P. 1
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

4.7

|Views: 108,526|Likes:
Published by raihanctym
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

More info:

Published by: raihanctym on Jan 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

peran dalam tim pengawas mandiri diikhtisarkan dalam Tabel 5,

sebagai berikut :

Tabel 5. Hubungan jenjang jabatan dan peran dalam tim audit

39

Kegiatan
Pengawasan

Auditor Ahli

Auditor Trampil

Pratama
III/a –
III/b

Muda
III/c –
III/d

Madya
IV/a – IV/c

Utama
IV/d –
IV/c

Pemula, Pratama,
dan Muda II/b – III/ d

Pembinaan,
dan
pergerakan
pengawasan

AT

KT

PT

PM

40

Pelaksanaan
pengawasan

AT/KT

PT

PM

PM

AT

b.Pendidikan dan Pelatihan

Sumber daya manusia (man) adalah merupakan aset

investasi yang apabila dimanfaatkan merupakan modal yang sangat

berharga dalam pelaksanaan pembangunan disamping sumber-

sumber modal lainnya. Pembangunan nasional sebagaimana

diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan dalam

rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, dengan sasaran

utama tercapainya kualitas manusia Indonesia seutuhnya yang

mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Menurut Martoyo (2000 :9) bahwa :

Sumberdaya manusia harus dapat diubah menjadi suatu
asset keterampilan yang bermanfaat bagi pembangunan. Untuk itu
berbagai keahlian, ketrampilan dan kesempatan harus dibekalkan
kepada sumberdaya manusia, sesuai dengan kemampuan biologis
dan rohaninya. Tindakan yang cermat dan bijaksana harus dapat
diambil dalam membekali dan mempersiapkan sumberdaya
manusia, sehingga benar-benar menjadi asset pembangunan
bangsa yang produktif dan bermanfaat.

41

Kata kunci dari pendapat tersebut adalah sumberdaya manusia

sebagai asset yang harus dibekali keahlian, keterampilan dan

kesempatan yang bermanfaat bagi pembangunan. Senada dengan

pendapat tersebut dikatakan oleh Anoraga (2000 : 178) adalah “

Dalam organisasi atau perusahaan, keterampilan merupakan salah

satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, karena

keterampilan tersebut dapat meningkatkan produktifitas karyawan”.

Mengenai keterampilan ini Siagian (1981 :59)

mengemukakan keterampilan adalah:

Kemampuan teknis untuk melakukan sesuatu kegiatan
tertentu yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Artinya
pengembangan keterampilan merupakan bagian dari kegiatan
pendidikan yang berarti dilakukan secara sadar, pragmatis dan
sistematis, khususnya berbagai bidang yang sifatnya teknis dalam
penerapannya lebih ditunjukkan kepada kegiatan-kegiatan
operasional.

Keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan non formal,
pendidikan non formal adalah suatu pendidikan diluar sistem
pendidikan yang berfungsi sebagai pelengkap sistem pendidikan
formal, yang termasuk dalam cerita ini adalah kursus-kursus,
penataran serta pendidikan dan pelatihan.

42

Selanjutnya yang dimaksud dengan pelatihan fungsional

auditor adalah suatu proses belajar untuk memperoleh dan

meningkatkan kemampuan dan keterampilan, baik di bidang

pengawasan maupun yang menunjang pengawasan, di luar

pendidikan umum yang berlaku, dengan lebih mengutamakan praktek

daripada teori.

Selanjutnya Siagian (1992:185) dalam kaitannya dengan

penjelasan di atas mengatakan bahwa :

Pendidikan dan pelatihan dimaksud juga untuk
meningkatkan kemampuan dan memadukan teori dengan
pengalaman yang diperoleh dalam praktek dilapangan,
termasuk peningkatan kemampuan menerapkan teknologi tepat
guna dalam rangka meningkatkan produktivitas.

Bagi organisasi terdapat paling sedikit tujuh manfaat yang

dapat dipetik melalui penyelenggaraan program pelatihan, yaitu :

1.Peningkatan produktivitas kerja organisasi, sehingga tidak terjadi
pemborosan, karena kecermatan melaksanakan tugas, tumbuh
suburnya kerja sama antara berbagai satuan kerja yang
melaksanakan kegiatan yang berbeda dan bahkan spesialistik,
meningkatnya tekad mencapai sasaran yang telah ditetapkan serta
lancarnya koordinasi sehingga organisasi bergerak sebagai satu
kesatuan yang bulat dan utuh;
2.Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan
antara lain karena adanya pendelegasian wewenang, interaksi
yang didasarkan pada sikap dewasa baik secara teknikal maupun
intelektual, saling menghargai dan adanya kesempatan bagi
bawahan untuk berpikir dan bertindak secara inovatif;

43

3.Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan
tepat karena melibatkan para pegawai yang bertanggung jawab
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan operasional dan tidak hanya
diperintahkan oleh para manajer;
4.Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam
organisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi;
5.Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya
menajerial yang partisipatif;
6.Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif yang pada
gilirannya memperlancar proses perumusan kebijaksanaan
organisasi dan operasionalisasinya;
7.Penyelesaian konflik secara fungsional yang dampaknya adalah
tumbuh suburnya rasa persatuan dan suasana kekeluargaan di
kalangan para anggota organisasi.

Dari uraian tersebut, hal-hal yang penting dan bisa

dimanfaatkan melalui pelatihan adalah meningkatnya produktivitas

kerja organisasi, karena didukung oleh pegawai yang memiliki

keterampilan, ahli dan bermoral baik dan mempunyai gairah kerja

yang tinggi. Selain itu, pendelegasian wewenang dapat berjalan

secara lancar, karena bawahan bisa diandalkan. Demikian halnya

dengan dukungan bawahan yang berkualitas maka pengambilan

keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Disamping itu,

dengan adanya partisipasi dari bawahan yang berkualitas akan

memperlancar rumusan kebijaksanaan dan operasionalisasinya.

44

Menurut Siagian (1996:184), disamping manfaat bagi

organisasi, pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan yang

baik sudah barang tentu bermanfaat pula bagi para anggota

organisasi, pengalaman dan penelitian menunjukkan adanya paling

sedikit sepuluh manfaat bagi karyawan suatu organisasi, yaitu :

1.Membantu para pegawai membuat keputusan dengan Iebih baik;
2.Meningkatkan kemampuan para pekerja menyelesaikan perbagai
masalah yang dihadapinya;
3.Terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor yang
motivasional;
4.Timbulnya dorongan dalam diri para pekerja untuk terus
meningkatkan kemampuan kerjanya;
5.Peningkatan kemampuan pegawai untuk mengatasi stres, frustasi
dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada
diri sendiri;
6.Tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat
dimanfaatkan oleh para pegawai dalam rangka pertumbuhan
masing-masing secara teknikal dan intelektual;
7.Meningkatnya kepuasan kerja;
8.Semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang;
9.Makin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri;
10.Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa

depan.

45

Hal tersebut sejalan dengan tujuan diklat adalah untuk

meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk

melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi

kepribadian dan etika PNS sesuai dengan ketentuan instansi. Dalam

hal pendidikan dan pelatihan auditor, tujuan diklat Jabatan Fungsional

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->