P. 1
Teknik Bertanya

Teknik Bertanya

|Views: 567|Likes:
Published by Wayan Sudiarta

More info:

Published by: Wayan Sudiarta on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN FEB 2012

Teknik bertanya guru matematika ditulis oleh Puji Iryanti

S

alah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh guru adalah menguasai teknik bertanya. Beberapa hal yang menjadi patokan dalam mengajukan pertanyaan secara verbal adalah:

1. pertanyaan harus diajukan terlebih dahulu dan memberi kesempatan (waktu) kepada siswa untuk berpikir sebelum meminta salah seorang siswa untuk menjawab. Setelah guru mengajukan pertanyaan, ia memberikan waktu tertentu yang diperlukan siswa untuk memikirkan jawaban pertanyaan tersebut. Dengan demikian semua siswa mempunyai waktu yang sama untuk mencari jawaban tersebut. Setelah waktu yang ditentukan habis, guru meminta salah seorang siswa menjawab. Harus dihindari meminta salah seorang siswa menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. Hal ini akan menyebabkan siswa itu sendiri yang memikirkan jawaban pertanyaan sementara siswa yang lain hanya menonton dan tidak berpikir. 2. menghindari pertanyaan jenis klasikal (yang ditujukan kepada kelas) Pertanyaan yang tidak ditujukan kepada salah seorang siswa dikategorikan pertanyaan klasikal. Umumnya respon siswa adalah menjawab bersama-sama (koor). Ketika terjadi hal seperti ini tidak bisa dipastikan apakah semua siswa memang dapat menjawab pertanyaan atau hanya beberapa orang saja yang bisa menjawab sementara yang lain hanya meniru jawaban. 3. pertanyaan dalam matematika difokuskan kepada apa (what), kapan terjadinya (when), berapa (evaluate, calculate, find) dan mengapa (why) atau bagaimana (how). Pertanyaan yang diajukan dapat berbentuk tertutup (pertanyaan hanya memiliki 1 jawaban) atau terbuka (pertanyaan yang memiliki lebih dari 1 jawaban). Pertanyaan tertutup dapat diubah menjadi pertanyaan terbuka jika kondisi pertanyaan diubah. Pertanyaan yang berbentuk “apa” dan “berapa” lebih cenderung hanya keterampilan dasar berpikir pada ranah kognitif taksonomi Bloom revisi: “mengingat” (remembering), “memahami” (understanding), dan “menerapkan” (applying). Tetapi jika guru menindak lanjuti jawaban siswa dengan bertanya “mengapa” atau “bagaimana” itu artinya meminta siswa untuk menjelaskan (reasoning) dan mengomunikasikan ide-ide matematikanya (communicating). Dalam hal ini keterampilan berpikir yang dituntut sudah lebih kearah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi “menganalisa” (analyzing), dan “mengevaluasi” (evaluating).

Mari kita cermati teknik bertanya seorang guru yang dituangkan dalam penggalan-penggalan awal pembelajaran berikut ini yang berasal dari transkrip video pembelajaran tersebut. Guru ini mengajar kelas VIII di salah satu SMPN. Materi yang diajarkan tentang Luas Permukaan Prisma. Pelajaran berlangsung selama kurang lebih 62 menit namun karena keterbatasan

p4tkmatematika.org

1

PENDIDIKAN FEB 2012

maka yang disajikan di sini hanya bagian awal pembelajaran saja namun bagian ini dianggap sudah mewakili kemampuan teknik bertanya guru tersebut. Menit ke G= Guru, S= Siswa, K= Keterangan Transkrip
Contoh soal yang ibu berikan kemaren…itu hampir sama kan dengan PR kita? Iya bu. Iya, hanya yang membedakan apa? Yang membedakan apanya? Nomer dua… sebuah limas…segiempat beraturan…sisi tegaknya terdiri atas empat segitiga sama kaki yang kongruen, diketahui luas salah satu segitiga itu, berarti luasnya sudah diketahui, luas sisi tegak, ya? Dan tinggi segitiga dari puncak limas lima belas, hitunglah luas permukaan limas! Ya, jadi, itu, kamu cari dulu, apa? Alas. Alas? Ya! Terus? Apalagi, itu yang diketahui luasnya sudah ada. Luas sisi tegaknya ada. Kalau limas segi empat luas sisi tegaknya ada berapa? Empat? Empat… Empat kan? Iya. Ha berarti nanti untuk menghitung luas permukaan tinggal kita hitung saja, hanya di situ belum diketahui alasnya, si- e- sisi alas atau rusuk a? Las… Rusuk alas. Jadi rusuk alas kamu cari dulu… dengan menggunakan apa? Pythagoras…Pythagoras… setengah alas kali tinggi… Iya…setengah alas kali tinggi… karena, luas segitiganya sudah diketa? Diketahui… Diketahui… dan tinggi segitiganya ada…yah? Bagaimana, bisa itu? Bisa… Yah, sebelum ibu mau masukkan ke pelajaran selanjutnya, kita akan mebicara tentang prisma…kalau limas itu masih bingung…nanti kita, ibu jelaskan lagi. Terus yang nomer… tiga ya? Tiga juga? Dua dengan tiga? Iya… Iya, na nomer tiga limasnya itu limas… segi tiga. Segi tiga. Yang alasnya segitiga siku-si? Siku-siku… Siku-siku. Jadi kita berpatokan dengan rumus umum kemarin, bahwa luas segi tiluas limas adalah… jumlah alas e- luas alas ditambah? Jumlah segitiga Jumlah semua sisi te? Tegak… Tegak… ya? Bagaimana, sebelum ibu lanjutkan, untuk limas kemarin paham ndak? Paham… Paham ya?

00.02.25 G 00.02.30 S 00.02.31 G

00.03.11 S 00.03.13 G

00.03.26 00.03.27 00.03.27 00.03.28 00.03.37 00.03.38 00.03.43 00.03.47 00.03.52 00.03.53

S G S G S G S G S G

00.03.59 S 00.04.00 G

00.04.15 00.04.16 00.04.18 00.04.20 00.04.22 00.04.23

S G S G S G

00.04.33 00.04.34 00.04.35 00.04.36

S G S G

00.04.43 S 00.04.44 G

p4tkmatematika.org

2

PENDIDIKAN FEB 2012

Menit ke

G= Guru, S= Siswa, K= Keterangan

Transkrip

00.04.55 S 00.04.56 G

00.05.20 S 00.05.22 G

00.05.45 S 00.05.46 G

00.05.57 00.05.59 00.06.00 00.06.01

S G S G

00.06.51 00.06.52 00.06.53 00.06.54 00.06.56 00.06.57 00.07.01 00.07.02 00.07.07 00.07.08 00.07.10 … 00.12.06

S G S G S G S G S G S … G

00.12.15 S

Ck, ya sekarang ibu akan jelaskan tentang prisma. Kalau kemarin luas permukaan limas, hari ini luas permukaan pris? Prisma… Perisma, yah! Tujuan kita belajar sama seperti kemarin, supaya kalian bisa menghitung, supaya bisa menghitung luas permukaan prisma…dan kamu bisa…membuat satu bentuk rumusan atau konsep… bagaimana kalau menghitung… permukaan pris? Prisma. Prisma… Jadi karena… prisma itu, nama prismanya itu sama seperti limas tergantung oleh alas, begitu kan? Iya dari kita belajar unsur-unsur limas kemarin ya? Unsur-unsur limas kemarin kan kita sudah tahu- ketahui… limas dengan prisma itu… benda ruang, sisi datar, yang dibentuk oleh beberapa bidang datar… nama limas dan nama prisma tergantung oleh a? Alas… Alas… ya? Jadi, kita harus buat bentuk umumnya dulu, supaya untuk…prisma apapun, kita bisa cari, kita bisa hi? Hitung. Hitung. Ngerti maksudnya? Ngerti. Ya, jadi tujuannya itu ya! e- ada…beberapa contoh dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan prisma? Kalau ibu ngomong tentang… bica- lima- e- prisma segitiga… prisma segiempat… prisma segilima misalnya, kamu… bisa… mengingat benda apa… yang seperti prisma itu, yang ada di lingkungan kita, atau di lingkungan kamu. Lingkungan kamu! Boleh di rumah, kamu bisa bayangkan apa kira-kira? Bentuknya prisma. Ciri prisma apa kemarin nak? Cirinya apa kemarin? Satu? Apa? Prisma itu punya apa? Alas… Iya, alas dan? Alas dan tutup… tutup… iya! Yang… sejajar dan kongru? Kongruen… Kongruen…untuk… prisma beraturan ya? Untuk prisma yang beratur? Beraturan… Beratuan… Atau prisma tegak, ya? Punya alas dan tu? Tutup. Tutup. Yang sama , sejajar, dan kongru? Kongruen… … Boleh! Prisma itu! Jadi balok itu merupakan prisma, gambar yang setengah dari balok itu juga bisa dikatakan pris? Prisma…

p4tkmatematika.org

3

PENDIDIKAN FEB 2012

Menit ke

G= Guru, S= Siswa, K= Keterangan

Transkrip
Prisma… begitu kan? Iya. Ha… sekarang kalo pris… sekarang kita kan mencari bagaimana cara menem- menentukan… atau menghitung… Prisma. Luas permukaan sebuah prisma. Jadi kito… mau cari dulu bentuknya, baru nanti kita menghi? Menghitung. Menghitung. Jadi nanti dak perlu ibu, nak, ini nak ya, kalau kamu mau menghitung prisma rumusnyo ini! A- o ibu ini dari mano rumus itu? Ha… begitu kan? Jadi kalau kita sudah sama-sama, o… ini awalnya, ini asalnya. Jadi kamu ngerti, itu tujuan… tujuan di sini, kamu harus paham! Jadi, bagaimanapun… bentuk apapun prisma itu… kita tetap bisa menghitung luas permukaannya. Ngerti maksudnya? Ngerti… Ngerti ya? Ha… itu kan prisma. Sekarang ibu ambil sebuah prisma… segiti? Segitiga. Segitiga. Seperti gambar itu, ambil… sebuah prisma, segitiga, Guru menggambar sebuah prisma segitiga tanpa menggunakan penggaris. Ha yang namanya luas permukaan berarti kita akan menghitung semua? Semua apa? Muka… Iya, semua muka atau semua bidang, yang ada pada sebuah pris? Prisma. Prisma. Sama ya dengan limas kemarin? Guru masih menggambar. Ha… ha… Potongan tadi ibu keluarkan… Ya, jadi nanti, kalau kita menghitung luas permukaan, kalau kita mengenal e…luas permukaan… balok., itu mempunyai… bentuk, kan “rusuk balok kan ada tiga kemarin ya?” Iya. Panjang, lebar, dan ting? Tinggi…

00.12.16 G 00.12.19 S 00.12.20 G 00.12.29 S 00.12.30 G 00.12.37 S 00.12.38 G

00.13.09 S 00.13.10 G 00.13.16 00.13.17 00.13.22 00.13.23 00.13.28 00.13.29 00.13.33 00.13.34 00.13.37 00.13.38 S G K G S G S G K G

00.14.00 S 00.14.01 G 00.14.02 S

Pembahasan Dari transkrip yang ada, bagaimana teknik bertanya yang diterapkan oleh guru? Pada penggalan transkrip yang benar-benar dikategorikan sebagai pertanyaan yang diajukan guru ada pada menit 2.31 – 3.11; 3.38; 4.23; 6.01 – 6.53 dan 13.23. Terlihat bahwa pertanyaan yang diajukan: 1. cenderung klasikal. Pertanyaan tidak diajukan kepada salah seorang siswa untuk menjawab.

p4tkmatematika.org

4

PENDIDIKAN FEB 2012

2. tertutup dan keterampilan dasar berpikir masuk kategori dasar meliputi mengingat (remembering) dan memahami (understanding). Bagian yang di-highlight adalah bagian yang kemungkinan besar dikira oleh guru sebagai pertanyaan tetapi sebenarnya bukan. Guru menyebutkan bagian depan sebuah kata dan meminta siswa untuk meneruskannya. Hal seperti ini harus dihindari karena kegiatan ini tidak membuat siswa berpikir, kadang-kadang siswa hanya asal-asalan saja meneruskan kata-kata guru. Bayangkan bagaimana suasana kelas kalau respon siswa meneruskan kalimat guru pada menit ke 14.01 “Panjang, lebar, dan ting?” adalah “ting” karena teringat dengan penyanyi yang sedang popular saat ini yaitu Ayu Tingting. Saran Perhatikan menit 6.54. Guru mengatakan kalimat ini “Tutup… iya! Yang… sejajar dan kongru?”. Daripada mengatakan kalimat tadi, akan lebih baik guru melakukan kegiatan seperti ini bertanya “Apa hubungan tutup dan alas prisma?” Guru memberi kesempatan siswa berpikir, lalu melanjutkan “Siapa yang dapat menjawab? Tunjuk/angkat jari/tangan dulu” atau kalau tidak ada yang merespon guru dapat meminta salah seorang siswa untuk menjawab.

Sebetulnya guru dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa ke tingkat tinggi dengan merubah bentuk pertanyaan. Perhatikan menit 13.10 dst pertanyaan dapat diubah menjadi: “Ingat sewaktu kemarin kita menghitung luas permukaan limas. Sekarang kita akan menghitung luas permukaan prisma dengan menggunakan cara yang hampir sama dengan menghitung luas permukaan limas. Siapa yang dapat menjelaskan caranya?” Pada menit 13.38 terjadi miskonsep ketika guru mengatakan “…rusuk balok kan ada tiga kemarin ya?”. Mungkin maksud guru jenis rusuk balok dapat dikategorikan menjadi 3 macam yaitu jenis panjang, lebar dan tinggi.

Kesimpulan Fakta menunjukkan kemampuan teknik bertanya salah satu guru Matematika kelas VIII SMPN di atas masih belum maksimal. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru cenderung klasikal dan termasuk kategori keterampilan dasar berpikir tingkat rendah. Guru juga memiliki kebiasaan yang tidak bermanfaat, yang seharusnya dihindari, yaitu meminta siswa meneruskan kata-katanya.

p4tkmatematika.org

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->