P. 1
Materi Dan Perubahannya

Materi Dan Perubahannya

|Views: 530|Likes:
Published by Novie Ryantii

More info:

Published by: Novie Ryantii on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2014

pdf

text

original

PRAKTIKUM KIMIA UMUM I

MATERI DAN PERUBAHANNYA

OLEH :
NAMA NIM JURUSAN KELAS : NOVI RYANTI SIAHAAN : 4122111031 : MATEMATIKA : DIK A 2012

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012

MATERI DAN PERUBAHANNYA
I. Pengertian Materi
Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang (mempunyai volume ). Segala benda di alam semesta, termasuk tubuh kita merupakan materi. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda.

II. Klasifikasi Materi
Materi terdapat 3 macam wujud: Liquid( cair ), solid ( padat ), dan gas. Berikut penjelasan dari masing-masing wujud zat : Padat Setiap zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap, sebab partikel zat padat saling berdekatan dan terikat kuat oleh gaya antar partikel tersebut. Hal ini menyebabkan volume zat padat tidak dapat dimampatkan menjadi lebih kecil. Partikel-partikel itu mampu menggetarkan tetangga dekatnya, namun partikel-partikel itu tidak mempunyai energi yang cukup untuk keluar dari posisisnya atau melepaskan diri dari ikatannya. Zat padat dapat berupa kristal atau amorf. Pada kebanyakan zat padat, partikelpartikelnya tertata secara teratur dan berulang. Zat padat yang demikian disebut kristal. Jenis zat padat yang berbeda, mempunyai bentuk kristal yang berbeda pula. Beberapa za zat padat, seperti gelas dan beberapa jenis plastik dan lilin, memiliki susunan partikel yang tidak teratur. Zat padat semacam ini disebut amorf. Susunan zat padat dapat diamati dengan difraksi sinar-X. Cair Seperti halnya zat padat, zat cair tidak dapat dimampatkan sehingga volumenya menjadi lebih kecil. Seperti jika kita menekan ke bawah satu liter air dengan tangan kita, volumenya akan tetap satu liter. Zat cair yang dituangkan ke dalam suatu wadah maka zat cair tersebut akan berbentuk seperti wadah tempat zat cair tersebut dituangkan. Menurut teori kinetik zat hal ini disebabkan partikel-partikel zat cair juga saling berdekatan dan merapat. Berbeda dengan zat padat, partikel-partikel zat cair mempunyai energi yang cukup untuk berpindah atau mengembara. Gerak partikel tersebut menyebabkan zat cair mengalir dan mengambil bentuk seperti wadahnya. Gas Berbeda dengan zat padat maupun zat cair, gas dapat dimampatkan untuk mengisi ruang yang lebih kecil. Gas memiliki bentuk dan volume yang tidak tetap. Gas juga dapat memuai dan menyusut mengikuti ruang yang tersedia. Hal ini dapat dijelaskan melalui teori kinetik zat, partikel-partikel gas mempunyai energi yang cukup untuk memisahkan diri dari pertikel-partikel lainnya. Oleh karena itu partikel-partikel itu bebas bergerak ke segala arah sampai gas menyebar merata ke seluruh wadahnya. Karena partikel-partikel gas tidak saling berdekatan dan merapat, maka partikel-partikel itu dapat juga dimampatkan ke dalam ruangan yang lebih kecil.

3

III. Ciri-ciri Molekul Zat
Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing, yaitu : 1. Ciri Khas Molekul Zat Padat - Gaya tarik menarik sangat kuat - Susunannya berdekatan satu sama lain - Tidak bisa bergerak bebas - Gerak partikel bersamaan - Memiliki volume dan bentuk yang tetap - Tidak mempunyai sifat mengalir 2. Ciri Khas Molekul Zat Cair - Gaya tarik menarik tidak begitu kuat atau lemah - Susunannya tidak beraturan - Jarak antar partikel berdekatan - Bergerak bebas berpindah-pindah tempat secara bersama - Memiliki volume tetap - Bentuk berubah - Mempunyai sifat mengalir 3. Ciri Khas Molekul Zat Gas - gaya tarik menarik sangat kecil - susunannya sangat tidak teratur - letak antar partikel saling berjauhan - bergerak sangat bebas secara individu - bentuk dan volume berubah - mempunyai sifat mengalir

IV. Perubahan Wujud
Ada beberapa perubahan wujud suatu zat yaitu melebur, membeku, menguap, menyublim dan mengembun. 1. Peleburan Peleburan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat padat menjadi zat cair. Contoh peleburan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ketika kita memasukkan es ke dalam air hangat maka kita akan mengamati bahwa es itu segera mencair setelah dimasukkan. 2. Pembekuan Pembekuan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat cair menjadi zat padat. Contoh pembekuan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ketika kita memasukkan air ke dalam ruang pembeku almari es dan kita tunggu berapa jam maka kita akan mengamati bahwa air yang kita masukkan telah berubah menjadi es batu. 3. Penguapan Penguapan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat cair menjadi gas. Contoh penguapan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ketika kita merebus. Air yang kita

4

rebus setelah beberapa saat akan mendidih dan banyak uap air di atas permukaan air yang mendidih tersebut. 4. Penyubliman Penyubliman adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat padat menjadi gas. Contoh penyubliman dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ketika kita meletakkan kapur barus di ruangan terbuka dalam waktu yang cukup lama, kemudian kita mengamati kapur barus tersebut ternyata ukuran kapur barus tersebut tidak tetap. Makin lama kapur barus tersebut menjadi kecil ukurannya. Peristiwa penyusutan ini karena sebagian besar kapur barus telah berubah menjadi gas. 5. Pengembunan Pengembunan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Contoh pengembunan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ketika kita mengamati adanya titik-titik air di luar gelas yang berisi air es. Titik-titik air pada gelas itu merupakan uap air di udara yang berubah menjadi air.

V. Sifat - sifat Materi
Sifat sifat materi dapat dikelompokan menjadi sifat ekstensif dan sifat intensif, sifat ekstensif ialah sifat yang bergantung pada bentuk, ukuran dan jumlah zat. Massa dan Volume adalah 2 sifat ekstensif yang banyak dikemukakan dalam ilmu pengetahuan alam. 1. Sifat Ekstensif : merupakan sifat materi yang tergantung pada jumlah atau ukuran materi (Volume, massa) 2. Sifat Intensif : merupakan sifat materi yang tidak tergantung pada jumlah maupun ukuran materi. Sifat intensif dibedakan menjadi dua, yaitu :  Sifat Fisis : sifat yang berhubungan dengan perubahan fisis materi itu ( warna, bau, kerapatan, titik didih, titik beku, titik leleh/lebur, daya hantar, kemagnetan, kelarutan, kekerasan)  Sifat kimia : sifat yang menunjukkan kemampuan suatu zat untuk melakukan reaksi kimia, atau sifat yang menyatakan interaksi antarzat (mudah - tidaknya suatu zat terbakar, kestabilan, kereaktifan, perkaratan)

VI. Perubahan Materi
Perubahan materi terbagi atas Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika. 1. Perubahan Kimia Suatu perubahan kimia lebih sering disebut dengan istilah reaksi kimia. Kata kerja “bereaksi” selalu berarti “membentuk zat baru”. Zat semula kemudian berubah disebut Pereaksi (reaktan), sedangkanzat baru yang terbentuk disebut Hasil reaksi (produk). Perubahan kimia adalah perubahan suatu materi yang menghasilkan suatu materi yang menghasilkan materi baru. Perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula secara sempurna. Contoh perubahan kimia :

5

a. Bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot. b. Proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan c. Membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan. d. Bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan Ciri - ciri yang menyertai perubahan kimia : 1. Terjadinya perubahan warna 2. Terjadinya perubahan suhu 3. Timbulnya gas 4. Terjadinya endapan Beberapa perubahan dalam reaksi kimia : Zat zat yang direaksikan 1. Logam seng atau magnesium dengan larutan asam klorida ( Zn atau Mg + HCl) 2. Larutan timbal (II) nitrat dengan larutan kalium iodida ( Pb(NO3)2 + KI ) 3. Larutan kalium kromat dengan larutan asam klorida. ( K2CrO4 + HCl ) 4. Larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida ( NaOH + HCl )

Pengamatan Terbentuk gelembung – gelembung gas

Terbentuk endapan kuning

Warna kuning berubah menjadi jingga

Dinding tabung terasa hangat.

2. Perubahan Fisika Perubahan fisika yaitu perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, yang berubah hanyalah bentuk dan wujud tanpa mengubah jenis zat tersebut. Perubahan fisika dapat dikembalikan dari bentuk hasil output menjadi input. Contoh perubahan fisis : A. Perubahan Wujud - es balok yang mencair menjadi air - air menguap menjadi uap - kapur barus menyublim menjadi gas, dan sebagainya. B. Perubahan Bentuk - gandum yang digiling menjadi tepung terigu - benang diubah menjadi kain - batang pohon dipotong-potong jadi kayu balok dan triplek, dll

6

C. Perubahan Rasa Berdasarkan Alat Indera - perubahan suhu - perubahan rasa, dan lain sebagainya

VII. Perbedaan Antara Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Berikut adalah tabel pengamatan untuk mengetahui perbedaan antara perubahan kimia dan perubahan fisika : Perubahan Fisis Perubahan Kimia 1. Pembakaran Logam Nikel 1. Pembakaran logam magnesium Kawat nikel dibakar pada nyala api alat pembakaran Bunsen. Nikel terbakar membara. Ketika di dinginkan, logam itu kembali pada wujud semula. 2. Pelarutan garam dapur Sesendok garam dapur dimasukan ke dalam air suling pada gelas kimia, dan diaduk sampai larut. Jika larutan ini dipanaskan sampai semua air menguap maka garam dapur diperoleh kembali. Pita magnesium di bakar pada nyala Bunsen. Magnesium terbakar dengan menimbulkan cahaya terang, dan menghasilkan abu berwarna putih. 2. Pelarutan logam natrium Dengan menggunakan tang, sekeping natrium dimasukan secara hati hatipada permukaan air suling di gelas kimia. Natrium larut disertai sedikit ledakan. Jika air diuapkan, kita memperoleh zat padat putih. Zat ini juga larut dalam air, tetapi tidak menimbulkan ledakan. 3. Pemanasan secara kuat Panaskan belarang dalam sendok porselin dengan api yang kuat (nyala biru). Belerang meleleh, dan lamban lun jumlahnya berkurang. Akhirnya sendok itu kosong dan timbul gas yang berbau seperti bau korek api yang terbakar.

3. Pemanasan secara lemah Panaskan belerang dalam tabung reaksi dengan api yang lemah (nyala kuning). Tabung digoyangkan terusmenerus. Setelah belerang meleleh, pemanasan dihentikan. Ketika didinginkan, belerang menjadi padat kembali seperti semula.

7

REFERENSI

Rivai, Hairul. 1995. Ilmu Pengetahuan Kimia. Jakarta: UI-PRESS. Goldberg, David. 2003. Kimia Untuk Pemula. Jakarta: Erlangga. Anonim. 2008, Materi dan Perubahan Materi, Jakarta, [online], (http://biologywibi.blogspot.com/2008/08/kimia-materi-dan-perubahannya.html, diakses tanggal 9 Oktober 2012). Didi & Riri. 2009, Materials and Their Changes, __, [online],

(http://learnchemistry.blog.com/2009/09/05/40/, diakses tanggal 9 Oktober 2012). Affin. 2011, Pengertian Materi, _ _, [online], (http://affinaffin.blogspot.com/2011/04/pengertian-materi.html, diakses tanggal 11 Oktober 2012). Anonim. 2010, Perubahan Materi atau Zat - Secara Fisis / Fisika dan Kimia - Ilmu Kimia, _ _, [online], (http://labsentral.unand.ac.id/artikel/85-perubahan-materi-atau-zatsecara-fisis-fisika-dan-kimia-ilmu-kimia, diakses tanggal 11 Oktober 2012). Anonim. 2010, Makalah Materi dan Perubahannya, _ _, (http://infomediakita.blogspot.com/2010/04/makalah-materi-dan-perubahannya.html, diakses tanggal 11 Oktober 2012).

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->