MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V MIN JULI

KABUPATEN BIREUEN BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini dikenal dua macam cara berkomunikasi, yaitu komunikasi secara langsung dan komunikasi secara tidak langsung. Kegiatan berbicara dan mendengarkan (menyimak), merupakan komunikasi secara langsung antara dua orang atau lebih, sedangkan kegiatan menulis dan membaca merupakan komunikasi tidak langsung. Keterampilan menulis sebagai salah satu cara dari empat keterampilan berbahasa, mempunyai peranan yang penting didalam hidup kehidupan manusia. Karena tanpa memahami bahasa sangat susah untuk bergaul dalam kehidupan yang dijalani. Oleh sebab itu manusia dituntun untuk mencari ilmu supaya mudah dalam bergaul dan mengerti bahasa terutama dalam menulis, Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Seperti yang dikatakan oleh H.G. Tarigan (dalam Suriamiharja dkk. 1983) bahwa menulis ialah: menurunkan atau melukiskan lambing grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang – lambang grafik tersebut kalau mereka memehami bahasa dan gambar grafik tersebut. Dalam lingkungan sekolah pada dasarnya mengarang merupakan salah satu faktor yang paling penting guna untuk bisa menguraikan ide kedalam sebuah tulisan..

Mengarang pada perinsipnya adalah bercerita tentang sesuatu yang ada pada angan – angan penceritaan itu dapat dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Setiap manusia semuanya diciptakan sebagai pengarang agar mudah untuk mengaplikasikan kehidupan ini dengan benar.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang masih banyak terdapat kendala dalam pengaplikasiannya. Buktinya siswa kurang mampu menulis karangan serta rendahnya penguasaan bahasa tulis secara sempurna. Meraka tidak mampu menggunakan katakata yang sesuai dengan ketentuan dalam ejaan bahasa Indonesia dengan benar. Mereka belum mampu mengarang dengan benar tanpa ada hambatan. Metode yang digunakan dalam belajar mengarang sangat tidak menarik sehingga banyak siswa yang tak memahami tentang mengarang bahkan siswa merasa bosan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Dalam lingkungan bermasyarakat banyak siswa yang pandai berbicara atau berpidato, tetapi mereka masih kurang mampu menuangkan gagasanya kedalam bentuk bahasa tulisan yang benar dan mudah dimengerti oleh pembaca. Maka untuk bisa mengarang dengan baik, seseorang harus mempunyai kemampuan untuk menulis. Kemampuan menulis dapat dicapai melalui proses belajar dan berlatih.

Permasalahan pun muncul seperti yang sudah penulis alami ketika melakukan observasi di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen. Dari hasil observasi itu penulis menemukan masalah, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika dalam mengajarkan mengarang. Mengingat pentingnya kemampuan mengarang bagi siswa, maka penulis berusaha mengungkap seberapa peningkatan kemampuan mengarang melalui penggunaan media gambar seri. Untuk

Isi kalimat relatif tidak menggambarkan topik. sering mengulang kata “lalu” dan “terus”. 1. maka penulis merumuskan permasalahan diatas.2 Indentifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas. penulis akan mengadakan suatu penelitian di sekolah MIN Juli dengan judul: MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V MIN JULI KABUPATEN BIREUEN. adalah sebagai berikut: . maka identifikasi masalah yang dapat ditentukan adalah sebagai berikut: 1. paragraf yang satu dengan paragraf yang lain tidak koheren. Siwa kurang mampu menggunakan dan memilih kata dalam menuangkan buah pikirnya.memperoleh informasi factual. 2. 3. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang dan data awal yang diperoleh dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dan untuk membatasi permasalahan yang telah diuraikan diatas. Kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak sinambung. maka penulis merumuskan dalam bentuk pertanyaan.

Untuk Mengtahui pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gamabar seri dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang bagaimana cara mengarang dengan menggunakan media gambar seri di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen. bertujuan untuk: 1.1. Bagi Guru . 1.4 Tujuan Penelitian Dengan dilaksanakannya penelitian ini. Masalah atau kendala yang dihadapi di lapangan ketika memberikan pembelajaran menulis kerangan deskripsi di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen? 1. Untuk mengetahui keefektifan siswa dalam pengajaran penggunaan media Gambar seri dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen. 2. Untuk meningkatkan kemampuan pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan media gambar seri di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen.5 Manfaat Penelitiaan 1. Apakah dengan menggunakan media cerita gambar seri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penulisan karangan deskripsi? 3. Bagaimana pelaksanaan penerapan media cerita gambar seri dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen? 2. 3.

Serta alat peraga ini dapat disimpan untuk siswa – siswa tahun berikutnya. Bagi Siswa Siswa dapat lebih mudah dan semangat dalam memahami materi pelajaran.permasalahan siswa dengan cara – cara mengatasinya. penggunaan alat peraga disekolah pihak sekolah tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan alat peraga. Bagi Lembaga Sekolah dapat lebih mudah dalam memperoleh alat peraga. 2. Dalam penelitian ini dapat diambil manfaat bagi guru termasuk diantaranya guru dapat memperkaya teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui teknik – teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui permasalahan .Guru menjadi aktif dan kereatif dalam mempelajarkan siswa dengan menggunakan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. dan tidak akan membosankan siswa dalam menyimak pelajaran sehingga siswa akan menyimak pelajaran dengan baik. karena alat peraga bisa dibuat dari lingkungan sekitar dan dapat dari siswa itu sendiri. Sehingga dapat mempermudah guru untuk mengatasi masalah – masalah apa yang timbul dlam pembelajaran. .Guru dapat memehami hal – hal yang perlu dilakukan untuk menyampaikan pembelajaran secara aktif dan dan menarik siswa dalam menyamapaikan materi sehingga siswanya mampu menyimak pelajaran yang sedang diajarkan dan apa yang diharapakan oleh guru dapat tercapai. siswa akan lebih akatif belajara dan mereka bisa lebih mudah dalam memahami pelajaran. Dengan cara pembelajaran yang menarik. 3. Guru mengetahui penggunaan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur keterampilan menulis karangan dengan baik.

BAB II LANDASAN TEORITIS 2. Karangan adalah susunan kata yang berlapis-lapis dan teratur yang menggunakan bahasa yang teratur.1 Pengertian Menulis . 1.6 Definisi operasional 1. terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Kemampuan adalah tingkat penguasaan. tingkat kemahiran. Menulis adalah menempatkan simbol – simbol grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. 4. 6. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol – simbol grafiknya”. Siswa adalah murid atau pelajar. 2.. Meningkatkan adalah Memberikan dorongan atau memberikan motivasi kepada anak tentang pembelajaran menulis karangan deskripsi. 3. Media Cerita Gambar Seri adalah cerita atau daya upaya dalam menyusun atau menulis karangan dangan menerjemahkan isi pesan visual (gambar seri) kedalam wujud atau bentuk bahasa lain. 5. kompetensi siswa dalam menulis karangan deskripsi melalui media gambar berseri.

karangan juga mempunyai beberapa fungsi diantaranya yaitu karangan yang berfungsi memberitahu. kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol – simbol grafiknya”. 1996 : 1). mengembangkan bahwa : “Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang – lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang. karangan yang berfungsi untuk korespondensi.karangan yang berfungsi menggambarkan. Sedangkan Robert Lodo (dalam Suriamiaharja. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang – lambang grafik untuk menyampaikan ide atau gagasan yang dapat dimengerti oleh orang lain . Tulisan adalah suatu system komunikasi manusia yang menggunakan tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata. 1996 : 1). karangan yang berfungsi memberi pemahaman. 2. Dalam hal ini. mengatakan bahwa: “Menulis adalah menempatkan simbol – simbol grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang. yaitu gagasan yang berupa . Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh masyarakat pembaca (Gie 2002:3).Menulis adalah menyampaikan ide atau gagasan dan pesan dengan menggunakan lambang grafik (tulisan). karangan yang berfungsi untuk mengingat. karangan yang berfungsi memberi petunjuk.2 Karangan Deskripsi Karangan adalah susunan kata yang berlapis-lapis dan teratur yang menggunakan bahasa yang teratur pula (Karsana 1986:4). sehinga orang lain dapat membaca lambang – lambanga grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut “. da sebagainya (Karsana 1986:17-24). Unsur-unsur karangan menurut Gie (2002:4) ada empat. Tarigan (dalam Agus Suriamiaharja. karangan yang berfungsi instruktif (memerintahkan). karangan yang berfungsi mengisahkan.

menyajikan suatu kualitas pengalaman langsung. jalan-jalan kota. Menurut Keraf (1995:7). Objek yang dideskripsikan mungkin sesuatu yang biasa ditangkap dengan pancaindera kita. atau bunyi. Menurut Hartono (2003:37). hal. sebuah pemandangan alam. hal atau bunyi. Deskripsi adalah lukisan yang menggambarkan rupa. atau rasa sesuatu. alunan musik atau gelegar guntur. merangsang perasaan pembaca mengenai apa yang digambarkannya.pendapat. deskripsi yaitu suatu bentuk komposisi yang digunakan sebagai sarana penulis atau pembicara menggambarkan atau menceritakan bagaimana bentuk atau wujud suatu barang atau objek. Deskripsi membuat kita melihat yaitu membuat visualisasi mengenai objeknya. deskripsi adalah menggambarkan atau menceritakan bagaimana bentuk atau wujud suatu barang atau objek. Deskripsi . bau. Fungsi utama deskripsi adalah membuat para pembacanya melihat barang-barang atau objeknya. tatanan yaitu tertib pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas dan aturan serta teknik sampai merencanakan rangka dan langkah. Deskripsi memusatkan uraiannya pada penampilan barang. Dalam deskripsi kita melihat objek garapan secara hidup-hidup dan konkrit. atau menyerap kualitas khas dari barang-barang itu. atau mendeskripsikan cita rasa suatu benda. pengalaman. serta wahana yang berfungsi sebagai sarana penghantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata dan gramatika serta retorika. atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang. atau mendeskripsikan cita rasa suatu benda. wajah seorang yang cantik molek atau seseorang yang putus asa. suara. tuturan yang berbentuk pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami pembaca. melihat objek secara bulat. dan sebagainya(Keraf 1995:16-17). Deskripsi bertujuan membuat para pembaca menyadari dengan hidup-hidup tentang apa yang diserap penulis melalui panca indranya.

seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu.1 Unsur Karang -Mengarang Berbicara mengenai karangan baik yang berupa karangan pendek maupun panjang. maka kita harus berbicara mengenai beberapa hal atau masalah disekitar karangan. Rustamaji (1991:71) mengatakan bahwa karangan deskripsi adalah jenis karangan yang bertujuan untuk menyodorkan gambaran mengenai suatu pokok persoalan.adalah karangan yang lebih kompak dan bertekstur dengan memilih detail-detail fisik dan emosional (Sudiati dkk. Karangan deskripsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa. 2 Tuturan ( Discourse ) Yaitu bentuk pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami pembaca. atau sensasi (Keraf 1995:7). . Pencarian (Narration ) Bentuk pengungkapan yang menyampaikan sesuatu peristiwa / pengalaman . 2. misalnya pemandangan. The Liang Gie (1992 : 17) mengemukakan ada 4 (empat) unsur dalam mengarang yaitu sebagai berikut : 1. orang. maka dihasilkan satu pengertian dari karangan deskripsi. Dari dua pengertian di atas.2. Deskripsi memberi suatu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami. 2005:3-4). sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca. penggambaran sesuatu itu menurut apa adanya. Ada 4 ( empat ) bentuk mengarang : a. Gagasan ( Idea ) Yaitu topik berikut tema yang diungkapkan secara tertulis.

Wahana (Meduim ) Ialah sarana penghantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata. Pemaparan ( Exposition ) Bentuk pengungkapan yang meyajikan secara fakta – fakta yang bermaksud memeberi penjelasan kepada pembaca mengenai suatu ide. Pelukisan ( Description ) Bentuk pengungkapan yang menggambarkan pengindraan. Tatanan ( Organization ) Yaitu tertib pengaturan dan peyusunan gagasan mengindahkan berbagai asas. yaitu : . dan terotika ( seni memekai bahasa secara efektif ) 2. gramatika ( tata bahasa ). pendapat. persoalan. 4. d. Perbincangan ( Argumentation ) Bentuk pengungkapan dengan maksud menyalin pembaca agar mengubah pikiran.2. aturan. Dr. lagu merdu. atau sikapnya sesuai dengan yang dihadapi pengrang. 3. dll ) c. perasaan mengarang tentang mecam – macam hal yang berada dalam susunan ruang ( misalnya : pemandangan indah.b. proses atau peralatan. Prof (1996 / 1997) mengemukakan bahwa tujuan pengajaran mengarang sama dengan tujuan pengajaran bercakap – cakap hanya berbeda dengan bentuk tulisan. dan teknik sampai merencanakan rangka dan langkah .2Tujuan Pengajaran Mengarang Sabarti Akhadiah.

Memperkaya pembendaharaan bahasa positif dan aktif 2. ilmu hayat. Menurut Isi / Bentuk 1. Umumnya diberikan di kelas – kelas rendah Misalnya: Menceritakan kembali (secara tertulis) apa – apa yang dialami dalam pengajaran lingkungan. Menurut Tingkatan 1. 4. 2. Karangan Reproduksi. Mengeluarkan isi jiwa sendiri (Ekspresi jiwa). Umumnya bersipat menceritakan / menguraikan suatau perkataan yang telah di pelajari atau di pahami. 3.3 Macam – Macam Karangan di MIN Macam – macam karangan yang dapat diajarkan di MIN dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Latihan – latihan penggunaan ejaan yang tepat (ingin menguasai bentuk bahasa). Melatih melahirkan pikiran dan perasaan dengan tepat 3. Karangan sebenarnya (Karangan lanjutan ) di kelas – kelas berikutnya. seperti mengenal ilmu – ilmu bumi. “Seandainya aku menjadi presiden”. Misalnya: “Cita – citaku setelah tamat sekolah”. Karangan Varslag (Laporan). Karangan permulaan (Kelas I dan II ) 2. Karangan Fantasi.1. . atau menulis dengan kata – kata sendiri apa yang telah di baca dll. 2.2. Latihan memaparkan pengalaman – pengalaman dengan tepat. b.

Menurut Susunanya 1. kalimat lebih banyak pada saat menceritakan tentang benda. Tempat pertunjukan dll) lebih rinci sehinga siswa kelas V (lima) telah dapat menuliskan berpulih – pulih kalimat tentang sesuatu. Karangan Bebas 3. Pendapat lama mengtakan mengajar mengarang itu baru diberikan di kelas V sekolah rendah. dan sebagainya. susunan kalimat. Mulailah anak. taman. isi.4. Dr. “ Mengarang “ itu semenjak di kelas I (Satu) sudah mulia disisipkan (Mengarang Permulaan). Anak dibiasakan mengamati lingkungan sekitarnya (Pasar. Di kelas I (Satu) sudah dapat di mulai dengan menggambar bebas kemudian anak menulis beberapa kalimat tentang gambarnya. . Cerita tentang gambar telah memakai judul. Sementara itu pendapat sekarang. siswa kelas V (lima) lebih rinci menjelaskan setiap gambar. kebun. menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan – karangan. Karangan setengah bebes terikat Sabarti Akhadiah. Karangan Terikat 2. Di kelas III (Tiga) adalah lanjutan dari kegiatan di atas. Siswa dibiasakan menyatakan pendapat ataupun pikiranya berdasarkan alasan yang tepat. c. Prof (1997:59). Seperti ejaan bahasa. karena syarat – syarat yang ditentukan untuk mengarang itu adalah berat. tanda baca. Pengamatan gambar lebih rinci. Mengarang dengan bentuk gambar seri telah lebih banyak kalimatnya daripada di kelas II (dua) biasanya anak menggunakan kata penghubung. Karangan berdasarkan alasan tertentu. Pada saat menceritakan gambar berseri. anak telah menjelaskan sesuatu tentang benda. Karangan Argumentasi. hewan atau tanaman yang sesuai dengan lingkungan. Di kelas V (lima) karangan anak lebih luas dari peda kelas III (tiga).

Ihat dkk. “Dalam memilih kata itu harus diberikan dua persyaratan pokok yaitu (1) Ketepatan (2) Kesesuaian” (Suriamiharja et – al.di angka dari www.com. Selanjutnya paragraf dengan paragraf pun merangkai secara utuh membentuk sebuah wacana yang memiliki tema yang utuh “.2.sastraindo. Apakah pilihan kata dan gaya bahasa yang dipergunakan tidak merupakan suasana atau tidak menyinggung perasaan orang yang hadir. Kata adalah unsur kata yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat di gunakan dalam bahasa. 1996: 25). Persyaratan ketepatan yaitu kata – kata yang dipilih harus secara tepat mengungkapkan apa yang ingin di ungkapkan sehingga pembaca juga dapat menafsirkan kata – kata tersebut tepat seperti maksud penulis. sedangkan paragraf dibentuk oleh kalimat – kalimat. Hal ini menyangkut kecocokan antara kata – kata yang dipakia dengan kesempatan / situasi dengan keadaan pembaca. Sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh atau membentuk sebuah gagasan. . 2. Seorang perlu memiliki pembendaharaan kata yang memedai dan pemilihan kata yang tepat. Dr. Untuk dapat menyampaikan gagasan. Kalimat – kalimat yang membentuk palagraf itu haruslah merangkai. Prof (1997:59). kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya harus berkaitan begitu seterusnya.Hal ini lebih mudah dilatihkan melalui mengarang dengan bentuk gambar seri (Sabarti Akhadiah.5 Susunan Karangan Susunan karangan atau wacana sebagaimana dikemukakan oleh Hatimah. (2006 : 159) adalah : “ Wacana dibentuk oleh paragraf – paragraf. Persyaratan kedua yaitu kesesuaian. a. pikiran dan perasaan dalam tulisan karangan. Kata Setiap gagasan pikiran atau perasaan dituliskan dalam kata – kata.

Mangemukakan bahwa : Kaliamat efektif dalam bahasa tulis. haruslah memiliki unsur – unsur : 1. Sanggup menciptakan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pembaca seperti yang dipikirkan penulis. 1996 : 46). dan ungkapan itu sendiri merupakan rangkaina dari kata – kata. Berkaitan dengan paragraf akhadiah.b. Kalimat yang dipergunakan dalam karangan berupa kalimat yang efektif yaitu kalimat yang benar dan jelas sehinga mudah dipahami orang lain. Dapat mewakili gagasan penulis 2. Suryamiharja et-al (1996 : 38). Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide keseluruhan karangan. Kalimat Kalimat terbentuk dari gabungan anak kalimat. Fungsi dari paragraf dalam karangan adalah: 1. c. sedangkan anak kalimat adalah gabungan dari ungkapan atau frase. dkk (dalam Agus Suryamiharja. suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari pada kalimat : paragraf merupakan kimpulan kalimat yang berkaitan dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Sebuah kalimat efektif haruslah memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan pada pikiranpandangan atau pembaca seperti apa yang terdapat pada pikiran penulis atau pembaca. Menjelaskan bahwa “dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat utama atau kalimat topik. kalimat penjelas sapai kalimat penutup”. . Paragraf Paragraf adalah satu kesatuan pikiran.

Suatu paragraf dikatakan berkembang atau lengkap jika kalimat topik atau kalimat utama dikembangkan atau dijelaskan dengan cara menjabarkannya dalam bentuk – bentuk kongkrit. Menurut Suriamuharja (1996: 48) “Paragraf baik dan efektif harus memenuhi tiga parsyaratan. Kohesi (Kesatuan) Keraf (dalam Suriamiharja 1996: 48) mengemukakan bahwa “yang dimaksud dengan kohesi / kesatuan dalam paragraf adalah semua kalimat yang membina palagraf secara bersama – sama menyatakan satu hal.2. (Tarigan.3 Pengertian Media Pembelajaran . Pengembangan / Kelengkapan paragraf Keraf (dalam Suryamiharja 1966:50). 1996:48). Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok karangan. aph”. dapat dengan cara pemaparan dan pemberian contoh. 3. penganalisaan dan nilai – nilai. Koherensi (Kepaduan) Keraf (Suriamiharja 1996: 48) mengemukakan bahwa “yang dimaksed dengan koherensi / keterpaduan dalam paragraf adalah kekompakan hubungan antar sebuah kalimat denngan kalimat yang lain yang membentuk paragraf itu”. (2) Koherensi (Kepaduan) . 2. mengemukakan bahwa “pengembangan paragraf adalah penyusunan atau perincian dari gagasan – gagasan yang membina peragraf itu”. satu tema tertentu”. yaitu (1) Kohesi (Kesatuan ) . 2. dan (3) Pengembangan / Kelengkapan paragr 1.

tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif . Apabila tingkatan MIN yang siswanya belum mampu berfikir abstrak. ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan” (Djamarah dan Zein. tapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efesien. sehingaga dapat merangsang pikiran. apabila diabadikan media pengajaran bukanya membantu proses belajar mengajar. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar sangat penting. Merumuskan fungsi media sebagai berikut : 1. membantu mempertegas bahan pelajaran. perasaan. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. Ketidak jelasan guru dalam menyampaikan bahan pengajaran dapat terwakili dengan kehadiran media.1 Fungsi Peranan Media Pengajaran Fungsi media pengajaran sebagai sumber belajar. perlu diperhatikan bahwa pemilihan media pengajaran haruslah jelas dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Keabstrakan bahan pelajaran dapat dikongritkan dengan kehadiran media.. masih berfikir kongrit. Dalam penggunaan media. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan. sehinga anak didik lebih mudah mencerna bahan pelajaran daripada tanpa bantuan media. 1996 : 136). Nana Sudjana (dalam Djamarah. 1996: 152 ). Pengertian media sebagai sumber belajar adalah “Manusia.3. benda. 2.Kata “Media” secara harpiah adalah “perantara atau pengantar”. perhatian dan minat siswa dalam proses belajar.

Penggunaan media bukan semata – mata alat hiburan.3. Pengunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar. Media sebagai sumber belajar bagi siswa. 1996 : 150). 2.2 Kriteria Pemilihan Media Pengajaran Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (dalam Djamarah dan Zein. Penggunana media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. 3. penggunaannya dengan tujuan dari sisi pelajaran . Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan. 5. b.2. Media pengajaran. bukan sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.blogspot. mengemukakan beberapa kriteria dalam memilih media pelajaran. Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya. 4. Ketika fungsi – fungsi media pengajaran itu diaplikasikan kedalam proses belajar mengajar . maka terlihatlah perannya sebagai berikut : a.com. c. Di angkat dari www. sebagai berikut: . Penggunaan media dalam pengajaran lebih dituangkan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap perhatian yang diberikan guru. 6.

mirah. b. c. Demikian pula dalam pembelajaran menulis karangan di SD. Dari uraian di atas. Penggunaan media gambar seri dirasakan sangat tepat untuk membantu siswa dalam keterampilan mengarang. Tersedia waktu untuk menggunakanya. Ketepatan dengan tujuan pengajaran.4 Media Cerita Gambar Seri Sebagai Model Pembelajaran Dalam kriteria pemilihan media disinggung bahwa media digunakan harus sesuai dengan taraf berfikir anak didik. siswa dapat menarik isi kesimpulan dari gambar tersebut. Sesuai dengan tarap berpikir siswa. Purwanto dan Alim (1997 : 63). Media yang digunakan mudah diperoleh. kemudian dapat menguraikan dalam bentuk tulisan. juga Tarigan (1997 : 210) mengemukakan bahwa “Mengarang melalui media gambar seri berarti melatih dan mempertajam daya imajinasi siswa”. Keterampilan guru dalam menggunakan media dalam proses pengajaran. sehinga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran. d. sederhan dan praktis penggunaannya. dapat ditarik kesimpulan bahwa cerita gambar seri adalah cara atau daya upaya dalam menyusun atau menulis suatu tulisan atau karangan dengan menerjemahkan isi pesan visual .a. Berkaitan dengan penggunaan media gambar. f. mengemukakan bahwa “Penggunaan media gambar untuk melatih anak menentukan pokok pikiran yang mingkin akan menjadi karangan – karangan”. e. 2. Dengan melihat gambar. Adanya media bahan pelajaran lebih mudah dipahami siswa.

Dapat membantu daya ingat siswa (retensi) 4.5 Ciri – Ciri Gambar Yang Baik dan Peranannya Sebagai Media Pengajar Gambar yang baik dan dapat digunakan sebagai sumber belajar adalah yang memiliki ciri – ciri sebagaimana dikemukakan Sudirman et-al (1991: 219).Ums. 3. Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu siswa dalam belajar. Merangsang orang yana melihat untuk ingin mengungkapkan tentang obyek – obyek dalam gambar.Ac. Sedangkan peranan gambar sebagai media pengajaran yaitu : 1. tetapi menarik dan mudah dipahami. Ilustrasi tidak terlalu banyak.(gambar seri) ke dalam bentuk tulisan. Dapat disimpulkan dan digunakan lagi apabila diperlukan pada saat yang lain. yaitu : 1. Berani dan dinamis. 2.pdf 2._subyantoro.di angkat dari http://eprints.Id/364/01/19. 5. 3. 4. Menarik perhatian anak sehinga terdorong untuk lebih giat belajar. 2. Dapat menyampaikan pesan atau ide tertentu. Memberi kesan kuat dan menarik perhatian. (Sudirman et-al 1991 : 220) .

2. Adapun karangan yang diajarkan kepada siswa adalah karangan deskripsi. siswa diharapkan memiliki kegemaran menulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya. Diangkat dari http://www. siswa diharapkan memiliki kegemaran menulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya. pengalaman dan kejadianya. Karena dengan gambar dapat merangsang imajinasi seorang siswa supaya suka bercerita tentang gambar yang dilihatnya sehingga selanjutnya diharapkan siswa tersebut dapat mampu menulis karangan sesuai dengan tema. Untuk menjadi seorang penulis yang baik. Melalui pengajaran menulis karangan deskripsi. penelitian ini bertujuan agar siswa mampu menghasilkan karangan yang terdiri atas ratusan kata dengan hasil yang baik. Dalam kaitannya dengan pengajaran menulis karangan.Atas dasar uraian tersebut diatas. Dengan bekal yang cukup siswa . Siswa mampu menyusun kalimat. sehingga orang lain dapat memahami apa yang diungkapkannya. hendaknya guru mau mempertimbangkan penggunaan media gambar seri didalam pelaksanaan proses belajar mengajar terutama dalam pengajaran menulis karangan.6 Hakikat Pengajaran Menulis Karangan Deskripsi Seseorang dapat dikatakan telah mampu menulis dengan baik jika dia dapat mengungkapkan maksudnya dengan jelas.com. agar pembaca memahami ke mana arah tujuan penulisan itu sendiri (Suriamiharja 1996 :3).realonearcade. menyusun paragraf dan akhirnya menyusun wacana sesuai dengan aturan penulisan yang berlaku. Melalui pengajaran menulis karangan deskripsi. terlebih dahulu penulis harus menentukan maksud dan tujuan penulisannya. ide.

Menurut Kassihani Hasbolah (1998:13).1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitin tindakan kelas (PTK). penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama-sama. BAB II METODE PENELITIAN 3.akan dapat menuangkan gagasan dan perasaannnya serta menyukai kegiatan menulis seperti menyusun karangan deskripsi. Tindakan tersebut diberikan oleh guru yang dilakukan oleh siswa. khususnya dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan melalui gambar berseri di MIN Juli Kabupaten Bireuen. Menurut Suharsimi Arikunto. (2007:3). Penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan tugas guru dilapangan. penelitian tindakan kelas merupakan penelitian praktis yang dilakukan dikelas dan bertujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran yang ada. Artinya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa yang berkaitan proses pembelajaran dikelas. dkk. penelitian tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan minat belajar siswa dikelas. .

yaitu kelas V semester I tahun pelajaran 2010/2011 MIN Juli Kabupaten Bireuen. Penulis akan mengadakan penelitian pada kelas yang diampunya.2 Kehadiran Peneliti Dalam penelitian tindakan kelas peneliti sebagai subjek dan siswa sebagai objek yang diteliti. Penelitian ini mengunakan penelitian yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas.3 Lokasi Penelitian Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) penulis mengangkat judul “meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan melalui penggunaan media gambar seri di kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen. Sekolah terletak di tepi jalan raya bireuen-takengon (Kec. 3.Berdasarkan beberapa difenisi oleh para ahli diatas. 3. Dalam meneliti sebuah permasalahan yang timbul Kehadiran peneliti dilokasi sangat diutamakan. Keadaan status ekonomi siswa sangat .dan guru bidang studi dan peneliti sebagai pengamat dalam penelitian tindakan kelas. kehadiran peneliti dalam penelitian tindakan kelas modal utamanya yaitu untuk mewawancarai siswa. maka dapat disimpulkan bahwa pengertian tindakan kelas adalah segala daya dan upaya yang dilakukan oleh seorang guru berupa kegiatan penelitian tindakan atau arahan dengan tujuan dapat memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran yang selayaknya. dikarenakan peneliti sebagai salah satu kunci utama dalam memberikan tindakan sesuai prosedur yang ada. Juli) tepatnya kilometer 08. Secara geografis lokasi sekola berada daerah Kecamatan Juli yang merupakan ibukota Kabupaten bireuen.

. 2. 3. Lembar pengamatan terhadap siswa pada masing-masing siklus. Penelitian merencanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan media pembelajaran Media Gambar Seri di kelas V miN juli Kabupaten bireuen menyelesaikan pembelajaran mengarang tentang mengarang dengan menggunakan media gamabar seri. akan dilaksanakan pada semester I untuk tahun pembelajaran 2010 / 2011 diawalai dengan pembuatan proposal berdasarkan hasil observasi dilapangan yang dimulai pada awal maret 2010.4 Data dan Sumber Data 1 Data. d. Interview setelah proses pembelajaran. yang sebagaian besar orang tua siswa bermata pencaharian buruh tani. c. b. Hasil pengamatan terhadap guru yang diperoleh dari observer yaitu rekan kerja. Observasi proses pembelajaran. Tes akhir pembelajaran. Terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Lembar pengamatan terhadap guru tiap siklus dari teman sejawat sebagai kolaborasi dalam penelitian.beragam. Jumlah siswa kelas V 30 anak. e. Sumber Data a. Diperoleh dari : a.

sedang. Wawancara Wawancara yaitu suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapat informasi yang berkenaan dengan pendapat. apersepsi. Penulis menggunakan teknik observasi ini untuk mengamati keadaan siswa sebelum. yaitu wawancara. “Obsevasi adalah teknik atau cara untuk mengamati suatu keadaan atau suatu kagiatan (tingkah laku)”. Hasil tes tertulis siswa kelas V MIN Juli Kabupaten Bireuen. dan keyakinan dari individu atau responden. 2. 3. Tes Perbuatan . observasi dan tes perbuatan (performance) yang digunakan selama penelitian masalah dalam makalah ini dan mendiagnosa serta mengevaluasi dari model yang digunakan. Berikut ini penjelasanya : 1. Wawancara ini dilakukan dengan cara mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan sumber data. dan sesudah model pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri.5 Teknik Pengumpulan Data Penulis menggunakan tiga alat pengumpulan data. aspirasi.b. 3. Observasi Observasi merupakan salah satu teknik evaluasi non tes yang biasa dilakukan kapan saja.

Tes perbuatan ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana siswa dapat menulis karangan dengan baik dengan menggunakan media gambar seri.6 Teknik Analisis Data Jenis data yang dipergunakan adalah jenis data kuantitatif dan data kualitatif. Alat pengukurannya menggunakan pedoman penilaian atau format observasi. 3. 3. perlu dilakukan pengecekan keabsahan data dengan . NP = 100% Keterangan : NP = Nilai dalam persen R = Skor yang dicapai siswa JS = Jumlah keseluruhan siswa (Arikunto. Semua data diambil melalui tes. Berikut rumus presentase nilai.Tes perbuatan (performance) dimaksudkan untuk mengukur keterampilan dalam melakukan sesuatu (Rachmat dan Suhendi. 2002: 263) Data kualitatif diperoleh dari mendeskripsikan dan mengelompokkan data yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara.7 Pengecekan Keabsahan Data Untuk menghindari dari kesalahan atau kekeliruan data yang terkumpul dari hasil tindakan yang dilakukan dalam penelitian. Kemudian menghitung rata-rata nilai yang diperoleh. Data kuantitatif diperoleh dengan cara menghitung nilai siswa secara keseluruhan dan merekap nilai tes. Pendiskripsian untuk mengungkap semua perubahan tindakan dan peningkatan prilaku siswa selama proses belajar mengajar pada siklus I dan siklus II yang akan. 1998 : 113).

apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh temannya. Pengecekan keabsahan data yang didasarkan pada sesuatu diluar data untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding terhadap data yang telah ada (Moleong. maka mereka harus memberikan koreksi terhadap temannya yang melakukan kesalahan. (2) rancangan tindakan dalam bentuk rencana pembelajaran. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca isi karangan siswa secara bergiliran.8 Tahap-Tahap Penelitian Dalam penelitian ini akan dilakukan dua siklus. 1. b. (3) rencana evaluasi yang meliputi tes dan nontes. siswa diberi sebuah materi mengarang yang harus karang oleh siswa. Siswa yang lain memperhatikan.mendetail. Perencanaan Pada tahap perencanaan ini peneliti akan mempersiapkan (1) satuan pelajaran. 3. Pengamatan . Tindakan Pada tahap tindakan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang akan dilakukan. Proses Pelaksanaan Siklus I a. Kemudian hasilnya dibahas bersama-sama. 2007). Pada saat proses pembelajaran menulis karangan berlangsung. c. Setelah itu karangan yang dibuat dalam bentuk cerita.

Oleh karena itu pada tahap ini akan diambil tindakan untuk meningkatkan pengelolaan kelas dengan jalan menegur mereka yang sering membuat keributan. Dari situasi tersebut dapat dipakai untuk pembenahan dan perbaikan pada tahap selanjutnya. pengamatan dapat dilakukan dengan observasi atau pengamatan secara langsung. dan menyepelekan penggunaan media gambar berseri yang dianggap sebagai sesuatu yang aneh. .Tahap pengamatan dilakukan dalam proses belajar mengajar berlangsung. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu proses belajar mengajar pada tiap-tiap tahapan. atau dengan wawancara. d. Dengan kata lain pengamatan lebih intensif pada siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. berpindah tempat duduk. misalnya ada beberapa siswa yang saling berebut alat tulis. Pengambilan data dengan observasi bertujuan untuk dapat secara langsung mengamati semua perilaku siswa baik yang positif maupun negatif selama proses belajar mengajar berlangsung dikelas. Evaluasi dan Refleksi Berdasarkan observasi dan wawancara pada tahap ini dijadikan sebagai pedoman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful