P. 1
Makalah PAI - Rahmatan Lil 'Alamin

Makalah PAI - Rahmatan Lil 'Alamin

|Views: 1,058|Likes:
Published by wkand

More info:

Published by: wkand on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2014

pdf

text

original

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL IUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbil‟alamin, puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam tentang Islam Rahmatan lil „Alamin. Penyusun berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang konsep didalamnya. Akhirnya penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, sehingga makalah ini bisa mencapai kesempurnaan.

Semarang, 5 November 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

2

.................................................................................... 3 BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................................................................................................. 1 KATA PENGANTAR .................................. 4 C............................................SAMPUL LUAR .................................................................................. 15 D... 4 BAB II : PEMBAHASAN . Kerahmatan dan Pembebasan dari Kezaliman .................. Pemahaman yang Benar ............. 9 C....... 2 B........... 17 E.... Penafsiran Islam Rahmatan Lil „Alamin .... Latar Belakang ...................................................... 4 A..................... 21 BAB I PENDAHULUAN 3 ............................................................... 5 A................................................ Tujuan Penelitian ...................... 4 B........................................................................................................................................................... 19 BAB III : KESIMPULAN ........................................................... Islam sebagai Agama Rahmat ........ 2 DAFTAR ISI .............. Rumusan Masalah ...... Pemahaman yang Salah ...................................................................................................................

Mengetahui pemahaman yang benar tentang Islam rahmatan lil „alamin untuk terapan kehidupan sehari-hari 4. Pemahaman yang benar menurut para ahli tafsir 4. tidak banyak suatu tindakan menyimpang terjadi alih – alih menggunakan alasan Islam Rahmatan lil „Alamin. Untuk itu. Agar penafsiran dari rahmatan lil „alamin tetap sesuai dengan kontekstual.A. Pemahaman orang awam tentang Islam rahmatan lil „alamin harus diluruskan. B.W. Mengetahui penafsiran dari ahli tafsir tentang Islam rahmatan lil „alamin 2.T. Menghindari pemahaman yang salah dalam penerapan Islam rahmatan lil „alamin dalam realita kehidupan 3. Kerahmatan Islam dan pembebasan dari kezaliman C. Pemahaman yang salah tentang Islam rahmatan lil „alamin 3. Tujuan Penulisan 1. maka penyusun mencba mengungkapkan dari berbagai segi. Islam sebagai agama rahmat 5. Dan mengerti akan seluk beluk islam agar selamat di dunia dan akhirat. Karena. karena jika tidak. apalagi dijadikan alasan untuk berlaku menyimpang. Latar Belakang Pada era sekarang ini. Penafsiran Islam rahmatan lil ‟alamin menurut ahli tafsir 2. kaum muslim hendaknya mempelajari islam secara penuh. kita perlu mempelajari arti dari Islam Rahmatan lil „Alamin agar tidak terjadi kesimpang-siuran. Rumusan Masalah 1. Mengetahui perubahan yang dibawa islam dalam cakupan pembebasan kezaliman dikarenakan kerahmatan Islam itu sendiri BAB II PEMBAHASAN 4 . Mengetahui mengapa Islam menjadi agama yang dirahmati Allah agar senantiasa bersyukur akan keislamannya 5. akan menjadi suatu kesalahan besar. Para pemeluk islam hendaknya bersyukur karena dia memilih agama yang dirahmati oleh Allah S.

Dalam masalah ini. Ibnul Mandzur). Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus. Al Anbiya: 107) Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam diutus dengan membawa ajaran Islam. Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. 5 . Pernyataan bahwa Islam adalah agamanya yang rahmatan lil „alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta‟ala. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. ٍ‫ويب أَسْ س ْهُبك إِالَّ سحْ ًخً نِ ْهعبنًَي‬ َ ِ َ َ َ َ َ “Kami tidak mengutus engkau. Secara bahasa. maka Islam adalahrahmatan lil‟alamin. Penafsiran Para Ahli Tafsir 1. Wahai Muhammad. ُ ُّ َ ‫انشِّ قَّخُ وانزَّعطف :انشَّحْ ًخ‬ rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab. yaitu dalam masalah aqidah. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah.A. Jadi. Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Tafsir Ibnul Qayyim: “Pendapat yang lebih benar dalam menafsirkan ayat ini adalah bahwa rahmat disini bersifat umum. Penafsiran Islam Rahmatan Lil ’Alamin Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil „alamin. Orang yang mengikuti beliau. diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental. terdapat dua penafsiran: Pertama: Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam.

Dan pada umat manusia setelah beliau diutus. Orang kafir yang terikat perjanjian dengan beliau.Orang kafir yang memerangi beliau. yang menampakkan iman secara zhahir saja. Sehingga bagi orang kafir. Islam tetap dikatakan rahmat bagi mereka. wahai Muhammad. manfaat bagi mereka adalah dibiarkan hidup didunia dalam perlindungan dan perjanjian. wahai Muhammad. Andaikan fulan tidak meminumnya. adalah sebagai rahmat yang luas. mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah. Sehingga. harta. manfaat yang mereka dapatkan adalah disegerakannya pembunuhan dan maut bagi mereka. Allah Ta‟ala tidak memberikan adzab yang menyeluruh dari umat manusia di bumi. Karena hidup mereka hanya akan menambah kepedihan adzab kelak di akhirat. Sedangkan orang kafir menolaknya. Dengan kata lain. namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. dipercepatnya ajal lebih bermanfaat bagi mereka daripada hidup menetap dalam kekafiran. obat tersebut tetaplah dikatakan obat” 2. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat‟ ” 6 . Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Orang munafik. Kesimpulannya. dengan membawa hukum-hukum syariat. Kedua: Islam adalah rahmat bagi setiap manusia. Mereka ini lebih sedikit keburukannya daripada orang kafir yang memerangi Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. itu lebih baik bagi mereka. Sebagaimana jika dikatakan „Ini adalah obat bagi si fulan yang sakit‟. Kebinasaan telah ditetapkan bagi mereka. namun mereka enggan menerima. Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir: “Makna ayat ini adalah „Tidaklah Kami mengutusmu. keluarga dan kehormatan mereka. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian‟. „satu-satunya alasan Kami mengutusmu. semua manusia mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam.

tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu‟min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu‟min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat. Namun siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu‟min maupun kafir. bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu. ada yang mendapat rahmah. Sedangkan bagi orang-orang yang enggan beriman. seperti mereka semua di tenggelamkan atau di terpa gelombang besar” dalam riwayat yang lain: “Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. walaupun bentuk penyebutan dalam ayat ini sifatnya umum. ditetapkan baginya rahmat di dunia dan akhirat. bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu” Pendapat ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orangorang beriman saja. Yaitu Allah mengutus Nabi 7 . yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Mereka mendasarinya dengan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu‟anhu dalam menafsirkan ayat ini: ‫. Mereka membawakan riwayat dari Ibnu Zaid dalam penafsiran : “Dengan diutusnya Rasulullah. sebagaimana riwayat Ibnu Abbas. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari: “Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini.يٍ آيٍ ثبهلل وانيىو اآلخش كزت نه انشحًخ في انذَيب واآلخشح‬ ‫ويٍ نى يؤيٍ ثبهلل وسسىنه عىفي يًب أصبة األيى يٍ انخسف‬ ‫وانقزف‬ “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir. membenarkannya dan menaatinya” Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama.3. ada manusia yang mendapat bencana.

Bagi yang tidak beriman kepada beliau. akan mendapat kebahagiaan.وصذق ثه سعذ‬ ‫انخسف وانغشق‬ “Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. melainkan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk‟. Sedangkan rahmat bagi orang kafir. Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi dalam Tafsir Al Qurthubi “Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas. beliau berkata: ‫كبٌ يحًذ صهى هللا عهيه وسهى سحًخ نجًيع انُبس فًٍ آيٍ ثه‬ ‫ويٍ نى يؤيٍ ثه سهى يًب نحق األيى يٍ . wahai Muhammad. baik mu‟min maupun kafir. Beliau Shallallahu „alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. 4. Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir “Maksud ayat ini adalah „Tidaklah Kami mengutusmu. diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air” Ibnu Zaid berkata: ‫أساد ثبنعبنًيٍ انًؤيُيٍ خبص‬ “Yang dimaksud „seluruh manusia‟ dalam ayat ini adalah hanya orang-orang yang beriman” ” 5. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau. berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah” (diterjemahkan secara ringkas). Rahmat bagi orang mu‟min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam. Sebagaimana dalam sebuah hadits: 8 .Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia.

Al Bukhari dalam Al „Ilal Al Kabir 369. atau dibenamkan ke bumi. Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. 2345) Orang yang menerima rahmat ini dan bersyukur atas nikmat ini. Beliau juga menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. yaitu ditundanya hukuman bagi mereka. Al Baihaqi dalam Syu‟abul Iman 2/596. Beliau diutus dengan membawa kebahagiaan yang besar. Hadits ini di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah. Atau berusaha memaksakan makna ayat agar sesuai dengan hawa nafsunya. Diantaranya pemahaman tersebut adalah: 1. mengikuti acara-acara mereka. bermodal pemahaman bahasa dan logika yang dangkal. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat. Berkasih sayang dengan orang kafir Sebagian orang mengajak untuk berkasih sayang kepada orang kafir. 490. Pemahaman yang Salah Permasalahan muncul ketika orang-orang menafsirkan ayat ini secara serampangan. atau ditenggelamkan dengan air” B. tidak perlu membenci mereka. Selain itu mereka pun tidak lagi ditimpa azab berupa diubah menjadi binatang. Beliau memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. enggan menyebut mereka 9 . Allah Ta‟ala tidak mengatakan „rahmatan lilmu‟minin„. Bahkan orang-orang kafir mendapat manfaat dari rahmat ini. juga dalam Shahih Al Jami‟. namun mengatakan „rahmatan lil „alamin„ karena AllahTa‟ala ingin memberikan rahmat bagi seluruh makhluknya dengan diutusnya pemimpin para Nabi. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia.‫إًَب أَب سحًخ يهذاح‬ “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)” (HR.

Bahkan telah dijelaskan oleh para ahli tafsir. Al Anbiya: 107) Padahal bukan demikian tafsiran dari ayat ini. atau bahkan menyerukan bahwa semua agama sama dan benar. Sebagaimana firman AllahTa‟ala: “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. bahwa ada orang kafir yang wajib diperangi. dengan berdalil dengan ayat: ٍ‫ويب أَسْ س ْهُبك إِالَّ سحْ ًخً نِ ْهعبنًَي‬ َ ِ َ َ َ َ َ “Kami tidak mengutus engkau. sekalipun orang-orang itu bapak-bapak. atau menyakiti orang kafir yang kita temui. Menjadikan surat Al Anbiya ayat 107 sebagai dalil pluralisme agama juga merupakan pemahaman yang menyimpang. melukai. Wahai Muhammad. membenci bentukbentuk penentangan terhadap ajaran RasulullahShallallahu „alaihi Wa sallam. Al-Mujadalah: 22) Namun perlu dicatat. serta membenci orang-orang yang melakukannya. ada pula yang tidak boleh dilukai. Karena ayat-ayat Al Qur‟an tidak mungkin saling bertentangan. melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta” (QS. namun bentuk rahmat bagi orang kafir bukanlah dengan berkasih sayang kepada mereka. bahwa bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah besar yang menimpa umat terdahulu. Allah Ta‟ala menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah Ta‟ala sendiri yang berfirman: “Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (QS. Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap orang kafir.kafir. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam tafsir beliau di atas. Bahkan konsekuensi dari keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah membenci segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. dari penjelasan sahabat Ibnu Abbas Radhiallahu‟anhu. harus membenci bukan berarti harus membunuh. Al Imran: 19) Juga firman Allah Ta‟ala: 10 . atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS.

Sebagaimana dijelaskan Imam Ibnul Qayyim di atas: “Islam adalah rahmat bagi setiap manusia. membiarkan pelacuran merajalela. mengeluarkan zakat. diperuntukkan bagi seluruh manusia di muka bumi. membiarkan wanita membuka aurat mereka di depan umum bahkan membiarkan praktek-praktek kemusyrikan dan enggan menasehati mereka karena khawatir para pelaku maksiat tersinggung hatinya jika dinasehati. Al Imran: 85) Orang yang mengusung isu pluralisme mungkin menafsirkan „Islam‟ dalam ayatayat ini dengan „berserah diri‟. kemudian berkata : “Islam khan rahmatan lil‟alamin. penuh kasih sayang”. kata mereka.8) Justru surat Al Anbiya ayat 107 ini adlalah bantahan telak terhadap pluralisme agama. 2. Cukuplah kita jawab bualan mereka dengan sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam: ‫اإلسالو أٌ رشهذ أٌ ال إنه إال هللا وأٌ يحًذا سسىل هللا ورقيى‬ ‫انصالح ورؤري انزكبح ورصىو سيضبٌ ورحج انجيذ إٌ اسزطعذ‬ ‫إنيه سجيال‬ ”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah. Karena Islam itu „lil alamin„. Sedangkan orang kafir menolaknya”.“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. engkau mendirikan shalat. Berkasih sayang dalam kemungkaran Sebagian kaum muslimin membiarkan orang-orang meninggalkan shalat. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya” (HR. 11 . Sungguh aneh. Jadi semua agama benar asalkan berserah diri kepada Tuhan. Karena ayat ini adalah dalil bahwa semua manusia di muka bumi wajib memeluk agama Islam. Muslim no.

Tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu. sepatutnya kita menasehatinya dan mengingkari maksiat yang dilakukannya dan mengarahkannya untuk melakukan amal kebaikan. syirik dan khurafat. BeliauShallallahu „alaihi Wa sallam memasukkan orangorang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah”. adalah penafsiran yang sangat jauh. 12 . 2594) 3. Muslim no. Sungguh aneh. bukan mendahulukan sikap kasar dan keras. kecuali akan menghiasnya. Sebagaiman dijelaskan Ath Thabari dalam tafsirnya di atas. Dan sikap rahmat pun diperlukan dalam mengingkari maksiat. “Rahmat bagi orang mu‟min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam. Islam sebagai rahmat Allah bukanlah bermakna berbelas kasihan kepada pelaku kemungkaran dan membiarkan mereka dalam kemungkarannya. Berkasih sayang dalam penyimpangan beragama Adalagi yang menggunakan ayat ini untuk melegalkan berbagai bentuk bid‟ah. Menafsirkan rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107 dengan kasih sayang dan toleransi terhadap semua pemahaman yang ada pada kaum muslimin. Dengan kata lain. sehingga mereka menggapai jannah. jangan mengusik kami. jika kita juga merasa cinta dan sayang kepada saudara kita yang melakukan maksiat. Karena mereka menganggap bentuk-bentuk penyimpangan tersebut adalah perbedaan pendapat yang harus ditoleransi sehingga merekapun berkata: “Biarkanlah kami dengan pemahaman kami. bukankah Islam rahmatan lil‟alamin?”. Tidak ada ahli tafsir yang menafsirkan demikian. dan sudah diperingatkan sejak dahulu oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Maka bentuk kasih sayang Allah terhadap orang mu‟min adalah dengan memberi mereka petunjuk untuk menjalankan perinta-perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.Padahal bukanlah demikian tafsir surat Al Anbiya ayat 107 ini. Perpecahan ditubuh ummat menjadi bermacam golongan adalah fakta. Sepatutnya pengingkaran terhadap maksiat mendahulukan sikap lembut dan penuh kasih sayang. kecuali akan memperburuknya” (HR. Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam bersabda: “Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu.

yaitu yang sesuai dengan ajaran Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. Bahkan wajib menasehati bila saudaranya terjerumus dalam kesalahan.Dan orang yang mengatakan semua golongan tersebut itu benar dan semuanya dapat ditoleransi tidak berbeda dengan orang yang mengatakan semua agama sama. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Pernyataan „biarkanlah kami dengan pemahaman kami. Diantara bermacam golongan tersebut tentu ada yang benar dan ada yang salah. Al „Ashr: 1 – 3) Dan menasehati orang yang berbuat menyimpang dalam agama adalah bentuk kasih sayang kepada orang tersebut. Bukankah orang-orang beriman itu saling menasehati dalam kebaikan “Demi masa.غبة عُهب‬ 13 . Artinya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam: ًٍ‫إرا عًهذ انخطيئخ في األسض كبٌ يٍ شهذهب فكشههب ك‬ ‫ويٍ غبة عُهب فشضيهب ، كبٌ كًٍ شهذهب . dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus”. tidak boleh demikian. Untukmu agamamu. ia mendapat dosa. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Yang dinasehati pun sepatutnya lapang menerima nasehat. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Islam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada orang yang mengikuti golongan yang benar yaitu yang mau mengikuti ajaran Nabi Shallallahu „alaihi Wa sallam. Dan kita wajib mengikuti yang benar. dan untukkulah. agamaku„” Sedangkan kepada sesama muslim. Bahkan orang yang mengetahui saudaranya terjerumus ke dalam penyimpangan beragama namun mendiamkan. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Kaafirun: “Katakanlah: „Hai orang-orang kafir. jangan mengusik kami‟ hanya berlaku kepada orang kafir. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Bahkan Ibnul Qayyim mengatakan tentang rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107: “Orang yang mengikuti beliau.

Karena manusia pada masa sebelum beliau diutus berada dalam kesesatan berupa penyembahan kepada sesembahan selain Allah. 4. Jika semua pendapat orang dapat ditoleransi. Abu Daud no. Renungkanlah perkataan Ash Shabuni dalam menafsirkan rahmatan lil „alamin: “Beliau Shallallahu „alaihi Wa sallam memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. walaupun mereka menyembah kepada Allah juga. Namun pendapat-pendapat yang berdasarkan dalil shahih. Rasulullah Shallallahu „alaihi Wa sallam menjadi rahmat bagi seluruh manusia karena beliau membawa ajaran tauhid. Dan inilah inti ajaran para Rasul. dihasankan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud) Perselisihan pendapat pun tidak bisa dipukul-rata bahwa semua pendapat bisa ditoleransi. hancurlah agama ini. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala: َْ ْ َ َ ُ ‫ونَقَذ ثَعثَُب فِي كمِّ أُيخ سسُىال أٌَ اعجُذوا هللاَ واجْ زَُِجُىا انطَّبغىد‬ َ َّ ُ ْ ِ ً َ ٍ َّ ُ 14 .“Jika engkau mengetahui adanya sebuah kesalahan (dalam agama) terjadi dimuka bumi. sebagian orang menyepelekan dan enggan mendakwahkan aqidah yang benar. menggunakan kaidah para ulama. Orang yang tidak melihat langsung namun ridha terhadap kesalahan tersebut. Menyepelekan permasalahan aqidah Dengan menggunakan ayat ini. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia”. barulah dapat kita toleransi. Apakah kita mentoleransi sebagian orang sufi yang berpendapat shalat lima waktu itu tidak wajib bagi orang yang mencapai tingkatan tertentu? Atau sebagian orang kejawen yang menganggap shalat itu yang penting „ingat Allah‟ tanpa harus melakukan shalat? Apakah kita mentoleransi pendapat Ahmadiyyah yang mengatakan bahwa berhaji tidak harus ke Makkah? Tentu tidak dapat ditoleransi. Karena mereka menganggap mendakwahkan aqidah hanya akan memecah-belah ummat dan menimbulkan kebencian sehingga tidak sesuai dengan prinsip bahwa Islam adalah rahmatan lil „alamin. orang yang melihat langsung lalu mengingkarinya. ia sama seperti orang yang tidak melihat langsung (tidak dosa). cara berdalil yang benar. ia sama seperti orang yang melihat langsung (mendapat dosa)” (HR. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan.4345.

Ar Ruum: 31-32) menjadi sebab perpecahan ummat. 15 . maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga. maka bagaimana mungkin menjadi sebab perpecahan ummat? Justru kesyirikanlah yang sebenarnya Allah Ta‟ala: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): „Sembahlah Allah saja. tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72) Oleh karena itu. Hukum-hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah Ta‟ala kepada makhluk-Nya. adakah yang lebih urgen dari masalah ini? Kesimpulannya. dan jauhilah Thaghut‟ ” (QS. bukankah masalah aqidah ini yang dapat menentukan nasib seseorang apakah ia akan kekal di neraka atau tidak? Allah Ta‟ala berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam. An Nahl: 36) Selain itu. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. dan tempatnya ialah neraka. Sebagaimana firman C. Karena dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam adalahrahmat Allah. beberapa faedah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:    Di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam sebagai Rasul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia. Pemahaman Yang Benar Berdasarkan penafsiran para ulama ahli tafsir yang terpercaya. justru dakwah tauhid. seruan untuk beraqidah yang benar adalah bentuk rahmat dari Allah Ta‟ala.

Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Namun di akhirat kelak Allah akan menempatkan mereka di dasar neraka Jahannam. akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. orang kafir mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam berupa dihindari dari adzab yang menimpa umat-umat terdahulu yang menentang Allah.  Pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam menjadi rahmat karena beliau telah memberikan pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada 16 . Karena kehidupan mereka didunia lebih lama hanya akan menambah kepedihan siksa neraka di akhirat kelak.    Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam Rahmat yang sempurna hanya didapatkan oleh orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. Orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam.  Orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum musliminjuga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. tidak akan ada kaum kafir yang diazab dengan cara ditenggelamkan seluruhnya atau dibenamkan ke dalam bumi seluruhnya atau diubah menjadi binatang seluruhnya. keluarga dan kehormatan mereka. Sehingga setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. membenarkan beliau serta taat kepada beliau.  Orang kafir yang memerangi Islam juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi MuhammadShallallahu „alaihi Wa sallam.  Orang munafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapat rahmatdengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi Wa sallam. yaitu dengan diwajibkannya perang melawan mereka. harta. Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah. Yaitu dengan dilarangnya membunuh dan merampas harta mereka.  Secara umum.

rahmat dalam ayat ini diberikan juga kepada orang kafir namun mereka menolaknya. Islam sebagai Agama Rahmat Islam adalah agama yang diturunkan Tuhan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. rahmat dalam ayat ini hanya diberikan orang mu‟min.orang baik (al-birr) dan yang jahat (al-fajir) serta semua makhluk Allah. lebih dari 90 ayat di dalam Alquran. Bahkan rahman dan rahim. Pesan kerahmatan (baca: kasih sayang) dalam Islam benar-benar tersebar di dalam teks-teks Islam. D.manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah. seperti kejujuran. 17 . dua kata yang diambil dari kata rahmat dan selalu disebut-sebut kaum muslimin setiap hari adalah nama. ahli tafsir awal. Fungsi kerahmatan ini dielaborasi oleh Nabi Muhammad SAW melalui pernyataan “Aku diutus Tuhan hanya untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.baik Alquran maupun Hadis. menyebutkan misi kerahmatan ini: “wa ma arsalnaka illa rahmatan lil „alamin”. Aku tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta. Ibnu Abbas. berikut derivasinya disebut berulang-ulang dalam jumlah yang begitu besar. yang berarti welas asih. Alquran juga menegaskan rahmat Tuhan meliputi segala hal (QS 7:156).Para ahli tafsir sepakat bahwa rahmat Allah mencakup orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.”Sayangilah siapa saja yang ada di muka bumi.  Sebagian ulama berpendapat.” Alquran. niscaya Tuhan menyayangimu.  Sebagain ulama berpendapat.nama Tuhan sendiri.mengatakan bahwa kerahmatan Allah meliputi orangorang mukmin dan orang-orang kafir.Kata rahmah. Sehingga hanya orang mu‟min saja yang mendapatkannya.” Akhlak luhur adalah moral dan nilai-nilai kemanusiaan.Nabi Muhammad SAW pernah bersabda. sumber Islam paling otoritatif.

Beliau tiba-tiba saja berdiri. jawab Nabi. toleransi (tasamuh) dan dialog antaragama sama artinya dengan mengakui kebenaran agama lain. Janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kecuali dengan cara yang lebih baik” (QS 29: 46).Nabi diingatkan bahwa jenazah tersebut adalah seorang Yahudi. Termasuk rahmatan li al „alamin juga berarti mengapresiasi pluralisme. termasuk yang berbeda agama.dua sahabat Nabi.bukan hanya ketika dia masih hidup. ”Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. ”Alaisat nafsan (bukankah ia adalah manusia?)”. maka bertawakallah kepada Allah. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Tuhan juga berfirman.” Pengakuan atas 18 . sama dengan menyamakan agama atau bahkan sama dengan sinkretisme. menghormati dan menyayangi orang lain. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. ”Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. dan kezaliman adalah berlawanan secara diametral dengan al-akhlak al-karimah.mengatakan. Ada orang yang menganggap bahwa mengakui pluralisme. kesombongan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS 3: 159). Pandangan ini tentu saja sangat naif dan ditolak bukan hanya oleh Islam. mohonkanlah ampun bagi mereka. Sikap Islam dalam hal ini adalah jelas: ”Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku. Kerahmatan Islam juga berarti menghormati orang lain. tetapi juga oleh pemeluk semua agama. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Sahl bin Hanif dan Qais bin Sa‟ad. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. suatu saat ada jenazah melewati Nabi. Tuhan telah memberikan kesaksian-Nya terhadap kepribadian Nabi Muhammad SAW yang agung itu: “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. dan sebagainya.Kekerasan. bahkan ketika sudah mati. Karena itu maafkanlah mereka. keikhlasan. maka tibatiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia”(QS 41:34).keadilan.

31 Maret 2008. Dialog antaragama tidaklah berarti membenarkan atau merestui keyakinan (agama) orang lain.Akan tetapi ia adalah menghargai keyakinan atau agama orang lain dan tidak merendahkannya”. Universalisme Islam mengharuskan kita untuk bekerja sama secara damai dengan semua komponen masyarakat manusia.No 2. Sebelumnya Al-Manna‟i berkata.” Dialog antaragama dalam rangka kemanusiaan adalah suatu keutamaan dalam Islam.021. Islam adalah agama dialog.pluralisme.” Adalah kekeliruan besar bahwa dialog antaragama adalah pengakuan terhadap orang lain (beragama lain) dan penerimaan terhadap agamanya. toleransi dan dialog antaragama sesungguhnya adalah sikap mengakui fakta dan realitas akan eksistensi agama.agama yang dipeluk dan penghargaan terhadap para pemeluknya. Dr Aisyah al-Manna‟i.toleran dan cinta. tidak pula membenarkan atau merestui cara-cara ritual mereka. Alquran menyebut begitu banyak ayat tentang kewajiban setiap orang beriman agar bertindak membebaskan penindasan yang disebutnya sebagai al-zhulm atau 19 . Kerahmatan dan Pembebasan dari Kezaliman Kerahmatan Islam pada sisi lain ditempuh dengan cara membebaskan manusia dari belenggu penindasan manusia atas manusia. Sejarah kenabian Muhammad mencatat bahwa penindasan manusia atas manusia telah berlangsung cukup lama. Dekan Fakultas Syari‟ah dan Studi Islam Universitas Islam Qatar dalam seminar dialog antaragama yang diselenggarakan di Qatar baru-baru ini mengatakan.Senin.hlm 4). Banyak sekali ayat-ayat Alquran yang menegaskan hal-hal seperti ini” (Baca: surat kabar Al Alam al Islamy. agama saling memahami.Islam tidak pernah menjadi agama perang atau agama pedang. Alquran diturunkan untuk mengkritik sekaligus mendekonstruksi praktik tersebut. E.agama damai.

Kini sudah saatnya kita semua. BAB III KESIMPULAN 20 . dan nilai-nilai kemanusiaan yang lain. dan kemutlakan tunduk pada kehendak Tuhan. terutama para pemimpin dan tokoh agama.dan menyejahterakan alam semesta. keadilan. universalitas. Pernyataan menarik dikemukakan Seyyed Hossein Nasr. Secara umum al-zhulm berarti pengingkaran terhadap kebenaran.kalian harus tetap berbuat baik dan berlaku adil. tidak lain untuk mengenal serta menghargai agama-agama yang lain. ”Sepanjang ‟orang lain‟ tidak menyerang dan mengusirmu. salah seorang cendekiawan muslim kontemporer terkemuka.kebenaran. Katanya. Jantung atau inti Islam mengisyaratkan kepada kita untuk bangun dari mimpi yang melalaikan.kezaliman itu.” kata Alquran. duduk bersama dalam suasana hati yang tenang dan pikiran jernih tanpa prasangka untuk merumuskan kembali agendaagenda bersama dalam kerangka menciptakan relasi manusia yang harmonis. Tuhan sendiri telah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya. pemenuhan segala tanggung jawab manusia dan penghargaan terhadap makhluk. Begitulah teksteks Islam bicara tentang kerahmatan bagi seluruh alam semesta. damai. Kezaliman adalah penentangan terhadap kerahmatan Islam. Ingat tentang siapa diri kita dan mengapa kita ada di sini. ”Jantung atau inti Islam adalah penyaksian keEsa-an Tuhan.

21 . dan InsyaAllah apabila tiap manusia berpegang teguh pada aturan-aturan dan ketentuan dalam islam akan mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta‟ala. Perlu dipahami dan dipelajari agar tidak terjadi pemahaman yang berbalik 180 derajat dari kontektual aslinya.Islam sebagai Rahmatan lil „alamin bukan hanya sekadar ucapan saja. Amin. Islam telah mengatur segala aspek kehidupan manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->