SMA N 1 MAGELANG

Pelaksanaan Demokrasi
PKn

Anggota Kelompok 4 Amyda Ayu Dianritami Edvin William Handoko Pinurba Parama P Yessika Agasa [XI IA 1|02] [XI IA 1|09] [XI IA 1|16] [XI IA 1|23]

yang berarti demokrasi yang diterapkan belum sempurna. ilmu pengetahuan atau perangkatperangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani. memajukan kesejahteraan umum. pelaksanaan pemilu pertama dapat dilaksanakan pada tahun 1955 yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari independen maupun partai politik. pelaksaan pemilu sebagai sarana demokrasi pada masa orde baru maupun reformasi dapat berjalan dengan baik. Pada era berikutnya. Pilihan ideology dan system politik demokrasi pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara merupakan hasil krisatalisasi nilainilai luhur budaya bangsa yang akan menjadi pedoman kehidupan bangsa. Meskipun praktik . melainkan mencakup hal yang lebih luas seperti bdaya.PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA Negara Indonesia merupakan salah 1 negara berkembang yang berusaha untuk membangun sistem poltik demokrasi sejak menyatakan kemerdekaan sejak kemerdekaan dan kedaulatannya pada tahun 1945. dan ikut serta dalam perdamaian dunia. bnayak kalangan berpendapat bahwa Negara Indonesia masih dalam tahap Demokratisasi. Akan tetapi karena belum siapnya peraturan perundang-undangan dan instabilitas karena pemberontakan yang silih berganti kabinet mengakibatkan pemilu sampai dengan tahun 1950 belum dapat terselenggara. Langkah awal demokratisasi di Indonesia dilakukan melalui penerbitan Maklumat Wakil Presiden No X. bukan hanya dalam kehidupan politik. Dengan dikeluarkannya UU No 7 tahun 1953. Masih banyak yang harus dibenahi. Para pendiri Negara berkeinginan kuat agar sistem politik Indonesia mampu mewujudkan pemerintahan yang melinduni segenap tumpah darah ndonesia. Namun. Negara Indonesia telah mencoba menerapkan gagasan Negara demokrasi yang memenuhi persyaratan-persyaratan universal. tanggal 3 November 1945 tentang anjuran untuk membentuk partai politik. berbagai hal yang berkenaan dengan hubungan Negara dan masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. Hal-hal inilah yang mendasari gagasangagasan besar bangsa dan rakyat Indonesia yang ingin mewujudkan melalui Cita moral dan cita hokum sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Kemudian langkah berikut adalah segera dilaksanakan pemilu pada tahun 1946. Sejak awal kemerdekaan.

Jika kabinet bubar maka presiden akan menunjuk formatur kabinet untuk menyusun kabinet yang baru. 4. Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951) Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952) Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953) Kabinet Ali Sastroamijoyo I ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 ) Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24 Maret 1957) Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959) . yaitu: 1. tetapi bukan berarti demokrasi pancasila tidak memiliki hubungan dengan system demokrasi yang berkembang saat ini. 7. dikenal ada 7 kabinet yang pernah terbentuk. 6. Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh kabinet yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab pada DPR. sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri. Di masa demokrasi liberal dengan bergonta-gantinya bentuk kabinet. Jika DPR mengajukan mosi tidak percaya lagi pada kabinet yang baru maka DPR dibubarkan dan diadakan pemilu.demokrasi pancasila memiliki cacatan yang kutrang baik. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh badan pengadilan yang bebas dalam hal ini Mahkamah Agung (bedasarkan pasal 105 ayat (1) dan (2) UUDS 1950) DPR dapat memberi mosi tidak percaya jika kabinet dala kinerjnya kurang baik. Sejak awal kemerdekaan. 2. Presiden hanya sebagai kepala negara. 3. para pendiri Negara dan bangsa Indonesia telah sepakat merumuskan pancasila sebagai dasar Negara sehingga sila-sila pancasila yang tercantum didalamnya merupakan nilai-nilai dasar yang sepatutnya melandasi penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. DEMOKRASI LIBERAL / PARLEMENTER Pelaksanaan demokrasi liberal / parlementer di Indonesia dimulai pada saat konstitusi RIS sampai pelaksanaan UUDS 1950 namun pelaksanaan demokrasi liberal lebih terlihat pada masa pelaksanaan UUDS 1950. Demokrasi liberal pada masa pelaksanaan UUDS 1950 memiliki sistem kerja pemerintahan sebagai berikut:        Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR yang dibentuk melalui pemilu multipartai. 5.

5. Pada masa pelaksanaan demokrasi parlementer dibentuk lembaga Konstituante yang bertugas membentuk UUD yang baru untuk mengganti UUDS 1950 bedasarkan Pasal 134 UUDS 1950. Kabinet dan ABRI berhasil mengatasi pemberontakan. 7. Sedikit sekali terjadi keteganga diantara umat beragama. ekonomi dan megendalikan inflasi. Namun hingga tahun 1959 lembaga Konstituante belum dapat merumuskan UUD baru. Jumlah sekolah bertambah banyak. Faktor-faktor tersebut antara lain:  Adanya sistem pemerintahan parlementer yang disertai sistem multipartai  Partai politik terlaru mementingkan kepentingan partai  Pelaksanaan demokrasi kurang sehat Menurut Herbert Feith. Karena desakan dari masyarakat Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk . Hal-hal positif itu diantaranya: 1. 4. 3. Terjadi perdebatan terbuka antara Presiden Soekarno dengan tokoh Masyumi. Terjadinya pemberontakan yang didasari atas ketidakpuasan akan kebijakan pemerintah. sehingga menimbulkan ketidakstabilan politik dalam pemerintahan. 2.Dalam prakteknya. Pers bebas sehigga banyak variasi isi media massa. Hal – hal di atas tidak terlepas dari beberapa faktor yang memepengaruhi. Terjadi ketengangan di tubuh TNI Angkatan Darat dikarenakan sengketa jabatan KSAD yang dicampur tangani oleh pemerintah. Badan pengadilan menikmati kebebasan dalam menjalankn fungsinya. DPR dapat berfungsi dengan baik. antara lain:      Tidak terlaksananya program jangka panjang pemerintah karena masa kerja kabinet rata-rata kurang dari 1 ¼ tahun. Beberapa hal-hal negatif yang terjadi selama pelaksanaan demokrasi parlementer. 6. dalam pelaksanaan Demokrasi Parlementer / Liberal terdapat halhal positif yang terjadi dalam pelaksanaannya. Pemerintah berhasil melaksanakan program di bidang pendidikan. tentang penggantian Pancasila Kebijakan perdana menteri cenderung menguntungkan kepentingan partainya sendiri. pelaksanaan demokrasi liberal / parlementer Indonesia diwarnai pergantian kabinet. Isa Anshary.

III/MPRS/1963 tentang Pengangkatan Soekarno sebagai “Presiden Seumur Hidup”. yaitu terbunuhnya 7 Jenderal TNI AD di Lubang Buaya Jakarta. Agama. namun reses ini justru mengakhiri kerja Konstituante. Sebagian besar anggota memilih untuk kembali ke UUD 1945 namun jumlah tersebut tidak memenuhi kuorum. Pengangkatan ketua DPRGR/MPRS menjadi menteri Negara oleh Presiden dan penyelewengan lain dalam pelaksanaan pemerintahan. . Dikarenakan kegagalan Konstituante. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu singkat Maka demokrasi liberal diganti dengan demokrasi terpimpin. Menetapkan pembubaran konstituante b. Kemudia Mayjen Soeharto naik menjadi pucuk pimpinan Negara Republik Indonesia dengan sebutan Orde Baru. Pada masa demokrasi termpimpin banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 antara lain pembentukan Nasakom (Nasionalis. Tahun 1965 merupakan antiklimaks kekuasaan demokrasi terpimpin. Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPR. Pada periode pemerintahan Indonesia tahun 1959-1965 kekuasaan didominasi oleh presiden. Hal ini yang mengundang reaksi mahasiswa dan rakyat Indonesia yang menuntut Presiden Soekarno untuk mundur dari jabatannya. dan Komunis). Pembubaran Konstituante Dengan keluarnya dekret ini maka beraikhirlah sistem demokrasi parlementer / liberal. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan 30 September 1965 atau lebih dikenal dengan G/30S/PKI. Pemungutan dilakukan lagi pada 1 dan 2 Juli 1959 namun masih belum memenuhi kuorum. Praktik sistem politik demokrasi terpimpin diwujudkan dalam kedudukan politik lembagalembaga Negara. pembubaran DPR hasil pemilu oleh Presiden.kembali ke UUD 1945. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya 2. MPRS No. Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia c. terbatasnya peranan partai politik. Pada sidang 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara untuk menentukan kembali pada UUD 1945 atau tidak. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 3. Pada tanggal 3 Juli 1959 Konstituante menyatakan reses. Menurut UUD 1945 presiden ada di bawah MPR. Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden pada 5 Juli 1959 yang berisi: 1. DEMOKRASI TERPIMPIN (5 Juli 1959 – 1965) Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959 yang isinya : a. namun dalam kenyataan tunduk pada presiden. berkembangnya pengaruh komunis dan makin meluasnya peranan TNI / Polri sebagai unsure sosial politik. Pada September 1965 terjadi peristiwa besar. Tap.

Proses pembangunan sistem demokrasi Pancasila ini ditandai dengan memperbaiki kondisi rakyat Indonesia. dan rakyatnya ketika itu. . Atas dukungan mahasiswa. bahan peran militer lebih dominan dibanding dengan sipil.DEMOKRASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU (1966-1998) Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada 2. Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden 5. Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. yaitu dengan munculnya perlawanan rakyat melalui gerakan reformasi 21 Mei 1998 yang berhasil menurunkan Presiden Soeharto dari sebagai presiden RI yang telah berkuasa selama 32 tahun. era tahun 1980 dan 1990-an proses pembangunan ekonomi menjadi mercusuar pusat dan daerah sehingga tingkat kesejahteraan tidak merata serta semakin merajalelanya ”budaya“ KKN dalam tubuh pemerintaha. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971. Bahkan. Puncak kekuasaan Orde Baru berakhir pada tahun 1997. Terjadinya krisis politik 3. Rekrutmen politik yang tertutup 3. proses pembangunan di Indonesia masih berada di bawah koridor Pancasila dan UUD 1945. 1977. TNI. Namun. 1987. terjadi tirani mayoritas oleh salah satu partai politik. Sampai dengan tahun 1970-an. Orde Baru menampakkan sistem politik batu dengan nama ”demokrasi konstitusional“ atau demokrasi Pancasila yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pengakuan HAM yang terbatas 5. III. 1982. II. Pemerintahan Orde Baru mengedepankan ekonomi sebagai alat komunikasi dengan rakyat. posisi MPR “menyerupai“ zaman demokrasi terpimpin yang berada dibawah kendali Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. dan 1997. Akibatnya. merencanakan dan melakukan program pembangunan ekonomi disegala bidang untuk memperbaiki keadaan bangsa Indonesia. Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. Dibidang politik. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis 4. Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang. demokrasi Pancasila menjadi bias dan kabur lagi. 1992. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba 4. IV. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) 2.

B. Pengangkatan Habibie sebagai Presiden Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. ITB Bandung. . Jakarta Selatan. Ir. Melaksanakan pemilu yang luber dan jurdil guna mengakhiri masa pemerintahan transisi. Habibie.DEMOKRASI ERA REFORMASI Reformasi lahir setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan oleh wakil presiden Dr. Penghapusan Dwifungsi ABRI secara bertahap Mengusut pelaku KKN dengan diawali pengusutan KKN yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya. Dialog itu menghasilkan 8 butir kesepakatan. Amien Rais. Mendesak seluruh anggota Pam Swakarsa untuk membubarkan diri. Ciganjur. Universitas Siliwangi. yaitu sebagai berikut:         Mengupayakan terciptanya persatuan dan kesatuan nasional. Menegakkan kembali kedaulatan rakyat. dan empat tokoh reformasi yaitu Abdurrahman Wahid. Pada tanggal 10 November 1998. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden karena tidak ada lagi kepercayaan dari masyarakat serta menghadapi krisis moneter dan ekonomi yang berkepanjangan. diprakarsai oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ). Melaksanakan desentralisasi pemerintahan sesuai dengan otonomi daerah. Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Megawati Soekarnoputri mengadakan dialog nasional di rumah kediaman Abdurrahman Wahid. J.

akibatnya Gus Dur harus melepaska kursi kepresidenan karena diguncang isu Bullogate dan Bruneigate. Kasus ini melibatkan Yanatera (Yayasan Bina Sejahtera) Bulog yang dikelola oleh mantan Wakabulog Sapuan. Dalam pertemuan itu. K. Dalam perkembangan demokrasi selanjutnya. Setelah sebelumnya ia menerima dua kali memorandum DPR RI. Keterlibatan Presiden Gus Dur sendiri baru terungkap secara terbatas. Presiden menanyakan dana nonbudgeter Bulog dan kemungkinan pengunaannya. PAN dan PBB. jaminan HAM. kebebasan menyampaikan pendapat. . Selanjutnya pada tanggal 20 Oktober 1999 diadakan pemilihan presiden RI. Sanagta disayangkan pergantian menteri dan penghapusan departemen tertentu terjadi pada era Gus Dur. PKB. Kasus ini pula yang mengantarkan Gus Dur lengser di tahun 2001. Melalui vting. mahasiswa. Kasus-kasus yang melibatkan nama Badan Urusan Logistik (Bulog) serta jajaran pimpinannya sejak lama sudah mengemuka. kasus Buloggate 1 sangat populer. Dari hasil pelaksanaan pemilu yang dianggap lebih demokratis itu. Buloggate merupakan kasus yang begitu terkenal karena sering kali menjerat petinggi-petingggi negara. dalam sidang MPR-RI pada bulan 1999 terpilih ketua MPR-RI periode 1999-2004 Dr. kelompok kepentingan dan komponen rakyat menginginkan adanya reformasi total. Abdurahman Wahid terpilih sebagai presiden yang memperoleh 373 suara dan Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi wakil presiden dengan 313 suara untuk periode 1999-204. penegakan hokum. Diikuti oleh 48 partai politik yang melahirkan beberapa partai besar seperti PDIP. presiden dan wakil presiden terpilih dilantik pada tanggal 30 Oktober 1999. yaitu adanya pertemuan antara Presiden dan Sapuan (Wakil Kepala Bulog) di Istana. Agenda utamanya adalah penghapusan KKN. Akibat banyaknya kontradiksi dalam ucapan maupun perbuatannya.H. Selanjutnya.Pelaksanaan pemilu 7 Juni 1999 dianggap sebagai pemilu yang paling jujur dan adil dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Amien Rais dan ketua DPR Ir. Golkar. Akbar Tanjung. Kalau mengingat lagi masa-masa awal pemerintahan Gus Dur. Sapuan akhirnya divonis 2 tahun penjara dan terbuksi bersalah menggelapkan dana non bujeter Bulog sebesar 35 milyar rupiah.

” Selain itu kedutaan Besar Brunei di Indonesia telah menyatakan dana Rp 2 juta dolar adalah uang pribadi Sultan. “Ketika itu Gus Dur bilang. Ya sudah. Brunei gate adalah kasus penyaluran dana sultan Brunei yang diserahkan kepada pengusaha yang dekat dengan Presiden Wahid. tetapi penggunaannya harus melalui keppres (keputusan presiden). dana nonbudgeter itu ada. yaitu Ario Wowor. MPR/DPR pun harus bersidang lagi untuk mengadakan peemilihan presiden dan wakil presiden yang baru pada 23 Juli 2001. saat itu memang Ario melaporkan kepada Presiden tentang dana yang diperolehnya dari Brunei. Keterlibatan Presiden Wahid dalam kasus itu. Kejakgung saat itu sudah menyimpulkan tak ada keterlibatan Presiden Gus Dur Pada 29 Januari 2001. dan bukan uang negara. Hasilnya megawati Soekarnoputri terpilih menjadi presiden dan Hamzah Haz menjadi wakil presden untuk periode 2001-2004.J. B. berikan saja ke Masnuh untuk dibagikan kembali ke LSM yang membutuhkan. Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Keterlibatan Gus Dur baru terungkap sebatas itu. ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi dan ketidak kompetenan. Habibie GUS DUR . ”Gus Dur hanya memberi pertimbangan kepada Ario Wowor tentang pendistribusian dana.Sapuan mengatakan. Di bawah tekanan yang besar. kata Bactiar tentu saja ada. Namun tidak ada keterlibatan Presiden meminta dana ke Brunei.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful