P. 1
Dasar Pengukuran

Dasar Pengukuran

|Views: 113|Likes:
Published by Andi Mugira Fada

More info:

Published by: Andi Mugira Fada on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Dasar Pengukuran & Ketidakpastian

BY MUHAMMAD BURHANUDDIN 2 JANUARI 2011 FISIKA DASAR

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat. Namun bagaimanapun juga ketika kita mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0,melainkan selalu terdapat ketidakpastian. TEORI DASAR Alat Ukur Dasar

Gambar 1
Alat ukur adalah perangkat untuk menentukan nilai atau besaran dari suatu kuantitas atau variabel fisis. Pada umumnya alat ukur dasar terbagi menjadi dua, yaitu alat ukur analog dan digital. Ada dua sistem pengukuran yaitu sistem analog dan sistem digital. Alat ukur analog memberikan hasil ukuran yang bernilai kontinyu, misalnya penunjukkan temperatur yang ditunjukkan oleh skala, petunjuk jarum pada skala meter, atau penunjukan skala elektronik (Gambar 1). Alat ukur digital memberikan hasil pengukuran yang bernilai diskrit. Hasil pengukuran tegangan atau arus dari meter digital merupakan sebuah nilai dengan jumlah digit terterntu yang ditunjukkan pada panel display-nya (Gambar 2).

Gambar 2

inilah yang disebut dengan Nilai Skala Terkecil (NST). Beberapa panduan bagaimana cara memperoleh hasil pengukuran seteliti mungkin diperlukan dan bagaimana cara melaporkan ketidakpastian yang menyertainya.Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. karena skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah skala ke-4 atau N1=4 PARAMETER ALAT UKUT . Masing masing alat ukur memiliki cara untuk mengoperasikannya dan juga cara untuk membaca hasil yang terukur. kesalahan paralaks. barometer.25 satuan Nonius Pada gambar dibawah ii. Nilai Skala Terkecil Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. dan beberapa alat ukur besaran listrik. neraca teknis. penggaris. dan lingkungan yang saling mempengaruhi serta tingkat keterampilan pengamat yang berbeda-beda. busur derajat.1 = 17. Pada Gambar 3 dibawah ini tampak bahwa NST = 0.4 satuan. fluktuasi parameter pengukuran. mikrometer skrup. Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya Nilai Skala Terkecil (NST). kesalahan kalibrasi. kesalahan titik nol. hasil pembacaan tanpa nonius adalah 17 satuan dan dengan nonius adalah 16.5 + 4 x 0. stopwatch.25 satuan. Gambar 3 . Beberapa alat ukur dasar yang sering digunakan dalam praktikum adalah jangka sorong. Dengan demikian amat sulit untuk mendapatkan nilai sebenarnya suatu besaran melalui pengukuran. Ketelitian alat ukur bergantung pada NST ini.Skala utama suatu alat ukur dengan NST = 0.

kesalahan titik nol. Untuk suatu besaran X maka ketidakpastian mutlaknya dalam pengukuran tunggal adalah: Δx = ½NST dengan hasil pengukuran dituliskan sebagai X = x ± Δx Melaporkan hasil pengukuran berulang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kesalahan. ketidakpastian yang umumnya digunakan bernilai setengah dari NST. Kepekaan. Pada pengukuran tunggal. 2. fluktuasi parameter pengukuran. dantaranya adalah menggunakan kesalahan ½ – rentang atau bisa juga menggunakan standar deviasi. perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang mampu ditanggapi oleh alat ukur. 4. diantaranya: 1. kesalahan paralaks. Presisi. atau derajat untuk membedakan satu pengukuran dengan lainnya. KETIDAKPASTIAN Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. Akurasi. Ketidakpastian dibedakan menjadi dua. Dengan demikian sangat sulit untuk mendapatkan nilai sebenarnya suatu besaran melalui pengukuran. kesalahan pegas. kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variable yang diukur. Kesalahan ½ – Rentang . Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya Nilai Skala Terkecil (NST). dan lingkungan yang mempengaruhi hasil pengukuran. ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variable yang diukur.yaitu ketidakpastian mutlak dan relatif. setiap pengukuran harus dilaporkan dengan ketidakpastiannya. angka penyimpangan dari nilai sebenarnya variabel yang diukur. Ketidakpastian Mutlak Suatu nilai ketidakpastia yang disebabkan karena keterbatasan alat ukur itu sendiri. dan karena hal-hal seperti ini pengukuran mengalami gangguan. Oleh sebab itu.Ada beberapa istilah dan definisi dalam pengukuran yang harus dipahami. Masing masing ketidakpastian dapat digunakan dalam pengukuran tunggal dan berualang. 3. Resolusi. kesalahan kalibrasi. hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran. 5.

Kesalahan ½ – Rentang merupakan salah satu cara untuk menyatakan ketidakpastian pada pengukuran berulang. Misalnya n buah. Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut:   Kumpulkan sejumlah hasil pengukuran variable x. x3. … xn Cari nilai rata-ratanya yaitu x-bar x-bar = (x1 + x 2 + … + xn)/n  Tentukan x-mak dan x-min dari kumpulan data x tersebut dan ketidakpastiannya dapat dituliskan Δx = (xmax – xmin)/2  Penulisan hasilnya sebagai: x = x-bar ± Δx Standar Deviasi Bila dalam pengamatan dilakukan n kali pengukuran dari besaran x dan terkumpul data x1. Dan untuk penulisan hasil pengukurannya adalah x = x ± σ Keti dakpastian Relatif Ketidakpastian Relatif adalah ketidakpastian yang dibandingkan dengan hasil pengukuran. x2. … xn. yaitu x1. Hubungan hasil pengukurun terhadap KTP (ketidakpastian) yaitu: . x2. maka rata-rata dari besaran ini adalah: Kesalahn dari nilai rata-rata ini terhadap nilai sebenarnya besaran x (yang tidak mungkin kita ketahui nilai benarnya x0) dinyatakan oleh standar deviasi. sehingga kita hanya dapat menyatakan bahwa nilai benar dari besaran x terletak dalam selang (x – σ) sampai (x + σ). x3. Standar deviasi diberikan oleh persamaan diatas.Pada pengukuran berulang. ketidakpastian dituliskan idak lagi seperti pada pengukuran tunggal.

Misalkan dari suatu pengukuran diperoleh (a ± Δa) dan (b ± Δb). Kepada kedua hasil pengukuran tersebut akan dilakukan operasi matematik dasar untuk memperoleh besaran baru. . maka variable ini akan diserti pula oleh ketidakpastian. Hal ini disebut sebagai permbatan ketidakpastian.KTP relatif = Δx/x Apabila menggunakan KTP relatif maka hasil pengukuran dilaporkan sebagai X = x ± (KTP relatif x 100%) Ketidakpastian pada Fungsi Variabel (Perambatan Ketidakpastian) Jika suatu variable merupakan fungsi dari variable lain yng disertai oleh ketidakpastin. ketidakpastian variable yang merupakan hasil operasi variabel-variabel lain yang disertai oleh ketidakpastian akan disajikan dalam tabel berikut ini. Untuk jelasnya.

mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian paling tinggi dari kedua alat yang telah disebutkan sebelumnya. fluktuasis tegangan PLN.24 cm. kesalahan disebabkan fluktuasi-fluktuasi halus diantaranya gerak molekul udara.95 dan (5).22 (3). 3. Jadi. Nilai ratarata hasil pengukuran 8. Kekurangakuratan hasil pengukuran dimungkinkan akibat kesalahan sistematis yang besar dan ketidakpresisian hasil pengukuran akibat kesalahan acak yang besar ! 4. Kesalahan Sistematis. Kesalahan acak menghasilkan simpangan yang tidak dapat diprediksi terhadap nilai benarnya (xo) sehinga peluangnya diatas atau dibawah nilai benar. sedangkan skala noniusnya terbagi dalam 50 bagian.24 Sedangkan hasil pengukuran dikatakan presisi bila data hasil pengukuran terpencar dekat dengan nilai ratarata hasil pengukuran sebagaimana contoh diatas. Bila hasil lima kali pengukuran diatas didapatkan (1).23 cm. Perhatikan gambar berikut! . 8. Ada 3 macam kesalahan. yaitu 0. Bila nilai rata-rata jauh dari nilai benar maka hasil pengukuran dikatakan tidak akurat. 2.28 + 8. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup sering digunakan untuk mengukur tebal benda-benda tipis dan mengukur diameter bendabenda bulat yang kecil seperti tebal kertas dan diameter kawat. getaran.35 (2). 8. 8. Perbedaan Hasil Pengukuran yang akurat dan presisi !! Hasil pengukuran dikatakan akurat bila nilai rata-rata hasil pengukuran mendekati/ hamper sama dengan nilai yang benar. kesalahan titik nol. Kesalahan umum/keteledoran. 8. Nilai rata-rata hasil pengukuran didapatkan dari ((8.22 + 8. 8. 8. Kesalahan acak tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi dengan mengambil nilai rata-rata hasil pengukuran.01 mm.01 mm. Skala utama mikrometer sekrup mempunyai skala dalam mm.Ketidakpastian Pada Pengukuran Ketidakpastian pada pengukuran disebabkan adanya kesalahan baik si pengukur maupun alat ukurnya. kesalahan oleh kalibrasi alat.42 (3). Lima kali dilakukan pengukuran berulang didapatkan data pengukuran (1). Satu bagian pada skala nonius mempunyai nilai 1/50 × 0. Kesalahan sistematis yang besar menyebabkan pengukuran tidak akurat. 8. Skala panjang yang terdapat pada poros tetap merupakan skala utama. kesalahan komponen dan kesalahan arah pandang/paralaks. sedangkan skala panjang yang terdapat pada poros ulir merupakan skala nonius. yaitu poros tetap dan poros ulir. dll. Contoh : Nilai benar panjang benda adalah 8.20 + 8. Mikrometer sekrup terdiri atas dua bagian. 7. maka dikatakan tidak presisi karena penyebaran hasil pengukuran terpancar jauh dari nilai rata-ratanya walaupun nilai rata-ratanya mendekati nilai sebenarnya.23 cm. 7.20 + 8.Maka nilai rata-rata hasil pengukuran tersebut dikatakan akurat karena mendekati nilai benar yaitu 8. yaitu : 1.95 (4).20 (2). Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar xo.5 mm atau 0.25.50.25)/5) = 8. 8. kesalahan disebabkan si pengamat antara lain kurang terampil dengan alat yang dipakai Kesalahan Acak.28 dan (5).20 (4).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->