P. 1
Sap

Sap

|Views: 12|Likes:
Published by Budi Usmanto

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Budi Usmanto on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

SAP (SATUAN ACARA PELAKSANA

)

POKOK BAHASAN

: FLU BURUNG

SUB POKOK BAHASAN : GEJALA DAN PENANGANAN FLU BURUNG WAKTU TEMPAT : 30 MENIT : BALAI DESA KEDONDONG

A. IDENTIFIKASI MASALAH Flu burung (Avian Influenza H5N1) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza strain tipe A H5N1 (H = Hemagglutinin, N = Neuroamidase) yang ditularkan oleh unggas. Wabah penyakit flu burung yang melanda dunia, telah menjadi perhatian banyak pihak, baik masyarakat luas maupun badan kesehatan. Sejak wabah flu burung pertama merebak sekitar tahun 90-an di Hongkong. flu burung menjadi penyakit pendemi (lintas batas Negara). Thailand, Malaysia, China, Korea, Kamboja, dan Indonesia adalah sebagian besar negara yang telah terjangkit penyakit flu burung. Merebaknya kasus flu burung tahun ini didorong oleh adanya cuaca basah dan banjir yang membuat virus cepat berkembang. Ditambah lagi, kemungkinan ada kendala akibat ketidaksempurnaan vaksinasi. Selain itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kasus flu burung lebih banyak ditemukan di peternakan rumah tangga dimana ternak tidak dikandangkan, pada tahun ini kasus flu burung lebih banyak ditemukan di sektor peternakan besar yang sudah dikandangkan. Melihat angka peningkatan tersebut alangkah perlunya suatu metode untuk mencegah peningkatan angka kejadian flu burung dalam masyarakat. Untuk itu sangat perlu diadakan suatu penyuluhan tentang flu burung dan penanggulangannya sebagai upaya promotif dan preventif bagi masyarakat yang terkena maupun yang belum.

B. TUJUAN 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit para peserta penyuluhan diharapkan mampu memahami tentang flu burung (Avian Influenza H5N1). 2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) Setelah diberikan penyuluhan tentang flu burung (Avian Influenza H5N1) diharapkan peserta mampu : 1. Menjelaskan pengertian flu burung dengan tepat. 2. Menyebutkan empat dari enam sumber penularan flu burung dengan tepat. 3. Menyebutkan empat dari tujuh gejala klinis ayam yang terserang flu burung dengan tepat. 4. Menyebutkan tiga dari enam gejala klinis serangan flu burung pada manusia dengan tepat. 5. Menyebutkan empat dari tujuh pencegahan terhadap flu burung dengan tepat. 6. Menjelaskan langkah pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung. 7. Mendemonstrasikan teknik mencuci tangan dengan tepat.

C. MATERI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengertian flu burung Sumber penularan flu burung Gejala klinis unggas yang terkena flu burung Gejala klinis serangan flu burung pada manusia Pencegahan terhadap flu burung Pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung Teknik mencuci tangan

D. RENCANA KEGIATAN NO TAHAP 1 Pembukaan    KEGIATAN Perkenalan Menjelaskan tujuan Menggali pengetahuan yang dimiliki sasaran Menjelaskan materi   MEDIA WAKTU 5 menit

2

Pelaksanaan

20 menit Leaflet Ceramah dan Tanya jawab 5 menit

3

Penutup

 

Menyimpulkan materi Melakukan evaluasi

E. METODE DAN MEDIA 1. METODE :Ceramah dan Tanya jawab 2. MEDIA : Leaflet

F. EVALUASI 1. Struktur 1. Persiapan Media/ Alat Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan. Media yang digunakan adalah presentasi Ms. Power Point leaflet,lembar balik dan poster.. 2. Persiapan Materi Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan telah disiapkan dan dpresentasikan melalui Ms. Power Point serta akan disebarluaskan dalam bentuk leaflet, yang berisi gambar dan tulisan. 2. Proses Penyuluhan 1. Penyuluhan tentang flu burung lancar dan sasaran mengerti tentang penyuluhan yang diberikan 2. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan sasaran. 3. Kehadiran diharapkan 100% mengingat dampak dari flu burung ini sangat membahayakan manusia dan semua peserta memperhatikan serta tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan. 3. Hasil Penyuluhan 1. Jangka pendek Sasaran mengerti sekitar 60% dari materi yang disampaikan dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan yang diberikan 2. Jangka panjang Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai flu burung sehingga angka kematian akibat penyakit ini dapat ditekan.

 MATERI PENYULUHAN FLU BURUNG 1. Pengertian Flu Burung

Flu burung (Avian Influenza H5N1) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza strain tipe A H5N1 (H = Hemagglutinin, N = Neuroamidase) yang ditularkan oleh unggas. Penyakit ini biasanya hanya menyerang unggas, tetapi karena H5N1 ini mudah bercampur dengan virus yang biasa di menyerang manusia maka terjadilah penularan dari unggas ke manusia, sedangkan penularan manusia ke manusia sampai saat ini belum ditemukan. 2. Sumber Penularan Flu Burung Flu burung bisa menular pada manusia dengan mudah terutama bagi mereka yang berhubungan langsung dengan unggas. Secara umum flu burung dapat menyebar dengan cara : 1. Manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. 2. Udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekret burung / unggas yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. 3. Pasar tempat ayam hidup dijual dapat menjadi sumber penyakit ini. 4. Melalui tikus dan lalat yang dicemari oleh kotoran ayam yang mengandung virus H5N1. 5. Melalui hewan peliharaan sejenis unggas yang biasa dipelihara dirumah. 6. Bahan dan alat yang terkontaminasi oleh virus ini seperti alat atau bahan yang dipergunakan oleh peternak ayam atau unggas. 3. Gejala Klinis Unggas yang Terserang Flu Burung Agar sumber penularan flu burung dapat diminimalisir maka salah satu caranya adalah dengan mengetahui gejala klinis ayam atau unggas yang terserang flu burung diantaranya : 1. Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan (sianosis). 2. Pembekakan didaerah bagian muka dan kepala. 3. Perdarahan dibawah kulit (subkutan). 4. Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung. 5. Perdarahan titik (ptechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki. 6. Batuk, bersin dan ngorok. 7. Unggas mengalami diare dan kematian tinggi

4.

Gejala Klinis Serangan Flu Burung pada Manusia

Secara umum gejala klinis serangan virus H5N1 pada manusia hamper sama seperti flu pada umumnya, diantaranya : 1. Masa inkubasi dari kontak pertama dengan agen berkisar antara tiga sampai tujuh hari. 2. Demam lebih dari 38 0 C. 3. Sakit tenggorokan, batuk, beringus, perdarahan pada hidung dan gusi serta sesak nafas. 4. Nyeri otot dan sakit kepala. 5. Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare. 6. Dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat dengan terjadinya peradangan di paru-paru (Pneumonia). Gejala yang terjadi dapat bervariasi, tidak harus semua gejala ada, bisa berbeda dari orang yang satu dengan yang lainnya. Penyakit ini dapat terjadi pada orang dewasa, anak-anak maupun orang dengan penyakit kronik tetapi lebih banyak menyerang anak-anak dibawah usia 12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak karena sistem imun tubuh anak-anak belum begitu kuat. 5. Pecegahan Terhadap Flu Burung

Pencegahan biasanya dilakukan bagi mereka yang berisiko yaitu para pekerja peternakan dan pemotong. Beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain : 1. Cuci tangan sesering mungkin dengan disinfektan ( alkohol 70 % ) atau sabun setelah bersentuhan dengan agen penyebab. 2. Peternak atau orang yang hendak memasuki peternakan ayam atau unggas harus menggunakan alat pelindung berupa sarung tangan, kaca mata, masker dan lainnya. 3. Vaksinasi virus flu manusia bagi yang terjangkit dengan tujuan agar tidak terjadi infeksi gabungan virus flu manusia dengan flu burung dalam satu orang yang memungkinkan timbulnya strain baru virus flu burung yang yang dapat ditularkan dari manusia ke manusia. 4. Mereka yang rentan ( anak – anak, orang usia lanjut, penderita penyakit jatung dan paru kronis ) agar menghindari tempat jangkitan ( peternakan unggas ). 5. Pengamatan kesehatan secara pasif bagi yang berisiko atau terpajan dan keluarganya, dengan melihat tanda gangguan saluran nafas, atau demam. 6. Pemberian antiviral ( oseltamivir 1 x 75 mg selama seminggu ) bagi mereka yang berisiko menghirup udara tercemar.

7. Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 0 C selama sekurang–kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada pemanasan 64 o C selama minimal 4,5 menit. 8. Pemusnahan ungags yang terjangkit flu burung 9. Vaksinasi pada unggas yang sehat 6. Pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung Jika ditemukan penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung segera : 1. Laporkan pada puskesmas atau dinas kesehatan terdekat 2. Penderita hendaknya beristirahat yang cukup dan menghentikan aktivitas fisik dan psikis 3. Berikan obat yang meredakan gejala yang menyertai flu, seperti menurunkan demam,dengan cara memberikan obat penurun panas atau di kompres dengan air hangat. 4. Beri minum yang banyak 5. Pengobatan bagi penderita flu burung di rumah sakit : a) Bertujuan memperbaiki imunitas b) Pengobatan causative dengan menggunakan 2 macam golongan obat yaitu M2 inhibitor ( Amantadin & Rimatidin ) dan Neuramin Inhibitor (Osetamivir dan Zanamivir) c) Pemberian antibiotika terhadap superinfeksi menggunakan sefalospovin generasi ketiga dengan dosis 100 mg/kg berat badan ditambah dengan Amikasin 15 mg/kg berat badan perhari intravena. 7. Teknik Mencuci Tangan a. Basuh kedua tangan dengan air mengalir b. Gosok punggung dan sela-sela jari dengan tangan kanan dan sebaliknya. c. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari d. Gosok sisi dalam jari-jari dengan kedua tangan saling mengunci e. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya. f. Gosokkan dengan memutar ujung-ujung jari tangan kanan dan lakukan sebaliknya. g. Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya, lalu bilas dengan air dan keringkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->