P. 1
Riset Bisnis CV. Rabbani Asysa

Riset Bisnis CV. Rabbani Asysa

|Views: 565|Likes:
Published by imnotactive

More info:

Published by: imnotactive on Nov 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Profil Rabbani 1.1.1 Rabbani CV. Rabbani Asysa bergerak dibidang garment, secara defacto berdiri sejak Tahun 1991 dan secara dejure Tahun 2001. Saat ini CV.Rabbani merupakan salah satu perusahaan kerudung yang terbesar di Indonesia yang senantiasa dinamis dengan pertumbuhan dan perkembangan yang progresif. Core Business nya berupa kerudung instan yang menjadi trend setter kerudung dan professor kerudung indonesia. Produk - produk yang di hasilkan merupakan produk yang fashionable dan tetap syar'i dengan mengedepankan trend dan model terkini, sehingga diminati dari anak-anak, remaja, orang tua hingga manula dengan segmentasi pasar yang beragam. 1.1.2 Visi dan Misi Visi Perusahaan: Menjadi Perusahaan Kerudung Terbaik dan Terbesar di Dunia Tahun 2020. Misi Perusahaan: Menshibhoh Fashion Dunia dengan syariah, Core Value JIHAD ( Jujur, Independen, Heroik, Akuntabel, Disiplin). 1.1.3 Sejarah Perusahaan Rabbani didirikan oleh pasangan suami istri yaitu Bpk. H. Amry Gunawan bersama istrinya Ibu Hj Nia Kurnia, pada tahun 1994. Rabbani sendiri diambil dari AL Qur’an Surat : Al Imron Ayat 79 yang artinya para pengabdi Allah yang mau mengajarkan dan diajarkan Kitaballah. Bagi Bpk. H. Amry Gunawan dan Ibu Hj. Nia Kurnia, keberadaan Rabbani diharapkan dapat memberikan konstribusi yang besar dalam syiar dan dakwah Islam bagi para muslimah agar memenuhi kewajibannya untuk menutupi auratnya. Rabbani ingin merubah paradigma sebagian besar masyarakat pada waktu itu yang memandang bahwa wanita yang memakai busana muslim itu kuno dan kampungan. Rabbani ingin menunjukkan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya, trendy namun sopan dan syar’i. Pada waktu mendirikan usahanya itu Rabbani memiliki potensi yang besar untuk dapat berkembang dan maju, karena waktu itu outlet yang khusus menjual busana muslim masih jarang, sehingga belum ada pesaing dan persaingan yang tinggi. Pada awal berdiri Rabbani memiliki satu karyawan untuk melayani konsumen, satu tahun kemudian pindah ke Jl. Dipati Ukur dengan kondisi outlet 1

yang tidak jauh berbeda dengan outlet sebelumnya, begitu pula dengan perkembangannya secara bisnis belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan motivasi dan perjuangan Bpk. H. Amry Gunawan & ibu Hj. Nia Kurnia, bahkan keadaan tersebut dijadikan cambuk untuk membakar dan menempa semangat dan perjuangan Bpk. H. Amry Gunawan dan Ibu Hj. Nia Kurnia untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan desain terbaik. Seiring dengan berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, karena rancangannya yang senantiasa inovatif dan berbeda dari yang lain, Rabbani mengalami perkembangan yang pesat. Rabbani mulai diterima oleh masyarakat dan mulai memiliki pelanggan yang semakin banyak, sehingga outlet yang berada di Jl. Dipati Ukur tidak mampu lagi menampung konsumen dan pelanggan yang membludak, akhirnya pada tahun 2001 Rabbani pindah ke outlet yang lebih luas dan refresentatif, yaitu ke Jl. Hasanudin No. 26 Bandung. Pada pertengahan tahun 2007 Rabbani pindah lokasi ke Jl. Dipati Ukur No. 44 Bandung. Rabbani senantiasa mengembangkan strategi pemasarannya.dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, selain pindah outlet ke tempat yang lebih luas, Rabbani merubah nama dan Motto-nya dengan yang nama lebih familiar dan diterima oleh masyarakat luas, yaitu "Rabbani Kerudung Instant" dengan motto "trend Setter Kerudung Instant". Melalui motto dan spirit di atas, Rabbani senantiasa bermetamorfosis kea rah yang lebih baik untuk menjadi jawara Kerudung Instant dan icon mode shari’ah terbaik di dunia. Selain perubahan nama, Rabbani mulai fokus dalam membidik segmentasi pasarnya, Rabbani membidik pasar untuk kalangan menengah. Sedangkan perkembangan dari aspek pemasarannya, Rabbani mengembangkan strategi pemasarannya, selain Pemasaran langsung ke end user (konsumen), Rabbani membina network pemasaran yaitu membuka mitra dealer atau distributor tunggal per kota/kabupaten dan mengembangkan network pengembangan outlet / reSHARE (retail outlet shariah) Rabbani. Sebagai upaya untuk mendukung kesuksesan pengembangan strategi pemasaran yang telah dibina serta untuk mengakomodasi permintaan pasar yang semakin besar, Rabbani mengembangkan dan menambah kapasitas produksinya dengan mendirikan 5 (lima) buah pabrik garmen yang menyuplai seluruh produk rabbani, seperti kerudung sebagai produk utama, busana muslim seperti gamis, tunik, T-shirt muslimah, koko, kazko, manset, dll. 1.1.4 Nama-Nama Produk Kerudung Rabbani: a. Avalon Poly : Kerudung bahan kaos dengan aplikasi resleting dibagian depan. b. Hybrid NV RS : Kerudung dengan bahan bermotif dan aplikasi belah samping. c. Hybrid NV RB : Kerudung dengan bahan bermotif dan aplikasi belah samping. d. Zahira Luminas : Kerudung segiempat dengan aplikasi payet. e. Hybrid NEW ARRIVAL : Kerudung dengan aplikasi bunga bermotif batik dibagian kepala dan bawah dengan kerudung yang meruncing. 2

f. Leaf Colours HY NEW ARRIVAL : Kerudung dengan eksplorasi kerah, dengan sentuhan bisban dan pet yang senada, kancing berderet vertikal di bawah kerah dan badan kerudung meruncing. g. CRUZ POLY : Kerudung dengan bahan kaos aplikasi motif garis pada potongan disamping kanan dan bagian kepala.

1.1.5 LOGO

1.1.5 LOGO RABBANI

1.1.6 Alamat Reshare Rabbani di Bandung
No 1 2 3 4 Nama reShare Dipatiukur reShare Buah Batu reShare Ujung Berung reShare Kopo Alamat Jl. Dipatiukur No.44 Bandung Jl. Buah Batu No.150 Jl. AH. Nasution No.136 Jl. Kopo Sayati No.275 Telp 0222534558 0227316364 02260961890 02260962501

3

1.2 Latar Belakang Masalah
Persaingan dunia usaha di Indonesia semakin hari sangat ketat, karena setiap perusahaan berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen baru. Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan, sehingga tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai. Pada dasarnya semakin banyak pesaing maka semakin banyak pula pilihan bagi pelanggan untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan harapannya. Sehingga konsekuensi dari perubahan tersebut adalah pelanggan menjadi lebih cermat dan pintar menghadapi setiap produk yang bermunculan. Perusahaan harus mampu mengenal apa yang menjadi kebutuhan dan harapan konsumen saat ini maupun yang akan datang. Sehingga sudah sewajarnya jika segala kegiatan perusahaan harus selalu dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan kemudian konsumen akan memutuskan membeli produk tersebut. Dan pada akhirnya tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba akan tercapai ( Stanton, 1996 ). Konsumen sebagai individu dalam mendapatkan atau membeli barang telah melalui proses-proses atau tahapan-tahapan terlebih dahulu seperti mendapat informasi baik melalui iklan atau referensi dari orang lain kemudian membandingkan produk satu dengan produk lain sampai akhirnya pada keputusan membeli produk itu. Perilaku konsumen tersebut merupakan fenomena yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan, yaitu perilaku konsumen dalam melakukan pembelian( Basu Swastha dan Irawan, 2001 ). Demikian juga terjadi pada perusahaan fashion di Indonesia, khususnya fashion dalam berbusana muslim yaitu kerudung. Di Indonesia yang jumlah warga Negara yang mayoritas beragama islam membuka peluang bisnis yang cukup besar bagi pelaku usaha lokal untuk membuka usahanya di bidang fashion kerudung. Dengan banyaknya perusahaan fashion yang ada di Indonesia, maka konsumen akan lebih selektif dalam menentukan merek kerudung apa yang digunakan. Keputusan konsumen dalam menentukan atau memilih merek kerudung tertentu bukanlah hal yang begitu saja terjadi. Banyak pertimbangan yang dilakukan kosumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk misalnya berdasarkan dari kualitas produk, harga, dan promosi. Rabbani sebagai perusahaan fashion berbusana muslim yang akhir – akhir ini makin berkembang telah menyadari persaingan itu, maka Rabbani berusaha memuaskan para pelanggannya dengan memberikan yang terbaik untuk kepuasan produknya, mulai dengan memberikan kualitas produk yang baik dengan harga yang terjangkau dengan promosi yang menarik. Salah satu tempat peluang bisnis yang dianggap berpotensi terhadap penjualannya adalah Bandung. Karena sudah di ketahui bahwa Bandung menjadi salah satu kota fashion yang ada di Indonesia. Dimana nantinya, Bandung tidak hanya menjadi trendsetter bagi pakaian anak muda tetapi juga menjadi trendsetter dalam berbusana muslim. Serta berusaha mendominasi pasar dengan menjadi pilihan utama pelanggan dalam menentukan merek kerudung yang akan digunakan.

4

Dari latar belakang masalah di atas, maka dilakukan suatu penelitian dengan judul : “ANALISIS KUALITAS PRODUK, HARGA , DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KEDURUNG MEREK RABBANI (studi kasus Bandung)”

1.3 Pembatasan Masalah Begitu kompleknya permasalahan maka perlu adanya pembatasan masalah. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi masalah yang di teliti diantaranya: 1. Penelitian hanya dilakukan di Bandung alasannya adalah karena dekat dengan tempat tinggal dan mudah di jangkau oleh peneliti serta keterbatasan waktu penelitian. 2. Menganalisis pengaruh kualitas produk, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian produk merek rabbani di Bandung

1.4 Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengaruh kualitas terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani? 2. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani? 3. Bagaimana pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani? 1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan 1. Untuk menganalisis pengaruh kualitas terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani. 2. Untuk menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani. 3. Untuk menganalisis pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk kerudung merek rabbani. 1.3.2. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu: 1. Manfaat Teoritis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu penelitian dalam bidang Manajemen Pemasaran kaitannya dengan keputusan pembelian konsumen. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Perguruan Tinggi Memberikan informasi mengenai pengaruh kualitas, harga dan promosi produk terhadap keputusan pembelian. b. Bagi Perusahaan

5

Sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan daya beli konsumen melalui perwujudan variabel-variabel yang mempengaruhinya. 1.4 Sistematika Penulisan Untuk mendapatkan gambaran utuh secara menyeluruh mengenai penulisan penelitian ini, maka penulisan disusun sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan tentang profil perusahaan kemudian latar belakang masalah yang menjadi dasar pemikiran atau latar belakang penelitian ini untuk selanjutnya disusun rumusan masalah dan diuraikan tentang tujuan serta manfaat penelitian, kemudian diakhiri dengan sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang menjadi dasar dalam perumusan hipotesis dan analisis penelitian ini. Setelah itu diuraikan dan digambarkan kerangka pemikiran dari penelitian. BAB III : METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai variabel penelitian dan definisi operasional, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, kerangka berfikir dan hipotesis serta metode analisis yang digunakan dalam menganalisis data yang telah diperoleh. BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan tentang gambaran umum perusahaan, responden yang menjadi obyek penelitian, analisis data dan pembahasan. BAB V : PENUTUP Pada bab ini akan berisi simpulan hasil penelitian dan saran-saran.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori 2.1.1 Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa sedangkan menurut Engel et all (1994) Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini Dengan adanya konsumen yang sangat beragam dalam usia, pendapatan dan selera, maka sebagai pengusaha harus memahami perilaku konsumen yang beragam agar dapat mengembangkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. (Kotler ; 1994 ;106). Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan akhir yaitu membeli suatu produk, karena pada umumnya manusia sangat rasional dan memanfaatkan secara sistematis informasi yang tersedia untuk mereka ( Engel, 1995 ). Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan mereka sendiri yang merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah untuk membeli suatu barang dan jasa. Proses pengambilan keputusan untuk membeli bagi semua orang pada dasarnya adalah sama, hanya seluruh proses tidak selalu dilaksanakan seluruhnya oleh semua konsumen. 2.1.2 Keputusan Pembelian Keputusan pembelian merupakan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk setelah sebelumnya memikirkan tentang layak tidaknya membeli produk itu dengan mempertimbangkan informasi – informasi yang ia ketahui dengan realitas tentang produk itu setelah ia menyaksikannya. Hasil dari pemikiran itu dipengaruhi kekuatan kehendak konsumen untuk membeli sebagai alternative dari istilah keputusan pembelian yang dikemukakan oleh Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi, 2002) Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu, (1) pengenalan masalah, (2) pencarian informasi. (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan membeli 7

atau tidak, (5) perilaku pascapembelian (Kotler, 2002). Namun dalam pembelian yang lebih rutin, konsumen sering kali melompati atau membalik beberapa tahap ini. 2.1.2 Kualitas Produk

Menurut Kottler dan Amstrong ( 2001 ) kualitas adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Sedangkan menurut Garvin dan A. Dale Timpe (1990) kualitas adalah keunggulan yang dimiliki oleh produk tersebut. Kualitas dalam pandangan konsumen adalah hal yang mempunyai ruang lingkup tersendiri yang berbeda dengan kualitas dalam pandangan produsen saat mengeluarkan suatu produk yang biasa dikenal kualitas sebenarnya. Kualitas produk dibentuk oleh beberapa indikator antara lain kemudahan penggunaan, daya tahan, kejelasan fungsi, keragaman ukuran produk, dan lain – lain. Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi 2002) Untuk mencapai kualitas produk yang diinginkan maka diperlukan suatu standarisasi kualitas. Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga konsumen tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan. Pemasar yang tidak memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan akan menanggung tidak loyalnya konsumen sehingga penjualan produknya pun akan cenderung menurun. Jika pemasar memperhatikan kualitas, bahkan diperkuat dengan periklanan dan harga yang wajar maka konsumen tidak akan berpikir panjang untuk melakukan pembelian terhadap produk. Berdasarkan bahasan di atas dapat dikatakan bahwa kualitas yang diberikan suatu produk dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan. 2.1.4 Harga Harga menurut Kotler dan Amstrong (2001) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai. Menurut Basu Swasta (2001), harga merupakan sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula (Fandy Tjiptono, 2001). Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi (Fandy Tjiptono, 2001). Peranan alokasi dari harga adalah fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang

8

diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan demikian adanya harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan kekuatan membelinya pada berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana yang dikehendaki. Peranan informasi dari harga adalah fungsi harga dalam "mendidik" konsumen mengenai faktor produk, misalnya kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam situasi di mana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor produk atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi (Fandy Tjiptono, 2002) 2.1.5 Promosi Promosi menurut Djaslim saladin (2003 : 123) adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut. Sedangkan menurut Buchari Alma (1992:153) Promosi adalah kegiatan untuk menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan menyakinkan masyarakat terhadap sesuatu. Promosi merupakan komunikasi informasi antara penjual dan pembeli yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan menyakinkan masyarakat terhadap sesuatu barang.Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran dan sering dikatakan sebagai “proses berlanjut”. Ini disebabkan karena promosi dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan. 
 Tujuan Promosi
 Promosi yang dilakukan oleh perusahaan berarti perusahan tersebut melakukan komunikasi dengan sasaran pasarnya, dengan tujuan agar pembeli menaruh minat dan bersedia membeli produk yang ditawarkan. Promosi ini sangat penting untuk kelancaran penjualan, sebab tanpa promosi konsumen tidak mengetahui produk tersebut. 
 2.2 Penelitian terdahulu Tri Prastiani ( 2005 ) mengadakan penelitian dengan judul Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian di Toko Makro Semarang. Dan variabel bebasnya antara lain harga, keragaman produk, dan fasilitas, sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Peneliti menyebar 100 angket, dan hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa semua variabel handal dan valid, semua variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat Peneliti lain, Sigit Timor Wijaya (2004) mengadakan penelitian pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, untuk menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian, untuk menganalisis pengaruh iklan terhadap keputusan pembelian, serta untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas produk dan iklan secara simultan terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilakukan terhadap 96 orang responden dengan cara membagikan kuesioner kepada pelajar yang meminum teh botol Frestea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan terbukti untuk taraf 9

signifikansi 5%. Penelitian lain dilakukan oleh Anita Maulana (2004) untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 141 orang dengan cara membagikan kuesioner kepada sample yang ditemui dan pernah meminum Pocari Sweat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan untuk semua variabel terhadap keputusan pembelian. 2.2 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pikir penelitian menggambarkan hubungan dari variabel independen, dalam hal ini adalah kualitas produk (X1), harga (X2), dan iklan (X3) terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian (Y). Adapun kerangka pemikiran yang digunakan adalah sebagai berikut

Kualitas Produk H1 H2 H3 Promosi

Harga

Keputusn Pembelian

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran 2.4 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara yang masih harus dibuktikan kebenaranya melalui penelitian (Sugiyono, 2004). Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1 : Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. H2 : Harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. H3 : Promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

10

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tahapan penelitian Adapun tahap-tahap penelitian yang dilakukan peneliti sebagai berikut: 1. Mengamati masalah Pengamatan masalah merupakan langkah awal yang dilakukan peneliti untuk mengetahui masalah yang sedang terjadi, dalam hal ini adalah masalah kualitas produk, harga dan promosi yang ditawarkan oleh merek Rabbani mempengaruhi keputusan pembelian oleh . Artinya, jika kualitas produk, harga dan promosi yang ditawarkan dinilai baik maka dinyatakan bahwa pelanggan puas dengan apa yang di tawarkan oleh merek Rabbani. 2. Mengumpulkan informasi Langkah kedua dalam penelitian adalah mengumpulkan informasi. Objek studi penelitian adalah outlet-outlet Rabbani yang ada di Bandung. Selanjutnya untuk mengumpulkan informasi maka penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi dan wawancara dengan bagian marketing Rabbani 3. Merumuskan masalah Berdasarkan penelitian awal maka penulis merumuskan beberapa rumusan masalah yang menjadi fokus penelitian. 4. Melakukan Studi Literatur Untuk membantu menjawab rumusan masalah, maka peneliti melakukan studi literatur dari berbagai sumber seperti Buku, jurnal, karya penelitian dan literature lainnya yang relevan. 5. Membuat kerangka pemikiran Setelah melakukan studi literatur maka peneliti akan membuat suatu kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran sebagai dasar penelitian yang diperoleh dari studi literatur, teori atau konsep untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Pada umumnya kerangka pemikiran disertakan dalam bentuk gambar atau bagan. 6. Menentukan hipotesis

11

Hipotesis adalah dugaan sementara peneliti. Penentuan hipotesis penting untuk memperkirakan penyebab terjadinya suatu masalah. 7. Menentukan desain penelitian Desain penelitian merupakan metode atau pendekatan yang akan dilakukan peneliti sehubungan dengan menjawab permasalaha dalam penelitian. Desain penelitian umumnya meliputi jenis tujuan penelitian yang digunakan, operasionalisasi variabel 8. Melakukan analisis data Sebelum melakukan analisis data maka terlebih dahulu data harus dikumpulkan. Dalam penelitian ini data yang terkumpul diperolah dari survey dengan penyebaran Kuesioner, kemudian melakukan koding dan editing serta analisis data untuk menguji hipotesis. 9. Melakukan Interpretasi data Hasil dari analisis data akan diinterpretasi. Umumnya untuk data kuantitatif, hasil analisis data diinterpretasi berdasarkan output dari tools statistik yang kemudian disajikan dalam bentuk kalimat, tabel, grafik dan sebagainya 10. Melaporkan kesimpulan Kesimpulan adalah langkah akhir dalam tahap penelitian. Pada umumnya kesimpulan memuat jawaban atas rumusan masalah yang disajikan peneliti secara ringkas, padat dan jelas. dan skala pengukuran, data dan teknik pengumpulan data, penentuan sampel, dan penentuan teknik analisis data

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian

12

3. 2 Jenis penelitan Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini berdasarkan tujuannya adalah Applied Reseach (penelitian terapan) karena penelitian ini mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien. Sedangkan Berdasarkan tingkat eksplanasi, penelitian dikelompokkan menjadi jenis penelitian asosiatif dengan bentuk hubungan antar variabel adalah kausal yaitu hubungan sebab-akibat. Menurut Sugiyono (2008:11) penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Selanjutnya, menurut Sekaran (2007:164) menyatakan bahwa studi kausal (causal study) adalah studi di mana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah. Pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian produk kerudung Rabbani.

3.3 Operasionalisasi Variabel dan Skala pengukuran Variabel penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut (Sugiyono,1999). Variabel penelitian dapat dibagi menjadi 2, yaitu: 3.3.1 Variabel Independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah: a. Kualitas Produk ( X1 ) Kualitas produk adalah persepsi konsumen mengenai kualitas produk. Indikator-indikator kualitas antara lain : 1. Produk bebas dari cacat. 2. Tidak mudah rusak dan memiliki umur ekonomis yang lama. 3. Penampilan produk. 4. Bahan dasar produk b. Harga ( X2 ) Harga adalah persepsi konsumen tentang harga produk. Indikator-indikator harga antara lain : 1. Harga murah adalah pilihan utama 2. Kesesuaian harga dengan kemampuan atau daya beli masyarakat. 3. Potongan harga (diskon) atau cash back. 4. Harga di tentukan oleh kualitas

13

c. Promosi ( X3 ) Promosi adalah persepsi konsumen terhadap promosi. Indikator-indikator iklan antara lain: 1. Perbandingan promosi dengan kompetitor. 2. pernyataan dan keterangan promosi yang sesuai dengan kenyataan produk 3. Frekuensi/intensitas iklan di media. 3.3.2 Variabel Dependen Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen. Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai variabel dependen adalah keputusan pembelian. Keputusan pembelian adalah hal – hal yang dipertimbangkan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli produk, antara lain: merek, kualitas produk, dan harga serta promosi sehingga dapat membentuk loyalitas terhadap produk. Indikator keputusan pembelian antara lain : 1. Kesadaran akan kebutuhan 2. Ingin mencoba produknya. 3. Adopsi/terbiasa menggunakan (pernah memiliki). 3.3.3 Skala pengukuran Variabel-variabel tersebut diukur dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian (fenomena sosial spesifik), seperti sikap, pendapat dan persepsi sosial seseorang atau sekelompok orang. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert 1-5 dengan keterangan sebagai berikut : 1) Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2) Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3) Skor 3 untuk jawaban Biasa Saja (BS) 4) Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS) 5) Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) 3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Ukuran Populasi Menurut Nisfiannoor (2009:5) Populasi adalah keseluruhan dari jumlah yang akan diamati atau diteliti. Sedangkan Sugiyono (2010:61) menyebutkan bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua orang yang telah membeli produk kerudung rabbani di Bandung.

14

3.4.2 Sampel Sampel adalah subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi. Subset ini diambil karena dalam banyak kasus tidak mungkin meneliti seluruh anggota populasi, oleh karena itu harus membentuk sebuah perwakilan populasi yang disebut sampel (Agusty Tae Ferdinand, 2006). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari konsumen yang telah membeli produk kerudung rabbani di Bandung . Mengingat populasi tidak dapat ditentukan secara tepat maka untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus sebagai berikut: (Sugiyono,1999;67)

Dimana: n : Jumlah sampel : ukuran standar daftar luas normal standar bagaimana tingkat kepercayaan (a) 95% e : Tingkat kelipatan yang digunakan mengemukakan besarnya error maksimum 20% Berdasarkan rumus di atas diperoleh jumlah sampel sebagai berikut: orang dibulatkan menjadi 100 orang. Sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 orang. 3.4.3 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang pengambilan objeknya sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan berbagai cara (Fuad Mas’ud, 2004). Sedangkan kriteria pemilihan sampel tersebut adalah : 1. Pelanggan yang membeli produk kerudung rabbani di Bandung. 2. Konsumen yang membeli produk di tahun 2010 atau setelahnya. Maka sampel yang digunakan adalah 100 orang yang telah membeli produk kerudung merek rabbani di Bandung dan membeli produk tahun 2010 dan selanjutnya. 3.5 Jenis dan Sumber Data Berdasarkan sumbernya, data pada penelitian ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 3.5.1 Data primer Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti 15

langsung dari responden. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berisi tentang kualitas produk, harga, promosi dan keputusan pembelian. 3.5.2 Data sekunder Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain) yang telah dipublikasikan. Data sekunder dalam penelitian ini antara lain: data laporan penjualan, daftar harga produk di Bandung dan daftar konsumen 3.6 Teknik Pengumpulan Data Dalam usaha memperoleh data yang dibutuhkan, metode yang digunakan adalah 1. Kuesioner (daftar pertanyaan) Pengajuan kuesioner ini dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan tertulis dalam suatu daftar pertanyaan kepada responden. Kuesioner ini menggunakan sistem tertutup, yaitu bentuk pertanyaan yang disertai alternatif jawaban dan responden tinggal memilih salah satu dari alternatif jawaban tersebut. Data yang dikumpulkan meliputi : 1. Identitas responden 2. Data mengenai tanggapan responden terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian 3.7 Teknik Analisis Data Supaya data yang telah dikumpulkan tersebut dapat bermanfaat maka harus diolah dan dianalisis terlebih dahulu sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. 3.7.1 Analisis Kualitatif Analisis kualitatif yaitu analisis untuk membahas dan menerangkan hasil penelitian tentang berbagai gejala atau kasus yang dapat diuraikan dengan kalimat. Bagian analisis ini akan membahas mengenai bentuk sebaran jawaban responden terhadap seluruh konsep yang diukur. Dari sebaran jawaban responden selanjutnya akan diperoleh satu kecenderungan atas jawaban responden tersebut. Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing- masing variabel akan didasarkan pada nilai rata-rata skor jawaban yang selanjutnya akan dikategorikan pada rentang skor berikut ini Skor minimum = 1 Skor maksimum = 5 Lebar skala = = 0,8 Dengan demikian kategori skala dapat ditentukan sebagai berikut 1,0 - 1,80 = Sangat rendah 1,81 - 2,60 = Rendah 2,61 - 3,40 = Sedang

16

3,41 – 4,20 = Tinggi 4,21 - 5,00 = Sangat tinggi 3.7.2 Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif yaitu analisis yang digunakan terhadap data yang berwujud angka-angka dan cara pembahasannya dengan uji statistik. Analisis kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel- variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik ( Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002 ).

17

DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha dan Irawan, 2001, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta Basu Swastha dan T. Hani Handoko, 1997, Manajemen Pemasaran Perilaku Konsumen, Edisi 3, Liberty, Yogyakarta Philip Kotler, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium, Jilid 2, PT Prenhallindo, Jakarta Philip Kotler dan Gary Amstrong, 1997, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Erlangga, Jakarta Sugiyono, 2004, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung

DAFTAR GAMBAR

18

1.1.5 LOGO RABBANI 2.3 KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 TAHAPAN PENELITIAN

19

DAFTAR LAMPIRAN

1. KUESIONER PENELITIAN
I. Identitas Responden Nama : Alamat : Jenis Kelamin : a. Laki – laki b. Perempuan Usia : .... tahun Pekerjaa : a. PNS / TNI / POLRI b. Pegawai Swasta c. Wiraswasta d. Pelajar / Mahasiswa e. Lainnya II. Jawablah pertanyaan berikut dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang tersedia ! STS : Sangat tidak setuju TS : Tidak setuju BS : Biasa saja S : Setuju S S : Sangat setuju Daftar Pertanyaan Variabel Kualitas Produk NO Pertanyaan STS 1. Kerudung bebas dari cacat 2 Kualitas bahan kerudung bagus 3 Nyaman saat di gunakan 4 Model kerudung bervasiasi

TS

BS

S

SS

Variabel Harga NO 1. Pertanyaan Harga produk murah dibandingkan produk lain Harga sesuai dengan daya beli masyarakat STS TS BS S SS

2

20

3

Rabbani sering melakukan potongan harga (diskon)

Variabel Promosi NO 1. 2 Pertanyaan Promosi menarik Bahasa yang digunakan menarik dan sesuai dengan kenyataan produk Intensitas promosi sehingga mudah diingat STS TS BS S SS

3

Variabel Keputusan membelian

NO 1. 2 3

Pertanyaan Saya membeli atas saran teman Saya membeli karena nyaman Saya membeli karena ingin mencoba

STS

TS

BS

S

SS

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->