P. 1
Asuhan Pada Neonatus , Bayi Dan Balita Dengan

Asuhan Pada Neonatus , Bayi Dan Balita Dengan

|Views: 63|Likes:
Published by Vica Jegegg

More info:

Published by: Vica Jegegg on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

FIKA PRATIWI, S.

ST


 


BERCAK MONGOL HEMANGIOMA IKTERIK MUNTAH DAN GUMOH ORAL TRUSH DIAPERASH


 


SEBORREA BISULAN MILLIARIASIS DIARE INFEKSI BAYI MENINGGAL MENDADAK

• •

Pigmentasi dasar yang berwarna gelap pada daerah pinggang bawah dan pantat, bag atas bahu atau dada ( nervus ito ), punggung bag atas, pergelangan kaki, wajah dan mata (nervus ota) Warna : kuning, coklat/hitam, blue green yang pucat, blue pucat, datar dengan batasan tepi yang tidak jelas Bentuk : multipel / soliter Akan menghilang antara tahun pertama dan kedua

    Yang spesifik tidak ada Kebanyakan bercak akan memudar sedikit demi sedikit dan lama kelamaan akan menghilang Jika bercak sampai pada saat pubertas belum menghilang maka kemungkinan permanen KIE sangat diperlukan untuk disampaikan kepada ibu dan keluarga sedini mungkin .

.

limfa.• • • • DEFINISI Tumor yang banyak ditemukan pada bayi dg BB <1000 gram yang ada di kepala dan leher Tumor yg terjadi akibat gangguan pada perkembangan dna pembentukan pembuluh darah sekitar 60 % kasus ditemukan pada bagian kepala dan leher sebagai hemangioma kulit Organ lain sebagai tempat timbulnya hemangioma adalah hati. otak dan tulang .

TANDA :  Fase proliferatif. hemangioma kapiler / nervus vaskulosus 3. 50% lesi akan sembuh pada umur 5 tahun dan 90% pada umur 10 tahun Dibedakan menjadi 3 macam : 1. Nervus flammeus 2. fase pertumbuhan berlangsung selama 6 – 10 bulan  Fase involusi . terjadi regresi hemangioma yang lambat. hemangioma kavernosum .

     Daerah Kapiler Yang Tidak Menonjol Mempunyai batas yang tegas Berwarna merah-ungu dan ukurannya tidak bertambah besar warnanya biasa dan memudar Jenis yg lain : angiokeratoma dan spider angioma .

terbatas tumbuh pada beberapa bulan kemudian akan menghilang dengan sendirinya Jenis yang lain : 1. granuloma piogenik ( lesi sebagai akibat proliferasi kapiler sesudah terjadi trauma bukan karena peradangan 2. cherry spot / angioma senilis .    kapiler yang terbentuk akan bertambah besar ukurannya pada kulit (lap. tegang dan lobuler.dermis dan subdermis ) warna merah menyala.

hemangoima vaskuler . hemangioma kavemasum 2. hemangioma keratotik 3.• • • Lesi tidak berbatas tegas yang berupa makula erimatosa atau nodus yang berwarna ungu/ biru Bila dilakukan penekanan akan mengempis dan kemudian menggunakan lagi bila delepas Dibagi menjadi 3 macam : 1.

.

Bayi tampak biasa . Peningkatan kadar bilirubin darah setelah 24 jam dan akan menghilang setelah 10 hari (biasanya timbul pada hari ke 2 dan hari ke 3) 2. minum baik dan berat badan naik biasa 3. Kadar bilirubin tidak > 12 mg/DL pada BCK dan todak > 10 mg/DL pada BBLR • .Fisiologi 1.

Bilirubin > 12. Menetap setelah bayi berumur 10 hari pada BCK dan 14 hari pada BBLR . Timbul Dalam 24 Jam Pertama 2. Ikterus yang disertai dengan hemolisis 5.5 mg/Dl pada BCK dan > 10 mg/DL pada BBLR 3.1. Peningkatan Kadar Bilirubin 5 mg% atau lebih dalam 24 jam 4.

0 mg% .O mg% 9.0 mg % 11.4 mg% 16.DERAJ AT IKTER US 1 2 3 4 5 DAERAH / LOKASI IKTERUS PERKIRAAN BILIRUBIN DAERAH KEPALA DAN LEHER Sampai dengan daerah badan atas Sampai dengan daerah badan bawah hingga knge tungkai Sampai dengan daerah lengan kaki di bawah kulit Sampai dengan daerah t 5.4 mg % 12.

1. 2. 3. Faktor Produksi Yang Berlebihan Gangguan Pada Uptake Dan Konjugasi HEPAR ( Proses Pengubahan Bilirubin ) ganggun transportasi bilirubin dalam darah oleh albumin gangguan pada eksresi akibat sumbatan pada hepar . 4.

  Kurangnya masukan cairan dan nutrisi karena bayi malas minum risiko terjadi kernikterus .

    jemur bayi segera setelah bayi tampak kuning. karena bayi malas minum berikan berulang – ulang .00 sampai 08.00 selama 15 – 30 menit periksa darah untuk pemeriksaan bilirubin dan jika hasilnya < 7 mg% maka pemeriksaan diulangi pada hari berikutnya jika hasil > 7 mg% langsung dirujuk (fisioterapi) berikan banyak minum. 07. jemur pada matahari pagi sekitar pk.

   Dilakukan jika kadar bilirubin indirek > 10 mg% dapat menyebabkan kadar bilirubin turun karena dapat menyebabkan dekomposisi bilirubin (yaitu perubahan senyawa tertapirol menjadi dipirol yg mudah larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine dan tinja ) Terapi dilakukan selama 100 jam .

.

5 – 37°c dan observasi suhu etiap 4 -6 jam .    Bayi di baringkan telanjang hanya genetalia yang di tutup Mata ditutup dengan bahan yang tidak tembus cahaya Posisi bayi diubah – ubah antara telentang dan tengkurap selama 6 jam sekali agar sinar merata pertahankan suhu bayi pada 36.

5 mg% atau kurang terapi dihentikan walaupun belum 100 jam .    Pertahankan asupan cairan jangan sampai terjadi dehidrasi dan suhu bayi meningkat Pada waktu memberi minum bayi dikeluarkan. di pangku dan penutup mata di buka serta perhatikan adanya tanda irutasi Kadar bilirubin diperiksa setiap 8 jam setelah pemberian terapi selama 24 jam Bila kadar bilirubin tidak turun menjadi 7.

     Terjadi dehidrasi karena pengaruh sinar lampu dan mengakibatkan peningkatn penguapan cairan tubuh pada BBLR dapat terjadi 2-3 x lebih besar Frek defekasi meningkat akibat peningkatan kadar bilirubin indirek dalam empedu dan peningkatan peristaltik usus Kulit kemerahan gangguan retina jika mata ditutup Kenaikan suhu .

  Yaitu / keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung setelah makanan agak lama masuk ke dalam lambung pathologis 1. peritonitis 3. atresia esophagus dan tekanan intrakranial yang tinggi 2. hepatitis. infeksi traktus urinarius akut. Hirschprung iritasi lambung. invaginasi .

    DEHIDRASI ASIDOSIS SAMPAI SHOCK ALKALOLIS kETOSIS .

    Keluarnya cairan terus menerus (obstruksi esofagus) Muntah proyektif (stenosis pilorus) Muntah hijau kekuningan (obstruksi bawah ampula vateri ) muntah yang terjadi segera setelah lahir dan menetap (obstruksi usus dan tekanan intra kranial yg tinggi) .

      Kaji faktor penyebab Pengobatan diberikan berdasarkan faktor penyebab Ciptakan suasana tenang perlakukan bayi dengan baik an hati – hati Berikan diet yang tidak merangsang lakukan rujukan jika ada tanda dehidrasi .

Faktor terburu – buru . Kenyang 2.  Definisi = keluarnya kembali susu yang telan dan jumlahnya sedikit Penyebab : 1. Posisi bayi atau botol yng salah 3.

   Perbaiki teknik menyusui perbaiki posisi botol pada waktu memberi susu dengan botol sendawakan bayi segera setelah selesai menetek .

setelah minum asi berikan air putih membersihkan 5. jangan mengorek – orek mulut bayi 4. hindari makanan yang merangsang 2. berikan makanan yang mudah dicerna 3. lakukan pengobatan pada luka yang ada .   radang pada bagian mulut (bibir dan lidah ) penyebab : kandida albicans dan faktor hygiene Penatalaksaan 1.

kebersihan kulit 3. kontak lingkungan 2. plstik atau detergen . udara/ suhu lingkungan yang lembab 4. karena mencret 5.  Merupakan reaksi kulit terhadap amonia dalam urine dan penyebaran bakteri pada feses penyebab 1. reaksi kontak terhadap karet.

    Daerah ruam tdk boleh terkena air dan dibiarkan terbuka bersihkan kulit dengan kapas berminyak dan berikan krim bila BAK/BAB segera dibersihkan bersihkan pantat bayi dengan sabun lenmbut dan air kemudian keringkan sampai bersih  hindari tekanan pada daerah yang teriritasi   jaga kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhan jaga kebersihan pakaian dan alat lainnya .

disfungsi kelenjar sebacea (produksi yang berlebihan) 2. pengaruh hormon 3.  Definisi = gangguan fungsi kelejar sebacea yang ditandai dengan pengeluaran palit secara berlebihan yang membentuk sisik – sisik putih kekuningan (sumbatan seperti keju) sebab = 1. makanan verlemak dan berkalori tinngi 4. faktor konstisional (familial) .

 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->