P. 1
Desain Barang Dan Jasa

Desain Barang Dan Jasa

|Views: 32|Likes:
Published by imnotactive

More info:

Published by: imnotactive on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

Desain Barang dan Jasa

Pokok Bahasan :  engantar P Seleksi Barang dan Jasa Pengembangan Produk/Desain Poduk Baru Nilai Produk Dokumentasi Produk Desain Produk Jasa Keandalan Produk Transisi ke Proses Produksi PENGANTAR Kunci sukses : pengembangan dan desain produk yang baik mutunya Peluang maksimum jika fokus pada spesialisasi dan pertahankan mutu o Contoh: Honda fokus pada mesin, Intel fokus pada chip komputer Siklus produk cenderung makin pendek, perlu inovasi  Agar produk baru sukses di pasar, Manajer operasi hrs menjalin komunikasi  dengan baik kepada : o Konsumen o Pengelola produk o Proses o Pemasok Strategi produk yg efektif menghubungkan keputusan yang berkaitan dengan  produknya dengan investasi, pangsa pasar, siklus hidup produk dan lini produk Tujuan keputusan produk : mengembangkan dan mengimplementasikan strategi  produk yg sesuai dengan permintaan pasar dengan keuntungan yang kompetitif Tujuan dari materi ini : memahami cara membuat keputusan produk yang efektif 

SELEKSI BARANG DAN JASA Pilihan Produk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

1

Pilihan manajemen : Seleksi, Ketentuan dan Desain atas Barang dan Jasa yang  akan dijual Seleksi produk : kegiatan pemilihan barang dan jasa yang akan digunakan untuk  memenuhi kebutuhan konsumen o Contoh : RS mengkhususkan pada jenis pasien tertentu  dibutuhkan keputusan untuk memilih jenis pelayanan yang akan ditawarkan Keputusan produk mempunyai implikasi besar pada fungsi operasi/produksi  karena keputusan produk akan mempengaruhi: o biaya peralatan, o modal, o desain tata letak, o kebutuhan ruang, o keahlian orang-orang, o bahan mentah dan proses

Munculnya Produk Baru Lima faktor yang mempengaruhi peluang pasar : Perubahan ekonomi : jangka pj kekayaan masyarakat; jk pndk : merubah siklus  dan harga Perubahan sosiologi dan demografi : merubah ukuran rumah, apartemen dan  mobil Perubahan teknologi : memungkinkan segala sesuatu berubah  Perubahan politik : perubahan persetujuan perdagangan, tarif dan kontrak  pemerintah Perubahan lain-lain : muncul dari dinamika pasar, standar profesi, pemasok dan  penyalur Manajer operasi harus menyadari faktor-faktor tersebut dan mengantisipasi perubahan terhadap adanya peluang untuk : produk baru, volume produk dan bauran produk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

2

Kehidupan Suatu Produk Siklus hidup produk (product life-cycle) terdiri atas 4 fase : Perkenalan  Pertumbuhan  Kedewasaan  Penurunan  Siklus hidup berbeda-beda antar satu produk dengan produk lain : Beberapa jam saja : Koran  Satu minggu : Tabloid  Beberapa bulan : mode  Beberapa tahun : (silahkan beri contoh)  Beberapa dekade : (silahkan bericontoh)  Tugas Manajer Operasi : mendesain sistem yg dapat membantu mengenalkan produk baru dengan sukses. Organisasi perlu terus-menerus memperkenalkan produk baru agar dapat bertahan hidup.

Delapan Tahap Pengembangan Produk 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ide : bersumber dari perubahan lingkungan teknologi, demografi, ekonomi, politik, dsb Persyaratan yang harus dipenuhi di pasar : pendekatan yang diperlukan untuk memuaskan konsumen Spesifikasi fungsional : bagaimana cara kerja produk tersebut Spesifikasi produk : bagaimana produk akan dibuat Ulasan desain : bagaimana produk akan dibuat secara ekonomis dan kualitas Pengujian pasar : apakah produk memenuhi keinginan pasar Pengenalan produk : produk diantar ke konsumen

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

3

8.

Evaluasi : berhasil atau tidak

(catatan : 2 s/d 8 termasuk dalam lingkup Kelompok Pengembangan Produk, sedangkan 3 s/6 termasuk dalam lingkup Kelompok Rancangan untuk Manufacturability dan Rekayasa Nilai)

Kompetisi Berbasis Waktu Siklus hidup produk makin singkat pengembangan produk jadi penting  Pengembangan produk yang cepat lebih menguntungkan  lebih unggul  Keunggulan berbasis waktu (Time-based Competitiveness) Tabel Waktu Yang Dibutuhkan untuk Pengembangan Produk Otomotif (Mobil) Produsen Mobil Mazda Toyota Mitsubishi Nissan Honda Chrysler Ford GM Rata-rata (Bulan) Target (Bulan 21 15-18 27 18 24 18 30 20 36 24 29 24 37 24 46 38 Waktu Tercepat (Bulan) 17 (Capella) 15 (Starlet) 19 (FTO) Tidak ada 24 (CRV) 24 (Sebring) 18 (EER) 24 (Yukon, Tahoe)

PENGEMBANGAN PRODUK Pendekatan Kelompok kerja pengembangan produk : bertanggungjawab untuk mengubah produk (marketability, manufacturability dan serviceability). Rekayasa serempak (consurent engineering) menyangkut pengembangan produk yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

4

lebih cepat dengan dilakukannya tindakan terpadu atas berbagai aspek pengembangan produk Kelompok kerja desain untuk produksi Kelompok kerja perekayasa nilai dan kenadalan produksi : peningkatan desain dan spesifikasi pada tahap penelitian, pengembangan, perancangan dan produksi Manfaat desain rekayasa nilai dan keandalan produk : Penurunan kerumitan produk  Standarisasi tambahan atas produk Peningkatan aspek fungsional produk  Desain metode kerja yang lebih baik Keamanan kerja yang lebih baik Peningkatan keandalan produk  Rancangan untuk memperoleh produk yang handal 

Kelompok kerja yang sukses mempunyai : Dukungan dari manajemen puncak Kepemimpinan yang memenuhi syarat dan berpengalaman  Organisasi formal dari kelompok tersebut  Program pelatihan untuk mengajarkan keahlian dan teknik pengembangan  produk Kelompok yang beragam dan bekerjasama Pengalokasian staf, pendanaan, dan bantuan penjualan yang cukup 

Rancangan Mutu Handal menuntut bahwa suatu produk harus didesain agar variasinya kecil dlam produksi atau dalam proses perakitan tidak berdampak negatif pada produk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

5

NILAI PRODUK Manajer operasi harus memberi perhatian khusus pada unit produk yang prospeknya paling baik Prinsip Pareto : sumberdaya harus diinvestasikan pada sejumlah pos penting  yang sedikit Analisis Produk Berdasarkan Nilai : mengidentifikasi produk yang diurut ke bawah mulai dari kontribusinya yang terbesar. Laporan urutan produk berdasarkan nilainnya memungkinkan manajemen mengevaluasi strategi alternatif yang mungkin diterapkan untuk setiap produk, temasuk : o Arus kas yang meningkat o Peningkatan penetrasi pasar o Penurunan biaya Laporan urutan produk juga memberitahu manajemen produk mana yang tidak seharusnya dijual dan yang investasinya perlu ditambah

DEFINISI DAN DOKUMENTASI PRODUK Definisi barang atau jasa sesuai fungsinya (apa yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen) Produk dirancang agar fungsi yang dapat dimanfaatkan konsumen dapat dicapai Pilihan yang dihadapi manajemen : bagaimana cara produk melakukan fungsinya Spesifikasi umum barang dan jasa diperlukan untuk memastikan produksi yang efisien Tataletak peralatan dan kualifikasi SDM ditentukan setelah dilakukan  pendefinisian, perancangan dan pendokumentasian barang dan jasa

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

6

Setiap organisasi membutuhkan dokumen untuk mendefinisikan produknya  Komponen produk dinyatakan dengan gambar teknik (engineering drawing)  yang menampilkan dimensi, toleransi, bahan mentah dan bentuk jadi dari suatu komponen (Gbr 4.6) dan kemudian dimasukkan ke dalam struktur produk (bill-of-material) pada Gbr. 4.7

Membuat atau Membeli Keputusan untuk membuat sendiri atau membeli komponen  Keputusan membuat : komponen apa yang akan diproduksi Keputusan membeli : komponen apa yang akan dibeli  Produk standar dapat dibeli dan tidak memerlukan gambar teknik ataupun  struktur produk karena spesifikasinya dianggap cukup

Teknologi Kelompok Gambar teknik yang modern mencakup aturan fasilitasi teknologi kelompok. Teknologi kelompok mengharuskan suatu kelompok diidentifikasikan lewat  skema pemberian kode yang memberikan spesifikasi jenis proses dan parameter proses tersebut Penerapan teknologi kelompok mengarah kepada :  o Perbaikan desain o Penurunan jumlah bahan mentah dan pembelian o Penyederhanaan perencanaan dan pengendalian produksi o Perbaikan jalur proses dan penggunaan mesin o Pengembangan sel kerja o Penurunan waktu pemasangan alat, bahan dalam proses dan waktu produksi Penerapan teknologi kelompok membantu seluruh organisasi karena banyak  biaya yang dapat dihemat

CAD/CAM (Computer Aided Design/Computer Aided Manufacture)
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Priyono SE.MM.
MANAJEMEN OPERASIONAL 7

Desain produk diperkaya dengan penggunaan CAD yang menyatu dengan CAM Manfaat CAD/CAM : o Mutu produk : CAD memberi peluang utk menyelidiki lebih banyak alternatif, antisipasi masalah-masalah dan bahaya o Waktu desain yang lebih pendek : semakin singkat desain semakin murah biaya o Penurunan biaya produksi : penerapan yang lebih cepat atas perubahan-perubahan desain sehingga menekan biaya o Ketersediaan database : konsolidasi data produk berati penurunan biaya o Kisaran baru kemampuan : CAD/CAM menghilangkan pekerjaan yang detil sehingga desainer dapat berkonsentrasi pada aspek imajinasi dan konseptual Selain CAD/CAM, VR (Virtual Reality) sangat membantu dalam mendesain dan mengembangkan produk baru

DOKUMENTASI PRODUK Selain produk harus diseleksi dan didesain, produk tersebut juga harus disertai  dengan dokumentasi. Gambar perakitan : visualisasi produk berdimensi tiga (gambar isometrik), lokasi relatif komponen digambar menurut keterkaitan antar konponen untuk menunjukkan bagaimana perakitan tersebut dilakukan. Diagram perakitan : bentuk skematis cara merakit sebuah produk. Komponen  yang dibuat, dibeli atau dibuat dan dibeli dapat ditunjukkan oleh suatu diagram perakitan. Lembar rute/lembar proses : memuat daftar operasi (termasuk perakitan dan  inspeksi) yang diperlukan untuk memproduksi komponen dengan bahan baku yang dispesifikasi pada BoM (Bill-of-Material). Perintah kerja : lembar instruksi untuk membuat sejumlah produk tertentu  dengan jadual tertentu

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

8

Pemberitahuan perubahan teknis : mengubah beberapa aspek dari definisi  atau dokumentasi produk. Manajemen konfigurasi (membahas identifikasi, pengendalian dan  dokumentasi produk): sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi secara akurat konfigurasi produk yang terencana dan berubah-ubah, dan tetap bisa melakukan pengendalian dan keabsahan dari perubahan

DESAIN PRODUK JASA Produk jasa terkait dengan interaksi konsumen, baik pada tahap desain  maupun tahap penyerahan produk. Bagian besar dari biaya dan mutu jasa didefinisikan pada tahap desain  desain yang menurunkan biaya dan meningkatkan mutu produk. Pendekatan pertama, desain produk sedemikian rupa sehingga penyesuaian  produk dengan keinginan konsumen yg dapat dilakukan belakangan. Pendekatan kedua, membuat modul produk agar penyesuaian dilakukan  dengan cara membolakbalik modul tersebut. Pendekatan ketiga, mendesain produk dengan membagi jasa menjadi bagian bagian kecil dab mengidentifikasikan menjadi bagian yang bisa diotomatisasikan atau dikurangi interaksinya dengan konsumen. Pendekatan keempat, memfokuskan desain pada titik-titik terkesan (moment  of truth): saat yang menunjukkan kesan mendalam yang bisa meningkatkan atau mengurangi harapan konsumen.

KEANDALAN PRODUK Tingginya keandalan produk memberikan dampak positif pada kepuasan  konsumen Keandalan : probabilitas satu komponen (beberapa komponen yang saling  terkait) dapat berfungsi dengan tepat dalam jangka waktu tertentu Meningkatkan keandalan atau menurunkan kemungkinan kegagalan  dilakukan dengan cara : o Meningkatkan keandalan komponen

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

9

o Memberikan unsur pendukung

Keandalan Komponen Keandalan sistem : hasil perkalian keandalan masing-masing komponennya.  Kenadalan dicerminkan oleh probabilitas. Asumsinya : keandalan suatu komponen tidak tergantung pada keandalan  komponen lainnya Rumusnya : Rs = R1 x R2 x R3 x … x Rn, dimana :  o Rs = Keandalan sistem o 1, 2,3, ..,n = komponen sistem Contoh : Sebuah bank memproses permohonan pinjaman melalui tiga  petugas yang diatur menjadi R1  R2  R3 Rs, dimana R1 = 0,90, R2=0,80 dan R3=0,99. Keandalan proses pinjaman Rs = 0,90 x 0,80 x 0,99 = 0,713 atau 71,3% Memberikan Unsur Pendukung Unsur pendukung diberikan jika satu komponen gagal berfungsi dan sistem  mempunyai jalan ke komponen lain. Untuk meningkatkan keandalan sistem  tambahkan unsur pendukung  sehingga kenadalan sistem = probabilitas berfungsinya komponen pertama + probabilitas berfungsinya komponen pendukung dikalikan dengan probabilitas kebutuhan diadakannya komponen pendukung Contoh : keandalan suatu sistem 0,80 dan unsur pendukung berupa  komponen lain dengan keandalan 0,80 bagaimana dengan keandalan sistem tersebut ? Rs = R1 + (R2)(1-R2) = (0,80) + (0,80)(0,2) = 0,80 + 0,16 = 0,96

TRANSISI KE PROSES PRODUKSI

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

10

Pada tahap ini, produk yang diinginkan konsumen telah diseleksi, didesain  dan didefinisikan. Produk telah berubah dari ide menjadi definisi fungsional kemudian menjadi  prototipe Bagaimana kelanjutan pengembangan, produksi atau malah gak jadi apa-apa  Tugas manajemen modern adalah mengetahui proses transisi ke proses produksi

--pr--

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Priyono SE.MM.

MANAJEMEN OPERASIONAL

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->