Sabtu, Juni 27, 2009 THE CHILD IN PAIN THE CHILD EXPERIENCING PAIN Definisi : • Pengalaman sensori dan emosional

yang tdk menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, P:212,2002) • Tanda dr tubuh bahwa ada sesuatu yg tdk beres dlm tubuh (pain is the body’s way of signaling that something is wrong) (Caroline Bunker R, P:638,1999)

BEBERAPA NEUROREGULATOR 1. Neurotransmitter ö mengirim impuls-impuls elektrik ö bersifat menghambat/ mengeksitasi A. substansi P ö terdapat di dorsal horn ö guna: mentransisi impuls nyeri dari perifer ke otak ö efek: vasodilatasi, oedema B. serotonin ö dilepaskan batang otak dan dorsal horn ö efek: hambat transmisi nyeri C. prostaglandin ö dibangkitkan dari pmcahan pospolipid di membrane sel ö efek: meningkatkan sensitifitas terhadap nyeri

2. Neuromodulator A .Endorphin (endogenous morphin) ö Sejenis morpin yang disuplai tubuh ö Diaktivasi dengan daya stress dan nyeri ö Terdapat pada : otak, spinal, GIT ö Efek analgesic B. Bradikinin ö Dilepas Dari plasma dan pecah disekitar pembuluh darah

ö Diaktivasi karena injury ö Bekerja pada reseptor syaraf perifer: meningkatkan stimulus nyeri

CHILD CONCEPT OF PAIN RELATED TO COGNITIF DEVELOPMENT (Hurley & Whelan , 1998) 1) Usia 2-7 tahun (fase preoperasional) ö Nyeri berkaitan dengan fisik dan pengalaman nyata ö Nyeri dapat hilang dengan tenaga gaib ö Nyeri sebagai hukuman terhadap kesalahan yang dilakukan ö Kecenderungan untuk menarik / memukul orang yang membuat dirinya sakit 2) Usia 7- 10 tahun(fase operasional konkret) ö Nyeri berkaitan dengan fisik, sakit kepala, dan sakit perut ö Khawatir tubuhnya luka/ meninggal dunia ö Nyeri sebagai hukuman atas kesalahan yang dilakukan 3) Usia 13 tahun = (fase fomat operasional) ö Dapat memberi penjelasan tentang nyeri ö Dapat membedakan beberapa tipe nyeri ö Khawatir kehilangan control selama mengalami nyeri (Wong and Whaley’s,P:279,1990)

KARAKTERISTIK RESPON NYERI PADA ANAK SESUAI TUMBANG A. Young infant (0-6 bulan) ö Rigidity dan thrashing (gerakan menggelepar), reflek menarik Dari stimulasi yang diberikan ö Menangiis keras ö Ekspresi muka(alis/ kening mengkerut dan bersatu, mata sedikit tertutup, mulut terbuka) ö Tidak menunjukkan dengan jelas hubungan antara stimulus dengan area nyeri B. Older infant (6-12 bulan) ö Respon lokal dengan menarik cepat area yang di stimulasi ö Menangis keras ö Ekspresi muka (marah, mata terbuka) ö Memberi perlawanan dengan mendorong, menghindari , setelah stimulus diberikan C. Young child ( 12 bulan- 7 tahun )

ö Menangis keras dan menjerit ö Ekspresi verbal: ow, oh, dan sakit ! ö Menggerakkan tangan dan kaki dengan keras ö Tidak kooperatif (perlu dikekang/ dipegangi) ö Meminta tindakan cepat diselesaikan ö Berpegangan erat pada ortu/ perawat ö Butuh dukungan emosional seperti : dipeluk, dirangkul untuk memperoleh rasa nyaman ö Menjadi irritable dengan nyeri berikutnya ö Terlihat lebih waspada terhadap tindakan yang menimbulkan rasa sakit D. School age child ( 7-12 tahun) ö Seperti pada young child, terutama selama dilakukan tindakan yang menimbulkan nyeri, tetapi lebih terkendali ö Mengungkapkan alasan seperti: “tunggu sebentar !, saya belum siap “ ö Otot-otot kaku, mata terbuka, gigi gemeretak, tungkai-lengan –tubuh kaku , dahi dikerutkan E. Adolescent (13 tahun=) ö Sedikit protes ö Sedikit garakan ekstremitas ö Lebih banyak ekspresi verbal spt: “ini sakit !” atau “ kamu membuat saya kesakitan! “ ö Tubuh terkontrol ö Ketegangan otot meningkat (Katz , Kellerman & Siegel dalam Wong, p: 280, 1990)

SUMBER NYERI 1. Rangsang racun/noxius stimuli = iritasi pada ujung-ujung syaraf. 2. Mekanik (trauma, friction) - perubahan cairan tubuh sehingga oedema menekan jaringan tubuh. - distensi sehingga ada penekanan pada lumen. - tumor sehingga iritasi syaraf. 3. Thermal (panas, dingin) Inflamasi yang meningkatkan sensitifitas ujung syaraf. 4. Kimia (microorganisme, obat-obatan) Iritasi syaraf oleh karena sekret terkontaminasi.

KLASIFIKASI NYERI:

1. Nyeri akut. 1 detik s/d 6 bulan : injury, penyakit akut. 2. Nyeri kronis > 6 bulan. - maligna: nyeri akibat tumor sehingga mendesak jaringan sekitar tumor. - non maligna: injury dalam masa penyembuhan tetapi nyeri masih berlangsung. 3 Nyeri fiseral/deep viseral - akibat injury organ internal - sifat nyeri difus/terus menerus - sensasi tumpul 4. Nyeri alih - nyeri menjalar/dirasakan di berbagai tempat - kadang jauh dari lokasi asal nyeri 5. Nyeri sebar - nyeri meluas ke jaringan sekitar/dirasakan klien bergerak dari asal nyeri. - sifat konstan

PENGKAJIAN 1. Lama nyeri ( duration) • Lama • Menetap • Kadang2 • Berulang

2. Lokasi ( location) • Internal/eksternal 3. Kuantitas ( quantity ) • Tkt nyeri 4. kualitas ( Quality) • bagaimana nyeri dirasakan ( ditusuk,terbakar dll) 5. Hal yang memperburuk / aggravating & alleviating factors/menurunkan nyeri 6. Hubungan suatu peristiwa / related occurrences • Gejala sebelumnya,selama / setelah rasa nyeri dialami 7. Efek nyeri thdp aktivitas sehari-hari • Tidur,nafsu makan,konsentrasi,interaksi dgn orang lain,gerakan fisik dll

8. Faktor2 yang mempengaruhi respon nyeri • Pengalaman masa lalu,nyeri kronis : klien mudah marah,depresi,menarik diri • Ansietas • Budaya ~ sikap menghadapi nyeri ok beda pandangan • usia *Efek Plasebo = Faktor sugesti dianggap dapat mengurangi nyeri karena plasebo = zat tanpa kegiatan farmakologi yang dikenal klien dalam bentuk kapsul dll.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan rasa nyaman (nyeri) B/D injury, luka pasaca pembedahan. 2. Tidak efektif koping individu B/D kurang pengetahuan tentang manajemen terapi, penyakit dan prognosis.

A. TERAPI NON FARMAKOLOGIS • Terapi Es Efek menurunkan prostaglandin yang memperkuat sensitivitas reseptor nyeri dengan menghambat inflamasi ----es diletakkan pada daerah cidera segera mugkin(Cohn dkk,1980) • Terapi Panas Efek menigkatkan aliran darah tetapi tidak seefektif terapi dingin(NAM dan PARK,1991)

1. TERAPI PANAS memberikan reaksi: a. meningkatkan respon inflamasi b. meningkatkan aliran darah jaringan c. meningkatkan pembentukan odema Indikasinya: 1. trauma > 48 jam 2. hemoroid 3. nyeri artritis 4. nyeri punggung Kontra Indikasi: 1. trauma 12-24 jam pertama 2. perdarahan /odema 3. gangguan vaskular 4. p ruritus

menurunkan aliran darah c. menurunkan respon inflamasi b.DISTRAKSI pengalihan fokus perhatian dari sensasi nyeri • distraksi visual • distraksi auditory • distraksi dengan teknik pernapasan • distraksi dengan taktil kinetik:gerak sembayang.berirama 5. trauma 12-24 jam pertama 2. sakit kepala Kontra Indikasi: 1. mengurangi oedema Indikasi: 1. perdarahan 4.menyanyi. gigitan serangga 3.RELAKSASI • Pembebasan mental dari stres fisik psikologis • Bernapas lambat(napas abdomen). pruritus 6.Analgesik Narkotik • Meningkatkan ambang nyeri sehingga menurunkan persepsi klien terhadap nyeri . alergi dingin 2. trauma>48 jam 3.BIMBINGAN ANTISIPASI/ANTICIPATORY GUIDANCE memberi informasi sehingga klien dapat mengontrol tingkat kecemasan dan meningkatkan toleransi terhadap nyeri B.2. TERAPI DINGIN a. spasme otot 5.konsentrasi 4.menggambar • guided imagery:membayangkan kegiatan yang menyenangkan. TINDAKAN FARMAKOLOGIS 1.

Oedema paru akibat peningkatan tekanan udara (barotrauma) misalnya di ketinggian.pada reseptor perifer 4.Gagal Jantung Congestif . Penyakit/gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan kapiler paru meliputi : Gangguan Faal Paru .Ajuvan terdiri dari sedativa..Kerusakan pembuluh darah paru . Faktor penyebab Oedema paru meliputi gangguan sistemik.• Menurunkan kecemasan dan rasa takut • Meningkatkan kemampuan tidur pada nyeri berat Bekerja pada otak dan spinal cord=memodifikasi persepsi dan reaksi nyeri 2.Edema paru neurogenik .Gagal jantung Kanan .obat anti ansietas Posted by alphatino at 02:48:00 Tidak ada komentar: LAPORAN PENDAHULUAN OEDEMA PARU Pengertian Adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya cairan ekstravaskular yang patologis pada jaringan parenkim paru.Kerusakan katup jantung (stenosis mitral) Sedangkan gangguan yang dapat mengakibatkan peningkatan permeabiltas kapiler paru antara lain : Insufisiensi paru pasca trauma .Analgesik Non Narkotik 3.Non Steroid Anti Inflamation Drugs(NSAID) 2 dan 3 bekerja mengurangi transmisi stimulus nyeri dan menghambat sintesa prostaglandin. Gangguan Jantung (Kardiogenik) . Links to this post Etiologi Secara umum penyebab oedema paru adalah akibat peningkatan tekanan hidrostatik dan atau peningkatan permeabilitas kapiler paru.

jantung serta kelainan organ vital bawaan serta penyakit ginjal mungkin ditemui pada klien Pengkajian 1. banyak keringat . Kesadaran kadang sudah menurun dan dapat terjadi dengan tibatiba pada trauma. cyanosis. Sistem Integumen Subyektif : Obyektif : kulit pucat. Penyakit paru. cyanosis atau batuk-batuk disertai dengan demam tinggi/tidak. suhu kulit meningkat.? Aspirasi cairan lambung ? Sepsis ? Pneumonia ? Overdosis heroin ? Luka bakar inhalasi (thermal atau kimiawi) ? Toksisitas oksigen ? Tenggelam/hampir tenggelam ? Emboli lemak ? Uremia ? Pancreatitis ? Dan lain-lain Asuhan Keperawatan Pengkajian Identitas : Umur : Klien dewasa dan bayi cenderung mengalami dibandingkan remaja/dewasa muda Riwayat Masuk Klien biasanya dibawa ke rumah sakit setelah sesak nafas. turgor menurun (akibat dehidrasi sekunder). pancreatitis. Berbagai etiologi yang mendasar dengan masing-masik tanda klinik mungkin menyertai klien Riwayat Penyakit Dahulu Predileksi penyakit sistemik atau berdampak sistemik seperti sepsis. kemerahan .

sputum banyak. penggunaan otot bantu pernafasan. hiperventilasi. penurunan kesadaran. pernafasan diafragma dan perut meningkat. suara jantung tambahan 4. terdengar stridor. refleks menurun/normal. kadar karbon darah meningkat/normal Elektrolit : Natrium/kalsium menurun/normal . pembuluh darah vasokontriksi. letargi 5. Laju pernafasan meningkat. Sistem Cardiovaskuler Subyektif : sakit kepala Obyektif : Denyut nadi meningkat. nyeri otot/normal. retraksi paru dan penggunaan otot aksesoris pernafasan 6. cengeng Obyektif : Pernafasan cuping hidung. cepat lelah Obyektif : tonus otot menurun. kejang Obyektif : GCS menurun. Sistem digestif Subyektif : mual. Sistem Neurosensori Subyektif : gelisah. batuk (produktif/nonproduktif). 3. 7.2. Studi Laboratorik : Hb : menurun/normal Analisa Gas Darah : acidosis respiratorik. dada tertekan. Sistem Pulmonal Subyektif : sesak nafas. kadang muntah Obyektif : konsistensi feses normal/diare 8. ronchii pada lapang paru. kualitas darah menurun. Sistem Musculoskeletal Subyektif : lemah. penurunan kadar oksigen darah. Denyut jantung tidak teratur. Sistem genitourinaria Subyektif : Obyektif : produksi urine menurun/normal.

atau pengesetan ventilator tidak tepat Tujuan : Pertukaran gas jaringan paru optimal Kriteria : Gas Darah Arteri dalam keadaan normal . Memfasilitasi pengeluaran sekret menuju bronkus utama Diagnosa Keperawatan : 2. Tekanan penghisapan tidak lebih 100-200 mmHg. Monitor status hidrasi klien e. ronchii tidak terdengar pada seluruh lapang paru Rencana Tindakan a. Suhu ideal 35-37. proses penyakit. ventilasi. Auskultasi bunyi nafas tiap 2-4 jam b. Lakukan hisap lendir bila ronchii terdengar c. Hiperoksigenasi dengan 4-5 kali pernafasn dengan O2 100 % dan hiperinflasi dengan 1 ½ kali VT menggunakan resusitasi manual atau ventilator. Monitor ventilator tekanan dinamis f. proses penyakit. Auskultasi bunyi nafas setelah penghisapan c. Mencegah sekresi kental e. Beri fisioterapi dada sesuai indikasi h. Ubah posisi.d intubasi.8OC d.d sekresi tertahan.RENCANA KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan : 1. Peningkatan tekanan tiba-tiba mungkin menunjukkan adanya perlengketan jalan nafas f. Bersihan jalan nafas tidak efektif b. Monitoring produksi sekret b. lakukan postural drainage Rasional a. kelemahan dan kelelahan Tujuan : Jalan nafas dapat dipertahankan kebersihannya Kriteria : Suara nafas bersih. Oksigen lembab merngasang pengenceran sekret. Beri bronkodilator i. Memfasilitasi pembuangan sekret g. Monitor humidivier dan suhu ventilator d. Beri Lavase cairan garam faali sesuai indikasi untuk g. Memfasilitasi pengenceran dan penge-luaran sekret menuju bronkus utama h. Gangguan pertukaran Gas b.

tujuan dan alat yang berhubungan dengan klien b. Gangguan komunikasi verbal b. asidosis. Resiko tinggi infeksi b. Jelaskan lingkungan. ketidak-nyamanan dapat mempengaruhi klinis penderita d. diaporesis dan keluhan sesak meningkat Diagnosa Keperawatan : 3. Kaji apakah posisi tertentu menimbulkan ketidaknyamanan pernafasan d. Ajukan pertanyaan tertutup d. Menghindari komunikasi tidak efektif d. Monitor tanda hipoksia dan hiperkapnea Rasional a. menggunakan metode yang tepat Rencana Tindakan a. Monitor AGD atau oksimetri selama periode penyapihan c. tidak terjadi hambatan komunikasi berarti.Rencana Tindakan a.d pemasangan selang endotrakeal Tujuan : Klien dan petugas kesehatan dapat berkomunikasi secara efektif selama pemasangan selang endotrakeal Kriteria : Klin dan perawat menentukan dan menggunakan metodayang tepat untuk berkomunikasi. Mengurangi kecemasan yang mungkin timbul akibat kehilangan suara Diagnosa Keperawatan : 4. Hipoksia dan hiperkapnea ditandai adanya gelisah dan penurunan kesadaran. Periode penyapihan rawan terhadap perubahan status oksigenasi c. Sebagai media komunikasi antara klien dan perawat c. AGD diperiksa sebagai evaluasi status pertukaran gas. Mengurangi kebingungan klien dan meminimalisasi adanya komunikasi yang sulit antara klien dan perawat b. Yakinkan pasien bahwa suara akan kembali bila endotrakela dilepas Rasional a. semua prosedur. hiperventilasi. Dalam berbagai kondisi.d pemasangan selang endotrakeal . Berikan bel atau papan catatan serta alat tulis untuk momunikasi c. Periksa AGD 10-30 menit setelah pengesetan ventilator atau setelah adanya perubahan ventilator b. menunjukkan konsentrasi O2 & CO2 darah b.

Tampung spesimen untuk kultur dan sensitivitas sesuai indikasi c. warna berubah lebih gelap b. Pertahankan teknis steril selama penghisapan lendir d. produktivitas dan adaptasi lingkungan (Brown dan Page. Infeksi dapat dilihat dari tanda umum/khusus organ Posted by alphatino at 02:46:00 Tidak ada komentar: Occupational Health Nursing 1. Memastikan adanya kuman dalam sputum/jalan nafas c. Mengurangai resiko infeksi nosokomial e. Kuratif Links to this post . bau lebih menyengat. konsistensi dan bau sputum tiap kali penghisapan b. Edukatif 3. Ganti selang ventilator tiap 24 – 72 jam e. jumlah. Pengertian Perawat Okupasi Adalah aplikasi kemampuan. Monitor tanda vital terhadap tanda infeksi Rasional a. Preventif 2. filosofi keperawatan dan kesehatan masyarakat dalam hubungannya antara masyarakat dengan pekerjaan. yang bertujuan untuk pencegahan penyakit dan kecelakaan serta promosi kesehatan yang optimal. Konstruktif (Promotif) 4. Mengurangi resiko infeksi nosokomial d. Evaluasi warna. Community Health Care and The Nursing Process) Page mengidentifikasikan 5 cabang perawatan kesehatan yang esensial : 1. Infeksi traktus respiratorius dapat mengakibatkan sputum bertambah banyak. Palpasi sinus dan lihat membrana mukosa selama demam yang tidak diketahui sebabnya g. Lakukan oral higiene f. Perubahan membrana mukosa dan adanya sinusitis mungkin menjadi indikasi adanya infeksi pernafasan g.Tujuan : Klien tidak mengalami infeksi nosokomial Kriteria : tidak terdapat tanda-tanda infeksi nosokomial Rencana Tindakan a. Mengurangi resiko infeksi nosokomial f.

kesehatan lingkungan dan hubungan antar manusia (AAOHN. Contoh : tekanan darah. kemampuan komunikasi. menghitung nadi atau mengecek tekanan darah. • Faktor yang berhubungan dengan konseling yang harus dikerjakan antara perawat dan manajemen adalah sejauh mana informasi yang meyakinkan dapat ditangani. . • Perawat okupasi dapat mengatur mekanisme pertolongan darurat dengan segera pada tempat kerja. prinsip yang paling penting untuk percaya diri. Perawat dapat mengajarkan para tenaga kesehatan kemampuan pemeriksaan sederhana seperti mengukur suhu. 1988) 2. • Primary health care • Perawatan berfokus pada pendidikan dan konseling kesehatan sehingga meningkatkan kesadaran kerja terhadap perawatan diri. Ruang Lingkup Keperawatan Kerja • Riwayat kesehatan Terutama para pekerja dan keluarga pekerja • Pengkajian atau screening • Individu (pekerja) dan keluarga • Pengetahuan hidup sehat dan pola perawatan diri • Pemeriksaan fisik • Situasi pemicu kecemasan atau stress • Pengkajian tempat kerja • Surveillance atau monitoring Membantu perawat untuk menentukan masalah-masalah kesehatan. Rehabilitatif Adalah aplikasi filosofi keperawatan untuk melindungi kesehatan para pekerja di seluruh organisasi. Perawat juga dapat menulis artikel-artikel pada surat kabar perusahaan atau sejenisnya terhadap masalah-masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Prinsip-prinsip tersebut dibatasi oleh prevensi. warna konjungtiva.5. stress. warna. berat badan. • Konseling • Bisa dilakukan kontak langsung dengan laporan yang tepat • Gunakan tehnik-tehnik konseling yang efektif. pengenalan dan penatalaksanaan terhadap suatu penyakit serta kecelakaan yang membutuhkan kemampuan dan pengetahuan khusus dalam ruang lingkup pendidikan kesehatan dan konseling.

mengevaluasi pelayanan yang diberikan berdasarkan standar. Permasalahan Kesehatan Kerja Di Sektor Formal dan Sektor Informal Angka kematian pada populasi pekerja memiliki angka yang sama apa yang terjadi pada populasi umum seperti penyakit jantung. seperti pola makan yang kurang baik. staff keamanan pegawai. ia bias dalam bentuk informal. bagian menejemen. penggunaan obat-obatan • Buat kelompok pengajaran untuk melancarkan proses diskusi dan pemahaman • Gunakan media yang menarik dan mudah dipahami seperti leaflet. penyediaan alat-alat perlindungan (misal : masker) • Management • Perawat okupasi perlu membatasi wilayah kerjanya antara dunia bisnis di tempat ia bekerja dengan peranya sebagai tenaga kesehatan di perusahaan • Perawat diharapkan dapat bekerja sama dengan para tenaga kerja dan mengembangkan program promosi dan pemeliharaan kesehatan diwilayah perusahaan • Quality Assurance • Perawat okupasi merancang standar tertentu yang sesuai dengan pelayanan keperawatan • Merupakan proses menetapkan standar pelayanan keperawatan. dan kecelakaan yang menjadi penyebab kematian. kanker. • Pilih topik-topik yang mudah dikenali dan banyak berkaitan serta mudah direspon. stroke. seperti asuransi kesehatan. • Peneliti (Researcher) Salah satu peran perawat yang berguna untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan • Kolaborasi komunitas Perawat okupasi bekerjasama dengan tenaga medis. • Administration Administrasi erat kaitanya dengan kebijakan perusahaan. perwakilan dari tenaga kerja yang representative dan tenaga kesehatan professional lainya yang dibutuhkan untuk tujuan konsultasi 3. ahli kesehatan industri.• Promosi kesehatan atau health education • Pengajaran tidak harus formal dan direncanakan. Perawat okupasi berperan untuk mengarahkan kebijakan-kebijakan perusahaan yang memberi jaminan dan perlindungan kesehatan tenaga kerja. • QA memperhatikan tanggung gugat dari pembeli pelayanan dan merupakan satu-satunya alat untuk meningkatkan hasil atau produktivitas klien yang optimum. kebiasaan mengecek tekanan darah. serta pelaksanaan tindakan untuk memperbaiki pelayanan yang tidak sesuai dengan standar. Infeksi pernafasan berperan utama penyebab kesakitan dan gangguan . lembar balik.

sinar radiasi. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. Stress dapat muncul akibat pekerjaan yang sangat kompetitif atau sangat monoton. cuaca. Memberi pertolongan pada kecelakaan f. gas. Memelihara kebersihan. asap. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. nutrisi buruk dan kurang istirahat serta pengontrolan berat badan yang memicu stress . h. debu. uap. Memberi alat-alat perlindungan diri pada pekerja g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar meluasnya suhu.dalam bekerja atau penurunan efisiensi kerja. infeksi dan penularan. UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA NO. peracunan. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja a. kesehatan dan ketertiban . Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun psikis. suara. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadiankejadian lain yang berbahaya e. kelemahan atau menurunnya ketahanan akibat penyakit. Mencegah. getaran. cahaya atau suara yang sangat tinggi. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik k. Masalah kesehatan yang diakibatkan oleh pekerjaan dapat timbul akibat penggunaan bahan toksik atau bahan yang mengiritasi ataupun terpapar panas. kelembapan. atau pekerjaan yang tidak mengizinkan pekerjanya untuk mengambil keputusannya sendiri. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. dingin. kotoran. Masalah lain yang terjadi pada kelompok ini termasuk penggunaan alcohol atau obat-obatan terlarang. mengurangi dan memadamkan kebakaran c. i.1 TAHUN 1970 BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA Pasal 3 1. hembusan angina. penyakit menular. Proses kerja yang membuat pekerja merasa seperti mesin dan kurangnya hubungan interpersonal antar pekerja merupakan dampak negative pada moral pekerja dan kesehatan.

pengepakan atau pembungkusan. cara dan proses kerjanya. pembuatan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi syarat-sya Posted by alphatino at 02:43:00 Tidak ada komentar: Nutrisi Parenteral Total Pada Bayi Prematur Pendahuluan Bayi prematur masih merupakan masalah yang penting dalam bidang perinatologi. pemakaian. pengujian dan pengesahan. penggunaan. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. pemeliharaan dan penyimapanan bahan. q. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya r.m. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi. binatang. barang. karena berkaitan dengan kejadian mortalitas dan morbiditas masa neonatus. perdagangan. pemasangan. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan p. keselamatan tenaga kerja yang melakukanya dan keselamatan umum. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2). peredaran. tehnik. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan. barang. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Bayi prematur adalah Links to this post . Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaanya menjadi bertambah tinggi 2. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. produk teknis dan aparat produk guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. dan tehnologi serta pendapatanpendapatan baru dikemudian hari. 2) Syarat-syarat tersebut membuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. perlakuan dan penyimpanan barang. Pasal 4 1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. alat kerja. pengolahan dan pembuatan. lingkungan. bahan. pengangkutan. perlengkapan alat-alat perlindungan. tanaman atau barang o. n.

Berdasarkan kurva pertumbuhan intrauterin dan Lubchenko. sangkaan enterokolitis nekrotikan. distress pernapasan. yaitu bila < 1000 gram4. pemberian nutrisi parenteral harus diberikan sebelum pemberian makanan secara enteral dapat diberikan dengan baik1. Dengan makin pesatnya perkembangan bidang perinatologi. Bayi prematur dengan BLSR diberikan NPT dengan pertimbangan sebagai berikut: a.5. karena nutrisi yang sebelumnya didapat langsung dari plasenta kini harus diberikan peroral6. Pada bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah. atau keadaan dimana saluran cerna tidak mampu melakukan fungsi digesti dan absorbsi9. Demikian juga pada bayi yang . makin banyak bayi kecil yang terselamatkan.3. telah merupakan sarana penunjang utama dalam perawatan7. Di negara berkembang. Tujuan pemberian NPT adalah memberikan nutrien yang cukup untuk menyokong pertumbuhan ekstrauterin tanpa menyebabkan efek yang merugikan terhadap pertumbuhan dan fungsi sistem organnya7. Tulisan ini bertujuan untuk membahas pemberian nutrisi parenteral total pada bayi premature dengan berat lahir sangat rendah.5.7. dan berat lahir amat sangat rendah (BLASR). b. BBLR dibedakan atas berat lahir sangat rendah (BLSR). Pemberian nutrisi pada bayi-bayi kecil tersebut merupakan suatu tantangan. Sebagian besar BBLSR dilahirkan dengan usia kehamilan < 32 minggu. Perkembangan nutrisi setelah lahir sangat tergantung pada keadaan maturitas dan berat badan lahir2. Sesuai dengan pola pertumbuhan intra uterin dimana pembentukan otot dan jaringan lemak bawah kulit pada trimester akhir kehamilan. Pemberian nutrisi parenteral baik secara total (NPT) ataupun parsial (NPP). NP harus diberikan untuk pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan adekuat secara enteral. Mereka mempunyai kebutuhan gizi yang khusus karena cepatnya laju pertumbuhan dan fungsi yang belum matang5. yaitu bila < 1500 gram. angka kematian bayi BLSR sangat menurun hingga mencapai 5%. maka energi dalam bentuk hidrat arang dan lemak pada bayi prematur cenderung akan kurang. Cadangan energi terbesar tubuh adalah bentuk lemak yang memberikan energi sebesar 9 kal/gram10. Churella8 melaporkan bahwa 80% unit perawatan intensif memberikan NP pada minggu pertama perawatan BBLSR. NPT diberikan bila saluran cerna tidak dapat digunakan karena malformasi intestinal. maka kebanyakan bayi prematur akan dilahirkan dengan berat badan yang rendah (BBLR)1. Pemberian nutrisi parenteral baik total maupun parsial bukanlah tindakan yang rutin dilakukan pada bayi prematur2.bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan di bawah 37 minggu1-3. bedah saluran cerna.

kerjasama antara menelan dan penutupan epiglotis serta uvula dari laring maupun saluran hidung. Bayi prematur hanya mempunyai sedikit cadangan energi karena kurangnya cadangan glikogen pada hati dan lemak bawah kulit11. f. Memberikan nutrisi yang optimal pada bayi-bayi ini sangat penting dan menentukan bagi keberhasilan tumbuh kembang selanjutnya. Tubuh bayi matur mengandung 15% lemak dan bayi prematur dengan berat 1 kg hanya mengandung 2. terutama prematur.lahir dengan berat badan lahir rendah10. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 29--30 minggu akan mulai mengisap beberapa hari setelah lahir. e. Dengan demikian. Kombinasi tekanan yang rendah dan relaksasi esofagus yang panjang memudahkan terjadinya refluks esofagus5. serta perubahan metabolik yang disebabkan oleh penyakit13. g. Ini telah dibuktikan dengan hasil otopsi terhadap otak bayi kurang gizi yang memperlihatkan berkurangnya jumlah sel dan defisiensi kandungan lipid serta phospholipid10. cara pemberian. Saluran cerna bayi baru lahir harus mampu untuk melaksanakan fungsinya.3%11. Absorbsi dan digesti lemak pada neonatus adalah suatu proses yang tidak efisien karena pada bayi baru lahir. Aktivitas esofagus yang terorganisir belum berkembang sampai usia kehamilan 34 minggu5. Energi Kebutuhan nutrisi pada neonatus diketahui bervariasi menurut berat lahir dan usia kehamilan. NPT dapat menyokong pertumbuhan bayi BBLSR dengan adekuat7. terutama karena pertumbuhannya yang pesat dan imaturitas fisiologiknya13. Tergantung dari tingkat prematuritasnya. antara lain fungsi digesti dan absorbsi nutrien. kemampuan ini terbatas. kosentrasi lipase pankreas dan garam empedu sangat rendah12. Aktivitas amilase yang diperlukan untuk digesti karbohidrat belum terdeteksi pada prematur dan masih rendah sampai bayi berusia 4 bulan. Proses pemberian makanan melalui mulut memerlukan pengisapan yang kuat. juga gerak esophagus yang normal1. Pemeriksaan gerakan lambung difokuskan pada pengosongan lambung12. serta fungsi proteksi terhadap toksin dan alergen. Gelombang tekanan lambung adalah lanjutan dari peristaltik esofagus. Bayi yang mendapat nutrisi tidak adekuat akan mengalami penghentian pertumbuhan otak dan berisiko untuk kerusakan otak permanen. mempertahankan keseimbangan cairan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian NPT: 1. d. c. . Koordinasi yang baik antara mengisap dan menelan biasanya tidak tampak sampai usia kehamilan 33--34 minggu13. jika dibandingkan dengan bayi yang matur maka kebutuhan energinya jauh lebih besar.

keadaan hipermetabolik. Tubuh kehilangan cairan melalui jalur renal dan ekstrarenal. kebutuhan kalori untuk BBLSR bervariasi antara 90--165 kkal/kgbb/hari5. atau mendapat pengobatan furosemid. tanpa memberikan tekanan pada fungsi metabolik dan ekstretorinya yang imatur14. atau mengalami oliguria18. Untuk sintesa jaringan. Kebutuhan energi untuk tumbuh berhubungan dengan kandungan energi dari jaringan dan tergantung pada komposisi jaringan baru yang disintesa7. Penelitian pada BBLSR 26--29 minggu kehilangan berat rata-rata pada minggu pertama . Jumlah cairan: Volume cairan ekstraseluler pada bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukup bulan5. Kebutuhan menurun pada keadaan bayi dirawat dengan doble walled incubator. Jadi. sedangkan untuk cadangan nutrien jaringan 20--30 kkal/kgbb/hari tergantung dari komposisi jaringan baru tersebut5. Kebutuhan meningkat pada keadaan seperti: memerlukan perawatan dengan radiant warmer.7. diare.7. karena kehilangan energi fekal dan SDA lebih sedikit. Kebutuhan energi BBLSR dibagi menjadi dua komponen penting. yaitu kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh dan kebutuhan untuk tumbuh.9.7. fototerapi. Bayi yang mendapat NPT tumbuh pada masukan energi yang lebih rendah. aktivitas otot. inkubator.10. Jalur ekstrarenal terdiri atas kehilangan air yang tidak terasa (kehilangan air insensibel) melalui kulit (transpidermal) dan melalui paru. stres respirasi. z Pemberian energi parenteral 50 kkal/hari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan4. Kehilangan ini meningkat karena aktivitas. atau temperatur tinggi5. regulasi suhu tubuh SDA (Spesific Dynamic Action). sehingga mengurangi pelepasan energi4. mengalami distres pernapasan. Kebutuhan cairan pada bayi prematur dapat meningkat atau menurun.7 dan akan meningkat pada keadaan peningkatan aktivitas. di ruangan dengan kelembaban tinggi. diperlukan 10--35 kkal/kgbb/hari.17. Chessex15 dan Zlotkin16 memperlihatkan bahwa dengan pemberian kalori sebanyak 80 kkal/kgbb/hari dengan jumlah nitrogen yang cukup. kecepatan pertumbuhan dan retensi nitrogen yang dicapai sama dengan pertumbuhan intra uterin. tergantung pada lingkungannya. Kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh antara lain meliputi metabolisme basal. Bayi prematur pada minggu pertama sesudah lahir akan kehilangan carian ekstraseluler dengan cepat yang menyebabkan penurunan berat badannya5. 2. dan ekskresi5. kelembaban udara rendah.7.Komite nutrisi dari American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa diet optimal untuk bayi prematur yang dapat menyokong pertumbuhan sebanding dengan pertumbuhan intrauterin trimester tiga.

Penulis lain menyatakan pemberian dimulai dengan 5 mg/kgbb/menit. Pemberian 2--4 mg/kgbb/menit glukosa secara bolus diikuti infus glukosa 8 mg/kgbb/menit. retina. menurut Doyle21. eritrosit. Tindakan terhadap . Cairan parenteral awal dapat diberikan Dekstrose 5% atau Dekstrose 10%7. Pemberian glukosa berlebihan menghasilkan hiperglikemia7. Sesudah lahir.5. Apabila bayi dirawat dalam inkubator dengan kelembaban maksimal maka kebutuhan cairannya sama dengan bayi cukup bulan.berkisar 12--15% dari berat lahirnya19. yang tiap gram menghasilkan 3.10. Tabel 1: Rekomendasi Kebutuhan Cairan Parenteral Awal untuk Bayi BBLR Tipe tempat tidur Berat badan 600-800 801-1000 1001-1500 1501-2000 Radiant warmer 120 90 75 65 Incubator 90 75 65 55 Lain-lain 70 55 50 45 Karbohidrat Glukosa adalah sumber kalori non-protein utama pada nutrisi parenteral20. Sebagai acuan pemenuhan kebutuhan cairan pada BBLR dapat dilihat pada tabel 1. dan medula renal5. Ada yang memulai dengan 8--10 mg/kgbb/menit dan ditingkatkan menjadi 12--15 mg/kgbb/menit23. Namun. diperlukan 40--45% total kalori dalam bentuk glukosa10. Cara efektif mengurangi kehilangan cairan insensibel dengan membungkus bayi.23. yaitu suatu keadaan dimana kadar gula darah > 8 mmol/L dan mulanya terjadi glukosuria4. Hipoglikemia berhubungan dengan kerusakan perkembangan saraf yang terjadi kemudian.29 dalam bentuk monohidrat. sebagian BBLSR memerlukan glukosa parenteral untuk mempertahankan kadar gula darahnya. memakai incubator dobel walled4.18.4 kkal9. pemberian glukosa 6-8 mg/kgbb/menit akan menurunkan balans nitrogen negatif dan lipolisis serta mencegah hipoglikemia7. ruangan dengan kelembaban tinggi. yang bertambah secara bertahap sampai 100--120 ml/kgbb/hari sesudah minggu pertama4. Untuk mendapatkan jumlah yang cukup dengan risiko hiperglikemia yang minimal. dapat mengatasinya22. pada pertama bayi premature memerlukan 4--6 mg/kgbb/menit glukosa. sekunder terhadap stratum korneum yang belum terbentuk sempurna. Sebagai sumber kalori. Hal ini karena kehilangan cairan transepidermal. Glukosa merupakan bahan bakar mutlak untuk metabolisme otak. yaitu 60--80 ml/kgbb/hari. kemudian ditingkatkan menjadi 14-20 mg/kgbb/menit sesuai toleransi9. Masa gestasi maupun masa pascanatal mempunyai efek pada cairan transepidermal4. saraf perifer. sumsum tulang.

Berbagai sumber protein telah digunakan dalam bentuk intravena. dan cukup kalori non protein untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan pertumbuhan7. 60% glukosa. membuktikan bahwa pemberian NPT dengan asam amino bebas taurin pada prematur BLSR menghasilkan kadar taurin plasma yang rendah.7.25.05 U/kgbb/jam24. dan 32% . dan kholestatik jaundice6. histidin. Zlotkin17 dan Chessex15 memperlihatkan pertumbuhan yang meningkat sesuai pertumbuhan intrauterin dengan pemberian asupan nitrogen antara 310--481 mg/kgbb/hari. Jumlah protein ini diasumsikan tidak ada katabolisme asam amino. serta sangat esensial untuk perkembangan otak dan retina. Walaupun demikian.hiperglikemia adalah menurunkan kecepatan infus dan konsentrasi cairan glukosa yang diberikan. Retensi nitrogen akan optimal bila 8% dari kalori diberikan dalam bentuk asam amino. Gambaran ini sama dengan asupan protein 2. campuran asam amino yang diberikan ideal. Namun. Namun demikian. Karena metabolisme yang masih imatur maka bayi prematur membutuhkan semua asam amino esensial yang biasa dibutuhkan bayi yang lebih besar. Zelikovic dkk. Pemberian yang berlebihan akan menyebabkan hiperamonemia. Bila telah diputuskan akan memberikan insulin. pemberian insulin ini masih kontroversial18. kebutuhan protein untuk pertumbuhan optimal bayi prematur masih kontroversial10. Cara lain dengan memberikan insulin intravena secara kontinyu untuk meningkatkan uptake glukosa jaringan dan mencoba untuk menghambat produksi glukosa endogen4. Protein Protein berperan sebagai sumber asam amino untuk pembangunan semua jaringan tubuh. dan taurin7. Fetus dengan kehamilan 28 minggu membutuhkan 350 mg/kgbb/hari nitrogen.18. Adanya glukosa intoleran pada BBLSR biasanya berhubungan dengan sepsis. atau insufisiensi pankreas7. sedangkan fetus matur membutuhkan 150 mg/kgbb/hari.2 g/kgbb/hari pada neonatus prematur. ketidakstabilan kardiopulmonal. Pemberian asam amino kristalin harus disertai kalori non-protein.5 g/kgbb/hari pada BBLSR14. maka dianjurkan untuk mulai dari 0. metabolik asidosis. yang paling mungkin memberikan bentuk fisiologis adalah asam amino bentuk campuran10. Taurin disintesa dari sistein dan methionin di akhir masa kehamilan. usia < 1 minggu. pemberian steroid atau katekolamin. Heird CW27 juga mendapatkan pertumbuhan dan retensi nitrogen yang lebih baik pada pemberian asupan protein 2. ditambah sistein.28. Jumlah kebutuhan protein dihitung berdasarkan estimasi kebutuhan nitrogen pada kehidupan fetus intrauterin.

Di pasaran. Emulsi lemak 20% lebih menguntungkan karena dapat memberikan 2 kali lipat trigliserida tanpa meningkatkan jumlah fosfolipid. Lemak dapat diberikan bersama-sama dengan glukosa dan asam amino atau sendiri18. dan memperbaiki efisiensi glukosa sebagai sumber energi18. Neonatus prematur memperlihatkan pertumbuhan pada masukan kalori 80 kkal/kgbb/hari dengan asam amino kristalin 2. Emulsi lemak untuk nutrisi parenteral mengandung minyak tumbuhan.7. sehingga risiko keracunan dan defisiensi lebih . emulsi tersedia dalam kemasan 10% yang memberikan 1.25. Pemberian suplemen karnitin terbukti memperbaiki pemakaian lemak32.1 kkal/ml dan 20% yang memberikan 2. menyediakan asam lemak esensial.2 kkal/ml28.5 g/kgbb/hari. Trigliserol adalah komponen utama emulsi lemak. Vitamin dan Minneral Bayi prematur mempunyai kemampuan adaptasi yang lebih rendah terhadap vitamin parenteral dibandingkan bayi cukup bulan.lemak7. Dari sediaan asam amino di pasaran. Fosfolipid diduga menghambat lipase lipoprotein31.23.30. secara bertahap dosis dinaikkan dengan memantau kadar serum trigliserida (dipertahankan di bawah 250 mg/dl). Pemberian heparin 1 U/ml akan meningkatkan lipase lipoprotein33 dimana pemberian secara kontinyu akan membantu memelihara kadar trigliserida sekitar 100 mg/dl34. 20--40% kalori berasal dari lemak9. Pemberian asam amino pada bayi prematur dapat dimulai dari hari pertama kehidupan29.31. Pada masukan energi < 80 kkal/kgbb/hari.31. Maksimal pemberian 4 g/kgbb/hari31. Bayi BBLSR mempunyai kapasitas toleransi sangat terbatas terhadap pemberian emulsi lemak karena defisiensi lipoprotein dan karnitin jaringannya31.31. Balans protein positif akan dicapai dan tidak terbukti adanya toksisitas terhadap protein secara laboratorium30. Lemak Lemak tidak hanya berperan sebagai sumber energi. Emulsi lemak yang mengandung LCT dan MCT lebih disukai karena menurunkan ketergantungan terhadap karnitin untuk metabolisme7. Vamin15 dan Throphamin27 memberikan retensi nitrogen > 70% dari yang diinfuskan sehingga sesuai dengan retensi nitrogen di masa kehidupan intra uterin.31.5--1 g/kgbb/hari secara kontinyu selama 24 jam4. biasanya berasal dari minyak bunga matahari18. Lipid diberikan mulai dengan dosis 0. tidak terjadi kenaikan berat badan walaupun jumlah asupan asam amino ditingkatkan16. Trigliserol mengandung rantai panjang jenuh (LCT) atau tak jenuh (MCT). Biasanya. tetapi juga sebagai pembawa vitamin. Selanjutnya.

tinggi. Rute ekskresi normal dari elemen langka menjadi pertimbangan pemenuhan kebutuhan.2 Vitamin B2 (mg) 1.4 Niacinamide (mg) 17.9. Empat jenis elemen langka yang rutin diberikan pada NPT adalah tembaga. dan mangan.0 Vitamin B12 (mg) 1. Komposisi vitamin MVI-Prediatric per 5 ml sediaan Komposisi Jumlah Vitamin A (IU) 2300 Vitamin B1 (mg) 1. sehingga cairan parenteral saat ini sering tidak mengandung jumlah yang adekuat untuk kebutuhan metaboliknya9. Terjadinya presipitasi dari kalsium phospat dalam cairan merupakan masalah dalam pemberian kalsium dan phospat pada bayi premature.0 Folic acid (mg) 0. Tabel 2. kromium. walaupun diperlukan hanya dalam jumlah sangat kecil. Penambahan preparat MVI-Prediatric ke dalam emulsi lemak akan menurunkan kehilangan retinol sehingga kosentrasi retinol plasma BBLSR akan meningkat35. dan selenium diberikan bila pemberian NPT dalam jangka panjang (> 6 minggu)4.00 Vitamin E (IU) 7. Akibatnya. pada pemberian NPT yang lama akan meningkatkan prevalensi dari demineralisasi tulang.2 Cairan parenteral pada bayi prematur harus disusun sedemikian rupa agar jumlah mineral sesuai kebutuhan bayi seperti tampak pada tabel 3. ataupun fraktur9. Elemen langka.0 Vitamin D (IU) 400. Ekstra seng diberikan bila pasien status diare. Pemberian infus kalsium dan fosfor dengan ratio 1.14 Vitamin K (mg) 0. seng.36.0 Biotin (ug) 20.0 Vitamin B6 (mg) 1. Preparat MVI-Prediatric dengan dosis 2 ml/kgbb/hari sampai maksimum 5 ml/kgbb/hari dianggap cukup4. Pada bayi prematur diperlukan formulasi khusus. Tabel 3 . tembaga dan mangan dibatasi bila ada kolestatis.0 Vitamin C (mg) 80.0 Panothenic acid (mg) 5. penyakit ricketsia.7 : 1 akan meningkatkan retensinya37. mereka memegang peranan yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan4. Komposisi dari vitamin MVIPrediatrik dapat dilihat pada tabel 2.

dan tidak ada pembatasan pemberian cairan9. Pada pemberian melalui rute periferal. Komposisi nutrien yang dapat diberikan melalui jalur perifer dapat dilihat dalam tabel 4. biasa digunakan vena di tungkai atau di kepala28.5%. pemberian melalui rute perifer sulit untuk memenuhi kebutuhan kalori karena cairan dibatasi tidak melebihi 130 ml/kgbb/hari. sehingga kalori yang dapat diberikan adalah 80 kkal/kgbb/hari.memperlihatkan mineral dan elemen langka pada bayi prematur yang boleh diberikan.5--3. Tabel 4.2 mmol Fosfor 1. yaitu rute arteri umbilikalis18.5--2. Pada bayi prematur.38.3--0.3--0.4 mmol Seng 6--8 mmol Tembaga 0. namun pada bayi ada satu rute lagi yang bisa diberikan. Tabel 3. yaitu rute perifer dan rute sentral28.2 mmol Magnesium 0.5--2. Jalur ini dipilih bila pemberian dalam waktu singkat (< 2 minggu). Rekomendasi pemberian mineral dan elemen langka pada bayi prematur (jumlah per kgBB per hari) secara intravena Mineral Jumlah Natrium 3--5 mmol Klorida 3--5 mmol Kalium 1--2 mmol Kalsium 1.6 mmol Selenium 13--25 mmol Mangan 18--180 nmol Yodium 8 nmol Kromium 4--8 nmol Molibdenum 2--10 nmol Penatalaksanaan Nutrisi Parenteral Teknik Pembelian Ada dua macam rute pemberian NPT yang sudah dikenal luas. konsentrasi dextrose kurang atau sama dengan 12.0 g Kristalin hidrolisat . Komposisi pemberian NPT melalaui vena perifer Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: protein 2. osmolalitas cairan yang diberikan tidak tinggi. status hemodinamik baik.

Tabel 5.36 mEq Zinc 150-300 mEq Copper 20-40 ug Vitamin: Multivitamin 1-3 ml/hari Volume 150 ml Untuk mendapatkan masukan kalori yang tinggi harus digunakan cairan infus dengan konsentrasi yang tinggi. Cara perkutan untuk vena subclavia tidak dianjurkan pada bayi karena sering terjadi komplikasi28. dengan risiko osmolalitas yang tinggi. Untuk mencapai vena sentral dapat dengan cara perkutan atau dengan cara pemotongan vena. Komposisi pemberian NPT melalui vena sentral Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: protein 2. Komposisi yang dapat diberikan melalui vena sentral dapat dilihat dalam tabel 5.0 g . lebih dari 1000 mmol Osmol/l.25 mEq Fosfor 1.0g Mineral dan elektrolit Natrium 3-4 mEq Kalium 2-4 mEq Kalsium 1-4 mEq Magnesium 0. Perawatan yang teratur dan berhati-hati sangat penting pada pemakaian kateter vena sentral agar terhindar dari komplikasi.5--3.5-3. Venajugularis dan vena subclavia adalah yang paling sering digunakan28.5-3. aman.0 g Kristalin hidrosat Asam amino campuran Kalori 115-125 Glukosa 20--30 g Lemak 0. Ini dapat dilakukan dengan jalur vena sentral28. seperti memberikan darah atau mengambil sampel darah38. dan dapat digunakan dalam jangka panjang.38. Tidak dibolehkan memberikan selain cairan nutrien melalui kateter ini.Asam amino campuran Kalori sekitar 75 Glukosa 10-15g Lemak 0.

Gilbertson40 memberikan NPT mulai hari pertama dengan dosis ditingkatkan secara bertahap. Monitoring pertumbuhan minimal antara lain berat badan setiap . sebagian setuju dan sebagian tidak. dan jumlah cairan 150 ml/kgbb/hari. Nutrisi yang adekuat mungkin lebih baik ditaksir dari adanya lemak di bawah kulit dan perkembangan otot. penggunaannya praktis karena lebih mudah melakukannya. Pada prematur BBLSR dapat diberikan NPT secara lengkap mulai dari hari pertama tanpa menimbulkan efek samping dan peningkatan berat badan yang dicapai sesuai dengan pertumbuhan infra uterin seperti yang dilaporkan oleh Gilbertson 40 dan Chessex15. Pada kelompok yang tidak setuju.29. Penggunaan heparin 1 U/ml pada cairan infus mengurangi kejadian phlebitis dan thrombosis pada vena sentral serta perifer39. Hilang berat badan atau berat badan tidak naik adalah efek awal asupan kalori yang tidak adekuat. Kenaikan berat badan fetus dalam uterin setiap minggu adalah standar yang dipakai untuk menentukan pertumbuhan pascanatal yang adekuat3.6 g/kgbb/hari. 450 mg/kgbb/hari nitrogen. terutama pada bayi kecil. Pada kelompok yang setuju. Ketebalan lemak kulit Triceps digunakan untuk estimasi pertumbuhan lemak. Komposisinya. Chessex15 memberikan NPT dengan total kalori nonprotein 80 kkal/kgbb/hari. dan lingkar lengan atas untuk perkiraan pertumbuhan otot.36 mmol Zinc 150--300 mEq Copper 20--40 ug Vitamin: Multivitamin 1--3 ml/hari Volume 120 ml Pemakaian jalur arteri umbikal masih kontroversial. cairan 83 ml/kgbb/hari pada hari pertama menjadi 150 ml/kgbb/hari pada hari ke-4. Dextrose 5% hari pertama menjadi D 8% hari ke-4.25 mEq Fosfor 1.7. emulsi lemak 2 g/kgbb/hari. Pemantauan Bayi yang mendapat NPT perlu perawatan dengan pemantauan yang ketat sehingga mereka biasanya dirawat di ruang intensif7.Mineral dan elektrolit Natrium 3--4 mEq Kalium 2--4 mEq Kalsium 1--4 mEq Magnesium 0. lipid 1 g/kgbb/hari pertama menjadi 3 g/kgbb/hari pada hari ke-4. asam amino 2. mengemukakan alasan karena banyak terjadi trambosis aorta dan arteri iliaca serta hipertensi portal18.

panjang badan setiap minggu. trombosit. pemantauan yang ketat harus dilakukan secara priodik dan berkala19.20. Untuk mendeteksi komplikasi metabolik. Mg. Komplikasi dapat berupa infeksi mekanik dan metabolik20. hidrotoraks. sepsis atau mekanik. emboli.21. Pengukuran Ini harus dicatatat tiap minggu pada kurva pertumbuhan yang sesuai pada bayi premature untuk meyakinkan pertumbuhan yang adekuat. Komplikasi infeksi terjadi sehubungan dengan terkontaminasinya bahan infusan saat pencampuran atau akibat kurangnya tindakan aseptik pada saat pemasangan kateter intravena10. ataupun perforasi pembuluh darah akibat teknik pemasangan . dan lingkar kepala setiap minggu.hari. Komplikasi mekanik berupa pneumotoraks. P 2 1 Status asam basa 2 1 Urea nitrogen 2 1 Albumin 1 1 Tes fungsi hati 1 1 Lemak 1 1 Hemoglobin 2 1 Glukosa urin 2-6/hari 2/hari Pencegahan dan deteksi infeksi Observasi klinis 7 7 Lekosit dan hitung jenis atas indikasi atas indikasi Biakan atas indikasi atas indikasi Komplikasi Pada pemberian NPT sering dijumpai komplikasi. Komplikasi infeksi adalah yang Paling umum dan potensial serius (1-5%)9. Tabel 6. Beberapa variabel yang perlu dimonitor pada pemberian NPT Variabel Frekuensi pemeriksaan per Minggu Periode awal Periode lanjut Variabel pertumbuhan Berat badan 7 7 Panjang badan 1 1 Lingkar kepala 1 1 Lingkar lengan atas 1 1 Variabel metabolisme Darah atau plasma Elektrolit 3-4 1 Ca.

Komplilasi paling sering dijumpai pada BBLSR yang mendapat NPT jangka panjang adalah kholestatik jaundice dan osteopenia7. protein.20. prepitasi nutrien Infeksi Sepsis staphylococcus Sepsis Candida Malassezia furfur Diphteroids Sepsis gram negatif . Monitoring yang ketat harus dilakukan secara periodik dan berkala untuk menghindari komplikasi. Hiperamonemia dan azotemia juga bisa ditemukan. Hiperlipidemia dan defisiensi asam lemak essensial sering dijumpai karena pemberian lemak20. Tabel 7. Pada prematur. sehingga tujuan dari pemberian NPT itu dapat tercapai. Tindakan ini dapat menurunkan angka mortalitas. emulsi lemak. Pemberian NPT dapat dilakukan secara perifer atau sentral sesuai kondisi bayi. Komplikasi mekanik ini lebih sering daripada komplikasi metabolik20.yang kurang terampil. ataupun infeksi. Tabel 7 memperlihatkan komplikasi yang mungkin terjadi pada NPT. dan multi vitamin yang optimal. metabolik. Komplikasi metabolik seperti hiperglikemia ataupun hipoglikemia dapat dihindari dengan pemberian glukosa dosis yang tepat9. Kesimpulan Pemberian NPT pada bayi prematur bukanlah suatu tindakan yang rutin dilakukan. Larutan nutrisi parenteral yang diberikan harus mengandung glukosa. BBLSR diberikan NPT selama pemberian peroral belum dapat ditoleransi. baik mekanik. Komplikasi NPT Berhubungan dengan kateter Vena cava superior Thromboemboli paru Hipertensi paru Pneumothoraks Efusi pleure atau pericardial (ekstravasari cairan) Aritmia jantung Trombosis mural (cardial) Infus intraokardial Kulit terkelupas Perdarahan Flokulasi.

Fe) Komplikasi Metabolik Hipoglikemia Hiperglikemia Hiperaminocidemia Azotemia Defiseiensi asam lemak esensial Asidosis metabolik Hipertrigliseridemia Hiperphospholipedemia Komplikasi Sistemik Kolestasis (disfungsi hepar) Infiltrasi lemak (liver. . Prematuritas dan retardasi pertumbuhan dalam: Markuni AH. Markum AH. BIKA FKUI.Phlebitis lokal Kontaminasi cairan Endokarditis Elektrolit/mineral Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hipofospatemia Defisiensi trace mineral (Zn. Boetjang RF. paru. Mg. Monintja HE. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1. Jakarta. penyunting. intrapilid) Perubahan fungsi miokard (penurunan PO4) Atropi mukosa usus Disfungsi platelet (intrapilid) Hemolisis? (intrapilid) Diuresis osmotik (glucose) Ricketsia Koma isosmolar (protein) Hipoksia (intrapilid) Toksisitas Aluminium Daftar Pustaka 1. monosit. Cu.

penyunting. Pencharz PB. edisi ke-15. Penanganan Mutahir Bayi Prematur. 8. Arvin AM. penyunting. Intensive care of the fetus and neonate. edisi ke-3. SaslowJG. penyunting. Nutritional Support of the Neonate I: Alternate Fulls dan Routes of Administration. Kliegman RM. Kusumowardhani D. Pediatrics. edisi ke-20. 1996. Prematurity and infra uterine growth retardation. 207-23. Rudolf AM. Kliegment RM. Jakarta. 1986:823-33. 1986. 3. Louis: Mosby. Philadelpia: WB Saunders Co. Nutrisi parenteral. 127-62. 1996. 245-69. 6. 1985. Developtment of the gastrointertinal tract. Hoffman Jl. Bachhuber WL. Pediatr Clin North Am 1985. nutritional . Slater Myer LP. FKUI. Dalam: Splitzer AR. Disease of the Neoborn. 32. Balmer D. penyunting. 10. 75: 976-86. Aminullah A. Dalam: Avery ME. 843-55. Dalam: Suradi R. Balint JP. Latt SA. 12. ' 13. Maclean WC. Dalam: Beberapa masalah perawatan intensif neonatus. Philadelphia: WB Saunders Co. 2. 224-40. Total Parenteral nutrition. Bendrof K. Monintja HE. Fetal growth and neonatal adaptation. New York: Springer. Survey: Methods of Low Birth Weight Infants. 1990. 76: 243-49. Dalam: Merenstein GB. Nelson Textbook of pediatrics. Dalam: Behrman RE. Heyman MB. Stalling VA. St. 454-63. Rudolf CD. 11. 381-400. penyunting. Pemberian makanan untuk bayi. Total parenteral nutrition in children. Naskah lengkap PKB . Handbook of Neonata Intensive Care. 1153-79. Kilbride HW. Churella HR. Nutritional need of low birth weight infants. St. Jakarta. 1993. Nelson WE. Pereira GR. 9. penyunting. St. 1984. Academy of American Pediatrics Committee on Nutrition. Yu VHY. Kliegmen RM. WHO. penyunting. Amalia P. Taeusch HW. Intensive care of the fetus and neonate. Feeding the critically ill neonate. Dalam : Akre J. 1987. 43-52. Dikutip: Balint JP. Dalam: Cowett RM. Penanganan Komprehensif untuk memenuhi kebutuhan bayi kurang bulan. 1018-25. Bayi dengan berat lahir rendah. Edisi ke-5. Sanfransisco Prentice. 1997. Monintja HE. Principles of perinatal neonatal metabolisme. Edisi ke-2. 4. 14. Dalam: Rudolf AM. Zlotkin SH. Pediatrics. Pediatrics 1985. 1989. penyunting.IKA FK-UI XXXVHI Jakarta: Balai Penerbit FK-UI. Dalam: Spitzer AR. 5. Hoffman Jl.1991. 7. Wheeler R.enteral and parenteral nutrition. Louis Mosby Year Book. Louis: Mosby. Sthal GE. Gardner SL. penyunting. Specialized nutritional support .

Chesssex P.. Principles of perinatal neonatal metabolisme. Dalam: Cowett RM. Dallire L. Links to this post Faktor Resiko Pas kita ngerawat pasien strokekita kaji faktor resiko yang ia punyai. Faktor resiko yang tidak bisa dimodifikasi adalah : .umur . penyunting. Posted by alphatino at 02:42:00 Tidak ada komentar: NURSING CARE OF CLIENT WITH STROKE Sebelum mengenal lebih jauh.. tidak seperti trauma / injury Insidensi . so tidak akan terjadi stroke berulang2.Terjadi saat suplay darah ke otak tiba-tiba terganggu . ada 40 referensi. Edisi ke-2 . tetapi karena keterbatasan tempat kami hanya memuat 15 referensi. Secara keseluruhan.Merupakan kasusu neurologis nomer satu di Indonesia . Untung ada NSC KMB yang akan membahan all about strike ( pokoknya.000 orang di Eropa . Jadi.. stroke.. Zebiche H.Terjadi pada 200 dari 100. 1153-79. Faktor resiko stroke ada 2. So. 1998. J Pediatr 1985. 15. they are FAktor yang tidak bisa dimodifikasi dan factor yang dapat dimodifikasi.Penyebab kematian utama ke-3 di USA .. melulu…. ) Eh sampe mana tadi ya…..Manifestasi klinik dari gangguan cerebral . iya Faktor resiko stroke.Bisa menyeluruh ( global ) atau local ( focal ) .support of the neonate 1: Alternate full and routes administration. 106:111-17. Effect of amino acid compotition of parenteral solution on nitrogen retention and metabolic response is very low birth weight infants. Lepage D. Pembaca yang berminat terhadap referensi yang lain dapat menghubungi penulis. Pineult M.. New York: Springer.?!! Emmm. hati2lah kawan.Atau… saat pembuluh darah di otak pecah… Perlu dicatat bahwa stroke terjadi akut dan mendadak.jenis kelamin . kita perlu bertanya What is stroke ? Nah menurut WHO stroke adalah .

Bingung. bisa juga karena aneurisme. trus dioperasi Penyebab stroke : .Peny.) . Hix 15x ! .Ngedrug . Terus… emboli tersebut jalan2 ke otak dan nyasar di arteri kecil yang tidak bisa dilewatinya…. susah ngomong.genetic . atau susah ngerti pembicaraan orang ( jd tulalit gitu dech. Trombosis biasanya terjadi di pembuluh darah yang mengalami artherosklerosis.Trombosis Trombosis adalah penyebab stroke yang paling sering. alis tidak simetris.Diabetes . misale terjadi AVM ( Arteri Venosa Malformasi ).Susah berjalan. trauma.terjadi kelemahan wajah. Emboli bisa berasal dari thrombus di jantung kiri atau dari plak arterosklerosis di erteri carotid.. ( ga usah diperagai. pusing. tumor pemb.Terjadi masalah penglihatan . especially satu sisi yang menyebabkan mulut mencong. Faktor predisposisi yang tersering adalah hipertensi.Hipertensi .n ) .darah. AVM. perlu dikaji sejak awal.Konsumsi alcohol .Kondisi congenital.Merokok .. kaki.Hemorrage / perdarahan Karena terjadi rupture pada pembuluh darah intracerebral. plak arterosklerosis sekarang ditemukan di percabangan arteri .. Recognizing Stroke Keadaan seperti apa sich yang dikatakan stroke itu ?! ..Emboli Terjadi karena moving blood clot ( bekuan darah yang ikut ke sirkulasi ).etnik/ras Faktor resiko lain: .Kolesterol darah yang tinggi . Jantung . tangan. Di sirkulasi cerebral. hilang keseimbangan atau koordinasi .

Klasifikasi klinis . bukan NSC anatomi.Trancient Iscemic Attack ( TIA ) . tapi sekarang kita lihat dulu patofisiologinya dulu.. jangan sampe kurang dari 60 mmHg.. bercabang lagi menjadi : . about : Bagaimana otak menerima suplay darah. Autoregulasi aliran darah ke otak efisien pada tekanan darah arteri rata2 60 – 140 mmHg.Stroke non-hemorrhage / stroke ischemic • thrombosis • Embolism .Optalmic arteries . kalo tmn2 penasaran buka aza buku2 yang membahas masalah CEREBRAL BLOOD FLOW Back to topic…. coz ini NSC KMB.Middle cerebral erteries Dan yang paling penting adalah anterior dan middle cerebral arteries ( arteri cerebro anterior dan medial ). Segini aza ya review-nya…. Aliran darh ke otak dipertahankan kira2 750 ml/mnt. yang tidak akan dibahas disini. Regulasi aliran darh ke otak dikontrol oleh autoregulatory atau mekanisme local yang merespon kebutuhan metabolic otak.Stroke Hemorrhage • Intracerebral • Subarachnoids Entar kita bahas satu2. atau seperenam dari cardiac output.Anterior cerebral arteries. apalagi IPD. . erea di otak disuplay oleh bermacam2 pembuluh darah mayor dan fisiologi sirkulasi cerebral…. Arteri2 tersebut menyuplay area2 ttt dari otak. atau lebih dari 140 mmHg.Posterior communicating ERTERIES . and . Jadi gini lho… Darah mengalir ke otak disuplay oleh 2 arteri carotid interna ( di anterior ) dan arteri vertebra ( posterior ) Arteri carotid interna yang merupakan cabang terakhir arteri carotid comunis. ok ! Di patofisiologinya kita hanya akan mereview azza.

Arteri di otak pecah.terjadi karena arteri yang menyuplay darah ke otak terbendung .Serangan stroke non-hemorrhage terjadi pas istirahat ( tdk beraktivitas ) . .A mini stroke ( stroke mini ) kayak sepeda aja….Perdarahan dapat terjadi karena : • Perdarahan aneurisma • Dinding arteri rusak dan terbuka • Perdarahan dari arteri otak yang ruptur dapat juga masuk ke dalam substansi otak atau ke dalam otak sendiri Menentukan sebab stroke .Pengkajian neurologic pendek Menanyai pasien / yang menemaninya ( anamnesa riwayat pasien ) tentang apa yang terjadi dan kapan gejalanya mulai tampak.kira2 20% .tes darah ? untuk mengetahui faktor resiko ( gula.kira2 80% dari kasus stroke . . . Stroke Hemorrhagis . tapi trus sembuh tanpa meninggalkan gejala / deficit yang terlihat .Gumpalan darah menyebabkan iscemic dan infark dengan 2 cara : • Stroke emboli • Stroke Thrombosis .Tidak selalu terjadi penurunan kesadaran dari nyeri kepala hebat.Trancient ischemic Attack .Penurunan atau berhentinya aliran darah secara tiba2 .Durasi rata2 munculnya gejala adalah beberapa menit dan hilang dalam satu jam.Bisa menyebabkan infark otak ( brain infarction ) . Stroke Hemorrhage / Stroke Iscemic .Merupakan warning bahwa seseorang mempunyai resiko stroke yang lebih serius dan melemahkan… . darah keluar ke jaringan seluler dan mengganggu keseimbangan kimia yang dibutuhkan neuron untuk berfungsi normal . kolesterol ) .Bila factor yang bisa dimodifikasi tidak diperhatikan bisa menjadi stroke permanent.Awalnya seperti stroke.

AGD . untuk mengukut stenosis pada arteri carotid Terapi apakah yang bisa dilakukan ? Sekarang ada terapi2 yang efektif untuk stroke.EKG ? melihat fungsi jantung .CT Scan .Bowel.MRI scan Mendeteksi perubahan2 pada otak . GCS. Bladder training.Brain. Hunt and Hers scale.Angioraphy Untuk memperediksi resiko stroke -Arterioraphy X-ray untuk arteri carotid. Jalan nafas tetep paten .Blood.. balance cairan diukur . MMSE Yang bisa menggambarkan dx Stroke . tapi menjadi tdk efektif jika tidak diberikan dalam jangka wakti 3 jam pertama setelah gejala muncul Prinsipnya : . pertahankan TD dan CVR .Breath. Pemberian nutrisi yang adekuat Tiga tahap pengobatan stroke : 1) Pencegahan Mencegah agar tidak terjadi kekambuhan dan selanjutnya mencegah menyebarnya gumpalan darah 2) terapi segera setelah terjadi stroke Untuk menghentikan stroke saat telah terjadi adalah dengan menghancurkan gumpalan darah atau dengan menghentikan perdarahan .Bladder.CT scan Menciptakan image2 sectional crosws dari kepala dan otak . Barthel indeks.Untuk menentukan tingkat keparahan = NIH scale. Suplay adekuat untuk otak.

Riwayat • data biografi . untuk mengobati stroke akut.3) Rehabilitasi post stroke Untuk menghilangkan kecacatan yang didapat ketika serangan stroke Medikasi . cell darah yang terlibat dalam penjendalan .Anti platelet Agents Mencegah jendalan darah dengan menurunkan aktifitas trombosit.Neuroprotective Agent Untuk menjaga otak dari second injury yang diakibatkan oleh stroke Pembedahan Dapat dilakukan untuk mencegah stroke. atau memperbaiki gangguan vascular atau malformasi otak 2 tipe pembedahan : • Endarterectomy Menghilangkan plaque dari salah satu sisi arteri carotid yang berlokasi di leher dan semua suplayer darah ke otak • Ekstra cranial / intaracranial by pass Memperlancar aliran darah ke otak dengan perubahan rute ke arteri yang tidak terblock Kecacatan yang dapat diakibatkan dari stroke Paralysis Cognitive deficit Language deficit Emotional deficit Visual deficit Terapi Rehabilitasi ( Proses keperawatan ) Pengkajian .Antitrombotic Mencegah terjadinya gumpalan darah .trombolitycs Untuk mengobati ischemic stroke yang diakibatkan oleh tersumbatnya arteri .

PK : Naiknya TIK .Acute management • Memonitor tanda vital • Memonnitor status neurologisnya .Fokus : • Acute Management • Memelihara fungsi tubuh • Pemenuhan kebutuhan psicososial • Rehabilitasi • Buat rencana kepulangan Implementasi .Pemeriksaan fisik • Tanda Vital • Pupil • Status mental • System motorik • Fungsi sensory • Reflex • Saraf cranial • Anatomis system saraf Diagnosis .Memelihara fungsi tubuh • Menurunkan kerusakan dari ischemic • Mencegah hipertensi dan menaikan Tekanan intra cranial • Terapi obat .Masalah keperawatan : • gangguan mobilisasi fisik • Gangguan komunikasi verbal • Gangguan perawatan diri • Kurangnya pengetahuan Intervensi .• keluhan utama • riwayat pengobatan lampau .

bekerja sama dengan klient dan keluarga Bibliography and Webliography Harsono. I Gst. Luckmann and Sorensen’s Medical Surgical Nursing “A psychososial Approach”. Surabaya : Airlangga .1997.Klien sebagai subjek ( ? ) • Dischagre planning ( Goal ) . Esther Matassarin. Yogyakarta :Gadjah Mada University Press Jacobs..1993. Philadelphia Ngoerah.Membuat pasien dapat beradaptasi di RS maupun di rumah .Dasar-dasar Ilmu Penyakit Syaraf.Psycososisl needs • Membantu pasien dan keluarga dalam beradaptasi atas perubahan yang terjadi • Memelihara keadekuatan strimulasi dari lingkungan • Positive feed back .1991.Sesegera mungkin .Ng. DSS. Joyce M.Rehabilitasi • Tujuan Mencapai kemampuan fungsional melaui proses belajar • Metode Memberikan stimulasi secara terus menerus pada bagian tubuh yang lemah • Prinsif . dr.Multidisiplin .2000.Nursing Diagnoses : Definition and Classification 2001-2002..Memerlukan kontinuitas . Prof.Gd.Individual .2001.Kapita Selekta Neurologi.dr.Pasien dan keluarga dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada . Edisi kedua.Penting untuk menmonitor perkembangan dalam mencapai tujuan.Membantu klien dalam menunjukan tempat perawatan kesehatan yang lain Evaluasi .4th ed.Philadephia :WB Saunders Company Kumpulan Makalah Kursus Keperawatan Neurologi.FIK UI NANDA. Black.Memberi pengetahuan dan keterampilan pada pasien dan keluarga .Tingkat keberhasilan harus dapat dievaluasi .

reversibel dan menurunkan kontinuitas hidup 2) Wishes (berkeinginan).University Press Http://www.ninds. misbehavior. INFANT a.gov/. kematian dianggap sbg temporer. hal-hal yg krg dimengerti 3) Kaji miskonsepsi terutama bila takut dan cemas 4) Beri pengertian. EARLY CHILDHOOD a. Respon dan tingkah laku yang muncul 1) Meningkatkan keingintahuan mengenai hal-hal yg berhub dg kematian. menendang-nendang c. konsepnya lebih matang walau ia belum bisa mengungkapkannya b. kematian mrpkn bag dr kehidupan dan hal itu wajar 5) Kesempatan utk diperhatikan dan bercakap-cakap dgn ortu pd anak yg dying . unrelated action ? kematian 3) Bila punya pengalaman mengenai kematian. Implikasi untuk komunikasi 1) Pertanyaan ttg kematian dari anak 2) Diskusi ttg kematian. scr spontan mendiskusikan ttg kematian 2) TL: berbincang-bincang dg orang mati??? c. gradual.nih. Implikasi untuk komunikasi 1) Memahami strategi penanganan separation anxiety 2) Bantu anggota keluarga untuk koping terhadap kematian shg mereka siap utk kematian bayi Links to this post 2. berpisah dari ortu (separation) dianggap sebagai kematian b. Respon dan tingkah laku yang muncul 1) Bereaksi kuat terhadap separation = terpisah dari ortu sbg caregivers 2) TL: menangis keras. Konsep kematian belum ada. Konsep kematian dipengaruhi oleh attitude ortu 1) Saat konsep kematian berkembang.Stroke hope through resea Posted by alphatino at 02:41:00 Tidak ada komentar: NURSING CARE FOR THE DYING CHILD KONSEP UMUM KEMATIAN PADA ANAK-ANAK 1.

Respon dan tingkah laku yang muncul 1) Menggunakan ritual utk menurunkan cemas 2) TL: reckless (berani) 3) Tough demeanor: cara bertindak takut dan mudah terluka ? koping thd perasaan 4) Humor c. Konsep kematian: universality.8 th mengerti semua yg hidup nanti akan mati ? universality. nyeri. LATE CHILDHOOD a. mutilition dan suffering 7) Cemas thd pengaruh kematiannya pd ortu shg menutup komunikasi 4. nonfunctionality b. MIDDLE CHILDHOOD a. nonfunctioning of death. Konsep kematian : 4 ½ . Implikasi untuk komunikasi 1) Pengungkapan rasa takut dan mengerti bahwa takut itu normal 2) Butuh informasi lebih detail mengapa ssorg hrs mati 3) Diskusi konsekwensi realistik dari reckless activity 4) Respon emosional . mulai cemas thd kematiannya sendiri. Implikasi untuk komunikasi 1) Dgn memberikan penjelasan yg konkrit ttg penyebab kematian 2) Dgn bermain 3) Diskusi mengenai takut krn kehilangan ortu 4) Siblings: butuh kesempatan utk tanya ttg sakit dan kematian saudaranya dan informasi yg spesifik ttg penyebab kematian 5) Ggn thd perasaan bersalah pd sibling thd saudaranya yg mati 6) Lebih concern thd separasi. irreversibelity.6) Dekat dg ortu 3. tertarik pada keadaan stlh kematian b. Respon dan tingkah laku yang muncul 1) Pertanyaan ttg kematian lebih detail 2) Being death 3) Hub dg ritual 4) Ingin menyentuh corps bgmn rasanya 5) Bermain utk lebih mengerti kematian dan mengkoping perasaan c. irreversible.

Kecelakaan c. kesepian. dan bingung saat komunikasi 4) Treat feeling n concern dg respek yg sepenuhnya dan rasa percaya 5) Terbuka saat sharing pendapat dan concern ttg kematian 6) Betulkan miskonsepsi dan tdk menghakimi 7) Dying adolescence sulit sharing concern dg keluarga 8) Sering merasa terisolasi dr komunikasi kelompoknya 9) Support utk mempertahankan harga diri 10) Bantu dlm meningkatkan positive closure (pengakhiran) ttg arti hidup yg singkat PENYEBAB KEMATIAN a. Kejadian traumatik (bunuh diri/ pembunuhan) bantu anak utk mengerti bahwa kematian menyebabkan setiap org merasa sedih. Konsep kematian 1) Pengertian mengenai kematian lebih jelas 2) “here and now” strong focus 3) mencari identitas personal ? sulit menerima kematian 4) masih memegang konsep kematian dari pengalaman dan komunikasi dr keluarga 5) working trough religious n philosophical views about life. bersalah dan marah yg tdk mudah hilang . Implikasi untuk komunikasi 1) Kesempatan utk membuka percakapan mengenai kematian 2) Kaji persepsi spesifik adolescence 3) Peringatan thd perasaan bersalah. death n after life b. Penyakit b. cemas. Respon dan tingkah laku yang muncul 1) Cemas krn kematian terutama krn citra diri dan konsep hidup yg terancam 2) Denial n avoidance of death menurunkan kecemasan akan kematian c. ADOLESCENCE a. bermusuhan.5) Bantu dying child merasa bahwa hidupnya penting dan berarti 5. Usia tua d.

Unexpected n lingering (tdk datang2 ? tetap hidup) c. Infant: SIDS ILLNESS TRAJECTORY PATTERNS Trajectory: both the phisiologic unfolding of disease and to the total organization of work done by the patient an family to cope the disease. Acquired conditions: Ca & AIDS Anak2 bisa mati tiba2 dan tak terduga: a. Genetic conditions: cystic fibrosis & muscular distrophy c. Suicide. Fatal accident c. Overwhelming infection b. including the impact of the illness on everyone involved Karakteristik kematian anak: a. Anticipated n lingering THE SPECIALS NEEDS OF THE CHILD WHO IS DYING Anak yg mengalami dying mempunyai kebutuhan perkembangan dan emosional yg sama dg anak lain yg seusianya Child with normal developmental need n the impact hospitalization n illness Terminal illness physical care maybe specific NURSING PROCESS AND THE DYING CHILD 1. persepsi kesehatan – pola manajemen kesehatan . Anticipated for the future but unexpected at the time of death e. homicide (bunuh diri dan pembunuhan) d. Anticipated n expected d. Tidak diharapkan dan tiba2 b.POLA DYING PADA CHILDHOOD Dulu no cure Skrg kronik Potential curable condition kematian krn kegagalan dr terapi atau komplikasi a. Congenital anomalies: complicated heart defect & biliary atresia b.

intake cairan dan protein yg adekuat jk mungkin 2. elastisitas b. pola nutrisi – metabolik pengkajian: a. kebersihan mulut dan kulit d. ggn integritas kulit c. pot. proses penyakit pengkajian non invasive: a.E. proteksi natural saat integritas kulit-membran mukosa terganggu nursing diagnosis: potensial infeksi P. mual e.I. ggn temperatur tubuh P. malaise d.: a. no need for weighing daily nursing diagnosis: a. integritas.pengkajian: a. pd resti infeksi dpt disebabkan ggn sistem imunologi b. ggn sistem imunologi dpt disebabkan oleh: 1) perubahan metabolik krn penyakit 2) defisiensi imun sekunder 3) agent imunosupresive 4) malnutrisi 5) faktor fisiologis: kerusakan sistem berier.: a. mencegah infeksi dgn screening keluarga dan staf perawat kesehatan b. intake nutrisi n cairan yg adekuat? (+) N balance n tissue integrity (prot tinggi n . evaluasi kulit: turgor. luka di mulut b.I. ggn menelan c.E. pot. mencuci tangan c. nafsu makan turun f. potensial defisit volume cairan b.

ggn nutrisi: immobilisasi n proses penyakit ? skin breakdown ?? fre-quent turning (ubah posisi). metabolisme turun. jumlah aktivitas yg dpt dilakukan c.E. cool pack.I. ggn mobilitas fisik b. permainan n aktifitas favorit b. meningkatkan intake cairan c. meningkatkan aktifitas jk mungkin inkontinen fungsi bowel dan fungsi bladder a.: mencegah konstipasi dgn: a. kebersihan n perawatan kulit d. kemampuan n kekuatan utk dpt bergerak sendiri nursing diagnosis: .kalori/TKTP) b. konstipasi b. defist nutrisi n cairan e. penurunan activity tolerance c. ggn pola eliminasi urine P. regular routine of small frequent meals c. masalah neurologis. perub metabolik. pola aktivitas – exercise pengkajian: a. pola eliminasi pengkajian: konstipasi krn ggn diet. cooling blanket 3. diversional activity deficit data: a. ggn temperatur tubuh ? hipotermi/hipertermi dpt disebabkan oleh infeksi. antipiretik. cool bath. aktifitas turun efek obat nyeri nursing diagnosis: a. invasi tumor. proses normal b. laxative b. kebersihan anak 4. hobby. penyebab ggn temperatur dpt terapi atau tdk temp naik: simptomatik utk menurunkan rasa tak nyaman n cemas pd ortu ? hipertermi: hidrasi >>.

cemas n takut b.: a.E.I. pengobatan. tumor atau ICP. ggn status neurologi terjadi sbg akibat perdarahan cerebral. jk mungkin. berikan kesempatan pd anak utk mengatur pola istirahat n tidurnya b. kelemahan n kelelahan. pot activity intolerance P.I. kesempatan turun bed c.: a.E. allow the child independent self care as long as possible e.E. pembersihan jln nafas yg buruk menghambat anak2 dr pengeluaran sekret dr sal nafas. meningkatkan bantuan d. pola istirahat – tidur pengkajian: nyeri dpt menyebabkan ggn pd pola istirahat n tidur ? proses penyakit. pot diversional activity deficit d. nyeri c. dehidrasi. pertukaran gas terganggu dan ggn perfusi jar jaringan penting bagi caregiver utk menenangkan anak agar mengurangi kecemasan anak 5. pola sblmnya kontinue sesuai kemampuan b. jadwal perawatan ? anak akan merasa tdk diganggu saat istirahat 6. deprivasi atau overload sensori. distress pernafasan. n staff interuption for assessment n care nursing diagnosis: kelelahan (fatigue) P. ggn proses berpikir e. encourage quite times c. krg pengetahuan P. nyeri f. ggn mobilisasi fisik b.I.: . mslh pernafasan dpt menyebabkan pola nafas yg tdk efektif. pola kognitif – perseptual pengkajian: a. pola nafas tdk efektif c. nursing diagnosis: d.a.

body image dan identitas personal.: a. respon anak dpt juga didasarkan pd kepercayaan keluarga nursing diagnosis: cemas. pola role relationship pengkajian: a. mampu utk tidur n istirahat. melihat penyakitnya sbg hukuman nursing diagnosis: social isolation P. takut dihubungkan dgn perpisahan dr ortu yg dicintai 8.: a. strains in the family b. perawatan kebersihan yg baik h. dan menghindari perasaan malu g.I. sharing information n discussing about death is never easy c. anak kehilangan fokus ?reactive deppression. mempertahankan dan meningkatkan peran ortu b. hub antara perawat dgn anak menjelang kematian adalah penting ? anak akan merasa diperhatikan dan aman d. bgmn berkomunikasi dg anak ttg prognosis n kemungkinan kematian b. self perception is tied to attitudes n understanding about illness b.I. cemas menurun 7. perasaan bersalah ttg masalah penyakitnya yg disebarkan olehb ortu n keluarga c. memerlukan kunjungan dan kontak utk mengurangi n menurunkan isolasi sosial . takut P. sikap marah adalah yg plg umum diantara usia sekolah dan adolescence f. respond to dying ? sensitive to emotions e.E. bantu anak utk mempertahankan self esteem yg positif.Tujuan: manajemen nyeri yg adekuat ? no physical limitation. pola self perception – self concept pengkajian: a.E. self perception is gradual related to their prognosis ? depends on the progressive n cumulative effect of the disease c.

pembuat keputusan scr legal. sumber2 psikoligi dan pola komunikasi harus dipertimbangkan dlm keluarga. keefektifan koping dipengaruhi oleh pola koping n komunikasi keluarga n usia perkembangan anak c. denial. value attitudes toward death. fase I : termasuk denial. pola koping stress pengkajian: a. shock. pola value – belief pengkajian: as begin to face the reality of death their spiritual belief about life n death become most important nursing diagnosis: spiritual distress P. kebuadayaan.I. finansial. Peran anak. merasa dimiliki n memiliki 9. temper tantrums nursing diagnosis: koping individu yg tdk efektif P.E. regressing. pola role relationship pengkajian: kelg mempersiapkan kematian anticipatory grieving yg meliputi 3 fase: a.E. Keluarga biasanya mrpkn support sistem yg penting bagi anak terutama yg merawat anak. spiritual beliefs. Respon individu thd anak dg penyakit terminal mempunyai msg2 keunikan pd tiap kelompok. personality and concern of each child can help to circumvent maladaptive coping behavior 10.: addressing the unique needs. NURSING PROCESS WITH THE FAMILY OF THE DYING CHILDREN 1.: support the belief KELUARGA DENGAN DYING CHILD Keluarga adalah kunci keberhasilan perawatan utk anak yg menghadapi kematian. marah b. fase II : ditandai dg penerimaan diagnosis tp tdk menerima adanya kemungkinan kematian . dan individu yg plg dipengaruhi oleh anak yg menjelang kematian. latar belakang.c. kemampuan anak utk koping b.I.

seringkali pengalaman emosi diungkapkan lagi di keluarga. fase III : ortu menerima nasib anaknya dan seringkali menginginkan utk mengakhiri penderitaan tingkah laku yg dpt diindikasikan sbg anticipatory grieving: 1) mendiskusikan kemungkinan anak bisa atau tidak meninggal 2) mengekspresikan kehilangan ttg kematian anak 3) berpikir ttg masa depan anak 4) mendiskusikan menjelang kematian anak 5) merencanakan penguburan anak potential nursing diagnosis: anticipatory grieving ? petunjuk bagi staf perawat dlm membantu keluarga utk mempersiapkan kematian anaknya dan “impact = tubrukan” pada fs keluarga P. penderitaan dan kematian Siblings a. mendorong ortu utk menunjukkan gambar kenangan dr anak dan berbicara ttg kehidupan anak c.reaksi: disorganisasi. prognosis dan kemungkinan meninggal ? usia dan tk perkembangan mempengaruhi pembicaraan h. dihub dg terapi. allow n encourage to visit the sick child as they desire g. hub yg unik dg dying child juga mempengaruhi ? sibling memerlukan support bahwa dia bukan penyebab kematian saudaranya f. fequent n perpisahan yg lama dr ortunya c. menjadi pendengar yg baik b.E. depresi cemas. ortu yg menerima prognosis diagnosa.I. berbicara dg sibling utk membantu mengerti penyakit.: Ortu/parents a. apatis c. menutup komunikasinya dg keluarga yg memberikan jalan utk sibling utk mengekspresikan concern n perasaan dan utk sharing informasi d. should be involved troughout the course of the child’s illness during the terminal phase and at the time of death b. usia n kepribadian mempengaruhi koping e. anticipatory grief termasuk juga mencari arti dr kehidupan anak. perawat dan ortu bersama2 mengkaji kebutuhan dan pola koping anak dan merencanakan .

kunjungan i. persepsi berkabung yg tdk tepat. denial 1) memerlukan security n support 2) menyampaikan sensitivety ke ortu ttg kenyataan penyakit anaknya dg konfrontasi atau menyamakan kebutuhannya 3) support meliputi kebutuhan kehidupan sehari2 sbg kebutuhan emosional 4) mendorong n membantu support group 5) dpt dihub dg sebab2 kematian anak.: Koping ortu a. pola koping ortu n keluarga utk mendukung koping adaptif atau utk merubah strategi koping maladaptif potential nursing diagnosis: a. pola kebudayaan. pd anak usia sekolah dan adolescence dpt menggunakan kopingnya utk saat kematian n seringkali memanfaatkan pengalaman j. ineffective family coping P.I. defensif coping b. sibling dpt menjadi matang dan bertumbuh dr pengalaman jk menerimanya dg tepat dan diberikan support 2. conflicting tasks b. communication issue 1) keluarga mempunyai bermacam-macam gaya komunikasi dan tk keterbukaan terutama saat dihadapkan pd issue emosional 2) pola komunikasi hrs diidentifikasi dan anggota keluarga membantu komunikasi dg yang . pola toleransi koping – stress pengkajian: a. utk peran parenting menyeluruh. hub anak dg ortu c.E. vigilance (waspada) 1) strategi koping lainnya 2) tinggal dg anak sebanyak waktu jk mungkin 3) mengecek anak telah mendapat perawatan yang tepat 4) merawat anak utk kebutuhan personal dan partisipasi di bbrp aspek perawatan 5) waspada dipengaruhi oleh personality. utk tingkah laku ortu selama penyakit terminal. wrong doing in the past b.

numbness. setting a place for the child 4) utk mekanisme pertahanan ? mencoba menghindari berpikir ttg anak . yearning n searching 1) terjadi sebulan setelah kematian anaknya 2) perasaan kosong yg mendalam dan mengharap anak akan kembali. tingkatkan sharing tanggungjawab utk perawatan diantara anggota keluarga c.: keadaan spt tdk sadarkan diri. berpartisipasi scr penuh dlm perawatan saudaranya mempersiapkan kematiannya e.l. sibling lebih dilibatkan scr emosional dlm proses berkabung keluarga. merasa anaknya ada atau mendengar suaranya 3) meneruskan tingkah laku perawatan anak. histeris 2) fleeting response 3) numbness protect from intense pain n sorrow of time 2. feeling lonelines (sendiri). reaksi yg timbul segera stlh mendengar berita kematian anaknya acute distress dg perasaan bingung & unreality b. tdk percaya. kurangi isolasi dan terpisah dr anggota keluarga lainnya b. home care memerlukan sumber masyarakat RESPON BERKABUNG YANG MENGIKUTI KEMATIAN ANAK Fase2 dlm proses berkabung: 1. keasyikan berpikir ttg anak.lainnya 3) grandparent is the important resource to parents 4) pola komunikasi tertutup menurunkan support pd anggota keluarga dan utk keluarga sbg unit 5) keluarga/ortu hrs memutuskan bgmn berkomunikasi dg anak2 ttg prognosis dan kemungkinan kematian 6) komunikasi terbuka = berbicara scr terbuka n mendengar dg concern pd anak2 HOME CARE FOR THE DYING CHILD a. respon yg timbul a. denial. fase adjusment (penyesuaian) a. despair (putus asa) & depresi 1) menangis. tingkatkan independence dan tanggungjawab keluarga dan mengurangi perasaan kurang ditolong d. fase shock a.

anak mungkin merasa sendirian mimpi setiap hari atau menarik diri 7.Nyeri merupakan salah satu rangsangan yang menyebabkan seseorang menjadi sakit Links to this post . keamanan anak lain dan anggota keluarga e. c. guilt masalah yg perlu diatasi mencegah perasaan negatif anak 6. perawatan kesehatan profesional d. tdk mampu konsentrasi. fase reorganisasi a. difokuskan pd keluarga.b. sibling perlu dorongan utk mengekspresikan perasaannya 5. ortu dpt mendiskusikan memori anak SUPPORT UNTUK ORTU BERKABUNG 1. mendorong ortu utk mengobservasi kebiasaan baik kesehatan 4. distress fisik gejala somatik: kelelahan. membantu memudahkan proses berkabung b. depresi. Anger: didasarkan pada persepsi kematian anak sbg krg perasaan dan kebutuhan menyalahkan lainnya. headache. disorganisasi & depresi: kesukaran dlm berpikir. restlessness. kebutuhan akan ssorg yg akan mendengarkan ekspresinya 3. anniversaries n holidays are particulary difficult c. difokuskan pada kehilangan bayi dari satu kehamilan atau kesehatan. guilt: perasaan bersalah yg mendalam ? gagal utk mencegah kematian anak sbg tanggungjawabnya. persepsi berkabung tdk tepat. buku ttg proses berkabung 2. sulit mengambil keptsn dan deep despair ? semua perasaan tsb bersifat personal/pribadi 3. pekerjaan yg salah diwaktu lalu. tingkah laku parenting selama sakit terminal. bingung dlm proses berpikir. berhub dg penyebab kematian anaknya. dizziness or backaches f. disorganisasi n confusi penampilan yg krg baik disekolah Posted by alphatino at 02:39:00 Tidak ada komentar: KONSEP NYERI NYERI PENGERTIAN . Fear: hal yg umum terjadi pd kejadian yg mendadak dan kematian yg tak diharapkan.

asumsi kedua hanya pada satu struktur di otak tentang respon nyeri. Terdapat 2 asumsi. Spesifik Nyeri (200 years ego) Memandang nyeri dihantarkan dari reseptor khusus nociseptor. Pattern Nyeri .1995) . Mengisyaratkan ada/akan terjadi kerusakan jaringan c. Gate Control Theori (Melzak and Wall) Teori ini menjelaskan tentang tranmisi nyeri.Nyeri adalah persepsi sensorik dari rangsangan psikis maupun lingkungan yang diinterpretasikan oleh otak yang menimbulkan reaksi terhadap rangsangan tersebut (Virginia Bruke) . yang pertama terdapat hubungan antar intensitas nyeri dan stimulus. nyeri lebih nyata. yang mengirim informasi nyeri ke pusat/area di otak bagian depan dimana nyeri dirasakan. 2.1995) .Nyeri merupakan sesuatu perasaan menderita fisik dan atau mental maupun perasaan nyeri yang biasanya menimbulkan ketegangan atau menjadi siksaan pada yang mengalaminya (Wolf/Waitzer/Fuerst) .(Ganong.Nyeri merupakan suatu yang abstrak berkaitan dengan : a. Suatu pola respon untuk melindungi organisme dari bahaya (Richard Sternbach) BEBERAPA TEORI TENTANG NYERI 1. yaitu pada saat aktifitas serat berdiameter besar/tebal maka transmisi nyeri dihambat (pintu tertutup) nyeri tidak nyata.The Center Summation Theory Teori ini berfokus pada dorsal horn spinal cord yaitu : dari stimulus nervus pariphere kemudian menstimulasi ke dorsal horn dan menginterpretasikanya . sedang serat yang berdiameter kecil mempermudah transmisi nyeri (pintu terbuka).Sensory Interaction Theory Terdapat 2 tipe serabut neuron nyeri yaitu small diameter sebagai penghasil nyeri dan large diameter sebagai penghambat nyeri.Nyeri merupakan keadaan ketidaknyamanan dari sensasi yang bersifat sangat subyektif sehingga berbeda antar individu (Kozzier.Peripheral Pattern Theory Bahwa serabut nervus perifer mempunyai esensi yang sama dengan pola serabut stimulasi system nyeri sentral nervus . . Sensasi luka yang sifatnya individual b. 3.

a. Neoplasma Jinak Nyeri Karena tekanan pada ujung syaraf reseptor nyeri b. Transmisi impuls nyeri dapat dikendalikan dengan pintu gerbang (Gate mechanism) dimana saat terbuka impuls dapat ditransmisi. transmisi dihambat sebagian/selurunya. Neoplasma a. rusak dll Mis : karena panas api. Trauma a. Ujung syaraf tersebut menerima rangsangan yang menimbulkan rasa sakit PENYEBAB RASA NYERI 1. luka dll. FISIOLOGI NYERI Tubuh tidak mempunyai organ/sel rasa sakit yang khusus. b. Peradangan Nyeri terjadi karena kerusakan ujung-ujung syaraf reseptor akibat adanya peradangan atau . Diterima oleh reseptor nyeri mekano sensitive b. suatu jalinan yang rumit dari ujung syaraf bebas yang banyak tersebar dalam lapisan kulit dan dalam jaringan. dingin. ?Trauma Elektrik Mis : karena pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri akibat kekejangan otot dan kerusakan akibat terbakar oleh listrik tersebut 2. Tetapi bila sebagian/seluruhnya tertutup. Trauma Thermis Nyeri timbul karena ujung syaraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. Trauma Chemis Diterima oleh reseptor nyeri chemosensitif Mis : tersentuh asam atau basa kuat d. 3. gesekan. jepitan atau karena metastase. Trauma Mekanik Rasa nyeri timbul karena ujung saraf mengalami kerusakan Mis : benturan. Neoplasma Ganas Nyeri akibat terjadinya kerusakan jaringan yang mengandung reseptor nyeri dan juga karena tarikan. air dll Diterima oleh reseptor nyeri thermosensitif c.

batang otak. misalnya : abses. nyeri dalam intensitas tinggi 4. nyeri dalam yang disebabkan karena penyakit organ/struktur dalam tubuh (vertebrate. ulcus ventriculi c. Perfered Pain (nyeri alihan). disayat. mukosa dll. nyeri yang menimbulkan reaksi c. viscera. nyeri timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. .terjepit oleh adanya pembengkakan Mis : abses. talamus. Menurut Sifatnya a. Trauma Psikologis KLASIFIKASI NYERI 1. Paroxymal. nyeri yang dirasakan tanpa penyebab organic. .Peripheral Pain. Nyeri Sedang. Nyeri Ringan. Gangguan Sirkulasi Darah dan Kelainan Pembuluh Darah (Pada kasus PJK dan Burger Desease) 5. Menurut Berat Ringanya a. area kulit. Nyeri Berat. nyeri dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap ± 10 – 15 menit. tetapi akibat trauma psikologis dan pengaruhnya terhadap fisik. Menurut Tempatnya . Steady. nyeri ini terjadi karena perangsangan pada SSp : spinal cord. Nyeri akut 1) Terlokalisir 2) Tajam seperti ditusuk. Menurut seranganya a. cemas 5) Pola serangan jelas . Insidentil. dll.Psychogenic Pain (Nyeri Psikogenik). Deep Pain (nyeri dalam )/Viseral Pain c. dicubit 3) Respon saraf simpatis 4) Gelisah. otot) yang ditransmisikan ke bagian tubuh didaerah jauh/berbeda yang bukan asal nyeri. b. pleuritis dll 4.Central Pain. nyeri timbul sewaktu-waktu lalu menghilang b. terdapat 3 golongan : a. Superfisial Pain (nyeri ppermukaan). nyeri dalam intensitas rendah b. lalu menghilang dan bisa timbul lagi 3. 2.

mendefinisikan dan mempersepsikan 4. Perception. SUBSTANSI LAIN STIMULASI NYERI ADALAH : a. kemeng 3) Respon saraf para simaptisk diri 4) Pola serangan tidak jelas 5. Radiating Pain Nyeri yang dirasakan pada sumbernya dan meluas ke jaringan sekitarnya. Phantom Pain a. Nyeri actual dirasakan pada bagian tubuh yang sudah tidak ada . Nyeri kronik 1) Sensasi menyebar 2) Tumpul. system syaraf merubah stimulus nyeri menjadi impuls di ujung syaraf 2. merupakan substansi hormone yang menambah stimulasi nyeri pada CNS dengan cara meningkatkan efek bradikynin c. (hormone) bekerja menstimulasi konstriksi smooth muscle PERJALANAN NYERI Selanjutnya stimulasi menuju otak. terjadi 4 hal : 1. linu. menstimulasi reseptor nyeri dan menyebabkan respon inflamai d. Ex: Nyeri pada artritis 6.b. Intractable Pain Resisiten untuk diobati atau dikurangi. Transduction. Terbanyak dikulit dan otot b. sebagai vasodilator terjadi peningkatan permeabilitas kapiler dan kontriksi otot polos (smoot muscle) b. Substansi P. Fast conducting (penghantar cepat) 12 – 30 m/s . Hasil stimulasi kuat pada dendrite 7. Serabut bermielin d. Transmission. Ex: Cardiac pain (bisa dirasakan menyebar ke bahu kiri dan turun ke tangan kiri. Modulation. Diameter 2 – 5 mm c. Prostaglandin. Misalnya : amputasi kaki b. Serotonin. otak merecognisi. aktivitas tubuh memerlukan respon inhibisi untuk mengurangi nyeri Stimulus nyeri ditransmisikan dari perifer oleh serabut syaraf A delta fibers dan C fibers Karakteristik A delta fibers : a. Bradykinin. impuls bergerak menuju otak 3. ngilu.

4 – 1. Daya hantar 0. Sensari nyeri menyebar. nausea. Kortex. c. cakaran. tergantung factor endorphin yang mengatur persepsi nyeri Respon fisik misalnya : a. sebagai pusat relay untuk sensori input dari traktus spinotalamikus dari spinal cord 2. Rebound Stage. mekanik kuat Proses pusat nyeri di otak ada 3 tingkatan yaitu : 1. b. Thalamus. Penghantar nyeri kronik g. terjadi respon parasimpatissebagai berikut : HR menurun. Nyeri intermiten dan local h. ketegangan otot meningkat. Menstransmisikan rangsang panas. Terdistribusi di otot. Activation Stage. simpanan energi menurun. Diameter 0. periusteum dan visera b. Terutama rangsang kimia dan termal Karakteristik C fibers : a. muntah. Adaptation. RESPON NYERI Respon fisiologis terhadap nyeri terdiri atas 3 stage : a. Sensasi nyeri tajam. aktifitas GIT menurun. berfungsi membedakan status dan lokasi nyeri seperti interpretasi pengalaman nyeri.5 – 2 m/s (slow conducting) d.e. pupil dilatasi. nausea. nyeri dirasakan hebat tapi singkat. TD menurun.2 mm c. Midbrain. muntah. Penurunan parasimpatis sebagai berikut : anorexia. aktifitas GIT menurun. HR meningkat. tusukan f. signal bekerja meningkatkan kesadaran dari stimulus 3. terjadi saat mulai muncul persepsi nyeri sampai terjadi reaksi fight or flight. Tidak bermielin e. anorexia. Menggertakkan bibir . RR meningkat. Menggigit bibir b. tumpul dan terbakar f. kontraksi jantung meningkat. kimia. Penghantar nyeri akut g. terjadi efek tubuh (aktivasi SSo simpatis) sebagai berikut : muka pucat. terjadi penurunan respon simpatis.

adalah suatu kondisi dimana rangsang yang tidak berbahaya. Anxiety c. merupakan stimulus maksimal yang menyebabkan seseorang melaporkan adanya nyeri 3) Toleransi Nyeri.c. Berkeringat Respon Psikologis a. Hiperelgesia biasanya mengiringi proses peradangan. abrasi. 5) Allodynia. adaalah stimulus maksimal yang menyebabkan rasa nyeri 2) Persepsi Nyeri. Depression Respon terhadap nyeri dipengaruhi oleh : a. adalah yang berlebihan terhadap rangsang nyeri. sentuhan ringan dirasakan nyeri hebat. Ambang nyeri b. . Mengerutkan wajah d. Toleransi nyeri yang dipengaruhi oleh : 1) Psikologis 2) Etnik/culture/value 3) Environment 4) Experience 5) Emosi 6) Umur ISTILAH-ISTILAH 1) Ambang Nyeri. Melakukan gerakan involunter e. insisi. Fear b. adalah tingkat stimulus terendah yang menyebabkan seseorang menarik diri dari atau menghindar dari stimulus 4) Hiperalgesia. luka bakar. misalnya tekanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful