P. 1
SKRIPSI ACEP SOPANDI

SKRIPSI ACEP SOPANDI

5.0

|Views: 2,067|Likes:
Published by Pantom

More info:

Published by: Pantom on Jan 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/26/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

-

I.

PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Kakao (Theobroma cacao. L) merupakan salah satu komoditas perkebunaan

yang peranannya cukup penting bagi perekonomian Nasional, karena dapat mendorong berkembangnya agrobisnis dan agroindustri kakao (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 200 ), sehingga dapat membuka lapangan peker!aan, sumber pendapatan dan de"isa negara (Litbang Pertanian, 200#). Pada masa yang akan datang diharapkan komoditi bi!i coklat mampu menduduki tempat yang se!a!ar dengan komoditi perkebunan lainnya, seperti kelapa sa$it dan karet (%iregar, &iyadi dan Nuraeni, 200#), sebab bi!i coklat yang mengandung lemak sampai '0 ( 0 ) dari berat bi!i, bisa dibuat berbagai macam produk makanan. *ahkan !uga bisa diman+aatkan untuk pembuatan sabun, par+um, obat,obatan dan bahan dasar pembuatan kosmetik (%pillane, -..'). /i Indonesia, luas areal dan produksi kakao mengalami +luktuasi seperti tersa!i pada 0abel - Lampiran 2. /i Pro"insi 1ambi, perkembangan luas areal dan produksi tanaman kakao perkebunan rakyat !uga dapat dilihat pada 0abel 2 Lampiran 2. /isaat komoditas tanaman kakao yang harganya semakin membaik di pasar dunia, Indonesia saat ini mulai ke$alahan dalam penyediaan bibit sehingga berpotensi mengalami de+isit bibit. /iperkirakan pada tahun 200# potensial de+isit 20 !uta bibit dari kebutuhan 0 !uta bibit (3oenadi 4it /ephan &I, 200 ).

2

%alah satu perbanyakan tanaman kakao adalah dengan cara generati+ yaitu dengan menggunakan bahan berupa bi!i atau benih, untuk mencapai produksi kakao yang tinggi diperlukan bahan tanam yang berkualitas dengan diikuti tindakan kultur teknis, diantaranya adalah pembibitan yang baik (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 200 ) karena penyediaan bibit kakao yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya kakao (&o+i5, 2002). 6ntuk tanaman coklat pupuk yang baik adalah dalam bentuk organik, karena hampir semua unsur hara terdapat di dalamnya. 7ungsinya dapat memperkaya kandungan humus dalam tanah sehingga dapat memperbaiki struktur tanah, Kapasitas 0ukar Kation (K0K) dan mampu menahan air lebih besar serta memperbaiki aerase tanah (8eddy, -..2) namun disisi lain ada beberapa kelemahan disamping karena kuantitasnya yang besar dan tidak semua petani memilikinya, !uga bahan organik akan melepaskan asam,asam organik yang akan menurunkan p8 tanah berarti pula menurunnya tingkat kesuburan tanah (%uara 9erdeka, 200:). 9emperhatikan masalah tersebut di atas, untuk mengatasinya perlu dicari teknologi yang dapat mengurangi banyaknya aplikasi pemberian pupuk, dengan tidak mengurangi e+ek pemupukan pada bibit dan kualitas bibit yang dihasilkan. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (200 ), tanaman kakao menghendaki tanah yang memiliki kemampuan tukar kation yang tinggi, p8 netral dan terbebas dari unsur hara mikro, seperti ;l, 7e dan 9n terlarut sehingga dapat men!adi racun bagi kakao.

2

6ntuk dapat meningkatkan e+isiensi pemupukan, maka salah satu solusinya adalah dengan menggunakan atau menambahkan bantuan sesuatu material <eolit yang terdapat di dalam Nu=eo, yang dikenal dengan >%oil 4ounditioner.? Karena Nu=eo diproses menggunakan =eolit murni tanpa dicampur oleh mineral lainnya yang dapat mengurangi +ungsi dari =eolit itu sendiri. 9enurut *arrer (-..2) dalam 8andoko (2002) nama =eolit berasal dari dua kata dalam bahasa yunani, yaitu =eo (mendidih) dan lithos (batu) yang menggambarkan perilaku mineral ini yang dengan cepat melepaskan air bila dipanaskan sehingga kelihatan seolah,olah mendidih, sepeti pada pengamatan 4ronsted, ahli mineral s$edia, terhadap mineral stilbite yang ditemukannya pada tahun -#' . Karena si+at =eolit mampu meningkatkan K0K yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan sekaligus untuk mengikat

(menga$etkan) pupuk yang diberikan. /engan demikian pemupukan akan lebih e+isien apabila tanah pertanian diberi =eolit, karena dapat menga$etkan unsur seperti, N, K, 4a dan 9g (%uara 9erdeka, 200:). %ecara kasar petani di ekskeresidenan %urakarta menghitung apabila menggunakan =eolit maka akan menghemat pupuk sekitar 20 ) dari dosis yang diberikan. 8al ini tanpa mengurangi produksi tanaman padi. *ahkan untuk tanah dengan kandungan P sedang sampai cukup selama tiga musim tanam berturut, turut petani tidak menggunakan pupuk P (0%P atau %P 2 ) hanya dengan menambahkan =eolit pada pupuk mereka (%uara 9erdeka, 200:). Kemudian hasil ker!a 0im ;gronomi dengan *P0P pada tahun -.. dalam u!i coba penggunaan =eolit pada tanaman padi membuahkan sukses. 8asil panen baik, bahkan mampu

) DI POL BAG!. . In+ormasi teknologi pemakaian =eolit pada nu=eo untuk dikembangkan para peneliti dan petani. 9engetahui pengaruh pemberian nu=eo terhadap pertumbuhan bibit kakao di polybag. 1.". c. Namun peman+aatannya di Indonesia masih terbatas. karena belum semua masyarakat tani Indonesia menyadari man+aatnya (%uara 9erdeka. T#$#an %an Man&aat Penel't'an Penelitian ini bertu!uan untuk @ -. produkti+ dan menguntungkan secara agronomis dan ekonomis. 2. 9an+aat yang akan didapat dari hasil penelitian ini adalah@ a.(. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang ber!udul “PENGARUH PEMBERIAN NUZEO TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L. 9endapatkan dosis terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao di polybag siap salur umur muda terbaik. 200-).gar dalam pemakaian pupuk lebih e+isien. 1.: menaikkan produksi sampai -' ( 20 ) (. &ekomendasi teknologi pemberian nu=eo kepada para penangkar bibit tanaman kakao di pembibitan. 200:). *erdasarkan latar belakang dan masalah di atas. H')*te+'+ .gromania. b. e+ekti+.

.' Pemberian beberapa dosis nu=eo akan memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan berat kering. tinggi tanaman dan diameter tanaman kakao. luas daun total.

B ( 2.an Kaka* 9enurut 8eddy (-. Kulit buahnya tebal tetapi lunak dan permukaannya kasar. &iyadi dan Nuraeni. 200 ). L) merupakan tanaman yang menumbuhkan bunga dari batang atau cabang.0 m (8all. *uah kakao termasuk buah buni yang mempunyai daging buah lunak (%iregar. . 200#).AUAN PU-TAKA ". 200#).#.dapun klasi+ikasi tanaman kakao adalah sebagai berikut @ /i"iso Klas Ardo 7amily 3enus %pecies @ %permatophyta @ /icotyledoneae @ 9al"ales @ 9al"ales @ 0heobroma @ Theobroma cacao L Kakao termasuk tumbuhan dikotil yang apabila dibudidayakan di kebun.II.seling. *i!i tersusun dalam lima baris mengelilingi poros buah. /aun yang tumbuh pada u!ung. T'n$a#an U. &iyadi dan Nuraeni.'0 ( #. TIN. Tana.0 m dan pada umur -2 tahun dapat mencapai :. .22 dalam Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. /aun kakao terdiri atas tangkai dan helai daun. -.u!ung tunas biasanya ber$arna merah dan setelah de$asa berubah ber$arna hi!au dengan permukaan kasar (%iregar. tanaman kakao (Theobroma cacao.2).1. Kulit buah memiliki -0 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselang. tinggi tanaman umur tiga tahun mencapai -..

&iyadi dan Nuraeni. dan kerusakan daun. sedangkan suhu kardinal berkisar antara -B04 hingga 2004. 4urah hu!an yang kurang dari -2'0 mm akan ter!adi e"apotranspiasi melebihi presipilasi. . tetapi memiliki musim kering selama ' bulan. pembuangan. -. curah hu!an daerah produsen kakao berkisar antara -2'0 ( 2000 mm tiap tahun.# 1umlahnya beragam. 0anaman kakao dapat tumbuh pada berbagai !enis tanah yang cukup gembur. 9enurut %usanto (-.. Peman+aatan cahaya matahari optimum mungkin dimaksudkan untuk mendapatkan intersepsi cahaya dan pencapaian luas daun optimum (%iregar. 200 ). 1adi.. 8abitat asli tanaman kakao adalah hutan tropis basah.:). idealnya adalah curah hu!an -200 ( -'00 mm tiap tahun. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menurunkan ukuran lilit batang.gromania. %uhu berpengaruh besar terhadap pembentukan daun +lush. 0anaman kakao !uga tidak toleran terhadap pencahayaan penuh. hal ini berkaitan dengan penyebaran curah hu!an dan Insolasi tahunan (. luas daun dan tinggi tanaman. kadar bahan organik sedang sampai tinggi terutama pada topsoil sampai kedalaman seimbang (%usanto.:). %ebaliknya curah hu!an yang melebihi dari 2'00 mm tiap tahun akan meningkatkan serangan penyakit busuk buah. 200 ). tetapi distribusinya merata sepan!ang tahun dari pada curah hu!an sekitar 2000 mm tiap tahun. Pada kelembaban nisbi B0 ) suhu optimum adalah 2' 04. 200#). yaitu 20 ( '0 butir per buah (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

hati. maka bahan tanam bi!i dapat diperoleh dari pohon. produksi tinggi. . bebas dari serangan hama dan penyakit. *) *i!i dicampur dengan abu dapur kemudian diremas.".:' sebelum berkecambah agar bebas dari serangan !amur.1.". Pe.' ) atau 2' gram tiap . 200#).liter air selama 20 detik. %ebaiknya bi!i diperoleh dari kebun benih coklat yang telah diketahui tetuanya./'/'tan Kaka* ". -.remas dan dicuci dengan air bersih. dan berbuah sepan!ang tahun (%iregar. atau bisa !uga di!emur sebentar (tidak boleh sampai bi!i keriput). &iyadi dan Nuraeni (200#). bernas (tidak kosong). *ila tidak terdapat kebun benih coklat.pohon terpilih di areal pertanaman coklat. 9enurut %iregar. Kemudian bi!i diremas. %erta bi!i yang dipilih adalah bi!i dari bagian tengah buah. dan bi!i tidak kadaluasa.:).B ". &iyadi dan Nuraeni. yakni 2C2 bagian dari untaian bi!i sedangkan bagian pangkal dan u!ung tidak diikutkan sebagai bahan tanam. %elaput daging buah (pulp) yang menutupi bi!i dapat dihilangkan dengan cara@ a) *i!i dimasukkan dalam larutan air kapur 2. bi!i yang telah bebas dari pulp didesin+eksikan dengan /ithane 9. Penga%aan Ben'0 *i!i untuk keperluan benih diambil dari buah yang telah masak yang berasal dari pohon induk yang telah berumur B ( 20 tahun. lalu dicuci dengan air bersih (%usanto..remas memakai lap dengan hati. 9enurut Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (200 ) bi!i kakao yang baik untuk benih adalah berukuran besar. bebas dari hama penyakit.

yaitu pada pagi hari dan sore hari (%usanto. .. dan disiram sampai basah. Persemaian perkecambahan benih kakao dapat dilakukan dengan dua cara.m.gar pasir tidak hanyut oleh air siraman.rumput dan diratakan.:). yang gunanya untuk men!aga kelembaban.". ".0 cm./a0an *enih kakao tidak mempunyai masa istirahat (dormansi) serta daya kecambahnya cepat turun. /i atas batu merah dihamparkan lembaran karung goni satu lapis sebagai tempat penyemaian benih. tidak memerlukan pengolahan tanah pada bedengan. Persemaian perkecambahan dengan bedengan dilakukan setelah tanah dicangkul dan digemburkan kenudian dilapisi dengan pasir yang telah diayak setebal -0 ( -' cm serta diratakan. -. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari.. Perke1a. *enih kakao disusun merata di atasnya dengan !arak 2..:). kamudian ditutup lagi dengan satu lapisan karung goni. -. oleh karena itu harus segera dikecambahkan. yaitu persemaian perkecambahan dengan karung goni dan persemaian perkecambahan dengan bedengan (%usanto. tapi cukup dibersihkan dari rumput.a'an . Persemaian perkecambahan dengan karung goni. Per+e.' cm D :.".alang atau daun kelapa untuk melindungi benih dari terik matahari dan tetesan air hu!an dengan Per+e. serta arah bedengan dibuat 6tara ( %elatan. Lebar bedengan dibuat . /asar bedengan diberi satu lapis batu merah.a'an A. pan!ang disesuaikan dengan keadaan. *edengan diberi atap yang dibuat dari alang. maka tepi bedengan diberi penguat dari kayuCpapan.

.groteknik masa kini cenderung menggunakan !umlah pupuk dan bahan banyak secara berlebihan. Kedalaman menyemai sekitar 2C2 dari bi!i masuk ke dalam pasir dan bagian yang besar ke arah ba$ah. .. 2 D 2 cm atau 2 D ' cm. B.pabila benih yang belum berkecambah dalam $aktu -2 hari.:).(.D 2 cm. -. Polybag yang telah diisi kecambah diatur dengan !arak -' D -' cm atau -' D 20 cm.m di sebelah barat. Kemudian untuk menghindari terik matahari dan tetesan air hu!an. Ze*l't . %etelah itu di atas benih yang sudah disemai dapat diberi selapis karung goni basah atau cincangan !erami atau rumput.-0 ketinggian -.0B mm dan di bagian ba$ah diberi lubang secukupnya yang diisi tanah yang subur (0op soil). Pe. Pemindahan bibit berumur -2 hari setelah tanam. maka bedengan perlu diberi naungan buatan seperti halnya pada bedengan persemaian perkecambahan tetapi naungan datar setinggi 2 m. ( .a'an . pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 @ 2 @ -.rumput yang tidak berbi!i dan disiram dengan air. Kemudian benih disemaikan dan diatur dalam bedengan dengan !rak . %elan!utnya dikatakan.' ( 2 m di sebelah timur dan 0. tebal 0./'/'tan 0empat persemaian pembibitan menggunakan media polybag ber$arna hitam dengan ukuran 20 D 20 cm. maka benih tersebut dianggap !elek dan tidak dipakai (%usanto. ". diantara unsur Per+e. sedangkan sebagian pupuk yang diberikan dan kimia lainnya larut diba$a arus air masuk ke dalam sungai dan danau yang mengakibatkan mengotori lingkungan.

9enurut Ikatan <eolit Indonesia (2000) dalam (&o+i5.luminium ini hanya memiliki muatan 2 E. Keberadaan atom . =eolit memiliki molekuler struktur oksigen sehingga membentuk semacam !aringan dengan pola yang teratur. 200#). yaitu <eo (mendidih) dan Lithos (batu). Nama ini menggambarkan perilaku mineral ini yang dengan cepat melepaskan air bila dipanaskan sehingga kelihatan seolah.-- pupuk yang terpenting adalah N. 9uatan negati+ inilah yang menyebabkan =eloit mampu mengikat kation. atom silicon digantikan dengan atom . ahli mineral %$edia. terhadap mineral %tilbite yang ditemukannya pada tahun -#' (*arrer 4it 8andoko.tom . %ugianto dalam &o+i5 (2002).olah mendidih. /ibeberapa tempat di!aringan ini. . <eloit !uga sering disebut sebagai molekuler sie"eC?moleculer mesh? (saringan molekuler) karena =eolit memiliki pori.luminium.pori berukuran molekuler sehingga mampu memisahkanCmenyaring molekul dengan ukuran tertentu (Fikipedia. sedangkan silicon sendiri memiliki muatan :E. K. <eolit adalah senya$a =at kimia alumino ( silikat terhidrasi yang mengandung alkali dan alkali tanah terutama Na. seperti pengamatan 4ronsted. menguap ke udara dalam bentuk gas amoniak.luminium ini secara keseluruhan akan menyebabkan =eolit memiliki muatan negati+. yang hanya terkoordinasi dengan 2 atom oksigen. namun demikian unsur ini adalah yang paling tidak e+isien peman+aatannya karena mudah hilang melalui pencucian dalam bentuk nitrat. 4a dan *a. 2002) =eolit merupakan batuan alam yang mempunyai kemampuan men!erap ion amonium . 2002). %ecara umum. Nama =eolit berasal dari dua kata dalam bahasa Gunani. dan berubah bentuk lain yang tidak dapat diman+aatkan oleh tanaman.

82A NaB(.#+ K'.lB%i.(.l2%i:A-2).ion lainnya.%i22A. :82A 4a(.lahan (berangsung. .l-0%i22A :).nalsim Kabasit Klinoptilotit Irionit 7errierit 8eulandit Laumonit 9ordernit 7ilipsit Natrolit Fairakit R#. .lB%i2BA#2). menahan dan melepaskannya secara perlahan. Pada proses pengomposan. hal itu berarti memperpan!ang pengaruh pemberian pupuk khususnya pupuk N (0othH %ugianto 4it &o+i5 2000). ).l. ). <eolit !uga mampu men!erap potasium dan ion.l-2%i2:A#2). termasuk ion pupuk yang diberikan setelah diserapnya dulu. 2:82A (NaK)-0(. -.l. -282A .2).-2 dimungkinkan dapat digunakan untuk mengurangi pencucian dan penguapan pupuk Nitrogen.82A (Na24a) (.a M'neral .l %i20A#2).A:B).. 1enis 9ineral <eolit dan &umus Kimianya Na. *erikut adalah beberapa contoh !enis mineral =eolit beserta rumus kimianya@ 0abel -. 2#82A Na29g2(. Pemberian -0) maupun 20) =eolit mampu mengurangi sampai lebih dari '0) Pb dan kandungan 4d !uga cenderung menurun (0im Peneliti 1urusan 0anah. :082A (Na:K:)(. -B82A 4a:(. 7akultas Pertanian IP*. 2082A Na:(.lB%i:0A.angsur) ke tanah. ). 2:82A (Na4a'K)(.l:%i A20).'a Un't -el Na.lB%i:0A.%i2#A#2). 2:82A 4a(. pemberian =eolit dapat menurunkan kandungan logam berat (Pb dan 4d) dalam kompos yang dihasilkan.

9eningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air irigasi lahan persa$ahan.#00 tonCtahun.:B#. yaitu -0.:.BB# ton pada tahun 200'.# sampai dengan 2002 pada tabel diba$ah ini@ %ecara umum. 9en!aga keseimbangan dan meningkatkan p8 tanah.2 '#.-B.# sampai dengan 2002 secara umum pada table di ba$ah ini@ 0abel 2. %ecara umum. 'B.'' '.:#:.20 ':.2-.-2 %umber@ Putra (200#).. /ata Produksi dan KebutuhanCKonsumsi <eolit di Indonesia 0ahun -. %umber@ *adan Pusat %tatistik (200')..000 K*n+#.'00 0. hanya sa!a.000 0. 2000 2002002 2002 Pr*%#k+' (t*n) ..0...000 ''.. konsumsinya masih baru mencapai 2.B2:.'B 2B.ton pada 200'. berikut disa!ikan data produksi dan kebutuhanCkonsumsi =eolit di Indonesia dari tahun -.B -.'20.'.2002 Ta0#n -.. 9enurut 8usaini dalam Pikiran &akyat (200 ).2'B.#... .. 6ntuk sektor pertanian !umlahnya meningkat dari '.000 20.B. b)..000 '#. kebutuhan =eolit di Indonesia secara nisbi memang besar.#. *eikut disa!ikan data produksi dan kebutuhanCkonsumsi =eolit di Indonesia dari tahun -.#B 2 .# -.+' (t*n) B. %ecara umum +ungsi =eolit bagi lahan pertanian adalah @ a).B-0 ton pada 200: men!adi ..000 20....

selain itu pula penggunaan =eolit dapat digunakan pada tambak udang. 9eningkatkan K0K tanah (si+at kimia). 9eningkatkan hasil tanaman (%uara 9erdeka. /engan demikian unsur hara yang diberikan le$at pemupukan akan lebih e+isien apabila tanah pertanian diberi =eolit. he$an. %erta kadungan %i yang tinggi dalam =eolit sangat penting bagi tanaman karena . tetapi !uga K. -. 4a dan 9g (%uara 9erdeka. <eolit tidak hanya menga$etkan unsur N sa!a. g). 8al itu berarti dapat meningkatkan kesuburan tanah. Nilai K0K ini merupakan parameter tingkat kesuburan suatu !enis tanah.). %i+at dominan yang dimiliki oleh =eolit adalah mampu meningkatkan K0K yang tinggi. +).gronomi.B.-: c). 9isalnya tanah dipupuk dengan 6rea. 9engikat kation dari unsur dalam pupuk misalnya N8:E dari 6rea. 9ampu mengikat logam berat yang bersi+at meracuni tanaman misalnya Pb dan 4d. Nilai K0K ini !uga akan menentukan kemampuan tanah untuk mengikat (menga$etkan) pupuk yang diberikan. /alam tanah 6rea akan membentuk ion amonium (N8:E). h). ion ini apabila tidak diikat oleh tanah (=eolit) maka akan terbuang percuma le$at pencucian. e). 200-). d). Nilai K0K dari =eolit ini adalah E -20 meC-00 gram. 9emperbaiki struktur tanah (si+at +isik) karena kandungan 4a dan Na.he$an ternak dan penyelamatan lingkungan. 200:H . 200:H Indranada. KE dari K4l sehingga penyerapan pupuk men!adi e+isien (tidak boros). &amah lingkungan karena menetralkan unsur yang mencemari lingkungan.

0ambang =eolit di Indonesia memiliki bahan yang sangat melimpah. %erta dari beberapa u!i coba dilapangan. .-' dapat mencegah dari gangguan yang memakan daun dan masuknya bibit penyakit kedalamnya termasuk batang (%osrosoedird!o dan &i+ai -. %ebenarnya =eolit banyak diperlukan pada berbagai sektor industri. Kebanyakan di Indonesia didominasi oleh !enis mineral modernit dan klinoptilotit. *isa dihitung berapa !uta ton pupuk bisa dihemat apabila penggunaan =eolit dicanangkan di Indonesia (%uara 9erdeka.lain. detergen. 8ampir setiap daerah yang memiliki pegunungan kapur maka disitulah kaya akan =eolit. elektronika. penggunaan =eolit untuk tanaman pangan membantu memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah. 9enurut 8usaini pula dalam Pikiran &akyat (200#). misalnya 1a$a 0engah bagian %elatan. peternakan dan men!aga kelestarian lingkungan. +ilter polutan dan lain. 200:). 9ulai dari industri kertas.B'). =eolit alam yang sudah di akti"asi terbukti dapat meningkatkan produkti"itas pertanian.

kayuCpatok. Kabupaten *ungo.cak Lengkap (&. Te.- III.L) yang terdiri dari tara+ perlakuan.". o"en.)at %an 2akt# Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan %ekolah 0inggi Ilmu Pertanian. insektisida (. dan $aktu Percobaan ini akan dilaksanakan selama empat bulan terhitung mulai *ulan . soil tester. yaitu @ No NN2 N2 @ 0 g Nu=eo @ -0 g Nu=eo C polybagC 2 kali apikasi @ -' g Nu=eo C polybagC 2 kali apikasi @ 20 g Nu=eo C polybagC 2 kali apikasi . Kecamatan *athin III. atap rumbia. ayakan pasir. nu=eo (lampiran 2). paku. gembor.(. ember. parang. METODE PENELITIAN (.kodan). kantong plastik dan alat. . timbangan analitik.pril sampai dengan 1uli 200B (lampiran -). palu. pasir. +ungsida (/ithane 9 ( :'). tali plastik dan air. Ran1angan Per1*/aan Percobaan ini dilaksanakan dengan menggunakan &ancangan .1. pupuk kandang. pupuk 6rea. Ba0an %an Alat *ahan yang digunakan pada penelitian ini adalah@ benih kakao &4L (&ahmadi 4lon Lubuk Palas). Polybag $arna hitam ukuran 20 D 20 cm. (.lat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul. hygrometer. !angka sorong. (.alat lainnya. mistar. Pro"insi 1ambi pada ketinggian #0 mdpl. thermometer. !enis tanah ultisol dengan p8 '.

A. Per+'a)an Ben'0 *uah yang telah dipilih diambil bi!inya dengan cara memotong buah secara melintang -C dari pangkal dan yang dari u!ung (tidak diambil). .m. . dicangkul sedalam E 20 cm.) /ithane 9 ( :' sebelum dikecambahkan agar bebas dari serangan !amur pathogen. *i!i yang telah bebas dari pulp didesin+ektan dengan larutan 0. Pelak+anaan Penelitian ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan sebagai berikut@ (.gar pasir tidak hanyut oleh siraman.hati dengan abu dapur. Ket@ 9asing.3. (.meremas bi!i secara hati.#' m pan!ang ./a0an Persemaian perkecambahan yang akan digunakan adalah dengan cara persemaian dengan bedengan. %elaput daging buah (pulp) yang menutupi bi!i dihilangkan dengan cara meremas.-# N: N' @ 2' g Nu=eo C polybagC 2 kali apikasi @ 20 g Nu=eo C polybagC 2 kali apikasi gram. !umlah setiap unit percobaan terdiri dari tanaman.masing perlakuan diberi pupuk (6rea) beratnya 9asing. lalu dicuci dengan air bersih. !umlah tanaman sampel diambil tiga tanaman dari setiap unit percobaan. maka tepi bedengan diberi penguat dari papan. dengan demikian !umlah bibit seluruhnya adalah -:: bibit.3. dan hanya diambil bi!inya yang berada pada 2C2 bagian tengah sa!a. dengan demikian !umlah satuan percobaan ber!umlah 2: unit.. untuk lebih !elasnya dapat dilihat pada denah percobaan (lampiran 2). *edengan dibuat pada tanah yang gembur.1. Per+e. Lebar bedengan dibuat 0.a'an Perke1a.masing perlakuan diulang sebanyak : kali.

dengan air koteledon sudah terangkat ke atas permukaan tanah dan telah membuka secara hati. dan kecambah dimasukkan akarnya lurus kedalam lubang. Pelak+anaan Pe.m di sebelah *arat./'/'tan %' P*l4/ag 0empat pembibitan dikantong plastik (polybag) ber$arna hitam berukuran 20 cm D 20 cm. Lubang tanam dibuat di tengah polybag. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2 @ . dengan !arak tanam 2. 9edia tanam untuk mengisi polybag terdiri dari campuran top soil./a0 Pemindahan kecambah dilakukan umur -2 hari setelah benih dikecambahkan.' cm D :.0B mm dan bagian sisi serta ba$ah diberi lubang secukupnya. *enih ditanam ber!a!ar. %etelah penanaman benih selesai selan!utnya bedengan ditutup dengan karung goni bersih selama 2 ( : hari dan dilakukan penyiraman 2 kali sehari. %olet ini gunanya untuk mencongkel kecambah. Pe. 5. serta tanah disekitar . *enih disemai dengan cara meletakkan bagian benih yang besar (bagian mata) di sebelah ba$ah.'n%a0an Ke1a.-B 6ntuk melindungi benih dari terik matahari dan tetesan air hu!an maka bedengan diberi atap yang dibuat dari daun kelapa dengan ketinggian -.@ -.' m di sebelah 0imur dan .0 cm. kemudian dibenamkan hingga sebagian kecil sa!a yang muncul diatas permukaan tanah. tebal 0.hati kecambah yang telah dipilih keseragamannya dicabut dengan menggunakan alat >solet? (terbuat dari bambu yang ditipiskan). B. sehingga akar kecambah tidak banyak yang putus se$aktu dicabut. yaitu pagi dan sore hari.

*ila terlihat adanya serangan !amur disemprot dengan +ungsida /ithane 9 ( :' (Konsentrasi 0.3.-.kodan (Konsentrasi 0. Penyiraman ditunda atau bahkan tidak dilakukan sama sekali. yang ke dua adalah 2B hst. dan yang ketiga :2 hst. Pengendalian gulma dilakukan secara insidentil. yaitu apabila ada gulma tumbuh di dalam maupun diluar polybag langsung dicabut.2 )).pabila turun hu!an.el'0araan A.hati. Perlak#an Pemupukan perlakuan sekaligus dianggap pemupukan pemeliharaan.a %an Pen4ak't 6ntuk mengendalikan hama dan penyakit perlu disemprot dengan Insektisida . Pe. Pemberian pertama adalah -: hst dalam polybag.". /iusahakan tidak ada air yang mengalir dan tercecer keluar polybag. Pemberiannya sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan untuk tiga kali aplikasi. Pen4'ra.. Pelaksanaan pemupukan ini adalah dengan cara dibenamkan sedalam 2 cm ke dalam media tanam melingkar dengan !arak ' cm dari pangkal batang. kecambah didapatkan secara hati. pagi dan sore hari dengan !umlah air yang sama antara bag yang satu dengan yang lainnya hingga lembab.an Penyiraman dilakukan 2 kali sehari. B. Pengen%al'an Ha. .)) sekali dalam seminggu. 0anah media tanam yang digunakan adalah 0opsoil 6ltisol. (. . nu=eoC=eolit dicampur sesuai dosis perlakuan terlebih dahulu lalu diinkubasi selama 2: !am. %ebelum diaplikasikan. 5.

sekaligus menimbun agar akar tidak buka.1.(.hati.6. %elan!utnya akar dibersihkan dengan air.gar air tidak menggenang dipermukaan tanah se$aktu penyiraman. 6ntuk mendapatkan luas daun total digunakan rumus@ P D L D 0.3. maka dilakukan penggemburan dengan cara memasukkan kayu E 0. ) 0inggi tanaman diukur mulai dari batas leher akar sampai pada titik tumbuh tertinggi dibantu dengan a!ir dan dengan menggunakan mistar. (.an ( 1. Penggemburan tanah dilakukan setiap 2 minggu sekali. (. ) /iameter batang diukur menggunakan !angka sorong pada ketingian 2 cm dari pangkal batang. Bertat Ker'ng Tana.6. (. Pengge. Faktu pengukuran bersamaan dengan pengukuran tinggi tanaman. *obot kering tanaman didapat dengan cara . D'a. (.an ( g ) Pengamatan berat kering tanaman dilakukan pada akhir penelitian. Pengukuran tinggi tanaman dimulai dari tanaman berumur 20 hari setelah tanam (hst) dalam polybag dengan inter"al pengamatan 2 minggu sampai akhir penelitian.eter Batang ( .at' T'ngg' Tana.#'.6. 7ar'a/el 4ang %'a. L#a+ Da#n T*tal ( 1. dengan cara membongkar tanaman sampel dari polybag dengan hati. /aun yang akan diukur luasnya adalah daun yang telah membuka sempurna. (.6.." ) Pengukuran luas daun total dilakukan pada akhir penelitian./#ran Tana0 .".6.20 D.' cm pada : sisi ke tanah di polybag sedalam -2 cm.

untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan dilakukan u!i /N9&0 (/uncanKs Ne$ 9ultiple &ange 0est) pada tara+ ' ).no"a). 6ntuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan bibit kako di polybag.8.nalisis &agam (. . data hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman bibit kakao dari a$al sampai akhir penelitian digambarkan dalam bentuk gra+ik. 1ika 7 hitung J 7 tabel.2- mengeringo"enkan pada suhu B004 selama 2 D 2: !am hingga mencapai bobot konstan. (. Anal'+'+ Data 6ntuk melihat dinamika pertumbuhan tanaman. digunakan .

protein. Nu=eo sendiri tidak memiliki unsure P.BB). Nu=eo. bah$a pertumbuhan dan produksi tanaman ditentukan oleh peran unsure atau komponen tumbuh yang . 0abel 2.#0) dan Nyakpa dkk (-.-2 a 20 :#. hst pada beberapa dosis Nu=eo /osis Nu=eo (g) per 2 kali aplikasi &ata.angka yang diikuti oleh huru+ kecil yang sama tidak berbeda nyata (P J 0. 3. sesuai dengan pendapat /!a+aruddin (-.a -0 :-.22 III. sedangkan K agak tinggi. Ha+'l HA-IL DAN PEMBAHA-AN 3.#' a Keterangan @ . T'ngg' /'/'t tana.rata tinggi tanaman (cm) 20 :#. dan pupuk 6rea. 1. !adi N nya sa!a yang berperan. pemberian beberapa dosis Nu=eo tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kakao. 0inggi bibit tanaman kakao umur . Karena <eolit yang terdapat di dalam Nu=eo di duga menyangga N dari urea. tampaknya dalam penelitian ini tidak begitu berperan untukm setiap dosis tersebut.2' a -' :'. sebagaimana kita ketahui untuk tumbuh termasuk tinggi bibit memerlukan unsure hara yang sesuai guna menambah ukuran (tinggi) serta !umlah sel penyusunnya.ngka. P.1. dan K yang semuanya berasal dari campuran media. Kemungkinan tidak terdapat P sebagai penyusun tubuh bibit sepertim senya$a karbohidrat.an kaka* *erdsarkan sidik ragam (Lampiran B).0') *erbeda berpengaruh nyatanya pemberian beberapa dosis Nu=eo terhadap tinggi bibit tanaman kakao.-.-B a 0 :0. lipid dan lain sebagainya. 6nsur hara penyusun tersebut terutama adalah N.1.2' a 2' '0.

3ra+ik pertumbuhan tinggi bibit kakao umur -: ( . hst pada beberapa dosis Nu=eo.22 terendah (minimum) terkenal dengan hokum minimum dari Leibieg.0 a /osis Nu=eo (g) per 2 kali aplikasi 20 . $alaupun mungkin pada dosis Nu=eo 2' g mampu menyangga N yang berbeda tetapi tidak berdampak bagi peningkatan pertumbuhan tinggi yang signi+ikan.eter tana.an kaka* *edasarkan sidik ragam (Lampiran B).. menun!ukkan pengaruh sangat nyata. ". 1. /iameter batang bibit tanaman kakao umur . %uatu bukti tidak berperannya =eolit di dalam Nu=eo pada penelitian ini. 0abel :.rata diameter tanaman (mm) . 60 50 Tinggi Tanaman (cm) 40 30 20 10 0 1 2 3 Pengamatan 4 5 N0 N1 N2 N3 N4 N5 3ambar -. D'a. kemungkinan hal tersebut tidak adanya unsur P karena tumbuh tinggi adalah di titik meristematik u!ung batang pokok yang membutuhkan P. hst pada beberapa dosis Nu=eo &ata. 3.

...0B b kecil yang berbeda *erpengaruh sangat nyatanya pemberian beberapa dosis Nu=eo terhadap diameter batang. (.B2 a B. dosis yang diberikan 2 kali aplikasi masih dapat diman+aatkan oleh bibit secara baik. termasuk menambah !umlah daun dan mendorong ukuran daun sesuai habitusnya. -.an Kaka* ..lahan ke tanah. pemberian beberapa dosis Nu=eo tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun total tanaman kakao. berarti belum ada yang lebih sesui di antara dosis tersebut.-).B' H 3ardner dkk.nalisis ragam (Lampiran B). hst pada beberapa dosis Nu=eo .-). dimana hara yang cukup untuk asimilasi akan berpengaruh pada pembesaran sel secara lateral terutama pada tempat akumulasi bahan makanan seperti lingkaran batang termasuk lapisan kambium (%oepardi dkk. -. hst tersebut.ion lainnya. yang berarti memperpan!ang pengaruh pemberian pupuk 6rea tersebut (0oth. 1. karena denngan tapatnya dosis tersebut maka <eolit mampu menyerap ammonium atau potassium dan ion.B a B. -.angka yang diikuti oleh huru+ berpengaruh sangat nyata (P J 0. 0abel '. L#a+ Da#n T*tal Tana.ngka.0: a B.. 3. menahan dan melepaskanya secara perlahan.2: 2' 20 -' -0 0 Keterangan @ .0') . 8al ini di duga pada umur bibit . Luas daun total bibit tanaman kakao umur . hal itu menun!ukkan bah$a unsur hara cukup tersedia dalam tanah yang mendorong pertumbuhan tanaman untuk melaksanakan proses +isiologis.22 a . *erbeda tidak nyatanya pemberian Nu=eo terhadap luas daun total.

rata berat kering tanaman (cm2) 20 -2.B a 20 -B2. pemberian beberapa dosis Nu=eo tidak berpengaruh nyata terhadap berat karing tanaman kakao.20 a -' -##. 3.an Kaka* *erdasarkan sidik ragam (Lampiran B).angka yang diikuti oleh huru+ kecil yang sama berpengaruh tidak nyata (P J 0. 1.angka yang diikuti oleh huru+ kecil yang sama berpengaruh tidak nyata (P J 0. 9enurut 3ardner dkk (-.#: a 2' -:. maka berat kering per bibit ini !uga bergantung npada perkembangan parameter lainnya yang berhubungan dengan kandungan air. bert kering merupakan penimbunan hasil bersih +otosintesis yang dapat digunakan sebagai petun!uk yang mencirikan pertumbuhan tanaman. hst pada beberapa dosis Nu=eo /osis Nu=eo (g) per 2 kali aplikasi /osis Nu=eo (g) per 2 kali aplikasi &ata.rata luas daun total tanaman (cm2) 20 2-:. Lebih lan!ut Pra$iranata dkk (-. menyatakan bah$a hara yang cukup akan meningkatkan +otosintesis yang akan menghasilkan produksi bahan kering yang lebih banyak.a 0 -' .2# a Keterangan @ . *erat kering bibit tanaman kakao umur .:2 a 20 -2.:0 a 2' 222.-).ngka.. .0') 3.-).2: a -0 --.2: a Keterangan @ . 0abel .a -' -2. Berat Ker'ng Tana. %eperti halnya pada berat segar bibit.:.B: a 0 -2..0') ..-: a -0 -#-.2' &ata. sehingga terlihat adanya kesesuaian angka antara keduanya.ngka.

ngka. 8ana+iah. 3rup .&.gromania.#0. 200 . 7. Pupuk dan Pemupukan.gromania. -. 1akarta. Pengaruh pupuk tablet /iamond terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). 6ni"ersitas Indonesia. /!a+aruddin. 8al . Napoleon dan 3ho+ar.dan 2.. 2 9ei. 9itchell. L. *udidaya Kakao. 200'. -' 9ei. 200'. . 7akultas Pertanian 6ni"ersitas 1ambi.grobisnis. 1ambi.gromania. LLLLLLLLL. 0er!emahan oleh 8era$ati %usilo. Indonesia dapat trans+er teknologi dan Perancis untuk perbanyakan massal bibit kakao. P.syuliendra. Penggunaan <eolit /alam .2 DA9TAR PU-TAKA . 200-. 3ardner.. *ungo /alam . 8al -. 6ni"ersitas . -.N0. 7isiologis 0anaman *udidaya. *ungo. &a!a$ali Pers. 1akarta. 200-. *iologi 0anah. %kripsi. Pearce. &. 200 .ndalas. 7akultas Pertanian. 0idak dipublikasikan. . 1akarta.-. 1akarta.. 3rup . *P% *ungo. *adan Pusat %tatistik. 1akarta. Padang. . dari Physiologi o+ 4rop Plants. /ephan. dan &. *.

-.. Petun!uk Pemupukan Gang I+ekti+..3. 200 . 1akarta.K.gromedia Pustaka. *ogor. %inaga. 8akim. .. &o+i5. 8arran. 200'. Kelompok Program 0eknologi In+ormasi Pertambangan. 1ilid II. Pengelolaan Kesuburan 0anah. . *udidaya 0anaman 4oklat. 8al .. 3.*. 1akarta.ndalas. 200#. IP*.dasar 7isiologi 0umbuhan. %iregar. Prospek dan arah pengembangan . Pikiran &akyat. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.mrah. 2002. 8. *andar Lampung. <eolit sebagai mineral serbaguna. -. /. dan N. -.ngkasa.gronomi. 200#.. 7akultas Pertanian. Pengolahan dan Pemasaran 4okelat. 9. dan P.2# 8andoko. Nyakpa. 2. 9una$ar. 8al -. 8ong. Litbang Pertanian./esember. No"i=an.B#. 6ni"ersitas . Penggunaan <eolit patut dikembangkan.. 8al 2. 9. 9. 6ni"ersitas Lampung. 200'. /asar. -' /esember. Putra. &espon *ibit Kakao (Theobroma cacao L. &iyadi dan Nuraeni.G. . %. 1akarta.gribisnis kakao. 2002.gromedia Pustaka. 200 . Pra$iranata. Pulung. 0idak dipublikasikan.%. /epartemen *otani.-. F. Panduan Lengkap *udidaya Kakao. Kesuburan 0anah. -. Pusat Penelitian dan Pengembangan 0eknologi 9ineral dan *atubara. %itus Feb Kimia Indonesia. 1akarta. <eolit. *andung.dasar . -. .. 2. *adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.dasar Ilmu Penyakit 0umbuhan Penebar %$adaya. Penebar %$adaya. .. 1ember.. Indranada..B#. *udidaya. Padang.dan 2. hidrotermal dan impregnasi logam kromium pada =eolit dan dalam preparasi katalis.. 8eddy. Pengaruh perlakuan asam. 6ni"ersitas 1amber. 8al -. %emarang.ksara./esember. &a!a$ali. 0!ondronegoro. .%P. . 1urnal 79IP. %. 1akarta. Lubis.) terhadap campuran =eolit ( urea sebagai pupuk dengan banyaknya aplikasi. 200 .2. /asar. 0esis..9. *ima . 1akarta. 200#.BB. 8.*. /asar. 1umin. 1akarta.

9enu!u Pemupukan *erimbang 3una 9eningkatkan 1umlah dan 9utu 8asil Pertanian.2. -. Fikipedia. Peranan <eolit terhadap kualitas kompos dan serapan logam berat pada tanaman indicator bayam dan kangkung. Pengantar Ilmu 0anah. 1akarta. Institut Pertanian *ogor. 200:. &ineka 4ipta. 1akarta. Gasaguna. 0im Peneliti 1urusan 0anah.. %uted!o. 3. Partohar!ono. Gogyakarta. &ineka 4ipta. <eolit. /irektorat 1enderal Pertanian 0anaman Pangan. 200#. 0anaman Kakao. %pillane. -. 1. 8al -. -. <eolit. 8al -.'. 7. 7akultas Pertanian IP*. Peranannya /alam Perekonimian Indonesia. 200'. *ahan pembenah tanah. Kanisius.B'. 1akarta.B'. %osrosoedird!o dan &i+ai.. /epartemen Pertanian. -. Komoditi Kakao. 1akarta. 1akarta. Ismuna!i. 1akarta. 2002. -. LLLLLLLLLLL . dan %. Ilmu Pupuk. Pupuk dan 4ara Pemupukan. Kanisius. %uara 9erdeka.1. *udidaya dan Pengelolaan 8asil. -. . %usanto.M. Fikipedia 7oundantion. 1uni. 9.2B %oepardi.. Inc. *ogor. 22 7ebruari.9. Indonesia.:.

. .< .)a' Ag#+t#+ ".a%:al Ren1ana Keg'atan Penel't'an %ar' B#lan Me' +a.)'ran 1. La. -0 --2 -2 -: -' - .2.nalisis /ata Pembuatan Laporan M'ngg# Ke 2 2 : ' # B .en'+ Keg'atan Persiapan tempat Persiapan *edengan Pengisian 9edia Polybag Perkecambahan Penanaman Kecambah Perlakuan Pemeliharaan Pengamatan .

-22 '2.20 La. 2 '.0 ' ..# 0 ---.2 ##.-2: '2'.:2# B-.2..:-.. -: ..0 ' ..:0... Perkembangan luas areal dan produksi tanaman kakao perkebunan rakyat Pro"insi 1ambi tahun -..'2' .BB# : .. %umber@ %il"ia *.'22 .2 :2B.0.'.2 : :22. 220..#2.real (8a) Produksi Produkti"itas 0ahun (0on) (KgC8a) 0*9 09 00 1umlah -. Perkembangan luas areal dan produksi kakao Indonesia tahun -.: :-'.0-. -'22 2 2.#..'#2. .' 2 2'...00 -:'. :BB. 2'.0 #2..# -':-:0 -# #:-# -0'' 2'' -.# 2B0. 2B 2.2# 2 #.:B: 02.: 2 20. 22-.20:.2B: #'....: -.0 22.:' 22..02. 00 :#.2 2# .2 ) %umber@ Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (200 ) Keterangan@ N/ata sementara NN/ata estimasi 1umlah -:2.B-' 2.: # '.02' -02.22...''.22# '#.#2.P (2002) .0-2 2 . #0 '.B :2 . 0 2'.0 2'2.0B 2. .00.B.B.2#0.20# 22..0 .'.B-.B 2#2..-.-. :0. 'B :::. '2 2'#.#.B 2 2000 :-. Perke. '2:.#22 -.0' 2 2.#....0'.22 2-...B20:.-.0.-.. -.-.BB.B -'22 2 :B -B20 0--# 222 -. 2#.#-' 20:.--..a.2 2'-. -# '2. 20#. ...2.... .2002 Luas .2 2'... ::B../' 0abel -.00' #.B: 2'.-0#.-# 2 2..:#' :2-.2' 2#..-2 -.'20 -.real (8a) Produksi (0on) 0ahun P& P*N P*% 1umlah P& P*N P*% -.2 :0..:2.0.0 : 2'.'-2 -..: ## .2 -.:.-00 22..:'' B'.#.0-../angan L#a+ Areal %an Pr*%#k+' Kaka* In%*ne+'a Dan Pr*='n+' .2-.00 2#:.-.'2.B :.0 ' .':.2..-:# 2'B..'# 'B..B.. ..0 ' 2002NN B.#2: 200-N) ' ..0.: #:.' :2B.:.2B' -B#.-.. B: #'BB 2B: -.2. 2 . 2B 2:.'2.2:# -#:.''2 2 .. Luas . :: 20. ' 0 -B..0..)'ran "...#. 'B :.:0 #.2. -:0''#B 0' 22..:-- 0abel 2. '.:-B 2#.0 2 --.

'# 0.' 0.: 0. Un+#r K'. .. K*.'a M'neral Ze*l't Pa%a N#>e* N* -. Paci+ic 9ineralindo 6tama (200') .)*+'+' K'.. :.2 #2. 2. B. .l2A2 0i2A2 %i2A2 Na2A L AI 9gA K2A Kan%#ngan ( ? ) 0.-: . 2. #.2-:. '.#B 0.) %umber @ P0.B2 Nilai K0K @ -2-.'a 4aA 7e2A2 .2- La.0 0 -.)'ran ".2.

Ran1angan A1ak Lengka) (RAL) 8 @ 3 U N' NN2 N0 N2 N: N2 N: N- N' N2 N0 N2 N- N0 N2 N' N: N: N2 N2 N- N0 N' - Keterangan @s @ Perlakuan @ 6langan . -ke.)'ran (.at'+ Letak -at#an Per1*/aan Dala.22 La.

tap sebelah timur tinggi -.a'an Perke1a.at'+ Per+e.)'ran 3.tap sebelah barat tinggi .' m -m Keterangan @ .' meter .meter ./a0an Ben'0 Kaka* U -.22 La. -ke.

gustus #.3 *ulan -..)'ran A.' #. 22: 2#2 No"ember -. 220 222 9aret -:2:2 -02 ..atan M#ara B#ng* Ta0#n 1BBBC". 2-22. 2.pril '.0 22# :.. 9ei 2## B2 202 1uni -2: . -0-.':0 &ata.-B' 2.B' 2:B. 1uli -:.rata -B2. 22' 2 2 /esember 202 2B# '2' 1umlah 2.2 . 2-2 20 :0 -:0 : 2#.#' 200: 2 # 2'' 22B 2#2 2BB ' -2 -22 -#B 2 B 2 ' :-. 2000 2001anuari 2-2 '2: 22: 7ebruari 2 .0B2 2' .2: La. # %umber@ *adan Pusat %tatistik *ungo (200') 2002 2.'2.# -# 2.220 -B'.2 2.' 2:' 2-: 2.#. Kea%aan 5#ra0 H#$an %' Ke1a. 2:# -2 :2 2# '0 -2# 2 . B. 2002 2. ...2 -..: %eptember -: 20 B# Aktober 2-. # 2--..0B 20. 2.

.0' 0..0B '2.-B :'. # 20:.00 . 200.:-0B#. Perlakuan N0 NN2 N2 N: N' 1umlah I : .2B tn 2.0B B... 0 . Anal'+a -tat'+t' %an -'%'k Raga.eter B'/'t Tana.: 1umlah .2 P Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kakao (P J 0.B2 B..20.2' La.22 2'.22 -..-2 :#.-2 '2.0 :0.-# ' 2.#: :.:.. :.B0 2 .. Perlakuan N0 NN2 N2 N: N' 1umlah I #.00 6langan II :2. hst.-# 2' ..#' :-.20 .'0 :'.B.-B '2.22 B.-: 22 '.2B ...02 &ata.0:.-6langan II III B..'1umlah IO B..2' '0.-# :..2 '2.:2 .B2 :-.2' %idik ragam pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap tinggi tanaman kakao %umber Keragaman Perlakuan 3alat 0otal Keterangan @ tn db 1K K0 7 hit 7 0abel 0.'2 .'2 0.-:#.)'ran <.B .20 III 2'..''..2B B..00 2:....'2 .0') ..00 '2.0' 2.20 2.'0 -B.:2 .-# -B #-.0 %idik ragam pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap diameter tanaman kakao %umber Keragaman Perlakuan 3alat 0otal Keterangan @ NN db 1K K0 7 hit NN 7 0abel 0.#2 -B 2.2 '2. &ata.#B B.0' 2# ..-2 .-# :-.#: 0.:' ..0# B. hst..'0 :2..22 :#.rata :0.'.-# . 22 .rata B.00 2:#.B B.:# ':..0: .. B .22 2'.an Kaka* ..B: P Perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang bibit tanaman kakao (P Q 0.-# B..2.:2 -BB.:B '-.'# 2#.2# IO 2.nalisa statistik pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap diameter batang bibit tanaman kakao (mm) umur . Para.22 2-2... 0 :#.:B .nalisa statistik pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap tinggi bibit tanaman kakao (cm) umur .22 2 .'2 ':.22 .2 2 ....22 :2.0 :.20 .#0 -B0.0-) .22 B.#: 22.2 2 .02 B.:0 '#.:0 :'.-# 2 ..

222.B: :#.20 -#.B -.#B:.2' '2.-0 200.B.0Perlakuan ' -22-:.:' #0B.:B -2. ' '#.#2 -:.0') .#: %idik ragam pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap berat kering tanaman kakao .22 2-2.#':.'# #22.-# 3alat -B 2 :#0. -2.-.B2 OI N0 B.nalisa statistik pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap berat kering bibit tanaman kakao (g) umur .# -:2. Perlakuan N0 NN2 N2 N: N' 1umlah I --.B' &ata.B2 . &ata.:0 -B.-.2.0 II N2 . hst..:B B . N:.: -:.0-:#0..# 20.'B :'02.'.-B --.rata -' ..#--....0B Keterangan @ Perlakuan N0 berbeda dengan N-.2# -#-..B B .' 0otal 22 2.2' '2.22 Keterangan @ tn P Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun total tanaman kakao (P J 0.2# -2.B 2-:.2-2..22 -2.. 6langan II --.0: --. 2-'.rata -0. 2 -'. : 2# .20 IO -0.0' 0.-' #0.20 -0.B: -2.#: :.nalisa statistik pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap luas daun total bibit tanaman kakao (cm2) umur .-.:.0B -0#2.2 6!i Lan!ut /9&0 pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap diameter tanaman kakao &angking &ataan I N: . hst.2..:: -'.:.20 -0'0. -2::.0: IO N2 B.:2 -2. -2.20 -'.#22:.#0 1umlah 2'.tn 2. --2:.-: -B2.': -#2.B2 III .22 2.2..2 -B'.' #-.': -'-. N2..02 -:2.20 B. dan N' Notasi a a a a a b .:0 %idik ragam pengaruh pemberian dosis nu=eo terhadap luas daun total tanaman kakao %umber db 1K K0 7 hit 7 0abel Keragaman 0.20 222. Perlakuan N0 NN2 N2 N: N' 1umlah I -.B: -B .:0 B-..:-:..22 II N' .'2 -22.0. -##. 2-#.. .B O NB.2 B'#..B 6langan II .:' III -':.2: 20'.2.-B IO ---.2: -2.#: -0.02 -'.0B -2.-2B'. N2.-.': -0.2: 1umlah :2.-: -'.

.-# 3alat -B 2. #.': 2.:' 0otal 22 .0') . .0' 0.0tn Perlakuan ' 2#..2# %umber db 1K K0 7 hit 7 0abel Keragaman 0.-B 2.-2 2.BKeterangan @ tn P Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering bibit tanaman kakao (P J 0.#: :.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->