P. 1
PUTUSAN Nomor: 194/Pid.B/2009/PN.Blt

PUTUSAN Nomor: 194/Pid.B/2009/PN.Blt

|Views: 23|Likes:

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Pengadilan Negeri Blitar on Nov 13, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

P U T U S A N Nomor : 194 / Pid.B / 2009 / PN.

Blt

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA “

Pengadilan Negeri Blitar yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut atas nama terdakwa : --------------------------------------------------Nama Lengkap --Tempat Lahir --------Umur/Tanggal lahir : 56 tahun / 05 Desember 1953 ; --------------------------------Jenis Kelamin ----Kebangsaan -----Tempat tinggal Agama -------Pekerjaan : Pensiunan P N S / Mantan Kepala Desa Karangsono ; --: Ds. Karangsono RT.05/II, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; ---: Islam ; ---------------------------------------------------------: Indonesia ; -----------------------------------------------------: Laki-laki ; --------------------------------------------------------: Blitar ; ---------------------------------------------------------: H. NUR HASYIM,SPdi ; -----------------------------------------

Terdakwa berada dalam tahanan sejak : ---------------------------------------------------------Penyidik, sejak tanggal 09 Februari 2009 s/d 28 Februari 2009 ; ------------------Perpanjangan oleh Penuntut Umum sejak 01 Maret 2009 s/d 09 April 2009 ; --Penuntut Umum sejak tanggal 20 Maret 2009 s/d 08 April 2009 ; -----------------Hakim Pengadilan Negeri Blitar sejak tanggal 25 Maret 2009 s/d 23 April 2009; Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Blitar sejak tanggal 24 April 2009 s/d -22 Juni 2009 ; ------------------------------------------------------------------------------------

2

-

Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, sejak tanggal 23 Juni 2009- s/d 22 Juli 2009 ; -------------------------------------------------------------------------------Terdakwa didampingi oleh AGUS MANFALUTHI,SH. Advokad/Pengacara dan

Konsultan Hukum yang beralamat di Jalan Letjend. Sutoyo II/19 Kediri, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 Februari 2009 ; ----------------------------------------------

Pengadilan Negeri tersebut ; -------------------------------------------------------------------------Setelah mempelajari berkas perkara yang bersangkutan ; -----------------------------------Setelah menedengar keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa ; ----------------Setelah memperhatikan dan meneliti barang bukti ; -------------------------------------------Setelah mendengar Pembacaan Surat Tuntutan Pidana (Requisitoir) Penuntut Umum yang pada pokoknya agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan : --------------------------------------------------------------------------------------------1. Menyatakan terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi, tidak bersalah telah melakukan tindak pidana “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberi sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri “, sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf e Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi ; ----------------2. Menyatakan terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi, bersalah telah melakukan Tindak pidana “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima hadiah atau janji pada hal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan pikiran yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya” sebagaimana diatur dalam pasal 11 Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi ; -----------------

3

3.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi. dengan pidana penjara selama : 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan penjara dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 50.000.000,- subsidair 3 (tiga) bulan kurungan ; --------------------------------------

4.

Menghukum terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi. membayar uang pengganti sebesar Rp.13.000.000,- (tiga belas juta rupiah) dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1(satu) bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama : 6 (enam) bulan ; -

5. -

Menetapkan barang bukti berupa : ----------------------------------------------------------Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-729 tentang Pemberitahuan Biaya dan Persyaratan Ajudikasi tahun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-730 tentang Pelaksanaan LMPDP tanhun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; ----------------------------------------Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tertanggal 15 Maret 2007 Nomor : 71-XVI-2007 tentang Penunjukan Kelurahan / Desa di Propinsi Jawa Timur sebagai lokasi penyeleanggaraan Pendaftaran tanah sistematik Land Management And Policy Development Program Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tahun anggaran 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tanggal 20 April 2007 Nomor :157-XVI-2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; --------------------------------------------------Fotocopy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Timur tertanggal 21 Mei 2007 Nomor : SK.97.35.2007 tentang Pembentukan Tim Ajudikasi dalam rangkan pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten blitar Propinsi Jawa Timur ; ------------------Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tertangal 13 Juni 2007 Nomor :16/VI/MPDP/2007 tentang Penunjukan Pelaksana Teknis Kegiatan Administrasi Umum Program Pengelolaan Pertanahan pada Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tahun anggaran 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------

4

-

Fotocopy penerimaan upah petugas Kelurahan / Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; --------------------------------------------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya penelitian tanah oleh Lurah / Kepala Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; ---------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya sidang panitia sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; ------

-

Buku register pendaftaran sertifikat ; ------------------------------------------------------Fotocopy realisasi kegiatan panitia ajudikasi Tim II Kecamatan Kanigoro, Kab. Blitar tahun anggaran 2007 ; -----------------------------------------------------------------

-

Fotocopy daftar ajudikasi Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ( tetap terlampir dalam berkas perkara ) ; ----------------------------------------------------------

-

Uang tunai sebesar Rp.6.365.000,- (enam juta tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah ) dirampas untuk Negara ; -----------------------------------------------------------

6.

Menetapkan supaya terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) ; ----------------------------------------------------------------

Setelah mendengar pula Nota Pembelaan (Pledoi) dari Penasehat Hukum terdakwa yang pada pokoknya memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut : ---------------------------------------------------------------------------------------------------Menyatakan terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 12 e Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam dakwaan primair dan pasal 11 Undang-undang No.20 tauun 2001 tentang perubahan Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dan harus dikesampingkan ; -------------------------------------------------------------------------------

5

-

Membebaskan terdakwa dari dakwaan tersebut ; -------------------------------------Merehabilitasi nama baik terdakwa dan mengembalikannya kepada harkat, martabat dan kedudukannya seperti semula ; -------------------------------------------

-

Melepaskan terdakwa dari tahanan demi hukum ; -------------------------------------

Setelah mendengar pembacaan replik Penuntut Umum tertanggal 08 Juni 2009 ; -----Setelah mendengar pula pembacaan duplik dari Penasehat Hukum terdakwa tertanggal 15 Juni 2009 ; -------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa terdakwa --DAKWAAN : ---------------------------------------------------------------------------------------------Primair : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa ia terdakwa H. Nur Hasyim, Spdi. selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, berdasarkan Keputusan Bupati Blitar Nomor : 288 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari serta tanggal yang tidak dapat diingat lagi dengan pasti sekitar bulan Juni 2007 sampai dengan bulan Januari 2008 atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat tertentu dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Blitar “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri “ ; ---------------------------------------------------------------------Perbuatan mana yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut : ---------Bahwa terdakwa H. Nur Hasyim. Spdi selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono berdasarkan Keputusan Bupati Blitar No.288 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari serta tanggal yang tidak dapat diingat lagi dengan pasti sekitar bulan Juni 2007 sampai dengan bulan Januari 2008 atau setidak-tidaknya dalam waktu tertentu dalam tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 bertempat di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat tertentu dalam oleh Penuntut Umum telah dihadapkan

kepersidangan ini dengan dakwaan sebagai berikut : ----------------------------------------

6

daerah hukum Pengadilan Negeri Blitar “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasannya memaksa seseorang memberi sesuatu, membayar, menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri. Perbuatan mana yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut : ---------Pada waktu dan tempat seperti tersebut di atas bermula dari terdakwa sebagai Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berdasarkan Keputusan Bupati blitar Nomor :288 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabata Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar , bahwa dengan adanya program ajudikasi dari Pemerintah kemudian Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan keputusan nomor :157-XVI-2007 tanggal 20 April 2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur yang ditanda tangani oleh Ir. Rizal Anshari, atas nama Kepala Badan Pertanahan Nasional R.I (Sekretaris Utama) yang mana terdakwa selaku Kepala Desa Karangsono. Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar sebagai anggota serta satu orang Pejabata Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab, Blitar yaitu Supriyanto selaku Sekretaris Desa Karangsono, Kemudian pada waktu sekitar bulan Juni 2007 terdakwa bersama-sama dengan Sekretaris Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar (Supriyanto) pernah menghadiri undangan di Kantor BPN Kab. Blitar yang sebelumnya terdakwa mendapat undangan di Kantor BPN Kab. Blitar menjadwalkan sosialisasi dengan acara adanya program ajudikasi atau sertifikat massal yang dibiayai Bank Dunia, selanjutnya Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar mengenai ajudikasi dimaksud yang dijadwalkan pada tanggal 17 juli 2007 (malam hari) bertempat di Balai Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar yang dihadiri oleh Perangkat Desa, seluruh Ketua RT Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar , LPPD, tokoh Masyarakat, dan dihadiri oleh pihak BPN Kab. Blitar, telah hadir 3 (tiga) orang diantaranya saksi Suradi selanjutnya dari petugas BPN menyampaikan sosialisasi kepada undangan yang hadir selama waktu kurang lebih jam 19.00 wib sampai dengan jam 21.00 wib. Bahwa oleh Petugas dari BPN, Kab. Blitar telah disampaikan untuk program ajudikasi atau sertifikat massal harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut : ------------------------------------------------------1. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga Pemohon ; -----------------------------------------2. Fotocopy petok D/kutipan Letter C ; --------------------------------------------------------

7

3. Bukti perolehan tanah : ------------------------------------------------------------------------ Segel jual beli/ hibah sebelum Oktober 1997, apabila setelah Oktober 1997 harus dibuatkan Akta (Akte Jual Beli/Hibah/pembagian hak bersama) ; ------ Surat keterangan waris ; -----------------------------------------------------------------4. Fotocopy SPPT tahun 2007 ; ---------------------------------------------------------------5. Meterai Rp.6.000,- (sesuai dengan kebutuhan) ; --------------------------------------6. Bukti pelunasan BPHTB apabila kena pajak ; ------------------------------------------7. Bukti lain sebagai pendukung perolehan tanah ; --------------------------------------8. Memasang tanda batas ; --------------------------------------------------------------------Dan juga petugas dari BPN menyampaikan bahwa untuk pengurusan sertifikat massal / ajudikasi tidak dipungut biaya / Rp.0, karena dibiayai oleh Land Management And Plicy Development Program /LMPDP (bantuan Bank Dunia) dan ditargetkan sebanyak 5.000,(lima ribu) bidang tanah. Setelah itu pihak petugas BPN Kab. Blitar pulang dan dilanjutkan oleh Team yang ditunjuk Kecamatan / Kabupten Blitar sampai dengan selesai. Selanjutnya pembukaan acara tersebut dibuka oleh terdakwa sendiri selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar hanya membuka acara itu dengan kata-kata yang intinya waktu dan tempat saya serahkan Team dari Kecamatan ( Jontor Siswanto, S.Ag) dalam pertemuan tersebut Jontor Siswanto, S.Ag menyampaikan bahwa biaya pengurusan sertifikat massal sebesar Rp.195.000,- per-bidang tanah dan untuk wakaf sebesar Rp.70.000,- per-bidang tanah, apabila tidak membayar maka tidak bisa ikut program ajudikasi. Selanjutnya dari hasil pertemuan tersebut seluruh RT Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar yang mengikuti rapat menyampaikan kepada warga Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar bahwa untuk pengurusan ajudikasi tersebut dipungut biaya sebesar Rp.195.000,- per- bidang tanah dan untuk tanah wakaf sebesar Rp.70.000,-per-bidang tanah. Kemudian setelah selesai terdakwa menutup dan mengesahkan atau menetapkan bahwa biaya ajudikasi Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar sebesar Rp. 195.000,- per-bidang tanah dan wakaf Rp. 70.000,- per-bidang tanah. Selanjutnya masyarakat mendaftarkan kepada saksi Eko Setiawan selaku Bendahara ajudikasi atau kepada saksi Supriyanto selaku Sekretaris Desa. Selanjutnya pendaftaran tersebut dan pembayaran sertifikat massal sebidang tanah dikumpulan dan dicatat di dalam buku pendaftaran ajudikasi oleh Eko Setiawan sebagai Bendahara dan pemohon / masyarakat yang mendaftar sebanyak 560 pemohon dengan rincian 546

8

untuk masyarakat dan 14 tanah milik wakaf sehingga terkumpul pembayaran sertifikat massal / ajudikasi untuk masyarakat sebanyak 546 x Rp.195.000,- = Rp.106.670.000,- dan ajudikasi tanah wakaf sebanyak 14 x Rp.70.000,-= Rp.980.000,- dengan jumlah keseluruhan Rp.107.450.000,- selanjutnya dana tersebut oleh Eko Setiawan selaku Bendahara telah dibagi-bagikan dan diserahkan antara lain sebagai berikut : ----------------------------------------------------------No 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 URAIAN Pendamping Kades (terdakwa) Sekretaris Desa Bendahara Soegito Budiono Saipul Zamroni Sai’in Sukri Sutrisno Samsudin Suyitno Ashari BPD(Mustainudin) LPPD (Bahrudin) Petugas Ukur Buat Spanduk Pelantikan BPD PENDAPATAN Rp.13.000.000,Rp. 8.190.000,Rp. 2.730.000,Rp. 2.670.000,Rp. 1 .930.000,Rp. 3.750.000,Rp. 1.550.000,Rp. 1.400.000,Rp. 1.400.000,Rp. 1.400.000,Rp. Rp. Rp. 500.000,500.000,500.000,PENGELUARAN KET.

Rp. 1.365.000,Rp. 1.365.000,Rp. Rp. Rp. 750.000,150.000,150.000,-

20 21 22 23 24 25

FKPM Beli patok 6000x56x4 Beli Meterai Operasional 30RT@Rp15.000,Konsumsi tamu dan TK II Servis Komputer & ATK

-

Rp.

300.000,-

Rp.13.440.000,Rp.13.440.000,Rp. 8.190.000,Rp. 400.000,-

Rp. 1.330.000,-

9

26

Konsumsi Total Saldo Petugas Saldo akhir

Rp.107.450.000,-

Rp. 6.000.000,Rp.98.000.000,Rp. 8.865.000,Rp. 2.500.000,Rp. 6.365.000,-

Dan sisanya Rp.6.365.000,- disita sebagai barang bukti ; --------------------------Bahwa terdakwa menerima uang sebesar Rp.13.000.000,- dari dana yang terkumpul dari masyarakat yang dipungut dari pemohon ajudikasi / sertifikat massal dan selebihnya dibagi-bagikan kepada orang lain secara tidak berhak dan terdakwa menerima uang sebesar Rp.13.000.000,- tersebut karena kekuasaan sebagai Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; -----------Bahwa selain terdakwa menerima uang dari saksi Eko Setiawan (bendahara ajudikasi Desa Karangsono) sebesar Rp.13.000.000,- terdakwa juga menerima dari bendahara BPN Kabupaten Blitar sebesar Rp. 365.000,--yang mana uang tersebut diberikan sebagai honor terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, dari dana Land Managemend Policy Development Program (LMPDP) Bantuan Bank Dunia yang dicairkan oleh Bendahara BPN Kab. Blitar, dan terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono mendapat upah dari jabatan Kepala Desa tersebut dari tanah kas Desa/ tanah bengkok ; --------------------------------------------------------------------Perbuatan terdakwa melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ; -------------------------------------------------------------------------------SUBSIDAIR : ---------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa terdakwa H. Nur Hasyim, S.Pdi selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono berdasarkan Keputusan Bupati Blitar Nomor : 288 Tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar pada waktu dan tempat seperti dalam dakwaan Primair tersebut diatas ‘’ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebutdiberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya ; -----------------------------------------------------

10

Perbuatan mana yang dilakukan oleh terdakwa tersebut dengan cara sebagai berikut: Bahwa terdakwa H. Nur Hasyim. Spdi selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono berdasarkan Keputusan Bupati Blitar No.288 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari serta tanggal yang tidak dapat diingat lagi dengan pasti sekitar bulan Juni 2007 sampai dengan bulan Januari 2008 atau setidak-tidaknya dalam waktu tertentu dalam tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 bertempat di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat tertentu dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Blitar “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyelahgunakan kekuasannya memaksa seseorang memberi sesuatu, membayar, menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri. Perbuatan mana yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut : ---------Pada waktu dan tempat seperti tersebut di atas bermula dari terdakwa sebagai Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berdasarkan Keputusan Bupati Blitar, Nomor :288 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007 tentang pengangkatan Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; ----------------------------------------------------------------------------------------Bahwa dengan adanya program ajudikasi dari Pemerintah kemudian Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan keputusan nomor : 157XVI-2007 tanggal 20 April 2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur yang ditanda tangani oleh Ir. Rizal Anshari atas nama Kepala Badan Pertanahan Nasional R.I (Sekretaris Utama) yang mana terdakwa selaku Kepala Desa Karangsono. Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar sebagai anggota serta satu orang Pejabat Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab, Blitar yaitu Supriyanto selaku Sekretaris Desa Karangsono. Kemudian pada waktu sekitar bulan Juni 2007 terdakwa bersama-sama dengan Sekretaris Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar (Supriyanto) pernah menghadiri undangan di Kantor BPN Kab. Blitar yang sebelumnya terdakwa mendapat undangan di Kantor BPN Kab. Blitar dengan acara adanya program ajudikasi atau sertifikat massal yang dibiayai Bank Dunia, selanjutnya Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar menjadwalkan sosialisasi mengenai ajudikasi dimaksud yang dijadwalkan pada tanggal 17 juli 2007 (malam hari) bertempat di Balai Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar yang dihadiri oleh Perangkat Desa, seluruh Ketua RT Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar, LPPD, tokoh masyarakat, dan dihadiri oleh pihak BPN Kab. Blitar, telah hadir 3 (tiga) orang diantaranya saksi Suradi selanjutnya dari petugas BPN menyampaikan

11

sosialisasi kepada undangan yang hadir selama waktu kurang lebih jam 19.00 wib sampai dengan jam 21.00 wib. ; ---------------------------------------------------------------------Bahwa oleh Petugas dari BPN, Kab. Blitar telah disampaikan untuk program ajudikasi atau sertifikat massal harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut : -----1. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga Pemohon ; ----------------------------------------2. Fotocopy petok D/kutipan Letter C ; -----------------------------------------------------3. Bukti perolehan tanah : ----------------------------------------------------------------------- Segel jual beli/ hibah sebelum Oktober 1997, apabila setelah Oktober 1997 harus dibuatkan Akta (Akte Jual Beli/Hibah/pembagian hak bersama) ------- Surat keterangan waris ; -----------------------------------------------------------------4. Fotocopy SPPT tahun 2007 ; ---------------------------------------------------------------5. Meterai Rp.6.000,- (sesuai dengan kebutuhan) ; --------------------------------------6. Bukti pelunasan BPHTB apabila kena pajak ; ------------------------------------------7. Bukti lain sebagai pendukung perolehan tanah ; --------------------------------------8. Memasang tanda batas ; --------------------------------------------------------------------Dan juga petugas dari BPN menyampaikan bahwa untuk pengurusan sertifikat massal / ajudikasi tidak dipungut biaya / Rp.0, karena dibiayai oleh Land Management And Plicy Development Program /LMPDP (bantuan Bank Dunia) dan ditargetkan sebanyak 5.000,(lima ribu) bidang tanah. Setelah itu pihak petugas BPN Kab. Blitar pulang dan dilanjutkan oleh Team yang ditunjuk Kecamatan / Kabupten Blitar sampai dengan selesai. Selanjutnya pembukaan acara tersebut dibuka oleh terdakwa sendiri selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar hanya membuka acara itu dengan kata-kata yang initinya waktu dan tempat saya serahkan Team dari Kecamatan ( Jontor Siswanto, S.Ag ) dalam pertemuan tersebut Jontor Siswanto, S.Ag menyampaikan bahwa biaya pengurusan sertifikat massal sebesar Rp.195.000,- per-bidang tanah dan untuk wakaf sebesar Rp.70.000,- per-bidang tanah, apabila tidak membayar maka tidak bisa ikut program ajudikasi. Selanjutnya dari hasil pertemuan tersebut seluruh RT Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar yang mengikuti rapat menyampaikan kepada warga Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar, bahwa untuk pengurusan ajudikasi tersebut dipungut biaya sebesar Rp.195.000,- per- bidang tanah dan untuk tanah wakaf sebesar Rp. 70.000,- per-bidang tanah. Kemudian setelah selesai terdakwa menutup dan

12

mengesahkan atau menetapkan bahwa biaya ajudikasi Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar sebesar Rp. 195.000,- per-bidang tanah dan wakaf Rp.70.000,- per-bidang tanah. Selanjutnya masyarakat mendaftarkan kepada saksi Eko Setiawan selaku bendahara ajudikasi atau kepada saksi Supriyanto selaku Sekretaris Desa. Selanjutnya pendaftaran pendaftaran tersebut dan pembayaran sertifikat massal sebidang tanah dikumpulan dan dicatat di dalam buku pendaftaran ajudikasi oleh Eko Setiawan sebagai bendahara dan pemohon / masyarakat yang mendaftar sebanyak 560 pemohon dengan rincian 546 untuk masyarakat dan 14 tanah milik wakaf sehingga terkumpul pembayaran sertifikat massal / ajudikasi untuk masyarakat sebanyak 546 x Rp.195.000,- = Rp.106.670.000,- dan ajudikasi tanah wakaf sebanyak 14 x Rp.70.000,-= Rp.980.000,dengan jumlah keseluruhan Rp.107.450.000,- selanjutnya dana tersebut oleh Eko Setiawan selaku bendahara telah dibagi-bagikan dan diserahkan antara lain sebagai berikut : -------------------------No 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 URAIAN Pendamping Kades (terdakwa) Sekretaris Desa Bendahara Soegito Budiono Saipul Zamroni Sai’in Sukri Sutrisno Samsudin Suyitno Ashari BPD(Mustainudin) LPPD (Bahrudin) Petugas Ukur Buat Spanduk Pelantikan BPD FKPM Beli patok 6000x56x4 Beli Materai PENDAPATAN Rp. 13.000.000,Rp. 8.190.000,Rp. 2.730.000,Rp. 2.670.000,Rp. 1.930.000,Rp. 3.750.000,Rp. 1.550.000,Rp. 1.400.000,Rp. 1.400.000,Rp. 1.400.000,Rp. Rp. Rp. 500.000,500.000,500.000,PENGELUARAN KET .

Rp. 1.365.000,Rp. 1.365.000,Rp. Rp. Rp. Rp. 750.000,150.000,150.000,300.000,-

Rp.13.440.000,Rp.13.440.000,-

13

23 24 25 26

Operasional 30RT@Rp15.000 Konsumsi tamu dan TK II Servis Komputer & ATK Konsumsi Total Saldo Petugas Saldo akhir

Rp.107.450.000,-

Rp. 8.190.000,Rp. 400.000,-

Rp. 1.330.000,Rp. 6.000.000,Rp.98.000.000,Rp. 8.865.000,Rp. 2.500.000,Rp. 6.365.000,-

Dan sisanya Rp.6.365.000,- disita sebagai barang bukti ; ------------------------------------Bahwa terdakwa menerima uang sebesar Rp.13.000.000,- dari dana yang terkumpul dari masyarakat yang dipungut dari pemohon ajudikasi / sertifikat massal dan selebihnya dibagi-bagikan orang lain secara tidak berhak dan terdakwa menerima uang sebesar Rp13.000.000,- tersebut karena kekuasaan sebagai Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; ----------------------Bahwa selain terdakwa menerima uang dari saksi Eko Setiawan (bendahara ajudikasi Desa Karangsono) sebesar Rp.13.000.000,- terdakwa juga menerima dari bendahara BPN Kabupaten Blitar sebesar Rp.365.000,-yang mana uang tersebut diberikan sebagai honor terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, dari dana Land Managemend Policy Development Program (LMPDP) Bantuan Bank Dunia yang dicairkan oleh Bendahara BPN Kab. Blitar, dan terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono mendapat upah dari jabatan Kepala Desa tersebut dari tanah Kas Desa/ tanah bengkok ; -------------------------------------------------------------------Perbuatan terdakwa melanggar pasal 11 Undang-undang No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi ; -----------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa untuk membuktikan surat dakwaannya, Penuntut Umum telah mngajukan saksi-saksi dipersidangan dibawah sumpah sebagai berikut : -------1. Saksi YUSRI RAHAYU, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa akan tetapi tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa dihadapan penyidik dan keterangan saksi tersebut aadalah benar ; -----------------------------------------------------------------------

14

-

Bahwa saksi tahu tentang perkara ini karena sehubungan adanya program ajudikasi yaitu pensertifikatan secara massal di Desa Karangsono tahun 2007; Bahwa saksi juga ikut program ajudikasi tersebut dimana saksi mengajukan untuk 2(dua) sertifikat atas nama saksi dan atas nama suami saksi ; -------------Bahwa dalam program ajudikasi tersebut saksi dikenai biaya untuk 2(dua) sertifikat masing-masing sebesar Rp.195.000,- yang dibayarkan lewat Pak Eko (Kaur Keuangan) Desa Karangsono ; -----------------------------------------------------

-

Bahwa setelah biaya pembuatan sertifikat saksi serahkan kepada Kaur Keuangan, saksi sempat bernegosiasi dengan Sekretaris Desa minta keringanan biaya tapi katanya tak enak dengan Kepala Desa ; ---------------------

-

Bahwa untuk ikut program ajudikasi syarat-syarat yang saksi serahkan adalah fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy lunas pipil pajak dan biaya administrasi sebesar Rp.195.000,- per-bidang ; ----------------------------------------

-

Bahwa pada ada waktu rapat di Kantor Desa saksi tidak ikut dan tahunya ada program ajudikasi tersebut sudah terakhir yaitu dari pemberitahuan Pak Yani (Ketua RT-nya saksi) ; -------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa disamping baiaya pensertifikatan sebesar Rp.195.000,-per-bidang, saksi juga dikenakan biaya balik nama yang besarnya antara Rp.500.000 Rp.600.000,- ; ------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa uang Rp.195,000,- per-bidang tersebut sudah termasuk biaya patok, fotocopy dan biaya meterai ; -----------------------------------------------------------------

-

Bahwa saksi untuk dua bidang tanah yang disertifikatkan mendapat 8(delapan) patok yang telah disediakan oleh Desa dan patok tersebut saksi bawa pulang ; Bahwa yang melakukan pengukuran adalah dari BPN dengan dibantu oleh Pamong Desa bernama Saiful ; -------------------------------------------------------------

-

Bahwa belakang saksi mengetahui dari warga setelah Carik disidangkan di Pengadilan Negeri Blitar bahwa program ajudikasi ini tidak dikenakan biaya ; Bahwa sertifikat yang saksi ajukan alhamdulillah sudah jadi dan sudah saksi terima ; ---------------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa ketika mengajukan pensertifikatan melalui ajudikasi tersebut tidak ada paksaan dari Kepala Desa, melainkan karena kemauan sendiri-sendiri ; ---------

15

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------2. Saksi TIMBUL SANTOSO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan berikut : sebagai

---------------------------------------------------------------------------------

Bahwa saksi menerangkan kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun pekerjaan ; ----------------------------------------------------------------Bahwa saksi menerangkan pernah diperiksa ditingkat penyidikan dan keterangan tersebut adalah benar ; --------------------------------------------------------Bahwa saksi menyatakan bahwa mengetahui perkara yang dihadapi terdakwa yaitu tentang adanya penyimpangan program ajudikasi di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; -------------------------------------------------------------------

-

Bahwa program ajudikasi untuk Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab. Blitar disosialisasikan pada tanggal 17 Juli 2007 bertempat di Balai Desa Karangsono ; -------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa dalam sosialisasi tentang program ajudikasi di Desa Karangsono secara pribadi saksi tidak diundang tapi saksi datang mewakili Pak RT dilingkungan saksi ; ------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa yang hadir dalam sosialisasi tersebut adalah semua RT, Perangkat Desa, BPD, LPPD, Kepala Desa, BPN dan LSM Jontor dimana dalam pertemuan tersebut acara dibuka oleh Kepala Desa, lalu diteruskan oleh Bapak Suradi dari BPN dan dilanjutkan oleh LSM Jontor ; ----------------------------

-

Bahwa Pak Suradi dari BPN menjelaskan bahwa di Desa Karangsono akan mendapat program ajudikasi yaitu pensertifikatan massal dengan persyaratan antara lain Fotocopy KTP, SPPT, KK, Litter C Desa ; ----------------------------------

-

Bahwa Pak Suradi dari BPN menyampaikan / mensosialisasikan program ajudikasi tersebut lebih kurang selama 30 menit lalu pulang dan tidak kembali lagi ; ------------------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa setelah Pak suradi selesai menyampaikan program ajudikasi selanjutnya pulang, pembicara selanjutnya adalah LSM Jontor yang menyatakan bahwa pensertifikatan tanah dikenakan biaya sebesar Rp.195.000,- persertifikat ; -------------------------------------------------------------------

-

Bahwa biaya Rp.195.000,- tersebut seingat saksi digunakan untuk biaya pengukuran Rp.7.500,- Honor Pamong Desa Rp.15.000,- honor Kepala Desa Rp. 25.000,- honor Camat Rp. 30.000,-honor BPD Rp.10.000,-biaya patok 4 @ Rp.10.000 = Rp. 40.000,- dan biaya meterai ; ----------------------------------------

16

-

Bahwa setelah LSM Jontor menerangkan perincian biaya tersebut, Kepala Desa menindaklanjuti reng-rengan seperti itu ; -----------------------------------------Untuk honor RT masing-masing Rp.15.000,- persertifikat yang diambilkan dari biaya sebesar Rp.195.000,- tersebut ; -----------------------------------------------------

-

Bahwa menurut saksi Perangkat Desa, BPD, LPPD mendapat honor tidaklah wajar, tapi kalau RT wajar saja ; ------------------------------------------------------------

-

Bahwa untuk biaya balik nama disamping biaya Rp.195.000,- dikenakan biaya tambahan yaitu 5 % dari NJOP termasuk untuk hibah waris dll ; -------------------Bahwa saksi juga ikut program ajudikasi tersebut dan membayar sebesar Rp.195.000,- tapi dalam sertifikat atas nama isteri saksi ; ---------------------------Bahwa dengan adanya program ajudikasi secara umum saksi merasa senang; Bahwa pada waktu sosialisasi ketika LSM Jontor memyampaikan soal biaya Rp.195.000,- peserta rapat diam saja tidak ada protes, namun setelah Pak Sekretaris Desa disidangkan di Pengadilan Negeri Blitar warga merasa keberatan atas pungutan biaya tersebut ; -------------------------------------------------

-

Bahwa diwilayah RT. Saksi semuanya sudah menerima sertifikat, tapi kalau RT. Lain saksi tidak tahu ; -------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa menyatakan bahwa

mengenai rapat tentang biaya BPN sudah keluar benar, namun untuk keterangan lain akan ditanggapi dalam pembelaan ; -------------------------------------------3. Saksi UMAR HASAN dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : ---------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan pekerjaan maupun hubungan keluarga ; --------------------------------------------------------------------------Bahwa setahu saksi program ajudikasi di Desa Karangsono terjadi adanya penyimpangan ; --------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi ikut juga program ajudikasi dimana saksi dimintai biaya oleh Pak Carik (Sek.Des) sebesar Rp. 200.000,- dan dimintai biaya tambahan sebesar Rp.100.000,- tapi saksi tawar Rp.70.000,- sehingga total yang saksi bayar sebesar Rp. 270.000- untuk dua sertifikat ; ----------------------------------------------Untuk apa kegunaan uang tersebut saksi tidak tahu ; ---------------------------------

17

-

Bahwa syarat yang harus dipenuhi untuk program ajudikasi antara lain fotocopy KTP,KK, pipil pajak dan Letter C Desa dan meterai ; ---------------------Bahwa yang menyiapkan patok adalah dari Desa dan saksi menerima patok sebanyak 8 patok untuk dua bidang tanah ; ---------------------------------------------

-

Bahwa setelah saksi membayar biaya pembuatan sertifikat satu bulan kemudian dilakukan pengukuran atas tanah saksi dan sertifikat untuk dua bidang tanah tersebut sekarang sudah saksi terima ; ----------------------------------

-

Bahwa pada mulanya saksi tidak merasa keberatan atas biaya yang dibebankan kepada saksi tersebut, tetapi setelah Pak Carik disidangkan di Pengadilan saksi keberatan karena program ajudikasi tersebut dibiaya oleh Negara ; ------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat hukumnya

menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; ----------------------------------------------4. Saksi SUTANTI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi adalah bendaharawan di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kab. Blitar dan saksi bukanlah Tim Ajudikasi ; ------------------------------------------Bahwa program ajudikasi di Kabupaten Blitar dibiayai oleh Bank Dunia dengan dana pendamping rupiah murni dari APBN ; --------------------------------------------Bahwa besarnya dana yang dianggarkan untuk program ajudikasi tahun 2007 sebesar Rp.1.521.000.000,-(satu milyar lima ratus dua puluh satu juta rupiah) ; Bahwa target sertifikat untuk seluruh Kabupaten blitar adalah 15.000,- sertifikat, namun yang tercapai adalah 13.606 sertifikat tanah ; --------------------Bahwa untuk program ajudikasi ini Camat untuk penelitian tanah mendapat honor Rp. 600,- persertifikat, Kepala Desa Rp.1.000,-dan petugas Kelurahan yang membantu tugas Tim ajudikasi mendapat Rp. 500,- per-bidang tanah ; --Bahwa honor tersebut diserahkan pada akhir bulan Desember 2007 ; -----------Bahwa untuk Desa Karangsono pemohon program ajudikasi pensertifikatan tanah sebanyak 560 pemohon ; -------------------------------------------------------------Bahwa dalam program ajudikasi ini patok, meterai disediakan sendiri oleh pemohon karena tidak termasuk yang dibiayai oleh Bank Dunia dan patok serta meterai tersebut sifatnya wajib atau suatu keharusan ; ------------------------

18

-

Bahwa saksi tidak tahu kalau untuk program ajudikasi di Desa Karangsono ditarik biaya sebesar Rp.195.000,- ; -------------------------------------------------------Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya

menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; ----------------------------------------------5. Saksi ZAMRONI bin MASHUD, dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar menjabat sebagai Kaur Ekubang dimana tugas saksi ikut merencanakan pembangunan Desa, ikut mengerjakan dan mengkoordinasi pelaksanaan pembangunan Desa, membantu petani dalam hal kekurangan air, menangani permasalahan pupuk dan lain-lain ; ----------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi ada mendengar bahwa kira-kira tanggal 17 Juli 2007 bertempat di Balai Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ada sosialisasi tentang program ajudikasi tentang pensertifikatan tanah ; --------------------------------------Bahwa yang hadir saat itu seingat saksi RT.30 orang, LPPD 17 orang, BPD sebanyak 11 orang dan Tokoh masyarakat ; -------------------------------------------Bahwa pada waktu itu dari BPN menyampaikan sosialisasi program ajudikasiselama lebih kurang 30 menit dimana dalam pensertifikatan massal tidak dikenakan biaya ; -----------------------------------------------------------------------Bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon adalah fotocopy KTP, lunas pembayaran PBB, fotocopy KK, surat-surat penting lainnya misalnya jual beli, waris, hibah maupun wasiat ; ---------------------------------------------------------Bahwa setelah petugas dari BPN menyampaikan sosialisasi kemudian meninggalkan ruangan lalu LSM Jontor menyampaikan bahwa sertifikat dibiayai oleh Negara dan untuk memperlancar progam tersebut diperlukan biaya pembelian patok, meterai, fotocopy dan lain-lain dimana setiap pemohon dikenakan biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah ; ---------------------------Bahwa setelah LSM Jontor menjelaskan bahwa di Desa lain juga dikenakan biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah dan Kepala Desa setuju ; ---------Bahwa seingat saksi pada saat rapat tersebut peserta rapat dimintai persetujuan dan yang hadir saat itu tidak ada komentar, sebab kalu mengurus secara pribadi

19

biayanya jutaan dan saat itu Jontor menyampaikan bahwa untuk beli patok dll dikenakan biaya Rp.195.000,- ; ------------------------------------Bahwa biaya sebesar Rp.195.000 tersebut adalah untuk biaya membeli patok perbidang tanah minimal 4 patok @Rp.10.000 = Rp. 40.000 , 2 meterai harganya Rp. 12.000,- ; -----------------------------------------------------------------------Bahwa setahu saksi bahwa mulai pendaftaran hingga sertifikat selesai dan diterima oleh para pemonon tidak ada gejolak ; ----------------------------------------Bahwa dengan adanya program ajudikasi ini saksi menerima honor sebesar Rp.1.400.000,- karena saksi membantu pengukuran selama dua minggu dan kalau disuruh mengembalikan akan saksi kembalikan ; ------------------------------Bahwa uang Rp.1.400.000,- tersebut saksi terima dengan senang hati karena menurut saksi itu merupakan hak saksi ; ------------------------------------------------Bahwa sebelum Sekretaris Desa disidangkan warga menerima dengan senang hati dan tidak ada gejolak ; --------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembilaan ; ------------------6. Saksi MOHTAROM dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------------------- Bahwa sepengetahuan saksi bahwa terdakwa dihadapkan kepersidangan adalah karena adanya program ajudikasi sertifikat tanah di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kabupaten Blitar ; ---------------------------------------------------------Bahwa program ajudikasi adalah pemutihan sertifikat tanah yang dibiaya oleh Negara ; ------------------------------------------------------------------------------------------- Bahwa saksi ikut saat sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Karangsono dan yang hadir saat itu adalah Perangkat Desa, Para RT, BPD, LPPD dll ; ----- Bahwa saksi sebagai Ketua Rt.02/RW.01 saat diadakan sosialisasi datang terlambat sehingga tidak tahu siapa yang menyampaikan sosialisasi yang pertama, tapi saat itu yang sedang memimpin rapat adalah kepala Desa dan Jontor ; --------------------------------------------------------------------------------------------- Bahwa yang saksi dengar persyartan yang harus dipenuhi oleh pemohon program ajudikasi antara lain Fotocopy KTP, fotocopy SPPT, fotocopy KK, fotocopy Letter C serta membayar uang sejumlah Rp.195.000,- ; ------------------

20

- Bahwa saksi tidak tahu siapa yang menentukan besarnya biaya bagi pemohon ajudikasi tapi saat itu yang menyampaikan besarnya biaya Rp.195.000,- adalah Jontor ; ----------------------------------------------------------------------------------- Bahwa uang yang sejumlah Rp.195.000,- tersebut seingat saksi digunakan untuk biaya patok, biaya ukur, meterai, biaya(honor) RT/RW yang mendampingi saat pengukuran tanah ; ----------------------------------------------------- Bahwa saksi juga ukut program ajudikasi dan saat itu saksi membayar kepada Pak Eko (Kaur Keuangan) Desa Karangsono namun tidak diberi kwitansi ; ----- Bahwa di RT saksi yang mendaftar sebagai peserta ajudikasi ada 12 orang dengan 18 sertifikat dan untuk warga saksi sertifikatnya sudah jadi semua ; ---- Bahwa persyaratan peserta ajudikasi untuk warga saksi sebagian melalui saksi dan sebagian lagi melalui Kaur Keuangan yaitu Pak Eko ; --------------------------Bahwa saksi sebagai RT dalam program ajudikasi ini mendapat honor sebesar Rp.15.000,- perbidang tanah, karena warga saksi hanya 18 sertifikat, maka saksi mendapat honor sebesar Rp 90.000,- ; --------------------------------------------Bahwa para RT mendapat honor perbidang Rp.15.000,- menurut saksi adalah wajar bahkan kurang ; ------------------------------------------------------------------------- Bahwa dalam pengajuan pensertifikatan tanah melalui program ajudikasi adalah murni kesadara warga dan Kepala Desa tidak pernah memaksa atau tidak ada paksaan ; ----------------------------------------------------------------------------- Bahwa dengan adanya program ajudikasi saksi ini saksi merasa sangat terbantu dan merasa puas ; ------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; ------------------

7. Saksi H. SUHARTO, S.Sos, dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : -----Bahwa saksi menerangkan bahwa ia kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; ------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa ditingkat penyidikan yaitu tentang adanya penyimpangan program ajudikasi di Desa Karangsono ; -----------------------------Bahwa saat diadakan sosialisasi di Balai Desa saksi tidak datang karena saksi tidak diundang, namun saksi ikut sebagai pemohon dalam program ajudikasi tersebut ; -----------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi tahu adanya program pensertifikatan tanah melalui program ajudikasi di Desa Karangsono adalah dari masyarakat, saksi saat itu mendaftarkan

21

5 sertifikat 4 sertifikat atas nama saksi dan 1 sertifikat atas nama isteri saksi ; ------------------------------------------------------------------------------Bahwa dalam pengajuan sertifikat tersebut perbidang tanah saksi dikenai biaya Rp. 200.000,- yang Rp.195.000 untuk biaya ajudikasi, yang Rp.5.000 untuk biaya administrasi, jadi 5 bidang tanah saksi dikenakan biaya sebesar Rp.1.000.000,- ; --------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi mendaftar melalui Sekretaris Desa dengan melampirkan syarat-syarat antara lain fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy Letter C, dan fotocopy SPPT ; --------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi tidak menanyakan untuk apa saja uang Rp.195.000,- tersebut karena menurut saksi jika dibandingkan dengan pembuatan sertifikat secara umum, program ajudikasi lebih murah ; --------------------------------------------------Bahwa yang melakukan pengukuran ditanah saksi adalah Kaur Ekubang, BPN dan H. Marsi ; -----------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; ------------------

8. Saksi EKO SETIAWAN dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : ------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena saksi adalah Kaur Keuangan Desa Karangsono, tidak hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; ---Bahwa tugas saksi sebagai Kaur Keuangan Desa Karangsono adalah menerima, menyimpan keuangan dan dan mencatat pengeluaran dalam buku keuangan ; ---------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi tahunya adanya program ajudikasi dari Kepala Desa dimana beliau menyampaikan bahwa di Desa Karangsono akan ada program ajudikasi pensertifikatan tanah secara massal ; ----------------------------------------------------Bahwa sosialisasi program ajudikasi tersebut dilaksanankan pada tanggal 17 juli 2007 di Balai Desa Karangsono, dimana yang hadir saat itu adalah Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, LPPD, para RT dan LSM Jontor serta petugas dari BPN satu orang ; --------------------------------------------------------------------------Bahwa pihak BPN menyampaikan bahwa syarat-syarat menjadi peserta program ajudikasi adalah fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy penjual/pembeli tanah,

22

fotocopy SPPT dan menyerahkan surat-surat penting lainnya, kwitansi jual beli, hibah dll ; -------------------------------------------------------Bahwa disamping persyaratan tersebut diatas, para pemohon diwajibkan menyediakan patok minimal 4 patok dan materai sebanyak empat lembar; Bahwa petugas BPN tersebaut bernama Pak Suradi yang menyampaikan bahwa program ajudikasi pensertifikatan tanah tersebut tidak dikenakan biaya karena dibiayai oleh Bank Dunia ; ----------------------------------------------------------Bahwa petugas BPN menyampaikan sosialisasi tersebut sekitar 25 menit lalu beliau keluar dan tidak kembali lgi, selanjutnya Kepala Desa dan pendamping Kecamatan -------Bahwa LSM Jontor saat itu menyampaikan bahwa untuk pengurusan sertifikat perbidang tanah dikenakan biaya sebesar Rp.195.000, sedangkan untuk tanah wakaf dikenakan biaya sebesar Rp. 70.000,- dan pada saat dibahas soal biaya tersebut semua peserta yang hadir tidak ada yang protes ; -------------------------Bahwa uang Rp.195.000,- tersebut disamping untuk membeli patok dan meterai digunakan pula untuk honor petugas ukur yang mendampingi petugas dari CV. Rekanan BPN ; ----------------------------------------------------------------------Bahwa di Desa Karangsono yang mengajukan sebagai peserta sebanyak 560 pemohon sertifikat dengan perincian 14 bidang tanah wakaf dan selebihnya adalah tanah milik warga ; -------------------------------------------------------------------Bahwa pendaftaran peserta program ajudikasi melalui RT masing- masing, yang diteruskan kepada saksi dan ada pula yang melalui Sekretaris Desa dan setelah ada sidang diadakan pengukuran oleh Petugas Ukur dengan didampingi oleh RT dan Perangkat Desa ; -----------------------------------------------Bahwa pengukuran dimulai bulan Oktober 2007 sampai Nopember 2007 dan sekitar awal Februari sertifikat sebanyak 560 sudah jadi semua ; -----------------Bahwa uang hasil program ajudikasi tersebut oleh saksi diberikan kepada sdr. Jontor Siswanto Rp.12.000.000,- Kepala Desa Rp13.000.000,- Sekretaris Desa Rp.8.190.000,- saksi sendiri Rp.2.730.000,-BPD Rp.1.365.000,- LPPD Rp.1.365.000,Sdr Sugito(kasun) Rp.2.670.000,- Sdr. Budiono Rp1.930.000,- Sdr. Syaiful Rp.3.750.000,Sdr. Zamroni (Kasun) Rp.1.550.000,Sdr. Sai’in (Kasun) Rp.1.400.000,- Sdr, Sukri Rp.1.400.000,- Sdr. Sutrisno Rp.1.200.000,- Sdr. Samsudin Rp. 500.000,- Sdr. Suyitno Rp. 500.000,- dan Sdr Ashari Rp. 500.000,- petugas dari BPN yang saksi tidak tahu namanya Rp. 2.500.000,- ; Bahwa menurut saksi para RT, Perangkat Desa yang ikut terjun kelapangan sudah sepantasnya mendapat honor yang mereka terima ; -------------------------yaitu LSM Jontor menyampaikan pembahasan persyaratan pengurusan sertifikat ; ------------------------------------------------------------------

23

-

Bahwa dalam program ajudikasi terutama saat membayar Rp.195.000,- perbidang tanah masyarakat tidak mendapat tekanan atau paksaan melainkan atas kesadaran sendiri ; ----------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------9. Saksi SAIFUL ASHARI dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena saksi adalah Kepala Dusun Desa Karangsono, tidak hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; ----------Bakwa saksi diangkat oleh Kepala Desa sebagai Kepala Dusun sejak 6 tahun yang lalu dan tugas utama saksi adalah membantu Kepala Desa, menarik pajak, koordinasi dengan Ketua RT yang ada dilingkungan saksi ; ----------------Bahwa saksi mengetahui adanya program ajudikasi setelah diadakan rapat rutin Perangkat Desa yaitu hari Senin tapi tanggalnya lupa dimana untuk program ajudikasi ini dikenakan biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah ; Bahwa pada saat sosialisasi di Balai Desa saksi datang tapi tidak masuk karena saksi ditugasi untuk mengawasi sepeda parkir juga mengkoordinir para penerima tamu ; ---------------------------------------------------------------------------------Bahwa setahu saksi yang memimpin rapat adalah Kepala Desa dan yang hadir dipertemuan saat sosialisasi tersebut antara lain BPD, LPPD, para RT, Perangkat Desa dan belakangan LSM Jontor ; -----------------------------------------Bahwa dalam program ajudikasi di Desa Karangsono tugas saksi adalah ikut turun ke lapangan yaitu ikut mengukur, menarik meteran, mendampingi sidang ajudikasi dan mengantar surat yang sudah jadi ke warga ; -------------------------Bahwa diwilayah saksi ada 17 RT dan dalam program ajudikasi ini mendaftar lebih kurang sekitar 400 sertifikat ; ---------------------------------------------------------Bahwa selama berlangsungnya program ajudikasi di Desa karangsono saksi menerima honor sebesar Rp.4.000.000,- dari Pak Eko ; -----------------------------Bahwa kenapa saksi menerima honor sebesar Rp.4.000.000,- dari Pak Eko saksi tidak tahu dan saksi juga tidak menanyakan ; -----------------------------------Bahwa saksi menerima uang sebesar itu menurut saksi wajar saja karena saksi kerja dilapangan selama 2 (dua) minggu dari pagi sampai sore ; ---------Bahwa menurut saksi Kepala Desa juga pantas menerima honor dari kegiatan program ajudikasi tersebut ; ------------------------------------------------------------------

24

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan bahwa akan ditanggapi dalam pembelaan ; -------10. Saksi SUTRISNO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi menerangkan kenal dengan terdakwa karena saksi adalah Kaur Pemerintahan Desa Karangsono, tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; --------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa di depan penyidik yaitu tentang dugaan penyimpangan dalam program ajudikasi di Desa Karangsono yang dilakukan oleh terdakwa ; ---------------------------------------------------------------------------------Bahwa tugas saksi adalah membantu Sekretaris Desa dalam hal kependudukan, menarik pajak dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal surat menyurat ; -------------------------------------------------------------------Bahwa tahunya saksi adanya program ajudikasi adalah dari Kepala Desa sewaktu rapat rutin Perangkat Desa setiap hari Senin ; -----------------------------Bahwa sosialisasi program ajudikasi dilaksanankan pada tanggal 17 Juli 2007 di Balai Desa Karangsono, tapi saksi datang tapi terlambat dan yang hadir saat itu adalah para Ketua RT, BPD, LPPD, Perangkat Desa ; ---------------------Bahwa yang mengikuti program ajudikasi untuk Desa Karangsono sebanyak 500 pendaftar, dan pendaftaran ada melalui Sekretaris Desa ada yang melalui RT dan ada pula yang melalui Bendahara Desa ; --------------------------------------Bahwa setahu saksi bahwa setiap bidang tanah dikenai biaya sebesar Rp.195.000,antara lain untuk biaya patok , meterai dll ; ----------------------------Bahwa dari program ajudikasi di Desa Karangsono saksi menerima honor sebesar Rp.1.300.000,-karena saksi kerja sampai lembur diluar jam kerja bahkan hari libur saksi tetap bekerja ; -----------------------------------------------------Bahwa setahu saksi atas biaya yang dibebankan sebesar Rp.195.000,- perbidang warga tidak ada yang keberatan dan pendaftaran program ajudikasi tersebut sifatnya suka rela tanpa ada paksaan ; ----------------------------------------Bahwa semua sertifikat warga yang ikut program ajudikasi sekarang sudah jadi dan sudah diserahkan semua kepada warga ; -------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------11. Saksi IMAM SUKRI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

25

-

Bahwa saksi kenal terdakwa karena saksi menjabat sebagai Kaur Kesra Desa Karangsono, tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -----Bahwa saksi pernah diperiksa didepan penyidik yaitu tentang adanya penyimpangan dalam program ajudikasi yang ada di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; --------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa selaku Kaur Kesra tugas saksi adalah mencatat kelahiran anak, nikah, cerai, orang meninggal dunia, mengkoordinasi pemuda, keagamaan, juga membantu Kepala Desa dalam pembagian Raskin dan kegiatan sosial lainnya;

-

Bahwa pada tanggal 17 juli 2007 bertempat di Balai Desa Karangsono pernah dilakukan sosialisai tentang program ajudikasi yaitu pemutihan sertifikat dimana dari BPN menyampaikan bahwa untuk program ajudikasi pensertifikatan tanah tidak ada biayanya ; ------------------------------------------------

-

Bahwa saksi tahunya program ajudikasi dikenakan biaya sebesar Rp. 195.000,yaitu dari Kepala Desa saat rapat rutin kerja rutin Perangkat Desa pada hari Senin ; ---------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa dalam program ajudikasi warga yang mengajukan kurang lebih 500 sertifikat dan sekarang sertifikat tersebut sudah selesai semua dan telah dibagikan semua kepada warga ; ------------------------------------------------------------

-

Bahwa dalam program ajudikasi tersebut saksi diberi honor dari Pak Eko Setiawan sebesar Rp. 1.400.000,- dan menurut saksi honor tersebut wajar karena saksi turut kerja mengukur selama dua minggu ; -----------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------12. Saksi SURADI, SH. dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa ditingkat penyidikan yaitu tentang adanya program ajudikasi di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; -------------Bahwa panitia program ajudikasi di Kabupaten Blitar dibentuk berdasarkan SK Kepala Badan Pertanahan Nasional R.I No. 157-XVI-2007, tanggal 20 April 2007 tentang pembentukan panitia ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik ; ---------------------------------------------------------------------------------------Bahwa berdasarkan SK Kepala Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Timur No. 97.35.2007 tanggal 21 Mei 2007 tentang susunan Tim II ajudikasi di Kecamatan

26

Kanigoro yang terdiri 5 Desa, dengan susunan sbb : Ketua Tim II : Suradi, SH (saksi sendiri) 2. Wakil Ketua I bidang Teknis Sdr. Tri Sujiarno, A.Ptnh 3. Wakil Ketua bidang Yuridis Sdr. Widodo,SH. 5 orang Satgas Yuridis dari BPN, 5 orang Satgas Yuridis dari Kemitraan yang ditunjuk, 1 orang Satgas Administrasi dari BPN dan 2 orang Pembantu Satgas dari Kemitraan ; ----------Bahwa untuk Kecamatan Kanigoro satu Tim yang membawai 5(lima) Desa yaitu Desa Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodesa, dan Desa Gaprang ; ---------------------------------------------------------------------------------Bahwa untuk Desa Karangsono yang menjadi Panitia di Tingkat Desa adalah Ketua Tim , Suradi,SH , Wakil Ketua I Tri Sujiarno, Wakil Ketua II Widodo,SH, Kepala Desa dan Sekretaris Desa ; -------------------------------------------------------Bahwa setelah SK turun maka dilakukan pemberitahuan ke Desa-Desa dan untuk Desa Karangsono sosialisasi dilaksanakan tanggal 17 Juli 2007 ; --------Bahwa syarat permohonan sertifikat melalui program ajudikasi adalah fotocopy KTP, Fotocopy KK, Kwitansi, meterai dan surat-surat yang terkait kepemilikan tanah yang diketahui oleh Kepala Desa serta menyediakan patok minimal 4 patok perbidang tanah ; ----------------------------------------------------------------------Bahwa pada saat sosialisasi di Desa Karangsono yang hadir pada waktu itu Perangkat Desa, BPD, LPPD dan para Ketua RT , setelah menjelaskan syaratsyarat dalam pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi lalu saksi keluar dan langsung pulang ; ------------------------------------------------------------------------Bahwa pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi ini tidak dikenakan biaya, hanya saja para pemohon diwajibkam menyediakan patok, meterai dan biaya fotocopy surat-surat lainnya ; -------------------------------------------------------Bahwa setiap kali saksi melakukan sosialisasi di 5 Desa Jontor Wahyudi selalu hadir tapi apa peranan beliau dalam program ajudkasi saksi tidak tahu ; -------Bahwa di 5 Desa yang menerima program ajudikasi di Kecamatan Kanigoro saksi ada mendengar Kepala Desa ada meminta biaya sebesar Rp.195.000 per bidang tanah ; -------------------------------------------------------------------------------Bahwa atas pungutan biaya tersebut saksi tidak melarang tapi tidak juga menganjurkan karena tidak ada dasarnya, saksi hanya bersikap diam saja ; --Bahwa pensertifikatan tanah melalui program ajudikasi bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum mempunyai sertifikat dan dilakukan secara massal ; --------------------------------------------------------------

27

-

Bahwa untuk pengukuran tanah para pemohon ditunjuk langsung oleh Kanwil BPN Jawa Timur dan dilapangan dibantu oleh perangkat Desa dan para RT ; Bahwa dalam program ajudikasi di Kecamatan Kanigoro untuk para Perangkat Desa atau RT. yang membantu pengukuran dilapangan BPN tidak menyediakan honor karena tidak tercantum dalam DIPA, dan yang tercantum dalam DIPA hanya honor untuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa ; --------------

-

Bahwa sertifikat semua selesai akhir Februari 2008 dan para pemohon yang mengajukan sertifikat melalui ajudikasi sudah menerima sertifikat tanahnya ; -Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------13. Saksi IMAM SANTOSO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : ------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa dipenyidik yaitu tentang adanya penyimpangan program ajudikasi pensertifikatan tanah di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar yang waktu itu Kepala Desanya dijabat oleh terdakwa H. Nur Hasyim ; ------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi tidak tahu adanya penyuluhan tentang program ajudikasi di Desa Karangsono, tahunya saksi dari pemberitahuan RT dimana para pemohon diminta untuk melengkapi persyaratan antara lain fotocopy SPPT, fotocopy KTP, KK dan Letter C serta menyetor uang sebesar Rp.195,000,- perbidang tanah ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa saksi mendaftar untuk 2 sertifikat melalui RT sebesar Rp. 390.000,- yang diteruskan ke Kantor Desa dan sekarang sertifikat saksi sudah jadi ; -----Bahwa pada awalnya saksi tidak keberatan membayar sebesar Rp.195.000,perbidang, namun setelah Pak Carik (Sek.Des) disidangkan di Pengadilan bahwa pensertifikatan tanah tersebut tidak dikenakan biaya, saksi jadi keberatan ; ---------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------14. Saksi H. AH. FAUZAN dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : -----------

28

-

Bahwa saksi menerangkan kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; --------------------------------------------------Bahwa saksi pernah diperiksa dihadapan penyidik yaitu tentang adanya penyimpangan program ajudikasi di Desa Karangsono, Kecamatan Kanogoro, Kabupaten Blitar ; -------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa yang dimaksud ajudikasi setahu saksi adalah pemutihan sertifikat yang tidak ada biayanya ; ----------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa program ajudikasi disosialisasikan pada tanggal 17 Juli 2007 dimana Kepala Desa Karangsono saat itu adalah Pak H. Nur Hasyim ; --------------------Bahwa saksi tahu adanya program ajudikasi yaitu dari pemberitahuan Pak RT, dimana beliau mengatakan bahwa ada pemutihan sertifikat tanah dengan biaya Rp.195.000,- ; ----------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa syarat untuk ikut mendaftar sebagai peserta program ajudikasi yang harus dipenuhi adalah fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy SPPT, fotocopy Letter C dan uang sebesar Rp.195.000,-perbidang tanah ; ---------------------------

-

Bahwa saksi ikut mendaftar untuk 2 bidang tanah, satu bidang milik pribadi dan satu bidang lagi untuk tanah wakaf, untuk tanah pribadi saksi membayar Rp195.000,- sedangkan untuk tanah wakaf tidak ditarik biaya tapi hanya untuk beli materai Rp.16.000,- ; ---------------------------------------------------------------------

-

Bahwa karena bukti pajak tanah ( SPPT) pribadi saksi hilang, maka uang saksi yang Rp.195.000,- dikembalikan oleh sdr. Eko sedangkan tanah wakaf untuk mesjid sertifikatnya diserahkan setelah dua bulan dan yang menyerahkan adalah Pak modin ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------15. Saksi DRS. BAHRUDIN, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai

berikut : Bahwa saksi kenal dengan terdakwa tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; --------------------------------------------------------------------------

29

-

Bahwa saksi pernah diperiksa dihadapan penyidik yaitu permasalahan tentang adanya program ajudikasi pensertifikatan tanah di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; --------------------------------------------------

-

Bahwa saksi tahu adanya program ajudikasi karena saksi sebagai RT.01/RW.08 mendapat undangan dari Desa dengan acara sosialisasi pensertifikatan tanah di Kantor Desa Karangsono ; -------------------------------------

-

Bahwa yang hadir saat itu adalah teman-teman RT yang lain, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, LPPD, BPD ; -----------------------------------------------------------

-

Bahwa yang disampaikan oleh pihak BPN bahwa di Desa Karangsono akan ada program ajudikasi pemutihan pensertifikatan tanah dengan tidak menyebutkan biayanya dengan persyaratan antara lain fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy lunas PBB. surat-surat lain yang berkaitan dengan tanah ; ----------------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa setelah pihak BPN. keluar ruangan lalu diteruskan oleh LSM yang saksi lupa namanya membahas tentang biaya, dijelaskan oleh beliau bahwa program ajudikasi ini dibiayai oleh Bank Dunia, namun untuk memperlancar program tersebut pemohon dikenakan biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang untuk keperluan pembelian patok, meterai, fotocopy dan lain-lain dan saat itu masayarakat tidak ada yang keberatan ; -------------------------------------------------

-

Bahwa di RT saksi masyarakat yang mengajukan sertifikat sebanyak 6 orang dan dari program ajudikasi tersebut saksi ada menerima honor sebesar Rp. 90.000,yang menyerahkan uang tersebut adalah pak Eko Perangkat Desa ; --

-

Bahwa mayarakat saat itu tidaka ada yang protes karena biaya sebesar Rp. 195.000,- tersebut dianggap wajar karena kalau mengurus sertifikat sendiri biayanya mahal ; --------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa disamping uang sebesar Rp. 90.000,- tadi saksi juga menerima uang sebesar Rp. 1.365.000,- tapi bukan sebagai pribadi melainkan sebagai lembaga yaitu sebagai Ketua LPPD dimana uang tersebut dipergunakan untuk operasional dalam pelaksanaan kegiatan, misalnya untuk kegiatan rapat, konsumsi, alat tulis, buku untuk LPPD ; ---------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------16. Saksi BUDIONO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

30

-

Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena saksi adalah menjabat sebagai Kepala Dusun Sukorejo, Desa karangsono, Kec. Kanigoro, Kab, Blitar ; --------Bahwa saksi pernah memberikan keterangan dihadapan penyidik yaitu tentang adanya program ajudikasi pensertifikatan tanah di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; --------------------------------------------------

-

Bahwa saksi tahu tentang program ajudikasi dari Kepala Desa Karangsono Bapak H. Nur Hasyim pada waktu rapat rutin Perangkat Desa, dimana pada intinya beliau menyampaikan bahwa di Desa Karangsono akan diadakan program ajudikasi pemutihan sertifikat tanah ; -------------------------------------------

-

Bahwa sosialisai tentang program ajudikasi di desa Karangsono dilaksanakan pada tanggal 17 juli 2007 bertempat di Balai Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar dan yang hadir saat itu adalah Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, LPPD, BPD, juga dari BPN ; -------------------------------------------

-

Bahwa saksi ada mendengar bahwa biaya untuk pemutihan sertifikat melalui program ajudikasi dikenakan biaya sebesar Rp. 195.000,- antara lain biaya tersebut digunakan untuk membeli patok perbidang tanah minimal 4 patok dengan harga masing-masing patok sebesar Rp. 10.000,- dan untuk membeli meterai dan keperluan lain ; ------------------------------------------------------------------

-

Bahwa dalam program ajudikasi di Desa Karangsono saksi ada menerima honor dari Pak Eko selaku bendahara sebesar Rp.1.930.000,- uang tersebut diserahkan setelah saksi pulang dari Kejaksaan ; ---------------------------------------

-

Bahwa saksi ada turun kelapangan ikut membantu mengukur, menarik tali dan memasang patok mulai jam 07.00 wib. sampai dengan jam 17.00 Wib. selama 2 (dua) minggu ; ---------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa menurut saksi uang sebesar Rp.1.930.000,- tersebut adalah honor saksi sebagai tukang ukur dilapangan selama dua minggu, karena saksi tidak menerima honor dari BPN dan dari Desa ; -----------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; -----------------17. Saksi SUGITO dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi kenal terdakwa karena saksi adalah Kepala Dusun Monggalan, Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab. Blitar, tidak ada hubungan keluarga maupun hubungan pekerjaan ; ---------------------------------------------------------------

31

-

Bahwa benar saksi telah memberikan keterangan didepan penyidik yaitu tentang adanya program ajudikasi sertifikat tanah di Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab. Blitar ; ---------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa tugas saksi adalah membantu Kepala Desa, berkoordinasi dengan para pengurus RT yang ada dilingkungan saksi, menarik PBB dan lain-lain ; --Bahwa saksi tahu adanya program ajudikasi dari rapat rutin Perangkat Desa, sedangkan sosialisasi tentang program ajudikasi dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2007 di Balai desa Karangsono ; ---------------------------------------------------

-

Bahwa saksi hadir dalam acara tersebut karena diundang oleh Kepala Desa dan yang hadir pada saat sosialisasi tersebut antara lain para Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, LPPD, BPD sedangkan dari BPN datang satu orang ; ----------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa apa yang disampaikan dalam pertemuan tersebut saksi tidak tahu karena saksi berada di luar sambil menjaga sepeda ; ---------------------------------Bahwa diwilayah saksi yaitu Dusun Monggalan ada 8 RT dan 2 RW, Rw.05 terdiridari 4 RT dan di RW.6 terdiri dari 4 RT ; ------------------------------------------

-

Bahwa saksi tidak tahu berapa warga yang ikut mendaftar sebagai peserta program ajudikasi, karena para RT tidak pernah melapor ; --------------------------

-

Bahwa saksi ada mendengar dalam program ajudikasi di Desa Karangsono masyarakat dibebani membayar uang sejumlah Rp. 195.000,- perbidang ; -----Bahwa selama adanya program ajudikasi di Desa Karangsono saksi ada menerima honor dari sdr. Eko Setiawan sebesar Rp. 2.670.000,- saat menyerahkan uang tersebut sdr. Eko Setiawan menyatakan bahwa ini uang membantu pekerjaan ukur ; -------------------------------------------------------------------

-

Bahwa saksi memang pernah ikut membantu

pengukuran selama 2 (dua)

minggu, dari jam 10.00 wib. pagi sampai dengan jam 16.00 Wib ; -----------------Bahwa dari mulai pendaftaran sampai dengan sertifikat terbit dan diterima masing-masing oleh warga tidak ada yang merasa keberatan atas biaya yang dibebankan sebesar Rp.195.000,- ; -------------------------------------------------------Bahwa saksi ada mendengar bahwa disamping Desa Karangsono, Desa Gogodesa, Desa Tlogo, Desa Satrean dan Desa Gaprang juga ditarik biaya sebesar Rp.195.000,- ; ------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan akan ditanggapi dalam pembelaan ; ------------------

32

Menimbang,

bahwa

disamping

keterangan

saksi-saksi

tersebut

diatas,

dipersidangan telah pula didengar keterangan terdakwa yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : ----------------------------------------------------------------------Bahwa terdakwa pernah memberikan keterangan dihadapan penyidik dan keterangan tersebut adalah benar yaitu tenatang kasus program ajudikasi ; ---Bahwa terdakwa pada tahun 2007 pernah diundang di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Blitar dimana saat itu juga langsung dilantik oleh Kepala BPN Kabupaten Blitar sebagai panitia ajudikasi tingkat desa, dalam penjelasannya Kepala BPN menyatakan bahwa di Kabupaten Blitar ada 9 Desa yang akan menerima program ajudikasi tentang pensertifikatan tanah secara massal yang dibiayai oleh Bank Dunia ; -------------------------------------------------------------------Bahwa yang hadir saat itu selain terdakwa termasuk seluruh Kepala Desa yang akan menerima program ajudikasi dan disampaikan pula bahwa biaya pensertifikatan ini adalah nol rupiah di tingkat BPN Kabupaten ; ------------------Bahwa setelah terdakwa dilantik di BPN Kabupaten kemudian diteruskan ditingkat Kecamatan yang dilaksanakan di Kelurahan Kanigoro, yang hadir saat itu antara lain Pak Agus Pramono selaku Kabag Pemerintahan, Camat Kanigoro Suwadi, Jontor Siswanto, seluruh Lurah/ Kepala Desa se-Kecamatan Kanigoro dalam pertemuan tersebut dihasilkan biaya tambahan sebesar Rp.195.000,- ; -----------------------------------------------------------------------------------Bahwa pada saat pertemuan di Kecamatan Kanigoro, terdakwa sempat bertanya apakah tidak akan menjadi masalah dikemudian hari karena tidak ada payung hukumnya, lalu dijawab oleh Pak Agus Pramono sudahlah tidak akan terjadi komplain, saya yang bertanggung jawab, taruhannya jabatan saya itu payung hukumnya ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa sosialisasi di tingkat Desa Karangsono tanggal 17 Juli 2007 dimana yang hadir saat itu adalah para Ketua RT, BPD, LPPD, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, Pak Suradi dari BPN Kabupaten dan yang mewakili Camat adalah Jontor Siswanto ; ----------------------------------------------------------------------Bahwa pada saat sosialisasi di Desa Karangsono peserta yang hadir tidak ada yang protes atau menyatakan keberatan atas biaya tambahan sebesar Rp.195.000,tersebut ; ------------------------------------------------------------------------Bahwa setahu terdakwa untuk Desa karangsono yang mendaftar sebagai peserta program ajudikasi sekitar 560 bidang tanah, dengan perincian 546 tanah penduduk dan 14 bidang tanah wakaf ; -------------------------------------------Bahwa pada dasarnya terdakwa tidak setuju penarikan dana tersebut namun oleh karena Pak Agus Pramono sebagai Kabag Pemerintahan sekaligus merupakan

33

atasan terdakwa yang menjamin, maka tindakan terdakwa yang melakukan penarikan biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah tersebut menurut terdakwa dapat dibenarkan ; -----------------------------------------------------Bahwa menurut terdakwa biaya sebesar Rp.195.000,- yang ditarik dari peserta program ajudikasi tersebut digunakan sbb : beli patok perbidang tanah 4 patok @Rp.10.000,- minimal 4 patok Rp.40.000,- beli meterai 4-5 materai, biaya fotocopy, biaya ukur,. Honor untuk RT. honor untuk BPD, LPPD , honor Perangkat Desa dan 3 orang Kasun, Para Kaur, honor bendahara, kaur pembantu, honor Sekretaris Desa, honor Kepala Desa, dan honor Kamtibmas; Bahwa uang sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah tersebut disetor kepada Sek.Des dan sdr. Eko Setiawan sebagai bendahara dengan rincian sbb : ------- Tanah penduduk 546 bidang xRp. 195.000,- Tanah wakaf 14 bidang x Rp195.000,- Total = Rp.106.670.000,= Rp. 980.000,Rp.107.650.000,-

Bahwa untuk Desa Karangsono yang mendaftar sebagai peserta program ajudikasi sekitar 560 bidang tanah, dengan perincian 546 tanah penduduk dan 14 bidang tanah wakaf ; ------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa dalam program ajudikasi di Desa Karangsono terdakwa menerima honor sebesar Rp. 13.000.000,- ; yang diberikan oleh sdr. Eko Setiawan ; -----Bahwa benar terdakwa membenarkan disamping menerima honor dari Desa Karangsono juga menerima honor dari BPN sebagai anggota Tim tingkat Desa sebesar Rp. 356.000,- yang terdakwa tanda tangan dua kali ; -----------------------

-

Bahwa terdakwa mengaku bersalah dan siap mengembalikan uang seberar Rp.13.000.000,- tersebut karena uangnya masih ada ; -------------------------------

-

Bahwa terdakwa mengaku belum pernah dihukum, merasa menyesal atas perbuatan tersebut ; ----------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa apabila perbuatan terdakwa itu salah, terdakwa legowo saja dan siap mengembalikan uang sebesar Rp.13.000.000,- yang pernah terdakwa terima ; Menimbang, bahwa disamping keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa

sebagaimana tersebut diatas, dipersidangan juga telah dihadirkan barang bukti berupa : ---------------------------------------------------------------------------------------------Uang tunai sebesar Rp. 6.365.000,- (enam juta tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah ; ---------------------------------------------------------------------------------------------

34

-

Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-729 tentang Pemberitahuan Biaya dan Persyaratan Ajudikasi tahun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; ----------------------------------------------------------------------------------------------

-

Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-730 tentang Pelaksanaan LMPDP tanhun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; -----------------------------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tertanggal 15 Maret 2007 Nomor : 71-XVI-2007 tentang Penunjukan Kelurahan / Desa di Propinsi Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Pendaftaran tanah sistematik Land Management And Policy Development Program Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tahun anggaran 2007 ; ----------------------------------------------------------------------------------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tanggal 20 April 2007 Nomor :157-XVI-2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; ----------------------------------------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Timur tertanggal 21 Mei 2007 Nomor : SK.97.35.2007 tentang Pembentukan Tim Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; -------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tertanggal 13 Juni 2007 Nomor :16/VI/MPDP/2007 tentang Penunjukan Pelaksana Teknis Kegiatan Administrasi Umum Program Pengelolaan Pertanahan pada Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tahun anggaran 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------

-

Fotocopy penerimaan upah petugas Kelurahan / Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; --------------------------------------------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya penelitian tanah oleh Lurah / Kepala Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; ---------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya sidang panitia sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; ------

-

Buku register pendaftaran sertifikat ; -------------------------------------------------------

35

-

Fotocopy realisasi kegiatan panitia ajudikasi Tim II Kecamatan Kanigoro, Kab. Blitar tahun anggaran 2007 ; -----------------------------------------------------------------

-

Fotocopy daftar ajudikasi desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; -------Menimbang, bahwa barang bukti tersebut telah disita sesuai dengan aturan per-

Undang-Undangan yang berlaku sehingga Majelis menilai barang bukti tersebut dapat dijadikan bukti dalam perkara ini ; ----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dihubungkan dengan keterangan terdakwa serta dikaitkan pula dengan barang bukti yang diajukan dipersidangan satu sama lain saling bersesuaian, maka dapatlah diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut : ------------------------------------------------------------------------Bahwa benar pada tahun 2007 Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar telah ditunjuk oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia sebagai salah satu Desa di Jawa Timur yang menerima program ajudikasi yaitu pensertifikatan tanah secara sistematika secara massal ; --------------------Bahwa benar atas program ajudikasi tersebut terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono telah dilantik oleh Kepala Badan Pertanahan Kab. Blitar selaku panitia ajudikasi di tingkat Desa ; --------------------------------------------------Bahwa benar untuk Desa Karangsono yang menjadi Panitia di Tingkat Desa adalah Ketua Tim Suradi,SH , Wk. Ketua I Tri Sujiarno, Wk. Ketua II Widodo,SH, Kepala Desa dan Sekretaris Desa ; ---------------------------------------Bahwa benar dalam program ajudikasi untuk tingkat Kabupaten Blitar, para pemohon sertifikat tidak dikenai biaya, karena program ajudikasi tersebut dibiayai oleh Bank Dunia ; --------------------------------------------------------------------Bahwa benar pada saat sosialisasi ditingkat Kecamatan Kanigoro Kab. Blitar telah disepakati untuk pensertifikatan tanah melalui program ajudikasi ini para pemohon dikenai biaya tambahan sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah ; ----Bahwa benar terdakwa pada mulanya sempat menanyakan kepada atasan langsung terdakwa yaitu Kepala bagian Pemerintahan Kab. Blitar ( Pak Agus Pramono) apakah tidak akan menjadi masalah, lalu dijawab oleh Pak Agus Pramono sudahlah laksanakan saja, jabatan saya taruhannya dan itulah payung hukumnya ; -----------------------------------------------------------------------------

36

-

Bahwa benar pada tanggal 17 juli 2007 telah dilakukan sosialisasi di tingkat Desa Karangsono, Kec, Kanigoro, Kab. Blitar pada waktu itu sosialisasi dilaksanankan di Balai Desa ; ----------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar pada saat sosialisasi di Desa Karangsono dari pihak Kecamatan diwakili oleh LSM pendamping yaitu sdr. Jontor Siswanto, dari BPN diwakili oleh Ketua Tim II yaitu Bapak Suradi, SH, sedangkan peserta yang lain yang hadir antara lain Perangkat Desa, Para Ketua RT, LPPD, BPD, dan Tokoh Masyarakat ; --------------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar setelah acara dibuka oleh Kepala Desa, lalu sosialisasi disampaikan oleh Pak Suradi dari BPN dimana dalam sosialisasinya beliau menyampaikan bahwa dalam program ajudikasi para pemohon tidak dipungut biaya dan hanya mengumpulkan persyaratan antara lain : fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, bukti perolehan tanah dan surat-surat yang berkaitan dengan tanah, fotocopy SPPT, meterai Rp. 6.000,- sesuai kebutahan dan memasang tanda batas ; ----------------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar setelah petugas BPN selesai menyampaikan informasi berkenaan dengan program ajudikasi, lalu beliau pulang dan acara dilanjutkan oleh LSM Jontor Siswanto yang menyampaikan bahwa program ajudikasi memang tidak dikenakan biaya, namun untuk mempercepat proses pensertifikatan maka setiap pemohon dikenai biaya tambahan sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah ; -------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar terdakwa selanjutnya menyatakan bahwa uang sebesar Rp.195.000,digunakan antara lain untuk beli patok perbidang 4 patok @Rp.10.000,- minimal 4 patok Rp.40.000,- beli meterai 4-5 meterai, biaya fotocopy, biaya ukur, honor untuk RT, honor untuk BPD, honor LPPD , honor Perangkat Desa dan honor 3 orang Kasun, Para Kaur, honor bendahara, kaur pembantu, honor Sekretaris Desa, honor Kepala Desa, dan honor Kamtibmas;

-

Bahwa benar pada saat sosialisai tersebut para peserta yang hadir tidak ada yang menyatakan keberatan atau protes, karena kalau mengurus sendiri biayanya lebih mahal ; --------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar dalam program ajudikasi (pensertifikatan massal) tidak ada paksaan, melainkan atas kemauan masyarakat itu sendiri ; -------------------------

-

Bahwa benar untuk Desa karangsono yang mendaftar sebagai peserta program ajudikasi sebanyak 560 bidang tanah, dengan perincian 546 tanah penduduk dan 14 bidang tanah wakaf ; ----------------------------------------------------

-

Bahwa benar dalam program ajudikasi di Desa Karangsono terdakwa menerima honor sebesar Rp. 13.000.000,- , yang diberikan oleh sdr. Eko Setiawan ; -----------------------------------------------------------------------------------------

37

-

Bahwa benar terdakwa disamping menerima honor dari Desa Karangsono juga menerima honor dari BPN sebagai anggota Tim tingkat Desa sebesar Rp.365.000,yang terdakwa tanda tangan dua kali ; -----------------------------------

-

Bahwa benar atas adanya program ajudikasi yang dilaksanankan di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar masyarakat merasa terbantu dan merasa senang ; ---------------------------------------------------------------------------------

-

Bahwa benar atas kejadian ini terdakwa mengaku bersalah dan bersedia mengembalikan honor sebesar Rp.13.000.000,- yang terdakwa terima karena uang tersebut masih tersimpan ditangan terdakwa ; ----------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan

antara lain tersebut diatas, apakah terdakwa dapat dipersalahkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum ; ---------------------------Menimbang, bahwa terdakwa dihadapkan kepersidangan ini oleh Penuntut Umum karena telah didakwa dengan dakwaan sebagai berikut : --------------------------- Primair : melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ; --------------------------------- Subsidair : melanggar pasal 11 undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan -Menimbang, bahwa oleh dakwaan Penuntut Umum disusun secara subsideritas, maka terlebih dahulu akan dibuktikan dakwaan primair, dimana apabila dakwaan primair tidak terbukti, maka akan dibuktikan dakwaan subsidair ; --------------Menimbang, bahwa dalam dakwaan primair terdakwa oleh Penuntut Umum telah didakwa melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor :20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi dengan unsur-unsur sebagai berikut : --------------------------------undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ; --------------------------------

38

-

Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara ; -----------------------------------------Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain ; ----------------------Secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya ; ------Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri ; --------------------------------------------------------------------------------------------

ad.

Unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara ; ---------------------------------Menimbang, bahwa menurut pasal 1 angka 2 Undang-undang No.31 tahun 1999

sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pengertian Pegawai Negeri adalah meliputi : ---------------------------------------------------------------------------------------------------Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam ----------Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Hukum Pidana ; Orang yang menerima gaji atau upah dari keuangan Negara atau Daerah ; ----Orang yang menerima gaji atau upah dari suatu korporasi yang menerima bantuan dari keuangan Negara atau daerah ; ------------------------------------------Orang yang menerima gaji atau upah dari korporasi lain yang mempergunakan modal atau fasilitas dari Negara atau masyarakat ; -----------------------------------Menimbang, bahwa dalam KUHP tidak ada definisi dari Pegawai Negeri tetapi dalam Pasal 92 (1) hanya memberikan perluasan dari kata “ Ambtenaar “ yang menurut Yurisprudensi yang diartikan dengan “ Ambtenaar” adalah orang yang diangkat oleh kekuasaan umum menjadi pejabat umum untuk menjalankan sebagian tugas pemerintah atau bagian-bagiannya . Jadi unsur yang termasuk disini adalah : Pengangkatan oleh Instansi Umum ; -----------------------------------------------------Memangku jabatan umum, dan ------------------------------------------------------------Melakukan sebagian dari tugas Pemerintah atau bagian-bagiannya ; ------------Undang-undang tentang Kepegawaian ; -------------------------------------------------------------------------

39

Menimbang, bahwa terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi. pada waktu program ajudikasi atau pensertifikatan massal menjabat sebagai Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar adalah memenuhi unsur sebagai Pegawai Negeri, dimana terdakwa diangkat oleh Pejabat Umum yaitu Bupati sebagai Kepala Daerah dengan Surat Keputusan Bupati Blitar No.288 tahun 2007 ; -Bahwa terdakwa memangku jabatan umum yaitu selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono yang menjalankan sebagian tugas pemerintah ; -------------------------------Menimbang, bahwa terdakwa sebagai Pejabata Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang menurut pengakuan terdakwa setiap tiga bulan sekali menerima gaji atau upah dari keuangan Negara atau Daerah, disamping itu terdakwa juga menerima gaji atau upah dari tanah Kas Desa (Bengkok); ------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan uraian ------ad. Unsur dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain : --------------tersebut diatas maka unsur Pegawai Negeri telah terpenuhi menurut hukum ; -----------------------------------------------------

Menimbang, bahwa unsur subyektif dari unsur ini adalah tujuan si pelaku dalam melakukan tindak pidana yaitu untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain . tujuan ini tidak berbeda artinya dengan maksud atau kesalahan sebagai maksud atau kesengajaan dalam arti sempit. Yang dimaksud dengan tujuan adalah suatu kehendak yang ada dalam pikiran atau batin si pelaku, yang ditujukan untuk memperoleh suatu keuntungan bagi dirinya sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Sedangkan memperoleh suatu keuntungan atau menguntungkan artinya memperoleh atau menambah kekayaan dari yang sudah ada. (Lamintang, 276) ; ----Menimbang, bahwa dari fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan saksi-saksi bahwa di Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar akan diadakan Program ajudikasi (pensertifikatan tanah) secara massal, dimana pada tangal 17 juli 2007 diadakan sosialisasi tentang ajudikasi di Balai Desa Karangsono dimana sebagai pembicara pertama adalah saksi Suradi, SH. dari BPN Kabupaten Blitar ; ---Bahwa dalam penyampaiannya saksi Suradi, SH. menyatakan bahwa dalam program ajudikasi (persertifikatan tanah massal) para pemohon tidak dikenai biaya pendaftaran karena telah dibiayai Bank Dunia, hanya saja para pemohon harus memenuhi syaratsyarat antara lain fotocopy KTP, KK, bukti lunas SPPT, fotocopy surat yang berkenaan

40

dengan status tanah, menyediakan meterai sesuai kebutuhan dan menyediakan patok/ tanda batas ; -------------------------------------------------------------Bahwa setelah saksi Suradi, SH. dari BPN selesai dan pulang, kemudian LSM Jontor Siswanto menyampaikan bahwa memang program ajudikasi tidak dikenai biaya namun untuk mempercepat pelaksaan program ajudikasi tersebut LSM Jontor Siswanto menyampaikan bahwa setiap pemohon dikenai biaya sebesar Rp.195.000,-perbidang tanah yang dimohonkan sertifikat ; ----------------------------------------------------Bahwa terdakwa saat itu ikut menyetujui biaya tersebut dan ketika ditawarkan kepada peserta rapat, tidak ada yang menyatakan protes semua diam yang diartikan oleh terdakwa bahwa para peserta rapat adalah setuju ; --------------------------------------Bahwa terdakwa menyatakan uang sebesar Rp.195.000,- tersebut digunakan antara lain untuk beli patok perbidang 4 patok @Rp.10.000,- minimal 4 patok Rp.40.000,- beli meterai 4-5 meterai, biaya fotocopy, biaya ukur,. Honor untuk Rt, honor untuk BPD,LPPD, honor Perangkat Desa dan 3 orang Kasun, Para Kaur, honor bendahara, Kaur pembantu, honor Sekretaris Desa, honor Kepala Desa, dan honor Kamtibmas ; Menimbang, bahwa walaupun para pemohon setuju dengan biaya Sebesar Rp.195.000,- tersebut namun dari program ajudikasi tersebut terdakwa telah menguntungkan dirinya sendiri dimana dari program ajudikasi tersebut terdakwa telah menerima uang sebesar Rp.13.000.000,-dan juga menguntungkan orang lain sebagaimana urian diatas, hal tersebut bersesuaian dengan keterangan saksi Eko Setiawan dan pengakuan terdakwa sendiri dipersidangan bahwa ia pernah menerima uang sejumlah Rp.13.000.000,- dari bendahara ajudikasi Desa Karangsono ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Suradi dan saksi Sutanti untuk Desa Karangsono dalam program ajudikasi yang menjadi Panitia di Tingkat Desa adalah Ketua Tim : Suradi, SH , Wk. Ketua I Tri Sujiarno, Wk. Ketua II Widodo, SH, dimana terdakwa sebagai Kepala Desa dan sdr. Suprianto sebagai Sekretaris Desa ; ------------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa terdakwa disamping mendapat honor sebagaimana tersebut diatas, mendapat upah atau gaji dari Bank Dunia yang sebagai Kepala Desa

dibayarkan melalui bendahara BPN Kabupaten Blitar sebanyak Rp. 365.000,- yang terdakwa terima sebanyak dua kali, hal tersebut bersesuaian dengan keterangan saksi Sutanti (Bendaharawan BPN Kab. Blitar dan keterangan saksi Suradi sebagai Ketua Tim ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, maka unsur dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain telah terpenuhi menurut hukum ; ad. Unsur secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya “

41

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan melawan hukum atau melanggar hukum adalah mencakup setiap perbuatan melawan hukum dalam arti formil maupun materil yakni meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam per-Undang-Undangan namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena tidak sesuai dengan rasa keadilan atau norma-norma kehidupan sosial dalam masyarakat, maka perbuatan tersebut dapat dipidana ; ------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa dalam hukum pidana dikatakan bahwa perbuatan melawan hukum dalam arti formil adalah suatu perbuatan hanya dapat dipandang sebagai bersifat melawan hukum apabila perbuatan tersebut memenuhi semua unsur dalam rumusan suatu delik dalam Undang-Undang ; ------------------------------------------Menimbang, bahwa menyalahgunakan kewenangan dapat didefinisikan sebagai perbuatan yang dilakukan oleh orang yang sebenarnya berhak untuk melakukannya, tetapi dilakukan secara salah atau diarahkan pada hal yang salah dan bertentangan dengan hukum atau kebiasaan oleh mereka yang memiliki jabatan atau kedudukan , yang dalam hal ini adalah kekuasaan yang melekat pada jabatan pegawai negeri tersebut ; ------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa dari fakta yang terungkap dipersidangan bahwa berdasarkan Surat dari BPN Kab. Blitar No:480.352.9-729 yaitu tentang Pemberitahuan biaya dan persyaratan ajudikasi tahun 2007 bahwa program ajudikasi tersebut dibiayai oleh Bank Dunia ; -----------------------------------------------------Bahwa saksi Suradi, SH. selaku Ketua Tim dari BPN Kabupaten Blitar dalam sosialisasinya yang dilaksanakan di Balai Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar tanggal 17 Juli 2007 menyampaikan bahwa dalam program ajudikasi (persertifikatan tanah massal) para pemohon tidak dipungut biaya pendaftaran ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa para pemohon hanya dibebani untuk menyediakan fotocopy KTP, KK, bukti lunas SPPT, bukti surat-surat lain tentang asal usul tanah serta menyediakan meterai serta memasang tanda batas ; -----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa LSM Jontor Siswanto selaku pendamping dari Kecamatan, telah menyampaikan bahwa memang benar pensertifikatan melalui program ajudikasi tidak dikenai biaya karena telah dibiayai oleh Bank Dunia, namun untuk mempercepat proses penyelesaian program ajudikasi tersebut maka masyarakat sebagai pemohon sertifikat dikenai biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah dan hal tersebut disambut oleh terdakwa dan ikut juga menyampaikan kepada masyarakat yang hadir dalam acara sosialisasi saat itu, pada hal terdakwa tahu ketika sosialisasi tingkat Kecamatan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Kanigoro pungutan sebesar Rp.195.000,- tidak ada dasar hukumnya, dan hanya atas jaminan dari Kepala Pemerintahan Kabupaten Blitar

42

yaitu sdr. Agus Pramono yang saat itu menyatakan laksanakan saja Jabatannya jadi taruhan ; ---------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa sebenarnya tahu bahwa pungutan sebesar Rp. 195.000,- tersebut tidak ada dasar hukumnya, seharusnya terdakwa berani menyatakan tidak akan melakukan pungutan sebagaimana hasil kesepakatan yang disampaikan pada pertemuan di Kelurahan Kanigoro tersebut, namun terdakwa justeru tidak melarang bahkan terkesan menyetujui dengan apa yang disampaikan oleh LSM Jontor Siswanto, apalagi masyarakat tidak menyampaikan protes atau keberatan dengan alasan kalau mengurus sendiri biayanya lebih mahal dari biaya yang dipungut tersebut, Sehingga untuk Desa karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar terealisasi sebanyak 560 sertifikat dengan rincian 546 bidang tanah tanah hak milik dan 14 bidang tanah wakaf ; -----------------------------------------------------Menimbang, bahwa masyarakat Desa Karangsono yang ikut dalam program ajudikasi tersebut pada mulanya merasa senang dan sangat terbantu namun setelah Sekretaris Desa (Supriyanto) menjadi terdakwa dipersidangan Pengadilan Negeri Blitar dan masyarakat baru mengetahui bahwa pensertifikatan tanah tersebut tidak dipungut biaya atau Rp.0 ,- sehingga banyak masyarakat yang keberatan dengan pungutan tersebut ; --------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang telah memungut biaya sebesar Rp.195.000,perbidang tanah tersebut dan tidak menyampaikan informasi yang benar bahwa pensertifikatan melalui program ajudikasi tersebut seharusnya tidak dipungut biaya ataupun kalaupun dipungut biaya hanya biaya patok dan meterai saja adalah termasuk sebagai perbuatan melawan hukum dan telah menyalahgunakan kekuasaan yang melekat pada diri terdakwa ; ----------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka unsur inipun telah terpenuhi menurut hukum ; ------------------------------------------------------------ad. Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri ; Menimbang, bahwa perbuatan memaksa adalah perbuatan dengan menekan kehendak kepada orang lain yang bertentangan dengan kehendak dari orang yang ditekan itu sendiri ; Bahwa didalam perbuatan memaksa ada unsur : ---------------------Kehendak yang berlawanan yaitu antra kehendak orang yang memaksa dengan kehendak orang yang dipaksa ; ---------------------------------------------------

43

-

Korban memenuhi paksaan yang sesuai dengan kehendak orang yang memaksa dan mengalahkan kehendaknya sendiri, ini artinya pemenuhan itu tidaklah dilakukan secara sukarela, karena ; ---------------------------------------------

-

Orang yang dipaksa tidak berdaya untuk menentukan sikap dan berbuat sesuai dengan kehendaknya ; ---------------------------------------------------------------Bahwa didalam perbuatan memaksa yang obyeknya kehendak orang,

didalamnya pasti ada arah yang dituju oleh kehendak sipembuat yang arahnya dipastikan pula bertentangan dengan apa yang dikehendaki oleh orang yang dipaksa namun harus dipenuhinya karena apabila tidak dipenuhiya ada suatu akibat yang tidak menyenangkan bagi orang yang dipaksa ; -------------------------------------------------Bahwa dalam hal ini memaksa disini erat kaitannya dengan kekuasaan seseorang, bahwa pada umumnya rasa terpaksa dianggap ada jika secara hirachis seorang penguasa berkedudukan lebih tinggi dari seorang yang dipaksakan sehingga dapat dimengerti, bahwa paksaan yang bersangkutan harus dituruti ; --------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan, bahwa ketika diadakan sosalisasi tentang program ajudikasi di Balai Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada saat LSM Jotor Sisiwanto menyampaikan bahwa untuk para pemohon peserta program ajudikasi dipungut biaya sebebesar Rp.195.000,- perbidang tanah demi kelancaran program ajudikasi tersebut, terdakwa selaku Kepala Desa Karangsono ikut menyetujui usul dari LSM Jontor Siswanto tersebut ; Oleh Karena terdakwa selaku Kepala Desa setuju dengan usul dari LSM Jontor tersebut lalu masyarakat yang diwakili oleh peserta yang hadir saat itu yakni Para Ketua RT, LPPD, BPD, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat juga tidak ada yang protes tanda tidak setuju, maka oleh terdakwa dibuatlah berita acara rapat dan para peserta yang hadir ikut membubuhkan tanda tangannya ; ---------------Menimbang, bahwa setelah program ajudikasi dimulai para peserta / pemohon mendaftarkan diri sehingga untuk masyarakat Desa Karangsono terealisasi sebanyak 560 sertifikat dengan rincian 546 bidang tanah hak milik dan 14 bidang tanah wakaf ; Menimbang, bahwa para pemohon sewaktu mendaftarkan diri maupun membayar biaya sebesar Rp.195.000,- perbidang tanah tidak dipaksa oleh terdakwa baik untuk ikut mendaftar maupun dalam membayar biaya yang dibebankan sebesar Rp.195.000 per- bidang tanah, melainkan masyarakat mendaftarkan diri karena kesadaran masing-masing demi status tanah miliknya menjadi jelas, maka unsur memaksa dalam unsur ini tidak terbukti menurut hukum ; -----------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena salah satu unsur dalam dakwaan primair tidak terbukti menurut hukum, maka kepada terdakwa haruslah dibebaskan dari dakwaan

44

tersebut ; --------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena salah satu unsur dalam dakwaan primair tidak terbukti menurut hukum, maka Majelis akan membuktikan dakwaan selebihnya yaitu dakwaan subsidair ; -----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa terdakwa oleh Penuntut Umum dalam dakwaan subsidair telah dituntut melanggar pasal 11 undang-undang Nomor : 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi dengan unsur-unsur sebagai berikut : -----------------------------------------Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negera ; -----------------------------------------Menerima hadiah atau janji ; ----------------------------------------------------------------Pada hal atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya ; --------------------------------------------------------ad. Unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara ; ----------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara telah terbukti menurut hukum sebagaimana terurai dalam dakwaan primair, maka unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara tidak perlu buktikan lagi ; -ad. Unsur menerima hadiah atau janji ; -----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan kata hadiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan pemberian, kalau dihubungkan dengan tindak pidana ini adalah tindak pidana formil dimana tindak pidana itu terjadi apabila telah terpenuhi unsur-unsur delik, dalam hal ini perbuatan menjadi selesai bergantung pada selesainya apabila pemberian tersebut nyata-nyata diterima oleh orang yang menerima ; Hal tersebut diperlukan syarat indicator phisik dimana telah beralihnya kekuasaan benda tersebut ke tangan orang yang menerima dan sebelum itu terjadi belumlah dianggap perbuatan menerima dianggap sempurna ; ------------------------------

45

Bahwa pemberian itu dimaksudkan untuk menggerakkan pejabat agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam hubungan jabatan yang berlawanan dengan kewajibannya dan pemberian itu bisa juga diberikan sesudah pejabat itu melakukan atau tidak melakukan perbuatan yang berhubungan dengan jabatan yang berlawanan dengan kewajibannya ; ----------------------------------------------------------------Putusan HR : maksud bathin sipemberi hadiah/ janji yang tidak diucapkan terhadap penerima hadiah/ janji tidak menjadi persoalan untuk pertanyaan apa yang diketahui oleh sipenerima hadiah/janji ketika ia menerima hadiah atau janji itu (HR. 9 April 1946) ; -----------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa dari fakta yang terungkap dipersidangan ketika terdakwa menerima pemberitahuan dari BPN Kabupaten Blitar bahwa di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro akan menerima program ajudikasi (pensertifikatan secara massal), setelah terdakwa menerima pengarahan ditingkat Kabupaten, lalu diadakan sosialisasi ditingkat Desa Karangsono tanggal 17 Juli 2007 yang dilaksanakan di Balai Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; -------------------------Bahwa setelah acara dibuka, maka giliran pertama menyampaikan pengarahan adalah saksi Suradi,SH. dari BPN kabupaten Blitar, dimana beliau menyampaikan kepada masyarakat yang hadir saat itu bahwa untuk pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi para pemohon tidak dikenakan biaya, hanya saja para pemohon diwajibkan melengkapi syarat berupa : fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy SPPT, Fotocopy Letter C, Surat-surat yang berhubungan dengan tanah, menyediakan meterai dan memasang tanda batas ; -------------------------------------------Bahwa setelah Petugas dari BPN selesai dan pulang, LSM Jontor Siswanto menyampaikan bahwa memang pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi tidak dikenai biaya (Rp.0) karena telah dibiayai oleh Bank Dunia, namun untuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat tersebut maka kepada para pemohon dibebani untuk membayar sebesar Rp.195.000,- per-bidang tanah ; Selanjutnya terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono juga menimpali bahwa demikian hasil putusan rapat ditingkat Kecamatan dimana uang sebesar Rp.195.000,- tersebut digunakan- antara lain untuk beli patok perbidang 4 patok @Rp.10.000,- minimal 4 patok Rp. 40.000,- beli materai 4-5 materai, biaya fotocopy, biaya ukur,. Honor untuk Rt, honor untuk BPD,LPPD ; honor Perangkat Desa dan 3 orang Kasun, Para Kaur, honor bendahara, kaur pembantu, honor Sekretaris Desa, honor Kepala Desa, dan honor Kamtibmas ; --------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Eko Setiawan (Kaur Keuangan) Desa Karangsono yang juga sekaligus bendahara program ajudikasi tingkat Desa Karangsono yang ditunjuk oleh terdakwa, bahwa setelah program ajudikasi selesai dan

46

sertifikat telah diserahkan semua kepada para pemohon, menurut saksi Eko Setiawan telah memberikan uang kepada terdakwa sejumlah Rp.13.000.000,- dan hal tersebut juga diakui oleh terdakwa didepan persidangan ; ---Bahwa terdakwa bisa menerima pemberian (hadiah) sebesar Rp.13.000.000,tersebut tidak lain karena kedudukan atau jabatan terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupten Blitar ; ----------------------------------Bahwa perbuatan terdakwa yang menerima uang sebesar Rp.13.000.000,tersebut bertentangan dengan kewajibannya selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono yang seharusnya melayani kepentingan masyarakat karena terdakwa secara Priodik yaitu setiap tiga bulan sekali menerima insentif gaji atau upah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar dan di Desa Karangsono terdakwa juga menerima hasil dari tanah Kas Desa (bengkok) ; Disamping itu dalam program ajudikasi ini terdakwa bersama dengan Sekretaris Desa (Sdr. Supriyanto) termasuk panitia tingkat Desa yang menurut keterangan saksi Sutanti (bendaharawan BPN Kabupaten Blitar) dan saksi Suradi (Ketua Tim Ajudikasi Desa Karangsono) menyatakan bahwa ia terdakwa selaku panitia tingkat Desa juga menerima upah atau gaji dari Bank Dunia sebesar Rp. 365.000,- dimana terdakwa terima dua kali melalui Bendahara BPN kabupaten Blitar ; -------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, maka unsur menerima hadiah atau janji telah terbukti menurut hukum ; ----------------------------------ad. Unsur padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut

diberikan kerana kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberi hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya ; -----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa kalimat “ diketahui ” merupakan bentuk kesengajaan,

sedangkan kalimat patut diduga suatu merupakan bentuk kalimat lupa atau kealpaan; Kedua kalimat tersebut masing-masing ditujukan pada unsur bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatan ; ---------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa dalam hai ini diperlukan sikap batin terhadap apa yang diterimanya (dari pemberian orang kepadanya), sehingga pada batin sipembuat (sipenerima hadiah / janji) baik diketahui atau patut diduga, hadiah atau janji tersebut erat hubungannya dengan kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya ; -----------------------------------------------------------------------------------------------

47

Bahwa erat kaitannya dengan jabatan itu mutlak karena tidak setiap orang memenuhi kualifikasi sebagai orang yang mempunyai kewenangan atau kekuasaan. Sedangkan maksud unsur atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatan ; ------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan yaitu dari keterangan saksi-saksi dan pengakuan terdakwa dipersidangan dan dikuatkan pula dengan bukti-bukti yang terungkap dipersidangan, bahwa bermula ketika terdakwa menerima pemberitahuan dari BPN Kabupaten Blitar bahwa di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro akan menerima program ajudikasi (pensertifikatan secara massal), setelah terdakwa menerima pengarahan ditingkat Kabupaten kemudian diteruskan sosialisasi tingkat Kecamatan yang dilaksanakan di Kelurahan Kanigoro, lalu diadakan lagi sosialisasi ditingkat Desa Karangsono tanggal 17 Juli 2007 yang dilaksanakan di Balai Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ; ------------------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa setelah acara dibuka, maka giliran pertama menyampaikan pengarahan adalah saksi Suradi,SH. dari BPN kabupaten Blitar dimana beliau menyampaikan kepada masyarakat yang hadir saat itu bahwa untuk pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi para pemohon tidak dikenakan biaya, para pemohon hanya diwajibkan melengkapi syarat-syarat berupa : fotocopy KTP, fotocopy KK, fotocopy SPPT, Fotocopy Letter C, Surat-surat yang berhubungan dengan tanah, menyediakan meterai dan memasang tanda batas ; -----------------------Bahwa setelah Petugas dari BPN selesai dan pulang, lalu LSM Jontor Siswanto menyampaikan bahwa memang pengurusan sertifikat melalui program ajudikasi tidak dikenai biaya (Rp.0) karena program ajudikasi ini telah dibiayai oleh Bank Dunia, namun untuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat tersebut maka kepada para pemohon dibebani untuk membayar sejumlah uang sebesar Rp.195.000,- per-bidang tanah ; Selanjutnya terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono juga menimpali bahwa demikian hasil putusan rapat ditingkat Kecamatan dimana uang sebesar Rp. 195.000,tersebut digunakan antara lain untuk - beli patok perbidang 4 patok @Rp.10.000,minimal 4 patok Rp. 40.000,- beli meterai 4-5 meterai, biaya fotocopy, biaya ukur,. Honor untuk Rt, honor untuk BPD,LPPD ; honor Perangkat Desa dan 3 orang Kasun, Para Kaur, honor bendahara, kaur pembantu, honor Sekretaris Desa, honor Kepala Desa, dan honor Kamtibmas ; ---------------------Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Eko Setiawan (Kaur Keuangan) Desa Karangsono yang juga sekaligus bendahara program ajudikasi tingkat desa Karangsono yang ditunjuk oleh terdakwa, bahwa setelah program ajudikasi selesai dan sertifikat telah diserahkan semua kepada para pemohon, menurut saksi Eko Setiawan telah memberikan uang sejumlah Rp.13.000.000,- kepada terdakwa dan hal tersebut juga diakui oleh terdakwa didepan persidangan ; --

48

Menimbang, bahwa dari uraian penggunaan uang pungutan sebesar Rp.195.000,tersebut sudah mendapat gambaran hadiah atau janji yang akan terdakwa terima sehingga terdakwa tidak mengutarakan kebaratan dengan adanya pungutan tersebut walaupun pungutan tersebut tidak ada dasar hukumnya ; -----------Menimbang, bahwa terdakwa bisa menerima pemberian (hadiah) sebesar Rp. 13.000.000,- tersebut tidak lain karena atau patut di duga karena kedudukan atau jabatan terdakwa selaku Pejabat Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupten Blitar ; -----------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, maka unsur padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberi hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya, telah terbukti menurut hukum ; -------------------------------------------Menimbang, bahwa tentang pembelaan Penasehat Hukum terdakwa yang menyatakan bahwa perbuatan tidaklah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai mana dakwaan primair Penuntut Umum, Majelis sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa hal tersebut bersesuaian pula dengan pembuktian unsur oleh Penuntut Umum bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwan primair, namun terhadap dakwaan subsidair Penasehat Hukum terdakwa berpendapat bahwa terdakwa juga tidak terbukti menurut hukum telah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum, Majelis tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa tersebut ; --------------------------------------------------Menimbang, bahwa terhadap keberatan Penasehat Hukum terdakwa bahwa Surat Tuntutan (Requisitoir) Penuntut Umum yang menyatakan bahwa keterangan saksisaksi Penuntut Umum didasarkan semata-mata dari BAP tingkat Penyidikan dan berbeda jauh dari keterangan saksi-saksi dalam persidangan, terhadap hal ini Majelis mempertimbangkan sebagai berikut : ----------------------------------------------------Bahwa setelah Majelis mempelajari dan mencermati keterangan saksi-saksi dalam surat tuntutan pidana Penuntut Umum tidaklah menyimpang dari keterangan saksi-saksi dipersidangan, bukankah Penasehat Hukum terdakwa tahu bahwa Penuntut Umum setiap kali menanyakan kepada saks-saksi yang diperiksa dipersidangan selalu ditanyakan apakah keterangan para saksi yang diberikan ditingkat Penyidikan (BAP) benar, para saksi menyatakan benar dan tidak ada satupun saksi yang mencabut keterangannya di BAP ; ----------------------------------------Menimbang, karena tidak ada satupun saksi yang menarik keterangannya di BAP ditingkat penyidikan, maka hemat Majelis apa yang diterangkan saksi-saksi yang telah

49

dibenarkan tersebut tidaklah meyimpang dari apa yang disampaikan oleh para saksi dipersidangan, karena itu keberatan Penasehat Hukum terdakwa tersebut patutlah untuk dikesampingkan ; ---------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa tentang keberatan Penasehat Hukum terdakwa yang menyatakan bahwa dakwaan Penuntut Umum tidak lengkap dan tidak sah, dengan alasan bahwa kena apa yang diproses hanya terdakwa sendiri yang seharusnya Penuntut Umum juga memproses secara bersama-sama ( penerapan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP kepada Perangkat Desa, para Ketua RT, BPD., LPPD, petugas ukur dan pendamping ; ---------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa terhadap keberatan atas dakwaan Penuntut Umum tersebut Majelis juga tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa, bahwa merupakan kewenangan Penuntut Umum untuk menentukan seseorang itu menjadi tersangka, apakah seseorang yang melakukan tindak pidana mau dituntut secara sendiri-sendiri atau bersama-sama adalah kewenangan mutlak Jaksa Penuntut Umum, Penuntut Umum tentu mempunyai pertimbangan tersendiri, apakah perkara tersebut akan diajukan sendiri-sendiri atau diajukan secara bersama-sama. Apabila Penuntut Umum menyusun dakwaan secara bersama-sama menurut Majelis justeru dakwaan Penuntut Umum tersebut kabur, karena kedudukan antara satu sama lain saling berbeda, bahkan dakwaan Penuntut Umum tidak bisa mencampur adukan antara pertanggung jawaban orang perorangan dengan lembaga (BPD dan LPPD) ; Bahwa Penasehat Hukum terdakwa juga menyatakan bahwa uang yang diterima terdakwa sebesar Rp.13.000.000,- bukanlah hadiah / suap tetapi merupakan honorarium terdakwa dari program ajudikasi, terhadap hal ini Majelis juga tidak sependapat karena terdakwa tidaklah melakukan pekerjaan sebagaimana yang dilakukan/dikerjakan oleh para Kepala dusun, para Ketua RT, ataupun perangkat Desa lainnya dimana mereka terjun langsung kelapangan ikut mengukur, memasang tanda batas serta menunjukan batas-batas tanah yang akan diukur kepada petugas bahkan mereka tidak bisa melakukan tugas lain selama dua minggu dan mereka bekerja dari pagi hingga sore hari, sedangkan terdakwa hanya bertugas menanda tangani surat-surat yang merupakan tugas sehari-hari sebagai Kepala Desa ; ---------Bahwa disamping itu terdakwa bersama Sekteraris Desa termasuk panitia tingkat Desa dalam program ajudikasi tahun 2007 tersebut sehingga terdakwa dan Sekretaris Desa juga termasuk dalam daftar orang yang menerima gaji atau upah sebesar Rp. 365.000,- yang terdakwa tanda tangani dua kali dari Bank Dunia yang dibayarkan melalui bendahara BPN Kabupaten Blitar ; ----------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka pembelaan Penasehat Hukum terdakwa tidaklah berdasar hukum, oleh karenanya patutlah untuk dikesampingkan ; ----------------------------------------------------------------------

50

Menimbang, bahwa oleh karena seluruh unsur dalam dakwaan subsidair Penuntut Umum telah terbukti menurut hukum dilakukan oleh terdakwa maka kepada terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan yang berhubungan dengan jabatannya “ ; Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dinyatakan bersalah menurut hukum dan selama proses persidangan berlangsung Majelis Hakim tidak menemukan adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat menghapuskan sifat melawan hukum atau pertanggung-jawaban pidana atas segala perbuatan pidana yang dilakukannya, maka kepada terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan karenanya patut dijatuhkan pidana yang setimpal dengan kesalahannya ; ------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, maka sesuai Pasal 197 ayat (1) huruf i KUHAP dan Pasal 222 ayat (1) KUHP kepada terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara ini yang besarnya akan ditetapkan dalam amar putusan ; -------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa selama ini berada dalam tahanan, sesuai dengan pasal 22 (4) KUHAP, maka masa penahanan yang telah terdakwa jalani haruslah dikurangkan seluruhnya dari masa pidana yang dijatuhkan ; ------------Menimbang, bahwa tentang penjatuhan pidana berdasarkan bunyi pasal 11 Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yaitu “ Setiap orang yang melakukan

tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 418 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,-(lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 250.000.000,-(dua ratus lima puluh juta rupiah)” ; ---------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa dari bunyi pasal tersebut tersirat bahwa dalam hal penjatuhan pidana badan sifatnya adalah imperatif namun dalam hal penjatuhan denda terdapat kata-kata dan/ atau sifatnya kumulatif alternatif artinya bahwa Majelis Hakim boleh menjatuhkan hukuman denda dan boleh juga tidak menjatuhkan hukuman denda ; -----------------------------------------------------------------------------------------

51

Menimbang, bahwa dalam hal ini Majelis Hakim tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya, yang mencantumkan pidana penjara sekaligus juga pidana denda untuk penerapan pasal tersebut, karena menurut Majelis Hakim sangat tidak memenuhi rasa keadilan apabila terhadap terdakwa, disamping dijatuhi pidana penjara juga ditambah dengan pidana denda yang besarnya menurut pasal tersebut paling sedikit adalah sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), yang berarti lebih besar daripada kerugian negara yang diakibatkan dari perbuatan terdakwa itu sendiri ; ----------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan saksi Eko Setiawan dan pengakuan terdakwa sendiri dipersidangan bahwa uang yang terdakwa terima hanya Rp.13.000.000,- (tiga belas juta rupiah) saja ; --------------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena itu Majelis Hakim berpendapat bahwa pidana denda tidak perlu dikenakan pada diri terdakwa tersebut dalam perkara ini ; ---------Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 18 (1) huruf b Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, disebutkan bahwa selain tindak pidana tambahan sebagaimana dimaksud dalam KUHP, pidana tambahan dalam tindak pidana korupsi salah satunya adalah pembayaran uang pengganti yang jumlahnya sebanyak-banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi ; ---------------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa tentang status barang bukti berupa : ---------------------------Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-729 tentang Pemberitahuan Biaya dan Persyaratan Ajudikasi tahun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------------------Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-730 tentang Pelaksanaan LMPDP tanhun 2007 tertanggal 06 Juni 2007; -----------------------------------------Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tertanggal 15 Maret 2007 Nomor : 71-XVI-2007 tentang Penunjukan Kelurahan / Desa di Propinsi Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Pendaftaran tanah sistematik Land Management And Policy Development Program Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tahun anggaran 2007 ; ----------------------------------------------------------------------------------------------

52

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tanggal 20 April 2007 Nomor :157-XVI-2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; ----------------------------------------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Timur tertanggal 21 Mei 2007 Nomor : SK.97.35.2007 tentang Pembentukan Tim Ajudikasi dalam rangkan pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; -------------------

-

Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tertangal 13 Juni 2007 Nomor :16/VI/MPDP/2007 tentang Penunjukan Pelaksana Teknis Kegiatan Administrasi Umum Program Pengelolaan Pertanahan pada Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tahun anggaran 2007 ; ---------------------------------------------------------------------------------

-

Fotocopy penerimaan upah petugas Kelurahan / Desa sebanyak 4.607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; --------------------------------------------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya penelitian tanah oleh Lurah / Kepala Desa sebanyak 4.607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; ---------------------------

-

Fotocopy penerimaan biaya sidang panitia sebanyak 4.607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; ------

-

Buku register pendaftaran sertifikat ; ------------------------------------------------------Fotocopy realisasi kegiatan panitia ajudikasi Tim II Kecamatan Kanigoro, Kab. Blitar tahun anggaran 2007 ; -----------------------------------------------------------------

-

Fotocopy daftar ajudikasi Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; -------Uang tunai sebesar Rp.6.365.000,- (enam juta tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah) akan ditentukan dalam amar putusan ; -----------------------------------------Menimbang, bahwa sebelum Majelis menjatuhkan pidana kepada terdakwa,

maka sesuai pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP akan dipertimbangkan terlebih dahulu halhal yang meberatkan maupun hal-hal yang meringankan bagi diri terdakwa, guna penerapan hukuman yang setimpal dengan perbuatan terdakwa : ------------------

53

Hal-hal yang memberatkan : -------------------------------------------------------------------------Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat ; ----------------------------------------Perbuatan terdakwa tidak mendukung program Pemerintah yang sedang giatgiatnya memberantas tindak pidana korupsi ; ------------------------------------------Hal-hal yang meringankan : --------------------------------------------------------------------------Terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya ; -----------------------Terdakwa belum pernah dihukum ; --------------------------------------------------------Mengingat dan memperhatikan Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP serta ketentuan lain yang bersangkutan ; ----------------------------------------------M E N G A D I L I : 1. Menyatakan terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi. tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primair Penuntut Umum ; ---------------------------------------2. Membebaskan ia terdakwa dari dakwaan primair tersebut ; ----------------3. Menyatakankan terdakwa H. NUR HASYIM, SPdi. telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan yang berhubungan dengan jabatannya “ ; 4. Menghukum ia terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama : 1(satu) tahun ; ------------------------------------------------------------------------5. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa haruslah dikurangkan seluruhnya dari masa pidana yang dijatuhkan ; --6. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan ; --------------------

54

7. Menghukum pula ia terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.13.000.000,-(tiga belas juta rupiah) dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1(satu) bulan sesudah putusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana selama : 6 (enam) bulan ; ---------------------------------------8. Menetapkan agar barang bukti berupa : ----------------------------------------- Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-729 tentang Pemberitahuan Biaya dan Persyaratan Ajudikasi tahun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; --------------------------------------------------------------------------- Surat dari BPN Kabupaten Blitar Nomor : 480.352.9-730 tentang Pelaksanaan LMPDP tahun 2007 tertanggal 06 Juni 2007 ; ---------------- Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tertanggal 15 Maret 2007 Nomor : 71-XVI-2007 tentang Penunjukan Kelurahan / Desa di Propinsi Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Pendaftaran tanah sistematik Land Management And Policy Development Program Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tahun anggaran 2007 ; -------------------------- Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tanggal 20 April 2007 Nomor :157-XVI-2007 tentang Pembentukan Panitia Ajudikasi dalam rangka pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; ---------- Fotocopy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Timur tertanggal 21 Mei 2007 Nomor : SK.97.35.2007 tentang Pembentukan Tim Ajudikasi dalam rangkan pendaftaran tanah sistematik tahun 2007 di Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur ; ----------------------------------------------------------------------------- Fotocopy Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tertangal 13 Juni 2007 Nomor :16/VI/MPDP/2007 tentang Penunjukan Pelaksana Teknis Kegiatan Administrasi Umum Program Pengelolaan Pertanahan pada Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar tahun anggaran 2007 ; ------------------------------------------ Fotocopy penerimaan upah petugas Kelurahan / Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan,

55

Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007 ; ------------------------- Fotocopy penerimaan biaya penelitian tanah oleh Lurah / Kepala Desa sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro Kab. Blitar tertanggal 19 Desember 2007; - Fotocopy penerimaan biaya sidang panitia sebanyak 4607 bidang dalam rangka pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Satreyan, Desa Tlogo, Desa Karangsono, Desa Gogodeso, Desa Gaprang Kec. Kanigoro, Kab. Blitar ; ----------------------------------------------------------------- Buku register pendaftaran sertifikat ; ---------------------------------------------- Fotocopy realisasi kegiatan panitia ajudikasi Tim II Kecamatan Kanigoro, Kab. Blitar tahun anggaran 2007 ; ------------------------------------ Fotocopy daftar ajudikasi Desa Karangsono, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar tetap terlampir dalam berkas perkara ; -------------------------------------------- Uang tunai sebesar Rp.6.365.000,- (enam juta tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah) dirampas untuk negara ; --------------------------------------9. Membabani pula terdakwa untuk membayar ongkos perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) ; ----------------------------------------------------------Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim

Pengadilan Negeri Blitar pada hari R A B U , tanggal 24 J U N I 2009, oleh kami H.AGUS HARYADI, SH.MH. sebagai Hakim Ketua Majelis, A S M U D I, SH. dan ENNIERLIA ARIENTOWATY, SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari ini K A M I S tanggal 25 J U N I 2009, oleh Ketua Majelis tersebut, dengan didampingi oleh Hakim Anggota yang sama dengan dibantu oleh MUDJIANTO,SH. Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Blitar dan dihadiri oleh TRIYONO, SH. dan HARI SUWIGNYO,SH. Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Blitar serta dihadiri terdakwa dan Penasehat Hukumnya ; --------------------------------------------------------------

HAKIM-HAKIM ANGGOTA,

HAKIM KETUA,

56

1. A S M U D I, SH.

H. AGUS HARIYADI,SH.MH.

2. ENNIERLIA ARIENTOWATY, SH.

PANITERA PENGGANTI,

MUDJIANTO, SH.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->