HAKEKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Tim Penyusun : 1. OVAN DWI RIVANTO 2. NOVINDRA DWI PRASETYO 3. ACHMAD FATDKUR ROZI (09510101) (09510123) (09510129)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011

Akhir kata. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya. Makalah ini membahas tentang hakekat manusia sebagai makhluk budaya. . Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan saran. kami meminta maaf apabila dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan. maupun masukan-masukan guna penyempurnaan makalah ini.Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena penyusunan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Hubungan antara kebudayaan dengan manusia serta pengaruhnya terhadap manusia dan diharapkan dapat memberi pengetahuan dan menambah wawasan bagi siapapun yang membaca makalah ini.

1 Hakekat Manusia Dan Budaya Manusia Sebagai Makhluk Budaya Perwujudan Kebudayaan Isi (substansi) Utama Budaya PENUTUP Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA .1 2.4 BAB III 3.3 2.2 2.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I BAB II PENDAHULUAN PEMBAHASAN 2.

agar kebudayaan yang dihasilkan memberi nilai manfaat bagi manusia itu sendiri khususnya maupun bagi bangsa pada umumnya. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa. Selain itu pendidikan haruslah memberikan kontribusi terhadap kebudayaan. dan manusia dengan Sang Pencipta. begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Kepada manusia diberikan-Nya akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian. mengambil dengan tangan apa yang dikehendakinya. yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. . Hal ini diisyaratkan dalam surat At-Tiin: 4 “Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. agar hasil dari pendidikan –yakni kebudayaan– dapat diimplementasikan dimasyaakat. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Pendidikan sebagai hasil kebudayaan haruslah dipandang sebagai “motivator” terwujudnya kebudayaan yang tinggi. bukan seperti kebanyakan binatang yang mengambil benda yang dikehendakinya dengan perantaraan mulut. Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan dari “dalam ayunan hingga ia wafat”. Setiap hubungan tersebut harus berjalan seimbang.BAB I PENDAHULUAN Kehidupan manusia sangatlah komplek. badannya lurus ke atas. antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. manusia dengan alam. dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki. sehingga dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan binatang. begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia. Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia telah menjadikan manusia makhluk ciptaan-Nya yang paling baik. manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan. cantik parasnya.

Lingkungan buatan yang berfungsi sebagai sumber daya buatan . dan oleh kaena itu ia menangis. manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). yang berarti berpikir. maupun kesejarahan.BAB II PEMBAHASAN 2. HAKEKAT MANUSIA DAN BUDAYA Pengertian Manusia ` Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta).1 a. “mens” (Latin). ia membutuhkan sesuatu. menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Untuk dapat hidup. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta. yang dapat dibedakan mejadi: . sosial). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan. tradisi). horizontal (geografik. setiap orang berasal dari satu lingkungan. hal ini dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkungan sebagai berikut: Siklus Hubungan Manusia Gambar di atas menggambarkan bahwa lingkungan dan manusia atau manusia dan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan sebagai ekosistem.Lingkungan manusia yang berfungsi sebagai sumber daya manusia . sebuah kelompok (genus) atau seorang individu Dalam hubungannya dengan lingkungan. ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi.Lingkungan alam yang befungsi sebagai sumber daya alam . Tatkala seoang bayi lahir. berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri. sebuah gagasan atau realitas. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. fisik. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan. baik lingkungan vertikal (genetika.

Pengertian Budaya Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta. rasional. yang ada pada suatu waktu. menyuburkan. berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain . ide-ide. sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan. 2.b. Sedangkan Linton: 1940. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak. hukum. tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. dan rasa. norma-norma.wujud pikiran. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup. Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu : 1. adat istiadat. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Sistem sosial terdiri atas aktifitasaktifitas manusia yang saling berinteraksi. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu. yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. seni. yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. irasional. kesusilaan. peraturan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan. baik yang eksplisit maupun implisit. karsa. dan mengembangkan tanah (bertani). Dalam bahasa Inggris culture. gagasan. mengerjakan. mengartikan budaya dengan: Keseluruhan dari pengetahuan. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan.dan sebagainya. Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis. kepercayaan.B. Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut: E. Colera berarti mengolah. Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.

setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat 2. mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Masalah moral adalah yang terpenting. dikarenakan jika akhlak suatu bangsa sudah terabaikan. Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret. karena sebagaimana Syauqi Bey katakan: ‫إنّما األمم األخالق مابقيت فإنهمو ذهبت أخالقهم ذهبوا‬ Artinya: “Kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal. sebagaimana dilukiskan dalam bagan berikut: . budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi. Wujud fisik. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya. maka peradaban dan budaya bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya.” Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki. harus memiliki ilmu pengetahuan. 3. musnah pulalah bangsa itu”. Akhlak dalam syair di atas menjadi penyebab punahnya suatu bangsa. jika akhlaknya sudah lenyap.2 MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya. sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30 Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. tekhnologi.

activities. norma-norma. Selanjutnya dikemukakan juga bahwa. Nilai budaya dapat kita lihat. Budaya yang Bersifat Abstrak Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia. Disinilah peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal. b.Hommes mengemukakan bahwa. dan cita-cita. nilai-nilai. gagasan. . nilai-nilai. Karenanya di tiap informasi IPTEK selalu terkandung isyarat-isyarat budaya masyarakat asalnya. Hogman dalam bukunya “The World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu: ideas. Jadi. karena perbedaan-perbedaan tata nilai budaya dari masyarakat pengguna dan masyarakat asal teknologinya. Sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat c. karena berada di dalam alam pikiran atau perkataan seseorang.3 PERWUJUDAN KEBUDAYAAN JJ. kita rasakan dalam sistem kemasyarakatan atau sistem kekerabatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat. Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan. dalam buku “Pengantar Antropologi” menggolongkan wujud budaya menjadi: a. Sedangkan Koencaraningrat. Sebagai benda-benda hasil karya manusia Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan yang bermartabat dan bernilai tinggi. norma-norma. gagasan. dan artifacts. tak dapat diraba atau di foto. Sebagai suatu kompleks dari ide-ide. misalnya terwujud dalam ide. Hal ini akan lebih nyata kita lihat dalam hubungan antara manusia sebagai individu lainnya maupun dengan kelompok dan lingkungannya. isyarat-isyarat tersebut dapat diartikan lain oleh masyarakat penerimanya. informasi IPTEK yang bersumber dari sesuatu masyarakat lain tak dapat lepas dari landasan budaya masyarakat yang membentuk informasi tersebut. yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret. peraturan-peraturan. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap prilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya. Terkecuali bila gagasan itu dituliskan dalam karangan buku. 2. peraturan dan sebagainya. Budaya sebagai sistem gagasan yang sifatnya abstrak. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan. untuk dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini. nilai budaya adalah “gagasan” yang menjadi sumber sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial budaya.

dan alat transportasi. 2. Aktivitas budaya. adalah unsur yang paling kecil dalam budaya. c. gabungan dari beberapa items dan trait 4. dan pandangan hidup. perumahan. nilai. alat produksi. Bentuk materi misalnya pakaian. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya. Unsur-unsur materi dalam budaya dapat diklasifikasikan dari yang kecil hingga ke yang besar adalah sebagai berikut: 1. Trait. Perilaku Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.4 ISI (SUBSTANSI) UTAMA BUDAYA Substansi utama budaya adalah sistem pengetahuan. Tiga unsur yang terpenting adalah sistem pengetahuan. dilihat. kesenian. merupakan gabungan dari beberapa unsur terkecil 3. persepsi. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. disimpan atau diphoto. Kompleks budaya. merupakan gabungan dari beberapa kompleks budaya. kepercayaan. senjata. Items. Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Terjadinya unsur-unsur budaya tersebut dapat melalui discovery (penemuan atau usaha yang disengaja untuk menemukan hal-hal baru). b. alat-alat rumah tangga. Materi Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan manusia.- Budaya yang Bersifat konkret Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba. pandangan hidup. bahasa dan materi. dan etos kebudayaan. Bahasa Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). 1. yang terdiri atas: perilaku. a. Sistem Pengetahuan Para ahli menyadari bahwa masing-masing suku bangsa di dunia memiliki sistem pengetahuan tentang: . 2. Gabungan dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh (culture universal). diamati.

yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas . Keputusan nilai dapat menentukan sesuatu berguna atau tidak berguna. 6. Sesuatu dikatakan mempunyai nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenaran). yaitu segala sesuatu yang bisa berguna bagi rohani manusia. yaitu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan.Nilai material. Unsur-usur dalam pengetahuan inilah yang sebenarnya menjadi materi pokok dalam dunia pendidikan di seluruh dunia. kelompok atau suatu bangsa. . Nilai Menilai berarti menimbang. dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.Nilai kerohanian. rasa dan karsa manusia. Prof. 2. . Pandangan Hidup Pandangan hidup adalah suatu nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dan dipilih secara selektif oleh individu. benar atau salah. 3. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga bagian yaitu: . yang diyakini kebenarannya. 4. indah (nilai estetis). religius (nilai agama).Nilai vital. 3. Pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri. yaitu segala sesuatu (materi) yang berguna bagi manusia. baik (nilai moral atau etis). religius atau sekuler. 2. baik atau buruk. 5.1. Alam sekitar Alam flora dan fauna Zat-zat Manusia Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia Ruang dan waktu. Dr. sehubungan dengan cipta.

Masalah moral adalah yang terpenting. mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi.1 KESIMPULAN Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya. Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki. . Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. Disinilah peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal. sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30 Yang artinta : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap kebudayaan akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu melaksanakan norma-norma yang ada sesuai dengan tata aturan agama. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan yang bermartabat dan bernilai tinggi. untuk dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini.BAB III PENUTUP 3.

2003 Ensiklopedi Indonesia (Edisi Khusus) Jilid 4. 1986). 1998 M. Jakarta: Gunung Mulia. Balai Pustaka: 1998). Manusia dan Budaya. 11 Nasruddin Razak. Kamus Bahasa Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Al-Ma”arif. Jakarta: Lentera Hati. 1991 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Budaya Organisasi. 1985 Koentjaraningrat. Rineka Cipta: 2003). cet. Bandung: PT. (Bandung: PT. Jakarta: Rineka Cipta.DAFTAR PUSTAKA A. Paper Presented at Discussion Forum on Development Issues. 1993 Dp. 1986 Ensiklopedi Indonesia (Edisi Khusus) Jilid 4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. h. 38 Enno W. Jakarta: Jambatan. Risk. Jakarta: Balai Pustaka. 14-15 May 1990 . h. 1993 Taliziduhu Ndraha. (Jakarta. 2002 Nasruddin Razak. PT. at the Institute of Technology of Bandung. Quraish Shihab. h. Jakarta: Universitas Terbuka. Jakarta: PT. vol. “Technology. 1975 Kebudayaan. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.A. dan Pembangunan. Materi Pokok UT Antropologi Budaya. (Jakarta. Kamus Bahasa Indonesia. Budaya Organisasi. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Dienul Islam. Countervailing Power and Sustainable Development”. 2139 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sitompul. Maas. Hommes. (Jakarta. 15. Al-Ma”arif. Ichtiar Baru-Van Hoeve: 1991). ke-9. Dienul Islam. h. Mentalis. 558 Taliziduhu Ndraha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful