P. 1
PKM-GT

PKM-GT

|Views: 356|Likes:
Published by AnjaWulanSari

More info:

Published by: AnjaWulanSari on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
Pemanfaatan Limbah kulit pisang (Musa Paradisiaca L) sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan

BIDANG KEGIATAN : PKM-GT

oleh : Rizky Al Fauzi

NIM 1005217

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2012

i

KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini yang berjudul “Pemanfaatan Limbah kulit pisang (Musa Paradisiaca L) sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan” sebagai suatu gagasan yang menjadi salah satu bentuk kepekaan terhadap isu dan permasalahan aktual yang berkembang di masyarakat. Pada kesempatan ini perkenankan kami untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan proposal ini, yaitu : 1. Allah SWT yang memberikan kesehatan serta kesempatan untuk membuat karya tulis ini. 2. Orangtua yang sangat membantu pemberian motivasi serta nasehat yang bermanfaat dalam proses penulisan yang cukup banyak menyita waktu. 3. Para dosen di lingkungan Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri 4. Teman-teman lain yang telah memberi motivasi bagi penulisan karya tulis ini. Kami menyadari proposal yang kami susun masih terdapat kekurangan yang disebabkan kamampuan penulis. Untuk itu kami mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga dapat menyempurnakan karya tulis ini.

Bandung,

November 2012

Penulis

ii

DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Ringkasan PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Manfaat GAGASAN Energy Ramah Lingkungan Sebagai Kebutuhan Masyarakat Baterai Konsep Dana Modal Community Development Gagasan Baru yang Ditawarkan Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan KESIMPULAN Gagasan yang Diajukan Teknik Implementasi Gagasan Prediksi Keberhasilan Gagasan DAFTAR PUSTAKA i ii iii iii iv 1 1 2 2 2 2 3 4 4 5 6 7 7 7 7 8

DAFTAR TABEL Tabel 1 Strategi pemanfaatan kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan Tabel 2 Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program yang diterapkan dalam Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan Tabel 3 Peranan elemen terkait dalam pemanfaatan limbah kulit pisang RINGKASAN 5

5 6

Krisis energi adalah masalah yang sangat fundamental, khususnya masalah energi listrik. Energi listrik merupakan energi yang sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sumber energi listrik yang berasal dari batu bara dan minyak bumi, tidak ramah lingkungan karena menimbulkan polusi udara, dan untuk memperbaharuinya memerlukan iii

waktu yang lama. Untuk itu sumber-sumber energi baru perlu diberdayakan karena penggunaan bahan bakar seperti fosil akan habis kurang lebih 17 tahun mendatang (Kadir, 1995). Baterai kering atau sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan sedikt air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode, sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di tengah-tengah pasta. Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit . Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Alam sendiri telah memberikan elektrolit dari sayuran maupun buah-buahan. Dapat diketahui bahwa limbah kulit pisang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal. Padahal limbah kulit pisang tersebut dapat digunakan sebagai pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun natrium. Pasta baterai dari limbah kulit pisang ini lebih ramah lingkungan karena kulit pisang sendiri merupakan bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah, selain itu merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu khawatir untuk kekurangan bahan baku dalam pemakaianya. Baterai yang setelah pakai biasanya dibuang atau tidak dimanfaatkan lagi. Hal ini tentu saja tidak hemat dari segi energi maupun biaya. Selain itu baterai bekas yang dibuang ke tanah akan menghasilkan limbah yang sulit terurai secara alami. Ditambah lagi dari dampak yang ditimbulkan dari pasta baterai yang telah mencemari tanah, karena kandungan pasta baterai tersebut merupakan bahan-bahan kimia yang bersifat racun terhadap kesuburan tanah. Apabila kandungan pasta baterai tersebut mencemari tanah maka dapat mengurangi kesuburan tanah. Kebutuhan akan sumber energi baru sedang giat-giatnya dicari dan dikembangkan seiring dengan berkembangnya bioteknologi. Pencarian sumber energi listrik juga difokuskan berasal dari bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, aman bagi manusia, mudah didapat, serta dapat terus diperbaharui. Limbah kulit pisang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai bahan pembuatan pasta pada baterai. Cara membuat pasta dari kulit pisang cukup mudah dan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Di samping limbah kulitnya yang ramah lingkungan, ternyata kulit pisang juga mudah didapatkan di sekitar kita. Dengan demikian limbah kulit pisang dapat dijadikan sumber energi alternatif yang berkelanjutan

iv

PENDAHULUAN Latar Belakang Alam semesta menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Kebutuhan tersebut, dibutuhkan manusia untuk melangsungkan dan memenuhi segala tuntutan hidup. Manusia pun mulai berfikir untuk memanfaatkan kekayaan alam guna memenuhi kebutuhan mereka. Seringnya manusia menggunakan otaknya untuk berfikir, maka semakain cerdaslah pikiran manusia untuk mengolah dan memanfaatkan alam semesta ini. Namun kecerdasan itu membuat manusia terlupa akan kebutuhan yang diberikan alam terbatas, sedangkan manusia menggunakannya tanpa batas. Kebanyakan manusia jarang yang berfikir untuk mendaur ulang ( recycle ) kebutuhankebutuhan yang sudah mereka konsumsi. Melainkan mereka hanya membuang limbahnya begitu saja tanpa berfikir untuk memanfaatkannya. Ibarat sebuah pepatah habis manis sepah dibuang. Ibarat tersebut tak jauh berbeda ketika kita mengkonsumsi buah pisang kemudian membuang limbah kulit pisangnya di sembarang tempat. Jarang sekali orang yang berfikir untuk memanfaatkan kembali limbah kulit pisang tersebut, padahal tanpa kita tahu sebenarnya kulit pisang berpotensi menjadi baterai kering ramah lingkungan. Kata baterai mungkin sudah tidak asing didengar. Namun, baterai dari kulit pisang mungkin baru sekali didengar. Baterai adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyimpan tenaga listrik. Baterai sebagai sumber energi alat-alat elektronik seperti jam dinding, laptop, radio, senter dan alat – alat elektronik lainnya. Begitu banyaknya peranan baterai bagi kehidupan manusia. Namun tak dipungkiri juga, bahwa baterai yang kita gunakan sehari-hari sangat berbahaya baik untuk kita maupun alam sekitar. Baterai mengandung berbagai macam logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium dan kadmium. Jika baterai ini dibuang sembarangan maka logam berat yang terkandung di dalamnya akan mencemari air dan tanah penduduk juga membahayakan kesehatan. Jika air yang tercemar logam berat ini digunakan oleh masyarakat, bisa menyebabkan penyakit kronis yang nantinya menimbulkan gangguan di sistem saraf pusat, ginjal, sistem reproduksi bahkan kanker . (dr.Budi Haryanto selaku Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI). Jadi,"Efek yang muncul adalah jangka panjang. Dan biasanya masyarakat baru akan lebih peduli jika efek yang muncul itu dalam jangka waktu dekat," ungkap dosen FKM yang lahir di Malang . Limbah baterai tidak hanya berbahaya bagi manusia tetapi juga membahayakan sumber daya alam karena mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang dapat mencemari tanah dan air. Apalagi Jika limbah baterai dicampur dengan limbah padat lainnya, dari waktu ke waktu kandungan berbahaya di dalamnya dapat mengancam kehidupan ikan, tanaman, perusakan lingkungan dan secara tidak langsung mengancam kesehatan manusia Dalam aksi mikroorganisme di dalam baterai, merkuri anorganik yang ada di dalamnya bisa diubah menjadi methylmercury, kemudian berkumpul dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi manusia. Methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan menyebabkan kematian. Sedangkan kadmium baterai dapat mengkontaminasi tanah dan air, yang akhirnya masuk ke tubuh manusia menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, juga dapat

menyebabkan tulang lunak atau kecacatan tulang berat. Zat lainnya yang terkandung dalam baterai yaitu timbal. Timbal juga dapat mengganggu fungsi ginjal dan fungsi reproduksi. Peristiwa seperti ini semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan bukan hanya kesehatan kita yang dirugikan tetapi alam juga ikut merasakan kerugian tersebut. Sehingga, harus ada pengganti bahan kimia tersebut, salah satunya yaitu pengembangan potensi potensi limbah kulit buah sebagai baterai ramah lingkungan. Limbah kulit pisang memiliki banyak manfaat, seperti sebagai bahan pembuatan pasta pada baterai. Cara membuat pasta dari kulit pisang cukup mudah dan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya limbah kulit pisang yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan manfaat sekaligus mengurangi limbah yang ada di lingkungan sekitar, sehingga kami memberikan gagasan berupa Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan. Kami memanfaatkan limbah kulit pisang yang mengandung kalium dan natrium sebagai bahan pengganti dari pasta baterai Tujuan 1. Mendapatkan kandungan bahan baterai yang tersimpan dalam limbah kulit pisang. 2. Membuktikan potensi limbah kulit pisang yang digunakan untuk baterai. 3. Menemukan fakta – fakta yang menunjukan bahwa kulit pisang berpotensi menjadi baterai ramah lingkungan, sekaligus mengenalkan masyarakat pengolahan limbah – limbah tersebut. Manfaat 1. Memberikan rujukan pada instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang terdapat di dalam kulit pisang sebagai baterai kering ramah lingkungan. 2. Memberikan masukan kepada pemerintah untuk menjadikan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta yang ramah lingkungan. 3. Memberikan informasi dan masukan kapada masyarakat, khususnya masyarakat Kebumen, untuk dapat mengelola limbah kulit pisang menjadi baterai yang ramah lingkungan.

GAGASAN Energy Ramah Lingkungan Sebagai Kebutuhan Masyarakat Saat ini pemanfaatan limbah menjadi energy yang ramah lingkungan sedang dikembangkan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi energy dan juga sebagai sumber energy cadangan yang nantinya akan akan menjadi alternative cadangan bahan bakar fosil. Limbah kulit pisang identik sebagai sampah, tetapi limbah kulit pisang ini pun bisa menjadi suatu kebutuhan bahan baku dalam pemenuhan akan energy, di daerah kota maupun masyarakat desa tentunya sangat membutuhkan energi bisa diperbaharui. Untuk itu limbah kulit pisang dimanfaatkan sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan, karena

masyarakat dapat memperoleh bahan baku dengan mudah kemudian dapat diolah dan diproduksi oleh tangan masyarakat itu sendiri. Mengingat sifat kulit yang mudah busuk, banyak limbah kulit pisang yang terbuang percuma dan menjadi sampah yang menumpuk. Sampah merupakan salah satu masalah global yang terjadi dalam kehidupan sekarang ini. Berbagai jenis sampah, seperti sampah padat-cair, organik-anorganik banyak dibuang percuma dan menimbulkan efek negatif bagi lingkungan. Kurangnya usaha pemanfaatan sampah menimbulkan volume sampah semakin bertambah setiap harinya seiring dengan meningkatnya aktivitas penduduk yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup yang berkembang saat ini (Depkes RI, 1987). Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. BATERAI Orang (penemu) yang berjasa terhadap penemuan baterai adalah John Frederic Daniell, Thomas Edison, Luigi Galvani, Moritz von Jacobi, George Leclanche, Nikola Tesla Alexandro Volta. Baterai dibuat pertama kali oleh Alexandro Volta pada tahun 1800, kemudian sekitar tahun 1866 Leclanche membuat sebuah baterai kering, sehingga baterai kering disebut juga dengan sel Leclanche. Baterai kering adalah suatu sumber listrik yang diperoleh dengan konversi langsung dari energi kimia, mempunyai elektrolit yang tidak dapat tumpah, dan dapat dipakai dalam segala posisi (Dewan Standart Nasional Indonesia, 1990). Baterai, dimana didalamnya terjadi proses elektrokimia yang reversible. Proses elektrokimia yang reversible adalah dimana di dalam baterai berlangsung proses perubahan kimia menjadi energi listrik (proses pengosongan) dan proses sebaliknya dari energi listrik menjadi energi kimia, pengisian kembali dengan cara melewatkan arus listrik dalam arah yang berlawanan di dalam sel. Jenis sel baterai ini disebut juga Storage Battery, adalah suatu baterai yang dapat digunakan berulang kali pada keadaan sumber listrik arus bolak-balik (AC). Sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan sedikit air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode, sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di tengah-tengah pasta Pasta itu sendiri berfungsi sebagai oksidator. Beberapa jenis karbon yang biasa digunakan sebagai elektrode diantaranya adalah grafit (yang mengandung seresin atau lilin parafin), grafit pirolitik (memiliki kerapatan yang cukup tinggi), pasta karbon, grafit yang terdispersi dalam resin epoksi atau serat silikon, dan karbon

yang seperti kaca (glassy carbon). (Sawyer et al.,1995). Prinsip karbon yang dapat digunakan sebagai elektrode adalah karbon yang memliki stuktur grafit dimana di dalam struktur ini atom-atom karbon membentuk orbital hibridisasi sp2 yang menghubungkan satu atom karbon dengan atom karbon lainnya. Struktur ini memungkinkan terjadinya pergerakan electron sehingga dapat menghantarkan arus listrik (Wilkinson, 1976). Elektrode ini memiliki keunggulan oleh karena sifatnya yang inert sehingga tidak mudah teroksidasi maupun tereduksi.

Konsep Dana Modal Community Development Dalam UU no. 27 tahun 2008 disebutkan bahwa perusahaan wajib mengalokasikan dana 3% dari total keuntungan bersihnya sebagai dana CSR perusahaan. Dana ini merupakan dana potensial apabila ada kebijakan pemerintah untuk menyalurkan dana kepada pelaksana program ini. Sebagai contoh adalah PT. Bakrie Sumatra Plantation, Tbk yang memiliki keuntungan bersih sebesar 173,569 Milyar rupiah, dengan dana CSR yang seharusnya dapat dialokasikan sebesar 5,2 Milyar rupiah. Gagasan Baru yang Ditawarkan Limbah Kulit Pisang sebagai Pengganti Pasta Baterai Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit. Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan atau bentuk liquid dan aqueous, sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa limbah kulit pisang yang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal. Padahal kulit pisang tersebut dapat digunakan sebagai pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun natrium. Penggunaanya tidak harus dengan membuat baterai baru, akan tetapi dapat memanfaatkan baterai bekas dan mengganti pasta baterai yang telah habis atau tidak mengandung elektrolit. Adapun beberapa proses pembuatannya siapkan baterai bekas, bongkar, dan keluarkan serbuk elektrolit baterai hingga bersih (Jangan membuang batang arang baterai, usahakan untuk tidak patah, tergores, atau cacat), menyiapkan limbah kulit pisang dan potong kecil-kecil, memasukkan kulit pisang yang telah dipotong tersebut kedalam baterai dan kembalikan posisi batang arang ke posisi semula, menutup rapat komponen baterai tersebut seperti semula, kemudian ujilah baterai tersebut dengan multimeter attaupun dengan lampu LED (Light Emitting Diode).

Pasta baterai dari limbah kulit pisang ini lebih ramah lingkungan karena kulit pisang sendiri merupakan bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah, selain itu merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu khawatir untuk kekurangan bahan baku dalam pemakaianya. Dari beberapa fakta empiris yang ada dan solusi yang pernah ditawarkan, maka upaya untuk pemanfaatan limbah kulit pisang dapat dilakukan melalui strategi sebagai berikut : Tabel 1. Strategi pemanfaatan kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan
Aspek Strategi Integrated Community Development dengan stakeholder terkait Penerapan kebijakan pemerintah yang menunjang program internal Penguatan green customer dalam wilayah Kota (sumber : hasil analisis dari berbagai sumber, 2012)

Penguatan Internal

Pengembangan Eksternal

Strategi ini merupakan solusi yang mampu menjawab permasalahan yang terjadi. Dengan keadaan yang ada sekarang seperti kepadatan jumlah penduduk serta sedang maraknya penggunaan bahan bakar fosil berkelanjutan maka pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sumber energi yang ramah lingkungan akan diterima oleh masyarakat. Penguatan dari segi internal dan pengembangan dari segi eksternal akan menimbulkan sinergi yang kuat dalam perwujudan pemanfaatan limbah sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.

Pihak-Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan Gagasan Pemanfaatan Limbah kulit pisang (Musa Paradisiaca L) sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan dapat terwujud dengan pastisipasi dari dari pihak-pihak sebagai berikut :

Tabel 2. Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program yang diterapkan dalam Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan

Pelaksana Lembaga khusus pengembangan potensi wilayah kota dibawah Pemerintah Daerah LSM (Lembaga Swadaya masyarakat)

Sumber dana Alokasi dana APBN dan APBD pemerintah untuk pengembangan daerah Pengajuan usulan community development sebagai program CSR perusahaan yang berkelanjutan (peluang besar mendapatkan 3% dari total keuntungan perusahaan sesuai UU No. 27 tahun 2008 tentang program CSR perusahaan) Dana pinjaman dengan bunga rendah dari bank milik pemerintah

Program yang diterapkan Penggunaan pertanian organik secara menyeluruh dalam lahan yang akan dikembangkan Pelatihan & pelaksanaan Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan kepada warga kota ataupun desa, serta manfaat dan keunggulannya

Kalangan akademisi (mahasiswa/Perguruan Tinggi)

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan, untuk nantinya dapat di aplikasikan di rumah masing-masing warga

(sumber : hasil analisis dari berbagai sumber, 2012)

Untuk pengembangan Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan, berkut ini merupakan pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pertanian organik singkong : Tabel 3. Peranan elemen terkait dalam pemanfaatan limbah kulit pisang No. Lembaga Peranan Melakukan riset metode pertanian dalam Universitas / Institut 1 pengolahan limbah kulit pisang dan mampu pertanian menghasilkan output berkualitas. - Kebijakan dan arahan untuk konversi 4 Pemerintah pemanfaatan limbah - Melakukan pelatihan tentang Pemanfaatan LSM (Lembaga Swadaya 5 Limbah kulit pisang secara bertahap kepada Masyarakat) masyarakat Aktif dalam kegiatan yang dicanangkan pelaksana 6 Masyarakat program Pemanfaatan Limbah kulit pisang sebagai sumber energi ramah lingkungan
(sumber : hasil analisis dari berbagai sumber, 2012)

Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan

Gagasan Pemanfaatan Limbah kulit pisang (Musa Paradisiaca L) sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan ini dapat diimplementaskan dengan baik apabila didukung oleh hal-hal strategis sebagai berikut : a. Adanya pengawasan berkelanjutan dan pengembangan pemanfaatan limbah yang ada menjadi lebih bermanfaat b. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga-lembaga sosial guna memudahkan sosialisasi Pemanfaatan Limbah kulit pisang (Musa Paradisiaca L) sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering sebagai sumber energy terbarukan yang ramah lingkungan c. Penegasan kembali aturan dalam UU No 27 tahun 2008 tentang Corporate Social Responsibility perusahaan mengenai kemanfaatan aliran dana CSR. Pembuatan kebijakan penyaluran dari pemerintah dapat dilakukan apabila dana tidak terdistribusi dengan baik.

KESIMPULAN Gagasan yang diajukan Gagasan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai kering sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan menjadi lebih produktif di rumahrumah warga. Pemanfaatan limbah kulit pisang ini juga merupakan salah satu upaya mengurangi konsumsi energi bahan bakar fosil, yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Teknik implementasi gagasan Langkah-langkah implementasi untuk mewujudkan gagasan berbasis pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai yang ramah lingkungan ini adalah : a. Identifikasi potensi penerapan dan pengembangan pemanfaatan limbah kulit pisang di daerah sesuai skala prioritas kota b. Melakukan pendekatan secara gradual (bertahap) kepada tokoh masyarakat sebagai awal pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat. c. Konsultasi dan sosialisasi keseluruhan program recycle limbah kulit pisang yang akan dilaksanakan d. Melakukan mekanisme koordianasi dengan masyarakat dalam pengawasan implementasi pemanfaatan limbah kulit pisang e. Mobilisasi warga untuk melaksanakan program yang disepakati bersama. f. Melakukan mekanisme evaluasi secara periodik.

Prediksi Keberhasilan Gagasan Gagasan pemanfaatan limbah kulit pisang ini sangat menguntungkan bagi pengembangan sumber daya manusia serta limbah yang belum termanfaatkan. Dengan harapan masyarakat dapat mengolah limbah menjadi lebih bermanfaat. Selain itu, pemanfaatan limbah kulit pisang merupakan salah satu solusi atas dasar konsumsi energy dari bahan bajar fosil yang semakin berkurang dan terbatas. Dengan peningkatan jumlah penduduk setiap tahun serta semakin sadarnya warga akan pentingnya memakai energy

sesuai kebutuhan maka prediksi sementara pencanangan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta kering baterai akan menghasilkan output berupa manfaat secara langsung (pengolahan limbah) maupun tidak langsung (kesehatan, kebersihan, keseimbangan ekosistem, dll)

DAFTAR PUSTAKA Kuswandi, B, et all. 2001. Pemanfaatan Baterai Bekas Sebagai Elektroda Konduktansi Sederhana. Jurnal Ilmu Dasar, Vol.2 No.1 : 34-40. Jember : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember. Baterai dari kulit pisang.2012.[terhubung berkala] svara.blogspot.com/2011/11/baterai-dari-kulit-pisang.html http://angga-

Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru. Bandung

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->