P. 1
Laporan Praktikum Laju Reaksi

Laporan Praktikum Laju Reaksi

|Views: 88|Likes:
Published by amririzaldi

More info:

Published by: amririzaldi on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Laporan Praktikum

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

SMA NEGERI 1 SEWON
J.l Parangtritis Km.5, Yogyakarta 55187.telp. (0274) 374459

Tahun Pelajaran 2011/2012

Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Alat:
1. Gelas ukur 2. Tabung reaksi 3. Timbangan 4. Kaca arloji 5. Spatula 6. Corong 7. Gelas Beker 8. Kaki tiga (untuk memanaskan) 9. Termometer 10. Balon

Bahan :
1. 2. 3. 4. Pualam HCl 3M,1.5M, 0.75M FeCl3 NaCl

Dasar Teori

LAJU REAKSI Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi tiap satuan waktu : Reaksi = A + B à C, dapat diartikan: a. Berkurannya konsentrasi A dan B tiap satuan waktu b. Bertambahnya konsentrasi C tiap satuan waktu PERSAMAAN LAJU REAKSI Pada reaksi: mA + nB à C, persamaan laju reaksi dapat dinyatakan dengan v = k [A]m [B]n v = laju reaksi k = tetapan laju reaksi [A] = konsentrasi/molaritas A [B] = konsentrasi/molari tas B m = orde/tingkat reaksi terhadap A n = orde/tingkat reaksi terhadap B m + n = orde reaksi total

Langkah Kerja : 1. Buatlah larutan HCl dengan 3 konsentrasi yang berbeda (encerkan dari larutan yang telah kalian buat pada eksperimen sebelumnya), yaitu 3M; 1,5M, dan 0,75M. 2. Ambil masing-masing 3mL larutan HCl tersebut dan masukkan ke dalam tabung reaksi. 3. Timbang 0,5 gram pualam, masukkan ke dalam tabung reaksi. 4. Segera tutup tabung reaksi dengan balon. 5. Catat waktu yang dibutuhkan agar balon bisa berdiri, dan amati kondisi balon untuk setiap konsentrasi yang berbeda.

Data Pengamatan Faktor R No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. HCl (M) Massa Pualam 3 0.5 gram 3 0.5 gram 3 0.5 gram Waktu rata-rata 1.5 0.5 gram 1.5 0.5 gram 1.5 0.5 gram Waktu rata-rata 0.75 0.5 gram 0.75 0.5 gram 0.75 0.5 gram Waktu rata-rata Waktu (detik) 44 31 79 51,3 136 149 172 152,3 Lebih dari 5menit Lebih dari 5menit Lebih dari 5menit Lebih dari 5menit

Pertanyaan 1. Tulislah reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang paling cepat? Jelaskan jawaban anda! Jawab : 1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi yang terjadi antara larutan HCl yang dicampur dengan batu pualam yang menyebabkan balon yang diletakkan di tabung reaksi mengalami penegakkan. Proses penegakkan balon dipengaruhi oleh besarnya kemolaran larutan HCl, semakin kecil kemolaran maka waktuyang diperlukan dalam penegakkan balon semakin lama dan sebaliknya. 2. Faktor yang berpengaruh : konsentrasi molar zat. 3. Reaksi pada larutan HCl dengan kemolaran 3 M. Penjelasan : reaksi lebih cepat saat kemolaran paling besar dikarenakan semakin besar konsentrasinya , maka laju reaksi semakin cepat.

Langkah kerja: 1. Ambil masing-masing 3mL larutan HCl 0,75M, masukkan kedalam tabung reaksi. 2. Timbang 0,5 gram pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali. 3. Masukkan 0,5 gram pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak. 4. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 5. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 6. Bandingkan apa yang terjadi.

Data Pengamatan faktor S No 1. 2. 3. HCl (M) 3 3 3 Massa Pualam (Bongkahan) 0.5 gram 0.5 gram 0.5 gram Waktu Rata-rata Waktu (detik) 237 64 135 145,3 Massa Pualam (gerus halus) 0.5 gram 0.5 gram 0.5 gram Waktu rata-rata Waktu (Detik) 2 2 3 2,3

Pertanyaan: 1. Tulislah reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang paling cepat? Jelaskan jawaban anda!

Jawab : 1. Reaksi yang terjadi saat pualam yang sudah di gerus, balon lebih cepat berdiri tegak dari pada saat pualam belum di gerus. 2. Faktor yang berpengaruh luas permukaan pualam. 3. Reaksi yang paling cepat adalah reaksi saat pualam sudah di gerus halus, karena semakin halus pualam itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi ,sedangkan semakin kasar pualam itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.

Langkah kerja: 1. Buatlah tanda silang pada sehelai kertas. 2. Masukkan 25mL Na2S2O3 0,2M ke dalam bekker gelas. Letakkan gelas tersebut di atas kertas yang bertanda silang. Ukur suhunya dan catat. 3. Tambahkan 5mL HCl 1,5M. Ukur suhunya dan catat waktu yang diperlukan sejak penambahan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi (amati dari atas bekker gelas). 4. Ulangi langkah kerja di atas sampai 3 kali. 5. Masukkan 25mL Na2S2O3 0,2M ke dalam bekker gelas lain. Panaskan hingga suhu 10 derajat Celcius di atas suhu percobaan pertam. Catat suhunya. 6. Letakkan bekker tersebut diatas kertas bertanda silang. Tambahkan 5mL HCl 1,5M dan catat waktu yang dibutuhkan mulai dari penambahan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi. 7. Ulangi langkah 5 dan 6 sebanyak 2 kali lagi.

Data Pengamatan faktor T Yang tidak di panaskan Suhu Na2S2O3 28 28 28 Waktu rata-rata Dipanaskan Suhu Na2S2O3 38 38 38 Waktu rata-rata

No. 1. 2. 3.

Waktu (detik) 16 18 17 17

Waktu (detik) 8 10 10 9.3

Pertanyaan 1. Tulislah reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang paling cepat? Jelaskan jawaban anda!

Jawab 1. Reaksi yang terjadi adalah saat suhu di panaskan 10 derajat lebih tinggi dari suhu semula,laju reaksi lebih cepat dari sebelumnya. 2. Faktor yang berpengaruh : Suhu. 3. Reaksi yang paling cepat saat Na2S2O3dipanaskan 10 derajat dari suhu semula. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangung dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.

Langkah kerja: 1. Masukkan 20mL larutan H2O2 5% ke dalam dua gelas kimia. Amati kecepatan gelembung gas pada kedua gelas itu dan catat. 2. Tambahkan 20 tetes NaCl 0,1M ke dalam bekker gelas 1 dan 20 tetes FeCl3 0,1M (yang anda buat pada percobaan sebelumnya) ke dalam bekker gelas 2. Bagaimana kecepatan timbulnya gelembung gas pada kedua gelas kimia tersebut ? amati dan catat.

Data Pengamatan faktor U No. 1. 2. 3. Larutan H2O2 H2O2 +NaCl H2O2 + FeCl3 Pengamatan Tidak ada gelembung Ada gelembung sedikit Ada gelembung banyak

Pertanyaan 1. Tulislah reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang paling cepat? Jelaskan jawaban anda!

Jawab 1. Reaksi yang terjadi pada reaksi H2O2 gelembung sedikit dan berada dibawah, pada H2O2 + NaCl gelembung sedikit dan berada ditengah. Pada H2O2 + FeCl3 gelembung banyak dan berada diatas dan dibawah larutan. 2. Faktor yang berpengaruh : katalis. 3. Reaksi yang paling cepat adalah H2O2 yang direaksikan dengan FeCl3 . karena

Kesimpulan: 1. KONSENTRASI

Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi makin cepat reaksinya berlangsung. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi sehingga makinbesar kemungkinan terjadinya tumbukan dengan demikian makin besar pula kemungkinan terjadinya reaksi. 2. SUHU Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil. Pada umumnya, untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, laju reaksi akan naik menjadi dua sampai tiga kali cepat dari semula. Hal tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : ∆v = kenaikan laju reaksi T0 = suhu awal ∆T = kenaikan suhu (100C) v0 = laju reaksi awal Tt = suhu akhit vt = laju reaksi akhir

3.

KATALIS

Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan antara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu

proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya: A + C → AC (1) B + AC → AB + C (2) Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi : A + B + C → AB + C

Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu sintesis amoniak menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->