P. 1
Asuhan Keperawatan Penyimpangan Seksual

Asuhan Keperawatan Penyimpangan Seksual

|Views: 703|Likes:
Published by Anggun Rachmawati

More info:

Published by: Anggun Rachmawati on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik.

B. Masalah Masalah yang kami angkat adalah “apa itu penyimpanagn seksual?”

C. Tujuan Tujuan makalah kami ini adalah menjelaskan penyimpangan seksual..

BAB II PEMBAHASAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN PENYIMPANGAN SEKSUAL

A. Pengertian Seks merupakan kegiatan fisik, sedangkan seksualitas bersifat total, multi-determined dan multi-dimensi. Oleh karena itu seksualitas bersifat holistik yang melibatkan aspek biopsikososial kultural dan spiritual. Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Perilaku penyimpangan seksual merupakan tingkah laku seksual yang tidak dapat diterima oleh masyarakat dan tidak sesuai dengan tata cara serta norma-norma agama. Penyimpangan seks dikuasai oleh kebutuhan-kebutuhan neorotis dengan dorongandorongan non-seks daripada kebutuhan erotis yang pada akhirnya menutun seseorang paad tingkah laku menyimpang. Menurut Kartono (1998:22) Ketidakwajaran seksual “sexual perversion” itu mencakup perilaku seksual atau fantasi-fantasi seksual yang diarahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual dengan jenis kelamin yang sama atau dengan partner yang belum dewasa dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima secara umum.

B. Penyebab Penyimpangan Seksual Menurut Waskito (1993:29) penyebab penyimpangan seks pada remaja disebabkan oleh : 1. Faktor intern a. Kelainan fisik sejak lahir b. Kelainan pengaruh obat c. Problem emosional 2. Faktor ekstern a. Lingkungan keluarga Pada saat ini di kota-kota besar terkadang dapat dikatakan bahwa keluarga kita pada umumnya bahwa keluarga kita pada umumnya tidak sempat lagi

selain itu diakibatkan tidak harmonisnya hubungan antara remaja dengan orang tua. Menurut Sarwono (1990:149) penyebab remaja melakukan penyimpangan perilaku seksual antara lain: 1. Perkenalan tersebut akibat dari lingkungan yang mendorong mereka tidak hanya mengenal seks tetapi sekaligus mempraktekkan hubungan seks diluar nikah. b. sehingga untuk melepaskan ketegangan itu remaja melakukan hubungan seksual. Di lain . hal ini dapat berakibat buruk jika seseorang yang sudah waktunya menikah belum menikah. Lingkungan sekolah Masalah seksual pada remaja mungkin terjadi karena kegagalannya sekolah formal untuk mensosialisasikan nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang akan membentuk disiplin para remaja. Para remaja mungkin bisa memalingkan muka atau mematikan TV. Perubahan-perubahan hormonal yang terjadi membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu. Meningkatkan libido seksual Kematangan organ kelamin mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual yang menyebabkan menegangnya alat kelamin. Lingkungan sosial Terjadi perubahan sosial dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai pada remaja. Penundaan usia perkawinan Taraf pendidikan yang semakin tinggi di masyarakat. Misalnya akibat broken home atau orang tua tinggalnya berjauhan padahal pada saat tertentu remaja sangat membutuhkan orang tua tetapi mereka tidak disisinya. 2. Adeganadegan itu mereka saksikan hampir setipa hari pada saatnya mereka seharusnya belajar dan beribadah. belum mendapatkan pekerjaan yang jelas. Dalam tubuh remaja diproduksi zat hormon kelamin yang mempunyai pengaruh pada alat-alat kelamin sehingga timbul dorongan seksual pada remaja. VCD yang menayangkan film dengan adegan kissing atau berkumpul di tepi pantai.memperhatikan kebutuhan remaja akan penerapan moral dan pendidikan agama pada putra-putrinya. c. maka semakin tertunda kebutuhan untuk melaksanakan perkawinan misalnya belum menyelesaikan studi karena tuntunan orang tua. Pada saat ini lembaga-lembaga pendidikan agaknya lebih banyak memusatkan muatan pengajaran pada masalah IPTEK dan kurang memaksimalkan masalah-masalah moralitas. Perkenalan remaja dengan seks sesungguhnya bukan sepenuhnya kesalahan mereka.

3. Kebiasaan Hidup Sehat dan Kondisi Kesehatan a.pihak terdapat norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang semakin tinggo untuk perkawinan. Tabu-larangan Di kalangan masyarakat terutama orang tua seks masih dibicarakan secara sembunyi-sembunyi dan sebagian lagi menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. Hanya aspek seksualitas yang telah dibedakan sejak fase konsepsi 2. Hal ini dikarenakan belum mengetahui masalah seksual dari orang tuanya yang mempunyai pandangan bahwa seks itu tabu. Hal ini sebagai akibat berkembangannya peran dan pendidikan wanita yang semakin sejajar dengan pria. Pertimbangan Perkembangan a. misalnya pendidikan. Pergaulan bebas Adanya kecenderungan pergaulan yang semakin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat dengan tidak mematuhi aturan dan norma yang berlaku. C. Faktor yang Mempengaruhi Seksualitas 1. Orang tua menganggap bahwa remaja akan mengetahui seks setelah mereka menikah dan melarang membicarakan seks dengan siapapun. blue film. sehingga mereka mencari informasi seks secara sembunyi-sembunyi dan belum jelas kebenarannya. ingin tahu dan mencoba atau meniru apa yang dilihat dan didengarnya. 5. melihat praktek seksual dan lain-lain. Dengan mudah kita dapat melihat perilaku penyimpangan seksual. Trauma atau stress dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk melakukan kegiatan atau fungsi kehidupan sehari-hari yang tentunya juga mempengaruhi ekspresi seksualitasnya. Proses perkembangan manusia mempengaruhi aspek psikososial. Kurangnya informasi tentang seks Dengan adanya teknologi yang canggih melalui media massa yang tidak terbendung akan mengakibatkan pengaruh buruk bagi remaja seperti buku-buku cabul. termasuk penyakit . Remaja dalam melihat teknologi yang canggih itu. Tubuh. pekerjaan dan batas usia minimum dalam menikah. 4. jiwa dan emosi yang sehat merupakan persyaratan utama untuk dapat mencapai kepuasan seksual b. emosional dan biologik kehidupan yang selanjutnya akan mempengaruhi seksualitas individu b.

bisa saja wajar bagi orang lain . dianggap tidak wajar c. Faktor budaya. Kebiasaan tidur.c. Kualitas hubungan seseorang dengan pasangan hidupnya sangat mempengaruhi kualitas hubungan seksualnya b. Berbagai bentuk ekspresi seksual yang diluar kebiasaan. untuk agama tertentu 7. Etik a. Apa yang diyakini salah oleh seseorang. istirahat. Konsep tentang keperawanan dapat diartikan sebagai kesucian dan kegiatan seksual dianggap dosa. gizi yang adekuat dan pandangan hidup yang positif mengkontribusi pada kehidupan seksual yang membahagiakan 3. Pengalaman dalam berhubungan seksual seringkali ditentukan oleg dengan siapa individu tersebut berhubungan seksual 4. Agama a. Budaya. ternyata berpengaruh terhadap ekspresi seksualitas seseorang b. termasuk pandangan masyarakat tentang seksualitas dapat mempengaruhi individu b. Peran dan Hubungan a. Konsep Diri Pandangan individu terhadap dirinya sendiri mempunyai dampak langsung terhadap seksualitas 5. Cinta dan rasa percaya merupakan kunci uatama yang memfasilitasi rasa nyaman seseorang terhadap seksualitas dan hubungan seksualnya dengan seseorang yang dicintai dan dipercayainya c. Tiap budaya mempunyai norma-norma tertentu tentang identitas dan perilaku seksual c. Seksualitas yang sehat menurut Taylor. Lilis & Le Mone (1997) tergantung pada terbebasnya individu dari rasa berssalah dan ansietas b. Budaya turut menentukan lama hubungan seksual. cara stimulasi seksual dan hal lain terkait dengan kegiatan seksual 6. Nilai dan Keyakinan a. Pandangan agama tertenmtu yang diajarkan.

dapat diatasi dengan a. Menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami perbedaan antara perilaku dan sikap orang lain dengan diri sendiri sebagai akibat dari pengaruh sosial budaya 3. menurut Stuart & Sundeen (1995). Perawat menyadari bahwa semua orang mengalami ketidakpastian. Perawat mengalami ansietas. Tahap Tindakan a. rasa takut dan syok b. tidak akan membantu klien dengan masalah seksualnya. Pada tahap terakhir ini. empat tahap proses kesadaran diri meliputi: 1. Menyadari dan merasa nyaman dengan seksualitas diri sendiri . Menggunakan pemahaman ini untuk membantu adaptasi klien dan keadaan sehat yang optimal 4. Proses Perkembangan Kesadaran Diri terhadap Seksualitas Tingkat kesadaran diri perawat terhadap seksualitas mempunyai dampak langsung pada kemampuannya melakukan intervensi keperawatan. Perawat mulai mengakui bahwa masalah yang berkaitan dengan seks dan seksualitas bersifat emosional 4. Memeriksa fakta bahwa seksualitas merupakan bagian integral dari keadaan manusia 2. klien dan masyarakat b. Menghindari tangguang jawab profesional dan tetap berpegang pada keyakinan pribadi b. 3. Perawat mulai menyadari bahwa menyalahkan diri sendiri atau masyarakat karena ketidaktahuannya. merasa tidak aman.D. Tahap Ketidaksesuaian Kognitif. akan memudahkan dan memungkinkan perawat untuk menjalankan empat tugas utamanya sebagai perawat berkaitan dengan yang dikemukakan oleh Johnson. bertanya-tanya dan bermasalah yang berkaitan dengan seksualitas. Berpengetahuan tentang seksualitas dan norma masyarakat 2. 1989 yaitu: 1. perasaan marah mulai berkurang b. Kemarahan umumnya ditujukan pada diri sendiri. Tahap Ansietas a. Dengan memahami ke empat tahap perkembangan kesadaran perawat tentang seksualitas. Tahap Marah a.

Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Ia masih inigin menguasai dan menodai mayat korbannya. memeluk dan meraba-raba tubuh mayat. karena keadaan yang mendorong pelaku-pelakunya untuk berbuat demikian. Dan mereka dapat dimasukkan ke dalam golongan lesbian pasif . misalnya yang dilakukan di asrama-asrama putri atau rumah penjara. Jenis-jenis Penyimpangan Perilaku Seksual 1. pemalu. terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Orang yang melakukan senggama dengan mayat dan merasa puas secara seksual. Perbuatan tersebut dapat disertai dengan membuat cacat mayat (nekrosadisme). Mayat yang sudah dikubur yang terdapat dalam kamar mayat atau dalam bangsal anatomi dicuri dan dipergunakan sebagai objek seksual b. Dalam keadaan normal mereka tidak melakukannya lagi. Transeksualisme Rasa tidak nyaman yang menetap dan adanya ketidakwajaran seks dengan preokupasi yang menetap (sedikitnya untuk 2 tahun) dengan menyisihkan karakteristik seks primer dan sekunder dan memperoleh karakteristik lawan jenis 4. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000). Homoseksual Homoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Lesbianisme Dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai deviasi seksual.E. Penyebabnya antara lain rasa minder. tidak mampu mengadakan sublimasi atau rasa dendam yang kronis. yaitu: a. 3. Dalam hal ini perbuatan nekrofil hanya merupakan sebagaian dari serangkaian perbuatan penuh emosi yang timbul dari nafsu agresi dan destruksi yang sangat kuat. kaum homoseksual yang "mencari" pasangannya melalui internet. 2. Nekrofilia terdapat dalam dua bentuk. melakukan masturbasi sambil memegang payudara dan alat kelamin mayat atau melakukan senggama dengan mayat. Nekrofilia Berasal dari kata nekros yang berarti mayat dan philein yang berarti mencintai. Perbuatan seksual atas mayat dapat berupa menciumi. Korban dibunuh (pembunuhan seksual) dan mayat korban segera dipergunakan sebagai objek seksual. Disini pembunuhan seksual bukan merupakan tujuan akhir.

pria memamerkan alat kelamin genitalnya dan wanita memamerkan payudaranya. tindakan. fantasi atau rangsangan lain yang melibatkan seorang anak atau lebih yang berusia 13 tahun kebawah 6. menurut Jeffcoate kira-kira 25% dan menurut Kinsey dkk kira-kira 28%. menganiaya dan menyakiti ( seperti memukul. dia engga merasa kalau secara fisik sudah disakiti (dicambuk. Eksibisionisme Kata ini berasal dari bahasa latin exhibere.dan dapat terikat dalam pernikahan. Sadisme Seksual Istilah ini muncul pertama kali dari seorang bangsawan Perancis. yang berarti menunjukkan. Namun demikian banyak diantara mereka yang menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual(perempuan -lelaki). Kedua. rendah diri dan sebagainya. Adapun menurut istilahnya orang yang merasa puasa dengan memamerkan organ tubuhnya sendiri kepada orang yang tidak dikenalnya dengan tujuan untuk mendapatkan kegairahan seksual. mencambuk) Orang yang seperti ini akan terus menerus mencari pasangan seks yang sesuai dengan keinginannya. Tindakan sadistik ini pola-nya ada dua versi: a. b. Penyebabnya antara lain pemalu. Lesbian yang aktif tidak akan menikah. Pertama. 5. seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang dia merasakan dirugikan dari tindakan tersebut. sedikitnya berlangsung selama 6 bulan antara rangsangan dan keinginan seksual. diikat dsb). 7. dipukul. kalau yang ini sudah jelas ini masuk dalam tindak pidana. Frekuensi lesbianisme cukup tinggi. bahkan orang tersebut merasakan juga kenikmatan seksual dengan cara seperti tadi. Terus perlu kita ketahui bahwa kelainan ini bisa terjadi dalam . Pedofilia Terjadinya hubungan yang menetap. Misalnya. Kepuasan seksual didapat dari melihat reaksi seperti: terperanjat. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada waktu atau setelah kejadian itu. seorang yang sadistik mempunyai pasangan seks yang memang pasangannya juga menikmati cara berhubungan seperti itu artinya. takut. akan tetapi hanya pasangan yang sejenis kelaminnya saja. kagum atau jijik yang berasal dari orang yang menyaksikannya. tanpa upaya lanjut untuk mengadakan aktivitas seksual dengan orang yang tidak dikenalnya itu. merasa tidak aman. Seseorang yang melakukan tindakan sadistik biasanya dia akan merasakan kepuasaan yang amat sangat kalau orang tersebut ketika melakukan hubungan seks dengan cara menyiksa.

pengikatan atau hal-hal lain yang sengaja dilakukan untuk menderita 9. 10. Masokisme Seksual Terjadinya hubungan yang menetap. pertalian keluarga karena perkawinan atau pertalian keluarga angkat yang menurut agama atau kebudayaan dianggap sebagai penghalang bagi hubungan seksual itu seperti antara ayah dengan putrinya. antara rangsangan dan keinginan seksual. yang membuat kekacauan hubngan dan status sosial khususnya dalam sistem keluarga. sedikitnya berlangsunag selama 6 bulan. 8. Jadi insectus berarti tidak murni. yang jelas mereka seperti itu dengan sengaja alias punya niatan khusus untuk kegiatan-kegiatan seperti tadi.perilaku pacaran yang dikenal dengan dating rape. Misalnya kakek sekaligus merangkap ayah. pemukulan. Insect banyak terjadi di kalangan rakyat yang tingkat sosialnya rendah. dan sudah pasti ini menjadi kebiasaan mereka. Secara sosial insect merupakan gejala broken home. Insestus Berasal dari bahasa Latin cestus. Voyeurisme Terjadinya hubungan yang menetap. Demikian juga hubungan seksual antara ayah tiri dan anak tiri perempuan atau antara saudara tiri. fantasi atau rangsangan lain yang melibatkan pengamatan terhadap orang-orang yang telanjang. Voyeurisme adalah suka mengintip orang yang lagi berhubungan seks atau suka melihat alat kelamin orang lain. Alasan sosial dan bologis mendukung pantangan terhadap insect. antara kakek dan cucu perempuaannya. antara rangsangan dan keinginan seksual. Perkawinan antara orang-orang yang sedarah mengandung resiko akan timbulnya gen resesif yang merugikan yakni kemungkinan menghasilkan anak-anak yang cacat baik fisik maupun mental.Hanya dengan mengintip saja. tindakan . . sedikitnya berlangsung selama 6 bulan. Hubungan seksual antara pria dan wanita yang satu sama lain terikat oleh pertalian keluarga sedarah. Voyeurisme ini juga dasarnya dilakukan supaya mendapatkan kepuasan seksualnya. tindakan. -sadisme bisa juga terjadi pada cewe-dimana perkosaan dapat terjadi kalo salah satu pasangan memaksakan untuk menyalurkan hasrat seksualnya pada pasangannya tanpa mempertimbangkan keberatan atau tidaknya tindakan.fantasi atau rangsangan lain yang melibatkan penghinaan. sedang menanggalkan pakaian atau sedang melakukan kegiatan seksual tanpa diketahui mereka. yang berarti murni.

Onan melakukan senggama terputus atau coitus interruptus. Kata masturbasi berasal dari bahasa latin yang berarti memuaskan diri sendiri.11.. Ia akan berperilaku dan berpakaian seperti perempuan Untuk mendapatkan kegairahan seksual. memandang dirinya pada kaca. adalah gejala melakukan senggama dengan pasangannya dengan mengajak orang lain sebagai penonton. Sedangkan yang dilakukan wanita adalah memasukkan jari tangannya kedalam vagina. Penderita gangguan psikoseksual jenis ini biasanya melakukan hubungan seks dengan tiga orang dua wanita dan satu pria. baik dilakukan dengan jari tangan atau alat lainnya seperti pisang. Yang dilakukan pria adalah menggosok-gosok kemaluannya dengan tangan sendiri sehingga spermanya keluar. tetapi secara psikologis merasa dan menganggap dirinya seorang perempuan. Namun bila tanpa cross-dressing akan terlihat jelas kelaki-lakiannya. Masturbasi diartikan sebagai pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual dengan merangsang alat kelamin sendiri dengan tangan atau alat-alat mekanik. Seorang transvestit memakai pakaian wanita (cross-dressing) sebagai pernyataan identifikasi dirinya wanita (fiminine identification). terjadi ereksi penis. Kata onani berasal dari nama orang yaitu Onan dalam kitab kejadian (Kitab Suci Yahudi Kristen) pasal 38 ayat 9. pederasti atau . Dalam kisah tersebut. botol kecil atau alat lain yang berbentuk seperti alat kelamin pria. 13. Pada waktu cross-dressed. Troilisme Berasal dari bahasa Perancis trois yang berarti tiga. berpakaian wanita lengkap dengan wig. kunilingus. Bangkitnya rangsangan seksual dan orgasme menandakan kemenangan atas identifikasi feminim itu. atau dua pria dan satu wanita secara bersama-sama sekaligus melakukan kegiatan menyimpang sepeti felasio. Ia dapat begitu teliti dan mahir sehingga penampilannya tampak sekali mirip dengan wanita. menggosok-gosok klitoris dan sebagainya. Transvetisme Seseorang yang secara anatomis laki-laki. Kata masturbasi sendiri terdiri atas dua kata yaitu manus yang berarti tangan dan stuprare yang berarti mengurangi kehormatan. Dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau waria. misalnya dildo atau vibrator sehingga terjadi orgasme. Orgasme dapat menjadi spontan atau dengan melakukan masturbasi. make up dan perhiasan. 12. Ada transvestite yang melakukannya dikamar tidurnya tanpa kehadiran orang lain. Masturbasi Bisa disebut juga onani atau rancap. Transvestite lain terdorong untuk berjalan mondar-mandir di jalan.

Sering sebagai akibat dari sifat asosial dan dibayangi kecemasan menjadi impoten. rambut kemaluan. Mislanya seorang wanita yang memelihara anjing yang sangat disayanginya. Dia melatih anjingnya untuk menjilati kelaminnya dan kemudian bersetubuh dengan anjing itu. yang berarti sulapan atau sihir. Kata ini berarti ketergantungan pada suatu bagian tubuh atau benda mati sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kegairahan seksual dan ejakulasi. Ciri utama fetisisme adalah penggunaan benda mati (fetisy) sebagai cara terpilih atau ekslusif untuk mencapai kepuasan seksual.senggama yang disertai beberapa kegiatan seksual lain. Frotterurisme . Misalnya. 16. Fetisisme biasanya bersamaan dengan kleptomania. Keinginan atau nafsu itu akan terbawa terus hingga troilisme tidak menyadari motivasi yang mendorongnya kedalam perbuatan tersebut. Pria mencapai kepuasan seksual dengan menyentuh benda-benda atau bagian tubuh dari wanita yang menjadi sasaran nafsu seksualnya. Namun perasaan bersalah dapat timbul dan jika ditekan akan menimbulkan psikosomatik. misalnya ia mencuri celana dalam atau kutang dari jemuran (KUHP Pasal 362) atau melanggar KUHP pasal 1366 karena mengunting rambut seorang wanita karena nafsu birahinya timbul ketika melihat rambut wanita yang panjang. syal. kaos kaki. Benda mati itu dapat berupa suatu bagian dari tubuh seorang wanita. Benda-benda itu dibutuhkan untuk dapat membangkitkan nafsu seksualnya. Penyebab fetisisme antara lain karena perasaan infantil dibarengi dengan rasa agresif. Kepuasan seksualnya diperoleh dari persetubuhan dengan anjingnya. pakaian dan benda lain milik seorang wanita seperti BH. Hubungan segitiga yang terdapat pada troilisme mencerminkan keadaan oedipus di masa kanak-kanak dimana seorang anak ingin ikut serta dalam percintaan antara ayah dan ibunya. Seorang fetis dapat melanggra hukum karena tindak pidana pencurian. seorang pria menyuruh isterinya dan wanita lain saling melakukan kunilingus sedangkan ia sendiri melakukan sodomi pada isterinya. seperti rambut kepala. 15. kuku. 14. Hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. sepatu dan tas kulit. Fetisisme Berasal dari bahasa Portugis feitico. Keadaan ini terutama ditemukan pada para pria. Penyebabnya karena merasa kekurangan untuk melakukan hubungan seks dengan manusia. Bestialitas Persetubuhan dengan hewan.

emosinya tidak stabil dan mengalami banyak frustasi. Penyelewengan seksual oleh pihak manapun akan menimbulkan perasaan-perasaan berdosa yang secara tidak sadar ingin ditekan jauh-jauh dalam ketidaksadaran untuk dilupakan. Sebagai akibatnya orang selalu gelisah. Penyimpangan seksual akan mengakibatkan perasaan dosa dan terhina yang akan selalu menjadi penganggu ketenagan batin. fantasi atau rangsangan lain meraba tanpa persetujuam pihak lain 17. sedikitnya berakhir 6 bulan antara rangsangan dan keinginan seksual. Penyelewengan seks Biasanya akan menimbulkan perasaan berdosa dan menjadi penganggu ketenangan batin. Hal ini bisa menjadi komplek-komplek terdesak yang sukar diatasi dan selalu menjadi penganggu bagi ketenangan batin. Akibat penyimpangan seksual Dampak yang ditimbulkan akibat penyimpangan seks adalah sebagai berikut : 1. Selain terjadi kehamilan juga bisa terkena penyakit kelamin yang menular. Gangguan Rangsangan Seksual Kegagalan yang menetap dan sebagian untuk mencapai atau mempertahankan respons fisiologis dari kegiatan seksual atau hilangnya kepuasan seksual selama kegiatan seksual dilakuakan. Gangguan keinginan Seksual Hipoaktif Defisit yang menetap/berulang atau tidak terdapatnya fantasi seksual dan keinginan untuk melakukan kegiatan seksual 18. Dampak secara fisik Kehamilan ini terjadi akibat perbuatan seks sekaligus titik awal dari bencana yang melanda remaja.Terjadinya hubungan yang menetap. 2. cemas. . tindakan. padahal aborsi akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan si remaja karena ia menjadi orang beresiko tinggi terhadap kanker kandungan. Hal ini terjadi karena terkadang embrio yang dikandungnya di aborsi. F. Gangguan Keengganan Seksual Keengganan yang berlebihan dan menetap dan menghindari semua atau hampir semua kontak dengan pasangan seksual 19. Bila kelahiran itu dilanjutkan hingga bayi lahir maka anaknya akan menjadi anak yang tidak berbapak dan seandainya si remaja dikawinkan maka ia riskan dengan perceraian.

. kemungkinan besar bayinya akan lahir cacat. Penyebabnya adalah kuman Treponema palidium yang menyerang selaput lendir. Kasus yang lebih parah adalah ketika terjadi kehamilan diluar nikah. gonore menyerang selaput lendir vagina biasanya diperoleh dari orang tua mereka. Sifilis (penyakit raja singa) Merupakan jenis penyakit yang ditularkan melalui kegiatan senggama yang haram. Jika seorang wanita hamil menderita penyakit ini. b. 3. sifilis dapat ditularkan melalui pemakaian handuk basah milik orang berpenyakit sifilis atau kalau kita mengenakan pakaian mereka. maka pihak yang tidak mengharapkan kelahiran anak tersebut akan menggugurkan kandungan. Hal ini mungkin terjadi karena sang pacar meninggalkannya dalam keadaan hamil. Gonorea (kencing nanah) Salah satu penyakit PMS (Penyakit Menular Seksual) yang menyerang selaput lendir pada beberapa organ seks an organ kemih. Penyakit tersebut antara lain: a. mata dan beberapa organ lain. merasa rendah diri dan selalu merasa bersalah. Penyebabnya adalah kuman Neisseria gonorrhoeae. Selain melalui senggama. Pada anak yang usianya belum mencapai remaja. terkadang seseorang akan murung. Penyakit Menular Ada beberapa penyakit kelamin yang disebabkan oleh seseorang berganti-ganti pasangan. Karena frustasi dan rasa malu. mudah tersinggung. Kalaupun bayi tersebut akan dibuang. maka kuman dapat menembus plasenta dan menyerang janin. termasuk anus. Kalau tidak meninggal. rectum. terlibat pelacuran dan homoseksual. anus. khususnya sendi lutut. maka akan dikucilkan masyarakat dan diusir dari keluarga. Seseorang yang melakukan seks tanpa adanya norma atau aturan agama maka ia akan merasa terhina dan berdosa dalam hidupnya. Penyakit ini dapat terjadi pada saat melakukan hubungan kelamin dengan penderita yang diikuti dengan rasa sakit pada waktu buang air kecil dan disertai keluarnya nanah. Kadang-kadang kuman gonore ini masuk kedalam darah dan menyerang sendi.Hal lain yang mungkin terjadi akibat penyimpangan seks secara psikis adalah terjadinya frustasi. ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum manapun agama dan yang bersanngkutan bisa dikenakan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. selaput lendir mulut. kemaluan serta mulut. Tanda pertama sifilis adalah bintik-bintik merah yang muncul pada alat kelamin sepuluh hari sampai tiga bulan setelah ketularan penyakit ini.

peradangan saluran kencing. hingga ia dapat merasakan harga dirinya. dari ibu pengidap HIV/AIDS kepada bayinya karena HIV dapat melalui sawar (barier) plasenta dan juga dapat terinfeksi melalui ASI. seperti sel darah putih tipe limfosit-T (salah satu bentuk sel darah putih yang melumpuhkan kuman). AIDS (Aquired Immuno Defferency Syndrome) Penyebab dari AIDS adalah sejenis virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Secara klinis. Kemudian. G. sederhana dan terus terang kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahanperubahan fisiologik seperti adanya ereksi. khususnya olah raga bela diri. HIV bisa berkembang secara sporadis apabila masuk kedalam tubuh manusia melalui luka lecet yang kecil sekalipun. Hindarkan anak dari melihat. Penyakit ini dapat ditularkan diantaranya melalui hubungan seksual baik melalui vagina atau anus dengan seorang pria atau wanita yang menderita AIDS. yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. . sel makropagh (sel pemakan kuman). transplantasi organ tubuh dari seorang penderita AIDS. mental maupun sosial. Penatalaksanaan 1. HIV menemukan sel-sel tubuh manusia yang cocok. mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Sikap dan pengertian orang tua Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur. mulai adanya haid dn fenomena sexual secunder lainnya. Virus yang masuk kedalam sel-sel tersebut akan berkembang biak dan berpotensi menginfeksi sel lain. baik fisik. AIDS adalah penyakit yang menyengsarakan. Suruhlah anak-anak berolah raga. Pengidap HIV baru menjadi penderita AIDS secara klinis setelah masa inkubasi lima sampai sepuluh tahun. melalui transfusi darah terinfeksi.c. Menurut penelitian. d. Keluarga juga harus menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak. melalui jarum suntik yang tercemar darah penderita AIDS. Seseorang yang terkena virus ini disebut terinveksi HIV. Kanker kelamin Adanya kanker di dalam rahim atau kelamin yang menyebabkan luka bernanah yang berkepanjangan. sel otak tertentu atau sel darah putih monosit. rasa nyeri pada persendian dan pembengkakan pada kulit.

3. .2. Terapi hormonal disertai dengan terapi psikologi telah digunakan untuk menurunkan dorongan seksual secara sementara. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan. dimana diberikan penjelasan-penjelasan seksual yang sederhana dan informatif. 2) Fluphenazine enanthate Preparat modifikasi Phenothiazine. Hal penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supaya anak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepat dan wajar terhadap seks. 4. Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangnya. Arah keinginan seksual tidak diubah. b. karena konselor dan psikolog tersebut akan menyembuhkan si penderita sampai dia tiak merasa terbebani dan timbul percaya diri lagi dan juga tidak mengulangi lagi penyimpangan seks. Dapat mengurangi dorongan sexual lebih dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat. Diberikan peroral. Diberikan peroral. Maka untuk penyembuhan ini si penderita bisa menghubungi atau berkonsultasi dengan psikolog atau konselor di sekolah. Diberikan IM dosis 1cc 25 mg. 5. Teknik Fisiologis Dibuat berdasarkan fakta bahwa dorongan seksual dapat dikurangi dengan kastrasi dan pemberian hormon. Pengobatan dengan estrogen (eastration) Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinya tidak terkontrol menjadi lebih terkontrol. secara umum ia mempunyai beban psikologis yaitu merasa berdosa dan minder. Farmakoterapi: a. Pendidikan seks Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Efek samping tersering adalah ginecomasti. Pengobatan dengan neuroleptik 1) Phenothizine Memperkecil dorongan sexual dan mengurangi kecemasan. Psikologis Seseorang yang melakukan penyimpangan seks.

jangan terburu-buru d. dapat memberikan informasi tentang masalah ap yang dibahs. Sedangkan pada umunya terapi melalui medis menyangkut keadaan fisik seseorang yang terkena penyakit. Masalah citra diri. Pengkajian Berikut ini pedoman wawancara yang baik dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan aspek psikoseksual: a. bigitu pula masalah apa yang dihindari klien . 7. Asuhan Keperawatan 1. Medis Pada umumnya orang yang melakukan penyimpangan seks akanterkena penyakit. maka terapi medis ini langsung pada pengobatan yang dilakukan oleh dokter sampai sembuh. 6. kegiatan hidup sehari-hari dan fungsi sebelum sakit dapat dipakai untuk mulai membahas masalah seksual g.3) Pengobatan dengan trnsquilizer Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejala-gejalan kecemasan dan rasa takut. Jangan mendesak klien untuk membicarakan mengenai seksualitas. Menggunakan pendekatan yang jujur dan berdasarkan fakta yang menyadari bahwa klien sedang mempunyai pertanyaan atau masalah seksual b. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalam dosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. persepsi dan dampak penyakit berkaitan dengan seksualitas e. Memberikan waktu yang memadai untuk membahas masalah seksual. Menggunakan pertanyaan yang terbuka. H. umum dan luas untuk mendapatkan informasi mengenai penngetahuan. Pada umumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapi adjuvant untuk pendekatan psikologik. Menikah Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikah dianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegah terjadinya kebiasaan penyimpangan seksual. Amati klien selama interaksi. Mempertahankan kontak mata dan duduk dekat klien c. biarkan terbuka untuk dibicarakan pada waktu yang akan datang f.

penganiayaan fisik (seksual). Diagnosa dan Intervensi Keperawatan a.h. Rasionalisasi. Denial. Perlu dikaji berbagai mekanisme koping yang mungkin digunakan klien untuk mengekspresikan masalah seksualnya. mungkin digunakan untuk memperoleh pembenaran atau penerimaan tentang motif. Berinisiatif untuk membahas masalah seksual berarti menghargai kjlien sebagai makhluk seksual. Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur dan fungsi tubuh. mungkin digunakan untuk meningkatkan kepuasan sekasual b. Fantasi. depresi. Batasan Karakteristik: 1) Tidak adanya hasrat untuk aktivitas seksual 2) Perasaan jijik. mungkin dilakukan untuk mengatasi perasaan lemah. ansietas. perilaku. Menarik Diri. memungkinkan timbulnya pertanyaan tentang masalah seksual. antara lain : a. perasaan dan dorongan seksual d. mungkin digunakan untuk tidak mengakui adanya konflik atau ketidakpuasan seksual c. perasaan ambivalensi terhadap hubungan intim yang belum terselesaikan secara tuntas 2. panik sebagai respons terhadap kontak genital 3) Tidak adanya pelumasan atau sensasi subjektif dari rangsangan seksual selama aktivitas seksual 4) Kegagalan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis selama aktivitas seksual 5) Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme atau ejakulasi 6) Ejakulasi prematur 7) Nyeri genital selama koitus 8) Kontriksi vagina yang mencegah penetrasi penis Tujuan Jangka Pendek 1) Pasien akan mengidentifikasi stresor yang berperan dalam penurunan fungsi seksual dalam 1 minggu 2) Pasien akan mendiskusikan patofisiologi proses penyakitnya yang menimbulkan disfungsi seksual dalam 1 minggu . Minta klien untuk mengklarifikasi komunikasi verbal dan nonverbal yang belum jelas i.

observasi efek samping 6) Anjurkan pasien untuk mendiskusikan proses penyakit yang mungkin menambah disfungsi seksual 7) Dorong pasien untuk menanyakan hal-hal yang berkenaan dengan seksual dan fungsi yang mungkin menyusahkan dirinya b. Intervensi: 1) Kaji riwayat seksual dan tingkat kepuasan sebelumnya dalam hubunngan seksual 2) Kaji persepsi pasien terhadap masalah 3) Bantu pasien menetapkan dimensi waktru yang berhubungan dengan awitan masalah dan diskusikan apa yang terjadi dalam situasi kehidupannya pada waktu itu 4) Kaji alam perasaan dan tingkat energi pasien 5) Tinjau aturan pengobatan. pembatasan atau perubahan dalam perilaku atau aktivitas seksual 2) Laporan bahwa getaran seksual hanya dapat dicapai melalui praktik yang berbeda 3) Hasrat untuk mengalami hubungan seksual yang memuaskan dengan individu lain tanpa butuh getaran melalui praktik yang berbeda Tujuan Jangka Pendek : 1) Pasien akan mengatakan aspek-aspek seksualitas yang ingin diubah 2) Pasien dan pasangannya akan saling berkomunikasi tentang cara-cara dimana masing-masing meyakini hubungan seksual mereka dapat diperbaiki . penyesuaian diri terhadap seksual terlambat Batasan Karakteristik : 1) Laporan adanya kesukaran.3) Untuk pasien dengan disfungsi permanen karenan proses penyakit : pasien akan mengatakan keinginan untuk mencari bantuan profesional dari seorang terapis seks supaya belajar alternatif cara untuk mencapai kepuasan seksual dengan pasangannya dalam dimensi waktu ditetapkan sesuai individu Tujuan Jangka Panjang Pasien akan mendapatkan kembali aktivitas seksual pada tingkat yang memuaskan untuk dirinya dan pasangannya (dimensi waktu ditentukan oleh situasi individu. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan pilihan sksual yang berbeda.

perhatikan ekspresi area ketidakpuasan pasien terhadap pola seksual 2) Kaji area-area stress dalam kehidupan pasien dan periksa hubungan dengan pasangan seksualnya 3) Catat faktor-faktor budaya. Pasien dan pasangannya mengatakan modifilkasi dalam aktivitas seksual dalam berespon pada keterbatasan karena penyakit atau tindakan medis. Pasien mampu berkomunikasi dengan pasangannya tentang hubungan seksual mereka tanpa merasa tidak nyaman c. etnik dan religius yang mungkin menambah konflik yang berkenaan dengan praktik seksual yang berbeda 4) Terima dan jangan menghakimi 5) Bantu terapis dengan perencanaan modifikasi perilaku untuk membantu pasien yang berhasrat untuk menurunkan perilaku-perilaku seksual yang berbeda 6) Jika perubahan pola seksualitas berhubungan dengan penyakit atau pengobatan medis. berikan informasi untuk pasien dan pasangannya berkenaan dengan hubungan antara penyakit dan perubahan seksual 3. .Tujuan Jangka Panjang : 1) Pasien akan memperlihatkan kepuasan dengan pola seksualitasnya sendiri 2) Pasien dan pasangannya akan memperlihatkan kepuasan dengan hubungan seksualnya Intervensi : 1) Ambil riwayat seksual. Pasien dan pasangannya mengatakan keinginan dan hasrat untuk mencari bantuan dari terapi seks yang profesional d. Evaluasi a. Pasien mampu menghubungkan faktor-faktor fisik atau psikososial yang mengganggu fungsi seksual b. sosial. Pasien mengatakan kembali bahwa aktivitas seksualnya ada pada tahap yang memuaskan dirinya dan pasangannya e.

shvoong.wordpress.wordpress.com/2008/12/03/asuhan-keperawatan-klien-denganpenyimpangan-seksual/ http://ranranmo.blogspot.com/2011/01/penyimpangan-perilaku-seks-dan-gangguan.DAFTAR PUSTAKA http://rachmade.webs.com/penatalaksanaan.com/2010/11/29/penyakit-kelainan-seksual-dan-dampaknya/ http://jeffy-louis.htm http://id.htm http://forbetterhealth.com/humanities/1962058-pencegahan-penyimpangaseksual/#ixzz27gBv4v00 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->