P. 1
Soal+Jawab Uts Perpajakan

Soal+Jawab Uts Perpajakan

|Views: 178|Likes:
Published by imnotactive

More info:

Published by: imnotactive on Nov 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

1.

Dalam mendifinisikan atau menjabarkan pengertian pajak terdapat beberapa pendapat, sebutkan salah satu difinisi pajak yang peling tepat menurut Saudara kemudian : a. Sebutkan unsur-unsurnya difinisi pajak yang saudara maksud? b. Sebutkan dua persyaratan pajak yang paling harus dipenuhi agar pelaksanaan pemungutan pajak tersebut tidak timbul hambatan? c. Apa yang dimaksud Teori Asuransi dalam perpajakan sehingga bisa dikatakan bahwa negara mempunyai hak untuk memungut pajak? JAWAB: Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-Undang, sehingga bersifat memaksa dengan tidak mendapat balas jasa atau kontribusi secara tidak langsung yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. a. Unsur-unsur pajak: 1) Iuran dari rakyat kepada negara Yang berhak memungut pajak hanyalah negara. Iuran tersebut berupa uang (bukan barang). 2) Berdasarkan Undang-undang Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undang serta aturan pelaksanaannya. 3) Tanpa jasa timbal atau kontrapestasi dari negara yang secara langsung dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individual oleh pemerintah. 4) Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaranpengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. b. Dua persyaratan pajak yang harus dipenuhi adalah: 1) Pemungutan pajak harus adil ( Syarat keadilan) Sesuai tujuan hukum yakni mencapai keadilan, undang-undang dan pelaksanaan pemungutan harus adil. Adil dalam perundang-undangan diantaranya mengenakan pajak secara umum dan merata, serta disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Sedang adil dalam pelaksanaan yaitu dengan memberikan hak bagi wajib pajak uantuk mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayaran dan mengajukan bending kepada Majelis Pertimbangan Pajak. 2) Pemungutan pajak harus berdasarkan Undang-Undang ( Syarat Yuridis) 1945 Pasal 23 ayat 2. Hal ini memberikan jaminan hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi negara maupun warganegaranya. Teori Asuransi dalam perpajakan Adalah negar melindungi keselamatan jiwa , harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut.

c.

2. Seorang wajib pajak yang memiliki penghasilan atau memiliki sebidang tanah,
maka wajib pajak tersebut harus membayar kewajiban pajaknya berupa pajak penghasilan dan Pajak Bumi Bangunan ke KPP yang bersangkutan, kewajiban ini tidak bisa dibebankan kepada orang lain. a. Pelaksanaan keawjiban bayar pajak tersebut, menurut saudara termasuk dalam kelompok pajak langsung atau pajak tidak langsung, jelaskan?

b. Mengapa transaksi tersebut apabila diperhatikan dari sifat pemungutannya disebut pajak subyektif, jelaskan? c. Dilihat dari lembaga yang memungutnya termasuk Pajak Pusat ataukah Pajak Daerah, jelaskan? JAWAB: a. Pelaksanaan kewajibakn bayar pajak penghasilan dan pajak bumi dan bangunan ke KPP yangbersanbgkutan ini termsuk kedalam kelompok pajk langsung. Hal ini dikarenakan pajak tersebut harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada pihak lain. b. Transaksi tersebut apabila diperhatikan dari sifat pemungutannya disebut pajak subyektif karena pajak Penghasilan dan Pajak bumi dan Bangunan tersebut berpangkal atau berdasarkan pada subyeklnya, dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak. c. Dilihat dari lembaga yang memungutnya, Pajak penghasilan dan Pajak Bumi dan Bangunan tersebut termasuk Pajak Pusat. Karena pajak tersebut dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.

3. Pelaksanaan pemungutan Pajak di Indonesia ada yang berpendapat mengikuti
Official Assesment System, sehingga Seorang wajib pajak yang memiliki penghasilan harus menghitung, menyetor dan melapor sendiri. a. Apa ciri-ciri Official Assesment Sistem dimaksud? b. Apakah berdasarkan sistem ini seorang bisa memperkecil/ atau tidak membayar pajak? c. Bagaimana cara paling efektif untuk meningkatkan penerimaan pajak dalam sistem ini? JAWAB: a. Ciri-ciri Official Assesment Sistem yang dimaksud adalah: 1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus 2) Wajib pajak bersifat pasif 3) Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus b. Berdasarkan sistem Official Assesment Sistem ini, seseorang tidak dapat memperkecil atau bahkan tidak membeyar pajak, karen asistem ini memberlakukan wajib pajak bersifat pasif dan pemerintahlah yang berwenang untuk menen tukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. c. Cara paling efektif untuk meningkatkan penerimaan pajak dalam sistem ini adalah dengan menerbitkan surat ketetapan pajak kepada subyek pajak yang dirasa sudah memenuhi kriteria untuk menjadi wajib pajak atas obyek pajak yang dimilikinya. Atu dengn membuat peraturan wajib memiliki NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak), sehingga semakin banyak obyek pajak yang harus membayar pajaknya, dengan demikian maka penerimaan pajak akan meningkat.

4. Dalam tahun 2007 dan 2008, Dirjen Pajak giat sekali meningkatkan jumlah
penerbitan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bagi Wajib Pajak yang masih belum mempunyai NPWP.

a. Apa fungsi NPWP tersebut? b. Apa manfaat seseorang untuk mempunyai NPWP, jelaskan? c. Bagaimana cara mendapatkan NPWP untuk seseorang yang sudah mempunyai penghasilan di atas PTKP? JAWAB: a. Fungsi NPWP adalah: 1) Sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak 2) Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan. b. Manfaat seseorang untuk mempunyai NPWP adalah: 1) Dapat mengkreditkan pajak ( melimpahkan pajak kepada pihak lain) 2) Suatu perusahaan yang tidak memiliki NPWP akan sulit bekerjasama dengan perusahaan negara (BUMN), karena syarat untuk bekerjasama suatu perusahaan harus memiliki NPWP 3) Wajib pakjak yang memiliki NPWP tidak akan dikenakan fiskal pajak ke Luar Negeri. c. Cara mendapatkan NPWP untuk seseorang yang sudah mempunyai penghasilan di atas PTKP adalah: 5. Wajib Pajak akan melaporkan SPT Tahunan PPh tahun 2000 yang telah jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2001. a. Apakah pengertian SPT? b. Bagaimana prosedur menyelesaikan SPT tahunan tersebut? c. Apakah SPT yang sudah dilaporkan bisa dibetulkan, jelaskan? Kalau bisa bagaimana caranya? JAWAB: a. SPT ( Surat Pemberitahuan) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajka, obyek pajak dan atau bukan obyek pajak, dan atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. b. Prosedur menyelesaikan SPT tahunan: 1. Wajib pajak sebagaimana mengambil sendiri Surat Pemberitahuan di tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur jenderal Pajak atau mengambil dengan cara lain yang tata cara pelaksanaannyadiatur dengan atau berdasarkan menteri keuangan. Wajib pajak juga dapat mengambil Surat Pemberitahuan dengan cara lain, misalnya dengn mengakses situs Direktorat Jenderal Pajak untuk memperoleh formulir Surat Pemberitauhan tersebut. 2. Setiap wajib pajak mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas, dalam bahas Indonesia dengna menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah,dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor direktorat Jenderal Pajak tempat wajib pajak terdaftar dan dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur jenderal pajak 3. Wajib pajak yang telah mendapat izin menteri Keuangan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah, wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan dalam bahasa Indonesia, dengn menggunakan satuan mata uang selain Rupiah yang diizinkan

4. Penandatangan SPT dapat dilakuakan secara biasa, dengan tanda tangan stempel, atau tanda tangan elektronik atu digital, yang semuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama 5. Bukti-bukti yang harus dilampirkan pada SPT, antara lain:

• Untuk wajib pajak yang mengadakan pembukuan: Laporan Keuangan
berupa neraca dan laporan rugi laba serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan untuk menghitung besarnya penghasilan kena pajak • Untuk SPT masa PPN sekurang-kurangnya memuat jumlah Dasar Pengenaan Pajak, jumlah Pajak Keluaran, jumlah pajak masukan yang dikreditkan, dan jumlah kekurangan atau kelebihan pajak • Untuk wajib pajak yang menggunakan norm aperhitungan: Perhitunagn jumlah peredaran yang terjadi dalam tahun pajak yang bersangkutan.

c. SPT yang sudah dilaporkan bisa dibetulkan, dengan cara:
Wajib pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan dengn menyampaikan pernyataan tertulis, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Dalam hal pembetualan Surat Pemberitahuan harus disampaikan paling lama 2 (dua) tahun sebelum daluwarsa penetapan. Dalam hal wajib pajak membelulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahuan maupun Surat Pemberitahuan Masa yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasiberupa bungan sebesar dua persen per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengn tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh satu bulan. Walaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan, tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran perbuatan yaqng dilakukan wajib pajak, terhadap ketidakbenaran perbuatan waji pajak tersebut tidak akan dilakuakan penyidikan apabila wajib pajak dengn kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut dengn disertai pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar 150% (seratus lima puluh persen ) dari jumlah pajak yang kurang dibayar. 6. Pada bulan Juni 2002 Wajib Pajak akan membetulkan SPT Tahunan PPh tahun 2000 yang telah jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2001. Akibat pembetulan tersebut, utang pajak menjadi lebih besar yaitu menjadi 5 milyar rupiah, pada hal sebelumnya hanya 4 milyar rupiah. WP menanyakan kepada anda hal-hal sebagai berikut : a. Apakah WP masih dikenakan sanksi, pada hal WP sudah berlaku jujur? b. Kalau masih dikenakan sanksi, sanksi apa namanya ? c. Bagaimana menghitung besarnya bunga, jika sekiranya WP melunasi kekurangan pajaknya? JAWAB:

a. WP hanya akan dikenai pembayaran pajak sebesar obyek pajak yang terutang.
Jadi pada kasus diatas, otomatis wajib pajak akan membayar pajak lebih besar karena pajak terutang setelah pembetulan lebih besar dari pada sebelumnya.

b. Kalau masih dikenakan sanksi namanya sanksi pembetulan.
c. Penghitungan besarnya bunga jika Wajib Pajak melunasi kekurangan pajaknya adalah sebagai berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->