MAKALAH TEKNOLOGI PASCA PANEN

“BUAH SEMANGKA”

OLEH :

NAMA NIM JURUSAN

: : :

LA ODE PENI 910040 AGROTEKNOLOGI

SEKOLAH TINGGI PERTANIAN (STIP) WUNA RAHA 2012

Oktober 2012 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat hidayah dan inayah-Nya jualah serta nikmat kesehatan. Pembahasan dan Penutup. dan kesempatan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat Penulis harapkan demi melengkapi kekurangan makalah ini. baik moril maupun materi sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Raha. tak lupa pula Penulis ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh staf dosen khususnya dosen yang telah memberikan ilmu. Makalah ini dibagi menjadi 3 Bab yang terdiri dari Pendahuluan. Materi makalah diambil dari berbagai referensi baik dari buku-buku yang berhubungan dengan judul maupun dari internet. Akhir kata Penulis ucapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. sehingga Makalah Teknologi Pasca Panen Buah Semangka ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dalam penyusunan makalah ini Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. amin. Dalam kesempatan ini. bimbingan dan kesempatan Serta kepada pihak yang telah memberikan bantuannya.

............. Panen Semangka .................................................................................................... Teknologi penyimpanan buah Semangka .... 5 D.............. ii BAB I.................................... Teknologi Pengolahan Buah Semangka .......... 3 A...................... 8 KESIMPULAN ... 2 BAB II.......................................................................................................................... 9 ............................. 1 A......................... 5 c.... Visiologi Pasca Panen ............................. Hama dan Penyakit Tanaman Semangka .................................. Pengumpulan ..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............... 5 C......................................................................................................................................................................................... 5 b. 7 BAB III................................................................................................. 4 a..... Latar Belakang .. PENDAHULUAN ......... 8 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. Pengemasan ............... i DAFTAR ISI ............................................................. Tujuan Penulisan ............................................................ Pasca Panen ............ 3 a............... 1 C........................................................ Rumusan Masalah ........................................................................... Penyimpanan ................... Penyortiran ....... 3 B.................................................................... 3 b...... 1 B....................... PEMBAHASAN ....... 5 d.................... PENUTUP ...................................................................................................................................................

pengaruh cuaca /iklim. Cina. Latar Belakang Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon. Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut. Bagaimana fisiologi pasca panen buah semangka b. serangan hama dan penyakit tanaman. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). dan Indonesia. Tingkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia masih tergolong rendah. karena banyak mengandung air. TUJUAN a. sehingga penyebarannya menjadi cepat.BAB I PENDAHULUAN A. Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika. PT. Jepang. miskin unsur hara dan hormon. pemupukan yang tidak berimbang. serta teknis budidaya petani. B. Teknologi penyimpanan buah semangka setelah panen c. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras. Aneka olahan dari buah semangka . kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti : Afrika Selatan.

Manfaat limbah buah semangka C. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana fisiologi pasca panen buah semangka b. Aneka olahan dari buah semangka d.d. Teknologi penyimpanan buah semangka setelah panen c. Manfaat limbah buah semangka .

2. mempunyai sungut badan beruas-ruas. Hama a. Cara Panen Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya. menetap dan berkembang biak. b. Thrips Berukuran kecil ramping. Hama dan Penyakit 1. Pengendalian: semprotkan Natural BVR atau Pestona.BAB II PEMBAHASAN A. Fisiologi Pasca Panen a. Cara penularan secara mengembara dimalam hari. b. dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah. Ulat Perusak Daun . Panen Buah Semangka 1. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya. dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen). Ciri dan Umur Panen Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. warna kuning pucat kehitaman.

Pengendalian: membersihkan lingkungan. Pengendalian: semprot Natural BVR atau Pestona. d. Ulat Tanah Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis. daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian: dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona. Menyerang daun. ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. panjang tubuh 2-5 cm. gejala: daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun. e. aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya.Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning. c. (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi atau Pestona. Tungau Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya. terutama tunas-tunas muda. Lalat Buah Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. warna dedaunan akan pucat. tanah bekas hama dibalikan dengan . Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai).

dibajak/dicangkul. Layu Fusarium Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Bila menyerang buah. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. menanam pada areal baru yang belum ditanami. c. atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium. Bercak Daun Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan. Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium. Antraknosa Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. . Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati. Penyakit a. 2. (2) pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam. b.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. e. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium. f. tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan. belang-belang. Busuk Buah Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Gejala: daun melepuh. . Busuk Semai Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. cenderung berubah bentuk. baik selama pengangkutan maupun penyimpanan. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai. Gejala: batang bibit berwarna coklat. merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah. Karat Daun Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman.d.

2) Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan kadar CO2 dengan asumsi oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2). Pasca Panen a. karena akan mempengaruhi mutu rasa. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat.4 derajat C. Penyimpanan Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar (sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut: 1) Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4. c. tidak terlalu masak. b. kondisi fisik sempurna. Pengumpulan Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan.B. Penyortiran dan Penggolongan Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran. dengan kadar air yang sempurna. tidak terlalu masak. harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah. dan kelembaban udara antara 80-85%. kondisi fisik sempurna. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain: 1) Kelas A: berat = 4 kg. . aroma dan penampakan daging buah. 3) Kelas C: berat < 2 kg. tidak terlalu masak. sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. 2) Kelas B: berat ± 2-4 kg. kondisi fisik sempurna. dapat mengurangi proses respirasi.

3) Dibubuhi label pada peti kemas terutama tentang mutu dan berat buah. 2) Melindungi buah saat pengangkutan dari kerusakan mekanik dapat dihindari. d. Sebelum di lakukan penyimpanan. Penyimpanan dalam rak bertujuan untuk mengurangi kontak . Pengemasan dan Pengangkutan Di dalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati. tempat buah yang standar untuk mempermudah C. 1) Menggunakan pengangkutan. Teknologi Penyimpanan Buah Semangka Proses penyimpanan buah semangka dilakukan di lokasi yang sama dengan tempat penjualan dengan ukuran 4×6 meter.3) Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka pendek dengan cara memberi alas dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering. Penyimpanan ini dilakukan pada rak kayu beralaskan jerami dengan tujuan agar buah semangka tidak mengalami kerusakan fisik sepeti memar dan pecah akibat benturan.buah semangka di bersihkan dengan mengguanakan kain lap yang bertujuan untuk mengurangi kontaminasi awal dan untuk memperbaiki penampakan visual buah semangka agar dapat menarik minat beli konsumen.

Pengolahan limbah buah semangka. Bagi kalangan masyarakat tertentu Kulit buah semangka dapat dimanfaatkan atau diolah kembali menjadi manisan selain itu biji buah semangka juga dapat diolah menjadi susu yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. .langsung dengan tanah yang dapat menyebabkan buah semangka tercemar kontaminan pembusuk. Selain itu.pada dinding ruang penyimpanan telah dilapisi terpal plastic yang berfungsi mencegah meningkatnya kelembaban udara yang dapat mempercepat kerusakan buah semangka D.

karena banyak mengandung air. baik bagi penghasilan perekonomian. Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika. serangan hama dan penyakit tanaman. Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras.kesehatan. dan Indonesia. PT. serta teknis budidaya petani. Kesimpulan Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon.bahkan juga bagi daya tarik buah semangka itu sendiri. sehingga penyebarannya menjadi cepat.BAB III PENUTUP A. . Cina. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). miskin unsur hara dan hormon. maka tanaman semangka dapat bermanfaat lebih dalam kehidupan manusia. Tingkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia masih tergolong rendah. kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti : Afrika Selatan. Jepang. Dengan adanya perkembangan budidaya tanaman semangka tersebut.yaitu dengan adanya bentuk-bentuk semangka yang menarik. pengaruh cuaca /iklim. pemupukan yang tidak berimbang.

Jakarta: Bumi Aksara Prahasta.2007. Pustaka Grafika Suwandi Wihardjo Bertanam Semangka (Kanisius) Yogyakarta 1993 Mochd. Baga Kalie. Bertanam Semangka (Penabar swadaya) Jakarta 1993 .Dasar-dasar Perlindungan Tanaman (Umum).Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis Semangka. Bandung: CV.A.Jakarta: Bumi Aksara Djafaruddin.2007.DAFTAR PUSTAKA Arif.Dasar-dasar Bercocok Tanam. Jakarta: Kanisius Djafaruddin.2008.Hama Tanaman Masalahnya Dan Solusinya.2007.