P. 1
Sistem Komunikasi Satelit

Sistem Komunikasi Satelit

|Views: 754|Likes:

More info:

Published by: D'Adyan Ibrahim Al-Jlyd on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2015

pdf

text

original

MAKALAH TEKNIK GELOMBANG MIKRO

Disusun Oleh : Aji Rizky Wibowo (05) Devi Adyan Ibrahim (10) Eko Prasetia (12) Ingrid dyah Mayangsari (18) Muhammad Aditya S. (21) Muhammad Faisal Addien H. (22)

XI TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI 2 SMKN 26 PEMBANGUNAN JAKARTA 2011
i

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt. atas limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tanpa suatu halangan yang berarti. Tidak lupa sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliah menuju jaman islamiah sekarang ini. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas yang diberikan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Tidak lupa ucapan terimakasih kami tujukan kepada pihak-pihak yang turut mendukung terselesaikannya makalah ini antara lain : 1. 2. 3. Bapak Rustam Effendi, selaku guru pembimbing Rekan-rekan sekelompok yang bekerjasama menyelesaikan

makalah ini, serta semua pihak yang turut mendukung terselesaikannya makalah ini. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik selanjutnya. Dan semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca sekalian.

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul .....................................................................................................i Kata Pengantar ...................................................................................................ii Daftar Isi ............................................................................................................iii BAB I Pendahuluan ................................................................................................1 BAB II A. Satelit ......................................................................................................2 B. VSAT.....................................................................................................26 C. Pengenalan sistem VSAT Net...............................................................30 BAB III KESIMPULAN.........................................................................................47

iii

BAB I PENDAHULUAN

Dalam era Globalisasi seperti sekarang ini kebutuhan manusia akan informasi sangatlah penting, sehingga untuk mendapatkan informasi mereka harus saling berkomunikasi dengan yang lainnya. Dengan begitu sarana untuk berkomunikasi juga semakin banyak ragamnya seiring dengan bertambah majunya teknologi saat ini. Teknologi komunikasi atau Telekomunikasi berkembang dengan pesat sejalan dengan ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang juga berkembang dengan cepat. Hal ini dapat terlihat dengan ditemukannya cara komunikasi dengan jarak yang cukup jauh dengan menggunakan media tertentu. Komunikasi data merupakan gabungan dua macam tekhnik, yaitu tekhnik telekomunikasi dan tekhnik pengolahan data. Perkembangan telekomunikasi terjadi pada saat ditemukannya satelit sebagai media perantara komunikasi yang cukup handal, dan sistem komunikasi ini dinamakan dengan sistem komunikasi satelit. Dengan menggunakan komunikasi satelit, komunikasi antara dua lokasi yang letaknya berjauhan bisa dilakukan dengan jangkauan satelit yang sangat luas. Daya jangkau satelit sekitar sepertiga bumi oleh karena itu penggunaan sistem komunikasi satelit di indonesia sangatlah cocok dikarenakan wilayah Indonesia yang terdiri dari beberapa kepulauan (maritim). Hubungan komunikasi data menggunakan satelit yang paling sederhana adalah hubungan point to point (dari titik ke titik) yang hanya melibatkan sebuah sumber dan sebuah penerima. Apabila hubungan ini dikembangkan dengan melibatkan penerima lain yang juga point to point, maka komunikasi data ini akan menjadi suatu hubungan jaringan. Media transmisi atau media penghubung yang digunakan dalam pelaksanaan komunikasi data dapat berupa jaringan telepon, jaringan data, jaringan telex, jaringan radio, dan jaringan satelit.

1

BAB II ISI

A. SATELIT

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.  SEJARAH Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, dengan Sergei Korolev sebagai kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai asistentnya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan Amerika. Sputnik 1 membantuk mengidentifikasi kepadatan lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan ionosphere. Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1 juga memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, karena hilangnya tekanan dalam disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat melalui data suhu yang dikirimkannya ke bumi. Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika. Pada bulan Mei, 1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari untuk experimen wahana angkasa untuk mengedari dunia, yang menyatakan bahwa,

2

" Pada tanggal 29 Juli 1955. Gedung Putih mencanangkan bahwa Amerika Serikat akan mau meluncurkan satelit pada musim semi 1958. tiga setengah tahun setelah meluncurnya Sputnik 1. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit 3 . yang menggunakan wahana Jupiter C untuk meluncurkan satelit. Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas dari Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelomba ng mikro.  JENIS SATELIT Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet."sebuah kendaraan satelit yang berisi instrumentasi yang tepat bisa diharapkan menjadi alat ilmu yang canggih untuk abad ke duapuluh". galaksi. interest angkatan bersenjata meningkat dan pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjai Project Orbiter. Proyek ini berlangsung sukses. Soviets mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan satelit pada musim gugur 1957. Mengikuti tekanan dari American Rocket Society (Masyarakat Roket America). Project RAND milik Angkatan Udara Amerika akhirnya mengeluarkan laporan diatas. Amerika sudah memikirkan untuk meluncurkan satelit pengorbit sejak 1946 dibawah Kantor Aeronotis angkatan Laut Amerika (Bureau of Aeronautics of the United States Navy). tetapi. Satelit buatan manusia terbesar pada saat ini yang mengorbit bumi adalah Station Angkasa Interasional (International Space Station). Sekertari Pertahanan Amerika menyatakan. dan Explorer 1 menjadi satelit Amerika pertama pada tanggal 31 januari 1958. and the International Geophysical Year. dan propaganda. dan objek angkasa lainnya yang jauh. Pada tanggal 31 July. Pada bulan Juni 1961. tetapi tidak mengutarakan bahwa satelit memiliki potensi sebagai senjata militer. the National Science Foundation (Yayasan Sains national). politik. mereka menganggapnya sebagai alat ilmu. 1. Hal ini kemudian diketahui sebagai Project Vanguard. Pada tahun 1954. "Saya tidak mengetahui adanya satupun program satelit Amerika.

meteorologi. 2. dll. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. 5. maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS). Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. 3. 6. Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.geosinkron atau orbit geostasioner. pembuatan peta. bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata. Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. 4. yang diguanakan untuk 8. meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah. untuk periode mingguan. atau bahkan tahunan. 7. Satelit cuaca adalah satelit mengamati cuaca dan iklim Bumi. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan. Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaanpropulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini 4 . seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatanlingkungan. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah diorbit. Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit. Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. bulanan.

(500–200 kg). LEO): 300 . GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.  JENIS ORBIT Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya. 4. 2. orbit satelit yang melintasi kutub  BAGIAN BAGIAN SATELIT Satelit Geostasioner merupakan segmen angkasa pendukung layanan VSAT. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit. Orbit Molniya. GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi. 2. 3. 5.000 km diatas permukaan bumi. meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun. berlokasi sekitar 36. Orbit Tinggi (High Earth Orbit. satelit mikro (di bawah 200 kg). 1. Orbit Sunsynchronous. MEO): 1500 . Orbit ideal untuk satelit komunikasi adalah geostasioner. Orbit Rendah (Low Earth Orbit. 3.1500km di atas permukaan bumi. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit. orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama. satelit nano (di bawah 10 kg). Satelit yang digunakan untuk komunikasi hampir selalu berada pada orbit geostasioner secara eksklusif.36000 km. atau yang relatif statis terhadap bumi. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit. Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit: 1. Oleh karenanya disebut Satelit geostasioner karena satelit 5 . Orbit Polar. HEO): di atas 36000 km. orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.

setiap satelit ditempatkan dengan jarak dua derajat terpisah sehingga jumlah satelit maksimum yang dapat dioperasikan sebanyak 180 satelit.tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Segmen angkasa tersedia dari organisasi yang telah mendapatkan satelit. mengatur peluncuran. Penempatan satelit secara bersama-sama dipisahkan 0. Fungsi utama satelit dikerjakan oleh transponder. • Translasi frekuensi Frekuensi dari sinyal yang diterima ditranslasikan ke frekuensi yang berbeda. dan memimpin tes awal dalam orbit dan kemudian mengoperasikan satelit-satelit ini secara komersial. penempatan satelit secara bersama-sama dilakukan secara menyebar. Sinyal dapat di-diferensiasikan berdasarkan polarisasinya. Gambaran Visual Satelit Indonesia Sesuai dengan kesepakatan International Telecommunication Union (ITU). Translasi frekuensi meyakinkan bahwa tidak ada feedback positif dan juga menghindari interferensiisu yang terkait. Interferensisinyal dari penempatan satelit bersamaan dicegah dengan menggunakan polarisasi ortogonal. Bagaimana pun.1 derajat di angkasa atau hampir sekitar 30 km. dikenal sebagai frekuensi downlink. Ada beberapa transponder atau repeater dalam badan satelit. dengan pandangan untuk memaksimalkan penggunaan slot orbital. untuk menghindari terjadinya interferensi. Transponder ini memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: • Penerima sinyal Transponder menerima sinyal yang di uplink oleh VSAT atau Hub. • Penguatan 6 . Pada saat bersamaan perlengkapan stasiun bumi dapat menerima sinyal dari dua lokasi satelit tanpa orientasi ulang dari antena.

Transponder juga menguatkan sinyal downlink.C-Band Ku-Band Uplink (GHz) 5. KU-Band dapat mendukung trafik dengan ukuran antena yang lebih kecil dibandingkan CBand atau Ext-C-Band. Jenis band frekuensi Satelit sebagai berikut: Frequency Band C-Band Ext. Tapi Ku-Band tidak tahan terhadap curah hujan tinggi sehingga tidak sesuai untuk digunakan di daerah Asia Tenggara.425 6. Tiap transponder memiliki bandwith 40 MHz.800 10. Up link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari stasiun bumi ke satelit.700 Pada komunikasi VSAT ada yang disebut up link dan down link. Up Link dan Down Link Di dunia Internasional.950 sampai 11.025 14.925 sampai 6.500 sampai 4.700 sampai 4.725 sampai 7. KU-Band adalah band frekuensi yang populer. Down link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari satelit ke stasiun bumi . Keunggulan dan kekurangan masing-masing band frekuensi tersebut secara rinci adalah seperti berikut: Frekuensi Keunggulan 7 Kekurangan .200 4.000 sampai 14. Sejumlah transponder menentukan kapasitas satelit.500 Downlink (GHz) 3. Kapasitas transponder satelit untuk satelit generasi Palapa B yaitu terdiri dari 24 transponder yang terbagi atas 12 transponder untuk polarisasi horizontal dan 12 transponder untuk polarisasi vertikal.

yaitu bandwidth dan tenaga amplifikasi.6 – 1. tenaga memiliki sumber daya yang lebih terbatas dibandingkan dengan bandwidth dalam transponder satelit.C-Band · World wide availability · Teknologi yang termurah · Tahan dari redaman hujan · Antena berukuran relatif lebih besar · Rentan terhadap interferensi dari satelit tetangga dan terrestrial microwave · Rentan dari redaman hujan terbatas (faktor Ku-Band · Kapasitas relatif besar · Antena berukuran relatif· Availability lebih kecil (0.8 m) regional) Pada intinya satelit menyediakan dua sumber daya. 8 . Pada kebanyakan jaringan VSAT.

maka terlebih dahulu kita harus dapat mengerti gangguan tersebut.  Interferensi Radio FM Interferensi Radio FM adalah interferensi yang dimunculkan oleh Stasiun Bumi yang terinduksi oleh frekuensi FM (88-108 MHz) dan akan ikut dipancarkan ke satelit. Berikut dijelaskan mengenai berbagai macam gangguan yang biasanya timbul dalam pengoperasian Sistem Komunikasi Satelit :  Cross Polarisasi Cross polarisasi terjadi karena kesalahan posisi sudut polarizer atau horn dari suatu antena . kapan dan bagaimana gangguan itu bisa terjadi.  Interferensi Antar Satelit (ASI) 9 . Pada Sistem Ku-band cross-polarisasi lebih banyak disebabkan oleh pengaruh butiran air hujan yang dapat mengubah polarisasi sinyal. Dimana gangguan ini dapat berasal dari perangkat itu sendiri ataupun dari luar perangkat. Interferensi pada Sistem Komunikasi Satelit Dalam operasinya. sistem komunikasi satelit tidak pernah luput dari berbagai macam gangguan. karena dapat menurunkan performansi kerja. Berbagai macam gangguan dapat berdampak fatal pada kelangsungan operasi sistem. Selain itu gangguan dapat pula disebabkan karena faktor alam.1. Sedangkan pada C-band terjadinya cross-polarisasi lebih banyak disebabkan oleh jeleknya isolasi antara polarisasi Vertikal dan horizontal pada sistem feed-horn antena. Untuk dapat menanggulangi gangguan tersebut.

 Intermodulasi Intermodulasi adalah suatu gejala saling mempengaruhi antara beberapa sinyal pada sistem penguat. Sun outage akan terjadi dalam beberapa hari di jam yang sama selama beberapa menit. Dimana hal ini terjadi apabila penguat bekerja pada daerah non linear dan perangkat diberi input lebih dari satu sinyal. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit. Makin jauh keluar dari daerah daerah linier. sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi.  Retransmit Retransmit adalah jenis gangguan yang terjadi pada satelit karena adanya carrier receive yang ditransmitkan kembali pada tingkat IF.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya.Interferensi Antar Satelit (ASI) adalah gangguan yang terjadi pada satelit atau Stasiun Bumi remote yang sumber gangguannya berasal dari satelit lain.  Meteor Shower 10 . makin besar daya sinyal intermodulasi sehingga makin mengganggu sinyal dasar.  Interferensi Antar Kanal Interferensi ini terjadi pada kanal-kanal yang saling berdekatan dengan penempatan center frekuensi carrier yang tidak tepat.  Sun outage Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus.

maka kita akan mengetahui penyebab carli.3 Proses Penanggulangan Interferensi Pada bagian sebelumnya. telah dijelaskan secara umum mengenai defenisi dari jenis-jenis interferensi yang kerap kali muncul pada sistem Komunikasi Satelit. kita harus dapat mengetahui faktor-faktor apa yang dapat menimbulkan interferensi dan bagaimana dampaknya pada performansi sistem yang sedang beroperasi.4. 1.  Carrier Liar (Carli) Carrier liar adalah gangguan yang tidak diketahui dari mana asalnya. dimana hal ini mutlak terjadi dan dampaknya tidak mutlak ditanggulangi. Berikut ini dijelaskan tentang sebab-sebab dan dampak interferensi serta proses penanggulangannya.3.4. Telah diketahui bahwa salah satu faktor penyebab interferensi dapat pula berasal dari alam. Dengan mengidentifikasi ciri-ciri carli ini. 1.1 Cross Polarisasi 11 .Meteor shower adalah gangguan yang disebabkan oleh adanya debu-debu halus hasil ledakan meteor. Untuk penanggulangan gangguan seperti interferensi.

3. 1.2 Interferensi Radio FM 12 . Melakukan pengaturan polarizer dari antena dengan bantuan Stasiun Bumi dual pol.4. Atau SPU CBI 2. maka dapat dilakukan : 1.4 Contoh Sinyal Cross Polarisasi  Penyebab Cross Polarisasi adalah : 1. Kesalahan posisi sudut polarizer atau horn dari suatu antenna 2. Sebelum melaksanakan pengukuran cross polarisasi direkomendasikan untuk melakukan pointing ulang. Kesalahan posisi satelit Untuk menanggulangi Cross Polarisasi.Gambar 2. Melakukan maintenance rutin / pengukuran cross polarisasi secara rutin terhadap semua stasiun bumi 3.

 Adapun penyebab interferensi radio FM adalah sebagai berikut : o Stasiun pemancar radio FM menggunakan Frekuensi 88 MHz sampai dengan 108 MHz dan lokasinya dekat dengan Stasiun Bumi o Konektor di outdoor tidak terpasang dengan baik o Induksi / kebocoran kabel IF yang ke Up Converter yang memiliki IF filter yang lebih dari 40 MHz sehingga mempengaruhi transponder berikutnya o Grounding yang tidak baik ( shielding ) o EIRP stasiun radio FM besar  Akibat munculnya interferensi ini maka akan berdampak :  Terhadap stasiun bumi : • Beban ( loading ) akan bertambah 13 .

3. 14 .3 Interferensi Antar Satelit Interferensi antar satelit ( ASI ) adalah gangguan yang terjadi pada satelit atau Stasiun Bumi remote yang sumber gangguannya berasal dari satelit lain.4.• Beban di up converter akan bertambah • Muncul interferensi carrier di up converter dan di HPA • Carrier yang ditransmisikan oleh Stasiun Bumi sumber interferensi mengalami degradasi • Terhadap satelit : • Beban ( loading ) transponder bertambah • Mengganggu carrier yang beroperasi di transponder • Transponder bisa over saturasi • Noise floor transponder naik • Intermodulasi carrier di transponder  Langkah-langkah penanggulangan interferensi radio FM : • • • • Periksa connector IF Memasang IF filter < 40 MHz Mengganti kabel IF dengan kualitas standar Memperbaiki grounding 1.

4.4 Intermodulasi Intermodulasi akan terjadi apabila pengaturan input level yang berlebihan sehingga perangkat aktif (penguat) yang digunakan bekerja pada daerah non linear atau saturasi.Gambar 2.8 Contoh Sinyal Interferensi Antar Satelit  Interferensi jenis ini akan terjadi apabila : o Countur atau coveragenya yang saling overlapping o Frekuensi operasi sama o Separasi satelit yang terlalu berdekatan 1.3. 15 .

Gambar 2.5 Hasil yang Dicapai Dengan adanya penanggulangan interferensi pada sistem komunikasi satelit maka akan dicapai hasil sebagai berikut : 16 .9 Karakteristik TWTA  Intermodulasi ini memiliki dampak sebagai berikut : o Terjadinya Crosstalk o Broken call atau pembicaran terputus tiba-tiba o Penurunan kualitas kanal o Penurunan SCR o Gangguan pada transponder yang berdekatan  Intermodulasi ini dapat ditanggulangi dengan cara memperkecil daya input pada HPA dengan cara penambahan nilai atenuasi pada attenuator 1.

Indeks modulasi FSK didapat dari :dimana _F = deviasi puncak frekuensi RF. atau frekuensi. Modulasi dapat dilakukan dengan memodulasi amplitude. cocok untuk penguatan daya efisien tak linier.Karakteristik dan kelebihan MSK : ± Selubung konstan.± Kemampuan 17 . Waktu Perhubungan Putus (Perpu) pada sistem komunikasi satelit dapat diminimasi c. pemakaian bidang frekuensi. ketahanan terhadap gangguan dari luar. Efisiensi yang dimaksud mencakup dimensi fisik.5. Bandpass sinyal tersebut yang disebut dengan sinyal termodulasi dan baseband sinyal yang disebut dengan sinyal pemodulasi. akibat dan bagaimana cara penanggulangannya b. Dapat mengetahui jenis-jenis interferensi. absorbsi daya. Dapat meningkatkan performansi sistem komunikasi satelit 2. SISTEM MODULASI Modulasi dapat didefinisikan sebagai proses penyesuaian sinyal informasi yang akan dikirimkan agar sesuai dengan karakteristik saluran transmisi tertentu dengan memperhatikan tujuan dan efisiensi pengiriman sinyal tersebut.a. Dengan kata lain MSK adalah CPFSK dengan indeks modulasi sama dengan 0. MODULASI GMSKSalah satu teknik pemodulasian adalah MSK (Minimum Shift Keying) yang merupakan tipe CPFSK (Continuous Phase Shift Keying). dan Rb = bit rate. Investigasi saat terjadi gangguan akan lebih mudah d. di mana deviasi frekuensi puncaknya sama dengan ¼ bit rate. fase.Umumnya modulasi melibatkan penerjemahan baseband sinyal pesan yang dilewatkan dalam bandpass sinyal yang memiliki frekuensi jauh lebih tinggi dari sinyal informasi.

Namun sayangnya untuk keperluan komunikasi bergerak. Untuk memperbaiki kondisi tersebut. maka filter premodulasi harus memenuhi syarat :Bandwith sempit dengan cut off yang tajam untuk menekan komponen frekuensi tinggi. Pulsa baseband Gaussian dapat menghaluskan trayektori phase pada sinyal MSK sehingga dapat menstabilkan variasi frekuensi sesaat.± Performa BER yang bagus± Efisiensi spektral.Dapat mempertahankan ortogonalitas sinyal MSK agar dapat dilakukan deteksi koheren sesederhana sistem MSK biasa. dimana lobus utama spektralnya 50% lebih lebar dari lobus utama spektral teknik modulasi QPSK. untuk membentuk sinyal NRZ yang tidak kontinu menjadi sinyal kontinu. MSK kurang efisien karena spektrum frekuensi masih memiliki lobus-lobus samping.GMSK atau Gaussian Modulation Shift Keying adalah penurunan dari MSK dimana spektrum sidelobe dihilangkan dengan cara melewatkan sinyal NRZ ke filter Gaussian. Karena pembentukan pulsa oleh Gaussian tidak menyebabkan rerata trayek phase terdeviasi dari sinyal MSK. Filter tersebut berfungsi sebagai shaping filter.Filter premosulasi Gaussian dapat menimbulkan ISI (Intersymbol Interference) pada6 sinyal yang ditransmisikan.Memiliki respon pulsa dengan overshoot rendah untuk menghindari sinmpangan frekuensi seketika yang terlalu besar.deteksi koheren dan non koheren. 18 .± Kemampuan untuk dapat melakukan selfsynchronizing.Agar spektrum daya yang dihasilkan kecil. maka secara koheren Gaussian dapat terdeteksi sebagai MSK dan secara nonkoheren akan terdeteksi sebagai FSK. maka dapat digunakan premodulation filter. dengan sidelobe yang lebih rendah. Sinyal NRZ (Non-Return to Zero) dilewatkan melalui suatu filter sebelum dimodulasi. Dengan demikian maka dapat mengurangi sidelobe pada spektrum frekuensi yang ditransmisikan.

teknik modulasi ini digunakan pada banyak implementasi analog maupun digital sistem US-CPDP dan pada sistem GSM.Dengan demikian. Sistem ini akan mengeluarkan sinyal informasi yang terkandung dalam sinyal carrier (untuk GMSK. Namun hal ini tidak perlu dirisaukan jika produk durasi 3 dBbandwidth-bit (BT) dari filter lebih besar dari 0. media transmisi.5 (BT tidak terlalu kecil). sehingga umumnya GMSK didefinisikan dari produk BTnya. Output dari filter tersebut kemudian diumpankan ke modulator FM. Probabilitas bit error dinyatakan sebagai :Eb = energi tiap bitN0 = kepadatan spektral noiseDimana g adalah konstanta : CARA KERJA MODULASI GMSKSecara umum sistem modulasi terdiri dari sebuah pemancar (transmitter). dengan an = ± 1. karena pembentukan pulsa akan berdampak pada timbulnya ISI.Sebagai akibat dari peningkatan efisiensi bandwidth akan ada degradasi dalam efisiensi daya.Tabel Bandwidth yang diduduki RF channel untuk sinyal GMSK dan MSK (dikalikan Rb) berdasarkan presentasi daya Probabilitas bit error GMSK merupakan fungsi BT.Metode 19 .Cara yang paling mudah untuk menghasilkan GMSK adalah dengan melewatkan data NRZ melalui filter Gaussian yang memiliki respon impuls :Sedangkan fungsi pindahnya :parameter a dinyatakan sebagai :filter GMSK dapat didefinisikan dari B (lebar pita 3dB) dan T (periode bit). dan sebuah penerima (receiver) yang menghasilkan replika sinyal informasi yang ditransmisikan. umumnya menggunakan sinyal carrier 900 MHz. maka:Sinyal GMSK dapat dideteksi secara koheren dengan detektor korelasi silang atau dengan detektor non koheren sederhana (misalnya diskriminator FM). maka jika kita memiliki sinyal input rectangular :maka tanggapan impuls keluaran setelah dilewatkan filter menjadi :sehingga jika masukan berupa data NRZ.

351)Desainlah sebuah filter Gaussian dengan BT = 0. maka prosentase spektral daya yang hilang :untuk BT = 0. yaitu: 20 . Jika filter tersebut digunakan untuk menghasilkan GMSK pada channel RF 30 kHz.75!BT = 0.2.75KELEBIHAN GMSKSeperti yang telah dibahas pada pointpoint di atas (II). Kelebihan dari GMSK sendiri antara lain :Efisiensi daya yang sangat baik.PEMBAHASAN CONTOH SOALSoal 6.53 dB bandwidth filter Gaussian :nilai parameter a :sehingga persamaan tanggapan impuls dan tanggapan frekuensinya :BT = 0.Relatif sederhana dan fleksibel.23 dB bandwidth filter Gaussian :jika BW chanel RF = 30 kHz.2 kbps.5 paling optimal) 3. Efisiensi spektral yang sangat baik. dari tabel didapat presentasi daya = 99.Dapat terdeteksi secara koheren sebagai sinyal MSK dan secara non-koheren sebagai FSKPenurunan daya karena ISI dapat diabaikan apabila BT dari filter lebih dari 0. Tulis persamaan dan plot respon impuls dan respon frekuensi filter.16 (hlm. dan setiap stasiun bumi harus memiliki 3 kriteria dasar.3 (0.9%sehingga persamaan tanggapan impuls dan tanggapan frekuensinya :BT = 0.5 untuk symbol rate Rb = 19. Sayang sekali ia masih memiliki lobuslobus samping pada spektrumnya. Sidelobe tersebut dapat diatasi dengan mengumpankan sinyal ke premodulation filter.2 dan 0. kita ketahui bahwa modulasi MSK memiliki beberapa kelebihan. karena memiliki amplop/selubung yang konstan. berapa persen total daya yang akan hilang? Ulangi untuk BT = 0.yang sangat efektif namun tidak optimum untuk mendeteksi sinyal GMSK adalah dengan mensampling output dari demodulator FM. salah satu yang paling baik adalah GMSK. ANTENA Pada sistem komunikasi satelit ada beberapa macam antena yang sering digunakan.

Antena harus memiliki temperature noise yang rendah sehingga noise temperature efektif sisi pnerima dari stasiun bumi yang sebanding dengan temperatur antena dapat di pertahankan rendah untuk mengurangi daya noise dalam bandwith carrier downlink. Untuk memperoleh karakteristik noise yang rendah. Berikut ini akan dijelaskan 3 macam dari antena yang sering digunakan dalam sistem komunikasi satelit. Antena harus medah dikendalikan sehingga sistem tracking dapat digunakan untuk mengarahkan antena secara akurat ke satelit. Namun pada antena ini ada kesulitan dalam pengaturan crosspoll pada type linear orthogonal untuk antena stasiun bumi. o Antena Prime Focus Feed Antena ini banyak digunakan karena efisiensinya yang tinggi. maka radiasi antena harus dikontrol dengan cara tertentu untuk memperkecil enenrgi yang diradiasikan kesumber-sumer lain selain satelit juga kerugian lain dari perangkat antena yang menambah secara langsung ketemperatur daerahnya. Terdirinatas sebuah feed yang diletakkan tepat diatas titik fokus dari reflektor parabola. sebab itu diameter antena hanya efektif sampai 5 meter saja 21 . Juga pola radiasi antena harus memiliki level sidelobe yang rendah untuk mengurangi interferensi dari sinyal yang tidak diinginkan dan untuk mengurangi interferensi ke satelit atau sistem teresterial lainnya.Antena harus memiliki gain yang terarah sehingga memfokuskan energi radiasinya dalam beam sempit untuk mengeleminasi antena dalam mode transmit dan receive untuk memperoleh data carrier uplink dan downlink yang dibutuhkan.

Metode akses ini digunakan oleh alat-alat komunkasi satelit untuk membawa informasi data atau memancarkan sinyal carriernya dengan suatu sistem atau cara yang terbaik agar tidak mengalami gangguan dalam proses transmit atau receive. Ada beberap macam metode akse yang digunakan saatini pada system komunikasi satelit yaitu : a.8 – 3. TDMA ( Time Division Multiple Access) 22 . o Antena Cassegrain / Grogrian Antena yang memiliki 2 buah reflektor.o Antena Offset Feed Antena jenis ini berawal dari jenis prime focus feed kelebihannya adalah letak feed yang tidak terletak pada titik fokus antena yang menyebabkan blocking atau penghalang menjadi berkurang. Keunikan ini disebut dengan Multiple Access. Ukurannya 1. yang mana titik fokus reflektor utama parabola berkonsiden dengan titik fokus virtual dari sebuah sub reflektor hiperboloid dan sebuah sub feed yang pusat fasanya pada titik fokus nyata sebuah reflektor. yang biasa berukuran 4.8 meter.6 meter atau lebih 4. Dan juga dalam hal pengaturan isolasi crosspoll antena ini lebih mudah dibanding jenis prime focus feed. FDMA (Frequency Division Multiple Access) b. METODE AKSES Keunikan dari sistem komunikasi satelit adalah kemungkinan banyak stasiun bumi yang dihubungkan secara simultan melalui sebuah satelit saja. Antena jenis ini dikhususkan untuk antena yang memiliki diameter besar.

Unslotted ALOHA f. Kepadatan komunikasi sangat ringan ( 1-2 channel) 3. Gelombang carrier didalam specter um satelit dipergunakan menurut pembagian waktu tiap-tiap stasiun bumi. • TDMA ( Time Division Multiple Access) Sistem TDMA menggunakan satu gelombang pembawa untuk melayani sejulah stasiun bumi. Sedangkan keuntungan utamanya adalah investasi pertamanya yang murah. Kekurangan dari sistem ini adalah mudah terjadi gangguan atau distorsi intermodulsi karena teredapatnya frekuensi berbeda masuk dalam penguat. Sistem FDMA mempunyai efesiensi yang baik untuk terminal bertraffic rendah. yaitu tiap-tiap stasiun bumi diberi bandwidth tertentu sehingga total dari seluruh penggunaan bandwidth dapat memenuhi bandwidthnya transponder dari satelit yang digunakan. 2. DAMA ( Demand Assigment Multiple Access) e. Slotted ALOHA • FDMA (Frequency Division Multiple Access) Prinsip dasar sistem FDMA. pemeliharaannya yang mudah. Komunikasi point to point antara lain untuk hot line. rebilitynya (keandalannya) cukup baik.c. Tetapi sistem ini memiliki criteria yang harus djalankan dengan baik antara lain : 1. Stasiun bumi hanya dapat 23 . CDMA ( Code Division Multiple Access) d. Menajemen mentap dan dsipln para pengguna dapat dipertanggungjawabkan.

mengirimkan sinyal yang berupa brust pada waktu yang diberikan untuknya. Keistimewaan sistem ini adalah. selan itu sistem TDMA lebih fleksibel dalam penyadiaan multiple access terhadap satelit karena perubahan komposisi kanal pada base bend tidak menyebabkan perubahan terhadap alat-alat pemancar dan penerima seperti yang terjadi pada FDMA. • DAMA ( Demand Assigment Multiple Access) 24 . Keuntungan sisitem ini adalah tidak mungkin terjadi intervansi. Sedangkan kekuranagn system ini adalah investasi awal yang mahal. sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga masing-masing stasiun mentrnsmisikan sinyal informasinya dengan menggunakan kodenya sendiri dan banyak terminal yang mempunyai kode sama saja yang dapat menerimanya. Sedangkan kekurangannya adalah biaya yang sangat mahal untuk sistem ini hanya digunakan pada keperluan khusus misalnya dalam keperluan militer yang memerlukan kerahasian dan keamanan. Kentungan sistem ini adalah dapat menggunakan power output dari transponder secara penuh tanpa takut akan timbulnya derau intermodulsi. Jadi pada waktu dan kesempatan yang tepat atau pada saat glirannya stasiun bumi dapat atau bisa transmit. serta sinkronisasi burs pemancar untuk semua stasiun dalam sistem TDMA sangat kritis. hal ini disebabkan hanya menggunkan satu sinyal carrier saja. • CDMA ( Code Division Multiple Access) Dalam sistem CDMA ini semua stasiun memancar pada waktu dan frequensi yang sama.

Pada metode ini kemungkinan tabrakan antar sinyal yang satu dengan yang lainnya dapat dikurangi dengan cara bila ada terminal yang sedang memancarkan informasi hanya boleh ditempatkan pada awal slot. • Slotted ALOHA Ini adalah satu metode yang boleh dikatakan metode perbaikan dari metode unslotted ALOHA. 25 . efesiensi penggunaan kanal hanya 17-18% saja setiap kali penggunaan. Kelemahan sistem ini yaitu mudah terjadi tabrakan antar informasi yang satu dengan yang lainnya bila digunakan pada traffic yang tinggi. Dalam sistem ni keunggulannya adalah dapat meghemat jumlah saluran karena sistem ini menggunakan saluran hanya pada waktu diperlukan saja. Efesiensi penggunaan kanal naik sampai 37% dalam setiap kali penggunaan.Dalam sistem ini memungkinkan pengiriman satu informas i bila hanya diperlukan saja. berarti respon timenya lebih besar dibandingkan dengan metode unslotted ALOHA. Dengan kata lain informsi tersebut bisa di pool sementara yang lainnya bisa juga diakses bila diperlukan. • Unslotted ALOHA Ini adalah satu metode yang lebih tepat bila dikatakn sebagai rebutan dari pada penggiliran karena pada metode ini setiap terminal akan berusaha memancarkan sinyal informasi setiap kali terminal tersebut memerlukannya tanpa perlu tahu apakah kanal nformasi tersebut kosong atau tidak.

frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5. Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Intinya. Selain C-Band ada juga KU-Band. Hub berkomunikasi dengan 26 .B. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi. dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3. Mengirim Dan Menerima Data Mendapatkan data Internet dari setelit sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit.425 GHz).7 sampai 4. Piringan yang di tengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Namun CBand lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band.2 GHz). Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. VSAT VSAT (dalam bahasa Inggris. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode terlebih dahulu.925 sampai 6.

Setiap sub-frame adalah 24 byte. Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini.75 m) dipasang di atap . Frame TDM selalu berukuran 5. Perangkat Terminal Antena Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekuensi daripada satelit.55-2. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36. 27 . TDMA selalu pada 180 ms. bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya.000 kilometer di atas permukaan bumi.760 byte. sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA.piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya.dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan. suara dan fax. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Setiap frame memiliki 240 sub-frame.

menerima dan menghantar isyarat.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).Komponen Komponen VSAT. yang dipasang pada atap. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0. IFL (Inter Facility Link). • Satelit 1. dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Semua isyarat 28 . terdiri dari: • Unit Luar (Outdoor Unit (ODU): 1. yang menerima sinyal informasi dari satelit. 2. 3.55-2. Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal. berkomunikasi melalui frekuensi radio.4 m). BUC (Block Up Converter). 2. • Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)): 1. menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri. dikawal oleh hub station. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Modem (Modulator / Demodulator). yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit. dinding atau di tanah. Menggunakan Komunikasi 2 arah. LNB (Low Noise Block Up). sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).

• Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45 Mbps • Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 1.1 Mbps** • Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik Kedudukan Satelit Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain. yaitu Propinsi / Kabupaten. • Memakan tempat. Ada 4 jenis satelit : • GEO -Geostaioner (geo-synchronous) earth orbit Geostasioner • MEO -Medium earth orbit • LEO -Low earth orbit Orbit bumi rendah • HEO -Highly elliptical orbit Keunggulan dan kekurangan Keunggulan VSAT: • Pemasangannya cepat. terutama untuk piringannya. • Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel 29 . • Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi. Kekurangan VSAT: • Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).

1 VSAT VSAT singkatan dari Very Small Aperture Terminal yang pada awalnya merupakan sebuah merek dagang dari sebuah Stasiun Bumi Kecil (SBK) yang dipasarkan pada tahun 80-an oleh Telecom General di USA. 30 . Dalam sistem komunikasi ini. SISTEM VSAT C. VSAT merupakan terminal satelit dengan diameter antena yang kecil. hal ini dikarenakan oleh letak satelit tersebut yang berada di luar angkasa dan berjarak ± 36. Nama itu sukses menjadi nama umum yang mungkin datang dari gabungan hurup pertama V’. yaitu berukuran antara 0. Komunikasi yang menggunakan satelit mampu menjangkau daerah yang jauh dan terpencil. Saat ini teknologi komunikasi satelit menyediakan kapasitas yang sangat besar baik untuk percakapan telepon maupun untuk transmisi video.000 km di atas permukaan bumi.C. Negara kepulauan ataupun Negara dengan daerah geografis yang berbukit-bukit seperti halnya Indonesia. sangat cocok menggunakan satelit sebagai media komunikasinya. namun masih di dalam jangkauan satelit tersebut. PENGENALAN SISTEM VSAT NET 1. C.8 meter. gambar dan video.1.1 Pengertian Komunikasi Satelit Sistem komunikasi satelit merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan menggunakan media satelit sebagai komponen utamanya. bahkan telah memungkinkan untuk ditempatkan di tempat pengguna. Stasiun bumi telah berkurang dalam hal ukuran maupun harga. satelit difungsikan sebagai repeater dan pembagi jalur komunikasi agar satelit tersebut dapat digunakan bersama-sama namun tidak ada data atau informasi yang bercampur atau saling bertabrakan satu sama lainnya. data. sehingga satelit dapat menyampaikan kembali data atau informasi dari suatu tempat ke tempat lain dengan jarak yang sangat jauh. Pemakaian teknologi VSAT tersebut sekarang sudah berkembang pesat dikalangan perusahaan-perusahaan atau industri-industri khususnya untuk komunikasi telepon.6 – 3. salah satu contohnya yaitu aplikasi atau teknologi VSAT ( Very Small Aperture Terminal ).

voice fax dan dapat menyediakan jaringan komunikasi private/public serta layanan multimedia untuk masa yang akan datang. LNA atau BUC. feed. Teknologi VSAT merupakan solusi.2 Arsitektur Jaringan VSAT Arsitektur jaringan VSAT dapat dijelaskan seperti gambar di bawah ini Arsitektur VSAT Arsitektur di atas terdiri dari : . modem. LAN. data. SSPA.Antenna Sub-System : reflector. dan SAT’ yang didefinisikan sebagai connection’ atau hubungan dengan komunikasi satelit. VSAT menawarkan value added service berbasis satelit seperti internet. Up Link adalah sinyal radio frekuensi (RF) yang dipancarkan dari stasiun bumi ke 31 . dengan diameter antena yang kecil dalam suatu jaringan yang dihubungkan dengan Hub sistem atau tanpa Hub sistem. alarm & control power supply . VSAT sendiri mempunyai arti terminal satelit. LNB . mounting & assembly . pada umumnya VSAT diletakkan langsung di lokasi pengguna.Out Door Unit : U / D converter. C.1.HUB station dan Spacecraft / Satellite Dalam komunikasi satelit ada yang disebut dengan Up Link dan Down Link .yang membentuk sebuah kata victorious’ yang mempunyai arti menang atau jaya . dengan site-site yang tersebar. dengan biaya efektif untuk hubungan jaringan komunikasi independent dengan jumlah besar.Remote station .In Door Unit : baseband processor.

1 Kelemahan dan Keunggulan Frekuensi C-band dan Ku-band Komunikasi VSAT 32 . Frekuensi Ku-band biasa digunakan di Amerika Utara dan Eropa. Dengan frekuensi Up Link sekitar 6 GHz dan frekuensi Down Link sekitar 4 GHz. dengan menggunakan antena VSAT yang kecil. Masing-masing band frekuensi di atas memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. serta menggunakan antena yang lebih besar. secara rinci dapat dilihat dari tabel berikut ini : Tabel 3. Dengan frekuensi Up Link sekitar 14 GHz dan frekuensi Down Link sekitar 12 GHz. Frekuensi Up Link dan Down Link Pada umumnya VSAT menggunakan frekuensi Ku-band dan C-band. sedangkan Down Link adalah sinyal radio frekuensi (RF) yang dipancarkan dari satelit ke stasiun bumi dengan selisih frekuensi yang berbeda dari uplink.satelit. Afrika dan Amerika Latin. sedangkan C-band digunakan intensif di Asia.

VSAT Net point to multi point Konfigurasi Mesh Konfigurasi Star Jenis komunikasi VSAT Net. Pada VSAT Net terdiri dari dua topologi yaitu topologi Mesh untuk komunikasi voice tanpa melalui HUB dan topologi Star untuk komunikasi data yang harus melalui HUB untuk menjaga keutuhan dan 33 . Sehingga dalam pelaksanaannya tidak terganggu oleh carrier yang lain. yang merupakan jasa komunikasi dalam menyediakan sebuah kanal khusus untuk satu carrier. antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol atau HUB. Tetapi karena SCPC ini selalu dalam keadaan siap atau On. Komponen VSAT ini terdiri dari unit Indoor dan unit Outdoor dimana untuk konfigurasinya berbeda dengan VSAT Net yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.Komunikasi VSAT dibagi dalam beberapa bagian : 1. VSAT Link VSAT Link VSAT Link merupakan jenis komunikasi VSAT yang langsung berhubungan (point to point). 2. VSAT Link sering di kenal dengan nama SCPC (Single Carrier Per Channel). Dengan menggunakan SCPC tidak diperlukan adanya waktu tunggu untuk berkomunikasi sehingga kemudahan dalam komunikasi kapanpun diinginkan dapat dilakukan. dapat digunakan untuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yang satu ke Terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau di sebut stasiun HUB yang berfungsi sebagai pengendali jalannya komunikasi antar remote. otomatis biaya yang di keluarkan cukup besar.

Komponene VSAT 1. Stasiun-stasiun terminal VSAT hanya dapat berkomunikasi dengan HUB station sedangkan komunikasi antara remote tidak terjadi kecuali untuk komunikasi point to point (link). selama remite masih memancarkan data maka burst tetap ada. Tiap stasiun remote hnaya memproses pesan yang ada dipaket yang sesuai dengan lamatnya sendiri. Jadi setiap kali remote mengirimkan data ke HUB station maka ia akan mengeluarakan burst. Peralatan utama yang digunakan oleh HUB Stasion yaitu: 34 . jika telah selesai maka burst akan hilang dan akan digantikan oleh burst lain yang berasal dari remote lain pula. Ketika remote memancarkan data yang berbentuk paket untuk ditransfer. sehingga dapat berkomunikasi.kebenaran data. Kemunkinan apabila dua buah slot yang sama untuk transmisi maka akan terjadi kedua pesan beradu dan tidak bisa diterima oleh HUB stasion. Dilihat dari hal tersebut maka dalam melakukan komunikasi VSAT Net menggabungkan kedua topologi tersebut tidak secara terpisah dan langsung seperti VSAT Link melainkan harus melalui stasiun HUB. Transmisi dan penerimaan suatu remote yang mempunyai kekuatan rendah karena diameter antena yang kecil akan di transfer ke stasiun HUB yang memiliki kekuatan transmisi dan penerimaan yang besar untuk dikirim ke remote lain. Didalam paket tersebut selain berisi pesan juga berisi address/alamat untuk stasiun bumi yang dituju. Sebuah HUB station mengeluarkan satu kapling frekwensi yang di pancarkan secara terus menerus yang berupa paket yang berisi pesan-pesan untuk remote sinyal continous tersebut disebut juga dengan outlink atau outbond. maka pesan itu akan memilih slot secara sembarangan dan ditransferkan melalui slot tersebut. Sinyal burst ini dipaketkan dan dikenal dengan inbound atau return link. dan mengacuhkan pesan yang tidak sesuai dengan alamatnya. HUB STATION Sebuah HUB station pada dasarnya adalah sebuah stasiun bumi mikro yang berfungsi sebagai stasiun pengendali dan pusat kontrol bagi terminal-terminal VSAT yang lainnya.

Antena ini memiliki dua buah reflektor yaitu main reflektor yang berbentuk besar dan sub reflektor yang berukuran lebih kecil dari main reflektor. Fungsi LNC sama dengan LNB hanya saja untuk LNB terdapat konverter dari C band menjadi L band.a) Antena Antena yang digunakan adalah jenis Gregorian. Telkom karena relatif aman dan mudah dalam pengaturan crosspoll OMT feedhorn. Yaitu untuk mengeluarkan kembali sinyal informasi yang diterima dari gelombang pembawa. c) Peralatan IF • Modulator. d) Sistem Switching 35 . Antena jenis ini direkomendasikan oleh PT. b) Peralatan RF • HPA (High Power Amplifier) merupakan penguat yang mempunyai penguatan hingga 100 watt. peralatan ini kebalikan dari modulator. • Up/Down Converter. Yaitu juntuk menumpangkan sinyal informasi kepada gelombang pembawa RF. peralatan ini berfungsi untuk memodulasi sinyal atau data. pada bagian Up Converter berfungsi untuk merubah sinyal menjadi L band dan pada bagian Down Converter berfungsi untuk merubah sinyal menjadi C band. • LNC (Low Noise Converter) merupakn perangkat yang pertama sebelum sinyal diproses oleh peralatan lain. • Demodulator.

e) Network Cotrol Center Berfungsi sebagai monitor dan kontrol jaringan di HUB Station.Yaitu peralatan yang vberfungsi untuk pengarah jalan bagi masuknya data yang ke HUB Station. NCC mengatur lalu lintas antara seluruh station VSAT. baik data yang ditransmisikan maupun data yang diterima oleh HUB Station. konfigurasi jaringan dan fungsi-fungsi diagnostik untuk keseluruhan. REMOTE STATION Komponen Remote VSAT 36 . B. Hub Station.

Ukuran dish sebanding dengan kemampuan antena untuk menguatkan sinyal. Ukuran piringan antena atau dish VSAT berkisar antara 0. feedhorn. a. 37 . Fungsi antena pada komunikasi VSAT adalah sebagai berikut : • Memancarkan gelombang radio RF dari stasiun bumi ke satelit yang mana besar frekuensinya dari 5.925 GHz sampai dengan 6.425 GHz.2 GHz. Antena yang dipakai dalam komunikasi VSAT yaitu sebuah solid dish antenna yang memiliki bentuk parabola.Sebuah remote VSAT memiliki komponen-komponen sebagai berikut.7 GHz sampai dengan 4. • Menerima gelombang radio RF dari satelit ke stasiun bumi yang mana besar frekuensinya dari 3. Outdoor Unit (ODU) Terdiri atas antena dan Radio Frequency Transmitter (RFT). dan penyangga.6 – 3. Bagian antena terdiri atas reflektor.8 meter. Antena Antena berfungsi untuk memancarkan dan menerima gelombang radio RF.

Parametrik LNA yaitu LNA yang menggunakan penguat parametrik untuk penguat pertamanya dan penguat transistor biasa pada tingkat keduanya. Salah satu jenis LNA yaitu Parametrik LNA. b.7 GHZ sampai dengan 4. LNA harus sanggup bekerja pada band frekuensi antara 3.2 GHz (bandwidthnya 500 MHz). RFT terdiri atas: o Low Noise Amplifiers (LNA) LNA berfungsi memberikan penguatan terhadap sinyal yang datang dari satelit melalui antena dengan noise yang cukup rendah dan bandwidth yang lebar (500 MHz). sehingga mengalami redaman yang cukup besar disepanjang lintasannya. sehingga total penguatannya sebesar 55 dB. Lemahnya sinyal dari satelit yang diterima oleh LNA disebabkan oleh faktor berikut: • Jauhnya letak satelit. Feedhorn mengarahkan tenaga yang ditransmisikan ke arah piringan antena atau mengumpulkan tenaga dari piringan tersebut. maka LNA harus memiliki noise temperatur yang rendah dan mempunyai penguatan / gain yang cukup tinggi (Gain LNA = 50 dB). RFT RFT dipasang pada frame antena dan dihubungkan secara internal ke feedhorn. 38 . • Keterbatasan daya yang dipancarkan oleh satelit untuk mencakup wilayah yang luas.Feedhorn dipasang pada frame antena pada titik fokusnya dengan bantuan lengan penyangga. Penguatan pertama (parametric amplifier) memberikan penguatan 15 sampai dengan 20 dB dan penguatan transistor memberikan penguatan 35 sampai dengan 40 dB. Untuk dapat memberikan sensitivitas penerimaan yang baik. Feedhorn terdiri atas sebuah larik komponen pasif microwave.

diantaranya : • • • • Besar daya output yang dihasilkan Lebar band frekuensi yang harus dicakup Pengaruh intermodulasi yang muncul Input dan output Back – off Up / Down Converter Perangkat ini dikemas dalam satu kemasan tetapi memiliki dua fungsi yaitu sebagai up converter dan sebagai down converter. Ada hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan penguat daya frekuensi tinggi . Up Converter Berfungsi untuk mengkonversi sinyal Intermediate frequency (IF) atau sinyal frekuensi menengah dengan frekuensi centernya sebesar 70 MHz menjadi sinyal RF Up link (5.925 GHz sampai dengan 6.425 GHz). Up Converter 39 .425 GHz dari Ground Communication Equipment (GCE) pada suatu level tertentu yang jika digabungkan dengan gain antena akan menghasilkan daya pancar (EIRP) yang dikehendaki ke satelit. SSPA ini merupakan penguat akhir dalam rangkaian sisi pancar (transmit side) yang merupakan penguat daya frekuensi sangat tinggi dalam orde Gega Hertz.925 – 6.o Solid State Power Amplifier (SSPA) SSPA berfungsi untuk memperkuat daya sehingga sinyal dapat dipancarkan pada jarak yang jauh. 1. Tujuan penggunaan SSPA adalah untuk memperkuat sinyal RF pancar pada band frekuensi 5.

Teknik Modulasi yang dipakai dalam modem satelit yaitu modulasi dengan sistem PSK ( Phase Shift keying ). Contoh Modem Satelit Lebih jauh lagi fungsi dari Modulator dan Demodulator yakni: Modulator 40 .2 MHz) menjadi sinyal Intermediate Frequency dengan frekuensi center sebesar 70 MHz. Frekuensi IF besarnya mulai dari 52MHz sampai 88MHz dengan frekuensi center 70 MHz. Down Converter Berfungsi untuk mengkonversi sinyal RF Down link (3. Modulasi adalah proses penumpangan sinyal informasi kedalam sinyal IF pembawa yang dihasilkan oleh synthesiser.2. Down Converter Indoor Unit (IDU) Modem VSAT merupakan perangkat indoor yang berfungsi sebagai modulator dan demodulator.7 MHz – 4. Sedangkan demodulasi adalah proses memisahkan sinyal informasi digital dari sinyal IF dan meneruskannya ke perangkat teresterial yang ada.

Diagram Blok Modulator Pada proses modulasi sinyal data masuk melalui port Interface kemudian diteruskan ke bagian Digital to Analog Converter dan diubah menjadi sinyal analog I dan sinyal Q. Sinyal I dan sinyal Q mempunyai amplitude yang sama tetapi memiliki fase yang berbeda. Digram blok Demodulator Pada proses demodulasi. Demodulator Demodulator menerima sinyal dari RFT dalam range frekuensi IF dan melakukan demodulasi pada sinyal untuk memisahkan user traffic signal dari carrier.Modulator berfungsi untuk mencampurkan sinyal informasi digital dari perangkat teresterial kedalam sinyal IF 70MHz yang dihasilkan dari dalam modem. Rangkain AGC dikontrol oleh bagian A/D converter. sinyal IF yang diterima di masukan ke rangkain AGC. 41 . Rangkaian AGC ini berfungsi untuk mengatur kekuatan sinyal IF yang akan didemodulasi. Sinyal IF kemudian dikuatkan dan diatur powernya oleh bagian TX control dan kemudian diteruskan ke port IF Output di bagian belakang modem. difilter kemudian dicampur dengan sinyal IF dari sinthesizer sehingga dihasilkan sinyal IF termodulasi. Sinyal I & Q diperkuat.

Modulasi ini bertujuan untuk mentranslasikan gelombang frekuensi informasi ke dalam gelombang lain pada frekuensi yang lebih tinggi untuk dibawa ke media transmisi. setelah itu sinyal I & Q masuk ke bagian A/ D converter sehingga didapatkan sinyal data digital. Satelit EIRP dapat didefinisikan sebagai jumlah dari tenaga output amplifier satelit. dan tenaga output dari antena satelit (selisih antara tenaga masuk dan tenaga keluar) Perhitungan level sinyal melalui sistem ( Stasiun bumi asal – satelit – stasiun bumi penerima ) untuk memastikan kualitas layanan yang harus dilakukan terutama untuk pembentukan link satelit. Proses modulasi ini menggunakan teknik PSK.Link Budgets. kemudian sinyal data digital diteruskan ke bagian interface dan diteruskan ke port interface. . Data yang akan ditransmisikan dari perangkat remote/user.Sinyal IF yang sudah disesuaikan levelnya kemudian dicampur dengan sinyal dari sintisiser sehingga menghasilkan sinyal I dan sinyal Q. Dalam RFT ini terdapat Up dan Down Converter. 2. protokol-protokol yang dapat ditangani. Dalam modem ini data dimodulasi. terlebih dahulu memasuki modem. Beberapa istilah yang berkaitan dengan modem sebagai berikut: . Setelah data tersebut dimodulasi. yaitu tenaga yang ditransmisikan dari objek yang ditransmisikan. Untuk proses transmit yang digunakan adalah Up Converter. Up Converter ini berfungsi untuk mentranslasikan sinyal dari frekwensi menengah IF 42 . Meyakinkan bahwa perlengkapan RF akan menyediakan kebutuhan topologi jaringan dan modem satelit yang digunakan link Budget memperkirakan stasiun bumi dan satelit EIRP yang dibutuhkan. Kemudian sinyal ini dikuatkan dan difilter. selanjutnya akan memasuki perangkat yang disebut RFT ( RF Transceiver) atau driver. Proses Transmisi Sinyal Satelit 1. Pemilihan modem VSAT menentukan jenis teknologi VSAT yang digunakan. Sebuah modem dispesifikasikan berdasar teknik akses.Equivalent Isotropically Radiated Power (EIRP). dan banyak interface port yang dapat didukung.

4. 3. Setelah memasuki Down Converter. Sinyal masuk ke dalam feedhorn. Antena menerima sinyal dari satelit. maka sinyal IF memasuki perangkat modem untuk melakukan proses demodulasi. 4. dimana prose demodulasi itu dimaksudkan untuk memisahkan antara sinyal carrier dengan informasi yang ada di dalamnya. 2. Dari Feedhorn. Dari LNA sinyal diteruskan memasuki Down Converter yang berfungsi untuk mentranslasikan sinyal RF menjadi sinyal IF.(Intermediate Frequency) menjadi suatu sinyal RF (Radio Frequency). sinyal diteruskan memasuki LNA (Low Noise Amplifier). 43 . Proses selanjutnya adalah memasuki SSPA (Solid State Power Amplifier) yang berfungsi sama dengan HPA yaitu untuk memperkuat sinyal RF agar dapat diterima oleh satelit. 3. sinyal dari feedhorn dipantulkan ke satelit dengan antena. sinyal yang diterima antena kemudian dipantulkan ke feedhorn. Output sinyal yang dihasilkan adalah 5925 – 6425 MHz. Blok Diagram IDU-ODU Proses Receive Sinyal Satelit 1. Dimana LNA ini berfungsi untuk menekan noise dan memperkuat sinyal yang diterima.

3. Tipe antena yang digunakan adalah Offest prime focus.2 Ghz. Antena. Konfigurasi Sistem dan Parameter dalam NIU Dalam perangkat NIU ini terdapat konfigurasi sistem dan parameter dalam pengoperasian NIU yang befungsi sebagai pengatur status di tiap stasiun remote. adapaun fungsi dari NIU adalah sebagai interface peralatan pelanggan dengan peralatan VSAT.Informasi yang sudah terpisah dari sinyal carrier kemudian diteruskan ke perangkat user seperti Router .7-4. fungsinya untuk penguat sinayal yang dipancarkan maupun sinyal yang diterima. yaitu perangakat Out door dan peralatan In door • Perangkat Out door Perangkat yang digunakan terdiri dari : 1. Perangkat inilah yang akan dibahas lebih terperinci. berfungsi menguatkan dan mengkonversikan frekuensi sinyal C Band (3. Perangkat VSAT Net AT&T merupakan salah satu dari sekian banyak perusuhaan yang bergerak dibidang teknologi komunikasi satelit dan telah menciptakan perangkat-perangkat yang handal.5. Fasilitas yang terdapat pada NIU yaitu : 44 . berfungsi menguatkan dan memodulasikan digital customer data dengan frekuensi caries 5.7-6. Multiplexer. LNB (Low Noise Block Converter). ODE (Outdoor equipment).2 Ghz) yang diterima dari satelit menjadi L Band. dan sebagainya. • Perangkat In Door Untuk perangkat indoor sistem AT&T dikenal dengan nama Network Interface Unit (NIU). a. 2. Diantara perangkat tersebut.

Konfigurasi Sistem dan Menu pada Panel Depan Struktur konfigurasi menu NIU adalah sebagai berikut : RF CONFIG  TX Channel : nomor channel VSAT mengirim data  RX Channel : nomor channel VSAT menerima data  TX Ref : transmit frekuens interface.- 2 x 16 karakter LCD Lampu data transmit. Panel Belakang Panel belakang terdiri dari kiri ke kanan sebagai berikut : Saklar Install Port I (Data Port) Port II (Data Port) ODU Interface RF IN (terhubung denagn kabel coaxial dari kabel IFL) RF OUT (sebagai Video Access Adapter) b. nilai aslinya adalah 128 tetapi akan berubah jika NIU melakukan auto acquire. dan fault 6 buah tombol tekan (tuts) Fasilitas lainnya yaitu : Bilt in Video Access Adaptor Ethernet port dan 3 port serial sebagai tambahan. receive lock. 45 .

: minimum jarak antar transmit channel. nilai yang mungkin adalah 0-225. biasanya diplih 100 KHz. memori VSAT akan terus berfungsi sampai dlakukan reset.  RX Offest : frekuensi tengah koreksi penerimaan.  Delete Config : menghapus konfigurai dari non Volatile. : jangkauan akusisi sinyal dari frek.  Exit/enter Install : digunakan untuk masuk/keluar install mode.  Acc penerimaan. Harga SDFO ditentukan letak geografis. - FACTORY SETTING  Rates 64/256  TX Step : memilh kecapatan data inroute/outrate.  Node : 4 digit nomor yang mengidentifkasikan NIU  SFO : Supre Farame Offest. Hanya berguna pada aplkasi TDMA. - MAINTENANCE  Force IPL : melakukan download ulang software dari hub stasiun ke NIU. TX Power : memungkinkan level daya transmit dari NIU. Setelah reset maka harus dilakukan kofigurasi ulang terhadap NIU. harus diisi sesuai dengan harga yang tercantum pada LNB yang terpasang di luar. 0 adalah nila maksimum. Keluar dari install akan mengakibatkan reset saklar install pada panel belakang NIU baru dalam keadaam off untuk keluar dari install mode. tengah 46 .

 Modulasi dapat didefinisikan sebagai proses penyesuaian sinyal informasi yang akan dikirimkan agar sesuai dengan karakteristik saluran transmisi tertentu dengan memperhatikan tujuan dan efisiensi pengiriman sinyal tersebut  Metode akses ini digunakan oleh alat-alat komunkasi satelit untuk membawa informasi data atau memancarkan sinyal carriernya dengan suatu sistem atau cara yang terbaik agar tidak mengalami gangguan dalam proses transmit atau receive.  VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit 47 . dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :  Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan.BAB III KESIMPULAN Dari uraian – uraian yang ada di bab sebelumnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->