ARIESTIANI 240210090047

Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8

V. HASIL PENGAMATAN Tabel 1. Deskripsi Kemasan Plastik Jenis plastik Deskripsi Agak licin dan tidak begitu tebal, biasanya digunakan Plastik PE untuk menyimpan makanan dalam kondisi dingin Plastik PP 1 mm Licin dan sedikit tebal Plastik PP tebal Lebih tebal daripada PP 1mm, lebih bening Sedikit tebal dan kaku Plastik PVC Permukaannya sedikit kesat dan kaku Plastik HDPE Biasa digunakan untuk kemasan minuman Plastik PET Tabel 2. Tabel Tebal Plastik Jenis Mikrometer Plasti k 1 2 3 4 0,3 0,3 0,3 0,3 PE 0,65 0,65 0,65 0,65 PP 1mm 0,19 0,19 0,19 0,19 PP Tebal PVC 0,05 0,05 0,05 0,05 0,2 HDPE 0,25 0,25 0,25 Tabel 3. Massa Jenis Plastik Jenis Plastik PE PP 1mm PP Tebal PVC HDPE PET Tabel 4. Ukuran Berat Plastik 1 2 3 Plastik 0,2833 0,2784 0,2786 PE 0,5362 0,5334 0,5336 PP 1mm 2,3902 2,3887 2,3387 PP Tebal PVC 0,6092 0,6116 0,6076 HDPE 0,2352 0,2347 0,2347 PET 1,0417 1,0417 1,0416 Massa Jenis 0,9227.10-5 0,8211.10-5 12,5732.10-5 12,174.10-5 0,9312.10-5 14,8389.10-5 kg/cm2 0,2768.10-5 0,5337.10-5 2,3389.10-5 0,6087.10-5 0,2328.10-5 2,6710.10-5

Jangka Sorong

5 0,3 0,65 0,19 0,05 0,25

1 0,5 0,5 0,1 0,5 0,41

2 0,5 0,5 0,1 0,5 0,41

3 0,5 0,5 0,1 0,5 0,4

4 0,5 0,5 0,1 0,5 0,41

5 0,5 0,5 0,1 0,5 0,4

4 5 0,2808 0,2645 0,5328 0,5326 2,3885 2,3884 0,6044 0,6107 0,2332 0,2332 0,0418 1,0415

Rata-rata 0,2768 0,5337 2,3389 0,6087 0,2328 2,6710

Indentifikasi Kemasan Plastik

Kecepatan api (++) . tidak menetes .Kecepatan mati api lambat . Bau (+) .Bau (+++) Indentifikasi Kemasan Plastik .Warna api tidak ada .Kecepatan mati api lambat . dasar ungu .Kecepatan mati api lambat .Kecepatan mati api tidak ada .Mengkerut .Kecepatan api lambat .Kecepatan mati api lambat.Warna api oranye.Menetes (++++). Bau ( Tidak ada ) . Bau (+++) .Mengkerut .Warna api hampir tidak ada .Kecepatan api cepat .Kecepatan api (++++).Bau (++++).ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 Tabel 5.Mengkerut . dasar ungu . Hasil Burning Test Jenis Plastik PP 1mm PE PET PP Tebal HDPE PVC Hasil . Menetes. Bau (++) .Menetes (++).Warna api oranye.Menetes (+++). dasar ungu . mengkerut .Kecepatan api (+++) .Tidak menetes . mengkerut .Warna api oranye.Warna.

S. jika teratur hampir sejajar disebut kristalin dengan sifat yang lebih keras dan tegar (Syarief. yaitu rantai yang paling pendek. tidak korosif. 2008). Plastik merupakan senyawa polimer tinggi yang dicetak dalam lembaranlembaran yang mempunyai ketebalan-ketebalan yang berbeda-beda. mengetahui karakteristik masing-masing jenis kemasan plastik dan mampu mengidentifikasi jenis kemasan plastik berdasarkan karakteristik tersebut. Berbagai jenis bahan kemasan lemas seperti misalnya polietilen. mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap produk. Indentifikasi Kemasan Plastik . polipropilen. Untuk memperbaiki sifat plastik yang diperoleh. terpentin. Cara pembuatan plastik secara umum adalah dengan menggunakan resin yang alami maupun sintetik.M. dan mudah dalam penanganannya (Herudiyanto. Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer. Plastik banyak digunakan untuk mengemas bahan pangan karena kemudahan dibentuk. nilon poliester dan film vinil dapat digunakan secara tunggal untuk membungkus makanan atau dalam bentuk lapisan dengan bahan lain yang direkatkan bersama. Kelemahan bahan kemasan plastik ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. Polimer merupakan gabungan dari beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. plastikizer. zat warna dan lain sebagainya.. menyerupai tumpukan jerami maka disebut amorp. lubricant. polipropilen. polivinil klorida. dilakukan pengamatan terhadap kemasan plastik. antioksidan. damar sedangkan resin sintetis seperti polietilen. Bila rantai tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak. Kombinasi ini disebut laminasi.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 VI. dll. et al. Tujuan dari praktikum ini yaitu dapat mengenali berbagai jenis kemasan plastik yang sering digunakan sebagai pelindung makanan atau produk pangan dan produk-produk pasca panen. 1988). ditambahkan bahan lain seperti filler. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini. Resin alami seperti oleoresin.

Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas mempunyai keunggulan dibanding bahan pengemas lain karena sifatnya yang ringan. Termoset: tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversibel). bentuk dan permukaannya. bila monomer berbentuk tiga dimensi akibat polimerisasi berantai. akan terbentuk plastik thermosetting dengan sifat tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversible). Sifat Indentifikasi Kemasan Plastik . 2. klasifikasi plastik menurut struktur kimianya terbagi atas dua macam yaitu: 1. Bila sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Syarief et al.. termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air. 2. seperti jenis-jenis melamin. bila monomer membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk plastik thermoplastik yang mempunyai sifat meleleh pada suhu tertentu. CO2. O2. (1989) membagi plastik menjadi dua berdasarkan sifatsifatnya terhadap perubahan suhu. Jaringan tiga dimensi. Linear. Sifat terpenting bahan kemasan yang digunakan meliputi permeabilitas gas dan uap air. transparan. Bila sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. melekat mengikuti perubahan suhu dan sifatnya dapat balik (reversible) kepada sifatnya yakni kembali mengeras bila didinginkan. Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan termoset melainkan akan dan terurai karena sifatnya yang demikian sering membentuk arang digunakan sebagai tutup ketel. serta luas permukaan kemasan mempengaruhi jumlah gas yang baik dan luas permukaan yang kecil menyebabkan masa simpan produk lebih lama. Termoplastik: meleleh pada suhu tertentu. yaitu kembali mengeras bila didinginkan.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 Sifat-sifat yang dihasilkan oleh kemasan laminasi dari dua atau lebih film dapat memiliki sifat yang unik. Menurut Eden dalam Davidson (1970). yaitu: 1.(Winarno. Permeabilitas uap air dan gas. kuat. melekat mengikuti perubahan suhu dan mempunyai sifat dapat balik (reversibel) kepada sifat aslinya. 1994).

polimer dari P5 adalah HDPE (High density Poli Etilen) dan polimer dari P6 adalah PET (Poli Etil Tri Amin). polimer dari P3 adalah PP yang lebih tebal (PoliPropilen). mengukur ketebalannya. termoplastis dan seelktif dalampermeabilitasnya terhadap uap air. et al. mengukur beratnya. Aplikasi dari hal tersebut yaitu dapat dilihat kemampuan plastik dalam melindungi produk dari beberapa zat seperti air. oksigen atau CO2.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 permeabilitas plastik terhadap uap air dan udara menyebabkan plastik mampu berperan memodifikasi ruang kemas selama penyimpanan (Winarno. kuat. dan mengidentifikasi jenis plastik dengan uji nyala (burning test). menghitung massa jenisnya. transparan.01 inchi. Pengenalan Berbagai Jenis Kemasan Plastik 1. Dengan pemanasan akan menjadi lunak dan mencair pada suhu 110 OC. identifikasi. massa jenis dan berat dari plastik. Birley. karena densitas dapat menunjukkan struktur plastik secara umum. P4. Berdasarkan sifat permeabilitasnya yang rendah serta sifat-sifat mekaniknya yang baik. CO2. P5 dan P6. Pengukuran nilai densitas pada plastik sangat penting.001 sampai 0. Sampel yang digunakan adalah plastik dengan kode P1. O2. polimer dari P2 adalah PP (PoliPropilen) 1 mm. P2. polietilen mempunyai ketebalan 0. Kegiatan yang dilakukan pada praktikum ini yaitu mendeskripsikan berbagai jenis kemasan plastik. artinya mudah atau dapat ditembusi fluida seperti air. O2 dan CO2. 1987). mempunyai kekuatan benturan serta kekuatan sobek yang baik. yang banyak digunakan sebagai Indentifikasi Kemasan Plastik . Semua jenis plastik tersebut dibandingkan dengan literatur baik berupa ketebalan. Polimer dari P1 adalah PE (Poli Etilen). transparan dan fleksibel. (1988). mengemukakan bahwa plastik dengan densitas yang rendah menandakan bahwa plastik tersebut memiliki struktur yang terbuka. POLYETHYLEN (PE) Polietilen merupakan film yang lunak. P3. polimer dari P4 adalah PVC (PoliVynilChlorida). Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas mempunyai keunggulan dibanding bahan kemasan lain karena sifatnya yang ringan.

ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 pengemas makanan. Cara kedua. Berdasarkan hasil pengamatan. yakni pertama dengan polimerisasi yang dijalankan dalam bejana bertekanan tinggi (1000-3000 atm) menghasilkan molekul makro dengan banyak percabangan yakni campuran dari rantai lurus dan bercabang. permeabilitas terhadap gas dan air rendah sehingga baik untuk produk yang peka O2. bila dideskripsikan plastik jenis PE ini bertekstur agak licin. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah. POLYPROPILENA (PP) Polipropilen sangat mirip dengan polietilen dan sifat-sifat penggunaannya juga serupa (Brody. POLY VYNIL CHLORIDE (PVC) Dapat dibuat kemasan kaku/fleksibel dengan sifat-sifatnya adalah permukaan transparan sampai keruh. ketahanan yang baik terhadap lemak. 1988). sedikit tebal dan kaku sama halnya dengan plastik PP yang lebih tebal dengan kekakuannya lebih dibanding pp 1 mm dan lebih bening. dan tahan terhadap asam dan alkali kecuali asam pengoksida. polimerisasi dalam bejana bertekanan rendah (10-40 atm) menghasilkan molekul makro berantai lurus dan tersusun paralel. berwarna kuning bila terkena panas. Dengan menggunakan katalis NattaZiegler polypropilen dapat diperoleh dari propilen (Birley. Proses polimerisasi yang dilakukan ada dua macam. tidak mudah sobek. 1972). bila dideskripsikan plastik jenis PP 1 mm ini bertekstur licin. Monomer polypropilen diperoleh dengan pemecahan secara thermal naphtha (distalasi minyak kasar) etilen. tahan minyak dan lemak. karena sifatnya yang thermoplastik. 2. Polietilen dibuat dengan proses polimerisasi adisi dari gas etilen yang diperoleh dari hasil samping dari industri minyak dan batubara. karena Indentifikasi Kemasan Plastik . 3. 1983). stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap (Winarno dan Jenie. propylene dan homologues yang lebih tinggi dipisahkan dengan distilasi pada temperatur rendah. Penggunaan untuk pengemasan pangan dibatasi.. 1970). Berdasarkan hasil pengamatan. polietilen mudah dibuat kantung dengan derajat kerapatan yang baik (Sacharow dan Griffin. et al. tidak terlalu tebal dan biasanya digunakan untuk makanan beku.

5. Untuk mengurangi kekakuan biasanya ditambah platicizer sehingga dapat digunakan untuk kemasan daging segar. dan buah. HDPE dapat digunakan untuk kemasan susu dan bahan pembersih. sayur. Pengukuran Ketebalan Berbagai Jenis Kemasan Plastik Salah satu karakteristik kemasan plastik adalah ketebalan.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 bahan-bahan yang mengandung minyak dapat melarutkan komponen-komponen plastik sehingga menjadi toksik. jenis plastik yang paling tebal adalah jenis plastik PET yang lebih tebal karena memiliki ukuran yang tebal Indentifikasi Kemasan Plastik . dan rata-rata pengukuran. bila dideskripsikan plastik jenis HDPE permukaanya kesat dan kaku. dilakukan pengukuran dengan mikrometer sekrup dan jangka sorong sebanyak 5 kali pengukuran dan kemudian ditentukan nilai maksimum. Ikatan hidrogen antar molekul juga berperan dalam menentukan titik leleh plastik (Harper. minimum. ikan. Berdasarkan hasil pengamatan. POLY ETYLENE TEREPHTERATE (PET) Dibuat untuk mengemas makanan atau minuman yang didalam botol plastik. Pada praktikum ini. Dengan demikian. high density memiliki sifat bahan yang lebih kuat. Berdasarkan hasil pengamatan. buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. 1975). 4. Hanya dapat digunakan sekali pakai. bila dideskripsikan plastik jenis PET biasanya digunakan seperi botol air mineral memiliki kekakuan yang tebal. Semakin tebal suatu plastik. Seharusnya menggunakan micrometer sekrup dan jangka sorong. maka semakin rendah kemampuan untuk perpindahan gas dan uap air atau permeabilitasnya. keras. bila dideskripsikan plastik jenis PVC ini sedikit tebal dan kaku. Berdasarkan hasil pengamatan. HIGH DENSITY POLYETHYLEN (HDPE) High density mempunyai jumlah rantai cabang yang lebih sedikit dibanding jenis low density. Dari hasil pengamatan tidak sesuai dengan kenyataan disebabkan mungkin berasal dari kesalahan praktikan menghitung.

Alat yang digunakan untuk mengukur berat plastik adalah neraca analitik dengan tingkat ketelitian 0. bau atau aroma. Berat tersebut merupakan komponen yang terdapat dan pembentuk dalam plastik tersebut. kelakuan bahan dan kemudian ditentukan jenis polimer dengan melihat tabel standar tentang pengujian nyala api. Kesulitan lain adalah untuk mengetahui bau dari plastik yang terbakar ketika dibandingkan dengan parafin. semakin rendah permeabilitasnya karena rongga pada plastik ditutupi dengan molekul. Prosedur yang dilakukan yaitu menyiapkan korek api dan plastik yang akan diuji siap dibakar kemudian catat yang terjadi. plastik yang memiliki densitas paling besar adalah PET. bau kemasan. dilihat dari warna nyala api. Hal ini disebabkan karena ketidaktelitian yang dilakukan oleh praktikan selama praktikum.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 Pengukuran Berat Berbagai Jenis Kemasan Plastik Karakteristik lain dari kemasan plastik adalah berat. Berdasarkan tabel. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ketika dibandingkan dengan yang seharusnya terjadi terjadi perbedaan dalam bau dan warna nyala api. maka digunakan pengujian dengan menggunakan nyala api atau burning test. waktu padam sendiri. kecepatan matinya api. Yang termasuk dalam uji nyala adalah kemudahan nyala. Seharusnya yang paling berat yaitu plastik PET yang meliliki ketebalan yang besar bukan PP. fenol atau asam Indentifikasi Kemasan Plastik . warna nyala api. Berdasarkan nilai yang didapatkan selama praktikum tidak sesuai dengan kenyataan. Pengukuran Massa Jenis Berbagai Jenis Kemasan Plastik Setelah ditentukan berat masing-masing plastik. Nilai massa jenis ini menunjukkan seberapa rapat molekul yang menyusun plastik ini. Identifikasi Jenis Plastik dengan Uji Nyala (burning test) Apabila suatu plastik tidak diketahui polimernya. Kesalahan pengamatan terjadi mungkin berasal dari kesalahan praktikan. Burning test adalah suatu bentuk pengujian yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu polimer dari plastik dengan membakar plastik tersebut pada nyala api. selanjutnya adalah menentukan densitas atau massa jenis plastik. Semakin rapat molekul(monomernya).0001 g.

9. termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air. kuat. KESIMPULAN 1. kilap dan tebal pada semua sampel yang diuji. 4. P2. Plastik PVC adalah plastik yang paling kaku. Sampel yang digunakan pada praktikum kali ini adalah P1. 8. Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan terhadap kemasan plastik berupa identifikasi kemasan. Bau yang tajam dan bau yang samar semakin menyulitkan untuk menentukan bau dari plastik tersebut sehingga terjadi kesulitan untuk menentukan baunya. Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas mempunyai keunggulan dibanding bahan pengemas lain karena sifatnya yang ringan. transparan. polimer dari P2 adalah PP (PoliPropilen) 1 mm. CO2. ketebalan kemasan.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 hidroklorit karena belum pernah dicium sebelumnya. Plastik yang paling tebal adalah PET. berat kemasan dan massa jenis kemasan. Kelemahan bahan kemasan plastik ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. P3. VI. 6. Plastik yang densitasnya paling besar adalah PET 7. Plastik yang paling berat adalah PET. polimer dari P3 adalah PP yang lebih tebal (PoliPropilen). 5. Polimer dari P1 adalah PE (Poli Etilen). 3. jernih. P5 dan P6. polimer dari P4 adalah PVC (PoliVynilChlorida). PVC cocok untuk mengemas produk yang banyak mengandung senyawa volatil (senyawa yang mudah menguap). 2. Indentifikasi Kemasan Plastik . O2. polimer dari P5 adalah HDPE (High density Poli Etilen) dan polimer dari P6 adalah PET (Poli Etil Tri Amin). P4. Kemudahan nyala dan kemudahan padam sesuai dengan literature dan semua cocok dengan tabel cirriciri identifikasi kemasan plastik.

Widya Padjajaran.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 DAFTAR PUSTAKA Buckle. 2008. Penerbit Gramedia.G.S. 1987. Ilmu Pangan. Winarno. Gizi Pangan. Santausa dan Isyana. dkk. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. 1983. Jakarta. Teknologi dan Konsumsi. Oxford. Teknologi Pengemasan Pangan PAU Pangan dan Gizi IPB. K. 1979. dan Jennie. Bogor.. 1989. 1982. Jakarta. Pergamon Press. Indentifikasi Kemasan Plastik . F. Jakarta. UI-Press .. Herudiyanto. UNPAD.R. Ghalia Indonesia.G. F. Syarief.R. Additive Migration from Plastik into Food. Crompton.A. T.M. Bandung. Teknologi Pengemasan Pangan. Winarno. S.

Adakah perbedaan hasil yang mencolok antara sesama contoh? Jika ya. dan kilap. kejernihan. juga terdapat perbedaan antara kegunaan plastik sehingga terdapat perbedaan yang mencolok. warna. Selain itu. kegunaan. terjadi perbedaan yang mencolok antar sesama contoh dalam hal penampakan.ARIESTIANI 240210090047 Praktikum Pengemasan Pangan Kelompok 8 PERTANYAAN 1. Indentifikasi Kemasan Plastik . Penyebab perbedaan yang mencolok ini adalah zat bahan adiktif yang ditambahkan untuk memperbaiki hasil akhir dan penampakannya. ketebalan. terangkan sebabnya! Jawab : Ada. tekstur. kekakuan. bahan.