BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

Selama ini kita lihat sekeliling kita banyak sekali sampah – sampah yang berserakan tak terkontrol, ada di mana – mana, mulai dari lingkungan rumah kita hingga di lingkungan sekolah.Sampah – sampah tersebut membuat lingkungan kita menjadi kotor, dapat menimbulkan pencemaran, dan bencana alam seperti banjir.Sampah juga dapat dianggap sebagai sumber penyakit.Bila kita lihat penumpukan sampah yang tak terurus ini sering terlihat di tempat-tempat umum, bahkan di sekolah kita.Padahal di saat global warming seperti ini kita harus dapat menghijaukan lingkungan, bukannya malah mencemari lingkungan.Kalaupun sampah – sampah itu telah dibuang, sampah itu dibuang begitu saja karena kita menganggap sampah – sampah itu adalah barang yang sudah tidak berguna, barang yang sudah tidak mempunyai manfaatnya lagi.Padahal sebenarnya kita telah keliru, sampah itu banyak manfaatnya untuk kehidupan kita bila kita mau mengolahnya dengan baik.Karena sampah itu sendiri adalah benda buangan dari aktivitas kita yang belum memiliki nilai ekonomis.Bagaimana agar sampah tersebut dapat bernilai dan bermanfaat?Salah satunya caranya yaitu pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Permasalahannya sampah organic tidak dapat langsung terurai menjadi kompos.Sampah – sampah tersebut masih dalam bentuk unsure yang kompleks, belum sederhana.Agar sampah tersebut dapat diubah menjadi unsur yang lebih sederhana, sampah tersebut harus dibusukkan terlebih dahulu. Bila kita menggunakan pembusukan alami, pembusukan akan memakan waktu yang sangat lama. Maka melalui cara kompos modern, sampah tersebut diolah dengan EM4 yang berisi mikroorganisme yang dapat membantu penguraian dan pembusukan agar sampah organic tersebut cepat menjadi kompos.Sebagai starter mikroorganisme pada proses decomposer em4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian.

1

mengetahui manfaat pengomposan menggunakan EM4.Tujuan Adapun yang menjadi tujuan penulisan maklah ini adalah: 1. 2.1.2. Mengetahui bagaimana cara pembuatan EM 4 secara sederhana 2 . 3. Mengetahui seberapa optimal penguraian sampah organic jika menggunakan EM4.

bakteri asam laktat. Actinomycetes dan jamur fermentasi 1.BAB II PEMBAHASAN 2.Teknologi EM yang sudah mulai akrab dengan masyarakat adalah Effective Microorganisms-4 biasa disingkat EM-4 adalah suatu kultur campuran beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis. 2.2. asam amino asam nukleik. bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Kandungan EM4 EM-4 mengandung beberapa mikroorganisme utama yaitu bakteri fotosintetik. Dr.1. Teruo Higa dari University of The Ryukus. menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. zat bioaktif dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan. Sejarah EM4 Pada tahun 1980-an. Ragi ( yeast ). Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan 3 .Teknologi EM dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan. Mikroorganisme tersebut berfungsi dalam lingkungan hidup tanaman sebagai penekan dan pengendali perkembangan hama dan penyakit. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk antara lain. Kelompok mikroorganisme tersebut disebut dengan Effective Microorganisms yang disingkat EM. Jepang telah mengadakan penelitian terhadap sekelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah. Prof. Bakteri Fotosintetik ( Rhodopseudomonas sp. Okinawa.Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan. mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi. ) Bakteri ini adalah mikroorganisme mandiri dan swasembada. menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah.

menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organic. 5. meningkatkan percepatan perombakan bahan organik. Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium. 4. Jamur Fermentasi Jamur fermentasi ( Aspergillus dan Penicilium ) menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. ) Melalui proses fermentasi. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya. Ragi / Yeast ( Saccharomyces sp.berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah 2. Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. 3. yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami. Bakteri asam laktat ( Lactobacillus sp. ) Dapat mengakibatkan kemandulan ( sterilizer) oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan. Actinomycetes Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Bakteri ini 4 .Sekresi Ragi adalah substrat yang baik bakteri asam laktat dan Actinomycetes.Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama menongkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah. ester dan zat-zat anti mikroba. Tiap species mikroorganisme mempunyai fungsi masing-masing tetapi yang terpenting adalah bakteri fotosintetik yang menjadi pelaksana kegiatan EM terpenting.

seperti .Dengan cara tersebut EM4 dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme pathogen yang selalu merupakan masalah pada budidaya monokultur dan budidaya tanaman sejenissecara terus menerus (continuous cropping). Rhizobium.3. fosfat. dan biologi tanah i. kimia. mempercepat fermentasi limbah dan sampah organik. Memperbaiki sifat fisik. 5 . f. EM4 memfermentasikan sisa-sisa pakan dan kulit udang/ikan pada tanah dasar tambak. Memperbaiki sifat biologis. bakteri pelarut. g. dan H2S. untuk selanjutnya udang/ikan dapat hidup dengan baik. e. Memfiksasi nitrogen. 2. Mycorhiza. mempercepat dekomposisi d. fisik dan kimia tanah c. ternak tidak mengalami stress sehingga nafsu makannya meningkat. EM4 yang diminumkan dengan dosis 1 : 1000 pada minuman ternak. Manfaat EM4 Secara umum manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut : a. ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan mikroorganisme lain. Menekan pertumbuhan patogen tanah b. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi bahan organik.disamping mendukung kegiatan mikroorganisme lainnya. Mengurangi kebutuhan pupuk dan pestisida kimia. dll) dan panas pada tanah dasar tambak menjadi hilang. hidup dalam usus ternak. hingga lingkungan kandang menjadi tidak bau. berfungsi untuk menekan populasi mikroorganisme pathogen di dalam usus sehingga ternak menjadi sehat. h. meningkatkan aktivitas mikroorganisme indogenus yang menguntungkan. Mercaptan. dll. Dengan cara yang sama EM juga memfermentasikan limbah dan kotoran ternak. meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanaman. sehingga gas beracun (metan. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi j.

4. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Kacang panjang segar 0. Air tuak dari nira 0. Pisang matang atau kulitnya 0. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.k. Setelah dihancurkan. 3. pisang. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil l.5 kg 3.5 kg 7.5 kg 2. 2.4. Batang pisang muda bagian dalam 1. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah 2. Nanas matang atau kulitnya 0. nanas.25 kg 6. kacang panjang. Kangkung air segar 0.5 liter CARA PEMBUATAN: 1. 7. Gula pasir 1 kg 8. 6. Pepaya. campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember. . Cara Membuat EM4 Cara 1 BAHAN: 1.5 kg 4. kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Pepaya matang atau kulitnya 0. 6 . Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari 5.25 kg 5.

5. Sampah sayur terutama jenis kacang-kacangan. 4. Bekatul. dan campuran akan menjadi EM-3.Pada saat disemprotkan ke dalam tanah atau tubuh tanaman (proses inokulasi) EM-4 secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa-sisa tanaman. Gula merah. protein. Sampah sayuran. Campuran dibiarkan selama 1 minggu. Aplikasi Teknologi EM 4 EM_4 dikulturkan dalam bentuk medium cair berwarna coklat dalam kondisi dorman. EM-4 merangsang perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman. Cara Pembuatan 1. Cairan EM-2 dicampur dengan bekatul secukupnya. mangga). lalu diaduk-aduk. karbohidrat dan senyawa organik lainnya. pupuk hijau. Air beras. misalnya gula. 2. 3. EM-3 tanpa ditambah apa-apa lagi didiamkan selama 1 minggu. alkohol.5. 4. kulit buah-buahan dicampur dengan bekatul secukupnya. melindungi tanaman dari serangan 7 . pupuk kandang dll )Hasil fermentasi dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman. 2. 2. diaduk-aduk dan dimasukkan ke dalam ember atau tempat penampung lainnya serta ditutup. Dalam 2 hari sekali campuran diaduk-aduk dan di biarkan selama 1 minggu sampai membusuk dan menjadi EM-1. 3. asam amino.Cara 2 Bahan-bahan: 1. nanas. gula merah sedikit dan air beras secukupnya. dan dibiarkan selama 1 minggu. Cairkan yang terbentuk disebut EM-2. Selain itu. 5. Cairan akan menjadi EM-4. Kulit buah-buahan (pisang. Cairan EM-1 dicampur dengan sampah sayuran dan buah-buahan.

Bokashi Jerami Bahan yang digunakan: a. b. suhu bahan dipertahankan antara 40-50 o C. molasses/ gula dan air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml :1 liter air. maka tidak ada air yang keluar dari adonan. d. b. pupuk hijau. pupuk kandang dan sebagainya) dapat berupa bahan yang sudah kering ataupun masih basah (segar). Cara pembuatan : a. Ada beberapa jenis bokashi. Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional. Pertama-tama dibuat larutan dari EM4.5 kg dan sekam sebanyak 10 kg. c. Setelah 8 . Selanjutnya bahan disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan.penyakit sehingga pada akhirnya dapat menyuburkan tanah. Jika suhu bahan melebihi 50 o C. Jerami sebanyak 10 kg (bisa juga rumput atau tanaman kacangan) yang telah dipotong. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. Dedak sebanyak 0.Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%). Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. e. Selama dalam proses. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml). Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan. d. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm.potong sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm. Pembuatan Bokashi Bahan pembuatan bokashi (jerami. rumput. yaitu : 1. Bahan jerami. A. Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organic dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4). maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik dan selanjutnya gundukan ditutup kembali. meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal. c. sekam dan dedak dicampur merata di atas lantai yang kering.

Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan.Dalam hal tersebut bokashi pupuk kandang diaplikasikan dengan tanah pada perbandingan 1:1. d. Pupuk kandang sebanyak 10 kg. Bokashi Pupuk Kandang Bahan yang digunakan : a. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik.5 kg. Molases\gula sebanyak dua sendok makan (10 ml). c.empat hari karung goni dapat dibuka. 3. hanya jerami digantikan dengan pupuk kandang. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml). EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. b. maka pembuatan bokashi gagal. Penggunaan : Bokashi jerami sangat baik digunakan untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa dan bahan organik lainnya di lahan pertanian. b. Selain itu bokashi pupuk kandang baik untuk digunakan di dalam pembibitan tanaman. Ciri-cirinya adalah bokashi akan ditumbuhi oleh BPTP 2012. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk. Pupuk kandang sebanyak 15 kg. maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin-anginkan di atas lantai hingga kering. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu. Bokashi jerami juga sesuai untuk diaplikasikan di lahan sawah. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik. Sekam sebanyak 10 kg dan dedak sebanyak 0.5 kg. Cara pembuatan : Cara pembuatan bokashi pupuk kandang mirip dengan pembuatan bokashi jerami. Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Arang Bahan yang digunakan : a. c. f.jamur yang berwarna putih dan aromanya sedap. Cara pembuatan : 9 . dedak sebanyak 0. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. arang sekam/arang serbuk gergaji sebanyak 5 kg. Penggunaan: Penggunaan bokashi pupuk kandang sama dengan penggunaan bokashi jerami. 2.

d.Cara pembuatan bokashi pupuk kandang ditambah arang mirip dengan pembuatan bokashi jerami. b. Pupuk kandang sebanyak 5 kg dan tanah sebanyak 10 kg. Bokashi Ekspres (24 jam) Bahan yang digunakan : a. daun kering. Cara pembuatan : Cara pembuatan bokashi pupuk kandang tanah mirip dengan pembuatan bokashi pupuk kandang-arang. b. c. Penggunaan: Bokashi pupuk kandang-tanah baik untuk digunakan di dalam pembibitan tanaman. 5. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. Molases/gula sebanyak dua sendok makan (10 ml). Jerami kering. hanya bahan-bahan yang akan difermentasikan dicampur dengan bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata. hanya jerami digantikan dengan kotoran hewan (pupuk kandang) dan arang sekam\arang serbuk gergaji. 4. Pupuk kandng sebanyak 5 kg dan dedak sebanyak 1 kg. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya. Dalam hal tersebut bokashi pupuk kandang cukup dicampur dengan tanah pada perbandingan 1:1. Arang sekam\arang serbuk gergaji sebanyak 5 kg dan dedak halus sebanyak 5 kg. Molases\gula pasir sebanyak dua sendok makan (10 ml). d. hanya perlu ditambahkan tanah. Penggunaan : 10 . Proses fermentasi hanya berlangsung selama 24 jam dan sesudahnya bahan dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik. serbuk gergajian dan bahan lainnya sebanyak 10 kg. Cara pembuatan : Cara pembuatan bokashi ekspres sama dengan cara pembuatan bokashi pupuk kandang-tanah. Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Tanah Bahan yang digunakan : a. c.

Untuk pembibitan Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pembibitan disiram dengan larutan EM4 dengan dosis 2 ml per liter air. Pemberian dapat juga dilakukan dengan cara mencampur bokashi dan tanah. Untuk lahan tegalan dan sawah Penggunaan bokashi untuk setiap meter perseginya adalah sekitar 3-4 genggam bokashi. cuka makan/cuka aren 5%. Selama 15 hari selanjutnya wadah dikocok pada pagi dan sore harinya. 1. Selanjutnya lahan dibiarkan selama satu minggu sebelum lahan siap untuk digunakan. alcohol 40% masing-masing sebanyak 100 ml. Selanjutnya larutan EM4 disiramkan dengan dosis 2 ml per liter air setiap dua minggu sekali. Cara pembuatan : a. Cara penggunaan : Cara pengaplikasian bokashi adalah sebagai berikut : 1. B. b. (Khusus untuk pembuatan super EM5 tidak digunakan air). Bokashi disebar merata di atas permukaan tanah. Untuk tanaman buah-buahan Bokashi disebar secara merata di permukaan tanah atau di sekitar daerah perakaran. Kegunaan Lain EM4 Selain untuk pembuatan bokashi. EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman. super EM5. 3. Semua bahan dimasukkan ke dalam botol/jerigen. EM5 dan Super EM5 Bahan yang digunakan : a. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tahap kronis. 2. kecuali pada tanah yang kurang subur dapat dilebihkan. Sedangkan pada tanah sawah pemberian bokashi dilakukan saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 30 hari. Unttuk membebaskan gas yang 11 .Bokashi ekspres sangat baik untuk dijadikan mulsa pada pertanaman sayuran dan buah-buahan. EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida organic seperti EM5. Hal ini dapat dilakukan pada waktu pengolahan tanah. EM4 100 ml dan air sebanyak 1 liter. Molases/gula. EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap awal.

Super EM5: 5 ml (1 sdm)/l air + 5 ml molasses. molasses\gula sebanyak 10 ml dan EM4 sebanyak 10 ml (2 sdm).Selanjutnya EM5 dapat digunakan. terutama yang masih muda. Kegiatan pengocokan dihentikan pada hari ke 15 setelah tidak ada lagi gas yang terbentuk. Namun EMRAS harus sudah habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan selesai). Setelah lima hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida. EM4 sebanyak 20 ml/l air. Dosis pemakaian : a. b.EM5 dan super EM5 digunakan paling lama tiga bulan. Dosis pemakaian: Dosis yang digunakan adalah 5 ml/l air.Selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam. Dosis pemakaian : Dosis pemakaian adalah 5 ml/l air. EMRAS (EM4 dengan air beras) Bahan yang digunakan : Bahan yang digunakan terdiri dari air beras sebanyak 1 l. tutup botol dibuka sebentar.terbentuk selama proses fermentasi. 3. EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk. Cara pembuatan : Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan EM4. 12 . b.Setelah itu EMRAS dapat diaplikasikan. Waktu pengaplikasian : Waktu pengaplikasian EM5 dan super EM5 sebaiknya dilakukan pada sore hari. Selanjutnya dibiarkan selama tujuh hari. Daun legum/kacang-kacangan (kacang babi). Pestisida Alami dari Ekstrak Tanaman Bahan yang digunakan : a. Cara pembuatan dan aplikasi : Bahan-bahan tersebut di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan selama dua hari.Bahan selanjutnya direndam selama 3-5 hari. b. 2. Selain sebagai pestisida. EM5: 10-50 ml (2-10 sdm)/l air + 10-50 ml molasses.

BAB III PENUTUP 3. 13 . Kesimpulan Dapat di simpulkan bahwa dalam pengkomposan dengan EM4 ini EM4 membantu mempercepat proses pembusukan.1.EM4 dapat di biakkan dengan mudah sehingga modal untuk melakukan pengkomposan selanjutnya tidak perlu membeli EM4 yang baru.Cukup dengan bekas atau hasil biakkan EM4 tersebut. Daun hijau layu yang kami gunakan dalam pengkomposan ini dapat membusuk hanya dalam waktu 0-3 minggu.Penggunaan EM4 dalam pengkomposan itu ramah lingkungan walau di gunakan dalam jumlah yang banyak.

em4indonesia.deptan.com/journal/item/9/Membuat-EM4-dengan-bahan tumbuhan?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem http://www.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/1965528-teknologi-emdimensi-baru-dalam/ http://www.DAFTAR PUSTAKA http://prasst.com/faq http://id.pdf 14 .multiply.id/feati/teknologi/BOKASHI.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful