P. 1
ONKOLOGI

ONKOLOGI

|Views: 112|Likes:
Published by Bambang Adi Nugraha

More info:

Published by: Bambang Adi Nugraha on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

ONKOLOGI

DR HERMAN BUDI SANTOSO, SPOG, MKES

PENGERTIAN

Onkologi adalah sub-bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker. Dokter yang mendalami onkologi disebut onkolog. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani: onkos (ονκος), yang berarti massa atau tumor dan akhiran -ology, yang berarti "mempelajari".

Jenis perawatan onkologi
1. Onkologi radiasi: orang yang mengkhususkan dalam perawatan kanker dengan radiasi, sebuah proses yang disebut radioterapi. 2. Bedah Onkologi adalah orang yang ahli dalam pembuangan tumor, yang dimiliki oleh bagian :Bedah,THTKL,Obsgyn,Mata. 3. Onkologi medis adalah orang yang menggunakan pengobatan atau kemoterapi untuk merawat kanker.

PAYUDARA
Fibro adenosa  Kista sarkoma filodes  Kanker payudara  Sarkoma payudara

Fibroadenoma

Fibroadenoma
Penyakit wanita muda dg frekuensi paling tinggi berusia 20-25 tahun  Menurut Wilson ada hub wanita & esterogen  Tumor ini timbul soliter, multipel, gampang digerakan , berbentuk licin dan tidak berubah2 besarnya dengan siklus haid. Puting susu tidak ada perubahan sama sekali, tidak nyeri spontan atau nyeri tekan.  Th/ biopsi dan eksisi

Kistosarkoma fillodes

Kistosarkoma Fillodes
Fibroadenoma yang tumbuh di seluruh mammae. Besarnya nyaris tidak tergendong oleh pasien.  Tumor ini biasanya jinak, namun tumer ini cepat berkembang, kadang perdarahan 7 sering timbul nekrosis.  Th/ mastektomi + pengangkatan fasia pectoralis. Pasca bedah di beri radiasi

GB Kistosarkoma fillodes

KANKER PAYUDARA

Pengertian

Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.[1]

Stadium
mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain.  Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak.  Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen, USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, scintigrafi, dll.  stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM

Sistem TNM  TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor size atau ukuran tumor , "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T, N, dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi, juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut:

T (tumor size), ukuran tumor:
◦ ◦ ◦ ◦ ◦ T 0: tidak ditemukan tumor primer T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm T 4: ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya, dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama

Lanjutan TNM

N (node), kelenjar getah bening regional (kgb):
◦ N 0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla ◦ N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan ◦ N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan ◦ N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum

M (metastasis), penyebaran jauh:
◦ M x: metastasis jauh belum dapat dinilai ◦ M 0: tidak terdapat metastasis jauh ◦ M 1: terdapat metastasis

Stadium
Stadium 0: T0 N0 M0  Stadium 1: T1 N0 M0  Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0  Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0  Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0  Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0  Stadium III C: Tiap T N3 M0  Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1

Gejala klinis

Benjolan pada payudara Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. Erosi atau eksema puting susu Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklatcoklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah.

Lanjutan gejala
Pendarahan pada puting susu.  Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulangtulang.  Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh

Lanjutan gejala
Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:  terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);  adanya nodul satelit pada kulit payudara;  kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;  terdapat model parasternal;  terdapat nodul supraklavikula;  adanya edema lengan;  adanya metastase jauh;

Lanjutan gejala
serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.  Keluarnya cairan (Nipple discharge)  Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

Pengobatan kanker
Mastektomi Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):  Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.  Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.  Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

Lanjutan pengobatan

Radiasi Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

Lanjutan pengobatan

Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->