P. 1
Miniplant System Pengeboran PCB

Miniplant System Pengeboran PCB

|Views: 97|Likes:

More info:

Published by: Hardi Rifki Al' Amin on Nov 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

Perancangan Miniplant System Pengeboran PCB otomatis yang terdiri dari Konveyor, Drill PCB Otomatis, dan Lengan

Robot

Oleh: Nama NIM Tugas : Hardi Rifki Al’Amin : 07524030 : Mekatronika

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

Menggunakan drill otomatis yang dapat melubangi PCB secara otomatis. informatika dan mekanika. dan juga terdapat lengan robot yang berfungsi mengambil PCB yang telah dilibangi ke wadah PCB yang telah disediakan guna melanjutkan proses selanjutnya. Salah satu contoh dari penggunaan sistem mekatronika adalah sistem pengeboran PCB otomatis pada tugas Mekatronika ini. Secara sedehana pembentukan ilmu mekatronika terdiri atas dua lapisan fisika dan logika. Pada tugas ini menggunakan sebuah konveyor yang berguna mengangkut PCB menuju drill otomatis.I. PLC dapat dibayangkan sebagai sebuah kotak yang di dalamnya terdapat ratusan atau ribuan relay. PLC muncul untuk memenuhi kebutuhan akan fleksibilitas sistem kontrol dalam menanggapi perubahan sistem serta kebutuhan akan kepraktisan pengoperasian sistem kontrol. memori dan rangkaian yang sesuai untuk menerima data input/output. counter. Relay. yaitu sebuah komputer mini yang dapat diprogram untuk mengolah input dan mengeluarkannya melalui terminal output sesuai yang diharapkan. PLC merupakan sistem kontrol berbasis komputer. perubahan sistem dilakukan hanya dengan mengubah program yang ada di dalamnya. Miniplant yang dibuat ini nantinya akan dikontrol menggunakan PLC agal dapat bejalan secara otomatis. timer dan lokasi penyimpan data. Blok-blok penyusun PLC adalah CPU (Central Processor Unit). melainkan berupa rangkaian semikonduktor yang sedemikian rupa sehingga dapat diprogram dan difungsikan sebagai relay. Program dibuat dan dimasukkan oleh operator melalui unit input berupa console atau PC (Personal Computer). dan tiga dasar ilmu utama elektronika. elektronika dan informatika. timer maupun counter. Dengan PLC. timer dan counter tersebut tidak ada secara fisik. .Pendahuluan Mekatronika (Inggris: Mechatronic) berasal dari kata mekanika. Begitu banyaknya penggunaan sistem mekatronika dalam kehidupan kita memperkuat salah satu sifatnya yang multiguna (aplikatif).

Konveyor diatas dirancang menggunakan 2 kaleng permen FOX yang dibalut dengan plastik sejenis canopy tetapi lebih tipis.1. Menggunakan sistem Belt yang terhubung pada sumbu kaleng FOX dan motor DC yang berguna untuk menggerakkan konveyor.II. dapat dilihat pada gambar 2. Untuk lengan robot-nya belum selesai karena kurangnya waktu pengerjaan.Perancangan 2. sehingga bisa digunakan untuk mengangkut barang yang terletak diatas konveyor. .Perancangan Hardware Motor Drill otomatis Limit Switch 3 (LS3) Limit Switch 2 (LS2) Drill otomatis Limit Switch 1 (LS1) Sensor Motor Konveyor Gambar 1. Konveyor dan drill otomatis Gambar 1 diatas menunjukkan gambar dari prototipe konveyor dan drill otomatis yang telah dirancang lengkap dengan alamat koneksi konveyor dan drill otomatis ke input-output dari PLC.

Pada ujungnya dipasang motor lengkap dengan mata bor yang berfungsi melubangi setiap PCB yang diangkut konveyor ketika sensor 1 aktif. PCB pada konveyor yang siap untuk dilubangi drill otomatis . Motor Drill otomatis (Kanan) Untuk drill otomatis. Diberi roller agar lebih lancar jalannya.Gambar 2. Motor Konveyor (Kiri). Gambar 3. dibuat menggunakan 2 alumunium dengan dimensi berbeda dengan tujuan alumunium yang ukurannya lebih kecil dapat dimasukkan ke dalam alumunium yang ukurannya lebih besar sehingga diperoleh semacam sistem rel untuk drill otomatis.

. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor terkait). yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logic. motor DC yang berdaya kecil sudah mampu digunakan untuk menjalankan konveyor tersebut. Proses penghi-tungannya dilakukan dengan mendeteksi adanya perpotongan pada jalur infrared yang dibangkitkan transmitter dan diterima oleh receiver. Pengguna membuat program (dengan menggunakan ladder program atau diagram tangga) yang kemudian dijalankan oleh PLC yang bersangkutan.1.3. Transmitter selalu mengirimkan sinyal pada receiver sehingga mengakibatkan terjadinya hubungan antara keduanya. photodioda dan infrared LED. Perubahan kondisi logika ini yang digunakan sebagai acuan perhitungan.1.1.2. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relay yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. dipilihnya komponen ini karena mudah didapat dan harganya terjangkau.1. 2. Motor DC Prototipe konveyor ini tidak memerlukan motor yang mempunyai daya yang besar karena kerja dari konveyor ini tidak digunakan secara maksimal. Programmable Logic Controlller (PLC). Sensor yang digunakan adalah limit switch. kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan. 2.Adapun komponen pendukung prototipe konveyor dan drill otomatis ini adalah sebagai berikut : 2. Setiap perpotongan akan memberikan perubahan kondisi logika dari 0 ke 1 selama selang waktu tertentu. hidup atau mati). Sebuah limit switch dan juga sepasang infrared sebagai sensor yang berfungsi sebagai penbangkit/pengendali saklar magnetik pada relay dihubungkan dengan input PLC. 0 atau 1. Sensor Sensor berfungsi sebagai pendeteksi adanya barang/benda yang bergerak diatas konveyor.

Identifikasi Input dan Output Sistem ini memiliki 7 buah input antara lain : tombol START(P0000). juga memiliki 4 buah output antara lain Motor Konveyor(P0020). Motor Naik(P0023).1. tombol EMERGENCY(P0002). tombol STOP(P0001). LS2(P0005). Drill (P0022). Motor Turun(P0021). Sensor(P0005). LS1(P0004). LS3(P0003). Selain itu menggunakan 2 memori bantu yaitu M0000 dan M0001. Gambar 4.2.Perancangan Software 2. Diagram Ladder sistem konveyor dan drill otomatis .2.2.

Drill ON No Limit Switch 2 ditekan? Yes Motor Turun OFF. Motor Turun ON. Motor Naik ON No Limit Switch 3 ditekan? Yes Motor Naik OFF. Diagram alir program pengendalian sistem konveyor dan drill otomatis .START Limit Switch 1 ditekan? Yes Motor Konveyor ON No Sensor PCB ON? Yes Motor Konveyor OFF. Drill OFF. Motor Konveyor ON No END Gambar 5.

Ketika LS3 tertekan maka motor konveyor akan aktif lagi dan PCB yang telah dilubangi akan berjalan menuju wadah. karena banyaknya kendala yang didapat saat pengerjaan dan kurangnya waktu. IV. Ketika PCB menyentuh LS1 maka motor konveyor akan berjalan. maka motor akan menyala turun dan motor bor akan menyala. motor akan bergerak turun dan motor bor akan menyala sampai LS2 tertekan.Kesimpulan Prototipe ini secara hardware belum selesai dibuat. Untuk softwarenya tidak ada kendala yang didapat karena diagram ladder yang dibuat baru dalam simulasi dengan bantuan software XG5000 dari LG.Pembahasan Sistem ini bekerja sebagai berikut. Bersamaan dengan tertekannya LS2 maka motor bor akan mati dan motor akan bergerak naik sampai LS3 tertekan.III. Diagram ladder telah diuji dalam simulasi dan sistem berjalan sesuai yang diinginkan. . Sistem akan berhenti bila tombol STOP atau EMERGEBCY ditekan. Disini digunakan software XG5000 sebagai simulasi diagram laddernya. ketika tombol START ditekan maka sistem akan berjalan. Ketika sensor aktif. Motor konveyor akan berjalan terus sampai sensor mendeteksi adanya PCB.

Pak Insan Pak Rudi Saya Hardi Om Ikbal Tugas Mekatronika Kelompok Mekatronika : Insan Kamil Ahmad Hardi Rifki Al’Amin Rudi Uswarman Ikbal Tawakal .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->