P. 1
87017534 Fisiologi Hati Dan Gangguan Fungsi Hati

87017534 Fisiologi Hati Dan Gangguan Fungsi Hati

|Views: 48|Likes:
Published by suckeydluffy

More info:

Published by: suckeydluffy on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. Serum transaminase
  • 2. Laktat dehidrogenase (LDH)
  • 3. Isositrik dehidrogenase
  • 4. Fosfatase alkali (FA)
  • 5. Gamma Glutamyl Transpeptidase = GGT
  • 6. 5-nukleotidase (5 NT)
  • 7. Leucine Amino Peptidase (LAP)
  • 8. Kolesterol Serum
  • 9. Bilirubin Serum
  • 10. Bromsulftalein (BSP)
  • 11.Indo Cynanie Green (ICG)
  • 12. Garam Empedu (asam empedu)
  • 13. Albumin dan globulin serum

Fisiologi Hati dan Gangguan Fungsi Hati

Anatomi Hati
 Hati merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia, terletak pada bagian atas rongga abdomen, di bawah diafragma, di kedua sisi kuadran atas, yang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200 – 1600 gram.  Permukaan atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas organ-organ abdomen.  Permukaan lobus kanan dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara topografis bukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri.

The Anatomy of the Liver

CT .

Liver Histology .

.Anatomi Hati  Secara mikroskopis. hati dibungkus oleh simpai yg tebal. Massa dari hati seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg disusun di dalam lempengan-lempengan/ plate dimana akan masuk ke dalamnya sistem pembuluh kapiler yang disebut sinusoid. oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terdiri dari sel-sel fagosit yg disebut sel kupfer.  Simpai ini akan masuk ke dalam parenkim hati mengikuti pembuluh darah getah bening dan duktus biliaris. terdiri dari serabut kolagen dan jaringan elastis yg disebut Kapsul Glisson.  Sinusoid-sinusoid tersebut berbeda dengan kapiler-kapiler di bagian tubuh yang lain. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel-sel makro dibandingkan kapiler-kapiler yang lain.

dibawa ke dalam empedu yg lebih besar . ductus biliaris. Arteri hepatika.  Cabang dari vena porta dan Arteri hepatika akan mengeluarkan isinya langsung ke dalam sinusoid setelah banyak percabangan Sistem bilier dimulai dari canaliculi biliaris yang halus yg terletak di antara sel-sel hepar dan bahkan turut membentuk dinding sel.Anatomi Hati  Di bagian tepi di antara lobuli-lobuli terhadap tumpukan jaringan ikat yang disebut traktus portalis/ TRIAD yaitu traktus portalis yang mengandung cabang-cabang vena porta.  Canaliculi akan mengeluarkan isinya ke dalam intralobularis. . air keluar dari saluran empedu menuju kantung empedu.

.

.

Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen. .Fisiologi Hati  Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah.  Beberapa fungsi hati : 1. mekanisme ini disebut glikogenesis. Proses pemecahan glikogen mjd glukosa disebut glikogenelisis. Glikogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati akan memecahkan glikogen menjadi glukosa.

.

sintesis. Metabolisme lemak Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak. Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :  Senyawa 4 karbon – KETON BODIES  Senyawa 2 karbon – ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol)  Pembentukan cholesterol  Pembentukan dan pemecahan fosfolipid Hati merupakan pembentukan utama. esterifikasi dan ekskresi kolesterol (serum kolesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid) .Fungsi Hati (Lanjutan) 2.

β – globulin hanya dibentuk di dalam hati. Albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.globulin dan organ utama bagi produksi urea. Metabolisme protein Hati mensintesis banyak macam protein dari asam amino. ∂-globulin selain dibentuk di dalam hati.000 .Fungsi Hati (Lanjutan) 3. Hati merupakan satu-satunya organ yg membentuk plasma albumin dan ∂ . hati juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino. dengan proses deaminasi. Dengan proses transaminasi. juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang. Urea merupakan end product metabolisme protein. hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen.

misalnya: membentuk fibrinogen. faktor V. VII. D. protrombin. esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun. IX. reduksi. metilasi. X. Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi. Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah. obat over dosis. 5. K 6. .Fungsi Hati (Lanjutan) 4. E. Detoksikasi Hati adalah pusat detoksikasi tubuh. Metabolisme vitamin Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A.

Aliran darah hati yang normal ± 1500 cc/ menit atau 1000 – 1800 cc/ menit. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ∂ . pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis.globulin sebagai imun livers mechanism. Darah yang mengalir di dalam a. .hepatica ± 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati. pengaruh persarafan dan hormonal. Aliran ini berubah cepat pada waktu exercise.Fungsi Hati (Lanjutan) 7. terik matahari. dan shock. Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah. Fungsi hemodinamik Hati menerima ± 25% dari cardiac output. Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri. 8. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis.

Ekskresi kolesterol dan bilirubin. Pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang usang. berkat adanya makrofage residen. .Fungsi Hati (Lanjutan) 9. yang terakhir dalah produk penguraian yang berasal dari destruksi sel darah merah yang sudah usang. 10.

 Selain itu. . dari heme dapat dibentuk kembali menjadi zat pewarna yang disebut bilirubin.Biokimia Hati  Pada dasarnya hati melakukan pembetukan senyawa-senyawa yang akan dibawa untuk membentuk sel darah merah melalui daur ulang heme yang di dapatkan dari sel darah merah yang sudah usang.

seorang dengan berat badan 70 kg mempertukarkan sekitar 6 gram hemoglobinnya.1. Katabolisme heme  Dalam kondisi faali orang dewasa sehat. dan sum-sum tulang. dan besi heme memasuki kompartemen besi.  Bagian porfirin yang bebas-besi juga diuraikan. setiap jam 1-2 x10 eritrosit dihancurkan. Oleh karena itu dalam 1 hari. terutama disel retikuloendotel hati. .  Jika hemoglobin dihancurkan. globin akan diuraikan menjadi asam-asam amino pembentuknya yang kemudian dapat digunakan kembali. limpa.

Metabolism bilirubin selanjutnya. .  Billirubin yang dibentuk dijaringan perifer diangkut kehati oleh albumin plasma.  Perubahan kimiawi heme menjadi bilirubin oleh sel retikuloendotel dapat di amati in vivo sebagai warna ungu heme dalam hematom yang secara perlahan berubah menjadi pigmen kuning billirubin. berlangsung terutama dihati. (2) konjugasi bilirubin dengan glukuronat diretikulum endoplasma. Pembentukan bilirubin harian pada orang dewasa adalah sekitar 250-350 mg yang terutama berasal dari hemoglobin meskipun ada juga yang diperoleh dari eritropoesis inefektif dan berbagai protein heme lain misalnya sitrokom P450. Diperkirakan sekitar 1 gram hemoglobin menghasilkan 35 mg bilirubin. dan (3) sekresi bilirubin terkonjugasi kedalam empedu.  Metabolism ini dapat dibagi menjadi 3 proses : (1) penyerapan bilirubin oleh sel parenkim hati.

.

 Di hati. bilirubin berikatan dengan protein sitosil tertentu yang membantu senyawa ini tetap larut sebelum dikonjugasi . tetapi kelarutannya dalam plasma meningkat oleh pembentukan ikatan nonkovalen dengan albumin. bilirubin dikeluarkan dari albumin dan diserap pada permukaan sinusoid hepatosit  Setelah masuk kedalam hepatosit.2. Hati menyerap bilirubin  Bilirubin hanya sedikit larut dalam air.

Konjugasi bilirubin dengan asam glukoronat terjadi dihati  Bilirubin bersifat nonpolar dan akan menetap di sel jika tidak dibuat larut-air. Hepatosit mengubah bilirubin menjadi bentuk polar yang mudah diekskresikan dalam empedu dengan menambahkan molekul asam glukoronat ke senyawa ini. bilirubin disekresikan ke empedu .3. Bilirubin monoglukuronida adalah zat antara dan kemudian diubah menjadi diglukuronida. Enzim ini terutama terletak di reticulum endoplasma.  Selanjutnya. menggunakan UDP-asam glukuronat sebagai donor glukurunosil. dan disebut sebagai bilirubin UGT.  Konjugasi bilirubin dikatalisis oleh suatu glukoronosiltransferase yang spesifik. Proses ini disebut konjugasi.

.

Mekanisme Ekskresi Bilirubin Hb / sel eritrosit metabolisme Bilirubin diangkut Urin (uriobilirubin tereksresi 1 – 4 mg / hari) (+) albumin Penguraian (dihati  RE) Bilirubin tidak terkonjugasi (bilirubin indirect) Enzim Glukoronil transferase Sirkulasi Sistemik Bilirubin terkonjugasi (Bilirubin direct) + asam Glukoronat Usus besar Siklus enterophatik Feses (ekresi urobilirubin 50 – 250 mg / hari) .

serta membuat penilaian hasil pengobatan. Memastikan penyabab penyakit hati. 4. 3. Mengikuti perjalanan penyakit hati. Mengetahui derajat beratnya kelainan hati.Pemeriksaan Biokimia Hati Pemeriksaan biokimia hati pada pasien penyakit hati atau kelainan fungsi hati diharapkan untuk : 1. Menemukan adanya kelainan hati. 2. .

Uji Biokimia Hati 1. otot tubuh. yang terbanyak otot jantung. Kemudian sel-sel hati. Sedangkan GPT banyak terdapat dalam sel-sel jaringan tubuh dan sumber utama adalah sel-sel hati.  Dua transaminase yang sering digunakan untuk menilai penyakit hati adalah serum glutamic oxaloacetic transminase = SGOT dan serum glutamic pyruvic transminase = SGPT. Enzimenzim tersebut masuk dalam peredaran darah. Kenaikan kadar transaminase dalam serum disebabkan oleh sel-sel yang akan transaminase mengalami nekrosis atau hancur. ginjal dan pancreas.  Enzim GOT terdapat dalam sel-sel organ tubuh. . Serum transaminase  Transaminase adalah sekelompok enzim dan bekerja sebagai katalisator dalam proses pemindahan gugusan amino antara suatu asam alfa amino dengan asam alfa keto.

obat-obatan atau toksin yang menyebabkan hepatitis. Serum transaminase adalah indikator yang peka pada kerusakan sel-sel hati. SGOT atau AST adalah enzim sitosolik. sedangkan SGPT atau ALT adalah enzim mikrosomal.  Kadar normal : SGPT/ALT = 9 – 52 IU/ml SGOT/AST = 10 – 35 IU/ml . Kenaikan kembali atau bertahannya nilai transaminase yang tinggi biasanya manunjukan berkembangnya kelainan dan nekrosis hati. karsinoma metastatik. Kenaikan enzim-enzim tersebut meliputi kerusakan sel-sel hati karena virus. kegagalan jantung dan penyakit hati granulomatus dan yang disebabkan oleh alcohol.  Kadar transaminase dalam serum diukur dengan metode kolorimetrik atau lebih teliti dengan metode spektrofotometrik.

.

 N.      3. 4.  N. Alanin aminotransferase  N. Aspartat aminotransferase  N.     Keterangan : N : Normal  : satu tingkat kenaikan dari normal .   N.   N. Laktat dehidrogenase 6 5-nukleotidase  N.  N.  N.  N. Alkalin fosfatase -glutamil transferase    N.Penetapan Kadar SGOT dan SGPT N o Nama Enzim Hepatitis Akut Serosis Liver Kronik Keracunan Alkohol Kerusakan Jaringan Liver Tumor Hepar 1.    N    5.      2.

 Harga normal : 100-350 U Burger Broida  60-120 mU/ml . Laktat dehidrogenase (LDH)  Pemeriksaan ini tidak begitu sensitive untuk mendiagnosis kelainan hepatoseluler.  Elektroforesis atau kromatografi untuk mengukur asoenzim.Uji Biokimia Hati 2. terutama yang mengenai hati. Peninggian dapat terjadi pada pasien neoplasma.  Untuk mengukur kadar total LDH dipakai spektrofotometrik.

.

Fosfatase alkali (FA)  Fosfatase alkali adalah sekelompok enzim yang mengkatalisasi hidrolisis ester-ester fosfat organic dalam suasana biasa secara optimum. Pada kehamilan trimester ke III juga didapati dari plasenta.Uji Biokimia Hati 3. Tulang.  Serum enzim ini pada orang dewasa terutama berasal dari : 1. . System hepatobiliar. Isositrik dehidrogenase Meninggi pada kelainan hepatoseluler. 2. 3. Usus. tetapi normal pada infark miokard dan miopatia. 4. Pemeriksaan ini agak lebih spesifik untuk memeriksa penyakit hati dibandingkan SGOT.

Pada anak-anak lebih tinggi sesuai dengan pertumbuhan tulang dan aktifitas osteoblas. FA meningkat sebelum timbul ikterus. Meningkat 3-10 kali dari normal dengan transaminase yang sedikit meninggi. Pada obstruksi intra maupun ekstra billiar. . pada laki-laki lebih tinggi dari pada wanita. Aktivitas FA pada individu 18-60 tahun.  Sintesis FA hepatobilliar dan kebocorannya dalam peredaran darah dipengaruhi oleh asam empedu. infeksi jamur.  Pada penyakit hepatoseluler yang mengenai jaringan hati FA normal atau sedikit meninggi dengan dibarengi peningkatan transaminase yang tinggi. Kenaikan serum FA juga menolong dalam diagnosis dini penyakit hati infiltratif termasuk tuberkolosis granulomatosa. tumor dan abses.

Uji Biokimia Hati Cara pemeriksaan : Prinsip pemeriksaan adalah mengukur fospat yang dihasilkan oleh reaksi antara substrat yang disediakan dengan FA dari serum dengan cara kolimetri Harga normal : untuk orang dewasa 1.0 – 13.0 international unit .0 – 85.0 U King – amstrong 0.8 – 3.5 – 4.0 U Bessy Lowsy 21.0 U Bodansky 3.

. Pada keadaan ini keadaan GGT umumnya berkisar 5-12 kali nilai normal tertinggi. tetapi puncaknya terjadi lebih lambat dan lebih lama kembali menjadi normal. mempunyai nilai yang sama pada laki – laki maupun wanita. Gamma Glutamyl Transpeptidase = GGT  Enzim ini terutama didapat dalam hati. Nilai GGT mengurang pada pemakai hormon wanita.Uji Biokimia Hati 5. Aktivitas serum tidak meninggi pada kehamilan dan penyakit tulang. GGT juga meninggi pada peminum alkhol yang berat dan pemakai barbiturat atau fenitoin.  Pada hepatitis akut kenaikan kadar GGT umumnya bersamaan dengan kenaikan kadar SGOT dan SGPT.  Kenaikan kadar GGT didapatkan pada penyakit hati. pankreas dan ginjal. termasuk pemakai pil KB. traktus biliaris dan pankreas.

Cara pemeriksaan : Enzim diukur dengan cara spektrofotometrik. infark paru . . dengan komplikasi gagal jantung .pneumonia lobaris. efusi pleura.penyakit ginjal . dll.Uji Biokimia Hati Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan nilai GGT seperti . Gama glutamil p-nitroanilide. dengan memakai beberapa macam reagensia seperti Adenosin S monofosfat.kolitis ulseratif. Harga normal : – pria sampai 28 IU – wanita sampai 18 IU.infark miokard.

5-nukleotidase (5 NT)  5 NT adalah enzim fosfatase terutama terdapat dalam kanalikuli dan selaput sinusoid hati.2 U bodansky. tetapi nilai meningkat sesuai pertambahan usia dan datar pada usia diatas 50 tahun. .Uji Biokimia Hati 6. kemudian kadar 5 NT serum diperiksa dengan menggunakan substrat yang spesifik dengan cara kolorimetrik.  Harga normal : 0.  Cara pemeriksaan : sebelum pemeriksaan. Tidak meningkat pada penyakit tulang dan kehamilan.  Kenaikan 5 NT pada penyakit hepato biliar sama dengan kenaikan FA. Khas untuk penyakit hati dan tdk terpengaruh oleh jenis kelamin atau umur. enzim fosfatase alkali dinonaktifkan dulu dengan penambahan EDTA.3 – 3.

 Cara pemeriksaan : pengukuran kadar LAP serum dengan cara memodifikasi dari metode Bratton Marshall dengan menggunakan substrat alpha leucyl beta naphthylamine hydrochlorode yang membebaskan beta naphtylamine yang diukur dengan cara spektrotometrik. terutama pada hati dan sistem empedu. .  Nilai terpenting dari LAP adalah seperti GGT dan 5 NT.  Harga normal : – 50 – 220 U/cc. Leucine Amino Peptidase (LAP)  Enzim protease ini didapatkan pada hampir selurah jaringan tubuh manusia.  Tidak meninggi pada penyakit tulang. baik dewasa maupun anak – anak mempunyai nilai yang sama. Kenaikan kadar enzim ini adalah spesifik untuk kelainan hati.Uji Biokimia Hati 7.

Uji Biokimia Hati 8. Kolesterol merupakan konstituen utama empedu. Kolesterol Serum  Kolesterol terutama dibuat dalam hati dengan bahan baku asetat. . Jadi kenaikan kadar kolesterol pada bendungan empedu disebabkan karena produksi yang meningkat. Bila perubahan kolesterol menjadi asam empedu terhambat akan terjadi peningkatan kadar kolesterol dalam serum. Biosintesis kolesterol oleh satu mekanisme umpan balik negatif yang tergantung pada kadar asam empedu dalam peredaran entero hepatik.  Cara pemeriksaan : pada perinsipnya ekstraksi atau pengendapan protein serum kemudian kolesterol diukur secara spektrofotometrik .

70% dari eritrosit tua .Uji Biokimia Hati 9.20% dari sumber-sumber lain terutama dari hati . Bilirubin Serum Bilirubin adalah pigmen tetrapirol yang larut dalam lemak yang berasal dari pemecahan enzimatik gugusan heme dari berbagai hemo protein yang berasal dari seluruh tubuh.10% dari eritrosit yang tidak sempurna . Sumber bilirubin adalah .

Kenaikan kadar kedua jenis bilirubin akibat kebocoran bilirubin dari dalam sel-sel hati atau sel-sel duktuli yang rusak kembali ke dalam darah. Gangguan pengambilan c. Gangguan ekskresi ekstra hepatik 3. bahkan ketiga-tiganya dapat terjadi bersama-sama .Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan kadar bilirubin serum: 1. Gangguan ekskresi intra hepatik b. Pruksi yang berlebihan b. Gangguan konjugasi 2. Kenaikan kadar bilirubin tak terkonjugasi a. Kenaikan kadar bilirubin terkonjugasi a. Pada suatu penyakit hati dapat timbul lebih dari satu faktor sekaligus.

Dengan demikian harga bilirubin yang terukur dengan penambahan metanol dan reagensia diazo adalah dari kedua jenis bilirubin atau bilirubin total . Intensitas warna yang timbul sebanding dengan kadar bilirubin dan diukur secara spektrofotometrik. sedangkan bilirubin terkonjugasi dpat langsung bereksi (direk). Reaksi ini ditemukan oleh Geyman van den Bergh.Cara pemeriksaan: Bilirubin serum diperiksa dengan reaksi Diazo. berdasarkan reaksi antara bilirubin dengan reagensia Diazo (reagensia Erlich) yang menghasilkan Azobilirubin yang berwarna merah muda. . Bilirubin tak terkonjugasi bereaksi tidak langsung(indirek) dengan reaksi van den bergh karena membutuhkan metanol sebelumnya.

0 mg/dL 68 – 137 mol/L 0.0 mg/dL 0 – 3.8.0 .Kadar Bilirubin Darah Umur Bayi > 1 bulan Total Bilirubin 4.4 – 17 mol/L Bilirubin Terkonjugasi 0 – 2.0 mg/dL 0 – 34 mol/L 0 – 2.2 – 1 0 mg/dL 3.4 mol/L Dewasa .

anemia dan tirotoksikosis. Retensi juga akan meninggi dengan bertambahnya usia demikian juga pada orang yang gemuk. Larutan 5% untuk setiap 10 kg berat badan) pada lengan secara pelan-pelan. Bromsulftalein (BSP)  BSP adalah suatu bromida dari suatu bahan warna ftalein dengan rumus kimia sodium fenoltetrabromftalein disulfonat.  Cara pemeriksaan : dilakukan dengan menyuntikkan 5 mg/kg BSP intravena (1 cc.Uji Biokimia Hati 10. Nilai normal :  Retensi normal setelah 45 menit : 0-70% (dosis 5 mg/kg BB). Hasil dapat pula dipengaruhi oleh keadaan demam. BSP dapat menimbulkan reaksi anafilaktik. Uji ini dipakai untuk mengukur kemampuan hati membersihkan zat warna yang disuntikan intravena. Lalu 30 menit atau 45 menit kemudian diambil sampel darah pada lengan yang lain dan diukur kadar BSP secara spektrofotometrik dibandingkan kadar BSP yang didapatkan dengan kadar zat yang disuntikkan dan dinyatakan dalam %. .

5 mg tiap kgBB.Uji Biokimia Hati 11. Karena dianggap lebih khas daripada BSP. Extraction rate normal adalah 18-24% tiap menit. pada anak-anak didapatkan nilai removal capacity 30-39%. .  Harga normal : dengan penyuntikan ICG dalam dosis 0.5 mg/kgBB. Perubahan kadar ICG dalam darah diukur dengan sitometer telinga atau secara laboratoril dengan spektrofotometrik. Cara pemeriksaan :  ICG disuntikkan intravena dengan dosis berkisar antara 0.Indo Cynanie Green (ICG)  ICG setelah disuntikkan diikat oleh albumin dan lipo protein alfa. Setelah mengalami pengambilan oleh sel-sel hati akan ditimbun dalam sel-sel hati tanpa mengalami konjugasi diekskresikan ke dalam empedu. orang dewasa 25-30%.

sering disebutkan asam empedu karena sebelum diperiksa diubah dulu menjadi asam empedu. kemudian di dalam hati dikonjugasikan dengan garam empedu yang kemudian diekskresikan ke dalam usus.  Garam empedu yang dieksresikan ini adalah garam empedu primer garam cholic acid (asam kolat) dan chenodeoxycholic acid (asam kenodeoksikolat). Garam Empedu (asam empedu)  Garam empedu. adalah senyawa steroid yang berasal dari kolestoral. Garam empedu primer yang tidak lagi diserap oleh ileum di dalam usus besar akan mengalami konjugasi dan kemudian diubah menjadi bermacam-macam asam empedu sekunder antara lain yang terpenting adalah asam deoksikolat dan asam litokolat. merupakan bagian dapat terpenting empedu. . Dalam ileum garam tersebut diserap kembali. selanjutnya melalui vena porta masuk kembali ke dalam hati untuk diekskresikan lagi ke dalam usus.  Asam empedu hanya dibuat dalam jaringan hati.Uji Biokimia Hati 12.

2. Radioimmuno Assay. Harga normal 1. Harga kadar asam empedu total puasa: 3. 2.3 mikromol/liter. 3. . Enzymatic fluorometry yang dipakai untuk mengukur kadar asam empedu total.Cara pemeriksaan : 1.5-8. Gas Liquid Chromatography. 3. Collumn chromatography (gas liquid chromatography) yang dapat memisahkan serta mengukur masing-masing jenis asam empedu. RIA : harga normal dari konjugat asam kolat yang tertinggi adalah 1 mikromol/liter.

Uji Biokimia Hati 13. seruloplasmin.  Perubahan fraksi protein yang paling banyak terjadi pada penyakit hati adalah penurunan kadar albumin dan kenaikan kadar globulin akibat peningkatan globulin gama. . Albumin dan globulin serum  Hati merupakan sumber utama protein serum. fibrinogen dan factor-faktor koagulasi. Albumin. haptoglobin dan globulin beta semua disintesis didalam sel-sel parenkim hati. Perubahan tersebut tergantung dari 2 faktorpenting yaitu : parahnya dan lamanya sakit hati. Kecuali globulin gamma yang disintesis dalam sel-sel limfosit dan system retikuloendotel baik dalam maupun luar hati. plasminogen. tranferin.

Albumin nilai normal : 52 – 68% b. Globulin beta nilai normal : 8 – 16% e. Globulin gamma nilai normal : 10 – 25% Prinsip cara ini adalah mempergunakan medan listrik.7 g% c. albumin akan bergerak ke arah anoda sedangkan globulin terpisah antara albumin dan katoda.8 – 1. .0 g% b. Cara pemeriksaan ini berdasarkan reaksi antara basa dengan protein yang menghasilkan garam yang menimbulkan warna tertentu yang kemudian diukur secara kolorimetik.5 – 8. Globulin gamma nilai normal : 0. Cara elektroforesis : cara ini didapati nilai perbandingan dari : a. 1. Globulin alfa2 nilai normal : 3 – 11% d.6 g% d. Globulin nilai normal : 1. Dengan cara ini dapat diukur : a.0 g% 2. Protein total nilai normal : 5. Albumin nilai normal : 3. Globulin alfa 1 nilai normal : 2 – 6% c.Cara pemeriksaan : Dalam laboratorium ada beberapa tehnik pemeriksaan untuk menentukan kadar serum protein.5 – 5. Cara penggaraman.3 – 2. Yang paling sering dipakai adalah tehnik penggaraman.

komponen sel sebelah dalam mis. otot atau otak mengalami luka Komponen dari cairan pencernaan (empedu) yg dihasilkan oleh hati Enzim yg dihasilkan oleh hati. keracunan obat. Penyumbatan saluran empedu. mis. paru-paru atau otak & pemecahan sel darah merah yg berlebihan Penyumbatan saluran empedu atau gangguan aliran empedu Kerusakan hati Alanin Transaminase (ALT) Aspartat Transaminase (AST) Bilirubin Gamma-glutamil Transpeptidase Laktik Dehidrogenase 5-nukleotidase Albumin Alfa-fetoprotein Antibodi Mitokondrial Waktu Protombin (Protombin Time) Hepatitis berat atau kanker hati atau kanker testis Antibodi untuk melawan mitokondria. penyalahgunaan alkohol. jantung. dilepaskan ke dalam darah hika organ-organ tsb mengalami luka Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika organ tertentu mengalami luka Enzim yg hanya terdapat di hati. K & bahan-bahan yg dibuat oleh hati . hepatitis menahun yg aktif Waktu yg diperlukan darah untuk membeku (pembekuan memerlukan vit. penyakit pankreas Kerusakan hati. hepatitis) Luka di hati. otot atau otak Penyumbatan aliran empedu. jantung. dilepaskan ke dalam darah jika hati mengalami cedera Protein yg dihasilkan oleh hati & secara normal dilepaskan ke dalam darah. merupakan Sirosis bilier primer & penyakit autoimun tertentu. cedera hati & yg dilepaskan ke hati bila terjadi cedera atau pada beberapa kanker aktivitas normal tertentu. jantung. salah satu fungsinya adalah menahan cairan dalam pembuluh darah Protein yg dihasilkan oleh hati janin dan buah zakar (testis) Luka pada sel hati (mis. kerusakan hati. tulang & plasenta. pertumbuhan tulang atau kehamilan Enzim yg dihasilkan di hati. pemecahan sel darah merah yg berlebihan Kerusakan organ. yg dilepaskan ke dalam darah jika sel hati mengalami luka Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika hati. pankreas & ginjal.Ringkasan Pemeriksaan Alkalin Fosfatase Untuk Mengukur Hasil Pemeriksaan Menunjukkan Enzim yg dihasilkan di dalam hati.

.APLIKASI KLINIS A. tetapi bilirubin terkonjugasilah penyebab penyakit jaundice. JAUNDIES (Penyakit Kuning) Gejala : .Warna kuning pada kulit . Hal ini disebabkan karena mudah diabsorpsi ke dalam jaringan dan lebih larut dalam air. bukan berasal dari konsumsi karoten.Sklera (mata) dan membran-membran mukus berubah kuning Penyebabnya : Meningkatnya kadar bilirubin dalam sistem peredaran darah.

Penggolongan Jaundies : 1. a. kadar bilirubin indirect lebih besar dari bilirubin direct. Retention jaundice Disebabkan karena keabnormalan dalam proses transport bilirubin oleh sel-sel hati. b.Regurgitation jaundice Disebabkan karena sel-sel hati mengalami kerusakan shg ekskresi bilirubin dari hati mengalami keabnormalan. . kadar bilirubin direct lebih besar dari bilirubin indirect. Prehepatik memiliki kadar bilirubin pada umumnya 50% lebih tinggi dari pada normal / kecepatan pecahnya sel eritrosit lebih cepat 6 kali dari pada normal. 2. Jaundies Prehepatik Tidak terikat dengan fungsi hati. Jaundies Hepatik Disebabkan oleh kegagalan / keabnormalan fungsi hati.

Fungsi hati normal tetapi transport atau pelepasan asam empedu ke usus mengalami hambatan. ◙ Pengobatan : Fototerapi. bilirubin indirect. . ◙ Penyebab karena penghambatan aliran asam empedu dari hati. ◙ Penyebab : hemolisis eritrosit. Jaundies Post Hepatik ◙ Tak terikat dengan fungsi hati. Jaundies Neonatal ◙ Kadar bilirubin dalam serum > 15 mg/dL.3. 4.

.

2. ALT. Temuan lab : AST. albumin dan bilirubun normal .B. C. ALP dan GGT naik. Intrinsik Hemolisis Disebabkan terjadinya peningkatan hemolisis dari eritrosit . Ekstrinsik Hemolitik Disebabkan oleh kondisi dalam sel darah merah pd tubuh. biasanya bersifat akut atau kronis akibat aktivitas yang tidak dikenal pada eritrosit normal. HEMOLITIK ANEMIA Terdiri dari : 1. FATTY LIVER Penyebab : .Konsumsi alkohol dalam jangka waktu panjang.

dan bilirubinuria bila ada ikterus (hiperbilirubin) . peningkatan kadar urobilinogen. Kekurangan α-1-antitripsin b. ALT. pemanjangan masa protrombin tanpa respon dengan pemberian vitamin K. urobilinogen urin ↑. kadar asam empedu 2 jam pp ↑. GGT ↑. Hemochromatosis Temuan Lab : Pada bentuk laten : AST dan ALT naik dimana AST > ALT. GGT naik. penurunan kadar albumin. SEROSIS Pembengkakan organ hati → warna hati berubah dari merah menjadi orange kekuningan. ALP.D. peningkatan g-globulin. Penyebab : a. Pada bentuk dekompensasi : AST. UFH yang lain biasanya normal.

.

.

.

.

Ascites .

E. a). muntah memelihara kebersihan.Jaundice hepatitis A. . HEPATITIS Ditandai dg nekrosis dan inflamasi yang menyebabkan menurunnya fungsi hati. hubungan seksual. HAV resisten thdp eter. Masa inkubasi 2-6 minggu.Flu terus menerus Pencegahan : sanitasi yang baik. Hepatitis A (HAV) Penyebab : Picorna virus. iradiasi cahaya UV dan formaldehid. temperatur sampai 60ºCselama 1 jam. . tidak resisten pada temperatur > 100ºC selama 20 menit. sel tunggal dg strain RNA. dapat bertahan 2-4 minggu. Gejala fisiologi : . asam.Otot lemas lingkungan dan makanan.Mual. kesehatan . feses. imunisasi . ukuran sangat kecil 27 nm.

Hepatitis B (HBV) ◙ HBV bereplikasi di hati/hepatocyte dan dilepaskan dari hati / liver ke dalam sirkulasi perifer.b). dan dapat juga dari ibu ke bayinya. nausea. urine warna kuning tua. Spesimen yang tepat untuk hepatitis B adalah darah dari individu . mempunyai ukuran diameter 42 run. muntah darah. dan keluhan sakit kepala . atau produk darah. anoreksia. penurunan berat badan. dilapisi lapisan yang terdiri dari lipid dan protein (lipoprotein).individu yang darahnya mengidap HBV atau melalui produk darah. DNA yang berupa single sel. cepat lelah. pucat. malaise. Virus HBV dikenal dengan nama Dane Partikel. ◙ Penularan / penyebaran HBV : melalui kontak dengan darah/cairan tubuh. seperti transfusi darah. hubungan seksual. ◙ Simptom / gejala : Jaundice.

sehingga tidak dapat menginfeksi sendiri. ◙ HDV menyerang bila ada infeksi oleh HBV. mrpk sel tunggal dgn strain RNA. .c). Hepatitis D (HDV) ◙ Disebabkan ole HBV. ◙ Virus ini bersifat patogenik karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan bekerjasama dengan penyakit lainnya yang disebabkan oleh infeksi HBV.

d). Hepatitis Non-A, Non-B (NANB) ◙ Disebabkan krn infeksi dan penyebabnya bisa non viral / senyawa racun. ◙ Penyebaran : transfusi darah, pengobatan parenteral, penganut seks bebas, hubungan dengan penderita NANB (melalui seksual). Banyak terjadi krn penularan melalui darah (pos transfusi). ◙ Gejala : - Jaundice - ALT meningkat - AST normal - Antigen antibodi tdk ada yg spesifik

.

.

F. Induksi Obat Dan Hepatitis Karena Senyawa Beracun ◙ Salah satu fungsi dari hati adalah detoksifikasi. . Pasien dengan kasus keracunan obat-senyawa kimia beracun menunjukkan gejala yang sama dengan beberapa tipe hepatitis. ◙ Proses ini membuat hati mengeluarkan racun dalam tubuh.

.

hepatitis NANB. bleeding. ◙ Parameter klinik : peningkatan aktivitas ALT. Wanita lebih riskan terserang dibandingkan pria. Hepatitis Kronik ◙ Hepatitis kronik didiagnosa sebagai kelanjutan dari hepatitis akut. ◙ Gejala : disfungsi hati dengan jaundice. penyakit pada metabolisme hati. . terapi kortikosteroid. peningkatan bilirubin total. dan ginjal yang abnormal. Penyebab hepatitis kronik salah satunya kelanjutan dari infeksi HBV. lemas. HeV. ◙ Pengobatan : tidak ada perawatan spesifik. arthritis. induksi obat-keracunan.G.

Iskemia hepatik .Infeksi. senyawa kimia atau obat .Keracunan.H. Kegagalan Fulminan Hepatik ◙ Didiagnosa karena kegagalan fungsi hati tanpa riwayat penyakit hati dan berlanjut pada disfungsi hati yang serius dan komplikasi neurologi. antara lain : . penyebab umumnya adalah virus hepatitis . ◙ Penyebab kegagalan fulminan hepatik digolongkan dalam 3 bagian.

Neoplasms ◙ Penyakit tumor hati ini digolongkan menjadi penyakit yang tidak berbahaya ataupun menular. ◙ Hepatoselular carsinoma (HCC) adalah penyakit tumor hati yang menular. dimana lebih banyak terdapat pada pria dibandingkan wanita . ◙ Umumnya merupakan hepatoselular dimana penyakit ini hampir terjadi pada semua wanita. dan hemangiomas yang jarang menimbulkan gejala dan ditemukan pada saat operasi ataupun otopsi.I.

.

Keabnormalan metabolisme bawaan lahir ◙ Transplantasi hati tidak terjadi tanpa adanya resiko dan komplikasi. antara lain : . ◙ Kondisi pasien yang harus diperhatikan untuk transplantasi. Thomas Starzl pada tahun 1963. .Kegagalan fulminan hepatik . Adanya penolakan organ donor menjadi perhatian utama dan kebanyakan penerima donor sedikitnya hanya satu kali mengalami infeksi selama penyembuhan. Sejak itu.J.Penyakit hati kronik . ◙ Transplantasi hati yang pertama kali dilakukan oleh Dr. Transplantasi Hati ◙ Transplantasi hati menjadi pengobatan yang efektif bagi pasien yang memiliki penyakit kerusakan hati parah. penderita kerusakan hati yang parah mampu bertahan.Nonmetastasis hepatik menular .

.

.

SEKIAN TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->