P. 1
Juknis Pendidikan 2012

Juknis Pendidikan 2012

|Views: 82|Likes:
Published by Samudera Galang

More info:

Published by: Samudera Galang on Nov 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

SALINAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

: a. bahwa upaya peningkatan akses dan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, sehingga perlu mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan tindakan nyata dalam mewujudkan peningkatan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas; b. bahwa untuk membantu Pemerintah Kabupaten/Kota mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas, Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b serta dalam rangka pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB);

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 22Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5254); Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496 ); Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

2

10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 17. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun2011 ;

3

18. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011; 19. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012; 20. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 2010 tentang

21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 22. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah aliyah(SMA/MA); 23. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional; 24. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2010; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SD/SDLB).

4

Pasal 1 DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB digunakan untuk membiayai rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan dengan proporsi: a. rehabilitasi ruang kelas sebesar 80%; dan b. pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan 20%.

Pasal 2 (1) Rehabilitasi ruang kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a adalah ruang kelas yang rusak berat termasuk perabotnya. (2) Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf b dilaksanakan sesuai kebutuhan satuan pendidikan berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dengan pilihan: a. Pembangunan ruang perpustakaan termasuk perabotnya; b. Peralatan Pendidikan, antara lain: 1. peralatan pendidikan Matematika; 2. peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); 3. peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), 4. peralatan pendidikan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; 5. peralatan pendidikan Bahasa; dan 6. peralatan pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan.

Pasal 3 Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang tercantum dalam Lampiran I, II, dan III Peraturan Menteri ini.

Pasal 4 Kabupaten/Kota penerima DAK Bidang Pendidikan harus menyampaikan laporan pelaksanaan DAK kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

5

Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Desember 2011 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD.

MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2011 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

TTD.
AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 839 Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM NIP 196108281987031003

6

SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SD/SDLB) I. KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yang dimaksud dengan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan yang selanjutnya disebut DAK Bidang Pendidikan adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas nasional, khususnya untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang belum mencapai standar tertentu atau percepatan pembangunan daerah di bidang pendidikan dasar. Alokasi DAK Bidang Pendidikan per daerah dan pedoman umum DAK ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Berdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum DAK tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan petunjuk teknis penggunaan DAK Bidang Pendidikan. Alokasi DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB sebesar Rp.8.033.040.000.000,- (delapan triliun tiga puluh tiga miliar empat puluh juta rupiah). Setiap kabupaten/kota penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 wajib menyediakan dana pendamping dari APBD minimal sebesar 10% (sepuluh persen) dari alokasi dana yang diterima. II. KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN 1. Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dialokasikan untuk menunjang program wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang bermutu dan/atau pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 2. Sasaran program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB baik negeri maupun swasta. 3. Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB sebesar Rp.8.033.040.000.000,- (delapan triliun tiga puluh tiga miliar empat puluh juta rupiah) digunakan untuk kegiatan yang meliputi : a. rehabilitasi ruang kelas rusak berat, dengan proporsi sebesar 80%; dan b. pengadaan sarana peningkatan mutu, dengan proporsi sebesar 20%.

1

4. Kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB digunakan untuk: a. Rehabilitasi ruang kelas rusak berat termasuk perabotnya; b. Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan berupa:
1) Pembangunan ruang perpustakaan termasuk perabotnya; 2) Pengadaan peralatan pendidikan, antara lain:

a) peralatan pendidikan Matematika; b) peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); c) peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), d) peralatan pendidikan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; e) peralatan pendidikan Bahasa; dan f) peralatan pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan. 5. Target yang akan dicapai dalam kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB adalah: a. tersedianya ruang kelas termasuk perabotnya yang cukup dan layak; b. tersedianya ruang perpustakaan termasuk perabotnya; dan/atau c. tersedianya peralatan pendidikan yang memadai. 6. Asas umum dalam pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 meliputi: a. efisien, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan; b. efektif, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan; c. terbuka dan bersaing, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus terbuka bagi penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan dan dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan; d. transparan, berarti menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan DAK Bidang Pendidikan; e. akuntabel, berarti pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Pendidikan dapat dipertanggungjawabkan; f. adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan atau alasan apapun;

2

g. kepatutan, yaitu penjabaran kegiatan DAK Bidang dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan

Pendidikan

harus

h. manfaat, berarti pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Pendidikan yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. III. PERENCANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Direktorat Pembinaan SD, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi; 2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mensosialisasikan program dan kegiatan yang akan dibiayai dengan DAK kepada sekolah calon penerima DAK. Sekolah membuat usulan rehabilitasi ruang kelas rusak berat dan/atau pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota; 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan seleksi terhadap usulan dari masing-masing sekolah berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 beserta peraturan pelaksanaannya, dan menetapkan jumlah sasaran dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. hasil pemetaan dan pendataan kebutuhan sekolah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; b. program penuntasan rehabilitasi ruang belajar SD/SDLB dengan prioritas rusak berat; c. pemenuhan sarana pendidikan penunjang peningkatan mutu pendidikan SD/SDLB; d. jumlah alokasi dana yang tersedia; 4. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengusulkan nama-nama sekolah calon penerima DAK kepada Bupati/Walikota; 5. Atas usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota menetapkan sekolah-sekolah penerima DAK melalui Surat Keputusan; 6. Pelaksanakan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat Termasuk Perabotnya dan/atau Pembangunan Perpustakaan beserta perabotnya menggunakan mekanisme swakelola di Sekolah; 7. Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk Pengadaan Peralatan Pendidikan menggunakan mekanisme penyedia barang/jasa dengan mengikuti Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku;

3

8. Sekolah menginventarisasi barang-barang dan/atau fisik yang diperolehnya dari kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012; 9. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota, Komite Sekolah dan/atau institusi lain yang memiliki kewenangan dapat melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. IV. KRITERIA SD/SDLB PENERIMA DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 A. Kriteria Umum 1. Diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi di daerah miskin, terpencil, tertinggal dan terbelakang, serta daerah perbatasan dengan negara lain; 2. Belum memiliki sarana dan/atau prasarana pendidikan yang memadai; 3. Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB) yang mempunyai potensi berkembang dan dalam tiga tahun terakhir mempunyai jumlah siswa stabil atau meningkat; 4. Pada tahun anggaran 2012 tidak sedang menerima bantuan sejenis baik dari sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I atau APBD II). B. Kriteria Khusus 1. Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat termasuk perabotnya a. Diperuntukkan bagi SD/SDLB yang memiliki ruang kelas rusak berat dengan tingkat kerusakan lebih dari 45% s.d 65%; b. Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB) dibangun di atas lahan milik sendiri (milik pemerintah untuk sekolah negeri; milik yayasan untuk sekolah swasta) yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat kepemilikan lain yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. 2. Pembangunan Ruang Perpustakaan termasuk perabotnya a. Diperuntukkan bagi SD/SDLB yang telah memiliki ruang kelas cukup dan layak tetapi belum memiliki perpustakaan dengan luas minimal 56m2 serta sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai; b. Memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang perpustakaan/ pusat sumber belajar seluas minimal 56m2; c. Jika SD/SDLB tidak memiliki lahan yang cukup, maka ruang perpustakaan/ pusat sumber belajar dapat dibangun bertingkat dengan ketentuan konstruksi bangunan lantai 1 (satu) telah memenuhi persyaratan untuk bangunan bertingkat.

4

3. Pengadaan Peralatan Pendidikan a. Diperuntukkan bagi SD/SDLB yang telah memiliki ruang perpustakaan dengan luas minimal 56m2 dan/atau sedang menerima bantuan pembangunan ruang perpustakaan DAK Bidang Pendidikan TA 2012; b. Belum memiliki sarana peralatan pendidikan yang memadai; V. PENYALURAN DAN PELAKSANAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 A. Penyaluran Dana 1. DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 disalurkan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q Kementerian Keuangan) ke Rekening Kas Umum Daerah (Kabupaten/Kota). 2. Mekanisme dan tata cara mengenai penyaluran DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. B. Pelaksanaan 1. Sekolah melaksanakan rehabilitasi ruang kelas rusak berat beserta perabotnya dan/atau pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya secara swakelola sesuai peraturan perundang-undangan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). 2. Pengadaan peralatan pendidikan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan mekanisme penyedia barang/jasa sesuai peraturan perundang-undangan. VI. PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SD/SDLB A. Penggunaan DAK bidang pendidikan tahun 2012 diprioritaskan menuntaskan rehabilitasi ruang kelas SD/SDLB yang rusak berat. untuk

B. Menu kegiatan DAK bidang pendidikan tahun 2012 berdasarkan urutan prioritas, adalah sebagai berikut: 1. Rehabilitasi ruang kelas rusak berat termasuk perabotnya; 2. Pembangunan ruang perpustakaan termasuk perabotnya; dan 3. Pengadaan Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan berupa peralatan pendidikan. C. Pelaksanaan dan satuan biaya untuk setiap komponen pada huruf B, ditetapkan sebagai berikut: 1. Rehabilitasi ruang kelas rusak berat termasuk perabotnya a. Jumlah ruang kelas yang direhabilitasi disesuaikan dengan kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pemetaan sekolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;

5

b. Sekolah penerima DAK untuk rehabilitasi, dana yang diterima hanya boleh digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas rusak berat; c. Alokasi dana untuk rehabilitasi ruang kelas rusak berat termasuk perabotnya per paket adalah: Kegiatan Rehabilitasi ruang kelas berat beserta perabotnya Satuan rusak Paket Alokasi Biaya Rp 69.500.000,00

d. Besarnya alokasi biaya rehabilitasi ruang kelas rusak berat untuk tiap-tiap sekolah dapat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lainnya sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pendataan. e. Jumlah paket rehabilitasi ruang kelas rusak berat yang diterima sekolah dihitung dengan cara:
Total Kebutuhan Biaya Rehabilitasi Untuk Seluruh Ruang Kelas Rusak Berat Alokasi Biaya/Paket Jumlah Paket

Jumlah Paket =

f. Sekolah harus memanfaatkan dana yang telah diterima secara optimal. Bila seluruh pekerjaan rehabilitasi ruang kelas rusak berat yang disepakati sudah selesai, tetapi masih terdapat sisa dana maka sisa dana tersebut harus digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas lainnya yang mengalami rusak sedang dengan tingkat kerusakan lebih dari 30% s.d. 45%. g. Standar dan spesifikasi teknis rehabilitasi ruang kelas rusak berat dijelaskan pada lampiran II peraturan ini. 2. Pembangunan Ruang Perpustakaan termasuk perabotnya. a. Jumlah ruang perpustakaan yang dibangun disesuaikan kebutuhan ruang perpustakaan hasil pemetaan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kegiatan pembangunan ruang perpustakaan meliputi pembangunan ruang perpustakaan, dan perabotnya. Kegiatan pembangunan ruang perpustakaan menggunakan standar bangunan dengan konstruksi bangunan tahan gempa. b. Alokasi dana untuk pembangunan ruang perpustakaan dan perabotnya ditetapkan per paket adalah: No 1 2 Kegiatan Pembangunan ruang perpustakaan Perabot perpustakaan Satuan Paket Paket Alokasi Biaya Rp102.000.000,00 Rp 12.650.000,00

6

d. Pembangunan ruang perpustakaan sebesar Rp.102.000.000,- (seratus dua juta rupiah) bagi daerah dengan IKK=1. Kabupaten/kota dapat menggunakan IKK=1, apabila menurut hasil perhitungan, dengan biaya satuan tersebut telah mencukupi untuk pembangunan perpustakaan; c. Standar dan spesifikasi teknis pembangunan perpustakaan beserta perabot pendukung perpustakaan dijelaskan pada lampiran II peraturan ini; 3. Pengadaan peralatan pendidikan a. Pengadaan peralatan pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pemetaan sekolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; b. Alokasi dana untuk pengadaan peralatan pendidikan ditetapkan sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Peralatan Pendidikan Matematika Peralatan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Peralatan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Peralatan Pendidikan Bahasa Peralatan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Peralatan Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan Satuan Paket Paket Paket Paket Paket Paket Alokasi Biaya Rp 9.795.600,00 Rp 8.300.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp10.550.000,00 Rp13.800.000,00 Rp 3.500.000,00

c. Alokasi dana sebagaimana dimaksud pada huruf b merupakan besaran patokan biaya tertinggi yang menjadi dasar acuan bagi pelaksana DAK Bidang Pendidikan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). d. Pelaksanaan pengadaan peralatan pendidikan dapat dipilih dari daftar peralatan sebagaimana dimaksud pada huruf b sesuai kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. e. Standar dan spesifikasi teknis peralatan pendidikan dijelaskan pada Lampiran III peraturan ini. VII. ACUAN PENGADAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SD/SDLB 1. Penggunaan DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB dalam pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas rusak berat beserta perabotnya dan pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya mengacu pada Lampiran II peraturan ini, sedangkan pengadaan peralatan pendidikan mengacu pada spesifikasi teknis pada Lampiran III yang telah ditelaah/direkomendasikan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

7

2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Lampiran II, dan III merupakan acuan minimal dalam pelaksanaan pengadaan. 3. Penggunaan DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB Tahun Anggaran 2012 harus menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara serta mempertimbangkan: a. kemanfaatan dan keberdayagunaan bagi sekolah; b. kualitas barang; c. kemudahan perawatan (termasuk harus ada buku petunjuk operasional penggunaan dan perawatan/perakitan dalam bahasa Indonesia); d. ketersediaan suku cadang; e. jangka waktu penggunaan (masa pakai/umur teknis); dan f. masa garansinya. 4. Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS adalah harga pasar setempat berdasarkan hasil survei menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS); b. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber dana lain yang dapat dipertanggungjawabkan; c. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh agen tunggal/pabrikan; d. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya; e. inflasi tahun sebelumnya, suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia; f. hasil perbandingan dengan kontrak sejenis, baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain; g. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate); dan h. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. 5. Apabila terdapat sisa dana dalam pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan, maka sisa dana tersebut dapat digunakan untuk menambah volume atau sasaran sesuai dengan peruntukannya. 6. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 hanya boleh digunakan untuk membiayai pengadaan barang sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 ini. VIII. KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIBIAYAI DAK DAN PEMENUHANNYA A. Kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK 1. administrasi kegiatan; 2. penyiapan kegiatan fisik;

8

3. 4. 5. 6.

penelitian; pelatihan; perjalanan dinas; dan kegiatan-kegiatan yang tidak termasuk dalam Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB seperti izin mendirikan bangunan, pembebasan tanah, pematangan tanah, konsultan, dan sebagainya.

B. Pemenuhan Biaya yang tidak dapat dibiayai DAK Kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK sebagaimana dimaksud pada huruf A, pembiayaannya dibebankan dari anggaran/biaya umum yang disediakan melalui APBD atau sumber pembiayaan lain di luar dana pendamping. IX. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB A. Pemerintah Provinsi Mengkoordinasikan sosialisasi pelaksanaan DAK bagi kabupaten/kota sebagai tindak lanjut sosialisasi di tingkat pusat dengan mengundang nara sumber dari institusi yang relevan; 1. Melaksanakan supervisi dan monitoring serta penilaian terhadap pelaksanaan DAK di kabupaten/kota; 2. Melaporkan hasil supervisi dan monitoring kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, u.p. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, dan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. B. Pemerintah Kabupaten/Kota 1. Menganggarkan dana pendamping dalam APBD sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari besaran alokasi DAK yang diterimanya, sesuai dengan Pasal 61 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan; 2. Menyediakan anggaran/dana biaya umum untuk kegiatan perencanaan, sosialisasi, pengawasan, dan biaya operasional lainnya, sesuai dengan kebutuhan; 3. Menetapkan nama-nama SD/SDLB dan SMP penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dalam Surat Keputusan Bupati/Walikota dan salinannya disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, u.p. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, dan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama untuk SMP, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setempat; 4. Menandatangani surat perjanjian pemberian bantuan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dengan kepala sekolah penerima DAK; 5. Menyalurkan dana ke sekolah penerima DAK melalui PPKD; 6. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program DAK di tingkat Kabupaten/Kota.

9

C. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mempunyai tugas utama sebagai berikut: 1. Membentuk tim teknis untuk melakukan pendataan dan pemetaan kondisi prasarana sekolah dan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di sekolah; 2. Untuk SD/SDLB: Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rencana alokasi jumlah SD/SDLB yang akan menerima DAK per kecamatan, selanjutnya melakukan seleksi sekolah-sekolah calon penerima sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan; 3. Mengusulkan nama-nama SD/SDLB beserta alokasi dana bagi calon penerima DAK tahun 2012 kepada Bupati/Walikota, berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan; 4. Mensosialisasikan pelaksanaan program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 kepada Kepala Sekolah dan Komite Sekolah penerima; 5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun pelaporan kegiatan DAK dengan mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK); 6. Menggandakan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun 2012 yang telah ditetapkan Mendikbud dan mendistribusikan kepada seluruh sekolah penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun 2012; 7. Melaporkan penggunaan DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB Tahun Anggaran 2012 kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar up. Direktur Pembinaan SD. D. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam konteks kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan di tingkat kabupaten/kota. E. Satuan Pendidikan 1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus di tingkat sekolah; 2. Menandatangani surat perjanjian pemberian bantuan DAK bidang pendidikan dengan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah; 3. Membentuk panitia pelaksana program DAK di tingkat sekolah, terdiri dari unsur-unsur sekolah, komite sekolah dan masyarakat.

10

4. Sekolah menginventarisasikan barang yang diperoleh dari kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SD/SDLB. 5. Melaporkan keadaan keuangan dan penggunaannya secara periodik kepada Bupati/Walikota u.p. Kepala Dinas Pendidikan. F. Komite Sekolah Komite Sekolah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 17 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam konteks DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, Komite Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan di tingkat sekolah. G. Panitia a. Memilih dan menetapkan Kepala Pelaksana, b. Melaksanakan program rehabilitasi ruang kelas rusak berat atau pembangunan ruang perpustakaan dengan mekanisme swakelola sesuai panduan DAK 2012, c. Mengadministrasikan dan mendokumentasikan segala kegiatan berkenaan dengan kegiatan rehabilitasi, atau pembangunan ruang perpustakaan baik administrasi keuangan maupun teknis. Buku-buku yang digunakan untuk mencatat keluar masuknya dana dan dokumentasi lainnya harus berada di sekolah dan dapat dilihat sewaktu-waktu oleh semua anggota masyarakat; d. Menyusun laporan teknis dan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana dan pelaksanaan rehabilitasi ruang sekolah atau pembangunan ruang perpustakaan yang menggunakan dana tersebut serta hasil pembangunan kepada seluruh anggota masyarakat, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. X. PELAPORAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN SANKSI A. Pelaporan Laporan pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dilakukan secara berjenjang, mulai dari laporan panitia tingkat sekolah, kepala sekolah, laporan kab/kota, dan laporan pusat. 1. Laporan Tingkat Sekolah a. Ketua panitia membuat laporan bulanan dan laporan akhir. 1) Laporan Bulanan Laporan bulanan meliputi laporan keuangan dan laporan fisik dengan menggunakan format sebagaimana terlampir.

11

2) Laporan Akhir: Laporan akhir meliputi laporan keuangan dan laporan fisik dengan menggunakan format sebagaimana terlampir disertai dengan uraian masalah yang dihadapi dan solusi yang ditempuh, serta melampirkan foto hasil pembangunan/ rehabilitasi (0%), (50%), dan (100%) pelaksanaan kegiatan. Di dalam laporan akhir, agar disertakan juga file foto kegiatan dalam CD. b. Laporan ketua panitia disampaikan kepada Kepala Sekolah. 2. Laporan Kepala Sekolah Berdasar laporan panitia, Kepala Sekolah menyusun laporan bulanan dan laporan akhir untuk disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Dinas Pendidikan; 3. Laporan Kabupaten/kota
a. Bupati/walikota menyusun laporan triwulanan yang memuat laporan

pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK Bidang Pendidikan kepada: 1) Menteri Keuangan 2) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 3) Menteri Dalam Negeri
b. Penyampaian laporan triwulan sebagaimana dimaksud huruf (a)

dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.
c.

Rincian pelaporan sebagaimana dimaksud huruf (a) mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

B. Pemantauan Evaluasi dan Pengawasan 1. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan dilakukan oleh Kemdikbud, Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

12

2. Pengawasan. Pengawasan fungsional/pemeriksaan tentang pelaksanaan kegiatan dan administrasi keuangan program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Inspektorat Daerah. C. Sanksi 1. Setiap orang atau sekelompok orang di setiap tingkat pelaksana (kabupaten/kota, sekolah, masyarakat) yang melakukan tindakan penyalahgunaan dan/atau penyimpangan pelaksanaan kegiatan dan keuangan sebagaimana tertuang dalam petunjuk teknis ini serta peraturan perundang-undanganan yang terkait, ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Pemerintah kabupaten/kota yang melakukan kegiatan tidak berpedoman pada petunjuk teknis ini serta peraturan perundangan lain yang terkait, dipandang sebagai penyimpangan yang akan dikenai sanksi hukum. XI. KETENTUAN LAIN 1. Bagi daerah yang terkena dan/atau terjadi bencana alam, dana DAK Bidang Pendidikan dapat digunakan secara keseluruhan sesuai kebutuhan daerah terkait dengan bidang pendidikan, setelah mengajukan usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 2. Bencana alam sebagaimana dimaksud pada angka 1 merupakan bencana alam yang dinyatakan secara resmi oleh kepala daerah setempat. 3. Mekanisme pengajuan usulan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pemerintah kabupaten/kota mengajukan usulan perubahan kegiatan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tembusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. b. Berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan surat rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan perubahan kegiatan tersebut. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDNESIA, TTD.
Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi, MOHAMMAD NUH

Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM NIP 196108281987031003
13

SALINAN LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNISREHABILITASI RUANG KELAS RUSAKBERAT BESERTA PERABOTNYADAN PEMBANGUNAN RUANG PERPUSTAKAAN BESERTA PERABOTNYA UNTUK SD/SDLB I. STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS REHABILITASI RUANG KELAS DAN PEMBANGUNAN PERPUSTAKAANSEKOLAH DASAR Ruang kelas dan perpustakaan adalah fasilitas umum yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, bangunan tersebut harus memenuhi standar kenyamanan dan kekuatan yang dipersyaratkan dalam Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Untuk memenuhi standar kenyamanan dan keamanan sebagaimana diatur dalam Permendiknas tersebut, maka dalam proses rehabilitasi/pembangunan ruang kelas dan ruang perpustakaan harus memenuhi standar dan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen pelelangan baik dalam bentuk gambar bestek maupun spesifikasi teknisnya. Standar dan spesifikasi teknis disusun untuk memberikan panduan kepada: (1) Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa dalam menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan (2) Konsultan Perencana dalam menyusun dokumen perencanaan rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru dan pembangunan perpustakaan sekolah dasar melalui DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011. A. Standar rehabilitasi ruang kelas, dan pembangunan perpustakaan. 1. Rehabilitasi Ruang Kelas a. Ukuran ruangan menyesuaikan dengan ukuran ruang kelas yang akan direhabilitasi. b. Tinggi plafon ruangan minimal 3.50 meter dari lantai. c. Kemiringan atap menyesuaikan dengan jenis penutup atap yang digunakan. 2. Pembangunan Ruang Perpustakaan a. Luas ruang minimal 56 m2 dengan lebar minimal 5 m. b. Lebar teras 2.00 m, dengan lebar teritisan 1.00 m. c. Tinggi plafon ruangan minimal 3.50 meter dari lantai. d. Kemiringan atap menyesuaikan dengan jenis penutup atap yang digunakan. e. Dapat dibangun secara berdiri sendiri, menempel pada ruang/bangunan yang sudah ada (lama), atau dibangun di atas

1

ruang/bangunan lantai1 (struktur bangunan lantai satu sudah disiapkan untuk bangunan 2 lantai dengan menggunakan dana selain DAK tahun anggaran 2012). B. Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Sambil menunggu cairnya dana, sekolah segera melakukan persiapkan pelaksanaan rehabilitasi, antara lain: a. Mempelajari buku panduan pelaksanaan dan teknis secara lebih seksama dan menyiapkan format-format administrasi, keuangan dan teknis pelaksanaan serta pelaporan; b. Membuat papan informasi, dengan ketentuan sebagai berikut : c. Papan informasi ukuran minimal 80 x 120 cm. d. Papan Informasi dipasang/ditempatkan disekitar lokasi pekerjaan, mudah dilihat oleh masyarakat/pihak yang berkepentingan dan tidak terkena/tertimpa air hujan,serta tidak rusak selama pelaksanaan. e. Papan Informasi paling tidak memuat hal-hal sbb: a) Lokasi pembangunan pada peta site plan sekolah, b) Informasi tentang jenis program, besar dana dan sumber dana, c) Informasi tentang progres pelaksanaan rehabilitasi, d) Bagan organisasi Panitia dilengkapi dengan nama-nama anggotanya, e) Gambar kerja dan rencana biayanya, f) Jadwal pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja. f. Mengecek harga bahan, alat bantu kerja dan pemilihan tenaga kerja yang terdiri atas, mandor, tukang dan pekerja. g. Membuat rencana keselamatan rehabilitasi dilaksanakan lingkungan saat pekerjaan

Dana yang diperlukan untuk pembiayaan kegiatan persiapan harus disediakan oleh sekolah dan tidak boleh dibebankan kepada DAK yang diterima oleh sekolah.Pelaksanaan pekerjaan harus segera dimulai setelah DAK dari pemerintah diterima oleh sekolah. C. Pelaksanaan rehabilitasi Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah pada saat pelaksanaan pekerjaan antara lain: 1. Mencairkan dana dari rekening sekolah sesuai dengan kebutuhan rehabilitasi dan jadual kerja yang telah dibuat; 2. Melaksanakan rehabilitasi sesuai dengan dokumen teknis yang telah disusun;

2

3. Mencatat pengeluaran dan pemasukan dicatat dalam Buku Kas Umum (BKU) rehabilitasi sekolah dengan rapi, dilengkapi bukti-bukti transaksi yang disusun runtut sesuai tanggal kejadiannya, dan mudah diakses/diperiksa oleh pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan program; 4. Membuat laporan bulanan pelaksanaan pekerjaan secara disiplin dan tertib sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya (laporan dibuat rangkap dua, rangkap pertama untuk dikirimkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan yang lain untuk diarsipkan); 5. Membuat dan mengirimkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota antara lain : 1) Realisasi kemajuan pekerjaan; 2) Catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan. 6. Sekolah wajib membuat dokumentasi progres selama masa pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas, berupa foto-foto kegiatan rehabilitasi, minimal : 1) Foto kondisi sebelum rehabilitasi dimulai (0%); 2) Foto pada saat pelaksanaan rehabilitasi mencapai progres fisik 25%, 50%, dan 75%; 3) Foto kondisi akhir setelah rehabilitasi selesai dikerjakan (100%). II. PERSYARATAN UMUM DAN PERSYARATAN TEKNIS REHABILITASI RUANG KELAS RUSAK BERAT
A. Persyaratan Umum

Rehabilitasi ruang kelas rusak beratbertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka upaya penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang Bermutu. Perencanaan rehabilitasi ruang kelas rusak beratbagi sekolah penerima program, dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan komponen bangunan yang mengalami kerusakan pada masing-masing sekolah.
B. Persyaratan Teknis

Rehabilitasi ruang kelas rusak beratmengacu pada Permendiknas nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA, Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2004, dan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa, dilengkapi dengan, Metode dan Cara Perbaikan Konstruksi yang dikeluarkan oleh Ditjen Cipta Karya tahun 2006. Bangunan sekolah adalah salah satu fasilitas umum yang harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan memiliki usia pemakaian mínimum 20 tahun. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, dalam pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas rusak berat harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

3

1. Acuan pedoman pekerjaan dan pemakaian bahan Peraturan teknis bangunan yang digunakan dalam rehabilitasi ruang kelas rusak beratadalah peraturan-peraturan tersebut dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya: a. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. b. Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004, tanggal 30 Desember 2004, tentang Pembakuan Tipe Sekolah Menengah Pertama. c. Tatacara Perencanaan Bangunan Gedung Sekolah Menengah Umum SNI 03-1730-2002. d. Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002 e. Tatacara Perhitungan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03-1729-2002 f. Peraturan Perencanaan Kayu Struktur SNI-T-02-2003 g. Tatacara-perencanaan ketahan gempa untuk bangunan gedung, SNI 03-1726-2003 h. Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SNI-03-1727-1989 i. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) SNI 04-0225-2000. j. Peraturan Plumbing Indonesia (PPI). k. Petunjuk Perencanaan Penanggulangan Longsoran SNI 03-1962-1990. l. Peraturan Umum Keselamatan Kerja dari Departemen Tenaga Kerja. m. Peraturan dan ketentuan lain yang berlaku di wilayah Indonesia. 2. Komponen Bangunan a. Pekerjaan Pondasi Jenis pondasi bermacam-macam tergantung dari kondisi tanah, beban, dan bahan dimana pondasi tersebut akan dibuat. Jenis pondasi menurut konstruksi yang dapat digunakan: 1) Pondasi Dangkal, antara lain fondasi setempat dan menerus 2) Pondasi Dalam, antara lain fondasi sumuran, tiang panjang, dan tiang bor. Jenis pondasi menurut bahan yang digunakan: 1). Pondasi pasangan batu bata, 2). Fondasi pasangan batu kali, 3). Fondasi beton bertulang, 4). Fondasi dari bahan kayu, 5). Fondasi baja antara lain pipa baja, atau gabungan baja dengan beton (komposit). b. Pekerjaan Struktur Bagian-bagian bangunan/ruang yang akan dibangun yang merupakan pekerjaan struktur adalah sloof, kolom, balok dan balok ring harus dilaksanakan secara benar sesuai dengan ketentuan

4

teknis yang berlaku. Jenis struktur yang digunakan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Jenis struktur yang dapat digunakan: 1) Struktur beton bertulang (beton mutu K-175, setara dengan campuran 1 PC: 2 PS: 3KR sesuai SNI); 2) Struktur baja dengan tegangan tarik 1400 kg/cm2; 3) Struktur baja ringan (sesuai dengan perhitungan struktur, spesifikasi bahan, dan jaminan dari pabrik pembuatnya); 4) Struktur kayu disesuaikan dengan SNI yang berlaku. Struktur beton untuk bangunan tidak bertingkat: 1) Sloof bangunan ukuran minimal 15/20 dengan tulangan 6 Ø 12; 2) Sloof selasar ukuran minimal 15/20 dengan tulangan 4 Ø 12; 3) Kolom praktis ukuran minimal 15/15 dengan tulangan 4 Ø 10; 4) Kolom struktur ukuran minimal 20/25 dengan tulangan 6 Ø 12; 5) Ring balk ukuran minimal 15/20 dengan tulangan 4 Ø 12; 6) Balok latai (balok diatas kusen) ukuran minimal 12/15 dengan tulangan 4 Ø 10. Struktur beton untuk bangunan bertingkat: Ukuran dan jumlah tulangan untuk sloof, kolom, balok dan plat struktural harus dihitung kekuatannya berdasarkan beban yang bekerja dan mutu bahan yang digunakan, sehingga diperoleh kekuatan struktur yang aman. Pedoman teknis bahan dan pekerjaan, digunakan peraturan (SNI) yang berlaku. c. Pekerjaan Dinding Bahan dinding yang digunakan menyesuaikan kondisi masingmasing daerah.Pada dasarnya apapun bahan material yang digunakan untuk pembuatan dinding, semaksimal mungkin harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna ruangan tersebut. Apabila dinding bangunan terbuat dari papan kayu, maka hendaknya papan-papan kayu tersebut tersusun dengan rapi, rapat dan kuat sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemakai ruangan tersebut serta dapat mengurangi kebisingan atau gangguan suara sehingga aktivitas pada masing-masing ruangan tidak saling mengganggu. Dinding pada umumnya terbuat dari bata, namun pada daerahdaerah tertentu dinding bangunan dapat dibuat dari bahan lain yang terdapat disekitar lokasi proyek, misalnya.

5

Jenis dinding yang dapat digunakan : 1) Pasangan batu bata atau batako (tebal minimal 13 cm, termasuk plesteran) 2) Papan kayu (minimal kayu kelas kuat 2, dengan tebal minimal 2 cm) 3) Ferosemen/dinding simpai, dengan tebal minimal 3 cm 4) Dinding beton ringan (setara hebel, celcon block dll) 5) Dinding komposit ex pabrik, disesuaikan dengan spesifikasi bahan, perhitungan kekuatan, jaminan dari pabrik pembuatnya Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan, disesuaikan dengan peraturan (SNI) yang berlaku. d. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela Luas total bukaan pintu dan jendela harus memperhatikan kecukupan pencahayaan dalam proses belajar mengajar. Minimal luas total pintu dan jendela yang harus disediakan adalah 20% dari luas total lantai dalam satu bangunan. Pekerjaan kusen dan daun pintu/jendela merupakan bagian bangunan yang dipasang bersama-sama atau pararel dengan pemasangan dinding, namun demikian karena sifatnya yang peka terhadap gores dan air, maka dalam pemasangannya memerlukan alat-alat bantu dan alat-alat pelindung. Kusen pintu dan jendela menggunakan bahan kayu, alumunium, baja, atau PVC.Sedangkan untuk daun pintu dan jendela menggunakan rangka dan panel dari kayu, alumunium, baja, PVC, atau kaca. Semua pekerjaan kayu yang dicat, harus dimeni dan diplamir terlebih dahulu.Pengecatan dilakukan dengan pelapisan lebih dari satu kali sehinga diperoleh hasil yang baik, rapi, halus dan rata. Jenis kusen kayu yang digunakan:  Bahan kayu minimal kelas kuat 2 (ukuran jadi minimal 5,5/11 cm). Jenis daun pintu bila digunakan kayu, maka:  Panel pintu kayu solid minimal kelas kuat 2 (tebal rangka minimal 3,8 cm, tebal panel pengisi minimal 2,5 cm). Jenis daun jendela bila digunakan kayu, maka:  Bahan kayu minimal kelas kuat 2 (tebal rangka minimal 2,8 cm), Kaca jendela :  Kaca polos tebal 5 mm. Pedoman Teknis bahan dan peraturan (SNI) yang berlaku. pekerjaan, diseuaikan dengan

6

e. Pekerjaan Kuda-kuda dan Rangka Atap Pekerjaan Kuda-kuda dan rangka atap merupakan bagian rangka untuk menopang penutup atap. Bentuk atap dan bahan yang digunakan dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, antara lain rangka kayu, rangka baja, dan rangka baja ringan. Jenis bahan untuk rangka atap dan kuda-kuda yang dapat digunakan: 1) Bahan kayu minimal kelas kuat 2, dilapisi bahan anti rayap/residu, 2) Bahan baja bisa berupa profil siku atau pipa, dengan mutu baja minimal ST 37, 3) Baja ringan, atau bahan lain disesuaikan dengan spesifikasi, perhitungan, dan jaminan dari pabrik pembuatnya. Bahan listplang yang digunakan, bila digunakan kayu, maka harus merupakan jenis kelas kuat 2 (tebal minimal 2 cm). Bahan lain bisa digunakan dengan mempertimbangkan faktor ketahanan terhadap cuaca, kertersediaan bahan, dan harga pasar setempat. Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan, disesuaikan dengan peraturan (SNI) yang berlaku. f. Pekerjaan Penutup Atap Bahan penutup atap yang digunakan menyesuaikan kondisi masingmasing daerah. Penggunaan bahan penutup atap yang mengandung asbes tidak diperkenankan.Bahan penutup atap yang dapat dipakai: Genteng (beton atau tanah liat), dipasang di atas reng Genteng metal (bahan seng, zincalume, baja lapis seng, corrugated metal sheet) dengan ketebalan minimal 0,28 mm dipasang di atas rangka atap. g. Pekerjaan Langit-Langit / Plafon Plafon atau langit-langit adalah bidang penutup konstruksi atap, sehingga ruang akan terlihat rapih dan terasa lebih segar karena plafon juga berfungsi sebagai isolator radiasi panas matahari dari penutup atap. Ketinggian plafon minimum adalah 3,5 m agar memenuhi kecukupanpenghawaan bagi pengguna ruang yang bersangkutan dan disarankan untuk dicat dengan warna terang. Penggunaan bahan penutup plafon yang mengandung asbes tidak dipekenankan. Bahan rangka plafonyang dapat dipakai : Kayu kelas kuat 3, ukuran 4/6 dan 6/10, Besi holow (tebal minimal 0,4 mm). Bahan penutup plafon yang dapat dipakai : 1) Tripleks (tebal minimal 4 mm), 2) Papan gipsum (tebal minimal 0,8 mm), 3) Papan semen fiber (tebal minimal 4 mm).

7

Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan disesuaikan dengan peraturan (SNI) yang berlaku. h. Pekerjaan Lantai Bahan lantai yang digunakan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Bahan penutup lantai yang dapat dipakai : 1) Keramik ukuran 30x30 cm (KW 1), 2) Lantai teraso, dengan ketebalan lapisan minimal 1 cm, 3) Papan kayu kelas kuat 2 (tebal minimal 2 cm). Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan disesuaikan dengan peratran (SNI) yang berlaku. i. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci Pekerjaan penggantung berupa engsel-engsel pintu dan jendela, sedangkan pengunci adalah grendel, pengunci untuk pintu, serta hak angin untuk jendela. Semua bahan yang digunakan minimal harus memenuhi syarat kekuatan dan keawetan sehingga dapat menahan beban dan berfungsi dalam waktu cukup lama.Setiap daun jendela minimal dipasang 2 (dua) buah engsel dan untuk daun pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel. Pada daun pintu dipasang pengunci lengkap dengan handelnya, sedangkan pada daun jendela dipasang grendel dan hak angin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan rapi sehingga pintu dan jendela dapat berfungsi dengan sempurna. j. Pekerjaan Instalasi Listrik Pada prinsipnya pemasangan instalasi listrik harus benar-benar memenuhi persyaratan teknis, dan semua bahan yang digunakan hendaknya berkualitas baik sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam waktu cukup lama.Disamping itu perlu diperhatikan keamanan dan keselamatan bila terjadi genangan air atau banjir. Titik lampu, saklar, stop kontak harus dipasang dengan rapih, mudah dikontrol.Panel sikring ditempatkan pada tempat yang mudah terlihat dan dicapai. Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan sesuai dengan peraturan (SNI) yang berlaku.

k. Pekerjaan Plumbing dan Drainasi Pekerjaan plumbing dan drainasi disini dimaksudkan adalah seluruh pekerjaan pengadaan sumber air bersih, pemasangan pemipaannya dan air kotor dan wastafel, pemasangan kran-kran dan wastafel/zink termasuk dalam hal ini adalah penyaluran air hujan secara sistematis sehingga tidak mengganggu kenyamanan pemakai atau merusak konstruksi bangunan. Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan sesuai dengan peraturan (SNI) yang berlaku.

8

l.

Pekerjaan Finishing dan Perapihan Pekerjaan finishing meliputi pekerjaan antara lain: pengecatan dinding, pengecatan plafon, pengecatan pintu dan jendela, pengecatan listplang. Sedangkan pekerjaan perapihan pada dasarnya merupakan penyempurnaan atau perapihan pekerjaan yang telah selesai namun masih diperlukan penyempurnaan.Sebagai contoh, misalnya terdapat pintu yang tidak dapat dibuka/tutup dengan sempurna; jika terdapat cat yang masih kurang rata, plesteran retak-retak, dan sebagainya. Pedoman Teknis bahan dan pekerjaan sesuai dengan peraturan (SNI) yang berlaku.

m. Perabot Pekerjaan rehabilitasi adalah termasuk perbaikan atau pembelian perabot baru.Jenis perabot dan tata letaknya mengacu pada Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Dasar oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2004.

III. STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS PERABOT RUANG KELAS Pengguna utama ruang kelas dan perpustakaanadalah siswa sekolah dasar yang secara anatomis memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga ukuran perabot harus dibuat sesuai dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu standar dan spesifikasi teknis perabot ruang kelas dan perpustakaan harus memenuhi standar kenyamanan dan kekuatan yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. A. Standar Perabot Ruang Kelas Persyaratan perabotruang kelas harus memenuhi Standarisasi Perabot Sekolah Dasar Tahun 2005, meliputi: a. Kualitas b. Keamanan penggunaan c. Kenyamanan dalam penggunaan d. Kemudahan dalam pemakaian e. Kemudahan dalam pemeliharaan f. Kemudahan dalam perbaikan Untuk memenuhi persyaratan kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan serta kemudahan dalam pemeliharaan, maka ukuran standar ditentukan sebagai berikut:

9

Ukuran standar perabot ruang kelas NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 JENIS PERABOT Meja siswa tunggal Meja siswa ganda Meja guru Kursi siswa Kursi guru Papan tulis gantung/dinding White board standar Papan Jadwal Papan absensi Papan piket Almari ruang kelas P (cm) 60 120 75 38 45 240 240 60 60 80 70 - 80 L (cm) 55 55 60 38 40 120 120 40 40 60 40 - 60 T (cm) 65 - 71 65 - 71 73 40 43 KET

180

B. Spesifikasi Teknis Perabot Ruang Kelas 1. Meja siswa dan meja guru a. Bahan untuk rangka menggunakan kayu dengan daun meja dari papan kayu atau multiplek tebal 18 mm, b. Sambungan menggunakan konstruksi lubang dan pen yang diperkuat dengan pasak dan lem kayu, c. Finishing dapat menggunakan cat atau politur dengan warna yang serasi. 2. Kursi siswa dan kursi guru a. Bahan untuk rangka menggunakan kayu dengan dudukan dan sandaran dari papan kayu dengan tebal 18 mm, b. Sambungan menggunakan konstruksi lubang dan pen yang diperkuat dengan pasak dan lem kayu, c. Finishing dapat menggunakan cat atau politur dengan warna yang serasi. 3. Papan tulis gantung/dinding a. Bahan menggunakan multiplek tebal 12 mm dengan rangka dari kayu ukuran 4/6 yangdipasang dibagian belakang papan tulis, b. Sambungan menggunakan paku dengan kepala yang dibenamkan, c. Finishing menggunakan cat dof untuk papan tulis dengan warna hitam. 4. Whiteboard standar a. Bahan menggunakan multiplek tebal 12 mm dengan rangka aluminium, dari

10

b. Finishing menggunakan lapisan formika warna putih yang direkatkan dengan lem kayu. 5. Almari ruang kelas a. Bahan untuk rangka menggunakan kayu dengan dinding penutup dari teakwood tebal 4mm untuk merapikan bagian tepi digunakan vinir jati, b. Sambungan menggunakan konstruksi lubang dan pen yang diperkuat dengan pasak dan lem kayu, c. Finishing menggunakan politur dengan warna yang serasi. C. Kebutuhan Perabot Ruang Kelas 1. Alternatif 1 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 JENIS PERABOT Meja siswa tunggal Meja guru Kursi siswa Kursi guru White board standar Papan Jadwal Papan absensi Papan piket Almari ruang kelas JUMLAH 32 1 32 1 1 1 1 1 1 SATUAN buah buah buah buah buah buah buah buah buah

2. Alternatif 2 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 JENIS PERABOT Meja siswa ganda Meja guru Kursi siswa Kursi guru White board standar Papan Jadwal Papan absensi Papan piket Almari ruang kelas JUMLAH 16 1 32 1 1 1 1 1 1 SATUAN buah buah buah buah buah buah buah buah buah

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

IV. STANDAR DAN PERPUSTAKAAN

SPESIFIKASI

TEKNIS

PERABOT

RUANG

A. Standar Perabot Ruang Perpustakaan Persyaratan perabot ruang perpustakaan harus memenuhi Standarisasi Perabot Sekolah Dasar Tahun 2005, meliputi: a. Kualitas b. Keamanan penggunaan c. Kenyamanan dalam penggunaan d. Kemudahan dalam pemakaian e. Kemudahan dalam pemeliharaan f. Kemudahan dalam perbaikan Untuk memenuhi persyaratan kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan serta kemudahan dalam pemeliharaan, maka ukuran standar ditentukan sebagai berikut: 1. Ukuran standar perabot perpustakaan NO 1 2 3 4 5 6 7 JENIS PERABOT Rak buku Meja baca siswa Meja ½ biro Meja komputer Meja pengolahan Kursi kerja Karpet P (cm) 120 53 120 120 120 45 350 L (cm) a = 35 b = 45 35 70 70 70 40 200 T (cm) 180 26 75 75 75 43 Tepi diobras KET

B. Spesifikasi Teknis Perabot Perpustakaan 1. Spesifikasi teknis perabot perpustakaan a. Rak buku 1) Bahan menggunakan papan tebal 2 cm atau multiplek tebal 18 mm. untuk merapikan bagian tepi, dapat ditutup dengan vinil atau vinir jati dengan menggunakan lem kayu. 2) Sambungan menggunakan paku skrup yang diperkuat dengan lem kayu 3) Finishing menggunakan cat atau politur dengan warna yang serasi b. Meja baca siswa 1) Bahan untuk rangka menggunakan kayu dengan daun meja dari papan atau multiplek tebal 18 mm.

21

2) Sambungan menggunakan konstruksi lubang dan pen yang diperkuat dengan pasak dan lem kayu 3) Finishing menggunakan cat/politur dengan warna yang serasi c. Meja ½ biro 1) Bahan menggunakan papan kayu tebal 20 mm atau multiplek tebal 18 mm. 2) Sambungan menggunakan dengan paku atau sekrup yang diperkuat dengan lem kayu 3) Finishing menggunakan cat/politur dengan warna yang serasi d. Meja komputer 1) Bahan menggunakan papan kayu tebal 20 mm atau multiplek tebal 18 mm. 2) Sambungan menggunakan konstruksi dengan paku atau sekrup yang diperkuat dengan lem kayu 3) Finishing menggunakan politur dengan warna yang serasi e. Kursi kerja 1) Bahan untuk rangka menggunakan kayu dengan dudukan dan sandaran dari papan kayu tebal 18 mm, 2) Sambungan menggunakan konstruksi lubang dan pen yang diperkuat dengan pasak dan lem kayu, 3) Finishing dapat menggunakan cat atau politur dengan warna yang serasi. C. Kebutuhan Perabot Perpustakaan 1. Perabot Perpustakaan No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Perabot Rak buku Meja baca siswa Meja ½ biro Meja komputer Meja pengolahan Kursi kerja Karpet Jumlah 12 16 1 1 1 2 2 Satuan buah buah buah buah buah buah lembar

22

D. CONTOH GAMBAR.

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD. MOHAMMAD NUH

Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM NIP 196108281987031003
37

SALINAN LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA PENGADAAN PERALATAN PENDIDIKAN DI SD/SDLB I. PENGADAAN PERALATAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN 1. Peralatan Pendidikan Pengadaan peralatan pendidikan yang dibiayai oleh program Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan untuk Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB) terdiri atas: 1) Peralatan pendidikan matematika, yaitu: a) peralatan pendidikan matematika pemula (dasar); dan b) peralatan pendidikan matematika permainan. 2) Peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a) kit IPA/Sains; b) kit IPBA; dan c) kit simulasi fase bulan. 3) Peralatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yaitu: kit IPS, gejala alam dan bentang alam. 4) Peralatan pendidikan bahasa, yaitu: a) kit bahasa Indonesia interaktif dasar; dan b) kit bahasa Inggris. 5) Peralatan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, 6) Peralatan pendidikan seni budaya dan keterampilan, 2. Alokasi Dana Alokasi dana untuk pengadaan peralatan pendidikan ditetapkan sebesar Rp51.945.600,00 (lima puluh satu juta sembilan ratus empat lima ribu enam ratus rupiah). Pengadaan pengadaan peralatan pendidikan dapat dipilih sesuai kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 3. Persyaratan Umum: a. Pengadaan barang dilaksanakan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; b. Setiap alat/barang yang dibeli merupakan alat/barang baru; c. Alat/barang yang dibeli tanpa kerusakan atau cacat; d. Peralatan harus aman terhadap pemakai dan peralatan itu sendiri; dan e. Memiliki kualitas yang baik.

1

4. Persyaratan Teknis Persyaratan teknis peralatan pendidikan adalah: a. Mendukung konsep materi dalam kegiatan belajar mengajar; b. Mudah digunakan baik oleh siswa maupun guru; c. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak; d. Mendukung pencapaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD; e. Pemeliharaan dan perbaikan dapat dilakukan di sekolah; f. Suku cadang mudah didapat; g. Penggunaannya aman untuk digunakan baik oleh siswa maupun guru; h. Peralatan terbuat dari bahan/material yang bermutu; i. Peralatan tertentu mempunyai bentuk dan warna yang menarik; j. Mempunyai perbandingan bentuk yang proporsional; k. Peralatan yang menggunakan ukuran harus memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi; l. Tanda-tanda teknis peralatan harus jelas; m. Peralatan harus dilengkapi dengan manual/petunjuk penggunaan alat atau contoh panduan pembelajaran; n. Peralatan berupa kit/perangkat, setiap item dan komponen peralatan harus mempunyai tempat/tatakan masing-masing di dalam kit; o. Mengutamakan produk yang sudah mendapat pengesahan/rekomendasi dari lembaga/institusi yang berwenang; p. Pengepakan peralatan harus rapi sesuai dengan sifat dari peralatan; q. Memiliki masa pakai (durability) minimal 3 (tiga) tahun; r. Mengutamakan produksi dalam negeri. II. SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN Penggunaan DAK Bidang Pendidikan untuk peralatan pendidikan untuk SD/SDLB mengacu pada spesifikasi teknis sebagai berikut :

2

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA PEMULA (DASAR)
No.
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

1.

Belajar membilang pada tahap awal dengan pendekatan yang menarik selain juga untuk melatih motorik siswa.

a. Mata Rantai

b. Manik dan Pola

c. Kubus Berkait

2.

3.

Mengenalkan bentuk-bentuk bangun datar sebagai pengenalan awal ilmu bangun/geometri pada siswa Mengenalkan bentuk-bentuk bangun datar sebagai pengenalan awal ilmu bangun/geometri pada siswa

Bangun Datar dan Bingkainya

Macam-macam Bangun Datar

4.

 

Pengenalan awal bentukbentuk berbagai bangun 3 (tiga) dimensi, Bangun ruang sederhana (balok, prisma, tabung, bola, dan kerucut)

Bangun 3 Dimensi

5.

 Untuk belajar tentang waktu/jam, dan derajat (sudut)  Untuk mengukur waktu dengan satuan jam

Muka Jam/Jam Analog

250 buah mata rantai ukuran 1 X 2 cm Bahan : Plastik Warna : Aneka warna yang menarik Terdiri dari 100 manik-manik dengan 4 bentuk dan 5 buah benang besar Bahan : Plastik Warna : Aneka warna yang menarik 200 kubus berkait aneka warna Bahan : Plastik Warna : Aneka warna yang menarik 10 model bangun datar & papan berpola. Bahan : Plastik Warna : Aneka warna yang menarik Papan berukuran 25 x 25 cm tebal 0,5 cm dengan 16 pola bangun. Dimana bila setiap bangun datar dimasukkan pada pola bangun datar yang terdapat pada papan, maka bangun datar yang ada akan menonjol karena lubang yang ada lebih dangkal dibanding dengan tebal bangun datar yang tersedia dengan maksud agar mudah untuk dipasang dan dilepas oleh siswa Bahan : Plastik Warna : Papan aneka warna yang menarik Papan berpola bangun 3 dimensi (kecuali bangun bola) Fungsinya untuk meletakkan 7 macam bangun 3 dimensi. Ukuran : papan 20 x 28 cm, Kubus 6 x 6 x 6 cm, Balok 6 x 6 x 8 cm, Tabung dan kerucut diameter alas 8 cm, tinggi 8 cm, Limas alasnya 6 x 6 cm tinggi 8 cm, Prisma Segienam setiap sisinya 4,5 cm dan tingginya 8 cm, bola dengan diameter 8 cm Bahan : Plastik Transparan Warna : Aneka warna yang menarik Muka jam berbentuk lingkaran dengan modifikasi kaki berdiameter lingkaran 18 cm. Muka jam dilengkapi dengan angka penunjuk jam dari jam 1 sampai dengan jam 24 serta penunjuk menit dari 5 menit sampai 60 menit. Pada lingkaran muka jam terdapat lubanglubang yang berfungsi untuk mengganti angka dengan huruf romawi ataupun derajat, Dimana huruf romawi dan derajat dicetak di atas plastik berbentuk lingkaran kecil dengan diameter lingkaran 2 cm. Bahan :Plastik Warna :Muka jam, jarum pendek, jarum panjang, tulisan pada muka jam, lingkaran bertuliskan huruf romawi dan derajat dibuat dengan aneka warna yang menarik.

1 set

1 set

1 set

1 set

1 set

1 set

1 set

3

No.
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

6.

 Alat untuk belajar tentang waktu/jam dengan bentuk digital  Menggunakan alat ukur waktu dengan satuan jam

Jam Digital

7.

8.

9.

 Untuk mengenalkan bentuk-bentuk geometri kepada siswa, namun juga untuk mengenal warna (3 warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru).  Untuk melatih logika anak, mengenalkan bentuk, membandingkan ukuran (besar kecil dan tebal tipis), mengelompokkan benda sesuai warna, sesuai bentuk, sesuai ukuran, dan lain-lain.  Sebagai alat bantu siswa dalam mengenal tentang pengukuran seperti ukuran panjang, lebar, tinggi, tebal, termasuk besar suatu sudut.  Sebagai alat bantu untuk siswa agar dapat membuat atau menggambar bentuk-bentuk bangun datar.  Menggunakan alat ukur panjang tidak baku dan baku (cm, m) yang sering digunakan Alat bantu siswa untuk dapat belajar tentang penjumlahan  Alat bantu siswa untuk dapat belajar tentang perkalian  Alat bantu siswa dalam melakukan perkalian bilangan yang menghasilkan bilangan dua angka

Blok Logika

Jam Digital dibuat dengan alas jam berbentuk persegi dengan ukuran minimal 9 x 6,5 cm, persegi tersebut bila diletakkan posisinya akan miring dengan kemiringan 25 derajat. Di atas alas jam digital berbetuk persegi menonjol 6 buah tabung kecil sebagai pijakan angka-angka yang akan menunjukkan jam. Angka-angka yang akan menunjukkan jam dibuat dengan bentuk persegi berukuran 3 X 1,6 cm sebanyak 40 keping bertuliskan angka 0 - 9 dengan masing-masing angka sebanyak 4 buah. Bahan: Plastik Warna: Alas jam digital, keping angka, dan cetakan angka menggunakan aneka warna yang menarik. Lingkaran diameter 6 cm, Persegi Panjang 6 x 4 cm, Persegi 6 x 6 cm & segitiga sama sisi 6 x 6 x 6 masingmasing dengan tebal 5 mm & 2 mm serta Lingkaran diameter 3 cm, Persegi Panjang 4 x 2 cm,Persegi 3 x 3 cm & Segitiga sama sisi 3 x 3 x 3 cm masingmasing dengan tebal 5 mm & 2 mm Bahan : Plastik Warna : Merah, kuning, biru Ditempatkan dalam wadah plastik transparan.

1 set

1 set

Mistar dan Jangka

Penggaris 20 cm, penggaris segitiga panjang 14 cm (sudut 90, 45, 45 derajat), penggaris segitiga panjang 18 cm (sudut 30, 60, 90 derajat), busur dengan diameter 14,5 cm & jangka Bahan : Plastik & logam Warna : Transparan & logam

1 set

Tabel Penjumlahan

10.

Tabel Perkalian

Lembaran plastik minimal 20 x 20 cm dengan cetak tabel penjumlahan Bahan : Plastik Warna : Full Colour Lembaran plastik minimal 20 x 20 cm cetak tabel perkalian Bahan : Plastik Warna : Full Colour

1 pcs

1 pcs

4

No.
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

11.

 Alat bantu guru dalam mengajar di depan kelas untuk mengajarkan konsep bilangan dan mengenalkan bilangan beserta lambang bilangannya

Kartu Bilangan 1 s.d 10

12.

13.

14.

 Alat bantu guru dalam mengajar di depan kelas untuk mengajarkan konsep bilangan dan mengenalkan bilangan beserta lambang bilangannya  Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan  Alat bantu guru untuk mengajarkan operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian  Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan  Menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan  Media bagi guru untuk mengajar di depan kelas tentang bilangan, membilang, himpunan, kelipatan, dan lain-lain  Membilang banyak benda  Mengurutkan banyak benda Media untuk menempelkan Kartu Bilangan, Kartu Gambar, dan Kartu Operasi Bilangan

Kartu Bilangan 11 s.d 20

Kartu Kumpulan Gambar, Kartu Angka, dan Kartu Nama Bilangan 1 s.d 10 dengan ukuran Kartu Kumpulan Gambar dan Kartu Nama Bilangan 15 x 8 cm, dan ukuran Kartu Angka 10 x 6 cm. Bahan: Plastik Bermagnet Warna: Kartu Kumpulan Gambar dicetak Full Colour, Kartu Angka, dan Kartu Nama Bilangan menggunakan aneka warna yang menarik. Kartu Angka, dan Kartu Nama Bilangan 11 s.d 20 dengan ukuran Kartu Nama Bilangan minimal 15 x 8 cm, dan ukuran Kartu Angka minimal 10 x 6 cm. Bahan: Plastik Bermagnet Warna: Kartu Angka dan Kartu Nama Bilangan menggunakan aneka warna yang menarik. Kartu Operasi Bilangan berukuran 10X6 cm, terdiri dari +, -, X. Bahan: Plastik Warna: Kartu Operasi Bilangan menggunakan aneka warna yang menarik.

1 set

1 set

Kartu Operasi Bilangan

1 set

Kartu Gambar

15.

Papan Peraga

16.

Alat permainan yang akan mempercepat siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan matematika (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) dengan menggunakan alat bantu tali, guru atau pembimbingnya akan dapat langsung mengkoreksi hasil kerja siswa hanya dengan melihat bentuk tali pada kartu bagian di belakang soal.

Permainan Tali Lilitan atau sejenis

Kartu bergambar binatang, alat rumah tangga, dan alat tranportasi, dengan ukuran Kartu minimal 10 x 6 cm, dimana masing-masing gambar terdapat minimal 5 buah kartu Bahan : Plastik Warna : Kartu bergambar binatang, alat rumah tangga atau alat transportasi semua dicetak Full Colour Papan Peraga berbentuk Persegi dengan ukuran minimal 60 x 60 cm dengan aneka warna papan terbuat dari plat dengan list papan terbuat dari Plastik. Bahan: Plat, MDF, dan Plastik Warna: Plat menggunakan aneka warna yang menarik. Kartu Permainan dengan 400 soal Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan Pembagian yang dicetak di atas kartu dengan ukuran luar 16,5 x 6 cm, dimana setiap 10 (sepuluh) lembar kartu disatukan dengan penjepit Plastik dan dilengkapi dengan tali. Bahan: Plastik dan Tali merah Warna: Kartu Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan Pembagian menggunakan aneka warna yang menarik kesemuanya dicetak Full Colour.

1 set

Untuk 2 set alat mendapat 1 buah papan peraga

1 set

5

No.
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

17.

 Mengenal bentuk 2 dimensi dan potongannya  Mengenal pecahan sederhana  Membandingkan pecahan sederhana  Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana

Papan Pecahan

18.

Kotak tempat menyimpan Alat Peraga

Kotak Alat

Papan 25 x 25 cm dengan 3 pola lingkaran, 2 pola persegi panjang dan 3 pola persegi dilengkapi potonganpotongan untuk diisikan dalam pola yang tersedia. Untuk Lingkaran terdapat potongan ½-an, ¼-an, 1/8-an. Untuk Persegi Panjang terdapat 2 model potongan ½-an dan 1 model potongan ¼-an. Untuk Persegi terdapat 2 model potongan ½-an, 2 model potongan ¼-an, dan 1 model potongan 1/8-an. Bahan : Plastik Warna : Aneka warna yang menarik Ukuran minimal 60,5 x 40 x 16cm Bahan: Plastik Warna: Aneka warna yang menarik dengan cetakan full colour Lantai Permainan berbentuk segi delapan, dimana masing-masing sisinya berukuran 25 cm, dengan kotak mesin alat berwarna disalah satu seginya. Mesin yang ada dapat menghasilkan suara karena menggunakan 3 (tiga) buah baterai. Dilengkapi speaker, tombol off/on, pengatur volume, pemilihan level, dan lampu merah dan hijau sebagai penanda jawaban benar atau salah. Lantai permainan terbuat dari lembaran plastik yang dicetak full colour dimana didalamnya terdapat sensor yang dihubungkan dengan mesin.

1 set

1 buah

19

20.

 Alat permainan untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan siswa dalam memahami dan menguasai kemampuan perkalian dan pembagian dengan melibatkan dua sampai dengan empat orang siswa, sehingga dapat terjadi kompetisi yang sehat. Alat ini dapat bersuara dengan menggunakan batterai  Memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung perkalian dan pembagian Panduan bagi guru dalam penggunaan peralatan pendidikan matematika

Lantai Permainan Elektronik

Setiap 2 set alat mendapat 1 Lantai Permainan Elektronik

Buku Petunjuk Penggunaan

Keterangan

Ukuran : A4/A5/B5 1 eks. Bahan Cover : Minimal Ivory/AC 210 gr Bahan Isi : Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : Minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : Full Color Plastik yang digunakan adalah plastik murni, bukan afal atau daur ulang sehingga menghasilkan warna-warna cerah dan aman karena tidak mengandung racun/toxic dan pewarna Anti Toxic.

6

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA (PERMAINAN)
No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

1.

 Alat Ini digunakan untuk menunjukkan kebenaran rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair  Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar

PERMAINAN BANGUN RUANG

BANGUN RUANG TRANSPARAN Satu set terdiri dari : Kubus Transparan Ukuran : 80 x 80 x 80 mm, Berskala Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Balok Transparan Ukuran : 100 x 80 x 70 mm, Berskala Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir/barang cair Prisma Segi Tiga Transparan Ukuran : 100 x 80 x 70 mm, Berskala Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Limas Segi Empat Transparan Ukuran : 80 x 80 x 100 mm Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Limas Segi Tiga Transparan Ukuran : 80 x 70 x 100 mm Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Tabung Transparan Ukuran : D = 80 mm T = 100 mm, Berskala Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Kerucut Transparan Ukuran : D = 80 mm T = 100 mm Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan Deskripsi : Alat Ini digunakan untuk menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair

1 Set

7

No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

Bola Ukuran : D = 80 mm Bahan : Plastik PS (injeck) Warna : Berwarna, transparan menunjukkan rumus volume dengan menggunakan media pasir / barang cair Seluruh alat dimasukkan kedalam stereofoam dengan ukuran 9x27x42 cm dan diberi sekat untuk masing-masing alat.  Membentuk / merangkai bangun ruang  Mengidentifikasi sifatsifat bangun ruang  Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana JARING-JARING BANGUN RUANG Satu set terdiri dari : Deskripsi (Kubus, Balok, Prisma, Limas, Tabung, Kerucut) Alat ini berbentuk keping-keping dari plastik yang diberi lubang pada tiap ujungnya dan dilengkapi tali/karet elastik untuk mengaitkan masing-masing keeping untuk membentuk/merangkai bangun ruang. Kubus Ukuran : 80 x 80 x 80 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna Balok Ukuran : 100 x 80 x 70 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, keping-keping alat ini terdiri dari 3 warna Prisma Segi Tiga Ukuran : 100 x 80 x 70 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, Keping-keping pada alat ini terdiri dari 4 warna Limas Segi Empat Ukuran : 80 x 80 x 100 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, Keping-keping pada alat ini terdiri dari 2 warna Limas Segi Tiga Ukuran : 80 x 70 x 100 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, keping-keping pada alat ini terdiri dari 2 warna. . Tabung Ukuran : Ø= 88 mm, T= 100 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, keping-keping pada alat ini terdiri dari 2 warna Kerucut Ukuran: Ø= 88 mm, T= 100 mm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, keping-keping pada alat ini terdiri dari 2 warna. Seluruh alat dimasukkan kedalam stereofoam dan diberi sekat untuk masingmasing alat. 1 Set

8

No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

BANGUN KERANGKA Ukuran : Pipa Ø 0,8 cm x 15 cm dan kaki berbentuk kubus 2 cm x 2 cm dan karet segi delapan elastis lubang 8 Bahan : Plastik ABS (injeck) dan karet Warna : Berwarna Deskripsi : Peragaan rangka bangun terdiri dari Kubus, Balok, Prisma dan Limas Seluruh alat dimasukkan kedalam stereofoam dengan dan diberi sekat untuk masing-masing alat. Tempat Penyimpanan: Bahan : Art Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpanan alat Bangun Ruang Transparan, Jaringjaring, Bangun kerangka 2  Untuk mempelajari macam-macam bentuk pecahan dan membaca data dalam bentuk diagram  Menggunakan pecahan dalam pemecahan  Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan  Menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau kuantitas tertentu PERMAINAN PECAHAN 1. PECAHAN PERSEGI Landasan Ukuran Bahan Warna Deskripsi

1 Set

1 Set

: : : :

300 x 300 mm Plastik ABS (Injeck), Spon Berwarna Sebagai tempat dudukan rangkaian pecahan persegi.

Isi Ukuran Bahan Warna Deskripsi

: 100 x 100 mm : Plastik ABS (Injeck) : Transparan dan warna Doff : 1 set terdiri dari pecahan persegi 1,1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10, 1/12., sejumlah 2 set alat

 Untuk mempelajari macam-macam bentuk pecahan dan membaca data dalam bentuk diagram  Menggunakan pecahan dalam pemecahan  Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan  Menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau kuantitas tertentu  Menyajikan data ke bentuk tabel dan diagram gambar, batang dan lingkaran

2. PECAHAN LINGKARAN Landasan Ukuran : 300 x 300 mm Bahan : Plastik ABS (Injeck),MDF, Spon Warna : Berwarna Deskripsi : Sebagai tempat dudukan rangkaian penggunaan pecahan lingkaran. Isi Ukuran Bahan Warna Deskripsi

1 Set

: Ø 90 mm : Plastik ABS (Injeck) : Berwarna pelangi : 1 set terdiri dari bentuk pecahan lingkaran 1,1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10, 1/12. 1 Set

3. MODEL STATISTIK Landasan Ukuran Bahan Warna Deskripsi

: 300 x 300 mm : Plastik ABS (Injeck) : Berwarna : Sebagai tempat dudukan pecahan statistik.

Isi Ukuran Bahan Warna

: diameter 19 cm : Plastik PVC : Aneka warna yang menarik

9

No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

Deskripsi : 1 set terdiri dari landasan dan beberapa pecahan lingkaran untuk menampilkan data statistik. 4. BLOK LOGIKA Terdiri dari Ukuran : tidak beraturan Bahan : Plastik ABS (inject) Warna : berwarna Deskripsi : 1 set terdiri dari berbagai bentuk bangun datar. Seluruh alat di atas dimasukkan kedalam stereofoam dan diberi sekat untuk masing-masing alat. Tempat Penyimpanan : Bahan : Art Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpanan alat item Pecahan persegi, Pecahan lingkaran, model statistik dan blok logika 3  Mengenal dan mempelajari tentang berat dan massa benda padat dan cair  Menggunakan pengukuran berat dalam pemecahan masalah MENGHITUNG MASSA 1. TIMBANGAN WADAH Satu set terdiri dari : Landasan Ukuran : 120 x 75 x 100 mm Bahan : Plastik ABS (injeck) Warna : Biru Deskripsi : Sebagai tempat dudukan dari lengan neraca Lengan Neraca Ukuran : 300 x 115 x 15 mm Bahan : Plastik ABS (injeck) Warna : Berwarna Deskripsi : Sebagai batang penyeimbang. Pada ujung lengan terdapat lekukan oval sebagai tempat gantungan wadah neraca dan dilengkapi dengan raider. Beban Timbangan Bahan : Plastik ABS (Injek) Deskripsi : Alat ini untuk menunjukkan satuan massa atau berat dengan menggunakan 3 (tiga) perbandingan yang ditunjukkan dengan warna yang berbeda. Wadah Neraca Ukuran : Ø 75mm, Berskala Bahan : Plastik PS (Injeck) Warna : Transparan  Mengenal dan mempelajari tentang berat dan massa benda padat dan cair  Menggunakan pengukuran berat dalam pemecahan masalah 2. TIMBANGAN LENGAN Ukuran : Tiang : 5 cm x 13 cm, Lengan / Raider : 40cm x 1cm x 2cm, Beban : 2cm x 2cm, dengan berat yang sama Bahan : Landasan dan tiang MDF, lengan dan beban plastik Warna : Berwarna Seluruh alat di atas dimasukkan kedalam stereofoam dan diberi sekat untuk masingmasing alat. 1 Set 1 Set 1 Set

10

No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

Tempat Penyimpanan : Bahan : Art Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpanan alat item Timbangan wadah dan timbangan lengan 4  Untuk mempelajari dan menentukan titik koordinat, membuat dan mengenalkan bentuk bangun datar  Membuat denah letak benda  Mengenal koordinat posisi sebuah benda  Menentukan posisi titik dalam sistem koordinat Kartesius  Menentukan hasil pencerminan suatu bangun datar MEMBUAT KOORDINAT Landasan Ukuran : 250 x 250 mm Bahan : Plastik ABS (injeck) Warna : Kuning Deskripsi : Sebagai Alat rangkaian penggunaan papan berpaku, papan koordinat cartesius, papan kotak untuk mengenalkan bangun datar Isi a. Paku dari bahan plastik ABS (Injeck), sejumlah 100 bh, untuk dirangkaikan pada papan bidang membentuk papan berpaku. Untuk menentukan dalam menggambar bangun datar b. Paku dari bahan plastik ABS (Injeck), sejumlah 50 bh, untuk meletakkan titik koordinat dengan tambahan karet sebagai penghubung serta penyekat yang bisa di geser sebagai tata letak koordinat X, Y Seluruh alat diatas dimasukkan kedalam stereofoam dan diberi sekat untuk masingmasing alat. Tempat Penyimpanan : Bahan : Art Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpanan 5 - Untuk mempelajari menghitung ketepatan waktu dan mengetahui jarak - Menggunakan peralatan pendidikan dalam pemecahan masalah - Mengenal hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan kecepatan - Melakukan operasi hitung satuan waktu - Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan Mengenal hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan kecepatan MENGHITUNG WAKTU DAN JARAK 1. MODEL JAM Ukuran : Ø 300 mm Bahan : Plastik ABS (Injeck) Warna : Kuning, Merah, Biru, Putih Deskripsi : Terdiri dari papan peraga jam serta jarum penunjuk yang dapat digerakkan dengan roda gigi dan dilengkapi dengan peragaan jam digital dari plastik dengan jumlah 29 keping 2. STOP WATCH Bahan : plastik Warna : berwarna Deskripsi : untuk mengukur banyaknya waktu yang digunakan terdapat tombol untuk memulai dan menghentikan hitungan waktu. 3. METERAN GULUNG Ukuran : 150 cm Bahan : Plastik Warna : Berwarna Seluruh alat di atas dimasukkan kedalam stereofoam dan diberi sekat untuk masingmasing alat. Tempat Penyimpanan : Bahan : Art Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpanan Model Jam, Stop watch, dan meteran gulung 1 Set 1 Set

1 buah

1 buah

11

No
(1)

Fungsi Alat
(2)

Nama Alat
(3)

Standar / Spesifikasi
(4)

Jumlah
(5)

6

Panduan bagi guru dalam menggunakan dan memanfaatkan alat peraga

BUKU PETUNJUK

Bahan : Cover :Art Paper 310 grm Bahan Isi : HVS 70 Gram Ukuran : 14 x 20 cm Warna : Full Colour, UV Deskripsi : Terdiri dari 5 macam Buku 1. Buku Petunjuk Permainan Bangun Ruang 2. Buku Petunjuk Permainan Pecahan 3. Buku Petunjuk Mempelajari waktu dan jarak 4. Buku Petunjuk Menghitung Massa 5. Buku Petunjuk Membuat Koordinat untuk kelengkapan, buku ini ditempatkan pada masing- masing kotak item alat.

5 Eksemplar

7

Wadah atau tempat untuk menyimpan setiap set alat peraga

TEMPAT PENYIMPANAN

Bahan : Karton Full colour Deskripsi : sebagai tempat penyimpan untuk seluruh item Alat Peraga

1 buah

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

12

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)/SAINS
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

1

Sebagai dudukan cermin datar agar berdiri tegak

Penumpu Cermin Datar

Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : :

2

Sebagai penjepit selang, pipa plastik, booser/ speaker

Penjepit Selang

Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : :

3

4 5

Model untuk mengubah energi listrik ke energi gerak dan media perubahan energi Listrik menjadi cahaya Sebagai roda bergandar untuk menunjukan perubahan energy gerak ke bentuk energi lainnya Sebagai soket Sebagai penghantar arus listrik Sebagai penghantar arus listrik Memahami hubungan antar gaya, gerak dan energi serta fungsinya

Dinamo-motor

Ukuran

:

+ Ø 1,5 ~ 3 Cm Plastik Injek Berwarna Terdapat celah untuk meletakkan cermin lentur, terdapat pin sistem Ø 0,5 mm untuk ditempatkan pada landasan serbaguna + 1 ~ 2 cm x 2,5 ~ 3 cm Plastik Injek Berwarna terdapat 2 pin sistem Ø 0,5 cm dapat diletakakan pada papan serbaguna 5,9 Volt (standar) penggunaan umum

2 Buah

4 Buah

1 Buah

Bola Lampu Tali pada Roda

Ukuran Bahan Bahan Diskripsi

: : : :

3.8 Volt (ModeL E-10) gelas, kuningan Katun, panjang sekitar 1 meter Tali warna putih, dililitkan pada Roda Plastik + 1~ 2 cm, sistem Ø 0,5 cm Stenlis Steel + 7 ~ 10 cm, pada kedua ujung di beri logam/solder + 17 ~ 20 cm, pada kedua ujung di beri logam/solder Plastik ABS Pada badan katrol terdapat celah untuk meletakkan tali, dan terdapat lubang ± Ø 0,7 mm, petunjuk arah dan pin pemutar Katrol. Plastik Injek Pada badan katrol terdapat celah untuk meletakkan tali, dan terdapat lubang ± Ø 0,7 mm, petunjuk arah dan pin pemutar Katrol. + 1 ~ 1,5 cm x 4 ~ 6 cm Plastik Injek Berwarna Poros terletak pada bagian tengah dudukan, dilengkapi ring pengunci terdapat dua pin sistem Ø 0,5 cm dapat diletakkan pada papan serbaguna Terpasang pada kabel listrik + Panjang : 25 ~ 35 cm Terpasang pada kabel listrik + Panjang : 25 ~ 35 cm + Bingkai 1,5 ~ 2 cm x 3,5 ~ 4 cm, Katrol sekitar Ø 2 cm Plastik Injek PP, ABS Bingkai dengan katrol berbeda warna (Kontras) Bingkai katrol plastik, 2 buah katrol dapat berputar bebas/lancar, pada bagian atas bawah terdapat pengait dari logam

2 Buah 1 Roll

6 7

Spiral Pin Kabel Penghubung Pendek Kabel Penghubung Panjang Katrol Ø 7 Cm

Ukuran Bahan Ukuran

: : :

20 Buah 7 Buah

8

Ukuran

:

7 Buah

9

Bahan Diskripsi

: :

1 Buah

10

Menjelaskan fungsi pesawat sederhana

Katrol Ø 3,5 Cm

Bahan Diskripsi

: :

1 Buah

11

Pemegang katrol pada saat percobaan

Dudukan Poros

Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : :

2 Buah

12

13

14

Penghubung antara baterai dan alat listrik lainnya Penghubung antara baterai dan alat listrik lainnya Menunjukkan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

Jepit Buaya Merah

Diskripsi Ukuran Diskripsi Ukuran Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : : : : : :

1 set

Jepit Buaya Hitam

1 set

Katrol Ganda

1 Buah

13

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

15

Menunjukkan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

Katrol Tunggal

Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : :

16

Tempat dudukan baterai Dudukan baterai dapat terhubung melalui kabel dengan alat lainnya

Tempat Baterai

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

17

Mengidentifikasi sifat tekanan udara Berfungsi sebagai dudukan tabung Kapsul Memperaktekkan fungsi saklar sebagai pemutus dan penyambung arus listrik

Pipa Plastik

Ukuran Bahan Warna Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : : : : :

Minimal Bingkai 1,5 ~ 2 cm x 3,5 ~ 4 cm, Katrol sekitar Ø 2 cm Plastik Injek PP, ABS Bingkai dengan katrol berbeda warna (Kontras) Bingkai katrol plastik, katrol dapat berputar bebas/lancar, pada bagian atas bawah terdapat pengait dari logam + 7 cm x 7,5 cm Plastik Injek Pada bagian bawah ada simbol kutub baterai secara permanen Untuk meletakkan 4 (empat) buah Baterai AA, 1,5 Volt + Ø 5 cm Panjang 15 ~ 20 cm Plastik Berwarna Panjang 15 ~ 18 cm x Ø 0,7 cm Logam + 1 ~ 2 cm x 3 ~ 5 cm landasan Plastik PP, plat dari logam saklar tekan on/off terpasang pada landasan plastik, terdapat dua pin sistem Ø 0,5 cm Plat I dikuatkan dengan baut, plat II menempel, pada alas sejajar dengan plat I dikuatkan dengan baut. + 8 ~ 9 cm x 9 ~ 10 cm Plastik Injek Berwarna Terdapat 4 buah soket spiral pin + 6 ~ 7 cm x 7 ~ 9 cm Plastik Injek

1 Buah

1 Buah

1 Buah

18 19

Cincin kaki tiga Saklar Tekan on/off

1 Buah 1 Buah

20

21

Sebagai pengukuran Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik Pemegang alat/komponen alat pada saat percobaan : penjepit dinamo-meter, Cermin cekung besar. Sebagai penjepit Penumpu bentuk A pada saat percobaan menggunakan dinamometer Tempat meletakkan lilin

Meter Listrik

Penumpu bentuk A

Ukuran Bahan Warna Diskripsi Ukuran Bahan

: : : : : :

1 Buah

2 Set

22

Jepit Penumpu

Ukuran Bahan

: :

+ 1 ~ 1,5 cm x 2,5 ~ 3 cm Plastik Injek

2 Buah

23

Dudukan Lilin

24

25

Menangkap bayangan atau berkas cahaya yang dihasilkan membuktikan sifat cahaya merambat lurus Tempat meletakkan layar

Layar

Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Warna

: : : : : :

+ 4 cm x 4 cm MDF / Plastik Terdapat lubang/dudukan lilin + 11 cm x 9 cm Plastik Injek Bening Translusen

1 Buah

1 Buah

Dudukan Layar

Ukuran Bahan Warna Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi

26

Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi Cahaya, dll

Dudukan Lampu

27

Berfungsi sebagai penumpu pada papan serbaguna ketika di gunakan pada saat peragaan

Penumpu Papan Serbaguna

Ukuran Bahan Diskripsi

: + 4 cm x 4 cm : MDF/Plastik : Natural : Terdapat dudukan untuk meletakkan Layar : + 1 ~ 2 cm x 3 ~ 5 cm : Alas Plastik Injek, Plat I dan Plat II dari Logam : dudukan lampu terpasang pada landasan plastik, terdapat dua pin sistem Ø 0,5 cm Plat I dikuatkan dengan baut, plat II menempel, pada alas sejajar dengan plat I dikuatkan dengan baut. : 0,5 ~ 1,5 cm x 5 ~ 6 cm : Plastik Injek : Terdapat celah untuk menegakan papan serbaguna

1 Buah

2 Buah

4 Buah

14

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

28

Menyelidiki sifat cahaya

Filter warna merah

29

Menyelidiki sifat cahaya

Filter warna hijau

30

Menyelidiki sifat cahaya

Filter warna biru

31

Menyelidiki sifat cahaya

Filter warna kuning Lempeng Cermin Datar

32

33 34

Untuk menjelaskan proses pencerminan/ pemantulan Mengidentifikasi sifat-sifat Bayangan Mengidentifikasi tenaga yang dihasilkan Alat bantu pemegang tabung reaksi yang terdapat dilingkungan dan sifat-sifatnya Mendiskripsikan energi bunyi Menyelidiki Luas Penampang Memfokuskan cahaya Menyelidiki pengaruh panjang pendek kolom udara pada tinggi-rendah bunyi

Ukuran Bahan Warna Ukuran Ukuran Warna Ukuran Ukuran Warna Ukuran Ukuran Warna Ukuran Bahan

: : : : : : : : : : : : : :

4 ~ 6 cm x 4 ~ 6 cm Plastik Transparan Bening Merah, terdapat tangkai 4 ~ 6 cm x 4 ~ 6 cm Plastik Transparan Bening Hijau, terdapat tangkai 4 ~ 6 cm x 4 ~ 6 cm Plastik Transparan Bening Biru, terdapat tangkai 4 ~ 6 cm x 4 ~ 6 cm Plastik Transparan Bening Kuning, terdapat tangkai + 7,5 cm x 15 cm Plastik Lentur/elastis

1 Buah

1 Buah

1 Buah

1 Buah

1 Buah

Tabung Reaksi Penjepit Tabung

Bahan Ukuran Bahan Diskripsi

: : : :

Kaca Borosilikat + 5 cm x 12 cm Stenlis Steel Dapat menjepit tabung Reaksi, di dudukan pada Cermin Cekung Besar 50 cc, berskala 10 cc, berskala pembesaran 3 x Plastik Bening/kaca + 14 cm, Ø 8 mm Salah satu ujung di beri lubang untuk digantungkan tali + 12 cm, Ø 8 mm Salah satu ujung di beri lubang untuk digantungkan tali + 7 cm, Ø 8 mm Salah satu ujung di beri lubang untuk digantungkan tali + 20,5 cm x 29,5 cm x 1 cm Plastik Injek Pada landasan terdapat lubang dengan sistem Ø 0,5 cm, sebanyak 330 Jarak antar lubang kompatibel dengan Penjepit selang, Saklar tekan, dudukan katrol, dll + 7 cm x 1,5 cm Warna Plastik + 8 x 8 cm Karet Kualitas baik, standar penggunaan umum + Ø 15 cm Plastik Injek di krum Berbentuk parabola terdapat pegangan pada kanan dan kiri Plastik/Kaca 0o – 110oC + 30 cm, terpasang tali Lilin Lembek + Ø 6,3 cm T : 16 cm Plastik Transparan + 10 cm, Ø 3 cm Hitam Plastik PP dipasangkan pada senter (sebagai penutup senter)

1 Buah 1 Buah

35 36 37 38

Siring Besar Siring Kecil Kaca Pembesar Pipa Almunium

Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Diskripsi

: : : : : :

1 Buah 2 Buah 1 Buah 2 Buah

39

Pipa Aluminium

Ukuran Diskripsi Ukuran Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : : : :

1 Buah

40

Pipa Aluminium

1 Buah

41

Sebagai papan yang berfungsi ganda dengan jarak lubang kompatibel dengan penjepit selang, Saklar tekan on/off, dll

Papan Serbaguna

1 Buah

42

Menyelidiki sifat-sifat cahaya Mengidentifikasi sifat pemantulan bunyi Mengidentifikasi sifat gas, pemuaian gas

Lembar Plastik Warna Lembar Karet Balon Cermin Cekung Besar

43 44 45

Ukuran Warna Bahan Ukuran Bahan Bahan Ukuran Bahan Diskripsi Bahan Skala Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Warna Bahan Diskripsi

: : : : : : : : : : : : : : : : : : :

1 Buah

1 Buah 1 Buah 1 Buah

46 47 48 49 50

Mengidentifikasi sifat-sifat Cahaya Alat Pengukur suhu pada percobaan tertentu Mengidentifikasi sifat pemantulan bunyi Mengidentifikasi sifat cahaya merambat lurus

Prisma Siku-siku Thermometer Lilin/plastisin Tabung Kapsul Tutup Senter 1 celah

1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah

15

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

51 52

53 54 55

- Mendiskripsikan sifatsifat cahaya - Membuat suatu karya/model dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya

Tabung Kaleidoskop Tabung Penyambung Kaleidoskop Tabung Obyek Kaleidoskop Penutup Tabung Kaleidoskop Cermin Kaleidoskop Lembar Lingkaran

Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Diskripsi Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

+ 12,5 cm, Ø 4,5 cm Plastik + Ø 4,5 cm x 7 cm Plastik Bening Transparan + Ø 4 cm x 2,5 cm Plastik Bening Transparan + Ø 4,2 cm x 1 cm Plastik Bening Transparan + 3 cm x 12,5 cm di pasangkan pada tabung kaleidoskop + Ø 3,7 cm Plastik Solid warna Hitam berlubang + Ø 3,7 cm Plastik Bening warna kuning + Ø 3,7 cm Plastik Bening warna Merah Bermacam Plastik + Ø 9,5 cm Plastik Injek Terdapat 3 lubang untuk gantungan mangkok neraca dan 4 lubang untuk tali penggantung + 40 cm Plastik Injek pada posisi tengah terdapat lubang untuk jepit Tuas/Dudukan Neraca + Ø 8 mm x 2 cm Plastik Injek + 17 cm Plastik Injek PP Ditiap ujung terdapat pengait yang kompatibel dengan mangkok neraca + 17 cm x 11 cm x 9 cm Plastik Transparan + Ø 5 cm Plastik Injek terdapat tangkai untuk memutar secara manual + Ø 3 cm Plastik Injek terdapat tangkai untuk memutar secara manual + Ø 5 cm Plastik Injek terdapat tangkai untuk memutar secara manual Plastik Injek, ± Ø 3 cm terdapat tangkai untuk memutar secara manual + Ø 7,5 cm karton di Vernis penyambung Plastik ± Ø 1,5 cm terdapar pin, untuk dipasangkan ke dynamo + Ø 7,5 cm karton di Vernis penyambung Plastik ± Ø 1,5 cm terdapar pin, untuk dipasangkan ke dynamo 15 ~ 18 cm Tangkai Logam berujung bandul dengan pemegang kayu

1 Buah 1 Buah

1 Buah 1 Buah 3 Buah

56

1 Buah

57 58 59 60

Lembar Lingkaran Lembar Lingkaran Manik-manik Mangkok Neraca

1 Buah 1 Buah 1 set 1 Buah

61

Menjelaskan pesawat sederhana dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

Tuas/Neraca dengan penyeimbang

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

62

Jepit Tuas/Dudukan Neraca Penggantung Mangkok Neraca

Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : :

1 Buah

63

1 Buah

64 65 Perpaduan beberapa warna menjadi warna baru

Bak Plastik Cakram 2 Warna Ø 5 cm

Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : : : : : : : : : : : : :

1 Buah 1 Buah

66

Cakram 2 Warna Ø 3 cm

1 Buah

67

Cakram 6 Warna Ø 5 cm

1 Buah

68

Cakram 6 Warna Ø 3 cm Cakram 2 Warna (Elektrik)

1 Buah

69

1 Buah

70

Cakram 6 Warna (Elektrik)

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

71

Pemukul

Ukuran Bahan

: :

1 Buah

16

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

72

73

Menjelaskan berbagai energi dan penggunaannya. Menyelidiki bayangan yang dibentuk cermin datar Sebagai objek Menjelaskan daya hubungan dengan tekanan air

Baling-baling

Batang Bayangbayang I Batang Bayangbayang II Papan Skala

Ukuran Bahan: Warna Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi

: : : : : : : : : :

± 9.5 cm Plastik Injek Berwarna ± Ø 0,4 mm, x ±12 cm Kayu ± Ø 0,4 mm, x ± 8 cm Kayu ± 3 cm x 12 cm Plastik Injek/Karton Papan dengan Skala terdapat dua pin sistem Ø 0,5 cm untuk diletakkan pada papan serbaguna 10 ~ 11 cm, Ø 2 ~ 3,5 mm Logam di krom

1 Buah

1 Buah

74 75

1 Buah 1 Buah

76

77

- Mendeskripsikan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta difat-sifatnya. - Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya Menjelaskan gaya hubungannya dengan tekanan air

Garputala

Ukuran Bahan

: :

1 Buah

Corong Plastik

Ukuran Bahan Warna Diskripsi

: : : : : : : :

Ø atas 4 ~ 5 cm x T 5 ~ 6 cm, Ø bawah 5 ~ 55 mm Plastik Injek Berwarna Mulut Corong berbentuk Kerucut, Tinggi leher 2 ~ 2,5 cm ± Ø 0,5 cm, x 1 meter Plastik PE Lunak ± Ø 2 cm Speaker terpasang pada landasan plastik ukuran ± 4 cm x 5 cm Panjang 30 cm Plastik Plastik ± Ø 7,5 cm Karet/Plastik Sebagai Penggerak roda 100 Ώ terpasang pada landasan Plastik dengan dua pin sistem Ø 0,5 cm Plat I, Plat II dikuatkan dengan system baut, pada alas sejajar 200 Ώ terpasang pada landasan Plastik dengan dua pin sistem Ø 0,5 cm Plat I, Plat II dikuatkan dengan system baut, pada alas sejajar ± 0,8 cm x 6 cm Plat Kuningan Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Plat Tembaga Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Plat Seng Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Plat Plastik Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Plat Aluminium Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm

2 Buah

78 79

Selang Plastik Booser/Speaker

Ukuran Bahan Ukuran Diskripsi

1 gulung 1 Buah

80 81 82

Penggaris Busur Derajat Tali /karet

Penggerak Katrol

83

Resistor/ Hambatan Tetap

Ukuran Bahan Bahan Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan

: : : : : : : :

1 Buah 1 Buah 1 Buah

1 Buah

84

Resistor/ Hambatan Tetap

Ukuran Bahan

: :

1 Buah

85

Media

Lempeng Kuningan

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

86

Media

Lempeng Tembaga

Ukuran Bahan Bahan

: : :

1 Buah

87

Media

Lempeng Seng

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

88

Media

Lempeng Plastik

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

89

Media

Lempeng aluminium

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

1 Buah

17

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

90

Media

Lempeng kayu

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

91

Media

Lempeng Karet

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

92

Media

Lempeng Karton

Ukuran Bahan Diskripsi

: : :

93 94

Menentukan besarnya tekanan terhadap benda.

Neraca Pegas Periskop

Ukuran Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Ukuran Bahan Ukuran Diskripsi Ukuran Ukuran Bahan Ukuran Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Ukuran Bahan Ukuran Bahan Bahan Diskripsi

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

± 0,8 cm x 6 cm Plat Kayu Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Karet Salah satu ujung terdapat 2 lubang, ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm ± 0,8 cm x 6 cm Karton Salah satu ujung terdapat 2 lubang dan ujung lainnya 1 lubang Ø 2 mm 1,5 N ± 6 cm x 6 cm Panjang 40 cm Plastik PP, Berwarna 2 bh kotak periskop, Terdapat celah pengintai, dudukan cermin ± 8 cm x 7 cm Kaca Cermin Plastik, Standar penggunaan umum ± Ø 8 mm x 1,5 ~ 2,5 mm Kuningan terdapat pengait logam atas bawah Karet gelang ± 3 cm x 12 cm Kawat Sebagai pengait Cermin Lentur Standar ± 8,5 x 8,5 cm Plastik Transparan Bening ± 500 cm, Ø 0,3 mm ~ 0,5 mm Kawat berisolasi tergulung pada klosan Plastik Memuat 2 buah baterai AA. 1,5 V AA, 1,5 Volt Logam ± 4 cm x 4 cm Standar Logam Bermagnet, Terdiri dari dua kutub magnet (Kutub Utara, Kutub Selatan) ± 1 cm x 5 cm Logam ± Ø 3 cm Logam ± Ø 2 cm Plastik Injek Plastik terpasang pada landasan Plastik dengan dua pin sistem Ø 0,5 cm Plat I, Plat II dikuatkan dengan system baut, pada alas sejajar Plastik Bening ± 6 x 3 x 3 cm, tebal 1,2 mm Plastik Bening ± Ø 3 cm x 5 cm Serbuk berada dalam wadah plastik transparan ± 8 cm x 8 cm Standar Umum ± Ø 2 cm Standar Umum Logam/Nylon Salah satu ujung di pasang

1 Buah

1 Buah

1 Buah

1 Buah 2 Buah

95 96 97

Sebagai Pembiasan

Cermin Periskop Stop watch Digital

2 Buah 1 Buah 4 Buah

Sebagai Pemberat

Beban pemberat (Bandul)

98 99

Sebagai Pengikat

Karet Pengait Cermin

3 Buah 1 Buah

100 101 102

Penyimpanan Peralatan Kecil

Lilin sumbu Kotak Peralatan Kecil Kawat Tembaga

1 Buah 4 Buah 1 Roll

103 104 105 106 107

Mendiskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui, percobaan gaya magnet.

Lampu Senter Baterai Klip Kertas Sterofoam Magnet batang

1 Buah 4 Buah 5 Buah 1 Buah 1 Pasang

108 109 110 111

Plat bentuk L Plat bulat Katrol Ø 2 cm Lampu LED

2 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah

112 113 114 115

Pengukur

Mendiskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui gaya magnet

Gelas Ukur 100 ml Kotak Persegi Panjang Double Tip Serbuk /Pasir Besi

Bahan Ukuran Bahan Standar Umum Ukuran Diskripsi

: : : : :

1 Buah 1 Buah 1 Buah 25 gram

116 117 118 Sumber Bunyi

Amplas Kompas Snar Gitar

Ukuran Bahan Ukuran Bahan Bahan Diskripsi

: : : : : :

1 Lembur 1 Buah 1 Buah

18

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

119 120 121

Ring Plastik Kertas Saring Penyelam dan pelampung

Bahan Ukuran Ukuran Bahan Ukuran Bahan Diskripsi Bahan Bahan Ukuran Warna Diskripsi Ukuran Bahan Diskipsi Ukuran Bahan Ukuran Diskripsi

: : : : : : : : : : : : : : : : : : :

122 123

Ring Poros Bulat Karton Bercelah

124

Kawat Melingkar

125 126 Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi cahaya ke energi listrik.

Bola Sterofoam Solar Sel

pengait Plastik ± Ø 2 cm Standar Standar ± 1 cm x 4 cm Plastik Injek Penyelam dengan pelampung yang dapat di lepas Plastik Injek Plastik Lentur ± 20 x 7 cm, tinggi celah 5 cm Hitam Dapat dikaitkan untuk membentuk lingkaran ± Ø 1,5 cm Tembaga 20 x lilitan ± Ø 1,5 cm Setrofoam ± 6,5 cm x 6,5 cm Terpasang pada landasan Plastik ABS Plastik PVC (Vacum Forming) Berwarna Memiliki lekukan-lekukan (coakan) 60 ~ 61 cm x 25 ~ 27 cm Impraboard Plastik Terdapat kancing pengunci A5/B5/A4 Isi : minimal HVS 70 gr Cover : minimal Art Carton 210 gr Isi : minimal 1 (satu) warna Cover : full color di vernis

1 Buah 1 Buah 1 set

1 Buah 1 Buah

1 Buah

1 Buah 1 Buah

127

Dudukan Wadah

Bahan Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Diskipsi Ukuran Bahan Cetak

: : : : : : : : :

1 Set

128

Tempat untuk meletakkan alat Panduan perakitan alat

Kotak Alat

1 Buah

129

Buku Manual

1 Eksp

130

Panduan pembelajaran pemanfaatan Kit yang menunjang pendalaman materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) / Sains

Buku Panduan Pembelajaran IPA

Buku : Ukuran : A4/A5/B5 Bahan Cover : Minimal Ivory/AC 210 gr Bahan Isi : Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : Minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : Full Color

1 eks

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

19

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN SIMULASI FASE BULAN
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

1.

Mendemonstrasikan kedudukan fase-fase bulan

Peralatan pendidikan Simulasi Fase Bulan

Bahan Ukuran

: Plastik : Diameter minimal 17 cm Tinggi minimal 5 cm

3 Buah

2.

Menunjukkan fase-fase penampakkan bulan

Poster Fase Penampakan Bulan

Dilengkapi lampu dengan 2 (dua) buah baterai dan tombol On-Off. Terdapat 8 lubang untuk mengamati fase bulan dimulai dari bulan baru, bulan sabit muda, bulan seperempat awal, bulan tiga perempat pertama, bulan penuh (purnama), bulan tiga perempat kedua, bulan seperempat akhir, sampai dengan bulan sabit tua Bahan : Ivory / Art Carton minimal 250 gram separasi 4 (empat) warna/full color, vernish. Ukuran : Minimal 60 x 90 cm Berisi informasi tentang posisi bumi, bulan beserta cahaya matahari dan tahapantahapan penampakan bulan. Bahan : Ivory / Art Carton minimal 250 gram separasi 4 (empat) warna/full color, vernish. Ukuran : Minimal 60 x 90 cm Berisi tentang Posisi Gerhana Matahari dan keterangannya. Bahan : Ivory / Art Carton minimal 250 gram separasi 4 (empat) warna/full color, vernish. Ukuran : Minimal 60 x 90 cm Berisi tentang Posisi Gerhana Bulan dan keterangannya. Dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan Buku : Ukuran : A4/A5/B5 Bahan Cover : Minimal Ivory/AC 210 gr Bahan Isi : Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : Minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : Full Color

1 Buah

3.

Menunjukkan kedudukan mataharibumi-bulan saat terjadi gerhana matahari

Poster Gerhana Matahari

1 Buah

4.

Menujukkan kedudukan matahari-bumi-bulan saat terjadi gerhana bulan

Poster Gerhana Bulan

1 Buah

5

Panduan pembelajaran pemanfaatan Kit yang menunjang pendalaman materi Simulasi Fase-fase
Bulan

Buku Panduan Pembelajaran IPA

1 eks

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkab dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

20

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS KIT IPS, GEJALA ALAM DAN BENTANG ALAM
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

1

MEMAHAMI KIT GEJALA ALAM Kit tentang Gejala Alam Berfungsi: 1. Memudahkan siswa mengenali gejala-gejala alam gunung berapi 2. Memudahkan siswa mengenai proses terjadinya aktivitas alam 3. Memotivasi siswa untuk lebih memahami ciri-ciri terjadinya aktivitas alam 4. Memperkenalkan kepada siswa daerah-daerah rawan tsunami 5. Memperkenalkan kepada siswa daerah-daerah rawan gempa 1. Membantu siswa agar dapat MODEL GUNUNG Gunung Berapi mengenali legenda-legenda BERAPI Ukuran : 19 X 19 X 6 cm yang terdapat pada gunung Bahan : Plastik Inject berapi Warna : Full colour dengan 2. Siswa dapat menjelaskan pewarnaan menggunakan teknik proses aktivitas gunung berapi paint brush 3. Siswa dapat mendeskripsikan Pada ke-empat sisi model terdapat peristiwa gempa bumi susunan lapisan tanah dan pada 4. Siswa dapat mendeskripsikan belahan gunung berapi terdapat jenis-jenis gempa bumi lapisan gunung berapi. 5. Siswa dapat mengetahui dan Salah satu model dapat digerakkan memahami peristiwa sebelum untuk melihat penampang melintang terjadinya gunung meletus gunung berapi. Alas: Ukuran : Disesuaikan dengan luasnya gunung berapi Bahan : MDF Warna : Natural/kontras dengan model, Bahan Percobaan : Asam cuka encer 100 ml, Natrium Bicarbonat 25 gram, Bubuk Warna Hitam 25 gram, Pewarna Merah, 30 ml disertai dengan sendok Tempat penyimpanan Botol plastic

1

2

1. Siswa dapat mendeskripsikan macam - macam patahan 2. Siswa dapat mendemonstrasikan proses proses patahan 3. Siswa dapat menyebutkan patahan yang ada di Indonesia dan Dunia

MODEL PATAHAN

PATAHAN Terdiri dari 3 model patahan bumi. Masing-masing model terdapat gambar 3 susunan lapisan batuan dan aliran sungai dan masing-masing model patahan dapat diletakkan pada penopang patahan Ukuran keseluruhan: 49 x 10 x 17,5 cm Bahan : Plastik Warna : Full colour, dan menarik PENOPANG PATAHAN Ukuran : 8 x 6 x 1,5 cm Bahan : Busa Padat Warna : Berwarna

1

3

1. Siswa dapat mendeskripsikan macam - macam pelipatan 2. Siswa dapat mendemonstrasikan proses - proses pelipatan

MODEL LIPATAN

Ukuran : 49 x 7 x 5 cm Bahan : Foam

1

21

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

4

1. Siswa dapat menyebutkan pulau-pulau di Indonesia yang di lalui circum mediterania dan bersifat vulkanis 2. Siswa dapat menunjukkan gunung berapi yang ada di Indonesia 1. Siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk gunung berapi 2. Siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk/jenis letusan gunung berapi

POSTER PETA SEBARAN GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

Ukuran : 60 x 92 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, Poster dilengkapi dengan bingkai

1

5

POSTER GUNUNG API

Ukuran : 86 x 60 cm Bahan : Art Carton, 230 gram, Vernish UV Warna : Berwarna, jelas dan menarik poster dilengkapi dengan bingkai Ukuran : 60 x 90 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, jelas dan menarik poster dilengkapi dengan bingkai

1

6

1. Siswa dapat menyebutkan pulau - pulau di Indonesia yang dilalui circum mediterania dan bersifat vulkanis 2. Siswa dapat menyebutkan daerah rawan gempa bumi di Indonesia 1. Siswa dapat menyebutkan pulau - pulau di Indonesia yang dilalui circum mediterania dan bersifat vulkanis 2. Siswa dapat menyebutkan daerah rawan tsunami di Indonesia Model pembelajaran yang memanfaatkan penggunaan peralatan pendidikan pada pembelajaran di kelas

POSTER PETA SEBARAN DAERAH GEMPA BUMI DI INDONESIA

1

7

POSTER PETA SEBARAN RAWAN TSUNAMI DI INDONESIA

Ukuran : 60 x 92 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, jelas dan menarik poster dilengkapi dengan bingkai

1

8

MODUL PEMBELAJARAN

Ukuran : A4/B5/A5 Bahan isi : HVS 70 gr Bahan Cover : AC 210 gr Warna Isi : Berwarna Warna Cover : Full colour, vernish Ukuran : 29.5 x 21 cm Bahan isi : HVS 70 gr Bahan Cover : art carton 210 gr Warna Isi : Berwarna Warna Cover : Full colour, vernish Bahan : Plastik Corrugated Warna : Berwarna Ukuran : 61 x 29 x 20 cm

1

9

Panduan bagi siswa dalam memanfaatkan penggunaan peralatan pendidikan pada pembelajaran di kelas

LEMBAR KERJA SISWA

1

10

Wadah tempat menyimpan alat

TEMPAT PENYIMPANAN

1

KIT TENTANG BENTANG ALAM Kit ini Berfungsi : a. Memudahkan siswa mengenali nama-nama bentukan bumi b. Memudahkan siswa mendiskripsikan nama-nama bentukan bumi c. Memudahkan siswa mengenali nama bentukan manusia d. Memudahkan siswa mendiskirpsikan bentukan manusia 11 1. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan alami yang ada di propinsi tempat tinggalnya (dalam bentuk tiga dimensi) 2. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan buatan manusia yang ada di propinsi tempat PETA 3 DIMENSI TENTANG BENTANG ALAM Ukuran : 36 X 38 cm Bahan : Plastik Warna : Berwarna, Tempat Penyimpanan : Dus Corrugated Menyajikan 44 legenda dalam bentuk 3 dimensi untuk dapat menunjukkan sauatu bentukan (alam/buatan) dan tinggi rendah suatu daratan. 1

22

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

12

tinggalnya (dalam bentuk tiga dimensi) 3. Siswa dapat mengenali kenampakan alami dan buatan kurang lebih 44 legenda 1. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan alami yang ada di propinsi tempat tinggalnya (dalam bentuk model) 2. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan buatan manusia yang ada di propinsi tempat tinggalnya (dalam bentuk model) 3. Siswa dapat mengenali kenampakan alami dan buatan paling sedikit 6 legenda

Keterangan legenda terdiri dari 2 bahasa.

RELIEF DARATAN

MODEL Ukuran : 28 X 19 X 6 cm Bahan : Plastik Inject Warna : Full colour dan menarik, pewarnaan menggunakan teknik paint brush Pada kedua sisi model terdapat susunan lapisan tanah ALAS Ukuran : disesuaikan dengan ukuran model Bahan : MDF Warna : Natural/kontras dengan model,

1

13

1. Siswa dapat mengenali, mendeskripsikan dan mendefinisikan bentuk - bentuk relief dasar laut 2. Siswa dapat mengenali 5 legenda relief dasar laut

MODEL RELIEF DASAR LAUT

Pada permukaan relief dapat diisi air untuk menggambarkan permukaan air laut. Lapisan pada ke 4 sisinya menggambarkan susunan/lapisan tanah. Ukuran : 29 x 18 x 8 cm Bahan : Raisin/plastik Warna : Berwarna dengan pewarnaan menggunakan teknik paint brush Ukuran : 95 X 65 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, Jelas dan Menarik Poster dilengkapi dengan bingkai Ukuran : 95 X 65 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, Jelas dan Menarik Poster dilengkapi dengan bingkai

1

14

1. Siswa dapat mengenali proses terjadinya gelombang laut 2. Siswa dapat mengenali faktorfaktor terjadinya gelombang laut

POSTER GELOMBANG LAUT

1

15

1. Siswa mendapatkan gambaran dan mengetahui tentang kehidupan bawah laut berdasarkan kedalamannya 2. Siswa dapat mengetahui zonazona pada lautan berdasarkan kedalaman Siswa dapat mengenali batas laut teritorial, landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif wilayah negara Indonesia serta keuntungannya bagi kita 1. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan alami yang ada di propinsi tempat tinggalnya 2. Siswa dapat mengenali dan mendefinisikan nama - nama bentukan buatan manusia yang ada di propinsi tempat tinggalnya 3. Siswa dapat mengenali kenampakan alami dan buatan kurang lebih 40 legenda

POSTER ZONA KEDALAMAN LAUT

1

16

POSTER BATAS LAUT INDONESIA

Ukuran : 60 X 92 cm Bahan : Art Carton 230 GR, Vernish UV Warna : Berwarna, Jelas dan Menarik Poster dilengkapi dengan bingkai Ukuran : 80 x 65 cm Bahan : Art Carton, 230 gram, Vernish UV Warna : Berwarna, Poster dilengkapi dengan bingkai

1

17

POSTER TENTANG BENTANG ALAM

1

23

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

4. Poster dapat digunakan oleh guru untuk menerangkan di depan kelas 18 Alat bantu guru untuk menerangkan tentang tampilan irisan kulit bumi di depan kelas POSTER IRISAN KULIT BUMI Jumlah : 1 buah Ukuran : 80 x 65 cm Bahan : Art Carton, 230 gram, Vernish UV Warna : Berwarna, Poster dilengkapi dengan bingkai Ukuran : A4/B5/A5 Bahan isi : HVS 70 gr, Bahan Cover : art carton 210gr Warna Isi : Berwarna , Jelas dan Menarik Warna Cover : Full colour, vernish Ukuran : A4/B5/A5 Bahan isi : HVS 70 gr Bahan Cover : art carton 210gr Warna Isi : Berwarna , Warna Cover : Full colour, vernish Bahan : Plastik Corrugated Warna : Berwarna, Ukuran : 40 x 38 x 13 cm 1

19

Model pembelajaran yang memanfaatkan penggunaan peralatan pendidikan pada pembelajaran di kelas

MODUL PEMBELAJARAN

1

20

Panduan bagi siswa dalam memanfaatkan penggunaan peralatan pendidikan pada pembelajaran di kelas

LEMBAR KERJA SISWA

1

21

Wadah tempat menyimpan alat

TEMPAT PENYIMPANAN

1

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) 22 1. Menujukkan Negara-negara di wilayah Asia Tenggara 2. Menunjukkan ukuran ukuran (luas dan jarak) wilayah Asia Tenggara dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Asia Tenggara 4. Dapat digunakan untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomenafenomena geografi di permukaan bumi khususnya Wilayah Asia Tenggara 1. Menujukkan posisi atau lokasi AFRIKA di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah wilayah AFRIKA dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Wilayah AFRIKA 4. Dapat digunakan untuk mempelajari hubungan timbale balik antara fenomenafenomena geografi di permukaan bumi khususnya Wilayah AFRIKA 1. Menujukkan posisi atau lokasi wilayah AMERIKA di permukaan bumi PETA ASEAN PHYSICAL Ukuran Bahan Ukuran Gambar Skala Sekitar Jenis bahan : 125 cm x 95 cm : 87 x 114 cm : 1 : 5.600.000 : Plexy 260 gram 1

Keterangan: Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan minimal tahun 2008. Bingkai : Kayu

23

PETA AFRIKA PHYSICAL

Ukuran Bahan : 129 cm x 85 cm Ukuran Gambar : 116 cm x 79 cm Skala : 1 : 13.300.000 Jenis Bahan : Plexy 260 gram Keterangan : Pada peta harus tertera Nama Penerbit, tahun pembuatan minimal tahun 2006 Bingkai : kayu

1

24

PETA AMERIKA PHYSICAL

Ukuran Bahan : 116 cm x 101 cm Ukuran Gambar : 106 cm x 96 cm Skala : 1 : 16.000.000

1

24

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah wilayah AMERIKA dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di wilayah AMERIKA 4. Dapat digunakan untuk mempelajari hubungan timbale balik antara fenomenafenomena geografi di permukaan bumi khususnya Wilayah Amerika 25 1. Menujukkan posisi atau lokasi ASIA di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arahwilayah ASIA dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di wilayah ASIA 4. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena - fenomena geografi di permukaan bumi khususbya Wilayah Asia 1. Menujukkan posisi atau lokasi Australia dan Selandia Baru di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah Australia dan Selandia Baru dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Australia dan Selandia Baru 4. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena - fenomena geografi di permukaan bumi khususnya di wilayah Australia dan Selaindia Baru 1. Menunjukkan posisi atau lokasi Dunia di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah Dunia di permukaan bumi 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Dunia 4. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena - fenomena geografi di permukaan bumi PETA ASIA PHYSICAL

Jenis Bahan Keterangan

Bingkai

: Plexy 260 gram : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan paling lama tahun 2006 : Kayu

Ukuran Bahan : 88 cm x 125 cm Ukuran Gambar : 81 x 119 cm Skala : 1 : 13.300.000 Jenis Bahan : Plexy 260 gram Keterangan : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan paling lama tahun 2006 Bingkai : Kayu

1

26

PETA AUSTRALIA DAN SELANDIA BARU PHYSICAL

Ukuran Bahan Ukuran Gambar Skala Jenis Bahan Keterangan

Bingkai

: 92 cm x 124 cm : 82 x 121 cm : 1 : 5.000.000 : Plexy 260 gram : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan minimal tahun 2006 : Kayu

1

27

PETA DUNIA BESAR PHYSICAL

Ukuran Bahan : 125 cm x 174 cm Ukuran Gambar : 115 cm x 162 cm Skala : 1 : 25.000.000 Jenis Bahan : Plexy 260 gram Keterangan : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan minimal tahun 2006 Bingkai : Kayu

1

25

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standar/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

28

1. Menunjukkan posisi atau lokasi Eropa di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah Eropa dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Eropa 4. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena - fenomena geografi di permukaan bumi 1. Menujukkan posisi atau lokasi Indonesia di permukaan bumi 2. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) dan arah Indonesia dengan skala 3. Menggambarkan bentuk bentuk di permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai dan bentuk - bentuk lainnya di Indonesia 4. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena - fenomena geografi di permukaan bumi khususnya wilayah Indonesia

PETA EROPA PHYSICAL

Ukuran Bahan : 101 cm x 131 cm Ukuran Gambar : 95 x 126 cm Skala : 1 : 5.000.000 Jenis bahan : Plexy 260 gram Keterangan : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan minimal tahun 2006 Bingkai : Kayu

1

29

PETA INDONESIA PHYSICAL

Ukuran Bahan : 87 cm x 118 cm Ukuran Gambar : 76 cm x 111 cm Skala : 1 : 4.750.000 Jenis Bahan : Art Carton 230 gram Keterangan : Pada peta harus tertera Nama Perusahaan dan tahun pembuatan minimal tahun 2006 Bingkai : Kayu

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

26

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN KIT ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA (IPBA)
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Barang
(3)

Standar / Spesifikasi Teknis
(4)

Jumlah
(5)

1

Untuk memperagakan sistem peredaran planet bumi mengitari matahari

Model Planetarium

Dilengkapi skala dudukan 4 musim, Model perputaran Bumi mengelilingi Matahari dilakukan dengan cara memutar tangkai dengan sistem gir Ukuran Bahan Warna Ukuran Bahan Diskripsi Ukuran Bahan Warna : : : : : : : : : ± Ø 140 mm Plastik Inject/Cetak Merah ± Ø 60 mm Plastik diselimuti Peta Bumi ± Ø 15 mm Plastik Putih Mutiara 1 Buah

Matahari

Bumi

1 Buah

Bulan

1 Buah

2

Untuk mengenalkan pola rasi bintang

Model Peta Langit

Peta Bintang berbentuk bulat/bola dan terdapat globe kecil di dalamnya. Peta Rasi Bintang tergambar pada seluruh permukaan Ukuran Bahan Warna Ukuran Bahan Warna : : : : : : ± Ø 150 mm Plastik Transparan ± Ø 15 mm Plastik Biru 1 Buah

Peta Langit

Bumi Untuk mengenali bendabenda langit dalam susunan tata surya

1 Buah

3

Model Tata Surya

Model surya dan delapan planet, semua planet dapat beredar lancar mengelilingi surya. Ukuran Surya Bahan Warna Ukuran Bahan Warna Diskripsi : : : : : : : ± Ø 9 cm Plastik, lengan Plastik Orange ± Ø 200 mm Plastik ABS Hitam dilengkapi tempat untuk 4 (empat) buah baterai dan terdapat saklar On/Off A4/A5/B5 Art Karton 210 gr HVS 70 gr Berwarna Menyesuaikan Sterofom berpola Menyesuaikan Dus

1 set

9 Buah

4

Tempat untuk meletakkan model planetarium.

Landasan

1 Buah

5

Buku Petunjuk

Ukuran Bahan Cover Isi Cetak Ukuran Bahan Ukuran Bahan

: : : : : : : :

1 Exp

6

Tempat untuk meletakkan alat Sebagai pelindung dudukan alat

Dudukan Alat

1 Buah

7

Kotak Alat

1 Buah

8

Panduan pembelajaran pemanfaatan Kit yang menunjang pendalaman materi IPBA

Buku Panduan Pembelajaran IPA

Buku : Ukuran : A4/A5/B5 Bahan Cover : Minimal Ivory/AC 210 gr Bahan Isi : Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : Minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : Full Color

1 eks

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

27

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA INTERAKTIF DASAR
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

1

2

3

4

5

 Mendukung pengenalan huruf dan kemampuan melafalkan alfabet dengan ucapan yang tepat  Mendorong aktifitas siswa untuk mengenal huruf dan bentuk kata secara interaktif.  Mendukung kemampuan membaca dengan ucapan kata yang benar  Mendukung kemampuan membaca dengan frasa dan ucapan kata yang benar  Mendukung kemampuan menyusun kalimat sederhana dengan ucapan yang tepat  Mendukung kemampuan membaca kalimat sederhana  Mendukung kemampuan memahami kalimat, pesan tertulis, dan teks deskriptif bergambar sederhana secara tepat

Kotak Peralatan pendidikan Siswa

Kotak Peralatan pendidikan adalah tempat menyimpan lembar (badge) keping huruf, gambar, kata, CD/Buku Pengayaan serta CD/Buku Petunjuk Guru. Bahan : minimal plastik Ukuran : minimal 35 x 22 x 15 cm Ukuran : minimal 45 x 60 cm Bahan : minimal kain nylex System : Bordir Abjad dibordir dengan system tatami Warna : Berwarna dan menarik Ukuran : minimal 35 x 75 cm Bahan : minimal kain nylex System : Bordir Warna : Berwarna dan menarik Ukuran : minimal 7 x 8 cm Bahan : minimal kain flanel System : Bordir Warna : Berwarna dan menarik Bisa ditempel ke lembar peraga dengan system lekat Ukuran : minimal 7,5 x 8,5 cm Bahan : minimal kain flanel System : Bordir Warna : Berwarna dan menarik Bisa ditempel ke lembar peraga dengan sistem lekat Ukuran : minimal 4,5 x 19,5 cm Bahan : minimal kain flanel System : Bordir Warna : Berwarna dan menarik Jumlah minimal : 26 pcs Bisa ditempel ke lembar peraga dengan sistem lekat Ukuran : minimal 4,5 x 9 cm Bahan : minimal kain flanel System : Bordir Warna : Berwarna dan menarik Bisa ditempel ke lembar peraga dengan sistem lekat Ukuran : minimal 75 x 80 cm Bahan : minimal dari impraboard dilapisi kain perekat dengan bingkai bahan dari plastik. Ukuran : minimal 50 x 100 cm dengan ketinggian bisa disesuaikan. Bahan : minimal alumunium Ukuran : A4/A5/B5 Bahan Isi : minimal HVS 70 gr Bahan Cover : minimal Ivory/AC 210 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : full color

1 Buah

Lembar Peraga Mengenal Abjad

1 Buah

Lembar Peraga Mengenal Kata

1 Buah

Lembar Keping (Badge) Huruf Kecil

48 Buah

Lembar Keping (Badge) Gambar

26 Buah

6

Lembar Keping (Badge) Kosakata

26 Buah

7

Lembar Keping (Badge) Suku Kata

190 Buah

8

Papan Klasikal

1 Buah

9

Tiang Penyangga Papan Klasikal Panduan bagi guru dalam memanfaatkan alat. Buku Petunjuk Guru

1 Buah

10

1 Eksp

28

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi Isi
(4)

Jumlah
(5)

11

Buku sebagai penunjang dalam pemanfaatan alat

Buku Penunjang Pengayaan

12

Panduan bagi guru dalam memanfaatkan alat

CD Petunjuk Guru

13

Panduan bagi guru dalam memanfaatkan alat dan merupakan pengayaan terhadap alat yang ada

CD Petunjuk Pengayaan

Ukuran : A4/A5/B5 Bahan Isi : minimal HVS 70 gr Bahan Cover : minimal Ivory/AC 210 gr Jilid : Jahit Kawat, Perfect Binding Cetak Isi : minimal 1 (satu) warna Cetak Cover : full color Jumlah Buku : Minimal 5 Jilid Ukuran Compact Disc (CD) diameter minimal 12 cm Bahan CD : Polycarbonite Cetak label CD : Full color Ukuran Compact Disc (CD) diameter minimal 12 cm Bahan CD : Polycarbonite Cetak label CD : Full color

5 Eksp

1 CD

3 CD

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

29

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi Isi
(4)

1

 

Mendukung kemampuan melafalkan alfabet dengan ucapan yang tepat Mendukung kemampuan membaca dan menulis kata dengan ucapan yang benar Mendukung kemampuan membaca dan menulis frasa dengan ucapan yang benar Mendukung kemampuan membaca dan menulis kalimat sangat sederhana dengan ucapan yang tepat Mendukung kemampuan membaca kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana dengan tekanan dan intonasi yang tepat Mendukung kemampuan membaca dan menulis teks sangat sederhana Mendukung kemampuan memahami kalimat sangat sederhana Mendukung kemampuan memahami pesan tulis sederhana Mendukung kemampuan memahami kalimat, pesan tertulis, dan teks deskriptif bergambar sederhana secara tepat

Kotak Peralatan pendidikan Siswa

Terbuat dari karton dilapisi vinyl dan di atasnya terdapat pegangan tangan untuk menjinjing. Kotak peralatan pendidikan adalah tempat menyimpan papan alas, lembar kerja siswa dan keping huruf. Isi minimal : 1) 5 (lima) buah papan alas siswa, terbuat dari plastik cetakan untuk menempatkan keping huruf. 2) 5 set (lima) keping huruf terbuat dari Ivory (800 gram)/Art carton (800 gr) yang dilaminating. Huruf di sablon 2 muka (bolak-balik), dengan kombinasi warna. 3) Keping huruf terdiri dari a sampai z dan tanda-tanda baca. Jumlah keping huruf yang tersedia mencukupi kebutuhan lembar kerja siswa untuk keperluan cadangan, keping huruf vokal (a,i,u,e,o) masing-masing ditambah 3 keping, sedangkan huruf lainnya dan tanda baca masingmasing ditambah 1 (satu) keping, sehingga masing-masing warna minimal berjumlah 160 keping huruf. 4) Lembar Kerja Siswa sebanyak 5 (lima) set, masing-masing terdiri dari 20 lembar kerja bergambar termasuk lembar kerja "Hidden Word", terbuat dari duplex 350 gr, cetak bolak-balik, separasi empat warna. 5) CD Interaktif minimal berisi : pengenalan huruf, soal-soal latihan, numerik, hidden word, thematic vocabulary, soal pilihan ganda, kata kerja dan reading time. CD bersifat autorun dan diutamakan yang sudah memiliki hak cipta. Ukuran : Compact Disc (CD) diameter 12 cm Bahan CD : Polycarbonite, cetak mesin Bahan Cover CD : Minimal Plastik Cetak label Cover : Full-Color CD Original dengan label dan cover CD yang dicetak full Color 6) Buku Petunjuk Ukuran : Minimal 19cm x 26 cm Isi Buku : Minimal 10 -15 Halaman Jenis Kertas Isi : Minimal HVS 70 gram, Full Color Jenis Kertas Cover : Minimal Art Carton 150 gr, Full Color

30

No.
(1)

Fungsi
(2)

Nama Alat
(3)

Standard/Spesifikasi Isi
(4)

2

 Mendukung kemampuan mengeja kata bahasa Inggris sangat sederhana  Mendukung kemampuan mengeja frasa bahasa Inggris sangat sederhana  Mendukung kemampuan mengeja kalimat bahasa Inggris sangat sederhana  Mendukung kemampuan menggunakan tanda baca dengan benar  Mendukung kemampuan menulis teks fungsional pendek bahasa Inggris  Mendukung kemampuan menulis bahasa Inggris sederhana, misalnya; ucapan selamat dan pesan tertulis.  Mendukung kemampuan menulis kartu-kartu ucapan sederhana

Papan Klasikal

Ukuran : Minimal 115 cm x 75 cm Terdiri dari dua muka, satu muka terbuat dari formika warna putih untuk menulis, dan satu muka terbuat dari triplek/ MDF terbagi menjadi 5 (lima) baris dari bahan alumunium dengan panjang minimal 80 cm untuk menempatkan kartu huruf . Dilengkapi dengan lembar klasikal minimal 20 lembar, cetak bolak-balik,separasi empat warna serta iron klip (lebar min. 10 cm) untuk menjepit lembar klasikal.

Catatan : Setiap 1 (satu) paket alat dan kelengkapannya dimasukkan dalam wadah atau terbungkus plastik dan dimasukkan ke dalam dus yang tercetak nama peralatan pendidikan dan jumlah isi yang terdapat didalamnya.

31

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA DAN KESEHATAN
No (1) 1 Fungsi (2) 1. Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerja sama regu, sportivitas, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar, serta nilai kerja sama, sportivitas, dan kejujura 3. Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran 1. Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerja sama regu, sportivitas, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar, serta nilai kerja sama, sportivitas, dan kejujura 3. Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujura 1. Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerja sama regu, sportivitas, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar, serta nilai kerja sama, sportivitas, dan kejujuran 3. Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan Nama Alat (3) Bola Kaki No. 5 Bahan Spesifikasi (4) : Kulit sintetis Polyurethan microfiber, dijahit rapi, menggunakan bola dalam Butyl 80%. Bentuk : bulat. Keliling 68 s.d 71 cm, berat 396 s.d. 453 gr. Sesuai ketentuan FIFA, SNI 19-9001-2001 Jumlah (5) 2 buah

2

Bola Futsal No. 4

Bahan

: Kulit sintetis Polyurethan Microfiber, dijahit rapi, menggunakan bola dalam Hans/Butyl 80%. Bentuk : bulat. Keliling 63 s.d. 66 cm, berat 330-370 gr. Sesuai ketentuan FIFA.

2 buah

3

Bola Voli

Bahan

: kulit sintetis Polyurethan microfiber, dilem rapi, menggunakan bola dalam Butyl 80%, lunak dan lentur, Bentuk : Bulat, Keliling 65 s.d 67 cm, berat 200 s.d. 280 gr. Dikulit luar tercetak ukuran tekanan angin. Sesuai Ketentuan FIVB, SNI 12-1286-1996 Bahan : Terbuat dari bahan nylon atau katun pada bagian atas ditutup dengan kain plastik sebagai tempat tali perentang dengan lebar 4-6 cm. Bentuk : Berbentuk jaring dengan

2 buah

4

Net Bola Voli

2 buah

32

No (1)

Fungsi (2) kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran

Nama Alat (3)

Spesifikasi (4) lebar net 1 m panjang net 9m Net direntangkan dengan kawat sling dan tali untuk mengikat dan meregangkan bagian bawah. Ukuran lubang jaring 15 x 15 cm/10 x 10 cm. : Bulu angsa, jumLah bulu 16 helai, : Panjang 62 s.d. 70 mm, diameter gabus 2,5 s.d 2,8 cm, berat 4,74 s.d 5,5 gr. : putih SNI 12-0036-1996 : 10 buah : Carbon Nanotube. : panjang sekitar 67,5 cm, lebar 23 cm, panjang area senar 25 cm dan lebar area senar 22 cm. : Sudah terpasang dengan toleransi tegangan: Main 1820lbs (8-9kg) dan Cross 2022lbs (9-10kg). : Katun : panjang sekitar 645 cm, lebar 70 cm ukuran kotak-kotak (jaring) 2 cm x 2 cm. : Net harus berwarna gelap, kecuali bibir net harus berwarna putih dengan ketebalan bibir net 66 mm dilengkapi tali nylon 0.5cm untuk mengikat pada bagian atas dan bawah net. : tidak ditentukan, termasuk bentuk atau berat tetapi bat harus datar (flat) dan kaku (rigid) : Sekurang-kurangnya 85% dari ketebalan bat harus terbuat dari kayu alam (natural wood); sebarang lapisan-tambahan (adhesive layer) boleh ditambahkan sebagai penguat di dalam bat dengan bahan-berserat (fibrous material) seperti serat carbon (carbon fibre), serat kaca (glass fibre) atau kertas yg dimampatkan (compressed paper), tapi tidak boleh lebih tebal dari 7,5% dari total ketebalan atau kira-kira 0,35mm, atau bahkan lebih tipis lagi. : Permukaan bat berwarna merah dan hitam. SNI 12-0799-1995

Jumlah (5)

5

6

1. Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil, serta nilai kerjasama, sportivitas, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil, serta nilai kerja sama, sportivitas, dan kejujura 3. Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran 7

Shutlekock

Bahan Ukuran

1 slop

Warna Isi Bahan Ukuran

Raket bulutangkis

4 buah

Senar

Net bulutangkis

Bahan Ukuran

2 buah

Warna

8

1. Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil, serta nilai kerjasama, sportivitas, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil, serta nilai kerja sama, sportivitas, dan kejujuran

Bad tenis meja

Ukuran

4 buah

Bahan

3. Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran Warna

9

Bola tenis meja

Ukuran : Berbentuk bulat berongga

1 Slop

33

No (1) 4.

Fungsi (2)

Nama Alat (3)

Spesifikasi (4)

Jumlah (5)

10

Meja tenismeja

dengan diameter 40 mm Berat 25 gr dari bahan seluloid atau bahan plastik serupa Warna : Putih atau Orange, dan tidak kasat/tidak licin mengkilap. SNI 12-1285-1996 (1 slop = 10 buah) Bahan : Kayu, dicat warna hijau, kaki 1 set dari besi. Model : Dapat dilipat dan terdapat 8 roda untuk memudahkan penyimpanan dan mudah dipindah-pindahkan. Ukuran : Panjang 274 cm, lebar 152,5 cm, tinggi meja dari lantai 76 cm. Tebal garis sisi dan garis tengah 2 cm, berwarna putih. Pantulan bola pada meja yang diperkenankan 23 cm dari bola yang dijatuhkan pada ketinggian 30 cm
Bahan : Busa Super (rebounded) density 90 % Ketebalan 15 cm dilapisi busa karet atas dan bawah tebal 2 cm dibungkus bahan tripolin Ukuran : 200x 100 x 15 cm, dilengkapi perekat samping dan pegangan bahan tripolin. 2 buah

11

1. Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat, dan loncat, dengan memperhatikan nilai-nilai pantang menyerah, sportifitas, percaya diri, dan kejujuran 2. Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik, serta nilai semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran 3. Mempraktikkan senam lantai tanpa menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama dan estetika 4. Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai disiplin dan kerja sama 5. Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran 6. Mempraktikkan bentukbentuk rangkaian gerak senam ketangkasan dengan koordinasi dan kontrol yang baik, serta nilai keselamatan,

Matras senam

34

No (1)

Fungsi (2) disiplin, dan keberanian 1. Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran 2. Mempraktikkan aktivitas untuk kelincahan dengan kualitas gerak yang meningkat , serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran

Nama Alat (3) Tongkat estafet (set isi lima) Bahan

Spesifikasi (4) : Pipa alumunium elektroplatting bagian pangkal dan ujungnya ditekuk kedalam, tanpa sisi tajam dan tanpa tutup Warna : Masing-masing warna berbeda Berat : 20 gram, Ukuran : Panjang 28 cm, Diameter luar 2 cm

Jumlah (5)

12

1 set

13

Catur

Bentuk

Catur Bahan Peralatan Olahraga Anak (POA) 14 Tas POA Ukuran Warna Bahan Ukuran

: 64 kotak persegi ( 8 baris dan 8 kolum) yang disusun dalam dua warna berselangseling (hitam dan putih) : ukuran 8 inch : Kayu

8 buah

Kantong

15

Bola Soft Tenis

16

Bola POA

17

Bola Ayun  Besar

Kecil

: p x l x t = 100 x 20 x 60 cm : biru – merah : Kain sintetik : p x l x t = 25 x 15 x 20 cm = 25 x 25 x 40 cm = 60 x 33 cm = 30 x 29 cm Bahan : Kain Parasut Warna : Warna-warni Bola soft tenis: Ukuran : Bola Tenis diameter 7 cm Warna : Kuning-merah, kuningorange, kuning-hijau, Bahan : Soft tenis ball, karet berlapis kasa Daya pantul : 50% Ukuran : 3, diameter 21 cm, jahit tangan Bahan : Kulit sitetis segi lima Warna : putih-biru Inflate : 6-8 lbs Daya pantul : 60% Ukuran : diameter 13 cm Berat : 0,5 kg Pegangan:32 cm, jahit kuat kanan-kiri Bahan : Kain sintetik diisi kain perca Warna : Merah, biru, hijau, kuning, Ukuran : diameter 10 cm Berat : 0,3 kg Pegangan:28 cm, jahit kuat kanan-kiri Bahan : Kain sintetik diisi kain perca Warna : Merah, biru, hijau, kuning, Ukuran : Panjang keseluruhan 45 cm Diameter 3 cm Berat : + 100 gram Bahan : Pralon kualitas baik, bagian ujung dan ekor/sirip dari karet, pegangan dari karet Warna : merah-kuning Ukuran : Setel tinggi; 50 cm/ 45 cm/ 25 cm. Panjang 50 cm Bahan : Impraboard Warna : Merah, biru, kuning (masingmasing 2 buah)

1

4

12

4

4

4

18

Roket/Rudal

8

19

Gawang Aman

8

35

No (1) 20

Fungsi (2)

Nama Alat (3) Petak Lompat

Spesifikasi (4) Ukuran : 40 x 40 cm Tebal : 6 mm Bahan : spon hati Warna : merah (5), biru (5) Ukuran : 30 cm x 10 cm Tebal : 12 mm Bahan : Kayu Warna : Biru-merah (kombinasi) Ukuran : Panjang 90 cm, Lebar 2 cm, Tebal 2 cm Bahan : Karet Warna : Biru (5), Merah (5) Ukuran : Tinggi 40 cm, Diameter dasar 19 cm Bahan : Plastik Warna : Kuning Ukuran : Diameter 17 cm Bahan : Karet Warna : Kuning 50 halaman berjudul : Peralatan Olahraga Anak (POA) untuk pengembangan Multilateral Berisi audio Visual permainan olahraga untuk anak dan Kid Altetics

Jumlah (5) 10

21

Clapper

1

22

Bilah

10

23

Cones

10

24

Gelang Raja

25

Buku POA

1

26

CD POA

1

36

CONTOH STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN PENDIDIKAN KESENIAN
No. (1) 1 Fungsi (2) 1. Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, dan apresiasi karya musik melalui permainan alat musik konvensional yakni alat musik nontradisional seperti gitar, piano, biola, drum, saxophone, dll. 2. Mengekspresikan diri melalui karya seni music 3. Menghubungkan antara simbol nada dengan elemen musik 4. Menghubungkan antara simbol nada dengan tempo dalam lagu 5. Memainkan alat musik melodis sederhana 6. Menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan iringan alat musik 7. Mementaskan pertunjukan nyanyian lagu daerah dan lagu Nusantara dengan iringan musik sederhana Nama Alat (3) Gitar Akustik Back body Top body Neck Headstock Fingerboard Bridge Tuners Saddle & nut Body Depth 3.94") Senar Spesifikasi (4) : Sengon / Nato / Meranti : Plywood (tripleks) / Spruce : Mahogany (kayu mahoni)/Nato : Mahogany : Rosewood (sonokeling) : Rosewood : Die-cast Crome : Hard plastic / tulang : 80-110mm (3.00": String/Nylon 1,2,3,4,5,6 (terpasang 1 set dan cadangan 1 set) : Gloss Finish Jumlah (5) 3 buah

Finish

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD. Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

MOHAMMAD NUH

Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM NIP 196108281987031003

37

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->