P. 1
LETAK SUNGSANG

LETAK SUNGSANG

|Views: 255|Likes:
Published by Irwan Aditya

More info:

Published by: Irwan Aditya on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2014

pdf

text

original

Faktor-faktor penyebab terjadinya letak sungsang antara lain :
a.Gangguan akomodasi, misalnya pada kelainan bentuk rahim, tumor rahim,
kehamilan ganda, plasenta pada kornu, ekstensi tungkai janin.
b.Gerakan janin yang bebas, misalnya pada hidramnion, janin kecil/
prematur, grande multi gravida.
c.Gangguan fiksasi kepala pada pintu atas panggul, misalnya pada plasenta
previa, tumor panggul, kesempitan panggul, anensefalus/ hidrosefalis.
2.2.4 Bentuk-bentuk letak sungsang
a.Letak bokong murni
Teraba bokong
Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi
Kedua kaki bertindak sebagai spalk
b.Letak bokong kaki sempurna
Teraba bokong
Kedua kaki berada disamping bokong
c.Letak bokong tidak sempurna
Teraba bokong
Disamping bokong teraba satu kaki

d.Letak kaki

Bila bagian terendah teraba salah satu dan kedua kaki atau lutut
Dapat dibedakan : letak kaki, bila kaki terendah, letak lutut bila
lutut terendah.
Untuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan
melakukan pemeriksaan dalam, pemeriksaan foto abdomen dan
pemeriksaan ultrasonografi.

2.2.5 Penatalaksanaan
1.

Antenatal

8

Kewaspadaan terhadap kasus letak sungsang dimulai

sejak kehamilan 24 minggu.

Apabila pada kehamilan 28-30 minggu masih didapatkan
letak sungsang, maka dilakukan USG untuk mencari kemungkinan
adanya kelainan letak plasenta (plasenta previa), cacat bawaan atau
kelainan bentuk rahim.

Apabila pada pemeriksaan USG tidak ditemukan
kelainan, maka dicoba/ dilakukan versi luar ke letak kepala (tanpa
paksaan). Dengan catatan : bahwa tidak didapatkan suatu kontra
indikasi untuk tindakan versi luar (VL) yaitu panggul sempit,
perdarahan antepartum, HT.

Penderita diminta kontrol seminggu kemudian.

Apabila versi luar gagal, penderita diminta kontrol
seminggu kemudian dan dicoba versi luar (VL) sekali lagi, bila gagal
VL tidak dilakukan lagi (Soetomo, 1994 : hal 60)

2.

Persalinan sungsang

Kaji ulang sungsang

Yakinkan bahwa semua kondisi untuk persalinan aman pervaginam
terpenuhi.

Berikan dukungan emosional

Persiapkan sebelum tindakan untuk pasien, penolong operator asislem
dan kelahiran bayi pasang infus.

Pencegahan infeksi sebelum tindakan
Lakukan semua prosedur dengan halus

Bokong sempurna (fleksi kaki) atau bokong ikstensi kaki

(Frank breech)

Melahirkan bokong dan kaki

Jika bokong telah mencapai vagina dan pembukaan lengkap, suruh ibu
mengedan bersama dengan his.

Vagina perineum kaku, lakukan episitomi

9

Biarkan bokong turun sampai skapula kelihatan

Pegang bokong dengan hati-hati, jangan lakukan penarikan

Jika kaki tidak lahir spontan, lahirkan satu kaki dengan jalan :
-Tekan belakang lutut
-Genggam tumit dan lahirkan kaki
-Ulangi untuk melahirkan kaki yang lain

Pegang pinggul tetapi jangan menarik dan melahirkan

lengan dengan teknik brocht.

Melahirkan lengan

Lengan berada di dada bayi

Biarkan lengan lahir spontan satu demi satu, jika perlu

berikan bantuan.

Jika lengan pertama lahir angkat bokong ke arah perut ibu

agar lengan kedua lahir spontan.

Jika lengan tidak lahir spontan, tempatkan 1 dan 2 jari
disiku bayi dan tekan agar tangan turun melewati muka setelah bokong
dan kaki lahir pegang pinggul. Perut 1800

sambil tarik ke bawah
dengan lengan bayi yang terjungkal ke arah jari tangan. Bantu
melahirkan dengan masukkan 1 atau 2 jari pada lengan atas serta
menarik tangan ke bawah melalui dada sehingga siku dalam keadaan
fleksi dan lengan depan lahir.

Melahirkan kepala dengan cara Mauriceaus mellivet.
Masukkan tangan kiri ke dalam vagina, letakkan badan bayi di atas
tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah menunggang kuda.
Tangan kanan mencekam tengkuk bahu bayi, jari tengah mendorong
oksipital sehingga kepala menjadi fleksi.

Dengan koordinasi tangan kiri dan kanan secara hati-hati
tarik kepala dengan memutar sesuai dengan jalan lahir.
2.2.6 Sikap dalam Menghadapi letak sungsang
Bidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :

10

1.

Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli
untuk mendapatkan petunjuk kepastian posisi bayi dalam rahim.
2.

Bila ada kesempatan, melakukan rujukan penderita ke rumah sakit
untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal.
3.

Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang
sebaiknya bersama dokter puskesmas atau dokter keluarga.
4.

Kepada penderita perlu diberikan KIE dan motivasi serta
melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk “Informed consent”
Bidan mempunyai peranan penting untuk ikut serta menurunkan
angka kesakitan dan angka kematian ibu dan perinatal pada letak sungsang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->