P. 1
mawaris

mawaris

|Views: 35|Likes:
Published by Kisna Pertiwi
materi agama islam
materi agama islam

More info:

Published by: Kisna Pertiwi on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

MAWARIS

Sonnya Suhardian

A. KETENTUAN MAWARIS

Ada dua masalah pokok yg harus diketahui di dalam mawaris :

1. Sebab-sebab ahli waris berhak memperoleh harta warisan
Kekeluargaan,Ex: Anak, cucu, ayah, ibu, dan saudara-saudara, berhak memperoleh harta warisan yg ditinggalkan pewaris karena adanya hubungan kekeluargaan. Perkawinan, istri mendapat bagian dari harta warisan peninggalan suaminya, atau sebaliknya. Wala’ yaitu berhak mendapat bagian dari harta warisan karena memerdekakan hamba sahaya. Hubungan seagama, yakni sama-sama islam.

2.Sebab-sebab ahli waris tidak berhak memperoleh harta warisan.

Ahli waris laki-laki sbb:
9. Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak 10. Paman yang sekandung dengan bapak 11. Paman yang sebapak dengan bapak 12. Anak laki-laki paman yang sekandung Anak laki-laki dengan bapak Cucu laki-laki (anak laki-laki dari 13. Anak laki-laki paman yang sebapak anak laki-laki) dan terus kebawah dengan bapak asalkan pertaliannya masih terus 14. Suami 15. Laki-laki yang memerdekakan si laki-laki pewaris

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bapak Kakek Saudara laki-laki sekandung Saudara laki-laki sebapak Saudara laki-laki seibu Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung

Ditinjau dari segi ketentuan perolehan bagian dari harta warisan, ahli waris dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu Zawil Furud dan Asabah. a. Zawil Furud b. Asabah

adalah ahli waris yg perolehan bagian harta warisan sudah ditentukan oleh syara’. Di antara mereka ada yg memperoleh bagian: ½, ¼, 1/8, 1/3, 2/3, dan 1/6 dari harta warisan.

adalah ahli waris yang bagian dari harta warisannya tidak tertentu. Asabah dapat dibagi menjadi 3 gol, sbb:
  

Asabah binafsihi Asabah bigairihi Asabah ma’agairihi

Ahli waris wanita:

D. HIJAB

Hijab dibagi menjadi 2 macam :
1.

Hijab nuqsan adalah hijab yg dapat mengurangi bagian dari harta warisan bagi ahli waris tertentu karena bersama-sama dengan ahli waris tertentu

2. Hijab hirman adalah hijab yg menyebabkan ahli wariskehilangan haknya atas harta warisan karena terhalang oleh ahli waris yg lebih dekat atau lebih

E. PERHITUNGAN WARISAN

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam perhitungan warisan: a. Menentukan ahli waris laki-laki dan wanita b. Menentukan Zawil furud dan siapa-siapa yang termasuk asabah c. Menentukan ahli waris yg bagiannya berkurang terhalang oleh ahli waris hijab nuqsan d. Menentukan ahli waris yg sama sekali tidak berhak memeroleh bagian warisan karena terhalang oleh ahli waris hijab hirman e. Menentuakan apakah ahli waris terdiri dr ahli zawil furud saja, asabah saja, atau terdiri dari zawil furud dan aasab ah.

F. PERUNDANG-UNDANGAN WARIS DI INDONESIA
Perundang-undangan waris di Indonesia bersumber kepada Kesmen Agama RI no.154 th.1991 tentang pelaksanaan instruksi presiden RI No.01 th 1991 tgl 10 Juni 1991, mengenai Komplikasi Hukum Islam di bidang perkawinan, kewarisan, dan perwakafan. Perundang-undang waris di Indonesia terdapat pada Komplikasi Hukum Islam Buku II Hukum Kewarisan. Buku II Hukum Kewarisan terdiri dari 5 Bab, 43

G. HIKMAH MAWARIS
1.

2.

Memperkuat keyakinan bahwa Allah betul-betul maha adil, karena keadilan Allah tidak hanya terdapat alam ciptaannya, tetapi juga pad hukumhukum yg telah ditetapkannya, seperti hukum waris islam. Mematuhi hukum waris islam dengan dilandasi rasa ikhlas karena Allah dan untuk memeroleh rida-Nya tentu akan dappat menghilangkan sifat-sifat tercela yg mungkin timbul para ahli waris.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->