PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Adminitrasi Pendidikan Dosen pengampu

Disusun oleh:

EDI PURNAMA 08480064

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

Dalam usaha pengadaan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran tentu saja diperlukan dana yang tidak sedikit. perabot). perlu dana. laboratorium.BAB I PENDAHULUAN A. dan sarana prasarana. wakil kepala sekolah. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga (kepala sekolah. Berdasarkan pemahaman ini dapat dikembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat dan adil serta mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan. ada sarana dan prasarana. alat peraga. bangunan. pemeliharaan. Dana untuk perawatan. bahan dan ATK. buku perpustakaan. buku sumber. maupun pengembangan personil agar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. alat praktik. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya. sarana (buku pelajaran. baik tujuan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif . serta mutasi. dan kegiatan pembelajaran. pustakawan.LATAR BELAKANG Suatu lembaga akan dapat berfungsi dengan memadai kalau memiliki system manajemen yang didukung dengan sumber daya manusia (SDM). biaya pemeliharaan. Dalam konteks perencaaan pendidikan. dan teknisi sumber belajar). tenaga administratif. perpustakaan. pengadaan bangunan. Dari uraian di atas jelas bahwa untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah termasuk di SMP perlu biaya. bahkan setelah diadakan maka diperlukan. guru. Suatu sekolah untuk memiliki tenaga kependidikan yang berkualitas dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan memerlukan biaya rekrutmen. pemeliharaan. paling tidak memenuhi pembiayaan untuk memberikan standar pelayanan minimal. buku pelengkap. pendidikan dan latihan. termasuk buku-buku dan biaya operasional baik untuk personil maupun nonpersonil). penempatan. Biaya pendidikan merupakan komponen sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. pemahaman tentang anatomi dan problematik pembiayaan pendidikan amat diperlukan. Biaya untuk personil antara lain untuk kesejahteraan dan pengembangan profesi. dan pendayagunaannya. lapangan olahraga). serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah. penggajian. dan prasarana (tanah. dana/biaya. untuk memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimal perlu biaya operasional baik untuk bahan dan ATK habis pakai. Meskipun ada tenaga. alat pendidikan. laboran. sedangkan untuk biaya nonpersonil berupa pengadaan bahan dan ATK.

3. Fungsi Anggaran Pendidikan. Standar pembiayaan pendidikan ? 6. 3.B. Pendanaan Pendidikan Menurut PP No. DASAR HUKUM 1. Untuk mengetahui peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikan . Jenis atau Model Sistem Anggaran. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. 2. Jenis-jenis Biaya Pendidikan. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut . Untuk mengetahun standari pembiayaan pendidikan. Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan – 2005.48 Tahun 2008 5. Bagaimana peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikan? D. 2. 3. Undang-Undang No. RUMUSAN MASALAH 1. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan C. Sebutkan sumber-sumber dana pembiayaan pendidikan ! 7.TUJUAN 1. Untuk mengetahui sumber dana pembiayaan pendidika 4. 4.

Jenis – Jenis Biaya Pendidikan Menurut Supandi (1985). sumbangan. dan bangunan. yaitu biaya rutin dan biaya pembangunan. Biaya non m oneter. Jenis biaya pendidikan yang dikelola oleh pemerinah disesuaikan denga ketentuan. biaya pendidikan itu terdiri dari jenis-jenis berikut: Pertama. keperluan. Biaya langsung mencakup gaji guru dan administrator. B. Ketiga. biaya pribadi dan sosial. antara lain pembelian buku. dan insentif bagi pegawai. tanah. Kedua.BAB II PEMBAHASAN A. bahwa anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan untuk menerima dan mengeluarkan dana bagi suatu periode tertentu. material. Bentuk ini lebih ditekankan kepada segi pelaksanaan dan pengawasan. yaitu biaya yang berbentuk atau dapat dihitung berdasrkan nilai keuangan. pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan. biaya langsung dan tidak lagsung. dan undang-undang yang berlaku. Secara garis besarnya biaya pendidikan dari pemerintah itu terdiri dari dua jenis. atau hibah dari masyarakat. petugas bimbingan dan penyuluhan. penganggaran perbutir atau line budgeting system Bentuk anggaran ini merupakan cara tradisional. Biaya sosial pendidikan ialah biaya pribadi ditambah biaya yang ditanggung oleh masyarakat. biaya moneter dan non moneter Biaya moneter. angkutan dan pemondokan. Anggaran dapat disusun dengan bentuk-bentuk berikut : Pertama. Jenis-jenis anggaran Anggaran adalah biaya yang dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci. pajak yang harus dibayar. yaitu baya yang tidak bersifat keuangan. alat tulis. Biaya pribadi pendidikan itu adalah ongkoas dan pengeluaran yang dipikul oleh perorangan atau keluarga untuk mengikuti pendidikannya. Secara lebih khusus dapat dikatakan. Anggran adalah rencana keuangan untuk suatu periode tertentu. . Biaya tidak langsung mencakup semua ongkos dan pengeluaran yang secara tidak langsung dipergunakan untuk kegiatan proses pendidikan seperti penghapusan dan keausan bangunan. dan kurang memperhitungkan atau memperirakan bagaimana hasilnya. Besar kecilnya biaya yang akan dikeluarkan atau dipergunakan selalu disesuaikan dengan jatah atau alokasi dana yang telah ditetapkan. antara lain hasil pemungutan pajak yang dipergunakan untuk pendidikan. antara lain adalah pendapatan hilang atau kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan (mendapatkan uang) karena mengikuti kegiatan proses pendidikan.

Kedua. Kegiatan itu diperhitungkan dengan tujuan yang akan dicapai. Anggaran bentuk ini biasa dipergunakan dalam anggaran pembangunan. performance. Pada dasarnya anggaran bentuk ini menekankan kepada setiap kegiatan yang telah direncanakan secra cermat. Tanggung jawab pendanaan pendidikan: Pasal 2 . Dengan kata lain. Ketiga. tingkat dan waktu kegiatan yang akan 3. Anggaran dapat pula sebagai instrumen kegiatan Bila besarnya pengeluaran dibandungkan denga jatah anggaran dan penggunaan dapat menjadi ukuran efektivitas atau efisiensi kegiatan yang dilaksanaka Pendanaan Pendidikan menurut PP NO. Bentuk ini merupakan reaksi terhadap anggaran perbutir yang mengabaikan masalah hasil yang telah dan akan dicapai. Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran (SP4) Bentuk anggaran ini sebenarnya berasal dari sistem anggaran Planning Programming Budgeting System atau disingkat PPBS. 48 Tahun 2008 a. yang diperhatikan bukan berapa dana yang tersedia dan pengeluaran apa yang cocok dengan peraturan. Baru kemudian menentukan besaran biaya yang diperlukan. Bentuk anggaran ini sering disebut anggaran berdasarkan cost-benefit. Namun demikian segi prosedurpun menjadi perhatian yang cukup ketat. yaitu perbandingan antara apa yang akan dikeluarkan (cost) dan manfaat apa yang dicapai (benefit). bentuk anggaran program atau program budgeting. Merupakan kerangka operasional dalam biaya dilaksnakan. Sedangkan bentuk tradisional dipergunakan dalam anggaran rutin. Anggaran program sangat mene-kankan pada hasil yang telah ditetapkan dari suatu program. anggaran Penampilan atau Performance budgeting Anggaran bentuk ini lebih mengutamakan perhatiannya kepada penampilan. Jadi. tetapi program dan hasilnya yang akan dicapai itu apa. Fungsi Anggaran Fungsi dari anggaran itu meliputi beberapa hal sebagai berikut: 1. Alat untuk mendelegasikan wewenang dalam pelaksanaan suatu rencana. C. kontrol dan evaluasi penampilan. 2. Keempat. Setiap pengeluaran dari anggaran ini selalu harus dibandingkan dengan hasil yang akan dicapai. pengkajian kegiatan beserta penganggarannya berorientasi pada prinsip cost benefit atau asas manfaat. hasil atau output.

(3) Prinsip kecukupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan cukup untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan. b. dan keberlanjutan. dan masyarakat. dan/atau d. (2) Dana pendidikan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersumber dari: a. peserta didik. anggaran Pemerintah. c. . oihak lain selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang mempunyai perhatian da peranandalam bidang pendidikan.masing. sumber lain yang sah. kecukupan. pemerintah daerah. bantuan pihak asing yang tidak mengikat. b. pada ayat (1) berarti bahwa besarnya pemerintah daerah. b. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. (2) Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pendanaan pendidikan oleh Pemerintah. dan c. (4) Prinsip keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan dapat digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan layanan pendidikan yang memenuhi Standar Nasiona Pendidikan. anggaran pemerintah daerah. orang tua atau wali peserta didik. Sumber Pendanaan Pendidikan Pasal 50 (1) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan.(1) Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. pemerintah daerah. dan masyarakat. dan masyarakat mdisesuaikan dengan kemampuan masing. Pasal 51 (1) Pendanaan pendidikan bersumber dari Pemerintah. (2) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.

Pengelolaan Dana Pendidikan c. rencana pembangunan jangka menengah. c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat. Hasil usaha penyelenggara atau satuan pendidikan. prinsip khusus. rencana pembangunan jangka panjang. dan Pertanggungjawaban Pasal 76 . dan/atau Sumber lainnya yang sah. Prinsip Pengelolaan Pasal 58 Prinsip dalam pengelolaan dana pendidikan oleh Pemerintah. Bantuan Pemerintah. bantuan dari masyarakat. prinsip umum. dan d. Pemeriksaan. di luar peserta didik atau orang tua /walinya. dan 2. Bantuan pemerintah daerah. Perencanaan Pasal 64 Perencanaan anggaran pendidikan oleh Pemerintah harus sejalan dengan: a. rencana kerja Pemerintah. Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Pasal 70 Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan Pemerintah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntasi yang berlaku bagi instansi Pemerintah. rencana strategis pendidikan nasional. e. pemerintah daerah. Pasal 72 Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan satuan pendidikan dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntasi keuangan nirlaba yang berlaku bagi satuan pendidikan. b. d.n penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan oleh masyarakat terdiri atas: 1. Pengawasan.(3) Dana pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat bersumber dari Pendiri penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.

ruang guru. bahkan 30 tahun (b)Alat peraga. Biaya investasi memerlukan dana yang relatif besar. bisa mencapai 20 tahun.(1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ruang kepala sekolah. buku-buku. lapangan olahraga. media belajar. biaya operasi. tanah dan yang sejenis. 25 tahun. prosedur dan mekanisme pengelolaan. dan biaya personal. buku bias mencapai 5 tahun (c)Pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan. yang pada umumnya dapat dipakai lebih dari satu tahun. 1. sumber belajar. Pasal 79 (2) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. pengalokasian. dan modal kerja tetap. dan akuntabilitas penggunaan biaya pendidikan. ruang laboratorium. antara lain berupa: (a)Bangunan sekolah meliputi ruang belajar. D. Daya tahan pemakaian sarana-prasarana ikut menentukan besarnya biaya pemeliharaan adan penggantian alat yang rusak . biaya pembangunannya termasuk biaya investasi karena umur bangunan lebih dari satu tahun. Anggaran biaya investasi selain lahan satuan pendidikan yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. misalnya alat parktik bisa mencapai 10 tahun. (2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar Pembiayaan Pendidikan Standar pembiayaan mencakup persyaratan minimal tentang biaya satuan pendidikan. alat praktik. pengembangan sumberdaya manusia. ruang perpustakaan.

pajak. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. sehingga untuk SD ditetapkan minimal ada 6 rombongan belajar dan setiap rombongan belajar . a. g. tunjangan dan faktor yang melekat pada gaji). biaya pemeliharaan.Biaya personalia Pengeluaran operasi personalia yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen. Tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan profesor atau guru besar 2. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan. Tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen. konsumsi. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen. uang lembur. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya personalia satuan pendidikan. biaya penilaian. f. e.biaya pembinaan serta daya dan jasa yang diperkirakan terpakai. Gaji pokok bagi pegawai pada satuan pendidikan.1. c. transportasi. dan lain sebagainya. biaya alat tulis sekolah. Asumsi yang dipergunakan dalam menghitung biaya rata-rata per murid menyesuaikan dengan standar proses. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan. biaya rapat. jasa telekomunikasi. Tunjangan khusus bagi guru dan dosen. Tunjangan profesi bagi guru dan dosen. sementara sekolah kejuruan belum dapat distandarkan dikarenakan keberagaman yang demikian luas dan waktu pengkajian yang terbatas. b. Dengan berpandangan pada korelasi mutu dengan pembiayaan maka untuk menjaga mutu pendidikan yang baik maka standar pembiayaan minimal dirumuskan dengan memperhitungkan seluruh biaya personil (gaji. dan Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. air. pemeliharaan sarana dan prasarana. yang terdiri atas: a. asuransi. d. dan i. Standar yang dirumuskan terbatas pada sekolah pendidikan umum (SD. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. h. SMP dan SMA).

Standar pembiayaan tersebut akan dipergunakan untuk mengukur kelayakan sekolah dalam hal pembiayaan. Untuk membedakan faktor kemahalan dan keunikan setiap daerah maka diberlakukan indeks kemahalan untuk setiap kabupaten di seluruh Indonesia. Mungkin yang rasional ditanggung oleh orangtua dari jenis yang tersebut di atas adalah: Alat perlengkapan sekolah: sepatu. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Standar pembiayaan pendidikan yaitu sebagai berikut : a. . dan Ekstrakurikuler terbatas.Biaya personal Biaya personal adalah biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Diskusi berpusat pada angka yang dijadikan patokan. pengembangan sumberdaya manusia. b. Biaya pendidikan yang menjadi tanggungan orangtua adalah yang bersifat untuk keperluan pribadi siswa. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. seragam olahraga.terdapat jumlah siswa 28 orang. yakni pembiayaan tenaga pendidik dengan golongan III A pada struktur pegawai negeri. Kesimpulan 1. Untuk SMP dan SMA masing-masing dengan minimal ada 3 rombongan belajar dengan jumlah siswa 32 orang setiap rombongan belajar. BAB III PENUTUP A. dan modal kerja tetap. Nampaknya perhitungan itu perlu dikaji lebih lanjut oleh orang yang berkeahlian yang sesuai 2. Biaya ini sebagaian dibebankan kepada orangtuam yang sifatnya untuk keperluan pribadi siswa. Perhitungan yang telah didasarkan kajian audit keuangan yang memerlukan kompetensi pemahaman perhitungan keuangan tidak banyak dipahami peserta. seragam sekolah. b. alat tulis dan buku \catatan Transpor anak dari rumah ke sekolah Uang saku/uang jajan.Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. dan untuk menjadi pertimbangan kebijakan pendanaan dari berbagai program pemerintah.

org/standards-pembiayaan.or.com/2008/03/04/pokok-pokok-pikiran-dalam-merancangbiaya-satuan-pendidikan/ http://www. termasuk dalam hal pembiayaan. transportasi.php http://drssuharto. tanggung jawab kita bersama. Yayasan 3.c. Kelompok Masyarakat e. Pemerintah Pusat b. DAFTAR PUSTAK http://www.bpkpenabur. air.org/isi. konsumsi.htm http://www.id/publikasi/view/2/273 .com/kompas-cetak/0411/24/humaniora/1398167. pajak. Peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikan a. asuransi.php?id=103 http://web. Sumber dana pembiayaan pendidikan yaitu : a.mb. Saran Pendidikan adalah tanggung jawab negara dan masyarakat. dan Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya.bsnp-indonesia. uang lembur. .kompas.ac. pemeliharaan sarana dan prasarana. Peran ketersediaan dana untuk pengadaan dan pemanfaatan sarana –prasarana c. dan lain sebagainya 2. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Orang Tua Peserta didik d. peran masyarakat untuk menyokong biaya pendidikan sangat penting diantaranya dengan menabung yang bermanfaat untuk membiayai pendidikan.108-110%20Isu%20Mutahir.mbs-sd.id/files/Hal.ipb.wordpress. jasa telekomunikasi.pdf http://www. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Peran Ketersediaan Biaya untuk Ketenagaan b. Peran ketersediaan dana untuk biaya operasional B.Pemerintah Daerah c.