Pendekatan Keruangan

Dari namanya dapat ditangkap bahwa pendekatan ini akan menekankan pada keruangan. Pendekatan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi atau agihan elemen geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang. Ahli geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Analisis suatu masalah menggunakan pendekatan ini dapat dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H seperti berikut ini. 1. Pertanyaan What (apa), untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi. 2. Pertanyaan When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam. 3. Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung. 4. Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam. 5. Pertanyaan Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam. 6. Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam.

http://warok.info/pendekatan-keruangan/

kenampakan gurita (octopus shape pattern). Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure). Beberapa contoh seperti cluster pattern. kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern). dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri. baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey. Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari.belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. 1989). random pattern. Kerangka analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut. 1989). dan cluster linier pattern untuk kenampakankenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). pola (spatial pattern). kenampakan membulat (rounded pattern). 1985. (2) kenampakan garis (line features). Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. pola. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu? 4. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Pada tahap ini .. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada? 3. dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. “. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon). regular pattern. Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. 1997). Fenomena titik. Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya. Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Yunus. What? Struktur ruang apa itu? 2. empat persegi panjang (rectangular pattern). Bagaimana memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan? Untuk itu diperlukan kerangka kerja studi secara mendalam tentang kondisi alam dan masyarakat di wilayah hulu sungai Konto tersebut. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang. dan (3) kenampakan bidang (areal features). garis.. kenampakan bintang (star shape pattern). dan proses keruangan kawasan hulu sungai Konto tersebut. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama. Pada tahap pertama perlu dilihat struktur. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. yaitu: (1) kenampakan titik (point features). Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5.Pendekatan Keruangan Pendekatan Keruangan. dan proses (spatial processess) (Yunus.. 1. Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur. pola dan proses.

namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. interaksi. dan kesadaran lingkungan. Setelah itu. Zona mana yang digunakan untuk konservasi. dan pemanfaatannya. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek. misalnya curam. tingkat pendidikannya. tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. dan bersamaan dengan itu dapat melakukan budidaya tanaman pertanian pada zona yang sesuai. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. pemeliharaannya. ketrampilan yang dimiliki. Zonasi itu akan menghasilkan zona-zona berdasarkan kemiringannya. landai. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan . agak landai.dapat diidentifikasi fenomena/obyek-obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto. Dalam pendekatan kelingkungan. Misalnya jenis mata pencahariannya. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. Dengan pendekatan itu terlihat interelasi. Erosi dan tanah langsung dapat dicegah. Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Studi fisik demikian saja masih belum cukup. Dengan demikian tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan ruang tersebut. Karakteristik penduduk di wilayah hulu sungai Konto itu juga perlu dipelajari. Lingkungan geografi memiliki dua aspek. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach). agak curam. yaitu pengembangan nilai dan gagasan. penyangga. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Jenis tanaman apa yang perlu ditanam. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya. Lingkungan perilaku mencakup dua aspek. bagaimana cara penanamannya. yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi. b. dan intergrasi antara kondisi alam dan manusia di situ untuk memecahkan permasalahan banjir dan tanah longsor. dan budidaya. Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang. pada tahap kedua dapat dilakukan zonasi wilayah berdasarkan kerakteristik kelerengannya. dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja. Berikut pada tahap ketiga ditentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat. dan datar. yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. Informasi itu dapat digunakan untuk pengembangan kawasan yang terbaik yang berbasis masyarakat setempat.

pendekatan ekologi/kelingkungan dan pendekatan kewilayahan. menerapkan pendekatan keruangan. maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). 1. data bidang (areal) dan data garis (line) . tumbuhan. sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua 3. Dalam geografi lingkungan. c. Keruangan. maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Metode pendekatan ini terbagi 3 macam bentuk pendekatan antara lain: pendekatan keruangan. yaitu wilayah desa dan kota.tanah longsor. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain. melibatkan dua wilayah. sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik. irigasi. menerapkan pendekatan kelingkungan. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate. Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut. penggunaan ruang dan perencanaan ruang. meskipun obyek kajiannya sama. tropografi. dan sebagainya). Faktor determinannya bersifat kompleks. setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi Dalam menghampiri. 1. seperti dicontohkan pada pendekatan pertama 2. menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains). Untuk menghadapi permasalahan seperti itu. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat atau wilayah yang terdiri dari data titik (point). sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Pendekatan Kompleks Wilayah Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. dan hewan yang hidup di lokasi itu. (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam. pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. (4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. Selain itu. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula. salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya. sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah. analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. (2) mengidentifikasi gagasan. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi. termasuk mengidentifikasi jenis tanah.

Kelingkungan. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. 2. Pendekatan keruangan. maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya. gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya. Jadi fenomena.blogspot. fenomena. gaya dan masalah dalam ruangan. yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena. gaya dan masalah mempunyai keterkaitan aspek fisik dengan aspek manusia dalam suatu ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.html .com/2009/07/pendekatan-keruangan. Oleh Budi Handoyo http://slamet-triyono. pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. 3. Kewilayahan. yaitu menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi.meliputi jalan dan sungai. interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang.

wordpress. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut. Pada ruangan pantai maka aktivitas manusia sebagai nelayan. Pendekatan keruangan juga merupakan ciri khas yang membedakan ilmu geografi dengan lainnya. Hal itu diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya. Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru.com) . Pendekatan ini dapat di tinjau dari 3 aspek yaitu: • Analisis pendekatan topik yaitu menghubungkan suatu kejadian dengan dengan tematema utama dalam permasalahan tersebut. longsor. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan.matanews. Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang.wordpress. Contohnya adalah morfologi. Contoh pemanasan glokal adalah suatu fenomena geografi yang terjadi di seluruh ruang. Kehidupan manusia dimanapun ruang dan tempatnya maka akan beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi ruang. air tanah. tambak udang.1. Berikut Ini adalah gambar aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan ruang (sumber www. Pendekatan Keruangan. ini kaitannya dengan banjir. Contoh gambar ini adalah aktivitas manusia sesuai dengan keruangannya (sumber www. gejala tersebut diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menambah tingkat polutan dalam udara sehingga berpengaruh terhadap perubahan komposisi penyusun atmosfer. garam atau industri berat.com dan www.com) Analisis dengan pendekatan aktivitas manusia yaitu mendeskripsikan aktivitas manusia dalam ruang.

Analisis pendekatan wilayah.uwsp. sehingga pada wilayah yang berrbeda maka akan memiliki karakteristik yang berbeda pula.php/konsep-a-geografi/pendekatan-geografi . Berikut ini adalah gambar karakteristik wilayah(sumber www.com/index.edu) http://kebumian. memiliki kelebihan dibandingkan dengan wilayah lain. sehingga setiap wilayah mwmiliki karakteristik.wordpress.com dan www. yaitu bahwa persebaran fenomena geografi persebarannya tidak merata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful