P. 1
Pemerikasaan Fisik Pada Orang Dewasa

Pemerikasaan Fisik Pada Orang Dewasa

3.0

|Views: 536|Likes:

More info:

Published by: Sita Aulia Syahriski on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2014

pdf

text

original

PEMERIKASAAN FISIK PADA ORANG DEWASA

Oleh to Click : edit Master subtitle style Shervil Kagayaita S. 1202300049

3/13/13

PENDAHULUAN
Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui status kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik ini bertujuan

Mengumpulkan data tentang kesehatan pasien,

3/13/13

PENDAHULUAN
Teknik Pemeriksaan Fisik Inspeksi : Mengamati Yang diamati : Ukuran, Bentuk, Warna, Kesimetrisan, Posisi, abnormalitas Palpasi : Meraba

Tujuan : Menentukan ketahanan, kekenyalan, kekerasan, tekstur, mobilitas. Perkusi : Mengetuk

Tujuan : Untuk mengetahui ukuran, Batas, Konsistensi organ, Menentukan adanya cairan dalam rongga tubuh
3/13/13

Auskultasi: Mendengarkan

PENDAHULUAN Gambar Teknik pemeriksaan fisik : PERKUSI Sumber:supikgf.blogspot.com PALPASI Sumber : healthcentral.com 3/13/13 AUSKULTASI Sumber: .

kaki Per System : per sistem tubuh Pemeriksaan Fisik Head to Toe adalah pemeriksaan fisik dari ujung kepala sampai ujung kaki. • Kepala § § Rambut (Inspeksi & palpasi ) Kulit Kepala (Inspeksi & palpasi) 3/13/13 .PENDAHULUAN Pendekatan Head to Toe : dr kepala .

palpasi. perkusi & auskultasi) 3/13/13 .PENDAHULUAN • Wajah § § § § Mata (Inspeksi & palpasi) Hidung (inspeksi & palpasi) Mulut (inspeksi & palpasi) Telinga (inspeksi) • • Leher (Inspeksi & palpasi) Dada (inspeksi.

15.Jenis Alat untuk Pemeriksaan Fisik Umum Alat pemeriksaan fisik.5% dalam baskom Selimut Tempat sampah . 14. 17. 13. Pengukur tinggi badan 3/13/13 9. 12. 11. Jam yang ada 1. Reflex hammer 7. Timbangan berat badan 8. Meteran pita/metlin 6. 10. Spatula lidah Kartu pemeriksa ketajaman visual Bengkok Handuk Wastafel dengar air mengalir Sarung tangan Larutan klorin 0. 18. Thermometer 4. 16. Senter kecil 5. Stetoskop 3.antara lain : Tensimeter / spigmomanomet er 2.

3/13/13 .• Bahan-bahan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik umum adalah : Kapas steril/kapas air DTT Kassa steril Sabun antiseptik Alat tulis Lembar medical record Bahan-bahan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik umum 1. 3. 5. 2. 4.

KEPALA Rambut : Inspeksi ü ü ü Kesimetrisan Warna rambut kusam atau tidak Adanya patah – patah pada rambut atau tidak Distribusi / pengelompokkan rambut Kelembapan rambut.1. ü ü 3/13/13 .

KEPALA Kulit Kepala Inspeksi ü Bagaimana permukaannya bersih atau tidak Kesimetrisan Ada atau tidaknya luka.1. Ada tidaknya ketombe Rontok atau tidak ü ü ü ü 3/13/13 .

WAJAH Permukaan Wajah q Inspeksi • • Kesimetrisan wajah Ada atau tidaknya benjolan Ada atau tidaknya oedem / pembengkakan § q Palpasi • 3/13/13 Dengan cara menekan pangkal hidung dengan ibu jari. .2.

dengan cara menarik kelopak mata ke bawah dan pasien dianjurkan melihat ke atas • • 3/13/13 . WAJAH Mata q • • Inspeksi Kesimetrisan mata Kesimetrisan bola mata (juling atau tidak) Pergerakan bola mata Amati konjungtiva apakah anemis atau tidak.2.

5 cm Lakukan tes penglihatan warna • • 3/13/13 • . WAJAH • Amati ukuran bentuk.2. gerakan pupil dengan cara berikan sinar lalu menjauhkan sinar Amati fundus dengan cara menggunakan oftalmoskop Melakukan tes reflek cahaya cornea dengan cara berikan cahaya langsung ke dalam mata dari jarak kurang lebih 40.

WAJAH Hidung q • • Inspeksi Kesimetrisan Hidung Septum terletak ditengah atau tidak Ada tidaknya tulang hidung Ada atau tidaknya benda asing.2. keradangan serta pendarahan. • • 3/13/13 . polip.

WAJAH q • Palpasi Aliran napas lancar / mampet Cara : Meletakkan jari telunjuk pada bawah hidung. 3/13/13 . Merasakan aliran napasnya lancar atau mampet.2. Mengintruksi pasien untuk menghembuskan nafas keras – keras.

3/13/13 • .2. WAJAH Mulut q • • Inspeksi Bibir simetris atau tidak Adanya Cyanosis (lebam biru) pada bibir atau tidak Lidah warnanya kemerah – merahan dan basah. permukaan kasar / tidak. selaput lendir licin dan mengkilap.

dengan cara menganjurkan pasien untuk membuka mulut Palpasi • q 3/13/13 . WAJAH • Amati keadaan faring dengan menggunakan spatel lidah yakni menekan bagian samping lidah dan gunaka lampu senter untuk melihat kondisi faring. menelan. Kemampuan menggigit.2. mengunyah.

2. 3/13/13 . WAJAH Telinga q • Inspeksi Kesimetrisan telinga (bentuk dan ukuran) Tegangan kulit telinga • • Inspeksi liang telinga dengan spekulum untuk melihat adanya keradangan dan benda asing atau tdk serta kebersihan telinga.

Mengamati membran timpani utuh atau tidak terjadi peradangan atau tidak. WAJAH • Mengamati membran timpani utuh atau tidak terjadi peradangan atau tidak dengan menggunakan otoskop Telinga ditarik keatas lalu di beri penerangan senter. Apabila memantulkan cahaya perak maka membran timpani normal dan utuh. 3/13/13 .2.

LEHER Inspeksi : Kesimetrisan Leher Mengamati bentuk terdapat bendungan atau tonjolan atau tidak.3. ada tidaknya masa dan kekakuan leher. Inspeksi bentuk dan ukuran kelenjar limfe 3/13/13 . Inspeksi pergerakan.

Palpasi : 3. Pada vena jugularis adanya pembesaran atau tidak Ada atau tidaknya pembesaran pada kelenjar thyroid ü 3/13/13 Cara : Palpasi dengan menggunakan satu tangan dari . LEHER Terdapat benjolan getah bening (nodus lymphaticus) disetiap sisi leher.

DADA Inspeksi ü Adanya deformitasa (perubahan bentuk dada) atau tida Kesimetrisan dada besar dada. adanya penonjolan atau tidak Adanya kesimetrisan frem suara ü ü Palpasi ü ü 3/13/13 . gerakan dada .4.

5. PAYUDARA Inspeksi : Posisi klien disamping Simetris atau tidak (puting berada di pertengahan klanikula) Bentuk puting susu menonjol atau kedalam Ada kolotrum atau cairan lain apa tidak Palpasi 3/13/13 Terdapat benjolan atau tidak. .

PARU Inspeksi Kesimetrisan bentuk dan gerakan pernafasan. PARU . Diameter dada lebih besar secara dilihat menyamping dari pada dari belakang ke depan Gerakan pernafasan biasanya teratur dan lancar 3/13/13 Adanya penonjolan dan .6.

paru dan untuk mengetahui adanya udara. cairan atau benda padat dalam paruparu. PARU .6. Jika paru-paru yang berisi udara normal diketuk akan bunyi bergaung kras bernada –nada dan lama.PARU Perkusi Untuk mengetahui posisi dan besarnya paru. Cara : mengetukkan ujung jari 3/13/13 atau jari telunjuk langsung ke .

PARU Auskultasi Menilai suara nafas dasar dan suara nafas tambahan yang dapat dilakukan diseluruh dada dan punggung Dari kanan ke kiri dengan membandingkannya kemudian dari bagian atas ke bawah dan menekan daerah stetoskop yang 3/13/13 kuat. .6. PARU .

3/13/13 Palpasi . JANTUNG Inspeksi Untuk mengetahui denyut pada pericordium dan pembuluh leher Pericordium diperiksa untuk mengetahui denyut bilik jantung yang dikenal dengan denyut apikal (apex). Adanya getaran bising.7.

lamanya dan waktunya dalam siklus gerak jantung. intensitasnya. Perkusi untuk menilai adanya pembesaran jantung atau tidak. JANTUNG Auskultasi Memeriksa suara jantung yaitu nada. 3/13/13 .7.

8. Menilai bentuk dan ukurannya Mengamati apakah ada massa dan pembuluh darah. ABDOMEN Inspeksi Mengamati kesimetrisannya. Auskultasi 3/13/13 Mendengarkan adanya bising usus . pegangannya (distensio). gerakan kembung – kembung (peristaltik).

ABDOMEN Palpasi Untuk mengetahui nyeri tekan yang akan mewakili bagaimana keadaan organ dalam. Ada tidaknya benjolan 3/13/13 Perkusi . ü Cara : menekan perut menggunakan tangan pada bagian – bagian yang telah dibagi 9 kuadran. Apabila nyeri maka ada kelainan.8.

Melihat ada tidaknya cairan .darah.9. Meletakkan dengan hati – hati lalu memeriksa ada tidaknya lendir dan darah ataupun luka . luka pada serviks o 3/13/13 Melakukan pemeriksaan panggul atau kondisi servisks dengan spekulum yang dibasahi air atau jeli. GENETALIA Inspeksi Melihat kesimetrisan genetalia eksterna.

kista atau cairan Untuk mengetahui ukuran. mobilitas. bentuk. o 3/13/13 Pemeriksaan menggunakan 2 tangan yakni satu tangan di atas . kelunakan.9. posisi. massa. GENETALIA Palpasi Palpasi pada kelenjar bartholin untuk mengetahui adanya pembengkakan. dan massa.

testis dan kelainankelainan seperti hipospadia. fimosis.9. epispadia. radang pada testis dan skrotum. 3/13/13 . GENETALIA Laki – Laki Inspeksi ü memperhatikan ukuran. bentuk penis.

PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI Click to edit Master subtitle style 3/13/13 .

Waktu pemeriksaan fisik dapat dilakukan saat bayi baru lahir. ada beberapa hal yang perlu 3/13/13 .PENDAHULUAN Pemeriksaan fisik pada bayi dapat dilakukan oleh bidan. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir. 24 jam setelah lahir. dan akan pulang dari rumah sakit. perawat atau dokter untuk menilai status kesehatannya.

Bayi sebaiknya dalam keadaan telanjang di bawah lampu terang sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. 2. seperti 3/13/13 .PENDAHULUAN 1. Lakukan prosedur secara berurutan dari kepala ke kaki atau lakukan prosedur yang memerlukan observasi ketat lebih dulu. atau lepaskan pakaian hanya pada daerah yang diperiksa.

seperti laju jantung. kemampuan bernapas. 3/13/13 kekuatan tonus otot. kemampuan 1. kemampuan bernapas.PENILAIAN APGAR SCORE Bertujuan menilai kemampuan laju jantung. Cara : Lakukan penilaian apgar score dengan cara jumlahkan hasil penilaian tanda. kemampuan refleks dan warna kulit.kekuatan tonus otot. .

PENILAIAN APGAR SCORE Tanda Frekuensi jantung Tonus Otot Usaha bernapas Refleks 0 Tidak ada Lumpuh Tidak ada Tidak bereaksi < 100 Ekstremitas fleksi sedikit Lambat 1 ≥ 100 Gerakan aktif Menangis kuat Reaksi melawan Seluruh tubuh kemerahan 2 Warna kulit 3/13/13 Gerakan sedikit Tubuh Seluruh tubuh kemrahan. biru atau Ekstremitas pucat biru .

seperti jumlah volumenya. Apabila volumenya lebih dari 2000 ml bayi mengalami polihidramnion.PEMERIKSAAN CAIRAN AMNION Untuk menilai ada tidaknya kelainan pada cairan amnion (selaput ketuban). Sedangkan jika jumlahnya kurang dari 500 ml maka bayi mengalami 3/13/13 .

berat dan jumlah korion. Pemeriksaan ini penting dalam 3/13/13 menentukan terjadi kembar . Pemeriksaan ini meliputi ada tidaknya pengapuran. nekrosis (kematian sel atau jaringan).PEMERIKSAAN PLACENTA Untuk menentukan keadaan atau kondisi placenta.

PEMERIKSAAN TALI PUSAT Untuk menilai ada tidaknya kelainan dalam tali pusat. seperti ada tidaknya vena dan arteri. 3/13/13 . tali simpul pada tali pusat.

lingkar kepala dan lingkar dada Lakukan penilaian hasil pengukuran : q. panjang badan. PENGUKURAN ANTROPOMETRI Lakukan pengukuran berat badan. BB normal : 2500-3500 gram. 2. . bila BB kurang dari 2500 gram disebut bayi prematur dan bila BB lebih dari 3500 gram disebut 3/13/13 macrosomia.• Cara : 1.

lunak. Ada tidaknya caput succedaneum : edema pada kulit kepala. dan tidak berfluktuasi. diantaranya : Maulage : tulang tengkorak yang saling menumpuk pada saat lahir asimetris atau tidak 2.PEMERIKSAAN KEPALA Cara : 1. batasnya tidak tegas dan menyeberangi sutura yang akan 3/13/13 . Lakukan inspeksi daerah kepala Lakukan penilaian pada bagian tersebut.

tidak menyeberangi suturakemungkinan mengalami faktur tulang tengkora.PEMERIKSAAN KEPALA Ada tidaknya cephal haematum yang terjadi setelah lahir dan tidak tampak pada hari pertama tertutup oleh caput succedaneum. Cirinya konsistensi lunak. berfluktuasi. berbatas tegas pada tepi tulang tengkorak. Chephal haematum dapat hilang sempurna 3/13/13 dalam waktu 2 -6 bulan .

PEMERIKSAAN KEPALA Ada tidaknya perdarahan. Adanya fontanelatau tidak dengan cara palpasi dengan menggunakan jari tangan. Batasnya tidak tegas sehingga bentuk kepala tampak asimetris. sering diraba terjadi fluktuasi dan edema. yang terjadi karena pecahnya vena yang menghubungkan jaringan di luar sinus dalam tengkorak. Fontanel posterior akan 3/13/13 .

. Lakukan inspeksi daerah mata Tentukan penilaian ada tidaknya kelainan seperti: a.PEMERIKSAAN MATA Cara: 1. 2. dengan cara menggoyang kepala secara perlahanlahan sehingga mata bayi akan terbuka Kebutaan. Strabismus (koordinasi gerakan mata yang belum sempurna). seperti jarang berkedip atau sensifitas terhadap cahaya 3/13/13 b.

ditemukan epicanthus (lipat kulit dari pangkal hidung ke sudut tengah mata) melebar. e. 3/13/13 . Glaukoma kongenital . Sindrom Down. apabila terlihat pupil yang berwarna putih d. terlihat pembesaran dan terjadi kekeruhan pada kornea Katarak kongenital.PEMERIKSAAN MATA c.

PEMERIKSAAN HIDUNG
Cara :
1.

Amati pola pernafasan, apabila bayi bernafas melalui mulut maka kemungkinan bayi mengalami obstruksi (penyumbatan) jalan nafas karena adanya atresia koana bilateral (tidak adanya lubang di koana bilateral), fraktur tulang hidung, atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring. Sedangkan pernafasan cuping hidung akan menunjukan gangguan pada paru

Amati mukosa lubang hidung, apabila 3/13/13 terdapat sekret mukopurulen dan
2.

PEMERIKSAAN MULUT
Cara :
1.

Lakukan inspeksi adanya kista yang ada pada mukosa mulut Amati warna, kemampuan refleks menghisap. Apabila lidah menjulur keluar dapat dinilai adanya kecacatan kongenital

2.

Amati adanya bercak pada mukosa mulut, palatum dan pipi biasanya disebut sebagai Monilia albicans 3/13/13
3.

PEMERIKSAAN TELINGA
Cara : Bunyikan bel atau suara, apabila terjadi refleks terkejut maka pendengaranya baik, kemudian apabila tidak terjadi refleks maka kemungkinan akan terjadi 3/13/13
a.

PEMERIKSAAN PADA LEHER Cara : Amati pergerakan leher apabila terjadi keterbatasan dalam pegerakannya maka kemungkinan terjadi kelainan pada tulang leher. seperti kelainan tiroid. hemangioma (neoplasma jinak yg berasal dr pembuluh – pembuluh darah) 3/13/13 .

perhitungannya harus satu menit penuh karena terdapat periodic breathing dimana pola pernafasan dada neonatus 3/13/13 terutama pada prematur ada henti nafas . JANTUNG Cara : 1. Lakukan inspeksi bentuk dada : Apabila tidak simetris. Frekuensi pernafasan bayi normal antara 40-60 kali per menit.PEMERIKSAAN DADA. paresis diafragma atau hernia diafragmatik Pernafasan bayi normal pada umumnya dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan. PARU. kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks.

JANTUNG Lakukan palpasi daerah dada. PEMERIKSAAN DADA. PARU. dan suara nafas/jantung. Lakukan auskultasi paru dan jantung dengan menggunakan stetoskop untuk menilai frekuensi. apabila ada suara bising usus pada daerah dada menunjukan adanya 3/13/13 . Suara bising sering ditemukan pada bayi. untuk menentukan ada tidaknya fraktur klafikula dengan cara meraba ictus kordis dengan menentukan posisi jantung 3.2. Secara normal frekuensi denyut jantung antara 120-160 kali per menit.

Umumnya . dan adanya kembung.PEMERIKSAAN ABDOMEN Cara : Lakukan inspeksi bentuk abdomen. Apabila abdomen membuncit kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan didalam rongga. Lakukan auskultasi adanya bising usus 3/13/13 Lakukan perabaan hati.

Bagian ginjal dapat diraba sekitar 2-3 cm. Batasbawah ginjal dapat diraba setinggi umbilikus diantara garis tengah dan tepi perut. dengan cara atur posisi terlentang dan tungkai bayi dilipat agar otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi. kelainan 3/13/13 bawaan atau trombosis vena renalis . adanya pembesaran pada ginjal dapat disebabkan oleh neoplasma.PEMERIKSAAN ABDOMEN Lakukan palpasi ginjal.

Cara: 1. spina bifida. Amati pergerakan Ekstremitas 3/13/13 untuk mengetahui adanya 2. seperti skoliosis. meningokel. raba sepanjang tulang belakang untuk mencari ada tidaknya kelainan. . PEMERIKSAAN TULANG BELAKANG DAN EKSTREMITAS Letakkan bayi dalam posisi tengkurap.

lubang uretra dan lubang vagina Lakukan inspeksi pada genetalia laki-laki. ada tidaknya hipospadia(devek dibagian ujung penis atau devek sepanjang 3/13/13 penis). seperti keadaan labia minora. labia mayora.PEMERIKSAAN GENETALIA Cara : 1. seperti keadaan penis. . dan epispadia (devek pada 2. Lakukan inspeksi pada genetalia wanita.

Dapat dicurigai apabila frekuensinya meningkat dan adanya lendir atau darah.PEMERIKSAAN URINE DAN TINJA Dilakukan untuk menilai ada tidaknya diare dan kelainan di daerah anus. Normal pada bayi berak cair antara 6-8 kali per menit. dapat terjadi selama beberapa hari pada minggu pertama 3/13/13 . Adanya perdarahan per vagina pada bayi baru lahir.

PEMERIKSAAN REFLEKS Pemeriksaan refleks Berkedip Cara pengukuran Sorotkan cahaya ke mata bayi Gores telapak kaki sepanjang tepi luar. dijumpai ekstrapiramidal sampai umur 2th setelah umur 2th Tanda babinski Merangkak Bayi membuat gerakan merangkak Letakkan bayi dengan lengan dan tengkurap di atas kaki diletakkan di permukaan yang rata abdomen pak. dimulai dari tumit Kondisi normal Dijumpai pada tahun pertama Kondisi patologis Jika tidak dijumpai. menunjukkan kebuatab Bila pengembangan Jari kaki mengembang jari kaki dorsofleksi. keras Dijumpai 4-8 minggu pertama Sentuh lidah dengan ujung spatel lidah Apabila gerakan tidak simetris. dan ibu jari kaki maka ada tanda lesi dorfleksi. maka ada tanda neurologi Menari/melangkah Refleks menetap melebihi 4-8 minggu merupakan keadaan abnormal ekstrusi 3/13/13 Kstensi lidah yang Lidah ekstensi ke arah persisten adanya sindrom down .e gag olo Eh Kaki akan brgerak Pegang bayi sehingga keatas dan ke bawah kakinya sedikit bila sedikit menyentuh disentuhkan ke permukaan yang permukaan keras.

Galant’s Gores punggung bayi sepanjang sisi tulang belakang dari bahu sampai bokongg Punggung bergerak ke arah samping bila distimulasi. dan ekstermitas Tidak ada respon bawah ekstensi. Tulang belakang fraktur klavikula. Dijumpai 4-8 minggu pertama Tidak adanya refleks menunjukkan lesi medula spinalis tranversa Moro’si. hemiparesis. addnya Tungkai sedikit kerusakan otak. dari 4 bln Kepala terlemparmenunjukkan kebelakang. 3/13/13 Lengan ekstens Refleks yang jari-jari me3netap lebih mengembung. ekstremitas . lengan Respon tidak Ubah posisi kembali ke simetris dengan tiba-tiba tengah dengan menunjukkan atau pukul meja/ tangan adanya tempat tidur menggenggam. ekstensi.

Refleks ini menghilang Gores sudut mulut menunjukkan adanya pada umur 3-4 bln.Neck righting Bila bayi telentang. 3-4 bulan. Tidak ada refleks atau bahu dan badan Letakkan bayi dalam refleks menetap lebih kemudian pelvis posisi telentang. bayi dari satu sisi gangguan sistem saraf Dijumpai selama 10bln pusat pertama Letakkan jari ditelapak Jari-jari bayi tangan bayi dari sisi melengkung disekitar ulna. coba dari 10 bulan berotasi ke arah di menarik perhatian menunjukkan adanya mana bayi diputar. Refleks karena mengisap akan ini menghitung pada mengeluarkan refleks. Refleks menggenggam yang menetap menunjukkan gangguan serebral Menggenggam (palmar grasp) rooting Bayi memutar ke arah pipi yangdigores. Tidak adanya refleks. 3/13/13 . bayi garis tengah bibir gangguan neurologi Tetapi bisa menetap berat sampai umur 12 bln kususnya selama tidur Bayi mengekstensi dan memfleksi lengan dalam berespons Tidak adanya refleks. jika refleks jari yang diletakkan di lemah atau tidak ada. Fleksi yang tidak simetris menunjukkan adanya paralisis. telapak tangan bayi berikan bayi botol dari sisi ulnar.

Mengisap Berikan botol dan dot pada bayi Bayi mengisap Refleks yang lemah dengan kuat dalam atau tidak ada berespon terhadap menunjukkan stimulasi. lengan dan tungkai Tidak normal bila ekstensi ke arah respons terjadi sisi putaran kepala setiap kepala dan fleksi pada sisi diputar. Refleks kelambatan ini menetap selama perkembangan masa bayi dan atau keadaan mungkin terjadi neurologi yang selama tidur tanpa abnormal stimulasi Tonic neck Putar kepala dengan cepat kesatu sisi 3/13/13 Bayi melakukan perubahan posisi bila kepala diputar ke satu sisi. Normalnya refleks menunjukkan ini tidak terjadi adanya kerusakan setiap kali kepala serebral mayor diputar. Tampak kira-kira pada umur 2 bln dan . menetap. Jika yang berlawanan.

Jakarta : Djambatan. Uliyah. Buku Ajar Keterampilan Dasar Kebidanan 1.A. Keterampilan Dasar Praktik 3/13/13 . A.Ahmad & Pamoentjak.Wildan & Surachmindari & A. Musrifatul & Hidayat.2012.A Hidayat. Uliyah.A.Kamu Kedokteran.A. 2006.DAFTAR PUSTAKA Ramali.2003.Musrifatul & Moh. Surabaya:Health Books.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->