P. 1
52637312-scanan-PENGEMBANGAN-KURIKULUM

52637312-scanan-PENGEMBANGAN-KURIKULUM

|Views: 218|Likes:
Published by Aditiya Agung

More info:

Published by: Aditiya Agung on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2015

pdf

text

original

PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan

dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurikulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK. Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberikannya agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih•bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. lebih luas dan mendalam. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. kemampuan sosial. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. Keempat hal tersebut. bahan ajar. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. Kedua. Dengan kata lain. metode-alat. pengembangan pribadi. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. Interaksi ini . Dengau berpedoman pada kurikulum. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Dapat kita bayangkan. pendidikan for. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Telah diuraikan sebelumnya. Ketiga. yaitu tujuan. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. Pertaina. dan lebih disadari. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. ataupun kemampuan bekerja. sistematis. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis.

B. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. politik. yang menjadi sumber konsepkonsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. Menurut Mauritz Johnson (1967. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. 7). lingkup. sosial budaya. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. dan religi.struction". a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. ekonomi.. yaitu kurikulum sebagai ". kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.iidak berlangsung dalam ruang hampa.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. BAGAN 1. dan urutan isi. hlm. Menurut pandangan lama.. Zais. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. 1976. hlm. serta proses pendidikan. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. . dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in.. alam. Di samping kedua fungsi itu.

130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. termasuk pengajaran. bersama guru tanpa guru. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran.. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. Menurut Johnson. . berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. Doll (1974. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. hlm. hlm. kegiatan belajarmengajar. di rumah ataupun di masyarakat. seperti perencanaan isi. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. kurikulum . pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. tetapi pengajaran. evaluasi. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. Mauritz Johnson (1967. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935)..

hlm.. dan kurikulum. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. belajar. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. tetapi pada keluasan cakupannya. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. yaitu mengajar. Kurikulum .Menurut Johnson kurikulum adalah .lum). Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. 130). Menurut dia. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa.. live or operative curriculum). him.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. Kurikulum. him. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. Selanjutnya. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. pembelajaran. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. 1967. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). Menurut Beauchamp (1968.

kejuruan. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. penelitian.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. . isi harus digambarkan serinci. bergantung pada tafsiran guru. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. yaitu teori kurikulum. Menurut George A. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. dan pengembangan para ahli kurikulum. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. Beauchamp (1976. and its evaluation. Suatu kurikulum. dalam kurikulum (tertulis). and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . batas antara keduanya sangat relatif. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. kurikulum sekolah umum. Menurut Robert S.. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. him.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. its use. 3). 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. him. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. Zais (1976. Sebagai contoh. BAGAN 1. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum..

Sebagai suatu sistem. pengembangan kurikulum. C. implementasi dan evaluasi kurikulum. penerapan.. adalah dan dalam penyempurnaannya. 60) menggambarkan: . Sebagai suatu rencana pengajaran. penentuan kurikulum. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. ovaluasi. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. (5) implementing the curriculum. dan evaluasi kurikulum. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. kegiatan pengajaran. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. dan penyempurnaannya. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. pelaksanaan.(1) the choice of arena for curriculum decision making. lebih lanjut Beauchamp (1975. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. sistem penerapan. (4) actual writing of a curriculum. (6) evaluation the curriculum. susunan personalia dan prosedur pengemhangan Fungsi kurikulum. kurikulum evaluasi. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran.. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret .erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem ‘.ekolah. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. kurikulum m. desain kurikulum. bahan yang akan disajikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. 111m. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. utama pengembangan.

. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. dan teknologi pendidikan. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. mengawetkan. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. 1.penerapan dari suatu teori pendidikan. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. ide-ide. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. yaitu pengetahuan. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Menurut konsep pendidikan klasik. Pendidikan berfungsi memelihara. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. sebab sentuanya telah tersedia. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. pendidikan interaksional. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. konsep. dan nilai-nilai baru. yaitu pendidikan klasik. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. pendidikan pribadi.

disusun secara sistematis dan logis. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keterampilan dan pengembangan kemampuan vocational. dkk. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Dianna Lapp. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. Mereka lebih pragmatis. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. menjelaskan: . Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. dan sifat-sifat mental. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. keduanya memiliki pandangan yang berbeda.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. bahwa masyarakat bersifat statis. pembentukan pribadi. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Ada dua model konsep pendidikan klasik. Dalam penyusunan kurikulum. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. perenialisme dan esensialisme. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar.

Pendidikan adalah ibarat persemaian. it is primarily practical and pragmatic. anak telah memiliki potensi-potensi. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. Para esensialis bersifat praktis. essentialism is conservative. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. memecahkan masalah. sistematis. Dianna. Mereka menghargai seni. Isi disusun secara logis. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. seperti halnya seorang . apalagi siswa. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Dalam pengajaran. ia menentukan isi. dan berstruktur. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. dan evaluasi. Tujuan utama pendidikan. menurut para esensialis. 32).. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. metode. 2. keindahan. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. et. baik potensi untuk berpikir. hlm. nonphilosophical. sejak dilahirkan. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. kehidupan produktif. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. terutama sukses secara ekonomis. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. Looking to the present rather than the past. Tugas guru. and to science rather than to the humanities. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. berbuat. (Lapp. 1975. al. dengan berpusatkan pada segi intelektual. essentialism is nonreflective. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. sedikit sekali memperhatikan segi-segi sosial atau psikologis peserta didik. Siswa mempunyai peran yang pasif. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. But unlike perennialism.Like perennial education.

Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah baik dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. . dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). pendorong (motivator). siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. didengarkan. air. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide-idenya. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. kebenaran. merdeka. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. Ia merefleksi terhadap masalahmasalah yang muncul dalam kehidupanhya. dan ketulusan. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). udara. fasilitator. Inilah yang hams ditemukan. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. pupuk. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. Dalam pendidikan progresif. Pendidik menempati posisi kedua. sebab secara alamiah manusia baik. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan gentle. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. dan diikuti. dan pelayan bagi siswa. Teori ini juga memiliki dua aliran. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. Guru adalah pembimbing. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Menurut Rousseau.

Hal itu memang sangat masuk akal. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. et.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. so prevalent. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. tetapi didorong untuk belajar. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Our technologies to day are so powerful.guru dengan melibatkan siswa. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. 154). and so prominent in the awareness of people. that they not only . dan tumbuh sesuai dengan polanya. mewujudkan dorongan-dorongannya. termasuk dalam pendidikan.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. hlm. Ia berusaha mencegah hal. 1975. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa.bangkan bersama siswa. Anak tidak diajari. so deliberately foster. 3. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. Keduanya juga mempunyai perbedaan.. Tidak ada suatu kurikulum standar. Guru menyediakan lingkungan belajar. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. al. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan.

pendidikan menjadi sangat efisien. pengalaman ini bersifat menetap. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika.tutions. and expectations. dunia ini adalah dunia material. Meskipun lebih kompleks. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. seperti computer assisted instruction (CAI). dan pengajaran modul. Therefore. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. Menurut pandangan klasik. dunia empiris. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. individually prescribed instruction (IPI). seperti yang dinyatakan Skinner. 1970. values. competency based instruction. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. hlm. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. Dengan pengembangan desain program. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. if we wish to relate to him for better to educate him. sama dari tahun ke tahun. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. goals. What we need is a technology of behavior (Skinner. Menurut mereka. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. . Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. we need only learn scientifically. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. 237). Bagi mereka. pengalaman tersebut selalu berubah. Karena sifat ilmiahnya. Menurut teori ini. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. Dalam pengembangan desain program. Man totally determined by his environment. mesin pengajaran. and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. attitudes. 1972).

mungkin ia dapat bertahan hidup. Dapat dibayangkan. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. mereka dapat hidup. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. paket belajar. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. selalu hidup bersama. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. berkembang. video. tetapi apabila tidak. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. dan bekerja sama. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. Dalam kehidupannya. berinteraksi. yang tersusun dalam satuan-satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa.Dalam konsep teknologi pendidikan. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. Dalam kurikulum. film. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. modul. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. 4. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. Bila lingkungannya mendukung. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio.kemampuan praktis. apa yang akan dihadapi seseorang. paket program audio. video ataupun komputer. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . Apabila digunakan media elektronika.

interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. mereka mengadakan evaluasi. Lebih luas. memberikan pendapat. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam proses belajar. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. begitu juga guru. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. Setiap siswa. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Dalam pendidikan interaksional. tetapi juga sebagai guru. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. sal ing mengajar dan belajar. di lain pihak kekuatan dan . Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa.

Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. atau yang•lainnya. pendapat. sikap. memperbaiki modus dari kehidupan. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi.problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Sekolah berbeda dengan pendidikan. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. teman. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. menerima. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. dan sebagainya. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. menentukan stratifikasi sosial. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. menilai pendapat orang lain. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. . Lebih jauh. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. baik antarsiswa. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. dan keterampilan-keterampilan baru. Isi pendidikan terdiri atas problem. Siswa belajar memperhatikan.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. siswa dan guru. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. memberikan penilaian yang kritis. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. disiplin kerja. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru.

landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. Bagian kedua membahas paradigma. dan ovaluasi. Curriculum: Perspective. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Secara sistematis dan logis. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. 1986. serta pelaksanaan. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. et. Inc. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. misi.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guruguru yang melaksanakan kurikulum. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. 1986. Curriculum Planning and Development. al. Paradigm and Possibility. sejarah maupun perkembangannya. yaitu. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. Juga diuraikan masalah mengapa. yang berisi tujuan. proses. baik dari segi konsep atau teori.. James A. keterampilan. pengetahuan. . Buku Acuan Schubert. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. New York: Macmillan Publishing Co. Oleh karena itu. Selanjutnya. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan.. William H. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. khsusunya kurikulum. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum.D. organisasi. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. Beane. Boston: Allyn and Bacon. dan pengembangan kurikulum. profesionalisasi.

dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. . (Ed). John I. dan technicalprofesional. Goodlad. Mauritz. substantive. serta penjabaran dalam desain instruksional. Sekolah Menengah Pertama. Co. 1979. Albany. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. serta pengelolaannya. dan Sekolah Menengah Atas. tingkat masyarakat. pakar kurikulum. para perencana pengajaran. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. The Study of Curriculum Practice. Judul buku ini adalah intensionality in Education. isi. Curriculum Inquiry. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. New York: Center for Curriculum Research and Services. New York: McGraw Hill Book. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. tingkat institusi. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. politicalsocial. serta evaluasinya. Pada bagian pertama tulisan ini. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. 1977. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. evaluasi. peneliti. dan juga guru-guru.Johnson. Intensionality in Education. struktur kurikulum. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. serta sumbersumber kurikulum.

ing . reflacing new ones as the situa. A theory is a way of making sense of a disturbing situation. and unifying established laws. to modify habits or discard them together. dan bagaimana teori.tion demands. Pertama. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. 295). modify. criticizing. melainkan suatu teknologi. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. accordingly. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. A.tant. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. Kedua. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. mengapa. and even more impor. khususnya kurikulum. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). Pada bab ini akan diuraikan apa. theory will appear as the device for interpreting. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. And the reconstructed logic. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. Ketiga. him.

dan kaidah-kaidah umum. hipotesis.. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. Hall dan Lindsay (1970..prise of discovering new and more powerful generalizations. seperti mereka nyatakan bahwa ". It consist of a) a set of units (facts. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960.. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". or other type of generalizations. Menurut Rose. variables). hlm. In its simplest form. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. and guiding the enter. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. him.them to fit data unanticipated in their formation. asumsi. correlations. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. dan deduksi-deduksi logismatematis. him. hlm. 10): ".78). Dalam rumusan yang lebih kompleks. Teori harus mampu menjangkau ke depan. 52). A theory may be defined as an integrated body of definitions. concepts. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. . assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically.. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. and b) a system of relationships among the units.

A theory is a set of interelated constructs (concepts). yang berbeda dengan yang lainnya. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. dan postulat. universal prepositions. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. BAGAN 2. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. hukum. definitions. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . Teori menjelaskan suatu kejadian. proposisi. kejadian yang diketahui. yang dinyatakan sebagai fakta. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. 9). Bagian pertama. hlm. with the purpose of explaining and predicting phenomena". atau prinsip.

di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. Definisi . Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. postulat. hipotesis. dan theoretical contructs". Seperti halnya istilah. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. dan hukum. Theo. istilah kurikulum dalam pendidikan. Sebagai contoh. Contoh istilah minat. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. yaitu "general language terms. dalil. teorem. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. Yang ketiga adalah theoretical constructs. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. definisi. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. kebutuhan dalam pengajaran.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. key terms.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. istilah molekul dalam kimia. konsep titik (point) dalam geometri. asumsi. generalisasi. hlm. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. Contohnya. Beauchamp (1975. proposisi. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. pernyataan pun ada pengkategoriannya. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. basic concepts. and theoretical terms. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung.

postulat. menjelaskan.. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi. and to suggest new thing to try out. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Dalam usaha mendeskripsikan. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. Untuk tiga fungsi tersebut. the theory help teioire. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. (2) menjelaskan. yaitu: . "A theory nol only explains and predict. dan membuat prediksi. Hipotesis. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. it also unifies phenomena". Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. 70) menambahkan fungsi lain. aksioma. generalisasi. Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. 1. dan (3) memprediksi. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: ./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. hlm. hlm. (1) mendeskripsikan.. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. Brodbeck (1963. Mouly (1970. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. teorem. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal.

Pertama. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati.1. 3. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. 4. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. Ketiga. Theories must be stated in simple terms. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. that theory is best which explains the most in the simplest form. Keempat adalah informasi. dan penelitian. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. Kelima pembentukan model-model. maka untuk . melalui beberapa langkah. prediksi.mogen. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. 2. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Kedua. mengadakan induksi dan deduksi. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. hipotesis.

dan sebagainya. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. sosiologi. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Menurut Beauchamp (1975. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. 34). perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Kohnstam. Dengan latar belakang seperti itu. Sebagai ilmu terapan. Keenam. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan.2. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. dan sebagainya. hlm. dan administrasi pendidikan. bimbingan-konseling. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. psikologi. dan humanitas. pengajaran. Pertama. Skinner. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. penggambarannya masih tertangguhkan. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". evaluasi. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. seperti teori pendidikan Langeveld. B. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. pembentukan subteori. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science).

sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. tidak selalu terjadi hal yang demikian. psikologi. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. Sebagai contoh. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. kecuali beberapa prinsip utamanya. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. him. The world of practicality is built around clusters of specific events. dan memperkaya. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. 35).BAGAN 2. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. Dalam kenyataan. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. itu pun dengan keberapa modifikasi. . Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. Keduanya dapat ding membantu. dan lain-lain. seperti filsafat. Kedua. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. melengkapi. 1975. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhankebutuhan prakt is.

Walaupun terdapat perbedaan. dan eksistensialisme. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka preskriptif masalah. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. sedangkan pengembangan teori berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik (techniques of philosophy). perenialisme. juga sebagai teori pendidikan. idealisme dari Butler. Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. esensialisme. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan filosofis pendekatan ilmiah (scientific approach). rekonstruksionalisme. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. Sebagai ilmu dari segala ilmu. . keduanya tidak dapat dipisahkan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). etika.informasi baru. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. Dalam semua aliran filsafat ini. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. tentang manusia. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. Murray. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. ten tang hakikat pengetahuan. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. dan sumber-sumber nilai. pragmatisme dari Mc. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. tentang nilai. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan.

hlm. A unified theory has to provide for general and special education. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p.Hugh C. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. teori hasil belajar. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. 24). dan teori proses belajar. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. b. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). teori progresif. The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. Harry S. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. for differences in ability and bent (Broudy.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . vocation. yaitu teori tradisional. c. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. a.3.mikiran filosofis atau teori preskriptif. and self development. 1960.

Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. dan disusun kembali. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. Mereka yang menyangkal. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. dikembangkan. Menurut Beth. . 4. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. Studi lebih mendalam tentang variasi model. saat.. 3. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. makalah lainnya menyangkalnya. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. digunakan. Pendidikan hanyalah suatu profesi.

makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. . Dalam bidang studi tersebut. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. C. dan administrasi pendidikan. evaluasi. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. atau teorem-teorem. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. pengembangan. hukum. penggunaan. kurikulum. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. generalisasi. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. yaitu bimbingan clan konseling.5. jumlah pengetahuan empiris yang ada. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. serta fasilitas yang ada. Beauchamp (175. suatu konstruksi fungsional. karena allanya petunjuk perkembangan. kemampuan para pelaksana. asumsi-asunro hipotesis. perencanaan. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. evaluasi kurikulum. pengajaran. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. hlm. dan lain-lain. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. penyuluhan. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. teori-teori pendidikan dikembangkan. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. penggunaan dan evaluasi kurikulum.

suatu kabupaten. Konsep kedua. suatu kurikulum. adalah kurikulum sebagai suatu sistem.1. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. yaitu sistem kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. propinsi. sebagai sistem.nyusun suatu kurikulum. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. dan prosedur kerja bagaimana cara me. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. Konsep pertama. melaksanakan. bahkan sistem masyarakat. Konsep ketiga. Ada tiga konsep tentang kurikulum.purnakannya. kurikulum sebagai suatu substansi. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. kurikulum sebagai substansi. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. mengevaluasi. dan evaluasi. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. kegiatan belajar-mengajar. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. ataupun seluruh negara. sistem pendidikan. dan menyem. bahan ajar. jadwal. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. dan sebagai bidang studi. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. suatu sekolah. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. mengembangkan dan . Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran.

ia perintis pengembangan praktik kurikulum. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. apresiasi tertentu. sebagai sistem. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. teori Bobbit dan Charters. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. keterampilan. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum.melaksanakan model-model kurikulum. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Werrett W. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. kebiasaan. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. 2. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Menurut Bobbit. sikap. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. inti teori kurikulum itu sederhana. yaitu kehidupan manusia. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Pertama. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama.

Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). Virginia). menentukan kegiatan belajar. Charles Judd.. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. dan sebagainya.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. . Alabama. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. Ism dalam menentukan kurikulum. Thorndike. memilih isi. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. sikap. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Untuk mencapai hal tersebut. Ida. menilai hasil. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. pengetatitian. Mulai tahun 1920. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. karena pengaruh pendidikan progresif.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. siswa belajar nu lalui pengalaman. kurikulum. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. dan lain-lain. nilai.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Dalam pengembangan kurikulumnya. Teori kurikulum berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl•hidupan psikologis anak pada saat ini. Kedua.

Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. generalisasi atau kaidahkaidah. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. James B. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain.Ralph W. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. Menurut Smith. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. (2) memilih dan menyusun bahan. Menurut Beauchamp. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. pengajaran (instruction). Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. dan belajar. analisis dan klasifikasi pengetahuan. Penggunaan model sistem juga dapat . Beauchamp dan Othanel Smith. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Dalam makalah kedua. mengajar (teaching).

Smith. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. rekayasa kurikulum. Broudy. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi.4. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Smith. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . Thomas L. sosiologi. BAGAN 2. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. dan Bunett. yaitu: landasan kurikulum. desain kurikulum.4 Skema persekolahan dari Broudy. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. (4) struktur sistem kurikulum. (5) Fungsi sistem kurikulum. Skema persekolahan dari Broudy dan kawankawannya dapat dilihat pada Bagan 2. dan pengembangan teori. evaluasi dan penelitian. (2) sistem kurikulum. isi kurikulum. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum.

dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Kurikulum merupakan hasil dari sistem . yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. Menurut Maccia. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Walaupun mungkin.

3. yaitu aktor. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. dan evaluasi. rekayasa kurikulum. 4. isi dan ruang lingkup. melainkan definisi konsep. pelaksanaan. 2. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. dan implikasi teori kurikulum. Selection is an essential aspect of curriculum formulation.pengembangan kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. artifak. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. Curriculum guide instruction 5. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. yaitu definisi kurikulum. Menurut Johnson. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi . desain kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Structure is an essential charactistic of curriculum. Jadi. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. Jack R. dan pelaksanaan. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. yaitu: 1. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. 6. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. serta struktur. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah.

bendabenda. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. ia menjadi sumber kurikulum. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. Dalam pendidikan *Wm pengajaran.. Dalam pengembangan selanjutnya. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilainilai. Jadi.hutuhan-kebutuhan siswa. itilai-nilai adat-istiadat. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. ia harus mempelajari budaya. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. tingkat-tingkat perkembangan siswa. yang belajar adalah anak. perkembangan serta minat siswa. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Budaya ini mencakup . pelaksanaan. dan lain-lain. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. sumber ini menjadi luas meliputi . Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. ada pengembangan kurikulum bertolak dari .untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. dan evaluasi kurikulum? 1. hidup dalam Iingkungan budaya. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum.sernua unsur kebudayaan. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. yaitu kebutuhan siswa. serta hal hal yang diminati siswa. perilaku. dan turut menciptakan budaya.

unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Pada pendidikan dasar dan menengah. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. 2. . Di Indonesia. yaitu (1) substansi.keputusan yang dinamis. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. prinsipprinsip pengorganisasian. isi. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. Dalam desain kurikulum. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. pemegang kekuasaan sosial. ada dua dimensi penting. (3) isi atau materi ajar. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Menurut Beauchamp. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian.

yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. Pertama. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. yaitu: 1. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsikan kurikulum di sekolah. para pejabat pusat tersebut merancang. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. . dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. Beauchamp (hlm. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. 2.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya. mengembangkan. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. Kedua kurikulum itu dievaluasi. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. 3.

teori kurikulum. George A. Buku Acuan Beauchamp. Buku ini merupakan edisi ketiga.4. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. teori dalam pendidikan. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu-isu teoretis. Curriculum Theory. Denis. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. D. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. Perubahan kurikulum oleh perkembangan masyarakat dilatarbelakangi perkembangan ilmu dan teknologi. 1978. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan dipengaruhi teori pendidikan yang mendasarinya. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Gordon. 5. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. terutama . Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. pembentukan teori. Sesuai dengan judulnya. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. London: Hodder and Stoughton. Peter and Lawton. 1975. yang Teori pendidikan oleh mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Wilmettee. Illinois: The KAGG Press. dan perencana pengajaran. revolusi industri. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. ahli pendidikan.

New York. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. a!. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok.demokrasi. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. Cognitive Development. etestis. Olson. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. et. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. London: Teachers College Press. Human Interest in Curriculum. maupun moral dengan sempurna. 1970. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. Columbia University. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. bukan membatasinya. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. Robert. New York. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan.. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. Academic Press Publishing Co. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. 1984. Bullough Jr. David R. ahli kurikulum. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa.

.intelektual anak. Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan. para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya.

pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. tetapi kalau landasan pendidikan.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. . Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. yang akan "ambruk" adalah manusianya. serta perkembangan ilmu dan teknologi. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. landasan psikologis. siapa pendidik dan terdidik. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. A. arsitektur. pertanian. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. yaitu landasan filosofis. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. landasan sosial budaya. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. khususnya kurikulum yang lemah.

dan mendalam. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. . Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. logis. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). berpikir sampai ke akar. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Ilmu menggunakan pendekatan analitik. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). daerah cakupannya terbatas.laman manusia. yaitu berpikir secara sistematis. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. Secara akademik. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom).bagian yang kecil dan lebih kecil. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. ia harus tahu atau berpengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Filsafat memberikan landasan. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar.landasan dasar bagi ilmu. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal.

. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. 1957: 12). 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. Bagi Dewey. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. epistemilogi. Keduanya sangat berkaitan erat. malah menurut Butler menjadi satu. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. yaitu pandangan dari John Dewey. but this contact is not essential. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. Seperti halnya dalam filsafat umum. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. Menurut Donald Butler.didikan.Ada tiga cabang besar filsafat. Walaupun dilihat sepintas. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. 2) philosophy is the flower not root of education.

being immeasurable. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. antara hipotesis dengan hasil. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. antara ide dengan fakta. and feeling. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman.1. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. Nilai-nilai adalah relatif. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. juga sumber nilai. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. hlm. subjektif. it is held. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. 1964.. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia.. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. atau on going-ness. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. mengalir. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. 101). dengan waktu dan tempat.. Values being finally intrinsic. To be felt as . dan hanya dirasakan oleh manusia. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. no scale of values.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain. 2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkembangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat. Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok. B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orangorang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. Kondisi psikologis setiap‘individu berbeda. penerapan. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. dan psikomotor. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. pembiasaan. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya.individu yang lainnya. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. maupun pemecahan masalah. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. Tanpa pendidikan di sekolah. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. karena perbedaan tahap perkembangannya. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. pengetahuan. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. baik berlangsung melalui proses peniruan. latar belakang sosial-budaya. dan status individu di antara individu. yang tampak maupun yang tidak tampak. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. lebih banyak menii liki kecakapan. perilaku kognitif. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. baik. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian.dibandingkan dengan binatang. afektif. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. peranan. pengingatan. anak selalu berada dalam proses perkembangan. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. dan menciptakan berbagai . Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. pemahaman. anak tetap berkembang. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas.

Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Olson. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. Keduanya sangat diperlukan. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. anak clan berbagai tingkatan usia. atau studi kasus. Jadi. Tuntutan akan . Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal.masa sebelumnya. memilih dan menyusun bahan ajar. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. pola-pola perkembangan dan kemampuan. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. Menurut mereka. terutama pada masa kanak-kanak (balita). 1.. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. baik di dalam merumuskan tujuan. dari saat lahir sampai dengan dewasa. sosiologik. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. psikoanalitik. a. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. cross sectional. Ia mempelajari beribu-ribu.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. setiap Perkembangan tidak selalu anak sama. adalah perkembangan anak seluruh lebih aspek cepat kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada aspek Seorang mungkin perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkem- bangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaanperbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori-teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik –melanholik Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

dan sebagainya.analisis pengikut Sigmund Freud. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. Pada tingkat pertimbangan kata hati. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. dan . Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. bukan satu-satunya yang benar. Tahap ini meliputi dua tingkat. status ilmu. Pada tingkat legalistik kontraktual. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. prinsipprinsip yang mendasar. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. apakah karena gelar. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. sosial. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Tingkat anak/orang baik. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat.dari luar. dinilai sebagai perbuatan baik. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. pertimbangan moral pascakonvensi. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. dan tingkat pertimbangan kata hati. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. ekonomi. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. pangkat. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. perilaku baik. Tahap ketiga. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat.

seperti dapat dilihat pada Bagan 3. which can be retained. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. hlm. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. "Learning is a change in human disposition or capability. Secara sederhana. hlm. 1959. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. Menurut Gagne (1965. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Banyak sekali definisi tentang belajar. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . and which is not simply ascribable to the process of growth. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar.1 BAGAN 3. afektif.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2.

Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. or temporary states of the organism (e.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. maturation. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. yaitu teori disiplin mental. dan Cognitive Gestalt Field. naturalisme. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. latihan bagian. berpikir. hlm. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. 1966. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. memecahkan masalah. 2). Bigge dan Maurice P. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. clan sebagainya. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. disiplin mental humanistik.) (Iiilgard dan Bower. menanggap. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. . fatigue. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. mengingat. hlm.g. keutuhan. Hunt (1980. drug etc. behaviorisme. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. atau aspek tertentu. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). Menurut Morris L. dan apersepsi.

Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. atau masyarakat. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. budaya. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. diamati. dan Reinforcement. apakah lingkungan keluarga. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. alam. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Conditioning. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Lingkunganlah. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. disebut juga Herbartisme. Kesan indah yang diterima individu dapat . Melalui situasi demikian. sekolah. lingkungan manusia. semakin tinggi pula massa apersepsinya. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Menurut konsep mereka. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. religi yang membentuknya. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak.

hadiah. 1980. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. reinforcement. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. demikian juga dengan waktu makan pagi. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. adipura. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. dan bintang mahaputra. kondisi diberikan pada stimulus. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. kalpataru. yaitu Law of readness. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. Menurut hukum kesiapan. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Hull. bonus. Teori ini berkembang dari teori psikologi. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. Tokoh utama teori ini adalah Watson. piagam penghargaan. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang-ulang. piala. Demikian halnya dengan belajar. mungkin juga hadiah. Selanjutnya. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. hukum latihan atau pengulangan. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. insentif. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. 273). Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. medali. Thorndike. dan makan malam. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. Kalau pada teori conditioning. siang. serta lencana sampai dengan parasamya. Angka tinggi. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Menurut hukum akibat (law of effect). Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. hlm.L. pujian.

penundaan kenaikan pangkat. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. riksploratif. teguran. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen.. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. dan sebagainya. (Bigge dan Hunt..reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi.1ri atau perasaan tentang pola-pola atau hubungan. sanksi. ataupun ide dalam berbagai situasi. dan kreatif. termasuk struktur tubuhnya sendiri. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. hlm. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. Menurut mereka. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). proses. litikuman.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . Pemahaman atau insight merupakan citra 11. ancaman. 293). berwawasan luas. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. pemotongan gaji. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama.1ng ada dalam lingkungan. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Perbuatan individu selalu bertujuan. oleh karena itu sering dikatakan . Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space.. To state it differently. Pemahaman terjadi . Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. mampu memecahkan berbagai masalah. imajinatif. 1980. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. ada motif yang ilit•iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. fakta.

. Micahel J. Buku Acuan Have. New York: Harper & Row Pub.perbuatan individu adalah purposive. Dalam membimbing proses belajar. belajar merupakan suatu proses interaksi. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. dijelaskan pengajaran berprogram. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. Understanding School Learning. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. hasil belajar. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Bagi penganut cognitive field. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. macam-macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. C. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'.A. (1972). fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar.

Play berkembang menjadi skill dan toys I. London: John Wiley & Sons. transfer thin perluasan konsep. Menurut penulis.vrkembang menjadi tools. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. skill. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. Toys merupakan bagian dari kebudayaan ‘ang tetap berada pada taraf play. yang meliputi analisis isi. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. (1976). a Strategy for Testing Applications of Theory.etiadaan daripada keberadaan. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. yaitu: interpersonal. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. dan simbol. tools. analisis pengajaran. analisis prilaku. Klausmeyer . Bom Curious. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. iconic. meliputi iiuktur kognitif. dan psikologi. toys. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. New York. dan semiotic. sosiologi. New York: Academic Press. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. Learning and Teaching Concept. enactive. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar.Hodgkin. . Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. New Perspectives in Educational Psychology. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. R. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. tetapi teori bersifat statis. (1980). Herbert J.A. penyusunan pengajaran dan tes.

maka isi pendidikan harus memuat nilai. mengerti. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. kekayaan. Dengan pendidikan. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Kedua. isi. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. dan perkembangan masyarakat tersebut.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Anak-anak berasal dari masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. Pertama. Oleh karena itu. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. baik sebagai warga maupun sebagai . maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. A. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. tetapi memberikan bekal pengetahuan. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai-nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Sebagai suatu rancangan. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. tujuan. Kehidupan masyarakat. tetapi manusia yang lebih bermutu. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. karakteristik. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. dan mampu membangun masyarakatnya.

penyediaan fasilitas. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. personalia. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. kehidupan politik. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. Ketiga. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. serta antara lembaga dan lembaga. . sistem sosial budaya. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. antara anggota dan lembaga. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. lingkungan alam. karena masyarakatnya berkembang. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. peraturan. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat.karyawan. dan lain-lain. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. politik. budaya. hukum. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. Konsep pendidikan bersifat universal. Pelaksanaan pendidikan membutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. serta sarana dan prasarana yang ada. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. keamanan. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya.

Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. cara bekerja. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. kesenian. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. interaksi dengan lingkungan. dan lain-lain. sekolah. . melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. pekerjaan. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. cara mempertahankan diri. dan lain-lain. Dalam arti yang lebih mendasar. kepercayaan. jenis kelamin. hukum. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). cara berpikir. yang meliputi pengetahuan. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. apakah kelompok usia. adat-istiadat. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. kemasyarakatan. moral. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Menurut Israel Scheffler (1958). kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. Status dan peranan manusia dalam kelompok. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. cara bermasyarakat.

kemampuan masyarakat makin sering terjadi. Melalui proses alkulturalisasi. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. penelitian. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. aspirasi. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. kecakapan. bangsa. pemerintahan. dan akurat. Pertemuan antarsuku bangsa. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. nilai-nilai. pengetahuan. lancar. telekomunikasi dan elektronika. sosial-budaya. semangat. politik. dan akurat memudahkan perolehan informasi. teknologi. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. ekonomi. sikap. mempengaruhi pengetahuan. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. Komunikasi sangat cepat. B. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. rekreasi. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. . meningkatkan pemerataan pembangunan. Dalam kondisi masyarakat demikian. maupun hobi. lancar. sosial-budaya. Di samping pembauran. nilainilai etik dan estetik. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. komunikasi. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. atau ras. antarbangsa. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. masyarakat informasi dan global. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. ekonomi. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. terutama teknologi industri transportasi. minat. ideologi.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. membuka daerah-daerah yang terisolasi. komunikasi cepat. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. tradisi.

diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. cara kerja yang teratur. malah bisa bekerja siang dan malam. strategi. rasa kerja sama yang tinggi. panas. atau dingin). sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. dan sebagainya. Sifat kompetitif. Masyarakat secara berangsur-angsur. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. perubahan yang lamban. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. hidup santai telah ditinggalkan. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. . Dengan demikian. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya.1. taktik. sifat gotong royong mulai menipis. bisa bekerja sepanjang masa. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. hidup yang lebih santai. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan.

baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. maupun dalam situasi kerja. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. wanita lebih bebas bergerak. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. kehidupan keluarga. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. Dengan bekerja di luar rumah. berkarya.duanya. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. Tugas yang banyak menyita waktu.2. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. pendidikan anak terbengkalai. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. bahkan kedua. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. tenaga. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. dan mengatur rumah tangga. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. mendidik anak. sebagai istri dan ibu. dan mungkin terjadi .

mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. keluarga. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. dan unjuk kerja yang optimal. Hal ini tentu menimbulkan masalah. Perpecahan keluarga ada dua macam. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. maupun unit kerja. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. berprestasi. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. Situasi demikian menuntut sikap.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. melebihi waktu biasa. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. dan berkompetisi. baik bagi wanita yang bersangkutan. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. Mereka lebih banyak . Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu.00. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Dalam keluarga.00 sampai pukul 14. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. bahkan oleh kedua-duanya.00. Dalam masyarakat modern. tetapi tempat berkarya. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. berkreasi. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. 3. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. pemikiran. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7.perpecahan keluarga (brooken home).00 bahkan lebih. anak juga mempunyai masalah sendiri. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. penampilan. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . bahkan beberapa minggu tidak pulang.

bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala.A. anggota Bapak keluarga lagi melaksanakan tugasnya dengan baik. Euclid. Plato. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. 1995 : 2). umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. Phythagoras. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. Hubungan harmonis antara suami dan istri. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Archimides. Demokritos. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan keluarga. demikian juga ibu dan anak. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. seperti Thales. . Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. semua kebutuhan hidup terpenuhi. bahkan mungkin hilang. Socrates. Qodir.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Leucipos. Aristoteles. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. C.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi tidak melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga.

Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Jabin Ibn Hayan. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Observatorium Maragah. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . Selama beberapa abad. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . Dalam bidang kedokteran. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. AlKindi. Dalam bidang anatomi. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. generalisasi.. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Ibn Bajjah. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar).. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. seorang ahli astronomi. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. sampai dengan abad ke-13. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka … apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. Copernicus 1473-1543 M. Pada abad ke-20. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme.. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Dalam ilmu kimia. dan menyusun teori.

Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Semua itu disediakan untuk manusia. yang mendasari ilmu kimia. Homocentrisme merupakan padangan yang me.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. dan fisika. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna.matahari. hukum pergerakan. juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. serta teori cahaya atau optika. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. perpustakaan. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. ahli matematika. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet.nganggap bahwa matahari. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. . Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. Johannes Keppler (1571-1630). bulan. astronomi. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Selain ahli astronomi. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. Tycho Brache dalam me. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Tycho Brache (1546-1601).besar. serta pendukung lainnya. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Dengan demikian. dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Galileo menemukan planet. serta tata bulan planet Jupiter. Galileo juga mendalami fisika. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar.

hlm. Thomson menemukan elektron. dan otak manusia. Henry Becquerel (1852-1908). melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. memperkuat.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. elektron. Curie (1859-1906). sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . hlm. Iskandar Alisyahbana (1980. Sebenarnya sejak dahulu. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. teori relativitas. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. D. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. dan energi. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakanakan memperpanjang. yaitu ilmu fisika nuklir. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. . Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika.. Mengapa manusia menggunakan teknologi. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. how we do things is technology. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. dan Thomson 1897 menemukan radium. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. pancaindera.

Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. serta . teknologi pemadam kebakaran. bijih timah. dan sebagainya. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik.karena manusia berakal. Ilerkat api. mengurangi polusi. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. besi. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. teknologi pembuangan asap. dan mengolah berbagai bahan makanan. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. bisa menghangatkan badan. perak. lebih aman. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. kemudian berkembang tambah banyak. dan lain-lain. lebih lezat. manusia membudidayakan bermacam. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. umpamanya teknologi penerangan. lebih mudah. mereka berkumpul. lebih sejahtera. makanan menjadi lebih lunak. mas. lembaga. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. mangan. Karena manusia hidup menetap. Dengan teknologi api. Dengan teknologi ini. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. dan lebih sehat. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam.macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. teknologi komunikasi dan informatika.

Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar.teknologi media cetak. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. antarkelompok. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. laut. dan antarbangsa. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan.red) menarik banyak masyarakat dunia. menuju planet lain. Setelah berhasil dengan Apollo. maupun udara. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar. Pada tahuntahun terakhir. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Gemini 19631965. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. baik transportasi darat. .

telekomunikasi. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. Kemajuan di bidang telepon. dan lain-lain. dan iklim. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. peluru kendali antarbenua. born hidrogen. juga teknologi senjata mutakhir. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. misil. Melalui penggunaan berbagai satelit. dewasa ini dunia disebut dunia global. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. manusia berhasil meneliti planet.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Dengan komunikasi massa. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. internet. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. dieapainya luar biasa.tetapi basil hasil van). Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. jam siar ini hilang. masalah arus laut. kimia. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. Tetapi dengan internet. dalam waktu beberapa menit. born nuklir. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. Oleh karena itu. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. artinya sangat bergantung pada jam siar. dan internet. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. faksimil. cuaca. Temuan-temuan di bidang fisika. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran.

2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. modifikasi. Habibie (1983).J. ke Gedung Putih. hlm. Teknologi media cetak. software. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. yang bermutu tinggi. pendekatan. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Menurut B. bahkan ke Pentagon. dan pola hubungan. 1. ke Library of Congres Amerika Serikat. telah menghasilkan barang cetakan. tetapi mencakup juga penyesuaian. dan surat kabar. majalah. mempunyai keunggulan sendiri. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. Hamijoyo (1975. 1983). Untuk dokumentasi. Habibie. dan hubungan antarorang. Penemuan alat-alat cetak modern. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. Melalui internet. setiap saat orang bisa masuk. tetapi juga yang immaterial. sistem kerja. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. konsep. tahan sampai ratusan tahun. tanpa permisi. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. seperti buku. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal.J. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. kalau bahannya cukup baik. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. Santoso S. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. Apabila cara itu ditempuh. dan pengembangannya lebih lanjut.daerah menjadi hilang. kaidah. penerapan. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B.

Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. . diterapkan. disesuaikan dengan kebutuhan. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru.J. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Tahap keempat. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Tahap pertama. Habibie (1983). Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Tahap ketiga. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. dan kemampuan. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. Tahap kedua. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. begitupun teknologi baru. sumber daya manusia. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besarbesaran. 5) pada tahaptahap awal transformasi. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. elemen penciptaan. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Proses ini disebut proses nilai tambah. Oleh karena itu. kondisi. serta sarana dan prasarana.

misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. social budaya. 6) industri rekayasa. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. sejak dilaksanakannya Pelita I. 5) industri energi. Pada mulanya. serta aspek-aspek lain. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. laut. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. 3) industri alat-alat transportasi darat. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. 2) industri maritim dan perkapalan. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. Jawa Barat. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. Menurut B. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi.J. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.alat dan mesin-mesin pertanian. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan.2. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. dan udara. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Habibie (1983). 7) industri alat. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. antara lain: laboratorium uji . yaitu: 1) industri pesavvat terbang. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya.J. namun jumlahnya masih terbatas.

politik. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. dan peternakan. Bandung. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. . dan getaran. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. budaya. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. Universitas Gajah Mada. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. sosial. laboratorium teknologi proses. laboratorium metalurgi. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. laboratorium energi. meliputi semua aspek kehidupan. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. dan estetika. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Pada bagi. yaitu dharma penelitian. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. Universitas Padjadjaran. keagamaan. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. laboratorium termodinamika elan propulsi. laboratorium aerodinamika. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. kehutanan. E. gas dinamika. laboratorium kimia. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. ekonomi. Di bidang tenaga atom. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. etika. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. laboratorium fisika.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan.konstruksi. Indonesia mempunyai badan khusus.

Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. serta persenjataan. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. tradisi. radio. gagasangagasan. mungkin juga konsep-konsep. terhadap kehidupan masyarakat.bangunan. media massa dapat . Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. program dan kegiatan pem. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. kegiatan. majalah. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. dan televisi. transportasi.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui media tersebut. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. budaya. mekanisasi industri dan pertanian. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif.

dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. memperbesar terjadinya urbanisasi. perampokan. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas.pula menimbulkan efek negatif. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. mempermudah perhubungan baik lokal. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). naiknya harga-harga produksi desa di desanya. keadaan alam yang banyak . menghilangkan kesukuan. antara kota. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. pembunuhan. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. antara pulau maupun antara negara. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). Hal itu. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. dan sebagainya. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. cara-cara hidup. masuknya kebiasaan. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri.

Dalam pengembangan teknologi industri ini. baik industry maupun hilir. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. seolah-olah terdesak. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. industri besar. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Filino Harapah (1975. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. kemampuan permodalan dan pengelolaan. Sebagai konsumen. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). malahan sebaliknya. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. tetapi juga teknologi tepat guna. kualitas barang cukup baik. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. menengah bahkan industri kecil. hlm. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Dalam proses sudah berlangsung. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. Meskipun demikian. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri .bergunung-gunung atau berawa-rawa. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern.

yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Pendidikan. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. memperoleh kesempatan kerja penuh. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . melainkan juga pendidikan nonformal. atau sandiwara TV. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. M. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. sinetron. Dengan kata lain. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja.teknologi maju tersebut. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. sebab. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman.

Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. dan cara menyelesaikan masalah". Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. penonton. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. dan perasaan seseorang. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. atau pembacanya. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). cara berpikir. Tiap acara TV atau radio. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. belajar berlangsung secara disadari. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. sebab dalam kelas. pandangan. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan.

Beberapa masyarakat terpencil. dan sebagainya. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. gambar-gambar. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. dan sebagainya. metode mengajar yang baru. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware.dalam pendidikan. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. berbagai bentuk alat peraga. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. radio. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . video tape. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. peta. sistem penilaian yang baru. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. alatalat permainan. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. buku-buku. kemampuan. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. cassete tape recorder. alat tulis menulis. alat-alat berhitung. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. dan keterampilan sumber daya manusianya. televisi.

budaya. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. sikap hidup baru. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Dengan demikian. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. spiritual. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. kemampuan. juga yang bersifat langsung. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. aspirasi baru. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. maupun material. kaidah-kaidah. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. intelektual. dipelajari konsep-konsep. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. baik nilai sosial. prinsip-prinsip. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Di sekolah. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. menyebabkan perkembangan masyarakat. . cara-cara dan pendekatanpendekatan baru.

Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. and Alexander. William M. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Sekolah disadari atau tidak. Innovations in Secondary Education. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahanperubahan sosial. Glenys G. New York: Holt. Unruh. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. Rinerhart and Winston. kelompok ataupun individual. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. Inc. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. kurikulum. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. media serta bangunan.1. baik yang bersifat kolas. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. Inovasi itu bermacam-macam. London: Kogan Page Ltd. sarana. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. staf pengajar. dan New York: Nichols Publishing Co. Handbook of Educational Technology.F. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. (1984). . Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. organisasi. Buku Acuan Percipal. Fred & Ellington. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. media dan sumber-sumber pengajaran. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. Secara sistematis dalam buku ini dibahas.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. (1970). Henry. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar.

Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. dan pengajaran. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern.Gerlach. (1981). siswa. All Our Children Learning. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. disusun dengan desain pengajaran yang baik. Teaching and Media. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. . Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. mau jadi apa siswa. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. Anak menjadi fokus pendidikan. dan diadakan pemilihan media yang tepat. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. baik orang tua. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. New Jersey: Prentice Hall. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. New York: Mc Graw Hill Book Co. tetapi saling mempengaruhi. belajar. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. Inc. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Inc. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. (1980). akan memperlancar jalannya pengajaran. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. A Systematic Approach. maupun guru dan para instruktur. Bloom. Englewood Cliffs. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Vernon S. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. media pengajaran. bahwa media bukan sekadar alat bantu. guru. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. et al. Benyamin S.

Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. dan solid. logis.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. Sampai sekarang. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. pribadi. A. maupun proses pendidikan. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Mereka tinggal memilih bahan . Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. peserta didik. sejak sekolah yang pertama berdiri. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. dan interaksionis. teknologi. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis.. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. imidah disusun. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya ilia.a lalu tersebut. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. mudah digabungkan dengan tipe lainnya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. isi. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli.

Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. ilmu kealaman. umpamanya. matematika. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). Selanjutnya. Seorang siswa yang belajar fisika. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. seperti bahasa dan sastra. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. geografi. dan sebagainya. sejarah. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual.

Murid-murid belajar ba. Pada tahun 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. dan pengujian hipotesis.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. Pelajaran tersusun atas . Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. penyusunan. permainan. adalah studi yang bersifat integratif. prinsip-prinsip. dan perlengkapan kelas lainnya. percobaan. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. konsep-konsep inti. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. rekaman. anak mengetahui keadaan biologis manusia. melanjutkan penih struktur pengetahuan. Pendekatan pertama. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. film. Melalui perbandingan dengan binatang. menyangkiii problema. terdiri atas buku-buku. kegiatan diskaveri dan sebagainya. poster. Pendekatan kedua. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner.

satuan-satuan pelajaran. 2. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. menulis. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. Pendekatan ketiga. 1. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. organisasi isi. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. ilmu sosial. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. . Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. metode. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. 1. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolahsekolah fundamentalis. 3. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. dan evaluasi. dan memecahkan masalah-masalah matematis. fenomena alam.

Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. koherensi. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Integrated curriculum. logika digunakan dalam matematika. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Konsep utama disusun secara sistematis. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Tentang kegiatan evaluasi. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. dicari berbagai masalah penting. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. 2.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. di . Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. dan integrasi secara menyeluruh. 4. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. 3. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi.

sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. 2. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. maka tahap penguasaannya akan mendangkal.samping standar keindahan dan cita rasa. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). Lain halnya dengan matematika. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. 2. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. yaitu: 1. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. . Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa.dikit (tidak mendalam). Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa.

la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Menekankan pengetahuan dasar. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. punya kemampuan. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. 3. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum Humanistik 1. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. B. Ketiga. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. bahwa individu atau anak merupakan satu . Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. prinsip-prinsip.3. Rousseau (Romantic Education). lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. dan kekuatan untuk berkembang. dan generalisasi. yaitu apa yang akan diajarkan.J. Pertama. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya.

rileks. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. nilai. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. dan lain-lain). Kritikisme Radika I. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Mc Neil. air dan udara yang •ukup. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. perasaan. dan Mistikisme modern. 1). Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. perasaan.kesatuan yang menyeluruh. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). 1977. terhindar dari berbagai hama. maupun tindakan). akrab. sikap. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. hlrn. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang .

melalui sensitivity training. meditasi. Integrasi. persetujuan. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. dan sebagainya. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. perasaan dan juga tindakan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. murid-murid dapat mengadakan perundingan. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. dan lain-lain. Partisipasi. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. pertukaran kemampuan. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). kehalusan budi pekerti. interpenetrasi. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. 3. b. perasaan-perasaan. . yoga.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. dan integrasi dari pemikiran. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. c. perasaan. perasaan. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. Relevansi. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. bertanggung jawab bersama. 2. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap.

keunikan. topic. yang matang. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. kesadaran. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. Pribadi anak. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh.d. alat-alat pelajaran. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. dan tanggung jawab pribadi.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. . karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. kesatuan. keseluruhan. Tujuan. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . unit. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh.unit pelajaran yang telah diujicobakan. e. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. yang menekankan keterbukaan. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. 4. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. dan buku teks. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan.topik yang akan dipelajari.

Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. bereksperimen. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. berbuat. Aku atau diri ini perlu dibuka. tersembunyi atau tertutup.ngunkan melalui pendidikan. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. benci. duka. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. 685. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. Kedua. him. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. atau diba. berekspresi. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. Pertama. Dalam menciptakan kreasi ini. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. Menurut Abraham Maslow (1968. cemas. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. senang dsb. kegiatan atau ritual baru. . Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan.

Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Sesuai dengan prinsip yang dianut.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. karena dengan sekuens mu. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. estetika. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. berkenaan dengan tujuan. orang lain.rid. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. dan evaluasi. juga mampu menjadi sumber. metode. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. integritas. maupun moral. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). organisasi isi. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. kurikulum humanistik menekan. 5. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. . Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. dan belajar.laman yang menyeluruh.kan integrasi. budaya. him. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. Phenix (1971. Menurut para humanis. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. kelompok. dan lain-lain.Menurut Philip H. dan otonomi kepribadian. sikap yang sehat terhadap diri sendiri.

hlm.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. Penyempurnaan. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. a.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. lebih berdiri sendiri. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria.nya. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. siswa dengan orang-orang di lingkungan. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. dan dengan sumber belajar . kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. 121. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. C. kerja sama. interaksi. melainkan kegiatan bersama.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. b. dilakukan oleh Shiflett (1975. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. minat atau perhatian tertentu. Pelaksanaan kegiatan. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. c. Di dalamnya tercakup topik-topik. d. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. tetapi juga antara siswa dengan siswa. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Dalam evaluasi.

Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. Asumsi. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. ancaman. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Dalam masyarakat demokratis. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. Theodore Brameld. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik.kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. a.rakat baru yang lebih stabil. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. 1. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya.lainnya. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. menakut-nakuti dan kompromi semu. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. hambatan-hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia.

sosiologi psikologi. dan matematika. b. Pada tingkat sekolah menengah. c. latihan-latihan. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok.bidang garapan studi sosial. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . estetika. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Pertanyaanpertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. BAGAN 5.lain. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. Masalah-masalah sosial yang mendesak. Pola-pola organ isasi. bahkan pengetahuan alam. kunjungan dan lain. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda.

apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. b) Metode. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. saling pengertian dan konsensus.tujuan nasional dengan tujuan siswa. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. Bagi rekonstruksi sosial. belajar merupakan kegiatan bersama. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial.1. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatankegiatan sosial lainnya. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. a) Tujuan dan isi kurikulum. Illihungannya dengan ekonomi lokal. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal.Innyo dengan faktor ekonomi.mT. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. . (4) mengkaji praktik politik dalam Ind.

Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. dengan bantuan bidang biaya dari dan pemerintah peternakan. 2. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. dan menilai bahan yang akan diujikan. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. . Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan pertanian mengembangkan bidang-bidang industri. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. sekolah di daerah berusaha industri mengembangkan poterisi tersebut. Mereka berusaha membuka diri. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat.c) Evaluasi. menyusun. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut.

politik. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. kesejahteraan masyarakat. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. masalah air. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah-masalah sosial. populasi. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. sosial. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. akibat pertambahan penduduk. Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. dan budaya. . Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Harold G. Shane menyarankan para pengembang kurikulum.

tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. termasuk bidang pendidikan. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. mesin pengajaran. dan motion film. pengajaran berprogram. pena dan tinta. overhead projector. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat.D. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. dan lain-lain. bisa . Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Dalam arti teknologi sistem. CD-rom dan internet. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). komputer. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. mesin pengajaran. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. seperti audio dan video casssette. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. sabak dan grip. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. Pengajaran dengan bantuan komputer. yaitu menekankan isi kurikulum. pengajaran modul. film slide. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. dan lain-lain.

yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Setiap . Pengajaran bersifat individual. pengajaran disusun secara system. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. video atau film. Objektif ini menggambarkan perilaku. Pada bentuk kedua. Tujuan. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. 1. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Pada bentuk kedua. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. bersifat "on-off'. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. b. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. yaitu: a. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. atau diprogramkan dalam komputer. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. memiliki beberapa ciri khusus. Metode. Pada bentuk pertama. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio.

Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). yang rnenggambarkan objektif. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. pada akhir suatu pelajaran. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. 1) Penegasan tujuan. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. Evaluasi. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. . c. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. 2) Pelaksanaan pengajaran. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Organisasi Indian ajar. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. 3) Pengetahuan tentang hasil. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. suatu unit ataupun semester. d. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri.

Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. Metode mengajar mereka cenderung seragam. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. sintetis. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . 2. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. konsep-konsep. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. menurut para ahli teknologi pendidikan. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. penyusunan kurikulum. tetapi bila sikapnya negatif. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis.

2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. standar perilaku belajar. Kedua spesifikasi. serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. perlu mempertimbangkan beberapa hal. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Hal ini menyangkut pasaran. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Keempat . Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Ketiga prototipe. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. Pertama. demikian juga format-format media. sebagai bagman dari.pengembang kurikulum yang lain. dan organisasi. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar.

merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. & Roberts. The Live Classroom. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. buku. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. (1975). Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. Proses pelaksanaan. dasar-dasar teori Gestalt. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. suatu komisi dan sebagainya. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. Buku Acuan Brown. tanpa melibatkan siswa dan guru. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. Robert S. E. Kelima mencoba hasil. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. umumnya ditentukan oleh pihak lain. serta para guru di sekolah. pemegang kebijaksanaan pendidikan.percobaan pertama. Sistem pendidikan. Bernice B. yang disebut Confluent Education. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. ahli kurikulum dan pengajaran. Curriculum Development: A Humanized System Approach. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. Apa yang dikupas dalam buku ini. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. kurikulum. New York: The Viking Press. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. konsep-konsep Confluent Education. (1974). George Isaac (ed). Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. Gilchrist. Pengajaran bersifat . sehingga perkembangannya lebih optimal. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. alat pelajaran dan lain-lain.

mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. hakikat manusia. Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. . bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. nilai dan tujuan perkembangan manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik.

yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. isi dan tujuan kurikulum. Ada yang mengartikannya secara luas. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. serta evaluasi. dan perkembangan masyarakat. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. yaitu isi sesuai dengan tujuan. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. proses atau sistem penyampaian dan media. Kesesuaian ini meliputi dua hal. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. A. isi atau materi. . Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum). kondisi. yang memiliki susunan anatomi tertentu. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. Ada yang memandangnya secara sempit. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. kebutuhan. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses.BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. kemungkinan dilaksanakan di kelas. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran.

Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. yaitu tujuan umum dan khusus.Telah dikemukakan bahwa. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. pencapaiannya memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. 1974: 5). dan menekankan pada perilaku siswa. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. . Tujuan kurikuler. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. jangka panjang. kebutuhan dan kondisi masyarakat. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. Yang terakhir ini. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. yang merupakan tujuan pokok bahasan. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. dan terbatas. dan jangka pendek. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. terutama falsafah negara. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. sempit. menengah. dalam kurikulum atau pengajaran. Kedua. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. tujuan memegang peranan penting. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Pertama perkembangan tuntutan. Dalam mempersiapkan pelajaran. Tujuan institusional. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya.

yaitu: gerakan refleks. . membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. verbal information. dan nilai-nilai. minat.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. dan karakterisasi nilai-nilai. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. menilai. Bloom. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. aplikasi. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. kecakapan jasmaniah. memberikan beberapa keuntungan: a. yaitu: menerima. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. pemahaman. yaitu: pengetahuan. dan evaluasi. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. gerakan-gerakan dasar. b. merespons. c. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. dan psikomotor. motor skills and attitudes (1974. mengorganisasi nilai. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. 23-24). Tujuan khusus. yaitu intellectual skills. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. analisis. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. sintesis. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. diberikan referensi dan sumber yang memadai. hlm. sikap. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. yaitu domain kognitif. kecakapan mengamati. cognitive strategies. afektif. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective).

d. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Kekurangan keahlian. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. dengan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. 2) kecepatan. Gagne (1974). Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. latihan dan pengalaman akan membawa guru-guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. b. yaitu: a. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. c. . Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. panjangnya dan frekeunsi respons. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. yang mudah diukur. 2) kondisi atau lingkungan psikologis. Rowntree (1974). dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pencapaiannya. Banathy (1968). 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa.

Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. sekuens bahan ajaran. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. yang mencakup komponenkomponen: tujuan khusus. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. a. lingkungan orang-orang. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. yaitu: 1) Sekuens kronologis. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. perkembangan historis suatu institusi. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. serta evaluasi hasil mengajar. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. Peristiwaperistiwa sejarah. dapat digunakan sekuens kronologis. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. strategi mengajar. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi".2. 2) Sekuens kausal. media dan sumber belajar. Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. alat-alat dan ide-ide. 3) Sekuens struktural.

(e) Interpretasi basil tes. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. dari yang sederhana kepada yang kompleks. berturut-turut . Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. 5) Sekuens spiral. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. 6) Rangkaian ke belakang. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). 4) Sekuens logis dan psikologis. Contoh. dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dikembangkan oleh Bruner (1960). Masalah cahaya. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c) dan siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. meliputi 5 langkah. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. (d) Pengetesan hipotesis. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. dari benda-benda kepada teori.dan pembiasan cahaya. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. dari fungsi kepada struktur. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. dari yang kompleks kepada yang sederhana. (backward chaining). pemantulan-pembiasan. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. (c) Pengumpulan data.

atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. hanya berbeda dalam pelakunya. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama.Meaningful Lerning. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. stimulus-respons learning. multiple discrimination.Discovery Learning dan Groups . Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. motor-chain learning. Reception/Exposition Learning . membandingkan. baik secara lisan maupun secara tertulis. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. a. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . Siswa tidak dituntut untuk mengolah.sampai dengan perilaku terakhir. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan.Discovery Learning. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. (Gagne. verbal association. dan problem-solving learning.Discovery Learning dan Rote Learning. 3. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. menerapkan. . concept learning. principle learning.Individual Learning. mengkategorikan. menganalisis. 1970: 63-64). Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. mengintegrasikan.

. b) rotereception learning. data.Individual Learning. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. Masalah pertama. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. Rote learning . Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar.b. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. konsep. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. dan d) rote-discovery learning. acuh tak acuh. yaitu: a) meaningful-reception learning.Meaningful Learning. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. c) meaningful-discovery learning. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. c. proposisi. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. siswa-siswa yang kurang dan lambat. Group Learning . dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. dalil.

roman muka. sosiodrama. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. kaset. pictorial. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. binatang. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. dan sebagainya yang diamati siswa.4. kecepatan. gerakgerik. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. dibuat di atas kertas. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. realita. televisi. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. video cassette. Untuk pengembangan segi-segi afektif. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. Interaksi insani. Pictorial. audio cassette. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. bergerak atau tidak. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. ukuran. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. dan komputer. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. permainan. dan lain-lain. yaitu Interaksi insani. penampilan fisik. film. sikap. peristiwa. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. Realia. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. c. a. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. disket. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. dan media lainnya. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. simulasi. simbol tertulis. benda-benda. . makhluk. b. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. objek studi siswa. benda. dan rekaman suara. film. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya.

Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. atau kerucut pengalaman. grafik. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . tetapi tetap efektif. paket program belajar. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. d. bagan. e. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. dan majalah-majalah. Dale (1969). buku paket. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. dan sebagainya. Rekaman suara. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. modul. yaitu: BAGAN 6. yang disebutnya Cone of Experience. Simbol tertulis.

Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. a. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar.5. strategi. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . diadakan suatu evaluasi. bahan ajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. strategi mengajar. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. penentuan sekuens bahan ajar. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. dan media mengajar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan.

pupils. 1979: 170177. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. Dalam norm referenced. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa evaluasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. Gronlund. sekolah. selain berfungsi menilai proses. 1976: 18-19. yang lebih bersifat relatif. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. dan (3) to increase retention and transfer or learning. ataupun nasional. (2) reporting learning progress to parents. Dengan demikian evaluasi formatif. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. Thorndike. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. daerah. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. 1976: 654). Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. satu semester. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. (2) to aid in motivating learning. and (3) improving learning and instruction. and school personnel. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. . satu tahun atau selama jenjang pendidikan.

bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak-pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. dan komponen populasi. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. dan masyarakat. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. 1974: 150-151). maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. guru. strategi dan media pengajaran. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. serta komponen evaluasi mengajar sendiri.b. baik evaluasi hasil belajar. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. keluarga. seperti observasi. analisis hasil pekerjaan. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. angket dan checklist. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . yang mencakup: siszva. spesialis pendidikan. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. studi dokumenter. organisasi. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. fasilitas dan biaya. Komponen apa yang disempurnakan. administrator. 6. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. Sesuai dengan prinsip sistem. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. metode. afektif dan psikomotor.

tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. yaitu: 1. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. . 3. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Problems centered design. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan.sesuatu informasi umpan balik. 2. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. kemudian menuju pada yang lebih sulit. Subject centered design. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. the disciplines design dan the broad fields design. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. Learner centered design. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. B.

maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan . Model desain ini telah ada sejak lama. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. Dalam subject centered design. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. a. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan.1. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. praktis. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. hal itu bertentangan dengan kenyataan. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. paling tua dan paling banyak digunakan. dan disempurnakan. dievaluasi. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. Atas dasar tersebut. dilaksanakan. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa.

Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. . bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan.Quadrivium. astronomi. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. sedangkan Quadrivium. bahan dikuasai secara verbalistis. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. Trivium meliputi gramatika. keterampilan. kesejahteraan keluarga. kimia. yang sedang berlangsung saat sekarang. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). matematika. membutuhkannya atau tidak. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). geometri. satu terlepas dari yang lainnya. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. ekonomi. dan lain-lain. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. tata buku. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. bahasa yang masih bersifat teoretis. dan musik. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. biologi. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. apakah mereka menyenangi atau tidak. dan retorika. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. logika. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian.

4. areas of living design dan core design. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. semuanya disebut subject. b. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. 3. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. mereka berusaha untuk memperbaikinya. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. 2. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Para pengembang kurikulum dari . Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. Bentuk ini sudah dikenal lama. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. Belum ada perbedaan antara matematika. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. maka penyusunannya cukup mudah. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. Dalam rumpun subject centerd.1. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. 5. seperti activity atau experience design. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi.

The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. psikologi. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Dalam model . disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. Pertama. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. c. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. kata mereka. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. Kelima. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. Keempat. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. dan sebagainya. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. Pertama. biologi. Kedua. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. Ketiga. sosiologi. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. Kedua. memahami konsep-konsep. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi. 2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah-masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design. 3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design. a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

Pertama. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. Kedua. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. Keempat. sama hainva dengan . Pertama. Ketiga. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Kelima. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. Dengan demikian. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kedua. dan dapat menginternalisasi artinya. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalahmasalah masa kini. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. sebagai akibat dari kesulitan pertama. Kelima. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Ketiga. tidak perlu dirangsang dari luar. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan.

baik. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. Di samping memberikan pengetahuan. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. . dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. bukan spesialis. b. nilainilai dan keterampilan sosial.kritik terhadap learner centered design. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. yang sifatnya terpisah-pisah. matang. (4) the activity/experience core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. (2) the correlated core. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. The separate subjects core. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). (5) the areas of living core. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. dan (6) the social problems core. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. (3) the fused core.

inflasi. Sosiologi. Seperti halnya pada learner centered.The correlated core. The areas of living core. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. kelaparan. Geografi. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. rasialisme. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. Sejarah. Penyusunan kurikulum the social problems core. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. dan sebagainya. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Antropologi. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. The activity/experience core. The fused core. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. The social problems core. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. perang senjata nuklir. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat.

tingkat kesukaran. Menu rut Joseph Royce. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau purapura. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. tetapi kenyataannya karena berbagai hambatan. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. dan kepercayaan (otoritarianisme). agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. tepat dan seimbang. minat. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. perasaan (intuisisme). The Unencapsulation design. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . pencetus konsep ini. baik secara kelompok maupun individual. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. seperti: kematangan.1. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. pengamatan (empirisme). Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. Beckers's Humanistic Design.

dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. 2) Dimensi sosial dan historis.J. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. (1984). teori teknologi belajar. (1986). Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. Kent L. Sesuai dengan anak judulnya. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. Konsep belajar. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. A. buku ini mengupas rencana pelajaran. Buku Acuan Romiszowski. teknologi proses. Instructional Technology. struktur tingkah laku atau keterampilan. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. struktur dan sistem pengajaran individual. serta . C. Frederick G. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu. mengembangkan. mengevaluasi. yaitu 1) Dimensi individu. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. struktur pengetahuan dan analisisnya. dan 3) Dimensi teologis. Knirk. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. New York: Nichols Publishing. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. merencanakan. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. Rinehart and Winston. pendekatan sistem. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. tersebut meliputi pengajaran dan belajar.daripada proses. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. A Systematic Approach to Education. New York: Holt. serta mengelola pengajaran. baik yang bersifat individual maupun kelompok. permainan. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. & Gustafson.

New Jersey: Educational Technology Publications. (1972). Sidney J. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. Englewood Cliff. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. (1979). Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Drumheller. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli.pengembangan dari masing-masing proses. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. diperdalam dengan pengkajian. Menurut penulis. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak .selama 10 tahun. Interaction of Media. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. Salomon. diskusi. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. Gavriel. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. Cognition and Learning. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . kurikulum dan pengajaran. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. teori dan strategi belajar-mengajar. yang meliputi: tujuan instruksional. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. khususnya media pendidikan.

Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. . dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.terpisahkan dari proses berpikir.

sosial budaya dan psikologis sekitar. Yang harus selalu . Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. waktu. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan. kemampuan. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. guru. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Dengan demikian. oleh kondisi lingkungan fisik. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. fasilitas. tempat maupun biaya. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. serta para pelaksana kurikulum lainnya. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya.

Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. B. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. Beberapa program pengembangan pendidikan. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. dosen. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . kurikulum khususnya. Ahli pendidikan.diupayakan oleh para penyusun. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. Anak-anak sekolah menengah. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Jerome S. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. ahli-ahli pendidikan selain guru. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan.

sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Pemahaman umum. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. dan kedua pemahaman umum (general understanding). pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). penilaian. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. dengan keindahan (ornamental). sintesis. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. Studi tentang transfer belajar.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Penguasaan struktur dalam . Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. yaitu antara kegunaan (useful). serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). Dengan demikian.

Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. Kedua. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. walaupun tidak mengetahui aturannya. mengutamakan pendidikan intelek. Pendidikan yang menekankan struktur. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. Keempat. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Dalam penyusunan kurikulum. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. umpamanya.penyusunan kalimat. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. . peranan struktur bahan. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. Pertatna. Pada masa lalu. Ada beberapa pertanyaan umum. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. Contoh pertanyaan umum. umpamanya. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. Ketiga. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar.

Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. Kedua. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. dan ini merupakan hal yang sangat penting. . yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide-ide dan sikap. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. Pertama. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. Pertama. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. Kedua. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. atau pekerjaanpekerjaan khusus.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Kemudian. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. terhadap murid biasa.

berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. mudah sekali dilupakan. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. perbc. persamaan. bila is belajar fisika. menarik minat dan memberikan manfaat. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. tetapi sesungguhnya metodi. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. Kedua. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama..daan di antara ide-ide. Agar . Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Menurut beberapa hasil penelitian. Anak yang sudah memahami latar belakang. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. memberikan kesempatan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Menemukan hubungan.

kaidah. Ide. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. C. prinsip tertentu. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. Ketiga. tetapi juga untuk mengingatnya besok. model. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. 1. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. Keempat. bagan. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. dan sebagainya.

dengan sedikit pernyataan tentang proses . Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. menggunakan prinsip penelitian. eksperimen dan analisis statistik. kedua. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Pada articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. Dua contoh pemahaman intuitif. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif.

pencapaiannya. analitis dan pembuktian-pembuktian. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. apakah induktif atau deduktif. Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. terutama dengan struktur pengetahuan. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. Dalam berpikir intuitif. memberikan kemungkinan pemahaman . Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. hipotesis dirumuskan dengan cepat.

diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. selangkah demi selangkah. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. mungkin juga tidak. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. Untuk selanjutnya. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. Prosedur heuristik dengan . Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. mengundang spontanitas. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis.dan pengalaman yang luas. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. adalah predisposisi. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan.

pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. dengan proses pemikiran analitis. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. atau pemrosesan Iebih lanjut. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. 2. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. bentuk yang belum selesai. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. sedang pada belajar bermakna siswa mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian.menggunakan analogi. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). Pemikir intuitif harus jujur. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. pengujian kondisi. simetri. Pada dimensi kedua.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari. a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang lebih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah-masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan membuktikan sendiri•percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya. 3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini. 4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Makna baru tersebut mungkin mengubah. Penguasaan dan penyimpanan. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. (2) mengingat dan lupa. Konsep-konsep baru yang kurang umum. Mengingat dan lupa. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. mempersempit konsep yang telah ada. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. . maupun yang menghambat lupa. Kekuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. ada yang kuat sekali. baik yang memperkuat penguasaan kembali. memperluas. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu.

Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. terputusputus dan terisolasi. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Ketidakjelasan. kekacauan. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep . Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif.5. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. karena terjadi hubungan secara arbitrer. Kekurangstabilan pokok. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. Pada belajar yang bersifat menghafal. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. 6.

kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. c. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim.b. D. kurang kuat. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Penguasaan konsep-konsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. Sebab lain. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya.

Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. disebut juga tingkat "concrete . ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Tingkat kedua. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Tingkat ketiga. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. dan bintang-bintang tidur seperti dia. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Menurut Piaget. merupakan masa anak sekolah. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan.1. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki konsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. masa antara 7 sampai 11 tahun. Pengajaran merupakan suatu translation. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik.

Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. perkalian oleh pembagian. Reversibility diperlukan. sarjana atau para pemikir lainnya. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Tingkat keempat. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu.operational". merupakan tingkat "formal operation". Operasi bersifat internalisasi dan reversible. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya.

Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. Kedua. tetapi terbuka. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. sebelum langkah pemecahan masalah. dapat dioperasikan dengan baik. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. . Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. transformasi. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. lebih kreatif. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. 2. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". Pertama. bahwa anak lebih spontan. Ketiga. minimal meliputi tiga proses. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. Hal itu akan sia-sia saja.konkret. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat.

kita manipulasi dengan beberapa cara. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. E. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. pemberian gelar juara. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. kurikulum. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. 3. . mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. dan sebagainya. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. episode-episode bahan pelajaran. Episode belajar dapat panjang. atau hanya beberapa konsep saja. juga dapat pendek. Orang yang lebih ideal. berisi banyak konsep. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. sebab merupakan sasaran akhir. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius).Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). tetapi merupakan spiral terbuka. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). penting.

apa yang harus diajarkan. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. Masalahnya. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. Persoalannya. adalah kurang tepat. sistem ujian. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. pendidikan guru yang efektif. audio visual aid. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). audio visual aid. film. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. Pembangkitan minat belajar pada anak. dan lain-lain dapat menimbulkan .tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). sistem kenaikan kelas. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. Pembangkitan motif belajar pada anak. Untuk yang lebih berjangka lama. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Penggunaan film. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. untuk mencapai hal tersebut. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas.

Motif belajar pada anak umumnya campuran. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya.kepasifan. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. . Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. antara otonomi aktif dengan menonton. ditentukan oleh sukses sebelumnya. antara yang bersifat sementara. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. jauh meninggalkan teman-temannya.

tang pendidikan yang baik. Toronto. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. kepala sekolah. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. . (1985). kegiatan guru dalam kelas. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. musik. mereka perlu memahami pemikiran guru. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. Sesuai dengan judul bukunya. pengawas. Pendidikan seni. John. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. Inquiring Into the Teaching Process. Buku Acuan Hosyom. didorong untuk berpikir. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. berbuat dan mengadakan studi sendiri. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. berinkuiri dalam profesinya. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. ahli kurikulum. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. F. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. inquiring.

Bertolak dari kenyataan itu. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. Fenstermacher. London: Longman.. Lance E. Jonas F. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri.al.Joice. et al. dan ganjaran. et. Approaches to Teaching. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. Bruce R. dipersiapkan dan dilatih. Guru sebagai perencana pengajaran. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. (1984). London: Teachers College. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. Illinois: Charles and Thomas. Springfield. Bedwell. Publication. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran.. sebagai pelaku yang efektif. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Columbia University. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. New York. hukuman. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. Secara garis besar ada tiga pendekatan. sebagai komunikator informasi. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. yaitu pendekatan: executive. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. konteks sosial dan teknis pengajaran. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. New York. and Soltis. (1981). Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Gary D. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Flexibility in Teaching. (1986). therapist dan .

Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. . dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. pembebas pribadi siswa. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. pengembang pribadi yang utuh.liberationist. Dalam pendekatan eksekutif. rasional dan bermoral. otonomi.

pengetahuan. dan perkembangan masyarakat. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. pejabat pendidikan. Pewujudan konsep. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . isi. penilai. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. isi. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dialah sebenarnya perencana. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. prinsipreigansi. ahli bidang ilmu. prinsip. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. pendidik. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. Pertama. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. 1. alat. keluarga. Oleh karena itu. nilai-nilai. nilai. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. dan. pelaksana. metode. kebutuhan. Di sana semua konsep. pengetahuan. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. prinsip. dan perbuatan pendidikan. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. maupun masyarakat. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat.

Oleh karena itu. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. di sini dan ditempat lain. isi. dan latar belakang anak. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. sederhana. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Prinsip kelima adalah efektivitas. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. dan Perguruan Tinggi. baik keterbatasan waktu. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . Walatipun kurikulum tersebut hams murah. alat. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. maupun personalia. dan penilaian. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. SMTA. menggunakan alatalat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip keempat adalah praktis.tersebut. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. proses penyampaian. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. yaitu antara tujuan. mudah dilaksanakan. dengan kelas lainnya. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. biaya. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid.

pengalaman belajar. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . isi pendidikan. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. dan penilaian. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan.

Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. Ketiga ranah belajar. jangka menengah.2. dan jangka pendek (tujuan khusus). dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. dan dari berbagai media massa. 2. dan penilaian. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. dihimpun melalui angket. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Penelitian. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. 6. Untuk hal tersebut diperlukan . 3. wawancara. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. observasi. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. isi. 3. sikap. 5. 1. 4. Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan. sikap. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. dan keterampilan. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. yaitu pengetahuan. Survai tentang manpower. pengalaman belajar. 2. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum.

Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. pembiayaannya. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. afektif dan psikomotor? 5. Kalau ada alat yang harus dibuat. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. waktu pembuatan? . Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. 1. siapa yang membuat.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat.

apakah dalam bentuk modul. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Bagaimana kelas. paket belajar. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. yaitu: administrator pendidikan. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. usia. . afektif. ahli pendidikan. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. dalam ranahranah kognitif. Tuliskan butir-butir test.3. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. dan lain-lain? 4. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. dan psikomotor. 2. ahli kurikulum.

Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. guru-guru. la merupakan figur kunci di sekolah. 1. dan orang tua. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. kepala kantor wilayah. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat.ahli bidang ilmu pengetahuan. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. guru. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru di kelas. . pusat pengembangan kurikulum. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah.

Oleh karena itu. model desain. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. . pemilihan sistem dan model kurikulum. model media. baik ahli pendidikan. maupun model evaluasinya. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. baik model konsep. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. model pengelolaan.2. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. perkembangan tuntutan masyarakat. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. model pembelajaran. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. sebab apa yany. ahli kurikulum. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah.

ia juga seorang komunikator. pengembang alat-alat belajar. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar muridmurid dalam kelas. penyusunan organisasi. Dia adalah perencana. pendorong kegiatan belajar. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. Berkat keahlian. nilai-nilai utama masyarakat. Dialah yang mengolah. manajer sistem pengajaran. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum.3. pencoba. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. pelaksana. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. .

Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. 1. pameran sekolah. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. usaha yang sungguh-sungguh. dan sebagainya.4. seminar. C. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Pertama. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. minat yang penuh. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. pertemuan orang tua-guru. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. lokakarya. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Kedua. laporan sekolah. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi .

yaitu program D2. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. petani. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. D3 dan Sl. dan sebagainya. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. masyarakat kota atau desa. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. STKIP) melalui berbagai program. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. 2. .Keguruan (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. pedagang atau pegawai. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. FKIP. Penguasaan ilmu. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. fisik.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. ekonomi. D. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. merevisi metode serta isi pengajaran. guruguru dari setiap jenjang pendidikan. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. kepala sekolah. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. sosial. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. kelompok vokasional. etis. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. dan moral. budaya maupun nilai politis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. baik nilai moral. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. chr. etika. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset.iiis. menghilangkan duplikasi. . keagamaan. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. politik. kelompok intelek. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal.. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. kelompok sosial. dan sebagainya A. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". estetika. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. TK sampai rektor universitas.3. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu.

tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang .Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Hambatan lain datang dari masyarakat. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Keberhasilan pendidikan. Untuk pengembangan kurikulum. E. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Hambatan pertama terletak pada guru. Hal itu disebabkan beberapa hal. Kedua kekurangsesuaian pendapat. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. Pertama kurang waktu. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan.

administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. landasan-landasan. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya.digunakan. ahli kurikulum. pejabat di bawahnya. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. Roger's interpersonal relations model. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. Beauchamp's system. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. the demonstration model. kebijaksanaan. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. Taba's inverted model. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. the systematic action research model dan emerging technical model. ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. administrator pendidikan (apakah dirjen. . 1. ahli disiplin ilmu. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. guru-guru bidang studi yang senior. para ahli pendidikan. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. yaitu: the administrative (line staff) model. teknologis dan rekonstruksi sosial. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. the grass roots model.

Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. satu atau . Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Model pengembangan kurikulum yang pertama. Karena sifatnya yang datang dari atas. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. dan dinilai telah cukup baik. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Pengembangan kurikulum dari atas. 2. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. maupun sekolah. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. yaitu guru-guru atau sekolah. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. daerah. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. tidak selalu segera berjalan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. terutama guru-guru.

Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. fasilitas. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. 2. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. and Shores 1957: 429). atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. goals. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Stanley dan Shores (1957: 429). If teachers share in shaping the goals to be attained. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. As people meet in face-to-face groups. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. and in judging and evaluating the rusults. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. 3. and solving the problems to be encountered. akan lebih baik. 4. 1. and plans (Smith. in selecting. Stanley. their involvement will be most nearly assured. 3. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. pengembangan kurikulum model grass roots. . Apabila kondisinya telah memungkinkan. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. defining. pelaksana. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan.

Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. memilih isi dan pengalaman belajar. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. politikus. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. para penulis dan penerbit buku. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. apakah peranan mereka?. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah.Pertama. kecamatan. para pejabat pemerintah. yaitu. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. serta kegiatan evaluasi. (2) Bila ya. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. kabupaten. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. (1) . yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. apakah suatu sekolah. dan pengusaha serta industriawan. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. propinsi ataupun seluruh negara. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. Kedua. menetapkan personalia.

(2) evaluasi desain kurikulum. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. baik kesiapan guruguru. Langkah ini minimal mencakup empat hal. siswa. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Pertama. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. (3) evaluasi hasil belajar siswa. datang dari bawah. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. fasilitas. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. 4. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . Menurut Smith. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru.Membentuk tim pengembang kurikulum. Keempat. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. Model ini umumnya berskala kecil. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. bahan maupun biaya. Stanley. implementasi kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru.

Keempat. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. pusat pengembangan kurikulum. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. . dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. 5. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus.guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan-enggan. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. Pertama. direktorat pendidikan. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis.pendidikan sebagainya. yang berwewenang seperti. kurang bersifat formal. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. adalah bagi guru. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. dan Bentuk yang kedua. Kelemahan model ini. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. Kedua. Ketiga. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme.

Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Langkah kedua. Langkah keempat. 7) Mengevaluasi. 4) Mengorganisasi isi. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. 3) Memilih isi. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Hal itu dilakukan. Langkah ketiga. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. 5) Memilih pengalaman belajar. Pertama.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. 1) Mendiagnosis kebutuhan. mengadakan revisi dan konsolidasi. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. 1962: 347-379). Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. menguji unit eksperimen.

tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. 6. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. . alat dan bahan juga biaya. pemilihan target dari sistem pendidikan. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Pertama. Langkah kelima. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. mereka hanyalah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. implementasi dan diseminasi. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. developing. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. tidak formal. changing). Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. fasilitas.

He accepts innovative. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. rather than insisting on conformity. He is more able to listen to students. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. 4. dengan beberapa tambahan. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. . tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. He is more person oriented and democratic. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. 1967:722). 1967:724). 7. 2. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. He has less need to protect bureaucratic rules. Langkah ketiga. 6. 5. 5. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik.1. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. 3. peers. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. 1. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. 4. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. 2. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. He works through these feelings toward a realistic solutin. torublesome ideas from students. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. 3. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. He communicates more clearly and realistically to superiors. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content.

partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. litho fallibly human beings. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. 6. serta wibawa dari pengetahuan profesional. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. is tidak mementingkan formalitas. siswa guru. data. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. dan sebagainya. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . Langkah keempat. rancangan tertulis.um•. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. dengan anak. mempunyai . Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. 1967:725). guru. 4. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. encounter group dan Training Group (T Group). Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. dan dengan guru. sekolah dan organisasi masyarakat. Rogers juga menyarankan. struktur sistem sekolah. pengusaha. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. He discovers that he is responsible for his own learning 5. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. tokoh masyarakat.1(liiiiii istr. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. dan lain-lain.3. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. siswa. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. 7. para orang tua.

menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. mengadakan kajian secara saksama tentang masalahmasalah kurikulum. Kedua. bagaimana anak belajar. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. 8. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi.pandangan tentang bagaimana pendidikan. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. mengidentifikasi tahap- . di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. serta tindakan pertama yang hams diambil. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. The system analysis model. The Behavioral Analysis Model. dan mengidentifikasi faktor-faktor. (3) The computer based model. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana yang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. ketiga. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. Langkah pertama. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. Langkah.

A New Approach. Kenneth I I. F. metode kasus). Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. permainan. metode yang bersifat afektif (role playing. sosiometri. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. Curriculum Planning. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. (1982). simulasi. The Professional Teacher's I landboolt. sosiodrama. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. Boston: Allyn and Bacon. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. Karena . debat. Boston: Allyn and Bacon. Glen. diskusi. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. Buku Acuan Hoover. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. Hass. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. ceramah). The Computer-Based Model. (1980).tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. Inc. kelompok besar (seminar. Langkah keempat. guru dan calon guru untuk memahami.

Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan.ditulis oleh begitu banyak orang. belajar. . perencana dan pengembang kurikulum. faktor-faktor sosial. dan kriteria kurikulum. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. sekolah menengah. pengetahuan. tersusun secara sistematis. Keseluruhan isi buku ini. buku ini boleh dikatakan komprehensif. perkembangan individu. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. pendidikan tinggi dan orang dewasa. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. sekolah dasar.

Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. 2. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. 3. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. memilih bahan pelajaran. secara berangsur. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . Pihak yang memandang ada hubungan.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum.

teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. kemampuan dan unjuk kerja guru. sarana. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas.A. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. dan lain-lain. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. yang menekankan pada What ought to be. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. fasilitas dan sumber-sumber belajar. yaitu meliputi: . Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. Juga terjadi sebaliknya. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula.A. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya. Becher. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu.R. kemampuan dan kemajuan siswa. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. Konsep R. Sebagai contoh. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif.

mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. Doll (1976). agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. 1976: 364). comprehensiveness. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. Tes standar tersebut ada . Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. yaitu acknowledge presence of values and valuing. punya tujuan atau sasaran yang jelas. it scope. One dimension is that of quantity. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. continuity. the quality of personnel in charger of it. 1966: 303). the degree to which objectives are implemented. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. 1962: 310). the relative importance of various subject. diagnostic worth and validity and integration (Doll.Objective. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. the capacities of the students. 1976: 362-363). Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. orientation to goals. the equipment and materials and so son (Taba. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright.

Ketiga. scholastic aptitude test. interest inventories. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. B. Strategi pengembangan yang menekankan isi. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. special aptitude test. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. Penekanan kepada isi kurikulum. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. 1966: 306). survey test. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. (Writht. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. interviews. Kedua. Pertama. dan lain-lain. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. temperament and adjustment inventories. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. dan lain-lain. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum.teori tentang kurikulum. pada dasar-dasar filosofis. diagnostic test. nominating techniques. and annecdotal records. yang lain pada inovasi. . karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. prognostic aptitude test. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum.

Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. seperti kurikulum pedesaan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. pegunungan dan sebagainya. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. Ini merupakan engineering approach. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya.Apapun titik tolaknya. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. kurikulum daerah pesisir. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. seperti kurikulum pedesaan. sesuatu yang baru atau diperbaharui. kurikulum daerah pesisir. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). sesuatu yang akan diwariskan. Penekanan pada situasi pendidikan. dibandingkan dengan . pegunungan dan sebagainya. bersifat khusus. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. bersifat khusus. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Penekanan pada situasi pendidikan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where).

peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. Secara teoretis. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Penekanan pada organisasi. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi.kurikulum yang menekankan isi. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka.organisasi. alam setempat. dan didorong untuk berinovasi. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. menyatakan kreativitasnya. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Siswa mempunyai kesempatan. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. pengajaran modul.

dan konsep organisasi memberi perhatian . perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. sintesis. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. kurikulum yang menekankan pada organisasi. Lebih jauh. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum.peranan utama. dan evaluasi). menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. isi kurikulum tidak spesifik. tesnya akan lebih banyak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Konsep kurikulum yang menekankan isi. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. tetapi seperti telah diutarakan di muka. biologi dan social. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. berbeda dengan yang menekankan situasi. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. C. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur.

meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. Kurikulum yang menekankan situasi. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). para administrator. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil-hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal.besar pada struktur dan sekuens belajar. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. dan para siswa. individual. dan khan. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. Kurikulum yang menekankan organisasi.

Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. dengan kriteria yang khusus pula. tugas evaluasi lebih sulit lagi. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Teori kurikulum dan teori evaluasi. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. tetapi terdapat banyak tujuan. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga.

merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. sejarah. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. evaluasi dan penentuan keputusan. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. . Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. Evaluasi sebagai moral judgement. (4) 1(. struktur serta interest sendiri. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. Hal ini mengandung dua pengertian. evaluasi. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. dan konsensus nilai. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Kedua. juga di negara-negara lain. D. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum.

tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. minimal meliputi dua kegiatan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. obtaining and providing useful information for delinating. Nilai-nilai . Dalam kegiatan yang kedua. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. mengalami perkembangan pula. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). Stake (1976). Hal itu tidak benar.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. pengumpulan data. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Oleh karena itu. or bad. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil.

hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. sesuai dengan posisinya. yaitu: guru. apakah hasil evaluasi . murid. dapat timbul ketegangan atau konflik. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. para inspektur. dan sebagainya. pengembang kurikulum. pengembang kurikulum.rid. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. para sponsor. dan sebagainya. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. dan sebagainya berbeda-beda. Jadi. orang tua. Evaluasi dan penentuan keputusan. atau dari subjek yang dinilai. inspektur. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. kepala sekolah. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. Masalah yang timbul adalah. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah.tersebut baik dilihat dari evaluasi. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid.

Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. Mereka mempunyai sudut pandangan. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Sudah tentu jawabannya belum tentu. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. ahli politik. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. guru. administrator. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. penerbit. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. pengembang kurikulum. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). ahli ekonomi. murid. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Evaluasi dan konsensus nilai. . Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. dan seterusnya. arsitek. dan sebagainya. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai.

tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku-buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Westminster Shorter . Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Dengan adanya ujianujian tersebut. E. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung.

maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. yaitu evaluasi birokratik. kurikulum. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. fasilitas sekolah. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. pembiayaan sekolah. yaitu menilai tentang keadaan murid. keseragaman sekolah. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. . Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. dan demokratik. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. Barry Mc Donald (1975). Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. guru. otokratik. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation.

Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. tentang program-program pendidikan. musyawarah. and accessibility). Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. Evaluasi demokratik. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh.Evaluasi birokratik. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. dan efisiensi (efficiency). penggunaan (utility). merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). kedudukan . Evaluasi otokratik. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. negosiasi. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service).

1. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. meliputi sejumlah prosedur. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. F. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. anak dapat disamakan dengan benih. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. . Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. meliputi banyak kegiatan. memiliki banyak segi. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Beberapa macam benih ditanam pada petak-petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama.

2. tes hasil belajar dan sebagainya. treatment. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. kesulitan administratif. Pertama. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. variabel yang terkontrol.Comparative approach dalam evaluasi. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. pengaruh guru. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. Kedua. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. Besarnya sampel. masalah teknis dan logis. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang.guru tersebut sukar dikontrol. kurikulum . adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Ketiga. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. Pertama dalam model objektif. Keempat. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Kedua. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. hipotesis. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal.

4. 1. yaitu knowledge. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). synthesis dan evaluation. analysis. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. comprehension. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Pada tahun 1950-an Benyamin S. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. 2. application. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). 3.

Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Suatu prosedur program testing.1. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. Kegiatan guru dalam kelas. 2. 6. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. Kegiatan murid dalam kelas. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. tingkattingkat dan unit-unit. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. 3. Untuk mengikuti program pendidikan. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. . Materi dan alat-alat pengajaran. 4. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Prosedur pengelolaan kelas. 3. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. Pedoman perosedur penulisan. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. dan 7. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. 5.

maka mulailah pekerjaan komputer. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. 5. 4. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. dan model CDPP. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. 2. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). 3.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. . Pelaksanaan program. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. seperti model EPIC. dapat disiapkan tes tambahan. CEMREL. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum).

tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. BAGAN 9. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. Malcolm (ed). educational spesialist. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . (1984).bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. yang meliputi organization. testing nasional. London: Houder and Stoughton. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. method. affective dan psychomotor. teacher. dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. facilities and cost. Evaluasi model EPIC G. content. adminsitrator.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. Buku Acuan Skillback. 1976: 374). Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. family and community (Doll. riset lapangan. Evaluating the Curriculum in the Eighties. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. hasil evaluasi kelembagaan.

Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. (1971). and Decision Mak.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Itasca. ahli evaluasi kurikulum. Educational Evaluation. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Inc. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. Illinois: F. dan ahli adrninistrasi pendidikan. Peacock Publishers. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. . Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Stufflebeam. secara konseptual.E. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan.ing. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. ahli pendidikan. Daniel L et al.

8. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. Memiliki kode etik. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. 4. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. jika hilang salah satu komponen. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. 6. Ketiganya membentuk suatu triangle. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 5. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. peserta didik. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. hilang pulalah hakikat pendidikan. . tetapi tidak dapat digantilcan. 10. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Mendidik adalah pekerjaan profesional.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. 9. 7. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. 3. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. yaitu: 1. Pendidik. Sebagai pendidik profesional.

administering.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. 2. Unifying the group. 10. 12. reporting. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. problems. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. 5. Participating in school activities. showing how. 8. 9. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal. atau setiap orang bisa mendidik. recording. 6. Diagnosing learning problems. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. 7. informing.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Participating in professional and civic life. not as a rating scale.tugas pendidikan. Clarifying attitudes.tions of teaching: 1. 3. Making curriculum materials. 4. Raths (1964). beliefs. Memang hal itu sukar dihindari. 11. Louis E. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Pada sisi lain. Enriching community activities. directing. Explaining. Giving security. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. . The points are proposed. Organizing and arranging classroom. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. Initiating. Evaluating. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas.

6. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. c. Pemahaman. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Pengelolaan program belajar-mengajar. Penguasaan proses kependidikan. penghayatan. yaitu: 1. 8. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. . 3. Kemampuan personal yang mencakup: a. keguruan dan pembelajaran siswa. c. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. b. Pengelolaan kelas. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. Penilaian prestasi siswa. Kemampuan profesional. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. 2. 4. b. Penguasaan materi pelajaran. yang mencakup: a. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 3.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. yaitu: 1. Kemampuan sosial. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. 5. 10. 2. 9. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok.muannya. 7. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran.

ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. idealisme dalam pendidikan. bangsa. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi.situasi tersebut. bahkan setiap orang. bekerja secara mekanistis dan formalitas. seperti kepemimpinan. dan penguasaan bidang studi. terhadap pekerjaan pendidikan.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me. dan sebagainya. belum dirinci lebih jauh. dan kemanusiaan.ngajar. untuk melahirkan generasi pembangunan. terhadap para siswanya. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. untuk mencerdaskan bangsa. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. menghidupkan . yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. Dua kemampuan terakhir dari Rath. karyawan. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. atau generasi penerus yang lebih andal. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. hubungan sosial. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). baik yang berasal dari disiplin ilmu. juga penguasaan kemampuan sosial. bagi pendidikan. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. dan komunikasi dengan orang lain. maupun dari kehidupan masyarakat. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. padahal cukup penting. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. dan sebagainya. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya.

guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. seperti pada Bagan 10. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. mungkin mencampurkan dua. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Tanpa idealisme dan rasa cinta. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. pendorong dan pembimbing. Dengan demikian. B. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. guru adalah pelatih kemampuan. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Dalam konsep pendidikan klasik. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. guru lebih berperan sebagai pengarah.1 . Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). Model.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. Dalam praktik pendidikan di sekolah.

pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang-bidang lain. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. efektif tidaknya perlakuan . dan melaksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. tidak ada yang berlaku umum. dan sebagainya. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. fasilitator. Jadi. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. Tepat tidaknya. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. pembimbing dipandang model baru.BAGAN 10. pembimbing. pendorong. pendorong. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. yaitu siswa. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. karena kondisinya mendukung. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. di samping kendala-kendala tertentu pula.

bersikap menerima. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. dan menghormati gurunya. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. dengan cara itu. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. Antara siswa dan guru perlu terjalin kerja sama yang baik dalam belajar. Guru perlu menyenangi siswanya. Jadi. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Sebaliknya siswa juga harus menerima. berpikir. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. guru harus memberikan kesempatan. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. antara guru dan orang tua siswa. mengerti. melakukan penalaran. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. antara guru dan administrator. tetapi dengan tugas yang berbeda. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. dan membantu. Minat dan pemahaman. akan meningkatkan hasil belajar mereka. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. menyenangi. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. Di samping itu.

PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. Dengan . Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. disesuaikan dengan kondisi tersebut. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. yang berbeda dengan individu lainnya. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. tetapi karena alasan-alasan tertentu. disesuaikan dengan kondisi siswa. tetapi dengan tugas yang berbeda. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Di sekolah. kecepatan belajar. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. Pertama. kemampuan.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. karakteristik dan problem-problem sendiri. "pendekatan multi metode-multi media". Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. keunggulan dan kekurangannya. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Kedua.kemampuannya. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua.

Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga. daerah. serta memberikan standar . Sekolah Menengah Umum. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. atau di luar kegiatan pembelajaran. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. desentralisasi. karena sering terjadi pergantian kegiatan. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. dan penilaian. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. atau jenjang/jenis sekolah. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam.menggunakan metode dan media yang bervariasi. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. bantuan.desentral. C. Pemilihan . Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. antara me. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. pengawasan. mengolah. menyajikan. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach.ing dan pengayaan. dan sentral. pengarahan dan bimbingan dari guru. kegiatan pembimbingan.

ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. Pertama. wilayah negara Indonesia luas sekali. dan manajemen yang mapan. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah.bangan intelek. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. sukar sekali.beda. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. dimonitor dan dievaluasi. Sekolah yang lain kondisinya sangat memprihatinkan. fasilitas yang memadai. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. juga model ini mudah dikelola. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. ketidakadilan dalam menilai hasil. Kedua. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. Keem pat. prosedur dan alat penilaian serta standar . Kedua. karena memililci personalia. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. dan fasilitas. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. alam dan sosial budayanya. Ketiga. waktu. Dalam kurikulum yang seragam. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda.

meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. kemampuan dan fasilitas sekolah. Terlepas dari pro dan kontra. dan sebagainya. atau meliputi seluruh wilayah. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. pelaksanaan dan evaluasi. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. ketidakjujuran dalam penilaian. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak.2 Bagan 10. Ketiga. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. sosial budaya. yaitu tahap perancangan. atau kurikulum tertulis.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum.penilaian. tingkat intelek. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam.

menciptakan situasi . bahan pelajaran. semesteran. kesungguhan. satu catur wulan. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi.1. satu semester. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. kecakapan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. Kurikulurn untuk saw tahun. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. disebut satuan pelajaran. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. Program tahunan. metode dan media pembelajaran.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. semesteran. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. Penyusunan kuri. Guru hendaknya mampu memilih. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. Guru menyusun kuriku. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. catur wulanan. dan ketekunan guru. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. minat dan tahap perkembangan anak. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. catur wulanan. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. yang terdiri atas para ahli. dan evaluasi. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. menyusun dan melaksanakan evaluasi.

guru) untuk mengembangkan din. Kelebihan-kelebihannya. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. finansial maupun manajerial. bentuk ini kurang tepat. kebutuhan. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. 2. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. . sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. baik kemampuan profesional. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di •samping juga kekurangan. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. tetapi kurikulum ini cukup realistis. memberikan pengarahan dan bimbingan. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya.kompetitif dan kooperatif.

dasar keguruan. Guru-guru turut berpartisipasi. atau satuan pelajaran.desentralisasi. . Dalam kegiatan seperti itu. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. penyusun. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. Sebagai contoh. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. tetapi peren. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. pemikir.kan.cana. institut. satu berbeda dengan yang lainnya. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. yaitu bentuk sentraldesentral. Tiap universitas. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna.

Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. peralatan sekolah dan peralatan belajar. gedung. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak.D. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. clan perguruan tinggi. Tanpa kelas. guru. dan tenaga kependidikan lainnya.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. Pendidikan Guru 1. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. SLA. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Di samping itu. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. Masalah pertama kuantitas pendidikan. Kecuali di sekolah dasar. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. gedung dan peralatan sekolah. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran.

pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. serta penilaian atas hasil kerja mereka. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . minimal satu bidang spesialisasi.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. sedangkan pelatihan dalam jabatan. adalah karena faktor guru. 2. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. yaitu pendidikan umum. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). SLP. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. Pertama. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). yang lain perlu pembinaan lagi. SLA maupun perguruan tinggi. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. Keempat. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. lisan. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. seperti: tes tertulis. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. Ketiga. kecakapan. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. Kedua. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok.

2. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. . Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). 3. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Kelima. 5. 4. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. para guru dan pelaksana pendidikan.dengan baik. b. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. yaitu: perencanaan. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. irnplementasi. 3. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. 4. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru.ram. Rencana program bersifat menyeluruh. a. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. 2. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. Prosedur penerimaan siswa. yang akan menjadi acuan. Implementasi program 1. baik dalam pengembangan. Perencanaan program 1. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. personalia. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog.gotaan dalam profesi guru. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). penguasaan pengetahuan. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. dan isi program serta keang. bidang studi dan profesi kurikulum. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif.

2. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. agama. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. dan sosial ekonomi. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. ras. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. Bahan pelajaran 1. 2. 6. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. d. 2. 4. c. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya.5. 3. pemecahan masalah dan kreativitas. lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam . 7. Dosen. Dosen program. bahasa. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Isi program 1. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Personalia program 1. 5. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar.

2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. e. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak-anak yang berkelainan. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. atau penerapannya secara berangsur-angsur. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. bukan cetak dan alat-alat teknologi.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. . Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. walaupun untuk butir. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru.

Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru.tang program dan standar program pendidikan guru. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. Ketiga. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. harus: Keempat. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. tetapi juga bisa banyak. membutuhkan beberapa hal. belajar berlatih dan berbuat banyak. Pertarna. Sudah siap dan akan siapkah para dosen dan guruguru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program.Idnkan para siswa calon guru. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. ten. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. Kedua. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau .

Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. . Penilaian kompetensi siswa:  Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama.  Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum.  Harus objektif. dan minilai situasi atau perilaku. menginterpretasikan.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. b.  juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). karena dipandangnya lebih luas.  Dapat dikenal secara umum. Kompetensi (pengetahuan. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:  Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. c. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan.

Di samping dua komponen PGBK di atas. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. dengan unsur-unsur (tujuan. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. prasyarat. d. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. f. personal dan independen. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda.d. pra-penilaian. siswa pasca-penilaian. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. b. c. e. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. dari guru atau dari dirinya sendiri. dan perbaikan) kemampuan ditujukan tertentu. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. 3. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. menguasai kemampuan- Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. 2. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. kegiatan membantu pembelajaran. . Pengajaran bersifat individual dan personal. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. e. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem.

harus mampu mendiagnosis. d. 5. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. Program pengajaran berpusat pada lapangan. g. 2. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. f.lem pengajaran. 3. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. Dalam keputusan is ambit secara rasional. ia pula yang mencobanya.a. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. . Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. keterampilan pengetahuan. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. c. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. 4. b. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. e.penelitian. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas.

Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. 13. intelektual siswa. Dewasa ini penyiapan . Mendiagnosis kebutuhan emosional. 6. emosi. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 7. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. sosial. 12. 8. FKIP. 4. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. 10. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. jasmaniah. 3. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. 9. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. 14. FKIP. 15. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. 4. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial.Menurut Robert Houston dan Howard L. 2. jasmani dan intelek siswa. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. IKIP. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. 11. yaitu: IKIP. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru.

dan STKIP. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. FKIP. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. berada langsung di bawah Mendikbud.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. tetapi dasar. dan STKIP. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). FKIP.gelar pada keahlian profesional. Di. rentang studi 4-6 semester. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. sedang non. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. Program non-gelar disebut juga program Diploma. program gelar clan non-gelar. jurusan. dan rentang studi 2-4 semester. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. yaitu IKIP. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. dan program studi. FKIP. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. ada tiga jenjang program gelar. FKIP. tujuan dan misinya sama. LPTK (IKIP. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru.ploma II paket kurikulum 4 semester. Selama ini .ter di atas SMTA. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. mempunyai jumlah fakultas. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester.

Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. Akta I setelah memiliki 20 SKS. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. dan pendidikan luar biasa. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. masing. bahasa dan sastra. pendidikan luar sekolah. teknik dan kejuruan. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). Akta II setelah memiliki 60 SKS. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Untuk tenaga guru SLTP. Ada lima jenjang program Akta. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. Akta III setelah memiliki 90 SKS. bidang bimbingan dan konseling.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. Prinsip penting . baik bidang studi maupun kependidikan. kelompok pendidikan ilmu sosial. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. teknologi pendidikan. yaitu guru dan non-guru. STLP maupun SLTA. administrasi pendidikan. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. Selain kedua program di atas. yaitu program Akta. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. matematika dan ilmu pengetahuan alam. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. serta olah raga dan kesehatan. harus mengambilnya secara terpisah.masing beban studinya 20 SKS. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK.

Buku Acuan Cruickshank. yaitu membina dan mengawasi . Englewood Cliff. et a!. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. dan bidang studi 100-116 sks. New Jersey: Prentice Hall Inc. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. dasar kependidikan 12 SKS. Pertama. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. Donald R. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. E. dasar kependidikan. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK adalah tekanannya pada pengembangan kemampuan. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. proses belajar-mengajar 18 SKS. masalah afiliation. (1980). Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. Teaching is Tough. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. control. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Kedua. proses belajar-mengajar dan bidang studi. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS.

Boston: Allyn & Bacon Inc. Edmund T. and Glickman. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. Wolfgang. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. et al. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Behavior Modification model. parent relation and home condi. Englewood cliffs. Reality model dari William Glasser. New Jersey: Prentice Hall Inc. terutama masalah siswa dalam kelas. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. Penulis menegaskan bahwa. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. student success. Kelima adalah time. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas.tion.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Emmer. Classroom Management for Secondary Teachers. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. (1980). (1984). tetapi banyak cara. Carl D. Charles H. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Masalah keempat adalah. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Buku ini menguraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Ketiga. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Solving Discipline Problems. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya.

Andrew I. pelaksanaan pengelolaan. berdiri sendiri. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. memberikan ganjaran dan hukuman. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. Schwebel. Bagaimana kurikulum. et al. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. memelihara perilaku siswa. mengelola kegiatan siswa. The Studnet Teacher's Handbook. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. pengawas dan orang tua siswa. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. mengelola kelompok-kelompok khusus. .langkah: perencanaan. Sesuai dengan judulnya. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. (1979). New York: Barners & Nobles Books. dilakukan sebelum tahun ajaran. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. bagaimana menyusun persiapan mengajar. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. kepala sekolah. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. bagaimana memecahkan masalah siswa. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. dengan guru lain. kepala sekolah.

(1983). (1986). George I. Brandes. Toward A Coherent Curriculum. P. New York: McGraw Hill Books. Oxford. S. F. Alexandria. New York: The Viking Press. Apeid. Brown. Morris L. Co. (Ed). Regional Office for Education in Asia and Pacific. Brown. Beanne. The Student Centred School. (1975). Virginia: ASCD. Conny R. (1992). (1975). C. Beauchamp. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. D & Ginnis. Anwar Jasin. Bangkok: Unesco. 1984. Jr. Great Britain: Simon and Schuster Education. (Ed). J. (1987). (Ed). (1981). . Wilmette. J. C.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. (1993).E. Beanne. Iskandar (1980). Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah.F. (1984). Curriculum Inquiry. Jakarta: Balai Pustaka. & Toepfer. Chambers. Ivor K. Inc. Ditjen Dikti Depdikbud. George A. Psychological Foundation of Education. Massachussetts: Alyn and Bacon. UK: Blackwell Publisher. Instructional Techniques. (1995). Bigge. Raka Joni. Teknologi dan Perkembangan. Davies. The Achievement of Education. James W. Newton. The Live Classroom. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Trends in Instructional Technology. (1980). Curriculum Theory. & Hunt. (1981). Cornnelly. Maurice P. Jakarta: LP3ES. Beeby. New York: Harper & Row Pub. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan.A. Semiawan & T. New York: Harper & Row Pub. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Curriculum Planning and Development. John H. Jakarta: Yayasan Idayu. (1992). & Alessi. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan.A.M.J. Illinois: The KAGG Press.

The Psychology of Teaching. (1980). Queensland: Distance Education Centre. Rinehart & Winston. Boston: Allyn and Bacon. The Condition of Learning. Doll. Theories of Learning. . (Ed).Depdikbud. (1993). Michael. New York: John Wiley & Sons. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. (Ed). Inc. Lambert. New York: Appleton Century Crofts. (Ed). Glen. (1990).J. William. Hlebowitsh. Readings in Curriculum. Curriculum Improvement. Gardiner. Calvin S. New York: Pergamon Press. & Lindzey. Ohio: Ohio Departemen of Education. Ernest R. A Humanized System Approach. Holmes Group. (1987). Peter S. Monterey. Hall. SMP. 1984. Gagne. Dunkin. Curriculum in the Classroom. Decision Making and Process. Habibie. Bill. B. Kurikulum SD. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. (1966). Glen. Lloyd W. Kejuruan 1975. 1994. Columbus. USA: The Holmes Group. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang.Control Theory in the Classroom. (1974). Ronald C. (1970). California: Brooks/Cole Publishing. Columbia University. Hass. Inc. Gardner. New York: Harper & Row Publisher. W. Theories of Personality. (1965). (Ed). (1980). Glasser. (1977). SMA. & Gordon H. (1980). J. Robert M. Belmont. Hass. New York: Holt. Selecting and Use of Teaching Technology. Radical Curriculum Theory Reconsidered. New York and London: Teacher College. Tomorrow's Schools. Dull. Jakarta: Armas Duta Jaya. California: Lear Siegler Inc. (1970). Bower. Hillgard. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. Boston: Allyn & Bacon. Oxford. (1990). East Lansing. Hodgkinson.Curriculum Development. (1991). Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. (1983).

(1979). Behavioral Objectives and Instruction. Lory. Kebudayaan. New York: Center for Curriculum Research and Services. Psychological. Co. at al. et al. J. Koentjaraningrat. Boston: Little Brown & Co. Democracy. San Fransisco: Chandler Publishing Co. 1987. Klose. Rulihs Merrill Educational Publishing. Curriculum : Perspectives and Practices. Minnesota: Burgess Pub. George. (1985). Effective Teaching.1 1982. Journal Vol. (1970). Mentalitet dan Pembangunan.Hosyom. Marilyn & Quaranta. William J. Allyn & Bacon. Robert J. Mac Donald. Writing Behavioral Objectives. New York: McGraw Hill Book Co. (1975). John. (1965). The Science of Educational Research. Jackson. New York: Macmillan Pub. Philip W. Handbook of Research on Curriculum. Toronto. Ontario: Oise Press. Gail. (1982). Co. McNeil John D. Kaplan. Dianne. OSU. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. Inc. London: Scott. J. Indianapoli. XXI No. Teaching and Learning: Philosophical. W. Fremont E. Kast.P. Lapp. Miller. Mouly. Minneapolis. Curriculum Theory: Theory Into Practice. Inquiring Into the Teaching Process. Johnson. New York: American Book Co. (1980). Mauritz. (1977). New York: Macmillan Publishing Co. Abraham. Jakarta: Gramedia. Foresman and Co. et al. Curricular Application. Kibler. & Rosenweig James E. The Conduct of Inquiry. (1964). Technology. (1970). (1974). Kryspin. McCutcheon. (Ed). Intentionality in Education. Kourilsky. Science Technology and Man agement. & Seller. (1992). . Educational Models for Instruction. Al Paul. (1962). Collision. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. James B. (1985). Inc. New York and London: Longman. (Ed).

Ditjen Dikti. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Co. Problem Approach to Foundation of Education. New York: John Wiley & Sons. Tanner. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Stephem. Charles. Hilda. V. (Ed). Instructional Media and Technology. Novak. Sleeman. Belmont. Susskind. Schubert.F.M. Richard E. Inc. (1986). (Ed). Comparing Theories of Child Development. Macmillan Publishing Co. Publishers. (1976). (1978). Directive Teaching. & Rockwell D. Inc. Qodir. New York: Harcourt. New York: Macmillan Pub. (1992). in Travers. (1976). Depdikbud. C. Stroudsberg : downden. Co. Ithaca: Come! University Press.H. Skinner. Laurel. (Ed). California: Wadsworth Pub. Seckinger. Columbus. N. Taba. Second Handbook of Research on Teaching. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. New York: Harper & Row.R.NEA. Petty. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Walter T. B. Raka Joni. . Chicago: Rand Mac Nally & Co. Thomas M. Ohio: Charles E Merril Pub.A. P. (1975). A Theory of Education. Daniel & Tanner. (1986). (1962). (1972). Chicago: Rand MacNally College Pub. Thomas. Inc. Curriculum: Perspective. Paradigm and Possibility. (1982). (1980). W.M. (1973). Washington DC. (1988). Theory Construction for Research on Teaching. (1979). Hutchinson & Sons. Snow. Curriculum Development: Theory and Practices. Murray. Inc. Teaching Thinking Across the Curriculum. Curriculum for the Modern Elementary School. Curriculum Development. Joseph D. Brace and World. R. T. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. (1970).J. Donald S. Understanding Technology. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Ruggiero. (1995). Beyond Freedom and Dignity. New York: Alfred A Knopf.

& Unruh.Tilaar.A. (Ed). (1984). Woolfolk. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. A. Gelombang Ketiga. et al. Humanistic Psychology. Robert S. Jakarta: Depdikbud. Welch. New Jersey: Prentice Hall. Toffler. (1980). I. Tisna Amidjaja. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. (1980). New York: Promenthus Books.G. (1991).n.A. Zais. (1984). . New York: Harper & Row Publisher. (1978). Berkeley. Alwvi. G. Anita E. Englewood Cliffs. Educational Psychology for Teachers. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Curriculum Development. Unruh. D. (1976). Jakarta: Panca Simpati. H. Curriculum Principles and Foundations.D. Co.R. California: McCutchan Publishing.

Strategi Bela jar-Mengajar (1984).M. Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. Psikologi Belajar (1991). Co. Pen yuluhan Individual (1976). M. . Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. Universitas Pasundan. DR. TeknikTeknik Pemahaman Individu. Thomas (1978). (1982). Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. STIA. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. NANA SYAODIH SUKMADINATA.TENTANG PENULIS PROF.A. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL.lumbus. (1978). Rochman Natawidjaja (1979).rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). dan STKS Bandung. dan sebelumnya nak. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). penulis buku ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->