SMA N 1 MAGELANG

Pelaksanaan Demokrasi
PKn

Anggota Kelompok 4 Amyda Ayu Dianritami Edvin William Handoko Pinurba Parama P Yessika Agasa [XI IA 1|02] [XI IA 1|09] [XI IA 1|16] [XI IA 1|23]

Pada era berikutnya. berbagai hal yang berkenaan dengan hubungan Negara dan masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. memajukan kesejahteraan umum. Langkah awal demokratisasi di Indonesia dilakukan melalui penerbitan Maklumat Wakil Presiden No X. Pilihan ideology dan system politik demokrasi pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara merupakan hasil krisatalisasi nilainilai luhur budaya bangsa yang akan menjadi pedoman kehidupan bangsa. Kemudian langkah berikut adalah segera dilaksanakan pemilu pada tahun 1946. Negara Indonesia telah mencoba menerapkan gagasan Negara demokrasi yang memenuhi persyaratan-persyaratan universal. tanggal 3 November 1945 tentang anjuran untuk membentuk partai politik. Sejak awal kemerdekaan. Akan tetapi karena belum siapnya peraturan perundang-undangan dan instabilitas karena pemberontakan yang silih berganti kabinet mengakibatkan pemilu sampai dengan tahun 1950 belum dapat terselenggara. Namun. dan ikut serta dalam perdamaian dunia. ilmu pengetahuan atau perangkatperangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani. bnayak kalangan berpendapat bahwa Negara Indonesia masih dalam tahap Demokratisasi. pelaksanaan pemilu pertama dapat dilaksanakan pada tahun 1955 yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari independen maupun partai politik.PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA Negara Indonesia merupakan salah 1 negara berkembang yang berusaha untuk membangun sistem poltik demokrasi sejak menyatakan kemerdekaan sejak kemerdekaan dan kedaulatannya pada tahun 1945. Dengan dikeluarkannya UU No 7 tahun 1953. yang berarti demokrasi yang diterapkan belum sempurna. Meskipun praktik . Hal-hal inilah yang mendasari gagasangagasan besar bangsa dan rakyat Indonesia yang ingin mewujudkan melalui Cita moral dan cita hokum sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Masih banyak yang harus dibenahi. melainkan mencakup hal yang lebih luas seperti bdaya. pelaksaan pemilu sebagai sarana demokrasi pada masa orde baru maupun reformasi dapat berjalan dengan baik. bukan hanya dalam kehidupan politik. Para pendiri Negara berkeinginan kuat agar sistem politik Indonesia mampu mewujudkan pemerintahan yang melinduni segenap tumpah darah ndonesia.

Presiden hanya sebagai kepala negara. 2. dikenal ada 7 kabinet yang pernah terbentuk. tetapi bukan berarti demokrasi pancasila tidak memiliki hubungan dengan system demokrasi yang berkembang saat ini. Sejak awal kemerdekaan. yaitu: 1. sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri. 6. Demokrasi liberal pada masa pelaksanaan UUDS 1950 memiliki sistem kerja pemerintahan sebagai berikut:        Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR yang dibentuk melalui pemilu multipartai. para pendiri Negara dan bangsa Indonesia telah sepakat merumuskan pancasila sebagai dasar Negara sehingga sila-sila pancasila yang tercantum didalamnya merupakan nilai-nilai dasar yang sepatutnya melandasi penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. DEMOKRASI LIBERAL / PARLEMENTER Pelaksanaan demokrasi liberal / parlementer di Indonesia dimulai pada saat konstitusi RIS sampai pelaksanaan UUDS 1950 namun pelaksanaan demokrasi liberal lebih terlihat pada masa pelaksanaan UUDS 1950. 4. 5. Jika DPR mengajukan mosi tidak percaya lagi pada kabinet yang baru maka DPR dibubarkan dan diadakan pemilu. 3. Di masa demokrasi liberal dengan bergonta-gantinya bentuk kabinet. Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951) Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952) Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953) Kabinet Ali Sastroamijoyo I ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 ) Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24 Maret 1957) Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959) . Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh badan pengadilan yang bebas dalam hal ini Mahkamah Agung (bedasarkan pasal 105 ayat (1) dan (2) UUDS 1950) DPR dapat memberi mosi tidak percaya jika kabinet dala kinerjnya kurang baik. Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh kabinet yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab pada DPR. 7. Jika kabinet bubar maka presiden akan menunjuk formatur kabinet untuk menyusun kabinet yang baru.demokrasi pancasila memiliki cacatan yang kutrang baik.

Faktor-faktor tersebut antara lain:  Adanya sistem pemerintahan parlementer yang disertai sistem multipartai  Partai politik terlaru mementingkan kepentingan partai  Pelaksanaan demokrasi kurang sehat Menurut Herbert Feith. Pemerintah berhasil melaksanakan program di bidang pendidikan. Hal – hal di atas tidak terlepas dari beberapa faktor yang memepengaruhi. Namun hingga tahun 1959 lembaga Konstituante belum dapat merumuskan UUD baru. Isa Anshary. Beberapa hal-hal negatif yang terjadi selama pelaksanaan demokrasi parlementer. pelaksanaan demokrasi liberal / parlementer Indonesia diwarnai pergantian kabinet. Pada masa pelaksanaan demokrasi parlementer dibentuk lembaga Konstituante yang bertugas membentuk UUD yang baru untuk mengganti UUDS 1950 bedasarkan Pasal 134 UUDS 1950. antara lain:      Tidak terlaksananya program jangka panjang pemerintah karena masa kerja kabinet rata-rata kurang dari 1 ¼ tahun. dalam pelaksanaan Demokrasi Parlementer / Liberal terdapat halhal positif yang terjadi dalam pelaksanaannya. Badan pengadilan menikmati kebebasan dalam menjalankn fungsinya. Kabinet dan ABRI berhasil mengatasi pemberontakan. Terjadi perdebatan terbuka antara Presiden Soekarno dengan tokoh Masyumi. Sedikit sekali terjadi keteganga diantara umat beragama. tentang penggantian Pancasila Kebijakan perdana menteri cenderung menguntungkan kepentingan partainya sendiri. Terjadi ketengangan di tubuh TNI Angkatan Darat dikarenakan sengketa jabatan KSAD yang dicampur tangani oleh pemerintah. ekonomi dan megendalikan inflasi. 2. Jumlah sekolah bertambah banyak. 3. DPR dapat berfungsi dengan baik. sehingga menimbulkan ketidakstabilan politik dalam pemerintahan. Terjadinya pemberontakan yang didasari atas ketidakpuasan akan kebijakan pemerintah. Pers bebas sehigga banyak variasi isi media massa. Karena desakan dari masyarakat Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk . Hal-hal positif itu diantaranya: 1.Dalam prakteknya. 5. 4. 7. 6.

Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya 2. Dikarenakan kegagalan Konstituante. . Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu singkat Maka demokrasi liberal diganti dengan demokrasi terpimpin. Pada masa demokrasi termpimpin banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 antara lain pembentukan Nasakom (Nasionalis. Menetapkan pembubaran konstituante b. Tap. namun reses ini justru mengakhiri kerja Konstituante. DEMOKRASI TERPIMPIN (5 Juli 1959 – 1965) Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959 yang isinya : a. pembubaran DPR hasil pemilu oleh Presiden. Pemungutan dilakukan lagi pada 1 dan 2 Juli 1959 namun masih belum memenuhi kuorum. Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia c. Hal ini yang mengundang reaksi mahasiswa dan rakyat Indonesia yang menuntut Presiden Soekarno untuk mundur dari jabatannya. Kemudia Mayjen Soeharto naik menjadi pucuk pimpinan Negara Republik Indonesia dengan sebutan Orde Baru. Pada sidang 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara untuk menentukan kembali pada UUD 1945 atau tidak. Sebagian besar anggota memilih untuk kembali ke UUD 1945 namun jumlah tersebut tidak memenuhi kuorum. berkembangnya pengaruh komunis dan makin meluasnya peranan TNI / Polri sebagai unsure sosial politik. Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden pada 5 Juli 1959 yang berisi: 1. Pada September 1965 terjadi peristiwa besar. Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPR. dan Komunis). Menurut UUD 1945 presiden ada di bawah MPR. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan 30 September 1965 atau lebih dikenal dengan G/30S/PKI. Pengangkatan ketua DPRGR/MPRS menjadi menteri Negara oleh Presiden dan penyelewengan lain dalam pelaksanaan pemerintahan. yaitu terbunuhnya 7 Jenderal TNI AD di Lubang Buaya Jakarta.kembali ke UUD 1945. Pembubaran Konstituante Dengan keluarnya dekret ini maka beraikhirlah sistem demokrasi parlementer / liberal. Pada periode pemerintahan Indonesia tahun 1959-1965 kekuasaan didominasi oleh presiden. III/MPRS/1963 tentang Pengangkatan Soekarno sebagai “Presiden Seumur Hidup”. MPRS No. namun dalam kenyataan tunduk pada presiden. Agama. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 3. terbatasnya peranan partai politik. Pada tanggal 3 Juli 1959 Konstituante menyatakan reses. Tahun 1965 merupakan antiklimaks kekuasaan demokrasi terpimpin. Praktik sistem politik demokrasi terpimpin diwujudkan dalam kedudukan politik lembagalembaga Negara.

1987. yaitu dengan munculnya perlawanan rakyat melalui gerakan reformasi 21 Mei 1998 yang berhasil menurunkan Presiden Soeharto dari sebagai presiden RI yang telah berkuasa selama 32 tahun. IV. 1977. posisi MPR “menyerupai“ zaman demokrasi terpimpin yang berada dibawah kendali Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. II. merencanakan dan melakukan program pembangunan ekonomi disegala bidang untuk memperbaiki keadaan bangsa Indonesia. terjadi tirani mayoritas oleh salah satu partai politik. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. Terjadinya krisis politik 3. Atas dukungan mahasiswa. Bahkan. era tahun 1980 dan 1990-an proses pembangunan ekonomi menjadi mercusuar pusat dan daerah sehingga tingkat kesejahteraan tidak merata serta semakin merajalelanya ”budaya“ KKN dalam tubuh pemerintaha. Orde Baru menampakkan sistem politik batu dengan nama ”demokrasi konstitusional“ atau demokrasi Pancasila yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada 2. III. Pengakuan HAM yang terbatas 5. proses pembangunan di Indonesia masih berada di bawah koridor Pancasila dan UUD 1945. .DEMOKRASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU (1966-1998) Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. Proses pembangunan sistem demokrasi Pancasila ini ditandai dengan memperbaiki kondisi rakyat Indonesia. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden 5. Rekrutmen politik yang tertutup 3. dan 1997. Namun. demokrasi Pancasila menjadi bias dan kabur lagi. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) 2. 1982. Dibidang politik. Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. Puncak kekuasaan Orde Baru berakhir pada tahun 1997. dan rakyatnya ketika itu. Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang. TNI. Pemerintahan Orde Baru mengedepankan ekonomi sebagai alat komunikasi dengan rakyat. Akibatnya. TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba 4. Sampai dengan tahun 1970-an. bahan peran militer lebih dominan dibanding dengan sipil. 1992. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis 4. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971.

Jakarta Selatan. Melaksanakan pemilu yang luber dan jurdil guna mengakhiri masa pemerintahan transisi. Universitas Siliwangi. Ir. B. Ciganjur. Mendesak seluruh anggota Pam Swakarsa untuk membubarkan diri. Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Megawati Soekarnoputri mengadakan dialog nasional di rumah kediaman Abdurrahman Wahid. Habibie.DEMOKRASI ERA REFORMASI Reformasi lahir setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan oleh wakil presiden Dr. diprakarsai oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ). Melaksanakan desentralisasi pemerintahan sesuai dengan otonomi daerah. Penghapusan Dwifungsi ABRI secara bertahap Mengusut pelaku KKN dengan diawali pengusutan KKN yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya. Pengangkatan Habibie sebagai Presiden Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. dan empat tokoh reformasi yaitu Abdurrahman Wahid. Amien Rais. J. Dialog itu menghasilkan 8 butir kesepakatan. Pada tanggal 10 November 1998. Menegakkan kembali kedaulatan rakyat. ITB Bandung. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden karena tidak ada lagi kepercayaan dari masyarakat serta menghadapi krisis moneter dan ekonomi yang berkepanjangan. yaitu sebagai berikut:         Mengupayakan terciptanya persatuan dan kesatuan nasional. .

Kalau mengingat lagi masa-masa awal pemerintahan Gus Dur.Pelaksanaan pemilu 7 Juni 1999 dianggap sebagai pemilu yang paling jujur dan adil dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Kasus ini pula yang mengantarkan Gus Dur lengser di tahun 2001. Kasus-kasus yang melibatkan nama Badan Urusan Logistik (Bulog) serta jajaran pimpinannya sejak lama sudah mengemuka. kelompok kepentingan dan komponen rakyat menginginkan adanya reformasi total. presiden dan wakil presiden terpilih dilantik pada tanggal 30 Oktober 1999. Amien Rais dan ketua DPR Ir. Setelah sebelumnya ia menerima dua kali memorandum DPR RI. mahasiswa. Golkar. Dari hasil pelaksanaan pemilu yang dianggap lebih demokratis itu. Dalam perkembangan demokrasi selanjutnya. Abdurahman Wahid terpilih sebagai presiden yang memperoleh 373 suara dan Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi wakil presiden dengan 313 suara untuk periode 1999-204. penegakan hokum. kasus Buloggate 1 sangat populer. Keterlibatan Presiden Gus Dur sendiri baru terungkap secara terbatas. Diikuti oleh 48 partai politik yang melahirkan beberapa partai besar seperti PDIP. akibatnya Gus Dur harus melepaska kursi kepresidenan karena diguncang isu Bullogate dan Bruneigate. Sanagta disayangkan pergantian menteri dan penghapusan departemen tertentu terjadi pada era Gus Dur. Sapuan akhirnya divonis 2 tahun penjara dan terbuksi bersalah menggelapkan dana non bujeter Bulog sebesar 35 milyar rupiah. Presiden menanyakan dana nonbudgeter Bulog dan kemungkinan pengunaannya. Selanjutnya pada tanggal 20 Oktober 1999 diadakan pemilihan presiden RI. K. jaminan HAM. PKB. Agenda utamanya adalah penghapusan KKN. Dalam pertemuan itu. dalam sidang MPR-RI pada bulan 1999 terpilih ketua MPR-RI periode 1999-2004 Dr. Melalui vting. Buloggate merupakan kasus yang begitu terkenal karena sering kali menjerat petinggi-petingggi negara. PAN dan PBB. Selanjutnya. Akibat banyaknya kontradiksi dalam ucapan maupun perbuatannya. Kasus ini melibatkan Yanatera (Yayasan Bina Sejahtera) Bulog yang dikelola oleh mantan Wakabulog Sapuan. Akbar Tanjung. yaitu adanya pertemuan antara Presiden dan Sapuan (Wakil Kepala Bulog) di Istana. .H. kebebasan menyampaikan pendapat.

Habibie GUS DUR .” Selain itu kedutaan Besar Brunei di Indonesia telah menyatakan dana Rp 2 juta dolar adalah uang pribadi Sultan. Keterlibatan Presiden Wahid dalam kasus itu. tetapi penggunaannya harus melalui keppres (keputusan presiden).J. B. dana nonbudgeter itu ada. MPR/DPR pun harus bersidang lagi untuk mengadakan peemilihan presiden dan wakil presiden yang baru pada 23 Juli 2001.Sapuan mengatakan. dan bukan uang negara. “Ketika itu Gus Dur bilang. Di bawah tekanan yang besar. ”Gus Dur hanya memberi pertimbangan kepada Ario Wowor tentang pendistribusian dana. Keterlibatan Gus Dur baru terungkap sebatas itu. berikan saja ke Masnuh untuk dibagikan kembali ke LSM yang membutuhkan. Hasilnya megawati Soekarnoputri terpilih menjadi presiden dan Hamzah Haz menjadi wakil presden untuk periode 2001-2004. kata Bactiar tentu saja ada. Namun tidak ada keterlibatan Presiden meminta dana ke Brunei. Brunei gate adalah kasus penyaluran dana sultan Brunei yang diserahkan kepada pengusaha yang dekat dengan Presiden Wahid. Kejakgung saat itu sudah menyimpulkan tak ada keterlibatan Presiden Gus Dur Pada 29 Januari 2001. yaitu Ario Wowor. Ya sudah. Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi dan ketidak kompetenan. saat itu memang Ario melaporkan kepada Presiden tentang dana yang diperolehnya dari Brunei.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful