P. 1
BILOKS NITROGEN

BILOKS NITROGEN

|Views: 1,020|Likes:
Published by Hendra Ibnu Iswadi
KIMIA ANORGANIK
KIMIA ANORGANIK

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Hendra Ibnu Iswadi on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

Bilangan Oksidasi Nitrogen

PERCOBAAN I
Judul Percobaan Tujuan Percobaan : BILANGAN OKSIDASI NITROGEN : Mempelajari Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat, Reaksi Redoks Nitrit dan Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonia. Hari / Tanggal Tempat I. TEORI DASAR Nitrogen atau zat lemas merupakan unsure nonlogam yang pada sistem periodik unsur terletak pada golongan VA dan pada periode kedua dengan nomor atom 7 dan massa atom 14.Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna,tanpa rasa,tanpa bau,sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Nitrogen terdapat bebas di atmosfer (78% volume). Selain itu, atmosfer juga mengandung sedikit amonia sebagai hasil peluruhan zat yang mengandung nitrogen atau asam nitrat teristimewa setelah terjadi halilintar. Nitrogen juga terdapat dalam garam-garam seperti natrium dan kalium nitrat. Jaringan semua organisme hidup mengandung senyawa nitrogen dalam bentuk protein. Nitrogen terbanyak terdapat di alam sebagai N2 karena molekul ini sangat stabil. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, ridak reaktif, mendidih pada -196°C dan membeku pada -210°C. Ketidakreaktifan ini disebabkan oleh kekuatan ikatan tripel. :N ≡ N: Energi ikatan sangat tinggi yaitu 946 kJmol-1. Di laboratorium, nitrogen dapat dibuat dengan memanaskan larutan yang mengandung garam amonia dan garam nitrit. Reaksinya adalah: NH4+ (aq) + NO2- (aq)
panas

: Selasa / 15 Maret 2012. : Laboratorium Kimia FKIP Unlam Banjarmasin.

N2 (g) + 2H2O (l) 1

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Nitrogen dapat membentuk senyawa kovalen dengan banyak unsur non logam. Senyawa terpenting dengan hidrogen dan oksigen dapat dijumpai pada nitrogen mulai dari bilangan oksidasi -3 sampai +5 seperti pada tabel dibawah ini: Biloks -3 -2 -1 Contoh Reaksi Pembentukan NH3 (amonia) N2 + 3H → 2NH3 N2H4 (hidrazin) 2NH3 + NaOCl → 2N2H4 + NaCl NH2OH (hidroksilami 0 +1 n) N2 (dinitrogen) N2O (dinitrogen +2 +3 oksida) NO (nitrogen monoksida) N2O3 (dinitrogen trioksida) NO2 (nitrogen oksida) +4 N2O4 (dinitrogen +5 tetra oksida) HNO3 (asam nitrat) 3NO2 + H2O → 2HNO3 + NO 2NO + O2 → 2NO2 N2O4
-30°C

+ H2O NaNO2 + NaHSO4 + SO2 + 2H2O → 2NaHSO4 + NH2OH NH4NO2 → N2 + 2H2O NH4NO3 → N2O + 2H2O

4NH3 + SO2 → 4NO + 6H2O

NO + NO2

N2O3

Oksida nitrogen Berbagai oksida nitrogen akan dibahas dari yang berbilangan oksidasi rendah ke yang berbilangan oksidasi tinggi (lihat Tabel 4.4). Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 2

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Dinitrogen monoksida, N2O. Oksida monovalen nitrogen. Pirolisis amonium nitrat akan menghasilkan oksida ini melalui reaksi: NH4NO3 → N2O + 2 H2O (pemanasan pada 250° C). Walaupun bilangan oksidasi hanya formalitas, merupakan hal yang menarik dan simbolik bagaimana bilangan oksidasi nitrogen berubah dalam NH4NO3 membentuk monovalen nitrogen oksida (+1 adalah rata-rata dari -3 dan +5 bilangan oksidasi N dalam NH4+ dan NO3-). Jarak ikatan N-N-O dalam N2O adalah 112 pm (N-N) dan 118 pm (N-O), masing-masing berkaitan dengan orde ikatan 2.5 dan 1.5. N2O (16e) isoelektronik dengan CO2 (16 e). Senyawa ini digunakan secara meluas untuk analgesik. Nitrogen oksida, NO. Oksida divalen nitrogen. Didapatkan dengan reduksi nitrit melalui reaksi berikut: KNO2 + KI + H2SO4 → NO + K2SO4 + H2O + ½ I2 Karena jumlah elektron valensinya ganjil (11 e), NO bersifat paramagnetik. Jarak N-O adalah 115 pm dan mempunyai karakter ikatan rangkap. Elektron tak berpasangan di orbital π* antiikatan dengan mudah dikeluarkan, dan NO menjadi NO+ (nitrosonium) yang isoelektronik dengan CO. Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 3

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Karena elektronnya dikeluarkan dari orbital antiikatan, ikatan N-O menjadi lebih kuat. Senyawa NOBF4 dan NOHSO4 mengandung kation ini dan digunakan sebagai oksidator 1 elektron. Walaupun NO sebagai gas monomerik bersifat paramagnetik, dimerisasi pada fasa padatnya akan menghasilkan diamagnetisme. NO merupakan ligan kompleks logam transisi yang unik dan membentuk kompleks misalnya [Fe(CO 2) (NO)2], dengan NO adalah ligan netral dengan 3 elektron. Walaupun M-N-O ikatannya lurus dalam kompleks jenis ini, sudut ikatan M-N-O berbelok menjadi 120° – 140° dalam [Co(NH3)5(NO)]Br2, dengan NO- adalah ligan 4 elektron. Akhir-akhir ini semakin jelas bahwa NO memiliki berbagai fungsi kontrol biologis, seperti aksi penurunan tekanan darah, dan merupakan spesi yang paling penting, setelah ion Ca2+, dalam transduksi sinyal. Dinitrogen trioksida, N2O3. Bilangan oksidasi nitrogen dalam senyawa ini adalah +3, senyawa ini tidak stabil dan akan terdekomposisi menjadi NO dan NO2 di suhu kamar. Senyawa ini dihasilkan bila kuantitas ekuivalen NO dan NO2 dikondensasikan pada suhu rendah. Padatannya berwarna biru muda, dan akan bewarna biru tua bila dalam cairan, tetapi warnanya akan memudar pada suhu yang lebih tinggi.

Sifat-sifat nitrogen yaitu : a. Molekul N2 stabil, energi ikatannya sebesar 225,2 Kkal/mol. 2N N2 + 225,2 Kkal/mol N Struktur Nitrogen : N

b.Energi ikat yang besar menunjukkan disosiasi nitrogen besar. Ini menerangkan bahwa pada suhu biasa, molekul nitrogen tidak reaktif, kecuali dengan Li. c. Pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan logam golongan IIA membentuk nitrida.

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

4

Bilangan Oksidasi Nitrogen

3 Mg

+

N2

Mg3N2 + 3 H2O 3 MgO + 2 NH3 (g)

Nitridanya dengan air membentuk NH3. 3 Mg3N2 10000 C. N2 (g) + O2 (g) C. N2 (g) + 3 H2 (g) 2 NH3 (g) f.Nitrogen membentuk senyawa-senyawa kovalen dengan bilangan oksidasi -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, dan 5. Pembuatan Nitrogen : 1.Dalam industri dibuat dengan cara destilasi bertingkat udara cair. 2.Dalam laboratorium dibuat dengan cara sebagai berikut : a. Pemanasan NH4NO2 NH4NO2 2 NH3 + 3 CuO c. Reaksi Cu + NO dipanaskan Cu + 2 NO d. Pemanasan (NH4)2Cr2O7 (NH4)2Cr2O7 NaNO2 + NH4Cl Senyawa Nitrogen N2 + Cr2O3 + 4 H2O N2 + NaCl + 2 H2O e. Campuran NaNO2 dan NH4Cl yang dipanaskan N2 + 2 CuO N2 + 2 H2O N2 + 3 Cu + 3 H2O b. Reaksi NH3 + 3 CuO dipanaskan 2 NO (g) e. Dengan hidrogen berlangsung pada tekanan tinggi dengan suhu 400-6000 d. Dengan oksigen dapat berlangsung pada tekanan tinggi dengan suhu

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

5

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Nitrogen dapat berikatan kovalen dengan beberapa unsur bukan logam, terutama hidrogen dan oksigen. Keelektronegatifan nitrogen lebih besar daripada hidrogen tetapi lebih kecil daripada oksigen. Akibatnya, bilangan oksidasi nitrogen akan bertanda negatif jika bersenyawa dengan hidrogen sedangkan jika bersenyawa dengan oksigen akan bertanda positif. Misalnya: NH3 dan NO2. Amonia (NH3) Amonia (NH3) adalah senyawa nitrogen yang sangat penting karena merupakan bahan baku untuk membuat senyawa nitrogen penting lainnya seperti urea dan nitrogen oksida. Amonia secara komersil dibuat dengan proses Haber, yaitu mencampur gas N2 dan H2 dengan katalis besi.
Fe

H2(g) + 3H2(g)

1000 atm

2NH3

∆H° = -92kJ mol-1

Reaksi ini dapat dibalik sehingga membentuk kesetimbangan. Di laboratorium, amonia dibuat dari garam ammonium dengan basa kuat atau oksida basa. NaOH + NH4Cl → NH3 + NaCl + H2O CaO + 2NH4Cl → 2NH3 + CaCl2 + H2O Kedua reaksi ini dapat dipakai untuk analisis kualitatif ion amonium (NH 4+) dengan timbulnya bau amonia yang merangsang atau diuji dengan lakmus. Gas amonia tidak berwarna dengan titik didih -33,35°C dan titik beku -77,7°C. Amonia larut dalam air dengan konsentrasi sekitar 15M atau 28% massa, karena antara air dan amonia dapat membentuk ikatan hidrogen. Amonia dalam air bersifat basa karena terjadi kesetimbangan: NH2 + H2O NH4+ + OH- Kb = 1,8.10-5 Amonia berguna untuk menghasilkan senyawa tersebut dengan reaksi amonia dan oksigen (proses Ostwald). 4NH3 (g) + 5O2 (g) 2NO (g) + O2 (g) → 2NO2 (g) 3NO2 (g) + H2O (l) → 2HNO3 + NO (g) Nitrogen Oksida dan Nitrogen Dioksida
Pt

4NO (g) + 6H2O (g)

Kemudian segera teroksidasi menjadi NO2. 750-900°C

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

6

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Nitrogen dioksida (NO2) dan nitrogen oksida (NO) dihasilkan pada pembakaran amonia menjadi asam nitrat. O2 HO O NH3 (g) 2 NO (g) NO22 (g) katalis HNO3 (g) + NO (g)

Nitrogen oksida adalah gas yang tidak berwarna dan mempunyai elektron yang tidak berpasangan. Nitrogen dioksida adalah gas coklat kemerahan, bersifat racun dan mempunyai struktur resonansi: Asam nitrit tidak dapat diisolasi dalam bentuk cairan murni karena mudah terurai dengan reaksi disproporsionasi. 3HNO2 → HNO3 + H2O + 2NO HNO2 bersifat pengoksidasi dengan ion iod (I-) dan sebagai pereduksi dengan ion permanganate (MnO4-). 2HNO2 + 2H+ + 2I- → I2 + 2NO + 2H2O 5HNO2 + H+ + 2MnO4- → Mn2+ + 5NO3- + 3H2O Dalam laboratorium, asam nitrat dibuat melalui reaksi sebagai berikut: KNO3 (s) + H2SO4 (l)
panas

KHSO4 (s) + HNO3 (g)

Atom yang terbentuk dapat dipisahkan dengan cara mengembunkan karena wujudnya dalam bentuk gas. Asam nitrat murni adalah cairan yang tidak berwarna, mudah terurai diatas 0°C menjadi NO2, H2O dan O2. 4HNO3 → 4NO2 + O2 + 2H2O Tidak berwarna coklat kemerahan (terlihat kuning bila encer) HNO3 adalah asam kuat dan sebagai pengoksidasi kuat. Senyawa ini dapat melarutkan kebanyakan logam. Hasil reaksinya bergantung pada konsentrasi HNO3 pekat dan encer. Cu + 2NO3- + 4H+ → Cu2+ + 2NO2 + 2H2O (pekat) 3Cu + 2NO3- + 8H+ → 3Cu2+ + 2NO + 4H2O (encer) Kegunaan Nitrogen :

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

7

Bilangan Oksidasi Nitrogen

a. Untuk mencegah kerusakan bahan makanan dalam kaleng. b. c. d. e. Pada proses Annealing logam, untuk mencegah terjadinya oksidasi. Pembuatan pulp dan kertas Pembuatan garam nitrat dan asam nitrat Pembuatan peledak

f.Sebagai atmosfer inert dalam proses yang terganggu oksigen g. Secara komersial nitrogen diperoleh dengan cara pencairan udara. Sebagian besar digunakan untuk membuat amonia, urea, ammonium sulfat dan asam nitrat. Karena nitrogen tidak reaktif, maka nitrogen digunakan sebagai selubung gas inert untuk menghilangkan oksigen pada pembuatan alat elektronika. Sejumlah besar nitrogen cair digunakan dalam industri makanan karena suhunya yang rendah (196°C) sehingga mempercepat proses pendinginan.

II. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Gelas kimia 250mL 4. Labu erlenmeyer 100Ml 5. Batang pengaduk 6. Gelas ukur 7. Pipet tetes 8. Kaca arloji 9. Neraca analitik 10.Termoline Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 8

Bilangan Oksidasi Nitrogen

11.Kaca asbes 12.Spatula Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Kertas indikator universal 2. Kalium nitrat padat 3. Logam aluminium 4. Larutan natrium hidroksida 5. Asam nitrat pekat 6. Kalium permanganat 0,1 M 7. Asam sulfat 0,1 M 8. Natrium nitrat padat 9. Tembaga 10.Tembaga nitrat padat 11.Es 12.Asam nitrat encer 13.Kalium yodida padat 14.Amonia pekat 15.Kertas lakmus

III. PROSEDUR KERJA A. Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 9

Bilangan Oksidasi Nitrogen

• Memasukkan 3 keping tembaga ke dalam tabung reaksi, menambahkan 5 tetes asam nitrat pekat • Mengencerkan 2 ml asam nitrat pekat untuk memperoleh larutan 7M, menambahkan 3 keping tembaga dan memperhatikan gas yang terjadi. Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat a) memanaskan KNO3 padat b) memanaskan Cu(NO3)2 padat Menguji gas yang dihasilkan dari sisa zat padat dalam tabung reaksi Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa
• Memasukkan 2 mL HNO3 2M dan 5 ml larutan NaOH encer

kedalam tabung reaksi. Menambahkan sekeping logam Al, kemudian memanaskan. Memeriksa gas yang terbentuk dengan kertas lakmus. B. Reaksi redoks asam nitrit Eksperimen 4. Reaksi redoks asam nitrit
• Mendinginkan 10 ml asam sulfat encer dalam tabung reaksi dengan

es sekitar 5 menit. Memasukkan asam sulfat yang dingin kedalam tabung reaksi yang berisi 1 gram NaNO3 . Larutan ini mengandung asam nitrit. • Membagi larutan yang mengandung asam nitrit menjadi tiga bagian. Memanaskan larutan asam nitrit. Memperhatikan gas yang terbentuk. • Menambahkan sedikit kalium yodida kedalam larutan asam nitrit.
• Mereaksikan larutan asam nitrit dengan larutan KmnO4

C. Reaksi redoks amonia dan ion amonium Eksperimen 5. Oksidasi katalitik amonia Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 10

Bilangan Oksidasi Nitrogen

• Melilitkan kawat tembaga sehingga terbentuk spiral. Memasukkan 10 ml amonia pekat kedalam labu erlenmeyer. Memanaskan labu sehingga amonia mulai menguap. Memanaskan kawat sampai membara kemudian menggantungkan pada mulut labu erlenmeyer. Eksperimen 6. Oksidasi ion amonium oleh ion dikromat
• Memanaskan 1 gram (NH4)2Cr2O7 dalam tabung reaksi.

IV. DATA PENGAMATAN A. Hasil Pengamatan No. Variabel Yang Diamati Pengamatan

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

11

Bilangan Oksidasi Nitrogen

1.

Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat

a.

Eksperimen 1
1) 3 keping Cu + 5 tetes

• Larutan bening menjadi biru • Terbentuk gelembung gas • Menghasilkan gas berwarna cokelat pada dinding tabung • Keping tembaga melarut • Larutan bening menjadi hijau • Terbentuk gelembung gas • Menghasilkan gas berwarna cokelat pada dinding tabung • Keping tembaga melarut

HNO3 pekat (tabung I)

2) 2 ml HNO3 7 M (pekat)

+ 3 keping Cu (tabung II)

b.

Eksperimen 2
1) Memanaskan 1 gr KNO3

padat

Gas yang terbentuk: Indikator universal, pH = 8 Kertas lakmus merah menjadi biru Kertas lakmus biru tetap menjadi biru Sisa padatan: Indikator universal, pH=6 Kertas lakmus merah tetap merah Kertas lakmus biru menjadi merah

No.

Variabel Yang Diamati Pengamatan 2) Memanaskan Cu(NO3)2 Gas yang terbentuk: padat Indikator universal, pH = 2

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

12

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Kertas lakmus merah tetap merah Kertas lakmus biru menjadi merah Sisa padatan: Indikator universal, pH = 3 Kertas lakmus merah tetap merah Kertas lakmus biru menjadi merah c. Eksperimen 3
1) Memasukkan

2

ml Larutan bening Tidak ada perubahan pH = 3

HNO3 2M dan 5 ml NaOH encer logam Al 3) Memanaskan 4) Memeriksa 2 d. kertas lakmus Reaksi Redoks Asam Nitrat Eksperimen 4
1) Mendinginkan

2) Menambahkan sekeping Menguap

dengan

Larutan bening 10 ml NaNO3 larut dan larutan menjadi

H2SO4 encer 0,1 M dengan es selama kurang lebih 5 menit tabung reaksi berisi 1 gr NaNO3 3) Membagi menjadi 3: Larutan I dipanaskan Larutan II ditambahkan Larutan bening Larutan kuning muda
2) Memasukkan ke dalam bening

Kalium iodida (0,5 gr)

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

13

Bilangan Oksidasi Nitrogen

No.

Variabel Yang Diamati Pengamatan Larutan III ditambahkan Larutan ungu tua larutan KMnO4

3.

Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonium

e.

Eksperimen 5 1) Melilitkan spiral 2) Memasukkan labu Erlenmeyer 3) Memanaskan hingga menguao 4) Memanaskan sampai membara 5) Menggantungkan mulut labu Erlenmeyer Eksperimen 6
1) Menimbang

\ kawat Kawat yang digantungkan pada labu menjadi berwarna kehijauhijauan

tembaga sehingga terbentuk 10 ml

ammonia pekat ke dalam labu mulai kawat pada

ammonia

1 1

gram gram Setelah dipanaskan (NH4)2Cr2O7 yang awalnya berwarna oranye, serbuknya terbakar dan warnanya

(NH4)2Cr2O7
2) Memasukkan

(NH4)2Cr2O7 ke dalam tabung reaksi 3) Memanaskannya

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

14

Bilangan Oksidasi Nitrogen

No

Varialble yang diamati berubah

Pengamatan menjadi hijau lumut bahkan terjadi ledakan kecil.

V. ANALISIS DATA I. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat

Eksperimen 1. Reaksi Asam Nitrat dengan Tembaga Pada percobaan ini, yaitu tembaga yang dimasukkan dalam larutan HNO3 pekat menghasilkan larutan yang berwarna biru dan terbentuk gas yang berwarna cokelat (NO3). Warna biru muncul disebabkan oleh terjadinya proses oksidasi pada logam Cu menjadi Cu2+ yang kemudian akan berikatan membentuk senyawa Cu(NO3)2 dengan ion NO3-. Sedangkan timbulnya gas dikarenakan dalam proses reaksi terjadi penguraian secara reduksi-oksidasi yang menimbulkan energy serta tekanan yang cukup besar sehingga terbentuk sebagian produk dari nitrogen yang berupa gas. Adapun reaksi yang terjadi adalah:

HNO3 (ℓ) + Cu (s) +5 0

NO2 + Cu2+ (g) +2OH-(aq) +4 +2

Reduksi

Oksidasi

Menurut reaksi di atas, tembaga mengalami reaksi oksidasi dari Cu menjadi Cu2+. Cu bertindak sebagai reduktor karena biloksnya mengalami kenaikan yaitu dari 0 menjadi +2. Nitrogen sendiri mengalami perubahan biloks dari +5 menjadi +4 (penurunan biloks) sehingga nitrogen bertindak sebagai oksidator karena terjadi reaksi reduksi. Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 15

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Asam nitrat adalah suatu senyawa kovalen yang berupa cairan tak berwarna pada suhu kamar. Asam nitrat zat pengoksidasi kuat. Keadaan oksidasi nitrogen tercapai ketika asam nitrat direduksi uang dipengarahui oleh factor konsentrasi asam nitrat dengan suatu logam yang kurang reaktif daripada nitrogen (nilai E0 red Cu2+/Cu adalah +3,34 volt). Dengan HNO3 pekat, produknya adalah Cu(NO3)2 dan H2O.

Cu + 4HNO3  0

Cu(NO3)2 + 2NO2 +2H2O +4

+5 Oksidasi +2 Reduksi

Untuk percobaan selanjutnya, yaitu memasukkan 3 keping tembaga ke dalam 2 ml asam nitrat encer, produknya adalah Cu(NO3)2, NO dan H2O, menghasilkan larutan yang berwarna hijau dan terbentuk gelembung gas. Hal ini membuktikan bahwa Cu bereaksi dengan asam nitrat 7M sehingga menyebabkan logam Cu melarut. Adapun reaksi redoksnya: 3Cu (s) + 8HNO3(aq)  3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O 0 j
Oksidasi

+5

+2
Reduksi

+4

Untuk membedakan gas yang terbentuk digunakan keterangan bahwa gas nitrogen oksida berwarna cokelat dan gas nitrogen(II) oksida tidak berwarna. Reaksi ini tampaknya berlangsung lebih lambat berdasarkan perbandingan konsentrasinya karena Cu memerlukan waktu yang lama untuk melarut pada asam

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

16

Bilangan Oksidasi Nitrogen

nitrat. Senyawa lain yang terbentuk adalah Cu(NO3)2 yang berperan sebagai oksidator yang lebih mudah menangkap elektron. Dari reaksi di atas, tembaga mengalami reaksi oksidasi karena biloknya meningkat dari 0 menjadi +2. Sedangkan nitrogen mengalami reaksi reduksi karena biloksnya menurun dari +5 menjadi +2. Dari kedua percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa tembaga jika direaksikan dengan asam nitrat pada konsentrasi yang berbeda-beda juga akan menghasilkan senyawa yang berbeda-beda pula. Semakin tinggi konsentrasi HNO3, nitrat akan semakin pekat dan kemampuan untuk mengoksidasi tembaga juga akan semakin besar. Hal ini dapat dilihat pada percobaan untuk nitrat pekat dapat mengoksidasi Cu2+. Sedangkan untuk nitrat encer terbentuk Cu(NO3)2. Berarti dalam suasana asam pekat, Cu dapat mengalami oksidasi menjadi Cu2+.

Eksperimen 2. Pemanasan Garam Nitrat

Pada eksperimen 2 ini terdiri dari dua perlakuan. Perlakuan pertama yaitu memanaskan KNO3 padat dalam tabung reaksi. Uap yang dihasilkan diuji dengan kertas indikator sehingga dapat diketahui pH uap sebesar 8 dan sisa padatan yang diuji dengan indikator universal menghasilkan pH sebesar 6. Hal ini menunjukkan bahwa percobaan terjadi dalam suasana basa. Reaksi yang terjadi adalah: 2KNO3 (s)  K2O + 2NO2(g) +½O2(g) +5
Reduksi

+4

j

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

17

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Beradasarkan hasil pengamatan terbentuk larutan bening dari padatan putih KNO3 yang meleleh. Gas yang terbentuk tidak berwarna merupakan gas O2 dari dekomposisi termal KNO3. Pada percobaan berikutnya memanaskan garam tembaga(II) nitrat padat dalam tabung reaksi. Berdasarkan hasil pengamatan dengan mengunakan kertas indikator dapat diketahui bahwa pH gas yang dihasilkan adalah 2, sedangkan untuk sisa padatan menghasilkan pH sebesar 3. Ini berarti percobaan terjadi pada suasana asam. Adapun reaksi yang terjadi adalah: Cu(NO3)2 (s)  CuO + 2NO2(g) +½O2(g) +5
Reduksi

+4

j

Gas yang dihasilkan terbentuk dari perpaduan gas NO2 dan O2 dari hasil dekomposisi. sedangkan sisa padatan terbentuk dari dekomposisi Cu(NO3)2 tersebut. Akhirnya dari dua percobaan di atas dapat diketahui bahwa garam nitrat saat dilakukan pemanasan menghasilkan gas NO2. Diketahui pula bahwa nitrat direduksi menjadi nitrit sehingga nitrogen bertindak sebagai oksidator karena mengalami penurunan biloks. NO2 termasuk gas beracun dan dapat larut dalam air membentuk campuran asam nitrat dan nitrit. Hal inilah yang menyebabkan dari gas dan larutan yang diuji dengan kertas indikator menghasilkan pH asam. NO2 juga merupakan molekul yang mempunyai jumlah elektron yang ganjil, strukturnta membentuk sudut dan terdiri dari dua bentuk resonansi hibrida, yaitu :

N O O O

N 18 O

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Eksperimen 3. Reduksi Nitrat dalam Larutan Basa Pada eksperimen 3 ini HNO3 2M ditambahkan dengan NaOH encer menghasilkan suatu larutan bening. Setelah itu ditambahkan satu keeping logam Aℓ dan larutan tetap seperti semula. Sedangkan keping logamnya berada di dasar tabung. Karena tidak terjadi reaksi, maka larutan kemudian dipanaskan sehingga terbentuk gelembung-gelembung yang menghasilkan gas. Setelah diuji dengan kertas indikator, gas tersebut memiliki pH sebesar 3. Persamaan reaksi redoks yang terjadi adalah sebagai berikut: 8Aℓ + 3NO3 + 5OH- + 18H2O 0 +5 Reduksi Oksidasi  8[Aℓ(OH)4]- + NH3↑ +4 -3

Dari persamaan reaksi di atas diketahui bahwa Aℓ mengalami penambahan biloks, yaitu dari 0 menjadi +4 sehingga terjadi reaski oksidasi. Sedangkan nitrogen mengalami penurunan biloks dari +5 menjadi -3 sehingga terjadi reaksi reduksi atau ion nitrat bertindak sebagai oksidator bagi Aℓ. Menurut reaksi terbentuk gas NH3 yang dapat dideteksi melalui bau gas yang keluar atau dengan kertas indikator apabila menunjukkan pH basa. Larutan ini dipanaskan terlebih dahulu untuk memaca keluarnya gas NH3 dan untuk menghilangkan ion-ion amonium. II. Reaksi Redoks Asam Nitrit

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

19

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Eksperimen 4. Reaksi Redoks Asam Nitrit Perlakuan awal yang dilakukan untuk percobaan ini adalah mendinginkan H2SO4. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengoptimalkan hasil reaksi sehingga diperoleh HNO3 100% dan tidak terdapat zat reaktan yang tersisa. Karena kecenderungan bahwa H2SO4 yang bereaksi dengan NaNO3 berlangsyng secara reversible sehingga hasil reaksi tidak maksimal. Persamaan reaksi asam sulfat encer yang didinginkan dengan garam natrium nitrat adalah sebagai berikut: H2SO4 (aq) + NaNO3 (s)  NaHSO4 (aq) + HNO2 (aq) + ½O2 (g) Pada reaksi di atas terbentuk nitrit sehingga larutannya berwarna bening. Selanjutnya larutan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pada tabung reaksi pertama larutan asam nitrit yang dipanaskan dengan hotplate menghasilkan larutan berwarna bening. Persamaan reaksi redoksnya adalah sebagai berikut: 3HNO2 (aq)  HNO3 (aq) + H2O (aq) +2NO (aq) +3 Oksidasi +5 Reduksi +2

Dari reaksi sebelumnya berarti nitrogen mengalami dua reaksi yaitu oksidasi dan reduksi. Reaksi ini disebut reaksi disproporsionasi dimana asam nitrat berperan sebagai oksidator (mengalami reduksi) sekaligus sebagai reduktor (mengalami oksidasi). Reaksi disproporsionasi juga terjadi apabila potensial reduksi spesi sebelah kanan lebih negative dari yang sebelah kiri. Pada tabung reaksi kedua dilakukan dengan mereaksikan asam nitrat dengan kalium iodide. Pada saat dicampurkan larutan asam nitrat dan KI bereaksi dimana KI habis bereaksi dan larutan menjadi kuning keruh berdasarkan persamaan reaksi berikut. 2NO2-(aq) + 2I- (aq) + 4H+ (aq)  I2 (aq) + 2NO (g) + 2H2O (aq) +3 -1 Oksidasi Reduksi 0 +2

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

20

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Pada reaksi terlihat bahwa I2 terbentuk bebas dalam larutan sehingga larutan menjadi agak kekuningan. Dalam reaksi, KI bertindak sebagai reduktor karena mengalami reaksi oksidasi sedangkan nitrogen bertindak sebagai oksidator karena mengalami reaksi reduksi. Pada tabung reaksi ketiga, larutan asam nitrat ditambahkan dengan KMnO4 menghasilkan larutan yang berwarna ungu pekat. Asam nitrat mereduksi MnO4 menjadi Mn2+, sementara HNO2 (+3) tereduksi menjadi NO3 (+5). Reaksi yang terjadi adalah: 6H+ + 5NO2-(aq) + 2MnO4-  2Mn2+ + 5KNO3 + 3H2O +3 Oksidasi +7 Reduksi Pada reaksi tersebut tidak ada gas yang dilepaskan, hanyaterjadi pengubahan nitrit menjaid nitrat oleh permanganate. Hal ini sesuai dengan sifat MnO4- yaitu sebagai oksidator kuat sehingga mampu mengubah nitrit menjadi nitrat atau dapat dikatakan nitrit sebagai reduktor. Dalam reaksi ini nitrit tidak mengalami disproporsionasi karena sifat MnO4- yang bertindak sebagai oksidator kuat sehingga langsung mengoksidasi nitrit. +2 +5

III.

Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonium

Eksperimen 5. Oksidasi Katalitik Amonia Pada eksperimen ini, yaitu mellilikan kawat tembaga hingga terbentuk spiral tembaga. Selanjutnya memanaskan kawat tembaga tersebut hingga membara. Pada tempat lain, 10 ml ammonia dipanaskan terlebih dahulu untuk menghasilkan uap. Kawat spiral tembaga digantungkan di atas mulut labu Erlenmeyer. Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 21

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Sebelum digantungkan kawat temabaga dipanaskan terlebih dahulu agar aliansi atau pelapis kawat hilang dan yang tersisa pada kawat hanyalah tembaga. Saat digantungkan, selang beberapa menit kawat menjadi panas membara (tembaga spiral berpijar) dan terbentuk Kristal berwarna kehijauan yang menempel pada kawar spiral tembaga. Hal ini terjadi karena tembaga teroksidasi oleh ammonia. Cu 0 + NO3-  CuO + NH3 +5 Oksidasi +2 Reduksi -3

Cu (s) + 2NH4OH (ℓ)  Cu(OH)2 (s) + 2NH3 (g) Adanya warna hijau pada kawat adalah senyawa Cu(OH)2. Pada reaksi ini, Cu bersifat sebagai reduktor dan amoniak sebagai oksidator yang mengalami reduksi. Reaksi ini penting dalam industry agar terbentuk kesetimbangan dinamis. Eksperimen 6. Oksidasi Ion Amonium oleh Ion Dikromat Pada eksperimen 6, dilakukan pemanasan terhadap (NH4)2Cr2O7 yang semula berwarma oranye berubah menjadi hijau lumut dan serbuk yang terbentuk menimbulkan ledakan kecil dalam tabung reaksi. Hal ini menunjukkan bahwa garam yang mengandung anion pengoksidasi dapat terdekomposisi pada saat dipanaskan termasuk garam amonium dikromat dalam bentuk padat yang mengalami reaksi oksidasi saat dipanaskan. Adapun persamaan reaksi yang terjadi adalah: (NH4)2Cr2O7 (s)  N2 (g)↑ + H2O (g) ↑ + Cr2O3 (s) -3 Oksidasi Ion dikromat akan mengoksidasi amonium sehingga membentuk gas N2 yang dilepaskan ke udara. Tandanya adalah berubahnya padatan menjadi Cr2O3 yang seharusnya berwarna merah bata (oranye). Bilangan oksidasi nitrogen Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 22 0 +2 -3 ∆H = -315 kJ/mol

Bilangan Oksidasi Nitrogen

bertambah sehingga NH4 bertindak sebagai reduktor. Hasil tersebut kemudian dibakar di atas pembakar Bunsen dan warna merah bata (oranye) berubah menjadi hijau lumut. Dari percobaan-percobaan yang dilakukan terdapat ketidaksesuaian pada gas yang dihasilkan, yaitu NO2 dan NH3. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena terdapat kesalahan sampel uji. Berdasarkan pertimbangan bahwa munculnya kesalahan pada indikator universal dan kertas lakmus berpotensi lebih kecil daripada kesalahan perlakuan, memungkinkan juga kesalahan terjadi dalam proses perlakuan seperti pemanasan. Untuk keterangan tambahan diuraikan sebagai berikut: Nitrogen dengan karakteristiknya (multi biloks) mengakibatkan spesies yang mengandung nitrogen seering terlibat dalam reaksi redoks. Asam nitrat (HNO3) dan asam nitrit (NO2) merupakan pembentukan dari ikatan kovalen antara nitrogen dengan unsur bukan logam yang dalam hal ini berupa hidrogen dan oksigen. Asam nitrat pada suhu kamar merupakan cairan tak berwarna yang dalam keadaan murni tidak stabil dan akan terurai perlahan-lahan. Jika terkena panas atau cahaya, asam nitrat akan terdisosiasi sesara perlahan-lahan dalam larutan encernya sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahawa ia termasuk asam kuat. Pada penambahan HNO3 pekat pada tembaga terdapat gas yang berwarna merah kecokelatan yang merupakan NO2 yang berasal dari reaksi antara Cu dan HNO3 menurut persamaan berikut: Cu + 4HNO3  Cu(NO3)2 + 2NO2 +2H2O Dari reaksi tersebut dapat dilihat bahwa nitrat membentuk kompleks dengan Cu dan membebaskan NO2. Pembentukan kompleks ini dibuktikan dengan perubahan warna larutan setelah beberapa lama dari kehijauan menjadi biru yang menunjukkan telah terbentuknya ion-ion tembaga(II) dari Cu(NO3)2. HNO3 pekat yang diencerkan sampai 7M kemudian direaksikan dengan tembaga menghasilkan gas yang awalnya tidak berwarna menjadi cokelat. Gas ini merupakan hasil reaksi. Adapun warna cokelat merupakan warna dari NO2 yang Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 23

Bilangan Oksidasi Nitrogen

terbentuk dari NO yang teroksidasi oleh udara. Prosesnya berupa kehilangan satu elektron dari NO membentuk ion nitrasil (NO+) yang sangat reaktif terhadap oksigen di udara. Adapun reaksi yang terjadi adalah: 2NO (g) + O2 (g)  2NO2 (g) Larutan yang berwarna biru terbentuk melalui proses yang sama dengan di atas. HNO3 2M direaksikan dengan logam Aℓ yang sebelumnya ditambahkan larutan NaOH encer. Reaksi ini menghasilkan gas NH3 yang berwarna putih dan berbau. Pada saat terjadi reaksi tabung terasa panas yang menunjukkan reaksi ini mengalami eksoterm. Pada reaksi ini logam Aℓ melarut yang ditunjukkan dengan perubahan warna dari bening menjadi abu-abu yang disebabkan karena terbentuknya ion kompleks [Aℓ(OH)4]-. Asam nitrat merupakan asam lemah dengan k = 4,5 x 10-4. Asam ini tidak dapat diisolasi dalam bentuk cairan murni karena mudah terurai dengan disproporsionasi dengan persamaan reaksi: 3HNO2 (aq)  HNO3 (aq) + H2O (aq) +2NO (aq) Oleh karena itu, larutan asam nitrat dibuat dengan penambahan asam kuat ke dalam larutan garam nitrat. Misalnya penambahan H2SO4 ke dalam garam nitrit (N2NO3). Pada percobaan ini, H2SO4 ditambahkan ke dalam larutan HNO3 dalam keadaan dingin. Dari HNO3 yang dihasilkan dibagi menjadi 3 dengan perlakuan berbeda pada masing-masing tabung. Tabung I dipanaskan lalu timbul gas yang tak berwarna dan akan terdekomposisi secara cepat bila dipanaskan dan didapatkan larutan yang kuning bening. Kemudian tabung kedua ditambahkan KI dan terbentuk larutan kuning bening. Dari persamaan reaksinya terbentuk iod dan HNO3 bersifat pengoksidasi bagi iod (I-). Gas NO juga terbentuk namun tak teramati karena tak berwarna. Sedangkan pada tabung terakhir yang ditambahkan KMnO4 terbentuk larutan ungu dan tidak terbentuk gas. Akan tetapi warna langsung hilang karena terbentujnya ion Mn2+ yang berasal dari MnO4- yang teroksidasi. Dalam reaksi ini, HNO3 bersifat sebagai pereduksi yang dibantu dengan ion permanganat.

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

24

Bilangan Oksidasi Nitrogen

VI. KESIMPULAN
1. Nitrat akan bereaksi dengan logam ,menghasilkan gas NO2 jika nitrat

pekat dan menghasilkan gas NO jika nitrat encer yang digunakan.
2.

Nitrat dapat dioksidasi dengan berbagai oksidator, yaitu KMnO4, I2 dan O2 sehingga nitrit bertindak sebagai reduktor. Hasil reaksi dari oksidasi ini berbeda, dan nitrit dapat mengalami disproporsionasi pada proses pemanasan.

3.

Garam nitrat dapat mengalami dekomposisi termal pada pemanasan menghasilkan oksida, gas NO2 dan gas oksigen.

4.

Nitrat dapat mengalami reduksi dalam larutan basa menghasilkan gas amonia setelah pemanasan.

5. Nitrat dapat bereaksi dengan logam dalam suasana basa dan dapat diuji dengan menggunakan kertas indikator.

VII.

DAFTAR PUSTAKA Achmad, Hiskia. 1992. Penuntun Belajar Kimia Dasar, Kimia Unsur Petrokimia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Cotton, dkk. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta:Universitas Indonesia. Nitriatmodjo,Maksum. 1983. Kimia Anorganik Buku 2. Malang : IKIP Malang S, Syukri. 1992. Kimia Dasar 2. Bandung: ITB. Saadi, Parham dan Mahdian. 2008. Panduan Praktikum Kimia Anorganik. Banjarmasin: FKIP UNLAM. Sudarmono, Unggul. 2004. Kimia SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga. Sudarmono, Unggul. 2004. Kimia SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga. Sugiarto, Kristian Handoyo. 2000. Kimia Anorganik 1. Jakarta : Universitas Terbuka. Svehla .1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian II. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka.

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

25

Bilangan Oksidasi Nitrogen

LAMPIRAN PERTANYAAN DAN JAWABAN

A. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat Eksperimen 1 : reaksi asam nitrat dengan tembaga 1. Senyawa apakah yang terbentuk? Berapa bilanagn oksidasi nitrogen yang terbentuk ?

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

26

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Jawab : Senyawa yang terbentuk adalah gas NO2 yang berwarna kuning kecoklatan. Bilangan oksidasi nitrogen yang terbentuk adalah +4, dan senyawa lain yaitu Cu (NO3)2. 2. Tulis persamaan reaksi ion yang terjadi! Jawab : Persamaan reaksi ion yang terjadi adalah : HNO3 (l) + Cu (s) +5 0 reduksi oksidasi 3. Hitung biloks tembaga dalam senyawa yang terjadi ? Jawab : Cu (NO3)2 Cu2+ + 2NO3NO2 (g) + Cu2+ (aq) + 2OH- (aq) +4 +2

(1 × BOCu ) + (2 × BON ) + (6 × BOO ) = 0 1 × BOCu + 10 + (-12)
BOCu + (−2)

=0 =0

BOCu

= +2

Jadi, biloks tembaga dalam senyawa Cu (NO3)2 adalah +2. 4. Senyawa nitrogen apakah yang dihasilkan pada produk reaksi pertama dari reaksi ? Jawab : Senyawa nitrogen yang dihasilkan adalah senyawa nitrogen oksida (NO) yang tidak berwarna.

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

27

Bilangan Oksidasi Nitrogen

5. Sebutkan apa sebabnya terjadi reaksi yang berbeda jika tembaga direaksikan dengan asam nitrat dengan berbagai konsentrasi ? Jawab : Hal ini dikarenakan besar konsentrasi sangat mempengaruhi kemampuan oksidasi nitrat terhadap tembaga. Semakin besar konsentrasi asam nitrat, semakin pekat larutan, dan semakin besar kemampuan untuk mengoksidasi tembaga dan semakin besar pula kemungkinan untuk membentuk gas NO2. Sedangkan, semakin kecil konsentrasi asam nitrat (HNO3), semakin encer larutan, maka semakin kecil kemampuan untuk memngoksidasi tembaga dan dapat menyebabkan semakin besar kemungkinan untuk membentuk gas NO.

Eksperimen 2 : Pemanasan Garam Nitrat

6. Zat apakah yang terjadi pada dekomposoisis termal?
a. KNO3 b. Cu(NO3)2

Tulis persamaan reaksi yang terjadi ! Jawab : Zat yang terjadi pada dekomposisi termal : a. KNO3 2KNO3 (s) +5 reduksi K2O, NO2, dan O2 K2O + 2NO2 (g) +4 + ½ O2 (g)

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

28

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Pada dekomposisi termal ini menghasilkan zat berupa gas nitrogen dioksida (NO2), K2O, dan gas oksigen (O2). b. Cu(NO3)2 CuO, NO2, dan O2 Cu(NO3)2 (s) +5 reduksi Pada dekomposisi termal ini menghasilkan zat berupa gas nitrogen dioksida (NO2), CuO ( tembaga (II) oksida) , dan gas oksigen (O2). Eksperimen 3 : Reduksi Nitrat dalam larutan basa 7. Tulis persamaan reaksi yang terjadi ! Jawab : Persamaan reaksi reduksi nitrat dalam NaOH NO3- (aq) + 8Al (s) + 5OH- (aq) + 18H2O (s) (aq) +5 0 Reduksi oksidasi -3 +4 NH3 (g) + 8[Al(OH)4]CuO + 2NO2 (g) +4 + ½ O2 (g)

B. Reaksi Redoks Asam Nitrit Eksperimen 4 : Reaksi Redoks asam nitrit 8. Catat warna larutan asam nitrit? Jawab : Larutan asam nitrit berwarna bening. 9. Apakah reaksi yang terjadi? Jawab : Reaksi yang terjadi adalah reaksi disproporsionasi. Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 29

Bilangan Oksidasi Nitrogen

10. Tulis persamaan reaksi yang terjadi! Jawab : H2SO4 (aq) + NaNO3 (s) (g) 11. Dekomposisi termal asam nitrt adalah reaksi disproporsionasi. Tulis persamaan reaksi yang terjadi ! Jawab : 2HNO2 (aq) +3 reduksi oksidasi 12. Tulis persamaan reaksi yang terjadi! Jawab : HNO2 (aq) + 2KI (s) Atau 2NO2- (aq) + 4H+ (aq) + 2I- (aq) +1 reduksi oksidasi 13. Apakah asam nitrit berfungsi sebgai oksidator atau reduktor? Jawab : Asam nitrit berfungsi sebagai reduktor karena mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari +3 menjadi +5. 14. Apa sebabnya asam nitrit tidak mengalami reaksi disproporsionasi? Jawab : -1 2NO(g) + 2H2O (aq) + I2 (aq) +2 0 KOH (aq) + NO (g) + I2 2NO (g) + H2O (aq) + NO3- + H+ +2 +5 NaHSO4 (aq) + HNO2 (aq) + ½ O2

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

30

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Karena sifat MnO4- lebih kuat daaripada asam nitrit HNO2 tidak mengalami disproporsionasi yang bertindak sebagai oksidator kuat sehingga langsung mengoksidasi nitrit. C. Reaksi Redoks Amonia dan ion Amonium Eksperimen 6 : Oksidasi ion amonium oleh ion dikromat 18. Jelaskan peristiwa yang terjadi? Jawab : Garam (NH4)2Cr2O7 mengandung anion pengoksidasi sehingga saat dipanaskan akan terdekomposisi, karena ion amonium mengalami oksidasi. Reaksi : (NH4)2Cr2O7 (s) KJ/mol -3 Oksidasi 0 N2 (g) + 4H2O (g) + Cr2O3 (s) ΔH = -315

Ion dikromat mengoksidasi amonium sehingga membentuk N2 yang dilepaskan ke udara yang ditandai dengan berubahnya warna serbuk dari jingga menjadi hitam lumut. Pada reaksi ini, nitrogen mengalami reaksi oksidasi dari bilangan oksidasi -3 menjadi 0 sehingga nitrogen bertindak sebagai reduktor.

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

31

Bilangan Oksidasi Nitrogen

LAMPIRAN FLOWCHART BILANGAN OKSIDASI NITROGEN

A. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga Cu + beberapa tetes HNO3 pekat
Memasukkan ke dalam tabung reaksi

Campuran 2 ml HNO3 pekat
Mengencerkan hingga larutan 7 M

Larutan 7M 7m
Menambahkan keping tembaga 3

Memperhatikan gas yang terbentuk

Campuran + gas Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat KNO3 padat
Memasukkan ke dalam tabung reaksi memanaskan Menguji gas yang dihasilkan dan sisa zat padat

Lelehan + gas + sisa zat padat Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen” 32

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Catatan : Melakukan perlakuan yang sama terhadap Cu(NO3)2 padat. Eksperimen 3 : Reduksi nitrat dalam larutan basa

2 mL HNO3 2M + 5 mL NaOH (aq) + 1 keping Al - Memasukkan ke dalam tabung reaksi - Memanaskan

Larutan + gas B. Reaksi redoks asam nitrat Eksperimen 4. Reaksi redoks asam nitrit

10 ml asam sulfat encer
Mendinginkan dalam tabung reaksi dengan es sekitar 5 menit

Larutan H2SO4 dingin+ 1 g NaNO3

Memanaskan

Larutan I + 0,5 gram KI
Memanaskan Memperhatikan gas yang terbentuk

Larutan II + 2 ml larutan KMnO4 0,3 mmol
Menambahkan sedikit KI

Larutan III
Mereaksikan dengan larutan KmnO4

Larutan + gas

Larutan

Larutan

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

33

Bilangan Oksidasi Nitrogen

C.

Reaksi redoks amonia dan ion amonium Eksperimen 5. Oksidasi katalitik amonia Kawat tembaga
Melilitkan hingga berbentuk spiral Memanaskan hingga membara

10 ml amonia pekat
Memasukkan ke dalam labu erlenmeyer Memanaskan labu sehingga amonia mulai menguap Menggantungkan kawat tembaga yang berbentuk spiral pada mulut tabung

Menggantungkan kawat pada mulut labu erlenmeyer

Kawat tembaga + amonia Eksperimen 6. Oksidasi ion amonium oleh ion dikromat

1 gram (NH4)2 Cr2O7
Memasukkan ke dalam tabung reaksi Memanaskan

Lelehan (NH4)2 Cr2O7

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

34

Bilangan Oksidasi Nitrogen

LAMPIRAN FOTO PRAKTIKUM A. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga

Memanaskan 3 keping Cu + 5 tetes HNO3 pekat \(tabung I)

Larutan menjadi biru

HNO3 7 M + 3 keping Cu (tabung II)

Memanaskan tabung II

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

35

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Kiri Kanan

: :

tabung tabung

I II

setelah setelah

dipanaskan dipanaskan

Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa

Memanaskan HNO3 2M + NaOH encer + logam Al Mengukur pH

pH = 3

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

36

Bilangan Oksidasi Nitrogen

B. Reaksi Redoks Asam Nitrit Eksperimen 4. Reaksi redoks asam nitrit

Mendinginkan H2SO4 dengan es

Membagi 3 larutan setelah ditambahkan NaNO3

Tabung I setelah dipanaskan

Kanan : Tabung II setelah ditambahkan KI Kiri : Tabung III setelah ditambah KMnO4

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

37

Bilangan Oksidasi Nitrogen

C. Reaksi Redoks Amonia dan Ion Amonium Eksperimen 5. Oksidasi katalitik amonia

Larutan amonia

Memanaskan amonia

Menggantungkan kawat Memamanaskan kawat tembaga pada mulut tembaga Laporan Akhir Praktikum Anorganik “BilanganerlenmeyerNitrogen” 38 Oksidasi

Bilangan Oksidasi Nitrogen

Eksperimen 6. Oksidasi ion amonium oleh ion dikromat

Serbuk (NH4)2Cr2O7

memanaskan serbuk (NH4)2Cr2O7

Serbuk (NH4)2Cr2O7 dalam tabung reaksi setelah dipanaskan

Serbuk (NH4)2Cr2O7 setelah dipanaskan

Serbuk (NH4)2Cr2O7 dalam tabung reaksi setelah dipanaskan

Serbuk (NH4)2Cr2O7 setelah dipanaskan

Laporan Akhir Praktikum Anorganik “Bilangan Oksidasi Nitrogen”

39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->