P. 1
Arsitektur Jaringan Ims

Arsitektur Jaringan Ims

|Views: 12|Likes:
Published by Katarina Yunita

More info:

Published by: Katarina Yunita on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

ARSITEKTUR JARINGAN IMS

(RUDYNO NASRIAL)

Setelah pada tulisan sebelumnya di jelaskan mengenai latar belakang lahirnya teknologi IMS, maka pada tulisan kali ini akan dijelaskan mengenai konsep arsitektur jaringan IMS. Proses transisi ke jaringan 3G dimulai dengan menggabungkan standar-standar yang diajukan banyak pihak. Beberapa rancangan diperuntukkan dalam pembangunan infrastruktur GSM dan yang lainnya untuk teknologi CDMA. Pada akhirnya ITU (Interntional Telecommunication Union) mengambil alih permasalahan ini, dengan mendefinisikan standar IMT-2000 (International Mobile Telecommunication) yang meliputi 5 antar muka radio yang berbeda termasuk CDMA2000. Perlu diperhatikan bahwa semua protokol IMT-2000 menggunakan teknik spread spectrum, yang berdampak pada operasi, pemeliharaan, dan instalasi jaringan eksisting ataupun yang akan dibangun. Adapun kelima antar muka radio yang diajukan dari berbagai badan standar telekomunikasi di seluruh dunia yang diterima ITU sebagai standar IMT-2000 adalah sebagai berikut: 1. IMT-SC, Single Carrier (UWC-136): EDGE, Spektrum Frekuensi Berpasangan Proposal ini dari TR45.3 yang diajukan oleh TIA (Telecommunication Industry Association) dan T1P1 dari Amerika Serikat (AS), yang merupakan wideband TDMA berdasarkan rekomendasi dari UWCC (Universal Wireless Communication Consortium) yang mengembangkan standar TDMA IS-136 untuk AS. Pada akhirnya standar yang diterima adalah UWC-136. 2. IMT-MC* Multi Carrier CDMA: CDMA2000, Spektrum Frekuensi Berpasangan Standar ini diajukan oleh TIA (Telecommunication Industry Association) dan T1P1 dari Amerika Serikat (AS). Dari sini, dua proposal diajukan. Satu proposal yang diajukan oleh TIA dan T1P1 adalah CDMA 2000 dalam dokumen TIA TR45.5. Standar ini berdasarkan teknologi direct sequence spread spectrum. CDMA 2000 bekerja dalam mode FDD, beroperasi dengan satu atau lebih dari satu carrier dan kompatibel dengan sistem 2G CDMAOne (IS-95). 3. IMT-DS* Direct Spread CDMA: W-CDMA, Spektrum Frekuensi Berpasangan ARIB (Association of Radio Industres and Business ) dari Jepang membuat beberapa proposal, berdasarkan skema W-CDMA. TDMA, dan bahkan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Pada akhirnya badan ini hanya mengajukan satu proposal yaitu W-CDMA. Selanjutnya standar ini diselaraskan dengan standar UMTS W-CDMA FDD yang dikembangkan oleh ETSI (European Telecommunication Standard Institute)/SMG (Special Mobile Group). 4. IMT-TC Time Code CDMA, Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan ETSI juga mengajukan standar UMTS yang berdasarkan time-division CDMA (TD- CDMA) dan beroperasi dengan mode TDD. 5. IMT-FT FDMA/TDMA (Evolusi DECT), Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan Selanjutnya terbentuk 2 organisasi dibawah pengawasan ITU yang bertugas mengembangkan spesifikasi global 3G pada teknologi transmisi radio dan jaringan inti yaitu 3GPP (3rd Generation Partnership Project) yang berkaitan erat dengan GSM dan UMTS untuk mndukung layanan GSM, GPRS, dan W-CDMA. MobileIndonesia.net | Sharing Knowledge, Sharing Information 1

Selain itu juga ada 3GPP2 yang merupakan organisasi terpisah dari 3GPP. untuk keseimbangan beban atau masalah organisasi jaringan. Satu atau lebih BGCF (Breakout Gateway Control Functions). Organisasi ini hanya memberi standar untuk fungsi bukan node. Satu atau lebih database user. 4.net | Sharing Knowledge. Node untuk layanan posisi yaitu Position Determining Entity (PDE) dan Position Server. Border Router sebagai pembatas dengan jaringan luar. 2. Sharing Information 2 . Satu atau lebih MRF (Media Resource Funcions). Satu atau lebih SIP server. 8. Satu atau lebih AS (Application Servers). Umumnya vendor menerapkan satu fungsi dalam satu node. 7. yang kumpulannya disebut dengan CSCF (Call/Session Control Functions). Satu atau lebih gateway ke PSTN. dan MGW (Media Gateway). Arsitektur Jaringan Inti IMS 3GPP MobileIndonesia. 5. yaitu HSS (Home Subscriber Server) dan SLF (Subscriber Location Functions). fungsinya bisa dibagi lagi menjadi MRFP (Media Resouce Function Processors) dan MRFC (Media Resouce Function Controllers). Tidak tertutup kemungkinan node yang melakukan banyak fungsi dan fungsinya didistribusikan pada lebih dari satu node sehingga dapat juga muncul atau berperan dalam jaringan beberapa kali. Vendor dapat mengkombinasikan 2 fungsi dalam satu node atau satu fungsi dalam satu node. Selain itu bisa juga memisahkan satu fungsi menjadi 2 node atau lebih. 3. yang terdiri dari SGW (Signalling Gateway) dan MGCF (media Gateway Controller Function). tetap ada tujuan integrasi menyeluruh (3GPP + 3GPP2) menuju jaringan 3G. dan Charging Collector Functions untuk pembebanan. di mana 3GPP berkaitan erat dengan GSM dan UMTS. Arsitektur Jaringan Inti IMS terdiri dari : 1. Gambar 1. Namun demikian. 6. 3GPP2 terdiri dari operator jaringan seluler Jepang dan Amerika Utara yang mengembangkan spesifikasi global 3G pada teknologi transmisi radio dan jaringan inti CDMA2000 berdasarkan standar CDMAOne (IS-95) dari ANSI/TIA/EIA-41.

dengan tidak mengubah durasi pendaftaran. P-CSCF satu lokasi dengan GGSN. S-CSCF. Prosedur yang dilakukan P-CSCF dalam jaringan IMS adalah sebagai berikut:    P-CSCF dimuatkan ke dalam terminal IMS selama pendaftaran. Database merupakan server yang terdiri EIR. operasi dari seluruh unit/elemen jaringan yang kemudian digunakan AAA dan PDF untuk otorisasi dan otentikasi user. HSS dan SLF mengimplementasikan protokol DIAMETER (antar muka Cx. DSI berisi informasi proses registrasi yang berlangsung yang didapat dari S-CSCF. EIR berisi informasi spesifikasi terminal usernya. CSCF Jantung utama dari IMS adalah CSCF yang membangun. NPR. 1. Selain itu juga menjadi antar muka untuk memperkaya aplikasi data. Subscriber Profile berisi informasi spesifik pelanggan yang mengidentifikasi fitur dan layanan yang sudah diotorisasi untuk pelanggan itu termasuk areanya. dan tidak perlu lagi melakukan otentikasi terhadap pengguna. bandwidth. P-CSCF mengontrol GGSN termasuk QoS dengan antar muka Go.1. Sementara pada sistem GSM. merutekan. I-CSCF. 2.net | Sharing Knowledge. suara. P-CSCF menjamin keaslian data pengguna dan membangun fungsi keamanan IP terkait dengan terminal IMS. Hal ini mencegah spoofing attacks (gangguan keamanan/akses pada suatu situs atau website) dan replay attacks (seseorang mencuri identitas atau password orang lain tanpa izin dan kemudian digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain) dan melindungi privasi pengguna. mengintegrasikan. Subscriber Profile. P-CSCF (Proxy-CSCF) adalah proxy server SIP yang menjadi titik kontak pertama untuk terminal IMS. Bagian ini dapat dilokasikan baik pada jaringan yang dikunjungi (dalam jaringan total IMS) atau di jaringan (ketika jaringan yang dikunjungi belum didukung sepenuhnya dengan IMS). P-CSCF juga bertindak sebagai User Agent Server (UAS). dan lokasi pengguna. P-CSCF (Proxy-CSCF) Adalah proxy SIP yang menjadi titik kontak pertama untuk terminal IMS. Bagian ini serupa dengan HLR dan AUC (Autenthication Center) pada CDMA maupun GSM. dan menunjukkan keaslian dan kewenangan pengguna termasuk identifikasi pengguna. kontrol informasi. CSCF terdiri dari tiga bagian yaitu P-CSCF. HSS pada standar 3GPP2 merupakan gabungan server database dan AAA.Dua buah huruf yang terdapat pada hubungan antar unit dalam gambar menunjukkan antar muka yang digunakan. MobileIndonesia. pesan terpadu dan layanan mobilitas. dan bisa memeriksa seluruh pesan. Bagian ini dapat dilokasikan baik pada jaringan yang dikunjungi (dalam jaringan total IMS) atau di jaringan asal (ketika jaringan yang dikunjungi belum didukung sepenuhnya dengan IMS). SLF (Subscriber Location Function) hanya dibutuhkan ketika banyak HSS yang digunakan. NPR berisi aturan dan kebijakan terkait dengan manajemen QoS. menjaga. P-CSCF berada pada seluruh pesan pensinyalan. Proses identifikasi user ketika akan menggunakan jaringan IMS dilakukan di sini. serta sisa kredit yang dimiliki (pulsa). Dx dan Sh). Intinya dia mengkoneksikan layanan multimedia dan suara antara TDM tradisional dan jaringan paket. Sharing Information 3 . Simpul lainnya juga percaya dengan P-CSCF. dan mengakhiri sesi multimedia dan suara yang real time. P-CSCF dikoneksikan dengan PDSN dan bisa tidak berada pada satu lokasi yang sama dengan PDSN pada sistem CDMA. dan video seperti voicemail. 2. HSS Dan SLF HSS (Home Subscriber Server) adalah database pengguna yang menyimpan profil pengguna. DSI.

agar dapat mengurangi perjalanan data yang berputar-putar ketika melalui saluran radio P-CSCF termasuk PDF (Policy Decision Function). yang akan membantu menggabungkan lokasi pengguna (alamat IP dari terminal) dan alamat SIP (sering disebut dengan PUI). yang memberi otoritas atau mengaktifkan sumber daya pada media. sebagai contoh user tidak diberi otoritas untuk membuat tipe sesi tertentu atau melakukan operasi tertentu. PDF dalam melakukan kebijakan pengaturan QoS juga mempertimbangkan SLA. I-CSCF (Interrogating-CSCF) Adalah proxy SIP yang terletak pada ujung domain administrasi. seperti pada Session Border Controller/Border Router. biasanya menggunakan pencarian dengan ENUM Memperkuat kebijakan dari operator jaringan. Alamat IP-nya dikeluarkan dalam rekaman DNS dari domain (menggunakan NAPTR dan SRV). lawful interception. P-CSCF juga digunakan untuk membuat peraturan. Fungsinya adalah sebagai berikut:      Menangani registrasi SIP. dan kemudian merutekan pesan SIP ke dalam S-CSCF. dan menggunakannya sebagai titik kontak pertama untuk semua paket SIP untuk domain ini.    P-CSCF dapat mengkompres atau mengembalikan pesan SIP. Ia juga dapat menentukan S-CSCF mana yang akan melayani user. manajamen bandwidth. S-CSCF (Serving-CSCF) Adalah simpul pusat untuk bagian pensinyalan. atau kapasitasnya dengan mengenkripsi bagian pesan SIP. I-CSCF dapat juga digunakan untuk menyembunyikan informasi sensitif jaringan internal dari dunia luar seperti jumlah server.2. SIP UA (user agent) atau SIP B2BUA (backto-back user agent). AS dapat teletak pada jaringan asal atau pada jaringan eksternal pihak ketiga. dan antar muka dengan S-CSCF menggunakan antar muka ISC protokol SIP. AS dapat dioperasikan dalam mode proxy SIP. sehingga server yang jauh (contoh P-CSCF dan S-CSCF dalam domain yang dikunjungi. dalam kasus ini disebut juga sebagai THIG (Topology Hiding Interface Gateway). Sharing Information 4 . nama DNS. I-CSCF menghubungi HSS menggunakan antar muka DIAMETER Cx dan Dx untuk mendapatkan kembali lokasi pengguna. PDF berkomunikasi dengan access gateway/PDSN router untuk memberi otorisasi pengalokasian sumber daya. 2. S-CSCF menggunakan antar muka DIAMETER Cx dan Dx ke HSS untuk download dan upload profil pengguna – jika tidak ada penyimpanan lokal pada UE. 3. 2. Jika MobileIndonesia. untuk menyediakan layanannya Menyediakan layanan routing. P-CSCF juga melakukan pembebanan melalui kumpulan simpul/perangkat pembebanan (Charging Collector Function). Sehingga ia menjadi simpul gateway untuk IMS. atau dalam domain asing) dapat menemukannya. dan bisa memeriksa seluruh pesan Memutuskan pada application server mana pesan SIP akan diteruskan. Bagian ini selalu terletak pada jaringan asal. PDF juga dapat terpisah. Application server Application server (AS) menyediakan dan mengeksekusi konten dan layanan untuk pengguna sebagaimana yang sudah didefinisikan pada standar IMS (seperti presence dan group list management) . tetapi mampu menunjukkan kontrol sesi sebaik mungkin.net | Sharing Knowledge. Sebuah Server SIP. PDF melakukan manajemen QoS. Berada pada seluruh pesan pensinyalan.3. PDF adalah komponen jaringan yang hanya digunakan ketika menggunakan IP multimedia domain. Tergantung terhadap layanan aktual.

5.248 (Megaco). MRF menyediakan bagi jaringan asal dengan kemampuan seperti melakukan pengumuman. dan yang mengontrol MFRP dengan antar muka H. OSA-SCS : Antar muka Open Service Access . jaringan CS menggunakan PCM.1. entah itu MGCF lokal atau remote. AS dapat menghubungi HSS dengan antar muka Sh dengan protokol DIAMETER (untuk SIP-AS dan OSA-SCS).248/MGCP. MRFP (Media Resource Function Processor adalah simpul bagian media yang mengimplementasikan seluruh fungsi media yang terkait. dan menggunakan SCTP sebagai antar muka pengontrol SGW. sementara IMS menggunakan RTP. melakukan berbagai analisis media. Ada 3 macam AS pada arsitektur IMS yaitu: 1. CS Gateway terdiri dari elemen sebagai berikut: 6. MGCF juga berkomunikasi dengan CSCF untuk bertukar MobileIndonesia. Application Server ini menggunakan CAP (CAMEL Application Part) 4. mendapatkan statistik data media. 6.Service Capability Server dengan OSA Application Server menggunakan API 3. Media Resource MRF (Media Resource Function) menyediakan sumber dari media di dalam jaringan asal (home network). untuk media. Fungsi utama BGCF adalah memilih PSTN gateway/MGCF mana yang digunakan untuk melakukan panggilan yang dimaksud. 2. menggabungkan berbagai aliran media. jaringan CS menggunakan ISUP atau BICC melalui MTP. Breakout Gateway BGCF (Breakout Gateway Control Function) adalah server SIP untuk routing berdasarkan nomor telepon dan digunakan hanya jika panggilan dimulai oleh terminal IMS ke user PSTN atau GSM 2G yang berbasis sirkuit. Sharing Information 5 . melakukan konversi CCP (Call Control Protocol) dengan menterjemahkan sesi pensinyalan di dalam jaringan inti IP dengan ISUP pada PSTN.terletak pada jaringan asal.net | Sharing Knowledge. MGCF (Media Gateway Controller Function) MGCF sering disebut juga dengan softswitch (gatekeeper) berfungsi mengontrol sumber daya pada MGW dengan antar muka H. PSTN/Circuit Switched Gateway PSTN/CS gateway menjadi antar muka dengan jaringan PSTN circuit switched (CS). sementara IMS menggunakan SIP. Untuk pensinyalan. IM-SSF : Sebagai antar muka IP Multimedia Service Switching Function dengan CAMEL (Customized Applications for Mobile Networks Enhanced Logic). MRFC (Media Resource Function Controller) adalah simpul pensinyalan yang bertindak sebagai sebuah SIP User Agent ke S-CSCF dengan antar muka SIP. SIP AS : IMS application server lokal untuk operator 2. MRF lebih jauh dibagi menjadi: 1. dsb. penterjemahan di antara codec yang berbeda-beda.

2. Sharing Information 6 . Charging Collector Function Komponen ini melakukan pembebanan. dengan mengubah antara RTP dan PCM.net | Sharing Knowledge. AS) yang terlibat dalam sesi menggunakan antar muka DIAMETER Rf untuk mengirim informasi akunting ke MobileIndonesia. BR melakukan routing paket IP. sering disebut pembebanan berbasiskan kredit. mengatur trafik masuk dan keluar. Contoh IMS mungkin menggunakan AMR. 1. Server ini memilih PDE berdasarkan kapabilitas posisi MS yang didapat dari AG. 7. dan berkomunikasi dengan AG untuk mendapatkan informasi posisi yang penting. BR mungkin mendapatkan permintaan alokasi QoS.711. jaringan perusahaan. 6. S-CSCF. meyakinkan bahwa trafik sudah mengikuti SLA. BR menghubungkan jaringan inti dengan jaringan peer (SP lain. Server ini bertanggung jawab mengabulkan registrasi. protokol routing gateway keluar. MGW (Media Gateway) MGW menjadi antar muka dengan bagian media pada jaringan CS. 8. I-CSCF. AG memilih Position Server dan meminta registrasi untuk terminal tertentu. PDE (Position Determining Entity) Dan Position Server PDE berkomunikasi dengan Position Server untuk menentukan posisi geografis dari MS dengan tepat berdasarkan input data yang disediakan oleh Position Server. internet). Offline Charging : Semua elemen jaringan SIP (P-CSCF. Pembebanan offline diterapkan kepada pengguna yang membayar layanannya secara periodik (contoh tiap akhir bulan). Pada intinya MGCF memiliki kemampuan mentranslasi berbagai protokol untuk mengontrol sesi dan fungsi penyambungan berbasis software. Border Router/Session Border Controller Merupakan komponen jaringan untuk mendukung jaringan IMS dan eksisting. Position Server menyediakan informasi posisi geografis bagi unit yang meminta. meneruskannya ke proxy position server di dalam jaringan yang sama jika proxynya ada. MRFC. SGW mengubah bentuk protokol layer yang lebih rendah sebagai SCTP yang merupakan sebuah protokol IP menjadi MTP yang merupakan protokol SS7. dan meneruskannya ke PDF untuk direspon.setelah direspon BS dapat meneruskan permintaan itu ke tujuan akhir. MGW dapat juga menterjemahkan kode ketika codec tidak cocok. BGCF.3. Pembebanan online. 6.`SGW (Signalling Gateway) SGW menjadi antar muka dengan bagian pensinyalan pada CS. MGCF. sementara PSTN menggunakan codec G. digunakan untuk layanan pra-bayar. Server ini juga berkomunikasi dengan AAA untuk mengotentikasi dan mengotorisasi permintaan layanan posisi untuk manajemen mobilitas. Keduanya dapat diaplikasikan pada sesi yang sama.informasi kontrol sesi menggunakan SIP. 9. untuk meneruskan ISUP dari MGCF ke jaringan CS.

unit kredit yang dipesan kemudian dihilangkan. yang akan dikirim ke billing system (BS) dari domainnya. Setiap sesi membawa sebuah ICID (IMS Charging Identity) sebagai pengidentifikasi yang unik. Sementara terminal IMS 3GPP2 menyimpan keamanan dan konfigurasi data di terminal itu sendiri atau di dalam RUIM. bahkan mungkin PDF juga bisa berubah. sejumlah unit kredit dengan segera diambil dari account pengguna oleh ECF dan MRFC atau AS yang kemudian memberi otoritas untuk menyediakan layanan. Parameter IOI (Inter Operator Identifier) mendefinisikan jaringan asal/pemanggil dan jaringan tujuan/dipanggil. 2. Sementara PDSN serta PDF bisa berganti bahkan ketika sesi sudah berlangsung. Pada 3GPP. Alokasi resources GGSN tidak akan berganti selama proses registrasi. 3GPP2 tidak. AS dan MRFC menggunakan antar muka DIAMETER Ro menuju ke sebuah ECF (Event Charging Function). karena itu merupakan prosedur spesifik GPRS. sementara Packet Data Service Node bisa berbeda lokasi dengan P-CSCF pada 3GPP2. Ada beberapa perbedaan pada arsitektur IMS yang didefinisikan oleh 3GPP dan 3GPP2 yaitu sebagai berikut:        Manajemen mobilitas pada IMS 3GPP melalui pembentukan kanal pada GPRS. 3GPP tidak. CCF akan mengumpulkan seluruh informasi ini. 3GPP2 mendukung IPv4 dan IPv6 dengan fokus awal IPv4. dan membuat sebuah CDR (Charging Data Record). Ketika ECUR (Event Charging with Unit Reservation) digunakan. jumlah unit kredit yang dihabiskan dilaporkan dan diambil dari account . Sharing Information 7 . yang juga berkomunikasi dengan SCF. 3GPP2 memiliki Position Server dan PDE (Position Determining Entity) untuk menyediakan informasi posisi sementara 3GPP tidak. SCF bisa memberi sinyal ke S-CSCF untuk mengakhiri sesi ketika pengguna kehabisan kredit selama dalam sebuah sesi. Ketika IEC (Immediate Event Charging) digunakan. Tidak ada antar muka Sh untuk penelusuran informasi lokasi spesifik user pada 3GPP2. yang terlihat seperti sebuah application server SIP reguler.CCF yang terletak di domain yang sama. Online charging : S-CSCF berbicara/berkomunikasi dengan SCF (Session Charging Function).      MobileIndonesia. lokasi jaringan P-CSCF selalu sama dengan GPRS. sementara IMS 3GPP2 pada jaringan inti mobile IP. karena tidak memiliki sistem CAMEL. HSS pada 3GPP fungsi Home AAA dan database-nya sudah tergabung sementara pada 3GPP2 tidak. Layanan tidak langsung dihentikan ketika kredit tidak mencukupi lagi. Setelah layanan selesai. Tidak ada antar muka Go (untuk QoS) pada rilis pertama IMS 3GPP2. Setiap domain memiliki jaringan pembebanan sendiri. BS di dalam domain yang berbeda-beda juga akan saling bertukar informasi. 3GPP mendukung pencarian P-CSCF dengan aktivasi konteks PDP. pertama kali ECF menyediakan sejumlah unit kredit di dalam account pengguna dan kemudian memberi otoritas kepada MRFC atau AS. 3GPP hanya mendukung IPv6. sehingga sistem pembebanan roaming dapat diterapkan. 3GPP mendefinsikan UICC yang mengandung aplikasi ISIM atau USIM yang mengandung konfigurasi dan keamanan data. Menggunakan sistem speech codec yang berbeda.net | Sharing Knowledge. Ada antar muka Si antara HSS dengan IM-SSF (bagian CAMEL) pada 3GPP.

“CDMA Network Technologies: A Decade of Advances and Challenges”.R0037-0 v3. 2004. Skripsi Departemen Elektro. 3.Gambar 2. 3GPP2 S. 5. The3G IP Multimedia Subsystem (IMS): Merging the Internet and the Cellular Worlds. October 2004. Miguel-Angel Garcia-Martin. Arsitektur Jaringan Inti IMS 3GPP2 Referensi : 1. 2.net | Sharing Knowledge.0. 2006. 6. “Constructioning IMS – Oriented Softswitch Network”. Rudyno. Enrico Zanoio. “IMS – IP Multimedia Subsystem”. White Paper Tektronix. . Agustus 2003. 4. John Wiley & Sons. “IP Network Architecture Model for CDMA2000 Spread Spectrum Systems”. Steve Urvik. Gonzalo Camarillo. . Universitas Indonesia. “Analisis Kesenjangan Jaringan CDMA2000-1x dengan Target Jaringan IMS Berdasarkan Kapasitas Jaringan Switching serta Konvergensi Layanan Internet PDN”. MobileIndonesia. White Paper Huawei. White Paper Ericsson. Sharing Information 8 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->