Perhitungan Sumber Daya dan Cadangan Batubara

Perhitungan Sumberdaya dan Cadangan Batubara Klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara secara geologi ditentukan jarak lubang bor atau singkapan batubara yang terukur tebalnya. Klasifikasi ini mengekspresikan tingkat ketelitian, akurasi dan keyakinan geologinya. Berdasarkan kriteria tersebut klasifikasi sumberdaya dan cadangan batubara terbagi menjadi:

Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) adalah batubara di daerah penyelidikan, yang diperkirakan potensinya berdasarkan data geologi awal yang memenuhi syarat-syarat pada tahap penyelidikan awal. Jika eksplorasi menyatakan bahwa kebenaran dari hipotesis sumberdaya dan mengungkapkan informasi yang cukup tentang mutunya, jumlah serta rentang mutu, maka akan di klasifikasikan kembali sebagai sumber daya teridentifikasi (Identified Resources).

Sumber Daya Batubara Tereka (Inferred Coal Resource) adalah jumlah batubara di daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi. Daerah sumber daya ini ditentukan berdasarkan proyeksi ketebalan, tanah penutup, lapisan, dan mutu data dari titik bor dan atau singkapan batubara berdasarkan bukti geologi dalam radius antara 1,2 km – 4,8 km. Titik pengamatan mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga penilaian dari sumber daya tidak dapat diandalkan.

Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) adalah jumlah batubara di daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan pada tahap eksplorasi pendahuluan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan mutu data dari titik bor dan atau singkapan batubara berdasarkan bukti geologi dalam radius antara 0,4 km – 1,2 km. Densitas dan mutu titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik dari ketebalan, mutu, kedalaman, dan jumlah insitu batubara.

Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced) adalah jumlah batubara di daerah peyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat–syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, lapisan, dan mutu data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam radius 0,4 km. Densitas dan mutu titik pengamatan cukup untuk diandalkan dalam melakukan penafsiran ketebalan batubara, mutu, kedalaman, dan jumlah batubara insitu.

Penghitungan sumber daya batubara menurut USG S dapat dihitung dengan rumus Tonnase batubara = A x B x C, dimana A = bobot ketebalan rata -rata batubara dalam inci, feet, cm atau meter B = berat batubara per stuan volume yang sesuai atau metric ton. C = area batubara dalam acre atau hektar Kemiringan lapisan batubara juga memberikan pengaruh dalam perhitungan sumber daya batubara. Bila lapisan batubara memiliki kemiringan yang berbeda -beda, maka perhitungan dilakukan secara terpisah. 1. Kemiringan 0 0 – 10 0 Perhitungan Tonase dilakukan langsung dengan menggunakan rumus Tonnase = ketebalan batubara xberat jenis batubara x area batubara 2. Kemiringan 10 0 – 30 0

Untuk kemiringan 10 0 – 30 0 , tonase batubara harus dibagi dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara. 3. Kemiringan > 30 0 Untuk kemiringan > 30 0 , tonase batubara dikali dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara.

Sesuai dengan perturan dalam Undang-undang No. 1 tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Penanaman Modal Asing/PMA dan Undang-undang No. pada setiap perioda waktu tertentu perusahaan yang begerak dalam bidang pencarian dan penambangan batubara mempunyai kewajiban . 11 tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan.Pedoman Pelaporan Dan Estimasi Sumberdaya Dan Cadangan Batubara       Share Delicious Digg Stumble Upon Facebook twitter Pedoman Pelaporan dan Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara  PEDOMAN PELAPORAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA DANCADANGAN BATUBARA  Disusun oleh Tim Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral (Sekarang Pusat Sumber daya Geologi) 2003  PENDAHULUAN 1. Undang-undang No. 12 tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN.

13-5014-1998). . dalam wujud Standard Nasional Indonesia tentang Klasifikasi Sumber Daya dan Cadangan Batubara (SNI Amandemen 1. mengakibatkan kesulitan dalam melakukan evaluasi laporan. Kondisi geologi Indonesia yang merupakan pertemuan banyak lempeng litosfera menyebabkan konfigurasi geologi yang spesifik yang mempengaruhi endapan batubara secara kualitas. Â SNI ini banyak mengacu kepada United Nations International Framework Classification for Reserve/Resources-Solid Fuels dan Mineral Commodities. 2. perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan batubara baik pemerintah (BUMN). telah dicapai suatu kesepakatan mengenai klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara melalui diskusi-diskusi intensif dalam berbagai sidang yang dihadiri oleh perwakilan dari instansi pemerintah terkait. kuantitas dan sebarannya sehingga dengan demikian sistim penghitungan sumber daya atau cadangan seperti dari USGS atau Australian Standard tidak dapat begitu saja diterapkan pada penghitungan sumber daya atau cadangan batubara Indonesia. Â Metoda penghitungan dan pelaporan sumber daya/cadangan batubara berdasarkan sistim yang berlaku di negaranegara yang telah maju dalam bidang perbatubaraannya seperti dari USGS atau Australian Standard seringkali digunakan sebagai acuan.untuk melaporkan kegiatan eksplorasi/ eksploitasi sesuai dengan tahap pekerjaannya. 1996 dalam penghitungan sumberdaya dan cadangan komoditi mineral dan bahan bakar padat. Â Akan tetapi umumnya di dalam pelaporan sumber daya dan cadangan batubara masing-masing perusahaan mempunyai tata caranya masing-masing. Â Hal ini terjadi karena belum ada panduan yang baku baik mengenai tata cara maupun format pelaporan sumber daya atau cadangan yang harus dilaporkan. Â Untuk itu pada tahun 1998. Â Begitu beragamnya tata cara pelaporan yang ada. swasta asing (PMA) maupun swasta nasional.

Sumberdaya dan Cadangan Batubara . baru menyentuh klasifikasi berdasarkan tipe endapan batubara di Indonesia. Hanya saja karena terlalu banyaknya klas sumberdaya membuat standar ini perlu ada suatu pedoman untuk pelaporan sumberdaya dan cadangan yang menjadi dasar acuan baik pemerintah. 13-5014-1998. dengan penyajian data dan pernyataan yang jelas dan tidak bermakna ganda sehingga pembaca laporan tidak salah mengerti atau mengambil keputusan yang salah berdasarkan laporan ini. materialitas.  Kompetensi maksudya adalah bahwa suatu laporan publik selayaknya didasarkan pada hasil kerja professional dari orang yang berpengalaman dan mempunyai kualifikasi yang cocok dengan pekerjaan ini dimana dia diharuskan melaksanakan kode etik professional tertentu.3.  RUANG LINGKUP  5. pengusaha maupun masyarakat. Dokumen ini meliputi uraian mengenai metodologi yang dianjurkan untuk diikuti dalam memperkirakan/mengestimasikan jumlah Batubara in-situ. SNI Amandemen 1. dan untuk memberikan panduan dalam pelaporan kepada pemerintah dan . dan kompetensi yang maksudnya :  Transparansi maksudnya adalah bahwa suatu laporan publik selayaknya mengandung informasi yang cukup. atau sumberdaya dan cadangan batubara yang dilaporkan. 4.  Materialitas maksudnya adalah suatu laporan publik selayaknya mengandung semua informasi yang relevan yang diperlukan dan diharapkan ada dalam laporan oleh  investor dan para tenaga professional mereka untuk memebuat keputusan yang beralasan kuat dan berimbang tentang hasil eksplorasi. Pedoman ini berdasarkan pada prinsip prinsip transparansi.

maka estimasi Sumberdaya pengalaman yang terkait yang dimintakan adalah dalam bidang perhitungan. maka pengalaman yang terkait yang dimintakan adalah dalam bidang perhitungan. akan melakukan estimasi atau pengawasan  Manakala seorang Estimator Batubara. kualitas. Diagram ini memperlihatkan hubungan antara berbagai macam kategori Batubara.    Definisi 7.  BATASAN BATASAN PELAPORAN 6. evaluasi Sumberdaya batubara.dokumen dokumen teknis untuk pelaporan publik maupun non publik (internal perusahaan).  Pedoman dibuat bersifat luas dengan harapan agar dapat diaplikasikan untuk berbagai endapan batubara Indonesia yang bervariasi baik dalam peringkat/rank. Estimator Sumberdaya dan Cadangan Batubara/ESCB („Coal Resources and Reserves EstimatorÂ‟) adalah seseorang atau pihak yang bertanggung jawab dalam memperkirakan Cadangan dan atau Sumberdaya Batubara yang sekurang-kurangnya berpendidikan Perguruan Tinggi dalam bidang Geologi atau Pertambangan.Laporan-laporan tentang Sumberdaya dan Cadangan Batubara harus hanya menggunakan peristilahan/terminologi yang telah ditentukan dalam Diagram 2 terlampir. dan lingkungan geologinya. pengkajian. pengkajian dan evaluasi keekonomian . Demikian juga bila seorang Estimator akan melakukan estimasi atau pengawasan estimasi Cadangan Batubara. Sumberdaya Batubara dan Cadangan Batubara serta sistem klasifikasi yang mencerminkan tingkat keyakinan geologi yang berbeda beda dan tingkat pengetahuan teknis ataupun keekonomiannya yang berbeda pula. berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun dalam industri perbatubaraan. Pedoman ini juga memperkenalkan Estimator Sumberdaya dan Cadangan Batubara yaitu pihak/orang yang bertanggung-jawab atas kelayakan dan kualitas estimasi Cadangan dan Sumberdaya yang disampaikannya.

Data interpretasi. bawah tanah atau dari conto inti pemboran dengan recovery yang dapat diterima. ESCB wajib mengikuti peraturan/perundang-undangan atau syarat-syarat khusus yang dikeluarkan oleh Pemerintahan terkait. Seorang ESCB bertanggung jawab penuh akan kredibilitas laporan estimasi sumber daya dan atau cadangan batubara yang dilakukannya.  Catatan:  Dalam rangka penyampaian Laporan Publik (misalnya laporan-laporan yang dibuat dalam rangka penyampaian informasi kepada para investor dan konsultan mereka). magnetic. tentang batubara yang didapat dengan cara pengamatan. adalah pengamatan yang membantu keberadaan batubara. logging geofisika.  Titik-titik informasi untuk  kualitas batubara tidak harus selalu hanya digunakan pada evaluasi kualitas  Titik titik Informasi untuk evaluasi kualitas batubara biasanya diperoleh dari pengujian conto yang didapat dari singkapan permukaan. umumnya > 95%. Titik-titik informasi adalah lokasi perpotongan lapisan batubara dengan titk yang diketahui. dengan berbagai tingkat kepercayaan. harus menguraikan dasar teknis dari laporan . seismic. seorang Estimator haruslah merupakan seorang anggota dari geologi atau pertambangan.  9.  Di dalam pelaporan.  Data interpretasi itu termasuk hasil-hasil dari pemetaan. inti bor. namun tidak termasuk estimasi mutu dan jumlah batubara. pengukuran dan atau pengujian pada tempat berikut ini:  singkapan bawah tanah atau permukaan. dikumpulkan dengan metode interpretative/pendugaan atau tidak langsung. gravitasi dan penyelidikan geologi atau geofisika lainnya. pengukuran batubara. ketika melaporkan Data interpretasi. Titik-titik informasi harus dimungkinkan penentuan posisi keberadaan batubara secara jelas.  Suatu perusahaan.penambangan Cadangan batubara. yang memberikan informasi. dan atau cutting  Di Lokasi dalam pemboran non-cored.  Assosiasi Profesi di bidang 8.

  11. Tereka. (lihat pengertian Hipotetik. layak tambang atau potensi keekonomiannya. dan Terukur. mutu. tanpa mengindahkan syarat ketebalan.  Sumberdaya Batubara harus dilaporkan dalam bentuk kategori hipotetik. kedalaman.tsb. Pengertian ini sudah memasukkan material yang dianggap akan dibuang (dilution) atau hilang (losses) yang . Tertunjuk.  10. termasuk seluruh Sumberdaya Batubara.  12. Sumberdaya Kelayakan (sumberdaya sisa Cadangan terbukti) dan sumberdaya pra kelayakan (sisa cadangan terkira) dilaporkan dengan cara digabung menjadi sumberdaya terukur dan tertunjuk sesuai dengan kriteria kerapatan titik informasi dan keadaan geologinya. Terunjuk dan Terukur dalam SNI). dan menurut definisi. Tereka. Batubara in Situ adalah termasuk kategori pelaporan yang baru diperkenalkan yang mampu menginventarisir jumlah batubara “in-ground/dalam tanah” untuk dilaporkan kepada Pemerintah atau untuk keperluan internal perusahaan.  Batubara in-Situ adalah termasuk batubara yang diketemukan dalam kerak bumi yang mungkin dapat dilaporkan dan diperkirakan. Sumberdaya Batubara adalah bagian dari kategori Batubara in-Situ dimana pada keadaan dan jumlah seperti apa adanya mempunyai prospek yang cukup beralasan untuk pengambilan secara ekonomis.  13. Cadangan Batubara adalah bagian yang dapat ditambang secara ekonomis atas Sumberdaya Batubara Terukur atau Tertunjuk pada saat pelaporan itu dibuat.  Data interpretasi ini dapat digunakan dalam kaitan dengan Titik titik Informasi untuk memperbaiki tingkat kepercayaan suatu laporan.

keuntungan. 15. pada mutu dan kelembaban (moisture) tertentu. Cadangan ini dapat dilaporkan berkaitan dengan laporan-laporan mengenai Cadangan Batubara. Cadangan Batubara Terbukti dan Terkira bisa digabungkan dan dilaporkan sebagai Cadangan Batubara yang dapat diambil (recoverable)  17. Probable Coal Reserve (Cadangan Batubara Terkira) adalah bagian yang dapat ditambang secara ekonomis dari suatu sumber daya Tertunjuk. seyogyanya harus  Pengkajian yang benar. keekonomian.  Seandainya Batubara . Cadangan Batubara yang dapat di Pasarkan (marketable) adalah jumlah tonase batubara. pemasaran. hukum. termasuk studi ini harus memasukkan  dilakukan.  Pada saat pelaporan. yang tersedia untuk dijual atas Cadangan Batubara. Proved Coal Reserve (Cadangan Batubara Terbukti) adalah bagian yang dapat ditambang secara ekonomis atas suatu Sumberdaya Batubara Terukur. konservasi endapan dan faktor sosial serta kepemerintahan. dimana faktor-faktor pengubah atau kriteria sumber daya asalnya tentu saja mengurangi tingkat kepercayaannya. kelayakan.  Pengkajian pertimbangan-pertimbangan cara penambangan yang benar. tetapi tidak sebaliknya.  Dasar dari perkiraan yield/hasil yang akan dicapai dalam Cadangan Batubara Terpasarkan harus disebutkan.mungkin terjadi manakala batubara itu ditambang.  16.  14. lingkungan. dan dalam beberapa hal Sumberdaya Batubara Terukur. pengkajian-pengkajian ini mampu menunjukkan bahwa pengambilan cadangan dapat dipertanggung jawabkan.

 Luas area ditentukan oleh daerah pengaruh dari Titik titik Informasi dan faktor lain yang yang membatasi luasnya sumberdaya. Pengestimasian Batubara in Situ. kecuali downhole logging.itu akan dipasarkan tanpa keterangan penggunaannya.  20.  Data dari Teknik- teknik geofisika. tetapi bisa meningkatkan keyakinan geologi mengenai kemenerusan lapisan batubara antara Titik titik Informasi. 18. Sumberdaya Batubara hanya dapat diperkirakan dari data yang diperoleh dari Titik titik Informasi. harus disiapkan sebagaimana diuraikan dibawah ini untuk Sumberdaya Batubara.  Sumberdaya Batubara  19. membatasi luas area sumberdaya bisa saja sangat teknis (misal: ketebalan lapisan maksimum . namun estimasi ini dapat diperkuat dengan Data interpretasi. Sumberdaya Batubara dapat diestimasikan dengan cara mengalikan luas area lapisan batubara dengan ketebalan lapisan dan density  Faktor-faktor yang batubara ditempat tersebut. Batubara in Situ meliputi estimasi seluruh batubara. Cadangan Batubara Terpasarkan mungkin  ESTIMASI DAN DOKUMENTASI BATUBARA IN-SITU DAN SUMBERDAYA BATUBARA  Batubara in Situ  dapat disebut pula sebagai Cadangan Batubara saja. terutama dalam kategori Sumberdaya Tereka. bukan merupakan Titik titik Informasi langsung. termasuk hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan batubara tetapi tidak begitu prospektif untuk diambil secara ekonomi pada kondisi saat itu.  Batubara in Situ termasuk batubara yang ketebalannya tidak ekonomis dan atau kualitasnya atau batubara yang terlindungi oleh undang undang atau alasan-alasan keselamatan dan lingkungan.

maka Sumberdaya Batubara untuk lapisan tsb.  21.  Sama halnya. adanya intrusi yang meluas. yield) tidak memenuhi suatu tingkatan dimana terdapat prospek yang menjanjikan. daerah permukaan yang dilindungi) tanpa melihat prospek atas pengambilan lapisan atau sebagian lapisan secara ekonomis.  Jika ada alasan-alasan yang mengharuskan untuk mengestimasi sumberdaya di daerah ini. letak lapisan batubara yang terlampau dalam. teknis atau budaya (misal. kedalaman. Jika ada parameter lapisan (misal: ketebalan.  Para estimator juga harus menjamin bahwa density batubara ditempat tersebut benar dan disebutkan dengan jelas. kedalaman. di daerah itu tidak seharusnya diestimasikan lagi. batas ketinggian penambangan dalam tambang bawah tanah. Estimator harus mampu memberikan keterangan yang diperlukan tersebut.  22. parameter parameter kualitas batubara). jika ada pertimbangan pertimbangan geologi. Sumberdaya Batubara harus diestimasikan dan dilaporkan untuk setiap lapisan  dalam suatu deposit sesuai dengan variable kunci yang tepat (misal: ketebalan.   Estimator harus mencatat pertimbangan-pertimbangan ini. kualitas dan ketebalan minimum yang dapat dipisahkan). kadar abu. maka Sumberdaya Batubara dari lapisan tertentu atau sebagian dari lapisan tersebut yang relevan tidak perlu diestimasikan lagi di wilayah itu.atau minimum. (misal wilayah tersebut harus ditambang untuk akses lapisan yang lebih prospektif atau sumberdaya dengan kualitas yang lebih tinggi). . untuk suatu penambangan secara ekonomis di suatu daerah.

Kerapatan titik informasi yang optimal untuk masing masing kategori sumberdaya tergantung pada kondisi geologi dan tingkat keyakinan geologi yang diinginkan. Dalam tabel disebut sebagai “tidak dibatasi”. moderat  dan kompleks sudah ditentukan dalam SNI tentang perhitungan sumberdaya dan cadangan mineral dan batubara yang bisa dilihat pada tabel 1 berikut :  Tabel 1. Walaupun begitu Jarak Titik Informasi KRITERIA HIPOTETIK TEREKA 1000<X<2000 500<X<1000 Tak dibatasi 200<X<500 TERTUNJUK 500<X<1000 250<X<500 100<X<200 TERUKUR X<500 X<250 X<100 . Untuk Sumberdaya Hipotetik kecenderungan dalam ketebalan dan kualitas batubara (daerah pengaruh dari titik informasi) ditentukan terutama oleh keberanian dan pengalaman estimator dalam penentuan radius daerah pengaruh dari titik informasi sesuai dengan keadaan geologi di daerah tersebut. Kerapatan titik untuk tiap kategori sumberdaya pada kondisi geologi sederhana. Panduan berikut ini harus digunakan oleh Estimator ketika menentukan kategori sumberdaya yang relevan untuk suatu deposit. tentunya dibawah syarat atau kondisi geologi yang menguntungkan. Jarak kerapatan titik informasi (X) untuk tiap Kategori sumberdaya dan Keadaan Geologinya SUMBERDAYA GEOLOGI Sederhana Moderat Kompleks  25.  24.23.

kerapatan. kualitas dan jumlah inSitu dari batubara. kerapatan dan penyebarluasan Titik titik Informasi. distribusi dan keterpaduan Titik titik Informasi. batubara sehingga  kualitasnya  tidak memadai untuk tujuan perencanaan penambangan. harus memberikan pengertian yang memadai atas keadaan Informasi. cukup untuk memperoleh estimasi yang realistik atas rata-rata ketebalan. Kecendurangan dalam ketebalan kualitas batubara tidak dapat diperkirakan lebih dari 2 km dari Titik titik Informasi. yang mungkin ditunjang oleh Data interpretasi.  Sumberdaya ini telah mampu memberikan tingkat kepercayaan yang cukup atas endapan untuk pembuatan rencana rencana tambang dan menentukan kualitas produk batubara yang kira-kira akan didapat.  Untuk kondisi geologi sederhana. Untuk Sumberdaya Batubara Tertunjuk. geologi untuk menyimpulkan kemenerusan lapisan antara Titik titik  Sumberdaya juga ini harus juga memungkinkan adanya estimasi kisaran ketebalan walaupun masih pada tingkat kepastian yang rendah.2 s/d 0.5 km s/d 1 km untuk keadaan geologi moderat dan 0. Bagi Sumberdaya Batubara Tereka.  .  26. Sumberdaya Batubara Tereka dapat diestimasikan dengan menggunakan data yang didapat dari Titik titik Informasi dengan kerapatan hingga sejauh 1 s/d 2 km. luas wilayah.5 km untuk keadaan geologi kompleks. kisaran kedalaman. 0.dalam estimasi sumberdaya hipotetik harus dinyatakan jarak batas batas terluar dari titik informasi dan alasan alasan yang mendasarinya. 27.   28. yang mungkin diperkuat dengan Data interpretasi.

bercabang.  Sumberdaya ini memberikan tingkat kepastian jumlah endapan untuk pembuatan rencana rinci tambang.1 s/d 0. luas wilayah. Sumberdaya Batubara Tertunjuk ini  dapat diestimasikan dengan menggunakan data yang diperoleh dari Titik titik Informasi umumnya kurang dari 1 km untuk keadaan geologi yang sederhana. menentukan biaya penambangan dan memberikan spesifikasi produk yang dapat dipasarkan. diterobos. berbentuk lensa atau sangat bervariasi dalam ketebalan atau kualitas.29. kerapatan.25 km untuk keadaan geologi moderat dan 0. cukup untuk memperoleh estimasi yang dapat dipercaya tentang ketebalan rata-rata.  32.2 km untuk keadaan geologi yang kompleks. kualitas dan jumlah in-Situ dari batubara. Untuk Sumberdaya Batubara Terukur.25 s/d 0. Jarak antar Titik titik Informasi yang diperlukan lebih dekat.  . rentang kedalaman.  30. 0. dan kemungkinan dukungan adanya Data interpretasi.  Kecenderungan akan ketebalan dan kualitas batubara  (daerah pengaruh) jangan diprediksi lebih dari 1 km dari Titik titik Informasi. Di daerah dimana lapisan itu tersesarkan.1 km untuk keadaan geologi yang kompleks. Sumberdaya Batubara Terukur ini bisa diestimasikan dengan menggunakan data yang diperoleh dari Titik titik Informasi umumnya kurang dari 500m untuk keadaan geologi sederhana.5 km untuk keadaan geologi moderat dan 0. 0. distribusi dan keterpaduan dari Titik titik Informasi. Kecenderungan dalam ketebalan dan kualitas batubara seharusnya tidak diprediksi lebih dari 500 m dari Titik titik Informasi. akan diperlukan dalam keadaan seperti ini. yang bisa ditunjang dengan Data interpretasi.  31.

  Tabel yang menggambarkan estimasi kategori sumberdaya. rentang kedalaman dan kisaran kualitas batubara yang  relevan untuk estimasi setiap lapisan. . dan berisikan rancangan-rancangan yang relevan pada skala yang benar. Dengan berdasar atas hal-hal tersebut di atas.  35. Jika estimasi atas Batubara in Situ dan Sumberdaya Batubara dipaparkan bersama. Estimator harus menyiapkan dokumen tehnik yang secara menyeluruh menguraikan proses pengestimasiannya dan asumsi-asumsi yang digunakannya. Estimasi/estimasi Batubara in-Situ dan Sumberdaya Batubara mutlak harus disampaikan dengan jelas faktor-faktor yang digunakan dalam estimasi ini. wilayah. dan Titik titik Informasi (dengan lubang/sumur kualitas batubara yang dibedakan dengan jelas) dimana estimasi untuk lapisan sumberdaya  itu berdasar.   Estimasi atas jumlah tonase harus dibulatkan sesuai dengan tingkat Prosedur Estimasi ini harus transparan dan dapat diulang lagi. petunjuk saja. merupakan tanggung jawab Estimator untuk menentukan kategori Sumberdaya Batubara dan Batubara in-Situ secara tepat atas setiap deposit yang diestimasikan. menunjukan lokasi dan luas wilayah dari setiap kategori Sumberdaya.33. factor-faktor yang digunakan untuk membatasi sumberdaya. ketebalan dan density setempat. termasuk luas wilayah. rentang ketebalan lapisan. dokumen yang yang dimaksud harus memuat:   Sebagai  Peta-peta setiap lapisan.  34. density secara relatif. suatu pernyataan harus disampaikan dengan jelas dengan mengetengahkan apakah estimasi itu dilaporkan secara terpisah atau digabung. ketepatan estimasinya.

. diharapkan untuk ditambang dan diberikan sebagai batubara tertambang (ROM/Run of Mine). Dalam mengestimasikan Cadangan Batubara.  Â 37. Terbukti seluruhnya dinamakan Cadangan Batubara. sangat disarankan. Cadangan Batubara hanya dapat berasal dari Sumberdaya Tertunjuk dan atau Terukur yang disertai dengan rencangan penambangannya.  Cadangan ini menampilkan jumlah tonase batubara pada kelembaban tertentu.  Basis kelembaban (moisture) atas setiap estimasi dan factor penyesuaian kelembaban (jika dilakukan)   Rincian atas seluruh faktor yang digunakan untuk membatasi estimasi sumberdaya.  38. Cadangan Batubara Terkira.  Sumberdaya Batubara Tertunjuk layak sebagai sumberdaya asal untuk mengestimasikan Cadangan Batubara Terkira.  Pernyataan apakah dokumen yang disampaikan itu sesuai SNI dan pedoman yang berlaku  ESTIMASI DAN PENDOKUMENTASIAN CADANGAN BATUBARA  36.  Tetapi hanya Sumberdaya Batubara Terukurlah yang pantas untuk perencanaan tambang secara rinci dan estimasi Cadangan Batubara Terbukti.  harus diperhitungkan terhadap  Penyesuaian  atas nilai kelembaban. “mining recovery” dan “mining dlilution” (yang diperkirakan hilang selama penambangan) Sumberdaya Batubara asal.

  Estimator harus melaporkan faktor- 40. dapat digunakan rekoveri penambangan yang telah terbukti dalam sejarah metode penambangan yang diusulkan pada suatu wilayah. Striping rasio/nisbah pengupasan). intrusi.  Cadangan Batubara harus diestimasikan secara terpisah untuk bagian-bagian endapan yang dapat ditambang dengan metoda permukaan atau bawah tanah. air bawah tanah).  Seandainya informasi ini tidak tersedia. 39. Cadangan Batubara yang dapat Dipasarkan/marketable diestimasikan dengan memperhitungan yield yang diperkirakan sebelumnya dan faktor-faktor penyesuaian dari kelembaban produk terhadap Cadangan Batubara. atau faktor-faktor ekonomi (misal. kandungan abu. termasuk Sumberdaya Batubara dimana dia berasal. zat terbang. maka bisa digunakan faktor rekoveri sebesar 50% atas Sumberdaya Batubara untuk tambang bawah tanah dan 90% atas Sumberdaya Batubara untuk tambang permukaan.  41. Mining recovery dan mining dilution tergantung atas metode penambangan yang diusulkan dan bisa diekspresikan kedalam jumlah yang hilang dari batubara dalam setiap lapisan atau. sebagai pilihan. kualitas batubara (misal. gas. Cadangan Batubara dapat dibatasi secara tehnik (misal. struktur. faktor khusus yang telah ditentukan  Kecuali bila ada  dari konsep studi awal.  42. Estimasi akan Cadangan Batubara harus menyatakan dengan jelas seluruh factor yang digunakan dalam estimasi ini. metoda . yield). merupakan suatu persentase rekoveri penambangan. faktor rekoveri apa yang telah digunakannya. atau seandainya rekoveri penambangan tidak menentu karena kompleksitas geologinya. tekanan.

  Prosedur estimasi harus transparan dan dapat diulang- 43.  Estimator harus menyiapkan dokumen teknik yang secara lengkap menguraikan proses estimasi dan asumsi asumsi tepat. keadaan fisiknya.  Estimasi jumlah tonase Cadangan Batubara harus dibulatkan berdasarkan ketepatan estimasi. Cadangan Batubara yang dapat dipasarkan cukup dilaporkan untuk kepentingan internal perusahaan saja.  yang digunakan. ulang. dan untuk Cadangan Batubara yang dapat Dipasarkan (marketable). dokumen itu harus membahas dan memasukkan:  Peta dari masing masing lapisan. Untuk laporan kepada pemerintah cukup dilaporkan cadangan terkira dan dalam bentuk terbukti saja dan dapat dijumlahkan recoverable reserve/cadangan yang terambil. faktor faktor penyesuaian kelembaban (jika digunakan). bila dilaporkan.  44. yang menunjukan lokasi dan luas wilayah cadangan dan kategori sumberdaya asalnya  Kategori sumberdaya dimana estimasi cadangan itu berdasar .metoda penambangan yang diusulkan. yield yang diperkirakan dan basis untuk memperkirakan yield itu. Atas hal itu semua. dan berisikan rancangan relevan dengan skala yang  Sebagai Petunjuk saja. nilai yang layak terhadap faktor “loss dan dilution” sesuai dengan metoda penambangan yang diusulkan. kriteria tentang kualitas atau keekonomian yang membatasi penambangan atau metoda penambangan. merupakan tanggung jawab Estimator untuk menentukan kategori Cadangan Batubara dengan tepat atas setiap endapan yang ada.

KRITERIA DAN KLASIFIKASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN (SNI.au Diagram 1. Kalu ada usulan tertulis sebaiknya dialamatkan ke  apbroto@yahoo. Panduan ini akan dikaji ulang oleh suatu Panitia yang terdiri dari perwakilan bidang industri dan pemerintah.  46.    Lapisan yang akan ditambang Metode-metode penambangan yang diusulkan Kriteria yang digunakan untuk membatasi cadangan Faktor-faktor perolehan Penambangan/ Mining Recovery dan kehilangan dalam Penambangan/mining dilution serta asal-muasalnya  Basis kelembaban (moisture) pada estimasinya dan faktor-faktor penyesuaian kelembaban (jika dilakukan)  Dasar dalam memperkirakan preparation plant-yield (jika Cadangan Batubara yang dapat Dipasarkan/marketable dilaporkan)   Spesifikasi Kualitas/mutu produk batubara Pernyataan yang jelas bahwa Sumberdaya Batubara dilaporkan tidak dicampur-adukkan dengan Cadangan Batubara. 1998)  .com.  Pernyataan apakah laporan ini sesuai dengan pedoman  Kaji ulang  45.

? = tidak ditentukan. lingkungan. penambangan. 1-2=ekonomis ke berpotensi ekonomis (berintrinsik ekonomis). 2. pemasaran.  . Sumberdaya TerekaInferred Resources333 ? Sumberdaya HipotetikHipotetical Resources334 Studi Geologi TerukurMeasuredResources331  rendah Kategori Ekonomis : 1= ekonomis.. Cadangan Terkira(Probable Reserve)121 + 122 2. Sumberdaya Mineral Resources332 tingkat keyakinan tinggi geologi 1-2. sosial. Sumberdaya StudiPra Kelayakan  PrakelayakanPrefeasibility Resources221 + 222 1-2. Cadangan Eksplorasi Umum Prospeksi Survey Tinjau  Terbukti(Proved Reserve)111 Studi Kelayakan dan atau Laporan Penambangan 2. dan kebijakan pemerintah. Sumberdaya TertunjukIndicated 1-2.Kelayakan didasarkan pada kajian faktor faktor : ekonomi. Sumberdaya Kelayakan(Feasibility Resources)211 1. pengolahan.Tahap EksplorasiKelayakan Eksplorasi Rinci 1. hukum/perundang undangan.= berpotensi Ekonomis.

HUBUNGAN ANTARA KATEGORI BATUBARA IN-SITU. Contoh Tabel Resume laporan Sumberdaya dan Cadangan  Perusahaan Lokasi  : :   : : Tanggal Pelaporan Estimator   : Permukaan/Dalam Metoda Penambangan Kualitas(b N Bl Koord sea asis)* Sumberdaya Cadangan . SUMBERDAYA DAN CADANGAN  Lampiran 1 . Diagram 2.

ok inat m V S As C Hi Tere Tertun Teru tot Proba Prov Tot MM t h V po ka juk kur al ble ed al 13 14 15 16 17 18 x y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12   Â Parameter Kualitas dapat disajikan dalam tabel terpisah asalkan dilaporkan untuk tiap blok dan seam  ÂÂ Â Pastikan tidak ada overlaping antar kategori sumberdaya maupun cadangan .o.

Mengenal Tambang Batubara Bawah Tanah Posted by imambudiraharjo on November 10. yang terbagi menjadi penambangan terbuka (surface mining atau open cut mining) dan penambangan bawah tanah atau tambang dalam (underground mining). bila dari studi kelayakan (feasibility study) ternyata diketahui bahwa biaya tambang dalam pada suatu lahan yang akan ditambang adalah US$150. 2009 Pemanfaatan secara ekonomis potensi cadangan batubara disebut dengan penambangan batubara. yaitu metode terbuka atau bawah tanah. maka nisbah pengupasan atau SR adalah 10. SR). ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu yang disebut dengan nisbah pengupasan (Stripping Ratio. biaya tambang terbuka adalah US$50. Sedangkan biaya pengupasan adalah biaya pengupasan tanah penutup. SR = {(Biaya Tambang Dalam) – (Biaya Tambang Terbuka)} / Biaya Pengupasan Pada perhitungan SR di atas. dalam m3. maka metode penambangan yang akan dilakukan. Batas Kritis Metode Penambangan Sebagai contoh. Nisbah ini merupakan indikator tingkat ekonomis suatu kegiatan penambangan. biaya tambang dalam adalah biaya per batubara bersih (clean coal) dalam ton. dan biaya pengupasan adalah US$10. penambangan terbuka lebih . Bila terdapat singkapan batubara (outcrop) di permukaan tanah pada suatu lahan yang akan ditambang. tapi tidak termasuk biaya pengupasan tanah penutup (overburden). Gambar 1. Dari gambar 1 di atas terlihat bahwa sampai dengan posisi tertentu yang merupakan batas SR. sedangkan untuk biaya tambang terbuka adalah biaya per batubara bersih dalam ton dan biaya relamasi.

meskipun investasinya lebih kecil dan memiliki tingkat keterambilan batubara (recovery) di atas 90%. tapi kekurangannya adalah investasi awal yang besar. kondisi lain yang mengakibatkan penambangan bawah tanah harus dilakukan adalah: 1. . dan tingkat keterambilan batubara yang tidak setinggi pada tambang terbuka. Meskipun perhitungan kelayakan ekonomis di atas merupakan faktor utama untuk menentukan metode penambangan. Kegiatan Tambang Terbuka (Sumber: http://www. hal – hal lain yang juga menjadi faktor pertimbangan diantaranya adalah kondisi sosial calon lokasi tambang. Posisi batubara terletak jauh di kedalaman tanah.com/ ) Sebaliknya untuk tambang dalam. Posisi lapisan batubara berada di bawah laut. masalah lingkungan hidup. Gambar 2. Selain perhitungan di atas. Dengan mengemukanya isu kelestarian lingkungan dewasa ini. Contohnya adalah tambang batubara Mitsui Miike Jepang. 2. setelah beroperasi selama 124 tahun. Tambang terbesar di Jepang ini tutup pada tanggal 30 Maret 1997. yang bagian terdalam lapangan penggaliannya sekitar 850 m di bawah permukaan laut. Sedangkan lewat batas tersebut.menguntungkan untuk dilakukan.ptbukitasam. meskipun masalah sosial maupun kerusakan lingkungan relatif dapat dihindari. Hal inilah yang menyebabkan baik tambang terbuka maupun tambang dalam memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. penambangan akan lebih ekonomis bila dilakukan dengan menggunakan metode tambang dalam. dan status hukum lokasi yang akan ditambang. Contohnya adalah tambang dalam PT Kitadin Embalut dan PT Fajar Bumi Sakti di Kalimantan Timur. tapi kurang bersahabat dari segi lingkungan dan terkadang menimbulkan gesekan dengan masyarakat sekitar terkait polusi debu maupun masalah kepemilikan lahan. Pada tambang terbuka misalnya.

bila volume anginnya terlalu besar. jumlah angin yang cukup tersebut hendaknya terbagi secara merata untuk lapangan penggalian (working face). ventilasi.tambang dalam merupakan satu-satunya pilihan pada penambangan batubara yang cadangannya tersimpan di lokasi hutan lindung misalnya. dan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman. Dengan memperhatikan ketiga tujuan di atas. Pemahaman secara menyeluruh terhadap kondisi alam di lokasi yang akan ditambang. 2. perencanaan sistem ventilasi yang baik merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. maka hal ini dapat menimbulkan masalah serius pula yaitu swabakar batubara (spontaneous combustion). lokasi penggalian maju (excavation/development). kemiringan lapisan (dip) dan arahnya (strike). yaitu 1. dan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja yang panas di dalam tambang akibat panas bumi. penggalian maju (excavation/development). Sumber daya manusia yang handal. panas oksidasi. Selain untuk mengencerkan dan menyingkirkan gas – gas tersebut. Ketiga hal diatas mudahnya disingkat dengan alam. tujuan lain dari ventilasi adalah untuk menyediakan udara segar yang cukup bagi para pekerja tambang. ekonomis. dan manusia. penambangan batubara dengan menggunakan metode tambang dalam memerlukan 3 persyaratan teknis yang mutlak harus dipenuhi. dll. Khususnya untuk menangani permasalahan gas berbahaya (hazardous gases) seperti CO dan gas mudah nyala (combustible gas) seperti metana yang muncul di tambang dalam. Sebaliknya. kemudian ada tidaknya patahan (fault) atau lipatan (fold). . jumlah cadangan. tebal lapisan. transportasi baik material maupun batubara. drainase. akan sangat membantu untuk menentukan metode pembukaan tambang. jumlah lapisan. 3. jumlah pasokan oksigen berkurang. dan menghasilkan tingkat keterambilan batubara yang tinggi. dan data pendukung lainnya seperti formasi batuan. Data geologi yang cukup mengenai kondisi tersimpannya batubara seperti kedalaman lapisan. metode pengambilan batubara (extraction). penyanggaan (support). Teknologi Tambang Dalam Pada prinsipnya. dan lain – lain. teknologi. maka volume ventilasi (jumlah angin) yang cukup harus diperhitungkan dalam perencanaan ventilasi. Teknologi penambangan yang sesuai dengan kondisi lapangan penggalian. serta ruangan mesin dan listrik Jumlah angin yang terlalu kecil akan menyebabkan gas – gas mudah terkumpul sehingga konsentrasinya meningkat. aman. Secara ideal.

sehingga akan terus terakumulasi di dalam batubara secara perlahan. sedangkan panel pillarberfungsi untuk menahan ruang kosong pada panel saja. maka suhunya akan terus meningkat sehingga dapat mencapai titik nyala. dimana pengambilan batubara dilakukan di dalamnya. batubara diekstraksi dengan meninggalkan pilar yang difungsikan sebagai penyangga ruang kosong (room) pada lapisan batubara di dalam tanah. Room & Pillar Mining Pada metode penambangan RP. Pada praktiknya. Dengan demikian.wikipedia. yaitu Room & Pillar (RP) dan Long Wall (LW). area yang akan ditambang dibagi terlebih dulu ke dalam bagian – bagian yang disebut panel. Gambar 3. dan akhirnya menimbulkan kebakaran. Sebagaimana terlihat pada gambar 3 di bawah. barrier pillar berfungsi untuk memisahkan panel – panel penambangan. meskipun masih terdapat resiko runtuhan atap pada suatu panel. metode tambang dalam secara umum terbagi dua. Ruang kosong itu sendiri terbentuk sebagai akibat terambilnya batubara pada lapisan yang bersangkutan. Bila sistem ventilasi yang baik untuk menangani hal ini tidak dilakukan.Swabakar batubara terjadi akibat proses oksidasi batubara. maka panas oksidasi sulit berpindah ke batuan di sekitarnya. Karena nilai konduktivitas panas batubara adalah 1/4 dari konduktivitas panas batuan.org/wiki/Room_and_pillar ) . sehingga terjadi panas oksidasi. Adapun berdasarkan teknik pengambilan batubaranya. batubara akan menyerap oksigen di udara dan menimbulkan proses oksidasi perlahan. Konsep Room & Pillar (Sumber: http://en. Dalam kondisi normal. yang dalam hal ini adalah tingkat kekuatan/kekerasannya. tapi keberadaan barrier pillar akan memberikan jaminan keamanan melalui penyanggaan area tambang secara keseluruhan. Adapun ukuran pilar ditentukan dengan menghitung kekuatan batuan atap. lantai serta karakteristik lapisan batubara.

RP sudah tidak layak lagi untuk dilakukan sehingga diperlukan metode lain yang lebih aman dan ekonomis.Gambar di bawah ini menunjukkan rencana penambangan dengan metode RP di salah satu tambang batubara bawah tanah. RP hanya bisa diterapkan pada penambangan lapisan batubara yang dekat dengan permukaan tanah karena tekanan batuannya belum begitu besar. serta potensi emisi gas dan keluarnya air tanah akan bertambah. umumnya maksimal 60%. Perencanaan RP. berfungsi untuk menyalurkan udara kotor keluar . yaitu Long Wall. Long Wall Mining Pada metode ini. (Sumber: Dokumen pribadi) RP adalah metode penambangan yang sederhana dan tidak memerlukan biaya yang besar. Akan tetapi. cara ini hanya akan menghasilkan recoverybatubara yang rendah. Selain itu. disamping memerlukan kondisi lapisan batubara yang landai (flat) dan relatif tebal. Seiring makin dalamnya lokasi penambangan berarti tekanan batuan akan membesar. berfungsi untuk menyalurkan udara segar serta untuk pengangkutan batubara. Lorong yang satu terhubung dengan lorong peranginan utama (main shaft intake). Gambar 4. penambangan dilakukan setelah terlebih dulu membuat 2 buah lorong penggalian pada suatu blok lapisan batubara. Lorong ini sebut dengan main gate. Pada kondisi demikian. Sedangkan lorong satunya lagi yang disebut dengan tail gate terhubung dengan lorong pembuangan utama (main shaft out-take/exhaust).

tambang serta untuk pengangkutan material ke lapangan penggalian (working face). Gambar 5. karbondioksida. Metode Long Wall Bila ditinjau dari arah kemajuan lapangan (working face). yaitu advancing LW (LW maju) dan retreating LW (LW mundur). Pada gambar 5 di bawah. sedangkan udara kotor dengan panah warna merah. atau gas yang lain tergantung dari kondisi geologi di lokasi tersebut. penggalian maju untuk main gate dan tail gate dilakukan bersamaan dengan penambangan batubara. Udara kotor yang dimaksud disini adalah udara yang telah melewati lapangan penggalian. . maka terdapat 2 metode pada LW. seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. udara bersih ditunjukkan dengan panah warna biru. Gambar 6. sehingga telah tercampur dengan debu batubara dan gas – gas seperti metana. Pada advancing LW. Skema LW maju. CO.

Berdasarkan skema penggalian di atas. Pada LW mundur. Persiapan LW mundur . Agar penambangan menjadi lebih efektif. tekanan batuan tersebut juga akan menyebabkan dinding lorong yang merupakan sekat antara kedua lorong dengan gob menjadi mudah retak dan rusak sehingga angin dapat mengalir masuk ke dalam gob. Tidak sedikit penggalian LW maju terpaksa harus terhenti dan pindah ke lokasi lain dikarenakan faktor geologi tadi. maka masuknya angin ke lokasi ini secara otomatis akan meningkatkan potensi swabakar. Disamping itu. sedangkan gambar 8 menampilkan lapangan penggalian yang telah siap untuk dilakukan LW mundur. misalnya patahan atau batubara menghilang (wash out). dengan panjang lorong dan lebar area penggalian ditentukan berdasarkan kondisi geologi serta teknik penambangan yang sesuai di lokasi tersebut. maintenance kedua lorong menjadi semakin sulit dilakukan karena tekanan lingkungan yang bertambah akibat keberadaan gob yang meluas. terlihat bahwa lokasi yang batubaranya telah diambil akan meninggalkan ruang yang terisi dengan batuan atap yang telah diambrukkan. aman. Selain membawa resiko ambrukan. pekerjaan penting yang harus dilakukan adalah menjaga agar main gate dan tail gate tetap tersekat dengan sempurna terhadap gob sehingga sistem peranginan atau ventilasi dapat berjalan dengan baik. Gambar 7 di bawah ini menunjukkan pekerjaan persiapan lapangan penggalian. Pada metode ini. maka pada LW diterapkan metode mundur atau retreating. Bekas lapangan penggalian itu disebut dengan gob. Kelebihan metode ini adalah produksi dapat segera dilakukan bersamaan dengan penggalian lorong main gate dan tail gate. maka seiring dengan majunya kedua lorong serta lapangan penggalian. dan ekonomis. Gambar 7. main gate dan tail gate dibuat terlebih dulu pada blok lapisan batubara yang ingin ditambang. kelemahan metode LW maju yang lain adalah rentan terhadap fenomena geologi yang tidak menguntungkan yang muncul di dalam tambang. Karena di gob juga terdapat banyak serpihan atau bongkahan batubara yang tersisa. Namun seiring dengan semakin majunya penggalian.

maka keadaannya dapat digambarkan seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 9. serta coal pickuntuk ekstraksi batubara. Sedangkan kereta tambang (mine car) digunakan sebagai alat transportasi batubara.Gambar 8. Kondisi penambangan LW mundur Penambangan dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi penyangga besi (steel prop) dan link bar untuk menopang atap lapangan. Lapangan yang telah siap untuk LW mundur (Sumber: M. Uehara. JCOAL) Ketika penambangan secara LW mundur telah dimulai. .

.Gambar 10. Mekanisasi pada lapangan penggalian misalnya melalui kombinasi penggunaan drum cutter dan penyangga berjalan (self-advancing support). Ekstraksi batubara menggunakan coal pick (Sumber: PT Fajar Bumi Sakti. sedangkan pada fasilitas transportasi batubara misalnya dengan menggunakan belt conveyor. LW mundur menggunakan steel prop & link bar (Sumber: PT Kitadin Embalut. mekanisasi tambang dalam secara menyeluruh atau sebagian (semi mekanisasi) dapat dilakukan dengan terlebih dulu memperhatikan kondisi geologi dan perencanaan penambangan secara jangka panjang. Kaltim) Untuk lebih meningkatkan efisiensi penambangan. Kaltim) Gambar 11.

org/technology/Underground/images/Joy_Mining/Longwall-Face. maka safety pillar akan disisakan untuk menjamin keamanan tambang dari bahaya ambrukan. .jpg ) Gambar 13. kadar gas metana akan terus bertambah. Di dalam lokasi yang telah disekat.org/technology/Underground/images/Joy_Mining/Support-and-AFC. sedangkan oksigen akan menurun.coaleducation. tail gate dan main gate harus disekat (sealing) sempurna untuk mencegah masuknya aliran udara segar sehingga proses oksidasi batubara pada gob terhenti.coaleducation. Pada saat itu.Gambar 12. Self-advancing support (Sumber: http://www.jpg) Apabila kegiatan penggalian batubara di suatu blok sudah selesai. Ekstraksi batubara menggunakan drum cutter (Sumber: http://www.

kondisi geologi yang akan dihadapi saat penggalian di lapangan nantinya dapat diprediksi lebih dulu ketika dilakukan penggalian lorong dalam rangka persiapan lapangan. Disini penulis akan mengetengahkan sebagian catatan tentang Mitsui. Mitsui Bussan berdiri pada tahun 1876 dengan bisnis utamanya yaitu menangani transportasi dan penjualan batubara dari tambang tersebut. Meskipun demikian. atau Sumitomo. Namun. alangkah jauh baik bila tambang dalam tidak hanya dilihat dari sudut pandang sebagai upaya untuk menghabiskan cadangan yang tersisa dari aktivitas open cut mining saja. grup Mitsui akhirnya berhasil menjadi pemiliknya. mungkin segelintir saja yang mengetahui bahwa membesar dan mengguritanya kerajaan bisnis ketiganya karena dipicu oleh keterlibatan mereka dalam usaha pertambangan batubara di Jepang. Dibandingkan dengan LW maju yang dapat segera berproduksi. Namun. dengan maintenance lorong dan pengaturan sistem ventilasi yang relatif mudah menyebabkan LW mundur lebih aman dari resiko ambrukan dan swabakar. yang diambil dari sumber di internet maupun perbincangan dengan eks karyawan Mitsui Mining yang penulis kenal. diperlukan waktu yang lebih lama dan biaya material yang mencukupi pada LW mundur untuk persiapan lapangan penggaliannya. yang merupakan perusahaan – perusahaan raksasa asal Jepang. Akhir penggalian LW mundur. Mitsubishi. Ketika pemerintah melakukan privatisasi atas tambang terbesar di Jepang itu. Banyak dari kita mungkin pernah mendengar nama – nama Mitsui. Tepat 3 tahun setelah tambang batubara Miike yang terletak di pulau Kyushu secara resmi dikelola oleh pemerintahan Meiji pada tahun 1873. Selain itu. .Gambar 14. Penutup Tambang dalam adalah salah satu jawaban terhadap seruan pemerintah mengenai penambangan berwawasan konservasi. langkah antisipasi untuk mengatasi fenomena geologi yang tidak menguntungkan yang mungkin timbul pada saat penambangan dapat diperhitungkan dengan baik. Dengan demikian.

tapi mengingat peranan batubara dalam industrialisasi di sana. . Tambang dalam memerlukan investasi yang tidak sedikit. Di Jepang. Meskipun pada awalnya Mitsui menggunakan peralatan yang dimpor dari Amerika atau Eropa. bahkan sebagian di antaranya terletak di bawah laut seperti tambang Miike. divisi pertambangan Mitsubishi sekarang berkembang menjadi salah satu pemain utama industri pemrosesan mineral. Sehingga tidaklah mengherankan bila Mitsui Mining juga terkenal di dunia dengan know how kokasnya. tidak berlebihan pula bila sebagian masyarakat Jepang menganggap bahwa Mitsui Mining beserta tambang Miike adalah salah satu penopang keberhasilan modernisasi mereka. sedangkan Sumitomo saat ini lebih terfokus pada pertambangan mineral baik di Jepang maupun di luar negara mereka. Penguasaan teknologi kokas inilah yang menjadi salah satu kunci kemajuan industri baja Jepang. Mudah – mudahan tulisan ini dapat menjadi masukan yang berarti bagi banyak pihak yang peduli dengan kemajuan bangsa. Berawal dari pengusahaan batubara. Selain itu.Dalam perjalanannya. serta pemrosesan batubara. serta resiko kerja yang relatif tinggi. tapi dalam waktu yang bersamaan rupanya mampu melihat nilai strategis dari eksistensi tambang dalam. Jepang pastinya menyadari hal ini. membutuhkan waktu untuk persiapan produksi. mereka perlahan – lahan mengembangkan sendiri teknologi permesinan dan kelistrikan untuk tambang dalam. yang efek rantai dari penguasaan teknologi itu membawa mereka kepada penguasaan teknologi canggih lainnya. keberadaan batubara kokas di tambang Miike membuat Mitsui Mining juga mengembangkan kontrol kualitas untuk kokas bagi keperluan industri baja. sehingga lahirlah Mitsui Miike Machinery yang terkenal dengan produk steel prop dan selfadvancing support yang handal. Mereka memberikan contoh yang nyata betapa meskipun posisinya berada di bawah laut. Teknologi penyanggaan tambang dalam dari Mitsui ini sekarang dikembangkan di Australia. Mitsubishi dan Sumitomo juga tidak jauh berbeda. Karena itu. mereka tetap mengusahakan batubara dan memberikan banyak insentif bagi industri tambang dalam untuk pengembangan teknologi penambangan. sebagian besar tambang batubara adalah tambang bawah tanah. Meskipun saat ini industri tambang batubara di Jepang sudah berakhir. Poin utama yang penulis ingin sampaikan adalah jangan pernah menganggap kekayaan alam hanya sebagai barang komoditas belaka yang setelah dieksploitasi dengan teknologi yang relatif mudah seperti open cut mining terus kemudian ditinggalkan begitu saja. rekan penulis yang orang Jepang sampai mengatakan: subete ga sekitan kara hajimatta … semuanya bermula dari batubara. grup Mitsui mendirikan anak perusahaan bernama Mitsui Mining untuk mengelola tambang – tambang yang berada di bawah kepemilikan mereka. keselamatan (safety). Beberapa hal di atas hanyalah sebagian kecil dari peranan tambang batubara terhadap berkembangnya grup Mitsui.