Warga Lubuk Jambi Takut Makan Ikan Sungai

Rabu, 07 Maret 2012 21:27 TELUK KUANTAN,KAPURNEWS-Warga yang berdomilisi di pinggir Sungai Kuantan takut mengkonsumsi ikan sungai. Pasalnya, aktivitas penambangan emas tanpa izin di sejumlah Sungai Kuantan diduga menggunakan bahan berbahaya. "Kita belum bisa membuktikan, tetapi kami mulai takut mengkonsumsi ikan sungai, akibat aktivitas PETI di Sungai Kuantan ini. Apalagi sungai itu mengalir hingga ke Kabupaten Indragiri Hulu," kata Imul warga Lubuk Jambi. Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) paling banyak terdapat di Kabupaten Kuantan Singingi terdapat di Kecamatan Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan. Sayangnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kuantan Singingi belum melakukan uji labor terhadap kualitas air tersebut. Hal ini membuat masyarakat semakin khawatir terhadap pencemaran terhadap air sungai. Kepala BLH Kuansing Indra Suandi melalui Kepala Bidang Wasdal, Sumarni ketika dikonfirmasi mengakui uji labor terhadap air sungai belum dilakukan. (K) (Antara/malin) Asap mengepul dari puluhan kapal penambang emas tanpa izin di tepi Sungai Kuantan di Desa Pulau Binjai, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Sabtu (4/2). Penambangan emas ilegal yang makin marak di Kuantan Singingi karena lemahnya penegakan hukum, menyebabkan warga resah karena aktivitas itu mencemari air sungai dan lingkungan sekitar.

Askes Mulai Diminati
Data 19 Febaruari 2012 Kalau selama ini PNS yang memiliki kartu Asuransi Kesehatan (Askes) enggan memanfaatkan kartunya untuk berobat. Tidak sama halnya dengan sekarang, sejumlah PNS telah memanfaatkan kartu kuning itu untuk berobat. Terutama semenjak adanya klinik yang bekerja sama dengan PT. Askes. Enda R, salah seorang PNS mengaku telah meminati berobat menggunakan kartu askes yang dimilikinya. Bahkan fasilitas berobat gratis itu juga dimanfaatkan untuk anaknya jika sakit. “Kemarin anak saya sakit, mulai bersin-bersin saja sudah saya bawa berobat, menggunakan kartu askes,” katanya Sabtu (18/2). Pemanfaatan Askes tersebut disebutkan Enda untuk fasilitas berobat ke salah satu klinik yang ada di Teluk Kuantan, kebetulan klinik tersebut bekerja sama dengan PT Askes dan tempatnya juga mudah dijangkau.

Enda sendiri mengaku saat ditemui juga sedang mengalami pilex. Tidak hanya anaknya. 2)Ismadi. dan dokter yang menangani dinilai cukup cekatan. walau agak muda. meski hanya fasilitas Askes. Pertambangan sebagai industri yang mempunyai resiko lingkungan yang tinggi selalu mendapatkan perhatian khusus oleh publik. memang terlihat banyak PNS yang berobat menggunakan fasilitas Askes. dirinya jgua akan berobat ke klinik tersebut dengan menggunakan fasilitas Askes yang dimilikinya. menurut rencana keesokan hari. anaknya dengan cepat bisa sembuh. berobat ketempat tersebut ternyata tidak mengeluarkan uang seperserpun. Sementara itu berdasarkan pantauan di salah satu klinik yang bekerja sama dengan PT Askes.(noprio sandi) Penambangan Emas Tanpa Izin Anggota Kelompok : 1)Irna Febrindo.Hasil berobat ke klinik tersebut menurut Enda cukup lumayan. salah satunya adalah sektor pertambangan. Istilah . Salah satu masalah yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (DESDM) adalah maraknya kegiatan pertambangan tanpa ijin (PETI). 3)Dewi Hera Setyati BAB I PENDAHULUAN A. bagi pemilik kartu Askes.Latar Belakang Saat ini fenomena kerusakan lingkungan terjadi di seluruh sektor.

logam merkuri akan terakumulasi pada biota perairan. lemah dan tremor. pergerakan di luar kesadaran. Jarak antara nyala api dengan hidung . mudah lelah dan sering sakit kepala. PETI memang kini menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat yang mengandalkan kehidupannya dari sektor perikanan. Kondisi ini harus diwaspadai. kemampuan berbicara lemah dan lambat serta kemampuan pandangan dan pendengaran kurang. akibatnya banyak kasus lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan pertambangan tersebut. Penyakit tersebu memburuk dan menyebabkan kelumpuhan. Selain itu penderita juga mengalami kurangnya koordinasi antar syaraf. bahkan Balai Benih Ikan Teso mengaku aktifitasnya sudah tersendatsendat. Campuran merkuri dan emas ditempatkan pada satu cawan yang terbuat dari keramik. Pada cawan dihembuskan nyala api. penderita mengeluh mulutnya kebal sehingga tidak peka terhadap rasa dan suhu. Bandung. baik tumbuhan maupunhewannya. Di berbagai daerah di Indonesia kegiatan pertambangan bahan galian C sepertinya sudah menjadi lumrah. dan dikenal dengan Penyakit Minamata. gangguan panca indera dan kesulitan dalam melakukan aktifitas seharihari. Keadan demikian membuat pemerintah daerah sulit dalam mengawasi dan mengotrol kegiatannya. sedang logam yang lain akan tersisihkan. Penyakit Minamata adalah penyakit syaraf yang disebabkan oleh racun metilmerkuri. kapur dsb. hidung tidak peka bau. Bogor. 27 Tahun 1980 Tentang Penggolongan Bahan-Bahan Galian) yang biasanya termasuk pada pertambangan skala kecil (PSK). Hal yang mengerikan banyak bayi yang dilahirkan dengan cacat bawaan. petani kolam pembenihan rakyat. kerusakan otak serta kematian. Sebut saja daerah-daerah seperti Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk yang padat dengan tingkat kebutuhan bahan galian golongan C seperti : pasir. tetapi dalam perkembangan selanjutnya permasalahan PETI tidak hanya pada komoditi bahan galian emas tetapi juga diterapkan pada pertambangan tanpa izin untuk bahan galian lain baik Golongan A. Maraknya kegiatan penambangan bahan galian C ternyata memberikan masalah bagi daerah karena sebagian besar penambangan dilakukan tanpa memiliki izin. yang digunakan untuk keperluan konstruksi diambil dari dareah seperti Sukabumi. daya pandang mata menyempit. Juli 2003 penambang emas tradisional di daerah Wonogiri menggunakan merkuri yang berwarna putih untuk memisahkan emas dari logam yang lain. Gejala awal adalah mati rasa anggota badan dan daerah sekitar tumit. telinga berdering sampai tuli. termasuk otak. Cirebon dan Indramayu sebagian besar dilakukan pada skala kecil dan tidak memiliki ijin usaha penambangan berupa Surat Ijin Pertambangan Daerah.PETI semula dipergunakan untuk pertambangan emas tanpa izin. Merkuri yang berwarna putih keperakan dan cair akan mengikat emas. Banyak laporan yang terkait dengan kasus pencemaran Merkuri. tanah urug. B maupun C (PP No. Dalam waktu tertentu. Malah hasil penelitian kualitas air di Balai Benih Ikan Teso dan di aliran anakanak Sungai sekitaran lokasi menunjukkan logam berat seperti Merkuri/Air raksa (Hg) jauh diambang baku mutu. Pada tingkat berat penderita terserang sarafnya. batuandesit. Pada tingkat ringan. Cianjur. Metil merkuri berbahaya memang bagi wanita hamil. Di lain kisah. sehingga tidak bisa mengendalikan gerakan tangan dan kakinya. dan bicara susah. Itu sebabnya petani keramba.

pencemaran udara berupa debu dan kebisingan oleh kendaraan pengangkut.ϖ .ϖ perubahan kontur. Akibat Negatif . Hingga akhirnya ada delapan poin kesepakatan di tingkat Pemkab Kuansing. Pada saat logam merkuri menguap. Dampak terhadap manusia dan lingkungan yang paling parah adalah adanya sifat Bio magnifikasi dimana logam-logam tersebut akan ikut berpindah dari tubuh predator awal hingga terakumulasi dan terus bertambah didalam tubuh predator akhir (ikan ke manusia). cairan merkuri menguap dan logam emas tertinggal.Tujuan : Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain: 1. penambang akan dibina. logam logam ini berasal dari batuan-batuan yang mengandung biji emas. aktivitas di Sungai Batanghari dihentikan oleh seluruh terkait di Provinsi itu. Apabila paparan ini terus berlanjut akan mengakibatkan keracunan dan kematian. Maraknya PETI dan menyadari dampak buruk aktivitas itu bagi lingkungan dan manusia. bahwa dana APBN tidak akan mengucur untuk pengembangan keramba selagi ada aktifitas PETI. karena sifat sifat kimia dari logam¬ tersebut. Untuk mengetahui Faktor pendorong PETI 4. Namun kini kondisinya lebih parah lagi. Mengingat para pelaku PETI di Jambi juga turut hijrah ke Kuansing. Intinya PETI harus dihentikan.¬ logam-logam ini berasosiasi dengan emas. Untuk mengetahui dasar penegakan hukum PETI 3.orang kurang lebih 10 cm. Berbagai rapat koordinasi di Kabupaten telah berkali dilakukan. baik berupa erosi maupun larutnya unsur-unsurϖ logam berat (leaching) karena sistim penirisan yang tidak baik. sangat dimungkinkan uap merkuri akan terhisap oleh pekerja. dan yang penambang lokal akan dialihkerjakan ke sektor lain. Gambar 2 : Penambangan Liar yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Mengingat sejak dua tahun lalu. Untuk mengetahui dampak PETI 2. Pada saat nyala api membakar campuran merkuri dan emas. pencemaran terhadap air. terdiri dari Akibat secara fisik . 1. Karena ada ancaman dari Departemen Kelautan dan Perikanan memfinalti Dinas Perikanan dan Kelautan Jambi. Disamping itu kegiatan PETI di Kuansing sebenarnya telah lama terjadi. Untuk mengetahui Program Pemberarantasan PETI BAB II AKIBAT PETI Gambar 1 : Penambangan Emas liar di sungai Dampak Lingkungan Akibat Penambangan Liar Logam berat lain As dan Cd. B. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kuansing sudah melaporkan hal tersebut kepada aparat setempat. Batas akhir ditetapkan tanggal 31 Maret 2008.

terjadinya persaingan antar buruh tambang. penyalahgunaan bahan bakar minyak. seperti pertanian dikarenakanϖ rusaknya irigasi dan perubahan alur sungai.ϖ Meningkatnya pendapatan masyarakat. serta perusakan instalasiketenagalistrikan dan pencurian aliran listrik. barang siapa yang melakukan usaha pertambangan sebelum memenuhi kewajiban-kewajiban terhadap yang berhak atas tanah menurut Undangundang ini. serta didukung oleh Perda di bidang pertambangan. usaha warung makan. . dan perubahan kontur. Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak Serta Perusakan Instalasi Ketenagalistrikan Dan Pencurian Aliran Listrik diputuskan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara lintas sektoral/instansi serta dengan melibatkan peran serta masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program penanggulangan pertambangan tanpa izin.ϖ C. danϖ subcidence. Dasar Penegakan Hukum Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 22. 2.ϖ Akibat non fisik : pendapatan pemerintah dari sektor pertambangan berkurangϖ konflik sosial. fabrikasi alat-alat pertambangan konvensional. terjadi pada penambangan yang dilakukan secara bawah tanah. Ayat (2) Dihukum dengan hukuman kurungan selama lamanya satu tahun dan/atau dengan denda setinggi tingginya lima puluh ribu rupiah.ϖ Tumbuhnya usaha penunjang kegiatan pertambangan seperti . Akibat positif\ Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lingkar tambang. danϖ terganggunya keiatan sektor lain. akibat penambangan pasir sungai. 31.ϖ longsor dikarenakan pembuatan jenjang yang terlalu curam. Peraturan tersebut ditindak lanjuti dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2001 Tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Pertambangan Tanpa Izin.perubahan alur sungai. Dengan diberlakukannya ternyata tidak efektif mengurangi jumlah kasus pertambangan tanpa izin. barangsiapa yang tidak mempunyai kuasa pertambangan melakukan usaha pertambangan seperti dimaksud dalam pasal 14 dan 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3475) menyebutkan dalam Ps. ayat (1) Dihukum dengan Hukuman penjara selama-lamanya enam tahun dan/atau dengan denda setinggi-tingginya lima ratus ribu rupiah. Pada sisi lain daerah diberikan wewenang untuk membuat tim yang dikoordinasi oleh Kepala Dearah untuk menindak dengan tegas terhadap kegiatan pertambangan tanpa ijin Seperti yang diprintahkan melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin.

baik melaui lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun melalui kelompok-kelompok lain. terutama untuk bahan galian golongan C. Pemerintah. Masyarakat dan LSM Bekerjasama dengan pemerintah memberikan penyuluhan terhadap buruh dan pengusaha tentang kesadaran lingkungan. Karakteristik usaha pertambangan Usaha pertambangan pada umumnya memberikan keuntungan materi yang¬ relatif tinggi. 1. Faktor Pendorong PETI Beberapa faktor yang mendorong meningkatnya kegiatan PETI penyebab adalah sebagai berikut . Ketidaksiapan pemerintah daerah Proses perijinan yang rumit dan memakan waktu yang lama. danϖ Lemahnya penegakan hokumϖ E. 3.ϖ Terjadinya praktek suap dan pungli yang menyebabkan retibusi dan pajak tidak sampai ke kas pemerintah.ϖ Lemahnya pengawasan terhadap usaha pertambangan.ϖ Mendorong dibentuknya kelompok-kelompok baik buruh maupun pengusaha tambang yang difasilitai oleh pemerintah. Pengusaha pertambangan. sebagai leading sector-nya adalah DESDM di tingkat pusat dan Dinas Pertambangan pada tingkat daerah. 2. Memberikan penyuluhan pada masyarakat dan pengusaha pertambangan tentang kesadaran lingkungan. karena beberapa bahan galian tanpa melalui pengolahan langsung dapat dijual. terutama¬ pada daerahdaerah yang mempunyai pertumbuhan pembangunan fisik yang tinggi. baik perorangan maupun kelompok. Mempermudah proses perijian pertambangan melaui sistim satu atap. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis terhadap pengusaha pertambangan. mempunyai fungsi pengawasan. 1.ϖ . Permintaan terhadap pasar bahan galian yang relatif tinggi. 2. 2. Membuat zonasi wilayah pertambangan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan sektor lain dan penyebaran kerusakan lingkungan dapat dicegah.D. Program Pemberantasan PETI Dalam menyelesaikan masalah peti PETI diatas perlu dilibatkannya stakeholder yang bertanggung jawab yakni . terutama masyarakat di sekitar kegiatan pertambangan dilakukan. Pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut . Masyarakat. Tingkat pengusahaan yang mudah. sehingga waktu setra biaya yang dibutuhkan dalam memproses perijinan lebih sedkit dan singkat. beberapa diantaranya lebih singkat¬ dari lamanya proses perijian. Solusi dalam menyelesaikan masalah PETI harus dilakukan bersama-sama antar beberapa stakeholder yang terdiri dari . Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pertambangan. Memberikan alternatif usaha lain terhadap pengusaha dan buruh tambang dengan cara memberikan tambahan keterampilan bagi pengusaha dan buruh tambang. 1.¬ Umur tambang yang sangat singkat. karena sebagain besar berupa pertambangan sekala kecil.

Two Decade Summary” ISEE Conference 2001 page 145. 555. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 2. 2.PE/1995 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan Umum sumber: http://ariagusti. Thomas.Apabila hal ini tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah maka masyarakat yang berada di sekitar tambang tersebut akan mengalani berbagai macam penyakit salah satunya penyakit Minamata. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.K/26/M. Kesimpulan PETI merupakan kegiatan pertambangan tanpa izin yang dilakukan oleh sebagian Masyarakat maupun oknum lainnya.BAB III PENUTUP 1. 555. “ Blasting Accident in Surface Mines.PE/1995 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan Umum Verakis. “ Blasting Accident in Surface Mines. Daftar Pustaka 1.wordpress.Namun pada saat ini kegiatan tersebut telah banyak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan disekitar tambang tersebut seperti pencemaran air. Two Decade Summary” ISEE Conference 2001 page 145.hal ini tejadi akibat adanya penggunaan senyawa merkuri untuk memisahkan biji emas dengan logam lainnya. Diharapkan kepada pemerintah agar dapat memberikan suatu tidakan tegas terhadap PETI sesuai peraturan yang berlaku.K/26/M. Saran 1. Diharapkan kepada LSM dan lembaga pemerintahan lainnya yang terkait bidang kegiatan yang berbasis lingkungan maupun kesehatan agar dapat mensosialisasi bagaiman cara melakukan pertambangan yang sesuai peraturan yang berlaku dan tidak mencemari lingkungan. Harry and Lobb. Verakis.com/ . Harry and Lobb. Thomas. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful