P. 1
Makalah Aliran Khawarij

Makalah Aliran Khawarij

|Views: 1,704|Likes:
Published by Setyo Febrian

More info:

Published by: Setyo Febrian on Nov 07, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/17/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

ALIRAN KHAWARIJ

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Tauhid Diampu oleh Evi Septiani Tavip Hayati, Dra. M.Si..

Disusun Oleh : Acep Adam Muslim Dian Ayu Ramadhani Farah Samrotul Fuadah Febrian Setyo Yuwono 12210081 12210077 12210082 12210083 Lala Lailatunnajah 12210079

Muhammad Sodri Rinjani 12210081 Nadia Ulfa Corina 12210078

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penyusun mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Aliran Khawarij", yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar dalam pembelajaran mata kuliah Tauhid. Melalui kata pengantar ini penyusun lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Yogyakarta, 1 November 2012

Penyusun

ii

........ Kesimpulan ...................................................................................................................................................................................... B.................................................................................................................................. A.............................................. F............... Pengertian Khawarij .......................................................... Awal Mula Munculnya Dasar-Dasar Pemikiran Khawarij ................... Sejarah Kelahiran Khawarij . Sekte ................... C............................... ii iii 1 2 2 3 5 7 7 9 12 13 16 16 16 17 iii ................................................... Kontroversi Aliran Khawarij ..... B................................................................ Daftar Pustaka ... A................................ Daftar Isi ............................... Sifat‑sifat Khawarij ........................................................................................................... E....................................................... G.......... Latar Belakang Ekstremitas Khawarij ................................................................................................................................................... Tokoh-tokoh Aliran Khawarij ......................................................... Saran .................................................. BAB II PEMBAHASAN ........ D........................DAFTAR ISI Kata Pengantar .................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... BAB III PENUTUP ........................................................................... H........

Orang yang bersifat tradisional dalam pemikirannya. Teologi dalam Islam dikenal dengan nama “Ilmu Aqaid” atau “Ilmu Tauhid”.Begitu pula sebaliknya. tentu tidakdapat menerima paham jabariyah. Sedangkan orang yang bersifat liberal dalam pemikirannya. Baginya paham qadariyah yang terdapat dalam ajaran teologiliberalisme yang lebih sesuai dengan jiwa dan pemikirannya. 1 . yaitu Al-Quran. terutama dalam abad 9 sampai 10 Masehi yang membawa kepada penganiayaan-penganiayaan bahkan pembunuhan-pembunuhan terhadap sesama muslim pada waktu itu. perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agamanya. Teologi Islam disebut juga “Ilmu Kalam”.yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh perubahan zaman. Dinamakan demikian.BAB I PENDAHULUAN Setiap orang yang ingin mengetahui seluk beluk agamanya secara mendalam. mungkin lebih sesuai dan dapat menerima paham-paham dari ajaran teologi liberal. ada yang bersifat tradisional dan ada pula yang bersifat tengah-tengah antaraliberal dan tradisional. Dalam Islam sebenarnya terdapat lebih dari satu aliran teologi. Dinamakan demikian karena dalam Islam keyakinan tentang ke-Maha Esaan Tuhan adalah termasuk ajaran yang sangat penting. pernah menjadi polemic yang menimbulkan pertentangan-pertentangan keras dikalangan umat Islam. Mempelajari teologi akan memberikan kepada seseorang keyakinan yang didasarkan pada landasan yang kuat.orang yang bersifat liberal dalam pemukimannya. karena masalah “kalam” atau firman Tuhan. Dalam soal paham jabariyah dan paham qadariyah misalnya. mungkin lebihsesuai dan dapat menerima pahampaham dari ajaran teologi tradisional. Hal ini mungkin ada hikmahnya. Ada aliran yang bersifat liberal.

Pengertian Khawarij Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar. Selain itu. Mereka sendiri lebih suka menamakan diri dengan Syurah atau para penjual. ada juga istilah lain yang dipredikatkan kepada mereka. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim (arbitrase) dari kelompok Mu‟awiyyah yang dikomandoi oleh Amr ibn Ash dalam Perang Shiffin ( 37H / 657 ).BAB II PEMBAHASAN A.a. Kata ini dipergunakan oleh kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r. Al-Baqarah : 207. seperti Haruriah. yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah. dan Muhakkimah. menyuruh kita agar berhati‑hati terhadap firqah ini. yaitu orang-orang yang menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah. 2 . Secara historis Khawarij adalah Firqah Bathil yang pertama muncul dalam Islam sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al‑Fatawa. sesuai dengan firman Allah QS. Hal seperti inilah yang membuat pembahasan tcntang firqah Khawarij begitu sangat pentingnya apalagi buku‑buku yang membahas masalah ini masih sangat sedikit. karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat “la hukma illa lillah” (tidak ada hukum selain hukum Allah). ini menunjukkan begitu besarnya tingkat bahaya Khawarij dan fenomenanya yang sudah ada pada masa Rasulullah saw. secara nama masih terdapat di daerah Oman dan Afrika Utara sedangkan secara laqob berada di mana‑mana. Jadi. yaitu Harura. Di samping itu Khawarij masih ada sampai sekarang baik secara nama maupun sebutan (laqob).” Kemudian hadits‑hadits yang berkaitan dengan firaq dan sanadnya benar adalah hadits‑hadits yang berkaitan dengan Khawarij sedang yang berkaitan dcngan Mu‟tazilah dan Syi‟ah atau yang lainnya hanya terdapat dalam Atsar Sahabat atau hadits lemah. apalagi Rasulullah saw. atau “la hakama illa Allah” (tidak ada pengantara selain Allah). nama khawarij bukanlah berasal dari kelompok ini. “Bid’ah yang pertama muncul dalam Islam adalah bid’ah Khawarij.

Bukhari Muslim) Saat itu Umar bin Khathab radhiallahu „anhu meminta izin untuk membunuhnya. Beliau juga memberikan kepada beberapa orang dari tokoh quraisy dan pemuka-pemuka arab lebih banyak dari yang diberikan kepada yang lainnya. karena sesungguhnya engkau belum berbuat adil!”. salah seorang di antara kalian akan merasa kalah shalatnya dibandingkan dengan shalat mereka. seseorang (yang disebut Dzul Khuwaisirah) dengan mata melotot dan urat lehernya menggelembung berkata: “Demi Allah ini adalah pembagian yang tidak adil dan tidak mengharapkan wajah Allah”.beliau memberikan seratus ekor unta kepada Aqra‟ bin Habis dan Uyainah bin Harits. namun dia bersabar. Lihat asy-Syari’ah. Awal Mula Munculnya Dasar-Dasar Pemikiran Khawarij Sebenarnya awal mula kemunculan pemikiran khawarij. hal.” (HR. 33 3 . bermula pada saat masa Rasulullah SAW. Melihat hal ini. ada seorang yang berani berbuat lancang dan menuduh bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam tidak berbuat adil. Sungguh. al-Ajurri. Pada masa generasi terbaik dan di hadapan manusia terbaik pula. Mendengar ucapan ini Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dengan wajah yang memerah bersabda: “Siapakah yang akan berbuat adil jika Allah dan rasul-Nya tidak berbuat adil? Semoga Allah merahmati Musa. namun Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam melarangnya. Dia disakiti lebih dari pada ini. kalimat tersebut bagaikan petir di siang bolong. Yaitu suatu kaum yang 1 HR. mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari buruannya.”1 Demikianlah Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam mensinyalir akan munculnya generasi semisal Dzul Khuwaisirah -sang munafiq-. Beliau menghabarkan akan munculnya dari turunan orang ini kaum reaksioner (khawarij) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikutnya: “Sesungguhnya orang ini dan para pengikutnya.B. Atau dalam riwayat lain dia mengatakan kepada Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam: “Berbuat adillah. Ketika Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam membagi-bagikan harta rampasan perang di desa Ju‟ronah -pasca perang Hunain. puasanya dengan puasa mereka.

Mereka akan keluar dari Islam ini sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya. “Sesungguhnya sepeninggalku akan ada dari kaumku. Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala. Bukhari Muslim). Atau dapat memahaminya tapi tidak sampai ke dalam hatinya. padahal ia telah melewati darah dan kotoran hewan buruan tersebut. namun tidak melewati kerongkongannya. tapi tidak memahaminya dengan benar. Jika sekiranya aku menemui mereka. Mereka membantainya. Pemilik kebun ketakutan seraya berkata: “Ambillah seluruhnya 4 . Mereka akan keluar dari Islam ini sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya. kita mendapatkan ciri-ciri dari kaum khawarij. Sebagaimana yang telah mereka lakukan terhadap seorang yang shalih dan keluarganya yaitu Abdullah –anak dari shahabat Khabbab bin Art radhiallahu „anhu. menentang penguasanya walaupun sebaik Rasulullah SAW. Setelah itu dalam keadaan pedang masih berlumuran darah. Yaitu masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi yang lain dengan tidak terlihat bekas-bekas darah maupun kotorannya. pasti aku bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum „Aad.tidak pernah puas dengan penguasa manapun. orang yang membaca alQur‟an tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Dikatakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bahwa mereka akan keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. Mereka berjalan hanya dengan hawa nafsu dan emosinya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk. merobek perut istrinya dan mengeluarkan janinnya. Ciri khas mereka lainnya adalah: “Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan orang-orang kafir” sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: “Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini satu kaum. mereka mendatangi kebun kurma milik seorang Yahudi. yang membaca al-Qur‟an. Kemudian mereka tidak akan kembali padanya.” (HR.” (HR. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang bagus bacaan al-Qur‟annya. namun ia tidak mengambil faedah dari apa yang mereka baca. yakni mereka dapat membaca al-Qur‟an dengan baik dan indah. Muslim) Dari riwayat ini.

Sejarah Kelahiran Khawarij Kaum khawarij terdiri dari pengikut Ali Ibn Talib yang meninggalkan barisannya. Untuk itu mereka tidak segan-segan melakukan teror. Nama itu diberikan karena mereka keluar dari barisan Ali Ibn Talib. Tetapi adapula pendapat 2 Kitab al-Milal wan Nihal 5 . Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Dlilalul Jannah) C. Mereka berbicara seperti perkataan manusia yang paling baik. terlepas dari niat mereka dan kesungguhan mereka dalam beribadah. ketika Rasulullah SAW bersabda: “Akan keluar di akhir zaman. Sesungguhnya membunuh mereka akan mendapatkan pahala pada hari kiamat. “ (HR. Muslim) Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam menjuluki mereka dengan gelaran yang sangat jelek yaitu “anjing-anjing neraka” sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa bahwa dia mendengar Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda: “ Khawarij adalah anjing-anjing neraka. karena tidak setuju dengan sikap Ali Ibn Talib dalam menerima arbitrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan tentang khilafah dengan Muawiyyah Ibn Abi Sufyan.” (HR. bunuhlah mereka. Ciri berikutnya adalah: kebanyakan di antara mereka berusia muda. suatu kaum yang masih muda umurnya. mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. pembunuhan. Keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya. pembantaian dan sejenisnya terhadap kaum muslimin sendiri. dan bodoh pemikirannya karena kurangnya kedewasaan mereka. Di mana saja kalian temui mereka. Mereka hanya mengandalkan semangat dan emosinya.2 Maka kelompok ini sungguh sangat membahayakan kaum muslimin. tanpa dilandasi oleh ilmu dan pertimbangan yang matang. bodoh pemikirannya. Mereka menghalalkan darah kaum muslimin dengan kebodohan. Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat lainnya. Khawarij berasal dari kata Kharaja yang artinya ke luar.apa yang kalian mau!” Pimpinan khawarij itu menjawab dengan arif: “Kami tidak akan mengambilnya kecuali dengan membayar harganya”.

maka ia harus dihukum atau dibunuh. Dalam pertempuran antara Ali dan kaum Khawarij. tetapi boleh siapapun asalkan islam. Kaum khawarij sangat menjunjung tinggi sistem pemerintahan demokrasi. mereka masih bisa menerima kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Dalam ketatanegaraan kaum khawarij memiliki paham yang berlawanan dengan paham yang ada saat itu. Khalifah Utsman telah dianggap menyeleweng sejak kepemimpinannya pada tahun ke tujuh. di Irak. Khalifah terpilih harus memegang jabatannya dan jika terjadi penyelewengan pada ajaran-ajaran islam. bahkan hamba sahaya yang berasal dari Afrika. Abdullah Ibn Wahb Al-Rasidi dipilih menjadi Imam pengganti Ali Ibn Talib. Nama yang berikutnya adalah Haruriah. Lain halnya dengan Khalifah Utsman dan Ali. Dan mereka tidak menyimpang dari ajaran-ajaran Islam. yang di dalamnya disebutkan : “Keluar dari rumah lari kepada Allah dan Rasul-Nya”. Melihat hal diatas. Hal ini mereka lakukan karena pemegang kekuasaan pada waktu itu mereka anggap telah menyeleweng dari islam dan harus ditentang. Desa ini merupakan tempat singgah mereka ketika mereka pertama kali memisahkan diri dari Ali.bahwa nama itu diberikan didasarkan surat An-Nisa ayat 100. Tetapi seorang Khariji bernama Abd alRahman Ibn Mujam dapat membunuh Ali Ibn Talib. Dengan demikian kaum khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang melarikan diri dari kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Meskipun telah mengalami kekalahan. Menurut mereka untuk menjadi khalifah harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam. merupakan satu desa yang berada di dekat kota Kufah. yang berasal dari kata Yasyri (menjual). mereka adalah orang yang sedia mengorbankan diri untuk Allah SWT”. kaum Khawarij tetap menyusun barisan kembali untuk meneruskan perlawanan terhadap kekuasaan islam resmi baik pada dinasti Bani Umaiyah hingga dinasti Abbasiah. 6 . seperti yang disebutkan pada surat Al-Baqarah ayat 207: “ada manusia yang menjual dirinya untuk memperoleh keridlaan Allah”. yang berasal dari kata Harura. Maksudnya. dari pihak khawarij mengalami kekalahan besar. Selanjutnya mereka menyebut diri mereka adalah Syurah. karena semua masyarkat ketika itu setuju atas terpilihnya mereka. Yang berhak menjadi khalifah bukan hanya anggota suku Quraisy.

2. Bagi mereka semua orang yang menyetujui Arbitrase adalah bersalah dan kafir. Abdulloh bin wahab al-rasyidi. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya berbagai golongan dalam kaum khawarij. Sekte Di sini kaum khawarij memasuki persoalan Kufr. Mustarid bin sa‟ad 4. yaitu: 1. Abd al-rabih 11. Abdulloh bin ibad. Abdulloh bin basyir 8.D. Tokoh-tokoh Aliran Khawarij Diantara tokh-tokoh khawariij yang terpenting adalah: 1. Al-Muhakkimah Golongan khawarij ini asli dan terdiri dari pengikut-pengikut Ali. maka muncul barisan baru yakni AlAzariqah. Urwah bin hudair 3. Hausarah al-asadi 5. Al-Azariqah Setelah golongan Al-Muhakkimah hancur. Abd al-karim bin ajrad 12. Jadi jika ada orang yang melakukan dosa besar maka ia kafir. Beberapa golongan kaum khawarij. Dengan daerah kekuasaan terletak di perbatasan Irak dengan Iran. Qathari bin fujaah 10. melainkan telah memasuki persoalan Teologi. E. Zubair bin ali 9. Zaid bin asfar 13. Nama 7 .pimpinan rombongan sewaktu mereka berkumpul di harura (pimpinan khawarij pertama) 2. Ini bukan lagi persoalan politik. Selanjutnya hukum kafir ini masuk juga pada semua dosa besar. Nafi‟ bin al-azraq (pimpinan al-azriqah) 7. Quraib bin maruah 6.

3. Karena sikap Najdah yang terlalu lunak. kemudian Najdah tertangkap dan dipenggal kepalanya. Golongan ini memiliki faham puritanisme. Dalam golongan ini terpecah menjadi golongan kecil di dalamnya. Rasyid al-Tawil dan Atih alHanafi tidak menyetujui faham bahwa orang Azraqi yang tak mau hijrah ke alAzariqah adalah musyrik. Yaitu. tetapi mereka menganggap bahwa di al-Qur‟an tidak mungkin ada cerita cinta.ini diambil dari Nafi‟ Ibn al-Razzaq. Nafi‟ telah mereka anggap kafir dan begitu juga para pengikut Nafi‟. Al Najdat Golongan ini dibentuk oleh Najdah Ibn „Amir al Hanafi dari Yamamah. Nafi‟ kemudian tewas dalam pertempuran di Irak tahun 686 M. Bagi mereka Tuhanlah yang 8 . Golongan al-Hamziah memiliki faham yang sama. 4. khalifah pertama yang mereka pilih. golongan al-Maimunah. menganut faham Qadariah. baik dan buruk. Golongan ini cenderung lebih lunak dari pada golongan al-Azariqah dan Al-Najdah. diantaranya Abu Fudaik. Surat Yusuf dalam al-Quran membawa cerita cinta. Al-„Ajaridah Mereka adalah pengikut „Abd al-Karim Ibn „Ajrad. maka timbullah pertikaian-pertikaian di dalam golongan tersebut. Maka mereka tidak mengakui surat Yusuf bagian dari al-Qur‟an. bagi mereka semua perbuatan manusia. Pada awalnya beliau dan pengikut-pengikutnya ingin menggabungkan diri dengan golongan al-Azariqah. Abu Fudaik. Sebagian pengikuut Nafi‟. Rasyid al-Tawil dna Atiah al hanafi memisahkan diri dari Najdah. Tetapi karena ada perpecahan di golongan al-Azariqah maka beliau mendirikan golongan sendiri. Atiah mengamankan diri ke Sajistan Iran. Tetapi golongan al-Syu‟aibiah dan al-Hazimiah menganut faham sebaliknya. merahasiakan dan tidak menyatakan keyakinan untuk keamanan diri seseorang. timbul dari kemauan dan kekuasaan manusia itu sendiri. Golongan inilah yang pertama membawa faham taqiah. Mereka pun bergabung dengan Najdah dan memilihnya sebagai imam Baru. Sedangkan Abu Fudaik dan Rasyid al-Tawil mengadakan perlawanan kepada Najdah.

Latar Belakang Ekstremitas Khawarij Seperti yang sudah diungkap di atas. Yang pada tahun 686 memisahkan diri dari golongan al-Azariqah. 5. Khawarij memiliki pemikiran dan sikap yag ekstrem. Yang menjadi sasaran pengkafiran tidak hanya „Ali bi Abi Thalib sendiri. Al-Sufriah Golongan ini dipimpin oleh Ziad Ibn al-Asfar. Begitu „Ali menolak pandangan mereka walaupun dengan mengemukakan argumentasi. keras. Abu Musa alAsy‟ari dan lain-lain yang mendukung mereka. Mereka gampang sekali menggunakan ayat-ayat Al Qur‟an untuk menguatkan pendapat-pendapat mereka. tidak hanya menyatakan „Ali kafir. manusia tidak dapat menentang kehendak Allah. F. Misalnya . Hal inilah yang membuat mereka cukup ekstrim dalam ajarannya. Al-Ibadiah Golongan inilah yang paling moderat diantara golonga-golongan yang lain. Untuk mendukung pandangan mereka baik dalam aspek politik maupun teologi. tapi juga mengatakan ayat. mereka menggunakan ayat-ayat Al-Qur‟an. Dalam faham mereka hampir berdekatan dengan faham al-Azariqah. „Amru ibn „Ash. 9 . mereka menyatakkan keluar dari pasukan „Ali dan kemudian melakukan pemberontakan dan kekejaman-kekejaman. tapi juga Mu‟awiyah ibn Abi Sufyan.menimbulkan perbuatan-perbuatan manusia. kelompok al-Azariqah. Wa min an-nâsi man yu‟jibuka qauluhu fi al-hayâh ad-dunya wa yusyhidullah „ala mâ fi qalbihi wa huwa aladdu alkhshâm) diturunkan Allah mengenai „Ali sedangkan tentang „Abdurrahman ibn Muljam yang membunuh „Ali Allah menurunkan ayat (wa minannâsi man yasyri nafsahu ibtighâa mardhâtillah). Dalam perkembangan selanjutnya mereka perdebatkan apakah „Ali hanya kafir atau musyrik. Mereka memaksa „Ali mengakui kesalahan dan kekufurannya untuk kemudian bertaubat. Misalnya mereka menilai „Ali ibn Abi Thalib salah karena menyetujui dan kesalahan itu membuat „Ali menjadi kafir. 6. Golongan ini dipimpin oleh „Abdullah Ibn Ibad. radikal dan cederung kejam.

Uraian yang panjang lebar dan agak memuaskan tentang pengertian istilah alQurrâ‟ ditulis oleh Mahayadin Haji Yahaya dalam bukunya Sejarah Awal Perpecahan Umat Islam (11-78 H/632-698 M) yang berasal dari disertasi doktor yang bersangkutan di Exterter University.Yang menarik kita teliti adalah. atau sebagian dari golongan asyrâf. tetapi orang-orang desa. Kalau sekiranya yang benar adalah yang pertama maka persoalannya adalah persoalan teologis murni (persoalan intepretasi yang sempit dan picik). Kekeliruan itu mungkin muncul terpegaruh dengan ucapan Sa‟idi ibn ‟Ash dalam sebuah khutbah di Masjid besar di Kufah yang mengatakan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu melakukan analisis terhadap pengertian istilah Qurrâ‟ atau Ahl al– Qurrâ‟. khyar ahli al-kufah. Nourouzzaman Shiddiqi. sufahâ. Tetapi yang jelas ialah bahwa al-Qurra‟ itu ialah golongan manusia di Kufah. at-Thabary dan Ibn „Atsam cenderung menafsirkan al-Qurrâ‟ sebagai para penghafal Al-Qur‟an. Canada menyatakan bahwa Ahlu al-Qurrâ‟ lebih tepat diartikan sebagai „para penetap‟ walaupun Ahl al-Qurrâ‟ bisa juga berarti para penghafal Al-Qur‟an. tapi kalau yang benar adalah yang kedua persoalannya adalah persoalan sosial politik. wujûh. “Ahabbukum ilayya akramukum li kitâbillah. Istilah-istilah lain yang dipakai oleh para sejarawan menunjukkan kelompok yang sama yang melakukan pemberontakan di Kufah waktu itu adalah asyrâf. orang-orang kenamaan dan pemimpin-pemimpin Kufah 10 . jama‟ah ahli al kufah dan lainlain yang tidak satu pun yang menunjukkan makna penghafal-penghafal Al-Qur‟an. Menurut Yahaya para sejarawan seperti Sayf. Penulis kira inilah kata kunci yang dapat membantu kita memahami latar belakang ekstremitas Khawarij. England dengan judul bahasa Inggris The Origins of The Khawarij. sebutan mereka sebelum menjadi Khawarij. Melihat pemahaman Khawarij yang dangkal dan literer terhadap ayat-ayat AlQur‟an yang mereka jadikan dalil membenarkan pandangan dan sikap politik mereka. latar belakang apa yang menyebabkan mereka memiliki pandangan seperti itu. Apakakah istilah itu berarti para penghafal AlQur‟an atau orang orang kampung. maka penulis lebih cenderung mengartikan istilah Qurrâ‟ bukan sebagai para penghafal Al-Qur‟an. rijâl min qurâ‟ ahli al-kufah. sejarawan Muslim dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang pernah menulis paper tenang Khawarij waktu studi di McGill University.

Oleh karena itu iman dan paham mereka merupakan iman dan paham orang sederhana dalam pemikiran lagi sempit akal serta fanatik. Di sinilah letak penjelasannya. Sebagian dari mereka ini telah disingkirkan dari jabatan-jabatan penting dalam masa pemerintahan Khalifah „Utsman. tetapi sempit. „Utsman tidak berani menentang hak yang dirampas ini secara terbuka. Kelompok Qurrâ‟ dalam jawabannya menegaskan bahwa tanpa 11 . dan bersikap merdeka. mereka tetap bersikap bengis. konflik itu terpusatkan. mereka artikan menurut lafaznya dan haus dilaksanakan sepenuhnya. tetapi dikelola oleh kelompok Qurrâ‟. Di sekitar tanah yang ditinggalkannya itu. walau pun penyimpangan dalam bentuk kecil. tepatnya masalah tanah-tanah Sawad yang luas di wilayah Sasaniyah yang ditinggalkan oleh para pemiliknya. Tanah-tanah itu tidak dibagi-bagi. Khawarij tidak hanya mengkafirkan „Ali bn Abi Thalib tapi juga Kalifah „Utsman ibn „Affan mulai tahun ketujuh pemerintahannya. dan penghasilannya dibagi-bagi antara para veteran perang penaklukan terhadap wilayah tersebut. Iman yang tebal. tetapi menggunakan pendekatan secara berangsur-angsur. ditambah lagi dengan sikap fanatik ini membuat mereka tidak bisa mentolelir penyimpangan terhadap ajaran Islam menurut paham mereka. Kelompok Qurrâ‟ itu menganggap diri mereka sendiri hampir-hampir seperti pemilik sah atas kekayaan-kekayaan yang sangat besar ini. Sebagai orang Badawi mereka tetap jauh dari ilmu pengetahuan. Sejalan dengan itu Harun Nasution menulis bahwa kaum Khawarij pada umumnya terdiri dari orang-orang Arab Badawi. tulis Shaban.yang tinggal atau menguasai kampung-kampung di Irak dan disifatkan sebagai orangorang yang bodoh. tetapi keras hati serta berani. Hidup di padang pasir yang tandus membuat mereka bersifat sederhana dalam cara hidup dan pemikiran. Ajaran-ajaran Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Qur‟an dan Hadits. suka kekerasan dan tak gentar mati. Antara lain „Utsman menyatakan bahwa para veteran yang telah kembali ke Mekah dan Madinah tidak lantas kehilangan hak-hakya atas tanahtanah Sawad ini. Pengkafiran terhadap „Utsman (masalah teologis) juga berlatar belakang politik (kepentingan). bagaimana mudahnya kaum Khawarij terpecah belah menjadi golongangolongan kecil serta dapat pula dimengerti tentang sikap mereka yang terus menerus mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan umat Islam yang ada di zaman mereka.

Sebagai manifestasi perlawanan mereka pada „Utsman kelompok ini menghalang-halangi kedatangan Sa‟id ibn „Ash.Gubernur yang ditunjuk oleh „Utsman– memasuki Kufah. Mereka tidak cukup sabar menanyakan cara dan tujuan Rasulullah saw. apalagi terhadap Muslim yang lainnya. Akibat dari pelaksanaan kebijaksanaan „Utsman itu kelompok Qurrâ‟ belakangan mengetahui bahwa landasan kekuatan ekonomi mereka sedang dihancurkan karena tanah-tanah mereka dibagi-bagi.kehadiran mereka secara berkesinambungan di Iraq kekayaan-kekayaan ini sama sekali tidak akan pernah terkumpulkan. bahkan Rasul saw. Mereka mengkafirkan Ali. G. tidak mencari ridha Allah. Buruk Sangka Fenomena sejarah membuktikan bahwa orang‑orang Khawarij adalah kaum yang paling mudah berburuk sangka. Mereka juga menuduh Utsman sebagai nepotis dan menuduh Ali tidak mempunyai visi kepemimpinan yang jelas. Muawiyah. dengan demikian membuktikan bahwa para veteran Kufah tidak memiliki hak lebih besar atas tanah ini. Kalau terhadap Rasul sebagai pemimpin umat berani berkata sekasar itu. 2. 12 . tentu dengan mudahnya mereka menganggap kafir. tanpa mempertimbangkan hak-hak mereka. Mencela dan Menyesatkan Orang‑orang Khawarij sangat mudah mencela dan menganggap sesat Muslim lain. Mereka berburuk sangka kepada Rasulullah saw. Fenomena ini sekarang banyak bermunculan. bahkan menuduh Rasulullah saw. bahwa beliau tidak adil dalam pembagian ghanimah. dalam rangka dakwah dan ta‟liful qulub. sendiri dianggap tidak adil dalam pembagian ghanimah. melebihkan pembesar‑pembesar dibanding yang lainnya. Efek dari mudahnya mereka saling mengkafirkan adalah kelompok mereka mudah pecah disebabkan kesalahan kecil yang mereka perbuat. dan sahabat yang lain. Sifat‑sifat Khawarij 1. Padahal itu dilakukan Rasulullah saw. Mereka memilih Abu Musa al-Asy‟ary sebagai Gubernur dan memaksa „Utsman mengakui tindakan kekerasan ini.

tapi setelah diingatkan bahwa babi itu milik orang kafir ahli dzimmah.3. Bahkan Rasulullah saw..” Mereka bertanya. Keras terhadap sesama Muslim dan memudahkan yang lainnya. Hadits Rasulullah saw. Dan ketika mereka di Kuffah melihat babi langsung mereka bunuh. Maka serta-merta mereka langsung memenggal Abdullah.” jawab Abdullah. muka mereka pucat karena jarang tidur malam. langsung saja orang itu memuntahkan kurma yang dimakannya. Karena itu mereka menganggap ibadah kaum yang lain belum ada apa-apanya. Ibnu Abdil Bar meriwayatkan. masih tidak ada apa‑apanya. yang berdiri lebih baik dari yang berjalan…. langsung saja yang membunuh babi tadi mencari orang yang mempunyai babi tersebut. Dan isterinya dibunuh dengan mengeluarkan janin dari perutnya. kemudian Abdullah menyampaikan hadits tentang terjadinya fitnah. termasuk Umar bin Khattab. Mereka adalah orang yang sangat sederhana. “Yang duduk pada waktu itu lebih baik dari yang berdiri. Berlebih‑lebihan dalam ibadah Ini dibuktikan oleh kesaksian Ibnu Abbas. 4. “Ketika Abdullah bin Habbab bin Al‑Art berjalan dengan isterinya bertemu dengan orang Khawarij dan mereka meminta kepada Abdullah untuk menyampaikan hadits ‑hadits yang didengar dari Rasulullah saw. Di sisi lain tatkala mereka di kebun kurma dan ada satu biji kurma yang jatuh kemudian salah seorang dari mereka memakannya. menyebutkan bahwa mereka mudah membunuh orang Islam. sendiri membandingkan ibadah orang‑orang Khawarij dengan sahabat yang lainnya. 13 . Ini menunjukkan betapa sangat berlebih‑lebihannya ibadah mereka. tetapi membiarkan penyembah berhala. tangan dan kaki mereka „kapalan‟. “Apakah Anda mendengar ini dari Rasulullah?” “Ya. apalagi kalau dibandingkan dengan kita. meminta maaf dan membayar tebusan. jidat mereka hitam karena lama dalam sujud. Mereka disebut quro‟ karena bacaan Al-Qur‟annya bagus dan lama. tetapi setelah yang lain mengingatkan bahwa kurma itu bukan miliknya. pakaian mereka sampai terlihat serat‑seratnya karena cuma satu dan sering dicuci.

“Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya. Merasa bahwa Al‑Qur‟an akan menolongnya di akhirat. “Mereka akan senantiasa keluar sampai yang terakhir keluar bersama Al‑Masih Ad‑Dajjal” 9. padahal sebaliknya akan membahayakannya. tetapi mereka sendiri tidak mengamalkannya dan tidak memahaminya. maka bunuhlah mereka. Sedikit pemahamannya Disebutkan dalam hadits dengan sebutan Sufahaa-ul ahlaam (orang bodoh). “Jika engkau bertemu dengan mereka.” 8. menyuruh kita untuk membunuh jika menjumpai mereka. Sedikit pengalamannya Hal ini digambarkan dalam hadits bahwa orang‑orang Khawarij umurnya masih muda‑muda yang hanya mempunyai bekal semangat. Nilai Khawarij Orang‑orang Khawarij keluar dari Islam sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. Fenomena Khawarij Mereka akan senantiasa ada sampai hari kiamat.. berdakwah pada manusia untuk mengamalkan Al‑Qur‟an dan kembali padanya. Kedudukan Khawarij Kedudukan mereka sangat rendah.5. 10. Sikap terhadap Khawarij Rasulullah saw. 6. Di dunia disebut sebagai seburuk-buruk makhluk dan di akhirat disebut sebagai anjing neraka.” 14 . 7.

Jadi kontroversi bukan hanya terjadi antara aliran Khawariz dan aliran Lainnya. Selai itu. melainkan Dalam aliran Khawariz sendiri terjadi kontroversi antara satu sekte dan sekte lainnya. kelompok ini memisahkan diri dari sekte AlAzariqoh atas inisiatif Abu Fudayl dan pengikutnya karena perbadaan pendapat dari hukum pembunuh anak dan istri orang musyrik. Muawiyah. tetapi adalah kebijakan dan harta musuh tidak boleh semuanya diambil sebagai rampasan. semua pengikut Al-Azariqoh yang ditemukan dibunuh.H. Kontroversi Aliran Khawarij Dalam perkembangannya aliran ini terpecah menjadi beberapa sekte. Lalu. Menurut sekte ini. Dan Abu Musa Al-Asyari telah berbuat salah. 15 . Pada mulanya sekte ini termasuk sekte Al-Azariqoh. Mereka melakukan pembunuhan sampai mereka sendiri terbunuh pula. hijrah ke wilayah kaum Khowariz bukan kewajiban yang seperti dikatakan Naf‟i. Yang boleh dirampas hanyalah harta musuh yang sudah mati. sehingga membunuh siapa saja yang menjadi penentangnnya. Setiap persoalan konroversi yang terjadi tidak mungkin dijelaskan secara menyeluruh. Sekte Al-Nazdah inilah yang paling moderat karena menurut mereka membunuh anak dan istri orang kafir tidak dibolehkan. setiap sekte hampir spakat mengatakan bahwa orang yang berbeda pendapat dengan mereka adalah kafir. Sekte lain yang moderat pula adalah Al-Azaridah. Akhirnya. Sekte ini dalah paling besar diantara sekte yang ada keadaan ini terbukti pada waktu terjadi perang antara Abdulloh Ibn Zubayr dengn orang orang Muawiyah. Karena banyanknya pengikut sekte ini Abdullo Ibn Zubayr terpaksa menggunakan tentara sampai puluhan ribu orang. Oleh sebab itu disini hanya mengemukakan beberapa persoalan yang di anggap penting yang sering dibicarakan oleh Mutakallimun. Selain itu terdapat sekte Al-Azariqoh yang dipelopori oleh Naf‟i Ibn Azrak. karena mereka telah membuat keputusan diluar ketentuan Al-Quran. Diantara sekte khawarijh yang terkenal adalah Al-Muhakkimah. menurut sekte ini hukum yang benar adalah hukum alloh. Amr Bin Ash. Maka dari itu merea berpendapat bahwa Ali. dalam aliran Khawariz terdapat pula sekte Al-Nazdah. golongan ini sangat kencar mempertahankan keyakinan mereka.

terutama mengenai perubahan system politik kenegaraan dan timbulnya golongan-golongan dikalangan Umat Islam yang satu sama lain saling bertentangan. tapi akhirnya Ibn alMuljam dapat membunuh Ali bin Abi Thalib. 2)AlAzariqah. 5) Al-Sufriyah. Kaum Khawarij memisahkan diri dari barisan„Ali bin Abi Thalib. Abu Musa Al Asy‟ari dan lain-lain sudah keluar dari Islam.BAB III PENUTUP A. Persoalan politik terus berlanjut dan bahkan makin berkembang setelah usainya perang Siffin. di antaranya ialah . Sesuai dengan firman Tuhan dalam Surah An-Nisa : 100. Amru binAsh. Golongan khawarij memandang Ali. Mu‟awiyah. 4) Al-Ajaridah.Perang Siffin meletus akibat dari politik yang dilakukan oleh Khalifah Usman bin Affan pada masa menjelang akhir pemerintahannya. B. bahkan dianggap murtad dan wajib dibunuh. Saran Dengan membaca makalah ini. kaum khawarij mengalami kekalahan besar. Kesimpulan Perang Siffin ini merupakan peristiwa yang sangat penting di dalam perjalanan sejarah umat Islam.Akan tetapi dalam pertemuan dengan kekuatan Ali. Khawarij merupakan suatu kaum yang berhijrah meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka untuk mengabdikan dirikepada Allah dan Rasul-Nya dan untuk memperolah pahala dari Allah SWT. 6) Al-Ibadiyah. pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat tentang pentingnya identitas nasional bagi bangsa dan negara Indonesia dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan peristiwa perang Siffin itu membawa akibat terjadinya berbagai perubahan. 3) Al-Najdat. yang akhirnya membawa kepada timbulnya persoalan-persoalan Theologi.Di kemudian hari kaum Khawarij terpecah-pecah dalambeberap sub-sekte. karena mereka tidak setuju dengan sikapnya yang menerima tahkim (arbitrase) dalam menyelesaikan persengketaannya dengan Mu‟awiyah bin AbiSufyan. 1) Al-Muhakkimah. 16 .

Tasawuf.Yayasan Penerbit UI:Jakarta Hamid. Tauhid Ilmu Kalam. Syamsul Rijal. 1996. Abudin. Buku Pintar Agama Islam: Edisi Senior.DAFTAR PUSTAKA Nasution. Logos. 2003. Filsafat. Zahra Imam Muhammad Abu. Jakarta. Ahmad Muhammad. Jakarta Selatan. Mengenal Aliran Islam. 1993. Aliran Politik dan Akidah .1998. Nata. Pustaka al-Riyadl. Raja Wali Pers. 17 . 1987. Jakarta Utara. Sufyan Raji Abdullah Muhammad. Harun. Teologi Islam. Penebar Salam: Bogor. Ilmu Kalam. Pustaka Setia: Bandung. 2002.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->