Pendekatan Keruangan

Dari namanya dapat ditangkap bahwa pendekatan ini akan menekankan pada keruangan. Pendekatan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi atau agihan elemen geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang. Ahli geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Analisis suatu masalah menggunakan pendekatan ini dapat dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H seperti berikut ini. 1. Pertanyaan What (apa), untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi. 2. Pertanyaan When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam. 3. Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung. 4. Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam. 5. Pertanyaan Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam. 6. Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam.

http://warok.info/pendekatan-keruangan/

1997). yaitu: (1) kenampakan titik (point features). Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. kenampakan bintang (star shape pattern). Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. garis. kenampakan gurita (octopus shape pattern). Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). “.. Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama. 1. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5. kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern). dan (3) kenampakan bidang (areal features). Bagaimana memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan? Untuk itu diperlukan kerangka kerja studi secara mendalam tentang kondisi alam dan masyarakat di wilayah hulu sungai Konto tersebut. dan cluster linier pattern untuk kenampakankenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond. What? Struktur ruang apa itu? 2. Yunus. Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. dan proses keruangan kawasan hulu sungai Konto tersebut. dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. Kerangka analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut. Pada tahap ini . pola (spatial pattern). Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure). baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey..belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang. empat persegi panjang (rectangular pattern). Where? Dimana struktur ruang tesebut berada? 3. random pattern. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. 1989). Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. pola. kenampakan membulat (rounded pattern). pola dan proses. Pada tahap pertama perlu dilihat struktur. Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur. Beberapa contoh seperti cluster pattern. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. 1989). dan proses (spatial processess) (Yunus.. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya.Pendekatan Keruangan Pendekatan Keruangan. Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. regular pattern. Fenomena titik. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu? 4. dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri. Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon). (2) kenampakan garis (line features). 1985. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang.

yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi. Setelah itu. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. Berikut pada tahap ketiga ditentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat. pemeliharaannya. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Lingkungan geografi memiliki dua aspek. dan datar. Studi fisik demikian saja masih belum cukup. Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Zonasi itu akan menghasilkan zona-zona berdasarkan kemiringannya.dapat diidentifikasi fenomena/obyek-obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto. bagaimana cara penanamannya. Lingkungan perilaku mencakup dua aspek. dan intergrasi antara kondisi alam dan manusia di situ untuk memecahkan permasalahan banjir dan tanah longsor. tingkat pendidikannya. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek. landai. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi. Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan . Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach). Dengan demikian tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan ruang tersebut. Informasi itu dapat digunakan untuk pengembangan kawasan yang terbaik yang berbasis masyarakat setempat. Erosi dan tanah langsung dapat dicegah. Zona mana yang digunakan untuk konservasi. tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. yaitu pengembangan nilai dan gagasan. Jenis tanaman apa yang perlu ditanam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja. agak curam. Dengan pendekatan itu terlihat interelasi. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. dan pemanfaatannya. pada tahap kedua dapat dilakukan zonasi wilayah berdasarkan kerakteristik kelerengannya. dan bersamaan dengan itu dapat melakukan budidaya tanaman pertanian pada zona yang sesuai. misalnya curam. dan budidaya. dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. ketrampilan yang dimiliki. Dalam pendekatan kelingkungan. Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. dan kebiasaan-kebiasaan mereka. interaksi. Misalnya jenis mata pencahariannya. yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). penyangga. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Karakteristik penduduk di wilayah hulu sungai Konto itu juga perlu dipelajari. dan kesadaran lingkungan. agak landai. b.

sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam. maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. seperti dicontohkan pada pendekatan pertama 2. 1. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. menerapkan pendekatan kelingkungan. sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga. sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan. Faktor determinannya bersifat kompleks. Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain. Keruangan. analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran. dan sebagainya). Untuk menghadapi permasalahan seperti itu. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik. sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua 3. data bidang (areal) dan data garis (line) . (2) mengidentifikasi gagasan. yaitu wilayah desa dan kota. dan hewan yang hidup di lokasi itu. Pendekatan Kompleks Wilayah Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. menerapkan pendekatan keruangan. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks. setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal.tanah longsor. meskipun obyek kajiannya sama. tropografi. termasuk mengidentifikasi jenis tanah. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate. 1. Selain itu. (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam. maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Dalam geografi lingkungan. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. pendekatan ekologi/kelingkungan dan pendekatan kewilayahan. c. menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains). sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. melibatkan dua wilayah. irigasi. (4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya. penggunaan ruang dan perencanaan ruang. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. tumbuhan. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat atau wilayah yang terdiri dari data titik (point). menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi Dalam menghampiri. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah. Metode pendekatan ini terbagi 3 macam bentuk pendekatan antara lain: pendekatan keruangan.

maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan. Jadi fenomena. yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena. interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Pendekatan keruangan. Kewilayahan.com/2009/07/pendekatan-keruangan. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. 2.html . gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya. 3. Kelingkungan.blogspot.meliputi jalan dan sungai. gaya dan masalah mempunyai keterkaitan aspek fisik dengan aspek manusia dalam suatu ruang. fenomena. Oleh Budi Handoyo http://slamet-triyono. keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. gaya dan masalah dalam ruangan. yaitu menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi.

com) . Pendekatan ini dapat di tinjau dari 3 aspek yaitu: • Analisis pendekatan topik yaitu menghubungkan suatu kejadian dengan dengan tematema utama dalam permasalahan tersebut. Contoh pemanasan glokal adalah suatu fenomena geografi yang terjadi di seluruh ruang.com dan www. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan. Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang.com) Analisis dengan pendekatan aktivitas manusia yaitu mendeskripsikan aktivitas manusia dalam ruang. gejala tersebut diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menambah tingkat polutan dalam udara sehingga berpengaruh terhadap perubahan komposisi penyusun atmosfer. Pada ruangan pantai maka aktivitas manusia sebagai nelayan.wordpress. Berikut Ini adalah gambar aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan ruang (sumber www. Pendekatan keruangan juga merupakan ciri khas yang membedakan ilmu geografi dengan lainnya. Kehidupan manusia dimanapun ruang dan tempatnya maka akan beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi ruang. air tanah. garam atau industri berat. Contohnya adalah morfologi.wordpress. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut.matanews. ini kaitannya dengan banjir. Contoh gambar ini adalah aktivitas manusia sesuai dengan keruangannya (sumber www. Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru. Hal itu diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya. longsor. Pendekatan Keruangan. tambak udang.1.

yaitu bahwa persebaran fenomena geografi persebarannya tidak merata.uwsp.edu) http://kebumian. memiliki kelebihan dibandingkan dengan wilayah lain.php/konsep-a-geografi/pendekatan-geografi . sehingga pada wilayah yang berrbeda maka akan memiliki karakteristik yang berbeda pula.Analisis pendekatan wilayah.com dan www. sehingga setiap wilayah mwmiliki karakteristik. Berikut ini adalah gambar karakteristik wilayah(sumber www.com/index.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful