keluarga dengan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disediakan oleh peserta KKN-PK dan melalui observasi. Dilaksanakan mulai tanggal 26 Juni-26 Juli. D. bidan di pustu dan Ketua Kader di Kelurahan Empoang Utara berupa data screening gizi bayi dan balita. data demografi. kegiatannya dilaksanakan dengan mendapat dukungan dan partisipasi dari seluruh warga kelurahan Empoang Utara utamanya aparat kelurahan.

. diketahui bahwa terdapat 68. Intervensi Non Fisik a. Setelah dilakukan post-test masih didapatkan siswa berpengetahuan rendah karena masih terdapat siswa yang kurang memperhatikan dan bermainmain saat penyuluhan dilakukan sehingga pesan dan informasi yang disampaikan tidak tersampaikan secara efektif.4%. setelah dilakukan post-test.6% siswa SDI No. 2012 Berdasarkan tabel 6 di atas. Penyuluhan Sanitasi Lingkungan 1) Hasil Tabel 6 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Sanitasi pada Pre-Test dan Post-Test di SDI No. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 24 32 68. Empoang Utara Kec.6 35 35 100 100 Sumber: Data Primer.6 91. Binamu Kab.172 Pattallassang Kel.172 Pattallassang yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai sanitasi meningkat menjadi 91.4 11 3 31. sebagai berikut: 1.58 Adapun hasil pendataannya kemudian diinput dan dianalisis sebagai bahan kajian untuk penilaian desa/kelurahan sehat.6% setelah dilakukan post-test.4 8.4% juga mengalami penurunan menjadi 8. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 31.

Empoang Utara Kec. Binamu Kab. Peningkatan tingkat pengetahuan menjadi 100% karena kondisi dan suasana penyuluhan yang kondisif sehingga penyampaian informasi dan pesan dapat diterima secara efektif oleh siswa. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari . 2012 Berdasarkan tabel 7 di atas.59 Tabel 7 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Sanitasi pada Pre-Test dan Post-Test di SDN No. 2) Evaluasi a) SDI No.7 0 24 24 100 100 Sumber: Data Primer.3% siswa SDN No.7% juga mengalami penurunan menjadi 0% setelah dilakukan post-test.86 Parappa Kel.172 Pattallassang Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 16. Tingkat pengetahuan yang tinggi maupun rendah mengalami perubahan sebesar 22. diketahui bahwa terdapat 83. setelah dilakukan post-test.8%.86 Parappa yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai sanitasi meningkat menjadi 100%.3 100 4 0 16. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 20 24 83.

172 Pattallassang Kel.172 Pattallassang yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut meningkat menjadi 75%.86 Parappa Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari pihak pemerintah setempat. setelah . khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid. Empoang Utara Kec. Binamu Kab. diketahui bahwa terdapat 25% siswa SDI No. b) SDN No. b. Tingkat pengetahuan yang tinggi mengalami peningkatan menjadi 100% sedangkan tingkat pengetahuan rendah meneurun 0%. khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid. 2012 Berdasarkan tabel 8 di atas.60 pihak pemerintah setempat. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut 1) Hasil Tabel 8 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pre-Test dan Post-Test di SDI No. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 4 12 25 75 12 4 75 25 16 16 100 100 Sumber: Data Primer.

2012 Berdasarkan tabel 9 di atas. diketahui bahwa terdapat 86.7% siswa SDN No.86 Parappa yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai sanitasi meningkat menjadi 100%. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 13. Empoang Utara Kec. Peningkatan tingkat pengetahuan menjadi 100% karena kondisi dan suasana penyuluhan yang kondisif sehingga penyampaian informasi dan pesan dapat diterima secara efektif oleh siswa.3 0 15 15 100 100 Sumber: Data Primer. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 13 15 86.86 Parappa Kel. Tabel 9 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pre-Test dan Post-Test di SDN No. Setelah dilakukan post-test masih didapatkan siswa berpengetahuan rendah karena masih terdapat siswa yang kurang memperhatikan dan bermain-main saat penyuluhan dilakukan sehingga pesan dan informasi yang disampaikan tidak tersampaikan secara efektif. . setelah dilakukan post-test.61 dilakukan post-test.7 100 2 0 13.3% juga mengalami penurunan menjadi 0% setelah dilakukan post-test. Binamu Kab. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 75% juga mengalami penurunan menjadi 25% setelah dilakukan posttest.

khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid.172 Pattallassang Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. b) SDN No. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari pihak pemerintah setempat. khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid. Tingkat pengetahuan yang tinggi maupun rendah mengalami perubahan sebesar 75%. Tingkat pengetahuan yang tinggi mengalami peningkatan menjadi 100% sedangkan tingkat pengetahuan rendah meneurun hingga 0%.62 2) Evaluasi a) SDI No.86 Parappa Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari pihak pemerintah setempat. .

63

c. Penyuluhan Cuci Tangan yang Asebsis 1) Hasil Tabel 10 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Cuci Tangan Asebsis pada Pre-Test dan Post-Test di SDI No.172 Pattallassang Kel. Empoang Utara Kec. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 12 14 60 70 8 6 40 30 20 20 100 100

Sumber: Data Primer, 2012 Berdasarkan tabel 10 di atas, diketahui bahwa terdapat 60% siswa SDI No.172 Pattallassang yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut meningkat menjadi 70% setelah dilakukan post-test. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 40% juga mengalami penurunan menjadi 30% setelah dilakukan posttest. Setelah dilakukan post-test masih didapatkan siswa berpengetahuan rendah karena masih terdapat siswa yang kurang memperhatikan dan bermain-main saat penyuluhan dilakukan sehingga pesan dan informasi yang disampaikan tidak tersampaikan secara efektif.

64

Tabel 11 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Cuci Tangan Asebsis pada Pre-Test dan Post-Test di SDN No.86 Parappa Kel. Empoang Utara Kec. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 11 19 57,9 100 8 0 42,1 0 19 19 100 100

Sumber: Data Primer, 2012 Berdasarkan tabel 11 di atas, diketahui bahwa terdapat 57,9% siswa SDN No.86 Parappa yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai sanitasi meningkat menjadi 100%, setelah dilakukan post-test. Siswa yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 42,1% juga mengalami penurunan menjadi 0% setelah dilakukan post-test. Peningkatan tingkat pengetahuan menjadi 100% karena kondisi dan suasana penyuluhan yang kondisif sehingga penyampaian informasi dan pesan dapat diterima secara efektif oleh siswa. 2) Evaluasi a) SDI No.172 Pattallassang Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Tingkat pengetahuan yang tinggi maupun rendah mengalami perubahan sebesar 70%. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari

65

pihak pemerintah setempat, khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid. b) SDN No.86 Parappa Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Tingkat pengetahuan yang tinggi mengalami peningkatan menjadi 100% sedangkan tingkat pengetahuan rendah meneurun 0%. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan kami mendapatkan dukungan dan partisipasi dari pihak pemerintah setempat, khususnya oleh pihak sekolah utamanya para guru dan murid. d. Penyuluhan Pemberdayaan Posyandu 1) Hasil Tabel 12 Distribusi Frekuensi Perbandingan Tingkat Pengetahuan mengenai Pentingnya Posyandu pada Pre-Test dan Post-Test Penyuluhan Pemberdayaan Posyandu di Kel. Empoang Utara Kec. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 Tinggi Rendah Total Jenis Test n % n % n % Pre Post 12 16 75,0 100,0 4 0 25,0 0,0 16 16 100 100

Sumber: Data Primer, 2012 Berdasarkan tabel 12 di atas, diketahui bahwa terdapat 75% ibu (yang memiliki bayi atau balita) yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai pentingnya posyandu meningkat menjadi 100%, setelah

Tanggal 11 Juli diadakan di SDI No. Pencapaian tingkat keberhasilan ini dikarenakan ibu-ibu yang dating sangat antusias memperhatikan materi penyuluhan yang diberikan serta dukungan dari para kader di 5 posyandu kelurahan Empoang Utara.66 dilakukan post-test. Setelah dilakukan post-test sudah tidak didapatkan lagi ibu yang memiliki pengetahuan rendah sehingga penyuluhan ini kemudian dikatakan efektif dalam memperbaiki pengetahuan ibu tentang pentingnya posyandu. 86 Parappa yang juga diikuti oleh siswa kelas 4 dan kelas 6. 2. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kerja bakti dalam pemeliharaan / revitalisasi jamban. 172 Pattallassang yang diikuti oleh siswa kelas 4 dan kelas 6. Revitalisasi Jamban 1) Hasil Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 13 Juli 2012 pada dua sekolah di kelurahan Empoang Utara. Intervensi Fisik a. Adapun tujuan . 2) Evaluasi Kegiatan ini berhasil dengan baik karena tingkat pencapaian dari 100% sesuai dengan hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan. Tingkat pengetahuan yang tinggi maupun rendah mengalami perubahan sebesar 25%. Pada tanggal 13 Juli diadakan di SDN No. Ibu yang tingkat pengetahuannya rendah sebesar 25% juga mengalami penurunan menjadi 0% setelah dilakukan post-test.

172 Patalassang yang diikuti oleh 35 siswa dari kelas IV dan V. Dan juga membiasakan siswa SD untuk menggunakan jamban yang telah disediakan oleh pihak sekolahnya masing-masing. Dengan demikian siswa dapat melaksanakan prinsip hidup sehat dengan menjaga sanitasi lingkungan. Pada tanggal 13 Juli 2012 dilaksanakan di SDN No. b. Pelatihan Peningkatan Pengetahuan/Kemampuan Siswa tentang Sanitasi Lingkungan dan Penyakit Berbasis Lingkungan 1) Hasil Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 13 Juli 2012 pada dua sekolah di Kelurahan Empoang Utara.67 dari kegiatan ini adalah untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat hidup yang sehat dalam hal ini penggunaan jamban. 2) Evaluasi Kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan dan tanpa kendala dalam pelaksanaannya karena mendapatkan dukungan dan partisipasi oleh pihak dari masing-masing sekolah. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah siswa memiliki pengetahuan mengenai jenis jentik . Tanggal 11 Juli 2012 diadakan di SDI No. 86 Parappa yang diikuti oleh 24 siswa dari kelas IV dan V. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk praktik identifikasi jentik nyamuk dimana sehari sebelumnya setiap siswa diinformasikan untuk membawa jentik nyamuk di sekitar lingkungannya.

68 nyamuk sehingga dapat mencegah munculnya lebih banyak jentik nyamuk di lingkungan mereka. c. Selain di sekolah. baik itu masyarakat yang datang berkunjung ke kantor . terpasang masing-masing satu papan wicara yang bertema kesehatan lingkungan dengan ukuran 75x50 cm untuk setiap papan wicara. Alasan penambahan di kantor kelurahan adalah selain memperindah kantor tersebut. kami tambahkan satu papan wicara di Kantor Kelurahan Empoang Utara dengan tema yang sama yaitu kesehatan lingkungan. Kegiatan pembuatan papan wicara tentang kesehatan lingkungan terlaksana dengan baik. juga untuk menyampaikan pesan yang ada di papan wicara tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian siswa dapat melaksanakan prinsip hidup sehat dengan menjaga sanitasi lingkungan. 50% siswa tersebut telah membawa jentik nyamuk dan dapat diidentifikasi jentik nyamuk tersebut. 2) Evaluasi Kegiatan ini berjalan sesuai dengan harapan yaitu terlaksananya praktik identifikasi jentik nyamuk sesuai target yang ditetapkan sebesar 50% dari siswa yang mengikuti program kerja sebelumnya yakni penyuluhan sanitasi lingkungan. Dari dua sekolah yang ada di Kelurahan Empoang Utara. Pembuatan Papan Wicara tentang Kesehatan Lingkungan 1) Hasil Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-17 Juli 2012.

Selanjutnya pembentukan lima kelompok untuk dapat menjawab pertanyaan tadi. Teknis pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pemberian beberapa materi oleh pemateri dan beberapa pertanyaan. Pemaparan jawaban diwakili oleh perwakilan masing-masing kelompok yang sebelumnya menyanyi slogan kelompok mereka.0015.30 WITA di Aula Kantor Kecamatan Binamu. Setelah . Peningkatan Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Sehat 1) Hasil Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2012 pukul 13.69 Kelurahan Empoang Utara maupun masyarakat yang lewat di depan kantor kelurahan. Kegiatan ini diikuti oleh masing-masing perwakilan guru dari setiap sekolah di Kecamatan Binamu. d. Harapan kami untuk keberlanjutan program ini adalah masyarakat mampu secara swadaya untuk pengadaan papan wicara di tempat umum dengan melihat/memperhatikan contoh papan wicara yang telah kami buat. Kemudian peserta diberikan waktu untuk berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing mengenai pertanyaan tersebut. 2) Evaluasi Kegiatan pembuatan papan wicara di sekolah dan kantor kelurahan ini berlangsung dengan baik tidak terlepas dari sambutan yang sangat antusias dari pimpinan instansi tempat pemasangan papan wicara tersebut.

pada pukul 10. dan gelombang ketiga diisi oleh empat grup. Pelaksanaan lomba cerdas cermat di tingkat Kecamatan Binamu dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2012. Gelombang pertama diisi oleh tiga group. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP/Sederajat 1) Hasil Cerdas Cermat dilakukan di dua tingkat yaitu tingkat Kecamatan Binamu dan tingkat Kabupaten Jeneponto. Pelaksanaan dilakukan dengan membagi tiga gelombang. Teknis perlombaan yang dilaksanakan adalah peserta diberi pertanyaan wajib sebanyak lima nomor dan pertanyaan rebutan sebanyak 15 nomor. e. gelombang kedua berisi tiga group. Namun selanjutnya. Hal ini disebabkan karena kesiapan dari panitia seksi perlengkapan dan keterlambatan kehadiran para peserta pelatihan. Dari hasil babak .70 pemaparan jawaban akan kembali didiskusikan dengan seluruh kelompok dan pemateri. kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Grup pemenang ditiap-tiap gelombang akan diperlombakan kembali dibabak final. Masing-masing group diwakili oleh 3 orang siswa/siswi.00 WITA di gedung MTsN Binamu. Sehingga diperoleh kesimpulan dari pertanyaan tersebut.00 -12. 2) Evaluasi Pelaksanaan kegiatan pada awalnya tidak tepat pada waktu yang telah ditentukan yang baru dapat dimulai pada pukul 14. Lomba cerdas cermat ini diikuti oleh 10 group di seluruh sekolah di Kecamatan Binamu.00.

Peserta diberi 10 pertanyaan wajib dan 10 pertanyaan rebutan. 2) Evaluasi Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan teratur. Tetapi panitia dan penanggung jawab kegiatan ini dapat mengatasinya dan perlombaan pun dapat berjalan dengan lancar. Namun ada sedikit kendala pada saat perlombaan di tingkat Kecamatan Binamu yaitu tidak tersedianya beel yang akan digunakan di babak rebutan. Pemenang dari tiga besar lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten ini dimenangkan juara satu oleh SMPN 4 Binamu. Pelaksanaan perlombaan ini yaitu tiap grup langsung diperlombakan disatu gelombang.71 final didapatkan juara satu oleh SMPN 4 Binamu. juara dua SMPN 6 Tamalatea. Hal ini dikarenakan rusaknya beel pada saat lomba akan diadakan. dan juara tiga oleh SMPN 2 Bangkala Barat. Tiga tertinggi ini kemudian akan diperlombakan dibabak final. Pelaksanaan lomba cerdas cermat di tingkat Kabupaten Jeneponto dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 di Gedung Dharma Wanita. Hasil perlombaan ini diambil 3 tertinggi dari jumlah score. Pemenang Cerdas cermat tingkat Kecamatan Binamu ini yaitu SMPN 4 Binamu akan di perlombakan lagi di tingkat Kabupaten Jeneponto beserta pemenangpemenang dimasing-masing tingkat Kecamatan. Perlombaan di tingkat Kabupaten ini diikuti oleh 7 grup pemenang di tingkat Kecamatan. dan juara tiga oleh SMPN 1 Binamu. juara dua oleh SMPN 6 Binamu. .

72 f. Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Tingkat SMA Sederajat 1) Hasil Lomba poster dilaksanakan hanya di tingkat Kabupaten Jeneponto. dimana pemenangnya dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh juri dan panitia pelaksana. dan SMA Khusus sebagai juara ketiga. SMKN 4 Kalimporo sebagai juara kedua.00 WITA. Pelaksanaan Lomba Poster di Tingkat Kabupaten Jeneponto dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 di Gedung Dharma Wanita Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Pada kertas manila juga diharuskan terdapat stempel dari kecamatan yang juga merupakan prasyarat untuk mengikuti lomba ini. Lomba poster ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari 23 SMA sederajat se-kabupaten Jeneponto. pada pukul 14. Adapun teknis pelaksanaannya yaitu setiap peserta atau sekolah mengirirmkan satu lembar poster yang dibuat pada kertas manila yang digambar tangan menggunakan alat menggambar sesuai dengan keinginan masing-masing peserta dengan tema “Kesehatan Lingkungan” yang bersifat umum. Lomba poster ini memiliki tiga orang juri yang masing-masing dipilih dari Kantor Dinas Kesehatan. . Adapun pemenangnya adalah SMAN 1 Tamalatea sebagai juara pertama.

00 -15. Penilaian dilakukan selama satu hari oleh para juri yang terdiri dari tiga orang mahasiswa KKN-PK Angkatan 41 Unhas. Lomba ini diikuti oleh 13 perwakilan sekolah di Kecamatan Binamu. akibatnya perhatian pengunjung dan peserta tidak fokus pada lomba poster ini. terlihat kurang efektif.00 WITA di masing-masing sekolah perwakilan setiap kelurahan di Kecamatan Binamu. Pada hari pelaksanaannya pun. Lomba Sekolah Sehat 1) Hasil Lomba Sekolah Sehat dilakukan di dua tingkat yaitu tingkat Kecamatan Binamu dan tingkat Kabupaten Jeneponto. disebabkan karena tidak semua posko mempunyai SMA. oleh karena pelaksanaan lomba poster dilakukan bersamaan dengan lomba-lomba yang lain dan berada dalam satu ruangan. sehingga beberapa posko harus mengambil atau menghandle SMA yang dari posko lain. g. Teknis perlombaan yang dilaksanakan adalah setiap sekolah perwakilan akan dinilai untuk dapat mewakili Kecamatan Binamu di tingkat Kabupaten Jeneponto. Pelaksanaan lomba cerdas cermat di tingkat Kecamatan Binamu dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2012. Pemenang dari tingkat Kecamatan Binamu kemudian akan mewakili kecamatan di tingkat kabupaten. pada pukul 10. Sekolah yang menjadi wakil .73 2) Evaluasi Pelaksanaan lomba poster ini kurang efektif.

Tiga tertinggi ini kemudian akan dipilih video dan sekolah yang memenuhi indikator sekolah sehat.74 kecamatan. Hasil perlombaan ini diambil 3 tertinggi dari jumlah nilai. juara kedua oleh SDN 129 Togo-togo (Batang). Jeda waktu antara perlombaan tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten yang tidak ada sehingga perlombaan terkesan terburu-buru dan kurang efektif dalam penilaian di tingkat kecamatan. juara ketiga oleh MIN 2 Pattiro (Bangkala Barat). Pemenang dari tiga besar lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten ini dimenangkan juara pertama oleh SDN 44 Bantaulu Sapanang (Binamu). Perlombaan di tingkat Kabupaten ini diikuti oleh 7 sekolah pemenang di tingkat Kecamatan. selanjutnya diharuskan membuat video berdurasi tujuh menit mengenai setiap indikator sekolah sehat. Video ini yang akan dilombakan di tingkat kabupaten. Penilaian dilakukan berdasarkan video yang dibuat oleh masing-masing sekolah. Pelaksanaan perlombaan ini yaitu setiap sekolah langsung diperlombakan disatu gelombang. Pelaksanaan lomba sekolah sehat di tingkat Kabupaten Jeneponto dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2012 di Gedung Dharma Wanita. 2) Evaluasi Pelaksanaan lomba di tingkat kecamatan yang sangat sedikit untuk sekolah di masing-masing kelurahan agar dapat mempersiapkan sekolahnya mengikuti lomba. Sekolah-sekolah yang diwakili setiap kelurahan terkadang .

0 11. h. di lima posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara.0 3 5 3 1 2 14 0 0 0 0 0 0 . Binamu Kab.0 16. Jeneponto Bulan Juni-Juli Tahun 2012 Screening Bayi Status Gizi No. Nama Posyandu n % GK GBR 1 2 3 4 5 Nuri Ketilang Merpati Kasuari Garuda Total Sumber: Data Primer.0 100. 2012 Berdasarkan tabel 13 hasil screening status gizi jumlah bayi yang kami screening adalah 58 bayi yang sebagian besar besar berasal dari posyandu nuri yaitu 29 bayi atau sama dengan 50% dari jumlah keseluruhan bayi 29 12 9 6 2 58 50.0 3.75 dipilih karena dilihat kesiapannya lebih baik dibandingkan dengan sekolah lain. kami bekerja sama dengan petugas gizi puskesmas dan kader posyandu demi terkoordinasinya kegiatan screening dengan baik.0 20. Screening Gizi Kegiatan screening status gizi bayi dan balita ini dilaksanakan bersamaan dengan jadwal posyandu. Pada kegiatan ini. 1) Hasil Tabel 13 Screening Gizi dan Status Gizi Bayi di Lima Posyandu Kelurahan Empoang Utara Kec.

31 27 58 53. Sedangkan jumlah bayi paling sedikit yaitu berasal dari posyandu garuda sebanyak 2 bayi atau sama dengan 3% dari jumlah keseluruhan bayi yang berada di Kelurahan Empoang Utara. Empoang Utara Kec.6 100. Tabel 14 Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Jenis Kelamin di Lima Posyandu Kel. Jeneponto Tahun 2012 No.76 yang berada di Kelurahan Empoang Utara. Binamu Kab.4 46. 2012 Berdasarkan tabel 14 diatas dapat diketahui dari lim posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara terdapat 31 bayi laki-laki dan 27 bayi perempuan yang berhasil kami data saat hari posyandu. Jenis Kelamin n % 1 2 Laki-Laki Perempuan Total Sumber: Data Primer. Adapun status gizi dari bayi di Kelurahan Empoang Utara ini diperoleh sebanyak 14 bayi yang berada pada status gizi kurang.0 .

2012 Berdasarkan tabel 15 diatas dapat diketahui dari lima posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara terdapat rentang umur 0-3 bulan sebanyak 4 bayi. Umur (Bulan) n % 1 2 3 0-3 4-7 8-<12 Total Sumber: Data Primer.0 100. umur 4-7 bulan sebanyak 25 bayi dan umur 8-<12 bulan sebanyak 29 bayi yang datang ke posyandu. Empoang Utara Kec.77 Tabel 15 Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Umur di Lima Posyandu Kel.1 50. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 No.0 .9 43. 4 25 29 58 6.

0 .6 31. Berat Badan (kg) 3 4 5 6 7 8 9 n 1 1 4 16 18 10 8 58 % 1.8 100.3 13.0 17. 2012 Berdasarkan tabel 16 diatas dapat diketahui bahwa dari lima posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara ada 18 bayi dengan berat 7 kg dan 1 bayi dengan berat badan 3 dan 4 kg. Empoang Utara Kec.9 27.7 1. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 No.7 6. 1 2 3 4 5 6 7 Total Sumber: Data Primer.78 Tabel 16 Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Berat Badan di Lima Posyandu Kel.

Jeneponto Bulan Juni-Juli Tahun 2012 Screening Balita Status Gizi No.8 17.8% dari jumlah keseluruhan anak balita yang berada di Kelurahan Empoang Utara.8 24. Binamu Kab. 57 46 32 28 22 185 30. 2012 Berdasarkan tabel 17 diatas dapat diketahui hasil screening status gizi jumlah balita yang kami screening adalah 185 balita yang sebagian besar besar berasal dari posyandu nuri yaitu 57 anak balita atau sama dengan 30. Adapun status gizi dari balita di Kelurahan Empoang Utara ini diperoleh sebanyak 90 anak balita yang berada pada status gizi kurang. Nama Posyandu n % GK GBR 1 2 3 4 5 Nuri Ketilang Merpati Kasuari Garuda Total Sumber: Data Primer.1 11. Sedangkan jumlah balita paling sedikit yaitu berasal dari posyandu garuda sebanyak 12 anak balita atau sama dengan 11.8 100.8% dari jumlah keseluruhan anak balita yang berada di Kelurahan Empoang Utara.0 24 30 23 8 5 90 0 0 0 0 0 0 .79 Tabel 17 Screening Gizi dan Status Gizi Balita di Lima Posyandu Kel Empoang Utara Kec.3 15.

Jenis Kelamin n % 1 2 Laki-laki Perempuan Total Sumber: Data Primer.1 31. Empoang Utara Kec.0 .0 82 103 185 44. Binamu Kab. Umur (Bulan) n % 1 2 3 4 12-23 24-35 36-47 48-59 Total Sumber: Data Primer.80 Tabel 18 Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Jenis Kelamin di Lima Posyandu Kel. 2012 Berdasarkan tabel 19 diatas dapat diketahui dari 5 posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara terdapat 185 balita (12-59 bulan) yang datang 54 59 40 32 185 29.6 100. Jeneponto Tahun 2012 No. 2012 Berdasarkan tabel 18 diatas dapat diketahui dari lima posyandu yang ada di Kelurahan Empoang Utara terdapat 185 balita (12-59 bulan) yang datang dan berhasil kami data saat hari posyandu dengan jumlah balita laki-laki sebanyak 82 balita dan sebanyak 103 balita perempuan.8 17.8 21. Jeneponto Tahun 2012 No. Binamu Kab.3 100. Tabel 19 Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Umur di Lima Posyandu Kel Empoang Utara Kec.4 55.

sebanyak 113 balita dengan berat badan 10-14 kg dan sebanyak 17 balita dengan berat badan 15-19 kg. Tabel 20 Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Berat Badan di Lima Posyandu Kel.2 100. 2) Evaluasi a) Screening Gizi dan Status Gizi Bayi di Lima Posyandu Kelurahan Empoang Utara Bulan Juni-Juli Tahun 2012 Terdapat 104 status gizi kurang bayi dan balita di Kelurahan Empoang Utara. 2012 Berdasarkan tabel 20 diatas dapat diketahui dari 185 balita yang datang ke posyandu untuk menimbang. Empoang Utara Kec. Binamu Kab.81 dan berhasil kami data saat hari posyandu dengan umur balita 24-35 bulan sebanyak 59 balita dan umur 48-59 bulan sebanyak 32 balita.8 61. 55 113 17 185 29.0 9.0 . Berat Badan (kg) n % 1 2 3 5-9 10-14 15-19 Total Sumber: Data Primer. Jeneponto Tahun 2012 No. Untuk diketahui lebih lanjut apakah benar-benar akan menuju ke status gizi buruk maka perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan klinis serta kalau perlu dilakukan uji laboratorium.

d) Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Berat Badan di Lima Posyandu Kel. Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata bayi. . c) Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Umur di Lima Posyandu Kel. Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang berat badan bayi di kelurahan Empoang Utara ini. Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang jenis kelamin bayi di kelurahan Empoang Utara ini. Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang umur bayi di kelurahan Empoang Utara ini.82 b) Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi (<12 Bulan) Berdasarkan Jenis Kelamin di Lima Posyandu Kel. Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata bayi. Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata bayi.

83 e) Screening Gizi dan Status Gizi Balita di Lima Posyandu Kel Empoang Utara Bulan Juni-Juli Tahun 2012 Status gizi kurang yang terdapat pada Kelurahan Empoang Utara ini sebaiknya segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian kasus gizi buruk. Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang jenis kelamin balita di kelurahan Empoang Utara ini. f) Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Jenis Kelamin di Lima Posyandu Kel. Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang umur balita di kelurahan Empoang Utara ini. g) Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Umur di Lima Posyandu Kel Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata balita. Karena status gizi kurang pada balita di kelurahan Empoang Utara ini hampir mencapai 50% dari total keseluruhan balita maka sangat diharapkan perhatian khusus dari pemerintah. . Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata balita.

Empoang Utara Data ini diperoleh dari hasil penimbangan posyandu dan sweeping yang dilakukan oleh kader NICE Project sehingga memudahkan kami untuk mendata balita. i. Penderita suspect katarak sebanyak 7 pasien. Tingkat keberhasilan 50%. . Kami tidak menemukan halangan yang berarti dalam memperoleh data yang valid tentang berat badan balita di kelurahan Empoang Utara ini. Kemudian para kepala lingkungan tersebut memberitahukan kepada warganya bahwa akan dilaksanakan pemiriksaan katarak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan koordinasi dengan masingmasing kepala lingkungan yang berjumlah 6 lingkungan di Kelurahan Empoang Utara. Screening katarak 1) Hasil Screening katarak dilaksanakan pada tanggal 26 Juni-26 juli 2012. Warga dikumpulkan pada suatu tempat (masjid) dan kemudian dilakukan pemeriksaan.84 h) Distribusi Frekuensi Jumlah Balita (12-59 Bulan) Berdasarkan Berat Badan di Lima Posyandu Kel.

0 2 8 1 3 14 14. Jenis Kelamin n % 1 2 Laki-laki Perempuan Total Sumber: Data Primer. Jeneponto Tahun 2012 No.1 21.1% sedangkan paling sedikit yang berumur antara 75-89 tahun sebesar 7.5 100. 2012 Berdasarkan tabel 21 dapat diketahui bahwa jumlah penderita katarak di Kelurahan Empoang Utara yang paling banyak berumur antara 60-74 tahun sebesar 57. 2012 Berdasarkan tabel 22 dapat diketahui bahwa jumlah penderita katarak di Kelurahan Empoang Utara yang paling banyak diderita oleh perempuan sebesar 71.6 71. Umur (Tahun) n % 1 2 3 4 45-59 60-74 75-89 90-104 Total Sumber: Data Primer. Empoang Utara Kec Binamu Kab.85 Tabel 21 Distribusi Frekuensi Jumlah Penderita Katarak Berdasarkan Umur di Kel. Jeneponto Tahun 2012 No. 4 10 14 28.4% sedangkan laki-laki hanya sebesar 28. Binamu Kab.3 57.0 .1%.6%.1 7.4 100. Tabel 22 Distribusi Frekuensi Jumlah Penderita Katarak Berdasarkan Jenis Kelamin di Kel. Empoang Utara Kec.

86

Tabel 23 Distribusi Frekuensi Jumlah Penderita Katarak di Kel. Empoang Utara Kec. Binamu Kab. Jeneponto Tahun 2012 No. Penderita (orang) n % 1 2 Positif Negatif Total Sumber: Data Primer, 2012 Berdasarkan tabel 23 dapat diketahui bahwa jumlah penderita katarak di Kelurahan Empoang Utara yang positif suspect sebesar 50,0%, begitupun dengan yang negatif suspect sebesar 50,0%. 2) Evaluasi Dari target yang telah ditentukan yaitu 14 orang pasien, telah didapatkan 7 orang pasien. Bisa dikatakan kegiatan ini cukup berhasil. Namun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, yaitu kurangnya koordinasi antara kepala lingkungan dengan warganya. E. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Dukungan dari kepala desa dan keluarga yang sangat besar terhadap program-program yang kami laksanakan sehingga program kerja kami dapat berjalan lancar. b. Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi terutama pada pelaksanaan seminar-seminar dan penyuluhan-penyuluhan. 7 7 14 50,0 50,0 100,0

87

c. Partisipasi bidan desa dan kader posyandu, dukungan bidan desa, keterlibatan kader posyandu pada setiap kegiatan sangat banyak membantu khususnya dalam hal mengenal karakter masyarakat serta penerjemah, serta adanya NICE Project yang masih berlangsung sangat membantu dalam hal data screening gizi bayi dan balita. d. Kelengkapan ATK posko, keberadaan 5 unit Komputer yang dilengkapi dengan printer, alat scan serta kamera digital, banyak membantu kelancaran operasional kegiatan. e. Pembagian tugas yang jelas serta tanggungjawab peserta KKN terhadap tugas-tugas yang diberikan, membuat hampir tidak ada masalah yang berarti di lapangan. f. Lokasi Posko yang dekat dengan kantor lurah sebagai pusat kegiatan memudahkan kami dalam melakasanakan program kerja g. Kerja sama yang baik antar anggota posko sehingga semua program kerja dapat terlaksana sesuai dengan harapan 2. Faktor Penghambat a. Masih adanya masyarakat yang kurang mengerti bahasa Indonesia formal dimana masyarakat umumnya menggunakan bahasa Makassar sehingga pada saat pendataan dan penyamapaian materi kurang maksimal. b. Geografis lokasi KKN yang sangat luas dan berupa dataran tinggi yang sulit dijangkau sehingga mempersulit pendataan dan pelaksanaan berbagai program kerja.

88

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan KKN Profesi Kesehatan Unhas Angkatan XLI di Kelurahan Empoang Utara Wilayah Kerja Puskesmas Bontosunggu Kota Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto yang dilakukan pada tanggal 18 Juli s/d 14 Agustus 2012, dapat disimpulkan sebagaimana

berikut: 1. Intervensi Non Fisik a. Penyuluhan Sanitasi Lingkungan Penyuluhan sanitasi lingkungan dilaksanakan pada tangga 10-13 Juli 2012. Tanggal 10-11 Juli diadakan di SDI No. 172 Pattallassang yang diikuti 35 siswa sedangkan pada tanggal 12-13 Juli diadakan di SDN. No. 86 Parappa yang diikuti 24 siswa. Dengan jumlah keseluruhan sebanyak 54 siswa. b. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan pada tanggal 1013 Juli 2012. Tanggal 10-11 Juli diadakan di SDI. No. 172 Pattallassang yang di ikuti 16 siswa sedangkan pada tanggal 12-13 Juli 2012 diadakan di SDN No. 86 Parappa yang diikuti 15 siswa. Dengan jumlah keseluruhan sebanyak 31 siswa.

2. d. No. Revitalisasi Jamban Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 13 Juli 2012 didua sekolah di Kelurahan Empoang Utara. Tanggal 11 Juli 2012 diadakan di SDI No.89 c. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan ini sebanyak 16 orang. No. Pada tanggal 13 Juli 2012 di laksanakan di SDN No. 86 Parappa yang diikuti 19 siswa. Tanggal 10-11 Juli diadakan di SDI. Penyuluhan Pemberdayaan Posyandu Penyuluhan pemberdayaan posyandu dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2012 yang bertempat di kantor Kelurahan Empoang Utara. 172 Patalassang yang diikuti oleh siswa kelas IV-VI. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat hidup yang sehat dalam hal ini penggunaan jamban. . Penyuluhan Cuci Tangan yang Asebsis Penyuluhan cuci tangan yang asebsis dilaksanakan pada tanggal 1013 Juli 2012. Intervensi Fisik a. 86 Parappa yang diikuti juga oleh siswa kelas IV-VI. Dan juga membiasakan siswa SD untuk menggunakan jamban yang telah disediakan oleh pihak sekolahnya masing-masing. Dengan jumlah keseluruhan sebanyak 39 siswa. 172 Pattallassang yang diikuti 20 siswa sedangkan pada tanggal 12-13 Juli 2012 diadakan di SDN.

c. Dari dua sekolah yang ada di Kelurahan Empoang Utara.90 b. kami tambahkan satu papan wicara di kantor Kelurahan Empoang Utara dengan tema yang sama yaitu kesehatan lingkungan. 172 Patalassang yang diikuti oleh 35 siswa dari kelas IV dan V. Dengan demikian siswa dapat melaksanakan prinsip hidup sehat dengan menjaga sanitasi lingkungan. Kegiatan pembuatan papan wicara tentang kesehatan lingkungan terlaksana dengan baik. . Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah siswa memiliki pengetahuan mengenai jenis jentik nyamuk sehingga dapat mencegah munculnya lebih banyak jentik nyamuk di lingkungan mereka. Tanggal 11 Juli 2012 diadakan di SDI No. 86 Parappa yang diikuti oleh 24 siswa dari kelas IV dan V. Selain di sekolah. Pelatihan Peningkatan Pengetahuan/Kemampuan Siswa mengenai Sanitasi Lingkungan dan Penyakit Berbasis Lingkungan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 13 Juli 2012 pada dua sekolah di Kelurahan Empoang Utara. Pembuatan Papan Wicara Kesehatan Lingkungan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-17 Juli 2012. Pada tanggal 13 Juli 2012 dilaksanakan di SDN No. terpasang masing-masing satu papan wicara yang bertema kesehatan lingkungan dengan ukuran 75x50 cm untuk setiap papan wicara.

. Kegiatan ini diikuti oleh masing-masing perwakilan guru dari setiap sekolah di Kecamatan Binamu. Peningkatan Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Sehat Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2012 pukul 13. Selanjutnya pembentukan lima kelompok untuk dapat menjawab pertanyaan tadi.0015.91 d.00-12.30 WITA di Aula Kantor Kecamatan Binamu. Sehingga diperoleh kesimpulan dari pertanyaan tersebut. Teknis pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pemberian beberapa materi oleh pemateri dan beberapa pertanyaan. Setelah pemaparan jawaban akan kembali didiskusikan dengan seluruh kelompok dan pemateri. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP/Sederajat se-Kecamatan Binamu Pelaksanaan lomba cerdas cermat di tingkat Kecamatan Binamu dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2012. SMPN 6 Tamalatea. dan SMPN 2 Bangkala Barat.00 WITA di gedung MTsN Binamu. Pelaksanaan lomba cerdas cermat di tingkat Kabupaten Jeneponto dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 di gedung Dharma Wanita. pada pukul 10. e. Kemudian peserta diberikan waktu untuk berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing mengenai pertanyaan tersebut. Pemenang dari lomba cerdas cermat tingkat kabupaten ini dimenangkan oleh SMPN 4 Binamu. Pemaparan jawaban diwakili oleh perwakilan masing-masing kelompok yang sebelumnya menyanyi slogan kelompok mereka.

SMKN 4 Kalimporo sebagai juara kedua. Persentase ini sesuai dengan yang diharapkan. anaknya akan tetap ditimbang dan didata karena kader setiap sehari setelah penimbangan mengadakan penimbangan lapangan : SDN 44 Bantaulu Sapanang. dan SMA Khusus sebagai juara ketiga. Binamu : SDN 129 Togo-togo. Lomba Poster Kesehatan Lingkungan Tingkat SMA/Sederajat Pelaksanaan lomba poster kesehatan lingkungan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 bertempat di kantor Darma Wanita Kecamatan Binamu. Adapun pemenangnya adalah SMAN 1 Tamalatea sebagai juara pertama. Bangkala Barat (sweeping/kunjungan rumah) yaitu kader berjalan dari rumah ke ke rumah . dikarenakan di kelurahan ini sedang berjalan program NICE Project sehingga ibu-ibu yang kesadarannya masih kurang datang ke posyandu. g. Screening Gizi Jumlah bayi dan balita yang di screening 100% dari 243 jumlah bayi dan balita di Kelurahan Empoang Utara. Batang : MIN 2 Pattiro. Lomba Sekolah Sehat Pelaksanaan lomba sekolah sehat dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2012. Lomba poster ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari 23 SMA sederajat se-kabupaten Jeneponto.92 f. Pemenang dari lomba sekolah sehat yaitu: Juara I Juara II Juara III h.

kader dan khususnya di Kelurahan Empoang Utara mengingat jarak ke puskesmas yang sangat jauh. bantuan kepada balita yang mengalami masalah gizi dan lain-lain. Untuk Pemerintah Kelurahan Empoang Utara Sebaiknya pemerintah kelurahan mengalokasi dana khusus untuk bidang kesehatan minimal 10% dari total pembangunan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan bangunan fisik Seperti POSKESDES. 3. insentif kader posyandu. i. B. 2. Screening Katarak Screening katarak dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2012-26 juli 2012. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan koordinasi dengan masing-masing kepala lingkungan. Jumlah penderita suspect katarak sebanyak 7 orang. Untuk Puskesmas Bontosunggu Kota Sebaiknya meningkatkan pembianaan dan perekrutan kader-kader kesehatan terutama kader posyandu. Untuk PKK Sebaiknya PKK bisa lebih proaktif dalam setiap kegiatan di posyandu sebagai wujud tanggung jawab serta dukungan moril bagi kader yang bekerja dengan sukarela. Saran 1. .93 untuk menimbang dan mendata bayi dan balita yang ada di kelurahan Empoang Utara.

94 4. . Untuk Pengelola KKN Profesi Kesehatan Unhas Pada KKN PK selanjutnya diharapkan adanya pertimbangan antara waktu pelaksanaan KKN. waktu kuliah dan puasa yang mungkin dapat menjadi hambatan bagi terlaksananya program kerja yang direncanakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->