BAB PROPERTI INVESTASI

5

Tujuan Instruksional Khusus : Peserta didik dapat menjelaskan tentang definisi dan pengertian properti investasi. Peserta didik dapat menerangkan dan menjelaskan tentang biaya perolehan properti investasi. Peserta didik dapat menerangkan dan menjelaskan tentang pengakuan awal. Peserta didik dapat menjelaskan cara perolehan properti investasi. Peserta didik dapat menjelaskan penyajian aset tetap setelah pengakuan awal Peserta didik dapat menjelaskan penyajian dengan model biaya Peserta didik dapat menjelaskan penyajian dengan model nilai wajar. Peserta didik dapat menjelaskan transfer dari atau ke properti investasi. Peserta didik dapat menjelaskan pelepasan properti investasi.

1. Definisi Menurut SAK 13, Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk:

 digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan
administratif; atau

 dijual dalam kegiatan sehari-hari.
Properti investasi ini merupakan aset tetap yang dimiliki oleh pemilik atau aset tetap yang disewa melalui perjanjian sewa beli (leasing) atau sewa operasi. Properti investasi berupa :

159

maka aset tersebut dikelompokkan sebagai aset tetap (PPE). nilai tambahan jasa tidak signifikan dibandingkan pendapatan sewa yang diterima. Contoh pada entitas perusahaan dagang. Properti investasi dapat menghasilkan kas secara mandiri dengan cara disewakan kepada pihak lain. Properti yang disewakan kepada pihak lain dengan persyaratan sewa pembiayaan. 160 . Karakter aset yang dikelompokkan dalam properti investasi adalah : 1) Menghasilkan kas secara mandiri. Tambahan jasa berupa jasa kebersihan. tanpa tergantung pada aset lain.a) tanah b) bangunan c) tanah dan bangunan d) bagian dari bangunan (ruangan-ruangan dalam bangunan) Aset berikut tidak pernah dimasukkan dalam kelompok properti investasi : • • properti yang dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas properti yang dibangun atau dikembangkan sebagian oleh pihak ketiga properti yang digunakan dalam operasi normal entitas (owner-occupied property) • • properti yang sedang dibangun atau dibangun untuk dimanfaatkan sebagai properti investasi di masa yang akan datang. Jika tambahan jasa (ancillary service) lebih besar atau signifikan dibandingkan dengan pendapatan sewa. katering ataupun laundry kepada para penyewa ruangan. jasa keamanan. Sedangkan aset tetap (PPE) menghasilkan kas dengan bersinergi dengan aset lain. • 2) Jika dalam transaksi penyewaan aset. tanah dan bangunan bersama-sama dengan peralatan dan persediaan akan menghasilkan kas melalui penjualan persediaan barang dagang. entitas menawarkan tambahan jasa (ancillary service).

3) Jika entitas menyediakan tambahan jasa (ancillary service) kepada para penghuni properti dan jasa tersebut signifikan terhadap keseluruhan perjanjian. Properti investasi 1) Jika entitas tidak dapat memisahkan dan menentukan nilai bagian yang digunakan sendiri maupun yang disewakan. c. Metode Perolehan Properti Investasi Entitas memperoleh properti investasi dengan cara : a) Pembelian dari pihak luar 161 . maka entitas akan mengakui bangunan tersebut sebagai : a. dan menyewakan bagian yang lain kepada pihak luar. Aset tetap (PPE) 1) Jika entitas tidak dapat memisahkan dan menentukan nilai bagian yang digunakan sendiri maupun yang disewakan. Maka aset tersebut akan diakui sebagai properti investasi sekaligus aset tetap dengan proporsi maisng-masing. 3) Jika entitas menyediakan tambahan jasa (ancillary service) kepada para penghuni properti dan jasa tersebut tidak signifikan terhadap keseluruhan perjanjian.Entitas yang memiliki bangunan gedung kantor atau apartemen. 2. menggunakan salah satu bagian dari bangunan tersebut sebagai tempat produksi atau penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif. dan 2) Bagian yang digunakan dalam proses produksi atau persediaan barangbarang atau jasa atau untuk tujuan administratif jumlahnya tidak signifikan. dan 2) Bagian yang digunakan dalam proses produksi atau persediaan barangbarang atau jasa atau untuk tujuan administratif jumlahnya signifikan. b. Properti investasi dan PPE Jika bagian yang digunakan sendiri oleh entitas maupun bagian yang disewakan dapat ditentukan nilainya dengan cara dapat dijual secara terpisah atau disewakan secara terpisah.

c) Alih fungsi atau reklasifikasi dari aset tetap Entitas juga dapat mengalihfungsikan aset tetap yang pada awalnya digunakan sendiri sebagai properti investasi. aset yang sedang dibangun diakui sebagai Konstruksi dalam Pengerjaan. dan ketika selesai masa konstruksinya direklasifikasi sebagai properti investasi. Harga perolehan dari properti investasi ini adalah total dari biaya pembangunan yang meliputi biaya bahan baku. Pada masa konstruksi. pabrik dan peralatan yang diatur dalam SAK 16. ketika aset tetap tersebut mulai disewakan kepada pihak lain. entitas dapat memilih kebijakan akuntansi dengan :  Model Nilai Wajar (Fair Value Method). Biayabiaya yang dikapitalisasi sebagai properti investasi mencakup harga beli ditambah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam perolehan properti investasi. Harga perolehan properti investasi adalah nilai wajar dari aset tetap pada tanggal reklas (transfer). 3. dan Biaya perolehan properti dapat diukur secara akurat. Pertama kali properti investasi diakui (dicatat) sebesar biaya perolehan plus biaya – biaya transaksi yang dikeluarkan untuk mendapatkan properti investasi.Entitas membeli aset yang sejak awal perolehannya dimaksudkan untuk disewakan kepada pihak lain atau untuk mengapresiasi kenaikan nilai. tenaga kerja dan biaya overhead. Properti investasi diakui sebagai aset jika : • • Terdapat kemungkinan manfaat ekonomi di masa mendatang yang melekat pada properti akan mengalir ke entitas. b) Membangun sendiri Entitas dapat membangun sendiri gedung atau bangunan yang hendak disewakan kepada pihak lain. Setelah pengakuan awal. atau 162 . Perlakuan Akuntansi Properti Investasi Kriteria pengakuan properti investasi sama halnya dengan properti.

Model nilai wajar ini berbeda dengan model revaluasi yang diatur menurut SAK 16. Bila terjadi penurunan akan dilaporkan sebagai kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif. maka kebijakan tersebut tidak akan berubah kecuali perubahan kebijakan tersebut menghasilkan penyajian yang lebih memadai. b) Model Nilai Wajar Bila terjadi kenaikan nilai wajar akan dilaporkan sebagai keuntungan dalam laporan laba rugi komprehensif. akan diperlakukan sebagai pengurang Cadangan Revaluasi atau diakui sebagai rugi penurunan nilai dalam laporan laba rugi komprehensif. 3.  Mengakui perubahan nilai wajar sebagai keuntungan atau kerugian yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif. Model Nilai Wajar Dengan menerapkan model nilai wajar.  Tidak melakukan penyusutan atas properti investasi. entitas seharusnya :  Merevaluasi semua properti investasinya ke nilai wajar (harga pasar) setiap akhir periode akuntansi. Model Biaya Kebijakan akuntansi yang telah dipilih harus diterapkan ke semua properti investasi yang dimiliki entitas. 163 . Sekali kebijakan akuntansi dipilih. Bila terjadi penurunan nilai wajar. dimana a) Model Revaluasi Bila terjadi kenaikan nilai wajar akan dilaporkan di laba komprehensif lainnya (tidak masuk dalam keuntungan/kerugian) dan dikreditkan ke Cadangan Revaluasi atau Revaluation Surplus. Pengukuran setelah pengakuan awal a. SAK 13 menyebutkan bahwa perubahan metode dari model nilai wajar ke model biaya tidak menghasilkan presentasi yang lebih memadai.

Karena alasan perbedaan tersebut membuat perlakuan terhadap properti investasi disajikan konsisten menurut SAK 13. b. Model Nilai Wajar Jawab : a) Model Biaya Dalam laporan posisi keuangan.010. Jika tidak mungkin mendapatkan nilai wajar yang andal. Model Biaya Model biaya mengikuti ketentuan menurut SAK 16. properti ini akan disajikan sebagai berikut : Properti investasi Akumulasi penyusutan (Rp300 jt/50th) Nilai tercatat Rp1. maka entitas dapat mengadopsi Model Nilai Wajar. dengan menggunakan : a. Pengecualian ini berlaku untuk semua properti investasi dengan menggunakan salah satu model di atas.(Rp 6. Properti tersebut memiliki umur manfaat 50 tahun. Jumlah yang dapat disusutkan sampai tanggal ini sebesar Rp300 juta.- 164 . Contoh : Pada tanggal 1 Januari 2010. Properti investasi dinilai sebesar harga perolehan dan selain tanah elemen properti investasi disusutkan.000. Model biaya b.-) Rp1. Pada akhir tahun pertama nilai wajar dari properti investasi tersebut naik menjadi Rp1. Nilai Wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana aset dapat dipertukarkan dengan pengetahuan yang memadai.000.000. antara pihak-pihak yang berkeinginan melakukan transaksi yang wajar (arm length transaction).000. Harga perolehan gedung Rp1 Milyar dengan biaya transaksi Rp10 juta. Diminta : Tunjukkan jumlah yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan entitas D pada tanggal 31 Desember 2010.3 Milyar. entitas D membeli gedung yang diniatkan untuk investasi.000.000.004.

000.Dalam laporan laba rugi komprehensif akan dicantumkan beban penyusutan Rp6.000.000.000. Transfer Properti Investasi Transfer dari dan ke properti investasi dilakukan jika.000. properti investasi akan disajikan sebesar Rp1.010.000) Keuntungan atas kenaikan nilai wajar akan dilaporkan di laporan laba komprehensif sebesar Rp290.000.000.000. 165 . b) Model Nilai Wajar Dalam laporan posisi keuangan.300.000. properti investasi ini tidak disusutkan dan perubahan nilai wajar akan dilaporkan dengan jurnal : 31 Des 2010 Properti Investasi Keuntungan Rp290.-.-.*(Rp1. atas Rp290.000. ditransfer dari properti investasi menjadi properti yang digunakan sendiri. yang ditunjukkan dengan dimulainya pengembangan dengan tujuan untuk dijual.000. Jika terdapat perubahan penggunaan.000. dan hanya jika. b) Dimulainya pengembangan untuk dijual.Menurut model nilai wajar. terdapat perubahan penggunaan yang ditujukan dengan :  Dari properti investasi a) Dimulainya penggunaan oleh pemilik.kenaikan nilai wajar 4.300. ditransfer dari properti investasi menjadi persediaan.000 – Rp1.

properti investasi tersebut telah selesai masa sewanya dan diputuskan untuk digunakan sendiri. e) Berakhirnya pembangunan atau pengembangan.. Contoh : PT A memiliki properti investasi yang disewakan kepada pihak lain.000 30.000. nilai properti untuk akuntansi berikutnya sesuai dengan ketentuan dalam SAK 16 atau SAK 14 adalah nilai wajar pada tanggal perubahan penggunaan. properti investasi disajikan pada nilai wajarnya Rp540.000.000.000.000. Pada tanggal 4 April 2011.000. ditransfer dari properti yang sedang dibangun atau dikembangkan menjadi properti investasi. Bagaimana pencatatan /jurnal transfer pada tanggal 4 April 2011? Jawab : Jurnal yang dibuat PT A adalah : 4/4/2011 PPE Rugi penurunan nilai Properti investasi Rp510. Penyajian di neraca 31 Desember 2010. Ke properti investasi c) Berakhirnya pemakaian oleh pemilik.sesuai dengan nilai wajar pada tanggal yang sama. ditransfer dari properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi d) Dimulainya sewa operasi ke pihak lain.000  Ke properti investasi dari PPE yang disajikan dengan Model Revaluasi 166 . Harga wajar pada tanggal perubahan tersebut sebesar Rp510.000. ditransfer dari persediaan menjadi properti investasi.  Dari properti investasi yang disajikan dengan Model Nilai Wajar Untuk properti investasi yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar dan kemudian ditransfer menjadi properti yang digunakan sendiri atau sebagai persediaan.000 Rp540.-.

Harga wajar pada tanggal perubahan tersebut sebesar Rp600. PT B mengadopasi model revaluasi. akan dicatat dalam laporan laba rugi.000. Pada tanggal 2 Juli 2011.Jika properti yang digunakan sendiri oleh pemilik berubah menjadi properti investasi dan akan dicatat dengan menggunakan nilai wajar.000. Sisa umur manfaat Bangunan masih 16 tahun.000. Perlakuan akuntansi untuk aset yang digunakan sendiri yang kemudian dialihfungsikan menjadi properti investasi. yaitu disewakan kepada pihak lain atau diapresiasi untuk kenaikan nilai.000. Contoh : PT B memiliki Bangunan yang dipakai untuk bangunan gedung kantor. Akan dicatat sebagai penurunan saldo Surplus Revaluasi jika memiliki Saldo Surplus Revaluasi dan selebihnya akan dicatat sebagai rugi penurunan nilai. maka entitas akan : a) Menyusutkan properti sampai tanggal terjadinya perubahan b) Mengakui penurunan nilai yang terjadi sampai dengan tanggal perubahan. entitas harus menerapkan SAK 16 sampai dengan menggunakan nilai wajar. dan a.sesuai dengan nilai wajar pada tanggal yang sama. sepanjang entitas tidak memiliki Saldo Surplus Revaluasi periode sebelumnya. Entitas memperlakukan perbedaan antara jumlah tercatat berdasarkan SAK 16 dan nilai wajar dengan cara sama seperti revaluasi menurut SAK 16. Bangunan disajikan pada nilai wajarnya Rp640. b.000. sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.000. Dan saldo Surplus Revaluasi Rp80. Bagaimana pencatatan /jurnal transfer pada tanggal 2 Juli 2011? Jawab : Jurnal yang dibuat PT B adalah : Mencatat penyusutan Bangunan pada tanggal 2 Juli 2011 : 167 .-.-. properti investasi tersebut telah selesai masa sewanya dan diputuskan untuk digunakan sendiri.. Penyajian di neraca 31 Desember 2010.

000 *karena entitas memiliki Saldo Surplus Revaluasi Rp60.000.000.000 Surplus Revaluasi 40. Fair Value 82.000 – Rp20. PPE dengan metode revaluasi ke PI dengan metode cost Contoh : PPE senilai 110.000 – Rp600.000 Akumulasi Penyusutan *(Rp640.000 Nilai tercatat setelah penyusutan 2 Juli 2011 = Rp640.000 Akumulasi penyusutan 40.000 PPE Accumulated Depreciation –PI PI b.. Acc.000.000 =Rp620.000.-=Rp20.000.000.000 Acc.000. PPE dengan metode cost ke PI dengan metode cost Contoh : PPE senilai 100.000 Bangunan (PPE) 640.000.- Rp20.000.000 100. Ilustrasi 2`: 1.2/7/2011 Beban Penyusutan Rp20.000.000 Akumulasi Penyusutan Rp20.000). Plant and Equipment (PPE) ke Property Investasi (PI) 2/7/2011 2/7/2011 a.000.000 Accumulated Depreciation-PPE 20.000 20. dan Fair Value 82.000.000 Jika nilai wajar pada tanggal 2 Juli 2011 Rp600 juta.000.000. Jurnal untuk mencatat transfer : Properti investasi Rp600.000.Surplus Revaluasi Rp20.000.000.000. Property.000.000 : 16) x 6/12 = Rp20.000 Jurnal : PI 100.maka penurunan nilai diperlakukan mengurangi Saldo Surplus Revaluasi.000 Saldo Laba (R/E) 40.Depreciation (20.000 *saldo surplus revaluasi harus ditransfer ke saldo laba pada saat PPE ditransfer ke PI.000 168 .000.Depreciation (20. maka terdapat penurunan nilai wajar dari Rp620.000 dengan saldo surplus 10.000).000.000.000.

000.000 20.000 Gain Untuk mencatat gain akibat penambahan nilai 2.000 169 . selisih 2000 (82.000 maka book value adalah 80.00080.000. PPE dengan metode cost ke PI dengan metode Fair Value ↗ Jika tahun tahun sebelumnya belum ada impairment.000.000 20. tetapi setelah diadakan impairment diketahui bahwa nilai pasarnya 82. accumulated depreciation 20.000 102.000.000 110. accumulated depreciation 20.000 20. maka book value nya adalah 80.000.000 c.000 PI Accumulated Depreciation-PPE PPE 82.000.000) ini belum boleh diakui sehingga jurnal nya adalah : PI Accumulated Depreciation-PPE PPE 80. selisih 2000 BOLEH diakui sebagai gain Jurnal : PPE 2.000 20.000.000 100. tetapi setelah diadakan impairment diketahui bahwa nilai pasarnya 82. maka peningkatan nilai belum boleh diakui Contoh : cost : 100.000 ↗ Jika sebelumnya sudah dilakukan impairment (sudah diakui adanya loss) maka gain boleh diakui Contoh : cost : 100.Jurnal : PI Accumulated Depreciation-PPE PPE Accumulated Depreciation –PI 110.

Penyajian dengan menggunakan model biaya. tidak tergantung pada aset lain. dikurangi dengan akumulasi penyusutan normal dan setiap akhir periode akan dilakukan review terhadap penurunan nilai. PENGHENTIAN PENGAKUAN Properti investasi dihentikan pengakuannya (derecognised) pada saat: • • • pelepasan. tidak disusutkan. properti investasi disajikan pada harga perolehan awal. dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan sewa atau untuk mengapresiasi kenaikan nilai atau keduanya. atau tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. RANGKUMAN Properti investasi merupakan aset tetap berupa tanah. ketika properti investasi tersebut tidak lagi digunakan secara permanen. bangunan atau tanah dan bangunan yang dimiliki entitas. Setiap perubahan nilai wajar akan dilaporkan sebagai laba atau rugi dalam laporan laba rugi komprehensif. Karakter yang melekat pada properti investasi adalah menghasilkan kas secara mandiri. Penyajian selanjutnya adalah menggunakan model biaya dan model nilai wajar. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto dari pelepasan dan jumlah tercatat aset diakui dalam laporan laba rugi. Pengukuran awal properti investasi adalah pada nilai wajar pada saat perolehan. dan setiap akhir periode akan dilakukan penyesuaian dengan nilai wajar.Untuk mencatat transfer dariPPE ke PI 5. Sedangkan penyajian dengan menggunakan model nilai wajar. properti investasi akan disajikan sebesar nilai wajar pada awal perolehan. LATIHAN SOAL A. Soal Essay 170 .

Jelaskan definisi properti investasi menurut SAK 13! 2. B. akan difungsikan sebagai kantor administrasi perusahaan c) Membeli peralatan yang digunakan untuk melengkapi gedung yang baru dibeli. d) Membeli mesin cetak dan disewakan kepada pihak lain dengan sewa pembiayaan e) Menyewa dengan pembiayaan seluruh ruangan di lantai 2 dari sebuah gedung berlantai 20. Sebutkan karakteristik yang melekat pada properti investasi!jelaskan! 3.000 juta yang akan digunakan untuk didirikan bangunan pabrik di atasnya. Berikan argumentasi yang mendukung jawaban Saudara dengan menjelaskan terlebih dulu definisi PPE menurut SAK 16. sehingga bangunan lama sementara dibiarkan kosong . 6. b) Membeli tanah dan gedung seharga Rp5. Ruangan ini akan digunakan sebagai kantor perusahaan yang baru. PT Ceria melakukan transaksitransaksi aset tetap sebagai berikut : a) Membeli sebidang tanah seharga Rp2. Sebutkan metode perolehan properti investasi! 4. Bagaimana pengakuan dan pengukuran properti investasi pada laporan keuangan? 5.000 juta. Jelaskan penyajian properti investasi yang menggunakan model biaya dan model nilai wajar!Bandingkan kedua model tersebut dan sebutkan perbedaannya. Saudara diminta untuk mengidentifikasi mana dari aset tetap di atas yang diakui sebagai PPE di neraca PT Ceria pada akhir tahun ke-3. Dari ke-6 transaksi di atas. menggantikan tanah dan gedung yang ada di poin b.1. Selama 3 tahun pertama operasinya. Soal Problem 171 . f) Membangun gedung pabrik yang menelan biaya Rp10 milyar.

Pada akhir 2011. Pembangunan dilakukan pada awal 2011 dan berakhir pada 31 Desember 2011. 3. 2.1. PT PIO membeli tanah dan bangunan dengan harga perolehan Rp200 juta. Transaksi pembelian ini terjadi pada awal 2011. 12%. masa jatuh tempo 3 tahun. Soal sama seperti di atas. Bangunan diperkirakan memiliki masa manfaat 12 tahun. Farque Corp membangun gedung perkantoran yang dimaksudkan untuk disewakan setelah selesai masa konstruksinya. Pinjaman ini diperoleh pada awal 2011. yang akan jatuh tempo 5 tahun yang akan datang. Selain pinjaman di atas. Diminta : Buatlah jurnal PT PIO selama tahun 2011 terkait dengan transaksi di atas. PT PIO mengidentifikasi jumlah terpulihkan Bangunan tersebut Rp 160 juta. 172 . b) Apropriasi saldo laba Rp900 juta. dengan estimasi nilai residu Rp20 juta. Berikut ini biaya untuk pembangunan selama tahun 2011 : 1 Jan 4 April 7 Agust 3 Nopember Rp300 juta Rp400 juta Rp400 juta Rp400 juta Biaya pembangunan tersebut di atas berasal dari : a) Pinjaman konstruksi Rp600 juta. Farque Corp juga memiliki pinjaman berupa 8% hutang obligasi Rp2 milyar. Tanah dan bangunan tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan sewa. PT PIO menggunakan model biaya untuk menyajikan tanah dan bangunan tersebut dalam laporan keuangannya. dengan mengasumsikan PT PIO menggunakan model nilai wajar untuk menyajikan tanah dan bangunan yang disewakan. yang per tahunnya direncanakan menghasilkan kas masuk Rp40 juta.

pembangunan telah diselesaikan. tanpa nilai sisa. Hitunglah berapa total biaya konstruksi termasuk di dalamnya kapitalisasi bunga pinjaman yang terkait.Pada tanggal 31 Desember 2011. Saudara diminta : buatlah jurnal untuk mencatat reklasifikasi tersebut pada awal 2012. b. Saudara diminta : a. 173 . Nilai wajar aset tersebut pada awal 2012 adalah Rp300 juta. Buatlah jurnal yang dicatat oleh Farque Corp selama 2011 terkait dengan pembangunan tersebut. dengan harga perolehan Rp600 juta. Pada akhir 2011 terdapat saldo akumulasi rugi penurunan nilai sebesar Rp25 juta. PT Klik mengalihfungsikan bangunan kantor yang digunakan sendiri menjadi bangunan yang tersedia untuk disewakan pada awal 2012. Bangunan tersebut diperoleh pada awal 2008. dan diperkirakan dapat digunakan selama 10 tahun. 4. PT Klik menggunakan model biaya untuk menyajikan bangunan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful