SISTEM PEMBIAYAAN RUMAH SAKIT

Menurut UU 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, terdapat dua jenis Rumah Sakit (RS), yaitu rumah sakit publik dan rumah sakit privat. Rumah sakit publik merupakan RS non for profit/nirlaba (milik pemerintah, pemerintah daerah, badan hukum nirlaba) dengan sistem manajemen menggunakan BLU atau BLUD. Sedangkan RS privat merupakan rumah sakit for profit, milik PT atau persero. Menurut Sistem Kesehatan Nasional tahun 2004, penyelenggaraan subsistem pembiayaan kesehatan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Dana pemerintah diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan bagi masyarakat rentan dan keluarga miskin. 2) Dana masyarakat diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan perorangan yang terorganisir, adil, berhasil-guna dan berdaya-guna melalui jaminan pemeliharaan kesehatan baik berdasarkan prinsip solidaritas sosial yang wajib maupun sukarela, yang dilaksanakan secara bertahap. 5) Pada dasarnya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan pembiayaan kesehatan di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun untuk pemerataan pelayanan kesehatan, pemerintah menyediakan dana perimbangan (maching grant) bagi daerah yang kurang mampu.

Ditetapkannya PP No 23 tahun 2005 tentang PPK-BLU ini dilatarbelakangi oleh tingkat kebutuhan dana yang makin tinggi, sementara sumber dana yang tersedia tetap terbatas, beban pembiayaan pemerintahan yang bergantung pada pinjaman semakin dituntut pengurangannya demi keadilan antargenerasi. Paket reformasi di bidang keuangan negara sedang dalam pergeseran dari penganggaran tradisional ke penganggaran berbasis kinerja, sehingga penggunaan dana pemerintah pindah dari membiayai masukan (inputs) atau proses ke pembayaran terhadap hasil (outputs). Maksud dari orientasi pada outputs adalah mewiraswastakan pemerintah (enterprising the government), paradigma yang memberi arah yang tepat bagi keuangan sektor publik. Instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan menonjolkan

Rencana Pengembangan dan Margin. yaitu : 1. Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik). Biaya pemerintah seperti misalnya biaya gaji karyawan dan biaya investasi. sangat tergantung dengan jenis usaha masing-masing instalasi. RS harus mampu menghitung dan menyajikan anggaran yang digunakannya dalam kaitannya dengan layanan yang telah direalisasikan. Unsur tarif Rumah Sakit Pemerintah / non profit. Dalam pertanggungjawabannya. Usaha jasa Produk layanan yang ada di Instalasi Rawat Inap. Penunjang Medis dan lain-lain 2. Keuangan dikendalikan secara ketat dalam perencanaan dan penganggarannya. Paramedis dan Non Medis). . Ini disebut Badan Layanan Umum (BLU). tetapi diselenggarakan oleh instansi yang dikelola ala bisnis (business like) sehingga pemberian layanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan efektif. Jasa Pelayanan (Medis. terdapat dua bagian yaitu tarif yang dibebankan pemerintah dan yang dibebankan masyarakat. Usaha pengolahan/industri Produk olahan yang ada Instalasi Gizi. pengelolaan kas.produktivitas. ICU. Upaya pengagenan (agencification) aktivitas yang tidak harus dilakukan oleh lembaga birokrasi murni. dan efektivitas. Rumah sakit wajib menghitung harga pokok dari layanannya dengan kualitas dan kuantitas yang distandarkan oleh menteri teknis pembina. jika instalasi tersebut sudah menjadi Revenue / Profit Centre. efisiensi. Fleksibilitas diberikan dalam rangka pelaksanaan anggaran termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja. dan pengadaan barang/ jasa. Ada 3 macam jenis usaha. Dalam BLU diberikan kesempatan untuk mempekerjakan tenaga profesional non PNS serta kesempatan pemberian imbalan jasa kepada pegawai sesuai dengan kontribusinya. Tarif adalah harga jual yang memperhitungkan Unit Cost. serta dalam pertanggungjawabannya. OK. Untuk menentukan pola tarif masing-masing produk di Rumah Sakit. IRD. Usaha perdagangan Produk penjualan yang ada di Apotek 3. Biaya yang dibebankan masyarakat untuk biaya operasionalnya.

.Pelayanan luar paket b. namun benar-benar miskin yang dinyatakan oleh Kepala Desa/Lurah dan ditandatangani camat. sesuai dengan tarif yang berlaku 4) Apabila peserta menghendaki naik kelas. Asuransi swasta. diperuntukkan bagi warga miskin. Tarifnya merupakan fee for service. Mandiri (umum) Pasien mandiri/umum membayar fee for service secara out of pocket. 2. Tarifnya berdasarkan sistem paket (INA-CBG). Asuransi Pegawai Negri (PT ASKES). Tarifnya ditetapkan berdasarkan Perda no 7 tahun 2007.Paket rawat jalan . 1) Asuransi penanggung bekerja sama dengan RSUD Karanganyar 2) Penanggung menentukan kelas dimana peserta berhak dirawat 3) Tarif sesuai dengan kesepakatan antara penanggung dengan RSUD Karanganyar. Ada penjamin (asuransi). b) Dana diambil dari APBD II c) Peserta adalah masyarakat miskin yang tidak termasuk dalam SK Bupati. Pasien berdasar penjaminnya: a. 1) Peserta ditanggung oleh PT ASKES 2) PT ASKES membayar kepada RSUD sesuai dengan tarif kesepakatan antara PT ASKES dengan RSUD Karanganyar 3) Sistem pembayaran: .Paket rawat inap .RSUD Karanganyar saat ini berstatus BLUD. Jamkesmas dan Jamkesda. selisih biaya ditanggung oleh peserta c. 1) Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) a) Peserta ditanggung oleh Departemen Kesehatan b) Depkes membayar RSUD Karanganyar dengan sistem paket 2) Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) a) Jamkesda adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak masuk dalam program JAMKESMAS. Pasien dibedakan menjadi 2 jenis: 1.

Pendanaan Rumah Sakit Pemerintah Alur pelayanan kesehatan ASKES .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful