MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL IUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbil‟alamin, puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam tentang Islam Rahmatan lil „Alamin. Penyusun berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang konsep didalamnya. Akhirnya penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, sehingga makalah ini bisa mencapai kesempurnaan.

Semarang, 5 November 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

2

........................................................................................................... 3 BAB I : PENDAHULUAN ...................................................................... 4 BAB II : PEMBAHASAN . Latar Belakang ................................................... 1 KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2 DAFTAR ISI ............ 4 C. Penafsiran Islam Rahmatan Lil „Alamin .... 2 B...................................................................... 19 BAB III : KESIMPULAN ..................................... 9 C...................... 17 E................................. 21 BAB I PENDAHULUAN 3 ................ 4 A................................................. 4 B............................ Tujuan Penelitian .....................SAMPUL LUAR ........... Islam sebagai Agama Rahmat .................................................................... 5 A.................................................................... Rumusan Masalah .. 15 D.......................................... Kerahmatan dan Pembebasan dari Kezaliman ............................................................................................................................................ Pemahaman yang Benar ....................................... Pemahaman yang Salah ....................................................

Mengetahui perubahan yang dibawa islam dalam cakupan pembebasan kezaliman dikarenakan kerahmatan Islam itu sendiri BAB II PEMBAHASAN 4 . Dan mengerti akan seluk beluk islam agar selamat di dunia dan akhirat. Kerahmatan Islam dan pembebasan dari kezaliman C. karena jika tidak. akan menjadi suatu kesalahan besar. maka penyusun mencba mengungkapkan dari berbagai segi. Tujuan Penulisan 1. tidak banyak suatu tindakan menyimpang terjadi alih – alih menggunakan alasan Islam Rahmatan lil „Alamin. Pemahaman yang salah tentang Islam rahmatan lil „alamin 3. apalagi dijadikan alasan untuk berlaku menyimpang. Penafsiran Islam rahmatan lil ‟alamin menurut ahli tafsir 2. Islam sebagai agama rahmat 5. Menghindari pemahaman yang salah dalam penerapan Islam rahmatan lil „alamin dalam realita kehidupan 3.W. Mengetahui mengapa Islam menjadi agama yang dirahmati Allah agar senantiasa bersyukur akan keislamannya 5. Latar Belakang Pada era sekarang ini.T. Agar penafsiran dari rahmatan lil „alamin tetap sesuai dengan kontekstual.A. Rumusan Masalah 1. Untuk itu. B. Pemahaman yang benar menurut para ahli tafsir 4. Para pemeluk islam hendaknya bersyukur karena dia memilih agama yang dirahmati oleh Allah S. kita perlu mempelajari arti dari Islam Rahmatan lil „Alamin agar tidak terjadi kesimpang-siuran. Pemahaman orang awam tentang Islam rahmatan lil „alamin harus diluruskan. Mengetahui penafsiran dari ahli tafsir tentang Islam rahmatan lil „alamin 2. kaum muslim hendaknya mempelajari islam secara penuh. Karena. Mengetahui pemahaman yang benar tentang Islam rahmatan lil „alamin untuk terapan kehidupan sehari-hari 4.

terdapat dua penafsiran: Pertama: Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. yaitu dalam masalah aqidah. Dalam masalah ini. Secara bahasa. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah. maka Islam adalahrahmatan lil‟alamin. 5 . Ibnul Mandzur). Penafsiran Para Ahli Tafsir 1. diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia. Wahai Muhammad.A. Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Tafsir Ibnul Qayyim: “Pendapat yang lebih benar dalam menafsirkan ayat ini adalah bahwa rahmat disini bersifat umum. ٍ‫ويب أَسْ س ْهُبك إِالَّ سحْ ًخً نِ ْهعبنًَي‬ َ ِ َ َ َ َ َ “Kami tidak mengutus engkau. Jadi. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental. dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus. Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Pernyataan bahwa Islam adalah agamanya yang rahmatan lil „alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta‟ala. Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Penafsiran Islam Rahmatan Lil ’Alamin Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil „alamin. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. ُ ُّ َ ‫انشِّ قَّخُ وانزَّعطف :انشَّحْ ًخ‬ rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab. Al Anbiya: 107) Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam diutus dengan membawa ajaran Islam. Orang yang mengikuti beliau.

Sehingga bagi orang kafir. Dan pada umat manusia setelah beliau diutus. Andaikan fulan tidak meminumnya. wahai Muhammad. Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir: “Makna ayat ini adalah „Tidaklah Kami mengutusmu. obat tersebut tetaplah dikatakan obat” 2. yang menampakkan iman secara zhahir saja. „satu-satunya alasan Kami mengutusmu. harta. dipercepatnya ajal lebih bermanfaat bagi mereka daripada hidup menetap dalam kekafiran. Sehingga. namun mereka enggan menerima. manfaat bagi mereka adalah dibiarkan hidup didunia dalam perlindungan dan perjanjian. wahai Muhammad.Orang kafir yang memerangi beliau. adalah sebagai rahmat yang luas. Sebagaimana jika dikatakan „Ini adalah obat bagi si fulan yang sakit‟. manfaat yang mereka dapatkan adalah disegerakannya pembunuhan dan maut bagi mereka. semua manusia mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. Sedangkan orang kafir menolaknya. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian‟. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Allah Ta‟ala tidak memberikan adzab yang menyeluruh dari umat manusia di bumi. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat‟ ” 6 . Mereka ini lebih sedikit keburukannya daripada orang kafir yang memerangi Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. dengan membawa hukum-hukum syariat. namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. Kebinasaan telah ditetapkan bagi mereka. Dengan kata lain. Karena hidup mereka hanya akan menambah kepedihan adzab kelak di akhirat. mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah. Islam tetap dikatakan rahmat bagi mereka. Kedua: Islam adalah rahmat bagi setiap manusia. Orang kafir yang terikat perjanjian dengan beliau. itu lebih baik bagi mereka. Orang munafik. keluarga dan kehormatan mereka. Kesimpulannya.

ada yang mendapat rahmah. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu” Pendapat ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orangorang beriman saja. walaupun bentuk penyebutan dalam ayat ini sifatnya umum. tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu‟min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu‟min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat. Mereka membawakan riwayat dari Ibnu Zaid dalam penafsiran : “Dengan diutusnya Rasulullah. ditetapkan baginya rahmat di dunia dan akhirat. sebagaimana riwayat Ibnu Abbas. yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Sedangkan bagi orang-orang yang enggan beriman.3. Yaitu Allah mengutus Nabi 7 . seperti mereka semua di tenggelamkan atau di terpa gelombang besar” dalam riwayat yang lain: “Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu‟min maupun kafir. bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu.يٍ آيٍ ثبهلل وانيىو اآلخش كزت نه انشحًخ في انذَيب واآلخشح‬ ‫ويٍ نى يؤيٍ ثبهلل وسسىنه عىفي يًب أصبة األيى يٍ انخسف‬ ‫وانقزف‬ “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir. membenarkannya dan menaatinya” Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama. Namun siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari: “Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini. Mereka mendasarinya dengan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu‟anhu dalam menafsirkan ayat ini: ‫. ada manusia yang mendapat bencana.

Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau. beliau berkata: ‫كبٌ يحًذ صهى هللا عهيه وسهى سحًخ نجًيع انُبس فًٍ آيٍ ثه‬ ‫ويٍ نى يؤيٍ ثه سهى يًب نحق األيى يٍ . diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air” Ibnu Zaid berkata: ‫أساد ثبنعبنًيٍ انًؤيُيٍ خبص‬ “Yang dimaksud „seluruh manusia‟ dalam ayat ini adalah hanya orang-orang yang beriman” ” 5. wahai Muhammad. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk‟. Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi dalam Tafsir Al Qurthubi “Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas. Sedangkan rahmat bagi orang kafir. Sebagaimana dalam sebuah hadits: 8 . 4.Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia. baik mu‟min maupun kafir. Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir “Maksud ayat ini adalah „Tidaklah Kami mengutusmu. berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah” (diterjemahkan secara ringkas). Beliau Shallallahu „alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah.وصذق ثه سعذ‬ ‫انخسف وانغشق‬ “Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau. Rahmat bagi orang mu‟min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam.

Al Bukhari dalam Al „Ilal Al Kabir 369. Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Beliau memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. atau dibenamkan ke bumi. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. Atau berusaha memaksakan makna ayat agar sesuai dengan hawa nafsunya. enggan menyebut mereka 9 . mengikuti acara-acara mereka. Bahkan orang-orang kafir mendapat manfaat dari rahmat ini. 2345) Orang yang menerima rahmat ini dan bersyukur atas nikmat ini. bermodal pemahaman bahasa dan logika yang dangkal.‫إًَب أَب سحًخ يهذاح‬ “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)” (HR. yaitu ditundanya hukuman bagi mereka. 490. Diantaranya pemahaman tersebut adalah: 1. tidak perlu membenci mereka. ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Berkasih sayang dengan orang kafir Sebagian orang mengajak untuk berkasih sayang kepada orang kafir. Pemahaman yang Salah Permasalahan muncul ketika orang-orang menafsirkan ayat ini secara serampangan. Beliau diutus dengan membawa kebahagiaan yang besar. namun mengatakan „rahmatan lil „alamin„ karena AllahTa‟ala ingin memberikan rahmat bagi seluruh makhluknya dengan diutusnya pemimpin para Nabi. atau ditenggelamkan dengan air” B. juga dalam Shahih Al Jami‟. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat. Al Baihaqi dalam Syu‟abul Iman 2/596. Selain itu mereka pun tidak lagi ditimpa azab berupa diubah menjadi binatang. Beliau juga menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. Allah Ta‟ala tidak mengatakan „rahmatan lilmu‟minin„. Hadits ini di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah.

Al-Mujadalah: 22) Namun perlu dicatat. Wahai Muhammad. atau menyakiti orang kafir yang kita temui. Al Imran: 19) Juga firman Allah Ta‟ala: 10 . Allah Ta‟ala menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Al Anbiya: 107) Padahal bukan demikian tafsiran dari ayat ini. Bahkan konsekuensi dari keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah membenci segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. Karena ayat-ayat Al Qur‟an tidak mungkin saling bertentangan. bahwa ada orang kafir yang wajib diperangi. atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. Sebagaimana firman AllahTa‟ala: “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. atau bahkan menyerukan bahwa semua agama sama dan benar. Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap orang kafir.kafir. dari penjelasan sahabat Ibnu Abbas Radhiallahu‟anhu. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah Ta‟ala sendiri yang berfirman: “Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (QS. sekalipun orang-orang itu bapak-bapak. serta membenci orang-orang yang melakukannya. harus membenci bukan berarti harus membunuh. Bahkan telah dijelaskan oleh para ahli tafsir. membenci bentukbentuk penentangan terhadap ajaran RasulullahShallallahu „alaihi Wa sallam. namun bentuk rahmat bagi orang kafir bukanlah dengan berkasih sayang kepada mereka. melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta” (QS. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam tafsir beliau di atas. ada pula yang tidak boleh dilukai. dengan berdalil dengan ayat: ٍ‫ويب أَسْ س ْهُبك إِالَّ سحْ ًخً نِ ْهعبنًَي‬ َ ِ َ َ َ َ َ “Kami tidak mengutus engkau. melukai. Menjadikan surat Al Anbiya ayat 107 sebagai dalil pluralisme agama juga merupakan pemahaman yang menyimpang. bahwa bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah besar yang menimpa umat terdahulu.

Karena Islam itu „lil alamin„. kata mereka. kemudian berkata : “Islam khan rahmatan lil‟alamin. diperuntukkan bagi seluruh manusia di muka bumi. membiarkan pelacuran merajalela. penuh kasih sayang”. berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya” (HR.“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Cukuplah kita jawab bualan mereka dengan sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam: ‫اإلسالو أٌ رشهذ أٌ ال إنه إال هللا وأٌ يحًذا سسىل هللا ورقيى‬ ‫انصالح ورؤري انزكبح ورصىو سيضبٌ ورحج انجيذ إٌ اسزطعذ‬ ‫إنيه سجيال‬ ”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah.8) Justru surat Al Anbiya ayat 107 ini adlalah bantahan telak terhadap pluralisme agama. engkau mendirikan shalat. namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. mengeluarkan zakat. Sungguh aneh. Berkasih sayang dalam kemungkaran Sebagian kaum muslimin membiarkan orang-orang meninggalkan shalat. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. Muslim no. Jadi semua agama benar asalkan berserah diri kepada Tuhan. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibnul Qayyim di atas: “Islam adalah rahmat bagi setiap manusia. Al Imran: 85) Orang yang mengusung isu pluralisme mungkin menafsirkan „Islam‟ dalam ayatayat ini dengan „berserah diri‟. Karena ayat ini adalah dalil bahwa semua manusia di muka bumi wajib memeluk agama Islam. 11 . membiarkan wanita membuka aurat mereka di depan umum bahkan membiarkan praktek-praktek kemusyrikan dan enggan menasehati mereka karena khawatir para pelaku maksiat tersinggung hatinya jika dinasehati. 2. Sedangkan orang kafir menolaknya”.

Maka bentuk kasih sayang Allah terhadap orang mu‟min adalah dengan memberi mereka petunjuk untuk menjalankan perinta-perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.Padahal bukanlah demikian tafsir surat Al Anbiya ayat 107 ini. bukan mendahulukan sikap kasar dan keras. Karena mereka menganggap bentuk-bentuk penyimpangan tersebut adalah perbedaan pendapat yang harus ditoleransi sehingga merekapun berkata: “Biarkanlah kami dengan pemahaman kami. Menafsirkan rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107 dengan kasih sayang dan toleransi terhadap semua pemahaman yang ada pada kaum muslimin. syirik dan khurafat. kecuali akan memperburuknya” (HR. Muslim no. BeliauShallallahu „alaihi Wa sallam memasukkan orangorang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah”. Berkasih sayang dalam penyimpangan beragama Adalagi yang menggunakan ayat ini untuk melegalkan berbagai bentuk bid‟ah. Islam sebagai rahmat Allah bukanlah bermakna berbelas kasihan kepada pelaku kemungkaran dan membiarkan mereka dalam kemungkarannya. Sepatutnya pengingkaran terhadap maksiat mendahulukan sikap lembut dan penuh kasih sayang. bukankah Islam rahmatan lil‟alamin?”. Dengan kata lain. kecuali akan menghiasnya. 12 . Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam bersabda: “Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu. dan sudah diperingatkan sejak dahulu oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Sebagaiman dijelaskan Ath Thabari dalam tafsirnya di atas. jangan mengusik kami. sepatutnya kita menasehatinya dan mengingkari maksiat yang dilakukannya dan mengarahkannya untuk melakukan amal kebaikan. Tidak ada ahli tafsir yang menafsirkan demikian. sehingga mereka menggapai jannah. Dan sikap rahmat pun diperlukan dalam mengingkari maksiat. Sungguh aneh. “Rahmat bagi orang mu‟min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam. jika kita juga merasa cinta dan sayang kepada saudara kita yang melakukan maksiat. Tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu. adalah penafsiran yang sangat jauh. 2594) 3. Perpecahan ditubuh ummat menjadi bermacam golongan adalah fakta.

Diantara bermacam golongan tersebut tentu ada yang benar dan ada yang salah. Bukankah orang-orang beriman itu saling menasehati dalam kebaikan “Demi masa. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Yang dinasehati pun sepatutnya lapang menerima nasehat. dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus”. Al „Ashr: 1 – 3) Dan menasehati orang yang berbuat menyimpang dalam agama adalah bentuk kasih sayang kepada orang tersebut. Bahkan Ibnul Qayyim mengatakan tentang rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107: “Orang yang mengikuti beliau. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Artinya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Untukmu agamamu. Islam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada orang yang mengikuti golongan yang benar yaitu yang mau mengikuti ajaran Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. dan untukkulah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam: ًٍ‫إرا عًهذ انخطيئخ في األسض كبٌ يٍ شهذهب فكشههب ك‬ ‫ويٍ غبة عُهب فشضيهب ، كبٌ كًٍ شهذهب .غبة عُهب‬ 13 .Dan orang yang mengatakan semua golongan tersebut itu benar dan semuanya dapat ditoleransi tidak berbeda dengan orang yang mengatakan semua agama sama. yaitu yang sesuai dengan ajaran Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. agamaku„” Sedangkan kepada sesama muslim. Bahkan orang yang mengetahui saudaranya terjerumus ke dalam penyimpangan beragama namun mendiamkan. Dan kita wajib mengikuti yang benar. tidak boleh demikian. Pernyataan „biarkanlah kami dengan pemahaman kami. jangan mengusik kami‟ hanya berlaku kepada orang kafir. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Kaafirun: “Katakanlah: „Hai orang-orang kafir. ia mendapat dosa. Bahkan wajib menasehati bila saudaranya terjerumus dalam kesalahan.

4345. walaupun mereka menyembah kepada Allah juga. 4. Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam menjadi rahmat bagi seluruh manusia karena beliau membawa ajaran tauhid. menggunakan kaidah para ulama.“Jika engkau mengetahui adanya sebuah kesalahan (dalam agama) terjadi dimuka bumi. Namun pendapat-pendapat yang berdasarkan dalil shahih. Karena manusia pada masa sebelum beliau diutus berada dalam kesesatan berupa penyembahan kepada sesembahan selain Allah. Renungkanlah perkataan Ash Shabuni dalam menafsirkan rahmatan lil „alamin: “Beliau Shallallahu „alaihi Wa sallam memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Orang yang tidak melihat langsung namun ridha terhadap kesalahan tersebut. ia sama seperti orang yang melihat langsung (mendapat dosa)” (HR. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala: َْ ْ َ َ ُ ‫ونَقَذ ثَعثَُب فِي كمِّ أُيخ سسُىال أٌَ اعجُذوا هللاَ واجْ زَُِجُىا انطَّبغىد‬ َ َّ ُ ْ ِ ً َ ٍ َّ ُ 14 . cara berdalil yang benar. ia sama seperti orang yang tidak melihat langsung (tidak dosa). Jika semua pendapat orang dapat ditoleransi. Apakah kita mentoleransi sebagian orang sufi yang berpendapat shalat lima waktu itu tidak wajib bagi orang yang mencapai tingkatan tertentu? Atau sebagian orang kejawen yang menganggap shalat itu yang penting „ingat Allah‟ tanpa harus melakukan shalat? Apakah kita mentoleransi pendapat Ahmadiyyah yang mengatakan bahwa berhaji tidak harus ke Makkah? Tentu tidak dapat ditoleransi. Menyepelekan permasalahan aqidah Dengan menggunakan ayat ini. orang yang melihat langsung lalu mengingkarinya. dihasankan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud) Perselisihan pendapat pun tidak bisa dipukul-rata bahwa semua pendapat bisa ditoleransi. Dan inilah inti ajaran para Rasul. hancurlah agama ini. Abu Daud no. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia”. barulah dapat kita toleransi. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. sebagian orang menyepelekan dan enggan mendakwahkan aqidah yang benar. Karena mereka menganggap mendakwahkan aqidah hanya akan memecah-belah ummat dan menimbulkan kebencian sehingga tidak sesuai dengan prinsip bahwa Islam adalah rahmatan lil „alamin.

Karena dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalahrahmat Allah. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS. Al Maidah: 72) Oleh karena itu. Sebagaimana firman C. bukankah masalah aqidah ini yang dapat menentukan nasib seseorang apakah ia akan kekal di neraka atau tidak? Allah Ta‟ala berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. maka bagaimana mungkin menjadi sebab perpecahan ummat? Justru kesyirikanlah yang sebenarnya Allah Ta‟ala: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga. seruan untuk beraqidah yang benar adalah bentuk rahmat dari Allah Ta‟ala. 15 . justru dakwah tauhid. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam. adakah yang lebih urgen dari masalah ini? Kesimpulannya. dan jauhilah Thaghut‟ ” (QS. dan tempatnya ialah neraka. Ar Ruum: 31-32) menjadi sebab perpecahan ummat. An Nahl: 36) Selain itu. Pemahaman Yang Benar Berdasarkan penafsiran para ulama ahli tafsir yang terpercaya.“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): „Sembahlah Allah saja. tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Hukum-hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah Ta‟ala kepada makhluk-Nya. beberapa faedah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:    Di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam sebagai Rasul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.

Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah. Namun di akhirat kelak Allah akan menempatkan mereka di dasar neraka Jahannam. keluarga dan kehormatan mereka. yaitu dengan diwajibkannya perang melawan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. orang kafir mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam berupa dihindari dari adzab yang menimpa umat-umat terdahulu yang menentang Allah. harta.  Pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam menjadi rahmat karena beliau telah memberikan pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada 16 . akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Orang kafir yang memerangi Islam juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi MuhammadShallallahu „alaihi Wa sallam. Sehingga setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. tidak akan ada kaum kafir yang diazab dengan cara ditenggelamkan seluruhnya atau dibenamkan ke dalam bumi seluruhnya atau diubah menjadi binatang seluruhnya.    Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam Rahmat yang sempurna hanya didapatkan oleh orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam.  Secara umum.  Orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum musliminjuga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Yaitu dengan dilarangnya membunuh dan merampas harta mereka. Karena kehidupan mereka didunia lebih lama hanya akan menambah kepedihan siksa neraka di akhirat kelak.  Orang munafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapat rahmatdengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. membenarkan beliau serta taat kepada beliau.

Ibnu Abbas.mengatakan bahwa kerahmatan Allah meliputi orangorang mukmin dan orang-orang kafir. yang berarti welas asih. Pesan kerahmatan (baca: kasih sayang) dalam Islam benar-benar tersebar di dalam teks-teks Islam. 17 .” Akhlak luhur adalah moral dan nilai-nilai kemanusiaan.Para ahli tafsir sepakat bahwa rahmat Allah mencakup orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. rahmat dalam ayat ini hanya diberikan orang mu‟min. lebih dari 90 ayat di dalam Alquran.nama Tuhan sendiri. D. Fungsi kerahmatan ini dielaborasi oleh Nabi Muhammad SAW melalui pernyataan “Aku diutus Tuhan hanya untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah. sumber Islam paling otoritatif. ahli tafsir awal. berikut derivasinya disebut berulang-ulang dalam jumlah yang begitu besar. rahmat dalam ayat ini diberikan juga kepada orang kafir namun mereka menolaknya. Bahkan rahman dan rahim. niscaya Tuhan menyayangimu.”Sayangilah siapa saja yang ada di muka bumi.baik Alquran maupun Hadis.” Alquran.Kata rahmah.  Sebagian ulama berpendapat. Islam sebagai Agama Rahmat Islam adalah agama yang diturunkan Tuhan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. menyebutkan misi kerahmatan ini: “wa ma arsalnaka illa rahmatan lil „alamin”. seperti kejujuran.Nabi Muhammad SAW pernah bersabda.orang baik (al-birr) dan yang jahat (al-fajir) serta semua makhluk Allah. Alquran juga menegaskan rahmat Tuhan meliputi segala hal (QS 7:156). dua kata yang diambil dari kata rahmat dan selalu disebut-sebut kaum muslimin setiap hari adalah nama.  Sebagain ulama berpendapat. Sehingga hanya orang mu‟min saja yang mendapatkannya. Aku tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.

” Pengakuan atas 18 .dua sahabat Nabi. ”Alaisat nafsan (bukankah ia adalah manusia?)”. tetapi juga oleh pemeluk semua agama. mohonkanlah ampun bagi mereka. suatu saat ada jenazah melewati Nabi. toleransi (tasamuh) dan dialog antaragama sama artinya dengan mengakui kebenaran agama lain. Pandangan ini tentu saja sangat naif dan ditolak bukan hanya oleh Islam. menghormati dan menyayangi orang lain. Sikap Islam dalam hal ini adalah jelas: ”Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku. ”Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kecuali dengan cara yang lebih baik” (QS 29: 46). termasuk yang berbeda agama.Nabi diingatkan bahwa jenazah tersebut adalah seorang Yahudi. Tuhan telah memberikan kesaksian-Nya terhadap kepribadian Nabi Muhammad SAW yang agung itu: “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.Beliau tiba-tiba saja berdiri. dan sebagainya. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. maka tibatiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia”(QS 41:34). kesombongan. Ada orang yang menganggap bahwa mengakui pluralisme. Sahl bin Hanif dan Qais bin Sa‟ad. bahkan ketika sudah mati. Karena itu maafkanlah mereka. maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS 3: 159).keadilan. keikhlasan.bukan hanya ketika dia masih hidup. jawab Nabi. dan kezaliman adalah berlawanan secara diametral dengan al-akhlak al-karimah. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Kerahmatan Islam juga berarti menghormati orang lain.mengatakan. sama dengan menyamakan agama atau bahkan sama dengan sinkretisme. Termasuk rahmatan li al „alamin juga berarti mengapresiasi pluralisme. Tuhan juga berfirman. ”Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.Kekerasan. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.

31 Maret 2008.agama yang dipeluk dan penghargaan terhadap para pemeluknya.No 2.Akan tetapi ia adalah menghargai keyakinan atau agama orang lain dan tidak merendahkannya”. Banyak sekali ayat-ayat Alquran yang menegaskan hal-hal seperti ini” (Baca: surat kabar Al Alam al Islamy. E. Sejarah kenabian Muhammad mencatat bahwa penindasan manusia atas manusia telah berlangsung cukup lama.” Dialog antaragama dalam rangka kemanusiaan adalah suatu keutamaan dalam Islam. toleransi dan dialog antaragama sesungguhnya adalah sikap mengakui fakta dan realitas akan eksistensi agama.pluralisme.hlm 4). Sebelumnya Al-Manna‟i berkata. Alquran diturunkan untuk mengkritik sekaligus mendekonstruksi praktik tersebut. Alquran menyebut begitu banyak ayat tentang kewajiban setiap orang beriman agar bertindak membebaskan penindasan yang disebutnya sebagai al-zhulm atau 19 .toleran dan cinta. Universalisme Islam mengharuskan kita untuk bekerja sama secara damai dengan semua komponen masyarakat manusia. tidak pula membenarkan atau merestui cara-cara ritual mereka.Islam tidak pernah menjadi agama perang atau agama pedang. Dr Aisyah al-Manna‟i.agama damai. Dialog antaragama tidaklah berarti membenarkan atau merestui keyakinan (agama) orang lain. agama saling memahami.” Adalah kekeliruan besar bahwa dialog antaragama adalah pengakuan terhadap orang lain (beragama lain) dan penerimaan terhadap agamanya. Kerahmatan dan Pembebasan dari Kezaliman Kerahmatan Islam pada sisi lain ditempuh dengan cara membebaskan manusia dari belenggu penindasan manusia atas manusia. Dekan Fakultas Syari‟ah dan Studi Islam Universitas Islam Qatar dalam seminar dialog antaragama yang diselenggarakan di Qatar baru-baru ini mengatakan.Senin. Islam adalah agama dialog.021.

tidak lain untuk mengenal serta menghargai agama-agama yang lain. dan kemutlakan tunduk pada kehendak Tuhan. ”Jantung atau inti Islam adalah penyaksian keEsa-an Tuhan. Ingat tentang siapa diri kita dan mengapa kita ada di sini. keadilan. dan nilai-nilai kemanusiaan yang lain. Katanya. Kezaliman adalah penentangan terhadap kerahmatan Islam. universalitas. salah seorang cendekiawan muslim kontemporer terkemuka. damai.” kata Alquran.kezaliman itu. duduk bersama dalam suasana hati yang tenang dan pikiran jernih tanpa prasangka untuk merumuskan kembali agendaagenda bersama dalam kerangka menciptakan relasi manusia yang harmonis. pemenuhan segala tanggung jawab manusia dan penghargaan terhadap makhluk. Secara umum al-zhulm berarti pengingkaran terhadap kebenaran. Tuhan sendiri telah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya.kebenaran. BAB III KESIMPULAN 20 . Jantung atau inti Islam mengisyaratkan kepada kita untuk bangun dari mimpi yang melalaikan. Begitulah teksteks Islam bicara tentang kerahmatan bagi seluruh alam semesta. terutama para pemimpin dan tokoh agama.dan menyejahterakan alam semesta. Kini sudah saatnya kita semua.kalian harus tetap berbuat baik dan berlaku adil. Pernyataan menarik dikemukakan Seyyed Hossein Nasr. ”Sepanjang ‟orang lain‟ tidak menyerang dan mengusirmu.

21 .Islam sebagai Rahmatan lil „alamin bukan hanya sekadar ucapan saja. Islam telah mengatur segala aspek kehidupan manusia. Amin. dan InsyaAllah apabila tiap manusia berpegang teguh pada aturan-aturan dan ketentuan dalam islam akan mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta‟ala. Perlu dipahami dan dipelajari agar tidak terjadi pemahaman yang berbalik 180 derajat dari kontektual aslinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful