P. 1
makalah replikasi DNA sel Prokariotik dan Eukariotik

makalah replikasi DNA sel Prokariotik dan Eukariotik

|Views: 3,390|Likes:
Published by Lowis Yanmaniar
tentang replikasi DNA
tentang replikasi DNA

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Lowis Yanmaniar on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $9.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/28/2014

$9.99

USD

pdf

text

original

Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Seperti yang kita ketahui mahluk hidup tumbuh dan berkembang dari bayi hingga dewasa. Dari bayi, manusia dapat tumbuh menjadi bentuk dewasa karena ada sel-sel di dalam tubuh yang terus-menerus memperbanyak diri melalui pembelahan sel. Oleh karena itu, pembelahan sel merupakan faktor penting dalam hidup kita. Menurut Jacob Schleiden (1804-1881:2) dan Theodor Schawann (1810-1882 :2 ) sel merupakan unit structural dan fungsional terkecil dalam kehidupan. Hal ini membuktikan secara struktural bahwa sel merupakan penyusun mahkluk hidup, baik yang bersel satu maupun bersel banyak. Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut sel melakukan aktivitas kehidupan. Untuk menjaga kelangsungan aktivitasnya, setiap sel mempunyai struktur dan fungsi yang jelas. Sel tersusun oleh membrane plasma, protoplasma, dan organel-organel sel,. Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan salingt ketergantungan. Pada dasarnya sel merupakan jasad hidup selular karena penyusun suatu satuan (unit) yang mempunyai bermacam-macam komponen subseluler dan organel yang terorganisasi dalam satu kesatuan yang padu. Masing-masing komponen selular dan organel jasad hidup mempunyai fungsi yang spesifik. Secara umum dapat dikatakan bahwa organisasi sel atau komponennya akan menentukan fungsinya. Organisasi dan struktur rinci jasad hidup menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan mendasar dalam hal morfologi maupun reaksi molekuler yang terjadi didalam jasad bersel tunggal maupun bersel banyak. Berdasarkan atas organisasi dan struktur rinci sel, maka jasad hidup seliler dibedakan lebih lanjut menjadi dua kelompok, yaitu : 1) prokaryot dan 2) eukaryot. Bahan genetik yang ada pada setiap jasad akan menglami proses perbanyakan sebagai salah satu tahapan sangat penting dalam suatu proses pertumbuhan sel atau perbanyakan partikel virus. Proses perbanyakan bahan genetic dikenal sebagai proses replikasi. Studi awal mengenai proses perbanyakan bahan genetik dilakukan pada jasad yang genomnya berupa molekul DNA (Yuwono, 2005:93).

1 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura

Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik

Replikasi bahan genetik dapat dikatakan sebagai proses yang mengawali pertumbuhan sel, meskipun pertumbuhan merupakan suatu resultan banyak proses yang saling berkaitan satu sama lain. Sel mempunyai mekanisme replikasi bahan genetic yang dilengkapi dengan system penyuntingan (editing) yang sangat akurat sehingga bahan genetic yang diturunkan pada sel anakan (progeny) mempunyai komposisi yang sangat identik dengan komposisi bahan sel induk. Replikasi bahan genetik diikuti pembentukan sel-sel anakan yang membawa duplikat bahan genetic hasil replikasi (Yuwono, 2005:94). Secara umum, replikasi merupakan proses pengkopian rangkaian molekul bahan genetic (DNA atau RNA) sehingga dihasilkan molekul anakan yang sangat identik. Meskipun konsep dasar replikasi antara struktur bahan genetic yang satu dengan yang lain serupa, namun diketahui ada banyak perbedaan dalam hal mekanisme rincinya. Makalah ini akan membahas tentang bagaimana mekanisme replikasi DNA pada sel prokaryot dan eukaryote. B. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana mekanisme replikasi DNA ? b. Bagaimana mekanisme Replikasi DNA pada sel prokaryot dan eukaryote ? C. TUJUAN Untuk mengetahui bagaimana mekanisme replikasi DNA secara umum beserta

komponen-kompennya serta mekanisme replikasi DNA pada sel eukariotik dan prokariotik.

2 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura

2012). Berbagai penelitian para ahli biologi. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. 2012). sel berfungsi untuk menjalankan fungsi kehidupan menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya berfungsi). pengamatan terhadap sayatan gabus (terdapat ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tsb). DOKTRIN SEL Sel berasal dari kata latin yaitu cella. Berarti ruangan kecil. Yang kemudian membentuk organisme. 1. Jika dilihat secara keseluruhan. maka sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya (Anonim a. antara lain seperti berikut. secara struktural Secara fungsional. yang ditemukan oleh Robert Hooke. Didalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Schleiden (1804-1881) dan T. Sel merupakan satuan terkecil makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan (tidak dapat dibagi-bagi lagi) (Anonim a. Schwann (1810-1882) Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Protoplasma terdiri dari plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus). yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup. 2. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Setelah mengamati tubuh tumbuhan. Selain itu sel juga mengandung materi genetik. dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari 3 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Robert Hooke (1635-1703) Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Sel berkembang biak dengan cara membelah diri (secara mitosis). Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel. Sel merupakan suatu ruangan kecil yang bibatasi oleh membran. ia menemukan bahwa banyak sel yang tubuh tumbuhan. strukturnya mirip sarang lebah. yang didalamnya terdapat cairan (protoplasma).

Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. B.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik tumbuhan adalah sel. 5.ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembram (membram dalam). Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel. 2003). sel prokariotik tidak memiliki membram inti. dan sitoplasma yang mengandung ribosom. SEL PROKARIOTIK Prokariotik berasal dari kata pro yang artinya primitive dankaryon yang artinya inti. Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain: a. yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel. Jadi sel prokariotik adalah sel yang intinya primitive tidak jelas terbungkus suatu membran atau sel yang tidak memiliki selaput inti (Entjang. sel merupakan unit hereditas. Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. 4. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye Pada tahun 1835. nukleoid (berupa DNA dan RNA). Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup. kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. d. sel merupakan unit struktural makhluk hidup. Max Schultze (1825-1874) Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. setelah mengamati struktur sel. 3. c. Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. b. Robert Brown Pada tahun 1831.sepert reticulum endoplasma dan 4 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . karena tidak mempunyai membram inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma.

4-0.8-8. 2003). dan manusia 29.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . 2012). sebagai contoh: Neurospora 19.10 pasangan basa (pb) DNA. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S (Sumarsih.selain itu.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik komplek golgi. misalnya pada bakteri anaerob(Sumarsih. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. yaitu mesosom dan kromatofor (Anonim b. Inti sel prokariotik tidak mempunyai membran. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0. Sel ini tidak mempunyai organela seperti mitokondria. khloroplas dan aparat golgi (Sumarsih. Aspergillus niger 40. namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. Jagung 7. Adapun sel prokariotik meliputi sebagai berikut: 6 9 9 6 6 Gambar 1. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. 2003). tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler) yang disebut plasmid.10 .10 . Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas.1 Sel prokariotik Sumber : http://yaulie.com 1. DNA pada sel eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. Dinding sel Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap. 2003). 5 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikelilingi oleh membran. Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0.blogspot.10 . pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul (Anonim b.10 . 2012).. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot.

fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya. protein. mineral.com 3. lemak.3 Membran Plasma Sumber : http://yaulie.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1.com 2. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel (Anonim b. Sitoplasma Sitoplasma tersusun atas air.blogspot.4 Sitoplasma Sumber : http://yaulie.2 Dinding Sel Sumber : http://yaulie. metabolisme terdiri dari proses penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zatzat(Anonim b. 2012).blogspot. 2012).blogspot. Membran plasma Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein. Gambar 1. dan enzim-enzim di pergunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel.com 6 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Gambar 1.

2012). Gambar 1. dan basa-basa nitrogen. di singkat DNA) merupakan persenyawaan yang tersusun atas gula deoksiribosa. yakni sifat-sifat yang harus di wariskan kepada keturunannya (Anonim b. Gambar 1. biasanya mesosom terletak dekatb dinding sel yang baru terbentuk pada saat pembelahan biner sel bakteri. Mesosom Ada tempat tertentu. 2012). mesosom berfungsi sebagai penghasil energi.blogspot. membram plasma melekuk ke dalam membentuk organel yang disebut mesosom.com 6. DNA Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid.com 5. 7 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . 2012). Ribosom Ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein (Anonim b.6 Ribosom Sumber : http://yaulie.blogspot. fosfat.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik 4.5 Mesosom Sumber : http://yaulie. pada membram mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energy (Anonim b. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik.

dan oligosakarida. 2012).Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1. disingkat RNA) merupakan persenyawaan hasil transkripsi DNA.8 RNA Sumber : http://yaulie. dan membran sel.com C.blogspot. jadi bagian tertentu DNA melakukan transkripsi (mengkopi dir) membentuk . terdiri atas lipid. yang mengandung asam deoksiribosa nukleat (DNA) yang berfungsi untuk mengarahkan sintesis protein untuk kemudian diolah menjadi hormon-hormon dan enzim-enzim. 2003). Membran sel memiliki dua fungsi utama. maka materi genetiknya tidak tersebar melainkan dibungkus selaput (Mikrobiologi & Parasitologi.RNA. Membran sel. yang memiliki ketebalan berkisar 7.7 DNA Sumber : http://yaulie. Sel eukariotik terdiri atas tiga bagian utama.blogspot. kolesterol. Gambar 1. kode-kode genetik itu akan diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses sintesis protein(Anonim b. protein. Indan Entjang. RNA membawa kode-kode genetik sesuai dengan pesanan DNA.5-10 nm.com 7. Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki selaput inti dengan panjang sel 10-100 μm . Jadi sel eukariotik adalah sel yang intinya jelas terbungkus suatu membran. selanjutnya. SEL EUKARIOTIK Eukariotik berasal dari kata eu yang artinya normal atau sesungguhnya dan karyon yang artinya inti. Nukleus merupakan inti sel yang berbentuk bulat dan terletak di tengah sel. RNA Asam ribonukleat (ribonucleic acid. yaitu untuk menjaga ketetapan isi sel yang berupa cairan sitosol dan mengatur lalu lintas pertukaran zat antara lingkungan ekstraseluler dan lingkungan intraseluler. yaitu sitoplasma. serta menyimpan cetak biru genetik yang diwariskan antar generasi untuk menjaga agar sifat-sifat yang dimiliki oleh satu generasi sama dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh generasi sebelumnya (Anonim c. Hal ini dimungkinkan karena membran 8 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . 2012). nukleus.

2012). Kromosom dapat mengalami pembelahan melalui proses yang dikenal sebagai mitosis (Sumarsih. Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti.com Adapun bagian dari sel eukariotik adalah sebagai berikut. Sel eukariotik juga mengandung organel-organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Struktur membran sel adalah dua lapis lipid yang di permukaannya terdapat rantai gula dan protein (Anonim c. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi dengan suatu protein yang disebut histon. Gambar 1. 2012). Membran sel (selaput plasma) Selaput membran sel bersifat selektif permeabel. 2003). 9 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .9 sel eukariotik Sumber : http://yaulie.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik sel bersifat semipermeabel akibat keberadaan protein yang disebut integrin yang memungkinkan untuk terjadinya interaksi antara lingkungan ekstrasel dan lingkungan intrasel. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. berukuran 80S. artinya hanya dapat dilalui molekulmolekul tertentu seperti glukosa. serta merespon sinyal dari luar. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi (Sumarsih.blogspot. gliserol dan berbagai ion. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokariot). asam amino. 1. 2003). Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. Memiliki ketebalan antara 5-10 nm (Anonim d. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. yaitu aparatus golgi. Berfungsi memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya dan menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel.

dan penyimpanan lemak dan glikogen.com 2. 2012). Sitoplasma Sitoplasma merupakan lingkungan di dalam sel selain nukleus.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1. dan mitokondria (Anonim c. 2012). Sitoplasma terdiri atas cairan sitosol dan sitoskeleton.blogspot. Sitosol merupakan cairan berbentuk pekat yang mengisi sekitar 55% volume sel dan penting dalam metabolisme perantara. peroksisom. Ada lima jenis utama organel yang menempati sitosol: retikulum endoplasma. sintesis protein ribosom.com 3. 10 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . lisosom.10 membran plasma Sumber : http://yaulie. Gambar 1.blogspot. Sitosol merupakan tempat melekatnya organelorganel.11 Sitoplasma Sumber : http://yaulie.Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval (anonim b. aparatus golgi.Nukleus berdiameter 10 mikrometer . Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel.

Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. 2012). Gambar 1.com 4. Retikulum Endoplasma Retikulum berasal dari kata Reticular yang berarti anyaman benang atau jala.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan.blogspot.Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan .karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma ( endoplasma ).maka disebut sebagai retikulum endoplasma (disingkat RE ).blogspot.RE hanya dijumpai di dalam sel eukariotik .baik sel hewan maupun sel tumbuhan (anonim b.com 5. 11 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .13 sentriol Sumber : http://yaulie.12 Nukleus Sumber : http://yaulie. sedangkan pada sel tumbuhan tidak(anonim b. 2012).

Pada sel tumbuhan .com 6.14 Retikulum Endoplasma Sumber : http://yaulie. Kompleks golgi Kompleks golgi sering disebut golgi saja. Gambar 1.blogspot. Gambar 1.kompleks golgi disebut diktiosom .Ribosom tidak memiliki membrane (anonim b.soma =tubuh ) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim.15 ribosom Sumber : http://yaulie.16 Kompleks golgi Sumber : http://yaulie.yaitu mencerna zat-zat yang masuk dalam sel (anonim b. 2012).Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1. Ribosom Ribosom tersusun atas RNA-ribosom ( RNA-r ) dan protein.blogspot.Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel.com 8. 2012).Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma (anonim b. Lisosom Lisosom (lyso =pencernaan . 12 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .blogspot.com 7. 2012).

Mitokondria Mitokondria merupakan penghasil energi ( ATP ) karena berfungsi untuk respirasi .5 mikro meter .com 9.blogspot.5-1 mikrometer dan panjang 3-10 mikrometer (anonim b.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1. 13 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Gambar 1.blogspot.artinya bentuknya mudah berubah .com 10. Mitokondria mempunyai sifat plastis . Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil . Secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang . hanya bergaris tengah 0.3-1.B adan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom (anonim b.17 lisosom Sumber : http://yaulie. 2012).18 Badan mikro Sumber : http://yaulie. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0. 2012).

com 14 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .20 mikrotubulus dan mikrofilamen Sumber : http://yaulie.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin.com 11. yang panjangnya 2.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein .Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 1.yaitu aktin dan miosin. Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa .tipis yang memanjang. Gambar 1.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm (anonim b.19 mitokondria Sumber : http://yaulie.dan juga membentuk rangka dalam pada sel. Selain mikrotubulus .blogspot.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot . Organel ini berbentuk benang-benang halus .blogspot. 2012).5 mikrometer dengan diameter 25 nm.

Replikasi DNA juga dapat dilakukan secara in vitro (artifisial./DNA . REPLIKASI DNA Replikasi DNA adalah proses biologis yang terjadi pada semua organisme hidup dari salinan DNA mereka. Siklus sel termasuk interfase. DNA polimerase.org. Rantai polimerase reaksi (PCR).wikipedia. sitosin. DNA yang tidak berliku pada asal. dan timin (biasanya dicatat 15 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura Gambar 2.1 Replikasi DNA Sumber: http://id. teknik laboratorium umum. metafase. Siklus sel (mitosis) juga berkaitan dengan proses replikasi / reproduksi DNA. a. dan primer DNA buatan yang digunakan untuk memulai sintesis DNA pada urutan dikenal dalam molekul template. Setiap untai tunggal DNA adalah rantai dari empat jenis nukleotida yang memiliki basis: adenin. terisolasi dari sel. 2002). profase. dan sintesis untai baru. sebuah proses yang disebut sebagai replikasi semikonservatif. di luar sel). Replikasi DNA sempurna di pastikan dengan cara tidak adanya kesalahan dan pengoreksian dalam proses yang sangat teliti (Tymoczko. mempekerjakan sintesis buatan seperti dengan cara siklik untuk memperkuat DNA bagian target tertentu dari kolam DNA. dan telofase.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik BAB III ISI DAN PEMBAHASAN A. yang disebut "asal" (Tymoczko. dan DNA adalah dasar dari warisan biologis. 2002) (walter. 2002). Struktur DNA Struktur DNA biasanya beruntai ganda. Setiap untai molekul DNA beruntai ganda asli berfungsi sebagai template untuk produksi untai komplementer. enzim yang mensintesis DNA baru dengan menambahkan nukleotida disesuaikan dengan untai template. guanin. dengan kedua untai melingkar bersama untuk membentuk karakteristik double-helix. sejumlah protein lain yang terkait dengan garpu dan membantu dalam inisiasi dan kelanjutan dari sintesis DNA. replikasi DNA dimulai di lokasi tertentu dalam genom. anafase. Dalam sel. Proses dimulai ketika salah satu untai ganda molekul DNA menghasilkan dua salinan identik dari molekul. membentuk garpu replikasi. Selain DNA polimerase.

Jika AC dipasangkan. 16 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . atau deoxyribonucleoside trifosfat. 2009). DNA polimerase pertama kali ditemukan pada tahun 1957 (albersts. yaitu gula deoksiribosa melekat pada satu. Sebuah nukleotida adalah mono-. DNA polimerase membaca rantai DNA utuh sebagai cetakan (templat) dan menggunakannya untuk membentuk rantai baru. Nukleotida (basa) yang cocok antara helai melalui ikatan hidrogen untuk membentuk pasangan basa. DNA Polimerase DNA polimerase adalah enzim penting dalam replikasi DNA maupun dalam reparasi DNA (Andrey. dengan kata lain enzim ini mengkatalisasi reaksi pembentukan DNA. karena DNA polimerase dapat mensintesis DNA hanya dalam satu arah dengan menambahkan nukleotida ke ujung 3 'dari untai DNA. DNA polimerase merupakan sebuah enzim yang mengkatalisasi reaksi polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi rantai DNA. Interaksi kimia dari nukleotida membentuk hubungan fosfodiester. bila bukan purin pasangannya. atau tiga fosfat. menciptakan tulang punggung fosfat-deoksiribosa dari helix ganda DNA dengan basis menunjuk ke dalam. Untaian helix yang anti-paralel dengan satu menjadi 5 utama untuk 3 maka untai prima 3 berlawanan 5. 2002). Directionality memiliki konsekuensi dalam sintesis DNA. G & T). dan basa. dan identik dengan pasangan dari rantai cetakan sebelum terjadi reaksi. dan ujung yang berbeda dari untai tunggal yang disebut "3 '(tiga-prime) akhir" dan "5' (lima-prime) akhir" dengan arah penamaan akan 5 prima kepada 3 prime daerah. dua. akan ada satu hidrogen tidak terikat dengan apa pun. dan pasangan sitosin dengan guanin (tiga ikatan hidrogen) karena purin harus memasangkan dengan pirimidin yang: pirimidin tidak bisa memasangkan dengan pirimidin lain karena untaian akan sangat dekat satu sama lain. b. alur akan terlalu jauh dan struktur akan menjadi tidak stabil. membuat DNA tidak stabil. di-. Untai DNA memiliki directionality. Molekul polimer yang baru terbentuk merupakan komplemen atau pasangan dari rantai yang digunakan sebagai cetakan. Istilah-istilah ini mengacu pada atom karbon dalam deoksiribosa yang fosfat berikutnya dalam rantai menempel. Pasangan adenin dengan timin (dua ikatan hidrogen). 2008) oleh Arthur Kornberg. Para pasangan basa dalam DNA melalui ikatan hidrogen berarti bahwa informasi yang terkandung dalam masing-masing untai yang berlebihan.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik sebagai A. Nukleotida pada untai tunggal dapat digunakan untuk merekonstruksi nukleotida pada untai pasangan baru disintesis (Albert. C.

2004). DNA polimerase dapat menambahkan nukleotida-nukleotida bebas hanya pada ujung 3' dari rantai yang baru terbentuk./DNA DNA Polimerase berperan dalam elongasi dan proofreading (Murray. Penelitian pada awal tahun 2010 pada sel jaringan ikat manusia menyatakan ada tiga jenis DNA polimerase yang terlibat dalam terjadinya pemotongan nukleotida. Hal ini menyebabkan terjadinya elongasi atau pemanjangan pada rantai baru dengan arah dari ujung 5' ke ujung 3'. yang dinyatakan sebagai prosesivitas yaitu jumlah nukleotida yang ditambahkan sebelum enzim DNA polimerase ini melepaskan dirinya dari rantai cetakan.wikipedia.  Proofreading merupakan aktivitas mengenali kekeliruan pengkopian dan memperbaikinya.org. yaitu DNA polimerase δ. dalam rangka koreksi terhadap DNA. dan κ (Ogi.  Elongasi. 2010). Elongasi atau pemanjangan rantai menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi polimerisasi (nukleotida per detik).Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 2.2 DNA polimerase dalam pemanjangan rantai dan koreksi cetakan Sumber: http://id. oleh karena itu membutuhkan primer sehingga nukleotida dapat 17 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . 2003) (Alberts. DNA polimerase tidak bisa memulai rantai baru. ε. DNA polimerase hanya bisa menambahkan nukleotida ke ujung 3' yang sudah ada.

18 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . kemudian jika nukleotida tersebut merupakan pasangan basa yang sesuai maka terjadilah reaksi katalisasi pembentukan DNA baru. 1999).org. deoksiguanintrifosfat (dGTP). Gambar 2. Daerah ini berperan dalam katalisis reaksi transfer gugus fosfor (Thomas.3 Struktur 3 dimensi DNA Polimerase beta manusia berserta dengan DNA Sumber: http://id. Daerah telapak tangan dari DNA polimerase tersusun atas helai beta serta situs katalis utama pada DNA polimerase. biasanya ion logam yang diikat adalah ion Magnesium atau Seng Watson. jari-jari tangan lainnya.wikipedia. 1999) (primal. Daerah ini mengikat dua ion logam secara terpisah dari bagian enzim lainnya. 2000) 1.2008)./DNA Struktur DNA Polimerase diketahui melalui kristalografi menyerupai tangan kanan. 2008) DNA polimerase menggunakan satu situs aktif tunggal dalam reaksi katalisasi penambahan satu dari empat deoksiribonukleosidatrifosfat (dNTP) pada rantai tunggal DNA yang digunakan sebagai cetakan untuk membentuk DNA utuh. deoksisitosintrifosfat (dCTP). Nukleotida yang ditambahkan yaitu salah satu dari empat deoksiribonukleosidatrifosfat (dNTP) yang terdiri atas deoksiadenintrifosfat(dATP). serta telapak tangan (Thomas.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik ditambahkan. berubah menjadi nukleotida monofosfat (Pritchard. dalam hal ini menjadi DNA rantai ganda. DNA polimerase dianalogikan terbagi atas tiga bagian yaitu ibu jari. dan deoksitimidintrifosfat (dTTP). yang kemudian setelah reaksi pembentukan DNA oleh DNA polimerase. DNA polimerase mengenali kemampuan nukleotida yang datang untuk membentuk pasangan basa A danT atau G dan C dengan DNA rantai tunggal yang menjadi cetakannya.

2008).coli pol I (kelas A) E. Daerah jari-jari tangan lainnya dari DNA polimerase berperan penting saat suatu pasangan basa yang sesuai terbentuk antara nukleotida dengan cetakannya. DNA polimerase diklasifikasikan berdasarkan hubungan filogenetiknya menjadi enam kelompok utama (Burgers.blogspot.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik 2. Replikasi:> ORC menempel pada ACS (ORI) :> sehingga pilinan membuka dengan bantuan helikase.coli pol III (kelas C) Euryarchaeotic Pol II (kelas D) Pol β manusia (kelas X) E. DNA double helix (bentuk terpilin). Replikasi DNA Gambar 2. 3.[12] Daerah ini juga berperan dalam prosesivitas DNA polymerase (Thomas.coli pol II (kelas B) E. 2009). kelas Y (Burgers. :       E. kemudian pembukaan local DNA helix dan adanya RNA primer synthesis.com Pertama adanya replication origin. Daerah ibu jari dari DNA polimerase tidak secara langsung terlibat dalam dalam reaksi katalisis. c.coli UmuC/DinB dan varian RAD30/xeroderma pigmentosum eukariota (kelas Y) DNA polimerase pada eukariota termasuk pada enzim-enzim kelas A. Helikase akan menempel untuk membuka pilinan (helix). Hal ini berfungsi untuk mempertahankan posisi primer dengan situs aktif dari enzim DNA polimerase ini tetap dekat serta membantu DNA polimerase tetap bergabung dengan substratnya. 1999).4 Replikasi DNA Sumber: http://wanenoor. Untuk mereplikasi bila bentuknya terpilin tidak akan 19 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Daerah ini bergerak mengurung nukleotida tersebut. kelas B. melainkan hanya berinteraksi dengan DNA yang baru saja terbentuk. kemudian memicu terjadinya reaksi katalisis dengan mendekatkan nukleotida tersebut dengan ion-ion logam katalis yang ada di daerah telapak tangan (Watson. 2009). kelas X.

Dari ORI didapatkan 2 replication fork. tetapi tetap harus dibentuk dengan 5’-3’. Sumber: Sumber: http://id. Sementara yang 3’-5’ tidak bisa dibentuk.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik pernah bisa sehingga perlu dibuka pilinannya. Bila membuka pilinan pada salah satu ujung maka ujung yang lain akan semakin kuat pilinannya sehingga perlu daerah tertentu yang dipotong untuk membuka pilinan tesebut yang dilakukan oleh helikase. Karena arah DNA anti parallel maka perlu Leading-strand dan lagging strand.5 Many enzymes are involved in the DNA replication fork. tetapi pada titik tertentu akan ditambahkan primase lagi dan akan mensintesis lagi dari arah 5’-3’ (okazaki fragmen: fragmen2 potongan kecil yang terjadi pada saat replikasi pada lagging strain)-> Pada lagging strand arahnya dari 3’-5’. Sedangkan pasangannya (lagging strain) karena arahnya 3’-5’ maka hanya diam. karena DNA polymerase tidak bisa mensintesis tanpa ada primer. Bubble semakin besar./DNA Terdapat 2 parental strand (run occusite direction) yang bersifat antiparalel: 5’-3’ dan 3’-5’. Perlu DNA primase untuk membuat RNA primer sintesis. sehingga perlu satu strain yang terbentuk dari small discontinue peaces yang disebut sebagai lagging strain. replikasi berlanjut dan 1 ORI akan membentuk 2 replication fork. Pada leading strand karena arahnya sudah dari 5’-3’ maka tinggal menambah saja. DNA polymerase hanya mensintesis/mempolimerasi dari arah 5’-3’. Replication bubble Selanjutnya perlu primase untuk membuka primary. Satu strain bisa secara kontinyu disintesis yaitu yang 5’-3 (leading strain).org. Biru DNA. 20 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Ada ORI dan helikase yang membuka pilinan terus sampai terbentuk replication bubble. Helikase 3. Kemudian terjadi proses replikasi. Merah RNA.wikipedia. Small peaces disebut okazaki fragmen. Replication fork pada plasmid Gambar 2. ORI 2. Proses replikasi yang di perlukan utama: 1.

tetapi proses pada lagging bertahap. e: primer. Tetapi masih belum lengkap karena masih ada celah sehingga perlu DNA ligase untuk menempelkan. untuk mencegah DNA yang single-stranded agar tetap stabil (tidak double straded lagi). Pada saat RNA dibuang maka akan digantikan dengan DNA polymerase delta yang baru sampai hilang sama sekali. c: lagging strand. Topoisomerase.Protein yang dibutuhkan dalam replication fork yaitu:  Helicase: fungsinya untuk membuka (unwinding) parental DNA  Single-stranded DNA-binding protein: untuk menstabilisasi unwinding. Protein aksesori: Brace protein. Setelah itu untuk menggantikan RNA dibutuhkan polymerase delta (delta) yang bisa bersifat exonuclease tetapi juga bisa bersifat endonuclease. supaya kedudukannya stabil dan tidak goyang2. Akhirnya diperoleh 2 strain yang sama persis.wikipedia. supaya DNA polimerasenya menempelnya stabil (tidak mudah terlepas dari DNA template). f:Okazaki fragments Sumber: http://id. cirinya memotong DNA pada tempat tertentu sehingga mudah untuk memutar karena sudah dipotong. Tugasnya adalah memasangkan kembali DNA yang terpotong. : Replication factor C (RFC). Yang terjadi pd Okazaki fragment (OF): kita punya RNA primer sehingga di OF ada RNA-DNA hybrid. Tetapi RNA harus dibuang oleh RNase H. Ada DNA polimerase 21 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .org. Karena sudah terbuka sehingga ada basa-basa tertentu yang saling berpasangan sehingga terbentuk hairpins. DNA Polimerase yang memiliki DNA single-strand binding protein monomer yang bertugas untuk mencegah supaya DNA tidak hanya menempel dengan lawannya tetapi juga bisa membentuk hairpins. b: leading strand. d: replication fork. Sliding-clamps protein. yaitu mereplace atau menempatkan dNTP. Supaya tidak terbentuk hairpins maka didatangkan single strand binding protein supaya tetap lurus dan tidak berbelok-belok. Proses pada leading dan lagging strand berlangsung secara bersamaan.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Gambar 2.  Topoisomerase: untuk memotong (breakage) pada tempat-tempat tertentu.6 a: template./DNA Okazaki fragment: fragment potongan kecil pada saat replikasi yang terjadi pada lagging strand template.

Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik dan sliding clamps. dan enzim yang membuatnya : telomerase. clamp. Manusia memiliki kemampuan replikasi sel yang terbatas karena keterbatasan telomere. brace. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi. Daerah ori pada E. Sampai pada suatu titik tertentu yang merupakan signal bagi sel untuk berhenti membelah. DNA 22 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . di akhir replikasi ujungnya akan dihilangkan. primase. Setelah proses replikasi selesai maka RNA akan segera dibuang digantikan dengan DNA yang baru. single-strand binding protein. misalnya. Telomer: ujung yang merupakan non coding DNA sehingga kalau memendek tidak akan menjadi masalah karena tidak mengkode apapun. Telomer dibuat oleh enzim telomerase. 2012). DNA helicase. Pada saat telomere memendek sampai batas tertentu maka akan memberikan sinyal bagi sel untuk berhenti membelah. khususnya bakteri. Pada saat sel replikasi maka akan selalu memendek. Hal ini terjadi karena menggunakan primer RNA untuk proses replikasi. sehingga bila telomere habis sel akan berhenti membelah (anonym e. sehingga hasil replikasi menjadi lebih pendek. EXTENDS 3’ PRIMARY GENE --> TELOMERE. Telomer diadakan untuk mengantisipasi pada saat replikasi karena DNA akan memendek. REPLIKASI DNA PADA SEL PROKARIOTIK Replikasi DNA kromosom prokariot. sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya. Sintesis protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. maka kemampuan membelahnya tidak terbatas karena pada saat telomere habis maka telomerase akan membentuk telomere baru. Hal ini yang dimanfaatkan oleh sel kanker karena sel kanker memiliki telomerase sehingga sel kanker dapat terus membelah. dan RNA primer setelah replikasi harus dibuang dan tidak bisa digantikan. Setelah direplikasi ujung DNA harus ada telomere (ujung DNA). RNA juga akan dihilangkan. Untuk mengatasinya maka diadakan telomerase yang dibuat berkali-kali. Sintesis terjadi pada leading strand terlebih dahulu. Sedangkan pada stem sel yang memiliki telomerase. berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DnaA. topoisomerase. Karena kemampuan sel untuk membelah dibatasi oleh panjangnya telomerase. Chromosome end: Pada lagging strand. B. Semua sel selain stem sel tidak punya telomere. (slide 76: TTGGGGTTGGGTTGGGG). yang masing-masing panjangnya 9 pb. coli. Bila tidak ada telomere maka kromosom akan saling menempel sehingga kromosom tidak 46 tetapi dalam bentuk gandeng2 (tidak diketahui). Pada tahap tertentu DNA primase akan ditambahkan sehingga clamps-nya datang lagi. Perangkat untuk replikasi: DNA polimerasi.

yang masing-masing akan terikat pada molekul ATP. Primer baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal akan mengalami elongasi dengan bantuan holoenzim DNA polimerase III. yang merupakan enzim helikase. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbanginya sehingga diperlukan enzim lain. replikasi DNA terjadi baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal. Kompleks multisubunit ini merupakan dimer. sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi.000 hingga 2. Proses ini memerlukan kondisi superkoiling negatif DNA (pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga terbuka). sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Seperti telah dijelaskan di atas.000 basa. Untai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein (Ssb) untuk melindungi DNA untai tunggal dari kerusakan fisik dan mencegah renaturasi. Enzim DNA girase ini merupakan target serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik dapat mencegah berlanjutnya replikasi DNA bakteri. Hal ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. Akibatnya. Masing-masing bagian dimer pada kedua untai tersebut terdiri atas subunit a. Superkoiling negatif akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetitif sepanjang 13 pb yang kaya dengan AT sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan protein DnaB. sintesis pada kedua untai akan berjalan dengan kecepatan yang sama. Pada untai tertinggal suatu kompleks yang disebut primosom akan menyintesis sejumlah RNA primer dengan interval 1. Daerah ori akan mengelilingi kompleks DnaA-ATP tersebut. Primosom terdiri atas helikase DnaB dan DNA primase. dan subunit e. yang mempunyai fungsi polimerase sesungguhnya.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk. Enzim DNA primase kemudian akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah. Dengan demikian. Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori. Protein DnaA membentuk struktur kompleks yang terdiri atas 30 hingga 40 buah molekul. diperlukan enzim helikase selain DnaB. yaitu enzim yang akan menggunakan energi ATP hasil hidrolisis untuk bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan memisahkannya. yaitu topoisomerase tipe II yang disebut dengan DNA girase. yang mempunyai fungsi 23 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . separuh akan bekerja pada untai pengarah dan separuh lainnya bekerja pada untai tertinggal.

dimer holoenzim DNA polimerase III dan primosom diyakini membentuk kompleks berukuran besar yang disebut dengan replisom. REPLIKASI DNA PADA SEL EUKARIOT System replikasi DNA pada eukariotik menunjukkan beberapa perbedaan dibandingkan dengan replikasi pada prokariotik. yang mempunyai aktivitas polimerase 5’– 3’. 2003) C.2 Terikat Pada γ dan χ β 40. mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase I. Akhirnya. dan eksonuklease penyuntingan 3’ – 5’. suatu inhibitor bagi helikase DnaB. Pemisahan dilakukan oleh enzim topoisomerase IV. Di sekitar daerah ini terdapat sejumlah terminator yang akan menghentikan gerakan garpu replikasi. Selain itu. Masing-masing lingkaran hasil replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan (Anonim f.1 Membuat dimer inti (core). Ketika replikasi selesai.coli hanya 3 (tiga) macam DNA polymerase. Subunit Massa molekuler (kDa) Fungsi α 129.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik penyuntingan berupa eksonuklease 3’– 5’. sedangkan polimerase akan mengisi celah yang ditimbulkan. Macam dan Kemungkinan peranan DNA polymerase eukariotik Enzim Peranan DNA Polimerase α Mengawali replikasi pada kedua untaian DNA Polimerase δ Pemanjangan kedua untaian 24 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura .coli. Jika pada E. yaitu antara lain dalam hal macam DNA polymerase yang terlibat. 2012) Tabel 1.1 Komposisi subunit DNA polymerase III (holoenzim) pada E. Eksonuklease 5’ ® 3’ membuang primer. Kedua garpu replikasi akan bertemu kira-kira pada posisi 180°C dari ori.9 DNA polymerase ε 27.9 Terikat pada γ dan β χ 16. Begitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase III. Secara in vivo. Tabel 1.2. maka pada eukariotik ada 5 (lima) macam DNA Polimerase. Terminator tersebut antara lain berupa produk gen tus.6 Menstimulasi eksonuklease ε τ 71. fragmen-fragmen Okazaki akan dipersatukan oleh enzim DNA ligase. mengikat kompleks γ γ 47. eksonuklease 5’ – 3’. terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA.6 Penjepit enzim pada DNA (Sumber : Weaver.5 Eksonuklease 3’-5’ θ 8. kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu.7 Terikat pada β δ’ 36.5 Mengikat ATP δ 38.6 Terikat pada SSB ψ 15. Dengan adanya replisom sintesis DNA akan berlangsung dengan kecepatan 900 pb tiap detik.

Enzim ini akan meneruskan elongasi replikasi tetapi kemudian segera digantikan oleh DNA polimerase d pada untai pengarah dan DNA polimerase e pada untai tertinggal. yang fungsinya setara dengan subunit b holoenzim DNA polimerase III pada E. garpu replikasi pada eukariot bergerak hanya dengan kecepatan 50 pb tiap detik. DNA sentromir dan telomir bereplikasi paling lambat. Deretan yang mengalami inisasi paling awal adalah eukomatin. yang berturut-turut akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel. Pola semacam ini mencerminkan aksesibilitas struktur kromatin yang berbeda-beda terhadap faktor inisiasi. coli. Sederetan sekuens tandem yang terdiri atas 20 hingga 50 replikon mengalami inisiasi secara serempak pada waktu tertentu selama fase S. Berhubung dengan kompleksitas struktur kromatin. Sebelum melakukan penyalinan. Beberapa CDKs akan melakukan fosforilasi dan mengaktifkan protein-protein yang diperlukan untuk inisiasi pada masing-masing ori. DNA harus dilepaskan dari nukleosom pada garpu replikasi sehingga gerakan garpu replikasi akan diperlambat menjadi sekitar 50 pb tiap detik. 2003) Reparasi DNA Reparasi DNA Replikasi DNA mitokondria Pada eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. satu atau beberapa DNA helikase dan SSB yang disebut dengan protein replikasi A atau replication protein A (RP-A) diperlukan untuk memisahkan kedua untai DNA. Selanjutnya. Untuk memasuki fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan kinase tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases (CDKs). Baik DNA polimerase d maupun e mempunyai fungsi penyuntingan. kandungan histon di dalam sel juga mengalami penggandaan selama fase S.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik DNA Polimerase β DNA Polimerase ε DNA Polimerase γ (Sumber : Weaver. Kemampuan DNA polimerase d untuk menyintesis DNA yang panjang disebabkan oleh adanya antigen perbanyakan nuklear sel atau proliferating cell nuclear antigen (PCNA). sedangkan deretan yang agak lambat adalah heterokromatin. Selain terjadi penggandaan DNA. Seperti halnya pada prokariot. 25 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . tiga DNA polimerase yang berbeda terlibat dalam elongasi. Dengan kecepatan seperti ini diperlukan waktu sekitar 30 hari untuk menyalin molekul DNA kromosom pada kebanyakan mamalia. Untai pengarah dan masing-masing fragmen untai tertinggal diinisiasi oleh RNA primer dengan bantuan aktivitas primase yang merupakan bagian integral enzim DNA polimerase a.

Pelabelan dilakukan menggunakan analog timidin. ujung kromosom eukariot (telomir) mengandung beratus-ratus sekuens repetitif sederhana yang tidak berisi informasi genetik dengan ujung 3’ melampaui ujung 5’. Untuk mengatasi hal ini. Ujung kromosom linier tidak dapat direplikasi sepenuhnya karena tidak ada DNA yang dapat menggantikan RNA primer yang dibuang dari ujung 5’ untai tertinggal. 26 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Dengan demikian. RNA ini akan bertindak sebagai cetakan (templat) bagi penambahan sekuens repetitif pada ujung 3’. Mesin-mesin tersebut dapat divisualisasikan menggunakan mikroskop dengan melabeli DNA yang sedang bereplikasi.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik Mesin replikasi yang terdiri atas semua enzim dan DNA yang berkaitan dengan garpu replikasi akan diimobilisasi di dalam matriks nuklear. yang lambat laun akan menyebabkan pemendekan kromosom pada tiap generasi sel. Fenomena ini diduga sangat penting di dalam proses penuaan sel. sel-sel akan menjadi layu dan mati. yang sebagian sekuensnya komplementer dengan sekuens repetitif tersebut. Enzim telomerase mengandung molekul RNA pendek. kemampuan penggandaan yang tidak terkendali pada kebanyakan sel kanker juga berkaitan dengan reaktivasi enzim telomerase (Anonim f. dan visualisasi DNA yang dilabeli tersebut dilakukan dengan imunofloresensi menggunakan antibodi yang mengenali BUdR. Selain itu. Ketika pemendekan mencapai DNA yang membawa informasi genetik. informasi genetik dapat hilang dari DNA. Hal yang menarik adalah bahwa aktivitas telomerase mengalami penekanan di dalam sel-sel somatis pada organisme multiseluler. yaitu bromodeoksiuridin (BUdR). 2012).

KESIMPULAN Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA (autokatalisis) karena DNAmampu mensintesis diri sendiri. 27 Lowis yanmaniar jurusan farmasi Universitas TanjungPura . Proses replikasi DNA berlangsung melalui beberapa tahapan dasar yaitu (1)denaturasi (pemisahan) untaian DNA induk. terminasi) sintesiDNA. Terdapat perbedaan replikasi DNA pada sel eukariot dan prokariot. (3) pemanjanan untaian DNA. (4) ligasi fragmen-fragmen DNA. (2) peng-“awal”-an (initiation.inisiasi) sintesis DNA. dan (5) peng“akhir”-an (termination.Replikasi DNA pada sel Prokariotik dan Eukariotik BAB IV KESIMPULAN A. Salahsatunya adalah DNA eukariot mempunyai tempat “Origin Of Replication”yang lebih banyak dibanding DNA prokariot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->