PENGERTIAN HUTANG PAJAK Hutang pajak merupakan suatu “perikatan”.

Perikatan menurut pasal 1233 KUH Perdata bisa dilahirkan baik karena persetujuan maupun karena undang-undang. Perikatan yang timbul dari undang-undang dibedakan dalam dua golongan yaitu: 1. 2. Perikatan yang timbul karena undang-undang saja Perikatan yang timbul karena undang-undang dan perbuatan manusia. Karena hutang pajak juga merupakan perikatan, maka permasalahannya adalah “Perikatan pajak ini bersumber dari persetujuan atau bersumber dari undang-undang”. Kalau bersumber dari undang-undang apakah timbul dari undang-undang saja atau timbul dari undang-undang dan perbuatan manusia. Yang pasti bahwa hutang pajak tidak mungkin timbul karena persetujuan, karena di Indonesia tidak menganut asas “acta compromise fiscal” (dengan perjanjian timbul hutang pajak). Untuk memberikan jawaban atas permasalahan tersebut di atas terdapat beberapa ajaran yang membahas timbulnya hutang pajak tersebut.

B. AJARAN TENTANG TIMBULNYA HUTANG PAJAK Ada dua ajaran tentang timbulnya hutang pajak, yaitu ajaran material dan ajaran formal. 1. Ajaran Material Menurut ajaran material, hutang pajak (perikatan pajak) timbul karena undang-undang pada saat dipenuhi tatbestand (keadaan, peristiwa, perbuatan). Jadi menurut ajaran ini apabila tatbestand itu sudah dipenuhi, maka dengan sendirinya timbul hutang pajak, walaupun belum ada surat ketetapan. Hal ini penting karena sekarang dalam UU PPh 1984 ajaran ini menemukan penerapannya. Wajib pajak yang memasukkan SPT, menghitung sendiri, dan menetapkan sendiri jumlah pajak yang terutang, tanpa menunggu Dirjen Pajak mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak (Kohir). 2. Ajaran Formal Ajaran formal mengatakan bahwa hutang pajak baru timbul pada saat dikeluarkannya surat ketetapaan pajak. Jadi selama belum ada SKP, belum ada hutang pajak walaupun tatbestand sudah dipenuhi. Jadi fungsi SKP dalam ajaran material tidak menimbulkan hutang pajak, yang dalam istilah hukum SKP hanya merupakan ketetapan yang deklarator (tidak konstitutif) karena tidak menimbulkan hutang, sebab hutang pajak sudah timbul pada saat dipenuhinya tatbestand. Sebalikya menurut ajaran formal, SKP merupakan syarat mutlak yang menimbulkan hutang pajak. Dengan kata lain SKP dalam ajaran formal merupakan ketetapan yang konstitutif (menimbulkan hak dan kewajiban), tanpa SKP tidak akan ada hutang pajak. Ajaran formal ini dianut dalam pajak pendapatan 1944, sekarang sudah ditinggalkan, tetapi masih diterapkan dalam PBB. Ajaran yang dianut oleh undang-undang pajak Indonesia adalah a. Untuk Pajak Langsung, dianut ajaran material, yaitu pada saat terjadinya tatbestand b. Untuk Pajak Tidak Langsung, dianut ajaran formal.

Ada SKP (Kohir) Pajak Tidak Langsung 1. . SKP hanya dikeluarkan dalam hal tertentu saja. yaitu bila padanya terdapat factor-faktor atau kejadian-kejadian yang menimbulkan sebab (menurut undang-undang) untuk dikenakan pajak.Ciri-ciri Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung menurut hukum pajak: Pajak Langsung 1. orang yang menurut UU harus dibebani pajak. 2. Unsur ketiga: yang ditunjuk oleh pembuat UU (belasting destinataris). membayarnya. Dipungut secara periodic 2. Apabila surat pemberitahuan (SPT) tidak disampaikan dalam jangka waktu yang ditentukan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. Menurut Pasl 13 UU Nomor 6 Tahun 1983 Dirjen Pajak dapat mengeluarkan SKP dalam halhal sbb: a. Tapi menurut materi yang diatur dalam UU PPh tersebut wajib pajak harus menghitug dan menyetor pajaknya sendiri sesuai dengan UU dan tidak akan dikeluarkan SKP. sehingga hutang pajak baru terjadi setelah keluarnya SKP. Cara membedakannya: Jika ketiga unsur ditemukan pada seorang. Kalau ada suatu peristiwa tertentu (penyerahan barang tak gerak. 3. pembuatan akta) 2. Unsur kedua: Penanggung Pajak adalah orang yang dalam faktanya (dalam arti ekonomis) memikul dulu beban pajaknya. maka pajaknya adalah pajak langsung. juga dinamakan Pemikul Pajak. Unsur pertama: Penanggung Jawab Pajak (Wajib Pajak) adalah orang yg secara formal yuridis diharuskan melunasi pajak. tidak ada kohirnya Definisi Menurut Ahli Ekonomi (John Stuart Mills) Pajak Langsung adalah pajak yang dikenakan terhadap orang yg harus langsung menanggungnya. tetapi dapat di harapkan pihak ketiga untuk membayarnya (destinataris) Unsur pembeda: 1. Apabila berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah pajak yang terutang kurang atau tidak dibayar b. jika terpisah (terdapat pada lebih dari satu orang) maka kita berhadapan dengan pajak tidak langsung Secara teoritis UU PPh 1984 menganut ajaran formal. Pajak Tidak Langsung adalah pajak yang dikenakan terhadap orang yg harus menanggungnya. Tidak dipungut dengan Surat Ketetapan Pajak.

Pembayaran pajak melalui pos wesel yang dialamatkan kepada Kantor Pelayanan Pajak. Dalam hukum pajak kompensasi dapat dilakukan wajib pajak untuk jenis pajak yang mempunysi kelebihan pembayaran. akan tetapi harus memperhatikan halhal sebagai berikut : 1. Dalam pos wesel harus disebutkan dengan jelas nama. jenis dan tahun pajak. Kompensasi Kompensasi dapat dilakukan apabila salah satu pihak disamping mempunyai hutang juga mempunyai tagihan pada pihak lain. kecuali apabila hal tersebut telah diatur secara khusus dalam hukum publik. SKP dikeluarkan jika terdapat kelalaian dalam penghitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak. sedangkan untuk jenis yang lain terdapat kekurangan pembayaran. besarnya pembayaran dan nomor kohir. Seperti halnya perikatan pada umumnya hutang pajak juga akan berakhir pada saatnya. yaitu pajak dipungut berdasarkan penghasilan yang sesungguhnya didalam satu tahun pajak. maupun oleh bank-bank negara yang ditunjuk. karena jumlah hutang pajak ditentukan dalam mata uang Indonesia juga. . Kantor Pos dan Giro sebagai kantor persepsi yang diberi wewenang menerima pembayaran pajak. akan tetapi apabila wajib pajak tidak jujur dalam menghitung pajaknya. Untuk Negara Indonesia dengan mata uang rupiah Indonesia.Dalam system perpajakan. sedangkan hukum publik merupakan hukum khusus. maka dianut pendapat bahwa segala ketentuan dalam hukum perdata berleku juga bagi hubungan hukum yang bergerak di lapangan hukum publik. Apabila ada hutang pajak yang dibayar dengan mata uang asing maka harus ditafsirkan bahwa fiskus telah memberikan ijin. yaitu antara lain dengan : 1. yaitu perikatan yang terjadi antara wajib pajak dengan pemerintah (pemungut pajak). baik dalam bidang perpajakan. Pembayaran pajak harus dilakukan dengan mata uang dari Negara yang memungut pajak. Pembayaran Hutang pajak akan dihapus apabila dibayar lunas. maka ajaran yang dianut adalah ajaran formal meskipun pajak penghasilan merupakan pajak langsung. Sesuai dengan pendapat bahwa hukum perdata merupakan hukum umum. hanya pembayaran lunas dengan cara yang diterima. alamat. Apabila penghitungan dilakukan secara jujur berarti menganut ajaran material. dan yang sesuai dengan ketentuan undang-undang. 2. Oleh karena Pajak Penghasilan menganut stelsel riil. dan NPWP wajib pajak. Tetapi. maupun dibayarkan pada Bank-Bank Negara yang ditunjuk. 2. Pos wesel harus dialamatkan kepada Kepala Kantor Kas Negara. Hutang pajak dibayar pada Kantor Kas Negara. dan bagi tempat yang tidak ada Kantor Kas Negara hutang pajak dibayar pada Kantor Pos dan Giro sebagai kantor persepsi (Kantor Pos yang menjalankan Kas Negara). Jadi kelebihan pajak yang satu dapat diperhitungkan pada pajak yang kurang bayar. Pada dasarnya pajak dapat dilunasi melalui pos wesel. adalah tidak tepat. Terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan bagi hapusnya hutang pajak. Pembayaran lunas yang dapat menghapuskan hutang pajak adalah pembayaran lunas dengan uang yang diterima baik oleh Kantor Kas Negara. maka pemungutan pajak dilakukan di belakang (naheffing). tidak setiap pembayaran lunas dapat menghapuskan hutang pajak. CARA HAPUSNYA HUTANG PAJAK Hutang pajak juga merupakan perikatan. C. karena pejabat pajak dilarang dan tidak berhak menerima pembayaran pajak dalam bentuk apapun.

Adapun yang dapat dikompensasikan adalah : a. Pasal 13 dan Pasal 22 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 (Undang-undang KUP) menyatakan bahwa daluwarsa penetapan dan penagihan pajak lampau waktu setelah 10 (sepuluh) tahun. hutang pajak yang satu jenis. a. atau dapat juga sebagai hadiah. Dalam hal ini tidak dapat diadakan suatu kompensasi. Kwijtschelding (peniadaan hutang) Dimana pajak berakhir/hapus karena ditiadakan fiskus. Menurut Pasal 1946 KUH Perdata. Penghapusan dalam arti ini bahkan tidak diberitahukan kepada wajib pajak yang bersangkutan dan dilakukan oleh kreditur tanpa didasarkan pada permohonan. Artinya setelah batas waktu tersebut. .Tidak semua kompensasi dapat dilakukan untuk menghapus hutang pajak. Daluwarsa utang pajak bisa terjadi karena lampaunya waktu penetapan pajak (penerbitan surat ketetapan pajak) maupun karena lampaunya waktu proses penagihan pajak. Daluwarsa (verjaring) Daluwarsa adalah upaya hukum yang diatur dalam KUH perdata. Seorang wajib pajak yang mempunyai hutang pajak tidak mungkin memperhitugkan dengan tagihan pemerintah. Pembebasan Dalam hukum pajak terdapat 2 (dua) macam pembebasan. Dalam hukum perdata apa yang menjadi sebab untuk peniadaan itu tidak menjadi masalah. atau dengan kata lain kreditur membebaskan debitur dari kewajibannya untuk membayar utangnya. Selain itu terdapat juga penghapusan dalam arti writing off. Hutang pajak yang satu dengan hutang pajak jenis yag lain b. karena wajib pajak menghilang atau meninggal dunia tanpa meninggalkan ahli waris maupun harta. sehingga wajib pajak tidak lagi mempunyai kewajiban membayar utangnya. yaitu kwijtschelding dan ontheffing. Peniadaan utang debitur. 3. Wajib Pajak tidak lagi mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajak. ini harus didasarkan pada suatu Surat Keputusan Administrasi Pajak. daluwarsa adalah alat untuk memperoleh suatu hak atau dibebaskan dari suatu kewajiban karena lampaunya suatu jangka waktu sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam undang-undang. misalnya wajib pajak menjadi leveransir dari suatu instansi pemerintah. 5. tetapi dari tahun yang berbeda. Pembatalan Perikatan pajak (hutang pajak) yang timbul karena undang-undang berdasarkan ajaran material tidak akan batal dengan sendirinya demi hukum. karena belas kasihan. Oleh Menteri Keuangan dapat dihapuskan dari daftar tagihan Negara. karena sifat hutangnya berbeda dan lapangan hukumnya juga berbeda. Daluwarsa utang pajak dimaksudkan agar ada suatu kepastian hukum bagi Wajib Pajak untuk suatu masa tertentu yang ditentukan undang-undang tidak lagi mempunyai utang pajak. Utang pajak yang ternyata tidak dapat ditagihkan. Utang pajak yang terjadi dengan surat 4. b. Ontheffing (pembebasan) Pembebasan ini hanya diberikan apabila subyek pajak setelah dikenakan pajak ternyata memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang untuk diberikan pembebasan. Dengan peniadaan hutang ini maka perikatan pajak menjadi hapus. Dapat karena suaminya meninggal.

dengan Surat Ketetapan Pajak menurut ajaran formal. hanya akan hapus apabila SKP itu dibatalkan. . Pembatalan SKP tentu saja harus didasarkan pada ketentuan yang dimuat dalam undang-undang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful